Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan keperawatan professional merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan,
berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif ditujukan
kepada individu keluarga dan masyarakat, baik sakit maupun sehat yang
mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Kontribusi pelayanan keperawatan terhadap pelayanan kesehatan, yang
dilaksanakan di sarana kesehatan sangat tergantung pada manajemen
keperawatan. Manajemen keperawatan merupakan suatu proses perubahan atau
transformasi dari sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan pelayanan
keperawatan melalui pelaksanaan fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pengaturan ketenagaan, pengarahan, evaluasi dan pengendalian mutu
keperawatan.
Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional menekankan pada
pemberian asuhan keperawatan secara holistik berdasarkan ilmu pengetahuan,
skill keperawatan dan caring. Dengan meningkatnya ilmu dan tehnologi di bidang
kesehatan maupun informasi maka arah perkembangan keperawatan pun harus
sejalan dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan guna mengantisipasi
berbagai perubahan dan tantangan di era global ini.
Untuk mewujudkan pelayanan di rumah sakit yang selaras dan
berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan
globalisasi, maka salah satunya yaitu dibutuhkan adanya pedoman pelayanan
keperawatan Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas.

B. Tujuan Pedoman
1. Tujuan Umum
Sebagai acuan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan di Ruang Anggrek
dan Alamanda Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas.

2. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan tentang pelaksanaan Standar Asuhan Keperawatan di ruang
Anggrek dan Alamanda Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


1
b. Menerangkan kegiatan pemberian pelayanan kepada pasien di ruang
Anggrek mulai pasien masuk sampai pasien pulang.
c. Untuk mengetahui jumlah dan kualifikasi SDM dan program
pengembangan ruang Anggrek dan Alamanda.
d. Menjelaskan tentang standar fasilitas yang ada di bagian ruang Anggrek
dan Alamanda.

C. Ruang Lingkup Pelayanan


Ruang lingkup pelayanan keperawatan ruang Anggrek dan Alamanda
adalah sebagai berikut :
a. Standar asuhan keperawatan
b. Pelayanan pasien rawat inap
c. Sumber daya manusia dan program pengembangan staf
d. Fasilitas dan sarana prasarana

D. Batasan Operasional
Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas buka
selama 24 jam non stop yang menerima pasien dari Instalasi Rawat jalan, IGD,
Rujukan dari Rumah Sakit lain, dan Rujukan dari Puskesmas. Instalasi Rawat Inap
Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas sebagai pusat pelayanan trauma dan
rujukan wilayah Banyumas dan sekitarnya berdasarkan reputasi dan memenuhi
Undang-Undang dan peraturan serta ada perjanjian tertulis yang menyangkut
keselamatan pasien yaitu :
1. Berperan serta dalam dalam pemantapan mutu internal dan eksternal
2. Benar-benar menerapkan 6 sasaran keselamatan pasien di Rumah Sakit
3. Dibawah tanggung jawab Kepala Instalasi Rawat Inap dan Bidang
Perawatan

E. Landasan Hukum
a. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
b. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran;
c. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
d. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan;
e. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1239/Menkes/SK/XI/2001 tentang
Registrasi dan Praktek Perawat (sebagai revisi dari SK no
647/Menkes/SK/IV/2000);

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


2
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang
Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat;
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796/Menkes/Per/VIII/2011 tentang
registrasi tenaga kesehatan;
h. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit;

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


3
BAB II

STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Pola ketenagaan dan kualifikasi SDM Ruang Anggrek dan Alamanda
Nomor Nama Jabatan Kualifikasi Formal Keterangan

1 Kepala Ruang D III Keperawatan Bersertifikat


(KaRu)
STR dan SIPP
RUANG
ANGGREK

2 Perawat D III Keperawatan Bersertifikat


primer BTCLS/PPGD, STR,
RUANG SIPP
ANGGREK

3 Perawat D III Keperawatan dan Bersertifikat


RUANG Ners BTCLS/PPGD, STR
ANGGREK

4 Administrasi SMA/SMK sederajat Berijazah

B. Distribusi Ketenagaan
Pola pengaturan ketenagaan Ruang Anggrek dan Alamanda:
1. Untuk dinas pagi yang bertugas sejumlah 5 (lima) orang dengan standar
minimal mempunyai STR dan bersertifikat BTCLS.
Kategori :
a. 1 orang Ka Ru
b. 2 orang perawat primer
c. 2 orang perawat pelaksana
2. Untuk dinas sore yang bertugas sejumlah 4 (empat) orang dengan standar
minimal mempunyai STR dan bersertifikat BTCLS.
Kategori :
a. 2 orang perawat primer

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


4
b. 2 orang perawar pelaksana
3. Untuk dinas malam yang bertugas sejumlah 2 (tiga) orang dengan standar
minimal mempunyai STR dan bersertifikat BTCLS.
Kategori :
- 2 orang perawat pelaksana

