Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN LABORATORIUM

PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA

No Percobaan : 16

IC COUNTER

NAMA PRAKTIKAN : DICKY PUTRA PRATAMA (4314030023)

NAMA REKAN KERJA : 1. NURMIADA NISA KARIMAH (4314030012)

2. RAYHAN NIRMALA (4314030028)

KELAS/KELOMPOK :BM-3A / KELOMPOK 10

TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM : 3 Desember 2015

TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 10 Desember 2015

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

10 Desember 2015
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................................1

1. TUJUAN......................................................................................................................... 2

2. DASAR TEORI ..............................................................................................................2

3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN ....................................................................3

4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN ......................................................................4

5. PERTANYAAN DAN TUGAS .....................................................................................7

6. DATA HASIL PERCOBAAN .......................................................................................8

7. DATA HASIL SESUNGGUHNYA ..............................................................................11

8. ANALISA.......................................................................................................................12

9. KESIMPULAN ..............................................................................................................13

LAMPIRAN ........................................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................15

1
PERCOBAAN 16
IC COUNTER

1. TUJUAN
Mengaplikasikan IC Counter untuk berbagai macam modulus dengan
menggunakan input clear.
Mengaplikasikan rangkaian Programable Counter sesuai rangcangan yang telah
ditentukan.
Membuktikan tabel kebenaran masing-masing counter.

2. DASAR TEORI
a. Pencacah Biner 4-bit
IC pencacah 4-bit dapat melakukan hitungan maksimum pada modulus 16,
untuk merubah modulus sesuai dengan kebutuhan ranncangan pada IC
dilengkapi input clear, apabila diaktifkan akan memaksa output kembali ke nol.
Dengan sifat inilah IC dapat dirancang untuk melakukan hitungan sesuai
dengan modulus yang diinginkan. Gambar 2.1 menunjukkan counter modulus
10 dengan menggunakan IC 7493.

b. Presetable Ripple Counter


Pada counter jenis ini, proses perhitungannya dapat dimulai dari sembarang
bilangan (untuk up counter tidak harus mulai dari 0000 dan untuk down counter
tidak harus dari 1111). Operasi presetting-nya dinamakan parallel load, dimana

2
input-input asinkronnya diaktifkan. Biasanya counter ini menggunakan IC
74193. IC ini memiliki SR FF dengan NAND Gate
dua input (Up dan Down). Input pertama untuk perhitungan ke atas (Up),
sementara yang kedua untuk perhitungan kebawah (Down), operasinya meliputi
pengaturan kembali (reset), pemuatan parallel load, perhitungan keatas (Up
Counter) dan perhitungan kebawah (Down Counter).

Contoh Presetabble Riple Counter:


Disain Down Counter yang dapat menghitung dalam urutan 6-5-4-3-2-6-5-4-3-
2-6-5-dst.

3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN

No. Alat-alat dan komponen Jumlah

1 IC 7400 1
IC 7408 1
IC 7493 1
IC 74193 1

2 Power Supply 1

3 Function Generator 1

4 Logic Probe 1

5 Protoboard 1

6 Resistor 200 6

3
7 LED 6

8 Kabel banana to banana 4

9 Kabel kabel penghubung Secukupnya

4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN

Langkah-langkah melakukan percobaan adalah sebagai berikut :

1. Merancang rangkaian seperti gambar 4.1, memberikan tegangan 5V dan


clock, kemudian melengkapi tabel 6.1.

2. Merangkai rangkaian seperti gambar 4.2, memberikan tegangan 5V dan


clock, kemudian melengkapi tabel 6.2.

4
3. Merangkai rangkaian seperti gambar 4.3, memberikan tegangan 5V dan
clock, kemudian melengkapi tabel 6.3.

4. Merangkai rangkain seperti gambar 4.4, memberikan tegangan 5V dan


clock, kemudian melengkapi tabel 6.4.

5
5. Merangkai rangkaian seperti gambar 4.5, memberikan tegangan 5V dan
clock, kemudia melengkapi tabel 6.5.

6. Merangkailah rangkaian seperti gambar 4.6, memberikan tegangan 5V


dan clock, kemudian melengkapi tabel 6.6.

6
5. PERTANYAAN DAN TUGAS

1. Jelaskan fungsi input reset pada rangkaian 4.1


2. Jelaskan perbedaan modulus 6 dan modulus 10 dalam hal recycle-nya.
3. Amati perubahan kondisi BO dan CO pada tabel 6.4 dan tabel 6.5, kemudian
jelaskan indikasi apakah yang ditunjukkan oleh kedua output tersebut!
4. Jelaskan kejadian pada BO dan CO, kenapa hal tersebut dapat terjadi!
5. Apakah yang menyebabkan bilangan muncul seperti pada tabel 6.6!
6. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!

