Anda di halaman 1dari 30

B

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA


EL-7 RANGKAIAN LOGIKA

Disusun Oleh:
Kelompok 9
1. Kholifatur Rosidah (14030654056)
2. Arini Nurul Fatiha (14030654062)
3. Yulentin Setiandani (14030654073)
4. Muflichatu Nur Fita (14030654077)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN IPA
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN SAINS
2017
ABSTRAK
Praktikum tentang Rangkaian Logika ini bertujuan untuk mengdeskripsikan
pengaruh IC terhadap nyala lampu LED dan pengaruh buka tutup saklar terhadap
nyala lampu LED. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah
observasi yaitu mengamati bagaimana nyala lampu LED ketika IC yang
digunakan diubah-ubah. Hasil dari percobaan ini sudah sesuai dengan teori yaitu
pada IC NOT LED akan mati jika masukan tinggi (saklar tertutup). IC AND,
LED akan nyala jika masukkan tinggi (saklar tertutup). IC OR, LED akan nyala
jika salah satu atau kedua sinyal masukkan bernilai tinggi (saklar tertutup). IC
NAND lampu LED menyala jika salah satu maupun kedua sinyal masukan
bernilai rendah (saklar terbuka). IC NOR lampu LED nyala jika kedua sinyal
masukan harus bernilai rendah (saklar terbuka).

Kata kunci : IC, LED, nyala

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL .............................................................................................. i
ABSTRAK ................................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ..............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................1
A. Latar Belakang ...............................................................................................1
B. Rumusan masalah...........................................................................................1
C. Tujuan ...........................................................................................................2
BAB II KAJIAN TEORI............................................................................................3
A. Rangkaian Logika ..........................................................................................3
B. Gerbang Logika ..............................................................................................3
C. Hipotesis ........................................................................................................9
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................10
A. Metode ..........................................................................................................10
B. Waktu dan Tempat Percobaan ......................................................................10
C. Alat dan bahan ..............................................................................................10
D. Variabel ........................................................................................................10
E. Rancangan Percobaan ...................................................................................11
F. Langkah Kerja ...............................................................................................13
G. Alur Percobaan ..............................................................................................14
BAB IV DATA DAN ANALISIS .............................................................................15
A. Data ...............................................................................................................15
B. Analisis ........................................................................................................16
C. Pembahasan ...................................................................................................17
BAB V PENUTUP .....................................................................................................21
A. Kesimpulan ..................................................................................................21
B. Saran ............................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................22
Laporan Sementara.....................................................................................................23
LKM ...........................................................................................................................24
Lampiran Foto ............................................................................................................25

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem digital digunakan manusia untuk memodelkan berbagai fenomena
yang ada karena sangat sulit bagi manusia untuk mengukur dan mengontrol
fenomena analog. Sistem seperti inilah yang digunakan dalam berbagai
macam alat digital, mulai dari jam tangan digital, komputer, hingga robot.
Dasar dari sistem digital adalah prinsip saklar, on (mengizinkan arus listrik
untuk mengalir) atau off (tidak mengizinkan arus listrik mengalir). Pada
sistem saklar menggunakan gerbang logika untuk mengatur dan membagikan
pesan (berupa aliran listrik). Gerbang logika ini juga berfungsi sebagai
operator untuk angka-angka biner yang merepresentasikan pesan saklar.
Gerbang Logika adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang
berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi
sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi
berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode
simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean. Aljabar
Boolean hanya mengenal tiga operasi dasar yaitu OR, AND, dan NOT. Ketiga
gerbang logika itu dapat dikembangkan menjadi gerbang logika lain seperti
NAND (NOT- AND), NOR (NOT-OR), EX-OR (EXCLUSIVE OR), dan EX-
NOR (EXCLUSIVE NOT OR). Gerbang Logika pada dasarnya menggunakan
komponen-komponen Elektronika seperti Integrated Circuit (IC), Dioda,
Transistor, Relay, Optik maupun Elemen Mekanikal. Oleh karena itu, kami
melakukan percobaan dengan judul Rangkaian Logika untuk mengetahui
pengaruh IC pada gerbang logika dan buka tutup saklar terhadap nyala lampu
LED.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh IC terhadap nyala lampu LED?
2. Bagaimana pengaruh buka tutup saklar terhadap nyala lampu LED?

