Anda di halaman 1dari 10

TUGAS WHOLE OF GOVERNMENT

Oleh:
Harry Wiristian (4)
Anggina Primanita (6)
Gina Dania Pratami (12)
Yuliana Saleh (14)
Kurnia Rimadhanti Ningtyas (17)
Nurhidayah (20)

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN


BADAN PENEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III ANGKATAN I
KEMENRISTEKDIKTI
TAHUN 2017

0
1. Evolusi administrasi publik melalui pendekatan Whole of Government yang
telah diterapkan di Indonesia apakah sudah berjalan sesuai dengan prinsip
kolaborasi dan prinsip satu tujuan. Jelaskan pendapat saudara dan berikan
contohnya!

Belum. Evolusi administrasi publik telah dicanangkan dan dilaksanakan, tetapi


masih ada sekat-sekat sectoral yang menghalangi terjadinya kolaborasi antar
badan pemerintah. Walaupun sudah ada usaha untuk melakukan itu. Prinsip satu
tujuan juga belum tercapai dengan baik Karena adanya perbedaan orientasi
sektor dalam pembangunan dan kepentingan sektoral menjadi prioritas utama
dari suatu lembaga pemerintahan dibandingkan tujuan Bersama/nasional.

Contoh: pelaksanaan program BPJS.


BPJS merupakan evolusi dari program pemerintah sebelumnya, yaitu ASKES.
Program ini merupakan joint venture dari beberapa sektor, yaitu kesehatan,
keuangan, dan sosial. Program BPJS dibangun dengan tujuan untuk
menyediakan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tetapi,
pada praktiknya, ada sektor-sektor yang tidak dapat memprioritaskan
kepentingan nasional di atas kepentingan sektornya. Contohnya, dokter di rumah
sakit tidak mau melayani pasien BPJS Karena konsepsi bahwa dia akan dibayar
lebih rendah. Belum ada usaha penyamaan persepsi mengenai mutu layanan dari
pemerintah.

2. Jelaskan tatntangan utama dalam penerapan Whole of Government di Indonesia


secara umum dan secara khusus pada lembaga/organisasi tempat anda bekerja.

a. Kapasitas SDM dan institusi


Sumber daya manusia merupakan ujung tombak dari pelayanan publik.
Penempatan sumber daya manusia yang kurang sesuai dengan bidang ilmu akan
berdampak pada rendahnya pemahaman aparatur terhadap tugas dan fungsinya
dalam melayani masyarakat. Saat ini, kapasitas sumber daya manusia yang ada
di instansi pemerintahan masih belum memadai.

1
b. Nilai dan Budaya organisasi
1. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kependidikan di lingkungan kampus
belum seluruhnya ditunjang oleh sistem manajemen (ISO) dengan proses
kerja yang efektif. Hal ini berdampak pada lamanya waktu pelayanan
administrasi bagi civitas akademika.
2. Belum tercapainya visi institusi perguruan tinggi.
3. Inisiatif merupakan upaya instansi secara sendiri-sendiri; dengan demikian
sejumlah faktor seperti standardisasi, keamanan informasi,otentikasi, dan
berbagai aplikasi dasar yang memungkinkan interoperabilitas antar situs
secara andal, aman, dan terpercaya kurang mendapatkan perhatian
4. Kesenjangan kemampuan masyarakat untuk mengakses jaringan internet.

Belum ada komitmen dari kalangan rektorat untuk melaksanakan e-learning


dalam memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa. Jadi, meskipun sudah
tersedia dana dan aparat yang kompeten dalam bidang teknologi informasi, e-
learning tidak akan terlaksana karena fasilitas tidak memadai.

c. Kepemimpinan
Ketidaksesuaian latar belakang pendidikan, keahlian dan kompetensi seorang
pemimpin dengan instansi yang dipimpinnya. Contohnya, Dinas pendidikan
seharusnya dipimpin oleh seorang yang memiliki latar belakang pendidikan
yang sesuai dengan bidangnya yaitu di bidang pendidikan. Di suatu daerah di
Indonesia, masih ada kepala dinas pendidikan yang dijabat oleh seseorang yang

2
berasal dari lulusan Pertanian. bayangkan saja, jika terjadi suatu masalah,
pemimpin tersebut tidak dapat menyelesaikan dan memberikan solusi sesuai
dengan bidangnya.

