Anda di halaman 1dari 15

DINAS PENDAPATAN DAERAH

KABUPATEN DELI SERDANG


J l . J e nde r al Sudi r ma n - L ubu k P a ka m 2 0 5 1 4
T e l p / F ax : ( 0 6 1 ) 79 5 5 7 8 8

KERANGKA ACUAN KERJA

PENGADAAN MESIN GENERATOR


LISTRIK AUTOMATIC SILENT

TAHUN ANGGARAN 2015


BAB VI
KERANGKA ACUAN KERIA

I. Latar Belakang
Dengan akan kembali dioperasikannya beberapa stasiun pemberhentian KRL dan penggantian
beberapa perangkat eksisting, maka diperlukan perangkat supply daya listrik baru berupa
generator listrik (genset) untuk menjaga kesinambungan ketersediaan (availability) supply daya
perangkat pada perangkat ticketing dan kelistrikan di stasiun tersebut.
Dikarenakan lokasi yang tersebar dan tidak memungkinkan untuk selalu dijaga oleh
operator/teknisi maka perangkat backup tenaga listrik harus dilengkapi dengan perangkat
otomatis yang dapat mengatur perpindahan antar supply daya utama ke supply cadangan
dan sebaliknya.
Perangkat juga harus dilengkapi dengan indikator-indikator dan remote monitoring untuk
ketersediaan bahan bakar, besaran daya tersupply dan status teknis genset lainnya, untuk
memudahkan perawatan dan menjaga ketersediaan fungsi perangkat.

II. RuangLingkupPekerjaan

1. Pengadaan dan instalasi unit genset dengan kapasitas minimum 12 KVA -3 phasa,
sebanyak 8 Unit, pada shelter/ruangan yang sudah ditentukan di 8 lokasi stasiun : Maja,
Tigaraksa, Daru, Tenjo, Cilejit, Taman Kota, Tanah tinggi dan Grogol
2. Pengadaan dan instalasi Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Main
Failures (AMF) , sebanyak 8 Paket untuk setiap genset yang diadakan, dilengkapi
fasilitas remote monitoring.
3. Integrasi antar perangkat : Panel distribusi sumber PLN, AMF ATS dan panel
distribusi perangkat di stasiun
4. Pemasangan grounding system
5. Pembuatan dokumentasi pekerjaan termasuk wiring diagram
6. Test dan commisioning
60 hari kalender, terhitung tanggal ditandatanganinya kontrak atau diterimanya Surat
Perintah Kerja dari PT. KAI Commuter Jabodetabek.

III. Spesifikasi Teknik :

a. Perangkat Genset

No Item Spek Minimum


1 Model Unit Tertutup/Close/With Enclosure
2 Alternator :
Kapasitas output prime 12
Frekuensi KVA
50Hz
Phase Voltage
'3 Phase 380V
BAB VI ; KERANGKA ACUAN KERJA
Power factor 0 ,8
No. Of Poles 4
H
Insulation class
Direct Coupling
g. Tipe coupling

3 Mesin
Tipe mesin disesel Vertikal
Jumlah Silinder '3 Cylinders
Kecepatan rata-rata Mesin 1500
(water/Air/Oil)
Coolant System Include
Elektrik 12 VDC
Sistem start mesin Tersedia
Terminal koneksi output Minimum 35
Kapasitas tangki bahan bakar Liter Solar
h. Jenis bahan bakar solar

4 Indikator pada Unit Genset ; (minimal) Volt meter


Ampere meter
Frekuensi meter
Penduga bahan bakar
Indikator pre heating
Lampu warning temperature
Lampu warning oli
5 Sound level pada sat beban penuh Max 75db
6 Battery Internal 12 V
7 Sistem Keamanan pada unit genset (Emergency Abnormal Temperature
Stop), Minimal Abnormal Oil
8 Dimensi/Ukuran (Menyesuaikan kepada rumah genset Max 1500 mm x 700 mm
yang telah ada) x 1000 mm

b. Spesifikasi kemampuan dari sistem operasional genset


1) Indikator status genset dapat secara manual langsung dilihat pada panel system dan dapat
juga dikontrol jarak jauh (remote monitoring) melalui koneksi internet/LAN berbasis IP
2) Fungsi remote minimal mampu mengoperasikan fungsi fungsi sebagai berikut
a. On/start unit genset
b. Off/stop unit genset
c. Pemanasan unit genset selama periode tertentu
d. Memutuskan (cut off) dan menyambungkan (on connection) input sumber daya
dari PLN
3) Remote monitoring genset minimal mampu menginformasikan status indikator
genset sebagai berikut

