Anda di halaman 1dari 4

Jurnal INFOTEK, Vol 2, No 1, Februari 2017 ISSN 2502-6968 (Media Cetak)

Hal 78-81

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS HAMA PADA TANAMAN


JAMBU BIJI MENGGUNAKAN METODE BAYES
Verawaty Monica Barus1, Mesran2, Suginam3, Abdul Karim4
1
Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budi Darma
2, 3
Dosen Tetap STMIK Budi Darma
4
Dosen Tetap AMIK STIEKOM Sumatera Utara
1, 2, 3
Jl.Sisingamangaraja No.338 Simpang Limun Medan
4
Jln. Abdul Haris Nasution No. 19 Medan

ABSTRAK
Teknologi merupakan alat atau sarana yang digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perkembangan
Teknologi meliputi berbagai aspek kehidupan, seperti aspek kesehatan, pendidikan maupun dalam bidang pertanian. Salah
satu pemanfaatan perkembangan teknologi saat ini adalah dengan adanya pembuatan sistem pakar. Sistem pakar dalam
bidang pertanian dapat membantu para petani dalam mengatasi permasalahan pada tanaman mereka berdasarkan gejala-
gejala yang terjadi pada tanaman tersebut sehingga para petani tersebut dapat dengan cepat mencari solusi yang tepat.
Salah satu jenis tanaman pertanian yang mudah terserang berbagai penyakit adalah tanaman jambu biji.

Kata kunci: jambu biji, teorema bayes

I. PENDAHULUAN dengan pengautomatisan tingkah laku cerdas.


Sistem pakar dalam bidang pertanian dapat Pernyataan tersebut juga dapat dijadikan defenisi
membantu para petani dalam mengatasi dari AI. Defenisi ini merupakan bahwa AI adalah
permasalahan pada tanaman mereka berdasarkan bagian dari ilmu komputer sehingga harus
gejala- gejala yang terjadi pada tanaman tersebut didasarkan pada sound theoretical (teori suara) dan
sehingga para petani tersebut dapat dengan cepat prinsip-prinsip apalikasi dari bidangnya. Prinsip-
mencari solusi yang tepat. Salah satu jenis tanaman prinsip ini meliputi struktur data yang digunakan
pertanian yang mudah terserang berbagai penyakit dalam representasi pengetahuan, algoritma yang
adalah tanaman jambu biji. Tanaman jambu biji ini diperlukan untuk mengaplikasikan pengetahuan
sering rusak tanpa diketahui oleh para petani karena tersebut, serta bahasa dan teknik pemrograman
tidak adanya tanda- tanda fisik yang terlihat. yang digunakan dalam mengimplementasikannya
Pada proses tanam menanam suatu
tumbuhan, memang tidaklah selalu mudah. Bahkan 2. Sistem Pakar
sangat diperlukan perawatan yang tepat, seperti Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial
halnya pada tanaman jambu biji. Jambu biji berasal Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini
dari Amerika tropik, tumbuh pada tanah yang mulai dikembangkan pada pertengahan 1960.
gembur maupun liat, pada tempat terbuka dan Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah
mengandung air cukup banyak. Pohon ini banyak General-purpose Problem Solver (GPS) yang
ditanam sebagai pohon buah-buahan. Namun, dikembangkan oleh Newel dan Simon. Sampai saat
sering tumbuh liar dan dapat ditemukan pada ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, seperti
ketinggian 1-1.200 m dpl. Jambu biji berbunga MYCIN untuk diagnosis penyakit, DENRAL untuk
sepanjang tahun (Hapsoh, 2011). Tanaman ini bisa mengidentifikasi struktur molekul campuran yang
menghasilkan buah dengan sempurna, namun juga tak dikenal, XCON & XSEL untuk membantu
bisa tak berbuah seperti yang diharapkan, hal konfigurasi sistem komputer besar, SOPHIE untuk
tersebut tidak terlepas dari adanya pengaruh hama analisis sirkuit elektronik (T.Sutojo ,Edy Mulyanto,
dan penyakit yang mengintainya. Terlebih lagi Vincent Suhartono , 2011).
resiko tersebut senantiasa datang setiap saat dan tak
menentu. Bila saja ini dibiarkan, maka dapat 3. Hama
memberikan pengaruh pada hasil panen yang Hama tanaman jambu biji berdiri atas ulat,
kurang maksimal. Ciri-ciri masalah yang sering belalang, penggeret buah, lalat, rayap, tikus,
terjadi pada tanaman jambu biji adalah buahnya kumbang, kutu, musang, dan kuntul (T.Puji
yang terlihat bagus dari luar begitu di belah Rahayu, 2007).
ternyata didalamnya sudah busuk, bagian luar buah
juga sering muncul bercak-bercak hitam yang 4. Penyakit
merupakan serangan dari beberapa jamur, dan juga Tanaman jambu biji juga perlu dijaga dari serangan
terdapat bercak-bercak pada permukaan daun. penyakit. Penyakit yang menyerang tanaman jambu
biji, antara lain jamur / cendawan, parasit, dan virus
II. TEORITIS (T.Puji Rahayu, 2007).
1. Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)
merupakan cabang ilmu komputer yang konsern 5. Jambu Biji
Jambu biji merupakan salah satu tanaman yang
78
Jurnal INFOTEK, Vol 2, No 1, Februari 2017 ISSN 2502-6968 (Media Cetak)
Hal 78-81

