Anda di halaman 1dari 16

PENDAHULUAN

Apabila tiap faktor teridiri atas beberapa taraf, maka kombinasi tertentu dari taraf
tiap factor menentukan sebuah kombinasi perlakuan. Jika semua,atau hampir semua
kombinasi antar taraf setiap faktor kita perhatikan, maka eksperimen yang terjadi
karenanya dinamakan eksperimen faktorial. Dapat dikatakan bahwa desain
eksperimen faktorial adalah eksperimen yang semua (hampir semua) taraf sebuah
faktor tertentu dikombinasikan atau disilangkan dengan semua (hampir semua)
taraf tiap faktor lainya yang ada dalam eksperimen itu.
Analisis dilakukan untuk menyelidiki apakah terdapat perbedaan berarti
mengenai rata-rata efek tiap taraf ataukah tidak. Akan tetapi sering terjadi bahwa
kita ingin menyelidiki secara bersamaan efek beberapa faktor yang berlainan,
misalnya efek perubahan temperature, tekanan dan konsentrasi zat reaksi. Apabila
tiap faktor terdiri dari beberapa taraf, maka kombinasi tertentu dari taraf tiap faktor
menentukan sebuah kombinasi perlakuan.
Desain eksperimen faktorial sangat bermanfaat untuk percobaan yang
bersifat eksploratif dimana banyak sekali perlakuan dari luar lingkungan yang
mempengaruhi percobaan. Selain itu desain eksperimen faktorial sangat membantu
dalam memahami taraf optimal dari suatu factor yang berpengaruh dalam
eksperimen. Selain itu memungkinkan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara
beberapa faktor terhadap bahan percobaan karena dalam kenyataan sebenarnya
dalam eksperimen akan banyak factor dari luar yang memengaruhi hasil dari
percobaan.
Eksperimen faktorial untuk tiga faktor A, B dan C yang masing-
masing mempunyai taraf a, b dan c. Eksperimen ini jelas merupakan hal khusus dari
pada eksperimen faktorial berbentuk umum 1 2 untuk k buah faktor
1 , 2 , , yang masing-masing bertaraf 1 , 2 , , . bentuk khusus lain yang
ternyata pula dalam praktek sering di temukan, adalah apabila kita mempunyai k
buah faktor dengan tiap faktor bertaraf tiga. Dalam hal demikian, kita berhadapan
dengan eksperiman faktorial 3 . Untuk mengetahui daya tahan semacam praktek
misalnya, kita bisa memperhitungkannya dari pengaruh tiga macam temperatur
(dingin, sedang, panas) dan pengaruh tiga macam kelembapan (50%,70%,90%).
Eksperimennya akan merupakan eksperimen faktorial 32 . Juka juga untuk
pengukuran daya tahan perekat itu diperhitungkan kemungkinan adanya pengaruh
tiga macam larutan kosentrasi yang digunakan (encer, sedang, kental), maka kita
peroleh eksperimen faktorial 33 .
Dalam hal ini akan dibahas mengenai analisis desain eksperimen faktorial
3 , dengan titik berat = 2 dan = 3. Desain yang digunakan adalah desain acak
sempurna sedangkan faktor-faktornya akan di tinjau yang bertaraf tetap. Jenis taraf
faktor-faktor bisa kuantitatif atau kualitatif.
PEMBAHASAN

DESAIN FAKTORIAL
Desain factorial 3k adalah Eksperimen faktorial yang memiliki 3 taraf dengan k
buah faktor. istilah istilah dalam desain eksperimen diantaranya ialah:
1. FAKTOR
Variabel yang dikontrol oleh peneliti. Misalnya: suhu, waktu, jenis
pengemas, ukuran, dll. Biasanya disimbolkan dengan huruf kapital.
Contoh: Ukuran simbolkan dengan U.
2. TARAF/LEVEL
Faktor terdiri dari beberapa taraf/level. Biasanya disimbolkan dengan
huruf kecil yang dikombinasikan dengan subscript angka. Contoh:
U1,U2U3, dan seterusnya.
3. PERLAKUAN
Taraf dari faktor atau kombinasi taraf dari faktor. Contoh: U1J1.
4. RESPONS
Variabel yang merupakan sifat atau parameter dari satuan percobaan yang
akan diteliti. Atau sejumlah gejala yang muncul karena adanya peubah
bebas.
Persamaan Umun dalam desain factorial adalah:
= + + + +
Dimana:
: pengamatan pada satuan ke k dengan taraf ke- i dari faktor A dan taraf ke-j
dari faktor B.
: rata-rata
: pengaruh taraf ke-I faktor A
: pengaruh taraf ke-j faktor B
: pengaruh acak
: pengaruh acak satuan percoban yang menghasilkan kombinasi perlakuan.
Dalam desain eksperimen factorial akan menghasilkan desain ANAVA seperti
berikut:

Dimana:
JKP: adalah jumlah kuadrat perlakuan
JK(A): adalah jumlah kuadrat terhadap factor A
JK(B): adalah jumlah kuadrat terhadap factor A
JK(AB) adalah jumlah kuadrat interaksi factor A dan B
JK :(G) adalah Jumlah kuadrat kekeliruan

Dimana rumus perhitungannya ialah:


DESAIN FAKTORIAL 32
Seperti telah dikatakan diatas, apabila eksperimen kita menyangkut dua faktor A
dan B, tiap faktor bertaraf tiga, maka diperoleh eksperimen faktorial 32. Perhatikan
bahwa dalam 32, bilangan pangkat (ialah 2) menyatakan banyak faktor sedangkan
bilangan pokok (ialah 3) menunjukkan banyak taraf yang dimiliki faktor-faktor.
Model untuk eksperimen ini, tanpa replikasi, adalah:
= + + + +
i = 1, 2, 3 dan j = 1, 2, 3
Karena setiap faktor bertaraf tiga, maka akibatnya derajat kebebasan dk = (3 - 1) =
2 untuk setiap faktor tersebut, sementara seluruhnya kita mempunyai 3 x 3 = 9
kombinasi perlakuan. Untuk menggambarkan atau melukiskan kesembilan
kombinasi dengan model diatas, ketiga taraf tiap faktor akan kita beri notasi
Taraf rendah dengan simbol 0,
Taraf menengah dengan simbol 1 dan
Taraf tinggi dengan simbol 2.
Dengan notasi ini, kesembilan kombinasi perlakuan dapat dilukiskan sebagai
berikut.

Secara lengkap, semua kombinasi di atas adalah 0 0, 0 1, 0 2 , 1 0 , 1 1,


1 2 , 2 0 , 2 1 , dan 2 2 untuk tiap kombinasi, nantinya berdasarkan
pengamatan hasil eksperimen, akan memiliki nilai respon eksperimen.
Dari skema di muka, jelas hendaknya bahwa angka pertama menyatakan taraf
faktor A sedangkan angka kedua menunjukkan taraf faktor B. demikianlah
misalnya 02, yang lengkapnya 0 2, merupakan kombinasi taraf rendah faktor A
dengan taraf tinggi faktor B.
Skema kombinasi perlakuan untuk eksperimen dengan model di atas,
memperlihatkan bahwa tiap sel kombinasi perlakuan hanya dikenakan kepada satu
unit eksperimen. Akibatnya, hanya efek-efek A dan B saja yang dapat diuji dengan
statistic F dibentuk sebagai rasio KT (sumber variasi A) dan KT (sumber variasi B)
terhadap KT (sumber variasi AB), sedangkan interaksi AB tidak dapat diuji.
Dengan kata lain, sumber variasi kekeliruan tidak ada, atau boleh dikatakan melekat
pada atau baur dengan interaksi AB. Ini dapat dilihat dari daftar ANAVA berikut.

Dari kenyataan ini, agar interaksi AB dapat diuji, maka dalam eksperimen perlu
dilakukan replikasi dalam kesembilan sel. Dengan kata lain, perlu dilakukan
eksperimen terhadap lebih dari satu unit eksperimen untuk tiap kombinasi
perlakuan. Jika replikasi ini dilakukan sebanyak r kali, maka model untuk
eksperimen faktorial menjadi
= + + + + ()
i = 1, 2, 3
j = 1, 2, 3
k = 1, 2, 3, , r
Bahwasanya dengan melakukan replikasi kita dapat menguji interaksi AB, dapat
dilihat daftar ANAVA berikut.
Kekeliruan mempunyai dk = 9(r-1) sehingga oleh karenanya interaksi AB dapat
diuji terhadap sumber variasi kekeliruan ini.