Tantangan dalam penerapan WoG di lingkungan kampus secara khusus


a. Kapasitas SDM yang tidak memadai dan tidak sesuai dengan kompetensi
bidang ilmu.
Pada umumnya di beberapa kampus masih terjadi ketidaksesuaian rasio antara
jumlah dosen dan mahasiswa. Dimana beberapa institusi menambah jumlah
mahasiswa baru tetapi tidak sebanding dengan penambahan jumlah dosen,
dikarenakan tidak dibukanya lowongan dosen atau tenaga kependidikan.
Sehingga dosen tidak dapat melayani mahasiswa secara optimal. Hal mini
berakibat pada pensiun dosen senior secara bersamaan dan terjadi kekosongan
dosen.

b. Budaya organisasi
Terjadinya pelayanan terhadap mahasiswa yang tidak efektif dan efisien.
Sehingga membutuhkan waktu yang lama pada pelayanan publik.
Masih adanya faktor hubungan kekerabatan dan kedekatan pada pelayanan yang
dilakukan dosen dan tenaga kependidikan terhadap mahasiswa.

3. Menurut pendapat saudara, sejauh mana efektivitas implementasi Whole of


Government di Indonesia, Jelaskan dan contohnya dalam beberapa sector
(Pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan sebagainya).

Pelayanan publik pada dasarnya merupakan sebuah kajian yang komprehensif.


Apabila dikaitkan dengan efektivitas implementasinya dapat dikatikan bahwa
bagaimana pelayanan publik menunjukkan adanya ketercapaian hasil, berdaya
guna dan adanya kesesuaian dari orang yang menjalankan suatu tugas dengan
sasaran yang dituju. Sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan merupakan sektor
kebutuhan dasar yang harus terpenuhi untuk kesejahteraan hidup manusia.
Berangkat dari hal tersebut kami menyepakati bahwa efektivitas implementasi
WoG harus memenuhi aspek-aspek berikut :

3
a. Akurasi
b. Kemudahan akses
c. Kelengkapan sarana dan prasana yang ujungnya akan bermuara pada
kenyamanan
d. Tanggung jawab, dan
e. Keamanan

Kelima hal diatas akan berpengaruh pada image (positif/negatif) masyarakat


yang merupakan cerminan dari efektivitas WoG yang diberikan. Image yang
ditunjukkan masyarakat pada bidang kesehatan,pendidikan, dan lingkungan
telah cukup baik akan tetapi masih terdapat banyak kelemahan yang harus
diperbaiki.

Contoh bidang kesehatan :


Adanya kartu BPJS yang merupakan kebijakan yang dilaksanakan pemerintah
sebagai jaminan kesehatan dari negara kepada masyarakat Indonesia. Adanya
kartu BPJS ini telah memenuhi syarat akurasi yaitu dapat digunakan berbagai
lapisan masyarakat. Akan tetapi bertolak belakang dengan kemudahan akses,
kelengkapan sarana prasarana, tanggung jawab dan keamanan karena dapat kita
lihat pada fakta-fakta berikut :
a. BPJS kesehatan menganut pola rujukan berjenjang sehingga tidak bisa bebas
memeriksakan diri dirumah sakit atau fasilitas kesehatan yang diinginkan
(kemudahan akses).
b. Sebagian pasien memerlukan layanan tambahan yang tidak dapat disediakan
oleh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS misalnya laboratorium.
Sementara biaya yang dikeluarkan untuk layanan tersebut sangat tinggi yang
sebenarnya layanan tersebut sudah termasuk dalam layanan BPJS
(kelengkapan sarana prasarana, tanggung jawab dan keamanan).
c. Penarikan biaya terhadap pasien BPJS jika meminta fasilitas kesehatan lebih
tinggi. Padahal sesuai dengan amanat UUD 1945 tidak boleh ada perbedaan
hak antar warga negara (tanggung jawab dan keamanan).