C. Pengaturan Jaga
1. Pengaturan Jaga Perawat Ruang Anggrek dan Alamanda :
a. Pengaturan jadwal dinas perawat Ruang Anggrek dan Alamanda dibuat
dan dipertanggungjawabkan oleh kepala ruang Ruang Anggrek dan
Alamanda dan disetujui oleh HRD.
b. Jadwal dinas dibuat untuk jangka waktu satu bulan dan direalisasikan ke
perawat pelaksana Ruang Anggrek setiap satu bulan.
c. Untuk kepala ruang jam kerja 7 jam dari jam 07.00 - 14.00
Untuk perawat primer jam kerja 9 jam dari jam 07.00 - 16.00.
Untuk perawat pelaksana 3 sift jam kerja pagi dan siang 7 jam malam 10
jam, pagi jam 07.00-14.00, siang 14.00-21.00, malam 21.00-07.00.
Untuk administrasi 2 sift pengaturan jadwal kerja 9 jam pagi mulai dari
jam 07.00 - 16.00, siang mulai dari jam 12.00 21.00.
d. Untuk tenaga perawat yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu,
maka perawat tersebut dapat mengajukan permintaan dinas dibuku
permintaan atau menggunakan form izin. Permintaan akan disesuaikan
dengan kebutuhan tenaga yang ada (apabila tenaga cukup dan berimbang
serta tidak menganggu pelayanan, maka permintaan disetujui).
e. Setiap tugas jaga/shift pagi dan siang harus ada perawat primer dengan
syarat pendidikan minimal DIII Keperawatan dan masa kerja minimal 2
tahun, serta memiliki sertifikat BTCLS.
f. Jadwal dinas terbagi atas dinas pagi, siang, malam, libur dan cuti.
g. Apabila ada tenaga perawat jaga karena sesuatu hal sehingga tidak bias
ditetapkan (terencana), maka perawat yang bersangkutan harus
memberitahu Karu Ruang Anggrek 2 jam sebelum dinas pagi, 4 jam
sebelum dinas sore atau malam. Sebelum memberitahu Karu Ruang

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


5
Anggrek dan Alamanda diharapkan perawat yang bersangkutan sudah
mencari pengganti. Apabila perawat yang bersangkutan tidak
mendapatkan perawat pengganti, maka Karu Ruang Anggrek dan
Alamanda akan mencari tenaga perawat pengganti yaitu perawat yang hari
itu libur atau perawat Anggrek dan Alamanda yang tinggal di asrama
(kost).
h. Apabila ada tenaga perawat tiba-tiba tidak dapat jaga sesuai jadwal yang
telah ditetapkan, maka Karu Ruang Anggrek dan Alamanda akan mencari
tenaga perawat pengganti yaitu perawat yang hari itu libur atau perawat
Ruang Anggrek dan Alamanda yang tinggal di asrama (kost). Apabila
perawat penganti tidak di dapatkan maka perawat yang dinas pada sift
sebelumnya wajib untuk menggantikan. (Prosedur pengaturan jadwal
dinas perawat Ruang Anggrek dan Alamanda sesuai SOP terlampir).

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


6
BAB III

STANDAR FASILITAS

A. Denah Ruang

A1

A2

A3

A4

A5
ISOMA
A
KETERANGAN :
APOTIK
A6
A = ANGGREK

A7 AL = ALAMANDA

NS = NURSE STATION
A8

A9

NSA10

A11 A12 A13 A14 A15 A16

WC

AL1 AL2 AL3 AL4 AL5 AL6 AL7 AL8

B. Standar Fasilitas

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


7
1. Fasilitas & Sarana
IRNA Anggrek Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas berlokasi
di area paling belakang rumah sakit, yang terdiri dari ruangan anggrek VVIP
1- 5 untuk poli, ruang anggrek VVIP 6-15 untuk rawat inap, alamanda VIP 1-8
untuk rawat inap, ruang isoma ada taman depan ruang rawat inap anggrek.
2. Peralatan
Peralatan yang tersedia di Ruang Anggrek mengacu kepada buku
pedoman pelayanan ruang rawat inap Departermen Kesehatan RI untuk
penunjang kegiatan pelayanan terhadap pasien rawat inap.
Alat yang harus tersedia adalah bersifat life saving untuk kasus
kegawatan jantung seperti monitor dan defribrilator.
a. Alat alat Ruang Anggrek:
1. Mesin suction ( 1 set ) 15. Kom kecil
2. Tensi meter 1 buah 16. Bengkok 4
3. Troli emergency 1 set 17. Gunting jaringan 1
4. Thermometer 1 buah 18. Gunting aff hecting 1
5. Monitor 1 buah 19. Bak instrument, tutup instrument
6. EKG 1 set 5,4
7. Pinset anatomis 20. Oksimetri 2
8. Pinset cirugis 21. Lampu baca rongsent 1
9. Klem 22. Seperangkat computer 1
10. Tonguespatel 23. Kipas angin 1
11. Korentang 2 24. Senter 2
12. Tromol besar 1 25. Telepon 1
13. Tromol kecil 1 26. Tempat sampah 3besar,3kecil
14. Kom besar 27. Kulkas 1
28. Dispenser 1

