Anda di halaman 1dari 38

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menurut WHO (World Health Organization), masalah gangguan jiwa di dunia
sudah menjadi masalah yang semakin serius. Paling tidak, ada satu dari empat
orang di dunia ini yang mengalami gangguan jiwa. WHO memperkirakan ada sekitar
450 juta orang di dunia ini ditemukan mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan data
stastiknya, angka pasien gangguan jiwa memang sangat mengkhawatirkan (Yosep,
2007)

Menurut UU Kesehatan Jiwa No. 3 Tahun 1996, Kesehatan Jiwa adalah salah
satu keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional
secara optimal dari seseorang dan perkembangan ini selaras dengan orang lain.
Sedangkan menurut american Nurses Associations (ANA) keperawatan yang
menggunakan ilmu perilaku manusia sebagai ilmu dan penggunaan diri sendiri
secara terapeutik sebagai caranya untuk meningkatkan, mempertahankan,
memulihkan kesehatan jiwa.

Di Rumah Sakit Jiwa di indonesia sekitar 70% halusinasi yang dialami oleh
pasien gangguan jiwa adalah halusinasi pendengaran, 20% halusinasi penglihatan,
10% adalah halusinasi penghidu, pengecap dan perabaan. Angka terjadi halusinasi
cukup tinggi. Berdasarkan hasil pengkajian di Rumah Sakit Jiwa Medan ditemukan
85% pasien dengan kasus halusinasi. Menutur perawat di Rumah Sakit Grhasia
provinsi daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di ruang kelas III rata rata angka
halusinasi mencapai 46,7% setiap bulannya (Mamnuah, 2012).

Gangguan orientasi realita adalah ketidakmampuan individu untuk menilai dan


berespon pada realia. Klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan
eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. Klien juga tidak
mampu untuk memberikan respon yang akurat, sehingga tampak perilaku yang sulit
dimengerti. Halusinasi adalah penyerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 1


rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua panca indera dan terjadi disaat
individu sadar penuh (Depkes dalam Dermawan dan Rusdi, 2013)

Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara suara yang tidak


berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya
(Dermawan dan Rusdi, 2013). Sedangkan menurut Kusumawati (2010) halusinasi
pendengaran adalah klien mendengar suara suara yang jelas maupun tidak jelas,
dimana suara tersebut bisa mengajak klien berbicara atau melakukan sesuatu.

Berdasarkan hasil laporan Rekam Medik (RM) Rumah Sakit Jiwa Daerah
Surakarta, di dapatkan data dari bulan januari sampai februari 2014 tercatat jumlah
pasien rawat inap 430 orang. Sedangkan jumlah kasus yang ada pada semua
pasien baik rawat inap maupun rawat jalan kasus halusinasi mencapai 5077 kasus,
perilaku kekerasan 4074 kasus, isolasi social : menarik diri dari 1617 kasus, harga
diri rendah 1087 kasus dan devisit perawatan diri 1634 kasus. Berdasarkan latar
belakang diatas. Penulis tertarik untuk melakukan tindakan keperawatan pada klien
yang mengalami gangguan halusinasi.

Berdasarkan kajian kelompok selama praktek di RSJD Abepura mulai tanggal 10


juli 2017 sampai 22 juli 2017 menenmukan diagnosa halusinasi merupakan
diagnosa yang paling sering ditemukan/paling banyak pada pasien dengan
gangguan jiwa.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis memutuskan
bagaimana penatalaksanaan asuhan keperawatan pada Tn. S dengan masalah
utama gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran di Ruang Akut Pria
Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura.

C. TUJUAN
Adapun tujuan laporan kasus ini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan umum :
Mendapatkan pengalaman dalam Asuhan Keperawatan pada klien dengan
halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura, yang meliputi

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 2


pengkajian, penegak diagnose, merencanakan dan melaksanakan tindakan
keperawatan dan mengevaluasi.

2. Tujuan khusus :
Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah agar penulis mampu :
a. Melaksanakan pengkajian data pada klien dengan masalah utama gangguan
persepsi sensosri : halusinasi pendengaran
b. Menganalisa data pada klien dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi
pendenggaran
c. Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan gangguan persepsi
sensori : halusinasi pendengaran
d. Merencanakan tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan persepsi
sensori : halusinasi pendengaran
e. Mengimplementasikan rencana tindakan keperawatan pada klien dengan
gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran
f. Mengevaluasi tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan persepsi
sensori : halusinasi pendengaran

D. MANFAAT
Laporan kasus ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
1. Penulis dapat memperdalam pengetahuan tentang asuhan keperawatan yang
telah dilakukannya
2. Penderita adalah dapat memaksimalkan kemampuan untuk dapat
mengendalikan jiwanya sehingga dapat sembuh dari gangguan jiwanya
3. Rumah Sakit Jiwa hasil tugas askhir/asuhan keperawatan ini dapat dijadikan
sebagai salah satu bahan acuhan dalam memutuskan kebijakan operasional
Rumah Saikt Jiwa agar mutu pelayanan keperawatan dapat ditingkatkan
4. Pembaca hasil asuhan keperawatan ini semoga dapat menambah
pengetahuan dan masuk dalam mengembangan ilmu keperawatan di masa
yang akan datang

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 3


BAB II
PEMBAHASAN

I. KONSEP DASAR MEDIS


1. DEFINISI

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana klien mengalami
perubahan sensori persepsi, merasa sensasi palsu berupa suara, penglihatan,
pengecapan, perabaan atau penghidu.klien merasa stimulus yang sebetul
betulnya tidak ada (Damaiyanti, 2012).

2. JENIS JENIS HALUSINASI

Menurut Stuart Sudden, 2007, Halusinasi dibagi dalam:

a. Halusinasi Pendengaran / Auditorik

Karakteristik ditandai dengan mendengarkan suara terutama suara orang.


Biasanya klien mendengarkan suara orang yang membicarakan apa yang sedang
dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu hal.

b. Halusinasi Penglihatan / Visual

Karakteristik ditandai dengan adanya stimulasi visual dalam bentuk kilatan


cahaya, gambaran, geometrik, gambar kartun dan panorama yang kompleks.
Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan.

c. Halusinasi Penghidu / Alfaktari

Karakteristik ditandai dengan adanya bau busuk, amis, dan bau menjijikkan
seperti darah, urin, faces. Biasanya berhubungan dengan stroke, tumor, kejang dan
dimensia.

d. Halusinasi Peraba

Karakteristik ditandai dengan adanya rasa sakit. Mengalami nyeri atau


ketidaknyamanan stimulus yang jelas. Contohnya rasa tersetrum listrik yang datang
dari tanah, benda mati atau orang lain.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 4


e. Halusinasi Pengecap

Karakteristik ditandai dengan rasa mengecap seperti rasa darah, urin, faces.

f. Halusinasi Sinestetik

Karakteristik ditandai dengan merasakan fungsi tubuh seperti rasa aliran darah
vena atau arteri, pencernaan makanan, pembentukan urin.

g. Halusinasi Kinestetik

Karakteristik ditandai dengan merasakan pergerakan sementara berdiri tanpa


bergerak.

