Anda di halaman 1dari 172

http://inzomnia.wapka.mobi

TRIO DETEKTIF MISTERI TAMBANG JEBAKAN MAUT

Ebook by Syauqy_arr

OCR by Raynold

PESAN MR. HITCHCOCK

­SALAM jumpa, Temanku penggemar misteri,

Sekali lagi kuajak kalian terjun ke dalam petualangan Trio Detektif, yaitu ketiga penyelidik remaja yang gemar menangani misteri-misteri yang luar biasa, dan terkadang bahkan seakan-akan mustahil. Semoga kalian yang berwatak tabah akan menikmati perjalanan bersama mereka ke sebuah kota pertambangan yang terpencil letaknya di negara bagian New Mexico. Di sana seseorang yang sudah mati menunggu di sebuah tambang yang sudah ditinggalkan, untuk membongkar rahasia seorang penjahat yang masih hidup, dan di sana seorang wanita misterius - ah, kurasa jangan terlalu banyak kukatakan di sini, karena nanti berkurang nikmatnya bagi kalian!

Bagi yang baru sekali .ini akan berjumpa dengan Trio Detektif - bagiku hal itu aneh, tapi mungkin bisa saja - baiklah mereka kuperkenalkan satu per satu: Jupiter Jones, pemimpin mereka, bertubuh gempal, daya ingatnya luar biasa, dan sangat berbakat dalam menarik kesimpulan. Pete Crenshaw bertubuh atletis dan tangkas gerak-geriknya, tapi pada saat-saat tertentu cenderung menyesali kegemaran Jupiter mencari- cari urusan yang merepotkan. Sedang Bob Andrews berwatak tekun. Dialah yang menangani urusan penelitian dan menyusun catatan tentang kasus-kasus mereka, Ketiga remaja ini bertempat tinggal di Rocky Beach, tidak jauh dari kota besar Los Angeles, U,S.A. Tapi mereka

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

tidak pernah segan mengadakan perjalanan jauh, untuk mencari-cari kasus yang misterius, yang terselubung teka-teki.

Sekarang silakan mulai dengan Bab Satu, untuk turut serta dalam petualangan Trio Detektif yang terbaru.

­ALFRED HITCHCOCK.

­Bab 1

UNDANGAN

"HE, Jupe! Coba terka, kau dicari-cari siapa!" kata Pete Crenshaw sambil mendorong pintu tingkap yang terpasang di lantai, lalu memanjat masuk ke dalam karavan tua yang dijadikan kantor Trio Detektif.

"Aku tidak usah menerka, karena sudah tahu siapa yang kaumaksudkan," kata Jupiter Jones. Ia bersandar di kursinya, yang berdecit tertindih bobot tubuhnya yang gempal. "Bibi Mathilda tadi pagi bangun pukul enam," kata remaja itu dengan gayanya yang lugas. "Ia menghidangkan sarapan yang sedap dan mantap, lalu setelah itu menyuruh Paman Titus mendatangi salah satu alamat di Oxnard, yang hari ini mengadakan penjualan barang-barang bekas." Jupiter melirik arlojinya. "Sekarang ini tepat pukul satu lewat lima belas menit. Dari pertanyaanmu itu aku menarik kesimpulan bahwa Paman berhasil memborong barang-barang di Oxnard, dan kini Bibi Mathilda ingin aku ikut membantu menurunkan barang-barang itu dari truk."

"Ini dia Jupiter Jones, jenius muda belia!," kata Bob Andrews sambil tertawa kecil. Remaja langsing dan berkaca mata itu bersandar pada sebuah lemari arsip. Ia sedang meneliti beberapa lembar catatan.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Mereka bertiga berada di sebuah karavan usang yang sudah tidak terpakai lagi. Paman dan bibi Jupiter yang menghadiahkan bekas kendaraan itu pada mereka, untuk dijadikan semacam 'sanggar serbaguna’. Tempatnya di salah satu sudut yang agak terpencil dalam pekarangan tempat penimbunan barang bekas yang diperjualbelikan perusahaan The Jones Salvage Yard, tersembunyi di balik tumpukan papan bekas, balok-balok, dan besi tua. Pekarangan itu ramai keadaannya. Selain barang-barang bekas yang biasa, di situ juga terdapat bermacam-macam benda langka yang diselamatkan dari rumah- rumah yang akan dibongkar: jam-jam antik yang menunjukkan waktu dengan bantuan sinar matahari, bak-bak mandi kuno dari marmer, kusen-kusen pintu berukir, serta jendela-jendela kaca berwarna.

Karena selalu sibuk membersihkan, menyortir, menyimpan segala benda itu - ditambah kesibukan melayani orang-orang yang datang dari berbagai penjuru daerah pesisir barat Amerika dengan maksud mencari berbagai benda langka - paman dan bibi Jupiter akhirnya lupa bahwa di salah satu sudut kompleks perusahaan mereka ada karavan itu.

Oleh anak-anak, tempat tinggal beroda itu kemudian diubah menjadi kantor perusahaan detektif mereka, yang dinamakan Trio Detektif. Di dalamnya ada laboratorium kecil lengkap dengan kamar gelap untuk mencuci dan mencetak foto, selanjutnya ruang kantor dengan perlengkapan meja yang sudah usang, sejumlah kursi, serta sebuah pesawat telepon. Sebuah lemari arsip yang besar berisi map-map laporan tentang segala kasus yang pernah ditangani Trio Detektif.

Catatan itu disusun dengan cermat dan rapi oleh Bob Andrews. Jupiter, pemimpin kelompok kecil itu, pada saat-saat luangnya sering berada di ruang kantor mereka, untuk memikirkan kasus-kasus yang ditangani serta melatih kemampuan otaknya yang luar biasa.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupiter bangga akan kemampuannya yang hebat dalam menarik kesimpulan. Dan siang itu ia merengut, sementara Pete dan Bob memandangnya sambil meringis.

"Bibi Mathilda tidak mencari aku?" tanyanya,.

"Kau mestinya malah mengucap syukur," kata Pete. "Apa bila bibimu itu mencarimu, kau sendiri juga tahu bahwa itu berarti-bekerja! Tidak. Tadi pagi, sewaktu aku sedang di pasar Rocky Beach, aku berjumpa dengan Allie Jamison."

Jupe langsung meluruskan sikap duduknya. Bob juga ikut terkejut. Ia berhenti menyusun kertas-kertas catatan. Allie Jamison, anak salah satu keluarga yang paling kaya di Rocky Beach, pernah meminta bantuan mereka musim panas sebelumnya. Dalam kasus yang kemudian dikenal sebagai Misteri Nyanyian Kobra, mereka menolong gadis itu menyingkirkan seorang tamu yang menyeramkan dari rumahnya, serta menggagalkan rencana pemerasan yang jahat. Tapi bagi Trio Detektif, bergaul dengan gadis itu tidak bisa dibilang seratus persen menyenangkan. Soalnya, Allie berwatak impulsif, selalu menuruti kata hatinya sendiri. Ia pun tidak segan-segan berbohong sedikit, jika itu dianggapnya perlu.

"Mati aku!" kata Jupe setelah pulih dari kagetnya. "Kusangka musim panas sekarang ini ia berlibur bersama salah seorang pamannya, di New Mexico. Orang tuanya kan sedang pergi ke Jepang, sehingga di rumah tidak ada siapa-siapa!"

"Aku tahu," kata Pete sambil mengangguk. "Tapi saat ini Allie ada di sini, di Rocky Beach. Menurut ceritanya padaku tadi, ia pulang sebentar bersama pamannya. Ia kembali karena ada sesuatu yang harus diambilnya di rumah, sedang pamannya punya urusan di kota. Kelihatannya ada sesuatu yang sedang dihadapi gadis itu. Ada kabar

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

hebat yang ingin diceritakannya pada kita, sebelum ia kembali bersama pamannya ke New Mexico. "

Bob mendesah.

"Padahal musim panas sekali ini kelihatannya kita akan bisa bersantai- santai," katanya,

"Sudahlah," ujar Jupiter. "Dia akan pergi lagi - mudah-mudahan dalam waktu dekat! He, Pete, akan berapa lama Allie ada di sini?"

"Hanya sampai besok!" kata seseorang dari balik tirai yang memisahkan bagian yang merupakan laboratorium kecil dari ruang kantor. Pete mengeluh ketika tirai ditarik ke samping dan Allie Jamison melangkah ke luar sambil nyengir. Dengan celana jeans yang sudah lusuh dan kemeja koboi, gadis remaja itu kelihatan seperti penunggang kuda yang biasa tampil dalam pertandingan-pertandingan ketangkasan berkuda. Kulit mukanya serta rambutnya yang panjang dan pirang kecokelatan jelas menampakkan bahwa ia sering berada di alam terbuka. "Kalian tidak senang melihat aku datang?" tanyanya dengan manis. Tapi bola matanya yang berwarna coklat muda berkilat-kilat nakal.

"Bagaimana caramu sampai bisa masuk kemari?" tanya Pete.

Allie tertawa. Ia menghampiri meja, lalu duduk di atasnya dengan kaki disilangkan.

"Aku sudah lebih dulu ada di sini daripada kalian," katanya. "Di pagar sebelah belakang kompleks ini ada lukisan kebakaran besar di San Fransisco, dan di latar depannya ada seekor anjing kecil yang sedang memperhatikan nyala api yang berkobar-kobar."

Sikap duduk Jupiter langsung lemas.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Dan pada mata anjing itu ada lubang bekas mata kayu. Jika jari dimasukkan ke dalam lubang itu lalu menarik kaitan yang ada di sebelah dalam, sebagian dari papan pagar akan terangkat ke atas." Kata-kata Jupiter ini menggambarkan Kelana Gerbang Merah, salah satu jalan masuk ke pekarangan yang dibuat oleh Jupiter beserta kedua temannya, dan yang menurut sangkaan mereka tidak diketahui oleh orang lain.

"Sekali ini kesimpulanmu tepat," kata Allie.

"Aku paling sedikit sepuluh kali melihat kalian masuk lewat situ, musim panas yang lalu. Tidak perlu aku berotak cemerlang seperti Einstein untuk menarik kesimpulan bahwa kalian pasti punya semacam tempat berkumpul yang tersembunyi di sini."

''Ya, ya, teruskan sajalah menertawakan kami, Allie," kata Pete, ''Yang kutanyakan tadi, bagaimana caramu masuk kemari?"

"Kalian tidak sepintar sangkaan kalian!" kata Allie melanjutkan dengan sikap puas. "Di atas salah satu tumpukan barang bekas di balik pintu rahasia kalian itu terpasang papan dengan tulisan ‘Kantor'. Tapi panah yang digambar pada papan itu tidak menunjuk ke arah kantor perusahaan barang rombengan ini. Aku lantas menduga, tanda itu pasti menunjuk ke kantor kalian. Dan dugaanku itu ternyata tepat! Kuikuti saja arah yang ditunjukkan panah itu, melewati barang-barang bekas

yang bertumpuk-tumpuk

yang bisa digeser itu." Allie menuding papan lebar yang terdapat di sisi belakang karavan. "Apa yang kulakukan tadi itu benar-benar prestasi penyelidikan yang hebat. Boleh kan, sekali-sekali memuji diri sendiri!"

dan akhirnya sampai di depan lembaran papan

"Kita perlu memasang kunci pada papan itu," kata Jupe.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­"Ya, dan papan dengan tulisan 'Kantor' juga harus disingkirkan," kata Pete.

"Kalian tidak usah repot-repot," tukas Allie, "aku besok kan sudah pergi lagi. Kecuali itu, aku juga tidak berminat pada rahasia-rahasia kalian yang konyol." Gadis itu mengibaskan rambutnya dengan sikap meremehkan. "Lagi pula, aku punya urusan lain, yang lebih penting."

"Urusan apa, misalnya?" tanya Pete dengan nada menantang

Allie menggerakkan kepalanya ke depan.

"Aku punya kasus menarik," katanya dengan bersungguh-sungguh. "Aku akan melakukan penelitian seperti kalian, dan aku akan melindungi Paman Harry, agar ia jangan sampai tertipu."

"Ah, Paman Harry-mu itu tidak mampu mengurus dirinya sendiri?" kata Jupe.

Wajah Allie nampak tetap serius.

"Paman Harry-ku itu Harrison Osborne, dan ia bukan orang yang bodoh," katanya. "Ia sempat menjadi kaya karena bisnisnya di bursa saham, sebelum kemudian pensiun lalu membeli perkebunan pinus di New Mexico."

"Pinus? Pohon pinus, maksudmu?" tanya Pete.

"Betul, pohon pinus. Itu, untuk dijadikan pohon Natal. Masakan itu saja tidak tahu?! Nah-pokoknya, pamanku itu bisa memakai otaknya. Tapi kalau menghadapi manusia, kadang-kadang bodohnya bukan main!"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Dan kau lebih pintar'?" tanya Pete dengan tertawa. Maksudnya hendak membalas ejekan Allie tadi. Tapi gadis itu tidak menanggapi.

