Anda di halaman 1dari 7

ANGGARAN DASAR

KOPERASI SERBA USAHA SYARIAH MATA KITA BERSAMA


JAKARTA
BAB I
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
(1) Koperasi ini bernama Koperasi Serba Usaha Mata Kita Bersama dengan nama singkat KSU Syariah MATA
KITA Bersama dan selanjutnya dalam anggaran dasar disebut Koperasi
(2) Koperasi ini berkedudukan di
a. Ruko Puri Niaga NC no 10 Jalan Cinere Raya Rt 01/14 Cinere Depok 16514
b. Mabes Hankam No. 101 Rt 01/Rw 05 Setu Cipayung Jakarta Timur 13890

BAB II
LANDASAN, ASAS, DAN PRINSIP
Pasal 2
(1) Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, berdasarkan asas kekeluargaan dan prinsip
syariah
(2) Moto Koperasi adalah jujur, transparan, amanah, dan profesional
(3) Jangka waktu Koperasi tidak terbatas

Pasal 3
(1) Koperasi melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi yaitu :
a. Keanggotaan bersifat sukarela, dan terbuka;
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis;
c. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing
anggota;
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal;
e. Kemandirian;
f. Pendidikan perkoperasian;
g. Kerjasama antar Koperasi.
(2) Koperasi sebagai badan usaha dalam melaksanakan kegiatannya mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan
sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip koperasi seperti tersebut pada ayat (1) diatas
dan kaidah-kaidah usaha ekonomi

BAB III
TUJUAN DAN USAHA
Pasal 4
Tujuan didirikan koperasi adalah untuk :
a. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
b. Menjadi gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional
c. Menciptakan pelaku wirausaha baru

Pasal 5
(1) Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud pasal 4, maka Koperasi memiliki cakupan kegiatan sebagai
berikut:
a. Perdagangan,
b. Jasa,
c. Unit Jasa Pembiayaan dan Investasi Syariah,
d. Produksi
(2) Kegiatan unit usaha pembiayaan ditujukan untuk menghimpun dan menyalurkan dana dari dan untuk anggota
koperasi, calon anggota, koperasi lain, dan atau anggotanya.
(3) Pengelolaan Unit Usaha Pembiayaan dilakukan secara terpisah dari unit usaha lainnya.

1
(4) Pengelolaan Unit Usaha Pembiayaan dilakukan oleh tenaga pengelola yang mempunyai keahlian dibidang
keuangan atau pernah mengikuti pendidikan pembiayaan secara syariah atau magang dalam Usaha Pembiayaan.
(5) Dalam hal terdapat kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota, koperasi dapat membuka peluang usaha
dengan non anggota.
(6) Koperasi dapat membuka cabang atau perwakilan, pembukaan cabang atau perwakilan harus mendapat
persetujuan Rapat Anggota.
(7) Dalam melaksanakan kegiatan usaha, sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) tersebut diatas, Koperasi dapat
melakukan kerjasama dengan koperasi dan Badan Usaha lainnya, baik dalam wilayah maupun diluar wilayah
Republik Indonesia.
(8) Koperasi harus menyusun Rencana Kerja Jangka Panjang (bussines plan) dan Rencana Jangka Pendek (tahunan)
serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi disahkan oleh Rapat Anggota setiap tahun.

BAB IV
KEANGGOTAAN
Pasal 6
(1) Persyaratan untuk diterima menjadi anggota sebagai berikut:
a. Warga Negara Indonesia;
b. Memiliki kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum sendiri;
c. Telah melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib yang besarnya ditentukan dalam Anggaran Rumah
Tangga atau Keputusan Rapat Anggota;
d. Menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan ketentuan yang berlaku dalam Koperasi
(2) Mereka yang ingin menjadi anggota Koperasi wajib menyampaikan permohonan tertulis kepada pengurus.
(3) Koperasi memiliki anggota biasa dan anggota luar biasa yang merangkap sebagai pengurus.