Jawaban

1. Reset berfungsi mengclear output agar kembali ke nol


2. Pada modulus 6 proses perhitungan dimulai dari 0 samapi 5 dan akan
mengalami recycle setalahnya yaitu ketika count ke 6. Pada modulus 10 proses
perhitungan dimulai dari 0 samapi 9 dan akan mengalami recycle setelahnya
yaitu ketika count ke 10.
3. Pada tabel 6.4 output Co aktif sejenak pada saat perhitungan ke 15 dan output
Bo selalu tidak aktif. Pada tabel 6.5 output Co selalu tidak aktif dan output Bo
aktif sejenak saat perhitungan 0. Hal ini dikarenakan terjadi recycle atau
mengembalikan perhitungan dari awal.
4. Output Co akan aktif sejenak pada rangkaian Up Counter untuk merecycle
output 15 ke 0 sedangkan output Bo akan aktif sejenak pada rangkaian Down
Counter untuk merecycle output 0 ke 15
5. Karena rangkaian ini menggunakan IC 74193, IC 7408 dan IC 7400 yang
proses perhitungannya dimulai dari sembarang bilangan. Pada percobaan ini
dimulai dari 3 dan diakhiri dengan output 12

7
6. DATA HASIL PERCOBAAN

No Percobaan : 16 Pelaksanaan Praktikum : 3 DESEMBER 2015

Judul : IC COUNTER Penyerahan Laporan : 10 DESEMBER 2015


Nama Praktikan : Dicky P Pratama
Mata Kuliah : Laboratorium Digital Nama Rekan Kerja : 1. Nurmiada N Karima
Kelas/Kelompok: BM3A/10 : 2. Rayhan Nirmala
Tahun Akademik: 2015/2015

Tabel 6.1. Counter Modulus 16 (IC 7493) Tabel 6.3. Counter Modulus 6 (IC 7493)

OUTPUT Output
Count Count
Q3 Q2 Q1 Q0 Q3 Q2 Q1 Q0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 0 0 0 1 1 0 0 0 1
2 0 0 1 0 2 0 0 1 0
3 0 0 1 1 3 0 0 1 1
4 0 1 0 0 4 0 1 0 0
5 0 1 0 1 5 0 1 0 1
6 0 1 1 0 6 0 0 0 0
7 0 1 1 1 7 0 0 0 1
8 1 0 0 0 8 0 0 1 0
9 1 0 0 1

10 1 0 1 0

11 1 0 1 1

12 1 1 0 0

13 1 1 0 1

14 1 1 1 0

15 1 1 1 1

16 0 0 0 0

8
Tabel 6.2. Counter Modulus 10 (IC 7493) Tabel 6.4. Up-Counter modulus 16 (IC 7493)

Output Input Output


Count
Q3 Q2 Q1 Q0 Up Down Q3 Q2 Q1 Q0 CO BO
0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1
1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1
2 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1
3 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1
4 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1
5 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1
6 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1
7 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1
8 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1
9 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1
10 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1

1 1 0 1 1 1 1

1 1 1 0 0 1 1

1 1 1 0 1 1 1

1 1 1 1 0 1 1

1 1 1 1 1 0 1

1 0 0 0 0 1 1

9
Tabel 6.5. Down-Counter modulus 16 (IC 74193) Tabel 6.6. Counter hitungan 3-12 (IC
7493)

Input Output Input Output


Up Down Q3 Q2 Q1 Q0 CO BO DCBA Up Down Q3 Q2 Q1 Q0 CO BO
1 1 1 1 1 1 1 0011 1 0 0 1 1 1 1
1 1 1 1 0 1 1 0011 1 0 1 0 0 1 1
1 1 1 0 1 1 1 0011 1 0 1 0 1 1 1
1 1 1 0 0 1 1 0011 1 0 1 1 0 1 1
1 1 0 1 1 1 1 0011 1 0 1 1 1 1 1
1 1 0 1 0 1 1 0011 1 1 0 0 0 1 1
1 1 0 0 1 1 1 0011 1 1 0 0 1 1 1
1 1 0 0 0 1 1 0011 1 1 0 1 0 1 1
1 0 1 1 1 1 1 0011 1 1 0 1 1 1 1
1 0 1 1 0 1 1 0011 1 1 1 0 0 1 1
1 0 1 0 1 1 1 0011 1 0 0 1 1 1 1
1 0 1 0 0 1 1 0011 1 0 1 0 0 1 1
1 0 0 1 1 1 1 0011 1 0 1 0 1 1 1
1 0 0 1 0 1 1 0011 1 0 1 1 0 1 1
1 0 0 0 1 1 1 0011 1 0 1 1 1 1 1
1 0 0 0 0 1 0 0011 1 1 0 0 0 1 1
1 1 1 1 1 1 1 0011 1 1 0 0 1 1 1