Voltage meter Phasa phasa dan Phasa Netral saat main supply ON
Ampere meter Genset R, S, T
Frequency Output genset
KW meter Output genset
Voltmeter Genset output
Indikator/status lainnya Fuel level indicator
Water or Oil thermometer
Fault history genset
Running hours counter
BAB VI ; KERANGKA ACUAN KERJA
Engine running status
Start failure
Low Battery voltage
Over speed
On/Off kontaktor PLN generator

4) Remote monitoring genset minimal mampu mengirimkan alert/warning status indicator


genset sebagai berikut

Alarm/notifikasi Recharge altenator fault


Seluruh alarm harus Low and No Fuel
terecord dalam history Low radiator coolant level
genset dilengkapi Low pressure oil
tanggal dan jam Phase failure
kejadian High temperature
Low Battery voltage
Start failure

c. Spesifikasi ATS dan AMF


ATS (automatic Transfer Switch) dan AMF (Automatic Main Failure) adalah perangkat yang
berfungsi mengatur perpindahan supply daya dari supply daya utama (PLN) ke supply daya
cadangan (genset) pada saat terjadi gangguan pada supply daya utama dan begitu juga
sebaliknya pada saat catu daya utama kembali normal, secara otomatis. Juga untuk secara
periodik melakukan proses pemanasan (warming up) genset untuk menjaga sirkulasi pelumasan
oli dan pemeliharaan accu agar tetap berfungsi dengan baik, proses warming up ini dilakukan
secara periodik (terjadwal) otomatis tanpa harus mematikan supply daya utama (PLN) dan
tanpa mengganggu sistem yang di back up.

Spesifikasi umum perangkat AMF

Spesifikasi Minimum (sekurang-kurangnya)

Operation type Auto/Manual dengan selector switch

Capacity rating Min 1 step diatas genset rating load

Indicator lamp mains/genset Red Yellow Green

Panel Wall mounting terpasang pada tempat yang


ditentukan dengan bahan plat minimal 1 ,5
mm powder coating

Volt meter R S T outgoing

Ampere meter R S T outgoing

Indicator lamp mains/genset Red Yellow Green

BAB VI ; KERANGKA ACUAN KERJA


Spesifikasi AMF (Automatic Main Failure)

Spesifikasi Minimum (sekurang-kurangnya)


Component type Digital/PLC
Operation temperature Range 15 to 550C
Power source 12 to 24 VDC
Operator mode Auto/manual/auto warming up
Main interface LCD display + keypad
Communication port type GSM or Ethernet (RJ45)
Customized setting Warming up program
Interval genset ON saat warming up
Keypad/tombol Manual/auto operation
Operation Reset and OFF button
(minimal) Manual start/stop engine
Emergency stop
Manual on/off kontaktor Main supply (PLN ke generator)

IV. Syarat khusus Instalasi

a. Instalasi wiring genset ke ATS AMF


1) Instalasi kabel material kabel type NYY ukuran 4 x 4 mm
2) Pemasangan warna kabel harus standar sesuai PUIL 2000
3) Konektor pada panel menggunakan scund kabel yang sesuai dengan ukuran
kabel
4) Kabel power menggunakan produk berstandar SNI (misal kabel Supreme,
kabel Metalindo, Kabelindo dan Tranka kabel)
5) Instalasi pengkabelan harus menggunakan tray kabel atau protektor kabel,
kabel harus terikat secara rapi pada tray atau protektor

b. Instalasi wiring input PLN ke ATS AMF dan output ATS AMF ke panel distribusi
1) instalasi kabel material kabel type NYY ukuran 4 x 4 mm
2) Pemasangan warna kabel harus standar PUIL 2000
3) Konektor pada panel menggunakan scund kabel yang sesuai dengan ukuran
kabel
4) Kabel grounding menggunakan material type NYA ukuran 1 x 16 mm
5) Kabel power dan kabel grounding menggunakan produk SNI standard
6) Penggunaan pembatas/sirkuit pemutus
7) Antara genset dan ATS AMF menggunakan 3 x MCB 25 A, 1 phasa
standar SNI
8) Antara input PLN dan ATS AMF menggunakan 3 x MCB 25 A, 1 phasa
standar SNI
9) Antara ATS AMF dan panel distribusi menggunakan 3 x MCB 25 A, 1
phasa standar SNI
10) Instalasi pengkabelan harus menggunakan tray kabel atau protektor kabel
11) Harus terikat secara rapi pada tray atau protektor

c. Ukuran jarak instalasi


1) Jarak rata-rata antara sumber input PLN ke ruangan/shelter genset = 100
meter
2) Jarak rata-rata antara ruangan/shelter ke panel distribusi = 100 meter
d. Instalasi unit genset