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


8
b. Alat alat untuk ruang rawat inap anggrek
1. Bed 11. Dispenser 16
paramount 16 12. jam dinding 16
2. Meja besar 16 13. AC + remote 16
3. Meja kecil 16 14. Baskom 16
4. Sofa 16 15. Gayung 16
5. Lemari 16. Wastafel 16
pakaian 16 17. Handrub 16
6. Alquran 16 18. Tempat sampah
7. Meja makan 16
16 19. Tempat jemur
8. Pispot 16 baju 16
9. Urinal 16 20. Telephone 16
10. Kulkas 16

c. Alat alat untuk ruang rawat inap alamanda


1. Bed paramount 16 10. Dispenser 16
2. Meja besar 16 11. jam dinding 16
3. Meja kecil 16 12. AC + remote 16
4. Sofa 16 13. Baskom 16
5. Alquran 16 14. Gayung 16
6. Meja makan 16 15. Wastafel 16
7. Pispot 16 16. Handrub 16
8. Urinal 16 17. Tempat sampah 16
9. Telephone 16 18. Tempat jemur baju 16

d. Alat alat dalam trolly emergency


1. Obat emergency ( terlampir pada standar obat ruang Ruang Anggrek
RSU Siaga Medika Banyumas )
2. Alat alat kesehatan
a. Ambu bag/Air viva untuk dewasa & anak ( 1 buah/1 buah )
b. Oropharingeal airway

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


9
1) Nomer 3 ( 2 buah )
2) Nomer 4 ( 2 buah )
c. Laringoscope dewasa & anak ( 1 set )
d. Face mask dewasa ( 3 buah )
e. Urine bag non steril ( 5 buah )
f. Spuit semua ukuran
g. Infus set ( 1 set)
h. Endotracheal tube ( dewasa )
1) Nomer 6 ( 1 buah)
2) Nomer 6,5 ( 1 buah)
3) Nomer 7 ( 1 buah )
4) Nomer 7.5 ( 1 buah )
5) Nomer 8 ( 1 buah )
i. Slang oksigen sesuai kebutuhan
j. Stomach tube / NGT
1) Nomer 16 ( 1 buah )
2) Nomer 18 ( 1buah )
3) Nomer 12 ( 1buah )
k. Dower catheter sesuai kebutuhan
1) Nomer 8 Cath ( 1 buah )
2) Nomer 10 Cath ( 1 buah )
3) Nomer 12 Cath ( 1 buah )
4) Nomer 14 Cath ( 1 buah )
5) Nomer 16 Cath ( 1 buah )
l. Suction catheter segala ukuran
1) Nomer 10 ( 3 buah )
2) Nomer 12 ( 2 buah )
m. Abokath segala ukuran
1) Nomer 24 ( 2 buah )
2) Nomer 22 ( 2 buah )
3) Nomer 20 ( 2 buah )
4) Nomer 18 ( 2 buah )

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


10
Standar Obat di IRNA Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas

1. Obat Emergency
a. Injeksi
No Jumlah
Nama Obat Satuan Jenis Obat
1. 1
Noveron Vial Sedasi
2. 1
Propofol Ampul Sedasi
3. 1
Fentanyl Ampul Sedasi
4. 2
Furozemid Ampul Dieuretik
5. 2
Midazolam Ampul Sedasi
6. 6
Ephineprin Ampul Henti jantung
7. 8
Atropine Ampul Henti jantung
8. 2
Amiodarone Ampul Henti jantung
9. 1
Nore ephineprin Ampul Menaikan Tensi
10. 4 Menaikan Tensi
Dopamin Ampul
11. 1 Menaikan Tensi
Dobutamin Ampul
12. 1 Serangan ashma
Aminophyllin Ampul
13. 3 Serangan ashma
Ventolin nebu
14. 1 Serangan ashma
Combivent nebu
15. 1 Serangan ashma
Flixotide nebu
16. 2 Anti kejang atau
Diazepam Ampul
epilepsi

