Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PASAR DAN PEMASARAN

Kelompok 1
1. Cindy C. Ch. De Fretes
2. Gabriel Nubatonis
3. Harry A. Dethan
4. Maria S.D. Ceme
5. Semiandy Djmai Balu
6. Yakobeth Naisanu

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat

dan tuntunan-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah

ini dibuat sebagai sarana peningkatan ilmu pengetahuan mengenai Pasar dan Pemasaran.

Makalah ini dibuat secara spesifik dengan tujuan agar kita semua mampu mengetahui

keseluruhan tentang pasar dan pemasaran yang menjadi bagian dalam kehidupan kita serta

dalam usaha kewirausahaan.

Semoga apa yang kami sampaikan dalam makalah ini, dapat bermanfaat bagi

kehidupan kita khususnya dibidang akademis. Kami menyadari bahwa makalah ini masih

jauh dari sempurna, oleh sebab itu kami minta kepada para pembaca agar dapat memberikan

kritik dan saran yang bersifat konstruktif untuk kemajuan makalah ini.

Kupang, November 2015

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i

DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................... 2

2.1 Pengertian Pasar .......................................................................................................... 2

2.2 Pengertian Pemasaran ................................................................................................. 2

2.3 Permintaan dan Penawaran ......................................................................................... 3

2.4 Segmentasi Pasar, Pasar Sasaran dan Posisi Pasar ...................................................... 4

2.5 Strategi Pemasaran ...................................................................................................... 9

BAB III PENUTUP ................................................................................................................. 12

3.1 Kesimpulan................................................................................................................ 12

3.2 Saran .......................................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya
transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli
yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Atau dapat juga diartikan tempat
bertemunya calon penjual dan pembeli. Sedangkan definisi pasar secara luas menurut
W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi
kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya. Di pasar antara
penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam
kegiatan jual-beli. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang
atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh
kedua belah pihak yang bertransaksi.
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam
menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa.
Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan
konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan
konsumsi. Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang
diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini
disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau
pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral.
Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan
sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social
untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk
memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud dengan pasar?
1.2.2 Apa yang dimaksud dengan pemasaran?
1.2.3 Bagaimana hukum permintaan dan penawaran?
1.2.4 Apa yang dimaksud dengan segmentasi pasar, pasar sasaran dan posisi pasar?
1.2.5 Bagaimana strategi pemasaran?

1.3 Tujuan Penulisan


1.3.2 Untuk mengetahui pengertian pasar
1.3.2 Untuk mengetahui pengertian pemasaran
1.3.3 Untuk mengetahui hukum permintaan dan penawaran
1.3.4 Untuk mengetahui segmentasi pasar, pasar sasaran dan posisi pasar
1.3.5 Untuk mengetahui strategi pemasaran

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pasar


Dalam pengertian sempit, pasar dapat didefinisikan sebagai tempat bertemunya
penjual dan pembeli yang saling melakukan transaksi jual beli.Di dalam pasar lah
kegiatan transaksi tawar menawar maupun jual beli terjadi. Kotler dan Amstrong (1999)
mendefinisikan pasar adalah seperangkat pembeli aktual dan potensial dari sebuah
produk atau jasa. Ukuran dari pasar sendiri tergantung pada jumlah orang yang
menunjukan kebutuhan, memiliki kemampuan dalam pertukaran.
Banyak pemasar memandang penjual sebagai industri dan pembeli sebagai pasar,
dimana penjul mengirimkan produk dan jasa yang mereka produksi dan
mengkomunikasikan atau menyampaikannya kepada pasar; sebagai gantinya mereka
akan menerima uang dan informasi dari pasar. (Kotler & Armstrong, 2008)
Menurut Handri Maaruf (2005) kata pasar memiliki tiga pengertian,yaitu :
1) Pasar dalam arti tempat, yaitu tempat bertemunya para penjual atau produsen
dengan pembeli atau konsumen.
2) Pasar dalam arti interaksi permintaan dan penawaran, yaitu pasar sebagai tempat
terjadinya transaksi jual beli.
3) Pasar dalam arti sekelompok anggota masyarakat yang memiliki kebutuhan dan
daya beli . Pengertian ini merujuk pada dua hal, yaitu kebutuhan dan daya beli.
Jadi pasar adalah orang-orang yang menginginkan sesuatu barang atau jasa dan
memiliki kemampuan untuk membeli.