1
C. Tujuan
1. Mendeskripsikan pengaruh IC terhadap nyala lampu LED.
2. Mendeskripsikan pengaruh buka tutup saklar terhadap nyala lampu LED.

2
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Rangkaian Logika
Rangkaian logika terbentuk dari hubungan beberapa gerbang (gate) logika.
Rangkaian logika bekerja secara digital. Output dari suatu rangkaian logika
ditentukan oleh karakterisitik dan hubungan dari gerbang-gerbang yang
digunakan. Berikut ini akan dibahas gerbang logika yang umum digunakan di
dalam suatu rangkaian logika.

B. Gerbang Logika
Gerbang (gate) logika adalah suatu rangkaian digital yang mempunyai satu
atau lebih input dan hanya mempunyai satu output (Malvino, 1983, hal:23).
Output gerbang logika ini tergantung sinyal yang diberikan pada input-nya.
Hal ini dapat kita lihat pada persamaan aljabar Boole dan tabel kebenaran
yang dimiliki oleh setiap gerbang logika. Aljabar Boole juga memberikan
persamaan untuk setiap gerbang serta memberi simbol untuk operasi gerbang
tersebut.
Suatu rangkaian digital dapat dibangun dari sejumlah gerbang logika. Dari
persamaan untuk setiap gerbang dan tabel kebenaran tiap gerbang logika,
maka dengan menggabungkan beberapa gerbang ini akan didapat operasi
logika sesuai dengan keinginan dan tujuan yang diharapkan sehingga
terbentuklah suatu rangkaian digital yang akan membangun sistem yang
diinginkan. Gerbang logika dikenal dalam 2 kondisi logic yaitu 1 untuk ada
dan 0 untuk tidak ada. Dalam aplikasinya ke perangkat elektronika, nilai 1
dinyatakan dengan adanya tegangan sebesar Vcc dan nilai 0 dinyatakan
dengan tegangan 0 Volt. Adapun gerbang logika dasar adalah NOT, AND dan
OR. Sedangkan gerbang NAND, NOR, XOR, XNOR merupakan gerbang
yang dibentuk dari gabungan beberapa gerbang dasar.
1. Gerbang NOT
Gerbang NOT disebut juga inverter, gerbang ini hanya mempunyai
satu input dan satu output. Persamaan logika aljabar Boole untuk output
gerbang NOT adalah Y = A . Jadi output gerbang NOT selalu merupakan

3
kebalikan dari input-nya. Jika input diberikan logika tinggi maka pada
output akan dihasilkan logika rendah, dan pada saat input diberikan logika
rendah maka pada output akan dihasilkan logika tinggi (Tokheim, 1995).
Simbol gerbang NOT diperlihatkan pada Gambar 2.1 dan tabel kebenaran
gerbang NOT diperlihatkan pada Tabel 2.1.

Dengan menggabungkan dua buah inverter, akan diperoleh suatu


penguatan non inverting (tak membalik). Operasi penguat ini akan selalu
sama antara input dan output, dimana jika input berlogika tinggi maka
output juga berlogika tinggi dan jika input berlogika rendah maka output
juga berlogika rendah. Jadi tegangan masukan selalu sama dengan
tegangan keluaran. Penggunaaan utama dari penguat tak membalik ini
adalah sebagai buffer (penyangga/memberikan isolasi) antara dua
rangkaian (Tokheim, 1995, hal:35). Diagram rangkaian inverter ganda ini
diperlihatkan pada Gambar 2.2, dan tabel kebenarannya diperlihatkan
pada Tabel 2.2.

4
2. Gerbang AND
Gerbang AND adalah gerbang logika yang terdiri dari dua atau
lebih input dan hanya memiliki satu output. Output gerbang AND akan
tinggi hanya jika semua input tinggi, dan jika salah satu atau lebih input
berlogika rendah maka output akan rendah. Persamaan logika aljabar
Boole gerbang AND adalah Y=A.B. Pada Aljabar Boole operasi gerbang
AND diberi tanda kali atau tanda titik (Malvino, 1983). Simbol
gerbang AND ditunjukkan pada Gambar 2.3. Tabel kebenaran
diperlihatkan pada Tabel 2.3.

