Anda di halaman 1dari 11

HUBUNGAN KREATIFITAS DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA

MATA PELAJARAN DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT


DI SMK N 5 KENDAL TAHUN AJARAN 2016/2017

ARTIKEL

diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana


Pendidikan Program Studi PKK Konsentrasi Tata Busana

oleh

Devis Maghfiroh NIM.5401410168

PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2017
2

HALAMAN PENGESAHAN

Artikel ini telah dipertahankan dihadapan sidang ujian skripsi Jurusan

Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pada :

Hari :

Tanggal :

Panitia :

Penguji I Penguji II Penguji III/ pembimbing

Dr. Trisnani Widowati, M.Si Dra. Widowati, M.Pd Dra. Sicilia Sawitri, M.Pd
NIP. 196202271986012001 NIP. 196303161987022001 NIP. 195701201986012001

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Dra. Sri Endah Wahyuningsih, M.Pd


NIP. 19680527 1993032010
3

HUBUNGAN KREATIFITAS DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA


MATA PELAJARAN DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT
DI SMK N 5 KENDAL TAHUN AJARAN 2016/2017

Devis Maghfiroh*)1 Sicilia Sawitri*)2


Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri
Semarang Gedung E10 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50299
E-mail : devisdesainfashion@gmail.com*)1
ABSTRAK
SMK yang memiliki program keahlian Tata Busana, pada kurikulum
terdapat mata pelajaran dasar teknologi menjahit yang bertujuan untuk
mengembangkan kreativitas siswa dalam mendaur ulang limbah kain perca agar
dapat bernilai jual tinggi, menjelaskan kreativitas siswa terhadap kualitas
pengolahan limbah kain perca, dan menjelaskan adakah hubungan kreativitas
dengan hasil belajar siswa menjahit limbah kain perca dengan teknik pacthwork.
Populasi penelitian adalah siswa dari kelas X BB1 dan X BB2 dengan jumlah 45
siswa. Teknik pengambilan sampel adalah teknik simple random sampling
dengan jumlah 22 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi,
angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis korelasi. Korelasi
diperoleh hasil rxy = 0.588 dan n = 22 dengan taraf signifikansi 5% diperoleh
rtabel = 0.423. Karena rxy> r table atau 0.588 > 0.423 yang menunjukan ada
hubungan kreatifitas siswa terhadap hasil belajar siswa dan total pengaruhnya
sebesar 0.0.3458 atau 34,58% , berarti H0 ditolak, sedangkan H1 diterima. Secara
simultan berpengaruh sebesar 34,58% selebihnya 65,42% dipengaruhi oleh faktor
lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Kreativitas; Hasil Belajar.

SMK who have skills program dressmaking, in the curriculum there are
subjects of the basic technology of sewing that aims to develop students' creativity
in recycling waste patchwork in order to sell high value, describes the creativity
of students on the quality of sewage treatment patchwork, and explained there a
relationship of creativity with student learning outcomes waste sew patchwork
technique pacthwork. The study population was the students of class X X BB1 and
BB2 with 45 students. The sampling technique is simple random sampling with 22
students. Methods of data collection using observation, questionnaire and
documentation. Analysis of data using correlation analysis. Correlation of results
obtained r xy = 0588 and n = 22, with a significance level of 5% was obtained
rtabel = 0423. Because rxy> r table or 0588> 0423 that show no association
creativity of students to the learning outcomes of students and the total effect of
0.0.3458, or 34.58%, mean H0 rejected, while the H1 is accepted. Simultaneously
affect the rest of 34,58% 65.42% influenced by other factors not examined in this
study.
Keywords: Creativity; Learning outcomes.