CONTOH SOAL DESAIN FAKTOR 32


Pengaruh kekuatan pengembang (A) dan waktu pengembangan (B). Tiga kekuatan
pengembangan dan waktu pengembangan yang digunakan, dan empat replikasi
untuk desain faktorial 32. Kerjakan analisis data menggunakan metode standar dari
desain faktorial.
Penyelesaian:

Dari di atas dapat dihitung jumlah kuadrat-kuadrat :


DESAIN FAKTORIAL 33
Desain faktorial 33 merupakan desain eksperimen dengan 3 faktor misalnya faktor
A, B dan C dengan 3 taraf. Keseluruhan eksperimen tanpa replikasi memerlukan 27
kombinasi perlakuan. Berikut ini sel-sel kombinasi perlakuan dari desain
eksperimen 33:

Faktor A
Faktor B Faktor C
0 1 2
0 000 100 200
0 1 001 101 201
2 002 102 202
0 010 110 210
1 1 011 111 211
2 012 112 212
0 020 120 220
2 1 021 121 211
2 022 122 222

Dalam notasi triplet diatas, angka pertama menyatakan notasi taraf faktor A, angka
kedua untuk notasi taraf faktor B dan angka terakhir menunjukkan notasi taraf
faktor C. Misalnya, notasi 012 menyatakan interaksi taraf rendah faktor A dengan
taraf menengah faktor B dan taraf tinggi faktor C.
Jika dilakukan eksperimen secara acak sempurna dan tanpa replikasi terhadap
ketiga faktor di atas, maka eksperimen tersebut akan mempunyai model:
= + + + + + + + +
dengan i = 1, 2, 3
j = 1, 2, 3
k = 1, 2, 3
Yijkt = variabel respon hasil observasi ke-t yang terjadi karena pengaruh
bersama taraf ke-i faktor A dengan taraf ke-j faktor B dan taraf ke-k
faktor C.
= rata-rata yang sebenarnya (konstan)
Ai = efek taraf ke-i faktor A
Bj = efek taraf ke-j faktor B
ABij = efek interaksi antara taraf ke-i faktor A dengan taraf ke-j faktor B
Ck = efek taraf ke-k faktor C
ACik = efek interaksi antara taraf ke-i faktor A dengan taraf ke-k faktor C
BCjk = efek interaksi antara taraf ke-j faktor A dengan taraf ke-k faktor C
ABCijk = efek interaksi antara taraf ke-i faktor A dengan taraf ke-j faktor B dan
taraf ke-k faktor C
t (ijk) = efek unit eksperimen ke-t dalam kombinasi perlakuan (ijk)
Karena tidak ada replikasi terhadap eksperimen, sebetulnya kedua buah suku
terakhir berbaur menjadi satu. Ini berarti sumber variasi kekeliruan tidak terjadi
mandiri. Akibatnya, penelitian terhadap interaksi ABC tidak dapat dilakukan
kecuali ada repikasi dalam eksperimen. Tabel ANAVA untuk eksperimen faktorial
33 dengan model di atas adalah sebagai berikut:

Untuk model tetap, efek -efek faktor-faktor A, B, C dan interaksi-interaksi AB, AC


dan BC dapat diuji terhadap interaksi ABC. Dengan kata lain, bentuk terakhir ini
digunakan sebagai sumber variasi kekeliruan.
Apabila diinginkan penelitian terhadap efek interaksi ABC, maka replikasi
eksperimen perlu dilakukan dalam tiap sel kombinasi. Jika replikasi dilakukan
sebanyak r kali, maka akan diperoleh model.

= + + + + + + + +

dengan i = 1, 2, 3
j = 1, 2, 3
k = 1, 2, 3

= 1, 2, 3, , r
Dalam model terakhir ini, untuk menguji efek faktor-faktor dan interaksinya,
digunakan tabel ANAVA sebagai berikut.
CONTOH SOAL DESAIN FAKTOR 33
Temperatur Jenis Perangsang
A B C
Berat
20 g 25 g 30 g 20 g 25 g 30 g 20 g 25 g 30 g
15C 5,9 5,9 6,1 4,5 4,0 4,9 6,0 6,4 7,0
6,0 5,7 5,9 4,4 4,9 5,0 6,4 6,7 7,2
5,8 6,2 6,4 4,4 4,2 4,6 6,2 6,8 6,9
Jumlah 17,7 17,8 18,4 13,3 13,1 14,5 18,6 19,9 21,1
25C 5,4 5,4 5,9 4,5 4,9 5,1 5,9 6,2 6,9
5,8 5,0 6,0 4,0 5,0 5,2 5,9 6,3 7,3
5,2 5,1 5,6 4,4 4,7 5,0 5,8 6,5 7,5
Jumlah 16,4 15,5 17,5 12,9 14,6 15,3 17,6 19,0 21,7
30C 4,0 4,2 4,9 3,2 3,3 3,9 5,0 5,5 6,0
4,4 4,5 5,0 3,6 3,9 4,2 5,5 5,8 6,1
4,5 4,8 4,9 3,0 4,0 4,6 5,3 5,9 5,7
Jumlah 12,9 13,5 14,8 9,8 11,2 12,7 15,8 17,2 17,8

Untuk menghitung jumlah kuadrat (JK) tiap sumber variasi, sebaiknya dibuat tabel
a x b x c, tabel a x b, tabel a x c dan tabel b x c seperti berikut.