3. Tabel 2.3 Tabel Kebenaran Gerbang AND


A B Y = A.B
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1

5
4. Gerbang OR
Gerbang OR adalah gerbang logika dasar yang mempunyai dua
atau lebih input dan hanya memiliki satu output. Output gerbang OR akan
berlogika tinggi apabila salah satu atau lebih input ada yang berlogika
tinggi, dan output akan berlogika rendah hanya pada saat seluruh input
berlogika rendah. Persamaan logika aljabar Boole untuk output gerbang
OR adalah Y=A+B. Pada aljabar Boole operasi gerbang OR diberi tanda
tambah (Malvino, 1983). Simbol gerbang OR ini ditunjukkan pada
Gambar 2.4 dan tabel kebenaran gerbang OR diperlihatkan Tabel 2.4.

5. Gerbang NAND
Gerbang NAND merupakan gabungan dari gerbang AND dan
NOT. Output gerbang NAND selalu merupakan kebalikan dari output
gerbang AND untuk input yang sama. Jadi output akan berlogika tinggi
jika salah satu atau lebih input-nya berlogika rendah, dan output akan
berlogika rendah hanya pada saat semua input-nya berlogika tinggi.
Persamaan logika aljabar Boole untuk output gerbang NAND adalah Y =
A.B (Tokheim, 1995). Simbol gerbang NAND ini ditunjukkan pada
Gambar 2.5. Tabel kebenaran gerbang NAND diperlihatkan pada Tabel
2.5.

6
6. Gerbang NOR
Gerbang NOR merupakan gabungan dari gerbang OR dan NOT.
Output gerbang NOR selalu merupakan kebalikan dari output gerbang OR
untuk input yang sama. Jadi output akan berlogika rendah jika salah satu
atau lebih input-nya berlogika tinggi, dan output akan berlogika tinggi
hanya pada saat semua input berlogika rendah. Persamaan logika aljabar
Boole untuk output gerbang NOR adalah Y = A + B (Tokheim, 1995).
Simbol gerbang NOR ini diperlihatkan pada Gambar 2.6 dan tabel
kebenaran diperlihatkan pada Tabel 2.6.

7
7. Gerbang XOR

Simbol dari gerbang Eksklusif OR (XOR) dengan 2 variabel input


dan satu buah output diperlihatkan pada Gambar 2.7. Tabel kebenarannya
dapat dilihat pada Tabel 2.7. Dari tabel kebenaran XOR, dapat dilihat
bahwa output pada logik 1 jika salah satu input pada keadaan logik 0 atau
logik 1, sedangkan output pada keadaan logik 0 apabila kedua logik input
sama. (Tokheim, 1995). Persamaan logika aljabar Boole untuk output
gerbang XOR adalah Y = A B = AB + AB .

8. Gerbang XNOR
Simbol dari gerbang Eksklusif NOR (XNOR) dengan 2 variabel
input dan satu buah output diperlihatkan pada Gambar 2.8. Tabel
kebenaran gerbang XNOR diperlihatkan pada Tabel 2.8. Dari tabel
kebenaran, dapat dilihat bahwa output pada keadaan logik 1 apabila input
yang diberikan pada logik yang sama seperti A = 1 dan B = 1 atau input A
= 0 dan B = 0. Sedangkan output pada logik 0 jika input yang diberikan
berlawanan. Persamaan logika aljabar Boole untuk output gerbang XOR
adalah Y = A B = AB + AB (Tokheim, 1995).

8
C. Hipotesis
1. Jenis IC berpengaruh terhadap nyala lampu LED. Lampu LED nyala
sesuai dengan tabel kebenaran masing-masing jenis IC.
2. Saklar berpengaruh terhadap nyala lampu LED. IC NOT posisi saklar
tertutup lampu LED akan mati. IC AND untuk menghasilkan lampu LED
menyala maka kedua saklar yang digunakan harus keadaan tertutup. IC
OR untuk salah satu maupun kedua saklar yang tertutup akan membuat
lampu LED menyala. IC NAND jika salah satu maupun kedua saklar
dalam keadaan terbuka maka lampu LED menyala. IC NOR untuk
menghasilkan nyala lampu maka kedua saklar harus dalam keadaan
terbuka.

