Anda di halaman 1dari 18

JENIS JENIS PUPUK DAN CARA APLIKASINYA

Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk
melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan
tanaman dan arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya deposit
garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.

Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta
manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang
menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada
kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk
membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar,
sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada
terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan
tanaman.

A. Penggolongan Pupuk

Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang
terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri
pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan
pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang
lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik
pupuk ini termasuk tinggi.

Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai
bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang
dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk
tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer,
misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen.

Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih
praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi
harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur
nitrogen dan fosfor.

Menurut cara aplikasinya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun
diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan
Vitabloom. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk akar adalah
urea, NPK, dan Dolomit.

Menurut cara melepaskan unsur hara, pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk
slow release. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau
terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis, bukan
hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release
antara lain urea, ZA dan KCL.

Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan
unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat
yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Mekanisme ini
dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis.

Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip
dengan bahan pembungkus kapsul. Contohnya, polimer coated urea dan sulfur coated urea. Perlindungan secara
kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia, sehingga bahan tersebut lepas
secara terkendali. Contohnya Methylin urea, Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. Pupuk jenis ini
harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.

B. Jenis-jenis Pupuk

1. Pupuk Sumber Nitrogen

Hampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium yang disediakan oleh
pupuk. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman. Amonium juga akan diubah menjadi
nitrat oleh mikroorganisme tanah, kecuali pada tembakau dan padi. Tembakau tidak dapat mentoleransi jumlah
amonium yang tinggi. Untuk menyediakan nitrogen pada tembakau, gunakan pupuk berbentuk nitrat (NO3-)
dengan kandungan nitrogen minimal 50%. Pada padi sawah, lebih baik gunakan pupuk berbentuk amonium (NH4+)
karena pada tanah yang tergenang, nitrogen mudah berubah menjadi gas N2. umumnya pupuk dengan kadar N
yang tinggi dapat membakar daun tanaman sehingga pemakaiannya perlu lebih hati-hati.

a. Amonium Nitrat

Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. Pupuk ini dapat membakar
tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akara atau langsung kontak dengan daun. Ketersediaan bagi
tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. Amonium nitrat bersifat higroskopis
sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama.

b. Amonium Sulfat (NH4)2 SO4

Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur (S), berbentuk kristal
dan kurang higroskopis. Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. Sifat reksinya asam,
sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. Selain itu, pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur.
Lebih disarankan dipakai didaerah panas.

c. Kalsium Nitrat

Pupuk ini berbentuk butiran, berwarna putih, sangat cepat larut didalam air, dan sebagai sumber kalsium yang
sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis.

d. Urea (CO(NH2)2)
Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini sangat
higroskopis. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, juga menguap dalam bentuk amonia.

2. Pupuk Sumber Fosfor

a. SP36

Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P2O5.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat. Berbentuk butiran
dan berwarna abu-abu. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan
sebagai pupuk dasar. Reaksi kimianya tergolong netral, tidak higroskopis dan bersifat membakar.

b. Amonium Phospat

Monoamonium Phospat (MAP) memiliki analisis 11.52.0. Diamonium Phospat memiliki (DAP) analisis 16.48.0 atau
18.46.0. pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman (styarter fertillizer).
Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat kekuningan. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam
air. Sifat lainnya adalah tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar
karena indeks garamnya rendah.

3. Pupuk Sumber Kalium

a. Kalium Chlorida (KCl)

Mengandung 45% K2O dan khlor, bereaksi agak asam, dan bersifat higroskopis. Khlor berpengaruh negatif
terhadap tanaman yang membutuhkannya, misalnya kentang, wortel dan tembakau.

b. Kalium Sulfat (K2SO4)

Pupuk ini lebih dikenal dengan nama ZK. Kadar K2O-nya sekitar 48-52%. Bentuknya berupa tepung putih yang
larut didalam air, sifatnya agak mengasamkan tanah. Dapat digunakan untuk pupuk dasar sesudah tanam.
Tanaman yang peka terhadap keracunan unsur Cl, seperti tembakau disarankan untuk menggunakan pupuk ini.

c. Kalium Nitrat (KNO3

Mengandung 13% N dan 44% K2O. berbentuk butiran berwarna putih yang tidak bersifat higroskopis dengan
reaksi yang netral.