3. TAHAPAN HALUSINASI

Fase Pertama

Menenangkan ansietas tingkat sedang secara umum, halusinasi bersifat


menyenangkan klien mengalami kecemasan, stress, perasaan terpisah dan
kesepian. Klien mungkin mengalami menfokuskan pikiran kedalam hal hal
menyenangkan untuk menghilangkan stress dan kecemasan. Tapi hal ini bersifat
sementara. Jika kecemasaan datang klien dapat mengontrol kesadaran dan
mengenal pikirannya namun intensitas persepsi meningkat.

a) Tertawa tidak pada tempatnya


b) Pergerakan bibir tanpa menimbulkan suara
c) Respon verbal lambat
d) Diam membisu dan linglung (asik sendiri)

Fase Kedua

Menyalakan ansietas tingkat berat, halusinasi umumnya menjadi ancaman.


Kecemasan meningkat dan berhubungan dengan pengalaman interna, individu
berada di tingkat listening pada halusinasinya. Pikiran internal menjadi menonjol,
gambaran suara dan sensori dan halusinasinya dapat berupa bisikan yang jelas,
perilaku yang dapat terobservasi :

a) Meningkatnya system saraf otomatis, tanda tanda kecemasan seperti


meningkatnya tekanan darah, respirasi dan ritme jantung
b) Bentuk perhatian mulai terbatas dan menyempit
c) Asik sendiri dengan pengalaman sensori dan hilangnya kemampuan untuk
membedakan halusinasi dangan realita.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 5


Fase Ketiga

Mengendalikan ansietas tingkat berat. halusinasi lebih menonjol menguasai


dan mengontrol. Klien lebih terbiasa dan tidak berdaya dengan halusinasinya.
Kadang halusinasi tersebut memberi kesenangan dan rasa aman sementara.
Perilaku yang dapat diobservasi :

a) Petunjuk yang berasal dari halusinasinya dapat diikuti


b) Kesulitan bersosialisasi dengan orang lain
c) Perhatian hanya beberapa detik atau menit
d) Gejala gejala fisik dari kecemasan berat seperti tremoe, ketidakmampuan
mengikuti petunjuk dan berkeringat

Fase Keempat

Menaklikan ansietas tingkat panic. Klien merasa terpakau dan tidak berdaya
melepaskan diri kontrol halusinasinya. Halusinasi yang sebelumnya menyenangkan
berubah menjadi ancaman, memerintang, memarahi, klien tidak dapat berhubungan
engan orang lain karenaterlalu sibuk dengan halusinasinya. Klien hidup dalam dunia
yang berlangsung secara singkat atau bahkan selamanya. Perilaku yang dapat
diobservasi :

a) Bentuk teror seperti panic


b) Potensi untuk bunuh diri atau pembunuhan
c) Aktifitas fisik yang mengarah pada bentuk halusinasi seperti agitasi, tindakan
kekerasan, menarik diri atau katatonia
d) Tidak dapat merespon pada terhadap pergerakan atau petunjuk yang
kompleks
4. ETIOLOGI
A. Faktor Predisposisi
Menurut Stuart (2007), faktor penyebab terjadinya halusinasi adalah :

1. Biologis
Abnormalitas perkembangan sistem saraf yang berhubungan dengan respon
neurobiologis yang maladaptif baru mulai dipahami. Ini ditunjukkan oleh penelitian-
penelitian yang berikut:

a. Penelitian pencitraan otak sudah menunjukkan keterlibatan otak yang lebih luas
dalam perkembangan skizofrenia. Lesi pada daerah frontal, temporal dan limbik
berhubungan dengan perilaku psikotik.

b. Beberapa zat kimia di otak seperti dopamin neurotransmitter yang berlebihan dan
masalah-masalah pada system reseptor dopamin dikaitkan dengan terjadinya
skizofrenia.

c. Pembesaran ventrikel dan penurunan massa kortikal menunjukkan terjadinya


atropi yang signifikan pada otak manusia. Pada anatomi otak klien dengan
skizofrenia kronis, ditemukan pelebaran lateral ventrikel, atropi korteks bagian depan

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 6


dan atropi otak kecil (cerebellum). Temuan kelainan anatomi otak tersebut didukung
oleh otopsi (post-mortem).

2. Psikologis
Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon dan
kondisi psikologis klien. Salah satu sikap atau keadaan yang dapat mempengaruhi
gangguan orientasi realitas adalah penolakan atau tindakan kekerasan dalam
rentang hidup klien.

3. Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya mempengaruhi gangguan orientasi realita seperti:
kemiskinan, konflik sosial budaya (perang, kerusuhan, bencana alam) dan
kehidupan yang terisolasi disertai stress.

B. Faktor Presipitasi
Secara umum klien dengan gangguan halusinasi timbul gangguan setelah
adanya hubungan yang bermusuhan, tekanan, isolasi, perasaan tidak berguna,
putus asa dan tidak berdaya. Penilaian individu terhadap stressor dan masalah
koping dapat mengindikasikan kemungkinan kekambuhan (Keliat, 2006).
Menurut Stuart (2007), faktor presipitasi terjadinya gangguan halusinasi adalah:

1. Biologis
Gangguan dalam komunikasi dan putaran balik otak, yang mengatur proses
informasi serta abnormalitas pada mekanisme pintu masuk dalam otak yang
mengakibatkan ketidakmampuan untuk secara selektif menanggapi stimulus yang
diterima oleh otak untuk diinterpretasikan.

2. Stress lingkungan
Ambang toleransi terhadap stress yang berinteraksi terhadap stressor lingkungan
untuk menentukan terjadinya gangguan perilaku.

3. Sumber koping
Sumber koping mempengaruhi respon individu dalam menanggapi stressor.

5. TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala seseorang yang mengalami halusinasi adalah:


1. Tahap 1 ( Comforting )
o Tertawa tidak sesuai dengan situasi
o Menggerakkan bibir tanpa bicara
o Bicara lambat
o Diam dan pikirannya dipenuhi pikiran yang menyenangkan
2. Tahap 2 ( Condeming )
o Cemas
o Konsentrasi menurun
o Ketidakmampuan membedakan realita

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 7


3. Tahap 3
o Pasien cenderung mengikuti halusinasi
o Kesulitan berhubungan dengan orang lain
o Perhatian dan konsentrasi menurun
o Afek labil
o Kecemasan berat ( berkeringat, gemetar, tidak mampu mengikuti petunjuk )
4. Tahap 4 ( Controlling )
o Pasien mengikuti halusinasi
o Pasien tidak mampu mengendalikan diri
o Beresiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan

6. RENTANG RESPON NEUROBIOLOGI

RESPON ADAPTIF
Pikiran logis

Persepsi akurat

Emosi konsisten

Perilaku sesuai

Hubungan sosial

RESPON PSIKOLOGIS
Distorsi pikiran

Ilusi

Reaksi emosi berlebihan atau berkurang

Perilaku aneh

Menarik diri

RESPON MALADAPTIF

Gangguan pikiran/ delusi

Halusinasi

Perilaku disorganisasi

Isolasi sosial

7. MEKANISME KOPING

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 8


Kaji mekanisme koping yang sering digunakan klien, meliputi :

Regersi : Menjadi malas beraktivitas sehari-hari

Proyeksi : Mengalihkan tanggung jawab pada orang lain atau suatu benda.