17. 1 Anti kejang atau


Phenitoin Ampul
epilepsi

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


11
18. 2 Anti alergi
Dexametasone Ampul
19. 1 Anti alergi
Diphenhidramin Vial
20. 2 Anti muntah
Metokloperamide Ampul
21. 2 Anti muntah
Ondancentron Ampul

b. Tablet
No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Obat

1. Aspilet Tablet 4 Anti Angina

2. ClopidogreL Tablet 4 Anti Angina

3. ISDN 5 mg Tablet 4 Anti angina

c. Cairan Infus
No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Obat

1. HES 3 Menaikan Tensi


Kolf
2. Dextrose 40 % Flash 4 Cairan gula
pekat

3. Nacl 500ml Kolf 3 Cairan Elektrolit

4 Dextrose 10 % 500ml Kolf 1 Cairan Gula

5. Nacl 100ml Kolf 4 Cairan Elektrolit

6. RL 500ml Kolf 4 Cairan Elektrolit

7. Dextrose 40% 500ml Kolf 4 Cairan Gula

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


12
BAB IV

TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Tata Laksana Pendaftaran Pasien IRNA


Petugas penanggung Jawab :
a. Perawat IGD
b. Petugas Administrasi
c. Perangkat Kerja : status medis
d. Perawat IRNA
Tata laksana pendaftaran pasien IRNA :
1. Pendaftaran pasien yang datang ke IGD dilakukan oleh pasien/keluarga
dibagian administrasi (SOP-IGD).
2. Bila keluarga tidak ada petugas IGD bekerja sama dengan security untuk
mencari identitas pasien.
3. Sebagai bukti pasien sudah mendaftar dibagian admission akan
memberikan status untuk diisi oleh dokter jaga IGD yang bertugas
4. Bila pasien dalam keadaan gawat darurat, maka akan langsung diberikan
pertolongan di IGD, sementara keluarga/penanggung jawab melakukan
pendaftaran dibagian administrasi.
5. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter jaga pasien yang harus rawat inap
akan di antar oleh perawat IGD ke ruangan IRNA
6. Setelah sampai di IRNA pasien akan di kaji ulang keluhan dan vitalsign.
7. Keluarga pasien dan pasien di berikan edukasi tentang peraturan dan tata
tertib di ruang IRNA.
8. Setelah di lakukan pengkajian ulang pasien akan di konsulkan ke dokter
penanggung jawab spesialis.jika dokter berhalangan visite akan di
konsulkan via telpon/WA.

B. Tata Laksana Sistem Komunikasi IRNA


1. Petugas penanggung jawab
a. Perawat primer
b. Perawat pelaksana
2. Perangkat Kerja
a. Pesawat telepon
b. Hand phone
3. Tata laksana system komunikasi IRNA Anggrek
a. Antara IRNA dengan unit lain dalam Rumah Sakit Umum Siaga Medika
adalah nomor extension masing-masing unit
b. Antara IRNA dengan dokter konsulen/rumah sakit lain/yang terkait dengan
pelayanan diluar rumah sakit adalah menggunakan pesawat telephone

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


13
langsung dari IGD dengan menggunakan kode PIN yang dimiliki dokter jaga
atau melalui bagian operator
c. Antara IRNA dengan Dokter penanggung jawab jika via telfon menggunakan
teknik SBAR (situasion, background, asesmen, recomendasi) dan di tuliskan
dengan cara TULBAKON (tulis advisnya, baca ulang advisnya, konfirmasi
ulang kepada dokter).

C. Tata Laksana Pengisian Informed Consent


1. Petugas penanggung jawab
a. Dokter penanggung jawab spesialis
b. Perawat IRNA
2. Perangkat kerja
a. Formulir persetujuan tindakan
b. Pulpen hitam
3. Tata laksana informed concent
a. Dokter penanggung jawab spesialis menjelaskan tujuan dari pengisian
informed consent pada pasien/keluarga pasien disaksikan oleh perawat.
b. Pasien menyetujui, informed consent diisi dengan lengkap disaksikan
oleh perawat
c. Setelah di isi dimasukkan dalam stsatus medic pasien.

D. Tata Laksana Pelayanan Emergency


1. Pasien dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter jaga.
2. Dokter jaga menjelaskan kondisi pasien pada keluarga/penanggung jawab.
3. Pasien/keluarga pasien dimohon untuk ke ruang perawat untuk di berikan
informasi mengenai kondisi pasien.
4. Bila perlu dirawat/observasi pasien dianjurkan untuk masuk ICU.
5. Bila tidak perlu dirawat di ICU pasien di observasi di ruang IRNA dulu.

