Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS SWOT

Proses analisa ini digunakan untuk menentukan strategi berdasarkan faktor internal dan
eksternal yang dimiliki. Analisis SWOT diterapkan dengan cara menganalisis dan memberikan
bobot pada tiap faktor, kemudian dipetakan dalam matrik SWOT. Aplikasinya adalah bagaimana
kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada,
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi
ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah
ancaman baru.
Rumusan kebijakan disusun dengan menggunakan metode analisis SWOT, yaitu
mengidentifikasi peluang dan ancaman baik yang berasal dari faktor internal maupun faktor
eksternal. Oleh karena itu, perlu adanya penggalian informasi faktor-faktor tersebut untuk
merumuskan kebijakan berdasarkan kondisi eksisting potensi dan masalah yang telah diketahui
sebelumnya. Selanjutnya, melakukan analisis terhadap faktor-faktor eksternal dan internal dengan
membuat tabel EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) dan IFAS (Internal Strategic
Factors Analysis Summary). Menurut sumber (http://digilib.usm.ac.id/files/disk1/5/gdl-usm-gdl42-
paulusward-211-4-bab1an-t.pdf), berikut adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk menyusun
analisis SWOT menggunakan metode IFAS dan EFAS:
Tabel 4. 1 Format Matrik IFAS
Faktor Strategis Bobot (B) Rating (R) Nilai
N=BxR
Kategori Kekuatan
Kategori Kelemahan
TOTAL

Tabel 4. 2 Format Matrik IFAS


Faktor Strategis Bobot (B) Rating (R) Nilai
N=BxR
Kategori Peluang
Kategori Ancaman
TOTAL

Berikut tata cara dalam membuat matriks IFAS atau EFAS, yaitu:
Menyusun faktor-faktor internal/eksternal sesuai dengan kelompoknya dimana faktor
internal merupakan kekuatan (strengths) dan kelemahan (weakness) sedangkan faktor
eksternal merupakan peluang (opportunity) dan ancaman (threats).
Masing-masing faktor diberi bobot. Dalam memberikan bobot harus didasarkan pada
tingkat kepentingan dan dampak strategisnya. Semakin penting faktor tersebut maka
semakin tinggi bobot yang harus diberikan. Maksimum total bobot seluruh kategori adalah
1 (satu).
Setiap masing-masing faktor diberi rating. Rating dibuat dengan ketentuan untuk faktor-
faktor yang memberikan kekuatan atau peluang harus diberi tanda positif (+), dan
sebaliknya untuk faktor-faktor yang memberikan kelemahan dan ancaman diberikan tanda
negatif (-)
Bobot dikalikan dengan rating sehingga akan diperoleh nilai atau skor.
Setelah semua faktor dilakukan skoring, kemudian ditotal skor secara keseluruhan.
Untuk memberikan keseragaman dalam membuat rating baik untuk EFAS maupun IFAS,
maka digunakan pedoman sebagai berikut: peluang dan kekuatan diberi bilangan bulat yang positif
dan dimulai dari 1 sampai dengan 4. Sedangkan untuk kelemahan dan ancaman diberi bilangan
bulat yang negatif dan dimulai dari -4 sampai dengan -1. Di bawah ini adalah pedoman yang dapat
digunakan dari angka rating serta maksudnya.

Tabel 4. 3 Format Matrik IFAS


Kelompok Angka Rating Keterangan
Peluang & Kekuatan 4 Sangat Baik
3 Baik
2 Cukup
1 Buruk
Ancaman & Kelemahan -1 Agak Buruk
-2 Cukup Mengkhawatirkan
-3 Hati-Hati
-4 Berbahaya

