Anda di halaman 1dari 3

SOP

DEMAM THYPOID

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS Muhammad Pahriadi


KARANG INTAN 1 NIP.19690928 198903 1 005

1. Pengertian Demam typoid adalah suatu infeksi yang di sebabkan oleh bakteri
salmonella thypii yang ditularkan melalui makanan yang tercemar
oleh tinja atau urine penderita.

2. Tujuan Sebagai pedoman mendiagnosa dan memberikan pertolongan pasien


demam thypoid.
3.Kebijakan
4. Referensi Departemen Kesehatan RI,2007,Pedoman pengobatan dasar di
puskesmas,cetakan tahun 2008,Depkes RI:Jakarta
5. Prosedur Persiapan Alat dan Bahan:
1. Tensimeter
2. Stetoscope
3. Thermometer
4. Blangko Register
5. Blangko Observasi
6. Blangko penggunaan obat

6. Langkah-Langkah Penatalaksanaan :
1. Informed concen
2. Anjurkan pasien untuk berbaring di tempat tidur
3. Anamnesa
Keluhan
Demam turun naik terutama sore dan malam hari dengan pola
intermitendan kenaikan suhu step-ladder. Demam tinggi
dapat terjadi terus menerus(demam kontinu) hingga minggu
kedua.
Sakit kepala (pusing-pusing) yang sering dirasakan di area
frontal
Gangguan gastrointestinal berupa konstipasi dan meteorismus
atau diare,mual, muntah, nyeri abdomen dan BAB berdarah
Gejala penyerta lain, seperti nyeri otot dan pegal-pegal,
batuk, anoreksia,insomnia
Pada demam tifoid berat, dapat dijumpai penurunan
kesadaran ataukejang.
4. Lakukan pemeriksaan fisik
Keadaan umum biasanya tampak sakit sedang atau sakit
berat.
Kesadaran: dapat compos mentis atau penurunan kesadaran
(mulai dariyang ringan, seperti apatis, somnolen, hingga
yang berat misalnya deliriumatau koma)
Demam, suhu > 37,5 C.
Dapat ditemukan bradikardia relatif, yaitu penurunan
frekuensi nadisebanyak 8 denyut per menit setiap kenaikan
suhu 1 C.
Ikterus
Pemeriksaan mulut: typhoid tongue, tremor lidah, halitosis
Pemeriksaanabdomen:nyeri(terutamaregioepigastrik),hepato
splenomegali
5. Lakukan pemeriksaan laboratorium
Darah perifer lengkap beserta hitung jenis leukosis dapat
menunjukkan: leukopenia / leukositosis / jumlah leukosit
normal,limfositosis relatif, monositosis, trombositopenia
(biasanya ringan),anemia.
Tes Widal
Interpretasi hasil positif bila titer aglutinin O minimal 1/320
atau terdapat kenaikan titer hingga 4 kali lipat pada
pemeriksaan ulangdengan interval 5 7 hari.
6. Jika hasil Lab. Positif anjurkan rawat inap
a. Terapi suportif dapat dilakukan dengan:
Istirahat tirah baring dan mengatur tahapan mobilisasi
Menjaga kecukupan asupan cairan, yang dapat diberikan
secara oralmaupun parenteral.
Diet bergizi seimbang, konsistensi lunak, cukup kalori dan
protein, rendah serat.
Konsumsi obat-obatan secara rutin dan tuntas dan monitor
tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, kesadaran),
kemudian dicatat dengan baik di rekam medik pasien
b. Terapi simptomatik untuk menurunkan demam (antipiretik)
danmengurangi keluhan gastrointestinal.
c. Terapi definitif dengan pemberian antibiotik. Antibiotik lini
pertama untukdemam tifoid adalah Kloramfenikol,
Ampisilin atau Amoksisilin (amanuntuk penderita yang
sedang hamil), atau Trimetroprim-sulfametoxazole
(Kotrimoksazol).
d. Bila pemberian salah satu antibiotik lini pertama dinilai
tidak efektif, dapatdiganti dengan antibiotik lain atau dipilih
antibiotik lini kedua yaitunSeftriakson, Sefiksim, Kuinolon
(tidak dianjurkan untuk anak <18 tahunkarena dinilai
mengganggu pertumbuhan tulang).
7. Bagan Alir
LOKET Rawat Jalan

Pasien pulang
POLI UMUM
(Anamnesa) Rawat Inap

LABORATORIUM Rujuk

8. Hal-hal yang Keadaan umum pasien, hasil lab


perlu
diperhatikan
9. Unit Terkait 1. Poli Klinik Rawat Jalan.
2. Poli KIA
3. IGD
10. Dokumen 1. Blangko Register
Terkait 2. Blangko Observasi
3. Blangko penggunaan obat
4. Blangko laboratorium
5. Blangko rujukan
11. Rekaman No. Yang diubah Isi Tanggal mulai
Historis perubahan diberlakukan
perubahan