Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - Paradigma dan Teori Akuntansi

Syariah

MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH


Paradigma dan Teori Akuntansi Syariah

DISUSUN OLEH:KELOMPOK 4
1. SUWANTI :301 14 11 110
2. TARI NOFIANTI :301 14 11 111
3. TESSA LONIKA LIMBONG:301 14 11 113
4. TRY HELEN :301 14 11 115

KELAS:4 AKUNTASI 4
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR
Puji beserta syukur, penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudulParadigma dan Teori Akuntansi Syariah.Makalah ini penulis susun,dalam rangka
memenuhi tugas dalam mata kuliah Akuntansi Syariah yang penulis laksanakan.
Atas dukungan baik moral dan materi dalam proses penyusunan makalah ini,maka
penulis banyak mengucapkan terimakasih kepada:
1) Bpk.Rizki,selaku dosen mata kuliah Akuntansi Syariah.
2) Orang tua,keluarga dan teman-teman penulis,yang telah membantu penulis dalam penyelesaian
penulisan makalah ini.
Penulis berharap bahwa makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dalam
mengetahui tentang paradigm dan teori akuntansi syariah.
Menyadari bahwa suatu karya dibidang apapun tidak terlepas dari kekurangan, oleh
karenanya, saran dan kritik yang bermanfaat dari setiap pembaca sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Balun Ijuk , Februari 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.. 2
Daftar Isi. 3
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang. 4
I.2. Rumusan Masalah... 4
I.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan.................... 5
BAB II PEMBAHASAN
II.1. Perbedaan Mendasar Akuntansi Syariah dengan Akuntansi Konvensinal 6-8
II.2 Termonilogi Akuntansi.... 8-9
II.3 Konsep Akuntansi Syariah... 9-12
II.4 Paradigma Pemikiran Teori dan Konsep Akuntansi Islam 12-15
II.5 Prinsip Filosofis Teori Akuntansi Syariah.. .. 15-17
II.6 Paradigma Pemikiran Akuntansi Syariah di Indonesia. 17-18
BAB III PENUTUP
III.1.Kesimpulan 19-20
III.2.Saran.......................... 20
DAFTAR PUSTAKA. 21

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Pemikiran mengenai akuntansi syariah yang merupakan akuntansi berbasis Islam telah
berkembang pesat dan semakin meluas baik dikalangan masyarakat umum maupun pemerintah.
Dan sampai saat ini, perkembangan ekonomi islam telah berkembang dengan cepat, sistem
ekonomi islam mulai diakui diberbagai negara. Sistem ekonomi yang menerapkan nilai-nilai
syariah dalam konsep maupun prakteknya selama beberapa tahun terakhir mampu menunjukan
dampak positif bagi perekonomian diberbagai negara. Dalam perekonomiannya Pakistan,
Arab Saudi, Bahrain, Malaysia dan negara-negara yang ada dikawasan Timur Tengah telah
menjadikan Ekonomi Islam sebagai sistem perekonomiannya. Dalam perkembangan praktik
lembaga keuangan syariah saat ini telah berjalan cukup cepat baik di level Internasional maupun
level nasional. Hal ini terbukti dari kenaikan aset berbagai lembaga keuangan syariah seperti
perbankan, asuransi dan pasar modal berkembang dengan pesat.
Akuntansi syariah pada dasarnya sama saja dengan akuntansi pada umumnya, hanya saja
dalam akuntansi syariah terdapat beberapa hal yang membedakannya dengan akuntansi
konvensional. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari segi modal, prinsip, konsep, karakteristik
serta tujuannya. Dengan lahirnya akuntansi syariah sebagai salah satu cabang ilmu dari
akuntansi sangat baik karena banyak membawa dampak positif khususnya dalam bidang
perekonomian dalam suatu negara yang menganutnya.

I.2 RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Perbedaan Mendasar Akuntansi Syariah dengan Akuntansi Konvensional
b. TerminologiAkuntansi
c. Konsep Akuntansi Syariah
d. Paradigma Pemikiran Teori dan Konsep Akuntansi Islam
e. Prinsip Filosofis Teori Akuntansi Syariah
f. Paradigma Pemikiran Akuntansi Syariah di Indonesia

I.3 TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN


Tujuan penulis menulis makalah ini,tentunya agar dengan membaca makaah ini,pembaca
dapat mengetahui:
a. Perbedaan Mendasar Akuntansi Syariah dengan Akuntansi Konvensional
b. Terminologi Akuntansi
c. Konsep Akuntansi Syariah
d. Paradigma Pemikiran Teori dan Konsep Akuntansi Syariah
e. Prinsip Filosofis Akuntansi Syariah
f. Paradigma Pemikiran Akuntansi Syariah di Indonesia
Sedangkan manfaat yang penulis harapkan setelah membaca makalah ini adalah pembaca
tentunya dapat memiliki pengetahuan lebih tentang bagaimana paradigmna pemikiran tentang
akuntansi syariah.
BAB II
PEMBAHASAN
II. 1 PERBEDAAN MENDASAR AKUNTANSI SYARIAH