4. Pupuk Sumber Unsur Hara Sekunder

a. Kapur Dolomit

Berbentuk bubuk berwarna putih kekuningan. Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH tanah. Dolomit adalah
sumber Ca (30%) dan Mg (19%) yang cukup baik. Kelarutannya agak rendah dan kualitasnya sangat ditentukan
oleh ukuran butiran. Semakin halus butirannya akan semakin baik kualitasnya.
b. Kapur Kalsit

Berfungsi untuk meningkatkan pH tanah. Dikenal sebagai kapur pertanian yang berbentuk bubuk. Warnanya
putih dan butirannya halus. Pupuk ini mengandung 90-99% Ca. Bersifat lebih cepat larut dalam air.

c. Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat)

Berbentuk butiran berwarna kuning. Mengandung 30% K2O, 12% S, dan 12% MgO. Sifatnya agak sukar larut
dalam air. Selain untuk memperbaiki defisiensi Mg, pupuk ini juga bermanfaat untuk memperbaiki kejenuhan
basa pada tanah asam.

d. Kapur Gypsum

Berbentuk bubuk dan berwarna putih. Mengandung 39% Ca, 53% S dan sedikit Mg. Ditebarkan dalam sekali
aplikasi. Jika terkena air, gypsum yang ditebarkan akan menggumpal dan mengeras seperti tanah liat (cake).
Gypsum digunakan untuk menetralisir tanah yang terganggu karena kadar garam yang tinggi, misalnya pada tanah
di daerah pantai. Aplikasi gypsum tidak banyak berpengaruh pada perubahan pH tanah.

e. Bubuk Belerang (Elemental Sulfur)

Umumnya, sulfor disuplai dalam bentuk sulfat yang terdapat pada berbagai jenis pupuk. Kandungan sulfat
tersebut tidak berpengaruh dalam penurunan pH tanah. Selain terdapat dalam berbagai jenis pupuk, bubuk
belerang adalah sumber sulfur yang terbesar, kandungannya dapat mencapai 909%. Namun, bubuk ini tidak lazim
digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi sulfur, tetapi tidak lebih banyak digunakan untuk menurunkan pH
tanah. Penggunaannya tidak boleh melebihi 25 gram/m2, karena bubuk sulfur dapat mengakibatkan gejala
terbakarnya daun tanaman (burning effect).

5. Pupuk Sumber Unsur Hara Mikro

Saat ini kebutuhan pupuk mikro sudah mulai terasa di Indonesia. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa
tanaman padi sawah dan teh di beberapa daerah di Jawa sudah memulai membutuhkan tambahan Zn dari pupuk.

Pupuk sebagai unsur hara mikro tersedia dalam dua bentuk, yakni bentuk garam anorganik dan bentuk organik
sintesis. Kedua bentuk ini mudah larut dalam air. Contoh pupuk mikro yang berbentuk garam organik adalah Cu,
Fe, Zn dan Mn yang seluruhnya bergabung dengan sulfat. Sebagai sumber boron, umumnya digunakan sodium
tetra borat yang banyak digunakan sebagai pupuk daun. Sumber Mo umumnya menggunakan sodium atau amonium
molibdat.

Bentuk organik sintesis ditandai dengan adanya agen pengikat unsur logam yang disebut chelat. Chelat adalah
bahan kimia organik yang dapat mengikat ion logam seperti yang dilakukan oleh koloid tanah. Unsur hara mikro
yang tersedia dalam bentuk chelat adalah Fe, Mn, Cu, dan Zn.

Selain disediakan oleh kedua jenis pupuk diatas, unsur hara mikro juga disediakan oleh pupuk majemuk yang
beredar di pasaran. Pupuk slow release dan pupuk daun biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih unsur mikro.
a. Pupuk Majemuk

Pemakaian pupuk majemuk saat ini sudah sangat luas. Berbagai merk, kualitas dan analisis telah tersedia di
pasaran.kendati harganya relatif lebih mahal, pupuk majemuk tetap dipilih karena kandungan haranya lebih
lengkap. Pupuk majemuk berkualitas prima memiliki besaran butiran yang seragam dan tidak terlalu higroskopis,
sehingga tahan disimpan dan tidak cepat menggumpal. Hampir semua pupuk majemuk bereaksi asam, kecuali yang
telah mendapatkan perlakuan khusus, seperti penambahan Ca dan Mg.

Variasi analisis pupuk mejemuk sangat banyak. Meskipun demikian, perbedaan variasinya bisa jadi sangat kecil,
misalnya antara NPK 15.15.15 dan NPK 16.16.16. Variasi analisis pupuk, seperti 15.15.15, 16.16.16, dan 20.20.20
menunjukkan ketersediaaan unsur hara yang seimbang. Fungsi pupuk majemuk dengan variasi analisis seperti ini
antara lain untuk mempercepat perkembangan bibit; sebagai pupuk pada awal peneneman; dan sebagai puk
susulan saat tanaman memasuki fase generatif, seperti saat mulai berbunga.

Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor, antara lain kandungan unsur hara yang
tinggi, kandungan unsur hara mikro dan harga perkilogramnya.contoh cara mempertimbangkan pemilihan pupuk
majemuk, variasi analisis pupuk NPK 20.20.20 memiliki kandungan hara yang lebih tinggi daripada NPK 15.15.15,
tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah sekali menggumpal. Karena itu, variasi analisis pupuk ini
sebaiknya tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan.

b. Pupuk Daun

Daun memiliki mulut yang dukenal dengan nama stomata. Sebagian besar stomata terletak di bagian bawah daun.
Mulut daun ini berfungsi untuk mengatur penguapan air dari tanaman sehingga air dari akar dapat sampai daun.
Saat suhu udara terlalu panas, stomata akan menutup sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan.
Sebaliknya, jika udara tidak terlalu panas, stomata akan membuka sehingga air yang ada di permukaan daun
dapat masuk dalam jaringan daun. Dengan sendirinya unsur hara yang disemprotkan ke permukaan daun juga
masuk ke dalam jaringan daun.