"Kalau menghadapi orang yang berniat menipu, aku bisa langsung mengenalinya," katanya. "Lahan yang dibeli pamanku dan dijadikan kebun pinus itu, dulunya milik sebuah perusahaan tambang. Di tanah itu ada sebuah tambang, namanya Death Trap Mine."

"Hebat sekali nama itu - Tambang Jebakan Maut," kata Pete mengejek. "Lalu apa isinya? Tulang-tulang binatang purba, ya?"

"Dulu perak yang ditambang di situ," kata Allie. "Tapi sekarang sudah tidak ada lagi, karena sudah habis ditambang. Namanya Tambang Jebakan Maut, karena pernah ada seorang wanita masuk ke situ dan tewas karena jatuh ke dalam sebuah lubang. Orang-orang yang sudah lama tinggal di Twin Lakes-itu nama kota tempat perkebunan Paman Harry- mengatakan, arwah wanita itu sampai sekarang masih menghantui tambang itu. Aku tentu saja tidak mau percaya pada cerita- cerita macam begitu. Tapi kalau setan, memang ada di sana. Dalam wujud manusia! Dialah yang membeli tambang serta tanah di sekitarnya dari pamanku."

Kemarahan menyebabkan wajah Allie nampak merah.

"Orang itu hendak berbuat sesuatu," katanya. "Ada sesuatu yang disembunyikannya. Soalnya, ia dilahirkan di kota itu."

­"Itu merupakan kejahatan?" tanya Bob dengan heran.

"Bukan begitu. Tapi seseorang yang dilahirkan di sebuah kota lalu pergi dari situ sewaktu masih sangat kecil, dan sekian tahun kemudian kembali lagi sebagai jutawan yang gembar-gembor tentang betapa bahagia perasaannya karena pulang ke kota asal-orang seperti itu menimbulkan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

rasa aneh dalam hatiku. Padahal ramahnya-wah, ular berbisa pun masih lebih ramah daripada dia! Lalu, tambang yang semula sudah ditutup, dibukanya kembali. Jalan masuk yang ditutup dengan terali besi dibuka kembali, tapi kemudian dijaga seekor anjing galak yang sengaja dibelinya untuk keperluan itu. Ada apa dalam tambang yang sudah tidak menghasilkan lagi, sehingga perlu dijaga anjing galak? Orang itu berkeliaran di sana, dengan celana jeans yang masih baru. Ia bahkan memakai helm pengaman, seperti yang biasa dipakai pekerja di tempat pembangunan. Tapi dandanannya tidak cocok dengan penampilannya. Bayangkan, kukunya saja selalu dipotong rapi!"

Allie berhenti sebentar. Karena Jupe dan kedua temannya tidak mengatakan apa-apa, ia kemudian meneruskan ceritanya.

"Tidak seorang pun diizinkannya mendekati tambang itu. Aku merasa curiga bahwa Paman Harry hendak ditipunya mentah-mentah. Dan itulah yang akan kuselidiki sekarang!"

­"Selamat menyelidiki, kalau begitu," kata Pete menanggapi.

Saat itu terdengar suara samar seorang laki-laki memanggil-manggil Allie. Bob mengintip ke teropong -seperti di kapal selam -yang dipasangkan anak-anak ke atap karavan untuk bisa melihat ke luar tanpa ketahuan. Melalui periskop itu ia mengintip ke luar, ke balik tumpukan barang bekas yang menutupi karavan.

"Dekat gerbang utama ada seorang laki-laki berambut putih, dengan kumis besar melintang. Ia sedang berbicara dengan Bibi Mathilda," kata Bob melaporkan,

"Itu Paman Harry." Allie cepat-cepat turun dari meja tempatnya duduk selama itu. "Tadi kukatakan padanya bahwa aku akan kemari. Mau kalian

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

berkenalan dengan dia? Orangnya baik-dia itu kerabatku yang paling kusukai."

Dengan cepat Allie menuju ke lembar papan yang bisa digeser, lalu melangkah ke luar lewat situ. Sambil mengikutinya, anak-anak yang lain menahan cengiran yang menyebabkan tepi bibir mereka bergerak-gerak. Mereka merasa menang, karena lembar papan itu bukan satu-satunya jalan rahasia untuk masuk ke kantor mereka. Setidak-tidaknya Allie, gadis badung itu, belum mengetahui jalan yang paling penting, yaitu tingkap yang terdapat di lantai kantor.

Keempat remaja itu berjalan 'menembus' tumpukan barang bekas yang membukit, menuju ke gerbang depan.

­"Nah, itu mereka!" kata Bibi Mathilda mengomentari, ketika melihat Trio Detektif muncul. Ditatapnya ketiga remaja itu. "Dari semula aku sudah menyangka, kalian pasti ada di sekitar sini. Halo, Allie! Apa kabar?" •

"Baik-baik saja, Mrs. Jones," kata Allie dengan sopan sekali. "Perkenalkan, Paman Harry-ini Jupiter Jones, Bob Andrews, dan Pete Crenshaw."

"Hai," ujar Harrison Osborne sambil menyalami Jupe dan menganggukkan kepala ke arah Bob dan Pete. "Jadi kalian bertiga inilah rupanya Trio Detektif. Allie sudah bercerita tentang kalian."

"Tapi jangan dikira aku memuji-muji," kata Allie sambil mencibir.

Ketiga remaja itu tidak memperdulikannya. Jupe merogoh kantungnya, lalu menyodorkan selembar kartu nama berukuran besar pada Harrison Osborne.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Jika Anda kapan-kapan memerlukan kami, Sir "

Mr. Osborne membaca kartu itu:

­TRIO DETEKTIF

"Kami Menyelidiki Apa Saja"

? ? ?

Penyelidik Satu

Penyelidik Dua

Catatan dan Riset

Jupiter Jones

Pete Crenshaw

Bob Andrews

"Apa arti ketiga tanda tanya itu?" tanya Paman Harry sambil mengembalikan kartu itu pada Jupiter.

­"Tanda tanya, di mana-mana merupakan lambang hal-hal yang tidak diketahui," jawab Jupe. "Ketiga tanda tanya pada kartu nama kami ini merupakan lambang Trio Detektif, karena kami mengkhususkan diri menyelidiki segala teka-teki, misteri, atau kasus-kasus membingungkan yang disodorkan pada kami"

"Kurasa di Twin Lakes kecil sekali kemungkinannya aku akan memerlukan "

tenaga detektif," kata Mr. Osborne sambit tertawa kecil. "Tapi

tiba ia merenung, lalu meneruskan, "tapi tenaga tiga orang remaja yang

kuat-kuat seperti kalian ini, bisa kupakai di perkebunanku. Dan Allie

memerlukan kawan yang kurang lebih sebaya dengan dia

ngomong, kalian ini sudah pernah memangkas tanaman, kan?"

tiba-

Ngomong-

"Memangkas?" ulang Bob. "Tentu saja pernah."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Bagus," kata Paman Harry, "Pohon-pohon pinus perlu dipangkas secara

teratur,

dijual sebagai pohon Natal. Aku mengalami kesulitan dalam memperoleh tenaga pembantu di Twin Lakes. Kenapa kalian bertiga tidak ikut saja dengan aku dan Allie besok pagi, lalu tinggal selama beberapa minggu di

perkebunanku?"

Kalau

tidak, bentuknya nanti tidak cocok jika diambil untuk

Ia menoleh pada Bibi Mathilda.

"Saya ingin mengundang mereka selama beberapa waktu, jika Anda kebetulan tidak memerlukan mereka. Di rumah banyak tempat, dan saya akan membayar mereka dengan sistem jam kerja, sama dengan tenaga setempat."

Bibi Mathilda agak ragu-ragu.

"Bagaimana, ya?" katanya. "Sebenarnya minggu ini saya bermaksud menyingkirkan tumpukan yang di pojok sana itu, karena cuma makan tempat saja."

Melihat tumpukan yang dituding Bibi Mathilda, Jupe dan kedua rekannya kaget. Ternyata Bibi Mathilda berniat menyingkirkan tumpukan barang bekas yang menutupi karavan mereka! Jupiter cepat-cepat mencari akal. Tanpa bantuan anak-anak, niat itu takkan mungkin terlaksana.

"Wah, sebenarnya aku kepingin sekali ikut Allie dan pamannya, Bibi Mathilda," katanya. "Itu akan merupakan pengalaman baru bagiku."

"Dan pengalaman baru, pasti ada gunanya bagimu!" kata Allie sambil tertawa. "Di samping itu, mungkin saja di Twin Lakes nanti kau akan menjumpai misteri. Asyik, kan, jika itu terjadi?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Saat itu barulah Jupiter sadar bahwa Allie dengan halus telah berhasil mendorong pamannya agar mengundang mereka bertiga. Gadis badung itu berhasil dengan siasatnya, sehingga Trio Detektif mau tidak mau harus membantunya menangani kasus yang hendak ditelitinya.

"Ya, memang asyik," kata Pete. "Kurasa orang tuaku akan mau memberi izin."

"Sedang aku, aku tahu pasti bisa minta cuti dari pekerjaan sambilanku di perpustakaan," kata Bob menimpali dengan bersemangat. "Saat-saat ini di sana sedang sepi."

"Baiklah, kalau begitu," kata Bibi Mathilda mengalah.

Harrison Osborne menyalaminya.

"Saya berjanji, anak-anak ini takkan saya suruh bekerja terlalu keras," katanya.

"Tentang itu, saya tidak khawatir," balas Bibi Mathilda. "Itu takkan mungkin terjadi! Selalu ada-ada saja alasan mereka, agar dibebaskan dari tugas bekerja!"

­Bab 2 SAMBUTAN 'MERIAH'

"NAH, itulah kotanya," kata Harrison Osborne. "Twin Lakes!"

Ia memperlambat jalan mobil besar ber-AC yang telah membawa mereka melintasi daerah gurun Arizona yang gersang, lalu mendaki bukit-bukit di sudut barat daya New Mexico. Jupiter dan kedua temannya yang duduk di bagian belakang mobil model station wagon itu memandang ke depan, mengikuti alur jalan tanah yang licin karena disirami minyak. Mereka melihat sebuah lembah yang hijau, diapit

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

lereng dua jajaran pegunungan yang ditumbuhi pepohonan. Sejumlah jalan berdebu dengan rumah-rumah kecil dari kayu berujung pada jalan besar yang saat itu sedang dituju. Beberapa bangunan menghadap ke jalan besar itu: sebuah pasar, sebuah drugstore - semacam toko obat .yang juga menjual es krim dan berbagai barang kecil keperluan sehari- hari - lalu sebuah kantor surat kabar, dan sebuah toko kecil yang menjual peralatan dari logam. Toko itu kelihatan tidak dirawat. Selanjutnya, di tengah-tengah kota ada gedung pengadilan yang terbuat dari batu bata yang nampak pudar karena termakan cuaca. Dibandingkan dengan bangunan lain-lainnya gedung itu nampak mengesankan, karena bertingkat dua. Setelah pompa bensin, terdapat bangunan tempat jawatan pemadam kebakaran kota Twin Lakes.

Tiba-tiba Pete berteriak

"Kebakaran!" serunya, sambil menuding ke suatu tempat di belakang kota. Di sana nampak asap mengepul ke langit yang cerah siang itu.

"Jangan panik," kata Allie, yang duduk di depan, di samping pamannya. "Itu cuma asap yang keluar dari tungku di tempat penggergajian kayu."

"Dulu, pertambangan merupakan bisnis penting di sini," kata Paman Harry. "Sekarang, setelah tambang-tambang tidak beroperasi lagi, usaha penggergajian kayulah yang membuat kota ini bisa bertahan terus. Hanya bisnis kayu sajalah satu-satunya usaha yang masih ada. Empat puluh lima tahun yang silam, Twin Lakes merupakan kota yang sangat ramai. Tapi sekarang, tidak lagi."

"Jika hendak mencari untung dengan jalan menipu, pasti bukan kota ini yang akan kupilih untuk tempat beraksi," kata Pete.

Harrison Osborne kaget. Perhatiannya teralih sekejap dari jalan yang sedang dilalui.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Menipu, katamu?" ujarnya. "He, Allie, apa saja yang kauocehkan pada ketiga anak ini?"

Allie menatap lurus-lurus ke depan.

"Allie?" ulang pamannya, sambil mengerem mobil untuk memberi kesempatan pada seorang wanita bercelana jeans dan berkemeja kotak- kotak untuk menyeberang jalan.

"Aku cuma mengatakan bahwa Wesley Thurgood berwatak culas - dan kenyataannya memang begitu, Paman Harryl"

Paman Harry terdengus geli. Sementara kakinya masih menginjak rem, ia berpaling memandang Trio Detektif yang duduk di belakang.