bernilai komoditas tinggi. Tanaman jambu biji 6. Teorema Bayes


berasal dari negara Brazil di Benua Amerika yang Probabilitas bayes adalah salah satu cara untuk
menyebar ke Benua Asia melalui negara Thailand, mengatasi ketidakpastian dengan menggunakan
kemudian masuk ke Indonesia. Hingga saat ini formula bayes yang dinyatakan sebagai berikut :
jambu biji telah dibudidayakan dan menyebar luas
di daerah-daerah jawa. Jambu biji disebut juga ( | ) ()
jambu klutuk (bahasa Jawa), jambu siki, atau jambu ( | ) =
()
batu yang dalam bahasa latin disebut Psidium Dimana :
Guajava. Tanaman jambu biji merupakan tanaman
yang mampu menghasilkan buah sepanjang tahun P(H|E) : Probabilitas hipotesa H jika terdapat
dan tahan terhadap beberapa hama dan penyakit. evidence E
P(E|H) : Probabilitas munculnya evidence E jika
diketahui hipotesa H
P(H) : Probabilitas hipotesa H tanpa memandang
evidence apapun
P(E) : Probabilitas evidence E tanpa memandang
apapun

III. ANALISA dan PEMBAHASAN


Gambar 1. Jambu Biji Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan
sebelum tahapan perancangan dilakukan. Pada
Manfaat dari tanaman jambu biji ialah (T.Puji tahapan ini dilakukan pencarian dan pengumpulan
Rahayu, 2007) data serta pengetahuan oleh sistem pakar.
sebagai berikut:
1. Sebagai makanan buah segar maupun olahan Tabel 1. Gejala Penyakit pada Tanaman Jambu Biji
yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin Kode Gejala
A dan vitamin C yang tinggi, dengan kadar gula G1 Banyak daun berlubang
8%. G2 Bagian luar buah terdapat jamur
2. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang G3 Bercak putih atau kelabu pada daun
khas disebabkan oleh senyawa eugenol. G4 Daging buah busuk
3. Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai G5 Buah menjadi berwarna putih- hitam
obat tradisional. G6 Pinggiran daun menjadi kering, keriting dan
4. Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur berwarna coklat kuning
karena memiliki kayu yang kuat dan keras. G7 Kulit kayu berlubang