Pasal 7
(1) Keanggotaan Koperasi diperoleh jika seluruh persyaratan sebagaimana dimaksud pasal 6 ayat (1) telah dipenuhi,
yang bersangkutan didaftar dan telah menandatangani Buku Daftar Anggota Koperasi.
(2) Pengertian keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1) diatas termasuk pendiri.
(3) Keanggotaan tidak dapat dipindahtangankan kepada siapapun dengan cara apapun.
(4) Koperasi secara terbuka dapat menerima anggota lain sebagai anggota luar biasa.
(5) Anggota luar biasa adalah penduduk Indonesia yang berstatus pendiri koperasi dan anggota kehormatan lainnya.

Pasal 8
Setiap anggota memiliki hak:
a. Memperoleh pelayanan dari Koperasi;
b. Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota;
c. Memiliki hak suara yang sama;
d. Memilih dan dipilih menjadi pengurus atau pengawas;
e. Mengajukan pendapat, saran, dan usul untuk kebaikan dan kemajuan Koperasi;
f. Memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha.

Pasal 9
Setiap anggota memiliki kewajiban :
a. Membayar simpanan pokok dan simpanan sukarela sesuai ketentuan yang diputuskan Rapat Anggota
b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha Koperasi
c. Menaati ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran RumahTangga, Keputusan Rapat Anggota, dan ketentuan
lainnya yang berlaku dalam Koperasi
d. Memelihara dan menjaga nama baik dan kebersamaan dalam Koperasi

Pasal 10
(1) Setiap anggota luar biasa memiliki hak:
a. Memperoleh pelayanan dari Koperasi
b. Menghadiri dan berbicara didalam Rapat Anggota
c. Mengajukan pendapat, saran, dan usul untuk kebaikan dan kemajuan Koperasi
d. Memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha

2
(2) Setiap anggota luar biasa mempunyai kewajiban :
a. Membayar simpanan pokok sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga atau
diputuskan Rapat Anggota
b. Membayar sertifikat setoran modal yang jumlahnya ditentukan dalam rapat anggota
c. Simpanan pokok anggota luar biasa/pengurus besarnya lebih besar daripada anggota biasa, nominal simpanan
pokok ditetapkan dalam Rapat Anggota
d. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha Koperasi
e. Menaati ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Rapat Anggota dan ketentuan
lainnya yang berlaku dalam Koperasi
f. Memelihara dan menjaga nama baik dan kebersamaan dalam Koperasi.

Pasal 11
(1) Keanggotaan berakhir apabila :
a. Anggota tersebut meninggal dunia
b. Koperasi membubarkan diri atau dibubarkan pemerintah
c. Berhenti atas permintaan sendiri, atau
d. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai keanggotaan atau melanggar
ketentuan anggaran dasar/angaran rumah tangga.
(2) Anggota yang diberhentikan oleh pengurus dapat meminta pertimbangan rapat anggota.

Pasal 12
(1) Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi
(2) Rapat Anggota koperasi dilaksanakan untuk menetapkan :
a. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Perubahan Anggaran dasar , dan Perubahan Anggaran dasar
Rumah Tangga
b. Kebijakan umum di bidang organisasi, managemen, usaha dan permodalan koperasi
c. Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas
d. Rencana Kerja , Rencana Anggaran Pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan.
e. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas dalam melaksanakan tugasnya.
f. Pembagian Sisa Hasil Usaha
g. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi
(3) Rapat anggota dilakukan sekurang kurangnya sekali dalam 1(satu) tahun

Pasal 13
(1) Pengambilan keputusan rapat anggota berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat
(2) Dalam hal tidak mencapai mufakat, maka keputusan Rapat Anggota berdasarkan suara terbanyak dari anggota
yang hadir
(3) Dalam hal dilakukan pemungutan suara, setiap anggota mempunyai satu suara
(4) Anggota yang tidak hadir tidak dapat diwakilkan suaranya kepada anggota yang lain, saat rapat anggota tersebut
(5) Keputusan Rapat Anggota dicatat dalam berita acara rapat dan notulen rapat dan ditandatangani oleh pimpinan
rapat