BAB VI ; KERANGKA ACUAN KERJA 1) Mobilisasi dan instalasi unit genset baru ke
sehelter/ruangan genset disetiap stasiun yang telah ditentukan
2) Melakukan install/set up unit genset termasuk memasang angkur dan pengikat
unit genset ke angkur
3) Melakukan modifikasi perpanjangan/extend saluran buang (exhaust) dari unit
genset ke luar rumah genset melalui jalur yang telah tersedia
4) Melakukan setup genset :
Mengkoneksikan genset dari terminal output yang tersedia pada unit genset ke
panel ATS AM
Mengkoneksikan fungsi fungsi indikator dan monitoring pada unit genset
ke panel ATS AM
e. Grounding system
Grounding atau pentanahan untuk perangkat harus dibuat dengan ketentuan sebagai
berikut :
1) Sistem grounding ditempatkan pada lokasi yang aman dan tidak terganggu
2) Standar instalasi grounding, minimal 3 titik grounding road dengan total
tahanan tanah grounding system max 0 ,5 ohm
V. Dokumentasi dan label wiring
1. Seluruh pekerjaan instalasi wajib didokumentasikan dalam bentuk wiring
diagram as build drawing per lokasi genset
2. Seluruh pengkabelan wajib di beri tanda pengenal (labeling) dan
didokumentasi dalam bentuk dokumen list wiring per lokasi genset
VI. Test dan Commisioning
Harus dilakukan test dan commissioning untuk seluruh pekerjaan pemasangan unit dan
instalasi, termasuk grounding, disaksikan oleh tim teknis KCJ dan hasilnya dituangkan
dalam berita acara commissioning. Test dan commisioning dilakukan dengan menguji fungsi
dan output system sistem operasional genset dengan minimum simulasi kondisi :
1. Input PLN down Genset on
2. Input PLN UP Genset Off
3. Genset overheating
VII. Syarat umum pekerjaan
1. Pelaksana pekerjaan wajib mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di
lingkungan stasiun
2. Dalam pelaksanaan pekerjaan tidak diperkenankan mengganggu operasional
stasiun, penumpang dan pelayanan, pelaksana pekerjaan diharapkan
memperhitungkan pelaksanaan pekerjaan setelah jam operasional KRL atau
malam hari jika pekerjaan tidak dimungkinkan dilakukan pada siang hari
3. Kebutuhan penggunaan listrik untuk peralatan kerja tidak diperkenankan
mengambil dari sumber listrik stasiun, pelaksana pekerjaan diharapkan
memperhitungkan untuk penyediaan sumber listrik sendiri dapat berbentuk
portable genset
4. Segala bentuk admninistrasi perijinan di lingkungan kerja merupakan
tanggung jawab pelaksana pekerjaan
5. Khusus untuk stasiun yang instalasi wiringnya mengharuskan melalui jalur
listrik aliran atas KRL, maka pelaksana pekerjaan diharapkan
memperhitungkan penyediaan tenaga/personil khusus yang
spesialis/menguasai instalasi wiring melalui jalur listrik aliran atas KRL
6. Barang harus dipastikan barang baru (bukan bekas) dan dilengkapi brsour
yang menyebutkan merk dan spesifikasi barang
7. Pekerjaan instalasi memperhatikan keamanan dan kerapihan pengambilan
power supply
8. Selama belum dilakukan pengujian dan diterbitkan BAST yang
ditandatanganinya oleh seluruh perangkat/barang masih tanggung
jawab kontraktor

BAB VI ; KERANGKA ACUAN KERJA


BAB VII
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

A. MUKADDIMAH
1. Pendahuluan
Daftar Kuantitas dan Harga satuan harus diartiikan sebagai satu kesatuan dengan Instruksi
kepada Peserta Pelelangan, Syarat-Syarat Kontrak dan Spesifikasi.
2. Kuantitas
Kuantitas yang dicantumkan dalam Daftar Kuantitas merupakan Kuantitas Barang yang harus
disediakan/diserahkan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Pengguna Barang/Jasa dan
dipergunakan sebagai dasar perhitungan penawaran.
3. Harga Satuan
Kecuali ditentukan lain dalam Kontrak, Harga Satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga,
harus mencakup semua kewajiban Penyedia Barang/Jasaberdasarkan Kontrak serta segala hal
yang diperlukan untuk pelaksanaan, sebagaimana ditetapkan dalam syarat-syarat kontrak
termasuk biaya umum Penyedia Barang/Jasa dan keuntungan perusahaan.
4. Mata Uang
Mata uang yang digunakan sebagai dasar perhitungan harga pada kontrak ini adalah mata
uangRupiah.