9
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode
Metode yang digunakan pada percobaan Rangkaian Logika adalah metode
observasi karena dalam percobaan yang kami lakukan ini kami mengamati
bagaimana nyala lampu led ketika diubah-ubah jenis IC yang digunakan.

B. Waktu dan Tempat Percobaan


Kami melakukan praktikum Rangkaian Logika pada hari kamis tanggal 6
April 2017 di laboratorium IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Negeri Surabaya.

C. Alat dan Bahan


No. Alat Jumlah
1 IC 5 buah
2 Power supply 1 buah
3 Resistor 1000 2 buah
4 Resistor 330 1 buah
5 Saklar 1 buah
6 Led 1 buah
7 Kabel penghubung 10 buah
8 Papan Bredboard 1 buah

D. Variabel Percobaan
1. Variabel Manipulasi : Posisi saklar, IC/Rangkaian logika
Definisi Operasional : Posisi saklar yaitu posisi saklar ketika tertutup atau
terbuka. IC adalah jenis IC yang dipasang untuk
mendapatkan gerbang logika yaitu meliputi NOT,
AND, OR, NAND, dan NOR
2. Variabel Kontrol : Lampu LED, dan resistor, tegangan input
Definisi Operasional : Lampu LED adalah suatu lampu indikator dalam
perangkat elektronika yang biasanya memiliki
fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat
elektronika tersebut. Resistor yang dipakai adalah

10
1000 dan 330. Tegangan input yang dipakai
adalah 3 volt.
3. Variabel Respon : Nyala lampu (LED)
Definisi Operasional : Nyala lampu (LED) yaitu keadaan lampu ketika
mendapat perubahan pada saklar.

E. Rancangan Percobaan
1. Pengujian Gerbang NOT

Gambar 3.1 Rangkaian Logika NOT


(Sumber : Panduan Praktikum Elektronika Dasar, 2015)
2. Pengujian Gerbang AND

Gambar 3.2 Rangkaian Logika AND


(Sumber : Panduan Praktikum Elektronika Dasar, 2015)

11
3. Pengujian Gerbang OR

Gambar 3.3 Rangkaian Logika OR


(Sumber : Panduan Praktikum Elektronika Dasar, 2015)
4. Pengujian Gerbang NAND

Gambar 3.4 Rangkaian Logika NAND


(Sumber : Panduan Praktikum Elektronika Dasar, 2015)
5. Pengujian Gerbang NOR

Gambar 3.4 Rangkaian Logika NOR


(Sumber : Panduan Praktikum Elektronika Dasar, 2015)

12
F. Langkah Kerja
1. Pengujian gerbang NOT
a. Membuat rangkaian seperti pada rancangan percobaan gambar 3.1.
b. Menyalakan power supply, dan mengamati nyala lampu LED.
c. Menutup saklar S1 dan memperhatikan nyala lampu LED.
d. Menulis hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
2. Pengujian gerbang AND
a. Membuat rangkaian seperti pada rancangan percobaan gambar 3.2.
b. Menyalakan power supply, dan mengamati nyala lampu LED.
c. Menutup saklar S1 dan S2 secara bergantian.
d. Mengamati nyala lampu LED.
e. Menulis hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
f. Mengulangi langkah yang sama untu ksaklar S1 dan S2 ditutup
bersamaan.
3. Pengujian gerbang OR
a. Membuat rangkaian seperti pada rancangan percobaan gambar 3.3.
b. Menyalakan power supply, dan mengamati nyala lampu LED.
c. Menutup saklar S1 dan S2 secara bergantian.
d. Mengamati nyala lampu LED.
e. Menulis hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
f. Mengulangi langkah yang sama untuk saklar S1 dan S2 ditutup
bersamaan.
4. Pengujian gerbang NAND
a. Membuat rangkaian seperti pada rancangan percobaan gambar 3.4.
b. Menyalakan power supply, dan mengamati nyala lampu LED.
c. Menutup saklar S1 dan S2 secara bergantian.
d. Mengamati nyala lampu LED.
e. Menulis hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
f. Mengulangi langkah yang sama untuk saklar S1 dan S2 ditutup
bersamaan.
5. Pengujian gerbang NOR
a. Membuat rangkaian seperti pada rancangan percobaan gambar 3.5.

