Anda di halaman 1dari 122

PERANCANGAN APLIKASI INDEKS SINGLE USER BERBASIS MICROSOFT

ACCESS 2010 DI LABORATORIUM PRAKTEK REKAM MEDIS


STIKES HUSADA BORNEO BANJARBARU
TAHUN 2015

Karya Tulis Ilmiah


Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan
Guna Mencapai Gelar Ahli Madya
Perekam dan Informasi Kesehatan (A.Md.RMIK)

NUR SAVITRI
12D30037

PROGRAM STUDI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
HUSADA BORNEO BANJARBARU
2015
PERANCANGAN APLIKASI INDEKS SINGLE USER BERBASIS MICROSOFT
ACCESS 2010 DI LABORATORIUM PRAKTEK REKAM MEDIS
STIKES HUSADA BORNEO BANJARBARU
TAHUN 2015

Karya Tulis Ilmiah


Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan
Guna Mencapai Gelar Ahli Madya
Perekam dan Informasi Kesehatan (A.Md.RMIK)

NUR SAVITRI
12D30037

PROGRAM STUDI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
HUSADA BORNEO BANJARBARU
2015
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Nur Savitri


NIM :12D30037
Program Studi : DIII Perekam dan Informasi Kesehatan
Judul :Perancangan Aplikasi Indeks Single User
Berbasis Microsoft Office Access 2010 di
Laboratorium Praktek Rekam Medis
STIKES Husada Borneo Tahun 2015

Dengan ini saya menyatakan bahwa karya ilmiah ini belum diajukan ke
perguruan tinggi manapun dan dalam bentuk apapun, sumber informasi
yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak
diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan
dalam daftar pustaka di bagian akhir karya ilmiah ini.

Penulis,

[Nur Savitri]

iii
LEMBAR PERSETUJUAN

Nama : Nur Savitri


NIM : 12D30037

Karya tulis ilmiah ini telah disetujui untuk diseminarkan

Banjarbaru,15 Juni 2015

Pembimbing Utama,

Bibing Hendro L,S.Kom

Pembimbing Pendamping,

Dimas Eka Saputra, Amd.RMIK

iv
LEMBAR PERSETUJUAN

Nama : Nur Savitri


NIM : 12D30037

Karya tulis ilmiah ini telah disetujui untuk disidangkan

Banjarbaru, 1 Agustus 2015

Pembimbing Utama,

Bibing Hendro L,S.Kom

Pembimbing Pendamping,

Dimas Eka Saputra, Amd.RMIK

v
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Nur Savitri


NIM : 12D30037

Karya Tulis Ilmiah ini telah dipertahankan di depan dewan penguji dan disetujui
Pada tanggal : 25 Agustus 2015

Penguji 1 (Ketua)

Bibing Hendro L,S.Kom

Penguji 2 (Anggota) Penguji 3 (Anggota)

Dimas Eka Saputra, Amd.RMIK Irmawan, Amd. Perkes, SKM


NIDDN: 111 801 8102

Diketahui
PLH Ketua Sekolah TInggi PLH Ketua Program Studi
Ilmu Kesehatan Husada Borneo Perekam dan Informasi Kesehatan

Drs. Hendro Martono, MT Armiati, Amd.RMIK, S.Pd


NIK: 113071731041 NIK: 113071872031

Tanggal Lulus:
vi
ABSTRAK

Nur Savitri, 12D30037


Perancangan Aplikasi Indeks Single User Berbasis Microsoft Office
Access 2010 di Laboratorium Rekam Medis STIKES Husada Borneo
Banjarbaru Tahun 2015

Karya Tulis Ilmiah Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan


(xix + 82 + Lampiran)

Indeksing adalah membuat tabulasi sesuai dengan kode yang sudah


dibuat kedalam indeks-indeks. Aplikasi indeks dirancang untuk mengurangi
kesalahan dalam pengolahan data yang disebabkan oleh kesalahan
manusia, dan pengelolaan indeks penyakit dengan menggunakan
microsoft excel belum menghasilkan laporan yaitu 10 besar penyakit serta
belum terdapat indeks tindakan, indeks dokter dan indeks kematian
sebagai sarana praktek mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut, peneliti
ingin merancang aplikasi indeks dilaboratorium rekam medis STIKES
Husada Borneo tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif,
dan teknik sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisa data
menggunakan metode SDLC atau siklus hidup pengembangan sistem.
Aplikasi yang dirancangan dioperasikan untuk single user, dengan
perancangan aplikasi menggunakan microsoft office access. Dari
perancangan aplikasi dihasilkan sebuah aplikasi indeks yang mengelola
data baik untuk indeks pasien, indeks penyakit, indeks operasi/tindakan,
indeks dokter dan indeks kematian. Dimana form pada aplikasi indeks
adalah form login, form menu utama, form pendaftaran form indeks
penyakit, form indeks tindakan, form indeks kematian, form indeks dokter,
form master dokter, form master diagnosa dan menghasilkan output
laporan 10 penyakit terbanyak, laporan 10 operasi/tindakan terbanyak,
laporan 10 penyebab kematian terbanyak serta laporan pelayanan dokter.
Saran dari penelitian ini adalah terlaksananya praktek indeks yang
terjadwal dengan sarana komputer dan fasilitas lain yang mendukung
dimana kedepannya diharapkan adanya pengembangan dari aplikasi
indeks.

Daftar Pustaka: 24 (1994-2015)


Kata kunci: Indeks, aplikasi, rekam medis

vii
ABSTRACT

Nur Savitri, 12D30037

Designing Applications Index Single User Based Microsoft Office


Access 2010 In the Laboratory of Medical Records Institute of Health
Science Husada Borneo Banjarbaru 2015.

Scientific writing Medical Record and Health information


(xviii + 82 + Attachment)

Indexing is making tabulated according to codes that have been made


into indexes. Index is designed to reduce errors in data processing caused
by human error, and management of disease index by using microsoft
excel has not produced a report that 10 major diseases and there do not
have procedure index, physician index and mortality index as a means of
college student practice. Based on that, researcher want to design
applications index in the laboratory medical record Institute of Health
Science Husada Borneo 2015. This research is a descriptive research, and
the sample using the purposive sampling technique. Technique of data
analysis using SDLC or system development life cycle. Application is
designed to operate for a single user, with the design using Microsoft office
access application. From the application design result an application that
manages the index data for patient index, disease index, operations /
procedure index, mortality index and physician index. Where the
application index consist of login form, main menu, registration, patien
index, procedure index, death index, physician index, master diagnostic,
master physician and output the report of 10 deseases, report of 10 highest
operation/procedure, report of 10 highest cause of death and the report of
physician services. Suggestion from this research is implementation of
index practice on schedule with computer facilities and other facilities
support where the future is expected to development application.

References : 24 (1994-2015)
Keywords: Index, application, medical record

viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dimudahkan
dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul Perancangan
Aplikasi Indeks Single User Berbasis Microsoft Office Access 2010 Di
Laboratorium Praktek Rekam Medis STIKES Husada Borneo Tahun 2015.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun dan dibuat dalam rangka memenuhi salah
satu persyaratan tugas akhir untuk menyelesaikan pendidikan pada
program pendidikan DIII Perekam dan Informasi Kesehatan di STIKES
Husada Borneo Banjarbaru.
Karya Tulis Ilmiah ini tidak akan dapat terselesaikan tanpa bantuan dari
berbagai pihak, saya ingin mengucapkan terimakasih yang tiada terhingga
kepada:
1. Bapak Rusman Efendi, SKM.,M.Si selaku Ketua STIKES Husada Borneo
Banjarbaru.
2. Ibu Armiati, A.Md RMIK, S.Pd selaku PLH ketua Prodi DIII Perekam dan
Informasi Kesehatan yang banyak memberikan saya ilmu pengetahuan dan
pengalaman di kampus STIKES Husada Borneo Banjarbaru.
3. Bapak Bibing Hendro L, S.Kom selaku pembimbing utama yang telah
banyak membantu saya dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dan
Bapak Dimas Eka S, Amd RMIK selaku pembimbing pendamping yang telah
banyak memberikan masukan dan saran dalam menyelesaikan karya tulis
ilmiah ini, tanpa adanya bantuan dari pembimbing I dan pembimbing II karya
tulis ilmiah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik.
4. Seluruh pegawai STIKES Husada Borneo Banjarbaru yang telah membantu
dalam pembuatan surat izin penelitian Karya Tulis Ilmiah ini.
5. Seluruh dosen mata kuliah yang telah memberi materi kuliah kepada saya
dan teman-teman yang telah membantu saya dalam pembuatan Karya Tulis
Ilmiah ini.
6. Orang tua saya yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil
dengan tulus ikhlas dan mencurahkan segala kasih sayang dan semangat
yang tiada hentinya.

ix
7. Teman-teman Mahasiswa(i) STIKES Husada Borneo Banjarbaru yang telah
banyak membantu dan memberikan saran untuk kelancaran penulisan Karya
Tulis Ilmiah ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan atas segala
amal yang telah diberikan. Saran dan kritik yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan penulisan Karya Tulis Ilmiah ini sangat diharapkan.
Akhirnya semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
dan dapat menjadi pedoman dalam melakukan penelitian lain dan
selanjutnya.

Banjarbaru, September 2015

Peneliti

x
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN COVER ...................................................................... i
HALAMAN JUDUL........................................................................ ii
LEMBAR PERNYATAAN ............................................................. iii
LEMBAR PERSETUJUAN............................................................ iv
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................. vi
LEMBAR PERSEMBAHAN/MOTTO ............................................. vii
ABSTRAK .................................................................................... viii
ABSTRACK .................................................................................. ix
KATA PENGANTAR ..................................................................... x
DAFTAR ISI.................................................................................. xii
DAFTAR TABEL ........................................................................... xv
DAFTAR GAMBAR ....................................................................... xvi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................... xviii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................ 3
1.3 Tujuan Penelitian .............................................................. 3
1.4 Manfaat Penelitian............................................................. 4
1.5 Keaslian Penelitian ............................................................ 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Teori ................................................................... 6
2.1.1 Indeks ...................................................................... 6
2.1.2 Kegiatan Pokok Koding dan Indeksing ..................... 7
2.1.3 Rekam Medis ........................................................... 7
2.1.4 Laboratorium ............................................................ 10
2.1.5 Teknologi Informasi .................................................. 10
2.1.6 Perangkat Lunak ...................................................... 13
2.1.7 Manajemen Basis Data ............................................ 16
2.1.8 Perancangan Aplikasi............................................... 17
2.2 Landasan Teori ................................................................. 18
2.2.1 Pengertian Indeks .................................................... 18
2.2.2 Indeks Utama Pasien ............................................... 18
xi
2.2.3 Indeks Penyakit ........................................................ 20
2.2.4 Indeks Operasi/Tindakan ......................................... 21
2.2.5 Indeks Dokter ........................................................... 22
2.2.6 Indeks Kematian ...................................................... 22
2.2.7 Proses Tabulasi Secara Komputer ........................... 23
2.2.8 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit .............. 23
2.2.9 Pelaporan................................................................. 24
2.3 Kerangka Konsep .............................................................. 25
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian ....................................................... 26
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................. 26
3.3 Subjek Penelitian .............................................................. 26
3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ..................... 27
3.5 Instrumen Penelitian.......................................................... 28
3.6 Teknik Pengumpulan Data ................................................ 29
3.7 Teknik Analisa Data .......................................................... 30
3.8 Prosedur Penelitian ........................................................... 31
3.9 Keterbatasan Penelitian .................................................... 31
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ................................................................. 33
4.1.1 Gambaran Umum..................................................... 33
4.1.2 Visi dan Misi ............................................................. 33
4.1.3 Identifikasi Kebutuhan Pengguna ............................. 34
4.1.4 Merancang Tabel Aplikasi Indeks Berbasis Microsoft Office
Access 2010 ............................................................ 37
4.1.5 Merancang Form Aplikasi Indeks Berbasis Microsoft Office
Access 2010 ............................................................ 41
4.1.6 Merancang Report Aplikasi Indeks Berbasis Microsoft Office
Access 2010 ............................................................ 53
4.2 Pembahasan ..................................................................... 55
4.2.1 Identifikasi Kebutuhan Pengguna ............................. 55
4.2.2 Implementasi Perancangan Tabel Aplikasi Indeks ... 56
4.2.3 Implementasi Perancangan Form Aplikasi Indeks .... 59
4.2.4 Implementasi Perancangan Report Aplikasi Indeks .. 74
xii
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ....................................................................... 80
5.2 Saran ................................................................................ 81
Daftar Pustaka.............................................................................. xix

xiii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Definisi Operasional .................................................................... 27
Tabel 4.1 Tabel Pengguna (User) ............................................................... 38
Tabel 4.2 Tabel Pasien Baru....................................................................... 38
Tabel 4.3 Tabel Pasien Lama ..................................................................... 39
Tabel 4.4 Tabel Dokter ............................................................................... 39
Tabel 4.5 Tabel Indeks .............................................................................. 40
Tabel 4.6 Tabel ICD IX ................................................................................ 40
Tabel 4.7 Tabel ICD-X Primer ...................................................................... 41
Tabel 4.8 Tabel ICD-X Sekunder ................................................................. 41
Tabel 4.9 Query pendaftaran Pasien .......................................................... 43
Tabel 4.10 Query Indeks............................................................................... 44
Tabel 4.11 Spesifikasi Hardware .................................................................. 59

xiv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Konsep Penelitian .......................................... 25
Gambar 4.1 Grafik Pelaksanaan Praktek Rekam Medis Di Laboratorium rekam
medis ..................................................................................... 35
Gambar 4.2 Grafik Penilaian Laboratorium Rekam Medis .......................... 35
Gambar 4.3 Grafik Pelaksanaan Praktek Indeks di Laboratorium Rekam Medis
.............................................................................................. 36
Gambar 4.4 Grafik Kebutuhan Praktek Rekam Medis ................................. 37
Gambar 4.5 Relationship Aplikasi Indeks .................................................... 42
Gambar 4.6 Interface Form Login ............................................................... 45
Gambar4.7 Interface Menu Utama .................................................... 46
Gambar 4.8 Interface Form Pendaftaran Pasien ............................... 46
Gambar 4.9 Interface Indeks Pasien.................................................. 47
Gambar 4.10 Interface Indeks Penyakit .............................................. 47
Gambar 4.11 Interface Operasi/tindakan ............................................. 48
Gambar 4.12 Interface Indeks Kematian ............................................. 48
Gambar 4.13 Interface Indeks Dokter .................................................. 49
Gambar 4.14 Interface Master ICD ...................................................... 49
Gambar 4.15 Interface form Pengaturan Petugas................................ 49
Gambar 4.16 Interface Master Dokter.................................................. 50
Gambar 4.17 Interface Form Laporan.................................................. 50
Gambar 4.18 Flowchart Menu Login .................................................... 51
Gambar 4.19 Flowchart Menu Utama .................................................. 52
Gambar 4.20 Interface Laporan 10 Penyakit Terbanyak ...................... 53
Gambar 4.21 Interface Laporan 10 Tindakan Terbanyak ..................... 53
Gambar 4.22 Interface Laporan 10 Penyebab Kematian Terbanyak ... 54
Gambar 4.23 Interface Laporan Pelayanan Dokter .............................. 54
Gambar 4.32 Form Login..................................................................... 60
Gambar 4.33 Form Menu Utama ......................................................... 61
Gambar 4.34 Form Pendaftaran Pasien .............................................. 63
Gambar 4.35 Form Pengaturan Pengguna .......................................... 65
Gambar 4.36 Form Master ICD ........................................................... 66
Gambar 4.37 Form Indeks Pasien ....................................................... 67
xv
Gambar 4.38 Form Indeks Penyakit .................................................... 68
Gambar 4.39 Form Indeks Operasi/tindakan ....................................... 70
Gambar 4.40 Form Indeks Kematian ................................................... 71
Gambar 4.41 Form Indeks Dokter ....................................................... 72
Gambar 4.42 Form Master Dokter ....................................................... 73
Gambar 4.43 Form Laporan ................................................................ 74
Gambar 4.44 Laporan 10 Penyakit Terbanyak .................................... 75
Gambar 4.45 Grafik Laporan 10 Penyakit Terbanyak .......................... 75
Gambar 4.46 Laporan 10 Tindakaan Terbanyak ................................. 76
Gambar 4.47 Grafik Laporan 10 Tindakaan Terbanyak ....................... 76
Gambar 4.48 Laporan 10 Penyebab Kematian Terbanyak .................. 77
Gambar 4.49 Grafik Laporan 10 Penyebab Kematian Terbanyak ........ 77
Gambar 4.50 Laporan Pelayanan Dokter ............................................ 78
Gambar 4.51 Rekapitulasi Indeks Penyakit ......................................... 78
Gambar 4.52 Rekapitulasi Indeks Operasi/tindakan ............................ 79
Gambar 4.53 Rekapitulasi Indeks Kematian ........................................ 79
Gambar 4.54 Rekapitulasi Indeks Dokter ............................................ 79
Gambar 4.55 Rekapitulasi Indeks Pasien ............................................ 79

xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian ...................................................... 85
Lampiran 2 Lembar Konsultasi Pembimbing 1 ................................. 86
Lampiran 3 Lembar Konsultasi Pembimbing 2 ................................ 87
Lampiran 4 Lembar Saran Perbaikan Penguji 1 .............................. 88
Lampiran 5 Lembar Saran Perbaikan Penguji 2 .............................. 90
Lampiran 6 Lembar Saran Perbaikan Penguji 3 .............................. 92
Lampiran 7 Lembar Saran Perbaikan Penguji 4 .............................. 94
Lampiran 8 Pedoman Wawancara ................................................... 95
Lampiran 9 Pedoman Observasi ..................................................... 96
Lampiran 10 Kuisioner ...................................................................... 97
Lampiran 11 Hasil Wawancara ........................................................ 98
Lampiran 12 Hasil Observasi ............................................................ 99
Lampiran 13 Hasil Kuisioner ............................................................. 100
Lampiran 14 Kartu Indeks Utama Pasien ......................................... 102
Lampiran 15 SOP Indeksing ............................................................. 103
Lampiran 16 Jadwal Penelitian ......................................................... 104
Lampiran 17 Laporan Penggunaan Laboratorium Rekam Medis ...... 105
Lampiran 18 Daftar Riwayat Hidup .................................................. 106

xvii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Meningkatnya minat masyarakat untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan membuat banyak rumah sakit didirikan baik rumah sakit milik
pemerintah maupun swasta, yang bersaing untuk memberikan pelayanan
sebaik mungkin salah satunya dalam hal penerapan teknologi informasi
dalam bidang pelayanan baik medis maupun non medis.
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda
bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan
dengan pemrosesan informasi (Haag dan Ken, 1996 dalam Kadir Dkk,
2003). Teknologi informasi juga telah diaplikasikan pada bidang medis,
banyak sarana pelayanan kesehatan yang menggunakan sistem
informasi untuk transaksi yang berhubungan dengan karyawan juru medis
dan pasien. Salah satunya sistem informasi yang digunakan untuk
mencatat rekaman medis pasien secara elektronik. Perkembangan
teknologi dipenghujung abad ke-21 menghantarkan komputerisasi rekam
kesehatan elektronik sebagai pengganti rekam kesehatan kertas. Hal ini
disebabkan semakin meningkatnya permintaan beragam jenis informasi
yang semakin tidak dapat terlaksana dengan cepat dan benar bila tetap
menggunakan format bentuk fisik yang terbuat dari kertas (Hatta, 2008).
Proses rekam medis dimulai dari penerimaan pasien dan setelah
mendapatkan masukan data dari penerimaan pasien data akan diproses
melalui tahapan penyusunan (assembling) kegiatan assembling termasuk
juga mengecek kelengkapan pengisian berkas rekam medis dan formulir
yang harus ada pada rekam medis. Kegiatan pengecekan kelengkapan
pengisian termasuk bagian kecil dari analisis kuantitatif. Proses
selanjutnya adalah pengkodean, kegiatan yang dilakukan dalam koding
meliputi kegiatan pengkodean diagnosis penyakit dan pengkodean
tindakan medis. Selanjutnya akan dilakukan pengindeksan yaitu
pembuatan tabulasi sesuai dengan kode yang sudah dibuat kedalam
kartu indeks dan rekap laporan (Budi, 2011).