E. Tata Laksana Sitem Rujukan IRNA


1. Alih Rawat
a. Perawat IRNA menghubungi rumah sakit yang akan dirujuk
b. Perawat IRNA memberikan informasi pada dokter jaga rumah sakit
rujukan mengenai keadaan umum pasien.
c. Bila tempat telah tersedia di rumah sakit rujukan, perawat IGD
menghubungi ambulance322.
2. Pemerikasaan diagnostic

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


14
a. Pasien/keluarga pasien dijelaskan oleh dokter jaga mengenai tujuan
pemerikasaan diagnostic, bila setuju maka keluarga pasien harus
mengisi informed consent
b. Perawat IRNA menghubungi rumah sakit rujukan
c. Perawat IRNA menghubungi petugas ambulan RS Siaga Medika
3. Specimen
a. Pasien/keluarga pasien dijelaskan mengenai tujuan pemerikasaan
specimen
b. Bila keluarga setuju maka harus mengisi inform consent
c. Dokter penanggungjawab mengisi formulir pemerikasaan, dan
diserahkan kepetugas laboratorium
d. Petugas laboratorium melakukan rujukan ke laboratorium yang dituju

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


15
BAB V

LOGISTIK

Kegiatan logistik ruang Anggrek dan Alamanda Rumah Sakit Umum Siaga
Medika Banyumas adalah kegiatan kegiatan pengadaan, permintaan, penyimpanan,
pendistribusian, serta pengendalian obat/alkes, linen, instrumen, dan barang
keperluan rumah tangga. Pengelolaan dan pengendalian logistik ruang Anggrek dan
Alamanda Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas merupakan tugas dan
tanggung jawab dari seluruh perawat Ruang ruang Anggrek dan Alamanda Rumah
Sakit Umum Siaga Medika Banyumas dan dibantu oleh Kepala Ruang.
A. Logistik Obat/Alkes
1. Perencanaan
Pengadaan obat/alkes direncanakan berdasarkan pemakaian selama 24 jam
yang dicatat dalam status pasien dan buku operan perawat.
2. Permintaan/penyediaan
Permintaan obat/alkes menggunakan form permintaan obat dengan lembar
catatan permintaan obat (CPO) yang berwarna biru. Permintaan dilakukan
dengan cara perawat Anggrek dan Alamanda. mengisi dari identitas pasien
mulai dari no RM, nama, tanggal lahir, jenis kelamin, diagnose,tanggal masuk
dan jaminan pembiyaaan lalu mengisi kolom nama obat dan dosis, aturan
pakai dan tanggal permintaan lalu lembar catatan permintaan obat (CPO) dan
diserahkan ke bagian farmasi rawat inap. Petugas farmasi akan memberikan
obat/alkes sesuai dengan jumlah stok minimal masing-masing obat/alkes.
3. Penyimpanan
Logistik obat-obatan harus dikelola secara cermat dengan mempertimbangkan
hal-hal sebagai berikut :
a. Perputaran pemakaian dengan menggunakan kaidah :
1) FIFO (first in first on) yaitu barang lebih dahulu masuk persediaan
harus digunakan lebih dahulu.
2) Masa kadaluwarsa pendek dipakai dahulu (FEFO first expired first
out), untuk menjamin barang tidak rusak akibat penyimpanan yang
terlalu lama.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


16
b. Tempat penyimpanan.
Untuk obat dengan jenis kemasan dan label yang hampir sama tidak
boleh diletakkan berdekatan.
c. Suhu/kelembaban
Pemantauan suhu dan kelembaban dicatat oleh petugas perawat
Anggrek dan Alamanda di form pemantauan suhu dan kelembapan
dengan no form PR/FR/IPS/04-REV 02. Dicatat setiap hari pada jam
13.00, 20.00, 06.00 WIB.
4. Pendistribusian/penyaluran
Pendistribusian obat sesuai dengan instruksi dokter penanggung jawab,
kemudian dicatat oleh perawat Anggrek dan Alamanda dalam status pasien
dan buku operan perawat.
5. Pengendalian
Pengendalian obat dilakukan oleh petugas bagian farmasi dengan cara stok-
opname pada setiap akhir trimester, petugas farmasi akan mengecek jumlah
obat/alkes dan masa kadaluarsa obat.

B. Logistik Linen
1. Perencanaan
Perencanaan pengadaan linen dilakukan setiap hari.
2. Permintaan
Permintaan linen dengan cara menuliskan jumlah linen yang kurang lalu di
mintakan langsung kebagian laundri.
3. Penyimpanan
Linen disimpan di lemari ruangan Anggrek
4. Pendistribusian
Pendistribusian linen dilakukan oleh laundri dan dikeluarkan bila ada linen
yang sudah dalam kondisi tidak layak pakai.
5. Pengendalian
Linen dicatat dalam buku stok yang diisi setiap seminggu sekali oleh
petugas penanggung jawab linen.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


17
C. Logistik Instrumen
1. Perencanaan
Perencanaan pengadaan instrumen atau peralatan medis dilakukan setiap
satu tahun sekali.
2. Permintaan
Permintaan instrumen atau peralatan medis dengan cara menulis di
blangko permintaan barang
3. Penyimpanan
Instrumen disimpan di lemari instrumen Ruang Aggrek.
4. Pendistribusian
Pendistribusian instrumen dikeluarkan bila ada instrumen yang sudah
dalam kondisi tidak layak pakai.
5. Pengendalian
Instrumen dicatat dalam buku inventaris alat ruang Anggrek yang diisi
setiap hari oleh Kepala ruang.

