Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PA/KPA: KEPALA BAPPEDA/ KABID PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN


PEMERINTAHAN UMUM
SKPD: BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
KOTA TANGERANG SELATAN

BIDANG : PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN


PEMERINTAHAN UMUM
NAMA PPK : KEPALA BIDANG PENELITIAN, PENGEMBANGAN
DAN PEMERINTAHAN UMUM
NAMA PEKERJAAN : KAJIAN EVALUASI CAPAIAN KOTA CERDAS (SMART
CITY) KOTA TANGERANG SELATAN

TAHUN ANGGARAN 2017


KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Pekerjaan : Jasa Konsultansi Kajian Evaluasi Capaian Kota Cerdas


(Smart City) Kota Tangerang Selatan

1. Latar Belakang : Pembangunan pada hakikatnya merupakan suatu proses yang


berkesinambungan antara berbagai dimensi, baik dimensi
sosial, ekonomi, maupun lingkungan yang bertujuan untuk
kesejahteraan masyarakat.

Kota Tangerang Selatan menghadapi 8 (delapan)


permasalahan pembangunan bersifat strategis, yaitu: (1)
Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi; (2) Tingkat
pendidikan masyarakat pada umumnya masih belum optimal;
(3) Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya meningkatkan
daya beli masyarakat; (4) Layanan kesehatan masih belum
optimal; (5) Perumahan layak huni belum dapat terjangkau
masyarakat luas; (6) Jaringan dan kualitas jalan belum
mendukung pada fungsi kota; (7) Lingkungan perkotaan belum
tertata dengan baik; dan (8) Pelayanan publik yang belum
optimal.

Sementara itu, paradigma pembangunan kota, diantaranya


Smart city, Livable city, Sustainable Development Goals
(SDGs) secara dinamis telah/akan mempengaruhi isu-isu
strategis pembangunan Kota Tangerang Selatan selama ini dan
dalam beberapa tahun mendatang.

Berdasarkan kondisi yang dihadapi, isu-isu strategis, dan


arahan kebijakan yang tertuang dalam RPJPD Kota Tangerang
Selatan Tahap kedua, serta penggalian aspirasi dan persepsi
masyarakat, Kota Tangerang Selatan telah menetapkan visi
pembangunan 2016-2021, yaitu mewujudkan kota cerdas,
berkualitas, dan berdaya saing berbasis teknologi dan
inovasi.

1
Visi diatas, selanjutnya dijabarkan dalam 5 (lima) misi
Pemerintah Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021, yaitu:
(1) Mengembangkan sumberdaya manusia yang handal dan
berdaya saing; (2) Meningkatkan infrastruktur kota yang
fungsional; (3) Menciptakan kota layak huni yang berwawasan
lingkungan; (4) Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis
inovasi dan produk unggulan; dan (5) Meningkatkan tata
kelola pemerintahan yang baik berbasis teknologi informasi.

Prinsip Kota Cerdas (Smart City) dikedepankan dan menjadi


fondasi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat yang
mencerminkan konsep sistematis, efisiensi, efektifitas,
profesionalisme, partisipasi dan akuntabilitas. Prinsip ini
kemudian akan diturunkan dalam tataran praktis untuk
membangun smart people, smart economy, smart mobility,
smart environment, smart living, dan smart governance.

Kota cerdas didefinisikan sebagai sebuah konsep kota yang


membantu masyarakat yang berada di dalamnya dengan
mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan
memberikan informasi yang tepat kepada
masyarakat/lembaga di dalamnya untuk melakukan kegiatan
atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.
Kota cerdas didasari atas perkembangan teknologi dan pola
pikir dari manusia, yang tidak akan pernah berhenti
berkembang dan terus menyesuaikan dengan perkembangan
zaman. Kota dengan seluruh bagian di dalamnya saling
berinteraksi dan dikelola oleh manusia dengan membentuk
pemerintahan, bisnis, komunitas dan organisasi lainnya.

Dengan uraian diatas, Kota cerdas menjadi suatu pendekatan


atau bagian strategis dari upaya membuat Kota Tangerang
Selatan menjadi lebih nyaman dan aman untuk ditinggali
dengan melihat permasalahan di kota saat ini yang dialami

2
masyarakat dan organisasi-organisasi, kemudian
mengatasinya dengan memanfaatkan teknologi yang ada
maupun mengembangkan teknologi baru.