4
d. Pemeriksaan pasien terkadang bersifat parsial terhadap pasien penderita lebih
dari satu penyakit diminta memilih salah satu penanganan dan untuk penyakit
lainnya diminta datang berobat kembali (tanggung jawab dan keamanan).

Contoh bidang pendidikan :


Program pemerintah melalui penerapan standar pelayanan minimal pendidikan
sudah sangat baik, mencakup program yang komprehensif dan berdaya guna.
Akan tetapi dalam implementasi efektivitas pelayanan yang dilakukan masih
terdapat kelemahan-kelemahan sebagai berikut :
a. Pemerataan fasilitas pendidikan di setiap daerah yang masih timpang dengan
perbedaan kualitas yang cukup jauh antara daerah satu dengan daerah lainnya.
Sebagai contoh hanya terdapat 10% SMP yang memiliki laboratorium sains
(kemudahan akses, kelengkapan sarana dan prasarana)
b. Terdapat sekolah dengan kualitas sangat baik tetapi biayanya mahal
(tanggung jawab,
c. Kurangnya pengawasan dari pengawas sekolah yang dibuktikan dengan
kunjungan pengawas yang hanya 23% untuk SD dan 20% untuk SMP
(tanggung jawab dan keamanan).
d. Jumlah peserta didik pada setiap sekolah masih lebih dari 32 siswa/kelas.
Semakin banyak jumlah peserta didik dalam suatu kelas akan dapat
menurunkan kualias dari pembelajaran yang dilakukan (akurasi, kemudahan
akses, dan tanggung jawab).

Dari kedua contoh tadi dapat dikatakan bahwa image negatif yang ada pada
masyarakat terhadap pelayanan publik pada dasarnya dapat diidentifikasi dan
diperbaiki dengan lebih cepat apabila terdapat mekanisme untuk layanan
pengaduan dari masyarakat sehingga timbal balik yang diberikan masyarakat
selaku penerima layanan terhadap efektivitas layanan dapat dioptimalkan.

4. Untuk membangun Whole of Governement di Indonesia salah satunya


diperlukan inovasi-inovasi. Mengapa demikian? Coba anda jelaskan dan
berikan contoh inovasi apa saja yang telah diterapkan di Indonesia dan buat

5
rencana inovasi terbaru dari kelompok anda disesuaikan dengna keahlian dan
keperluan dari organiasi/lembaga masing-masing tempat anda bekerja

Inovasi diperlukan dalam membangun Whole of Governement di Indonesia


karena dengan inovasi dapat memeperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan
kepada seluruh civitas akademika (dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan)
Contoh inovasi di Indonesia
No Jenis Deskripsi Contoh Aplikasi
Hubungan
1 Pemerintah Layanan e-government dimana Samsat memberikan
Rakyat pemerintah menerapkan pelayanan pembuatan
(P-R) pelayanan berbasis IT yang dan perpanjangan
bertujuan untuk meningkatkan SIM dan STNK secara
akses rakyat (masyarakat) online
terhadap pemerintah melalui Pendataran siswa dan
kanal-kanal akses yang mahasiswa baru secara
beragam untuk pemenuhan online
berbagai kebutuhan layanan Aplikasi e-KTP
publik

2 Pemerintah Pelayanan pemerintah kepada Pengumuman informasi


Bisnis (PB) sektor bisnis berbasis IT untuk lelang
mempermudah dan pengadaan barang dan
meningkatkan interaksi antara jasa
pemerintah dan dunia bisnis online (e-
announcement)
Pengadaan barang dan
jasa
secara online (e-
procurement)
Pembayaran pajak
secara
online (e-tax)