2.2 Pengertian Pemasaran


Pemasaran, lebih dari fungsi bisnis lainnya, berhubungan dengan pelanggan.
Definisi yang paling sederhana adalah sebagai berikut: pemasaran adalah proses
mengelola hubungan pelanggan yang menguntungkan. Dua sasaran pemasaran adalah
menarik pelanggan baru dengan menjanjikan keunggulan nilai serta menjaga dan
menumbuhkan pelanggan yang ada dengan memberikan kepuasan.
Menurut William J. Stanton menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang

2
memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. (Dh &
Irawan, 2008)
Didefinisikan secara luas, pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana
pribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui
penciptaan dan pertukaran nilai dengan yang lain. Dalam konteks bisnis yang lebih
sempit, pemasaran mencakup menciptakan hubungan pertukaran muatan nilai dengan
pelanggan yang menguntungkan. Karena itu didefinisikan pemasaran (marketing)
sebagai proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun
hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan
sebagai imbalannya. (Kotler & Armstrong, 2008)
Proses Pemasaran
Menciptakan nilai dari untuk pelanggan dan membangun hubungan pelanggan

Merancang strategi Membangun program


Memahami pasar dan
pemasaran yang pemasaran terintegrasi
kebutuhan serta
digerakkan oleh yang memberikan nilai
keinginan pelanggan
pelanggan yang unggul

Menangkap kembali
nilai dari pelanggan

Menangkap nilai dari


Membangun hubungan
pelanggan untuk
yang menguntungkan
menciptakan
dan menciptakan
keuntungan dan ekuitas
kepuasan pelanggan
pelanggan

2.3 Permintaan dan Penawaran


2.3.1 Permintaan
Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu
barang dengan tingkat harganya. Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan
suatu hipotesis yang menyatakan makin rendah harga suatu barang maka makin
banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu
barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut. (Sukirno, 2006)
Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah
permintaan dan harga. Permintaan seseorang atau sesuatu masyarakat kepada
sesuatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Di antara faktor-faktor tersebut yang
terpenting adalah antara lain:

3
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut
3. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
4. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
5. Cita rasa masyarakat
6. Jumlah penduduk
7. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang.
2.3.2 Penawaran
Harga suatu barang selalu dipandang sebagai faktor yang sangat penting
dalam menentukan penawaran barang tersebut. Oleh sebab itu teori penawaran
terutama menumpukan perhatiannya kepada hubungan di antar tingkat harga
dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat
hubungan antara harga sesuatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan
para penjual. Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi
harga sesuatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan
oleh para penjual. Sebaliknya makin rendah harga sesuatu barang semakin sedikit
jumlah barang tersebut yang ditawarkan. (Sukirno, 2006)
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat
harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang terpenting adalah:
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang-barang lain
3. Biaya produksi
4. Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut
5. Tingkat teknologi yang digunakan.

2.4 Segmentasi Pasar, Pasar Sasaran dan Posisi Pasar


2.4.1 Segmentasi Pasar
Segmentasi Pasar merupakan langkah kedua dalam proses manajamen
pemasaran setelah langkah pertama yaitu analisis kebutuhan konsumen dilakukan.
Perusahaan yang ingin berhasil dalam menjalankan bisnisnya pertama-tama
haruslah menyadari bahwa adalah tidak mungkin bagi mereka untuk melayani
semua konsumen di pasar.

