Anda di halaman 1dari 28

Akreditasi Laboratorium

dalam
Sistem Standardisasi Nasional

KOMITE AKREDITASI NASIONAL

1
STANDARDISASI NASIONAL

PERATURAN PEMERINTAH RI
NOMOR 102 TAHUN 2000

2
Peraturan Pemerintah RI
Nomor : 102 tahun 2000

Tentang Standardisasi Nasional;


Ditetapkan Presiden RI pada tanggal 10
Nopember 2000;
Pengganti PP No. 15/1991 tentang Standardisasi
Nasional Indonesia dan Keppres No. 12/1991
tentang Penyusunan, Penerapan dan Pengawasan
Standar Nasional Indonesia;
Terdiri: 10 Bab; 27 Pasal; 1 Lampiran (SNI) dan
Penjelasan;

3
Metrologi
Teknik

STANDARDISASI
Mutu Standar
NASIONAL

Pengujian

4
TUJUAN STANDARDISASI NASIONAL

Meningkatkan perlindungan kepada konsumen,


pelaku usaha, tenaga kerja dan masyarakat
lainnya baik untuk keselamatan, keamanan,
kesehatan maupun kelestarian fungsi
lingkungan hidup

Membantu kelancaran perdagangan

Mewujudkan persaingan usaha yang sehat


dalam perdagangan

5
Building Block Standardisasi
Nasional

Perumusan
& penetapan
SNI

Kebijakan
standardisasi
nasional
Penerapan Penilaian
SNI kesesuaian

6
Norma Standardisasi Nasional

Kebijakan Standardisasi Nasional

Perumusan & Penilaian SNI Wajib --


Penetapan SNI -- Kesesuaian -- Berbasis
Berbasis Berbasis kewenangan
konsensus kompetensi Wajib
Imparsial Independen Dapat
diterapkan
Sukarela Transparan Tidak
Mengacu standar Tertelusur diskriminatif
international Pengakuan Dinotifikasi ke
internasional WTO

Penerapan SNI sebagai faktor transaksi pasar


7
PERUMUSAN DAN PENETAPAN SNI

8
Penerapan SNI

berlaku di seluruh wilayah R.I;


bersifat sukarela;
dalam hal berkaitan dengan keselamatan,
keamanan, kesehatan, pelestarian fungsi
lingkungan hidup dan/atau pertimbangan
ekonomi dapat diberlakukan wajib oleh
instansi teknis yang terkait;
tata cara pemberlakuan SNI wajib diatur
dengan Keputusan Pimpinan Instansi Teknis

9
Penerapan SNI

Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau


mengedarkan barang/jasa yang tidak memenuhi
SNI wajib;
Pelaku usaha yang sudah memperoleh sertifikat
produk atau tanda SNI dilarang memproduksi
dan mengedarkan barang/jasa yang tidak
memenuhi SNI.

10
Penerapan SNI

SNI dikenakan sama, baik untuk produksi


dalam negeri maupun impor;
Barang/jasa impor yang SNI-nya diberlakukan
wajib harus dilengkapi sertifikat:
diterbitkan lembaga sertifikasi atau
laboratorium yang diakreditasi KAN;
atau lembaga atau laboratorium negara
pengekspor yang diakui KAN;
pengakuan oleh KAN didasarkan pada
perjanjian bilateral atau multilateral.

11
Penerapan SNI
Bila Barang/jasa impor tidak dilengkapi sertifikat,
pimpinan instansi teknis dapat menunjuk lembaga
sertifikasi/laboratorium baik diluar negeri/dalam
negeri yang telah diakreditasi KAN untuk melakukan
sertifikasi;
Pemberlakuan SNI wajib dinotifikasikan oleh BSN ke
WTO 2 bulan sebelum diberlakukan secara efektif;
BSN menjawab pertanyaan dari luar negeri setelah
mendapat masukan dari instansi teknis;
Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberlakuan SNI
diatur dengan keputusan pimpinan instansi teknis
yang berwenang.
12
SANKSI