6
No Jenis Deskripsi Contoh Aplikasi
Hubungan
Sistem pendaftaran
wajib
pajak online (e-
registration)
Sistem Surat
Pemberitahuan
Pajak (SPT) online (e-
filling)
3 Pemerintah Hubungan kerjasama bilateral Aplikasi keimigrasian
Pemerintah atau multilateral secara online antar negara
(P-P) Aplikasi Interpol
Aplikasi Riset dan
pendidikan

4 Pemerintah Pelayanan e-government untuk Aplikasi BPJS


ASN (P-A) tunjangan kesejahteraan,
asuransi atau kesehatan

Contoh rencana inovasi terbaru di lingkungan kampus


1. Aplikasi multi fungsi (Kartu Digital Universitas Kardus) yang dapat
digunakan sebagai password wifi, email, daftar hadir, e-learning, siakad
online, kartu perpustakaan, kartu parkir, kartu kesehatan/poliklinik, kartu
potongan harga di tempat tertentu (tempat makan dan toko buku) yang
memiliki kerjasama dengan instansi.

Teknologi Single Sign On (sering disingkat menjadi SSO) adalah teknologi


yang mengizinkan pengguna jaringan agar dapat mengakses sumber daya dalam
jaringan hanya dengan menggunakan satu akun pengguna saja. aplikasi yang
digunakan oleh komputer adalah berasal dari banyak vendor, dan pengguna
dimintai untuk mengisi informasi dirinya ke dalam setiap platform yang berbeda

7
tersebut yang hendak diakses oleh pengguna). Dengan menggunakan SSO,
seorang pengguna hanya cukup melakukan proses autentikasi sekali saja untuk
mendapatkan izin akses terhadap semua layanan yang terdapat di dalam jaringan.
Selain mendatangkan manfaat, SSO juga dapat mendatangkan bencana. Dari
cara pandang seperti ini, beberapa pengamat memperkirakan bahwa penggunaan
SSO dapat menghemat biaya untuk memelihara password yang rumit yang dapat
mencapai ratusan dolar setiap pengguna tiap tahun. Tetapi, implementasi SSO
dalam sebuah jaringan yang heterogen adalah rumit, sehingga banyak
administrator jaringan kurang begitu giat dalam mengimplementasikannya.

5. Beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pemerintahan


publik adalah produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan
akuntabilitas. Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-masing indikator tsb.

Produktivitas produktivitas mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas


pelayanan.
Contoh indikator : produktivitas dapat dilihat dari persentase pencapaian target
pelayanan yang telah ditentukan, dan waktu yang digunakan untuk pencapaian
tersebut.
Kualitas Layanan meruapkan parameter untuk menilai kinerja organisasi publik
Salah satu indikator untuk melihat kualitas layanan dari suatu lembaga adalah
dengan melihat citra lembaga, dengan melakukan pengukuran kepuasan
masyarakat, seperti hasil survey indeks kepuasan masyarakat.

Responsivitas kemampuan birokrasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat,


menyusun agenda, dan prioritas pelayanan, serta mengembangkan program-
program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Contoh Indikator : jumlah keluhan pengguna layanan yang masuk dalam satu
periode.

Responsibiltas pelaksanaan kegiatan birokrasi publik apakah sudah sesuai


dengan prinsip administrasi yang benar dengan kebijakan birokrasi.

8
Contoh indikator : pelaksanaan prosedur yang sesuai dengan SOP yang sudah
ditetapkan oleh instansi.

Akuntabilitas kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh suatu


lembaga. Sebagai indikator, akuntabilitas melihat seberapa besar kebijakan dan
kegiatan birokrasi publik konsisten dengan kehendak publik.
Contoh indikator : laporan pertanggungjawaban keuangan tahunan.

Anda mungkin juga menyukai