"Aku tahu, kalian bertiga ini detektif amatir," katanya, "karenanya kuperingatkan saja, jangan kalian campuri urusan Wesley Thurgood. Orang itu tetanggaku, dan aku tidak ingin ribut dengan para tetangga. Thurgood itu orang baik-baik. Ia menjadi kaya karena bisnis tanah dan rumah, kemudian kembali ke Twin Lakes karena di kota inilah ia mulai mengembangkan bisnisnya. Ia lahir di sini - tidak lama sebelum perusahaan tambang yang dulu ada ditutup. Keluarganya pindah beberapa waktu setelah itu. Tapi menurut ceritanya padaku, sejak masa kanak-kanak ia banyak mendengar cerita yang mengasyikkan tentang kota Twin Lakes semasa jayanya. Tambang Jebakan Maut dibelinya karena ayahnya dulu pernah bekerja di situ. Menurut perasaanku, itu tidak bisa dibilang perbuatan yang sangat aneh."

"Kalau begitu, untuk apa tambang itu kemudian dibukanya lagi?" tanya Allie dengan gaya sok tahu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Itu bukan urusan kita, n kata paman gadis remaja itu. "Yang kuketahui, tujuannya ialah agar anak-anak jangan berkeliaran di sana sehingga mungkin akan mengalami kecelakaan. Thurgood itu seratus persen orang yang bisa dipercaya. Aku sudah melakukan pengecekan mengenai dirinya, begitu pula bank-ku. Ia benar-benar jutawan."

Paman Harry berpaling lagi pada ketiga remaja yang duduk di belakang, sambil tersenyum.

"Allie ini, sering belum apa-apa sudah ribut," katanya. "Ia benci pada Thurgood, karena pernah diseret pulang oleh orang itu ketika ketahuan hendak memasuki tambang. Thurgood sudah sepantasnya berbuat begitu. Tambang itu dinamakan Jebakan Maut, karena pernah ada seorang wanita tewas di dalamnya - tiga tahun yang lalu, ketika sedang berkeliaran di situ. Persis seperti yang hendak dilakukan Allie."

Pete terbahak mendengar keterangan itu.

"Allie, Allie - tidak kauceritakan bahwa kau diusir oleh Thurgood dari tanah miliknya!"

"Jangan banyak omong!" Suara Allie bergetar karena marah.

Jupe tertawa geli, membayangkan gadis yang cepat tersinggung itu digiring ke luar tambang.

"Tidak mau percaya, ya? Orang itu culas wataknya!" seru Allie dengan sengit.

"Jangan-jangan orang itu cuma ‘nyentrik' saja," kata Jupe. "Orang- orang kaya, kadang-kadang memang begitu sifatnya." .

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Itu bukan kejahatan," kata Paman Harry. Diangkatnya kakinya yang menginjak rem, dan kendaraan mereka mulai meluncur lagi. "Jangan kauganggu lagi orang itu, Allie. Larangan ini juga berlaku bagi kalian bertiga."

Mobil dibelokkannya dari jalan besar yang berminyak. Kendaraan itu terguncang-guncang ketika menyeberangi sebuah jembatan kayu yang terbentang di atas jeram yang membatasi dua buah danau, yang lebih tepat disebut telaga. Jupe dan kedua temannya menduga bahwa nama kota Twin Lakes didasarkan pada kedua danau itu.

Jalan di seberang jembatan terbuat dari tanah yang tidak dikeraskan. Debu mengepul di belakang mobil. Tidak sampai dua kilometer dari jembatan, di sisi kiri jalan, nampak tanah luas yang ditanami pohon- pohon pinus yang masih muda. Kemudian ada pintu pagar yang terbuka. Di seberang jalan terdapat beberapa rumah berukuran kecil. Satu di antaranya nampak baru dicat lagi. Sedang yang selebihnya kelihatan tak terurus, seakan-akan tidak dihuni. Paman Harry memperlambat jalan mobilnya lalu membunyikan tuter, memberi isyarat pada seorang wanita bertubuh tinggi langsing yang sedang menyirami kebun di sebelah satu- satunya rumah yang terawat rapi tadi.

"Itu Mrs. Macomber," kata Allie.

Wanita itu melambai sambil tersenyum. Ia memakai celana panjang berwarna gelap serta kemeja putih. Dadanya dihiasi kalung Indian yang besar, terbuat dari perak dan batu pirus. Ketika ia memutar tubuh untuk menutup keran air, anak-anak melihat bahwa gerak-geriknya masih selincah gadis remaja. Padahal rambutnya yang hitam sudah mulai memutih di sana-sini. Mereka menaksir bahwa umur wanita itu paling sedikit sudah enam puluh tahun.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ia kelahiran sini, semasa daerah ini sedang jaya-jayanya," kata Allie. "Ia menikah dengan pengawas tambang. Ketika tambang itu kemudian ditutup, mereka pindah dari sini. Setelah suaminya meninggal dunia, ia bekerja di Phoenix. Ketika tabungannya sudah cukup banyak, ia kembali lagi kemari, dan di sini dibelinya rumah yang ditinggalinya dulu sewaktu baru menikah. Rumah-rumah lain-yang tidak terawat itu-juga kepunyaannya. Tapi tidak dipergunakan untuk apa pun juga."

"Jadi kisahnya tidak begitu berbeda dengan Wesley Thurgood, ya?" kata Bob.

"Bukan itu persoalannya," bentak Allie. "Mrs. Macomber orang baik."

"Justru itulah persoalannya," kata Paman Harry menyela. "Twin Lakes menyenangkan untuk dijadikan tempat tinggal, dan cocok sekali untuk orang pensiunan." Ia menghentikan mobil di depan pintu pagar yang terbuka, lalu menuding ke depan, ke arah ujung jalan serta lereng pegunungan terjal yang membatasi sisi barat lembah. Di lereng itu, sedikit ke sebelah kiri dan hampir setengah kilometer dari tempat mereka berada, anak-anak melihat sebuah lubang gelap berbentuk persegi empat, ditopang balok-balok kayu.

­"Itu dia, Tambang Jebakan Maut," kata Paman Harry. "Lalu pondok yang nampak di atas sana, itu tempat tinggal Mr. Thurgood. Bangunan besar di belakangnya, juga kepunyaannya. Dulu di situ diolah bijih yang digali dari dalam tambang. Jadi bisa dibilang semacam pabrik pengolahan hasil tambang."

Sementara anak-anak mengangguk, Paman Harry membelokkan mobil ke kiri lewat pintu pagar, masuk ke sebuah jalan sempit yang penuh dengan jalur bekas roda kendaraan. Di sisi kiri-kanan jalan itu berjejer-jejer pohon pinus. Mobil terangguk-angguk melewati sisi kiri sebuah padang rumput yang dipagari. Di tengah padang itu kuda kesayangan Allie,

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

seekor kuda jenis Appaloosa yang diberi nama Indian Queen, sedang merumput bersama tiga ekor kuda lain.

Lebih ke belakang lagi, di sebelah kiri jalan itu, nampak sebuah rumah yang masih baru. Rumah perkebunan itu dibangun di tempat yang agak lapang, di tengah pepohonan rendah. Dindingnya berwarna merah bata, sedang pintu-pintu dan kusennya berwarna putih mulus. Di ujung jalan terdapat sebuah gudang tua yang sudah reyot. Kelihatan jelas bahwa bangunan itu sudah bertahun-tahun tidak pernah dicat.

Paman Harry menghentikan mobil di depan rumahnya. Ia menguap, sambil merentangkan tubuh.

"Sampai juga akhirnya," katanya.

Anak-anak buru-buru turun dari mobil. Jupe, Pete dan Bob berdiri sejenak sambil memandang berkeliling. Sebuah mobil pick-up yang ringkas dan penuh debu diparkir di depan gudang. Di balik rumah nampak ujung pekarangan yang dipagari. Di dalamnya ada ayam-ayam yang sibuk mengais-ngais tanah sambil berkotek-kotek.

Paman Harry meninggalkan tempat duduknya di belakang kemudi. Gerakannya agak kaku, karena terlalu lama duduk.

"Kalau makan telur, aku maunya yang benar-benar masih baru," katanya, sambil menunjuk ayam-ayam itu. "Kecuali itu, tenteram rasanya jika saat bangun pagi terdengar suara ayam berkotek-kotek. Dan aku memang selalu bangun pagi, karena ayam jantanku rupanya beranggapan bahwa ia wajib mengawali hari baru dengan kokoknya."

Baru saja Paman Harry mengucapkan kata-kata itu, tiba-tiba terdengar suara ayam jantan di balik rumah. Tapi unggas itu bukan berkokok- melainkan berkotek-kotek panik.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Suaranya disusul keributan yang luar biasa di pekarangan tempat ayam- ayam dikurung: suara berkotek-kotek ribut, berbaur dengan bunyi gelepar dan kelepak sayap. Keributan bertambah lagi sesaat kemudian, dengan bunyi letusan senapan yang menggelegar.

Sambil berteriak, Pete menjatuhkan diri ke tanah, sementara kedua lengannya secara otomatis melindungi kepalanya. Jupe dan Bob cepat- cepat bersembunyi di belakang mobil.

­Suatu sosok besar kehitam-hitaman melesat lari dari belakang tempat ayam, menuju ke arah Jupe. Dalam keadaan gugup, remaja itu hanya sempat sekilas melihat deretan gigi putih mengkilat serta mata. yang berwarna kelam. Detik berikutnya Jupe sudah diterjang sehingga terjerembab. Makhluk aneh itu tidak berhenti, melainkan terus lari ke arah bara, masuk ke kebun pinus.

­Bab 3 JUTAWAN MISTERIUS

­"SELAMAT datang di tempat yang aman tenteram!" kata Allie sambit tertawa. Sementara itu keadaan siang itu sudah sunyi kembali.

Pete bangkit, tapi tetap duduk di tanah. Matanya terkejap-kejap.

"Apa itu tadi?"

"Ah, cuma anjing penjaga milik Thurgood saja, yang kembali mencoba memangsa ayam," kata Allie menjelaskan, sementara Jupe berusaha berdiri. "Anjing sialan itu selalu berusaha masuk ke tempat ayam, dengan jalan menggali lubang di bawah pagar. Tapi sial baginya, ayam- ayam selalu ribut begitu ia datang. Dan Magdalena pasti dengan segera keluar lalu menembak dengan senapan burunya. Jika anjing itu masih

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

juga nekat, kapan-kapan Magdalena mungkin akan bosan menembak ke atas. Kalau itu terjadi, bisa putus ekornya, disambar peluru."

"Magdalena?" kata Bob. "Siapa dia?"

"Pengurus rumah tanggaku," jawab Paman Harry menjelaskan.

Seorang wanita Mexico bertubuh gemuk dan berambut hitam datang dari balik rumah. Gaunnya terbuat dari kain katun kasar dengan sulaman bunga-bunga meriah pada bagian lengan dan leher. Ia menenteng senapan buru.

"Senor Osborne!" serunya dengan gembira. "Dan Allie! Senang hatiku

melihat kalian sudah kembali. Di sini sepi sekali, selama kalian tidak ada.

"

Harrison Osborne tertawa geli.

"Dan karenanya kau lantas membuat keramaian dengan caramu sendiri," katanya.

"Anjing itu pencuri!" tukas wanita itu sambil merengut.

"Sudahlah, jangan marah-marah," kata Paman Harry. "Lama-lama ia pasti akan jera, jika setiap kali kautembakkan senapanmu itu. Magdalena, ketiga anak laki-laki ini teman Allie. Nama mereka Jupiter Jones, Bob Andrews, dan Pete Crenshaw. Mereka akan tinggal di sini, selama beberapa minggu."

Mata Magdalena yang hitam bersinar-sinar. "Ah, good, good, " serunya dengan logat Mexico yang kental. "Makin banyak anak muda di sini, makin senang rasanya. Akan kukeluarkan daging yang paling enak dari

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

lemari pendingin. Kalian pasti lapar, setelah begitu lama dalam perjalanan."

Wanita itu bergegas masuk ke rumah.

"Moga-moga kalian sungguh-sungguh merasa lapar sekarang," kata Paman Harry. "Magdalena paling tidak suka melihat orang yang makan tanpa selera."

"Soal itu, jangan khawatir!" kata Jupe mantap.

Paman Harry mulai menurunkan koper-koper dari mobil, untuk ditaruh di beranda depan. Jupe dan kedua temannya bergegas membantu. Dalam beberapa menit, barang-barang sudah dibawa masuk ke rumah, langsung ke sebuah ruang tidur luas di tingkat dua. Letak ruang tidur itu tepat di atas ruang keluarga yang juga lapang. Kamar Allie di tingkat bawah, bersebelahan dengan kamar pamannya. Magdalena mempunyai tempat tinggal tersendiri yang berukuran kecil, di belakang dapur.