13
b. Menyalakan power supply, dan mengamati nyala lampu LED.
c. Menutup saklar S1 dan S2 secara bergantian.
d. Mengamati nyala lampu LED.
e. Menulis hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
f. Mengulangi langkah yang sama untuk saklar S1 dan S2 ditutup
bersamaan.

G. Alur Percobaan
1. Pengujian gerbang NOT
IC NOT

Dirangkai seperti pada rancangan


percobaan gambar 1
Power Supply

Dinyalakan
Diamati nyala lampu LED

Saklar S1

Ditutup
Diamati nyala lampu LED

Hasil (Nyala lampu LED)

2. Pengujian gerbang AND, OR, NAND, NOR


IC

Dirangkai seperti pada


rancangan percobaan
Power Supply

Dinyalakan
Diamati nyala lampu LED

Saklar S1 dan S2

Ditutup secara bergantian


Diamati nyala lampu LED
Ditutup keduanya
Diamati nyala lampu LED

Hasil (Nyala lampu LED) 14
BAB IV
DATA DAN ANALISIS
A. Data
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, diperoleh hasil data sebagai
berikut:
Tabel 4.1 Gerbang Logika NOT
No Posisi Saklar Nyala LED
1 1 0
2 0 1
IC = 7404
Tabel 4.2 Gerbang Logika AND
Posisi Saklar
No Nyala LED
S1 S2
1 0 0 0
2 1 0 0
3 0 1 0
4 1 1 1
IC = 7408
Tabel 4.3 Gerbang Logika OR
Posisi Saklar
No Nyala LED
S1 S2
1 0 0 0
2 1 0 1
3 0 1 1
4 1 1 1
IC = 4701

Tabel 4.4 Gerbang Logika NAND


Posisi Saklar
No Nyala LED
S1 S2

15
Posisi Saklar
No Nyala LED
S1 S2
1 0 0 1
2 1 0 1
3 0 1 1
4 1 1 0
IC = 4011
Tabel 4.5 Gerbang Logika NOR
Posisi Saklar
No Nyala LED
S1 S2
1 0 0 1
2 1 0 0
3 0 1 0
4 1 1 0
IC = 4001

KETERANGAN:
Saklar:
0 = terbuka
1 = tertutup
LED:
0 = mati
1 = nyala
Kode gelang resistor:
1 k = coklat hitam hitam coklat coklat = (1000 1%)
330 = orange orange hitam hitam coklat = (330 1%)

B. Analisis
Percobaan rangkaian Logika ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IC
terhadap nyala lampu dan pengaruh buka tutup saklar terhadap nyala lampu.
Percobaan ini menggunakan manipulasi posisi saklar yaitu membuka atau
menutup saklar dan IC yang digunakan. Pada percobaan pertama untuk

16
gerbang logika NOT dengan kode IC 7404 diperoleh hasil bahwa posisi saklar
tertutup maka lampu LED mati sedangkan posisi saklar terbuka maka lampu
LED nyala. Pada gerbang logika AND dengan kode IC 7408 digunakan dua
saklar, saat kedua saklar terbuka lampu LED mati, jika salah satu saklar
terbuka dan lainnya tertutup maka lampu LED mati, saat kedua saklar tertutup
maka lampu LED menyala. Untuk gerbang logika OR dengan kode IC 4071
saat kedua saklar terbuka lampu LED akan mati, jika salah satu saklar yang
tertutup maka lampu LED menyala begitu pula jika kedua saklar terbuka maka
lampu LED nyala.
Pada gerbang logika NAND dengan kode IC 4011 merupakan kebalikan
dari gerbang logika AND, saat kedua saklar kondisi terbuka maka lampu LED
akan menyala, jika salah satu saklar terbuka dan lainnya tertutup lampu LED
juga menyala, namun jika kedua saklar tertutup maka lampu LED mati. Pada
gerbang logika NOR dengan kode IC 4001 merupakan kebalikan dari gerbang
logika OR, saat kedua saklar terbuka maka lampu LED menyala, namun saat
salah satu saklar tertutup maupun kedua saklar tertutup maka lampu LED
mati.