Pasal 14
(1) Rapat Anggota diselenggarakan oleh pengurus koperasi
(2) Rapat Anggota dapat dipimpin langsung oleh pengurus koperasi atau oleh ketua dan sekertaris rapat yang dipilih
dalam rapat anggota tersebut
(3) Pemilihan ketua dan sekertaris rapat anggota dipimpin oleh pengurus koperasi dan dapat dipilih oleh anggota
yang hadir
(4) Setiap Rapat Anggota harus dibuat berita acara rapat Anggota

Pasal 15
Rapat Anggota koperasi terdiri dari :
a. Rapat Anggota Tahunan (RAT)
b. Rapat Anggota Khusus (RAK)

3
Pasal 16
(1) Rapat Anggota Tahunan (RAT) dilaksanakan dengan ketentuan :
(2) Dihadiri oleh lebih dari jumlah anggota
Keputusan sah apabila disetujui oleh anggota yang hadir
(3) Apabila kuorum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di atas tidak tercapai, Rapat Anggota ditunda paling lama
7 (tujuh) hari kerja untuk rapat kedua diadakan pemanggilan kedua kali
(4) Apabila pada rapat kedua sebagaimana dimaksud pada ayat kedua diatas, maka rapat tersebut dapat
dilangsungkan dan keputusannya sah serta mengikata semua anggota, apabila dihadiri 1/3 (sepertiga) jumlah
anggota, dan keputusannya disetujui 2/3 (du pertiga) jumlah yang hadir.
(5) Rapat Anggota Tahunan diadakan paling lambat 6 (enam) bulan sesudah tutup buku
(6) Rapat Anggota Tahunan mengesahkan :
a. Laporan Pertanggung jawaban pengurus (LPJP) atas pelaksanaan tugasnya
b. Laporan keuangan dan penjelasannya
c. Perhitungan hasil usaha dan penjelasannya
d. Penggunaan dan pembagian sisa hasil usaha(SHU)
e. Pertanggungjawabab pelaksanaan tugas pengawas dalam satu tahun buku
f. Rencana Kerja Tahun berikutnya

Pasal 17
Rapat Anggota Khusus (RAK), diadakan dalam kepentingan yang bersifat khusus dan mendesak dalam koperasi serta
dapat diadakan sewaktu waktu, dengan pemberitahuan 2 (dua ) minggu sebelum pelaksanaanya.

BAB VI
PENGURUS
Pasal 18
(1) Pengurus dipilih dari, dan oleh anggota dalam rapat anggota
(2) Persyaratan untuk dapat dipilih menjadi pengurus sebagai berikut :
a. Usia Maksimal 70 tahun
b. WNI
c. Mempunyai kemampuan tentang perkoperasian
d. Pendidikan minimal SMA , diutamakan Sarjana / Diploma danjenjang pendidikan yang lebih tinggi
e. Mempunyai ketrampilan kerja , wawasan usaha, serta semangat kewirausahaan
f. Antar Pengurus tidak mempunyai keluarga
g. Pengurus untuk pertama kali dapat dipilih dari team kerja koperasi,dan atau orang yang memiliki kompetensi
dalam pengurusan koperasi, investasi dan pembiayaan syariah, disesuaikajn dengan kebutuhan koperasi.
(3) Belum pernah terbukti melakukan timdak pidana kriminal, dan terlibat dalam organisasi terlarang
(4) Pengurus dipilih untuk masa jabatan 3 tahun, dan dapat dipilih kembali dengan masa jabatan maksimum 2X(dua
kali)
(5) Anggota pengurus yang telah diangkat dicatat dalam Buku Daftar Pengurus

Pasal 19
(1) Susunan pengurus sekurang kurangnya terdiri dari :
a. Ketua
b. Sekertaris
c. Bendahara
(2) Dalam menjalankan tugasnya pengurus akan bertanggungjawab kepada Dewan Pengawas/Pembina dan Rapat
Anggota
(3) Pengurus dapat mengangkat/merangkap Direksi/Manager koperasi yang diberi wewenang untuk mengelola
usaha koperasi
(4) Pengurus dan 0rganisasi koperasi dapat dilakukan penyesuaian disesuaikan dengan kebutuhan koperasi