Sebenarnya, kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara pada pupuk majemuk.
Bahkan pupuk daun sering lebih lengkap karena ditambah oleh beberapa unsur mikro. Pemilihan analisis yang
tepat pada pupuk daun perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang sama dengan analisis pada pupuk
majemuk. Hanya saja, faktor sifat fisik dan kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Sebagai faktor
utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan
peningkatan hasil panen.

Pupuk daun berbentuk serbuk dan cair. Kualitasnya dianggap baik jika mudah larut di dalam air tanpa menyisakan
endapan. Karena mudah larut dalam air, sifat pupuk daun menjadi sangat higroskopis. Akibatnya tidak dapat
disimpan terlalu lama jika kemasannya telah dibuka.

Kentungan menggunakan pupuk daun antara lain respon terhadap tanaman sangat cepat karena langsung
dimanfaatkan oleh tanaman. Selain itu, tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada tanaman, dengan catatan
aplikasinya dilakukan secara benar. Dalam pemakaian pupuk daun dikenal istilah konsentrasi pupuk atau
kepekatan larutan pupuk. Besarnya konsentrasi pupuk daun dinyatakan dalam bobot pupuk daun yang harus
dilarutkan kedalam satuan volume air. Penentuan volume air dapat diketahui dengan membaca skala pada alat
semprot. Angka konsentrasi ini sering dicantumkan p[ada kemasan pupuk. Jika konsentrasi pupuk yang digunakan
melebihi konsentrasi yang disarankan, daun akan terbakar.

Penyemprotan pupuk daun idealnya dilakukan pada pagi atau pada sore hari karena bertepatan pada saat
membukanya stomata. Prioritaskan penyemprotan pada bagian bawah daun karena paling banyak terdapat
stomata. Faktor cuaca termasuk kunci sukses dalam penyemprotan pupuk daun. Dua jam setelah penyemprotan
jangan sampai terkena hujan karena akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk. Tidak disarankan
menyemprotkan pupuk daun pada saat suhu udara sedang panas karena konsentrasi larutan pupuk yang sampai ke
daun cepat meningkat sehingga daun dapat terbakar. Contoh pupuk daun yang beredar di pasaran yaitu Gandasil
Daun 14.12.14 dilengkapi dengan Mn, Mg, B, Cu dan Zn.

c. Pupuk Organik

Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih kecil daripada yang sempat di dalam
pupuk buatan. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar
daripada pupuk kimia dan tenaga kerja yang diperlukan juga lebih banyak. Namun, hingga sekarang pupuk organik
tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan. Berikut ini beberapa manfaat dari
pupuk organik.

Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah yang jauh lebih kecil.
Memperbaiki granulasi tanah berpasir dan tanah padat sehingga dapat meningkatkan kualitas aerasi,
memperbaiki drainase tanah, dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air.
Mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.
Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah.
Pada tanah asam, penambahan pupuk organik dapat membantu meningkatkan pH tanah.
Penggunaan pupuk organik tidak menyebabkan polusi tanah dan air.

Jenis pupuk organik yang banyak dikenal sebagai berikut

- Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Kualitas pupuk kandang sangat
tergantung pada jenis ternak, kualitas pakan ternak, dan cara penampungan pupuk kandang.

Pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki unsur hara yang lebih besar daripada jenis ternak lain.
Penyebabnya adalah kotoran padat pada unggas tercampur dengan kotoran cairnya. Umumnya, kandungan unsur
hara pada urine selalu lebih tinggi daripada kotoran padat.seperti kompos, sebelum digunakan, pupuk kandang
perlu mengalami proses penguraian. Dengan demikian kualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N
rasio.

Dalam dunia pupuk kandang, dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas adalah pupuk kandang yang
proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk panas. Pupuk dingin terjadi sebaliknya, C/N yang
tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai lebih lama dan tidak menimbulkan panas.
Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimiawi. Ciri fisiknya yaitu berwarna cokelat
kehitaman, cukup kering, tidak menggumpal, dan tidak berbau menyengat. Ciri kimiawinya adalah C/N rasio kecil
(bahan pembentuknya sudah tidak terlihat) dan temperaturnya relatif stabil.

- Kompos

Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai.
Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio).

Jika C/N rasio tinggi, berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. Bahan kompos dengan
C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. Kualitas kompos
dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15.

Bahan kompos seperti sekam, jerami padi, batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100.
daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20. Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-
15. sampai dengan proses penguraian sempurna, tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk
memperebutkan unsur hara. Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang
belum terurai sempurna terpaksa digunakan.

Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan
cara pembuatan kompos. Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut.