1
2

Macam bentuk indeks yaitu indeks pasien, indeks penyakit, indeks


tindakan dan indeks kematian. Indeks pasien adalah satu tabulasi kartu
katalog yang berisi nama semua pasien yang pernah berobat ke rumah
sakit, kegunaan indeks penderita dapat digunakan sebagai kunci untuk
menemukan berkas rekam medis seorang penderita. Indeks penyakit
(diagnosis) dan operasi adalah tabulasi yang berisi kode penyakit dan
kode operasi pasien yang berobat ke rumah sakit, kegunaan dari indeks
penyakit adalah untuk mengambil berkas rekam medis guna keperluan-
keperluan tertentu, menyuguhkan data pelayanan yang digunakan dalam
survey kemampuan rumah sakit, menemukan berkas rekam medis, dan
menyediakan materi pendidikan. Indeks dokter adalah satu tabulasi data
yang berisi nama dokter yang memberikan pelayanan medik kepada
pasien, kegunaan indeks ini adalah untuk menilai kinerja dokter dan bukti
pengadilan. Indeks kematian memiliki kegunaan untuk statistik menilai
mutu pelayanan dasar, menambah dan meningkatkan peralatan/tenaga
(Depkes, 2006).
Kegiatan pengindeksan betujuan untuk membuat tabulasi sesuai
kode yang sudah dibuat ke dalam kartu indeks. Hasil pengumpulan kode
penyakit dari data pasien yang telah didiagnosa dokter dan pengumpulan
data dari indeks yang lain sebagai bahan untuk penyajian data statistik
kesehatan. Indeksing merupakan salah satu materi yang dipelajari
didalam kelas Menurut Kementrian Kesehatan Tahun 2010 dimana
tuntutan kompetensi ini dapat diwujudkan apabila peserta didik
melakukan pengalaman belajar di laboratorium.
Laboratorium adalah salah satu unsur penting didalam keberadaan
universitas. Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan
Tinggi menyatakan dalam pasal 41 ayat (1) Sumber belajar pada
lingkungan pendidikan tinggi wajib disediakan, difasilitasi, atau dimiliki
oleh Perguruan Tinggi sesuai dengan Program Studi yang
dikembangkan. Salah satunya adalah laboratorium, laboratorium rekam
medis STIKES Husada Borneo didirikan pada tahun 2008 dan memiliki
fungsi sebagai sarana praktek mahasiswa DIII Perekam dan Informasi
Kesehatan guna melaksanakan praktek pembelajaran rekam medis
disamping mempelajari teori-teori di dalam kelas.
3

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di laboratorium praktek rekam


medis, indeks yang terdapat pada laboratorium hanya indeks pasien.
Penggunaan indeks pasien yang terdapat pada laboratorium praktek
rekam medis pun masih menggunakan sistem manual dengan cara
pencatatan tertulis di kertas, pencatatan secara manual dapat tejadi
kesalahan dalam pengolahan data baik dalam perhitungan dan penyajian
data yang telah dihitung dalam arti kesalahan manusia (human error)
memiliki potensi lebih besar dengan proses manual. Selain indeks pasien,
terdapat indeks penyakit dengan sistem komputerisasi dengan
menggunakan Microsoft Office Excel yang belum diterapkan, akan tetapi
indeks penyakit tersebut tidak menghasilkan laporan apapun. Sedangkan
belum terdapat indeks dokter, indeks operasi/tindakan, dan indeks
kematian. Sehingga pelaksanaan praktek indeks di laboratorium rekam
medis belum efektif dan efisien baik dari segi belum dilaksanakannya
praktek maupun dari segi sarana dan prasarana.
Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk membuat
aplikasi indeks berbasis Microsoft Office Access 2010 di laboratorium
praktek rekam medis STIKES Husada Borneo Banjarbaru.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana perancangan aplikasi indeks single user pasien di
laboratorium praktek rekam medis STIKES Husada Borneo berbasis
Microsoft Office Access 2010 tahun 2015?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Merancang aplikasi indeks single user di laboratorium praktek rekam
medis STIKES Husada Borneo berbasis Microsoft Office Access 2010
tahun 2015
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi kebutuhan pengguna yang diperlukan dalam
perancangan aplikasi indeks sesuai dengan prosedur indeks di
laboratorium praktek rekam medis STIKES Husada Borneo.
b. Merancang tabel aplikasi indeks berbasis Microsoft Office Access
2010.
4

c. Merancang form aplikasi indeks berbasis Microsoft Office Access


2010.
d. Merancang report aplikasi indeks berbasis Microsoft Office Access
2010 laporan operasi/tindakan 10 terbanyak, laporan dokter yang
melayani pasien, laporan 10 penyakit terbanyak, dan laporan 10
penyebab kematian terbanyak.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang diharapkan dari pembuatan karya tulis ilmiah
ini adalah:
a. Bagi Akademik
Sebagai referensi dalam pengembangan kurikulum pendidikan serta
sumber informasi bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu rekam
medis.
b. Bagi Tempat Penelitian
Sebagai sarana praktek mahasiswa dalam mengetahui serta
mendalami pengetahuan tentang indeks serta output yang dihasilkan.
c. Bagi Peneliti
Sebagai sarana dalam memperdalam ilmu rekam medis terutama
indeks, sebagai sarana dalam mengimplementasikan pelajaran yang
didapat selama masa perkuliahan dalam perancangan aplikasi indeks.
d. Bagi Mahasiswa
Sebagai sarana praktek belajar mahasiswa untuk mengenal indeks
dan alat latihan sebelum melaksanakan praktek langsung pada Rumah
Sakit.
1.5 Keaslian Penelitian
Penelitian mengenai indeks pernah dilakukan oleh Rathania Maulidya
Virlita dengan judul Analisis dan Perancangan Indeks untuk Kebutuhan
Laporan Morbiditas Rawat Jalan di Klinik Ambalat Sekso TNI. Metode
pengembangan sistem informasi yang digunakan adalah Sistem
Development Life Cycle (SLDC), dan alat bantu yang diusulkan berupa
Diagram Konteks, DFD (Diagram Flow Diagram), ERD (Entity Relationship
Diagram). Aplikasi program menggunakan bahasa PHP dengan database
dan MySQL. Tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah menganalisis
sistem pelaporan morbiditas rawat jalan secara manual. Merancang indeks
5

untuk kebutuhan laporan morbiditas rawat jalan menggunakan bahasa


komputer. Mempermudah petugas rekam medis dalam menyimpan
database pasien sehingga dapat menyajikan laporan morbiditas rawat jalan
secara periodik. Hasil yang dicapai aplikasi yang telah dirancang ini dapat
dikembangkan menjadi sistem online secara keseluruhan untuk dilaporkan
kepada instansi terkait, yaitu Pusat Kesehatan TNI dan Dinas Kesehatan.
Persamaan dari penelitian ini adalah sistem pengembangan yang yang
digunakan adalah Development Life Cycle (SDLC). Perbedaan dengan
penelitian ini adalah peneliti merancang aplikasi indeks dengan
menggunakana Microsoft Office Access 2010, dan pelaporan yang
dihasilkan berupa laporan operasi/tindakan 10 terbanyak, laporan dokter
yang melayani pasien, laporan 10 penyakit terbanyak, dan laporan 10
penyebab kematian terbanyak. Aplikasi ini tidak dikembangkan dengan
sistem online, dan hanya berbentuk single user.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Teori
2.1.1 Indeks
Indeks dalam arti bahasa yaitu daftar kata atau istilah penting yang
terdapat dalam buku tersusun menurut abjad yang memberi informasi
tentang halaman tempat kata atau istilah tersebut ditemukan. Kegiatan
pengindeksan adalah pembuatan tabulasi sesuai dengan kode yang
sudah kartu indeks. Hasil pengumpulan kode yang berasal dari data
penyakit, operasi pasien dan pengumpulan data dari indeks yang lain
sebagai bahan untuk penyajian data statistik kesehatan. Beberapa
macam indeks yang dibuat oleh bagian rekam medis, diantaranya adalah
(Budi, 2011):
1) Indeks utama pasien;
2) Indeks penyakit (rawat inap dan rawat jalan);
3) Indeks operasi;
4) Indeks kematian
5) Indeks dokter.
Indeksing adalah membuat tabulasi sesuai dengan kode yang sudah
dibuat kedalam indeks-indeks (dapat menggunakan kartu indeks atau
komputerisasi). Didalam kartu indeks tidak boleh mencantumkan nama
pasien (Depkes, 2006). Indeks merupakan suatu petunjuk yang
memberikan referensi kepada pengunanya. Indeks dapat dibuat dalam
format manual (kertas) atau elektronik (Hatta, 2008).
Memelihara dan memperoleh kembali informasi kesehatan
merupakan fungsi penting pada tiap pelayanan kesehatan. Dua alat yang
digunakan untuk memelihara dan memperoleh informasi kesehatan
adalah indeks dan register. Merujuk kepada American Heritage Dictionary
indeks adalah Suatu alat yang berfungsi untuk membimbing,
menunjukkan atau yang mempermudah referensi (Huffman,1994).
2.1.2 Deskripsi Kegiatan Pokok Coding dan Indeksing
Deskripsi Kegiatan Pokok coding dan indeksing adalah (Shofari,1998):
1. Menerima dokumen rekam medis dan kartu kendali dari fungsi
assembling;

6
7

2. Meneliti dan mengoreksi penulisan kode ICD-X dan ICOPIM yang


tertulis di dokumen rekam medis;
3. Dokumen rekam medis yang telah dikoreksi diserahkan ke fungsi
penyimpanan;
4. Mencatat kelengkapan isi kartu kendali;
5. Membuat indeks penyakit dengan cara mengelompokkan kartu
kendali yang bernomor kode ICD-X sama kemudian memindahkan ke
kartu indek penyakit;
6. Membuat indeks tindakan dan kematian dengan cara yang sama
dengan membuat indeks penyakit;
7. Membuat indeks dokter yang berisi nama dokter, nomor kode dokter,
nama pasien, nomor rekam medis, diagnosis utama, komplikasi
tindakan dan hasil pelayanan;
8. Menyimpan indeks masing-masing secara alfabetik;
9. Menyediakan indeks bagi yang memerlukan dengan menggunakan
catatan penggunaan indeks.
2.1.3 Rekam Medis
a. Pengertian Rekam Medis
rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen
tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan
pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien (Permenkes, 2008
dalam Rustiyanto, 2012).
Rekam medis adalah siapa, apa, dimana, dan bagaimana
perawatan pasien selama di rumah sakit, untuk melengkapi rekam
medis harus memiliki data yang cukup tertulis dalam rangkaian
kegiatan guna menghasilkan suatu diagnosis, jaminan, pengobatan,
dan hasil akhir.
Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun yang
terekam tentang identitas, anamnese penentuan fisik laboratorium,
diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan
kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan
maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.
Catatan medis adalah catatan yang berisikan segala data
mengenai pasien mulai dari masa sebelum ia dilakukan, saat lahir,
8

tumbuh menjadi dewasa, hingga akhir hidup. Data ini dibuat bilamana
pasien mengunjungi instansi pelayanan kesehatan baik sebagai
pasien berobat jalan maupun pasien rawat inap.
Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen
tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan
pelayanan lain kepada pasien di sarana pelayanan kesehatan (SK
Men PAN No. 135 Tahun, 2002 dalam Rustiyanto, 2012)
Rekam medis adalah fakta yang berkaitan dengan keadaan
pasien, riwayat penyakit dan pengobatan masa lalu serta saat ini yang
tertulis oleh profesi kesehatan yang memberikan pelayanan kepada
pasien tersebut (Huffman,1999 dalam Rustiyanto, 2012)
Rekam medis elektronik/rekam kesehatan elektronik adalah suatu
kegiatan mengkomputerisasikan isi rekam kesehatan (rekam medis)
mulai dari (mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan
mempresentasikan data) yang berhubungan dengan kegiatan
pelayanan kesehatan.
b. Tujuan Dibuatnya Rekam Medis
Tujuan dibuatnya rekam medis adalah untuk menunjang
tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan
pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tanpa dukungan suatu sistem
pengelolan rekam medis baik dan benar tertib administrasi di rumah
sakit tidak akan berhasil sebagaimana yang diharapkan. Sedangkan,
tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan
upaya pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Pembuatan rekam medis di rumah sakit bertujuan untuk
mendapatkan catatan atau dokumen yang akurat dan adekuat dari
pasien, mengenai kehidupan dan riwayat kesehatan, riwayat penyakit
dimasa lalu, dan sekarang, juga pengobatan yang telah diberikan
sebagai upaya meningkatkan pelayan kesehatan. Rekam medis
dibuat untuk tertib administrasi di rumah sakit yang merupakan salah
satu faktor penentu dalam rangka upaya peningkatan pelayanan
kesehatan.
c. Nilai Guna Rekam Medis
9

Rekam medis memiliki nilai guna bagi pasien, fasilitas layanan


kesehatan dan pemberi layanan kesehatan. Di bawah ini dijelaskan
nilai guna rekam medis medis.
1. Bagi pasien
a) Menyediakan bukti asuhan keperawatan/tindakan medis yang
diterima oleh pasien;
b) Menyediakan data bagi pasien jika pasien datang untuk yang
kedua kalinya dan seterusnya;
c) Menyediakan data yang dapat melindungi kepentingan hukum
pasien dalam kasus-kasus kompensasi pekerja kecelakaan
pribadi atau mal praktek.
2. Bagi Fasilitas Layanan Kesehatan
a) Memiliki data yang dipakai untuk pekerja professional
kesehatan;
b) Sebagai bukti atas biaya pembayaran pelayanan medis
pasien;
c) Mengevaluasi penggunaan sumber daya.
3. Bagi Pemberi Pelayanan
a) Menyediakan informasi untuk membantu seluruh tenaga
professional dalam merawat pasien;
b) Membantu dokter dalam menyediakan data keperawatan yang
bersifat berkesinambungan pada berbagai tingkatan
pelayanan kesehatan;
c) Menyediakan data-data untuk penelitian dan pendidikan.
d. Kegunaan Rekam Medis
Kegunaan rekam medis secara umum antara lain sebagai berikut:
1) Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga ahlinya
yang ikut ambil bagian di dalam memberikan pelayanan
pengobatan, perawatan kepada pasien;
2) Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang
harus diberikan kepada seorang pasien;
3) Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan,
perkembangan penyakit, dan pengobatan selama pasien
berkunjung/dirawat di rumah sakit;
10

4) Sebagai bahan yang berguna untuk analisa, penelitian, dan


evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada
pasien;
5) Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit maupun
dokter dan tenaga kesehatan lainnya;
6) Menyediakan data-data khususnya yang sangat berguna untuk
penelitian dan pendidikan;
7) Menyediakan data-data perhitungan biaya pembayaran pelayanan
medik pasien;
8) Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan, serta
sebagai bahan pertanggung jawaban dan laporan.
2.1.4 Laboratorium
a. Pengertian Laboratorium
Laboratorium adalah ruangan yang dirancang sesuai dengan
kebutuhan untuk melakukan aktifitas yang berkaitan dengan fungsi-
fungsi pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Laboratorium yang dimaksud dalam standar ini adalah untuk
pembelajaran di laboratorium klinik, bengkel kerja dan workshop.
Kegiatan laboratorium akan membawa peserta didik kepada
pembentukan sikap, keterampilan, kemampuan bekerja sama, dan
kreatifitas dalam menerima pengetahuan. Dengan melaksanakan
kegiatan laboratorium yang baik sesuai dengan prosedur dan tata
tertib laboratorium, maka hal tersebut secara tidak langsung dapat
menunjang pelaksanaan kurikulum. Pembelajaran teori yang
dipelajari melalui perkuliahan dan studi pustaka bersifat abstrak,
dapat diaktualisasikan dengan nyata melalui kegiatan laboratorium
(KEPMENKES, 2010).
b. Standar Laboratoium Rekam Medis Untuk Indeksing
Pendidikan tenaga kesehatan merupakan pendidikan yang
diharapkan menghasilkan keterampilan khusus/spesifik, untuk itu
kurikulum pendidikan tenaga kesehatan memuat kurikulum inti
maksimal 80% dan kurikulum institusi minimal 20%. Struktur program
pendidikan tenaga kesehatan memuat 40% kandungan materi teori
dan 60% materi praktik, sehingga laboratorium memegang peranan
11

penting dalam pencapaian kompetensi yang disyaratkan dalam


kurikulum.Standar Laboratorium D.III Perekam Medis dan Informasi
Kesehatan terdiri dari :
1. Laboratorium Penerimaan Pasien (TPP)
2. Laboratorium Assembling dan Filling
3. Laboratorium Koding, Statistik dan Pelaporan
4. Laboratorium Komputer
Standar laboratorium untuk indeks adalah pada laboratorium
harus terdapat indeks penyakit dan indeks tindakan dengan jumlah
pada masing-masing indeks adalah 300 Lembar.
2.1.5 Teknologi Informasi
a. Pengertian Teknologi Informasi
Haag dan ken (1996) menyatakan bahwa teknologi informasi
adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan
informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan
pemrosesan informasi. Martin (1999) menyatakan bahwa teknologi
informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat
lunak dan perangkat keras) yang digunakan untuk memproses dan
menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi
komunikasi untuk mengirimkan informasi. Williams dan Sawyer (2003)
dalam Kadir, Dkk (2003) menyatakan, bahwa teknologi informasi
adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan
jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan
video. Dari definisi di atas terlihat bahwa teknologi informasi baik
secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi
komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi (Kadir dan
Triwahyuni, 2003).
b. Pengelompokkan Teknologi Informasi
Telah diketahui bahwa teknologi informasi mencakup teknologi
komputer dan teknologi komunikasi. Lebih rinci, teknologi informasi
dikelompokkan menjadi enam teknologi yaitu:
1) Teknologi masukan (Input technologi) adalah teknologi yang
berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke dalam
12

