Anda di halaman 1dari 24

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul PELEDAKAN PADA TAMBANG
TERBUKA.
Makalah ini berisikan tentang informasi Sejarah Bahan Peledak atau yang lebih
khususnya membahas penerapan Bahan-Bahan Peledakan.Harapan saya semoga
makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Peledakan adalah merupakan kegiatan pemecahan suatu material (batuan) dengan


menggunakan bahan peledak atau proses terjadinya ledakan. Suatu operasi
peledakan batuan akan mencapai hasil optimal apabila perlengkapan dan peralatan
yang dipakai sesuai dengan metode peledakan yang di terapkan .
Dalam membicarakan perlengkapan dan peralatan peledakan perlu hendak nya
terlebih dahulu dibedakan pengertian antara kedua hal tersebut.peralatan peledakan
(Blasting equipment) adalah alat-alat yang dapat digunakan berulang kali,
misalnya blasting machine, crimper dan sebagainya. Sedangkan perlengkapan
peledakan hanya dipergunakan dalam satu kali proses peledakan atau tidak bisa
digunakan berulang kali. Untuk setiap metode peledakan, perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan berbeda-beda. Oleh karena itu agar tidak terjadi
kerancuan dalam pengertian, maka dibuat sistematika berdasarkan tiap-tiap metode
peledakan dalam arti bahwa perlengkapan dan peralatan akan dikelompokan
berdasarkan metodenya.
Pekerjaan peledakan adalah pekerjaan yang penuh bahaya.Oleh karena
itu, harus dilakukan dengan penuh perhitungan dan hati hati agar tidak terjadi
kegagalan atau bahkan kecelakaan. Untuk itu operator yang melakukan pekerjaan
peledakan harus mengerti benar tentang cara kerja, sifat dan fungsi dari peralatan
yang digunakan. Karena persiapan peledakan yang kurang baik akan menghasilkan
bisa menyebabkan hasil yang tidak sempurna serta mengandung resiko bahaya
terhadap keselamatan pekerja maupun peralatan. Dalam hal ini pemilihan metode
peledakan, pemilihan serta penggunaan peralatan dan perlengkapan juga
berpengaruh terhadap hasil yang dicapai.
1.2 PENGERTIAN BAHAN PELEDAK

Yang dimaksud dengan bahan peledak adalah : Zat yang berbentuk padat, cair, gas
ataupun campurannya yang apabila terkena suatu aksi, berupa panas, benturan,
tekanan, hentakan atau gesekan akan berupa secara fisik maupun kimiawi menjadi zat
lain yang lebih stabil. Perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang singkat
disertai dengan tekanan yang sangat tinggi.Pada bahan peledak industri perubahan
secara kimiawi sebagian besar (hampir seluruhnya) berbentuk gas.

1.2 RUMUSAN MASALAH

SEJARAH BAHAN PELEDAK

Bahan peledak telah dikenal manusia sejak abad ke 13 oleh bangsa Cina jaman dinasti
Sung,terutama sebagai mesiu atau serbuk hitam, yang dikenal dengan nama black
powder. RogerBacon (1242) telah menulis formula dari black powder. Berthold
Schwarz (1300) juga menulis tentang black powder sebagai senjata api. Tiga abad
kemudian Kasper Weindl (1627), untuk pertama kalinya black powder digunakan pada
operasi penambangan di Hungaria. Amerika ( 1675) membangun pabriknya di
Massachusetts. Selanjutnya Inggris (1689) menggunakan bahan ini untuk
penambangan timah. Begitu juga dengan Switzeland (1696) menggunakannya untuk
konstruksi jalan.Sedangkan di Amerika (1705) digunakan untuk penambangan
tembaga..Perang dunia I (1917) menghabiskan sebanyak kurang lebih 115.000 ton
black powder,akhirnya pada tahun 1940 pemakaian black powder berkurang dan
banyak pabrik tutup,selanjutnya bahan ini jarang digunakan dalam dunia
pertambangan dan diganti bahan peledak lain yang lebih aman dan ekonomis,
sementara untuk keperluan militer masih dipakai sebagai mesiu (proyektil peluru).
Bahan peledak black powder terindikasi oleh pihak penyidik kepolisian sebagai
bahan peledak lemah (low explosive) yang digunakan oleh pelaku terror bom untuk
mengeksekusi hotel JW.Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu.Apapun jenis
dan bentuk bahan peledaknya yang jelas sifat utama bahan peledak adalah tetap
berbahaya bagi keselamatan orang-orang yang berada disekitarnya dan efeknya dapat
merusak dan membunuh, apabila ditangani oleh orang-orang yang mempunyai niat
untuk suatu kejahatan.