1. Perbedaan dari Segi Pengertiannya


Akuntansi Islam lebih mengarah pada pembukuan, pendataan, kerja dan usaha, kemudian
juga perhitungan dan perdebatan (tanya jawab) berdasarkan syarat-syarat yang telah disepakati,
dan selanjutnya penentuan imbalan atau balasan yang meliputi semua tindaktanduk dan
pekerjaan, baik yang berkaitan dengan keduniaan maupun yang berkaitan dengan keakhiratan.
Akuntansi konvensional ialah seputar pengumpulan dan pembukuan, penelitian tentang
keterangan-keterangan dari berbagai macam aktivitas
2. Perbedaan dari Segi Tujuannya
Akuntansi Islam bertujuan menjaga harta yang merupakan hujjah atau bukti ketika terjadi
perselisihan, membantu mengarahkan kebijaksanaan, merinci hasil-hasil usaha untuk
perhitungan zakat, penetuan hak-hak mitra bisnis dan juga membantu menetapkan imbalan dan
hukuman serta penilaian evaluasi kerja dan motivasi
Akuntansi konvensional menjelaskan utang piutang, untung rugi, sentral moneter dan
membantu dalam mengambil ketetapan-ketetapan manajemen
3. Perbedaan dari Segi Karakteristik
Akuntansi Islam berdasarkan pada nilai-nilai akidah dan akhlak. Maka sudah menjadi tugas
seorang akuntan untuk memberikan data-data dalam membantu orang-orang yang bersangkutan
tentang sejauh mana hubungan kesatuan ekonomi dengan kaidah-kaidah dan hukum-hukum
syariat Islam dalam bidang muamalah.
Seorang akuntan muslim selalu sadar bahwa ia harus bertanggungjawab di hadapan Allah tentang
pekerjaannya, dan ia tidak boleh menuruti keinginan pemilik modal (pemilik proyek) kalau ada
langkah-langkah penyelewengan dari hukum Allah serta memutarbalikan fakta (data yang
akurat)
Akuntansi konvensional didasarkan pada ordonansi atau peraturan-peraturan dan teori-teori
yang dibuat oleh manusia yang memiliki sifat khilaf, lupa, keterbatasan ilmu dan wawasan.
Maka konsep itu labil dan tidak permanen
Konsep, sistem, dan teknik akuntansi yang membantu suatu lembaga atau organisasi untuk
menjaga agar tujuan fungsi dan operasionalnya berjalan sesuai dengan ketentuan syariah, dapat
menjaga hak hal stakeholders yang ada di dalamnya, dan mendorong menjadi lembaga yang
dapat encapai kesejahteraan hakiki dunia akhirat.
4. Perbedaan dari Segi Modal
Modal dalam akuntansi konvesional terbagi 2 bagian yaitu, modal tetap (aktiva tetap) dan
modal yang beredar (aktiva lancar).
Dalam akuntansi islam barang-barang pokok dibagi menjadi harta berupa uang (cash) dan
harta berupa barang (stock) selanjutnya barang dibagi menjadi barang milik dan barang dagang.
5. Perbedaan dari Segi Konsep
Akuntansi konvensional mempraktekkan teori pencadangan dan ketelitian dari menanggung
semua kerugian dalam perhitungan, serta menyampaikan laba yang bersifat mungkin.
Akuntansi islam sangat memperhatikan hal itu dengan cara penentuan nilai atau harga
dengan berdasarkan nilai tukar yang berlaku serta membentuk cadangan untuk kemungkinan
bahaya dan resiko.
6. Perbedaan dari Segi Prinsip
Akuntansi konvensional meneapkan prinsip bahwa laba itu hanya ada ketika adanya jual beli.
Akuntansi islam memakai aqidah bahwa laba itu akan ada ketika adanya perkembangan dan
pertambahan pada nilai barang, baik yang telah terjual maupun belum. Akan tetapi jual beli dalah
suatu keharusan untuk mengatakan laba, dan laba tidak boleh dibagi sebelum nyata laba itu
diperoleh.

HUBUNGAN AKUNTANSI MODERN DENGAN AKUNTANSI ISLAM


Luca Pacioli adalah seorang ilmuwan sekaligus pengajar dibeberapa universitas Italia
seperti Venice, Milan, Florence, dan Roma. Beliau banyak membaca buku termasuk buku yang
telah diterjemahkan. Sejak tahun 1202 M, buku-buku para ilmuwan muslim/arab telah banyak
diterjemahkan di negara Eropa yang dilakukan oleh Leonardo Fibbonaci of Pisadan judul Liber
Abbaci, Verba Filiorum dan Epistola de Proportione et proportionalitate. Tahun 1429 M, angka
Arab dilarang untuk digunkan oleh pemerintah Italia. Namun Luca Pacioli selalu tertarik untuk
belajar hal tertsebut. Tahun 1484 M, Pacioli bertemu temannya yang bernama Onofiro Dini
Florence yang suka berpergian ke Amerika Utara dan Konstantinopel, sehingga diduga Pacioli
mendapat ide double entry dari temannya tersebut. Alasan teknis untuk hal tersebut adalah: Luca
Pacioli mengatakan bahwa setiap transaksi harus dicatat dua kali disisi sebelah kredit dan di sisi
sebelah debit. Hal ini memunculkan dugaan bahwa Pacioli menerjemahkan hal tersebut dari
bahasa Arab.
Luca Pacioli dengan bukunya tahun 1494M dengan bukunya: Summa de Arithmetica
geometria Proportionalita ( A review of Arithmetica, Geometry and Proportions) pada tahun
1494M menerangkan mengenai double entry book keeping sehingga ditetapkan sebagai penemu
akuntansi modern. Dari hal penelusuran pemikir Islam, ditemukan bahwa ada hubungan antara
para pedagang Italia dan pedagang muslim, yang membuka kemungkinan bahwa akuntansi
modern tersebut diperoleh Luca Pacioli dari hubungannya dengan perdagang muslim. Bukti-
bukti istilah yang digunakan Pacioli juga sama dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang
muslim. Selain itu ketika Daulah Islam mulai berkembang, telah dikembangkan juga sistem
akuntansi yang cukup maju dan dapat dijadikan dasar bahwa klaim muslim turut dalam
pengembangan akuntansi modern.