*)1 Alumni Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik UNNES
*)2 Staff Pengajar Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik UNNES
4

PENDAHULUAN Siswa diberi arahan dalam setiap


Pendidikan SMK sangat erat proses pengerjaannya, namun pada
kaitannya dengan kreativitas yang setiap praktik tetap menghasilkan
dimiliki peserta didik, karena pada limbah kain sebagai produk
perkembangannya SMK dituntut sampingan dari proses cutting
untuk menyiapkan tenaga kerja sehingga terdapat beberapa
tingkat menengah untuk mengisi potongan-potangan kain yang tidak
kebutuhan dunia usaha dan industri dapat digunakan. Awalnya limbah
pada saat ini maupun pada masa kain yang dihasilkan hanya dibuang
yang akan datang dan menyiapkan sebagai sampah, dalam permasalahan
lulusan SMK agar menjadi ini guru berperan penting untuk
masyarakat yang produktif, inovatif pemanfaatan limbah kain agar dapat
dan kreatif. Kebutuhan masyarakat di gunkan lebih optimal dengan
akan pendidikan menengah kejuruan memasukanya pada materi
di kecamatan Sukorejo maka pengelolaan limbah pada mata
pemerintah khususnya dinas pelajaran Dasar teknologi menjahit.
pendidikan kabupaten Kendal Dasar teknologi menjahit
mendirikan SMK N 5 Kendal. merupakan salah satu mata pelajaran
Beberapa program keahlian untuk mengenalkan siswa dasar-
salah satunya program keahlian dasar menjahit dari mengenal jenis
Busana Butik (BB) memiliki 5 kelas mesin jahit, alat-alat menjahit,
terdiri dari kelas X dua kelas, kelas macam-macam tusuk, macam-
XI dua kelas, dan kelas XII satu macam teknik menjahit, hingga
kelas, dalam setiap kelas rata-rata pengolaan limbah industry tekstil.
berjumlah 25 siswa. Program Pengelolaan limbah termasuk dalam
keahlian ini bertujuan untuk kompetensi dasar mata pelajaran
menghasilkan tenaga kerja yang DsarDasar teknologi menjahit
profesioal dan kompeten dalam dimana siswa dituntut untuk
bidang Tata Busana. Siswa berperan kreatif dan inovatif, dengan
diharuskan memparaktikkan materi- tujuan agar siswa mampu
materi dari mata pelajaran tersebut. memanfaatkan limbah dengan nilai
5

jual tinggi salah satunya jenis limbah wawancra pada salah satu siswa
perca kain yang sering didapat dari kelas X BB SMK Negeri 5 Kendal.
industry garment, konveksi, penjahit Siswa merasa kurang percaya diri
rumahan, hingga limbah yang dengan kemampuannya, siswa
dihasilkan dari praktik produktif seakan membatasi akan kemampuan
siswa program keahlian Busana kreativitas diri sendiri sehinga tidak
Butik. ada keberani mengambil resiko
Mata pelajaran dasar untuk berbeda. Hal ini
teknologi menjahit dengan mempengaruhi kreativitas siswa
kompetensi dasar pengelolaan yang dapat berdampak pada produk
limbah dianggap sangat perlu karena dan kualitas yang dihaslikan kurang
siswa diharuskan berfikir kreatif dan optimal dalam mata pelaranDasar
inovati untuk memanfaatkan limbah, teknologi menjahit dengan
mendaur ulang limbah perca kain kompetensi daras pengelollan
agar dapat menjadi barang yang limbah.
bernilai jual tinggi, materi ini juga Tujuan penelitian ini adalah
dapat menumbuhkan rasa peduli Untuk mengetahui bagaimana
terhadap lingkungan dan mampu hubungan kreativitas siswa terhadap
memberi pemikiran yang cerdas kualitas hasil praktek
untuk berwirausaha atau membuat pengelolaanlimbah perca kain , perlu
produk-produk yang dapat dijual. kiranya untuk melakukan penelitian
Siswa merasa mata pelajaran mengenai hubungan kreativitas siswa
Dasar teknologi menjahit itu terhadap hasil praktek pengelolaan
menyenangkan karena menjadi awal limbah perca kain pada mata
pengelasan siswa pada dasar-dasar pelajaran Dasar teknologi
menjahit, tetapi masih bingung menjahitprogram keahlian Busana
dalam pemanfaatan bahan material Butik di SMK Negeri 5 Kendal.
yang digunakan sehingga Tercapainya tujuan penelitian yang
membutuhkan kreativitas, keuletan, telah dipaparkan diatas maka
ketelitian dan waktu yang cukup diharapkan penelitian ini memiliki
lama dalam pengerjaanya, dari manfaat sebagai berikut: (1)
6