D. Logistik Barang Keperluan Rumah Tangga


1. Perencanaan
Perencanaan pengadaan barang keperluan rumah tangga dilakukan setiap
satu bulan sekali.
2. Permintaan
Permintaan barang keperluan rumah tangga dengan cara menulis di
blangko permintaan barang rutin ke bagian logistik .
3. Penyimpanan
Barang keperluan rumah tangga disimpan di lemari Ruang Anggrek.
4. Pendistribusian
Pendistribusian barang keperluan rumah tangga dilakukan sesuai
kebutuhan.
5. Pengendalian
Barang keperluan rumah tangga dicatat dalam buku rencana anggaran
belanja yang diisi setiap bulan sekali oleh petugas administrasi.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


18
BAB VI

KESELAMATAN PASIEN

A. Pengertian
Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan keselamatan pasien adalah
suatu sistem dimana ruang Anggrek dan Alamanda membuat asuhan pasien lebih
aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan
belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk
meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang
disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak
mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
Insiden keselamatan pasien yang selanjutnya disebut insiden adalah setiap
kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi
mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien, terdiri dari Kejadian
Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Nyaris Cedera (KNC), Kejadian Tidak Cedera
(KTC) dan Kejadian Potensial Cedera (KPC).
Kejadian Tidak Diharapkan, selanjutnya disingkat KTD adalah insiden yang
mengakibatkan cedera pada pasien. Kejadian Nyaris Cedera, selanjutnya disingkat
KNC adalah terjadinya insiden yang belum sampai terpapar ke pasien. Kejadian
Tidak Cedera, selanjutnya disingkat KTC adalah insiden yang sudah terpapar ke
pasien, tetapi tidak timbul cedera. Kondisi Potensial Cedera, selanjutnya disingkat
KPC adalah kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi
belum terjadi insiden. Kejadian sentinel adalah suatu KTD yang mengakibatkan
kematian atau cedera yang serius.

B. Tujuan Keselamatan Pasien


Tujuan dari pedoman keselamatan pasien ini adalah untuk
meminimalisasi angka terjadinya insiden keselamatan pasien khususnya di IGD
RS Impian Indahku.

C. Tata Laksana Keselamatan Pasien


Sasaran Keselamatan Pasien meliputi tercapainya hal-hal sebagai berikut:
PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA
19
1. Ketepatan identifikasi pasien
Ketepatan identifikasi pasien ruang Anggrek dan Alamanda RSU Siaga
Medika Banyumas dilaksanakan sejak pasien melakukan proses
pendaftaran. Setiap pasien yang mendaftar harus diidentifikasi dengan
menggunakan nama dan tanggal lahir pasien. Di IGD setiap pasien akan
dilakukan identifikasi kembali melalui pemasangan gelang identitas pasien
yang berisi nama pasien dan tanggal lahir pasien.
2. Peningkatan komunikasi efektif
Peningkatan komunikasi yang efektif antar petugas rumah sakit khususnya
antara perawat ruang anggrek dengan petugas ruangan sewaktu transfer
pasien melalui form serah terima pasien baru yang berisikan identitas
pasien, terapi dan tindakan yang telah dilakukan di ruang Anggrek,
pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan, vital sign, tingkat kesadaran
pasien. Untuk pasien yang akan di konsultasikan ke dokter spesialis maka
menggunakan komunikasi via telpon dengan sistem SBAR dan di tuliskan
dengan cara TULBAKON serta di implementasikan dengan SOAP.
3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
Dalam memberikan obat kepada pasien harus selalu memperhatikan
prinsip 6 BENAR (Benar nama pasien, Benar obat, Benar dosis, Benar cara
pemberian, Benar waktu pemberian, Benar dokumentasi). Peningkatan
keamanan obat melalui proses pengadaan logistik yang baik dan cermat
sehingga menghindari pemakaian obat yang telah kadaluarsa. Peningkatan
keamanan obat juga dengan memperhatikan obat-obat jenis high alert yaitu
dengan menempatkan obat-obatan tersebut secara terpisah dengan obat
lain, dan obat-obatan yang termasuk LASA (Look Alike Sound Alike) tidak
boleh diletakkan berdampingan.
4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
Kepastian tepat lokasi dengan selalu memberikan tanda/marker pada lokasi
tubuh pasien yang akan dilakukan tindakan, misalnya pada pasien dengan
fraktur tulang pada ekstremitas.
5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


20
Pengurangan risiko infeksi dengan cara menjaga sterilitas alat-alat yang
digunakan pada pasien dan selalu mencuci tangan sebelum dan setelah
kontak dengan pasien.
6. Pengurangan risiko cidera akibat pasien jatuh
Perawat Anggrek selalu melakukan identifikasi dan asesmen pasien yang
memiliki risiko jatuh. Pengurangan risiko jatuh dengan cara menggunakan
pengaman pada tempat tidur pada pasien dengan risiko jatuh