II.2 TERMINOLOGI AKUNTANSI

1. KEJADIAN (Event). Peristiwa yang berpengaruh. Suatu kejadian yang umumnya merupakan
sumber atau penyebab dari perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Kejadian bisa bersifat
eksternal ataupun internal.
2. TRANSAKSI (Transaction). Kejadian eksternal yang melihatkan transfer atau pertukaran dua
entitas atau lebih.
3. AKUN (account). Catatan sistematis yang memperlihatkan pengaruh dari transaksi dan kejadian
lainnya terhadap unsur tertentu (aktiva kewajiban dan seterusnya). Akun yang terpisah
digunakan untuk setiap aktiva, kewajiban, pendapatan, beban dan modal (ekuitas pemilik).
4. AKUN RIIL DAN NOMINAL. Akun Riil (permanen) adalah akun-akun aktiva, kewajiban, dan
ekuitas; akun-akun ini muncul pada neraca. Akun nominal (temporer) adalah akun-akun
pendapatan, beban, dividen; akun-akun ini muncul pada laporan laba rugi. Akun nominal akan
ditutup secara periodik; sementara akun riil tidak.
5. BUKU BESAR (Ledger). Buku (atau cetakan komputer) yang mengandung akun-akun. Buku
besar umum (atau buku besar saja) berisi semua akun aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik,
pendapatan, dan beban. Buku besar pembantu mencatat rincian yang berhubungan dengan akun
buku besar umum tertentu.
6. JURNAL. Buku pencatatan awal dimana transaksi dan kejadian-kejadian lainnya dicatat
pertama kali. Berbagai jumlah yang terdapat dalam jumlah kemudian dipindahkan ke buku besar.
7. PEMINDAH BUKUAN (Posting). Proses pemindahan fakta-fakta dan angka-angka penting
dari jurnal ke akun buku besar.
8. NERACA SALDO (trial Balance). Daftar semua akun terbuka dalam buku besar beserta
saldonya. Neraca saldo yang tercipta setelah semua penyesuaian dipindahkan ke buku besar
disebut neraca saldo yang disesuaikan. Neraca saldo yang tercipta setelah semua ayat jurnal
penutup dipindahkan ke buku besar dinamakan neraca salda pasca-penutupan. Neraca saldo bisa
dibuat kapan saja.
9. AYAT JURNAL PENYESUAIAN (adjusting Entries). Ayat Jurnal yang dibuat pada akhir
periode akuntansi untuk memperbarui semua akun menurut akuntansi aktual agar laporan
keuangan yang bisa dibuat.
10. LAPORAN KEUANGAN. Laporan yang mencerminkan pengumpulan, tabulasi, dan ikhtisar
akhir dan data akuntansi. Empat laporan yang umum adalah (1) neraca, yang menunjukan
kondisi keuangan perusahaan pada akhir suatu periode. (2) laporan laba rugi, yang mengukur
hasil-hasil operasi selama periode bersangkutan (3) laporan arus kas, yang melaporkan kas yang
disediakan dan digunakan oeh aktivis operasi, investasi, dan pembiayaan selama suatu periode
dan (4) laporan laba ditahan, yang merekonsiliasi saldao akun laba ditahan dari awal periode
sampai akhir periode.
11. AYAT JURNAL PENUTUP. Proses formal yang dipakai untuk mengurangi semua akun
nominal menjadi nol dan menentukan serta mentransfer laba bersih atau rugi bersih ke akun
ekuitas pemilik yang juga disebut menutup buku besar, menutup buku, atau menutup saja.
II.3 KONSEP AKUNTANSI SYARIAH
a. Pengertian Akuntansi Syariah
Akuntansi Syariah adalah suatu sistem atau teknik dari suatu pencatatan, penggolongan dan
peringkasan, pelaporan dan menganalisa data keuangan yang dilakukan dengan cara tertentu
yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi atau perusahaan dengan
menggunakan prinsip-prinsip syariah yang terkandung dalam nilai-nilai islam.

b. Tujuan Akuntansi Syariah


Adapun tujuan akuntansi keuangan syariah adalah sebagai berikut:
1) Untuk menentukan hak dan kewajiban dari pihak yang terlibat dengan lembaga keuangan
syariah tersebut, termasuk hak dan kewajiban dari transaksi yang belum selesai, terkait dengan
penerapan, kewajaran dan ketaatan atas prinsip dan etika syariat Islam.
2) Untuk menjaga aset dan hak-hak lembaga keuangan syariah.
3) Untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan produktivitas dari lembaga keuangan syariah.
4) Untuk menyiapkan informasi laporan keuangan yang berguna kepada pengguna laporan
keuangan sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat dalam berhubungan dengan
lembaga keuangan.
5) Diungkapkan dengan baik, akan meningkatkan kepercayaan pengguna serta meningkatkan
pemahaman informasi akuntansi sehingga akhirnya akan meningkatkan kepercayaan atas
lembaga keuangan syariah.
6) Mendukung penyususnan standar akuntansi yang konsisten. Sehingga meningkatkan
kepercayaan pengguna laporan keuangan.
7) Sebagai laporan keuangan yang bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.

c. Dasar Hukum Akuntansi Syariah


Dasar hukum dalam Akuntansi Syariah bersumber dari Al Quran, Sunah Nabawiyyah, Ijma
(kesepakatan para ulama), Qiyas (persamaan suatu peristiwa tertentu), dan Uruf (adat
kebiasaan) yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah,
memiliki karakteristik khusus yang membedakan dari kaidah Akuntansi Konvensional. Kaidah-
kaidah Akuntansi Syariah sesuai dengan norma-norma masyarakat islami, dan termasuk disiplin
ilmu sosial yang berfungsi sebagai pelayan masyarakat pada tempat penerapan Akuntansi
tersebut.
d. Ciri-ciri Akuntansi Syariah
Ciri-ciri dari akuntansi syariah adalah sebagai berikut:
1. Dilaporkan secara benar (QS. 10:5)
2. Cepat dalam pelaporannya (QS.2:202, 19:4,5)
3. Dibuat oleh ahlinya (akuntan) (QS.13:21, 13:40)
4. Tearang, jelas, tegas dan informatif (QS. 17:12, 14:41)
5. Memuat informasi yang menyeluruh (QS.6:552, 39:10)
6. Informasi ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dan membutuhkan (QS.2:212, 3:27)
7. Terperinci dan teliti (QS.65:8)
8. Tidak terjadi manipulasi (QS.69:20, 78:27)
9. Dilakukan secara kontinyu (tidak lalai) (QS.21:1, 38:26)

e. Karakteristik Akuntansi Syariah


Berikut ini adalah persyaratan dan kaarakteristik dalam implementasi transaksi akuntansi
syariah :
1. Transaksi syariah dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling
ridha;
3) Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik
(thayib);
4) Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai,
bukan sebagai komoditas;
4) Tidak mengandung unsur riba;
5) Tidak mengandung unsur kezaliman;
6) Tidak mengandung unsur maysir;
7) Tidak mengandung unsur gharar;
8) Tidak mengandung unsur haram;
9) Tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money)
karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan
resiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut sesuai dengan prinsip al-ghunmu bil
ghurmi (no gain without accompanying risk);
10) Transkasi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas dan benar
serta untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain
sehingga tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga satu akad serta tidak
menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan (taalluq) dalam satu akad;
11) Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan (najasy), maupun
melalui rekayasa penawaran (ihtikar); dan
12) Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap menyuap (risywah). Selain itu
menurut As-sady terdapat kaidah-kaidah dalam transaksi antara lain:
a. Keharaman riba,
b. Pengharaman transaksi yang mengandung unsur gharar dan bahaya,
c. Pengharaman transaksi yang mengandung unsur penipuan,
d. Transaksi dilakukan atas dasar saling ridha atanra penjual dan pembeli,
e. Transaksi hanya dilakukan oleh pemilik barang atau pihak yang mewakili,
f. Jika akad mengandung unsur yang dapat meninggalkan sesuatu yang
wajib atau melanggar sesuatu yang diharamkan, maka hukumnya haram dan tidak sah.