C. Pembahasan
Pada percobaan rangkaian logika yang telah dilakukan untuk
membuktikan tabel kebenaran sudah sesuai dengan teori yang ada. Gerbang
(gate) logika adalah suatu rangkaian digital yang mempunyai satu atau lebih
input dan hanya mempunyai satu output (Malvino, 1983, hal:23). Output
gerbang logika ini tergantung sinyal yang diberikan pada input-nya. Gerbang
logika mempunyai karakteristik yang berbeda-beda tergantung pada IC nya.
Gerbang logika dikenal dalam 2 kondisi logic yaitu 1 untuk ada dan 0 untuk
tidak ada. Dalam aplikasinya ke perangkat elektronika, nilai 1 dinyatakan
dengan adanya tegangan sebesar Vcc dan nilai 0 dinyatakan dengan tegangan
0 Volt. Adapun gerbang logika dasar adalah NOT, AND dan OR. Sedangkan
gerbang NAND, NOR, XOR, XNOR merupakan gerbang yang dibentuk dari
gabungan beberapa gerbang dasar. Percobaan yang kami lakukan adalah

17
rangkaian logika dengan menggunakan 5 IC yang berbeda yaitu NOT, AND
dan OR. Sedangkan gerbang NAND, NOR.
1. Tabel Kebenaran Gerbang Logika NOT
Input Output
1 0
0 1
Pada percobaan yang dilakukan sudah sesuai dengan teori dimana
saat saklar ditutup maka lampu mati begitu pula sebaliknya. Gerbang
logika dengan IC 7404 hanya membutuhkan satu masukan (input) untuk
menghasilkan satu keluaran (output). Gerbang NOT mempunyai sifat
inventer (pembalik) di mana outputnya akan bernilai terbalik dengan
inputnya. Sehingga jika input bernilai rendah (0) maka outputnya bernilai
tinggi (1) begitupun sebaliknya.
2. Tabel Kebenaran Gerbang Logika AND
Input A Input B Output
0 0 0
1 0 0
0 1 0
1 1 1
Percobaan yang telah dilakukan sudah sesuai dengan teori dan
tabel kebenaran dimana kedua saklar harus dalam keadaan tertutup jika
lampu LED menyala. Pada gerbang AND dengan IC 7408 mempunyai
dua sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dan memiliki sifat jika
keluaran bernilai tinggi (1) maka semua masukan harus bernilai tinggi.
Sehingga bila salah satu maupun kedua masukan bernilai rendah (0) maka
keluarannya pun akan bernilai rendah.
3. Tabel Kebenaran Gerbang Logika OR
Input A Input B Output
0 0 0
1 0 1
0 1 1

18
1 1 1
Percobaan yang dilakukan sudah sesuai dengan teori dan tabel
kebenaran dimana saat salah satu maupun kedua saklar ditutup maka
lampu LED akan menyala. Lampu LED yang menyala berkaitan dengan
IC yang digunakan. Pada gerbang OR dengan IC 4701 memerlukan dua
atau lebih sinyal masukan untuk satu sinyal keluaran yang memiliki sifat
bila salah satu maupun keduanya sinyal masukan bernilai tinggi (1) maka
sinyal keluaran akan bernilai tinggi.
4. Tabel Kebenaran Gerbang Logika NAND
Input A Input B Output
0 0 1
1 0 1
0 1 1
1 1 0
Percobaan yang telah dilakukan sudah sesuai dengan teori dan
tabel kebenaran, saat salah satu saklar maupun kedua saklar terbuka maka
lampu LED menyala. Lampu LED yang menyala berkaitan dengan IC
yang digunakan. Pada gerbang NAND dengan IC 4011 memerlukan dua
atau lebih sinyal masukan untuk satu sinyal keluaran yang memiliki sifat
bila salah satu maupun keduanya sinyal masukan bernilai rendah (0) maka
sinyal keluaran akan bernilai tinggi.
5. Tabel Kebenaran Gerbang Logika NOR
Input A Input B Output
0 0 1
1 0 0
0 1 0
1 1 0
Percobaan yang telah dilakukan sudah sesuai dengan teori dan
tabel kebenaran, saat kedua saklar terbuka maka lampu LED menyala.
Lampu LED yang menyala berkaitan dengan IC yang digunakan. Pada
gerbang OR dengan IC 4001 memerlukan dua atau lebih sinyal masukan