"Kalian pasti ingin mandi-mandi dulu," seru Paman Harry dari bawah pada ketiga anak laki-laki yang sedang mengeluarkan pakaian mereka dari dalam koper. "Tapi jangan lama-lama, karena aku ingin mengajak kalian melihat-lihat tempatku ini sebelum kita makan."

Pete langsung tidak berminat untuk membereskan pakaian ke dalam lemari.

"Ini bisa kita lakukan nanti-nanti saja," katanya, sambil berjalan menuju kamar mandi yang terletak di seberang serambi tangga.

Tidak lama kemudian mereka bertiga sudah berada di luar lagi bersama Allie dan Paman Harry.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Allie berlari-lari mendului, dengan dua bongkah gula batu di tangan.

"Queenie! Sini, Queenie!" serunya memanggil-manggil. Kuda Appaloosa- nya mendengus, lalu lari menderap menghampiri pagar yang membatasi padang rumput di tepi jalan masuk. Gadis remaja itu merangkul leher kudanya. Kuda itu menggerakkan kepalanya ke atas, sambil meringkik gembira.

"Sulit sekali memisahkan Allie dari kudanya walau hanya untuk beberapa hari saja," kata Harrison Osborne. "Yuk, ingin kutunjukkan pada kalian alat yang akan kalian pakai nanti untuk memangkas dahan-dahan pohon pinus."

"Alat apa itu?" tanya Pete.

"Parang," 'kata Paman Harry, "Itu, yang dipakai para jagoan dalam kisah-kisah petualangan, guna merambah jalan di dalam rimba." Ia pergi ke bangunan gudang yang bobrok, lalu membuka pintunya. Dengan segera tercium bau jerami, yang nampak terkemas rapi dan ditumpukkan di satu sudut bangunan itu. Selang karet untuk menyiram tanaman digantungkan dalam keadaan tergulung pada sejumlah pasak yang terpasang di dinding. Bermacam-macam peralatan, seperti tembilang, gunting besar, sekop, serta tajak disusun rapi di samping sebuah meja kerja yang diperlengkapi dengan gerinda. Di dinding sebelah atas meja itu terdapat sebuah rak. Dan di rak itu ada lima bilah parang besar yang nampaknya sangat tajam.

"Di rumah, kami selalu memakai gunting besar untuk memangkas tanaman," kata Pete.

"Memangkas dengan gunting terlalu lambat, karena pohon pinusku ribuan jumlahnya," kata Paman Harry. "Di samping itu, bekerja dengan parang bisa rapi."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Diambilnya sebilah parang, lalu menjauh sedikit dari ketiga remaja itu untuk menunjukkan cara memangkas dengan senjata tajam itu.

"Pohon-pohon pinus tidak dengan sendirinya tumbuh menjadi pohon Natal yang sempurna bentuknya," ujarnya menjelaskan. "Ketika aku membeli tempat ini tiga tahun yang lalu, kusangka aku tinggal menanamkan saja pohon-pohon yang masih kecil, lalu menunggu sampai semuanya sudah besar. Ternyata urusannya tidak cuma sampai di situ saja. Pohon-pohon itu perlu diairi, tumbuhan liar harus dibasmi, dan dahan-dahan perlu dipangkas agar tumbuh rapi. Kita perhatikan sebatang pohon pinus, dan kita bayangkan bentuk pohon Natal yang seharusnya - indah, berbentuk kerucut, lebar di bagian bawah lalu makin ke atas makin langsing. Setelah mengira-ngira arah sebentar, parang kita tebaskan begini -"

Mata parang berkelebat teriring bunyi berdesau, ketika lengan Paman Harry melakukan gerakan menebas miring ke bawah. "Semua yang tidak sesuai dengan gambaran kita tentang bentuk yang indah, kita tebas! Tapi hati-hati, karena jika salah tebas bisa-bisa kaki kalian sendiri yang tersambar mata parang. Aku selalu memangkas pada waktu musim panas. Lalu sewaktu pohon-pohon ku sudah siap untuk dipanen bulan November sementara itu sudah tumbuh ranting-ranting baru yang menutupi bekas- bekas tebasan, dan pohon sudah rimbun kembali. Bagaimana - sudah mengerti?"

"Beres," kata Pete.

­Dengan hati-hati Paman Harry mengembalikan parang ke tempatnya. Setelah itu ia menunjuk ke arah sebuah mobil tua yang berdebu, di bagian belakang bangunan itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kapan-kapan aku akan membangun gudang baru, " katanya, "dan selain itu, aku juga perlu berbuat sesuatu dengan mobil itu."

Jupe menghampiri mobil yang memakai ban mati itu, lalu memandang ke dalam lewat jendela yang kacanya terbuka separuh. Dilihatnya tempat duduk di dalam kendaraan itu dilapisi dengan kulit berwarna hitam yang sudah retak-retak. Sedang lantainya terbuat dari kayu tanpa pelapis.

"Ford model T, ya?" katanya.

"Betul," jawab Paman Harry. "Aku mendapatnya sebagai semacam hadiah, ketika membeli tempat ini. Waktu itu tempatnya sudah di situ, setengah tertimbun jerami. Aku masih sempat menyingkirkan jeraminya, tapi sesudah itu terpaksa membiarkannya begitu saja, karena terlalu sibuk dengan berbagai urusan. Tapi jika nanti sudah sempat, aku akan memugarnya. Mobil model T sekarang ini dicari-cari para penggemar mobil kuno."

Allie muncul di ambang pintu.

"Wesley Thurgood datang," katanya memberi tahu.

"Oke, Allie. Kau jangan macam-macam nanti ya," kata pamannya mengingatkan. '

Allie diam saja. Anak-anak yang lain mendengar langkah orang datang di luar, disusul suara seseorang.

"Mr. Osborne?" seru orang itu.

"Aku di sini," balas Paman Harry.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Seorang pria berumur empat puluhan, berbadan kurus, dan berambut pirang bergelombang masuk ke dalam gudang. Ia mengenakan celana jeans yang kaku karena masih sangat baru. Sepatu larsnya kemilau, sedikit pun belum nampak bagian yang lecet. Kemeja koboinya kelihatan seperti baru siang itu dikeluarkan dari dos pengemas. Jupiter memperhatikan orang itu bersalaman dengan Paman Harry, lalu mendengarkan kata-katanya yang meminta maaf atas perbuatan lancang anjing penjaganya. Kesan yang didapat Jupiter ialah, bahwa paling tidak satu tuduhan Allie terhadap Wesley Thurgood memang beralasan. Orang itu memang menimbulkan kesan seperti seseorang yang sedang bersandiwara. Seperti aktor yang berdandan khusus untuk suatu peranan tertentu. Tapi apabila dipikir lebih lanjut, apa lagi yang cocok dipakai di lingkungan seperti Twin Lakes, kalau bukan celana jeans, sepatu Lars dan kemeja koboi? Dan jika Wesley Thurgood tidak memiliki jeans yang sudah usang, kan sudah sewajarnya jika ia membeli yang baru?

"Anjing itu sudah kurantai," kata Thurgood. "Ia takkan datang mengganggu Anda lagi."

"Sebetulnya tidak apa-apa," kata Paman Harry, "selama ia tidak menyambar ayam! Dan kurasa itu takkan bisa dilakukannya, selama Magdalena masih ada."

Setelah itu Paman Harry memperkenalkannya pada Jupe dan kedua rekannya, Allie bersikap, seolah-olah Wesley Thurgood tidak ada di situ.

Pria itu melirik ke arah gadis remaja itu. Untuk sesaat sinar matanya yang biru cerah berubah, nampak tajam menusuk. Tapi hanya sesaat saja, setelah itu ia berbuat seolah-olah tidak melihat Allie. Perhatiannya terarah pada mobil antik.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Wah, mobil itu barang yang cukup langka," katanya

"Aku baru saja mengatakan pada anak-anak ini, kapan-kapan aku akan memugarnya," kata Paman Harry.

Wesley Thurgood menghampiri kendaraan kuno itu, lalu menyentuhnya. Tiba-tiba Pete tersentak seperti teringat pada sesuatu.

"Wesley Thurgood!" katanya. "Dari tadi aku merasa sudah pernah mendengar nama itu!"

"Bagaimana?" kata Thurgood.

"Ayah saya bekerja sebagai spesialis efek khusus, untuk film," kata Pete menjelaskan. "Beberapa waktu yang lalu, sewaktu kami di rumah sedang makan malam, ia menyebut nama Anda, Mr. Thurgood. Kata Ayah, bagian properti di studionya memerlukan sebuah Reo kuno untuk salah satu film yang sedang mereka buat, dan mobil itu kemudian mereka peroleh dari Anda. Anda penggemar mobil-mobil kuno."

­"O ya? Ya, ya, itu memang benar," kata Thurgood.

"Ayah juga bercerita tentang koleksi mobil kuno Anda," sambung Pete. "Katanya, Anda mempunyai bengkel khusus di mana mobil-mobil itu disimpan, lengkap dengan seorang montir yang kerjanya tidak lain daripada mengurus mobil-mobil itu, supaya selalu berada dalam keadaan mulus."

"Ya, memang," kata Thurgood. "Kenapa tidak? Mobil-mobil seperti itu, sekarang mana yang masih dibuat?"

"Kalau tidak salah, mobil Silver Cloud milik Anda kan yang dipakai dalam film The Fortune Hunters?" tanya Pete.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Silver Cloud? Ya, memang. Aku memang pernah meminjamkannya pada

salah satu studio film

beberapa waktu yang lalu."

"Silver Cloud?" ujar Paman Harry dengan nada kagum. "Wah, dibandingkan dengan itu, model T-ku ini sama sekali tak berarti."

"Aku mulainya juga kecil-kecilan," kata Thurgood. "Tapi nanti jika sudah ketagihan, ada kemungkinan Anda tahu-tahu sudah mulai mencari-cari mobil kuno yang lain. Gudang ini perlu diperbesar. "

"Maksud Anda, aku perlu membangun gudang yang baru," kata Paman Harry. Kedua pria itu kemudian keluar, sementara Paman Harry asyik menceritakan berbagai hal yang hendak dilakukannya dengan perkebunannya.

­"Bagaimana," kata Allie, ketika kedua pria itu sudah tidak kelihatan lagi, "pernahkah kalian melihat orang seculas dia?"

"Pakaiannya memang masih baru," kata Pete. "Tapi apakah itu dilarang? Nama Wesley Thurgood tidak berarti apa-apa bagiku, sampai ia menunjukkan minatnya pada model T ini. Ayahku banyak bercerita tentang dia serta koleksi mobil kunonya. Uangnya banyak sekali. Hidupnya mirip pertapa - tinggalnya di sebuah gedung besar di Mandelville Canyon, yang dikelilingi tembok kokoh setinggi tiga meter,"

Jupiter mendeham.

"Tapi bukan dia yang meminjamkan mobil Silver Cloud yang dipakai dalam film The Fortune Hunters," kata Jupiter dengan gayanya yang agak sok, seperti biasanya jika menyampaikan informasi. "Dalam majalah Film Fun ada artikel tentang mobil itu. Pemiliknya bukan Thurgood, melainkan Jonathan Carrington, seorang pemilik modal. Lalu, film The

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Fortune Hunters juga bukan baru dibuat belakangan ini, melainkan sudah beberapa tahun beredar."

Tidak ada yang membantah keterangan Jupiter, yang selalu membanggakan pengetahuannya tentang film dan teater. Tapi Allie berseru puas.

"Nah, apa kataku? Dia bohong! Orangnya memang culas!"

Jupiter tersenyum.

"Belum tentu harus begitu, Allie. Kau lagi-lagi terlalu cepat menarik kesimpulan. Wesley Thurgood itu orang yang kaya-raya, dan jika mobil antiknya segudang dan dirawat khusus oleh seorang montir yang dipekerjakan untuk melakukan tugas itu, maka masuk akal jika ia tidak begitu tahu tentang soal-soal sepele. Bisa saja ia memang tidak ingat pernah-tidaknya meminjamkan sebuah mobil tertentu pada suatu perusahaan film, pada suatu waktu tertentu. Kurasa urusan seperti itu pasti ditangani salah seorang pegawainya, lalu montirnya yang mengantarkan mobil itu ke studio."

"Hah!" tukas Allie, karena rupanya ia tidak tahu lagi apa yang masih bisa dikatakannya.

Suasana di dalam gudang menjadi agak kaku. Untung tak lama kemudian terdengar suara Magdalena memanggil-manggil mereka, menyuruh makan.