- Nitrogen 0,1 0,6%

- Fosfor 0,1 0,4%

- Kalium 0,8 1,5%

- Kalsium 0,8 1,5%

Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman, agak lembab, gembur dan bahan pembentuknya
sudah tidak tampak lagi. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki
sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara.

- Mikroba Penyubur Tanah

Kemajuan ilmu mikrobiologi tanah berhasil memperbanyak mikroba tanah yang bermanfaat dan mengemasnya
sebagai pupuk cair. Mikroba yang telah dikemas ini kemudian disemprotkan ke tanah hingga berkembang biak
dan memberi dampak positif bagi kesuburan tanah.

Jenis bakteri dan jamur yang biasa digunakan diantaranya Rhizobium, Lactobacillus, Streptomyces, Micoriza,
dan Aspergillus. Jenis dan fungsi mikroba sangat beragam, cara penggunaanpun berbeda-beda. Karena itu
sebaiknya baca petunjuk pada label atau brosur dengan seksamasebelum menggunakannya.

Mikroba juga membutuhkan waktu untuk berkembang biak sehingga hasil aplikasi mikroba penyubur tanah tidak
langsung terlihat pada tanaman. Jumlah mikroba yang telah disemprotkan pun sangat mungkin akan berkurang
karena faktor cuaca. Aplikasi mikroba sebaiknya dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali. Alat
semprot yang digunakan sebaiknya bukan yang biasa dipakai untuk menyemprot pestisida, karena pestisida akan
mematikan mikroba. Selain itu, tidak disarankan menyemprotkan pestisida terutama fungisida pada tanah yang
telah diaplikasi mikroba.

C. Cara Aplikasi

1. Cara Aplikasi Pupuk Kimia

a. Larikan

Caranya, buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. Tempatkan pupuk di dalam larikan
tersebut, kemudian tutup kembali. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman. Pada jenis
pepohonan, larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling pohon dengan jari-jari 0,5-1 kali jari-jari tajuk. Pupuk
yang tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah.

Setelah itu, larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. Hindari membuat larikan hanya pada salah satu
sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang. Karena itu, aplikasi pupuk kedua harus
ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan pupuk (bergantian). Biasanya cara ini dilakukan untuk
memberikan pupuk susulan. Tanaman dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk
menggunakan cara larikan.

b. Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah

Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Setelah penebaran pupuk, lanjutkan dengan pengolahan tanah,
seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik. Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata
sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat
mudah menguap.

c. Pop Up

Caranya, pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit. Pupuk yang digunakan harus
memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau biji. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis
SP36, pupuk organik, atau pupuk slow release.

d. Penugalan

Caranya, tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. Lubang tersebut dibuat
dengan alat tugal. Kemudian setelah pupuk dimasukkan, tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari
penguapan. Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Jenis
pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet.

e. Fertigasi
Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. Lazimnya, cara ini dilakukan untuk
tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. Cara ini telah banyak diterapkan pada pembibitan
tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI), lapangan golf, atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi.
Lewat cara ini, akurasi dan penyerapan pupuk oleh akar dapat lebih tinggi.

Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara diatas dapat dilakukan
bersama-sama dalam satu musim tanam.

2. Cara Aplikasi Pupuk Organik

Tanah berpasir, bekas pertambangan, tanah tererosi, atau tanah sangat padat yang mudah retak pada musim
kemarau, sebaiknya diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum digunakan untuk bercocok tanam. Setelah
diberi pupuk organik, dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Kedua perlakuan tersebut dilakukan supaya sifat
fisik tanah membaik dan pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien.

Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar seringkali menyulitkan proses penebarannya. Namun, sekarang
telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam bentuk pelet atau konsentrat. Pupuk organik dalam
bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan dan dosis yang diperlukan menjadi lebih kecil. Pupuk organik seperti
ini diantaranya dipasarkan dengan merk dagang Ostindo, OCF, dan Green Pride.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik adalah sebagai berikut.

- penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan
tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih dalam.

- Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang diberikan
sekaligus.

- Pada jagung, cabai, tomat, dan beberapa jenis sayuran, pupuk organik sebaiknya ditempatkan pada lubang
tanam satu minggu sebelum bibit ditanam.

- Pada media tanam dalam pot, perbandingan antara kompos dan tanah yang ideal adalah 1:1. sementara itu,
perbandingan pupuk kandang dan tanah yang ideal adalah 1:3.

- Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda
waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit yakni minimal satu minggu. Hal itu dilakukan untuk
menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik
berlangsung.