Sanksi pencabutan sertifikat produk dan atau


pencabutan hak penggunaan tanda SNI oleh
lembaga sertifikasi produk

Sanksi pencabutan ijin usaha dan atau


penarikan barang dari peredaran ditetapkan
oleh instansi teknis yang berwenang dan atau
Pemerintah Daerah

13
PENILAIAN KESESUAIAN

Accreditation Body Komite Akreditasi


Nasional (KAN)
Demonstration
of competence

Conformity Laboratorium, Lembaga


Assessment Bodies Sertifikasi dan Lembaga
Inspeksi
Demonstration
of conformity

Products (goods &


services)

14
SISTEM AKREDITASI
Legalitas Hukum

Peraturan Pemerintah No. 102 Th. 2000


tentang Standardisasi Nasional
Pasal 4 ayat 2 : Pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Standardisasi
Nasional di bidang akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional
Pasal 4 ayat 3 : Komite Akreditasi Nasional sebagaimana dimaksud
dalam ayat 2 mempunyai tugas menetapkan akreditasi
Pasal 4 ayat 6 : Komite Akreditasi Nasional dibentuk dengan Keputusan
Presiden

Keputusan Presiden No. 78 Th. 2001 tentang


Komite Akreditasi Nasional

15
PENILAIAN KESESUAIAN
KOMITE AKREDITASI NASIONAL (KAN)
(ISO/IEC 17011)

AKREDITASI AKREDITASI
AKREDITASI
LEMBAGA LEMBAGA
LABORATORIUM
SERTIFIKASI INSPEKSI

LABORATORIUM
LEMBAGA SERTIFIKASI YANG MELAKSANAKAN PENGUJI/KALIBRASI
SNI 19-17025-2000 LEMBAGA INSPEKSI
ISO/IEC 17024 Pedoman BSN Pedoman BSN Pedoman BSN Pedoman BSN (ISO/IEC 17025)
301-1999 401-2000 701-2000 1001-1999 SNI 19-17020-1999
LABORATORIUM (ISO/IEC 17020)
(ISO/IEC Guide (ISO/IEC Guide (ISO/IEC
62) 65) Guide 66) KLINIK/MEDIK
ISO 15189
SERTIFIKASI SERTIFIKASI SERTIFIKASI SERTIFIKASI SERTIFIKASI
PERSONEL SISTEM MUTU PRODUK SISTEM SISTEM
MANAJEMEN HACCP
LINGKUNGAN
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
SERTIFIKAT PENGUJIAN/
SERTIFIKAT SERTIFIKAT INSPEKSI
SERTIFIKAT SERTIFIKAT SISTEM KALIBRASI
SISTEM SISTEM
PERSONEL MUTU PRODUK MANAJEMEN
HACCP
LINGKUNGAN
Standar
Standar ISO 9000 Standar ISO 14000 SNI 01-4852- Metode Standar
Persyaratan series Series 1998 Peryaratan
Produk Produk

PROFESI
PERSONEL PEMASOK/INDUSTRI
16
Ketidakberpihakan (impartiality)
Keanggotaan KAN terdiri dari 30% wakil Pemerintah dan
70% dari non-Pemerintah
Pelayanan yang tidak membedakan
KAN tidak memberikan pelayanan sejenis dengan yang
diberikan oleh lembaga yang diakreditasi
KAN tidak memberikan konsultasi
KAN mempunyai MoU dengan BSN sebagai related body

Kerahasiaan (confidentiality)
Seluruh personel KAN menandatangani perjanjian untuk
menjaga kerahasiaan seluruh informasi yang diperoleh

17
Akreditasi
Voluntary (sukarela)
Dibatasi oleh lingkup tertentu
Berlaku untuk jangka waktu
tertentu

18
LINGKUP AKREDITASI LABORATORIUM
LABORATORIUM PENGUJI LABORATORIUM KALIBRASI
Organoleptik Akselerometri
Mekanik Akustik
Kimia Dimensional
Kelistrikan
Biologi Gaya
Listrik Aliran
Pengujian Tidak Merusak Kekerasan
Radiasi Kelembaban
Akustik Fluks Magnet
Vibrasi Massa
Optik Optik dan Fotometrik
Panas Tekanan dan Vakum
Klinik/Medik Radiologi
Tekstrur Permukaan
Suhu
Waktu dan Frekuensi
Vibrasi
Viskositas
Volume
19
LINGKUP AKREDITASI LABORATORIUM