SIFAT UMUM BAHAN PELEDAK

a) KEKUATAN/STRENGTH
b) BERAT JENIS/DENSITY
c) KEPEKAAN/SENSITIVITY
d) CEPAT RAMBAT/VELOCITY OF DETONATION
e) SIFAT GAS BERACUN/FUMES CHARACTER
f) DAYA TAHAN TERHADAP AIR/WATER RESISTANCE
g) KEBOLEHAN/PERMISSIBILITY
h) STABILITAS KIMIA/CHEMICAL STABILITY
i) KEMASAN/PACKAGING

a) KEKUATAN/STRENGTH
Adalah jumlah energi yang dilepaskan saat peledakan
Cara pengukuran kekuatan :
1. Weight Strength, berdasarkan berat jenis bahan peledak
2. Volume Strength, berdasarkan volume bahan peledak
b) BERAT JENIS/DENSITY
Adalah berat per satuan volume.
Density bisa dinyatakan dalam 3 (tiga) cara:
1. Berat per unit volume
2. Loading density (berat bahan peledak per unit panjang kolom isian, lb/ft)
3. Cartidge count, banyaknya cartridge atau batang bahan peledak dengan ukuran 1
x 8 in dalam peti seberat 22,5 kg

c) KEPEKAAN/SENSITIVITY
Adalah ukuran mudah atau tidaknya suatu reaksi peledakkan dari bahan peledak akan
terjadi/mulai dan relatif mudah atau tidaknya reaksi peledakkan dirambatkan ke
seluruh muatan
Macam-macam sensitivity /kepekaan:
1. Sensitivity to shock / Kepekaan terhadap benturan
2. Sensitivity to friction / kepekaan terhadap gesekan
3.Sensitivity to heat / Kepekaan terhadap panas
4.Sensitivity to initiation / Kepekaan terhadap ledakan pendahuluan
5. Sensitivity to cap / Kepekaan terhadap gelombang ledakan lain yang jaraknya
berjauhan.

d) CEPAT RAMBAT/VELOCITY OF DETONATION


Adalah kecepatan perambatan dari bahan peledak.
Kecepatan perambatan peledakan dapat diukur dengan mempergunakan alat micro
timer secara langsung dan dapat juga dengan cara tidak langsung, yaitu dengan
menggunakan sepotong sumbu ledak yang telah diketahui kecepatannya (metode ini
dikenal sebagai metode dauctriche)

e) SIFAT GAS BERACUN/FUMES CHARACTERISTIC


Adalah sifat bahan peledak yang menggambarkan banyak sedikitnya gas beracun yang
terjadi sesudah peledakan, seperti CO (Carbon Monoksida), NOx (Nitrogen Oksida).
Fumes terbentuk apabila campuran bahan peledak tidak balance atau karena bahan
peledaknya telah rusak.Fumes sangat membahayakan untuk pekerjaan di bawah tanah
(underground mining).

f) DAYA TAHAN TERHADAP AIR/WATER RESISTANCE


Adalah kemampuan dari suatu bahan peledak untuk menahahan perembesan air.
Ketahanan air suatu bahan peledak dinyatakan dalam jumlah jam lamanya suatu bahan
peledak dicelupkan dalam air dan masih dapat diledakkan dengan baik.

g) KEBOLEHAN/PERMISSIBILITY
Adalah sifat bahan peledak yang menggambarkan dapat tidaknya bahan peledak
tersebut dipakai untuk peledakan dalam tambang batubara, dimana pada umumnya
banyak terdapat gas CH4 (gas methane) dan debu-debu batubara yang mudah
terbakar.

h) STABILITAS KIMIA/CHEMICAL STABILITY


Adalah ukuran kestabilan bahan peledak dalam penyimpanan/ hadling. Makin stabil
bahan peledak berarti tidak mudah mengurai, akibatnya makin aman.Pengukuran
stabilitas kimia adalah dengan mencatat waktu yang diperlukan sebelum suatu bahan
peledak mengurai pada suhu standard (80oC).

i) KEMASAN/PACKAGING
Adalah pembungkusan bahan peledak (pembungkusan dodolnya, bukan kotaknya)
juga harus dianggap sebagai bagian dari bahan peledak dan diperhitungkan dalam
campuran. Jenis pembungkus ini juga mempengaruhi terhadap gas-gas yang
dihasilkan dalam peledakan.
BAB II
PEMBAHASAN

1.3 KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK


Klasifikasi bahan peledak menurut Mike Smith (1988) yaitu :
1) Bahan peledak kuat contohnya TNT, Dinamite, Gelatine
2) Agen Peledakan contohnya ANFO, Slurries, Emulsi, Hybrid ANFO, Slurry mixtures
3) Bahan peledak khusus contohnya Seismik, Trimming, Permisible, shaped Charges,
Binary, LOX, Liquid.
4) Pengganti bahan peledak contohnya Compressed air/gas, Expansion agents,
mechanical methods, waterjets, jet piercing
Berdasarkan kelasnya bahan peledak dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan Pemakaiannya
Bahan peledak militer, umumnya dipakai dalam operasi militer misal untuk
peperangan, demolation, melukai, membunuh, (bom napalm, granat dsb.)
Bahan peledak sipil/komersial yaitu bahan peledak dalam pemakaian
industri pertambangan, konstruksi dll.

2. Berdasarkan Kecepatan rambatnya


High Explosive (high action explosive) Detonation
Low Explosive (slow action explosive) Deflagration
High explosive mempunyai karakteristik dengan :
- Kecepatan peledakan (vod) yang tinggi > 4000 m/s
- Tekanan impact tinggi, density tinggi dan sensitive thd cap
- High compressibility sampai dengan 100 kbar.
Low Explosive atau Blasting agent, umumnya berupa campuran antara fuel dengan
oxidizer system, dimana tak satupun dapat diklasifikasikan sebagai bahan peledak, ciri
khasnya yaitu:
- Perubahan kimia dibawah kecepatan suara (<4000m/s)
- Low compressibility (<3500 bar)

3. Berdasarkan Komposisinya
a. Bahan peledak senyawa tunggal, yaitu bahan peledak yang terdiri dari satu
senyawa misal, PETN (Penta Erythritol Tetra Nitrat), TNT (Tri Nitro Toluena).
b. Bahan peledak Campuran, yaitu bahan peledak yang terdiri dari berbagai senyawa
tunggal seperti: Dynamit (Booster) Black powder, ANFO (Ammonium Nitrate
Fuel Oil).