Jenis dan karakteristik pupuk organik


Mungkin anda pernah dibuat bingung dengan banyak ragamnya pupuk organik, baik yang bisa
dibuat sendiri maupun yang dijual. Masing-masing menawarkan solusi muluk-muluk, seperti
tukang obat yang promosi bisa menyembuhkan segala hal. Namun benarkah klaim yang
mengatakan pupuk organik ini lebih baik dari pupuk lain? Lantas, apa itu pupuk organik dan
apa pula keunggulannya? Agar tidak bingung ada baiknya kita mengenali manfaat dan jenis-
jenis dari pupuk organik.
Dalam Permentan No.2 tahun 2006 tentang pupuk organik dan pembenah tanah, pupuk
organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari
tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau
cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan
biologi tanah. Definisi tersebut telah dengan jelas telah menerangkan apa itu pupuk organik.
Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan
dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat
dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak
ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada
yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.
Teknologi pupuk organik berkembang pesat dewasa ini. Perkembangan ini tak lepas dari
dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya
ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, sampai masalah ketergantungan
petani terhadap pupuk. Oleh karena itu, pemakaian pupuk organik kembali digalakan untuk
mengatasi berbagai masalah tersebut.
Jenis-jenis pupuk organik
Ada berbagai jenis pupuk organik yang digunakan para petani di lapangan. Secara umum
pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. Dilihat dari segi
bentuk, terdapat pupuk organik cair dan padat. Sedangkan dilihat dari bahan penyusunnya
terdapat pupuk hijau, pupuk kandang dan pupuk kompos.
a. Pupuk hijau
Pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen
maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa
digunakan untuk pupuk hijau diantaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan
tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya
nitrogen, yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah.
Pengaplikasian pupuk hijau bisa langsung dibenamkan kedalam tanah atau melalui proses
pengomposan. Di lahan tegalan atau lahan kering, para petani biasa menanam leguminos,
seperti ki hujan, sebagai pagar kebun. Di saat-saat tertentu tanaman pagar tersebut
dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung
diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah para petani biasa
menggunakan azola sebagai pupuk hijau. Azola merupakan tanaman pakis air yang banyak
tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola
bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan kedalam tanah pada saat
pengolahan lahan.
b. Pupuk kandang
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau
dan kambing. Secara umum pupuk kandang dibedakan berdasarkan kotoran hewan yang
kencing dan tidak kencing. Contoh hewan yang kencing adalah sapi, kambing dan kerbau.
Hewan yang tidak kencing kebanyakan dari jenis unggas seperti ayam, itik dan bebek.
Karateristik kotoran hewan yang kencing waktu penguraiannya relatif lebih lama, kandungan
nitrogen lebih rendah, namun kaya akan fosfor dan kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok
digunakan pada tanaman yang diambil buah atau bijinya seperti mentimun, kacang-kacangan,
dan tanaman buah. Sedangkan karakteristik kotoran hewan yang tidak kencing waktu
penguraiannya lebih cepat, kandungan nitrogen tinggi, namun kurang kaya fospor dan kalium.
Pupuk kandang jenis ini cocok diterapkan untuk tanaman sayur daun seperti selada, bayam
dan kangkung.
Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang
melimpah dan proses pembuatannya gampang. Pupuk kandang tidak memerlukan proses
pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai
keadaannya kering dan matang sebelum diaplikasikan ke lahan.
c. Pupuk kompos
Pupuk kompos adalah pupuk yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses
biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa
berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme dekomposer bisa berupa
bakteri, jamur atau kapang. Sedangkan makroorganisme dekomposer yang paling populer
adalah cacing tanah. Dilihat dari proses pembuatannya, ada dua metode membuat pupuk
kompos yaitu proses aerob (melibatkan udara) dan proses anaerob (tidak melibatkan udara).
Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian dekomposer
beserta metode pembuatannya banyak ditemukan. Sehingga pupuk kompos yang dihasilkan
banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair dan pupuk
organik tablet. Pupuk kompos bisa dibuat dengan mudah, silahkan lihat cara membuat