Pasal 20
Tugas dan kewajiban pengurus :
a. Menyelenggarakan dan mengendalikan anggota koperasi
b. Melakukan seluruh perbuatan hukum atas nama koperasi
c. Mewakili koperasi di dalam dan diluar koperasi

4
d. Mengajukan rencana kerja,rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi
e. Menyelenggarakan rapat anggota serta mempertanggungjawabkan pelaksanaan kepengurusannya.
f. Memutuskan penerimaan anggota baru, penolakan anggota dan pemberhentian anggota
g. Membantu tugas pengawasan dengan memberikan keterangan dan bukti bukti yang dibutuhkan
h. Memberikan penjelasan dan keterangan kepada anggota mengenai jalannya organisasi dan koperasi.
i. Memelihara kerukunan diantara anggota dan mencegah segala hal yang menyebabkan perselisihan.

Pasal 21
Pengurus mempunyai hak :
a. Menerima imbalan jasa sesuai keputusan Rapat Anggota
b. Mengangkat dan memberhentikan karyawan koperasi
c. Membuka cabang/perwakilan usaha sesuai keputusan rapat anggota
d. Melakukan upaya upaya dalam rangka pengembangan usaha koperasi
e. Meminta laporan dari Direksi/Manager secara berkala dan sewakyu waktu diperlukan
f. Pengurus dan tem kerja yang terlibat dalam pendirian koperasi akan mendapat imbal jasa sesuai kontribusi
masing masing dan disesuaikan dengan laporan keuangan koperasi. Pembayaran dapat dilakukan sekaligus
atau dicicil sesuai dengan kondisi keuangan koperasi.

Pasal 22
(1) Pengurus dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatan berakhir apabila terbukti :
a. Melakukan kecurangan atau penyelewengan yang merugikan usaha, keuangan serta nama baik koperasi
b. Tidak mentaati ketentuan perundang undangan koperasi beserta ketentuan pelaksanaannya, AD/ART
koperasi dan keputusan rapat anggota.
c. Melakukan dan terlibat tindak pidana terutama di bidang ekonomi dan keuangan serta tindsk pidana lain yang
telah diputuskan oleh pengadilan.
(2) Dalam hal salah satu pengurus berhenti, sebelum masa jabatan berakhir, rapat pengurus beserta wakil pengawas
dapat mengangkat penggantinya dengan cara :
a. Menunjuk salah seorang pengurus untuk merangkap jabatan tersebut
b. Mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan tersebut.
c. Pengangkatan pengganti pengurus seperti dalam ayat 2 di atas harus dapat dipertanggungjawabkan dalam
Rapat Anggota dalam periode berikutnya

Pasal 23
Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Pengawas
(1) Dewan Pengawas Syariah bertugas mengawasi, memberikan masukan, nasehat kepada Pengurus mengenai
jalannya koperasi agar sesuai dengan prinsip syariah
(2) Dewan Pengawas /Pembina bertugas memberikan nasehat kepada pengurus mengenai kebijakan kebijakan, arah
managerial dan keputusan dalam menjalankan koperasi, dewan pengawas ini dapat dirangkap oleh investor yang
memiliki investasi > Rp 500 juta

BAB VII
PENGELOLAAN USAHA DAN KERJASAMA
Pasal 24
(1) Pengelolaan usaha Koperasi dapat dilakukan oleh Direksi/Manager dengan dibantu beberapa orang karyawan
yang diangkat oleh Pengurus melalui perjanjian atau kontrak kerja yang dibuat secara tertulis.
(2) Dalam hal pengelolaan usaha dilaksanakan oleh Direksi/Manager, Pengurus wajib menetapkan pedoman
pelaksanaan, pengelolaan usaha/Standar Operasional Prosedur yang disahkan oleh Rapat Anggota termasuk
Dewan Syariah.
(3) Persyaratan untuk diangkat menjadi Direksi/Manager adalah:
a. Mempunyai keahlian dibidang usaha
b. Mempunyai pengetahuan dan wawasan dibidang usaha
c. Tidak pernah melakukan tindak tercela dibidang keuangan dan atau di hukum karena terbukti melakukan
tindak pidana dibidang keuangan
(4) Koperasi dapat menjalin kerjasama dengan institusi atau lembaga lain yang dapat menguntungkan Koperasi, dan
telah mendapat persetujuan Direksi atau pengurus, selama tidak bertentangan dengan Undang-Undang dan
AD/ART Koperasi