4. Berdasarkan Kepekaannya
Dibagi menjadi dua macam yaitu:
- Initiating explosive, yaitu bahan peledak yang mudah meledak karena adanya api,
panas benturan , gesekan dsb misal: bahan-bahan isian detonator (PbN6,
Hg(ONC)2
- Non Initiating explosive, yaitu bahan peledak yang sukar meledak yang akan
meledak setelah terjadi peledakan sebelumnya misal: ANFO, Dynamit dsb.

1.4 KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK BERDASARKAN DAYA LEDAK


High explosive adalah bahan peledak berkekuatan tinggi. High explosive adalah
peledak berbahan kimia yang memiliki laju reaksi yang sangat tinggi serta
menciptakan tekanan pembakaran yang sangat tinggi, tidak seperti bahan peledak
rendah yang memiliki tingkat reaksi yang jauh lebih rendah. Bahan peledak tinggi
lebih dikategorikan sebagai bahan peledak primer dan sekunder tinggi.Primer tinggi
bahan peledak sangat sensitif, dapat diledakkan dengan mudah dan biasanya
digunakan hanya pada detonator listrik.Sekunder-tinggi bahan peledak kurang sensitif,
memerlukan kejutan gelombang energi tinggi untuk mencapai ledakan.
Bahan peledak low explosive adalah bahan peledak berdaya ledak rendah yang
mempunyai kecepatan detonasi (velocity of detonation) antara 400-800 meter per
detik. Bandingkan dengan bahan peledak high explosive yang mempunyai kecepatan
detonasi antara 1.000-8.500 meter per detik. Bahan peledak low explosive ini sering
disebut propelan (pendorong). Sebab, jenis bahan peledak tersebut banyak digunakan
sebagai propelan peluru dan roket. Jenis bahan peledak low explosive yang dikenal
adalah black powder (gun powder) dan smokeless powder. Bagi sebagian masyarakat
Indonesia, black powder tersebut banyak digunakan sebagai pembuat petasan di
kalangan masyarakat Pasuruan dan sekitarnya. Bahan peledak ini digunakan sebagai
bahan pembuatan mercon banting serta bom ikan. Black powder adalah jenis bahan
peledak tertua, yang ditemukan oleh bangsa China pada abad ke-9, sebagai bahan
pembuatan petasan dan kembang api. Black powder saat ini banyak digunakan sebagai
propelan peluru dan roket, roket signal, petasan, sumbu ledak, dan sumbu ledak
tunggu.

Kekuatan (strength) bahan peledak


Kekuatan bahan peledak berkaitan dengan energi yang mampu dihasilkan oleh suatu
bahan peledak.Pada hakekatnya kekuatan suatu bahan peledak tergantung pada
campuran kimiawi yang mampu menghasilkan energi panas ketika terjadi inisiasi.
Terdapat dua jenis sebutan kekuatan bahan peledak komersial yang selalu
dicantumkan pada spesifikasi bahan peledak oleh pabrik pembuatnya, yaitu kekuatan
absolut dan relatif. Berikut ini diuraikan tentang kekuatan bahan peledak dan cara
perhitungannya.
(1) Kekuatan berat absolut (absolute weight strength atau AWS)Energi panas
maksimum bahan peledak teoritis didasarkan pada campuran kimawinyaEnergi
per unit berat bahan peledak dalam joules/gram
AWSANFO adalah 373 kj/gr dengan campuran 94% ammonium nitrat dan 6%
solar
(2) Kekuatan berat relatif (relative weight strength atau RWS)
Adalah kekuatan bahan peledak (dalam berat) dibanding dengan ANFO
RWSHANDAK
(3) Kekuatan volume absolut (absolute bulk strength atau ABS) Energi per unit
volume, dinyatakan dalam joules/cc
ABSHANDAK = AWSHANDAK x densitas
ABSANFO = 373 kj/gr x 0,85 gr/cc = 317 kj/cc
(4) Kekuatan volume relatif (relative bulk strength atau RBS) Adalah kekuatan suatu
bahan peledak curah (bulk) dibanding ANFO RBSHANDAK

3.2 KLASIFIKASI BAHAN PELEDAK BERDASARKAN PENGGUNAANYA


Berdasarkan kegunaannya, dibedakan menjadi 5 golongan, yaitu:
a. Bahan peledak Blasting, yaitu bahan peledak yang digunakan untuk
pertambangan
b. Bahan peledak Catridge, digunakan sebagai pembentuk metal projectile yang
berkemampuan tembus atau potong
c. Bahan peledak Propellant, digunakan sebagai pembentuk gas pendorong
dalam peluru senjata atau motor roket
d. Bahan peledak Fuse, bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembentuk
panas, gas, warna dan sebagainya
e. Bahan peledak Pyrotechnic, bahan peledak yang digunakan sebagai pemula
suatu rangkaian proses peledakan
Berdasarkan lingkungan penggunaan
a. Bahan peledak militer
b. Bahan peledak komersial