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


21
BAB VII

KESELAMATAN KERJA

A. Penanganan Kecelakaan Kerja


Bila terjadi kecelakaan kerja di Ruang Anggrek dan Alamanda RSU Siaga
Medika Banyumas maka petugas yang terlibat kecelakan kerja tersebut harus
sesegera mungkin melapor kepada Kalahar untuk segera di laporkna ke Ketua
Komite K3 Rumah Sakit dengan mengisi formulir Insiden keselamatan kerja. Untuk
penanganan selanjutnya sesuai dengan prosedur yang di miliki oleh komite K3
Rumah Sakit.
B. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Sarana dan Prasarana K3 yang perlu ada di Ruang Anggrek dan Alamanda adalah :
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Wastafel yang dilengkapi dengan skin disinfektan dan air mengalir
4. Safety box
5. Apron
C. Program Pemeriksaan Kesehatan
1. Pemeriksaan Kesehatan Prakerja
Setiap calon karyawan baru yang akan bekerja di RSU Siaga Medika
Banyumas akan di lakukan pemeriksaan kesehatan meliputi: Laboratorium
HBSag, Gula Darah, Darah lengkap, EKG, Rongen thorak
2. Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Medical Check Up)
Pemeriksaan kesehatan berkala adalah pemeriksaan kesehatan pada waktu-
waktu tertentu terhadap tenaga kerja yang dilakukan oleh dokter karyawan
mengenai pemeriksaan berkala bagi tenaga kerja berlaku norma-norma
kesehatan kerja sebagai berikut:
a. Pemeriksaan kesehatan berkala dimaksudkan untuk mempertahankan
derajat kesehatan tenaga kerja sesudah berada dalam pekerjaannya,
serta menilai kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan
seawal mungkin yang perlu dikendalikan dengan usaha-usaha
pencegahan

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


22
b. Pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja dilakukan sekurang-
kurangnya 1 tahun sekali.
c. Pemeriksaan kesehatan berkala meliputi pemeriksaan fisik lengkap,
kesegaran jasmani, rontgen paru-paru, laboratorium rutin dan kimia
darah serta pemeriksaan lain yang dianggap perlu .
d. Tehnis pemerksaan berkala karyawan diatur tersendiri dalam SPO
Medical Check up karyawan.
e. Pemeriksaan kesehatan berkala karyawan disesuaikan dengan resiko
dan terpaparnya karyawan atas penyakit tertentu sesuai dengan gugus
tugas yang ada.
f. Ketentuan sebagaimana huruf (e) merupakan rekomendasi dari komite
PPI
3. Pemeriksaan Kesehatan Khusus
Adapun norma-norma pemeriksaan kesehatan khusus :
a. Pemeriksaan kesehatan khusus dimaksudkan menilai pengaruh-
pengaruh dari pekerjaan tertentu terhadap tenaga kerja atau golongan-
golongan tenaga kerja tertentu
b. Tenaga kerja wanita yang berusia diatas 35 perlu dilakukan
pemeriksaan pap smear
c. Tenaga kerja yang terdapat dugaan tertentu menderita gangguan-
gangguan kesehatannya perlu dilakukan pemeriksaan khusus sesuai
dengan kebutuhan.
4. Pencegahan/Imunisasi, Vaksinasi
Vaksinasi atau imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang
paling efektif untuk mengurangi dan atau mencegah terjadinya penyakit
atau penularan serta pemberian kekebalan tubuh. Vaksinasi atau imunisasi
diberikan pada karyawan yang tergolong dalam kelompok berisiko dan
rentan terpapar virus yang dibawa oleh pasien. Kelompok berisiko dan
rentan adalah dokter dan perawat. Untuk kelompok beresiko dapat
dilakukan vaksinasi minimal 5 tahun sekali

Kegiatan vaksinasi atau imunisasi meliputi :


a. Menetapkan jenis vaksinasi atau imunisasi yang perlu diberikan pada
kelompok beresiko dan rentan terpapar virus :
b. Hepatitis B untuk seluruh petugas yang rentan dan beresiko.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


23
c. Evaluasi terhadap vaksinasi atau imunisasi tahap selanjutnya dilakukan
setiap 5 tahun sekali.
d. Pelaksanaan vaksinasi dan imunisasi dilaksanakan di Rumah Sakit
Umum Siaga Medika Banyumas.
e. Pelaksanaan vaksiniasi dan imunisasi karyawan diatur dalam kebijakan
tersendiri.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