­Bab 4 TEMBAKAN DALAM GELAP

"TAMBAH lagi kue arbeinya, ya?" kata Magdalena menawarkan dari tempatnya di ujung meja panjang dalam dapur yang luas itu. Saat itu

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupe baru saja menyuapkan remah-remah terakhir dari hidangan penutup itu.

"Wah, terima kasih," kata Jupe sambil menggeleng. "Kuenya enak sekali, tapi aku sedang berusaha menurunkan berat badan."

Kening Magdalena berkerut.

"Anak muda zaman sekarang ini payah - selalu saja takut menjadi gemuk. Lihat saja Allie! Makannya seperti burung, sehingga kurus seperti ranting. Musim panas sekarang ini aku hendak membuatnya montok, seperti burung dara."

"Anda sudah ketinggalan zaman, Magdalena," kata Allie. "Menurut Ikatan Dokter Amerika, kurus itu justru yang bagus. Itu perlu dicamkan Baby Fatso ini," katanya sambil menganggukkan kepala ke arah Jupiter.

Wajah remaja bertubuh gempal itu langsung merah. Ia paling tidak suka diingatkan pada masa kecilnya, sewaktu ia masih main film. Waktu itu ia memang benar-benar gemuk. Julukannya Baby Fatso.

­"Aku tidak pernah lupa diet," kata Jupe.

"Jika kau tidak sedang makan, maksudmu," kata Allie sambil berdiri, lalu pergi membawa perabot makannya ke tempat cuci piring.

"Kau benar-benar brengsek sebagai nyonya rumah, Allie," ujar paman gadis remaja itu. "Coba kau masih lebih kecil, pasti sudah kupukul pantatmu."

Allie tidak menjawab. Ia menyabun piring-piringnya, yang kemudian dimasukkannya ke dalam air pembilas.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Magdalena berdiri, hendak meninggalkan meja makan."

"Sana, mengobrol dengan kawan-kawa­mu," katanya pada Allie. "Biar aku yang mencucinya."

"Kami juga bisa membantu, Magdalena," kata Bob menawarkan

"Jangan, jangan! Aku tidak suka jika di dapurku banyak orang. Kecuali itu kan ada air pembilas. Air itu yang membersihkan."

Paman Harry, Allie, dan ketiga anak lainnya pergi ke ruang duduk. Di situ Paman H.arry langsung tertidur di depan pesawat TV. Tidak lama kemudian Jupe, Bob, dan Pete mulai menguap.

"Dasar pengantuk!" ejek Allie. "Padahal pukul sembilan saja belum!"'

"Kami tadi pagi pukul lima sudah bangun," kata Bob.

"Aku juga," tukas Allie. "He-bagaimana jika kuambil papan catur, lalu "

­"Terima kasih, tapi tidak sajalah," kata Jupe memotong. "Menurut pengukur waktuku yang resmi, yang ada di dalam kepalaku, sekarang ini pukul setengah sebelas. Aku mau tidur."

"Aku juga." Pete melangkah ke tangga.

"Perusak suasana!" ejek Allie.

"Anak itu kadang-kadang menyebalkan," keluh Pete, ketika ia bersama kedua temannya sudah hendak masuk ke tempat tidur di tingkat atas. "Seakan-akan tidak kenal yang namanya capek."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupe merebahkan diri di tempat tidur, lalu mengalasi kepala dengan kedua tangannya. "Tentang itu, aku tidak begitu yakin," katanya.

"Coba dengar!"

Bob dan Pete memasang telinga. Suara samar dari pesawat TV yang selama itu terdengar, tiba-tiba lenyap. Rupanya ada yang mematikan. Sesaat kemudian terdengar suara Paman Harry, bernada mengantuk. Selanjutnya ada bunyi pintu ditutup serta air mengucur. Lalu ada pintu lain yang ditutup pula,

"Allie juga pergi tidur," kata Jupe.

Ia memiringkan tubuh, lalu memadamkan lampu yang terdapat di atas meja kecil di sebelah tempat tidur. Ruangan gelap, karena hanya diterangi sinar bulan yang masuk lewat jendela-jendela yang terbuka. Cahayanya di lantai berbentuk persegi empat yang pudar.

Jupiter memejamkan mata. Detik berikutnya ia sudah terlelap. Tidurnya nyenyak, sedikit pun tak bergerak. Tiba-tiba ia tergugah oleh bunyi sesuatu yang datang dari luar. Bunyi derum samar yang menggema, bergulung-gulung, dan akhirnya lenyap lagi.

Jupe langsung siaga. Ia duduk dengan cepat sambil memusatkan perhatian, menunggu kalau-kalau bunyi itu terulang.

Pete mengerang di tempat tidurnya.

"Magdalena," katanya dengan suara tidak jelas. "Menembak anjing itu lagi."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Bukan." Jupe meninggalkan tempat tidurnya, pergi ke jendela. "Bunyinya memang seperti tembakan, tapi tadi itu bukan Magdalena. Terlalu jauh."

Jupiter memandang ke luar, ke arah kebun Pinus yang terbentang luas diterangi sinar bulan. Di sisi kanan nampak rumah Mrs. Macomber, serta rumah-rumah kosong tak berpenghuni milik wanita itu. Pada arah lurus ke depan nampak jelas tanah milik Wesley Thurgood di lereng yang menanjak. Sebuah truk kecil berbentuk kotak diparkir dekat tempat masuk ke dalam tambang:

Bayangan sesuatu kelihatan bergerak-gerak di samping pondok yang dihuni Thurgood. Anjing penjaganya mondar-mandir dengan gelisah di ujung rantai pengikatnya. Binatang itu mendongak, lalu melolong.

Ada lampu dinyalakan di rumah kecil di seberang jalan, di depan pintu pagar tanah milik Paman Harry. Pintu depan rumah itu terbuka, dan Jupe melihat Mrs. Macomber keluar, dengan mengenakan kimono. Wanita itu berdiri di beranda rumahnya, sambil memandang ke arah rumah Thurgood yang letaknya di tempat yang lebih tinggi.

Terdengar suara orang berbicara, di ruang duduk di tingkat bawah. Paman Harry rupanya juga bangun, begitu pula Magdalena.

"Bukan saya," Anak-anak yang masih tetap berada di tingkat atas mendengar suara Magdalena mengucapkan kata-kata itu. "Bukan saya yang menembakkan senapan."

Langkah kaki tak beralas terdengar bergegas menaiki tangga, disusul bunyi pintu kamar tidur digedor-gedor.

"He, kalian juga mendengar itu tadi?" Ternyata Allie yang datang,

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupe dan kedua temannya keluar dari kamar tidur mereka, menuju serambi tangga sebelah atas. Allie berlutut di belakang jendela yang ada di situ, sambil menopangkan siku ke ambangnya. "Tadi itu Thurgood!" bisik gadis remaja itu. "Aku yakin, bunyi tembakan itu datang dari tempat tinggal Thurgood. Lalu itu -lihatlah!"

Pete menghampiri jendela tempat Allie masih berlutut.

"Ada apa?" katanya dengan nada bertanya.

Allie menuding ke seberang jalan, ke arah rumah Mrs. Macomber. Wanita yang selama itu berdiri di beranda kini membalikkan tubuh, masuk lagi ke rumah lalu menutup pintu.

"Bunyi tadi membangunkan Mrs. Macomber," kata Allie menjelaskan maksudnya. "Anjing penjaga yang di sana juga terbangun karenanya. Ia menggonggong. Dan kita pun ikut terbangun.

Tapi Thurgood tidak! Atau setidak-tidaknya, ia tidak lantas menyalakan lampu lalu pergi ke luar untuk menyuruh anjingnya diam. Aku berani bertaruh, pasti dia tadi yang menembak!"

"Allie!" Harrison Osborne berseru dari bawah. "Apa yang kaulakukan di situ?"

"Cuma memandang apa yang bisa kulihat," balas Allie berseru pula. Ia berdiri, lalu pergi ke ujung atas tangga. "Paman Harry, aku yakin bahwa yang menembak tadi pasti Wesley Thurgood. "

"Aduh, Allie," keluh paman gadis itu dengan suara lesu, "lama-lama kau bisa sinting sendiri karena ketidaksenanganmu pada Thurgood. Mungkin saja yang menembak itu orang lain, yang sedang berburu kelinci, atau coyote."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Orang lain itu siapa?" tanya Allie menukas. "Dari sini aku bisa melihat dengan leluasa sampai ke bukit-bukit. Aku tidak melihat siapa-siapa di luar. Kecuali itu, jika memang ada coyote berkeliaran, masakan tidak mencoba menyambar ayam kita?"

"Tidak, jika sebelumnya sudah ada yang menembaknya," kata Paman Harry. "Kau turun saja lagi sekarang lalu masuk ke tempat tidur. Biarkan anak-anak itu tidur."

­Sambil mengumpat pelan Allie berdiri. Ia sudah mulai menuruni tangga, ketika tiba-tiba Jupe memanggilnya kembali ke jendela.

Ternyata sementara itu Thurgood muncul di tempat terbuka yang terdapat dekat pondoknya. Ia mengepit senapan buru. Anak-anak melihat orang itu memandang ke arah perbukitan di seberang jalan yang melintas di depan tempat tinggalnya.

Kemudian Thurgood mengangkat senapannya, membidik sebentar, lalu menembak.

Bunyi tembakan sekali lagi memecah kesunyian malam. Sekali lagi anjing penjaga melolong. Thurgood menghampiri binatang itu, lalu menepuk- nepuk kepalanya. Anjing itu diam, dan Thurgood masuk ke dalam pondoknya.

"Tentang satu hal kau benar, Allie," kata Pete. "Ternyata tadi itu memang Thurgood."

"Dan kelihatannya pamanmu juga benar tentang hal yang lain," kata Bob menambahkan. "Rupanya yang ditembak memang coyote."

Allie mendengus dengan kesal, lalu bergegas menuruni tangga

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Allie rupanya benar-benar tidak suka pada Thurgood," kata Bob sambil berjalan dengan gontai kembali ke kamar tidur. "Tidak peduli apa yang dilakukan orang itu, Allie pasti akan langsung curiga."

Jupiter naik kembali ke tempat tidur.

"Jika aku punya tambang, rasanya mendingan Allie Jamison kuajak saja melihat-lihat di dalamnya, supaya ia bisa melampiaskan rasa ingin tahunya," katanya. "Itu lebih gampang, daripada dimusuhi olehnya."

Bob dan Pete merebahkan diri ke tempat tidur masing-masing. Dan beberapa menit kemudian, Jupe menarik kesimpulan bahwa keduanya pasti sudah tidur nyenyak, kalau ditilik dari bunyi napas mereka yang teratur. Jupiter berbaring dengan mata nyalang dalam ruangan yang gelap. Didengarkannya desau angin malam menggoyangkan pohon-pohon pinus.

Tiba-tiba Jupe duduk dengan cepat.

'"Di manakah Thurgood ketika pertama kali menembak?" katanya dengan lantang.

Pete menggumam dalam tidurnya sambit membalikkan badan.

"A

apa?" kata Bob tergagap.

"Di manakah Thurgood sewaktu ia pertama kali menembak?"

"Tembakan yang pertama?" kata Pete, yang sementara itu juga terbangun. "Di dalam rumah mestinya."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Lalu kau melihat dia keluar?" tanya Jupe. "Kau melihatnya pergi ke pekarangan, sebelum melepaskan tembakan yang kedua kalinya?"

"Rasanya tidak, karena saat itu aku sedang memandang ke arah Allie."

"Aku juga," kata Jupe. "Bob, kau melihat dari mana Thurgood muncul sebelum ia sekali lagi menembak?"

"Tidak, aku tidak melihatnya," kata Bob.

"Kalau begitu, ia bisa saja muncul dari tempat yang mana saja," kata Jupiter menarik kesimpulan. "Kurasa sebelum itu ia tidak berada di dalam rumahnya. Bunyi tembakan pertama kedengarannya sangat samar, sehingga aku bahkan tidak yakin apakah itu memang bunyi tembakan. Sedang yang kedua lebih jelas, dan kedengarannya lebih dekat. Kurasa Thurgood berada di dalam tambang ketika melepaskan tembakan yang pertama."

"Kalau memang begitu, lantas kenapa?" tanya Pete.

"Mungkin tidak apa-apa," kata Jupe, "cuma kurasa tadi sama sekali tidak ada coyote. Kalau ada, anjing penjaganya pasti sudah ribut menggonggong, dan suaranya itu kita dengar. Sedang binatang itu baru bersuara setelah ada tembakan. Bagaimana jika Thurgood tadi menembak sesuatu di dalam tambang, lalu kemudian baru mengetahui ketika keluar dari situ bahwa bunyi tembakannya menyebabkan para tetangga terbangun? Jika ia tidak ingin orang lain tahu bahwa ia menembak di dalam tambang -apakah yang akan dilakukannya?"