4. KEGUNAAN BAHAN PELEDAK


Aplikasi Bahan Peledak
Penggunaan utama bahan peledak telah dalam peperangan.Bahan peledak tinggi telah
digunakan dalam bom, kerang peledak, torpedo, rudal dan hulu ledak. Bahan peledak
Non detonating, misalnya, mesiu dan bubuk tanpa asap, telah digunakan secara luas
sebagai propelan untuk peluru dan artileri. Penggunaan damai yang paling penting dari
bahan peledak detonator adalah memecah batu di bidang pertambangan.Sebuah lubang
yang dibor di batu dan diisi dengan salah satu dari berbagai bahan peledak tinggi,
bahan peledak tinggi kemudian diledakkan, baik elektrik atau dengan kabel ledak
tinggi khusus.Bahan peledak khusus, yang disebut bahan peledak diperbolehkan, harus
digunakan di tambang batubara. Ini bahan peledak menghasilkan api kecil atau tidak
ada dan meledak pada suhu rendah untuk mencegah ledakan sekunder gas tambang
(lihat lembab ) dan debu. Satu ledakan penting yang digunakan dalam pertambangan,
yang disebut ANFO, adalah campuran amonium nitrat dan bahan bakar
minyak.Penggunaannya telah merevolusi aspek-aspek tertentu dari tambang terbuka-
pit dan bawah tanah karena biaya rendah dan relatif aman.

Yang Banyak Penggunaan Bahan Peledak

Banyak orang tahu bahwa bahan peledak yang digunakan dalam Pertambangan,
Pembongkaran Bangunan, kembang api dan bahkan Konstruksi. Banyak akan terkejut
untuk mengetahui tentang beberapa kegunaan yang tidak biasa dari bahan peledak.
Tahukah Anda bahwa bahan peledak yang digunakan untuk mengukir Gunung
Rushmore?Bahan peledak juga digunakan untuk mengendalikan Salju longsor dan
digunakan di pedalaman untuk Pemeliharaan Trail. Bahan Peledak bahkan digunakan
dalam Kedokteran untuk memecah-batu ginjal! Di Amerika Serikat, bahan peledak
terutama digunakan dalam Pertambangan, Penggalian dan Konstruksi seperti yang
ditunjukkan di bawah ini:

Nationwide ledakan penggunaan:


Coal Mining 67%
Non-logam tambang dan pertambangan 14%
Penambangan logam 10%
Konstruksi 7% dan
Miscellaneous 3%

4.1 KEGUNAAN BAHAN PELEDAK UNTUK EXSPLORASI


Eksplorasi: penyelidikan lebih rinci dari penemuan dan penyelidikan umum atas
endapan suatu bahan galian. Eksplorasi meliputi kegiatan mengetahui ukuran, bentuk,
letak, jumlah cadangan dan mutu endapan bahan galian.Kegiatan eksplorasi meliputi
penilaian geofisika, pemboran inti penggalian sumuran dan atau pembuatan parit-parit
uji dan dapat pula meliputi pengambilan conto dalam jumlah besar (conto
meruah).Eksplorasi umumnya dilaksanakan bertahap menurut pertimbangan hasil
sebelumnya.Eksplorasi hanya dapat dilaksanakan atas dasar izin K.P. ekslorasi.
Eksplorasi akhir: penyelidikan rinci atas daerah endapan batubara atau endapan
bahan galian lainnya, sesuai hasil penyelidikan tahap sebelumnya. Eksplorasi akhir
biasanya memakan biaya yang sangat tinggi untuk pemboran, percontoan, pemetaan,
penggalian parit percontoan dan sebagainya.

seperti pada pemboran inti, kedalaman perolehan data cukup dangkal, disamping
pembuatannya dilakukan dengan tenaga manusia dengan peralatan sederhana. Antara
lain sekop, linggis, gancu, pacul dan ember. Pembuatan sumur uji dilaksanakan
terutam pada batuan yang l