Misalkan jenis perangsang = a, berat = b dan temperatur = c.

Tabel a x b x c
a1 a2 a3

b1 b2 b3 b1 b2 b3 b1 b2 b3
c1 17,7 17,8 18,4 13,3 13,1 14,5 18,6 19,9 21,1
c2 16,4 15,5 17,5 12,9 14,6 15,3 17,6 19,0 21,7
c3
12,9 13,5 14,8 9,8 11,2 12,7 15,8 17,2 17,8
Tabel a x b
a1 a2 a3
b1 47 36 52
b2 46,8 38,9 56,1
b3 50,7 42,5 60,6

Tabel a x c
a1 a2 a3
c1 53,9 40,9 59,6
c2 49,4 42,8 58,3
c3 41,2 33,7 50,8

Tabel b x c
b1 b2 b3

c1 49,6 50,8 54

c2 46,9 49,1 54,5

c3 38,5 41,9 45,3

Dari tabel a x b x c, dapat dihitung

2369,24

Ry =

Jabc =

Dari tabel a x b, tabel a x c dan tabel b x c dapat dihitung

Jab =

Jac =

Jbc =
Selanjutnya kita dapatkan harga-harga

Ay =

By =

Cy =
ABy = 56,33 48,79 6,71 = 0,83
ACy = 68,14 48,79 17,95 = 1,4
BCy = 25,07 66,71 17,95 = 0,41
ABCy = 76,97 48,79 6,71 17,95 0,83 1,40 0,41 = 0,88
Ey = 2369,24 2289,09 48,79 6,71 17,95 0,83 1,40 0,41 0,88
= 3,18
Dari perhitungan di atas, maka akan kita peroleh tabel ANAVA seperti berikut.
TABEL ANAVA
Sumber Variasi dK JK KT
Jenis Perangsang P 2 48,79 24,40
Berat B 2 6,71 3,35
Interaksi PB 4 0,83 0,21
Temperatur T 2 17,95 8,98
Interaksi PT 4 1,4 0,35
Interaksi BT 4 0,41 0,10
Interaksi PBT 8 0,88 0,11
Kekeliruan 54 3,18 0,06

Jumlah 80 80,15 -

Dari tabel ANAVA di atas, berdasarkan jumlah JK maka akan terlihat bahwa
pengaruh jenis perangsang, berat dan temperatur sangat nyata terhadap objek.
Terutama pengaruh jenis perangsang sangat nyata sekali terhadap variabel objek
DESAIN FAKTORIAL 3k
Eksperimen faktorial 3k untuk = 2 dan = 3 telah di jelaskan. Urainnya dapat
di perluas untuk harga-harga yang lebih tinggi, misalnya untuk = 4 dan = 5
dan seterusnya. Eksperimen faktorial 34 misalnya, akan menyangkut empat faktor
A, B, C dan D yang masingmasing bertaraf tiga. Jika eksperimen dilakukan tanpa
replikasi, keseluruhannya akan melibatakan sebanyak 81 kombinasi perlakuan yang
berarti sebanyak itu pula unit eksperimen yang diperlukan. Mudah dimengerti
kiranya, bahwa semakin besar k, yakni makin banyak fakrtor yang di ikut sertakan
dalam eksperimen makin banyak lah unit eksperimen yang diperlukan; dan akan
lebih maskin banyak lagi apabila diperlukan replikasi.
Model eksperimen untuk harga-harga k yang lebih besar, dengan desai acak
sempurna dan dalam tiap sel kombinasi perlakuan terdapat r kali replikasi. Jika
demikian, tentulah makin panjang model yang akan kita milki dan makin banyak
pula suku-suku interaksi yang harus dibuat. Akan tetapi, karena dalm prakteknya
sering mengalami kesulitan menafsirkan interaksi antara banyaknya faktor,
biasanya orang membatasinya sampai paling tinggi dengan interaksi anatara tiga
faktor. Interaksi antara empat faktor atau lebih sering dianggap sebagai sumber
variasi kekeliruan.
Bentuk umum ANAVA untuk eksperimen faktorial dengan desian acak sempurna
dapat dilihat dalam tabel dibawah ini,
Daftar ANAVA di atas makin bertambah lagi apabila paling sedikit satu di antara
faktor-faktor bertaraf kuantitatif. Ini disebabkan oleh karena pemecahan tiap faktor
menjadi komponen-komponen linier dan kuardratik serta semua interaksinya dapat
diselidiki lebih lanjut.