Tanaman jambu biji selain sebagai peneduh, Adapun logika metode teorema bayes pada sesi
buahnya dapat dijadikan sebagai sajian buah segar konsultasi sistem, pengguna konsultasi diberi
dan juga bermanfaat sebagai obat, mulai dari akar pilihan jawaban yang masing- masing memiliki
sampai daunnya. Daun jambu biji mempunyai sifat bobot sebagai berikut :
penetral, dan berkasiat astringen daunnya
mengandung tamin (eugenol), minyak lemak, Tabel 2. Tabel Nilai Bayes
triterpenoid, asam malat, dan asam aptel. Adapun Terminologi Kepastian A/B
bagian buahnya mengandung asam amino Tidak Pasti 0
(Triptofan Lisin), pektin, kalsium, mangan, Tidak Tahu 0,2
magnesium, belerang, vitamin A, vitamin B1, dan Kurang Pasti 0,4
vitamin C. Beberapa jenis penyakit yang dapat Cukup Pasti 0,6
disembuhkan oleh bagian dari tanaman jambu biji Hampir pasti 0,8
(T.Puji Rahayu, 2007) sebagai berikut: Pasti 1,0
1. Disentri atau mencret
2. Diare Tabel 3. Tabel Presentasi Kesimpulan
3. Kencing manis TINGKAT NILAI KEMUNGKINAN
PRESENTASI
Tanaman jambu biji mempunyai ciri-ciri (T.Puji
0-50 % Sedikit Kemungkinan atau
Rahayu, 2007) sebagai berikut:
Kemungkinan Kecil
1. Berbunga sepanjang tahun.
51- 79 % Kemungkinan
2. Berbunga sempurna, keluar di ketiak daun.
3. Daunnya berbentuk bulat telur dan letak daun 80- 99 % Kemungkinan Besar
berhadapan. 100 % Sangat Yakin
4. Tumbuh tunggal. Contoh Kasus :
5. Buah jambu berbentuk bulat, atau bulat lonjong Dengan menjawab pertanyaan penyakit tanaman
dengan warna kulit ketika masih muda dan jambu biji sesuai dengan gejala sebagai berikut:
kuning muda saat matang.

79
Jurnal INFOTEK, Vol 2, No 1, Februari 2017 ISSN 2502-6968 (Media Cetak)
Hal 78-81

Banyak daun berlubang = 0,8 = P(E|H1) 0,8 0,2352941


Bagian luar buah terdapat jamur = 0,6 = P(E|H2) P(1\ ) = = 0,3404255
0,5529412
Bercak putih atau kelabu pada daun = 0,4 = 0,6 0,1764706
P(E|H3) P(2\ ) = = 0,1914894
0,5529412
Daging buah busuk = 0,4 = P(E|H4) 0,401176471,
P(3\ ) = 0,5529412 = 0,0851063
Buah menjadi berwarna putih- hitam = 0,2 =
P(E|H5) 0,4 0,1176471
P(4\ ) = = 0,0851063
Pinggiran daun menjadi kering, keriting dan 0,5529412
berwarna coklat kuning = 0,6 = P(E|H6) 0,2 0,0588235
P(5\ ) = = 0,0212766
Kulit kayu berlubang = 0,4 = P(E|H7) 0,5529412
0,6 0,1764706
P(6\ ) = = 0, 1914894
Kemudian mencari semesta dengan menjumlahkan 0,5529412
dari hipotesa diatas: 0,4 0,1176471
P(7\ ) = = 0, 0851063
0,5529412