Menarik diri : Sulit mempercayai orang lain dan dengan stimulus internal.

Keluarga meningkari masalah yang dialami oleh klien.

8. PENATALAKSANAAN MEDIS

Psikofarmaka adalah terapi yang menggunkan obat yang bertujuan untuk


mengurangi atau menghilangkan gejala.

Chlorpromazine (CPZ) :Untuk pengobatan psikosa mengurangi gejala emosi

Haloperidol :Digunakan untuk menenangkan keadaan maniak

Thihexphenidil :Untuk gejala parkison

9. PEMERIKSAAN PENUNJANG

CT- SCAN : Menunjukkan struktur abnormalitas otak pada beberapa kasus


skizofrenia

Psitron Emission Tomography (PET)Mengukur aktivitas metabolic daria area spesifik


otak

MRI : Memberikan gambaran otak 3 dimensi, dapat memperlihatkan gambar yang


lebih kecil dari lotus frontal, atopi lotus temporal.

RCBF ( Regional Cerebral Blood Flow ) : Memetakkan aliran darah dan menyatakan
intensitas aktivitas pada daerah otak yang bervariasi.

Uji psikologis :Menyatakan kerusakan pada satu area atau lebih ( Doengeos, 2006)

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 9


II. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN

Identitas klien dan penanggung jawab

Alasan masuk RS

Umumnya klien halusinasi dibawa ke RS karena keluarga merasa tidak mampu


merawat, terganggu karena perilaku sehingga dibawa ke RS untuk mendapat
perawatan.

FACTOR PREDISPOSISI

Faktor perkembangan terlambat :

Usia bayi tidak terpenuhi kebutuhan nutrisi dan rasa aman

Usia balita, tidak terpenuhi kebutuhan ekonomi

Usia sekolah mengalami peristiwa yang tidak terselesaikan

Faktor komunikasi dalam keluarga

Faktor komunikasi peran ganda

Tidak ada komunikasi

Tidak ada kehangatan

Komunikasi dengan emosi berlebihan

Orang tua otoriter, konflik orang tua

Factor sosial budaya

Factor psikologis

Factor biologis

Factor genetic

FACTOR PRESIPITASI

Pencetus respon neurobiologis meliputi :

Berlebihannya proses informasi pada system saraf

Mekanisme pengantaran listrik disaraf terganggu

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 10


Adanya hubungan yang bermusuhan, tekanan, isolasi, perasaan tidak berguna,
putus asa dan tidak berdaya Menurut stuart (2007), pemicu masalah respon
neurobiologis maladaptif adalah :

Kesehatan

Lingkungan

Perilaku

Validasi informasi tentang halusinasi meliputi :

Isi Halusinasi

Tanyakan suara siapa yang didengar. Apa yang dikatakan bila halusinasi auditorik.
Apa bentuk bayangan yang dilihat jika visual, bau apa yang tercium bila halusinasi
penghidung, rasa yang dikecap bila pengecapan dan apa yang dirasakan ditubuh
jika perabaan.

Waktu dan frekuensi

Kapan pengalaman mencul, berapa kali sehari/minggu /bulan

Situasi pencetus

Respon Klien

Menentukan sejauh mana halusinasi

PEMERIKSAAN FISIK

Situasi mental

Penampilan

Pembicaraan

Aktivitas motorik

Alam perasaaan

Efek : sesuai maladaptif

Interaksi selama wawancara verbal dan nor verbal

Persepsi

Proses pikir

Isi pikir berisikan keyakinan berdasarkan penilaian realitas

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 11


Tingkat kesadaran : Orientasi waktu, tempat dan orang.

Memori

Memori Jangka panjang : Meningat periatiwa setelah lebih setahun berlalu

Memori jangka pendek : Seminggu yang lalu saat dikaji

Kemampuan konsentrasi dan berhitung sederhana

Kemampuan penilaian

Daya tarik diri

Kebutuhan Persiapan pulang

Yaitu pola aktivitas sehari-hari termasuk makan minum, BAB/ BAK, istirahat tidur,
perawatan diri, pengobatan serta aktivitas.

Mekanisme koping

Regresi : Malas beraktivitas sehari-hari

Proyeksi : Perubahan suatu persepsi

Menarik diri : sulit mempercayai orang lain

Masalah psikososial dan lingkungan

Berkenan denga ekonomi, pekerjaan, pendidikan, pemukiman,

Aspek Medic

Diagnose medic dan terapi medic

2. MASALAH KEPERAWATAN YANG SERING TERJADI PADA KLIEN


HALUSINASI
( Keliat, 2006)

o Perubahan persepsi sensori : Halusinasi Resiko mencederai diri sendiri,


orang lain dan lingkungan
o Isolasi sosial
o Ganggu konsep diri
o Deficit perawatan diri

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 12


POHON MASALAH

Effect : Resiko tinggi mencederai diri, oran lain, lingkungan dan verbal

Core problem : gangguan persepsi sensori : Halusinasi

Causa : Isolasi Social, gangguan konsep diri : Harga diri rendah Koping individu
inefektof, Penolakan/ duka fungsional/kehilan

3. INTERVENSI

Diagnosa Perencanaan
Hari / No
Keperawat
Tanggal Dx Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
an
Rabu 1 Gangguan Klien dapat 1.Ekspresi wajah Bina hubungan saling
19/07/ persepsi membina bersahabat, percaya dengan
2017 sensori hubungan menggunakan prinsip
10:20 halusinasi saling 2.menunjukan rasa komunikasi teraupetik.
percaya. senang,
Sapa pasien dengan
3.ada kontak mata, ramah baik verbal maupun
nonverbal.
4.mau berjabat tangan,
Perkenalkan diri dengan
5. mau menyebutkan sopan.
nama,
Tanya nama lengkap
6. mau jawab salam, pasien dan nama
panggilan yang disukai
7. klien mau duduk klien.
berdampingan dengan
perawat, Jelaskan tujuan
pertemuan.
8.mau mengutarakan
masalah yang dihadapi. Buat janji dan menempati
janji.

Tunjukan sikap empati dan


menerima klien apa
adanya.