Memberikan pengetahuan tentang (Sugiyono, 2010:107). Desain


hubungan kreativitas siswa terhadap penelitian yang digunakan dalam
hasil belajar siswa pada mata penelitian ini adalah one-group
pelajaran Dasar teknologi menjahit pretest-posttest design, yaitu dapat
di kelas X program keahlian Busana mengetahui hasil perlakuan yang
Butik SMK Negeri 5 Kendal. (2) lebih akurat dengan membandingkan
Meningkatkan rasa percaya diri keadaan sebelum diberi tes awal
siswa terhadap hasil belajar pada (pretest) ataupun setelah diberi tes
mata pelajaran Dasar teknologi akhir (posttest).
menjahitdengan kompetensi dasar Populasi dalam penelitian ini
pengelolaan limbah. (3) Memberikan adalah siswa SMK N 5 Kendal kelas
pengetahuan guru tentang sejauh X BB dengan jumlah 43 siswa yang
mana hubungan kreativitas siswa terdiri dari X BB1 sejumlah 21 dan
terhadap hasil belajar siswa pada X BB2 sejumlah 22 siswa.
mata pelajaran Dasar teknologi Variabel penelitian adalah
menjahit di kelas X program segala sesuatu yang berbentuk apa
keahlian Busana Butik SMK Negeri saja yang ditetapkan oleh peneliti
5 Kendal. untuk dipelajari hingga diperoleh
informasi tentang hal tersebut, dan
METODE PENELITIAN ditarik kesimpulannya (Sugiyono,
Berdasarkan jenis masalah 2010:60). Variabel dalam penelitian
yang diteliti dan tujuannya, ini menggunakan variabel bebas dan
penelitian ini termasuk jenis variabel terikat.
penelitian kuantitatif, sedangkan Variabel bebas merupakan
metode yang digunakan adalah variabel dalam penelitian yang
deskriptif korelasional menjadi penyebab atau
Desain penelitian eksperimen mempengaruhi objek atau variabel
adalah metode penelitian yang lain (Sugiyono, 2010:61). Variabel
digunakan untuk mencari pengaruh bebas dalam penelitian ini adalah
perlakuan tertentu terhadap yang lain kreativitas siswa yang mengikuti
dalam kondisi yang terkendali mata pelajaran Membuat Hiasan
7

Pada Busana. Indikator yang Instrumen penelitian adalah


digunakan untuk mengukur alat yang digunakan oleh peneliti
kreativitas siswa adalah kelenturan, dalam mengumpulkan data
kelancaran, orisinalitas dan elaborasi (Suharsimi Arikunto, 2006:160).
(Munandar, 2001:251). Instrumen yang digunakan untuk
Variabel terikat merupakan mengumpulkan data dalam penelitian
variabel yang menerima pengaruh ini adalah tes kreatifitas (tes tertulis)
dari suatu perlakuan (treatment) dari dimana siswa diberi soal-soal uraian
objek atau variabel lain (Sugiyono, dengan memperhatikan indikator
2010:61). Variabel terikat yang kreatifitas (kelancaran, kelenturan,
digunakan dalam penelitian ini orisinalitas, elaborasi), dan tes
adalah hasil praktek dari siswa. praktek hasil belajar dengan
Indikator hasil belajar siswa adalah memberi tugas pembuatan produk
nilai yang didapatkan dari test dan pengelolaan limbah perca kain.
penilaian produk hasil praktek siswa. Validitas instrumen adalah
Teknik pengumpulan data suatu ukuran yang menunjukkan
merupakan langkah yang paling tingkat kevalidan atau kesahihan
utama dalam penelitian, karena suatu instrumen. Suatu instrumen
tujuan utama dari penelitian adalah dikatakan valid jika mampu
mendapatkan data mengukur apa yang diinginkan dan
(sugiyono,2013:308). Teknik dapat diungkapkan data dari variabel
pengumpulan data dapat dilakukan yang diteliti secara tepat (Suharsimi
dengan berbagai macam teknik Arikunto, 2010 :211). Penelitian ini
dengan memperhatikan dari berbagai menggunakan validitas judgment
aturan-aturan dan sumber yang dapat yang dilakukan oleh ahli untuk
langsung memberikan data. mengetahui ke-valid-an penelitian
Pengumpulan data dalam penelitian yang dilakukan. Berdasarkan dari
ini menggunakan beberapa teknik, judgment yang telah dilakukan oleh
antara lain tes kreativitas, tes hasil 2 ahli penelitian ini masih ada
belajar, observasi dan dokumentasi. beberapa instrumen yang tidak valid
sehingga instrumen yang tidak valid
8