sistem komputer. Piranti masukan yang lazim dijumpai dalam


sistem komputer berupa keyboard dan mouse.
2) Mesin pemroses (prosecing machine) lebih dikenal dengan
sebutan CPU (central Processing Unit), mikroprosesor, atau
prosesor.
3) Teknologi penyimpanan dibedakan menjadi dua kelompok yaitu
memori internal dan penyimpanan eksternal. Memori internal
(biasa juga disebut main memory atau memori utama) berfungsi
sebagai pengigat sementara baik bagi data, program, maupun
informasi ketika proses pengolahannya dilaksanakan oleh CPU.
Contoh memori internal yaitu RAM (Read only memory) yang
merupakan memori yang hanya bisa dibaca dan ROM ( Random
access memory) yaitu memori yang isinya bisa diperbaharui.
Penyimpanan eksternal (external storage) dikenal juga dengan
sebutan penyimpanan sekunder. Penyimpanan eksternal adalah
segala piranti yang berfungsi untuk menyimpan data secara
permanen. Pengertian permanen di sini berarti bahwa data yang
terdapat pada penyimpanan akan tetap terpelihara dengan baik
sekalipun komputer sudah dalam keadaan mati (tidak terdapat
aliran listrik), contoh penyimpanan eksternal adalah hard disk.
4) Teknologi keluaran (output technologi) adalah teknologi yang
berhubungan dengan segala piranti yang berfungsi untuk
menyajikan informasi hasil pengolahan sistem. Layar atau monitor
dan printer merupakan piranti yang biasa digunakan sebagi piranti
keluaran.
5) Teknologi perangkat lunak (software) atau dikenal juga dengan
sebutan program adalah deretan instruksi yang digunakan untuk
mengendalikan komputer sehingga komputer dapat melakukan
tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatnya. Tentu saja untuk
mengerjakan tugas yang berbeda diperlukan pula perangkat lunak
tersendiri. Sebagai contoh adobe photoshop adalah perangkat
lunak yang berguna untuk mengolah gambar.
13

c. Komponen Sistem Teknologi Informasi


Sistem teknologi informasi adalah sistem yang terbentuk
sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Suatu sistem
teknologi informasi pada dasarnya tidak hanya mencakup hal-hal
yang bersifat fisik, seperti komputer dan printer, tetapi juga mencakup
hal yang tidak terlihat secara fisik, yaitu software, dan yang lebih
penting lagi adalah orang. Dengan kata lain, komponen utama sistem
teknologi informasi adalah berupa:
1) Perangkat keras (hardware);
2) Perangkat lunak (software); dan
3) Orang (brainware).
Istilah perangkat lunak telah dijelaskan sebelumnya. Perangkat
keras mencakup segala peralatan fisik yang dipakai dalam sistem
teknologi informasi, sedangkan orang merupakan komponen penentu
keberhasilan sistem yang menerapkan teknologi informasi.
Komponen brainware dapat berupa pemakai, pemelihara, dan
pembuat sistem. Komponen ini menjadi kunci keberhasilan sistem
teknologi informasi. Tanpa andil komponen ini, perangkat keras dan
perangkat lunak menjadi tidak berguna sama sekali.
2.1.6 Perangkat Lunak
a. Peran Perangkat Lunak
Komputer hanyalah sekedar mesin yang tak dapat melakukan
tugas yang dikehendaki pemakai sekiranya tidak didukung oleh
perangkat lunak (software). Perangkat lunak sesungguhnya adalah
program, program adalah deretan instruksi yang digunakan untuk
mengendalikan komputer sehingga komputer dapat melakukan
tindakan sesuai dengan yang dikehendaki pembuatnya. Dalam hal ini
pembuatnya telah mengatur komputer sehingga komputer memenuhi
kebutuhan pemakainya. Program umumnya dibuat oleh vendor
perangkat lunak (misalnya Microsoft) ataupun perseorangan. Tentu
saja jika menguasai salah satu bahasa pemrograman, kita juga dapat
membuat sendiri program yang dikehendaki.
14

b. Pengelompokkan Perangkat Lunak


Berdasarkan fungsinya, perangkat lunak dapat dibagi menjadi
dua golongan, yaitu perangkat lunak aplikasi dan perangkat lunak
sistem.
1) Perangkat lunak aplikasi (application software) adalah program
yang biasa dipakai oleh pemakainya untuk melakukan tugas-tugas
yang spesifik; misalnya untuk membuat dokumen, memanipulasi
foto, atau membuat laporan keuangan.
2) Perangkat lunak sistem (system software), kadangkala disebut
perangkat lunak pendukung (support software) adalah program
yang digunakan untuk mengontrol sumber daya komputer, seperti
CPU dan piranti masukan/keluaran. Kedudukan program ini
adalah sebagai perantara antara program aplikasi dan perangkat
keras komputer. Contoh perangkat lunak sistem yaitu sistem
operasi (misalnya Wondows dan Linux).
Berdasarkan cara mendapatkan perangkat lunak dan hak
pemakai, perangkat lunak dapat digolongkan pada perangkat lunak
komersial, perangkat lunak domain-publik, shareware, freeware, dan
rentalware. Pada perkembangan terakhir, terdapat pula tipe
perangkat lunak yang dinamakan free software, dan open source.
1) Perangkat lunak komersial (commercial software) biasa juga
disebut proprietary software adalah perangkat lunak yang dijual
secara komersial. Setiap orang yang bermaksud menginstalnya
harus membelinya. Jika tidak membayarnya berarti melakukan
pembajakan perangkat lunak dan dikenai sanksi hukum, karena
ada hak cipta (copyright).
2) Rentalware adalah perangkat lunak yang bisa digunakan oleh
seseorang atau institusi dengan cara membayar sewa. Sewa
biasanya dilakukan pertahun.
3) Perangkat lunak domain-publik adalah perangkat lunak yang tidak
disertai hak cipta dan memungkinkan siapa saja melakukan
tindakan apa saja terhadap program tersebut, termasuk
membuang nama penciptanya dan memperlakukannya sebagai
karya ciptanya sendiri dan mengenakan hak cipta. Perangkat
15

lunak seperti ini umumnya berupa kode sumber dan banyak


dijumpai pada internet.
4) Shareware adalah perangkat lunak yang tersedia tanpa kode
sumber dan bisa digunakan oleh pemakai dengan tujuan untuk
dievaluasi selama masa tertentu tanpa membayar sama sekali
dan jika sesudah masa tersebut berlalu pemakai bermaksud tetap
menggunakannya maka ia perlu membayar ke pembuat
perangkat lunak tersebut. Berbeda dengan versi trial, shareware
tidak memilki masa kadaluarsa. Artinya, pemakai tetap dapat
menggunakan perangkat lunak tersebut walaupun batas uji coba
telah berakhir.
5) Freeware adalah perangkat lunak yang tersedia tanpa kode
sumber dan bebas digunakan oleh siapa saja tanpa perlu
membayar.
6) Free software adalah istilah yang dicanangkan oleh Richard
Stallman (pendiri freeware foundation) untuk menyatakan
perangkat lunak yang dilengkapi dengan kode sumber yang
memungkinkan siapa saja dapat menggunakan program tersebut
dan bahkan ikut mengembangkannya.
7) open source dikemukakan oleh Eric Raymond pada tahun 1998
dan dimaksudkan untuk menghilangkan makna free pada free
software yang ambigu karena dalam bahasa inggris kata
tersebut memiliki arti bermacam-macam, yakni free dalam arti
gratis ataupun free dalam arti kebebasan. Open source timbul
dari ide bahwa seandainya setiap orang dapat berpartisipasi
dalam mengembangkan suatu perangkat lunak tentu perangkat
lunak tersebut akan segera berevolusi ke tingkat kesempurnaan.
c. Microsoft Access
1) Mengenal Microsoft Office Access
Microsoft access (microsoft office access) adalah sebuah
program aplikasi basis data komputer relasional yang ditunjukkan
untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah
(EMS, 2014).
16

Microsoft Office Access bisa menggunakan data yang


disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet
Database Egine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau
semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC.
Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya
untuk mengembangkannya perangkat lunak aplikasi yang
kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat
menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak
aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik
pemrograman berorientasi objek, tetapi juga dapat digolongkan ke
dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.
Versi access sendiri sudah cukup banyak beredar, tiga
terakhir yang populer adalah Microsoft Office Access 2007,
Microsoft Office Access 2010, dan Microsoft Office Access 2013.
Secara fitur bisa dibilang ketiganya sama. Antarmukanya pun
sama, yaitu sudah menggunakan ribbon, berbeda dengan versi
Microsoft Office Access 2003 yang masih menggunakan menu.
Selain itu juga mendukung format file xml baru yang bernama
accdb dimana sebelumnya menggunakan format mdb.
2) Microsoft Office Access 2010
Microsoft Office Access 2010 dirilis pada tanggak 15 Juli 2010
dan bisa dijalankan pada Widows XP SP3, Windows Server 2003
SP2, Windows Server 2003 R2, Windows Vista SP1, Windows
Server 2008, Windows 7, Windows Server 2008 R2, Windows
Server 2012, Windows 8, Windows 8.1 dan terdapat dalam
paketan office 2010 professional, Professional Academic dan
Professional Plus. Fitur-fitur baru di Microsoft Office Access 2010
adalah :
a) Taks pane add field dihilangkan di Microsoft Office Access
2010, dan diganti dengan galeri data type;
b) Autoformat dihilangkan dari antarmuka fluent pada form dan
layout report di Microsoft Office Access 2010, diganti dengan
theme office;
17

c) Reporting: Microsoft Office Access 2010 memungkinkan


pemformatan kondisional di report, ini memudahkan
pembuatan laporan yang memenuhi kondisi tertentu. Anda
bisa mengakses tab rebbon kemudian memilih opsi
Conditional formatting;
d) Expression dan query builder menggunakan intellisense:
Microsoft sudah memasukkan intellisense di expression dan
query builder. Intellisense membantu melengkapi nama file
dan item lain yang bisa digunakan di area tersebut. Ini
mengurangi margin error ketika bekerja dengan query dan
ekspresi dan juga waktu yang digunakan untuk mencari
nama field di database yang amat besar.
2.1.7 Manajemen Basis Data
Perangkat lunak manajemen data atau lebih dikenal dengan sebutan
DBMS (database manajemen system) adalah program yang berguna
untuk mencatat, memanipulasi, dan mengambil data dengan cara yang
mudah dan cepat, salah satu contoh DBMS adalah access dengan
vendor Microsoft corporation (Kadir dan Triwahyuni, 2005). Beberapa
contoh DBMS yang biasa dipakai adalah: access, paradox, visual dBASE,
visual express, visual foxpro,SQL, dll.
Database adalah sebuah gambaran dari kumpulan record yang
terintegrasi. Setiap record memiliki sifat yang berbeda dan setiap atribut
memiliki satu atau lebih nilai setiap entri. Database adalah gambaran
karena ini berisi sebuah deskripsi dari sturukturnya masing-masing, dan
terintegrasi karena memiliki relationship antara item data (Kuehn, 2009).
Sumber daya yang sangat penting dalam, pelayanan kesehatan
adalah data pasien. Fungsi paling penting dalam setiap sistem informasi
pelayanan kesehatan meliputi kemampuan untuk menangkap data,
menyimpan, memodifikasi, mengolah, menghapus, dan menampilkan
informasi pasien. Dan mekanisme terpenting dalam penyimpanan data
agar dapat mencapai fungsi-fungsi tersebut adalah basis data (Hatta,
2008).
18

2.1.8 Perancangan Aplikasi


Perancangan suatu aplikasi termasuk dalam kegiatan rekayasa
perangkat lunak. Proses rekayasa perangkat lunak dimulai jauh sebelum
coding dilakukan dan berlanjut sampai tercapainya sebuah aplikasi yang
diinginkan (Pohan, 1997 dalam Simatupang, 2011).
Proses perancangan perangkat lunak merupakan serangkaian
kegiatan dan hasil yang berhubungan dengan perangkat lunak, yang
bertujuan untuk dihasilkan suatu produk perangkat lunak. Walaupun ada
banyak proses dalam perancangan suatu perangkat lunak, ada kegiatan-
kegiatan mendasar yang umum bagi semua proses perancangan
perangkat lunak (Sommerville, 2003 dalam Simatupang, 2011):
1. Penspesifikan Perangkat Lunak
Fungsionalitas perangkat lunak dan batasan operasinya harus
didefinisikan.
2. Perancangan dan Implementasi Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang memenuhi persyaratan harus dibuat.
3. Validasi Perangkat Lunak
Perangkat lunak tersebut harus divalidasi untuk menjamin bahwa
perangkat lunak bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan.
4. Pengevolusi Perangkat Lunak
Perangkat lunak harus dapat berkembang untuk menghadapi
kebutuhan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Pengertian Indeks
Indeks dalam arti bahasa yaitu daftar kata atau istilah penting yang
terdapat dalam buku tersusun menurut abjad yang member informasi
tentang halaman tempat kata atau istilah tersebut ditemukan. Kegiatan
pengindeksan adalah pembuatan tabulasi sesuai dengan kode yang
sudah kartu indeks. Hasil pengumpulan kode yang berasal dari data
penyakit, operasi pasien dan pengumpulan data dari indeks yang lain
sebagai bahan untuk penyajian data statistik kesehatan. Beberapa
macam indeks yang dibuat oleh bagian rekam medis diantaranya adalah
(Budi, 2011):
1) Indeks utama pasien;
19

2) Indeks penyakit (rawat inap dan rawat jalan);


3) Indeks Operasi;
4) Indeks kematian
5) Indeks dokter.
Indeksing adalah membuat tabulasi sesuai dengan kode yang
sudah dibuat kedalam indeks-indeks (dapat menggunakan kartu indeks
atau komputerisasi). Didalam kartu indeks tidak boleh mencantumkan
nama pasien (Depkes, 2006). Indeks merupakan suatu petunjuk yang
memberikan referensi kepada pengunanya. Indeks dapat dibuat dalam
format manual (kertas) atau elektronik (Hatta, 2008).
Memelihara dan memperoleh kembali informasi kesehatan
merupakan fungsi penting pada tiap pelayanan kesehatan. Dua alat
yang digunakan untuk memelihara dan memperoleh informasi
kesehatan adalah indeks dan register. Merujuk kepada American
Heritage Dictionary indeks adalah suatu alat yang berfungsi untuk
membimbing, menunjukkan, atau yang mempermudah referensi
(Huffman,1994).
2.2.2 Indeks Utama Pasien (Master patient index)
Indeks utama pasien disebut juga master patient index (MPI), yaitu
indeks yang berisi data pokok mengenai identitas pasien untuk
mengidentifikasikan semua yang pernah berobat (Budi, 2011). Indeks
pasien adalah satu tabulasi kartu katalog yang berisi nama semua pasien
yang pernah berobat di rumah sakit (Depkes, 2006).
Baik dalam format manual yang dikenal sebagai kartu indeks utama
pasien (KIUP) ataupun elektronik, indeks ini merupakan kunci untuk
mengetahui data identitas sosial pasien yang digunakan dalam pelayanan
kesehatan. Indeks ini sama-sama berfungsi sebagai referensi identitas
utama pasien yang wajib dibuat dalam setiap bentuk pelayanan
kesehatan (puskesmas, rumah sakit dan lainnya) dan bersifat permanen.
Fungsi indeks sangat terasa bagi pasien terutama disaat pasien tidak
membawa kartu berobat. Sedangkan bagi kepentingan administratif, data
sosialnya amat berguna bagi berbagai kepentingan manajemen. Manfaat
KIUP dalam pelayanan pasien diantaranya (Budi, 2011):
20

1) Untuk mencari kembali data identitas pasien terutama nomor rekam


medis, bila si pasien yang pernah berobat datang kembali tanpa
membawa Kartu Identitas Berobat (KIB);
2) Untuk mengetahui tanggal paling akhir pasien berobat sehingga
dapat mempermudah pencarian berkas rekam medis yang sudah
inaktif pada kegiatan retensi (penyusutan) berkas rekam medis;
3) Sebagai alat bantu penyusunan laporan kunjungan pasien.
Hatta (2008) menyatakan informasi yang tertera di dalamnya dapat
bervariasi antara setiap pelayanan kesehatan namun secara garis besar,
mencakup:
1) Nama lengkap pasien (nama sendiri dan nama ayah/suami/marga);
2) Nomor rekam kesehatan;
3) Alamat pasien;
4) Tempat dan tanggal lahir;
5) Jenis kelamin (laki, perempuan);
6) Nama orang tua;
7) Tanggal masuk dan pulang (untuk pasien rawat inap) atau tanggal
kunjungan (pasien rawat jalan)
Informasi lain dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Setiap
perubahan data harus segera diperbaiki sehingga KIUP (manual) ataupun
IUP (komputerisasi) tetap mutakhir.
2.2.3 Indeks Penyakit
Indeks penyakit adalah sebuah daftar berdasarkan nomor kode
diagnosa yang disusun untuk pasien yang telah pulang dari fasilitas
pelayanan kesehatan selama jangka waktu tertentu. Masing-masing
diagnosa pasien dirubah dari uraian lisan ke dalam kode angka, pada
umumnya menggunakan sistem pengkodean misalnya ICD-10 (Latour
Dkk, 2010).
Indeks penyakit yaitu daftar tabulasi kode-kode penyakit yang
disusun dalam masing-masing daftar sesuai dengan kode penyakitnya.
Ketentuan penulisan indeks penyakit yaitu (Budi, 2011):
21

a. Satu jenis penyakit menggunakan satu kartu indeks;


b. Setiap nama penyakit diikuti dengan penulisan kode ICD
(Internationaln Statistical Classification of Desease and Related
Health Problem) yang berlaku.
Menggabungkan dan memelihara indeks penyakit dan operasi
merupakan fungsi penting di bagian MIK. Di dalam indeks ini, kode
diagnostik menggunakan sistem klasifikasi ICD-10. Adapun kegunaan
Indeks Penyakit dan Tindakan adalah (Depkes,2006):
a. Mempelajari kasus-kasus terdahulu dari satu penyakit untuk
memperoleh pengertian tentang penanggulangan terhadap penyakit-
penyakit/masalah-masalah kesehatan pada saat ini.
b. Untuk menguji teori-teori membandingkan data-data tentang
penyakit/pengobatan dalam rangka penyuguhan tulisan-tulisan
ilmiah.
c. Menyuguhkan data penggunaan fasilitas rumah sakit untuk
menyusun keperluan alat-alat baru, tempat tidur, dll.
d. Menilai kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit.
e. Mengumpulkan data pelayanan yang diperlukan dalam survey
kemampuan rumah sakit.
f. Menemukan rekam medis pasien yang diingat dokter hanya
diagnosa/operasinya sedangkan nama/nomor rekam medisnya tidak.
g. Menyediakan materi pendidikan untuk mahasiswa kedokteran,
perawat dan lain-lain.
Hatta (2008) menyatakan minimum jumlah data yang diminta untuk
indeks penyakit termasuk :
a. Diagnosis utama dan diagnosis kedua yang relevan;
b. Prosedur yang berhubungan dengan diagnosis utama;
c. Nomor rekam kesehatan;
d. Seks pasien, usia dan suku pasien (bila diperlukan);
e. Kode dokter yang merawat atau nama;
f. Pelayanan yang diterima di rumah sakit;
g. Hasil akhir perawatan; dan
h. Tanggal masuk rawat dan keluar.
22