Beri perhatian pada klien


dan perhatikan kebutuhan
dasar klien.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 13


2 Klien dapat Klien dapat Adakan kontak sering dan
menegenal menyebutkan isi, jenis, singkat secara bertahap.
i waktu,situasi,frekuensi,
halusinasin dan respon timbul Observasi tingkah laku
ya halusinasi. klien dengan
halusinasinya.
Bicara dan tertawa sendiri
tanpa stimulus,
memandang ke kiri dan ke
kanan atau kedepan
seolah-olah ada teman
bicara.

Bantu klien mengenali


halusinasinya :
Jika menemukan yang
sedang halusinasi,
tanyakan apakah ada
suara yang di dengar.
Jika klien menjawab
lanjutkan : apa yang
dikatakan.
Katakan bahwa perawat
percaya. Klien dengar
suara itu, namun perawat
tidak sendiri, tidak
mendengarnya ( dengan
nada bersahabat), tanpa
menuduh atau
menghakimi.
Katakan bahwa klien ada
juga yang sepertinya.

Diskusikan dengan klien :


Situasi yang menimbulkan
dan tidak menimbulkan
halusinasi.
Waktu dan frekuensi
terjadinya halusinasi (
pagi, siang, sore, malam,
atau jika sendiri, jengkel,
atau sedih )
Diskusikan dengan klien
apa yang dirasakan jika
terjadi halusinasi ( marah
atau takut, sedih, senang, )
beri kesempatan
mengungkapkan
perasaanya

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 14


3 Klien dapat Klien dapat 1.identifikasi bersama klien
mengontrol menyebutkan tindakan cara tindakan yang
halusinasin yang biasanya dilakukan jika terjadi
ya dilakukan untuk halusinasi
mengendlikan 2.diskusikan manfaat cara
halusinasinya yang di gunakan klien, jika
Klien dapat bermanfaat beri pujian
menyebutkan cara baru 3.diskusikan cara baru
untuk mengontrol untuk mengontrol
halusinasinya timbulnya halusinasi
Klien dapat memilih dengan cara :
cara mengatasi a.menghardik
halusinasi seperti yang b. menemui orang lain
telah didiskusikan untuk bercakap-cakap
dengan perawat c.melakukan kegiatan
Klien dapat yang biasa dilakukan
melaksanakan cara 4.bantu klien memilih dan
yang telah dipilih untuk melatih cara mengontrol
mengendalikan halusinasinya secara
halusinasi bertahap
Klien dapat mencoba 5. beri kesempatan kepada
cara menghilangkan klien untuk melakukan
halusinasi cara yang telah di latih,
evaluasi hasilnya, dan beri
pujian jika berhasil
4 Klien dapat 1.keluarganya 1.buat kontrak
duungan menyatakan setuju waktu,tempat dan topik
dari untuk mengikuti dengan keluarga saat
keluarga pertemuan dengan keluarga berkunjung
dalam perawat 2. diskusikan pada
mengontrol 2. keluarga mampu keluarga tentang
halusinasin menyebutkan pengertian halusinasi,
ya pengertian ,tanda dan tanda dan gejala
gejala,proses terjadinya halusinasi, proses
halusinasi dan tindakan terjadinya halusinasi serta
untuk mengendalikan cara yang dapat di lakukan
halusinasi klien dan keluarga untuk
memutus halusinasi
3. jelaskan tentang obat-
obatan halusinasi.
4.jelskan cara merawat
anggota keluarga yang
halusinai dirumah
miasalnya beri kegiatan,
Jngan biarkan
sendirian,makan bersama
5. anjurkan keuarga untuk
memantau obat-obatan
dan cara pemberiannya
untuk mengatasi halusinasi

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 15


6. beri informasi waktu
kontrol ke rumah sakit dan
bagaimana cara mencari
bantuan jika halusinasi
tidak bisa diatasi di rumah
5 Klien dapat 1.klien dapat 1. diskusikan dengan klien
mmanfaatk menyebutkan dan keluarga tentang
an obat manfaat,dosis dan efek dosis,frekuensidan
dengan sampng obat manfaat minum obat
baik 2. klien dapat 2.anjurkan klien meminta
mendemonstrasikan sendiri obat pada perawat
penggunaan obat dan merasakan
dengan benar manfaatnya
3. klien dapat 3. anjurkan klien bicara
memahami akibat dengan dokter tentang
berhentinya manfaat dan efek samping
mengonsumsi obat- minum obat yang di
obat-obat tanpa rasakan
konsultasi 4. diskusikan akibat
berhenti mengonsumsi
obat-obat tanpa konsultasi
5. Bantu klien
menggunakan obat
dengan prinsip dan benar.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 16


RENCANA KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI :

HALUSINASI DALAM BENTUK STRATEGI PELAKSAAN (SP)

PASIEN KELUARGA
SP1P SP1K
1. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien. 1. Mendiskusikan masalah yang di
2. Mengidenfikasi isi halusinasi klien. rasakan keluarga dalam merawat
3. Mengidenfifikasi aktu halusinasi. pasien.
4. Mengidenfifikasi frekuensi halusinasi 2. Menjelaskan pengertian tanda&
klien gejala halusinasi dan jenis halusinasi
5. Mengidentifikasi situasi yang yang dialami pasien beserta proses
menimbulkan halusinasi. terjadinya.
6. Mengidenfikasi respon klien terhadap 3. Menjelaskan cara merawat pasien
halusinasi. halusinasi.
7. Mengajarkan klien menghardik
halusinasi
8. Menganjurkan klien memasukkan cara
menghardik halusinasi dalam jadwal
kegiatan harian.

SP2P SP2K
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian 1. Melatih keluarga mempraktikkan cara
klien. merawat klien halusinasi
2. Melatih klien mengendalikan halusinasi 2. Melatih keluarga melakukan cara
dengan bercakap-cakap dengan orang merawat langsung kepada klien
lain. halusinasi.
3. Menganjurkan klien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian

SP3P SP3K
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian 1. Membantu keluarga membuat jadwal
klien aktivitas dirumah termaksuk minum
2. Melatih klien mengendalikan halusinasi obat ( dis planning)
dengan cara bercakap-cakap dengan 2. Menjelaskan follow up pasien setelah
perawat. pulang
3. Menganjurkan klien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian

SP4P
1. Mengevalusi Jadwal kegiatan harian.
2. Memberikan pendidikan kesehatan
tentang penggunaan obat secara
teratur.
3. Menganjurkan klien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 17


STRATEGI PELAKSAAN (SP) 1 : MEMBANTU PASIEN MENGENAL HALUSINASI,
MENJELASKAN DAN MENGAJARKAN CARA-CARA MENGONTROL
HALUSINASI, DENGAN CARA PERTAMA : MENGHARDIK HALUSINASI

PERTEMUAN PERTAMA (I)


HARI/TGL : rabu/19-07-2017
RUANG : kronis pria

Tahap Orientasi

Salam terapeutik

Selamat pagi pak, nama saya Eka riawati ali sofiyani, biasa dipanggil Eka, saya
mahasiwa dari Akademi Keperawatan Rumah Sakit Marthen Indey, disini saya akan
bertugas dari jam 07.00 pagi - 14.00 siang nanti, Nama bapak siapa? Biasa
dipanggil siapa? Ow iya baiklah.

