Anda di halaman 1dari 2

SOP PENATALAKSANAAN

PERDARAHAN POST PARTUM


No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :

Halaman : 1/3

Hj. Rusnaini, SKM


PUSKESMAS
PANINCONG 197705052005022005

1. Pengertian Perdarahan pervaginam yang melabihi 500 cc setelah plasenta lahir


Sebagai acuan penerapan langkah-langkah :
1.Agar pasien mendapat penanganan yang cepat dan tepat
2. Tujuan
2.Mencegah syok akibat perdarahan
3.Menurunkan angka kematian ibu (AKI)
1.Dilakukan pada pasien post partum (PP) yang mengalami perdarahan
3. Kebijakan
2.Dikerjakan oleh bidan dan dokter kebidanan
- Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional 2010 - 2014
- Permen PAN Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar
4. Referensi Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan
- Permendagri Nomor 32 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2013
1.Persiapan alat dan bahan:

a.RL

b.infus set

c.Abocath

d.Spoit 3 cc

e.Oxytosin inj.

f.Underpad

g.Handscooen sterl

h.Masker
5. Prosedur /
langkah - 2.Langkah-langkah:
Langkah
a.Membaca catatan medik pasien

b.Menyiapkan alat-alat dan lingkungan

c.Mencuci tangan

d.Menjelaskan prosedur dan tujuan tindakan (Informed Concent)

e.Melakukan dengan pemeriksaan KU, vital sign, dan bila ada tanda-tanda syok,
lakukan penanganan syok.

f.Pasang infus

g.Melakukan pemeriksaan kontraksi uterus

h.Menyiapkan pasien untuk dirujuk


Membaca catatan Menyiapkan alat dan lingkungan
medik pasien

Menjelaskan prosedur dan Mencuci tangan


tujuan tindakan

6. Diagram Alir
(jika
dibutuhkan)
Melakukan pemeriksaan Pasang infus

Menyiapkan pasien
Melakukan pemeriksaan
untuk dirujuk
kontraksi uterus

7. Hal Hal Yang


Perlu Pastikan alat dan bahan cukup dan memadai
Diperhatikan
8. Unit Terkait Dokter
-Partograf
9. Dokumen
Terkait -Informed consent
10. Rekaman No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
Historis
Perubahan