Pete dan Bob tidak menjawab.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tidakkah ia lantas menembak sekali lagi, sambil berdiri di tempat terbuka?" tanya Jupe. "Tidakkah ia lantas berbuat seolah-olah sedang menembak coyote yang berkeliaran di dekat rumahnya?"

"Kau rupanya sudah ketularan Allie," kata Bob.

­"Mungkin," kata Jupe mengaku, "tapi mungkin juga memang ada sesuatu yang aneh pada diri Mr. Thurgood. Mungkin saja Allie benar-benar menemukan suatu kasus!"

­Bab 5 TAMBANG TERLARANG

KETIKA Jupe bangun keesokan paginya dan melihat sinar matahari yang cerah di luar, kecurigaan malam sebelumnya terasa konyol. Setelah berpakaian ia pergi ke dapur di tingkat bawah, di mana Pete dan Bob sudah mendahului sarapan pagi.

Paman Harry duduk di kepala meja, sementara Magdalena sibuk di depan kompor, menuangkan adonan kue dadar ke wajan ceper.

Pete melambai sekilas, memberi salam.

"Allie sudah pergi berkuda, dan kami baru saja hendak ke atas untuk membangunkan kamu," katanya pada Jupe. "Hari ini kita akan mulai beraksi dengan parang."

"Ada juga selingan, sekali-sekali," kata Jupe mengomentari.

"Selingan apa?" tanya Paman Harry.

"Dari mengusung-usung barang bekas, di The Jones Salvage Yard," kata Jupiter.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Moga-moga kalian menyukainya." Paman Harry tersenyum. "Aku sendiri senang mengerjakannya. Kreatif rasanya, jika membayangkan sedang membentuk pohon yang akan menjadi pohon Natal. Tapi pada hari pertama ini, kalian jangan terlalu memaksakan diri bekerja. Sekitar satu jam saja sudah cukup, lalu beristirahat."

Selesai sarapan, Paman Harry mengambilkan tiga bilah parang dari persediaannya yang digantungkan di atas meja kerja di gudang. Setelah itu diajaknya ketiga remaja itu ke bagian kebun yang terletak antara rumah dan jalan di depan, lalu ditunjukkannya cara memangkas pohon pinus untuk dijadikan pohon Natal. Dengan gesit diayunkannya parang dengan gerakan miring, memotong dahan-dahan yang tidak rapi tumbuhnya.

"Tapi jangan terlalu dekat ke batangnya,"katanya mengingatkan. "Dan jangan ayunkan parang terlalu dekat ke tubuh. Gerakan kalian harus selalu miring ke samping. Aku tidak ingin terjadi kecelakaan."

Kemudian Jupe, Bob, dan Pete mencoba memangkas, dengan diawasi Paman Harry. Setelah merasa yakin bahwa ketiga remaja itu benar- benar mampu, Paman Harry membiarkan mereka bekerja sendiri. Ia masuk lagi ke rumah, dan beberapa menit kemudian pergi dengan mobilnya, bersama Magdalena.

Anak-anak bekerja tanpa bicara, sampai terdengar derap kaki kuda Appaloosa milik Allie di kebun pinus yang terbentang antara jalan masuk dan tanah milik Wesley Thurgood. Mereka menoleh ke arah bunyi itu, memperhatikan Allie yang mengarahkan kudanya masuk ke tempat merumput. Ia menurunkan pelana dari kuda itu, kemudian mengeringkan keringatnya dengan segenggam jerami. Setelah itu Allie masuk ke rumah.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Tidak lama kemudian anak-anak mendengar bunyi mesin mobil dihidupkan. Mereka menoleh ke arah gudang.

"Astaga!" seru Pete. "Apa lagi yang akan terjadi sekarang?"

Ternyata Allie naik ke kabin mobil pick-up pamannya, dan duduk di belakang kemudi. Terdengar bunyi persneling dimasukkan dengan kasar. Sesaat kemudian kendaraan pengangkut itu sudah bergerak terhuyung- huyung ke arah luar.

"Kau sinting, Allie!" seru Pete. "Mau apa kau?"

Allie menginjak rem, ketika kendaraan yang dikemudikannya sampai di dekat anak-anak. Mesin mobil terbatuk-batuk, lalu mati.

"Jangan khawatir," ujar gadis itu dengan riang. "Aku boleh membawanya, asal jangan keluar dari pekarangan."

"Tapi kau masih terlalu muda!" ujar Bob.

"Kalau untuk mendapat SIM, memang," kata Allie. "Tapi karena kakiku bisa menginjak pedal gas dan rem, aku tidak terlalu muda untuk mengemudi."

Ia mencoba menghidupkan mesin pick-up itu lagi, tapi tidak berhasil.

"Kurasa aku masih perlu lebih banyak berlatih," katanya.

"Pamanmu tahu perbuatanmu ini?" tanya Pete.

"Tentu saja," kata Allie. "Menurut dia, anak-anak perempuan perlu tahu segala-galanya yang bisa dilakukan anak laki-laki."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ya, ya," kata Pete, "dan karena itulah kau menunggu sampai ia sudah pergi, bersama Magdalena. "

Allie menjulurkan badannya ke luar. Matanya berkilat-kilat bandel.

"Mereka pergi berbelanja, dan baru nanti kembali. Sedang Wesley Thurgood juga sedang tidak ada di rumah. Anjing penjaganya dirantai."

"Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu," kata Pete. "Kau berniat menjelajahi tambang itu. Lakukan saja sendiri!"

Jupe merenung, sambil menimang-nimang parang. Ia teringat pada bunyi tembakan malam sebelumnya - bunyinya samar, seakan-akan datang dari sebuah terowongan di lereng bukit.

"Kalian ini benar-benar payah," ejek Allie. "Baiklah! Tetap sajalah di situ, dan lupakan urusan misteri." Sekali lagi dicobanya menyalakan mesin mobil, dan sekali ini berhasil.

"Tunggu! Aku ikut!" seru Jupe.

"Bagus!" Allie tertawa. "Dan bawa parangmu. Jika Thurgood nanti tahu- tahu pulang, kita cepat-cepat lari ke mobil, lalu pura-pura sibuk memangkas di bagian kebun yang berdekatan dengan tanahnya. Nah - bagaimana dengan kau, Pete? Dan kau, Bob?"

Pete memandang Jupe dengan sangsi. Anggota Trio Detektif yang paling jangkung dan berpotongan sigap itu gemar menghadapi petualangan yang memerlukan tenaga jasmani. Tapi ia paling tidak suka mencari-cari perkara. Sedang Jupe sebaliknya: ia paling tidak bisa menahan diri kalau tahu ada misteri yang bisa diselidiki, tidak peduli betapa sepele atau besar bahaya yang mungkin timbul. Dan begitu ia sudah memutuskan untuk bertindak, tidak ada lagi yang bisa menghalang-halangi. Akhirnya

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Pete mengangkat bahu, lalu masuk ke mobil dan duduk di sebelah Allie. Bob yang juga menyadari bahwa Jupiter pasti hendak melacak sesuatu, menyusul Pete dan naik ke bak belakang.

Sekali lagi Allie menghidupkan mesin mobil, yang setelah itu dikemudikannya melalui jalan tanah yang benjol-benjol permukaannya, karena hanya diratakan dengan buldoser-melintasi perkebunan milik Harrison Osborne.

"Mobil ini asyik," kata Allie dengan gembira. Ia sibuk sekali berusaha menguasai kendaraan itu, sehingga seluruh bagian tubuhnya seakan-akan ikut bergerak-gerak. Ia harus menjulurkan badannya ke bawah setiap kali kakinya menginjak pedal kopling, dan ia harus mendorong dengan sekuat tenaga untuk menggerakkan tongkat persneling.

Tangannya berkelebat menyentuh sebuah tuas yang terdapat di sebelah tongkat persneling. "Ini gunanya supaya mesin memutar keempat roda sekaligus, apabila kita hendak mendaki lereng yang curam," katanya menjelaskan. "Kecuali itu, di depan ada lir (semacam derek), apabila kita terperosok dalam lumpur atau masuk ke selokan. Untuk maju, kita punya empat persneling. Pada tombol tongkatnya ini ada gambar untuk menunjukkan posisi-posisinya. Untuk persneling satu tongkat didorong ke sini, lalu ditarik ke arah kita kalau mau dimasukkan ke gigi dua, dan "

Dan "

dalam keadaan utuh!" kata Pete cepat-cepat, sementara mobil itu maju

dengan gerakan terantuk-antuk

mudah-mudahan kita nanti bisa mengembalikannya ke gudang

"Kau terlalu penakut," tukas Allie. Ia menghentikan pick-up itu di pinggir bagian kebun yang berbatasan dengan tanah milik Wesley Thurgood.

Jupe dan kedua temannya turun, lalu memandang berkeliling.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Lereng bukit nampak langsung mencuat ke atas, di tepi sebidang tanah gersang. Jalan masuk ke tambang kelihatan berupa lubang gelap dan menyeramkan di kaki lereng itu. Anak-anak masih bisa melihat beberapa meter ke dalam liang tambang di balik balok-balok penunjang yang membentuk kerangka jalan masuk. Pada dasar liang nampak pasir putih yang kering, bercampur dengan sedikit kerikil. Uang itu sendiri kelihatannya melandai ke arah bawah. Di sisi kanan tambang terdapat sebuah gubuk yang sudah reyot. Itulah tempat tinggal Wesley Thurgood.

"Reyot, ya?" kata Allie sambil menuding ke arah gubuk,

"Mungkin akan dibetulkannya juga, kapan-kapan," kata Bob mengomentari. "Sudah berapa lama ia tinggal di sini?"

­"Hampir sebulan," jawab Allie. "Ia datang hanya dengan membawa kasur gulung serta beberapa panci. Kurasa memang cuma itu saja barang-barangnya. Hidupnya di sini benar-benar seadanya saja. Bangunan besar yang di belakang pondoknya itu dulunya pabrik tambang ini. Ke situlah hasil galian dari dalam tambang dibawa, untuk dipisahkan kandungan peraknya."

Saat itu terdengar bunyi gemerincing rantai, disusul munculnya anjing penjaga dari balik pondok. Binatang itu ternyata tidak sebesar sangkaan Jupe dan kedua temannya, tapi walau begitu masih saja tetap sangat besar. Menurut taksiran Jupe, anjing itu mungkin blasteran anjing pemburu jenis Labrador dan anjing gembala Jerman. Binatang bertubuh besar itu menggeram ketika melihat Allie dan ketiga remaja temannya.

"Kau tahu pasti rantainya diikatkan pada sesuatu yang tidak gampang terlepas?" kata Pete.

Allie tertawa.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kau tak perlu takut," katanya. "Tadi ketika aku lewat di sini dengan Queenie, aku melemparkan sepotong ranting ke arahnya. Ia tidak bisa menyerang kita."

"Aku suka pada caramu mendekati anjing, Allie," kata Bob menyindir. "Bagaimana jika tadi tahu-tahu ia bisa lepas dari rantainya?"

"Ia takkan mampu mengejar, karena kan ada Queenie! Tidak ada anjing yang lebih cepat larinya daripada kuda kesayanganku," kata Allie dengan gaya mantap. Ia mengambil senter dari laci kabin pick-up. ''Yuk!''

Keempat remaja itu melintasi tanah yang gersang, menuju jalan masuk ke tambang. Anjing penjaga langsung ribut. melonjak-lonjak hendak membebaskan diri dari rantai yang mengikat, untuk menyergap mereka. Tapi Allie bersikap tak peduli. Ia terus berjalan, masuk ke dalam tambang, diikuti ketiga anggota Trio Detektif.

Setelah masuk sejauh beberapa meter, Allie menyalakan senter. Sinarnya menyusur dasar lorong yang agak condong ke bawah. Pada jarak-jarak tertentu terdapat lorong-lorong yang menjorok ke samping. Dinding lorong-lorong itu ditopang balok-balok berukuran sebesar bantalan rel kereta. Balok-balok melintang ikut menahan langit-langit yang berbatu.

Kecuali suara gonggongan anjing di luar yang masih terdengar, keadaan dalam tambang sunyi senyap. Tapi kesenyapan itu tidak damai. Samar- samar terasa ada ancaman yang melingkungi.

Allie beserta ketiga temannya melangkah lambat-lambat dan berhati- hati dalam terowongan utama yang dasarnya terdiri dari batu yang tidak rata.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupiter terus menatap jalur sinar senter yang bergerak-gerak menembus kegelapan yang menghadang di depan.

Sekitar lima puluh meter di dalam bukit, terowongan utama bercabang dua. Cabang yang satu mengarah ke kanan, sedang yang lainnya miring sedikit ke kiri. Anak-anak ragu sejenak.

­Kemudian Allie masuk ke lorong yang menuju ke kiri. Anak-anak yang lain mengikutinya. Sinar remang yang berasal dari jalan masuk, kini sudah tidak kelihatan lagi. Kalau tidak ada sinar senter, sekeliling mereka pasti gelap-gulita. Bunyi langkah anak-anak menggema dalam lorong itu.