Validasi

Bagaimana perasaan bapak hari ini? Tidurnya semalam nyenyak tidak?

Kontrak waktu

TOPIK : Bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang tentang suara yang


selama ini bapak dengan, tetapi tidak ada wujudnya?

TEMPAT : Dimana kita duduk pak? Bagaimana kalau disini saja ya pak ?

WAKTU : Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit ya pak?

Tahap Kerja

Bapak, coba bapak ceritakan sama saya apa yang bapak rasakan? Apa bapak
mendengar suara-suara tanpa ada wujudnya tidak? Biasanya suara itu bilang apa
pak? Kira-kira kapan suara itu muncul pak? Biasanya bapak dengar brapa kali
sehari? Apa yang bikin suara itu muncul pak? Kalau suara-suara itu mencul apa
yang bapak lakukan? Perasaan bapak bagaimana jika mendengar suara-suara itu?

Bapak ada empat4 cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama dengan
menghardik suara tersebut. Kedua, Dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang keempat minum obat
dengan teratur.

Bagaimana Kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik

Caranya sebagai berikut, saat suara-suara itu muncul, langsung bilang, pergi sana
saya tidak mau dengar, Kamu suara palsu, begitu diulang-ulang sampai suara itu
tidak terdengar lagi. Coba bapak lakukan, Nah begitu, Bagus, coba lagi, ya bagus
bapak sudah bisa ya.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 18


Tahap Terminasi

Subyektif : Bapak bagaimana perasaanya setelah tadi kita berbincang-bincang ?

Obyektif : Bapak bagaimana masih ingat apa yang tadi kita bicarakan? Oh sudah
lupa ya? Baiklah

Rencana Tindak Lanjut

Baiklah pak, mungkin itu saja dulu hari ini, besok kita lanjutkan lagi ya pak?

Kontrak

TOPIK : Bapak dipertemuan selanjutnya saya akan mengajarkan bapak


bagaimana caranya/mengendalikan halusinasi dengan bercakap-cakap dengan
orang lain.

TEMPAT : Nanti, kita bertemu ditempat ini atau diluar saja ya pak?

WAKTU : Jadi, besok kita berbincang-bincang lagi ya? Ok baiklah sampai jumpa,
selamat pagi.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 19


BAB III
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.S DENGAN GANGGUAN PERSEPSI
SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN RUANG AKUT PRIA DI RUMAH
SAKIT JIWA DAERAH ABEPURA

Tanggal Pengkajian : 18 juli 2017 Jam : 10:20 WIT


Tanggal masuk :
Diangnosa Medis : Zkizofrenia

I. IDENTITAS

IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. S
Umur : 28 Thn
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Pekerjaan :-
No. Reg :11601
Alamat : Koya barat

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB

Nama : Ny. S
Umur : 55 Thn
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Hub. Dengan klien : Orang tua klien
Alamat : Koya barat

II. ALASAN MASUK RSJ


Klien sering kencing celana terus menerus dan menguris mamaknya dari rumah,
karna putus obat klien tidak tenang terkadang bicara sendiri.

Masalah keperawatan : Resiko perilaku kekerasan

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 20


III. FAKTOR PREDISPOSISI

Klien merupakan pasien lama yang dirawat diRSJ abepura

Pengobatan sebelumnya tidak berhasil

Klien kurang lebih sudah 7 tahun mengalami gangguan jiwa, dan sering dirawat di
RSJ

Sudah 3x masuk RSJ

Pernah memukul ibunya.

Masalah Keperawatan : Resiko prilaku kekerasan

IV. PEMERIKSAAN FISIK

Tanda-tanda Vital

TD : 120/70mmHg

ND : 80x/menit

SB : 36,7 c

RR : 20 x/menit

Masalah keperawatan : Tidak ditemukan masalah

Ukur TB : - BB: -

Keluhan Fisik dan keadaan fisik : -

Masalah Keperawatan : Tidak ditemukan masalah

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 21


V. PSIKOSOSIAL

Genogram
: Pria

: Wanita

: Klien

KETERANGAN :

Pasien 2 bersudara, belum menikah

Konsep Diri

Gambaran diri : Px menyukai anggota tubuhnya.

Identitas diri : Px tidak tau ia beragama apa ,px tau ia tinggal dikoya, berumur 28
thn, dan anak pertama

Peran :px adalah seorang anak dari orang tuanya.

Ideal diri :px mengatakan seorang laki-laki, berperan sebagai anak

Harga diri : Pasien suka menyendiri, jarang bergabung dengan teman-teman


yang lain

Masalah keperawatan : HDR

HUBUNGAN SOSIAL

Klien mengatakan yang berarti dirumah adalah adeknya yang perempuan.

Masalah keperawatan : Tidak ditemukan masalah

SPIRITUAL

Nilai dan keyakinan : Px tidak tau ia beragama apa

Masalah keperawatan : Tidak ditemukan masalah

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 22


VI. STATUS MENTAL

PENAMPILAN

Saat dikaji pasien menggunakan pakaian yang rapi, px mengtakan belum mandi,
pakaian sesuai usia

PEMBICARAAN

Jika di tanya berpindah-pindah dari satu pertanyaan ke pertayaan yang lain,


misalnya kerja di mana pasien menjawab sudah menikah

AKTIVITAS MOTORIK

TIK : ada gerakan-gerakan kecil pada otot muka suka tertawa sendiri

Alam Perasaan

Sesuai : jika menceritakan temannya yang memakai bedak tebal tidak beraturan dia
tertawa

AFEK

Sesuai :

Interaksi selama wawancara

Kontak mata kurang tidak mau menatap perawat.

Masalah keperawatan : Tidak ditemukan masalah

PERSEPSI

Jenis halusinasi : gangguan persepsi pendengaran

ISI HALUSINASI : pasien mengatakan setiap malam ada suara-suara yang


menyuruh untuk memukul orang

FREKUENSI HALUSINASI : 1 X Sehari

WAKTU HALUSINASI : saat sepi

PERASAANYA : merasa terganggu

RESPONNYA : diam dan tutup mata

Masalah keperawatan : Gangguan persepsi sensori halusinasi pengdengaran.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 23


PROSES PIKIR

Flight of idea : ditandai dengan apabila perawat berbicara tentang sholat pasien
menjawab sepak bola

Masalah Keperawatan : gangguan proses pikir

ISI PIKIR

waham agama : pasien mengatakan ia agam kristen sedangkan diidentitas ia


beragama islam

masalah keperawatan : waham agama

TINGKAT KESADARAN

KES: CM

DISORIENTASI

WAKTU : Klien tahu ini hari apa ? besok hari apa ? dan kemarin hari apa ?