24
BAB VIII

PENGENDALIAN MUTU

Judul Indikator Angka buang darah


Definisi Operasional Angka buang darah adalah jumlah persentase kantung darah

yang dibuang tidak terpakai setelah dimintakan ke PMI pada

rumah sakit yang tidak memiliki bank darah, namun darah

tersebut harus dihancurkan karena tidak dapat dikembalikan

ke PMI. Jenis darah yang dimaksud dispesifikkan pada PRC

dan WB.
Bagian / Unit Ruang Anggrek
Person In Charge Kepala Ruang Anggrek
Kebijakan Mutu Utamakan keselamatan pasien dalam setiap pelayanan
Formula Kalkulasi Numerator
x 100%
Denominator
Numerator Jumlah Kantung darah yang dibuang dalam 1 bulan karena

tidak terpakai
Denominator Jumlah total kantung darah yang dimintakan ke PMI
Kriteria inklusi Jumlah semua kantung darah yang dibuang
Kriteria eksklusi Jumlah kantung darah yang dibuang karena adanya reaksi

tranfusi
Metodologi Concurrent
pengumpulan data
Tipe indikator Outcome
Jenis Indikator Rate based
Sumber Data Telaah rekam medis
Waktu Pelaporan Maksimal tanggal 5
Frekuensi pelaporan Tiap bulan
Target Pengukuran 5%
Indikator
Pengumpul Data/ Penanggung jawab PMKP Unit Rawat Inap
Validator/PIC
Rencana analisis Analisis dilakukan tiap 3 bulan.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


25
Rencana komunikasi ke Hasil data indikator disosialisasikan dalam acara rapat
staf koordinasi KMKP dengan manajemen dan semua unit
pelayanan terkait.

Judul Indikator Kejadian Pulang Atas Permintaan Sendiri di Unit Rawat


Inap
Dimensi Mutu Efektifitas dan kesinambungan pelayanan.
Tujuan Tergambarnya penilaian pasien terhadap efektivitas
pelayanan rumah sakit
Alasan Pengukuran Kejadian pulang paksa merupakan salah satu indikator
Indikator/
adanya ketidakpuasan pasien, kurangnya pelayanan, atau
Dasar Pemikiran/
Literatur kegagalan komunikasi.

Definisi Operasional Pulang atas permintaan sendiri adalah permintaan pasien


atau keluarga pasien untuk pulang sebelum diputuskan
boleh pulang oleh dokter.
Kriteria :
Inklusi Pasien pulang atas permintaan sendiri saat perawatan di
rumah sakit.
Eksklusi Pasien kabur.
Tipe Indikator Hasil
Jenis Indikator Rate based
Numerator Jumlah pasien pulang paksa dalam 1 bulan

Denominator Jumlah seluruh pasien yang dirawat dalam 1 bulan.

Cara Pengukuran / Numerator


Formula x 100%
Denominator
Target Pengukuran <5%
Indikator
Sumber Data Laporan Unit Kerja Rawat Inap
Target Sampel dan Seluruh pasien yang rawat inap.
Ukuran Sampel (n)
Tempat Pengambilan Unit Kerja Rawat Inap
Data
Metodologi Retrospektif
Pengumpulan Data

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


26
Pengumpul Data / Penanggung jawab PMKP Instalasi Rawat Inap
Validator / PIC
Frekuensi Penilaian Data Tiap bulan
Periode Waktu Tiap bulan
Pelaporan
Mohon dijelaskan Analisis dilakukan tiap 3 bulan.
mengenai rencana
analisis
Mohon dijelaskan Hasil data indikator disosialisasikan dalam acara rapat
bagaimana hasil-hasil koordinasi KMKP dengan manajemen dan semua unit
data akan pelayanan terkait.
disebarluaskan pada staf

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


27
BAB IX

PENUTUP

Pelayanan Keperawatan di rawat inap merupakan pelayanan yang komplek


karena dimulai dari pelayanan pasien masuk sampai pasien pulang, pelaksanaan dan
pengembangan Standar Asuhan Keperawatan, pengelolaan SDM serta program
pengembangan staf dan pengelolaan fasilitas serta sarana prasarana yang ada.
Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
secara keseluruhan dan memiliki andil yang besar dan turut menentukan citra
pelayanan rumah sakit. Pelayanan rawat inap merupakan pelayanan yang sangat
menentukan bagaimana pelayanan di rumah sakit yang ada.
Demikian Pedoman Pelayanan ini dibuat untuk menjadi acuan dalam
pelaksanaan kegiatanpelayanan di ruang Anggrek yang diberikan oleh Rumah Sakit
Umum Siaga Medika Banyumas. Pedoman pelayanan ini merupakan resume dari
pedoman pelayanan masing-masing unit kerja, sehingga pedoman ini sangat aplikatif
dalam penerapannya di lapangan. Semoga pedoman ini bermanfaat dan dapat
digunakan sebaik-baiknya untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang diberikan di
Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas.

PEDOMAN PELAYANAN RUANG ANGGREK DAN ALAMANDA


28