4
Segmentasi pasar adalah usaha permintaan pasar pada kelompok-kelompok
pembeli menurut jenis-jenis produk-produk tertentu dan yang memerlukan bauran
pemasaran sendiri (kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat serba macam /
heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar/segmen pasar yang
bersifat heterogen). (Rismiati & Suratno, 2001)
Tujuan : untuk menghemat usaha-usaha pemasaran dengan menitik beratkan
kepada pembeli yang berminat tinggi untuk membeli. Selain itu segmentasi
dilakukan untuk menghubungkan antara kebutuhan dengan tindakan.
Manfaat :
1) Dapat membedakan adanya segmen-segmen pasar
2) Mengetahui sifat-sifat atau daya tarik masing-masing segmen
3) Mengidentifikasi dan menyalurkan uang dan usaha ke pasar/segmen yang
potensinya paling besar.
4) Dapat mengembangkan produk yang tepat, yang dapat memenuhi permintaan
pasar.
5) Menyesuaikan harga, saluran distribusi dan periklanan bagi masing-masing
target pasar dengan pasien.
6) Menetukan cara-cara promosi yang ppaling efektif bagi perusahaan.
7) Memilih media advertensi yang lebih baik dan menentukan bagaimana
mengalokasikan anggaran secara lebih baik ke berbagai macam media
8) Mengatur waktu sebaik-baiknya dalam usaha promosi
9) Memenuhi kebutuhan dan keinginan (member pelayanan kepada) konsumen
dengan lebih baik.
Persyaratan segmentasi pasar yang efektif :
1. Dapat diukur
2. Dapat dicapai
3. Dapat dibedakan
4. Besarnya/jumlahnya haruslah cukup berarti (substansial)
5. Dapat dilaksanakan/harus bersifat operasional.

2.4.2 Pasar Sasaran


Merupakan sekelompok pembeli yang berbagi kebutuhan atau karakteristik
sama yang akan dilayani perusahaan.

5
Setelah menetapkan segmen pasar, perusahaan dapat memasuki satu atau
beberapa pasar. Menentukan pasar sasaran meliputi evaluasi setiap daya tarik
segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen untuk dimasuki. Perusahaan
harus mengarah pada segmen sasaran yang didalamnya dapat menciptakan nilai
konsumen yang paling baik dan mempertahankannya selama mungkin. Perusahaan
yang mempunyai sumber daya terbatas dapat memutuskan melayani satu atau
beberapa segmen tertentu. Strategi ini membatasi penjualan, namun dapat
merupakan tindakan yang menguntungkan. Selain startegi tersebut, penjualan,
namun dapat merupakan tindakan yang menguntungkan. Selain startegi tersebut,
perusahaan dapat memilih untuk melayani beberapa segmen yang mempunyai
keterkaitan. Sedangkan perusahaan dapat memilih untuk menawarkan serangkaian
produk lengkap kepada semua segmen pasar. Pada umumnya perusahaan
memasuki suatu pasar baru dengan melayani satu segmen, dan jika ini ternyata
berhasil baru merambah segmen yang lebih luas.
Faktor-faktor pasar sasaran:
1) Ukuran segmen
Perkiraan besarnya/ukuran segmen yang akan dituju merupakan factor penting
untuk memutuskan apakah segmen pasar tersebut cukup berharga untuk
ditinsdak lanjuti. Perusahaan yang besar akan memilih segmen pasar dengan
volum penjualan besar san menghindari atau menolak segmen yang kecil.
Sebaliknya perusahaan kecil menghindari segmen yang besar karena mereka
memerlukan sumber daya yang yang terlalu banyak.
2) Pertumbuhan segmen
Walaupun ukuran segmen saat ini kecil bukan tidak mungkin akan
berkembang atau diharapkan dapat berkembang untuk masa mendatang.
3) Biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai segmen tersebut
Suatu segmen yang tidak cocok dengan kegiatan pemasaran perusahaan
seharusnya tidak dikejar.
4) Jika kantin OYE tidak mempunyai peralatan memasak untuk menyiapkan
sarapan dan mempunyai kebijakan untuk tidak membelanjakan uang untuk
membeli perlengkapan kantin, maka sebaiknya tidak mencoba untuk meraih
segmen yang menyediakan sarapan.
5) Posisi persaingan