2.2.4 Indeks Operasi/Tindakan


Indeks operasi atau tindakan medis yaitu indeks tentang tindakan
medis yang diberikan kepada pasien yang disusun kedalam daftar
tabulasi indeks sesuai dengan masing-masing kode tindakan medisnya.
Ketentuan penulisan indeks operasi yaitu (Budi, 2011):
a. Satu jenis tindakan medis dimasukkan dalam satu daftar indeks
tindakan medis;
b. Setiap nama operasi diikuti dengan penulisan kode tindakan (misal
ICD-9CM atau ICOPIM).
indeks operasi berguna untuk : (a) menelusuri nomor rekam medis
dan nama pasien dengan jenis operasi yang sama, hal ini sering kali
diminta oleh komite medik untuk audit medik, (b) menyusun laporan jenis
operasi berdasarkan umur, jenis kelamin, wilayah/alamat, hasil pelayanan
(sembuh, dirujuk, mati <48 jam dan 48 jam), dokter yang menangani dan
bagaimana cara pembayaran pasien dalam memperoleh pelayanan
tersebut (Budi, 2011).
Depkes (2006) menyatakan isi dalam indeks operasi adalah :
a. Nomor kode;
b. Judul, bulan, tahun;
c. Nomor penderita;
d. Jenis kelamin;
e. umur
f. dokter bedah;
g. dokter anastesi;
h. hari pra operasi;
i. post operasi
j. pasien keluar (meninggal, sembuh, cacat).
2.2.5 Indeks Dokter
Indeks dokter adalah sebuah daftar kasus yang disusun berdasarkan
nama dokter atau ID dokter (Latour Dkk, 2010). Indeks dokter juga
berfungsi sebagai referensi yang menghubungkan antara kasus medis
dengan dokter yang mengobati. Seringkali informasi yang terdapat dalam
indeks penyakit dan operasi dianggap sudah merangkum kepentingan
23

indeks dokter. Oleh karena itu indeks dokter ini tidak wajib dibuat
(optional) (Hatta, 2008).
Ketentuan penulisan indeks dokter yaitu: (a) setiap nama dokter
menggunakan kartu indeks yang berisi daftar pasien yang mendapatkan
pelayanannya; (b) setiap nama dokter diikuti dengan penulisan kode
dokter yang ditetapkan oleh institusi pelayanan kesehatan yang
bersangkutan (Budi,2011).
Indeks dokter berguna untuk: (a) mengevaluasi kinerja dokter dalam
memberikan pelayanan kepada pasien, (b) menghitung angka kredit guna
promosi atau demosi dokter berdasarkan penilaian kinerja tersebut
(Depkes,2006).
Indeks dokter berisi (Hatta, 2008):
a. Kode dokter;
b. Nomor rekam kesehatan;
c. Diagnosis;
d. Operasi;
e. Rujukan/keterangan untuk surat permintaan tindakan/pengobatan;
f. Tanggal pasien masuk rawat dan keluar;
g. Gender; dan
h. Usia pasien.
2.2.6 Indeks Kematian
Indeks kematian yaitu indeks tentang sebab kematian penyakit
tertentu sebagai hasil pelayanan pasien dirawat jalan, gawat darurat, dan
rawat inap (Shofari, 2004 dalam Zaini, 2014).
Indeks kematian berisikan informasi tentang nama penderita, nomor
rekam medis, jenis kelamin, umur, kematian: kurang dari sejam post
operasi, dokter yang merawat, hari perawatan,dan wilayah. Kegunaan
indeks kematian adalah (Depkes, 2006) :
a. Statistik menilai mutu pelayanan dasar;
b. Menambah dan meningkatkan peralatan/tenaga.
Isi pokok dalam indeks kematian adalah identitas, no. rekam medis,
mati <48 jam dan >48 jam, dokter yang bertanggung jawab. Hal ini
berguna untuk mengetahui jumlah pasien yang mati dan audit kematian
(Shofari, 1998).
24

2.2.7 Proses Tabulasi Secara Komputerisasi


Proses tabulasi data yang dilakukan secara manual dapat secara
muda diaplikasikan melalui media komputer, data, dan informasi hasil
pengelompokkan data sesuai dengan kode-kode yang dimaksud dengan
mudah dikelompokkan sesuai dengan kode-kode yang dimaksud
disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga data dapat diproses dan dapat
segera didapat hasil yang diinginkan, proses pengelompokkan data yang
dilakukan dengan proses komputerisasi lebih mudah dan cepat serta
lebih efektif dan efisien (Depkes, 2006).
2.2.8 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
Sistem informasi manajemen rumah sakit yang selanjutya disingkat
SIMRS adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang
memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah
sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur
administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, dan
merupakan bagian dari sistem informasi. Sistem informasi kesehatan
adalah seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi, indikator,
prosedur, teknologi, perangkat, dan sumber daya manusia yang saling
berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau
keputusan yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan
(Permenkes, 2013).
Setiap rumah sakit diwajibkan menggunakan SIMRS dalam
Peraturan menteri kesehatan No 82 Tahun 2013 dalam pasal 3
disebutkan pada ayat [1] setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan
SIMRS; dan ayat [2] penyelenggaraan SIMRS sebagai mana dimaksud
pada ayat [1] dapat menggunakan aplikasi dengan kode sumber terbuka
(open source) yang disediakan oleh Kementrian Kesehatan atau
menggunakan aplikasi yang dibuat oleh rumah sakit.
2.2.9 Pelaporan
Kewajiban pembuatan laporan di rumah sakit tergambar dari data-
data Sistem Pelaporan Rumah sakit (SP2RS) yang dilaporkan ke dinas
kesehatan setempat. Beberapa laporan yang wajib dibuat adalah RL 1-
RL 5. Sumber data yang telah dikumpulkan di rumah sakit akan diproses
menjadi laporan internal dan eksternal rumah sakit. Laporan internal
25

dibuat sesuai kebutuhan rumah sakit. Laporan yang dihasilkan dapat


digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan atau memberikan gambaran
tentang keadaan pelayanan dirumah sakit biasanya dilihat dari segi
tingkat pemanfaatan sarana pelayanan, mutu pelayanan, dan tingkat
efisiensi pelayanan (Budi, 2011).
Adapun informasi yang diperlukan manajemen yang didapat dari
indeks adalah sebagai berikut ( Shofari,1998):
1. Daftar penyakit dengan urutan terbanyak (20 besar) menurut jenis
kelamin, golongan umur, lama dirawat, dan hasil pelayanan.
2. Daftar tindakan dengan urutan terbanyak (20 besar) menurut jenis
kelamin, golongan umur, lama dirawat, dan hasil pelayanan.
3. Daftar sebab kematian <48 jam dan >= 48 jam dengan urutan
terbanyak (20 besar) menurut jenis kelamin, golongan umur, dan,
lama dirawat.
4. Daftar dokter yang melayani pasien dengan jumlah pasien, jumlah
kematian terbanyak, jumlah hari rawat (LOS) melebihi 10 hari.
2.3 Kerangka Konsep
Pada gambar dibawah dijelaskan kerangka konsep penelitian yang
akan dilakukan.
Masukan Proses Keluaran
Mengidentifikasi Aplikasi indeks single user
a) Rekam Medis;
Kebutuhan yang mencakup:
b) SOP Indeks;
Pengguna a) Indeks pasien, Indeks
c) Pengguna;
penyakit,
d) Pengelolaan Perancangan
operasi/tindakan, dokter,
Indeks. aplikasi Indeks
kematian.
berbasis Micrsoft
b) Laporan yang terkait
Office Access 2010
dengan form. Berupa
a) Merancang
laporan 10 penyakit
Tabel;
terbanyak, 10 tindakan
b) Merancang
terbanyak, 10 penyebab
Form;
kematian, dan pelayanan
c) Meracang
dokter.
Laporan
Gambar 2.1. Kerangka konsep perancangan aplikasi indeks single user di
Laboratorium praktek rekam medis
26

Dari kerangka konsep di atas penelitian dimulai dengan masukan,


yang mana masukan dari rekam medis dimana data dalam rekam medis
akan digunakan dalam pengindeksan, SOP rekam medis sebagai pedoman
dalam perancangan aplikasi indeks, pengguna dimana masukan dari
pengguna berupa hasil wawancara dan observasi, dan pengelolaan indeks.
Setelah itu, perancangan aplikasi akan masuk pada tahap proses dimana
tahapan pertama peneliti akan melakukan identifikasi terhadap kebutuhan
pengguna dengan cara melakukan wawancara dan menyebar kuesioner
dan setelah itu peneliti akan melakukan perancangan aplikasi dimana pada
tahap pertama peneliti melakukan perancangan terhadap tabel dari data-
data yang terkumpul, selanjutnya peneliti merancang form sebagai
tampilan dari aplikasi yang akan digunakan, dan yang terakhir adalah
merancang report atau laporan yang akan menjadi tampilan dari laporan
yang akan dihasilkan. Adapun keluaran dari perancangan aplikasi ini
adalah berupa aplikasi indeks yang dirancang serta keluaran berupa
laporan-laporan yang berkaitan dengan indeks tersebut.
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, metode yang digunakan adalah
metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dimana
penelitian ini membuat gambaran tentang sistem indeks yang telah berjalan
setelah mendapatkan gambaran tersebut peneliti menentukan langkah
selanjutnya yaitu dengan mengembangkan sistem manual kedalam bentuk
komputerisasi. Dan pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan
data yang pasti dan data sebenarnya dengan menggunakan intrumen
penelitian berupa wawancara dan observasi.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di STIKES Husada Borneo Banjarbaru yaitu
pada laboratorium praktek rekam medis. Penelitian ini dilakukan pada
tanggal 12 Mei 2015 hingga 1 Juli 2015.
3.3 Subjek Penelitian
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti
adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh informan yang
berkaitan dengan pelaksanaan indeks di laboratorium praktek rekam medis
STIKES Husada Borneo.
Sampel merupakan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh
populasi, teknik pengabilan sampel yang digunakan adalah Purposive
Sample dimana Sampel dalam penelitian ini adalah informan yang
mengetahui lebih lanjut mengenai pelaksanaan indeks di laboratorium
praktek rekam medis STIKES Husada Borneo yaitu penanggung jawab
laboratorium praktek rekam medis STIKES Husada Borneo, dosen mata
kuliah yeng berkaitan dengan indeks, dan mahasiswa prodi DIII Perekam
dan informasi kesehatan STIKES Husada Borneo.
Adapun jumlah sampel dari populasi 130 mahasiswa DIII Perekam dan
Infomasi kesehatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:

27
28

Rumus Slovin:

=
1 + ()2
130
=
1 + 130 (0,10)2
130
=
1 + 1,3
130
=
2,3
= 56,5
Keterangan :
N : Besar Populasi
n : Besar Sampel
d : Tingkat kepercayaan = 0,10 90%
Jadi, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 57
mahasiswa prodi DIII Perekam dan Informasi kesehatan yaitu 19
mahasiswa semester 2, 19 mahasiswa semester 4 dan 19 mahasiswa
semester 6.
3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2011).
Variabel utama dalam penelitian ini: aplikasi indeks single user
sub variabel dalam penelitian ini adalah :
a. Kebutuhan Pengguna
b. Merancang Form
c. Laporan indeks penyakit
d. Laporan indeks operasi/tindakan
e. Laporan indeks dokter
f. Laporan indeks kematian
Dibawah ini dijelaskan tabel definisi operasional dimana terdapat
variabel serta definisinya.
29

Tabel 3.1 Tabel definisi operasional


No. Variabel Definisi Operasional
1 Aplikasi indeks Suatu aplikasi yang dirancang untuk
single user mengkomputerisasikan indeks khusus untuk pasien
rawat inap dan aplikasi ini digunakan mengelola
data indeks pasien dimana aplikasi tersebut
digunakan oleh satu orang dalam satu waktu.
2 Kebutuhan sesuatu yang diperlukan oleh mahasiswa dan
Pengguna dosen untuk diimplementasikan dalam merancang
aplikasi dan menjadi batasan terhadap aplikasi
yang dirancang.
3 Merancang form Melakukan design terhadap form yang akan
digunakan oleh user sebagai tempat untuk
melakukan input data pada aplikasi.
4 Laporan Hasil pengolahan indeks penyakit berupa data
indeks penyakit pasien berdasarkan ICD-X yang bisa
penyakit berupa 10 penyakit terbanyak ataupun laporan
morbiditas yang digunakan untuk pelaporan
eksternal rumah sakit.
5 Laporan Hasil pengolahan dari pengelompokkan
indeks berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh dokter
operasi/tinda berdasarkan ICD-IX CM yang dapat digunakan
kan untuk pelaporan rumah sakit.
6 Laporan Hasil pengolahan dari pengelompokkan
indeks dokter berdasarkan nama dengan dokter yang
memberikan pelayanan kepada pasien.
7 Laporan Hasil pengolahan indeks kematian berupa data
indeks pasien yang meninggal beserta penyebab
kematian kemaatiannya.

3.5 Instrumen Penelitian


Instrument penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk
mengumpulkan data (Notoatmodjo, 2010). Instrumen yang digunakan
dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
30

a. Pedoman Pengamatan (Observasi)


Instrument penelitian dengan observasi dilakukan peneliti untuk
melaksanakan pengamatan yang berhubungan dengan penelitian yang
akan dilaksanakan. Pengamatan merupakan prosedur yang berencana
yang antara lain meliputi melihat, mendengar, dan mencatat sejumlah
dan taraf aktifitas tertentu atau situasi tertentu yang berhubungan
dengan masalah yang diteliti. Sehingga observasi bukan hanya sekedar
melakukan pengamatan-pengamatan tetapi juga pencatatan terhadap
hal-hal yang diaggap penting bagi penelitian. Untuk mendapatkan hasil
pengamatan dengan cermat maka diperlukan pedoman observasi.
Pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan check list.
b. Pedoman Wawancara
Instrument penelitian dengan menggunakan wawancara sebagai
pembantu utama dari metode observasi. Wawancara adalah suatu
metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneliti
mendapatkan keterangan atau informasi secara lisan dari seseorang
sasaran penelitian (responden), atau bercakap-cakap berhadapan
muka dengan orang tersebut (face to face). Jadi data tersebut diperoleh
langsung dari responden melalui suatu pertemuan atau percakapan.
c. Software Microsoft office access 2010
Microsoft office access 2010 digunakan oleh peneliti untuk
membuat database serta merancang form dan laporan hingga menjadi
aplikasi yang utuh dan dapat digunakan dengan maksimal dan akurat.
d. Kuesioner
Kuesioner diartikan sebagai daftar pertanyaan yang sudah disusun
dengan baik dimana responden tinggal memberikan jawaban atau
dengan memberikan tanda-tanda tertentu. Kuesioner dalam penelitian
ini diberikan kepada mahasiswa prodi DIII Perekam dan Informasi
Kesehatan semester dua, empat dan enam untuk mengetahui tentang
sarana dan prasaranan yang terdapat dilaboratorium rekam medis dan
untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa dalam perancangan
aplikasi indeks ini.
31

3.6 Teknik Pengumpulan Data


a. Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses
yang tersusun dari berbagai proses biologi dan psikologis. Dua
diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan
ingatan (Hadi, 1986 dalam Sugiyono,2011). Observasi pada penelitian
ini dilakukan dengan mengamati langsung indeks pada ruang
laboratorium praktek rekam medis STIKES Husada Borneo.
b. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila
peneliti ingin melakukan penetian untuk menemukan permasalahan
yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal
dari responden yagn lebih mendalam dan jumlah respondennya
sedikit/kecil (sugiyono, 2011). Alat pengumpulan data dalam
wawancara yang digunakan adalah kuesioner. Pentingnya kuesioner
sebagai alat pengumpulan data untuk memperoleh data yang sesuai
dengan tujuan dengan tujuan penelitian tersebut. Wawacara sendiri
dilakukan pada bulan Juni 2015. Peneliti melakukan wawancara
kepada dosen yang berkaitan dengan indeks dan penanggung jawab
laboratorium praktek Rekam Medis STIKES Husada Borneo guna
mendapatkan informasi yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan.
3.7 Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
SDLC (Systems Development Life Cycle) atau daur ulang pengembangan
sistem. Dengan menggunakan SDLC, terdapat 6 langkah penting, yang
mencakup tahapan (Kadir dan Triwahyuni, 2003):
a. Perencanaan, yaitu membentuk rencana pengembangan sistem
informasi yang memenuhi rencana-rencana strategis dalam organisasi.
Pada penelitian ini perancangan aplikasi dilatarbelakangi oleh tidak
adanya penggunaan indeks dengan sistem komputerisasi.kemudian
peneliti melakukan observasi guna memenuhi kebutuhan sarana
praktek rekam medis di laboratorium rekam medis. Dari masalah
tersebut dan persetujuan dari pihak penanggung jawab laboratorium
praktek stikes husada borneo maka diputuskan untuk mengembangkan
32

sebuah aplikasi indeks single user menggunakan aplikasi Microsoft


access 2010.
b. Penentuan lingkup, yaitu menentukan lingkup sistem yang diusulkan
untuk dibangun. Lingkup aplikasi yang akan dirancang oleh peneliti
adalah aplikasi indeks pasien, indeks penyakit, indeks operasi/tindakan,
indeks dokter dan indeks kematian.
c. Analisis, yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem yang
diusulkan. Pada tahapan analisis dilakukan wawancara dan observasi
untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan.
d. Desain, yaitu merancang sistem yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan
yang diperoleh pada tahapan analisis. Tahap perancangan aplikasi
indeks ini dikembangkan dengan menggunakan aplikasi Microsoft office
Access 2010 untuk merancang aplikasi dan database.
e. Implementasi, yaitu membuat sistem dan menyiapkan infrakstruktur
untuk sistem. Aplikasi indeks ini akan digunakan di laboratorium praktek
Rekam Medis STIKES Husada Borneo.
f. Pemeliharaan, yaitu mendukung sistem yang telah berjalan.
Pemeliharaan aplikasi didukung dengan menggunakan antivirus untuk
melindungi komputer pengguna dari adanya virus pada komputer.
3.8 Prosedur Penelitian
Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah guna
menentukan judul yang akan diteliti, kemudian peneliti akan
mengumpulkan judul penelitian ke sekretariat program studi DIII Perekam
dan informasi kesehatan STIKES Husada Borneo. Sekretariat Prodi akan
mengumumkan judul karya tulis ilmiah yang akan dilakukan oleh
mahasiswa(i) beserta dengan dosen pembimbing dan pengarahan
mengenai pedoman penyusunan karya tulis ilmiah.
Peneliti selanjutnya meminta surat pengantar untuk melakukan
penelitian kepada sekretariat STIKES Husada Borneo untuk diserahkan
kepada pihak penanggung jawab laboratorium praktek rekam medis di
sekretariat program studi DIII perekam dan informasi kesehatan STIKES
Husada Borneo. Apabila pihak penanggung jawab laboratorium menyetujui
judul penelitian, peneliti akan akan melakukan studi pendahuluan dan
kemudian menyusun proposal penelitian. Setelah proposal penelitian
33

selesai dibuat maka proposal akan diserahkan kepada sekretariat program


studi DIII perekam dan informasi kesehatan STIKES Husada Borneo.
Kemudian diadakan seminar hasil proposal penelitian dan setelah itu akan
dilakukan perbaikan pada proposal penelitian, setelah itu akan dilakukan
penelitian dan penyusunan karya tulis ilmiah dan seminar hasil karya tulis
ilmiah. Apabila seminar hasil telah dilaksanakan akan dilakukan perbaikan
pada karya tulis ilmiah dan bimbingan perbaikan. Selanjutnya karya tulis
ilmiah akan dikumpul di sekretariat program study rekam medis.
3.9 Keterbatasan Penelitian
3.9.1 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan penelitian ini adalah dikarenakan narasumber belum
melaksanakan praktek indeks sehingga menyulitkan peneliti untuk
mengetahui bagaimana pelaksanaan langsung dari praktek indeks serta
kurangnya buku referensi tentang perancangan aplikasi dengan Microsoft
Access 2010.
3.9.2 Kelemahan Penelitian
Kelemahan penelitian ini adalah aplikasi digunakan untuk single user
dimana tidak terintegrasi dengan aplikasi lain, atau unit pelayanan rekam
medis lainnya dan pelaporan yang dihasilkan hanya berupa laporan
perbulan dan laporan pertahun. Aplikasi indeks yang dirancang hanya
menggunakan aplikasi Microsoft access 2010 dan penelitian yang
dilakukan hanya melakukan pendekatan deskriptif dimana tidak dilakukan
analisis sistem pada penelitian ini.
43