kompos secara aerob dan anaerob. Bahkan beberapa tipe pupuk kompos bisa dibuat sendiri
di dapur dari limbah rumah tangga, seperti pupuk bokashi dan pupuk kompos takakura.
d. Pupuk hayati
Pupuk hayati merupakan pupuk yang terdiri dari berbagai macam organisme hidup yang
memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting
bagi tanaman. Sebagian pihak menggolongkan oganisme ini bukan sebagai pupuk organik
melainkan digolongkan sebagai pembenah tanah. Namun sebagian lagi menggolongkannya
sebagai salah satu jenis pupuk organik.
Pupuk hayati bekerja tidak seperti pupuk organik biasa yang bisa langsung meningkatkan
kesuburan tanah dengan menyediakan nutrisi untuk tanaman. Pupuk ini secara alami
menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer,
melarutkan fosfor dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan
pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus menerus dan secara
berkelanjutan.
Pupuk hayati dibuat dengan mengisolasi bakteri-bakteri tertentu seperti Azotobacter
choococumyang berfungsi mengikat unsur unusr N, Bacillus megaterium bakteri yang bisa
melarutkan unsur P dan Bacillus mucilaginous yang bisa melarutkan unsur K. Mikroorganisme
tersebut bisa didapatkan di tanah-tanah hutan, pegunungan atau sumber-sumber lain.
Karakteristik pupuk organik
Seperti juga humus, pupuk organik berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman.
Setidaknya ada empat manfaat, yakni sebagai sumber nutrisi, memperbaiki struktur fisik
tanah, memperbaiki kimia tanah, meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan aktivitas
biologi tanah.
Sumber nutrisi tanaman lengkap. Pupuk organik mengandung berbagai nutrisi penting yang
dibutuhkan tanaman, baik yang sifatnya makro maupun mikro. Unsur makro yang dibutuhkan
tanaman antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan
magnesium (Mg). Sedangkan unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor
(CI), boron (B), molybdenum (Mo) dan Almunium (AI). Pupuk organik yang dibuat dengan
bahan baku yang lengkap bisa mengandung semua kebutuhan unsur hara tersebut.
Memperbaiki struktur tanah. Pupuk organik merupakan material yang mempunyai sifat
unik. Bisa menggemburkan tanah lempung yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan
tanah berpasir yang gembur. Karena sifatnya ini, pupuk organik bisa memperbaiki tanah
pasir maupun lempung. Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus pasir
sehingga tanah menjadi lebih solid. Sehingga tanah berpasir bisa menyimpan air. Sedangkan
pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, pupuk organik bisa memberikan pori-pori,
sehingga tanah tersebut menjadi gembur.
Meningkatkan kapasitas tukar kation. Dilihat dari sifat kimiawi, pupuk organik mempunyai
kemampuan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kapasitas tukar kation adalah kemampuan
tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah. Tanah yang
memiliki kapaitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman dibanding
tanah dengan kapasitas ion rendah. Kandungan material organik yang tinggi akan
meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.
Meningkatkan daya simpan air. Struktur kompos sangat menyerap air (higroskopis). Air
yang datang disimpan dalam pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya
melalui akar. Keberadaan air ini mempertahankan kelembaban tanah sehingga tanaman dapat
terhindar dari kekeringan.
Meningkatkan aktivitas biologi tanah. Pupuk kompos mengandung mikroorganisme
dekompomoser didalamnya. Mikroorganisme ini akan menambah mikroorganisme yang
terdapat dalam tanah. Karena sifatnya yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi
tumbuh dan berkembang biota tanah. Aktivitas biota tanah ini yang menghasilkan sejumlah
nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.
Pupuk organik vs pupuk kimia sintetis
Dilihat dari kandungannya, pupuk organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap baik
makro maupun mikro. Namun takarannya sedikit dan komposisinya tidak pasti. Setiap pupuk
organik mempunyai kandungan nutrisi dengan komposisi yang berbeda-beda. Sedangkan
pupuk kimia sintetis hanya memiliki beberapa kandungan nutrisi saja, namun jumlahnya
banyak dan komposisinya pasti. Misalnya, urea banyak mengandung unsur nitrogen (N) dalam
jumlah yang cukup tapi tidak memiliki zat nutrisi lainnya.
Penyerapan nutrisi atau zat hara pada pupuk organik lebih sulit dicerna tanaman karena
masih tersimpan dalam ikatan kompleks. Namun secara jangka panjang akan meningkatkan
kapasitas tukar kation tanah yang bisa memudahkan tanaman menyerap unsur-unsur tadi.
Sedangkan pada pupuk kimia sintetis kandungan haranya bisa diserap langsung oleh
tanaman. Kelemahannya, zat hara tersebut sangat mudah hilang dari tanah karena erosi.