II.4. PARADIGMA PEMIKIRAN TEORI DAN KONSEP AKUNTANSI ISLAM


Seiring dengan meningkatnya rasa keberagamaan (religiusitas) masyarakat Muslim
menjalankan syariah Islam dalam kehidupan sosial-ekonomi, semakin banyak institusi bisnis
Islami yang menjalankan kegiatan operasional dan usahanya berlandaskan prinsip syariah.
Untuk mengelola institusi Islami ini diperlukan pencatata transaksi dan pelaporan keuangan.
Pencatatan akuntansi dan pelaporan keuangan dengan karakteristik tertentu yang sesuai dengan
syariah. Pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan yang diterapkan pada institusi bisnis
Islami inilah yang kemudian berkembang menjadi akuntansi syariah. Akuntansi syariah
(sharia accounting) menurut Karim (1990) merupakan bidang baru dalam studi akuntansi yang
dikembangkan berlandaskan nilai-nilai, etika dan syariah Islam, oleh karenanya dikenal juga
sebagai akuntansi Islam (Islamic Accounting).

Demikian halnya dengan kontruksi akuntansi konvensional menjadi akuntansi Islam


(syariah) yang lahir dari nilai-nilai budaya masyarakat dan ajaran syariah Islam yang
dipraktikan dalam kehidupan sosial-ekonomi (Hammed:1997). Akuntansi syariah dapat
dipandang sebagai kontruksi sosial masyarakat Islam guna menerapkan ekonomi Islam dalam
kegiatan ekonomi. Akuntansi syariah merupakan sub-sistem dari system ekonomi dan keuangan
Islam, digunakan sebagai instrument pendukung penerapan nilai-nilai Islami dalam ranah
akuntansi, fungsi utamanya adalah sebagai alat manajemen menyediakan informasi kepada pihak
internal dan eksternal organisasi (Hasyshi: 1986; Baydoun dan Willet, 2000 serta Harahap,
2001).

Kerangka konseptual akuntansi syariah menggunakan pendekatan epistimologi Islam.


Epistimologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membahas teori ilmu pengetahuan,
secara harfiah epistimologi berasal dari bahasa Yunani episteme yang berarti pengetahuan (Suria
Sumantri, 1991). Dalam lingkup filsafat ilmu, epistimologi mengandung pengertian sebagai
metode memperoleh pengetahuan agar memiliki karakteristik, kebenaran, dan nilai-nilai tertentu
sebagai ilmu (Chalmers, 1991). Dalam konteks epistimologi sebagai metode memperoleh
pengetahuan ilmu, epistimologi Islam diperlukan guna memperoleh pengetahuan yang
diharapkan memiliki karakteristik, kebenaran dan nilai-nilai Islami. Epistimologi Islam adalah
metode memperoleh pengetahuan ilmu yang Islami melalui proses penalaran yang sistematis,
logis dan sangat mendalam menggunakan ijtihad yang dibangun atas kesadaran sebagai
khalifatullah fii-ardl (Syafii, 2000 dan Triyuwono, 2000).

Akuntansi syariah dapat dikategorikan sebagai pengetahuan ilmu dalam bidang akuntansi
yang memiliki karakteristik, kebenaran dan nilai-nilai Islami, yang digali menggunakan
epistimologi Islam. Kerangka konseptual akuntansi syariah dikembangkan menggunakan
prinsip dasar paradigma syariah (the fundamental of the syariaah paradigm) sebagaimana
dikemukakan oleh Haniffa (2001:11).
Prinsip dasar paradigma syariah merupakan multi paradigma yang holistic, mencakup
keseluruhan dimensi wilayah mikro dan makro dalam kehidupan manusia yang saling terkait.
Pertama, dimensi mikro prinsip dasar paradigma syariah adalah individu yang beriman kepada
Allah SWT (tauhid) serta mentaati segala aturan dan larangan yang tertuang dalam Al-Quran,Al
Hadits, Fiqh, dan hasil ijtihad. Landasan tauhid diperlukan untuk mencapai tujuan syariah yaitu
menciptakan keadilan sosial (al adl dan al ihsan) serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pencapaian tujuan syariah tersebut dilakukan menggunakan etika dan motal iman (faith), taqwa
(piety), kebaikan (righteoneus/birr), ibadah (worship), tanggungjawab (responsibility/fardh),
usaha (free will/ikhtiyar), hubungan dengan Allah dan manusia (Habluminallah dan
Habluminannas), serta barokah (blessing).

Kedua, dimensi makro prinsip syariah adalah meliputi wilayah politik,ekonomi dan sosial.
Dalam dimensi politik, menjunjung tinggi musyawarah dan kerjasama. Sedangkan dalam
dimensi ekonomi, melakukan usaha halal, mematuhi larangan bunga, dan memenuhi kewajiban
zakat. Selanjutnya dalam dimensi sosial yaitu mengutamakan kepentingan umum dan amanah.
Dalam kerangka konseptual akuntansi syariah di atas, dinyatakan bahwa tujuan
diselenggarakannya akuntansi syariah adalah mencapai keadilan sosial-ekonomi; dan sebagai
sarana ibadah memenuhi kewajiban kepada Allah SWT, lingkungan dan individu melalui
keterlibatan institusi dalam kegiatan ekonomi. Produk akhir teknik akuntansi syariah adalah
informasi akuntansi yang akurat untuk menghitung zakat dan pertanggungjawaban kepada Allah
SWT dengan berlandaskan moral, iman dan taqwa. Dengan demikian dalam hal akuntansi
syariah sebagai alat pertanggungjawaban, diwakili informasi akuntansi syariah dalam bentuk
laporan keuangan yang sesuai dengan syariah yaitu mematuhi prinsip full disclousure. Laporan
keuangan akuntansi syariah tidak lagi berorientasi pada maksimasi laba, akan tetapi membawa
pesan modal dalam menstimuli perilaku etis dan adil terhadap semua pihak.