Untuk mengembangkan Kota Cerdas, menurut Indonesia Smart


City and Society Innovation Centre dari Institut Teknologi
Bandung, terdapat 6 komponen, yaitu: (1) Infrastruktur fisik
(hard infrastructure): lahan dan bangunan, transportasi dan
jaringan utilitas serta TIK; (2) Sistem kota, dibagi atas aktivitas
yang dilakukan untuk mengelola kota: (3) Soft infrastructure,
yaitu manusia dan institusi yang mengelola infrastruktur fisik,
regulasi serta kehidupan sosial di perkotaan: kepemimpinan,
tata kelola, dan forum inovasi; (4) Ekosistem: ekosistem
publik, ekosistem usaha swasta, ekosistem komunitas, serta
ekosistem pihak ke-4; (5) Stakeholder: orang atau organisasi
yang memiliki kepedulian, dipengaruhi oleh, memiliki
kepentingan, atau terlibat dalam beberapa permasalahan di
perkotaan; dan (6) Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan
kota cerdas.

Dengan pendekatan Kota Cerdas ini, 6 komponen diatas


dikembangkan dan diberdayakan untuk membangun smart
people, smart economy, smart mobility, smart environment,
smart living, dan smart governance; sehingga mewujudkan
Kota Tangerang Selatan yang memiliki kapasitas dan
kemampuan dalam membangun liveable city, serta beradaptasi
dengan perkembangan zaman.

Dari uraian diatas, pertanyaan selanjutnya adalah sejauhmana


komponen-komponen Kota Cerdas diatas telah dikembangkan
dan diberdayakan di Kota Tangerang Selatan untuk menuju
kepada Kota Cerdas; Apa saja capaian yang telah diraih, serta
permasalahan dan tantangan yang dihadapi; dan Bagaimana
memastikan upaya ke depan yang lebih efektif dalam
mengembangkan Kota Cerdas di Kota Tangerang Selatan.

3
Untuk itu, diperlukan Kajian Evaluasi Capaian Kota Cerdas
(Smart City) Kota Tangerang Selatan.

2. Maksud dan Tujuan a. Maksud jasa konsultansi Kajian Evaluasi Capaian Kota
Cerdas (Smart City) Kota Tangerang Selatan adalah
memberikan masukan pemikiran untuk meningkatkan upaya
mengembangkan Kota Cerdas (Smart City) di Kota Tangerang
Selatan ke depan secara lebih efektif.

b. Tujuan jasa konsultansi Kajian Evaluasi Capaian Kota


Cerdas (Smart City) Kota Tangerang Selatan adalah
1. Menganalisis dan memetakan sejauhmana komponen-
komponen Kota Cerdas telah dikembangkan dan
diberdayakan di Kota Tangerang Selatan untuk menuju
kepada Kota Cerdas; (capaian dan
permasalahan/tantangan); dan
2. Merumuskan rekomendasi untuk memastikan upaya ke
depan yang lebih efektif dalam mengembangkan Kota
Cerdas di Kota Tangerang Selatan.

3. Target/ Sasaran : Target/sasaran yang ingin dicapai terkait dengan jasa


konsultansi Kajian Evaluasi Capaian Kota Cerdas (Smart
City) Kota Tangerang Selatan adalah:
1. Mendapatkan pemahaman atas capaian dan
permasalahan dalam mengembangkan dan
memberdayakan komponen-komponen Kota Cerdas di
Kota Tangerang Selatan
2. Mendapatkan rumusan arahan pengembangan strategi
dan kebijakan ke depan untuk meningkatkan efektifitas
pengembangan Kota Cerdas di Kota Tangerang Selatan

4. Nama Organisasi Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan


Pengadaan Barang/ pengadaan jasa konsultansi Kajian Evaluasi Capaian Kota
Jasa Cerdas (Smart City) Kota Tangerang Selatan :
SKPD : BAPPEDA KOTA TANGERANG SELATAN

4
BIDANG : PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN
PEMERINTAHAN UMUM
PPK : KEPALA BIDANG PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN
PEMERINTAHAN UMUM

5. Sumber Dana dan a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pengadaan
Perkiraan Biaya jasa konsultansi Kajian Evaluasi Capaian Kota Cerdas
(Smart City) Kota Tangerang Selatan berasal dari dana
APBD Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2017 DPA
SKPD Bappeda Kota Tangerang Selatan.

b. Total perkiraan biaya yang diperlukan sebesar Rp.