= G1 + G2 + G3 + G4 + G5 + G6 + G7 Setelah seluruh nilai P(Hi\E) diketahui, maka


=1 jumlahkan seluruh nilai bayesnya dengan rumus
= 0,8 + 0,6 + 0,4 + 0,4 + 0,2 + 0,6 + 0,4 sebagai berikut:
= 3.4
=1 Bayes = Bayes1 + Bayes2 + Bayes 3 +
Setelah hasil penjumlahan diatas diketahui, maka Bayes 4 + Bayes 5 + Bayes + Bayes 7 +
didapatkan rumus yang akan menghitung nilai Bayes 8 + Bayes 9
semesta sebagau berikut: = (0,8 * 0,3404255) + (0,6 * 0,1914894) + (0,4 *
0,0851063) + (0,4 * 0,0851063) + (0,2* 0,0212766)
(1) 0,8 + (0,6 * 0,1914894) + (0,4 * 0,0851063)
P(1) = = = 0,2352941
1=1 3,4 = 0,2723404 + 0,1148936 + 0,0340425+
(2) 0,6 0,0340425+ 0,0042553 + 0,1148936 + 0,0340425
P(2) = 2 = = 0,1764706 = 0,6085104 * 100 %
=1 3,4
(3) 0,4 = 60,85104 %
P(3) = 3 = = 0,1176471
=1 3,4
Dari kesimpulan perhitungan diatas maka dapat
(4) 0,4
P(4) = 4 = = 0,1176471 dipastikan tanaman jambu biji tersebut telah
=1 3,4 erserang penyakit dengan nilai 60,85104 %
(5) 0,2
P(5) = 5 = = 0,0588235
=1 3,4 IV. IMPLEMENTASI
(6) 0,6 Setelah menjalani proses perancangan maka untuk
P(6) = 6 = = 0,1764706 seterusnya penelitian akan menjalani proses
=1 3,4
(7) 0,4 implementasi agar dapat diketahui penelitian
P(7) = 7 = = 0,1176471 tersebut telah berjalan sesuai dengan harapan atau
=1 3,4 memerlukan penelitian yang berkelanjutan.
Setelah nilai P(Hi) diketahui, probabilitas
hipotesis H tanpa memandang Evidence apapun, Form Login
maka langkah selanjutnya adalah: Berikut merupakan form login.

= P(Hi) P(E\Hi n)
=1
= P(H1) * P(E|H1) + P(H2) * P(E|H2) +
P(H3) * P(E|H3) + P(H4) * P(E|H4) +
P(H5) * P(E|H5) + P(H6) * P(E|H6) +
P(H7) * P(E|H7)
=(0,2352941*0,8) + (0,1764706*0,6) +
(0,1176471*0,4) + (0,1176471*0,4) +
(0,0588235*0,2) + (0,1764706*0,6) +
(0,1176471*0,4)
=0,1882353 + 0,1058824 + 0,0470588 +
0,0470588 + 0,0117647 +0,1058824 + Gambar 2. Form Login
0,0470588
= 0,5529412 Form Menu Utama
Langkah selanjutnya adalah mencari nilai P(Hi\E) Gambar berikut ini merupakan tampilan menu
atau probabilitas hipotesis Hi benar jika diberikan utama.
evidence E.
(\ ) ()
P( ) =
=1 (\ ) ()
80
Jurnal INFOTEK, Vol 2, No 1, Februari 2017 ISSN 2502-6968 (Media Cetak)
Hal 78-81

Gambar 3. Form Menu Utama

Form Hasil Diagnosa


Form berikut merupakan form hasil diagnose.

Gambar 4. Form Menu Hasil Diagnosa

V. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang penulis peroleh
berdasarkan hasil perancangan aplikasi ini adalah
sebagai berikut :
1. Sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit
pada tanaman jambu biji ini telah mampu
memberikan informasi kepada pengguna
mengenai diagnose penyakit yang diderita
berdasarkan gejala- gejala yang diberikan.
2. Cara kerja metode bayes dalam mendiagnosis
penyakit pada tanaman jambu biji,mampu
menunjukkaan besarnya kepercayaan terhadap
penyakit yang terdapat pada tanaman jambu
biji.

DAFTAR PUSTAKA
1. Arhami Muhammad. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar.
Yogyakarta : Andi Yogyakarta
2. A.S Rossa Dan M. Shalahuddin. 2013. Rekayasa
Perangkat Lunak. Bandung: Informatika Bandung
3. Edhy Sutanta. 2005. Pengantar Tekhnologi Informasi.
Yogyakarta : Graha Ilmu
4. Gunandi, Haniman, Suhendra. 2002. Visual Modeling
menggunakan UML. Bandung : Informatika Bandung
5. Kusumadewi Sri. 2003. Teknik dan Aplikasi Kecerdasan
Buatan. Yogyakarta : Graha Ilmu
6. Nugroho Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak
Menggunakan UML dan Java. Yogyakarta : Andi
Publisher
7. Rahayu T.Puji. 2007. Budidaya Jambu Biji. Semarang :
CV Aneka Ilmu
8. Suhartono Dr. Vincent, Mulyanto Edy, T. Sutojo. 2011.
Kecerdasan Buatan.
9. Sadeli Muhamad. 2009. Visual Basic.Net. Palembang :
Maxicom

81