dihapus. Suatu instrumen dikatakan normalitas data. Apabila sebaran data


reliabel apabila instrumen tersebut normal maka dapat dilanjutkan
dapat memberi hasil yang tepat, dengan uji signifikansi dengan
artinya apabila instrumen tersebut korelasi product moment untuk
digunakan pada sejumlah objek yang menguji hipotesis dan selanjutnya
sama pada lain waktu maka hasilnya setelah diketahui kebenaran
relatif sama. hipotesis.
Penghitungan uji realibilitas
ini, peneliti menggunakan bantuan HASIL DAN PEMBAHASAN
dari program komputer Microsoft Hasil kreatifitas siswa dalam
Excel 2010. Surapranata (2009:114) pengelolaan limbah perca kain
menyatakan bahwa butir soal dengan teknik pacthwork yang
dikatakan reliabel jika mempunyai terdiri dari indikator kelancaran,
nilai kriteria lebih besar daripada Keluwesan, Orisinalitas dan
0.40. Hasil perhitungan uji Elaborasi. Hasil kreatifitas siswa
realibilitas soal (lihat lampiran) dan dalam pengelolaan limbah perca
diperoleh hasil r hitung 0.748. kain dengan teknik pacthwork Pada
Teknik analisis data dalam Busana di SMK Negeri 5
penelitian ini berbentuk kuantitatif Kendaldapat dilihat pada tabel 1.1.
yang dilakukan dengan berikut ini:
menggunakan uji statistik. Statistik Tabel 1.1.
Rangkuman Nilai kreatifitas siswa
parametrik membutuhkan banyak
dalam Pengelolaan Limbah Perca
sekali asumsi yang harus terpenuhi, Kain
No Keterangan Nilai kreatifitas
salah satunya adalah harus
1 Nilai Tertinggi 90.00
memenuhi persyaratan yaitu data 2 Nilai Terendah 47.50
harus berdistribusi normal (uji 3 Rata-rata 73.86
4 Standar Deviasi 12.386
normalitas). Data setiap variabel
Hasil observasi Hasil belajar
yang akan dianalisis memiliki
pada aspek afektif pada mata
distribusi normal, oleh sebab itu
pelajaran Dasar teknologi menjahitdi
sebelum hipotesis diuji, terlebih
dahulu dilakukan pengujian
9

SMK Negeri 5 Kendal dapat dilihat Rangkuman Nilai Hasil Belajar


Siswa Pengelolaan Limbah Perca
pada tabel 1.2. berikut ini.
Kain
(Aspek Psikomotorik)
Keterangan Aspek Psikomotorik
Nilai Tertinggi 73.75
Tabel 1.2. Nilai Terendah 87.50
Rangkuman Nilai belajar Siswa Rata-rata 81.02
Pengelolaan Limbah Perca Kain Standar Deviasi 4.094
(Aspek Afektif) Hubungan antara kedua
No Keterangan Aspek Afektif
1 Nilai Tertinggi 93.75 variabel dapat dinyatakan dengan
2 Nilai Terendah 70.83 hasil analisis korelasi. Dari hasil ini
3 Rata-rata 83.52
4 Standar Deviasi 6.362 digunakan untuk memprediksi
Hasil observasi aspek adanya hubungan kreatifitassiswa
kognitif pada mata pelajaran Dasar Variabel rxy R2 rtabel Ket.
Teknologi Menjahitdi SMK Negeri 5 Hubungan