6
Suatu segmen mungkin mempunyai ukuran dan pertumbuhan yang baik tetapi
mempunyai potensi lemah dalam hal laba. Apakah saat ini ada banyak
kompetisi di dalam segmen yang sekarang dimasuki atau kecenderugan akan
terjadi banyak persaingan pada masa yang akan datang? Lebih sedikit
persaingan lebih atraktif/menariklah segmen tersebut untuk dimasuki.
Menurut Tjiptono dan Chandra (2012;154) terdapat lima alternatif dalam
memilih pasar sasaran yaitu:
1) Single-Segmen Concetration
Perusahaan memilih satu segmen pasar tunggal, dengan sejumlah
pertimbangan, misalnya keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan, adanya
peluang pasar dalam segmen bersangkutan yang belum banyak digarap atau
bahkan diabaikan pesaing; atau perusahaan menganggap segmen tersebut
merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi ke
segmen lainnya.
2) Selective Specialization
Dalam strategi ini, perusahaan memilih sejumlah segmen pasar yang atraktif
dan sesuai dengan tujuan dan sumber daya yang dimiliki.
3) Market Specialization
Dalam strategi ini, perusahaan berspesialisasi pada upaya melayani berbagai
kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu.
4) Product Specialization
Dalam spesialisai produk, perusahaan memusatkan diri pada produk atau jasa
tertentu yang akan di jula kepada berbagai segmen pasar.
5) Full Market Coverage
Dalam strategi ini, perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan
dengan semua produk yang mungkin mereka butuhkan. Umumnya hanya
perusahaan besar yang sanggup menerapkan strategi ini, karena dibutuhkan
sumber daya yang sangat besar.

2.4.3 Posisi Pasar


Setelah menentukan segmen pasar, perusahaan harus menetapkan posisi
yang ingin diduduki di segmen tersebut. Posisi produk ialah tempat suatu produk
dalam pikiran konsumen untuk dibandingkan dengan produk pesaing. Jika suatu
produk ternyata sama seperti produk lain di pasar, konsumen tidak mempunyai

7
alasan untuk membelinya. Menetapkan posisi pasar ialah menyusun produk di
tempat yang lebih jelas, khas, dan menimbulkan hasrat di dalam pikiran konsumen
daripada produk sejenis yang lain. (Machfoedz & Machfoedz, 2004)
Kotler (2006) menjelaskan bahwa terdapat beberapa cara yang dapat
dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada konsumen yang dituju
antara lain:
1. Penetapan posisi menurut atribut
Perusahaan memposisikan dirinya berdasarkan atribut atau fitur spesifik,
misalnya ukuran, keamanan, komposisi bahan, pengalaman dalam bidang yang
digeluti dan seterusnya. Amazon.com, misalnya menekankan sistem
pemesanan uniknya berslogan i-click
2. Penentuan posisi menurut manfaat
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu
manfaat tertentu, misalnya pasta gigi, mencegah kerusakan gigi, menyegarkan
mulut, menjaga kesehatan gusi.
3. Penentuan posisi menurut penerapan dan penggunaan
Produk diposisikan sebagai alternatif terbaik untuk situasi pemakaian atau
aplikasi tertentu, misalnya Bodrek diposisikan sebagai obat yang boleh
diminum sebelum makan.
4. Penentuan posisi menurut pemakai
Produk diposisikan sebagai pilihan terbaik untuk kelompok pemakai tertentu,
misalnya minuman kesehatan untuk para atlet. Kamera instan untuk para
amatir.
5. Penentuan posisi menurut pesaing
Klaim produk dihubungkan dengan posisi persaingan terhadap pesaing utama,
misalnya Pepsi memposisikan dirinya sebagai Generation: Next. Selain itu
juga bisa berupa klaim berupa perbandingan langsung dengan produk pesaing.
6. Penentuan posisi menurut kategori produk
Produk diposisikan sebagai pemimpin dalam kategori produk tertentu,
misalnya permen Kopiko diposisikan sebagai kopi dalam bentuk permen,
bukan permen rasa kopi.
7. Penentuan posisi menurut harga
Perusahaan berusaha menciptakan kesan/citra berkualitas tinggi lewat harga
premium atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.