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran umum
STIKES Husada Borneo Berdiri pada tanggal 9 juli 2008, dengan tiga
program studi yang dimiliki yaitu: 1) S1 Gizi, 2) DIV Bidan Pendidik, 3) DIII
Perekam dan Informasi Kesehatan. STIKES Husada Borneo memiliki dua
gedung untuk proses belajar mengajar dan satu buah aula, dengan fasilitas
meliputi perpustakaan, kantin, laboratorium komputer dan laboratorium
praktek mahasiswa.
Pengembangan prodi perekam dan informasi kesehatan merupakan
bagian intergral dari program pengembangan tenaga kesehatan pada
umumnya, yang ditunjukkan untuk mendidik para peserta didik menjadi
tenaga kesehatan yang terampil dan ahli dalam bidang rekam medis dan
informasi kesehatan. Saat ini prodi perekam dan informasi kesehatan
STIKES Husada Borneo merupakan prodi perekam medis yang pertama
kali berdiri di Kalimantan. Penyelenggaraan pendidikannya mengacu pada
kurikulum 2013 berdasarkan SK Ka. BPPSDM Kes. No:
HK.02.05/I/III/2/08661/2011. Salah satu fasilitas guna mengembangkan
pendidikan di STIKES Husada Borneo khusunya program studi DIII
Perekam dan Informasi Kesehatan adalah laboratorium rekam medis yang
berdiri pada tahun 2008. Fungsi dan manfaat laboratorium rekam medis
adalah (Prodi Perekam dan Informasi Kesehatan, 2014):
a. Menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran praktek berkenaan
dengan unit kerja rekam medis.
b. Menyediakan referensi dan contoh-contoh rekam medis bagi rumah
sakit dan puskesmas.
c. Menyediakan tempat penelitian bagi mahasiswa rekam medis.
4.1.2 Visi dan Misi
a. Visi dan Misi STIKES Husada Borneo Banjarbaru
1. Visi STIKES Husada Borneo
Menjadi perguruan tinggi pengembangan sumber daya
manusia (SDM) yang unggul dan beretika dengan berbasis ilmu

34
35

pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Kalimantan Selatan 2010-


2015.
2. Misi STIKES Husada Borneo Banjarbaru
a) Menyelenggarakan pendidikan yang berstandar nasional dan
beretika.
b) Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
bidang pendidikan dan kesehatan.
c) Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam
pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas
secara berkelanjutan.
b. Visi dan Misi DIII Perekam dan Informasi Kesehatan
1. Visi DIII Perekam dan Informasi Kesehatan
Menjadi program studi pelopor dalam mengembangkan ahli
rekam medis dan informasi kesehatan dan beretika dengan
berbasis IPTEK di Kalimantan Selatan 2010-2015.
2. Misi DIII Perekam dan Informasi Kesehatan
a) Menyelenggarakan Pendidikan Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan Berstandar Nasional, Beretika dan Berbasis TIK
(Teknologi, Informasi dan Komunikasi).
b) Mengembangkan IPTEK di Bidang Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan.
c) Melakukan Kerjasama dengan berbagai Pihak dalam
Pengembangan Ahli Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
yang Berkualitas Secara Berkelanjutan
4.1.3 Identifikasi Kebutuhan Pengguna
Mengidentifikasi kebutuhan pengguna aplikasi dilakukan dengan cara
memberikan kuesioner kepada 57 mahasiswa program studi perekam dan
infomasi kesehatan semester 2, semester 4 dan semester 6 serta
melakukan wawancara dengan dosen pengajar mata kuliah yang berkaitan
dengan indeksing.
Adapun hasil kuesioner yang dibagikan pada kepada mahasiswa
adalah sebagai berikut:
36

a. Pelaksanaan Praktek di Laboratorium Rekam Medis oleh Mahasiswa


Dibawah ini adalah grafik hasil kuesioner yang diisi oleh 57
mahasiswa prodi perekam dan informasi kesehatan yang digunakan
untuk mengetahui apakah mahasiswa pernah melakukan praktek
rekam medis di laboratorium rekam medis selama mengikuti
perkuliahan di STIKES Husada Borneo.

100 91%

80
60
40 Pernah
20 9% Belum Pernah
-
Gambar 4.1 Grafik Pelaksanaan Praktek
Rekam Medis di Laboratorium Rekam
Medis

Berdasarkan grafik diatas dari sampel 57 mahasiswa program


studi perekam dan informasi kesehatan yang mengisi kuesioner, paling
banyak adalah sebesar 91% mahasiswa pernah melakukan praktek
rekam medis di laboratorium rekam medis STIKES Husada Borneo. 9%
mahasiswa belum pernah melakukan praktek rekam medis dikarenakan
pada mahasiswa semester 6 hanya pernah melakukan pengenalan
laboratorium, dan belum melakukan praktek rekam medis.
b. Pelaksanaan Praktek Indeksing di Laboratorium Rekam Medis
Dibawah ini adalah Grafik hasil kuesioner yang diisi oleh 57
mahasiswa prodi perekam dan informasi kesehatan untuk mengetahui
apakah mahasiswa rekam medis pernah melakukan praktek indeks di
laboratorium rekam medis.

120 100%
100
80
60
Pernah
40
20 Belum Pernah
-
Gambar 4.3 Grafik Pelaksanaan Praktek
Indeks di Laboratorium Rekam Medis
37

Berdasarkan grafik diatas dari sampel 57 mahasiswa program


studi perekam dan informasi kesehatan yang mengisi kuesioner, 100%
mahasiswa yang mengisi kuesioner belum pernah melakukan praktek
indeksing di laboratorium rekam medis.
c. Kebutuhan Praktek Rekam Medis
Dibawah ini adalah grafik hasil kuesioner yang diisi oleh 57
mahasiswa prodi perekam dan informasi kesehatan untuk mengetahui
apakah mahasiswa membutuhkan praktek rekam medis disamping
teori-teori tentang rekam medis yang yang diberikan oleh dosen.

70 63%
60
50
40 37% Sangat Penting
30 Penting
20 Kurang Penting
10 Tidak Penting
-
Gambar 4.4 Grafik Kebutuhan Praktik Rekam
Medis

Berdasarkan grafik diatas dari sampel 57 mahasiswa program


studi perekam dan informasi kesehatan yang mengisi kuesioner,
sebagian besar mahasiswa menilai sangat penting melakukan praktek
rekam medis guna menunjang teori yang telah diberikan oleh dosen
pengajar.
4.1.4 Merancang tabel aplikasi indeks berbasis Microsoft Office Access 2010
Database merupakan dasar dalam perancangan sebuah aplikasi,
dimana didalam database terdapat tabel-tabel sebagai komponen
penyimpanan data yang akan digunakan dalam perancangan aplikasi.
Penggunaan Microsoft Office Acces dalam perancangan aplikasi ini tidak
hanya digunakan untuk merancang form saja akan tetapi juga digunakan
untuk membuat database. Adapun tabel yang dibutuhkan untuk
perancangan aplikasi indeks adalah sebagai berikut:
38

a. Tabel Pengguna (user)


Tabel pengguna digunakan untuk menyimpan data petugas yang
akan menggunakan aplikasi. Pengguna yang ingin menggunakan
aplikasi harus terdata dalam tabel pengguna. Berikut struktur tabel
pengguna yang akan digunakan untuk aplikasi:
Tabel 4.1 Tabel Pengguna (user)
No. Nama Field Type Size Key
1 Pengguna Text 20 Primary
2 Password Text 10

b. Tabel Pasien Baru


Tabel pasien digunakan untuk meyimpan data master pasien yang
akan tersimpan pada aplikasi indeks baik pasien rawat inap maupun
pasien rawat jalan.
Tabel 4.2 Tabel Pasien Baru
No. Nama Field Type Size Key
1 Nomor_rm Number 6 Primary
2 Nama_pasien Text 20
3 Tempat_lahir Text 30
4 Tanggal_lahir Date/time -
5 Jenis_kelamin Text 10
6 Umur_tahun Text 3
7 Umur_bulan Text 2
8 Umur_hari Text 3
9 Golongan Umur Text 3
10 Bangsa Text 10
11 Alamat Text 50
12 Status_kawin Text 10
13 Pendidikan_terakhir Text 10
14 Pekerjaan Text 15
15 Nama_ayah Text 20
16 Nama_suami Text 2-
17 Nama_ibu Text 20
18 Tanggal_pm Date/time -
39

c. Tabel Pasien lama


Tabel pasien digunakan untuk meyimpan data pasien lama yang
berkunjung ke unit pelayanan kesehatan baik untuk transaksi
pendaftaran pasien rawat inap maupun rawat jalan.
Tabel 4.3 Tabel Pasien Lama
No Nama Field Type Size Key
1 No_rm Number 6
2 Tanggal_kunjungan Date/time -
3 Poliklinik text 15
4 Asal_rujukan Text 20
5 Jenis_bembayaran Text 20
6 No_asuransi Text 20
7 Cara_masuk Text 20
8 Ruangan Text 20
9 Kelas_ruangan Text 10
10 Nama_penanggung Text 20
11 Hubungan Text 20
12 Alamat_penanggung Text 30
13 Telepon_penanggung Text 16

d. Tabel Dokter
Tabel dokter digunakan untuk menyimpan data master dokter
yang memberikan pelayanan kepada pasien.
Tabel 4.4 Tabel dokter
No Nama Field Type Size Key
1 Id_dokter Text 10 Primary
2 Nama_dokter Text 30
3 Spesialis Text 15
4 Jenis_kelamin Text 10
5 Tempat_lahir Text 20
6 Tanggal_lahir Date/time -
7 Alamat Text 50
8 Nomor_telepon Text 16
40

e. Tabel Indeks
Tabel digunakan untuk menyimpan data indeks pasien setiap
pasien data berkunjung.
Tabel 4.5 Tabel indeks
No Nama Field Type Size Key
1 Jenis_pelayanan Text 10
2 Nomor_rm Number 6
3 Tanggal_masuk Date/time -
4 Tanggal_keluar Date/time -
5 Kode_diagnosa_utama Text 6
6 Kode_diagnosa_sekunder Text 6
Long
7 Lama_dirawat Number
Integrer
8 Gol_ld Text 10
9 Cara_keluar Text 10
10 Id_dokter Text 10
11 Kode_tindakan Text 6
12 Dokter_anastesi Teks 10
13 Dokter_bedah Text 10
14 Hari_praoperasi Date/time -
15 Hari_postoperasi Date/time -
16 Rujukan Text 30
17 Jenis_kamatian Text 15
18 Tanggal_meninggal Date/Time -

f. Tabel ICD-IX-CM
Tabel ICD-IX digunakan untuk menyimpan data master kode
tindakan yang diberikan dokter.
Tabel 4.6 Tabel ICD IX-CM
No Nama Field Type Size Key
1 Kode_icd9 Text 6 Primary
2 Diagnosa_tindakan Text 50
41

g. Tabel ICD-X Primer


Tabel ICD-X digunakan untuk menyimpan data master kode
penyakit yang diberikan dokter.
Tabel 4.7 Tabel ICD X
No Nama Field Type Size Key
1 Kode_icd10_primer Text 6 Primary
2 Diagnosa_penyakit Text 50

h. Tabel ICD-X Sekunder


Tabel ICD-X Sekunder digunakan untuk menyimpan data master
kode penyakit sekunder yang diberikan dokter.
Tabel 4.8 Tabel ICD X Sekunder
No Nama Field Type Size Key
1 Kode_icd10_sekunder Text 6 Primary
2 Diagnosa_penyakit Text 50

4.1.5 Merancang Form Aplikasi Indeks Berbasis Microsoft Office Access 2010
Dibawah ini adalah rancangan form yang akan digunakan dalam
rancangan aplikasi indeks.
a. Relationship
Relationship digunakan untuk mendefinisikan hubungan
database, dimana relationship akan menghubungkan beberapa
tabel atau keseluruhan tabel dalam database tersebut. Adapun
dalam aplikasi indeks yang akan dirancang akan beberapa tabel
yang diperlukan sehingga akan saling terhubung antara satu tabel
dengan tabel lainnya.
Adapun tabel yang akan di relasikan adalah tabel pasien, tabel
pasien lama, tabel dokter, tabel ICD-IX, tabel ICD-X, Tabel ICD X
Sekunder, tabel indeks pasien, tabel indeks penyakit, tabel indeks
tindakan, tabel indeks dokter, dan tabel indeks kematian.
43

Gambar 4.5 Relationship Aplikasi Indeks


43

b. Merancang Query Aplikasi Indeks Berbasis Microsoft Office Access


2010
Dibawah ini adalah query yang digunakan dalam perancangan
aplikasi indeks.
1) Query Pendaftaran Pasien
Query pendaftaran pasien digunakan untuk
menggabungkan tabel pasien dengan tabel pendaftaran pasien,
dimana query ini akan digunakan pada form pendaftaran
pasien.
Tabel 4.9 Query Pendaftaran Pasien
No Field Tabel
1 Nomor_rm Tabel_pasien
2 Nama_pasien Tabel_pasien
3 Tempat_lahir Tabel_pasien
4 Tanggal_lahir Tabel_pasien
5 Jenis_kelamin Tabel_pasien
6 Umur_tahun Tabel_pasien
7 Golongan_umur Tabel_pasien
8 Agama Tabel_pasien
9 Bangsa Tabel_pasien
10 Alamat Tabel_pasien
11 Status_kawin Tabel_pasien
12 Pendidikan_terakhir Tabel_pasien
13 Pekerjaan Tabel_pasien
14 Nama_ayah Tabel_pasien
15 Nama_ibu Tabel_pasien
16 Nama_suami Tabel_pasien
17 Tanggal_pendaftaran Tabel_pendaftaran_pasien
18 Nomor_rm Tabel_pendaftaran_pasien
19 Tanggal_kunjugan Tabel_pendaftaran_pasien
20 poliklinik Tabel_pendaftaran_pasien
21 Asal_rujukan Tabel_pendaftaran_pasien
22 Jenis_pembayaran Tabel_pendaftaran_pasien
23 No_asuransi Tabel_pendaftaran_pasien
24 Cara_masuk Tabel_pendaftaran_pasien
44

25 Tanggal_masuk Tabel_pendaftaran_pasien
26 Ruangan Tabel_pendaftaran_pasien
27 Nama_penanggung Tabel_pendaftaran_pasien
28 Hubungan Tabel_pendaftaran_pasien
29 Alamat_penanggung Tabel_pendaftaran_pasien
30 Telepon_penanggung Tabel_pendaftaran_pasien

2) Query Indeks
Query indeks digunakan untuk menghubungakan antara
tabel indeks dengan tabel pasien, tabel ICD, dan tabel dokter
yang akan digunakan pada form indeks.
Tabel 4.10 Query Indeks
No Field Tabel
1 Nomor_rm Tabel_indeks_pasien
2 Jenis_kelamin Tabel_pasien
3 Umur_tahun Tabel_pasien
4 Golongan_umur Tabel_pasien
5 alamat Tabel_pasien
6 Pendidikan_terakhir Tabel_pasien
7 pekerjaan Tabel_pasien
8 Nama_ayah Tabel_pasien
9 Tanggal_pendaftaran Tabel_pasien
10 Jenis_pelayanan Tabel_indeks_pasien
11 Tanggal_masuk Tabel_indeks_pasien
12 Tanggal_keluar Tabel_indeks_pasien
13 Kode_diagnosa_utama Tabel_indeks_pasien
14 Diagnosa_penyakit Tabel_icd_10
15 Kode_diagnosa_sekunder Tabel_indeks_pasien
16 Diagnosa_penyakit_sekunder Tabel_icd_10_sekunder
17 Lama_dirawat Tabel_indeks_pasien
18 Gol_ld Tabel_indeks_pasien
19 Cara_keluar Tabel_indeks_pasien
20 Kode_tindakan Tabel_indeks_pasien
21 tindakan Tabel_icd_9
22 Hari_praoperasi Tabel_indeks_pasien
45

23 Dokter_anastesi Tabel_indeks_pasien
24 Nama_dokter Tabel_dokter_2
25 Dokter_bedah Tabel_indeks_pasien
26 Nama_dokter Tabel_dokter_1
27 Rujukan Tabel_indeks pasien
28 Tanggal_meninggal Tabel_indeks_pasien
29 Jenis_kematian Tabel_indeks_pasien
30 Nama_pasien Tabel_pasien
31 Tanggal_lahir Tabel_pasien
32 dokter Tabel_indeks_pasien
33 Nama_dokter Tabel_dokter

c. Merancang Form Aplikasi Indeks Berbasis Microsoft Office Access


2010
Dibawah ini adalah desain interface yang akan digunakan pada
perancangan aplikasi indeks di laboratorium rekam medis STIKES
Husada Borneo Banjarbaru
1) Form Login Aplikasi Indeks
Berikut ini adalah rancangan desain dari Form login yang
akan digunakan pada aplikasi indeks.

Selamat Datang di Aplikasi Indeks


Rumah Sakit Umum Husada Borneo Banjarbaru
Silahkan masukkan username dan Password
Username :
Password :
Masuk Keluar

Gambar 4.6 Interface Form Login


2) Form Menu Utama Aplikasi indeks
Berikut ini adalah rancangan desain dari form menu utama
yang akan digunakan pada aplikasi indeks
46

Tanggal
Jam
Pendaftar indeksing Laporan Master Dokter Diagnosa Pengguna About Logout Exit
an Pasien

APLIKASI INDEKS
RUMAH SAKIT HUSADA BORNEO
Jln A. Yani KM 30,5 Banjarbaru,Kalimantan Selatan

Gambar 4.7 Interface Menu Utama


3) Form Pendaftaran Pasien Baru/Lama
Berikut ini adalah rancangan desain dari form pendaftaran
pasien baru/lama yang akan digunakan pada aplikasi indeks.

Jam dan tanggal

Jenis Pelayanan
No. Rekam Medis
Tanggal Penfaaran ____/______/_____
Logo Nama Pasien
Jenis Pembayaran
Tempat Lahir
No. Asuransi
Tanggal Lahir
Menu
Utama Poliklinik
Umur
Rujukan
Golongan Umur
Simp Bar
Cara Masuk
an
Jenis Kelamin
u
Batal Ruangan / Kelas
Bangsa
Nama Penanggung
Alamat
Hubungan
Status Kawin
Pendidikan Alamat

Pekerjaan
Nama Ayah
Nama Ibu
Nama Suami

Gambar 4.8 Interface Form Pendaftaran Pasien


4) Form Indeks Pasien
Berikut ini adalah rancangan desain dari form indeks pasien
yang akan digunakan pada aplikasi indeks.
47

Indeks Pasien Indeks Penyakit Indeks Tindakan Indeks Kematian Indeks Dokter

Jenis Pelayanan Tanggal Pertama Masuk

No Rekam Medis Tanggal Masuk


Tanggal Keluar
Nama Pasien
Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Pendidikan
Alamat
Pekerjaan
Nama Orang tua/wali

Baru Simpan Batal Baru Simpan Batal

Gambar 4.9 Interface Indeks Pasien


5) Form Indeks Penyakit
Berikut ini adalah rancangan desain dari form indeks
penyakit yang akan digunakan pada aplikasi indeks.