Motivasi para pakar dan akademisi akuntansi terutama dari kalangan orang-orang Muslim
guna mengkaji dan mengembangkan akuntansi syariah semakin meningkat. Setelah mengetahui
beberapa peneliti (Gray, 1988; Perera, 1989; Hamid et al., 1993; Baydoun dan Willet, 1994) yang
menguji hubungan antara budaya, religi dan akuntansi, menyatakan bahwa budaya secara umum
dan Islam secara khusus mempengaruhi bentuk-bentuk akuntansinya. Sebagaimana dikemukakan
oleh Gaffikin dan Triyuwono (1996) akuntansi adalah refleksi dari sebuah realitas yang idealnya
dibangun dan dipraktikan berdasarkan nilai-nilai dan etika. Nilai-nilai dan etika orang Muslim
adalah syariah, maka alternatif terbaik pengembangan akuntansi syariah adalah menggunakan
pemikiran yang sesuai dengan syariah. Untuk memahami pengertian akuntansi syariah, dapat
mengacu pada definisi akuntansi syariah yang dikemukakan oleh Hameed (2003) yaitu:

Berangkat dari definisi-definisi akuntansi tersebut di atas, akuntansi syariah dalam arti
sempit dapat didefinisikan sebagai berikut: Akuntansi syariah adalah suatu proses, metode, dan
teknik pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran transaksi, dan kejadian-kejadian yang bersifat
keuangan dalam bentuk satuan uang, guna mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan
informasi suatu entitas ekonomi yang pengelolaan usahanya berlandaskan syariah, untuk dapat
digunakan sebagai bahan mengambil keputusan-keputusan ekonomi dan memilih alternative-
alternatif tindakan bagi para pemakainya.

II.5. PRINSIP FILOSOFIS AKUNTANSI SYARIAH


Untuk penetapan konsep dasar teori akuntansi syariah didasarkan pada prinsip filosofis.
Sedangkan prinsip filosofis secara implisit diturunkan dari konsep faith, knowledge dan action
yang berasal dari nilai-nilai tauhid. Berkut ini adalah penjelasan mengenai prinsip filosofis
tersebut.
1. Prinsip filosofis humanis
Humanis berarti bahwa akuntansi syariah memiliki prinsip yang manusiawi atau dapat
dipahami dan dipelajari oleh manusia. Hal ini memilki arti bahwa akuntansi syariah bukanlah hal
yang asing yang kemudian menjadi aneh di masyarakat. Manusia yang notabene selalu
berinteraksi dengan orang lain dan menjalani kehidupan secara dinamis, akuntansi syariah ini
juga memiliki prinsip untuk dapat dipahami oleh manusia berdasar pada kemampuan dan
kapasitas yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.
Dalam prinsip filosofis humanis terdapat konsep dasar intrumental dan socio-economic.
Konsep dasar intrumental ini diperoleh dengan dasar pemikiran bahwa Akuntansi Syariah
merupakan instrumen yang dapat dipraktikkan di dalam dunia nyata. Dengan demikian
instrumen ini mempunyai hubungan dengan nilai-nilai masyarakat yang membangun dan
mempraktikannya. Sedangkan konsep dasar socio-economic mengindikasikan bahwa teori
Akuntansi Syariah tidak membatasi wacana yang dimilikinya pada transaksi-transaksi ekonomi
saja, tetapi juga mencakup transaksi-transaksi sosial. Dalam transaksi sosial ini meliputi
transaksi mental dan spiritual dari sumber daya yang dimiliki oleh entitas bisnis.
2. Prinsip filosofis emansipatoris
Emansipatoris berarti bahwa akuntansi syariah memiliki prinsip untuk membebaskan
manusia daripada belenggu ideologi semu. Akuntansi syariah yang mengenal adanya perubahan
yang signifikan mencoba untuk melakukan perubahan pemikiran yang tadinya sempit dan
terbatas saat melihat bidang akuntansi ini dapat melihat akuntansi secara luas, holistik, dan
tercerahkan.
Dalam prinsip filosofis terdapat emansipatoris, adapun konsep dasar dari emansipatoris
diantaranya konsep dasar critical dan konsep dasar justice. Konsep dasar critical memberikan
dasar pemikiran bahwa konstruksi teori akuntansi syariah tidak bersifat dogmatis dan eksklusif.
Konsep ini harus diterapkan pada akuntansi, karena sifat kritis sagat diperlukan dalam akuntansi,
agar kita bisa menilai secara rasional kelemahan dan kelebihan akuntansi modern. Dalam
akuntansi juga terdapat konsep dasar justice, guna untuk aspek-aspek penting dalam akuntansi
yang didudukan secara adil.

3. Prinsip filosofis transendental


Transdental maksudnya adalah bahwa teori akuntansi syariah dapat melintas batas
disiplin ilmu akuntansi itu sendiri, selain itu akuntansi syariah juga dapat terkait dengan bidang
ilmu lainnya seperti ekonomi, sosiologi, psikologi, entologi, antropologi, dan bidang ilmu yang
lainnya. Kemudian selain itu akuntansi syariah juga mencakup pada objek yang non materi juga
melingkupi mental dan spiritual, maksudnya disini adalah akuntansi syariah terus menjalani
pendekatan dengan bidang ilmu yang lain untuk mencapai emansipatoris tadi.
Dalam prinsip filosofis transendental terdapat konsep dasar all-inclusive dan rational-
intuitive. Konsep dasar all-inclusive memberikan dasar pemikiran bahwa kontruksi teori
Akuntansi Syariah bersifat terbuka. Dalam hal ini berarti akuntansi syariah ada kemungkinan
menggunakan konsep dari akuntansi modern, namun yang digunakan hanya konsep selaras
dengan nilai-nilai akuntansi Islam.
Konsep dasar rational-intuitive mengindikasikan bahwa secara epistemologi, kontruksi teori
Akuntansi Syariah memadukan kekuatan rasional dan intuisi manusia. Pada konsep ini berbeda
dengan konsep teori modern, karena konsep teori modern lebih mengutamakan rasio dari pada
intuisi dalam proses teorinya. Sedangkan dalam konstruksi teori Akuntansi Syariah intuisi
merupakan instrumen yang sangat penting dan memiliki kekuatan dalam melakukan perubahan-
perubahan signifikan dalam masyarakat, kemudian hal ini juga disinergikan dengan instrumen
raional manusia.