8
2.5 Strategi Pemasaran
Rencana strategis menentukan keseluruhan misi dan tujuan perusahaan. Konsumen
berada di pusat. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai bagi pelanggan yang kuat dan
menguntungkan. Startegi pemasaran (marketing strategy) merupakan logika pemasaran
dimana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencpai hubungan
yang menguntungkan. Perusahaan memutuskan pelanggan mana yang akan dilayaninya
dan bagaimana cara perusahaan melayaninya. Perusahaan mengenali keseluruhan pasar,
lalu membaginya menjadi segmen-segmen yang lebih kecil, memilih segmen yang paling
menjanjikan, dan memusatkan perhatian pada pelayanan dan pemuasan pelanggan dalam
segmen ini.
Menurut Chandra (2002), Strategi pemasaran merupakan rencana yang
menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktifitas atau program
pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu.
Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (1997), strategi pemasaran adalah pola pikir
pemasaran yang akan digunakan oleh unit bisnis untuk mencapai tujuan pemasarannya.
Strategi tersebut berisi strategi spesifik untuk pasar sasaran, penetapan posisi, bauran
pemasaran, dan besarnya pengeluaran pemasaran.
Pada umumnya perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang melaksanakan
konsep pemasaran yang berorientasi kepada konsumen, karena perusahaan inilah yang
mampu menguasai pasar dalam jangka panjang. Di dalam pandangan konsep pemasaran,

9
tujuan perusahaan dicapai melalui kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen diperoleh
setelah kebutuhan dan keinginan konsumen dipenuhi melalui kegiatan pemasaran yang
terpadu. Dengan demikian ada 4 (empat) unsur pokok dalam konsep pemasaran, yaitu 1)
orientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen, 2) kepuasan konsumen, 3) kegiatan
pemasaran yang terpadu, 4) tujuan perusahaan.
Menurut Jurini (2003), setiap perusahaan menjalankan strategi pemasaran untuk
mencapai tujuan yang diharapkan. Ada 3 (tiga) tahap yang ditempuh perusahaan untuk
menetapkan strategi pemasaran, yaitu (1) memilih konsumen yang dituju, (2)
mengidentifikasi keinginan konsumen, dan (3) menentukan bauran pemasaran. Strategi
pemasaran yang berhasil umumnya ditentukan dari satu atau beberapa marketing mix
(bauran pemasaran).
Ada beberapa pengertian tentang strategi pemasaran, yaitu :
Rencana yang terpadu di bidang pemasaran yang memberikan panduan tentang
kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu
perusahaan.
Dasar tindakan yang mengarahkan kegiatan pemasaran suatu perusahaan dalam
kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah, agar dapat mencapai tujuan
yang diharapkan.
Alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan
mengembangkan keunggulan bersaing melalui pasar sasaran dan program pemasaran
untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan perkataan lain, strategi pemasaran merupakan rencana yang terpadu
sebagai dasar tindakan yang mengarahkan kegiatan pemasaran kepada pasar sasaran
dengan mengembangkan program pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Untuk
berhasilnya strategi pemasaran yang dijalankan, dibutuhkan 2 (dua) hal yang sangat
penting dan saling berkaitan, yaitu : (1) target pasar yang dituju, (2) bauran pemasaran
yang dijalankan untuk mencapai target pasar tersebut.
Penentuan strategi pemasaran harus didasarkan atas analisa lingkungan eksternal
dan internal perusahaan. Masing-masing faktor lingkungan dapat menimbulkan adanya
kesempatan atau ancaman bagi pemasaran produk suatu perusahaan, yaitu terdiri atas:
keadaan pasar, persaingan, teknologi, ekonomi, sosial budaya, hukum dan peraturan.
Sedangkan faktor-faktor internal perusahaan menunjukkan adanya keunggulan atau
kelemahan perusahaan, meliputi keuangan, produksi, personalia, dan khususnya bidang
pemasaran yang terdiri atas produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses dan bukti fisik.