Indeks Pasien Indeks Penyakit Indeks Tindakan Indeks Kematian Indeks Dokter

Jenis Pelayanan Tanggal Masuk


No Rekam Medis Tanggal Keluar
Umur Lama dirawat Hari
Golongan Umur Cara Keluar
Kode Diagnosa Utama
ID Dokter
Diagnosa
Nama Dokter
Kode Diagnosa Sekunder
Diagnosa

Baru Simpan Batal Baru Simpan Batal

Gambar 4.10 Interface Indeks Penyakit


6) Form Indeks operasi/tindakan
Berikut ini adalah rancangan desain dari form indeks
tindakan yang akan digunakan pada aplikasi indeks
48

Indeks Pasien Indeks Penyakit Indeks Tindakan Indeks Kematian Indeks Dokter

Jenis Pelayanan Hari Pra Operasi

No Rekam Medis Hari Post Operasi

Umur Kode Tindakan

Golongan Umur Diagnosa Tindakan

Tanggal Masuk Dokter Anastesi

Tanggal Keluar Dokter Bedah

Lama dirawat Hari


Cara Keluar

Baru Simpan Batal Baru Simpan Batal

Gambar 4.11 Interface Indeks Tindakan


7) Form Indeks Kematian
Berikut ini adalah rancangan desain dari form indeks
kematian yang akan digunakan pada aplikasi indeks.

Indeks Pasien Indeks Penyakit Indeks Tindakan Indeks Kematian Indeks Dokter

Jenis Pelayanan
No Rekam Medis
Nama Pasien
Jenis Kelamin
Umur/Golongan Umur
Alamat
Kematian
Kode Penyebab Kematian
Diagnosa
Kode/Nama Dokter Merawat
Lama dirawat

Baru Simpan Batal Baru Simpan Batal

Gambar 4.12 interface indeks kematian


8) Form Indeks Dokter
Berikut ini adalah rancangan desain dari form indeks
kematian yang akan digunakan pada aplikasi indeks.
49

Indeks Pasien Indeks Penyakit Indeks Tindakan Indeks Kematian Indeks Dokter

Jenis Pelayanan
Tanggal Masuk
ID Dokter
Tanggal Keluar
No. rekam Medis
Lama DIrawat
Jenis Kelamin
Rujukan
Golongan Umur
Kode Diagnosis
Diagnosis
Kode Tindakan

Diagnosa Tindakan

Baru Simpan Batal Baru Simpan Batal

Gambar 4.13 Interface Indeks Dokter


9) Form Master ICD
Berikut ini adalah rancangan desain dari form Laporan yang
akan digunakan pada aplikasi indeks

DIAGNOSA PENYAKIT PRIMER


Kode Diagnosa
Diagnosa

Tambahkan SImpan
Menu Utama
Cari Edit

Gambar 4.14 Interface Master ICD


10) Form Pengaturan Petugas
Berikut ini adalah rancangan desain dari form pengaturan
petugas yang akan digunakan pada aplikasi indeks.

APLIKASI INDEKS Logo


Menu Utama
User
Password
Tambah Edit Simpan
Menu Utama

Gambar 4.15 Interface Form Pengaturan Petugas


50

11) Form Master Dokter


Berikut ini adalah rancangan desain dari form Laporan yang
akan digunakan pada aplikasi indeks.
APLIKASI INDEKS
ID Dokter
Nama Dokter Tambah

Spesialis
Simpan
Jenis Kelamin

Tempat Lahir Hapus

Tanggal Lahir Menu Utama


Alamat
Nomor Telepon

Status Menikah

Gambar 4.16 Interface Form Master Dokter


12) Form Laporan
Berikut ini adalah rancangan desain dari form Laporan yang
akan digunakan pada aplikasi indeks.
APLIKASI INDEKS Logo Menu Utama

Indeks Penyakit Indeks Tindakan Indeks Penyakit Indeks Penyakit

LAPORAN RAWAT JALAN LAPORAN RAWAT INAP


10 Penyakit Terbanyak
Jenis Kelamin Jenis Kelamin
Bulan/Tahun _____/______ Bulan/Tahun _____/______
Petugas Petugas
Cetak Cetak

Golongan Umur Golongan Umur


Bulan/Tahun _____/______ Bulan/Tahun _____/______
Petugas Petugas
Cetak Cetak

Hasil Perawatan
Bulan/Tahun _____/______
Petugas
Cetak

Gambar 4.17 Interface Form Laporan


d. Flowchart Aplikasi Indeks
Dibawah ini adalah flowchart yang digunakan dalam aplikasi
indeks yang akan dirancang.
51

1) Flowchart Login
Dibawah ini adalah flowchart menu login yang akan
digunakan pada aplikasi.

Start

Mengoperasikan Form Login

Pilihan Y Y
=login

T
T
nama
T
T
T

T
T Y Pilihan Password
=Keluar

Menu
Y Y Utama
A

Stop

Gambar 4.18 Flowchart Menu Login


Form login dapat diakses oleh admin, untuk proses sebelum
form masuk menu utama. Pada login terdapat input nama dan
password. Dalam login terdapat tombol pilihan login yang akan
langsung dapat menampilkan menu utama dan terdapat tombol
keluar jika ingin keluar dari aplikasi.
52

2) Flowchart Menu Utama


Dibawah ini adalah flowchart menu utama yang akan
digunakan pada aplikasi.

start
T

Y
B Logout menu utama

Mengoperasiakan
Form Menu Utama

Mengoperasikan Form
Mengoperasikan Form
Pendaftaran Pasien
Master Diagnosa
Baru/Lama

Mengoperasikan Form
Mengoperasikan Form Indeks Pasien
Master Dokter

Mengoperasikan Form
Indeks Penyakit
Mengoperasikan Form
Master Petugas
Mengoperasikan Form
Indeks Tindakan

Mengoperasikan Form
Pengaturan Pengguna Mengoperasikan Form
Indeks Kematian

Mengoperasikan Form
Indeks Dokter

Mengoperasikan Form
Laporan

Cetak
Laporan
Y
Y

Laporan Indeks
T

Aplikasi Ditutup

Gambar 3.19 Flowchart Menu Utama


53

Form menu utama dapat diakses oleh admin setelah


melakukan login dan sebelum masuk pada form-form menu. Pada
menu utama terdapat pilihan pendaftaran pasien baru, indeksing,
laporan, master diagnosa, master dokter, master petugas dan
pengaturan pengguna.
4.1.6 Merancang Report Aplikasi Indeks Berbasi Microsoft Office Access 2010
a. Laporan 10 Besar Penyakit terbanyak
Berikut ini adalah rancangan desain dari laporan 10 penyakit
terbanyak yang akan digunakan pada aplikasi indeks.

RUMAH SAKIT HUSADA BORNEO


Jln. A. Yani km 30,5 Banjarbaru
LAPORAN 10 PENYAKIT TERBANYAK RAWAT XXXXXX

Kategori :

Bulan/Tahun :

No. Diagnosa Jumlah

TOTAL

Petugas

Gambar 4.20 Interface Laporan 10 Penyakit Terbanyak


b. Laporan 10 Besar Penyakit terbanyak
Berikut ini adalah rancangan desain dari laporan 10 tindakan
terbanyak yang akan digunakan pada aplikasi indeks.
RUMAH SAKIT HUSADA BORNEO
Jln. A. Yani km 30,5 Banjarbaru

LAPORAN 10 TINDAKAN TERBANYAK

Kategori :

Bulan/Tahun :

No. Tindakan Jumlah

TOTAL

Petugas

Gambar 4.21 Interface Laporan 10 Tindakan Terbanyak


54

c. Laporan 10 penyebab kematian terbanyak


Berikut ini adalah rancangan desain dari laporan 10 diagnosa
penyebab kematian terbanyak yang akan digunakan pada aplikasi
indeks.
RUMAH SAKIT HUSADA BORNEO
Jln. A. Yani km 30,5 Banjarbaru

LAPORAN 10 TINDAKAN TERBANYAK

Kategori :

Bulan/Tahun :

No. Tindakan Jumlah

TOTAL

Petugas

Gambar 4.22 Interface laporan 10 penyebab kematian


terbanyak
d. Laporan Jumlah pasien per dokter
Berikut ini adalah rancangan desain dari laporan 10 diagnosa
penyebab kematian terbanyak yang akan digunakan pada aplikasi
indeks.

RUMAH SAKIT HUSADA BORNEO


Jln. A. Yani km 30,5 Banjarbaru

LAPORAN JUMLAH PASIEN PER DOKTER

Bulan/Tahun :

No. Nama Dokter Jumlah Pasien

TOTAL

Petugas

Gambar 4.23 Interface Laporan Pelayanan Dokter


55

4.2 Pembahasan
4.2.1 Identifikasi Kebutuhan Pengguna
Dibawah ini adalah pembahasan dari indentifikasi kebutuhan
pengguna aplikasi yang akan dirancang berdasarkan kuesioner yang telah
diisi.
a. Pelaksanaan Praktek di Laboratorium Rekam Medis Oleh Mahasiswa
Berdasarkan grafik dari sampel 57 mahasiswa program studi
perekam dan informasi kesehatan yang mengisi kuesioner, paling
banyak 91% mahasiswa pernah melakukan praktek rekam medis di
laboratorium rekam medis STIKES Husada Borneo.
Untuk mahasiswa rekam medis semester 1 dan semester 2
pernah melakukan praktek rekam medis yaitu praktek pendaftaran
pasien sedangkan untuk mahasiswa semester 6 belum pernah
melakukan praktek rekam medis di laboratorium rekam medis,
mahasiswa semester 6 hanya pernah melakukan pengenalan
laboratorium rekam medis.
Menurut Kementrian Kesehatan RI (2010) struktur program
pendidikan tenaga kesehatan memuat 40% kandungan materi teori dan
60% materi praktek. Sehingga apabila mahasiswa DIII Perekam dan
Informasi kesehatan hanya sekali melakukan praktek rekam medis hal
ini masih belum sesuai dengan kandungan 60% materi praktek
dikarenakan lebih banyak dalam menerima meteri teori.
b. Pelaksanaan Praktek Indeksing di Laboratorium Rekam Medis
Berdasarkan grafik dari sampel 57 mahasiswa program studi
perekam dan informasi kesehatan yang mengisi kuesioner, 100%
mahasiswa yang mengisi kuesioner belum pernah melakukan praktek
indeksing di laboratorium rekam medis. Praktek rekam medis yang
pernah dilakukan berupa praktek pendaftaran pasien dan pengenalan
laboratorium saja.
c. Kebutuhan Praktek Rekam Medis
Berdasarkan grafik dari sampel 57 mahasiswa program studi
perekam dan informasi kesehatan yang mengisi kuesioner, sebagian
56

besar mahasiswa menilai sangat penting melakukan praktek rekam


medis guna menunjang teori yang telah diberikan oleh dosen pengajar.
Dari hasil kuesioner dapat terlihat tingginya minat mahasiswa
untuk melakukan praktek sehingga tidak hanya mendapatkan teori dari
pembelajaran dikelas, akan tetapi juga mendapatkan bekal praktek
pelaksanaan sistem rekam medis sebagai gambaran sebelum
mahasiswa melakukan praktek langsung pada rumah sakit atau
puskesmas.
4.2.2 Aspek Perancangan Aplikasi
Aplikasi indeks adalah pengembangan program yang dimulai dari
perancangan tabel, perancangan form dan perancangan report yang akan
membantu penggunanya dalam melakukan proses pengolahan indeks dan
menghasilkan laporan yang berkaitan dengan indeks.
Adapun aspek-aspek yang diperhatikan dalam perancangan aplikasi
indeks adalah sebagia berikut:
a. Aspek data yang digunakan
Aspek data yang digunakan merupakan aspek yang sangat
penting dimana aspek ini akan membuat pengguna lebih mudah dalam
mengisi kolom-kolom pada aplikasi indeks. Data yang digunakan
diambil dari leteratur dan indeks yang sudah dilaksanakan pada
laboratorium rekam medis. Data yang digunakan dalam aplikasi ini
adalah data demografi dan data klinis.
b. Aspek tampilan
Aspek tampilan juga memiliki peranan yang sangat penting dalam
perancangan aplikasi ini. Aspek tampilan dari aplikasi ini terdiri dari:
1) Pemilihan warna yang tidak mencolok
2) Pemilihan font dan ukuran font
3) Pemilihan warna tulisan yang mudah dibaca
4) Pemilihan gambar background
c. Aspek pengguna
Dalam merancang aplikasi ini diperhatikan juga aspek pengguna
dimana untuk merancang aplikasi agar tidak keluar dari teori indeks
yang disampaikan dikelas maka dilakukan identifikasi terhadap
57

kebutuhan pengguna dengan melakukan wawancara dengan dosen


dan kuesioner dengan mahasiswa.
d. Aspek aplikasi yang digunakan
Dalam merancang aplikasi indeks, digunakan aplikasi yang
mampu digunakan oleh pengembang aplikasi untuk membuat aplikasi
indeks yaitu menggunakan Microsoft Access 2010.
4.2.3 Implementasi Perancangan Tabel Aplikasi Indeks
Dibawah ini adalah implementasi dari perancangan tabel yang akan
digunakan dalam aplikasi indeks.
a. Tabel Pengguna
Tabel pengguna digunakan untuk menyimpan data pengguna atau
petugas yang akan mengoperasikan aplikasi.

Gambar 4.24 Tabel Pengguna

b. Tabel Pasien Baru


Tabel pasien baru digunakan untuk menyimpan data pasien baru
yang berupa data identitas pasien.
58

Gambar 4.25 Tabel Pasien Baru


c. Tabel Pasien Lama
Tabel pasien lama digunakan untuk menyimpan data pasien yang
yang melakukan transaksi pendaftaran baik untuk rawat inap maupun
rawat jalan.

Gambar 4.26 Tabel Pasien Lama


d. Tabel Dokter
Tabel dokter digunakan untuk menyimpan data dokter yang
memberikan pelayanan kepada pasien.

Gambar 4.27 Tabel Dokter


e. Tabel Indeks
Tabel indeks digunakan untuk menyimpan data pasien yang
diindeks oleh petugas.
59

Gambar 4.28 Tabel Indeks


f. Tabel ICD IX-CM
Tabel ICD IX-CM digunakan untuk menyimpan data kode
tindakan.

Gambar 4.29 Tabel ICD IX-CM


g. Tabel ICD X Primer
Tabel ICD X primer digunakan untuk menyimpan data kode
penyakit.

Gambar 4.30 Tabel ICD 10 Primer


h. Tabel ICD X Sekunder
Tabel ICD X Sekunder digunakan untuk meyimpan data kode
diagnosa utama pasien.

Gambar 4.31 Tabel ICD X Sekunder


60

4.2.4 Implentasi Perancangan Form Aplikasi Indeks


Aplikasi indeks dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan
praktek indeks dan melengkapi indeks yang belum terdapat di laboratorium
rekam medis, dimana indeks dengan komputer yang dirancang dapat
digunakan untuk mengelola semua indeks dalam satu aplikasi dan
menghasilkan laporan dengan lebih cepat dari laporan yang dari indeks
yang masih dikelola scara manual. Akan tetapi aplikasi indeks yang
dirancang masih memiliki kekurangan yaitu aplikasi indeks masih belum
dapat digunakan secara terintegrasi dengan sistem rekam medis lain
seperti pendaftaran, dan kekurangan dimana penggunaan Microsoft
Access 2010 untuk membuat aplikasi akan membuat aplikasi tidak dapat
digunakan pada Microsoft Access versi sebelumnya sehingga untuk
menutupi kekurangan tersebut akan terdapat aplikasi indeks yang disimpan
dalam beberapa format dari versi Microsoft Access sebelumnya. Serta
belum terdapat pengaturan apabila petugas lupa dengan password dan
username yang digunakan untuk masuk kedalam aplikasi.
a. Spesifikasi Hardware
Untuk menjalankan aplikasi indeks dibutuhkan komputer atau
laptop dengan spesifikasi hardware sebagai berikut:
Tabel 4.11 Spesifikasi hardware
Komputer/processor Komputer dengan kecepatan processor 500 MHz
atau lebih tinggi.
Sistem Operasi Minimal menggunakan sistem operasi windows XP
dengan service pack (SP) 3, windows Vista dengan
SP1, windows 7, windows server 2003 R2 dengan
MSXML 6.0, windows server 2008.
Memori Memori (RAM) minimal 256 MB.
Hard disk Hard disk dengan memori yang tersisa minimal 3.0
GB
Drive Minimal sebuah DVD Drive (internal atau eksternal)
untuk proses instalasi.
Koneksi Internet Modem dengan kecepatan koneksi 56 Kbps atau
lebih tinggi, untuk proses download dan
mengaktifkan produk (activation of product) serta
update sebagai fasilitas secara online.
61

Sumber: Buku Seri Penuntun Praktik Microsoft Access 2010


Untuk laboratorium rekam medis sendiri belum terdapat komputer
yang digunakan untuk praktek dikarenakan pelaksanaan praktek
sendiri masih menggunakan sistem manual dengan tulis tangan.
d. Implementasi Perancangan Form
Dibawah ini adalah Implementasi dalam perancangan form yang
digunakan dalam aplikasi indeks.
a) Form Login
Form login aplikasi indeks adalah suatu form yang dibuat
sebagai salah satu bentuk pengamanan aplikasi yang bertujuan
untuk melindungi data yang terdapat didalamnya sehingga dengan
adanya form login hanya orang-orang yang memiliki hak akses
yang akan dapat masuk kedalam aplikasi. Form login yang
terdapat dalam aplikasi indeks dapat dilihat dari gambar dibawah
ini.