1.5 KEGUNAANBAHAN PELEDAK UNTUK EXSPLOITASI

Commercial Explosives Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam terutama hasil
tambang, telah menjadikan negeri ini bak magnit begi para pelaku Industri
Pertambangan Dunia.Kekayaan kandungan bumi Indonesia tidak ternilai harganya dan
telah diakui masyarakat international.Sehingga tidak mengherankan kalau eksplorasi
hasil pertambangan Indonesia justru banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan
International maupun joint.
Bahan peledak (explosive matterial) sebagai bahan baku proses eksplorasi hasil
tambang menjadi komponen primer dalam seluruh proses eksplorasi. Dimana dengan
kekayaan dan melimpahnya hasil tambang, usaha penyediaan bahan peledak maupun
usaha-usaha lain terkait dengannya sangatlah relevan dan begitu menjanjikan.Untuk
mendapatkan data geologi lebih lanjut dalam usaha untuk mengetahui jumlah
cadangan/ ketebalan perlapisan dan kualitas mutu bahan galian, maka diperlukan
usaha pemboran inti, dan sumur uji (test pit).
Tujuan utama pemboran inti adalah untuk mendapatkan contoh bahan galian secara
vertikal yang berada di bawah permukaan tanah, disamping itu mengetahui
ketebalannya.Teknik meletakan titik lokasi pemboran inti ini agar didapatkan
kedalaman yang maksimal dilakukan dengan bantuan peta geologi dan peta
topografi.Oleh sebab itu apabila di daerah tersebut belum atau tidak didapatkan peta
topografi dengan skala yang memadai, maka perlu dibuat peta topografinya terlebih
dahulu.Sedangkan alat untuk melakukan pemboran inti adalah Alat Bor Auger yang
dioperasikan dengan manual (oleh tenaga manusia) dan Alat bor inti, yang
dioperasikan dengan mesin.
Sedangkan pembuatan sumur uji bertujuan untuk mendapatkan vasriasi data bahan
galian secara vertikal yang berada di bawah permukaan. Tidak
Umumnya, bahan galian industri terdapat di dekat permukaan tetapi juga ada yang
terdapat dan terkumpul di bawah permukaan tanah yang relatif agak dalam. Selain itu
bahan galian tersebut ada yang keras.Ada yang lunak bahkan setengah kompak.Karena
terdesak keperluan bahkan ada galian yang berada di bawah air. Atas dasar cara
kerjanya, bahan galian industri biasanya ditambang dengan cara: digali, disemprot
dengan pompa bertekanan tinggi, dan disedot dengan pompa hisap.
Berdasarkan tempat kegiatan pertambangan, maka eksploitasi juga dilakukan dengan
cara Tambang Terbuka, Tambang Bawah Tanah, dan juga Peledakan. Tambang
terbuka, semua kegiatan penambangan dilakukan di permukaan bumi.Pada kegiatan
penambangan ini khususnya untuk bahan galian industri disebut sebagai
kuari.Berdasarkan atas produk yang dihasilkan, letak dan bentuknya dibagi menjadi
kuari tipe sisi bukit, dan kuari tipe lubang galian.
Sedangkan tambang bawah tanah, dikenal dengan lubang tikus (atau geophering),
yang diterapkan untuk endapan bahan galian industri atau urat bijih dengan bentuk dan
ukuran tidak teratur serta tersebar tidak merata.Arah penambangan biasanya mengikuti
arah bentuk endapan atau urat bijih yang ditambang. Beberapa contoh penambangan
sistem lubang tikus antara lain terdapat pada tambang posphat di daerah Ciamis Jawa
Barat.
Dalam melaksanakan tambang terbuka dengan tahapan kerja yang dilakukan adalah:
pengupasan tanah penutup (atau land clearing). Bagian tanah penutup yang subur
setelah dikupas, dipindahkan ke tempat penimbunan.
Kegunaan bahan peledak untuk eksplorasi yakni untuk dapat dilakukannya proses
pemecahan suatu material (batuan) dengan menggunakan bahan peledak atau operasi
peledakan batuan akan kegiatan pencarian dalam rangka penyelidikan dan penjajahan
wilayah atau daerah yang diperkirakan mengandung mineral, cadangan bahan
tambang atau berbagai hal yang menjadi target, dari mulai lapisan tanah luar
(overburden) sampai lapisan tanah dalam dan nantinya menjadi daerah prospek atau
wilayah yang memiliki cadangan yg memungkinkan dilakukan proses ekspoitasi

5. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN BAHAN PELEDAK


Peralatan peledakan adalah perangkat pembantu peledakan yang nantinya dapat
dipakai berulang kali dan Perlengkapan peledakan adalah bahanbahan yang
membantu peledakan yang habis dipakai.
Pada pekerjaan tambang, tujuan penggunaan bahan peledak terutama untuk
membongkar batuan/ bahan galian dari batuan induknya. Secara garis besar jenis
bahan peledak dibedakan menjadi: Bahan peledak mekanis, bahan peledak kimia, dan
bahan peledak nuklir. Itulah sekilas aktivitas "sederhana" dari industri keruk.Untuk
melakukannya, pengusaha biasanya menanam investasi besar dan tidak main-
main.Mereka bukan hanya mengorbankan uang, melainkan juga merusak "keaslian
alam" yang menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa. EB

1.6 PERALATAN PELEDAKAN

Peralatan peledakan adalah perangkat pembantu peledakan yang nantinya dapat


dipakai berulang kali. Peralatan peledakan dapat dikelompokan menjadi :
1. Peralatan yang langsung berhubungan dengan teknik peledakan
2. Peralatan pendukung peledakan
Peralatan yang berhubungan langsung dengan peledakan adalah ;
- Alat Pemicu ledak
- Pada peledakan listrik ( Blasting Machine)
- Pada peledakan nonel (shot gun / short fire)
- Alat Bantu ledak listrik
- Blasting Ohmmeter (BOM)
Pengukur kebocoran arus listrik
- Multimeter peledakan
- Pengukur kekuatan blasting machine
- Pelacak kilat (lightning detector)
Alat Bantu peledakan lain
- Kabel listrik utama (lead wire) atau sumbu nonel utama (lead in line)
- Cramper (penjepit sambungan sumbu api dengan detonator biasa )
- Meteran (50 ml) dan tongkat bambu ( 7 m) diberi skala Alat pencampur dan
pengisi

Peralatan pendukung peledakan antara lain :


a. Alat pendukung utama, berhubungan dengan aspek keselamatan dan
keamanan kerja, serta lingkungan, misalnya alat mengangkut dan alat
pengaman
b. Alat pendukung tambahan terfokus pada penelitian peledakan yang tidak
selalu dipakai pada peledakan rutin, misalnya alat pengukur kecepatan
detonasi, pengukur getaran dan pengukur kebisingan