10
Analisa tersebut merupakan penilaian apakah strategi pemasaran yang telah ditetapkan
dan dijalankan sesuai dengan keadaan saat ini. Hasil penilaian tersebut digunakan
sebagai dasar untuk menentukan apakah strategi yang sedang dijalankan perlu diubah,
dan untuk menyusun atau menentukan strategi yang akan dijalankan pada masa yang
akan datang.
Strategi pemasaran tidak terlepas dari strategi perusahaan secara keseluruhan.
Strategi perusahaan adalah suatu rencana induk yang merinci pokok-pokok arah usaha
perusahaan dalam mencapai tujuan dan uraian mengenai cara penggunaan sumber daya
untuk memanfaatkan kesempatan dan mengatasi ancaman masa kini maupun masa
datang. Perumusan strategi perusahaan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
Titik tolak peyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan.
Mempertimbangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan.
Dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang dihadapi.
Adapun dimensi lingkungan mempunyai pengaruh strategis pada strategi
perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasaran, meliputi lingkungan demografis,
teknologi, sosial budaya, persaingan pasar, hukum dan peraturan dan ekonomis.
Dalam hubungan dengan strategi pemasaran, pokok-pokok arah usaha perusahaan
pada strategi perusahaan merumuskan berbagai strategi di bidang pemasaran yang akan
dilaksanakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Strategi perusahaan dalam hal ini
menyatakan produk apa yang akan dihasilkan perusahaan dan pasar mana yang akan
dilayaninya.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pemasaran (marketing) sebagai proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi
pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan
menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan
makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang
tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan
terhadap barang tersebut.
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga sesuatu
barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.
Sebaliknya makin rendah harga sesuatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut
yang ditawarkan.
Segmentasi pasar adalah usaha permintaan pasar pada kelompok-kelompok
pembeli menurut jenis-jenis produk-produk tertentu dan yang memerlukan bauran
pemasaran sendiri (kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat serba macam / heterogen
dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar/segmen pasar yang bersifat heterogen).
Pasar sasaran merupakan sekelompok pembeli yang berbagi kebutuhan atau
karakteristik sama yang akan dilayani perusahaan.
Menetapkan posisi pasar ialah menyusun produk di tempat yang lebih jelas, khas,
dan menimbulkan hasrat di dalam pikiran konsumen daripada produk sejenis yang lain.
Startegi pemasaran (marketing strategy) merupakan logika pemasaran dimana
perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencpai hubungan yang
menguntungkan.

3.2 Saran
Agar lebih mengerti tentang pasar dan pemasaran dalam kegiatan wirausaha.

12
DAFTAR PUSTAKA

Dh, B. S., & Irawan. (2008). Manajemen Pemasaran Modern (13th ed.). Yogyakarta:
Liberty.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran. (A. Maulana, D. Barnadi, &
W. Hardani, Eds.) (12th ed.). Jakarta: Erlangga.

Machfoedz, M., & Machfoedz, M. (2004). Kewirausahaan. (M. Munandar, Ed.). Yogyakarta:
UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.

Rismiati, E. C., & Suratno, I. B. (2001). Pemasaran Barang dan Jasa (5th ed.). Yogyakarta:
Kanisius.

Sukirno, S. (2006). Mikro Ekonomi Teori Pengantar (3rd ed.). Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.