5
(5) Dalam menjalankan tugasnya terdapat pengawas/Penasehat terutama keuangan Syariah

BAB VIII
MODAL KOPERASI
Pasal 25
(1) Modal Koperasi terdiri dari
Modal Sendiri (ekuitas) dan
Modal Luar/Pinjaman.
(2) Modal dasar yang disetor pada saat pendirian Koperasi sebesar minimal Rp 50 juta berasal dari simpanan pokok,
simpanan sukarela , dan modal penyertaan dari para pendiri, dan anggota koperasi
(3) Modal sendiri berasal dari simpanan pokok, sertifikasi modal, modal penyertaan anggota pendiri, dana cadangan,
dan bantuan berbentuk sumbangan, hibah, dan lain-lainyang tidak mengikat.
(4) Untuk memperbesar usahanya, Koperasi dapat memperoleh modal pinjaman yang tidak merugikan Koperasi
berupa pinjaman dari :
Anggota
Koperasi lainnya dan atau anggotanya
Bank dan lembaga keuangan lainnya
Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya
Dana instansi dari investor
Sumber lain yang sah
(5) Koperasi dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal pernyertaan

Pasal 26
Untuk meningkatkan pendapatan, koperasi dapat menginvestasikan modal pada koperasi lainnya, dan atau perusahaan
lain dalam bentuk saham,obligasi,penyertaan dan harus persetujuan Rapat Anggota

Pasal 27
AUDIT
Setelah organisasi telah terbentuk dan berjalan sempurna, Untuk memastikan telah dilakukan prosedur sebagaimana
mestinya, dilakukan audit terhadap koperasi minimal 1x setahun . Audit dapat dilakukan oleh auditor internal maupun
auditor eksternal

BAB IX
SISA HASIL USAHA (SHU)
Pasal 28

(1) Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan
biaya yang dapat dipertanggungjawabkan, penyusutan, termasuk kewajiban lainnya termasuk zakat dan pajak
yang harus dibayarkan dalam satu tahun buku yang bersangkutan (Laba Bersih Usaha)
(2) Sisa Hasil Usaha (SHU) diperoleh dari :
Pendapatan yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan oleh anggota koperasi
Pendapatan non operasional
Pendapatan unit investasi dan pembiayaan diperuntukan investor
Pendapatan unit konsumsi dan produksi diperuntukan untuk anggota
(3) Bagian dari Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi yang diperoleh dari usaha diselenggarakan untuk anggota koperasi
dibagi sebagai berikut :
Cadangan /Laba ditahan koperasi ditentukan minimal 20% dari laba bersih
Untuk anggota dan investor menurut perbandingan jasanya dan perbandingan modalnya dalam usaha
koperasi untuk memperoleh pendapatan
Untuk dana jasa pengurus dan Pengawas sesuai kontribusi
Untuk kesejahteraan Direksi,pengurus dan karyawan
Untuk dana pendidikan koperasi dan pembiayaan
Untuk dana sosial

6
BAB X
PEMBUBARAN
Pasal 29
(1) Pembubaran koperasi dapat dilaksanakan berdasarkan :
Keputusan Rapat Anggota
Keputusan Pemerintah
(2) Pembubaran oleh Rapat Anggota berdasarkan :
Atas permintaan sekurang kurangnya (tiga per empat) anggota
Koperasi tidak lagi melakukan kegiatan usaha

BAB XI
SANKSI
Pasal 30
Apabila anggota, Pengurus, atau Pengawas melanggar ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan
peraturan lainnya yang berlaku di Koperasi dikenakan sanksi oleh Rapat Anggota berupa
Peringatan lisan
Peringatan tertulis
Dipecat dari keanggotaan atau jabatannya
Diberhentikan bukan atas kemauan sendiri
Diajukan ke pengadilan

Jakarta, Agustus 2017