Kendaldapat dilihat pada tabel 1.3. kreatifitas 34.58%


Ada
berikut ini: siswa
0,588 0,423 hubungan
Tabel 1.3. terhadap
signifikan
Rangkuman Nilai belajar Siswa hasil belajar
Pengelolaan Limbah Perca Kain
(Aspek Kognitif) siswa
No Keterangan Aspek Afektif terhadap hasil belajar siswa pada
1 Nilai Tertinggi 90.00 mata pelajaran Dasar Teknologi
2 Nilai Terendah 75.00 Menjahitdi kelas X program keahlian
3 Rata-rata 83.50 Busana Butik di SMK Negeri 5
4 Standar Deviasi 4.405
Kendal. Hasil analisis korelasi

Hasil observasi hasil seperti pada lampiran menunjukkan

belajar pada aspek pikomotorik pada bahwa hasil sebagai berikut:

mata pelajaran Dasar Teknologi Tabel 4.13.


Hasil Koefisien Korelasi dan
Menjahitdi SMK Negeri 5 Kendal Koefisien Determinasi
dapat dilihat pada tabel 1.4. berikut Hasil tersebut

ini. dikonsultasikan dengan rtabeldengan n

Tabel 1.4. = 22 dengan taraf signifikansi 5%


diperoleh rtabel = 0.423. Karena rxy>
10

r table atau 0.588 > 0.423 maka hasil rxy= 0.588. Hasil tersebut
hipotesis yang menyatakan ada dikonsultasikan dengan tabel r
hubungan kreatifitas siswa terhadap table dengan n = 22dari taraf
hasil belajar siswa pada mata signifikansi 5% diperoleh r table =
pelajaran Dasar Teknologi 0.423. Karena r xy> r tableatau 0.588
Menjahitdi kelas X program keahlian >0.423 . (2) Hasil penelitian
Busana Butik di SMK Negeri 5 diperoleh besar sumbangan efektif
Kendal diterima. kreativitas siswa dengan hasil belajar
Hasil analisis regresi siswa pada mata pelajaran Dasar
diperoleh besarnya koefisien teknologi menjahit di SMK Negeri 5
determinasi (R2) sebesar 0.0.3458 Kendalsebesarsebesar 34.58%,
dan koefisien korelasi 0,588. sedangkan sisanya 65.42%
Besarnya koefisien determinasi dipengaruhi oleh faktor lain.
tersebut menunjukkan bahwa Saran penulis pada
pengaruh kreatifitas siswa terhadap penelitian ini antara lain, Bagi
hasil belajar siswa pada mata siswa : siswa perlu meningkatkan
pelajaran Dasar Teknologi krativitas dalam pemanfaatan limbah
Menjahitdi kelas X program keahlian kain dan mempersiapkan diri dalam
Busana Butik di SMK Negeri 5 memasuki dunia kerja dengan
Kendal sebesar 34.58%, sedangkan meningkatkan ketrampilan dan
sisanya 65.42% dipengaruhi oleh kreativitas menjahit sehingga para
faktor lain. siswa memiliki kemampuan yang
baik untuk memasuki dunia kerja.
SIMPULAN DAN SARAN Untuk penelitian lebih lanjut
Simpulan yang dapat diambil diharapkan menganaliisis selain
dari hasil penelitian ini adalah kreativitas yang berhubungan dengan
sebagai berikut : hasil belajar siswa, misalnya
(1). Ada hubungan kreativitas dengan motivasi, sarana prasarana dan lain-
hasil belajar siswa pada mata lain sehingga akan diperoleh hasil
pelajaran Dasarteknologimenjahitdi yang lebih valid lagi.
SMK Negeri 5 Kendal, diperoleh
11

DAFTAR PUSTAKA Realibilitas dan


Interpretasi Hasil Tes.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Bandung: PT Remaja
Penelitian Suatu Rosdakarya
Pendekatan Praktik. Jakarta
: PT. Rineka Cipta.

Munandar, S.C. Utami dan Freeman,


Joan. 2001. Cerdas dan
cemerlan, kiat menemukan
dan mengembangkan bakat
anak 0-5 tahun. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.

Munandar, S.C. Utami. 2012.


Pengembangan Kreativitas
Anak Berbakat.Jakarta :
Rineka Cipta.

Sugiyono. 2010. Penelitian


Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian


Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung : Alfabeta.

Sumarna, Surapranata. 2004.


Analisis, Validitas,