( Sekarang Hari rabu, besok hari kamis, kemarin hari selasa )

TEMPAT : Klien tau klien berada dimana sekarang

( sekarang saya berada di RS angkatan laut)

ORANG : (Klien tidak mampu mengenali yang mana perawat dan mana dokter)

MEMORI

Jangka pendek : klien tidak dapat mengingat menu makan pagi

Jangka panjang : pasien tau dulu ia sekolah SD di SD inpres 1 koya

TINGKAT KONSENTRASI

Pasien mampu untuk berkonsentrasi. Jika ditanya perawat pasien diam dulu dan
menjawab.

KEMAMPUAN PENILAIAN

Klien mampu menghitung ditandai dengan menjawab hitungan 10+5 = 15

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 24


VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG

Makan ( bisa sendiri )

BAB/BAK ( Bisa dilakukan sendiri )

Mandi ( Bantuan minimal )

Berpakaian px mampu melakukannya.

Penggunaan obat ( dibantu orang tua )

Pemeliharaan kesehatan, perlu dirawat lanjutan.

VIII. MEKANISME KOPING

Adaptif

Klien mampu berbicara dengan orang laiin.

Mal adaptif

Pasien suka menundukkan kepala jika di tanya

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN

Px jarang berbicara dengan teman lainnya

X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG

Pasien tidak tahu jika ia mengalami gangguan jiwa

Pasien tidak tau dibawa kesini karna apa?

XI. ASPEK MEDIK

Diagnosa medik : Zkizofrenia

Terapi medik :

Haloperidol (oral) : di gunakan untuk meredakan gejala skizofrenia dan masalah


perilaku. Emosional serta masalah kejiwaan lainnya

Thihexyphedyl (oral) : di gunakan untuk mengetahui dan mengatasi gangguan


gerakan yang tidak normal dan tidak terkendali akibat perkiraan dan efek samping
mengkonsumsi obat

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 25


Chlorpromazine (oral) : di gunakan untuk syndrome psikotik, yaitu dalam berdaya
beda dalam kemampuan menilai realita kesadaran dari gangguan

ANALISA DATA
DATA MASALAH KEPERAWATAN

DS : PX Mengatakan GANGGUANG PERSEPSI


Pasien mengatakam setiap malam ada suara SENSORI HALUSINASI
bisikkan untuk memukul orang PENDENGARAN
Saat sepi
1x sehari
Merasa terganggu
Klien saat dikaji menyebutkan jika ia berada di
RS angkatan laut
DO : Px tampak
Kontak mata kurang
Px bergembira berlebihan
Px waham agama mengaku agam kristen
Suka tertawa sendiri
Jika ditanya berpindah-pindah dari pertanyaan
satu ke pertanyaan yang lain

POHON MASALAH

Effect : Resiko tinggi mencederai diri, oran lain, lingkungan dan verbal

Core problem : gangguan persepsi sensori : Halusinasi

Causa : Isolasi Social, gangguan konsep diri : Harga diri rendah Koping individu
inefektof, Penolakan/ duka fungsional/kehilan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Perubahan persepsi sensori : Halusinasi

Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan

Isolasi sosial

Ganggu konsep diri

Deficit perawatan diri

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 26


INTERVENSI

Diagnosa Perencanaan
Hari / No
Keperawat
Tanggal Dx Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
an
Rabu 1 Gangguan Klien dapat 1.Ekspresi wajah Bina hubungan saling
19/07/ persepsi membina bersahabat, percaya dengan
2017 sensori hubungan menggunakan prinsip
10:20 halusinasi saling 2.menunjukan rasa komunikasi teraupetik.
percaya. senang,
Sapa pasien dengan
3.ada kontak mata, ramah baik verbal maupun
nonverbal.
4.mau berjabat tangan,
Perkenalkan diri dengan
5. mau menyebutkan sopan.
nama,
Tanya nama lengkap
6. mau jawab salam, pasien dan nama
panggilan yang disukai
7. klien mau duduk klien.
berdampingan dengan
perawat, Jelaskan tujuan
pertemuan.
8.mau mengutarakan
masalah yang dihadapi. Buat janji dan menempati
janji.

Tunjukan sikap empati dan


menerima klien apa
adanya.

Beri perhatian pada klien


dan perhatikan kebutuhan
dasar klien.

2 Klien dapat Klien dapat Adakan kontak sering dan


menegenal menyebutkan isi, jenis, singkat secara bertahap.
i waktu,situasi,frekuensi,
halusinasin dan respon timbul Observasi tingkah laku
ya halusinasi. klien dengan
halusinasinya.
Bicara dan tertawa sendiri
tanpa stimulus,
memandang ke kiri dan ke
kanan atau kedepan
seolah-olah ada teman
bicara.

Bantu klien mengenali

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 27


halusinasinya :
Jika menemukan yang
sedang halusinasi,
tanyakan apakah ada
suara yang di dengar.
Jika klien menjawab
lanjutkan : apa yang
dikatakan.
Katakan bahwa perawat
percaya. Klien dengar
suara itu, namun perawat
tidak sendiri, tidak
mendengarnya ( dengan
nada bersahabat), tanpa
menuduh atau
menghakimi.
Katakan bahwa klien ada
juga yang sepertinya.

Diskusikan dengan klien :


Situasi yang menimbulkan
dan tidak menimbulkan
halusinasi.
Waktu dan frekuensi
terjadinya halusinasi (
pagi, siang, sore, malam,
atau jika sendiri, jengkel,
atau sedih )
Diskusikan dengan klien
apa yang dirasakan jika
terjadi halusinasi ( marah
atau takut, sedih, senang, )
beri kesempatan
mengungkapkan
perasaanya
3 Klien dapat Klien dapat 1.identifikasi bersama klien
mengontrol menyebutkan tindakan cara tindakan yang
halusinasin yang biasanya dilakukan jika terjadi
ya dilakukan untuk halusinasi
mengendlikan 2.diskusikan manfaat cara
halusinasinya yang di gunakan klien, jika
Klien dapat bermanfaat beri pujian
menyebutkan cara baru 3.diskusikan cara baru
untuk mengontrol untuk mengontrol
halusinasinya timbulnya halusinasi
Klien dapat memilih dengan cara :
cara mengatasi a.menghardik
halusinasi seperti yang b. menemui orang lain
telah didiskusikan untuk bercakap-cakap
dengan perawat c.melakukan kegiatan

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 28


Klien dapat yang biasa dilakukan
melaksanakan cara 4.bantu klien memilih dan
yang telah dipilih untuk melatih cara mengontrol
mengendalikan halusinasinya secara
halusinasi bertahap
Klien dapat mencoba 5. beri kesempatan kepada
cara menghilangkan klien untuk melakukan
halusinasi cara yang telah di latih,
evaluasi hasilnya, dan beri
pujian jika berhasil