"Di mana ya, tempat wanita itu jatuh?" kata Allie. "Maksudku, yang tewas dalam tambang ini."

la bergidik. Rupanya ia bisa juga merasa seram. (

"Sebentar, Allie," kata Jupe. Ia melihat sesuatu

di dasar lorong. ttCoba sorotkan sentermu seben-

tar kemari," katanya.

Allie mengarahkan sinar senternya ke suatu tumpukan batu dan kerikil, yang kelihatannya merupakan bagian dari dinding lorong yang runtuh. Ketika Jupe membungkuk untuk memungut sebutir batu, tahu-tahu Allie pergi menjauh, sehingga tempat itu gelap lagi.

"He!" seru Pete. "Kemarikan senter itu!"

Tapi Allie terus berjalan. Sinar senternya bergerak-gerak makin menjauh di dalam suatu lorong samping yang dimasuki gadis remaja itu.

Koleksi ebook inzomnia

"Allie!" seru Bob memanggil.

http://inzomnia.wapka.mobi

Tiba-tiba ada cahaya di dalam lorong, di belakang mereka. Cahaya itu sangat terang, seolah-olah memaku ketiga anggota Trio Detektif di tempat mereka berada.

"Sedang apa kalian di sini?" kata seseorang dengan nada marah. Anak- anak mengenali suaranya. Orang yang tahu-tahu muncul itu adalah Wesley Thurgood.

­"Wah, gawat!" keluh Pete.

Anak-anak mendengar bunyi senter terlepas dari tangan Allie, membentur batu. Terdengar bunyi kaca pecah.

Di ujung lorong samping yang dimasukinya, Allie menjerit. Ia menjerit, menjerit, dan terus menjerit.

­Bab 6 JEBAKAN MAUT

­"ALLIE! Kenapa kau?" seru Jupe dengan cemas.

Gadis remaja itu masih saja menjerit. Suaranya melengking, histeris.

"Sialan anak itu!" Thurgood bergegas melewati ketiga anggota Trio Detektif, masuk ke lorong samping. Ketiga remaja itu tersaruk-saruk menyusul, dengan berpedoman pada sinar senter orang itu.

Allie berdiri terpaku di pinggir sebuah lubang yang menganga di dasar lorong. Ia menatap ke bawah, ke dalam kegelapan yang menganga dekat kakinya. Lagi-lagi ia menjerit

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Jangan menjerit lagi!" Thurgood menyambar lengan gadis itu, lalu menariknya dari tepi lubang. Dengan tangan gemetar, Allie menunjuk ke arah lubang,

"D-d-di-s-situ!" ujarnya tergagap-gagap.

Anak-anak menghampiri pinggiran lubang dengan berhati-hati. Thurgood menyorotkan senternya ke bawah. Lubang itu tidak begitu dalam - hanya sekitar tiga sampai empat meter dalamnya - tetapi dindingnya tegak lurus.

Di dasar lubang itu ada sesuatu, yang kelihatannya merupakan tumpukan pakaian. Tapi dengan diterangi sinar senter, anak-anak mengenali sesuatu yang dulunya merupakan tangan. Tangan manusia. Sedang pakaian yang teronggok, ternyata bukan hanya pakaian saja, Ada badan manusia di dalamnya. Badan yang tergeletak dengan sikap aneh di atas batu dasar lubang. Anak-anak melihat mata yang tinggal rongganya saja, serta segumpal rambut kusut dan berdebu.

"Mati!" jerit Allie. "Orang itu

"Diam!" bentak Thurgood.

Allie terteguk, lalu diam.

orang itu mati! Sudah mati!"

"Sekarang keluar!" bentak Thurgood lagi. "Semua!"

Jupiter dan Bob menyambar lengan Allie, lalu menariknya kembali ke terowongan utama dan dari situ langsung keluar, diikuti oleh Pete yang tersandung-sandung di belakang mereka, serta Thurgood yang menggiring dengan senternya.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Anjing penjaga menggonggong, Tapi suaranya seperti tidak benar-benar ada, menurut perasaan Jupe saat itu. Seolah-olah merupakan bagian dari mimpi buruk. Dalam pikirannya, Jupe masih tetap melihat onggokan pakaian dalam lubang di ujung lorong tadi. Masih tetap terbayang kepala dengan rongga mata yang tidak melihat lagi, serta tangan kurus terbalut kulit yang sudah kering.

"Ayo pulang sekarang!" kata Thurgood. "Semuanya pulang, dan tetap tinggal di sana. Jika kupergoki lagi kalian di dalam tambangku, kupatahkan batang leher kalian nanti!'

­Wesley Thurgood masuk ke pondoknya Pintu ditutupnya dengan kasar. Allie beserta ketiga temannya pergi lambat-lambat, melewati mobil Chevrolet Suburban berwarna merah mengkilat, milik Thurgood yang kini diparkir dekat tambang, melewati mobil pick-up Paman Harry yang tadi mereka tinggalkan di kebun.

Ketika keempat remaja itu sampai di rumah, air muka Allie sudah tidak pucat lagi.

"Kita beri tahu Sheriff," katanya. "Thurgood itu - sudah kusangka ada sesuatu yang tidak beres dengan dia!"

"Kurasa pasti sementara ini ia sudah menelepon polisi," kata Jupe. "Dan kurasa sebaiknya kau jangan menuduh-nuduh dia."

"Kenapa jangan?" kata Allie. "Kan ada orang mati di dalam tambangnya!"

"Dan saat ini kita sama sekali tidak tahu, bagaimana orang mati itu sampai bisa ada di situ, " kata Jupe menegaskan.

Tidak lama kemudian nampak debu mengepul di jalan yang menuju ke kota. Sedetik kemudian sebuah mobil sedan berwarna coklat lewat

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

dengan laju. Di pintunya terpampang tulisan 'Sheriff’. Anak-anak sempat melihat pengemudinya sekilas, seorang pria bertubuh besar memakai topi bertepi lebar, seperti yang biasa dipakai koboi!

Mobil itu membelok ke arah pondok tempat kediaman Thurgood, lalu berhenti.

Jupe tersenyum.

"Nah, apa kataku tadi?" katanya pada Allie.

­Allie membalas senyumnya, tapi dengan tepi mulut ditarik ke bawah.

"Aku ingin tahu, apa yang akan dikatakan Thurgood pada Sheriff," katanya.

"Dan kau, apa yang akan kaukatakan pada pamanmu?" ujar Jupe sambil menggerakkan kepala ke arah jalan, di mana nampak mobil besar milik Paman Harry datang mendekat. Paman Harry dan Magdalena duduk di depan. Paman Harry membelokkan kendaraannya memasuki pekarangan, Jupe melihat bahwa wajah paman Allie itu serius.

"Allie!" seru Paman Harry. Mobilnya dihentikan di jalan masuk. Paman Harry menjulurkan kepalanya ke luar. "Sheriff Tait tadi melewati kami di jalan. Apa yang terjadi?"

"Ada mayat di tambang Thurgood," kata Allie dengan wajah puas.

"Mayat? Dalam tambang?"

Allie mengangguk.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Madre de Dios!" Magdalena turun dari mobil. "Bunda Maria-Allie, dari mana kau tahu?"

Pertanyaan itu menimbulkan kesunyian yang tidak enak. Harrison Osborne memandang keponakannya.

"Kau tadi masuk lagi ke tambang itu, Allie?"

Jupiter maju selangkah.

"Ya kami semua tadi ke sana, Mr. Osborne. Saya ingin tahu tentang tembakan-tembakan yang tadi malam, dan "

"Aku sama sekali tidak ingin mendengar penjelasan!" kata Paman Harry memotong "Sekarang kalian semua masuk ke rumah dan jangan keluar lagi, mengerti?"

Sambil marah-marah Paman Harry pergi melintasi kebun, menuju ke tanah milik Wesley Thurgood. Di tengah jalan ia disusul Mrs. Macomber yang keluar dari rumahnya ketika mobil Sheriff tadi lewat.

Anak-anak berpindah-pindah dari jendela yang satu ke jendela lainnya di tingkat dua rumah Paman Harry, berusaha melihat kalau-kalau terjadi sesuatu yang menarik. Beberapa waktu kemudian sebuah mobil ambulans masuk ke tanah milik Thurgood, lalu bergerak mundur sampai di depan jalan masuk ke tambang. Setelah lewat waktu satu jam, barulah kendaraan itu pergi lagi, menuju ke kota. Sementara itu beberapa mobil lain berdatangan. Satu di antaranya mobil Patroli Jalan Raya. Pukul tiga Harrison Osborne pulang, membawa mobil pick-up-nya.

"Nah?" kata Allie menyambut kedatangan pamannya. "Bagaimana, Thurgood ditangkap?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tentu saja tidak," kata Paman Harry. "Kenapa ia harus ditangkap? Orang yang tergeletak di dalam tambang itu, sudah lama mati. Oleh pihak yang berwajib akan dilakukan pemeriksaan terhadap mayatnya, tapi kelihatannya orang itu masuk ke sana sekian tahun yang lewat. Ia mati karena batang lehernya patah, sewaktu jatuh ke dalam lubang itu. Thurgood sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan kejadian itu, yang mestinya terjadi sebelum jalan masuk ke dalam tambang ditutup."

"Itu lima tahun yang lalu," kata Magdalena, yang muncul dari dapur. "Kasihan-terkapar di situ selama lima tahun, tanpa ada yang mengetahui nasibnya."

"Saat itukah tambang ditutup?" tanya Pete. "Kukira sudah empat puluh tahun yang lalu."

"Kau benar, Pete," kata Magdalena, "tambangnya memang sudah sejak lama ditutup, tapi orang masih bisa masuk ke sana. Si - betul. lima tahun yang lalu - waktu itu sedang musim semi - jalan masuk ke tambang ditutup dengan terali besi. Aku masih ingat kejadiannya."

Jupe duduk di lantai, iseng melambung-lambungkan sebutir batu.

"Apa itu?" tanya Allie ingin tahu.

Jupe menangkap batu itu. "Aku memungutnya tadi pagi di dalam tambang, sebelum kau pergi lagi membawa senter."

Jupe membasahi salah satu jarinya dengan lidah, lalu digosoknya batu yang dipegangnya. Ia memandang Paman Harry. "Kata Anda, Jebakan Maut itu tambang perak yang sementara ini sudah habis kandungan peraknya," katanya. "Ada jugakah emas di situ?"

"Sepanjang pengetahuanku, tidak," jawab Paman Harry.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupe mengacungkan batu yang dipegangnya ke arah yang lebih terang.

­"Ada jalur kecil mengkilat pada batu ini," katanya. "Mungkin cuma sulfida besi saja, atau pirit - yang biasa disebut emas gadungan."

"Masa bodoh, apakah itu pirit atau bukan," kata Allie. "Yang ingin kuketahui adalah, kenapa Wesley Thurgood selama ini tidak melaporkan bahwa di dalam tambangnya ada mayat orang. Ketika kita masuk ke sana dan menemukannya, barulah ia terpaksa memanggil Sheriff. Maksudku, ketika kita sudah melihat mayat itu apa lagi yang bisa dilakukan olehnya kecuali melaporkan?"

Paman Harry sudah tidak sabar lagi.

"Wesley Thurgood tidak tahu-menahu bahwa di dalam tambangnya ada mayat," katanya. "Baru minggu lalu ia menyingkirkan terali besi yang selama ini menutup jalan masuk ke sana, dan sejak itu ia belum punya waktu untuk menjelajahi seluruh lorong dan liang yang ada di dalam. Sama sekali tidak ada alasan baginya untuk menyembunyikan mayat itu, Allie. Jika kau masih juga menuduh-nuduh orang seenakmu sendiri, aku terpaksa akan mengurungmu dalam gudang bawah tanah, dan menyungkup kepalamu dengan karung!"

Saat itu terdengar bunyi mobil datang diri berhenti di luar. Nampak Sheriff turun dari kendaraannya lalu naik ke beranda, menuju pintu depan. Magdalena sudah membukakannya, sebelum polisi itu sempat mengetuk. Paman Harry berdiri dengan segera. Tapi Sheriff memandang ke arah Allie. T atapannya galak.

­"Allie," katanya, "kau tahu apa sebabnya tambang itu dijuluki 'jebakan maut'?"

Koleksi ebook inzomnia

Allie mengangguk.

http://inzomnia.wapka.mobi

"Orang bisa mati jika terjebak di dalamnya, kan?"

Sekali lagi Allie mengangguk.

"Saya tahu, Sheriff Tait."