BAB VII ;DAFTAR KUANTITAS HARGA


B. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN
PENGADAAN GENSET STASIUN MAJA, TIGARAKSA, DARU, TENJO, TANAH TINGGI, GROGOL DAN PERANGKAT PENDUKUNGNYA
BIAYA BIAYA JASA
NO ITEM DETAIL PEKERJAAN SATUAN BARANG INSTALASI
1 UNIT GENERATOR GENSET 12 KVA UNIT
PENGIRIMAN PENGIRIMAN DAN PENURUNAN UNIT

SETUP UNIT PEMASANGAN UNIT GENSET (ANGKUR DAN UNIT


LAIN-LAIN)
MODIFIKASI KNALPOT (EXHAUST) UNIT
JUMLAH 1

2 ATS - AMF
AST - AMF BARU UNIT ATS - AMF (BARU) UNIT
PEMASANGAN ATS - AMF UNIT
MATERIAL INSTALASI KONTROL UNIT
AKSESORIS UNIT

INTEGRASI DAYA
GENSET KE ATS - AMF MATERIAL INSTALASI UNIT
AKSESORIS UNIT

PLN KE ATS - AMF


MATERIAL INSTALASI UNIT
BIAYA INSTALASI DAN PENARIKAN KABEL UNIT
AKSESORIS UNIT
ATS - AMF KE PANEL
DISTRIBUSI E-TICKETING MATERIAL INSTALASI UNIT
BIAYA INSTALASI DAN PENARIKAN KABEL UNIT
AKSESORIS UNIT

BAB VII ;DAFTAR KUANTITAS HARGA


JUMLAH 2
DOKUMENTASI DAN
3 LABELING UNIT
LABELING
DOKUMENTASI UNIT
JUMLAH 3
4 COMMISIONING COMMISIONING UNIT
JUMLAH 4
PEMASANGAN GROUNDING LENGKAP
5 GROUNDING PAKET
DENGAN TAHANA 0,5 ohm
JUMLAH 5

TOTAL JUMLAH
TOTAL BIAYA BARANG + BIAYA JASA
INSTALASI

HARGA SATUAN (Rp) NILAI PEKERJAAN (Rp)


NO VOL SAT PENJELASAN TENTANG PEKERJAAN JASA/UPAH BAHAN
JASA/UPAH BAHAN
UPAH BAHAN
PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENSET 12,5 KVA LENGKAP
1 8 UNIT DENGAN INSTALASI DAN MODIFIKASI KNALPOT
PEMASANGAN AMF - ATS BERIKUT INSTALASI DAN
2 8 UNIT INTEGRITASNYA
3 8 PAKET PEMASANGAN SYSTEM GROUNDING
PEMBUATAN DOKUMENTASI DAN LABELING SEMUA
4 8 LS INSTALASI CONTROL, PANEL DAN KABEL POWER DAYA PLN
DAN GENSET
5 8 LS TES DAN COMMISIONING
JUMLAH
PPn 10%
VAT

BAB VII ;DAFTAR KUANTITAS HARGA


JUMLAH UPAH +
BAHAN

akrt,.J.................................................................................20....................................
Penawar
PT
Tanda tangan dan
Cap perusahaan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Direktur/Pimpinan

BAB VII ;DAFTAR KUANTITAS HARGA


BAB VII ;DAFTAR KUANTITAS HARGA
PENGESAHAN DOKUMEN PENGADAAN

Sesuai dengan ketentuan Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta


lampirannya. Panitia pengadaan Barang/Jasa PT. KAI Commuter Jabodetabek telah menyiapkan
Dokumen Pengadaan Barang (Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi), yang memuat:

1. Sebagai ikatan hukum dalam pelaksanaan pengadaan ini akan dibuat Surat Perjanjian yang mengikat
antara pemberi Perintah Kerja dengan Rekanan yang memuat:
I. Instruksi kepada Penawar;
II. Data Lelang;
Bentuk Surat Penawaran, Surat Kuasa, Surat Perjanjian dan Pesanan Order;
III. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
IV. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
V. Spesifikasi Teknis;
Daftar Kuantitas dan Harga;
VI. Dokumen Kualifikasi

2. PT KCJ dapat membatalkan kontrak pada saat kapanpun berdasarkan suatu penilaian prestasi/kondisi
yang dapat menyebabkan terganggunya Operasi.

3. Segala biaya yang dibutuhkan untuk administrasi surat perjanjian kontrak ini dibebankan sepenuhnya
kepada rekanan yang bersangkutan.

Dokumen ini disusun untuk digunakan sebagai pedoman dasar bagi penawar dalam menyusun
penawarannya dan sebagai pedoman bagi Panitia dalam melaksanakan evaluasi penawaran.

Jakarta, 04 Agustus 2014

Mengetahui / setuju
MANAGERREKTEK KETUA PANITIA GENERAL MANAGER
PRASARANA DAN SARANA PELELANGAN LOGISTIK

YANTO YULIANTO BUSI SUPRI]ADI HENDRO UTOMO

BAB VIII ;PENGESAHAN DOKUMEN PENGADAAN VIII.1

Anda mungkin juga menyukai