4 Klien dapat 1.keluarganya 1.buat kontrak


duungan menyatakan setuju waktu,tempat dan topik
dari untuk mengikuti dengan keluarga saat
keluarga pertemuan dengan keluarga berkunjung
dalam perawat 2. diskusikan pada
mengontrol 2. keluarga mampu keluarga tentang
halusinasin menyebutkan pengertian halusinasi,
ya pengertian ,tanda dan tanda dan gejala
gejala,proses terjadinya halusinasi, proses
halusinasi dan tindakan terjadinya halusinasi serta
untuk mengendalikan cara yang dapat di lakukan
halusinasi klien dan keluarga untuk
memutus halusinasi
3. jelaskan tentang obat-
obatan halusinasi.
4.jelskan cara merawat
anggota keluarga yang
halusinai dirumah
miasalnya beri kegiatan,
Jngan biarkan
sendirian,makan bersama
5. anjurkan keuarga untuk
memantau obat-obatan
dan cara pemberiannya
untuk mengatasi halusinasi
6. beri informasi waktu
kontrol ke rumah sakit dan
bagaimana cara mencari
bantuan jika halusinasi
tidak bisa diatasi di rumah

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 29


5 Klien dapat 1.klien dapat 1. diskusikan dengan klien
mmanfaatk menyebutkan dan keluarga tentang
an obat manfaat,dosis dan efek dosis,frekuensidan
dengan sampng obat manfaat minum obat
baik 2. klien dapat 2.anjurkan klien meminta
mendemonstrasikan sendiri obat pada perawat
penggunaan obat dan merasakan
dengan benar manfaatnya
3. klien dapat 3. anjurkan klien bicara
memahami akibat dengan dokter tentang
berhentinya manfaat dan efek samping
mengonsumsi obat- minum obat yang di
obat-obat tanpa rasakan
konsultasi 4. diskusikan akibat
berhenti mengonsumsi
obat-obat tanpa konsultasi
5. Bantu klien
menggunakan obat
dengan prinsip dan benar.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

DIAGNOSA
HARI/
NO KEPERAWA IMPLEMENTASI EVALUASI
TANGGAL
TAN
1 RABU Gangguan SP1P S : pasien menjawab
19 JULI persepsi FASE ORIENTASI Pagi nama S.A
2017 sensori Selamat pagi tuan S, saya biasa dipanggil S
halusinasi perawat yang akan merawat tuan tinggal di Koya
09.00 S, nama saya Eka Riawati Ali Iya
Sofiyani biasa dipanggil Eka, Tidak tahu
nama bapak siapa ? senang Disana saja iya
dipanggil apa ? Tidak dengar
bagaimana perasaan bapak S hari Tidak tahu
ini, apa keluhan bapak S saat ini? Suara nenek suruh
baiklah bagaimana kalo kita pukul orang
bercakap cakap tentang suara Malam kalo sepi
yang selama ini Bapak S dengar Iya
tapi tak tampak wujudnya ? dimana Tidak bisa
kita duduk, diruang tamu berapa Tidak tahu
lama bagaimana kalo 30 menit? Tidak tahu
FASE KERJA Iya
Apakah bapak S mendengar suara Iya
tanpa ada wujudnya apa ? yang
dikatakan suara itu apakah terus O: Pasien Tampak
menerus terdengar atau sewaktu
waktu ? kapan yang paling sering -Kooperatif
bapak S dengar suara berapak ali -Klien mampu
sehari ? bapak S alami pada menyebutkan

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 30


keadaan apa suara itu terdengar ? namanya
apakah pada waktu sendiri apa -Duduk tenang
yang bapak rasakan ketika -Kontak mata kurang
mendengar suara itu ? apakah -Suka menundukan
dengan cara itu suara suara itu kepala
hilang ? bagaimana kita belajar -Mau menyebutkan
cara untuk mencegah suara itu apa yang dirasakan
muncul bapak S ada 4 cara utk -Pasien tampak
mencegah suara itu muncul tersenyum
pertama dengan menghardik suara
tersebut kedua dengan cara A : SP1P belum
bercakap cakap dgn orang lain tercapai
Ketiga melakukan kegiatan secara
terjadwal dan yang keempat minum P : Ulangi SP1P
obat yang teratur bagaimana kalo
kita belajar satu cara dulu dengan
cara menghardik?
Caranya sbb : saat suara suara itu
muncul pergi sana saya tidak mau
dengar kamu suara palsu begitu
diulang sampai suara itu tidak
terdengar lagi coba bapak
peragakan nah begitu bagus !
coba lagi ! ya bagus bapak S
sudah bisa
FASE TERMINASI
Bagaimana perasaan bapak S
setelah peragaan latihan tadi kalo
muncul lagi suara suara itu muncul
lagi silah kan coba cara tersebut
bagaimana kalo kita buat jadwal
latihannya mau jam berapa saja
latihannya ?
(bapak masukan dalam kegiatan
latihan menghardik halusinasi )kalo
kita bertemu lagi utk belajar dan
latihan mengendalikan suara suara
dengan cara yang kedua jam
berapa bapak S dimana tempatnya
baiklah sampai jumpa selamat pagi
2 KAMIS Gangguan SP1P S : pasien
20 JULI persepsi FASE ORIENTASI mengatakan
2017 sensori Selamat pagi bapak S, bagaimana
halusinasi perasaan bapak S hari ini? masih Iya pagi
10.00 ingat saya tidak nama saya Eka ? Iya ingat suster Eka
baiklah, bagaimana bapak masih Iya
ingat cara mencegah suara suara Baik
itu muncul lagi ? bagaimana kalo Tidak dengar apa
kita bercakap cakap lagi tentang apa
suara yang selama ini Bapak S Cuma dengar suara

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 31


dengar tapi tak tampak wujudnya? paman tadi malam
dimana kita duduk, diruang tamu dan hujan
berapa lama bagaimana kalo 30 Oh iya
menit ? Disini saja
FASE KERJA Seperti apa itu
Apakah bapak S mendengar suara Kapan saja
tanpa ada wujudnya apa yang Hehehe
dikatakan suara itu apakah terus Tidak bisa
menerus terdengar atau sewaktu Takut !
waktu ? Iya disini saja
kapan yang paling sering bapak S Bisa
dengar suara berapa kali sehari
bapak S alami pada keadaan apa O : pasien tampak
suara itu terdengar ?apakah pada
waktu sendiri apa yang bapak Kooperatif
rasakan ketika mendengar suara Tertawa jika ditanya
itu ? apakah dengan cara itu suara terus
suara itu hilang ? bagaimana kita Tampak sedang
belajar cara untuk mencegah suara bingung
itu muncul bapak S ada 4 cara utk Diam terus jika tidak
mencegah suara itu muncul ditanya tidak bicara
pertama dengan menghardik suara Mau dekat dengan
tersebut kedua dengan cara perawat
bercakap cakap dgn orang lain KU tenang
Ketiga melakukan kegiatan secara
terjadwal dan yang keempat minum A : SP1P belum
obat yang teratur bagaimana kalo tercapai
kita belajar satu cara dulu dengan
cara menghardik? P : Ulangi SP1P
Caranya sbb : saat suara suara itu
muncul pergi sana saya tidak mau
dengar kamu suara palsu begitu
diulang sampai suara itu tidak
terdengar lagi coba bapak
peragakan nah begitu bagus !
coba lagi ! ya bagus bapak S
sudah bisa
FASE TERMINASI
Bagaimana perasaan bapak S
setelah peragaan latihan tadi kalo
muncul lagi suara suara itu muncul
lagi silah kan coba cara tersebut
bagaimana kalo kita buat jadwal
latihannya mau jam berapa saja
latihannya ?
(bapak masukan dalam kegiatan
latihan menghardik halusinasi )kalo
kita bertemu lagi utk belajar dan
latihan mengendalikan suara suara
dengan cara yang kedua jam