1.6 PERLENGKAPAN PELEDAKAN


Perlengkapan peledakan adalah bahanbahan yang membantu peledakan yang habis
dipakai yaitu :
1. Detonator
2. Sumbu peledakan
1. Detonator adalah alat pemicu awal yang menimbulkan inisiasi dalam bentuk
letupan (ledakan kecil) sebagai bentuk aksi yang memberikan efek kejut terhadap
bahan peledak peka detonator atau primer. Terdapat dua jenis muatan bahan
peledak dalam detonator yang masing-masing fungsinya berbeda, yaitu:
a. Isian utama (primary charge) berupa bahan peledak kuat yang
peka (sensitive), fungsinya untuk menerima efek panas dengan sangat cepat
dan meledak sehingga menimbulkan gelombang kejut.
b. Isian dasar (base charge) disebut juga isian sekunder adalah bahan peledak
kuat dengan VoD tinggi, fungsinya adalah menerima gelombang kejut dan
meledak dengan kekuatan besarnya tergantung pada berat isian dasar tersebut.
Kekuatan ledak (strength) detonator ditentukan oleh jumlah isian dasarnya.
Jenis-jenis detonator :
1. Detonator biasa (plain detonator)
2. Detonator listrik (electric detonator)
3. Detonator nonel (nonel detonator)
4. Detonator elektronik (electronic detonator)
2. Sumbu Peledakan Yang dimaksud dengan sumbu peledakan disini adalah sumbu
api dan sumbu ledak. Sumbu api adalah sumbu yang disambung ke detonator biasa
pada peledakan dengan menggunakan detonator biasa. Dapat dikatakan bahwa
sumbu api merupakan pasangan detonator biasa, karena detonator biasa tidak dapat
digunakan tanpa sumbu. Fungsi sumbu api adalah untuk merambatkan api dengan
kecepatan tetap pada detonator biasa. Sedangkan sumbu ledak adalah sumbu yng
pada bagian intinya terdapat bahan peledak PETN.Fungsi sumbu ledak adalah
untuk merangkai suatu sistem peledakan tanpa menggunakan detonator didalam
lubang ledak. Sumbu ledak mempunyai sifat tidak sensitive terhadap gesekan,
benturan, arus liar, dan listrik statis.

7. CARA MELAKUKAN PELEDAKAN DI TAMBANG TERBUKA


Cara melakukan peledakan
1. Peledakan bias (refraction shooting) merupakan Peledakan di dalam lubang atau
sumur dangkal untuk menimbulkan getaran guna penyelidikan geofisika cara
seismik bias.
2. Peledakan bongkah (block holing) merupakan Peledakan sekunder untuk
pengecilan ukuran bongkah batuan dengan cara membuat lobang tembak
berdiameter kecil dan diisi sedikit bahan peledak
3. Peledakan di udara (air shooting) merupakan Cara menimbulkan energi seismik di
permukaan bumi dengan meledakkan bahan peledak di udara
4. Peledakan lepas gilir (off-shift blasting) merupakan Peledakan yang dilakukan di
luar jam gilir kerja
5. Peledakan lubang dalam (deep hole blasting) merupakan Cara peledakan jenjang
kuari atau tambang terbuka dengan menggunakan lubang tembak yang dalam
disesuaikan dengan tinggi jenjang
6. Peledakan parit (ditch blasting) merupakan Proses peledakan dalam pembuatan
parit
7. Peledakan teredam (cushion blasting)merupakan Cara peledakan dengan membuat
rongga udara antara bahan peledak dan sumbat ledak atau membuat lubang tembak
yang lebih besar dari diameter dodol sehingga menghasilkan getaran yang relatif
lembut

1.7 TAHAP PERSIAPAN


Setelah mempelajari pengertian dan klasifikasi bahan peledak kita memasuki tahapan
persiapanpeledakan.Dalam pekerjaan peledakan perlu diperhatikan faktor faktor
efisiensi hasil produksi,keselamatan kerja dan lingkungan sekitar areal
peledakan.untuk itu tahapan dalam persiapan peledakan merupakan aspek penting
yang perlu difahami dan dipatuhi, yaitu :
a. Pengamanan lapangan/areal kerja dan sekitarnya selama persiapan dan
peledakannya.
b. Persiapan peralatan peledakan, antara lain Blasting Mechine, Blasting Ohmmeter,
Shotgun, Crimper, Tongkat Pendek/Panjang, lead wire, ANFO loader, Lighter.
c. Persiapan perlengkapan peledakan, antara lain sumbu api/sumbu ledak, detonator
biasa/listrik dan NONEL
d. Mempersiapkan Primer ( priming )
e. Pengisian lubang ledak ( Loading )
f. Penyambungan rangkaian ( circuit )
g. Pemilihan dan penyiapan tempat/posisi pemegang blasting mechine.
h. Pemeriksaan pasca peledakan dan pengamanan lokasi peledakan.
6.2 TAHAP PELAKSANAAN
Tahap Pelaksanaan Peledakan

Setelah semua persiapan peledakan dikerjakan, mulai dari pembuatan primer,


pengisian bahan peledak, sampai penutupan kolom isian bahan peledak dan
penyambungan rangkaian maka peledakan dapat dilakukan.