4. Prinsip filosofis teleogikal


Teleologikal memiliki artian bahwa akuntansi syariah juga merupakan bentuk
pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan juga kepada alam
semesta. Pertanggungjawaban ini adalah untuk menuju keberhasilan manusia kepada Sang
Pencipta.
Dalam prinsip filosofis teleologikal terdapat konsep dasar ethical dan holostic welfare.
Ethical merupakan konsep dasar yang dihasilkan dari konsekuensi logis keinginan kembali ke
Tuhan dalam keadaan tetang dan suci. Karena Akuntansi Syariah dibangun bedasarkan nilai-
nilai etika Islam maka konsekuensi disini pada penggunaan nilai-nili etika Islamnya dalam
kontruksi Akuntansi Syariah yang berupa kesejahteraan pada Akuntansi Syariah bukan hanya
pada kesjahteraan materi saja namun pada kesejahteraan non-materi atau bisa disebut juga
dengan kesejahteraan yang utuh (holistic welfare).

II.6. PARADIGMA PEMIKIRAN AKUNTANSI SYARIAH DI INDONESIA

Perkembangan Akuntansi Syariah di Indonesia dilatarbelakangi oleh perkembangan


lembaga keuangan syariah. Di Indonesia banyak bermunculan lembaga-lembaga keuangan yang
berbasis syariah mengingat banyaknya masyarakat yang beragama Islam. Menurut Bank
Indonesia dalam Outlook Bank Syariah 2013 perkembangan Bank syariah relatif cukup tinggi
berkisar antara 36%- 58% dengan pertumbuhan asset perbankan syariah mencapai 37% dan
total asset mencapai Rp 179 Triliun. Namun perkembangan Akuntansi Syariah hanya di
lembaga keuangan yang berbasis syariah saja sedangkan disektor non lembaga keuangan seperti
perusahaan jasa, perusahaan manufaktur dan perusahaan ritel belum mengalami perkembangan
bahkan terlihat stagnan.
Beberapa isu yang mendorong munculnya akuntansi syariah adalah masalah harmonisasi
standar akuntansi internasional di negara-negara Islam , usulan pemformatan laporan usaha
badan Islami (Muhammad, 2003: 77). Begitu pula dengan kajian ulang filsafat tentang konstruksi
etika dalam pengembangan teori akuntansi sampai pada masalah penilaian (asset) dalam
akuntansi. Masalah penting yang perlu diselesaikan adalah perlunya akuntansi syariah yang
dapat menjamin terciptanya keadilan ekonomi melalui formalisasi prosedur, aktivitas,
pengukuran tujuan, kontrol dan pelaporan yang sesuai dengan prinsip syariah (Muhammad,
2003: 79).
Tahun 1992 sebagai tahun yang bersejarah bagi Ekonomi Syariah dengan ditandai
berdirinya Bank Muamalat Indonesia sebagai pioner lembaga keuangan syariah merupakan
tonggak awal yang sangat menentukan, begitu juga Akuntansi Syariah. Pada saat itu akuntansi
syariah belum mendapatkan pengakuan yang jelas dalam PSAK, baru pada tahun 2002 dengan
disahkannya PSAK 59 keberadaan Akuntansi Syariah mulai diakui dan diterapkan dalam
lembaga keuangan Syariah. Bank Muamalat Indonesia sebagai pelopor Bank Syariah Islam
pertama di Indonesia lahir sebagai hasil Kerja Tim Perbankan MUI tersebut. Akte pendirian PT.
Bank Muamalat Indonesia ditandatangani pada tanggal 1 November 1991. Pada awal
penandatanganan akte pendirian Bank ini terkumpul komitmen pembelian saham sebanyak Rp
84 miliar.
Pada awal pendirian Bank Muamalat Indonesia, keberadaan Bank Syariah ini belum
mendapat perhatian yang optimal dari tatanan Industri Perbankan Nasional. Pelopor kedua Bank
Syariah di Indonesia adalah Bank Syariah Mandiri (BSM). Bank Syariah Mandiri merupakan
Bank milik pemerintah pertama yang melandaskan operasional pada Prinsip Syariah. Secara
struktural, BSM berasal dari Bank Susila Bakti (BSB), sebagai salah satu anak perusahaan di
lingkungan Bank Mandiri yang kemudian dikonversikan menjadi Bank Syariah secara utuh.
Dalam rangka melancarkan proses konversi menjadi Bank Syariah BSM menjalin kerjasama
dengan Tazkia Institute terutama dalam bidang pelatihan dan pendampingan konversi. Setelah
terbentuknya Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri dan antusias masyarakat
terhadap adanya Bank yang memakai Sistem Islam. Maka berbagai Bank Konvensional lainnya
mengikuti jejak untuk membuka cabang Bank Syariah di institusinya.
BAB III
PENUTUP
III.1 KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan materi pada bab sebelumnya maka dapat di simpulkan bahwa
akuntansi syariah pada dasarnya sama saja dengan akuntansi kovensional, namun tetap ada
beberapa hal yang membedakan keduanya. Perbedaan tersebut dapat ditinjau dari segi
pengertian, konsep, prinsip, dan modal. Dalam cakupan mengenai terminologinya terdapat
beberapa istilah penting dalam akuntansi seperti kejadian, transaksi, akun, akun rill dan nominal,
buku besar, jurnal, pemindah buku, neraca saldo, ayat jurnal penyesuaian, laporan keuangan, dan
ayat jurnal penutup.
Dalam konsep akuntansi syariah terdapat bahasan mengenai pengertian dari akuntansi
syariah, tujuan, dasar hukum, cirri-ciri, serta karakteristik dalam pengimplementasian transaksi.
Mengenai paradigma pemikiran teori dan konsep akuntansi Islam sudah berkembang cukup
pesat. Akuntansi syariah dapat dikategorikan sebagai pengetahuan ilmu dalam bidang akuntansi
yang memiliki karakteristik, kebenaran dan nilai-nilai Islami, yang digali menggunakan
epistimologi Islam. Kerangka konseptual akuntansi syariah dikembangkan menggunakan
prinsip dasar paradigma syariah.
Prinsip dasar paradigma syariah merupakan multi paradigma yang holistic, mencakup
keseluruhan dimensi wilayah mikro dan makro dalam kehidupan manusia yang saling terkait.
Pertama, dimensi mikro prinsip dasar paradigma syariah adalah individu yang beriman kepada
Allah SWT (tauhid) serta mentaati segala aturan dan larangan yang tertuang dalam Al-Quran,Al
Hadits, Fiqh, dan hasil ijtihad. Kedua, dimensi makro prinsip syariah adalah meliputi wilayah
politik,ekonomi dan sosial. Nilai-nilai dan etika orang Muslim adalah syariah, maka alternatif
terbaik pengembangan akuntansi syariah adalah menggunakan pemikiran yang sesuai dengan
syariah.
Prinsip filosofis akuntansi syariah terbagi menjadi empat macam yaitu humanis,
emansipatoris, transendental, dan teleogikal. Terkait dengan pemikiran akuntansi syariah di
Indonesia dapat dikatakan sudah sudah berkembang lebih luas semenjak mulai berdirinya Bank
Muamalat di Indonesia. Bank Muamalat Indonesia sebagai pelopor Bank Syariah Islam pertama
di Indonesia lahir sebagai hasil Kerja Tim Perbankan MUI tersebut. Pada awal pendirian Bank
Muamalat Indonesia, keberadaan Bank Syariah ini belum mendapat perhatian yang optimal dari
tatanan Industri Perbankan Nasional. Pelopor kedua Bank Syariah di Indonesia adalah Bank
Syariah Mandiri (BSM). Bank Syariah Mandiri merupakan Bank milik pemerintah pertama yang
melandaskan operasional pada Prinsip Syariah. Setelah terbentuknya Bank Muamalat Indonesia
dan Bank Syariah Mandiri dan antusias masyarakat terhadap adanya Bank yang memakai Sistem
Islam. Maka berbagai Bank Konvensional lainnya mengikuti jejak untuk membuka cabang Bank
Syariah di institusinya.