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 32


berapa bapak S dimana tempatnya
baiklah sampai jumpa selamat pagi
3 JUMAT Gangguan SP1P S : pasien
21 JULI persepsi FASE ORIENTASI mengatakan
2017 sensori Selamat pagi bapak S, bagaimana
halusinasi perasaan bapak S hari ini? masih Iya pagi
10.00 ingat saya tidak nama saya Eka ? Iya ingat suster Eka
baiklah, bagaimana bapak masih Masih
ingat cara mencegah suara suara Ok sus
itu muncul lagi ? bagaimana kalo Tidak dengar apa
kita bercakap cakap lagi tentang apa
suara yang selama ini Bapak S tidak dengar
dengar tapi tak tampak wujudnya? Oh iya
dimana kita duduk, diruang tamu Disini saja
berapa lama bagaimana kalo 30 Seperti apa itu
menit ? Kapan saja
FASE KERJA iya
Apakah bapak S mendengar suara Tidak bisa
tanpa ada wujudnya apa yang Takut !
dikatakan suara itu apakah terus Iya disini saja
menerus terdengar atau sewaktu Bisa
waktu ?
kapan yang paling sering bapak S O : pasien tampak
dengar suara berapa kali sehari
bapak S alami pada keadaan apa Kooperatif
suara itu terdengar ?apakah pada Tertawa jika ditanya
waktu sendiri apa yang bapak terus
rasakan ketika mendengar suara Tampak sedang
itu ? apakah dengan cara itu suara bingung
suara itu hilang ? bagaimana kita Diam terus jika tidak
belajar cara untuk mencegah suara ditanya tidak bicara
itu muncul bapak S ada 4 cara utk Mau dekat dengan
mencegah suara itu muncul perawat
pertama dengan menghardik suara KU tenang
tersebut kedua dengan cara
bercakap cakap dgn orang lain A : SP1P belum
Ketiga melakukan kegiatan secara tercapai
terjadwal dan yang keempat minum
obat yang teratur bagaimana kalo P : Ulangi SP1P
kita belajar satu cara dulu dengan
cara menghardik?
Caranya sbb : saat suara suara itu
muncul pergi sana saya tidak mau
dengar kamu suara palsu begitu
diulang sampai suara itu tidak
terdengar lagi coba bapak
peragakan nah begitu bagus !
coba lagi ! ya bagus bapak S
sudah bisa
FASE TERMINASI

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 33


Bagaimana perasaan bapak S
setelah peragaan latihan tadi kalo
muncul lagi suara suara itu muncul
lagi silah kan coba cara tersebut
bagaimana kalo kita buat jadwal
latihannya mau jam berapa saja
latihannya ?
(bapak masukan dalam kegiatan
latihan menghardik halusinasi )kalo
kita bertemu lagi utk belajar dan
latihan mengendalikan suara suara
dengan cara yang kedua jam
berapa bapak S dimana tempatnya
baiklah sampai jumpa selamat pagi

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 34


TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISAI SESI 2 DI RUANG KRONIS PRIA

DX.
NO HARI/TANGGAL IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN
1 Kamis, 20 Juli Gangguan Melakukan TAK S : Px mengatakan
2017 halusinasi Sosialisassi sesi 2 Selamat pagi semua
persepsi sensori (Berekenalan Nama saya S.H,
dengan teman di biasa dipanggil S,
sebelahnya) tinggal dikoya hoby
saya main bola
Nama kamu siapa ?
(berkenalan dengan
teman sebelahnya)
Nama saya, J biasa
dipanggil J tinggal di
polimak hoby saya
Mancing
O : Px tampak
Kooperatif
Kontak mata
Mampu bersalaman
dengan teman
Mampu mengikuti
kegiatan sampai
selesai
A : TAK sesi 2 teratasi

P : Lanjut TAK sesi 3

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 35


ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 36
BAB IV
PENUTUP
I. KESIMPULAN

Proses keperawatan merupakan metode ilmiah dalam menjalankan proses


keperawatan dan menyelesaikan masalah secara sistematis yang digunakan oleh
perawat dan peserta didik keperawatan. Penerapan keperawatan dapat
meningkatkan otonomi, percaya diri, cara berfikir yang logis, ilmiah, sistematis dan
memperlihatkan tanggung jawab dan tanggung gugat serta pengembangan diri
perawat. Disamping itu klien dapat melaksanakan mutu pelayanan keperawatan
yang baik khusus nya pada klien halusinasi, maka dapatdi ambil ksimpulan sebagai
berikut:

1. Pengkajian yang dilaksanakan tidak banyak berbeda dengan pngkajian teoritis


maupun penulis tidak mendapat kesulitan dalam pengkajian klien.

2. Dalam usaha mengatasi masalah yang dihadapi klien penulis menyusun


tindakan keperawatan sesuai dengan teoritis begitu juga dengan SP.

3. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan disesuaikan dengan perencanaan


dan dapat dilaksanakan walaupun belum optimal.

4. Pada tahap evaluasi terhadap tindakan keperawatan masalah yang dihadapi


klien tidak teratasi semua sesuai dengan masalah klien.

II. SARAN

1. Mahasiswa.

Hendaknya mahasiswa/i dapat melakukan askep sesuai dengan tahapan-tahapan


dari protap dengan baik dan benar yang diperoleh selama masa pendidikan baik
diakademik maupun dilapangan praktek.

2.keluarga.

Agar keluarga selalu memberikan motivasi kepada klien dan juga perawatan
gangguan persepsi sensori:halusinasi pendengaran dirumah.

3. ruang rawat inap

meningkatkan perlatan dan pelayanan serta pemberian askep yang dapat


meningkatkan proses penyembuhan kllien.

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 37


DAFTAR PUSTAKA

- Stuart & sundeen. 2005. Buku keperawatan jiwa. Jakarta : EGC

Damayanti Mukhripah, 2012. Buku Asuhan keperawatan Jiwa. Samarinda

ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN KELOMPOK 1 PKK IV 2017 38