1. Pemeriksaan Setelah Peledakan


Pemeriksaan setelah peledakan dilakukan setelah 15 menit atau setelah asap dari hasil
peledakan hilang. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh juru ledak dengan tujuan
untuk mengetahui apakah dijumpai peledakan yang gagal (misfire), jika semua telah
meledak dengan baik dan kawasan peledakan aman dari runtuhan batuan, maka akan
diberi aba-aba lagi bahwa peledakan telah berakhir dan operasi penambangan dapat
dilanjutkan kembali.

2 Volume Peledakan
Volume peledakan batu andesit keseluruhan dapat dihitung dengan menggunakan
rumus :
V = B1 x S x n x H x Sin

Dimana :
V = Volume batuan yang diledakkan, (m3)
B1 = Burden semu (m) ; S = Spacing (m)
L = Tinggi Jenjang (m) atau (H-J) x Sin
N = Jumlah Lubang Ledak ; = Kemiringan Lubang Ledak.

Pemakaian Bahan Peledak


Bahan peledak yang dipakai perusahaan saat ini adalah ANFO dari PT. Dahana,
Tasikmalaya. Dengan perbandingan 94,5% berat AN (Amonium Nitrat) berbentuk
butiran dan 5,5% FO (Foil Oil). Sebagai primer digunakan powergel magnum 3151
dengan kekuatan 80% berbentuk dodol dengan ukuran berat 1 batang adalah 0,154 kg.
Pemakaian bahan peledak untuk setiap kali peedakan adalah tidak sama, tergantung
dari jumlah lubang ledak yang diledakkan.
Pola Penyalaan

Pola penyalaan yang diterapkan dilapangan CV. Gunung Batujajar saat ini adalah
peledakan secara 5 atau 6 lubang ledak dalam satu row hingga lubang tembak yang
diinginkan.Hal ini sangat berpengaruh sekali dengan keadaan lingkungan, dimana
lokasi peledakan tidak berapa jauh dari pemukiman penduduk dan diakibatkan getaran
terlalu tinggi apabila peledakan 7 lubang ledak keatas sekaligus.Dimana rumah
penduduk berada di antara radius 350 meter.
Letak Primer

Primer adalah suatu bahan peledak yang menerima penyalaan dari detonator atau
sumbu ledak.Hasil peledakan ini selanjutnya disalurkan kebahan peledak.
Dalampeledakan yang diterapkan di lapangan, primer ditempatkan pada bagian bawah
( bottom primming).
Primer harus ditempatkan pada titik yang paling terkurung dan ditempatkan pada
lapisan batuad yang lebih keras. Letak primer ini akan menentukan bagian jenjang
yang akan ditekan dan dipindahkan. Dimana primer ini berfungsi untuk menerima
penggalak dari detonator.

Pembongkaran dan Pemuatan Hasil Peledakan

Hasil dari peledakan berupa bongkahan-bongkahan yang masih bertumpuk di tempat


atau lokasi peledakan akan dibongkar/gali oleh Backhoe dan selanjutnya akan di
muatkan ke alat angkut. Untuk memenuhi target produksi, pekerjaan pemuatan batu
andesit di lokasi penambangan untuk di angkut ketempat penyimpanan sementara
(Stock Yard) digunakan Hydrolic Excavator atau (Backhoe) CAT 322.

Pengangkutan Material Hasil Peledakan


Pada proses pengangkutan hasil peledakan dari lokasi penambangan sampai
ke Crushing Plant digunakan alat angkut berupa Dump Truck dengan kapasitas
18.000 Kg/unit (10,7 M3). Sistem pengangkutan akan menggunakan sistem pulang
pergi melalui satu jalan, setelah penumpahan muatan ditempat pengolahan alat angkut
akan kembali pada jalan yang sama.

1.8 PEKERJAAN SETELAH PELEDAKAN


Sesudah peledakan, maka yang harus dilakukan adalah :
- Tidak memperkenankan seorang pun memasuki tempat yang sudah diledakkan
dalam jangka waktu 30 menit
- Setelah melampaui batas waktu tersebut maka juru ledak harus terlebih dahulu
memeriksa dan membuktikan bahwa daerah tersebut sudah bebas dari pengaruh
gas-gas yang berbahaya, misfire dan batu-batu menggantung dari hasil peledakan,
sebelum mengijinkan pekerja lain memasuki tempat kerja tersebut.
- Pada lubang ledak yang misfire harus diberi tanda dengan menutup lubang ledak
tersebut dengan sumbat/ tongkat kayu yang dapat dilihat dengan jelas dan tidak
dibenarkan mengorek keluar material stemming lubang ledak tersebut.
- Usaha untuk menangani lubang ledak yang misfire diusahakan mengeluarkan
stemming dengan alat kompressor udara telanan tunggi atau memakai air, setelah
keluar sebagian besar stemmingnya maka dipasang primer baru kemudian
diledakkan. Semua usaha ini harus dibawah pengawasan terus-menerus dari ahli
berdasarkan intruksi tertulis dari Kepala Teknik Tambang.

1.9KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, DAN LINGKUNGAN


HIDUP (K3LH) DALAM PELEDAKAN.