Setelah berhasil menyusun matrik EFAS dan IFAS langkah berikutnya adalah melakukan
analisis. Untuk keperluan ini akan dipergunakan Diagram SWOT dengan ketentuan:
Sumbu mendatar atau sumbu X manggambarkan faktor IFAS; dan
Sumbu vertikal atau sumbu Y menggambarkan faktor EFAS;
Bagian positif dari masing-masing sumbu X dan sumbu Y akan ditempati Kekuatan dan
Peluang, dan
Bagian negatif dari masing-masing sumbu X dan sumbu Y akan ditempati Kelemahan dan
Ancaman.
Plotting dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Nilai total skor yang mencerminkan kekuatan (strengh) dari matriks IFAS di plot ke dalam
sumbu X pada bagian yang positif.
Nilai total skor yang mencerminkan kelemahan (weakness) dari matriks IFAS di plot ke
dalam sumbu X pada bagian yang negatif.
Nilai total skor yang mencerminkan peluang (opportunity) dari matriks EFAS di plot ke
dalam sumbu Y pada bagian yang positif.

Nilai total skor yang mencerminkan ancaman (threat) dari matriks EFAS di plot ke sumbu Y
pada bagian yang negatif.
Selanjutnya melakukan positioning. Posisi yang ideal adalah posisi yang memiliki tingkat
kelemahan dan tingkat ancaman yang mendekati nol. Dengan mengetahui posisi yang
terakhir, diharapkan dapat diperoleh berbagai strategi yang sangat bermanfaat.
Hitung luas area dari setiap kuadran dan kemudian di ranking berdasarkan urutan luas yang
paling tinggi.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait Diagram SWOT, berikut ini disajikan
format gambar serta penjelasan selengkapnya:

Opportunity/ Peluang

Strategi Rasionalisasi Strategi Ofensive

II I

Weaknesses/ Strengths/
Kelemahan Kekuatan

III IV

Strategi Defensive Strategis Diversivikasi

Threats/ Ancaman

Gambar 4. 1 Diagram SWOT

Terlihat pada Gambar 4.1, terdapat empat (4) kuadran, dimana setiap kuadran memiliki sifat
dan karakteristik yang berbeda-beda. Adapun penjelasan karakteristik setiap kuadran tersebut
adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 4 Karakteristik Kuadran
Dibatasi oleh sumbu X Mempunyai posisi yang paling menguntungkan sehingga dengan
Kuadran dan sumbu Y yang kekuatan yang dimiliki dimungkinkan untuk memanfaatkan
I keduanya bertanda peluang yang ada.
positif.
Tersedia peluang yang dapat dipakai untuk berkembang, akan
Dibatasi dengan sumbu X tetapi disisi internal menghadapi masalah karena adalah
Kuadran
yang negatif serta sumbu kelemahan internal. Oleh karena itu dituntut untuk melakukan
II
Y yang positif. perbaikan dan penyempurnaan untuk mengatasi masalah yang
ada
Dibandingkan dengan kuadran lainnya, posisi ini merupakan
Dibatasi oleh sumbu X yang paling tidak menguntungkan. Hal ini disebabkan karena
Kuadran
yang negatif dan sumbu Y terdapat di samping menghadapi masalah internal berupa
III
yang negatif kelemahan, terdapat juga masalah eksternal berupa ancaman dari
luar
Dibatasi oleh sumbu X Meskipun menghadap ancaman dari eksternal, namun di sisi lain
Kuadran
yang positif dan sumbu Y terdapat kekuatan. Apabila mampu mengoptimalkan kekuatan
IV
yang negatif yang dimiliki maka ancaman akan dapat diatasi.

Matriks SWOT terdiri atas empat bidang atau kuadran sebagaimana yang telah disinggung
sebelumnya. Dari masing-masing bidang atau kuadran mempunyai strategi masing-masing. Format
selengkapnya adalah sebagai berikut :
Tabel 4. 5 Strategi Kuadran
Strenghts (S) Weakness (W)
Faktor-faktor kekuatan Faktor-faktor kelemahan
Strategi WO
Strategi SO
Opportunies (O) Strategi yang meminimalkan
Strategi yang menggunakan kekuatan
Faktor-faktor peluang kelemahan untuk memanfaatkan
untuk memanfaatkan peluang
peluang
Strategi WT
Strategi ST
Threats (T) Strategi yang meminimalkan
Strategi yang menggunakan kekuatan
Faktor-faktor ancaman kelemahan dan menghindari
untuk mengatasi ancaman
ancaman