199.900.000,- (Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta
Sembilan Ratus Ribu Rupiah).

6. Ruang Lingkup a. Ruang lingkup pekerjaan/pengadaan jasa konsultansi Kajian


Pengadaan/ Lokasi Evaluasi Capaian Kota Cerdas (Smart City) Kota Tangerang
dan Data dan Fasilitas Selatan adalah:
Penunjang 1. Mengidentifikasi dan memetakan berbagai konsep atau
definisi Kota Cerdas (Smart City) berikut komponen-
komponennya, serta pengembangan atau
penerapannya.
2. Mengidentifikasi dan memetakan perencanaan,
kebijakan, dan program pemerintah Kota Tangerang
Selatan yang terkait dengan pengembangan Kota
Cerdas (Smart City).
3. Mengevaluasi perkembangan dan pencapaian
implementasi pengembangan Kota Cerdas (Smart City)
di Kota Tangerang Selatan.
4. Melaksanakan FGD yang melibatkan perwakilan
pemangku kepentingan (stakeholders) Kota Tangerang
Selatan.
5. Merumuskan rekomendasi untuk pengembangan Kota
Cerdas (Smart City) di Kota Tangerang Selatan ke
depan.

5
b. Lokasi pekerjaan/pengadaan jasa konsultansi Kajian Evaluasi
Capaian Kota Cerdas (Smart City) Kota Tangerang Selatan
adalah wilayah administrasi Kota Tangerang Selatan.

c. Data dan fasilitas yang dapat disediakan oleh PA/ KPA/ PPK
adalah RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 2016 2021,
RPJPD Kota Tangerang Selatan, RTRW Kota Tangerang Selatan,
RKPD Kota Tangerang Selatan, Statistik Kota Tangerang
Selatan, serta dokumen-dokumen perencanaan, pelaksanaan,
dan lain-lain yang terkait dengan pengembangan Kota Cerdas
(Smart City) di Kota Tangerang Selatan.

7. Produk Yang Produk yang dihasilkan adalah berupa: (1) dokumen akademik
Dihasilkan Kajian Evaluasi Capaian Kota Cerdas (Smart City) Kota
Tangerang Selatan; dan (2) Rekomendasi Kebijakan untuk
pengembangan Kota Cerdas (Smart City) di Kota Tangerang
Selatan.

8. Waktu Pelaksanaan Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan adalah


Yang Diperlukan 90 (Sembilan puluh hari) kalender.

9. Tenaga Ahli Yang Tenaga Ahli yang dibutuhkan meliputi:


Dibutuhkan A. Ahli Teknologi Informasi (Ketua Tim)
- Kualifikasi Pendidikan minimal S2 Teknologi Informasi
- Pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
memuat pengalaman kerja yang dilengkapi dengan
surat keterangan/referensi
- Jumlah tenaga ahli: 1 (Satu) orang
- Waktu penugasan: 3 (tiga) bulan (90 hari kalender)
- Bobot sebesar 28%
B. Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota
- Kualifikasi pendidikan minimal S2 Ilmu Perencanaan
Wilayah dan Kota
- Pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun

6
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
memuat pengalaman kerja yang dilengkapi dengan
surat keterangan/referensi
- Jumlah tenaga ahli: 1 (satu) orang.
- Waktu penugasan: 3 (tiga) bulan (90 hari kalender)
- Bobot sebesar 24%
C. Ahli Kebijakan Publik
- Kualifikasi Pendidikan minimal S2 Kebijakan Publik
- Pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
memuat pengalaman kerja yang dilengkapi dengan
surat keterangan/referensi
- Jumlah tenaga ahli: 1 (satu) orang
- Waktu penugasan: 3 (tiga) bulan (90 hari kalender)
- Bobot sebesar 24%
D. Ahli Komunikasi
- Kualifikasi Pendidikan minimal S2 Komunikasi
- Pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
memuat pengalaman kerja yang dilengkapi dengan
surat keterangan/referensi
- Jumlah tenaga ahli: 1 (Satu) orang
- Waktu penugasan: 3 (tiga) bulan (90 hari kalender)
- Bobot sebesar 24%