Keselamatan Kerja

suatu usaha untuk mengurangi dan menghindari kecelakaan kerja atau cara untuk
melaksanakan pekerjaan yang terhindar dari kecelakaan. Memberikan suasana kerja
atau lingkungan yang aman sehingga dicapai hasil kerja yang menguntungkan dan
bebas dari segala bahaya, baik terhadap manusia, mesin alat, material ataupun metode
kerja pada saat dilakukannya operasi penambangan.Tujuan dari keselamatan kerja
adalah untuk mengadakan pencegahan agarkaryawan dalam melaksanakan pekerjaan
tidak mendapat kecelakaan dan juga tidak terjadi kerusakan alat-alat yang
digunakan.Bahan peledak adalah campuran senyawa kimia yang dapat bereaksi
dengan kecepatan tinggi.Gas dan panas yang dihasilkan dari reaksi ini dapat
menyebabkan tekanan yang sangat tinggi pula.Bahan peledak merupakan suatu sarana
yang efektif sebagai alat penghancur bongkahan batuanpada industri
penambangan.Adapun bahan peledak yang umum digunakan pada penghancuran
batuankeras yaitu ANFO Ammonium Nitrate-Fuel Oil Bahan peledak ANFO
Ammonium Nitrate-Fuel Oil merupakan bahan peledak yang tergolongmemiliki
kecepatan perambatan yang reaksinya sangat tinggi High Explosive. Sehingga
dalamoperasi peledakan batuan yang keras diperlukan penanganan yang khusus
mengenai bahan peledak tersebut, diantaranya hal yang perlu diperhatikan yaitu
penyimpanan bahan peledak, pengangkutanbahan peledak, dan operasi peledakan.Kata
Kunci : Bahan Peledak, Detonator.

7.2 Kecelakaan Kerja


Kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesengajaan) dan tidak diharapkan
karena mengakbatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang
mengalaminya .
Sabotase atau kriminal merupakan tindaka diluar lingkup kecelakaan yang sebenarnya

7.3 Lingkungan Hidup


lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang
memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak
langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik.Jika
kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak
ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis
tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di
sekitarnya.Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung
sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.industri pertambangan
dalam banyak kasus memiliki posisi dominan dalam pembangunan sosio-ekonomi
negara maju dan berkembang. Sektor industri ini berdampak sangat signifikan dalam
arti positif maupun negatif.Tanpa menafikan dampak positifnya, dampak negatif
dalam ranah sosial, lingkungan.Kegiatan penambangan apabila dilakukan di kawasan
hutan dapat merusak ekosistem hutan.Apabila tidak dikelola dengan baik,
penambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan secara keseluruhan dalam
bentuk pencemaran air, tanah dan udara. Pencemaran lingkungan adalah suatu
keadaan yang terjadi karena perubahan kondisi tata lingkungan (tanah, udara dan air)
yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan manusia, hewan dan
tumbuhan) yang disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing (seperti sampah,
limbah industri, minyak, logam berbahaya, dsb.) sebagai akibat perbuatan manusia,
sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula.
BAB III

PENUTUP

2.1 KESIMPULAN

Bahan peledak adalah Zat yang berbentuk padat, cair, gas ataupun campurannya yang
apabila terkena suatu aksi, berupa panas, benturan, tekanan, hentakan atau gesekan
akan berupa secara fisik maupun kimiawi menjadi zat lain yang lebih stabil.
Memberikan suasana kerja atau lingkungan yang aman sehingga dicapai hasil kerja
yang menguntungkan dan bebas dari segala bahaya, baik terhadap manusia, mesin
alat, material ataupun metode kerja pada saat dilakukannya operasi
penambangan.bilamana peledakan itu dilakukan maka keselamatan dan lingkungan
pun perlu di perhatikan sebagai bagian utama dari melakukan suatu peledakan.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/93327671/PELEDAK
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CC0
QFjAA&url=http%3A%2F%2F180.245.203.132%2Fpower_point%2FPENGETAHU
AN%2520DASAR%2520BAHAN%2520PELEDAK%25201.ppt&ei=3ROvUPaPHoe
rrAecoYD4Dw&usg=AFQjCNFYJFN4JBbSKY7XNvF1Yvofb8_QMw
http://www.miningsite.info/bahan-peledak
http://tambangunsri.blogspot.com/2011/05/peledakan-tambang.html
http://tambangunsri.blogspot.com/2011/08/blasting.html
http://akubernapas.blogspot.com/2009/06/bahan-explosive.html
http://suyitno01.wordpress.com/pertambangan/peledakan-blasting/pengetahuan-dasar-
bahan-peledak-komersil/
http://kasmui.blog.com/archives/213/
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.explosives
.org/index.php/component/banners/click/10
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.infoplease.
com/encyclopedia/science/explosive-applications-explosives.html
http://www.anekatambang.net/berita-tambang/istilah-populer-dunia-
pertambangan.html
http://www.miningsite.info/bahan-peledak
http://www.scribd.com/doc/42119480/MAKALAH-TEKNIK-PELEDAKAN
http://www.scribd.com/doc/95553765/PENANGANAN-BAHAN-PELEDAK
http://geotambang.blogspot.com/
http://selvifoni.blogspot.com/2012/05/metoda-penambangan.html
http://migasnet05niko8045.blogspot.com/2010/01/bagaimana-eksplorasi-dan-
eksploitasi.html