Pupuk organik baik untuk digunakan dalam jangka panjang karena sifatnya menggemburkan
tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Sehingga kesuburan tanah tetap
terjaga. Sementara itu pupuk kimia sintetis walaupun efek reaksinya cepat, secara jangka
panjang akan mengeraskan tanah dan mengurangi kesuburannya.

Dari sisi lingkungan dan ekosistem, pupuk organik memicu perkembangan organisme tanah.
Tanah yang kaya akan organisme sanggup memberikan nutrisi secara berkelanjutan. Karena
aktivitas organisme tanah akan menguraikan sejumlah nutrisi penting bagi tanaman.
Sedangkan pupuk kimia sintetis malah membunuh organisme tanah. Sehingga untuk
menyediakan nutrisi bagi tanaman selalu diperlukan penambahan pupuk dalam jumlah yang
terus meningkat.

Dilihat dari sisi kesehatan, pupuk organik lebih menyehatkan bagi manusia karena tersusun
dari bahan-bahan organik yang sama dengan tubuh manusia. Sedangkan pupuk kimia sintetis
diketahui unsur-unsur bebasnya membahayakan kesehatan. Namun khusus poin yang
terakhir ini masih menjadi perdebatan di kalangan para peneliti.

Macam-Macam Pupuk
1.Urea
Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4
(ammonia) dengan CO2.Kandungan N total dalam pupuk urea adalah 46
%. Artinya setiap 100 kg Urea, didalamnya terkandung 46 kg unsur hara N
(Nitrogen).
2.SP 36
SP
36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang.Kandun
gan unsur haranya dalam bentuk P2O5( phospat) adalah 36 %.Artinyasetiap 100 kg
SP36 didalamnya terkandung 36 kg unsur hara P dalam bentukP2O5(Phospat).
3.NPK
Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebihdari
dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15
% dalam bentuk NH3,Phosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan Kalium 15
% dalam bentuk K2O.Artinyasetiap 100 kg NPK didalamnya terkandung 15
kg unsur N dalam bentuk NH3, 15 kg Phosfor dalam bentuk P2O5 dan 15
kg Kalium dalam bentuk K2O.Perbandingan yang sering dipakai dalam pembuatan pup
uk NPK ini adalah 16:16:16artinya analisis pupuk yang dipakai adalah N = 16,P = 16,K
= 16.
4.KCl
Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasukpup
uk tunggal.Kandungan unsur hara dalam pupuk KCl adalah 60%
K2O.Artinyasetiap 100 kg pupuk KCl didalamnya terkandung 60
kg unsur hara K2O dari totalkandungan.
5.ZA
Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan harani
trogen dan belerang bagi tanaman. Pupuk ZA mengandung belerang(S)
24 % dannitrogen(N) 21 %.Artinya setiap 100
kg pupuk ZA didalamnya terkandung 24 kgunsur hara S dan 21
kg unsur hara N. Perbandingan bahan dasar yang sering dipakaiadalah 1:2.Artinya an
alisis pupuk yang digunakan yaitu S=1 dan N=2.
6.ZK
Pupuk ZK adalah pupuk tunggal dengan kandungan K2O sebesar 50
%.Artinyasetiap 100 kg pupuk ZK didalamnya terkandung 50 kg unsur hara K2O.
7.MgO
Pupuk Magnesium atau yang lebih dikenal sebagai KIESERITE, tergolong pupuktungg
al yang manfaatnya mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Kandunganunsur
hara Magnesium dalam pupuk ini sebesar 30%. Artinya setiap 100
kg pupukMgO didalamnya terkandung 30 kg unsur hara Magnesium.
8.Burat
Pupuk Burat (
Na2B4O75H2O) adalah suatu bahan kimia berupa tepung yang mudahdilarutkan.Kandu
ngan unsur hara di dalam Burat adalah 45% Boron Oksida ( B2O3)
,20% Natrium Oksida (Na2O),35 % Kadmium (Cd).Artinya setiap 100
kg pupukburat di dalamnya terkandung 45 kg unsur hara B2O3, juga terkandung 20
kg unsurhara Na2O dan yang terakhir adalah terkandung 35 kg unsur hara Cd.
9.Pupuk Kandang Sapi
Pupuk kandang sapi merupakan pupuk padat yang banyak mengandung air danlendir.K
omposisi dan kandungan pupuk kandang sapi adalah Kadar air (24,21%), Nitrogen
(1,11%), Karbon Organik (18,76%), C/N Ratio
(16,90%), Fospor(1,62%), dan Kalium (7,26%).Artinya setiap 100
kg pupuk kandang sapi tersebutdidalamnya terkandung kadar air sebanyak 24,21%
, terkandung 1,11 kg unsur haraN, terkandung 18,76
kg Karbon organik, terkandung 16,90% C/N ratio,terkandung1,62
kg unsur hara Fospor dan yang terakhir terkandung 7,26
kg unsur haraKalium.Dalam pembuatan pupuk kandang sapi perbandingan bahan dasa
r yangsering digunakan petani antara unsur hara N dan K adalah 3:1.Artinya dalampe
mbuatannya menggunakan analisis pupuk N= 3 dan K = 1.
10.Fertiphos
Fertiphos adalah pupuk majemuk yang mengandung P2O5 ( 20% ) , MgO ( 3% ) , S (
1% ) , B2O3 ( 0,2% ) , CaO ( 32% ).Artinya setiap 100
kg pupuk Fertiphostersebut didalamnya terkandung 20
kg unsur hara Fosfor dalam bentuk P2O5 , 3 kgunsur hara Magnesium, 1
kg unsur hara belerang (S) , 0,2
kg unsur hara B2O3 , danyang terakhir juga terkandung 32 kg unsur hara CaO.
11.Dolomit
Dolomit merupakan zat kapur yang difungsikan sebagai pupuk yang berbentukserbuk
berwarna kekuningan.Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pHtanah.Dolomit adal
ah sumber Ca ( 32% ) dan Mg ( 18% ).Artinya setiap 100
kgpupuk dolomit tersebut terkandung 32 kg unsur hara Ca ( Kalsium ) dan 18
kg unsurhara Mg ( Magnesium ).
12.TSP
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanahu
ntuk pertanian. TSP artinya triple super
phosphate. Rumus kimianyaCa(H2PO4).Kandungan kadar P2O5 pupuk ini adalah 46%.
Artinya setiap 100 kgpupuk TSP didalamnya terkandung 46 kg unsur hara P2O5.