19
untuk satu sinyal keluaran yang memiliki sifat jika ingin sinyal keluaran
bernilai tinggi (1) maka kedua sinyal masukan harus bernilai rendah (0).

20
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hasil percobaan tentang rangkaian Logika dapat diperoleh simpulan
sebagaia berikut :
1. Setiap IC mempunyai karakteristik masing-masing yang menyebabkan
lampu LED menyala. IC NOT jika sinyal masukan tinggi maka lampu
LED mati. IC AND jika ingin lampu LED menyala maka semua sinyal
masukan harus bernilai tinggi. IC OR jika lampu LED ingin menyala
maka salah satu maupun kedua sinyal masukan harus bernilai tinggi. IC
NAND jika lampu LED menyala maka salah satu maupun kedua sinyal
masukan bernilai rendah. IC NOR jika lampu LED menyala maka kedua
sinyal masukan harus bernilai rendah.
2. Buka tutup saklar mempengaruhi nyala lampu LED tergantung dengan IC
yang digunakan. IC NOT posisi saklar tertutup lampu LED akan mati. IC
AND untuk menghasilkan lampu LED menyala maka kedua saklar yang
digunakan harus keadaan tertutup. IC OR untuk salah satu maupun kedua
saklar yang tertutup akan membuat lampu LED menyala. IC NAND jika
salah satu maupun kedua saklar dalam keadaan terbuka maka lampu LED
menyala. IC NOR untuk menghasilkan nyala lampu maka kedua saklar
harus dalam keadaan terbuka.

B. Saran
Percobaan tentang rangkaian logika ini dibutuhkan ketelitian praktikan
dalam merangkai alat untuk praktikum. Selain itu, sebelum memulai
praktikum, sebaiknya mengechek alat-alat yang digunakan untuk praktikum
apakah berfungsi atau tidak.

21
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Tanpa tahun. Rangkaian Logika. Online.
(http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/20664/Chapter%20I
I.pdf;jsessionid=5D252B7FE6F664542081B0ED7555277F?sequence=4 )
Malvino A.P. 1993. Prinsip-Prinsip Elektronika. Jakarta : Erlangga
Tim Elektronika Dasar. 2015. Panduan Praktikum Elektronika Dasar. Surabaya :
Jurusan IPA FMIPA Unesa.
Tokheim. 1995. Elektronika Digital. Edisi kedua. Jakarta: Erlangga.

22
23
24
LAMPIRAN FOTO

Gambar 1. Menyusun rangkaian sesuai dengan rancangan percobaan

Gambar 2. NOT dengan saklar terbuka Gambar 3. NOT dengan saklar 1 tertutup

Gambar 4. AND Gambar 5. AND Gambar 6. AND Gambar 7. AND


dengan saklar terbuka dengan 1 saklar dengan 2 saklar dengan 1 dan 2 saklar
tertutup tertutup tertutup

25
Gambar 8. OR dengan Gambar 9. OR dengan Gambar 10. OR Gambar 11. OR
saklar terbuka saklar 1 tertutup dengan saklar 2 dengan saklar 1 dan 2
tertutup tertutup

Gambar 13. NAND Gambar 14. NAND Gambar 15. NAND


Gambar 12. NAND
dengan saklar 1 dengan saklar 2 dengan saklar 1 dan 2
dengan saklar terbuka
tertutup tertutup tertutup

Gambar 16. NOR Gambar 17. NOR Gambar 18. NOR Gambar 19. NOR
dengan saklar terbuka dengan saklar saklar 1 dengan saklar saklar 2 dengan saklar saklar 1
tertutup tertutup dan 2 tertutup

26
27