10
7. DATA HASIL SESUNGGUHNYA

11
8. ANALISA

Pada Percobaan pertama yaitu Counter Modulus 16 menggunkan IC 7493 proses


perhitungan rangkaian ini dimulai dari 0 sampai dengan 15. Terlihat pada Tabel 6.1.
Counter Modulus 16 (IC7493) ketika Count 0 output Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic
0000 , kemudian Count 1 output Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic 0001, hingga Count
15 Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic 1111, namun pada Count 16 Q3,Q2,Q1,Q0 akan
kembali ke logic 0000 hal ini karena rangkaian ini adalah modulus 16 yaitu ketika
telah mencapai count 16 maka akan di clear untuk kembali ke 0.
Pada Percobaan kedua yaitu Counter Modulus 10 menggunkan IC 7493 proses
perhitungan rangkaian ini dimulai dari 0 sampai dengan 9. Terlihat pada Tabel 6.2.
Counter Modulus 10 (IC7493) ketika Count 0 output Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic
0000 , kemudian Count 1 output Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic 0001, hingga Count 9
Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic 1001, namun pada Count 10 Q3,Q2,Q1,Q0 akan kembali
ke logic 0000 hal ini karena rangkaian ini adalah modulus 10 yaitu ketika telah
mencapai count 10 maka akan di clear untuk kembali ke 0.
Pada Percobaan ketiga yaitu Counter Modulus 6 menggunkan IC 7493 proses
perhitungan rangkaian ini dimulai dari 0 sampai dengan 5. Terlihat pada Tabel 6.3.
Counter Modulus 6 (IC7493) ketika Count 0 output Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic 0000
, kemudian Count 1 output Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic 0001, hingga Count 5
Q3,Q2,Q1,Q0 akan berlogic 0101, namun pada Count 6 Q3,Q2,Q1,Q0 akan kembali ke
logic 0000 hal ini karena rangkaian ini adalah modulus 6 yaitu ketika telah
mencapai count 6 maka akan di clear untuk kembali ke 0.
Pada percobaan keempat yaitu Up-Counter modulus 16 menggunkan IC 74193
proses perhitungan rangkaian ini dari kecil ke besar dimulai dari 0 sampai dengan 15.
Terlihat pada Tabel 6.4.Up-Counter modulus 16 (IC 74193) outputnya berurut dari 0
0000 sampai 15 1111 namun pada saat berada di 15 output Co berlogic 0 yang
berfungsi untuk mengulang kembali ke 0000.
Pada percobaan kelima yaitu Down-Counter modulus 16 menggunkan IC 74193
proses perhitungan rangkaian ini dari besar ke kecil dimulai dari 15 sampai dengan 0 .
Terlihat pada Tabel 6.5.Down-Counter modulus 16 (IC 74193) outputnya berurut dari
15 1111 sampai 0 0000 namun pada saat berada di 0 output Co berlogic 0 yang
berfungsi untuk mengulang kembali ke 0000.

12
Pada percobaan keenam yaitu Counter hitungan 3-12 menggunkan IC 74193
proses perhitungan rangkaian ini dimulai dari 3 sampai dengan 12. Terlihat pada Tabel
6.6.Counter hitungan (IC 74193) outputnya berurut dari 3 0011 sampai 12 1100
ketika output sampai pada 12 maka output akan kembali mengulang dari 3 karena
input DCBA diberikan logic 0011.

9. KESIMPULAN

1. IC counter dapat digunakan untuk berbagai macam modulus dengan mengatur


letak resetnya pada setiap output.
2. Prinsip kerja IC 7493 dan IC 74193 berbeda. IC 7493 menggunakan reset,
sedangkan IC 74193 menggunakan LOAD, CLEAR, UP, dan DOWN.
3. Pada IC 74193 adalah IC yang bisa digunakan untuk rangkaian Programable
Counter sesuai dengan rancangan yang diinginkan, hal ini bisa dilakukan dengan
cara menambahkan gerbang logika.

13
LAMPIRAN

14
DAFTAR PUSTAKA

http://elektro301oke.blogspot.com /

http://hobbyelektronik.blogspot.co.id/

15