Gambar 4.32 Form Login


Pada form login diatas dapat dilihat, untuk menjalankan
aplikasi indeks user/pengguna harus memasukkan username dan
password untuk dapat mengakses atau menggunakan aplikasi
indek sehingga hanya pengguna yang telah terdaftar yang dapat
menggunakan aplikasi indeks. Sebagai pengaturan awal pada
aplikasi indeks adapun password dan username diatur sebagai
berikut:
Username: ADMIN
Password: ADMIN"
62

b) Form Menu Utama


Setelah user/pengguna telah login, maka akan terbuka form
menu utama yang akan menghubungkan menu utama dengan
semua form yang terdapat pada aplikasi indeks. Sehingga melalui
form menu utama semua pengguna akan dapat membuka seluruh
form yang ada pada aplikasi indeks. Adapun tampilan menu utama
yang terdapat pada aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

Gambar 4.33 Form Menu Utama


Pada form menu utama berisi:
Tombol pendaftaran pasien yang akan terhubung dengan
form pendaftaran pasien, petugas sangat disarankan untuk
memasukkan data pasien yang sama sekali belum pernah
berobat ke unit pelayanan kesehatan.
Tombol indeks yang akan terhubung dengan form indeks
untuk melakukan pengelolaan indeks baik indeks pasien,
indeks penyakit, indeks operasi/tindakan, indeks kematian,
dan indeks dokter.
Tombol laporan akan terhubung dengan form laporan yang
digunakan untuk mencetak beberapa laporan yang tersedia.
Tombol master dokter yang akan terhubung dengan form
dokter yang digunakan untuk menambah, mengubah, atau
menghapus data dokter yang memberikan pelayanan kepada
pasien.
63

Tombol pengaturan pengguna yang akan terhubung dengan


form pengaturan pengguna dimana digunakan untuk
menambah, mengubah atau menghapus username dan
password yang digunakan oleh petugas untuk masuk kedalam
aplikasi.
Combo ICD X primer, ICD X sekunder, dan ICD IX-CM yang
akan terhubungan dengan masing-masing form ICD tersebut.
Tombol about yang akan membuka form yang menjelaskan
tentang aplikasi indeks.
Tombol help yang akan menghubungkan dengan form yang
akan membantu pengguna dalam mengetahui cara
pengguanaan aplikasi indeks.
Tombol logout untuk kembali ke menu login.
Tombol exit yang berguna apabila user ingin menutup aplikasi
indeks tanpa harus kembali ke menu utama.
c) Form Pendaftaran Pasien
Form pendaftaran pasien adalah form yang menyimpan data
master pasien baru yang berkunjung dan pasien lama yang akan
berobat. Adapun tampilan form pendaftaran pasien baru yang
terdapat pada aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar dibawah
ini.

Gambar 4.34 Form Pendaftaran Pasien


Pada gambar diatas dapat dilihat terdapat beberapa field
yaitu:
64

Jenis kunjungan dimana pada saat pertama kali membuka


form pendaftaran pengguna akan langsung terarah pada
field ini. Dimana pada field ini pengguna dapat memilih jenis
kunjungan yaitu Pasien Baru, Pasien lama.
Jenis pelayanan digunakan untuk memilih pelayanan rawat
jalan atau rawat inap.
Tanggal pertama masuk bisa diisi dengan tanggal pasien
mendaftar.
Nomor rekam medis diisi dengan nomor rekam medis
dengan 6 digit angka. Contoh: 000001.
Nama pasien diisi dengan nama lengkap pasien.
Tempat lahir diisi dengan tempat pasien lahir.
Tanggal lahir diisi dengan tanggal lahir pasien dengan
format bb/hh/tttt atau sesuai pengaturan tanggal di komputer
pengguna. Apabila tanggal lahir pasien diisi kurang dari
tanggal hari pengisian maka tanggal lahir akan kembali
kosong.
Jenis kelamin terdiri dari Laki-Laki atau Perempuan yang
dipilih sesuai dengan jenis kelamin pasien.
Umur akan terisi otomatis setelah mengisi tanggal lahir
pasien.
Golongan umur akan terisi otomatis setelah umur terisi.
Bangsa diisi sesuai dengan kewarganegaraan pasien yang
mendaftar, dimana bangsa terdiri dari WNI dan WNA.
Alamat diisi dengan alamat lengkap pasien yang mendaftar
secara lengkap.
Status kawin terdapat pilihanMenikah, Belum Menikah,
dan Duda/Janda.
Pendidikan terdapat pilihan Tidak Bersekolah, SD,
SMP/MTS, SMA/SMK/MA, Diploma, dan Sarjana
dipilih sesuai dengan pendidikan terakhir pasien.
Pekerjaan terdapat pilihan PNS/Polisi/TNI, Tidak Bekerja
dan Swasta.
65

Nama Ayah akan aktif otomatis setelah petugas memilih


status menikah pasien Belum Menikah atau duda/janda.
Nama ibu
Nama suami akan aktif apabila pada status menikah pasien
dipilih Menikah dan selajutnya diisi dengan nama lengkap
suami pasien.
Tanggal Kunjungan, diisi dengan format mm/dd/yyyy atau
sesuai dengan format pengaturan tanggal pada komputer
petugas.
Poliklinik, terdiri atas pilihan poliklinik yang dituju, field ini
hanya aktif jika jenis kunjungannya adalah pasien baru.
Asal rujukan diisi manual tanpa pilihan, field ini hanya aktif jika
yang mendaftar adalah pasien rawat inap.
Cara pembayaran, terdiri atas dua pilihan yaitu: BPJS, dan
UMUM, field ini hanya aktif jika yang mendaftar adalah
pasien rawat inap.
No asuransi diisi jika cara pembayaran pasien menggunakan
BPJS, field ini hanya aktif jika yang mendaftar adalah pasien
rawat inap.
Cara masuk diisi manual tanpa pilihan, field ini hanya aktif jika
yang mendaftar adalah pasien rawat inap.
Ruang perawatan terdiri atas pilihan ruang perawatan, field ini
hanya aktif jika yang mendaftar adalah pasien rawat inap.
Kelas Perawatan terdiri atas pilihan kelas perawatan, field ini
hanya aktif jika yang mendaftar adalah pasien rawat inap.
Nama penanggung diisi dengan nama orang yang
bertanggung jawab atas pasien, field ini hanya aktif jika yang
mendaftar adalah pasien rawat inap.
Hubungan, diisi dengan hubungan antara penanggung
dengan pasien, field ini hanya aktif jika yang mendaftar adalah
pasien rawat inap.
66

Alamat penanggung diisi sesuai kartu identitas penanggung,


field ini hanya aktif jika yang mendaftar adalah pasien rawat
inap.
Telepon penanggung diisi dengan format angka, field ini
hanya aktif jika yang mendaftar adalah pasien rawat inap.
d) Form Pengaturan Pengguna
Form pengaturan pengguna digunakan untuk memasukkan
data pengguna aplikasi yang memiliki hak akses terhadap aplikasi
indeks. Sehingga untuk menggunakan aplikasi pengguna harus
terlebih dahulu terdaftar pada form pengaturan pengguna, dimana
pada form pengaturan pengguna dapat digunakan untuk
menambah pengguna, dan menghapus serta mengubah data yang
telah terdaftar sebelumnya. Adapun form pengaturan pengguna
yang digunakan pada aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

Gambar 4.35 Form Pengaturan Pengguna


Pada gambar diatas dapat dilihat pada form pengaturan
pengguna terdapat field :
username yang digunakan untuk memasukkan nama
pengguna maupun ID pengguna.
password yang digunakan untuk memasukkan password yang
akan digunakan oleh pengguna untuk mengakses aplikasi
yang tentu saja password bersifat rahasia.
e) Form Master ICD
Form Master ICD adalah form yang dibuat untuk memasukkan
data diagnosa beserta kode baik untuk diagnosa primer, diagnosa
67

sekunder maupun diagnosa tindakan. Form master ICD digunakan


untuk menambah dan menyimpan data diagnosa yang digunkan
oleh dokter. Form master ICD yang digunakan pada aplikasi
indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.36 Form Master ICD


Pada gambar diatas dapat dilihat pada form master ICD
terdapat kolom kode penyakit yang digunakan untuk menambah
kode penyakit dan kolom diagnosa untuk menambahkan diagnosa
yang sesuai dengan kode penyakit yang dimasukkan sebelumnya.
Terdapat tombol tambah untuk menambahkan diganosa baru dan
tombol simpan untuk menyimpan data yang telah dimasukkan
pada kolom, serta terdapat tabel yang berfungsi untuk melihat
kode penyakit dan diagnosa yang telah dimasukkan sebelumnya.
Pada form master ICD terdapat field:
Kode penyakit.
Diagnosa penyakit.
f) Form Indeks Pasien
Form indeks pasien berfungsi sebagai tempat memasukkan
data utama pasien yang berkunjung pada saranan pelayanan
kesehatan. Form indeks pasien digunakan untuk menambahkan
data pasien baru, menghapus, mengedit data pasien yang pernah
berkunjung, selain itu pada form ini juga disediakan tombol-tombol
yang akan menghubungkan form indeks pasien dengan formulir
lain tanpa harus kembali ke menu utama. Form indeks pasien
yang digunakan pada aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.
68

Gambar 4.37 Form Indeks Pasien


Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa pada form indeks
pasien terdapat field:
Jenis pelayanan yang dipilih berdasarkan jenis pelayanan
yang telah diterima pasien.
Nomor rekam medis diisi dengan 6 digit angka nomor rekam
medis pasien.
Nama pasien (otomatis).
Tanggal lahir (otomatis).
Jenis kelamin (otomatis).
Pendidikan (otomatis).
Alamat (otomatis).
Pekerjaan (otomatis).
Pekerjaan (otomatis)
Nama orang tua/wali (otomatis).
Tanggal pertama masuk adalah tanggal pasien pertama kali
melakukan kunjungan keunit pelayanan kesehatan (otomatis)
Tanggal masuk diisi dengan tanggal masuk pasien untuk
mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
Tanggal keluar diisi dengan tanggal pasien keluar dari unit
pelayanan kesehatan, tanggal keluar untuk pasien rawat jalan
akan terisi otomatis dimana tanggal keluar akan sama dengan
tanggal masuk pasien.
69

g) Form Indeks Penyakit


Form indeks penyakit digunakan untuk mengisi data pasien
yang telah menerima pelayanan pada tempat pelayanan
kesehatan. Berdasarkan diagnosa penyakitnya. Dimana pada form
ini dapat digunakan untuk pasien rawat jalan maupun pasien
rawat inap. Adapun form indeks penyakit yang digunakan pada
aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Tabel 4.38 Form Indeks Penyakit


Pada gambar diatas dapat dilihat pada form indeks penyakit
terdapat field :
Jenis pelayanan akan terisi otomatis sesuai dengan jenis
pelayanan yang dipilih dari indeks pasien.
Nomor rekam medis (otomatis).
Umur (otomatis).
Golongan umur (otomatis).
Kode diagnosa primer diisi dengan sesuai dengan diagnosa
pasien.
Diagnosa primer tidak perlu diisi karena akan terisi secara
otomatis setelah petugas memasukkan kode penyakit.
Diagnosa primer wajib diisi karena apabila diagnosa primer
tidak diisi maka aplikasi tidak akan bisa menyimpan data yang
telah dimasukkan.
Kode diagnosa sekunder diisi sesuai dengan diagnosa kedua
yang relevan dengan diagnosa primer, apabila tidak terdapat
diagnosa sekunder maka dapat diisi dengan -.
70

Diagnosa sekunder akan terisi otomatis setelah petugas


memasukkan kode diagnosa sekunder.
Tanggal masuk (otomatis).
Tanggal keluar (otomatis).
Lama dirawat akan terisi otomatis setelah petugas
memasukkan tanggal masuk dan tanggal keluar.
Cara keluar terdiri dari pilihan Sembuh, Cacat, Meninggal.
Apabila petugas memilih pada field Meninggal ini akan
mengaktifkan tombol indeks kematian sehingga petugas dapat
mengisi data pada indeks kematian.
Id dokter terdiri dari kode-kode dokter yang memberikan
perawatan.
Nama dokter akan terisi otomatis setelah petugas memilih Id
dokter.
h) Form Indeks Operasi/tindakan
Form indeks tindakan digunakan untuk mengisi data pasien
yang telah menerima pelayanan pada tempat pelayanan
kesehatan berdasarkan tindakan yang diberikan dokter. Dimana
pada form ini digunakan untuk pasien rawat yang inap dan rawat
jalan. Adapun form indeks penyakit yang digunakan pada aplikasi
indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.39 Form Indeks Tindakan


Pada gambar diatas dapat dilihat terdapat field:
Jenis pelayanan (otomatis).
71

Nomor rekam medis (otomatis).


Umur (otomatis).
Golongan umur (otomatis).
Tanggal masuk (otomatis).
Tanggal keluar (otomatis).
Lama dirawat (otomatis).
Cara keluar (otomatis).
Hari praoperasi diisi tanggal sehari sebelum pasien
melakukan operasi.
Hari postoperasi diisi dengan tanggal pasien setelah
dioperasi.
Kode tindakan diisi dengan kode sesuai dengan tindakan
yang diberikan kepada pasien. Dimana kode tindakan yang
dipilih juga harus sesuai dengan database yang tersimpan.
Operasi/tindakan akan terisi secara otomatis setelah petugas
mengisi kode tindakan.
Dokter bedah diisi dengan kode dokter yang melakukan
tindakan operasi/pembedahan pada pasien.
Dokter anastesi diisi dengan kode dokter yang melakukan
anastesi kepada pasien saat dilakukan tindakan.
i) Form Indeks Kematian
Form indeks kematian berfungsi untuk memasukkan data
pasien yang meninggal pada sarana pelayanan kesehatan. Form
indeks kematian digunakan untuk memasukkan data baik pasien
rawat inap yang meninggal maupun rawat jalan yang biasanya
pasien meninggal pada instalasi gawat darurat. Adapun form
indeks kematian yang digunakan pada aplikasi indeks dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.
72

Gambar 4.40 Form Indeks Kematian


Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa pada form indeks
kematian yang terdapat field:
Jenis pelayanan (otomatis).
Nomor rekam medis (otomatis).
Nama pasien (otomatis).
Golongan umur (otomatis).
Alamat (otomatis).
Waktu kematian dapat dipilih berdasarkan waktu kematian
pasien dengan memilih <48 Jam atau >48 Jam.
Kode penyebab kematian (otomatis).
Diagnosa (otomatis).
Kode dokter (otomatis).
Lama dirawat (otomatis).
j) Form Indeks Dokter
Form indeks dokter adalah form yang digunakan untuk
memasukkan data pasien yang yang berobat berdasarkan dokter
memberikan pelayanan kesehatan. Adapun form indeks dokter
yang digunakan pada aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.
73

Gambar 4.41 Form Indeks Dokter


Pada gambar diatas dapat dilihat pada indeks dokter
terdapat field :
Jenis pelayanan (otomatis).
Id dokter (otomatis).
Nomor rekam medis (otomatis).
Jenis kelamin pasien (otomatis).
Golongan umur (otomatis).
Kode Diagnosa penyakit (otomatis).
Diagnosa penyakit (otomatis).
Kode tindakan (otomatis).
Operasi/tindakan (otomatis).
Tanggal masuk (otomatis).
Tanggal keluar (otomatis).
Lama dirawat (otomatis).
Rujukan diisi dengan tempat dokter merujuk pasien
kesarana pelayanan kesehatan lain.
k) Form Master Dokter
Form master dokter merupakan form yang akan
menyimpan data dokter yang memberikan pelayanan kepada
pasien. Adapun form master dokter yang digunakan pada aplikasi
indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
74

Gambar 4.42 Form Master Dokter


Pada gambar diatas dapat dilihat pada form master dokter
terdapat field:
Id dokter sesuai dengan id yang telah ditentukan oleh rumah
sakit.
Nama dokter diisi dengan nama lengkap dan gelar dokter.
Contoh: Erika Subastian, Sp.A.
Spesialis.
Jenis kelamin yang terdiri dari dari Pria dan Wanita dipilih
sesuai dengan jenis kelamin dokter tersebut.
Tempat lahir.
Tanggal lahir diisi dengan format mm/dd/yyyy atau sesuai
dengan format pengaturan tanggal pada komputer petugas.
Alamat diisi dengan alamat lengkap dokter.
Nomor telepon.
l) Laporan
Form Laporan merupakan sebuah form yang akan
menghubungkan form dengan laporan yang petugas inginkan.
Laporan yang dihasilkan berdasarkan data-data pada indeks
yang telah dimasukkan baik untuk pasien rawat jalan maupun
rawat inap dimana laporan merupakan laporan perbulan dan
laporan pertahun. Adapun form laporan yang digunakan pada
aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
75

Gambar 4.43 Form Laporan


Pada gambar diatas dapat dilihat pada form laporan
terdapat field:
Periode laporan dimana untuk melihat laporan petugas
harus terlebih dahulu memilih periode laporan yang akan
ditampilkan. Pada periode laporan dapat dipilih baik
laporan Perbulan atau Pertahun.
Jenis pelayanan dapat dipilih yaitu Rawat Jalan maupun
Rawat Inap.
Bulan diisi dengan angka contohnya: 7
Tahun diisi dengan tahun laporan yang akan ditampilkan
contohnya: 2015
Nama petugas diisi dengan nama petugas yang
menampilkan laporan tersebut
Dan terdapat tombol cetak yang akan menampilkan laporan
dalam bentuk tabel dan terdapat tombol grafik yang akan
menampilkan laporan dalam bentuk grafik.
4.2.5 Implementasi Perancangan Report
Berdasarakan hasil observasi dan wawancara belum terdapat laporan
yang dihasilkan dari pelaksanaan indeks di laboratorium rekam medis
STIKES Husada Borneo. Dibawah ini adalah laporan yang dihasilkan dari
aplikasi indeks yang akan dirancang.
76

1. Laporan 10 Penyakit Terbanyak


Laporan 10 penyakit terbanyak adalah laporan yang dihasilkan
dari indeks pasien, dimana laporan ini disusun berdasarkan jumlah
diagnosa utama atau penyakit yang diderita pasien. Pada laporan 10
penyakit terbanyak akan dibagi berdasarkan kategori yaitu umum, jenis
kelamin dan golongan umur. Didalam laporan 10 penyakit terbanyak
terdapat nomor urut, nama diagnosa penyakit dan jumlah perdiagnosa
penyakit. Adapun format dari laporan 10 penyakit terbanyak yang
dihasilkan dari aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.44 Laporan 10 Penyakit Terbanyak

Gambar 4.45 Grafik Laporan 10 Penyakit Terbanyak


2. Laporan 10 Tindakan Terbanyak
Laporan 10 tindakan terbanyak memiliki yang sama dengan
laporan 10 penyakit terbanyak, hanya saja pada laporan 10 penyakit
77

terbanyak disusun berdasarkan jumlah diagnosa tindakan terbanyak


yang dilakukan oleh dokter kepada pasien. Adapun format dari laporan
10 tindakan terbanyak yang dihasilkan dari aplikasi indeks dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.46 Laporan 10 Tindakan Terbanyak

Gambar 4.47 Grafik Laporan 10 Tindakan Terbanyak


3. Laporan 10 Penyebab Kematian Terbanyak
Laporan 10 penyebab kematian terbanyak adalah laporan yang
disusun berdasarkan jumlah diagnosa penyebab kematian terbanyak.
Dimana format laporan yang digunakan sama dengan format laporan
10 penyakit terbanyak dan 10 tindakan terbanyak. Adapun format dari
78

laporan 10 peyebab kematian terbanyak yang dihasilkan dari aplikasi


indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.48 Laporan 10 Penyebab Kamatian Terbanyak

Gambar 4.49 Grafik Laporan 10 Penyebab Kamatian Terbanyak


4. Laporan Pelayanan Dokter
Laporan pelayanan dokter adalah rekapitulasi data pasien yang
menerima pelayanan disarana pelayanan kesehatan berdasarkan kode
dokter ataupun nama dokter setiap bulannya. Adapaun data yang
terdapat pada laporan pelayanan dokter adalah nomor rekam medis
pasien, dianosa penyakit, diagnosa tindakan dan rujukan pasien.
Adapun format dari laporan pelayanan dokter yang dihasilkan dari
aplikasi indeks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
79

Gambar 4.50 Laporan Pelayanan Dokter


5. Rekapitulasi indeks
Pada laporan rekapitulasi indeks petugas dapat mencetak laporan
berdasarkan indeks pasien, indeks penyakit, indeks operasi/tindakan,
indeks dokter, dan indeks kematian. Adapaun format laporan
rekapitulasi indeks yang terdapat pada aplikasi indeks adalah sebagai
berikut:
a) Rekapitulasi Indeks Penyakit
Rekapitulasi indeks penyakit merupakan daftar pasien
berdasarkan diagnosa penyakit yang sama pada periode tanggal
yang diinginkan oleh petugas.