Merupakan kombinasi :

Jenis produk yang diuji


Parameter uji
Metode uji

20
Persyaratan Akreditasi Laboratorium
Laboratorium yang mengajukan akreditasi
harus memenuhi :

SNI 19-17025-2000 : Persyaratan umum kompetensi


laboratorium penagujian dan laboratorium kalibrasi

Syarat dan Aturan Akreditasi KAN

Kebijakan KAN tentang Uji Profisiensi, Ketertelusuran


Hasil Pengukuran dll
Persyaratan yang ditentukan oleh organisasi regional
(APLAC) dan internasional (ILAC)

21
PROSES AKREDITASI
KOMITE AKREDITASI NASIONAL (KAN)
Ketua, Sekretaris, Anggota
SEKRETARIS JENDERAL
MEMINTA PERTIMBANGAN 7
TEKNIS MANAJER MUTU
8

5 6 DIREKTUR
PERTIMBANGAN
TEKNIS
MENUNJUK 2 LAPORAN PEMBERIAN
4 9
ASESOR ASESMEN SERTIFIKAT

PANITIA TEKNIS
TIM ASESMEN

MENGAJUKAN ASESMEN/
1 SURVAILEN/ 3
PERMOHONAN
RE-ASESMEN

LABORATORIUM
22
Surveilen dan Reakreditasi
Masa berlaku akreditasi adalah 4 tahun
Selama masa berlaku akreditasi KAN melakukan kunjungan
pengawasan dengan melakukan surveilen.
Surveilan yang pertama dilakukan tidak lebih dari 12 bulan
dihitung dari tanggal penetapan keputusan akreditasi.
Selambat-lambatnya 6 bulan sebelum berakhirnya masa
akreditasi, laboratorium harus sudah direases jika
laboratorium tersebut mengajukan permintaan reakreditasi.

Re- Akreditasi
Akreditasi Surveilen I Surveilen II Akreditasi selesai

1 tahun 1 tahun 1,5 tahun 0,5 tahun

Bulan ke- 0 12 24 27 36 42 48
23
Akreditasi KAN tidak membebaskan
atau mengurangi tanggung jawab
laboratorium dalam melaksanakan
peraturan perundangan yang berlaku

24
Manfaat Akreditasi Laboratorium

Memastikan kompetensi laboratorium


sesuai dengan SNI 19-17025-2000
Meningkatkan kepercayaan pengguna jasa
laboratorium akan validitas hasil pengujian
Hasil pengujian diakui oleh partner Mutual
Recognition Arrangement (MRA) regional
maupun internasional

25
MUTUAL RECOGNITION
PENANDATANGAN MRA APLAC
NATA (Australia) 3 DSM (Malaysia) 2
SCC (Canada) 2 IANZ (New Zealand) 3
CNAL (PR China) 3 SAC (Singapore) 3
HKAS (Hong Kong) 3 TAF (Chinese Taipei) 2
NABL (India) 2 DMSC (Thailand) 1
KAN (Indonesia) 3 TLAS (Thailand) 2
JAB (Japan) 2 A2LA (USA) 2
IAJapan (Japan) 2 IAS (USA) 3
VLAC (Japan) 1 NVLAP (USA) 2
KOLAS (Korea) 2 BoA (Viet Nam) 3
BPSLAS (Philippines) ema (Mexico)

1. Hanya untuk laboratorium penguji


2. Laboratorium penguji dan laboratorium kalibrasi
3. Laboratorium penguji, laboratorium kalibrasi dan lembaga inspeksi
26
MUTUAL RECOGNITION

ANGGOTA ILAC
64 Badan Akreditasi yang berasal dari
55 negara

PENANDATANGAN MRA ILAC


47 Badan Akreditasi dari 38 negara
(termasuk KAN dari Indonesia)

27
28