10. Tenaga Teknis Tenaga Teknis yang dibutuhkan meliputi:


Asisten Tenaga Ahli
- Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Manajemen / Studi
Pembangunan
- Pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
yang memuat pengalaman kerja
- Jumlah tenaga pendukung: 1 (Satu) orang
- Waktu penugasan: 3 (tiga) bulan (90 hari kalender)

7
11. Tenaga Tenaga Pendukung yang dibutuhkan meliputi:
Pendukung A. Statistik/Pengolahan Data (Statistician)
- Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Statistika /
Matematika
- Pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
yang memuat pengalaman kerja
- Jumlah tenaga pendukung: 1 (Satu) orang
- Waktu penugasan: 1 (satu) bulan (30 hari kalender)

B. Surveyor
- Kualifikasi Pendidikan minimal D3 Semua Jurusan
- Pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
yang memuat pengalaman kerja
- Jumlah tenaga pendukung: 1 (Satu) orang
- Waktu penugasan: 1 (satu) bulan (30 hari kalender)

C. Administrasi
- Kualifikasi Pendidikan minimal D3 Manajemen /
Administrasi Bisnis
- Pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun
- Memiliki KTP, Ijazah, NPWP, dan Curriculum Vitae (CV)
yang memuat pengalaman kerja
- Jumlah tenaga pendukung: 1 (Satu) orang
- Waktu penugasan: 3 (tiga) bulan (90 hari kalender)

12. Sub Kualifikasi Calon Penyedia Jasa harus memiliki Sertifikat sub kualifikasi
Bidang Usaha Kajian / Bantuan Teknis

13. Kontrak Kerja 1. Kontrak tahun tunggal; (terhadap waktu )


2. Kontrak persentase ( terhadap cara pembayaran)
3. Kontrak pengadaan tunggal (terhadap sumber
pendanaan)
4. Kontrak pengadaan tunggal (terhadap jenis pekerjaan)

8
14. Spesifikasi Teknis Penelaahan (evaluasi) atas pencapaian pengembangan Kota
Cerdas (Smart City) di Kota Tangerang Selatan, dan
Rekomendasi bagi pengembangan strategi untuk mewujudkan
visi Kota Cerdas (Smart City) di Kota Tangerang Selatan ke
depan

15. Laporan Laporan yang harus dipenuhi dalam pengadaan jasa


Hasil/Kemajuan konsultansi Kajian Evaluasi Capaian Kota Cerdas (Smart
Pekerjaan City) Kota Tangerang Selatan, meliputi:
a. Laporan Pendahuluan
Laporan ini sekurang-kurangnya berisi metoda
pelaksanaan masing-masing aktivitas yang tercakup dalam
lingkup kegiatan, dan rencana pelaksanaan kegiatan secara
lebih terinci. Laporan pendahuluan diserahkan sebanyak 5
(lima) eksemplar, termasuk untuk dokumentasi satker,
selambat-lambatnya satu bulan kalender terhitung sejak
tanggal dimulainya pekerjaan.

b. Laporan Antara
Laporan ini berisi penjabaran progres pelaksanaan
pekerjaan yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 2
(dua) bulan kalender sejak pekerjaan ini dimulai, serta
dilakukan pembahasan untuk penyempurnaan langkah-
langkah kedepannya, serta laporan digandakan sebanyak 5
(lima) eksemplar, termasuk untuk dokumentasi satker.

c. Laporan Akhir
Laporan ini memuat keseluruhan hasil pelaksanaan
kegiatan beserta dokumentasinya yang dilaksanakan dalam
kegiatan Kajian Potensi Pengembangan pembiayaan
Pembangunan. Laporan dibuat sebanyak 5 (lima)
eksemplar pada akhir masa pekerjaan, termasuk untuk
dokumentasi.

9
d. Eksekutif Summary (Executive Summary)
Laporan ini memuat ringkasan hasil pelaksanaan kegiatan.
Laporan dibuat sebanyak 5 (lima) eksemplar, termasuk
untuk dokumentasi.

Ciputat, 2017
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

Armeni John, SE,.MM


NIP. 19610108 199103 1007

10