Gambar 4.51 Rekapitulasi Indeks Penyakit


b) Rekapitulasi Indeks Tindakan
Rekapitulasi indeks tindakan merupakan daftar pasien
berdasarkan operasi/tindakan yang sama pada periode tanggal
yang diinginkan oleh petugas.

Gambar 4.52 Rekapitulasi Indeks Operasi/Tindakan


80

c) Rekapitulasi Indeks Kematian


Rekapitulasi indeks kematian merupakan daftar pasien
berdasarkan diagnosa penyakit penyebab kematian yang sama
pada periode tanggal yang diinginkan oleh petugas.

Gambar 4. 53 Rekapitulasi Indeks Kematian


d) Rekapitulasi Indeks Dokter
Rekapitulasi indeks dokter merupakan daftar pasien
berdasarkan nama dokter yang sama yang melakukan pelayanan
medis kepada pasien pada periode tanggal yang diinginkan oleh
petugas.

Gambar 4.54 Rekapitulasi Indeks Dokter


e) Rekapitulasi Indeks Pasien
Rekapitulasi indeks pasien merupakan indeks pasien yang
dicetak berdasarkan nomor rekam medis pasien dimana akan
terlihat pada indeks pasien tanggal masuk dan tanggal pasien
keluar pasien.

Gambar 4.55 Rekapitulasi Indeks Pasien


43

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian perancangan aplikasi indeks di laboratorium
rekam medis adalah sebagai berikut:
a. Dari hasil kuesioner diketahui bahwa 91% mahasiswa pernah
melakukan praktek rekam medis, 81% menilai laboratorium kurang
memadai dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam melakukan
praktek, 100% mahasiswa belum pernah melakukan praktek indeks
dilaboratorium rekam medis, dan 63% mahasiswa menilai sangat
penting untuk melakukan praktek rekam medis.
b. Tabel yang digunakan pada aplikasi indeks ini adalah: tabel pengguna,
tabel indeks, tabel dokter, tabel pasien baru, tabel pasien lama, tabel
ICD IX-CM, tabel ICD X Primer dan tabel ICD X Sekunder.
c. Form yang digunakan dalam aplikasi indeks ini adalah: form login, form
master pasien baru, form pendaftaran pasien, form master dokter, form
indeks, form menu utama, form master ICD X Primer, form master ICD X
sekunder, form master ICD IX, dan form Pengguna .
d. Report yang dihasilkan dari aplikasi indeks adalah: laporan 10 penyakit
terbanyak, laporan 10 tindakan terbanyak, laporan 10 penyebab
kematian terbanyak, laporan pelayanan dokter dan rekapitulasi indeks
pasien, indeks penyakit, indeks tindakan, indek kematian dan indeks
dokter.
e. Aplikasi indeks dapat digunakan pada Microsoft Office Access versi
2010 atau versi yang terbaru.
5.2 Saran
Saran yang diberikan dari hasil penelitian perancangan aplikasi indeks
di Laboratorium rekam medis adalah:
a. Sebaiknya dilaksanakan praktek indeks di laboratorium rekam medis
secara terjadwal dan mengikuti durasi waktu perkuliahan yang telah
ditentukan
b. Pada pelaksanaan indeks di laboratorium rekam medis digunakan
komputer sehingga dalam menyajikan informasi akan menjadi lebih
cepat.
82

c. untuk pihak prodi semoga saja aplikasi ini dapat diimplementasikan


pada laboratorium rekam medis, dan dapat menjadi sarana yang
mampu membantu mahasiswa dalam mendalami ilmu rekam medis
khususnya indeks. Apabila aplikasi diimplementasikan disaranakn untuk
digunakan komputer yang memenuhi spesifikasi processor 500 MHz
atau lebih, sistem operasi Windows XP dan RAM minimal 256 MB.
d. Untuk peneliti lain diharapkan mampu mengembangkan aplikasi secara
terintegrasi sehingga laboratorium rekam medis akan memiki peralatan
praktek yang lebih muktakhir.
DAFTAR PUSTAKA

Budi, Savitri Citra (2011) Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta:
Quantum Sinergis Media.

Direktorat Jederal Bina Pelayanan Medik. (2006) Pedoman Penyelenggaran dan


Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit Revisi II. Jakarta: Departemen
Kesehatan.

Hatta, Gemala R. (2008) Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana


Pelayanan Kesehatan. Jakarta UI Press.

Huffman, Edna K. (1994) Health Information Management. Physician Record


Company. Berwyn, Illinois.

Kadir, Abdul & Triwahyuni, Terra CH. (2003) Pengenalan Teknologi Informasi.
Yogyakarta: Andi Offset.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010) Standar Laboratorium


Pendidikan Tenaga Kesehatan. Jakarta

Kementrian Kesehatan RI. (2010) Standar Laboratorium Perekam Dan Informasi


Kesehatan Pendidikan Tenaga Kesehatan. Jakarta : Kementerian
Kesehatan

Kuehn, Lynn. (2009) A Practical Approach to Analyzing Healthcare Data.


Chicago: AHIMA.

Kuerni, Ukar & Pratama,Gradiya B (2010) Seri Penuntun Praktik Microsoft


Access 2010. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Latour, M Kathleen. (2010) Health Information Management Concepts,


Principlses, and Practice Third Edition. Chicago: AHIMA
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2013) Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Aneka


Cipta.

Presiden Republik Indonesia. (2012) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012


Tentang Perguruan Tinggi.Jakarta

Prodi Perekam dan Informasi Kesehatan. (2014) Panduan Penggunaan


Laboratorium rekam medis. Banjarbaru

Rathania, Virlita Maulidya. (2015) Analisa Dan Perancangan Indeks Untuk


Kebutuhan Laporan Morbiditas Rawat Jalan Di Klinik Ambalat Sesko TNI.
DIV. Skripsi, Universitas Esa Unggul

xix
Rustiyanto, Ery. (2012) Etika Profesi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.

Shofari, Bambang. (1998) Pengelolaan Sistem Rekam Kesehatan. Gombong:


BAPELKES

Simatupang, Alam Panaturi. (2011) Perancangan Aplikasi Penentuan Tingkat


Kesehatan Bank Pengkreditan Rakyat Dengan Metode Camel. S.Kom.
Skripsi, Universitas Sumatera Utara.

Stikes Husada Borneo. (2013) Visi dan Misi Program Studi DIII Perekam dan
Informasi kesehatan. Tersedia dalam:
http://www.stikeshusadaborneo.ac.id/media.php?module=rekam [diakses
20 Mei 2015].

Sugiyono. (2011) Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan r & d. Bandung:
ALFABETA.
Suharto & Sardjono, Sigit. (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. Surabaya:
Tiga N Surabaya.

Suryana. (2010) Metodologi penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan


Kualitatif. Bandung :UPI

Tim EMS. (2014) Microsoft Access Untuk Pemula. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.

Zaini, Muhammad. (2014) Tinjauan Pelaksanaan Indeks Penyakit Pasien Rawat


Inap Di BLUD RSU Brigjend H. Hasan Basry Kandangan Tahun 2014.
Amd RMIK. KTI, STIKES Husada Borneo.

xx
LAMPIRAN 1

83
LAMPIRAN 2

84
LAMPIRAN 3

85
LAMPIRAN 4

86
LAMPIRAN 5

87
LAMPIRAN 6

88
LAMPIRAN 7

89
LAMPIRAN 8
PEDOMAN WAWANCARA
a. Penanggung jawab laboratorium
1. Apakah terdapat aplikasi indeks yang digunakan sebagai alat praktek
mahasiswa (i) di laboratorium praktek rekam medis?
2. Jika ada, indeks apa saja yang terdapat di laboratorium praktek rekam
medis?
3. Apakah ada alur dan prosedur indeks di laboratorium rekam medis?
4. Jika ada, Bagaimana alur indeks pada laboratorium praktek rekam
medis stikes husada borneo?
5. Laporan apa saja yang dihasilkan dari indeks yang digunakan di
laboratorium praktek rekam medis?
b. Dosen
1. Bagaimanakah Proses dalam belajar belajar mengajar pada Prodi DIII
Perekam dan informasi kesehatan terkait dengan Indeks?
2. Apakah pernah dilakukan praktik indeksing di laboratorium rekam
medis guna menunjang proses mengajar?
3. Indeks apa saja yang anda ajarkan kepada mahasiswa DIII Perekam
dan Informasi kesehatan?
4. Indeks apa saja yang diperlukan untuk melakukan praktek indeksing?
5. Laporan apa saja yang diharapkan dihasilkan dari indeks guna proses
belajar mengajar?

90
LAMPIRAN 9
PEDOMAN OBSERVASI

Judul : Perancangan Aplikasi Indeks Single User Pasien Rawat Inap


Berbasis Microsoft Office Access 2010 di Laboratorium Praktek
Rekam Medis Stikes Husada Borneo Banjarbaru
Tanggal : April 2015
Peneliti : Nur Savitri
Lokasi : Laboratorium Praktek Rekam Medis Stikes Husada Borneo
Banjarbaru
No Pernyataan Ya Tidak
Pengelolaan indeks menggunakan
1
aplikasi
Tedapat kurikulum perkuliahan untuk
2
mempelajari indeks
Indentitas pasien dicatat pada setiap
3
indeks
Terdapat data tanggal pasien keluar
4
dan masuk unit pelayanan kesehatan
Terdapat diagnosa penyakit pada
5
indeks pasien
Terdapat nama atau id dokter pada
6
indeks penyakit
Terdapat diagnosa tindakan pada
7
indeks tindakan
Terdapat data diagnosa penyebab
8
kematian pada indeks kematian
Terdapat sarana untuk melaksanakan
9
praktek indeks
Terdapat alur pengolahan indeks di
10
laboratorium rekam medis
Terdapat laporan dari pengelolaan
11
indeks

91
LAMPIRAN 10
KUISIONER

Judul :Perancangan aplikasi indeks single user berbasis Microsoft office


access 2010 di laboratorium Rekam Medis STIKES Husada
Borneo Banjarbaru
Data Responden
Jurusan : DIII Perekam dan Informasi Kesehaan
Semester :
Petunjuk
Beri lingkaran pada salah satu pilihan jawaban dibawah ini yang menurut anda
paling sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Pertanyaan
1. Apakah anda pernah melakukan praktek dan pengenalan laboratorium di
laboratorium rekam medis?
a. Pernah
b. Belum pernah
2. apakah menurut anda, laboraorium praktek rekam medis memadai untuk
memenuhi kebutuhan anda sebagai mahasiswa guna melakukan praktek
rekam medis?
a. Sangat memadai
b. Memadai
c. Kurang memadai
d. Tidak memadai
3. Apakah anda pernah melakukan praktek indeksing di laboraorium rekam
medis? (jika belum pernah, langsung pada pertanyaan nomor 5)
a. Pernah
b. Belum pernah
4. Bagaimana menurut anda sarana dan prasarana dalam praktek indeksing di
laboratorium rekam medis?
a. Sangat memadai
b. Memadai
c. Kurang memadai
d. Tidak memadai
92
5. Menurut anda, apakah penting praktek rekam medis di laboratorium guna
menunjang teori yang telah diberikan oleh Dosen pengajar?
a. Sangat penting
b. Penting
c. Kurang penting
d. Tidak penting

93
LAMPIRAN 11
HASIL WAWANCARA
a. Penanggung jawab laboratorium
1. Apakah terdapat aplikasi indeks yang digunakan sebagai alat praktek
mahasiswa (i) di laboratorium praktek rekam medis?
Jawab:
Di laboratorium ada terdapat indeks, akan tetapi hanya beberapa
indeks.
2. Jika ada, indeks apa saja yang terdapat di laboratorium praktek rekam
medis?
Jawab:
Indeks yang terdapat di laboratorium adalah indeks pasien yang
berbentuk kertas yang disimpan secara alfabetis, dan akan diterapkan
indeks penyakit dengan menggunakan Microsoft excel.
3. Apakah ada alur dan prosedur indeks di laboratorium rekam medis?
Jawab:
Alur indeks belum terdapat, akan tetapi terdapat SOP tentang indeks.
4. Jika ada, Bagaimana alur indeks pada laboratorium praktek rekam
medis stikes husada borneo?
Jawab:
-
5. Laporan apa saja yang dihasilkan dari indeks yang digunakan di
laboratorium praktek rekam medis?
Jawab:
Belum ada laporan yang dihasilkan dari indeks yang terdapat di
laboratorium rekam medis.
b. Dosen
1. Bagaimanakah Proses dalam belajar belajar mengajar pada Prodi DIII
Perekam dan informasi kesehatan terkait dengan Indeks?
Jawab:
Proses belajar mengajar mengenai indeks selama ini baik-baik saja,
tidak ada halangan atau kendala dalam proses mengajarnya , yang
menjadi kendala sedikit cara pencapaian mahasiswanya dan dari segi

94
memberikan materinya saja itu tidak cukup karna materi yang
didapatkan juga sedikit sulit.
2. Apakah pernah dilakukan praktik indeksing di laboratorium rekam medis
guna menunjang proses mengajar?
Jawab:
Untuk praktek indeksing sendiri itu tidak pernah dilakukan prakteknya
hanya pemberian materi saja sejauh ini dan materi pun hanya sebatas
tau saja tidak lebih mendalam
3. Indeks apa saja yang anda ajarkan kepada mahasiswa DIII Perekam
dan Informasi kesehatan?
Jawab:
Indeks pasien, indeks penyakit, indeks dokter, indeks operasi dan
indeks kematian.
4. Indeks apa saja yang diperlukan untuk melakukan praktek indeksing?
Jawab:
Indeks yang diperlukan lebih kepada indeks penyakit, indeks operasi
dan indeks kematian
5. Laporan apa saja yang diharapkan dihasilkan dari indeks guna proses
belajar mengajar?
Jawab:
Laporan yang diharapkan dari indeks guna proses belajar mengajar
yaitu indeks penyakit agar bisa mengetahui 10 penyakit terbanyak setiap
tahunnya, dan indeks kematian agar bisa mengetahui apa penyebab
kematian tertinggi setiap tahunnya.

95
LAMPIRAN 12
HASIL OBSERVASI

Judul : Perancangan Aplikasi Indeks Single User Pasien Rawat Inap


Berbasis Microsoft Office Access 2010 di Laboratorium Praktek
Rekam Medis Stikes Husada Borneo Banjarbaru
Tanggal : April 2015
Peneliti : Nur Savitri
Lokasi : Laboratorium Praktek Rekam Medis Stikes Husada Borneo
Banjarbaru
No Pernyataan Ya Tidak
Pengelolaan indeks menggunakan
1
aplikasi
Tedapat kurikulum perkuliahan untuk
2
mempelajari indeks
Indentitas pasien dicatat pada setiap
3
indeks
Terdapat data tanggal pasien keluar
4
dan masuk unit pelayanan kesehatan
Terdapat diagnosa penyakit pada
5
indeks pasien
Terdapat nama atau id dokter pada
6
indeks penyakit
Terdapat diagnosa tindakan pada
7
indeks tindakan
Terdapat data diagnosa penyebab
8
kematian pada indeks kematian
Terdapat komputer untuk
9
melaksanakan praktek indeks
Terdapat alur pengolahan indeks di
10
laboratorium rekam medis
Terdapat laporan dari pengelolaan
11
indeks

96
LAMPIRAN 13
HASIL KUISIONER
Pertanyaan
Kode 1 2 3 4
A B A B C D A B A B C D
1 1 1 1 1
2 1 1 1 1
3 1 1 1 1
4 1 1 1 1
5 1 1 1 1
6 1 1 1 1
7 1 1 1 1
8 1 1 1 1
9 1 1 1 1
10 1 1 1 1
11 1 1 1 1
12 1 1 1 1
13 1 1 1 1
14 1 1 1 1
15 1 1 1 1
16 1 1 1 1
17 1 1 1 1
18 1 1 1 1
19 1 1 1 1
20 1 1 1 1
21 1 1 1 1
22 1 1 1 1
23 1 1 1 1
24 1 1 1 1
25 1 1 1 1
26 1 1 1 1
27 1 1 1 1
28 1 1 1 1
29 1 1 1 1
30 1 1 1 1
31 1 1 1 1
32 1 1 1 1
33 1 1 1 1
34 1 1 1 1
35 1 1 1 1
36 1 1 1 1
37 1 1 1 1
38 1 1 1 1
39 1 1 1 1
40 1 1 1 1
41 1 1 1 1
42 1 1 1 1
43 1 1 1 1
44 1 1 1 1
45 1 1 1 1
46 1 1 1 1
47 1 1 1 1

97
48 1 1 1 1
49 1 1 1 1
50 1 1 1 1
51 1 1 1 1
52 1 1 1 1
53 1 1 1 1
54 1 1 1 1
55 1 1 1 1
56 1 1 1 1
57 1 1 1 1
TOTAL 52 5 1 6 46 4 0 57 36 21 0 0
(%) 9
91 2 11 81 7 - 100 63 37 - -

98
LAMPIRAN 15

99
D J
N e Mar Apr Mei Jun u
Kegiatan
o s l
1 2 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1
1 Identifikasi
masalah
atau topik
KTI
2 Pengumpul
an judul
KTI ke
sekretariat
prodi
3 Pengaraha
n tentang
pedoman
KTI
4 Pembuatan
surat studi
pendahulua
n ke bagian
akademik
5 Penyusuna
n proposal
dan
bimbingan
6 Penyeraha
n proposal
ke
sekretariat
prodi
7 Seminar
proposal
KTI
8 Perbaikan
proposal
KTI 100
9 Pembuatan
surat
penelitian
oleh bagian
akademik
1 Pengumpul
0 an data
penelitian
bersamaan
dengan
bimbingan
oleh
pembimbin
g
1 Penyeraha
1 n KTI (final)
1 Seminar
2 KTI
1 Perbaikan
3 KTI
LAMPIRAN 16
JADWAL PENELITIAN
LAMPIRAN 17

LAPORAN PENGUNAAN LABORATORIUM REKAM MEDIS

No TAHUN JUMLAH KUNJUNGAN PERSENTASE

1 2012 0 0%

2 2013 0 0%

3 2014 54 41,5%

4 2015 21 16,1%

101
PENGGUNAAN LABORATORIUM REKAM
MEDIS
50%
44%
45%
40%
35%
30%
25%
20% 16%
15%
10%
5%
0%
2012 2013 2014 2015

102
LAMPIRAN 18

RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
Nama : Nur Savitri
Tempat, Tanggal Lahir : Banjarmasin, 12 Maret 1994
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Tinggi Badan : 158 Cm
Berat Badan : 58 Kg
Alamat :Komp. Griya mulia RT 35 RW 05 kelurahan guntung
manggis
kecamatan landasan ulin kota Banjarbaru
No. Telepon : 0823-51518644
E-Mail : nursavitri63@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN
NO NAMA SEKOLAH TAHUN LULUS
1 SDN 1 Baharu Selatan Kotabaru 2006
2 SMP Negeri 1 Kotabaru 2009
3 SMK Negeri 1 Kotabaru 2012
4 STIKES Husada Borneo Banjabaru 2015

103