III.2 SARAN
Adapun saran penulis adalah mengenai paradigma pemikiran teori dan konsep akuntansi
syariah ini ke depannya harus lebih terbuka luas dan berkembang baik dalam lingkungan
masyarakat umum serta pemerintah baik itu seorang muslim maupun non muslim Karena sudah
sudah dipraktekkan di beberapa negara di dunia dengan menganut sistem akuntansi ini banyak
membawa dampak posistif bagi negara tersebut. Dan bukan hanya berpikiran bahwa karena
berbasis Islam maka hanya kalangan muslim saja yang mengembangkan tentang akuntansi
syariah.

DAFTAR PUSTAKA

Wasilah, Nurhayati, Sri. 2009. Akuntansi Syariah di Indonesia. Salemba Empat : Jakarta.
http://mudaarraayah.blogspot.co.id/2013/06/konsep-dasar-akuntansi-syariah.html
http://risaseptiani.blogspot.co.id/2012/05/akuntansi-islam.html
http://akuntansiiseasy.blogspot.co.id/2014/10/terminologi-dasar-akuntansi.html
http://anakhumairah.blogspot.co.id/2014/06/pentingnya-mempelajari-akuntansi-syariah.html
https://sithobil.wordpress.com/2012/10/26/konsep-dasar-akuntansi-syariah
http://mrcomp.wordpress.com/2009/02/24/konsep-dasar-akuntansi-syariah
http://mepi-6.blogspot.co.id/2012/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/05/27/akuntansi-islam-syariah
http://nilampamularsih.blogspot.com/2011/09/akuntansi-syariah.html
http://beiakuntasi.blogspot.co.id/2012/06/akuntasi-islam-dalam-perspektif-alquran.html
http://inibloghesty.blogspot.co.id/2015/02/perkembangan-akuntansi-syariah-di.html
https://naifu.wordpress.com/2011/12/28/perkembangan-bank-syariah-di-indonesia
Modul Gunadarma

By Rizky Purnomo - May 16, 2017


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: AKUNTANSI SYARIAH, FAKULTAS EKONOMI, JURUSAN AKUNTANSI

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home


Subscribe to: Post Comments (Atom)

Judul Diunggulkan
JURNAL PENELITIAN PEMERIKSAAN AKUNTANSI - PEMERIKSAAN
TERHADAP PIUTANG DAGANG

Pemeriksaaan Terhadap Piutang Dagang ( Account Receivable) Pada PT Bintang Baru Terus
Jaya Oleh: Riza Marveni 1 Ri z ky Purnom...
CARI Makalah
Top of Form

Klik Iklan = Sedekah


Kontak Penulis

Rizky Purnomo

Download Makalah UBB


Aplikasi Makalah UBB "Lebih Simple dan Hemat Kuota"

Sebutkan Fakultas Anda?


Klik = Sedekah
Sponsor :

Download Pers Mahasiswa


Sumber Terpercaya Dari Mahasiswa Untuk Mahasiswa
Beranda

Blog Archive
2017 (51)
o May (51)