Macam Macam Pupuk Organik dan Anorganik


- Pupuk adalah semua bahan yang ditambahkan kepada
Macam Macam Pupuk Organik dan Anorganik

tanah dengan tujuan memperbaiki sifat fisis, sifat kimia, dan sifat biologi tanah.
Sifat fisis tanah berkaitan erat dengan tingkat kegemburan tanah, porositas dan
daya serap. Sifat kimia berkaitan dengan pH (tingkat keasaman) dan ketersediaan
unsur hara. Sedangkan sifat biologi berkaitan dengan mikroorganisme yang hidup di
dalam tanah.
A. Pupuk Organik (Pupuk Alam)

Macam-macam pupuk organik adalah sebagai berikut:


1. Pupuk hijau. Pupuk hijau didapatkan dari tumbuhan muda, terutama
dari jenis polong-polongan (leguminose), yang dibenamkan di lahan pertanian.
2. Pupuk kandang. Pupuk kandang diperoleh dari kotoran hewan ternak,
misalnya sapi, ayam, kambing, dan lain-lain.
3. Kompos. Pupuk kompos diperoleh dari bahan organik limbah pertanian,
misalnya jerami, batang jagung, atau sampah yang dibusukkan bersama pupuk
kandang. Pupuk kompos lebih banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman-
tanaman pot atau holtikultura.

Pupuk alam dapat memperbaiki sifat-sifat fisis tanah, yaitu: struktur, tata udara,
daya resap air, dan daya tahan terhadap erosi. Selain itu, pupuk alam juga
membentuk humus (bunga tanah) sehingga berperan juga dalam memperbaiki sifat
biologi. Selanjutnya, peruraian dari humus akan menambah ketersediaan unsur-unsur
hara.
B. Pupuk Anorganik (Pupuk Buatan)

Jenis-jenis pupuk anorganik meliputi pupuk nitrogen, pupuk kalium, pupuk fosfor,
pupuk, majemuk, dan pupuk daun.
Pupuk nitrogen.
Contoh pupuk nitrogen antara lain:
1. Urea atau CO(NH2)2 yang memiliki kadar Nitrogen 45-46%,
2. ZA (Zwavelvuur Amonium) atau (NH4)2SO4 yang memiliki kadar
Nitrogen 20,5-21%,
3. Sendawa Chili atau NaNO3 yang memiliki kadar nitrogen 15%, dan
4. Amonium Nitrat atau NH4NO3 yang memiliki kadar nitrogen sebesar
35%.
Jenis pupuk nitrogen yang paling banyak dipakai adalah ZA dan Urea.
Pupuk fosforus.

Contoh pupuk fosforus adalah:


1. Superfosfat tunggal (ES= Engkel Superfosfat) yang memiliki kadar
P2O5 sebesar 5%,
2. Superfosfat rangkap (DS= Double Superfosfat) yang memiliki kadar
P2O5 sebesar 30%,
3. Superfosfat Triple (TS= Triple Superfosfat) dengan kadar P2O5
sebesar 45%.
Dari ketiga jenis pupuk fosfor di atas, yang paling banyak digunakan oleh
masyarakat adalah jenis TS.
Pupuk Kalium.

Contoh pupuk kalium adalah:


1. Kalium Klorida atau KCl yang memiliki kadar K2O sebesar 50%, dan
2. Kalium Sulfat (ZK= Zwavelvuur Kali) dengan kadar K2O sebesar 50%.
Pupuk majemuk.

Pupuk Nitrogen, Pupuk Phosphor, dan Pupuk Kalium adalah jenis pupuk tunggal.
Ketiganya disebut sebagai pupuk tunggal karena hanya mengandung satu jenis unsur
hara primer. Sedangkan pupuk majemuk mengandung lebih dari satu jenis unsur hara
primer.
Contoh pupuk majemuk adalah:
1. Pupuk NPK yang mengandung amonium nitrat (NH4NO3),
2. Amonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4) dan Kalium Klorida (KCl).
Kadar masing-masing unsur dinyatakan dengan suatu angka. Contoh: Pupuk NPK 10-
15-20, berarti mengandung 10% nitrogen (sebagai N), 15% fosfor (sebagai P2O5),
dan 20% Kalium (sebagai K2O).
Setiap jenis tanaman memerlukan N, P dan K dengan perbandingan tertentu. Oleh
karena itu, penggunaan pupuk majemuk disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan
dipupuk.
Pupuk Daun.

Pupuk daun diberikan kepada tanaman dengan cara disemprotkan pada daun sehingga
terserap secara osmosis ataupun difusi melalui stomata (mulut daun).Pupuk daun
biasanya mengandung unsur hara, namun terkadang mengandung vitamin, hormon dan
zat tumbuh.
Contoh pupuk daun:
1. Wuxal dengan kandungan 9% N, 9% P2O5, 7% K2O, Fe, Mn, B, Zn, Mo,
vitamin dan hormon tumbuh.
2. Contoh pupuk daun yang kedua adalah Baypolan yang mengandung 11%
N, 10% P2O5, 6%K2O, Fe, Mn, Cu, Zn, dan Mo.
Sekian apa yang bisa saya informasikan semoga bisa bermnafaat, sehingga dapat
memaksimalkan hal-hal alami di sekitar kita menjadi pupuk organik yang aman bagi
ekosistem di sekitarnya.