MAKALAH HUKUM BISNIS - HUKUM ASURANSI


MAKALAH PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK -
PENGUKU...
MAKALAH PROSES DAN BISNIS PERTAMBANGAN - DAMPAK
P...
MAKALAH AKUNTANSI PERPAJAKAN - KONSEP DASAR
PAJAK ...
MAKALAH PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK - AUDIT
S...
MAKALAH PERPAJAKAN - DASAR PAJAK PENGHASILAN DI I...
MAKALAH PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK -
PENGUKU...
JURNAL PENELITIAN PEMERIKSAAN AKUNTANSI - PEMERIKS...
PRAKTIKUM STATISTIKA - "STATISTIKA DALAM APLIKASI ...
MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN UMUM
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - DSN (DEWAN SYARIAH NA...
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - PRINSIP-PRINSIP AKUNTA...
MAKALAH PERPAJAKAN - KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA
...
MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA - PERTUMBUHAN DAN
P...
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - PARADIGMA DAN TEORI
AK...
MAKALAH PERPAJAKAN - KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA
...
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - DEWAN PENGAWAS
SYARIAH...
MODUL AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
MAKALAH PERPAJAKAN - PENAGIHAN PAJAK DENGAN
SURAT ...
MODUL AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK 2
MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN UMUM
SILABUS JURUSAN AKUNTANSI - AKUNTANSI SYARIAH
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - PRINSIP-PRINSIP AKUNTA...
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - Paradigma dan Teori Ak...
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - Sejarah dan Perkembang...
MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH - KONSEP RIBA DAN PSAK S...
PAPER PERPAJAKAN - PERBANDINGAN SISTEM PERPAJAKAN ...
MAKALAH PERILAKU KONSUMEN - PENGARUH KELAS
SOSIAL ...
MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS - LAPORAN
KUNJUNGAN...
MAKALAH PERPAJAKAN - PPh 21 LANJUTAN II
MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS - MAKING THE GIANT LEAP
MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN PASAL 22, 2...
MAKALAH EKONOMI PERDAGANGAN INTERNASIONAL -
INOVAS...
MAKALAH ANALISIS STRATEGI WINGS FOOD TERHADAP
PASA...
SLIDE PASAR MODAL DI INDONESIA DAN MEKANISME
PERDA...
SLIDE PERPAJAKAN - PPh 21
SLIDE PERPAJAKAN - JENIS-JENIS PAJAK PENGHASILAN
SLIDE KOMUNIKASI BISNIS - MAKING THE GIANT LEAP
SLIDE KOMUNIKASI BISNIS - KOMUNIKASI DATA
SLIDE KEWIRAUSAHAAN - URGENSI KEWIRAUSAHAAN
DALAM ...
MAKALAH PERILAKU KONSUMEN - PROSES-PROSES
PEMBELIA...
SLIDE MANAJEMEN STRATEGIK - KOMPONEN-KOMPONEN
IMPL...
MAKALAH PERPAJAKAN - JENIS-JENIS PAJAK PENGHASILAN...
MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN (PPh)
MAKALAH PERPAJAKAN - HUKUM PAJAK DI INDONESIA
MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN LANJUTAN
PEMERIKSAAN AKUNTANSI II - AUDIT SIKLUS PENDAPATAN...
MAKALAH PERPAJAKAN - HAK DAN KEWAJIBAN WAJIB
PAJAK...
MAKALAH PERPAJAKAN - PENDAHULUAN, SEJARAH DAN
PERK...
MAKALAH PERPAJAKAN - SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK DI IN...
MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN

Jurusan
JURUSAN AKUNTANSI
JURUSAN MANAJEMEN
Labels
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI
HUKUM BISNIS
JURNAL
JURUSAN AKUNTANSI
JURUSAN MANAJEMEN
KEWIRAUSAHAAN
KOMUNIKASI BISNIS
MANAJEMEN STRATEGIK
PEMERIKSAAN AKUNTANSI
PEMERIKSAAN AKUNTANSI II
PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK
PEREKONOMIAN INDONESIA
PERILAKU KONSUMEN
PERPAJAKAN
PRAKTIKUM STATISTIKA
PROSES DAN BISNIS PERTAMBANGAN
SILABUS
STUDI KELAYAKAN BISNIS

BUKAN MAKALAH
JURNAL
SILABUS

Report Abuse

Partners
Recent Post
Penulis
Rizky Purnomo
Unknown
rizky purnomo

Sub Label Sub Label


PEMERIKSAAN AKUNTANSI
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
PEMERIKSAAN AKUNTANSI II
AKUNTANSI SYARIAH
PENGUKURAN KINERJA SEKTOR
FAKULTAS EKONOMI
PUBLIK
HUKUM BISNIS
PEREKONOMIAN INDONESIA
JURUSAN AKUNTANSI
PERILAKU KONSUMEN
JURUSAN MANAJEMEN
PERPAJAKAN
KEWIRAUSAHAAN
PRAKTIKUM STATISTIKA
KOMUNIKASI BISNIS
PROSES DAN BISNIS PERTAMBANGAN
MANAJEMEN STRATEGIK
STUDI KELAYAKAN BISNIS

featured video
Paling DI CARI

MAKALAH PERPAJAKAN - SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK DI INDONESIA

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur Penulis panjatkan pada
Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya Penulis ...

MAKALAH PERPAJAKAN - PENDAHULUAN, SEJARAH DAN PERKEMBANGAN


PERPAJAKAN DI INDONESIA DAN HUKUM PAJAK DI INDONESIA

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur Penulis panjatkan pada
Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya Penulis ...

MAKALAH PERPAJAKAN - JENIS-JENIS PAJAK PENGHASILAN

MAKALAH Jenis-Jenis PPh Pasal 15,19,21,22,23,24,25,26,29 Dosen Pembimbing :


Rizki, S.Pd., M.Akt. DI SUSUN OLEH: - ...

PEMERIKSAAN AKUNTANSI II - AUDIT SIKLUS PENDAPATAN

MAKALAH PEMERIKSAAN AKUNTANSI II AUDIT SIKLUS PENDAPATAN :


DOKUMEN UDIT DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF PIUTANG DAGANG ...

MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN PASAL 22, 23, DAN 24

MAKALAH PPh PASAL 22, 23, DAN 24 Dosen Pembimbing : Rizki, S.Pd., M.Akt. DI
SUSUN OLEH: Peni Rozalini (302...

MAKALAH PERILAKU KONSUMEN - PROSES-PROSES PEMBELIAN DAN


PERILAKU SETELAH PEMBELIAN

MAKALAH Proses-Proses Pembelian dan Perilaku Setelah Pembelian Di Susun Oleh:


Muhammad Nurlana (302...

MAKALAH PERPAJAKAN - HAK DAN KEWAJIBAN WAJIB PAJAK

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Segala puji hanya milik Allah SWT atas
segala nikmat dan karunia yang telah diberik...

MAKALAH PERPAJAKAN - PAJAK PENGHASILAN (PPh)

MAKALAH Pajak Penghasilan (PPh) Dosen Pembimbing : Rizki, S.Pd., M.Akt. DI


SUSUN OLEH: - Mutiara Agustin ...

SLIDE MANAJEMEN STRATEGIK - KOMPONEN-KOMPONEN IMPLEMENTASI


STRATEGI

DOWNLOAD

MAKALAH PERILAKU KONSUMEN - PENGARUH KELAS SOSIAL DAN


KELOMPOK SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

MAKALAH Pengaruh Kelas Sosial dan Kelompok Sosial Terhadap Perilaku Konsumen
Di Susun Oleh: Muhammad Nurlana ...
Statistik

159

Terjemahkan Bahasa
Select Language

Awesome Inc. theme. Theme images by konradlew. Powered by Blogger.