"Kalau kau berani masuk lagi ke sana, kau akan kutahan lalu kuseret ke gedung pengadilan. Kau akan ditahan terus di sana, sampai pamanmu datang untuk membebaskan dirimu. Peringatan ini juga berlaku untuk kalian bertiga," sambung Sheriff Tait sambil memandang Jupe, Bob, dan Pete.

Setelah itu ia duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat duduk Paman Harry.

"Anda berhasil mengetahui, siapa orang yang mati itu?" tanya Paman Harry.

Sheriff Tait mengangguk.

"Ya, kurasa itu sudah berhasil diketahui. Di kantung belakangnya ada dompet, berisi selembar kartu penduduk dengan alamat San Francisco. Kami lantas menelepon ke San Francisco, untuk menanyakan apakah polisi di sana pernah menerima laporan tentang lenyapnya seorang pria bernama Gilbert Morgan, yang mungkin hilang lima tahun silam, atau mungkin sudah lebih lama lagi. Ternyata memang ada laporan yang masuk mengenai orang itu. Pada bulan Januari, sedikit lebih dari lima tahun yang lalu, Gilbert Morgan-yang juga memakai nama George Milling, Glenn Mercer, dan George Martins, dibebaskan dari penjara San Quentin setelah menjalani enam tahun dari hukuman lima belas tahun karena melakukan perampokan bersenjata. Setelah itu ia pernah dua kali

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

menghadap petugas kehakiman di San Francisco yang berwenang menangani kasusnya, sesuai dengan ketentuan pembebasan bersyarat. Tapi cuma dua kali saja ia melapor, karena. setelah itu menghilang tanpa meninggalkan jejak. Sejak itu namanya tertera dalam daftar orang- orang yang dicari polisi. Kami masih akan menegaskan identitasnya dengan mencocokkan pola, giginya dengan catatan yang ada di arsip kepolisian, tapi secara garis besar data-data mengenai dirinya cocok. Mayat itu belum terlalu rusak. Hawa di dalam tambang begitu kering, sehingga badannya seolah-olah diawetkan. Seperti mumi orang Mesir."

"Kasihan M­r. Thurgood," kata Allie dengan suara dimanis-maniskan, "kurasa ia pasti tidak tahu bahwa mayat itu ada di situ."

"Tentu saja ia tidak tahu! Kalau tahu, tentu ia sudah langsung memberi tahu aku," Sheriff Tait berdiri. "Ingat apa kataku tadi tentang tambang itu, Anak bandel!"

Paman Harry mengantarkannya ke luar Mereka masih berdiri sambil bercakap-cakap sebentar di dekat mobil polisi itu,

"Memang aneh-apa sebabnya Thurgood tidak langsung menjelajahi tambangnya, begitu terali yang menghalang di jalan masuk disingkirkan," kata Jupe. "Kalau aku membeli tambang, itu pasti akan kulakukan."

"Kan sudah ku, katakan orang itu mencurigakan!" kata Allie.

"Lima tahun yang lalu," kata Jupiter. "Lima tahun yang lalu, pada bulan Januari, seorang pencuri bernama Gilbert Morgan dibebaskan dari penjara. Ia pernah melapor pada petugas kehakiman yang berwenang di San Francisco, tapi setelah itu ia menghilang. Antara bulan Januari dan saat tambang ditutup pada musim semi berikutnya, ia tiba di Twin Lakes, masuk ke dalam tambang, lalu tewas di dalamnya. Aku ingin tahu,

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

ke mana dia sejak menghilang sampai saat itu. Magdalena, mungkinkah sebelumnya ia sudah ada di kota ini?"

Magdalena menggeleng. "Twin Lakes tidak besar, jadi kalau ada orang asing, pasti ketahuan."

Jupe mengangguk.

"Betul," katanya. "Dan jika orang asing itu buronan polisi, tentunya ia tidak ingin menarik perhatian. Ia akan pergi ke tempat yang ramai, agar kehadirannya di situ tidak mencolok di tengah orang banyak. Tapi kenyataannya, ia datang kemari."

"Aku ingin tahu, apa lagi yang terjadi di Twin Lakes, lima tahun yang lewat," kata Allie. "Tambang ditutup, sementara penjahat itu ada di dalam. Masih ada orang lain di kota yang mungkin juga menarik? Seperti Wesley Thurgood, misalnya? "

"Aku akan sangat heran, jika ternyata ia memang ada di kota ini waktu itu," kata Bob, sambil melihat-lihat setumpuk surat kabar yang terletak di meja tempat menaruh asbak. "Tapi jika kau benar-benar ingin tahu, kita bisa mengeceknya. "

"Bagaimana caranya?" tanya Allie.

"Lewat koran lokal." kata Bob. Diacungkannya lembaran surat kabar berukuran kecil. "Ini, mingguan Twin Lakes Gazette. Isinya cerita- cerita tentang segala-galanya yang terjadi di kota ini, termasuk daftar orang-orang yang kedatangan tamu, dan dari mana tamu itu berasal. Jika kita bisa meneliti arsip mereka, ada kemungkinan nanti kita menemukan petunjuk dalam salah satu edisi lama mengenai apa yang menyebabkan penjahat bernama Gilbert Morgan itu datang ke Twin Lakes."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"He, itu ide yang bagus sekali!" kata Allie dengan gembira. "Yuk, kita ke sana! Aku kenal wartawannya - aku pernah diwawancarainya ketika aku datang kemari pertama kali, Nanti akan kuajak dia mengobrol, sementara kalian meneliti arsip edisi-edisi yang sudah lewat."

"Menurutmu, pamanmu akan mengizinkan kita pergi?" tanya Pete.

"Kurasa, bagi dia kita boleh pergi ke mana saja," kata Allie dengan gaya yakin, "asal jangan ke tambang itu!"

­Bab 7 MELACAK JEJAK S1 MATI

­TERNYATA Paman Harry menolak mentah-mentah. Allie dan ketiga temannya dilarang meninggalkan perkebunan sore itu. Mereka malah disuruhnya memangkas pohon-pohon pinus, sampai saat makan malam. Allie langsung ngambek, sampai berjam-Jam.

Tapi keesokan paginya sikap Paman Harry sudah lunak kembali. Ketika Allie mengatakan padanya bahwa ia ingin mengajak ketiga tamunya ke kota, Paman Harry hanya mengomentari, "Tapi jangan sampai malam, ya!"

"Mana mungkin, sampai malam," kata Allie. "Apa sih yang mau dilihat, di kota sekecil Twin Lakes?"

Setelah itu Allie mengajak teman-temannya berangkat. Mereka berjalan kaki menempuh jarak sekitar satu mil ke kota, lewat jalan yang berdebu. Dalam perjalanan mereka berpapasan dengan beberapa mobil yang dijalankan dengan lambat. Semuanya menuju ke tanah milik Thurgood. Satu di antaranya berhenti di dekat mereka. Pengemudinya, seorang pria, menjulurkan kepala ke luar.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Inikah jalan yang menuju ke Tambang Jebakan Maut?" serunya bertanya pada anak-anak.

­"Betul," jawab Allie.

"Terima kasih," Mobil mulai berjalan lagi. Tapi tiba-tiba direm. "Kaliankah anak-anak yang menemukan mayat itu?" seru pria tadi.

"Yuk, kita terus, Allie," Bob memegang lengan gadis remaja itu, untuk mengajaknya meneruskan langkah.

"He, tunggu sebentar!" Pria yang bertanya itu turun dari mobilnya. Ia memegang kamera foto.

"He, aku cuma ingin memotret kalian! Oke?"

"Tidak, kami tidak mau," kata Pete.

Keempat remaja itu cepat-cepat pergi meninggalkan orang itu. Mereka berpapasan dengan sebuah mobil lagi. Pengemudinya memandang mereka dengan perasaan ingin tahu.

"Rasanya ini sudah bisa diperkirakan akan terjadi," kata Jupe mengomentari. "Tambang Jebakan Maut memang masuk dalam berita TV tadi malam, dan kini tentu saja orang-orang lantas ingin tahu."

"Tapi sebaiknya kau jangan mau, jika ada yang hendak memotret," kata Pete pada Allie. "Aku punya perasaan, pamanmu tak akan menyukainya."

"Aku tahu, ia tidak akan suka," kata Allie.

Jalan besar di kota ramai. Mobil-mobil lalu-lalang, dan banyak orang berjalan-jalan sambil melihat-lihat di sepanjang trotoar. Sekelompok

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

kecil pria dan wanita berkerumun di luar gedung pengadilan. Di tengah- tengah mereka nampak Sheriff Tait yang sedang berbicara dengan sibuk, sambil menggerak-gerakkan tangan. Polisi itu nampak repot. Mukanya merah.

"Biasa - para reporter yang sedang mengumpulkan berita," kata Bob mengomentari.

Kantor surat kabar mingguan Twin Lakes Gazette menempati ruangan yang dulunya merupakan toko. Dinding depannya yang menghadap ke jalan berupa jendela besar berkaca tebal. Di dalam terdapat dua buah meja tulis yang sudah dimakan umur Di atas salah satu meja itu bertumpuk-tumpuk kertas rekening dan catatan, serta koran dari daerah-daerah lainnya di Barat. Sedang di belakang meja yang satu lagi duduk seorang pria bertubuh ceking, dengan raut muka tajam serta rambut kemerah-merahan yang sudah menipis. Ketika anak-anak masuk, orang itu sedang sibuk mengetik dengan penuh semangat.

"Allie!" serunya, ketika melihat gadis remaja itu masuk. "Kebetulan sekali kau kemari. Aku memang ingin ketemu kau! Tadi aku berbicara dengan Ben Tait, dan katanya kau yang menemukan mayat di tambang itu!"

Allie tertawa nyengir.

"Sejauh ini cuma Anda saja yang senang karenanya, Mr. Kingsley," kata gadis itu. "Mr. Thurgood mengancam hendak menempeleng, Sheriff Tait mengatakan aku akan dijebloskannya ke penjara jika datang lagi ke "

tambang, sedang Paman Harry begitu marah padaku

­"Aku tahu. Jangan khawatir, ia takkan terus-menerus marah. Tapi sebaiknya mulai sekarang, kaujauhi saja segala macam tambang. Aku

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

tidak kepingin menulis berita kematianmu," Pria itu menatap Trio Detektif dengan mata terpicing.

"Mereka ini kawan-kawanmu yang dari Los Angeles?"

"Ini Jupiter Jones, Mr. Kingsley," kata Allie memperkenalkan. "Yang di dekat pintu itu Peter Crenshaw, dan Bob Andrews yang berkaca mata - ayahnya bekerja di Los Angeles Times."

"Begitu, ya?" kata Kingsley. "Itu bukan koran sembarangan. "

"Ya, Sir," kata Bob menanggapi. Saat itu ia sedang beringsut-ingsut menuju sekat yang memisahkan kantor dari sebuah ruangan besar dan agak gelap, yang terletak di bagian belakang bangunan itu. Ia melihat sebuah mesin cetak dan sebuah mesin set model tua di dalamnya. Tercium bau tinta cetak, berbaur dengan bau debu dan bau apak.

"Ingin melihat-lihat?" tanya Kingsley.

"Ingin sekali," kata Bob. "Saya tertarik pada persuratkabaran. Anda sendiri yang melayani mesin set itu?"

"Segala-galanya kukerjakan sendiri," kata Kingsley. "Biasanya, koran ini sepi-sepi saja, aku tidak bisa dibilang repot karenanya. Tapi minggu ini lain. Minggu ini ada berita menarik! Duduklah, Allie, dan ceritakan bagaimana kau melongok ke dalam lubang itu, dan melihat mayat tergeletak di dalamnya. Kalian bertiga, anggap saja ini rumah kalian sendiri. Nyalakan lampu di belakang. Kalau mau, kalian boleh melihat- lihat mesin cetak itu."

Jupe dan kedua temannya masuk ke ruangan belakang yang dibatasi sekat. Jupe menekan sebuah sakelar, dan seketika itu juga lampu-lampu neon yang terpasang di langit-langit menerangi ruangan itu. Bob

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

menunjuk rak-rak yang terdapat di sepanjang salah satu dinding. Di atas rak-rak itu berjejer-jejer kotak arsip, masing-masing ditulisi tanggal.

"Mestinya di situlah disimpan koran-koran edisi lama," kata Bob.

"Yang kata perlukan adalah terbitan lima tahun yang lalu," kata Jupe dengan suara lirih.

Bob mengangguk. Ketiga anggota Trio Detektif itu mulai menurunkan kotak-kotak arsip dari atas rak. Koran-koran terbitan tahun ditutupnya Tambang Jebakan Maut, ditempatkan, dalam enam buah kotak. "Teliti baik-baik setiap berita," kata Jupe. "Perhatikan berita utama. Jangan sampai ada yang terlewat yang mungkin penting."

Ketiga remaja itu duduk di lantai. Masing-masing membuka sebuah kotak. Lalu mengeluarkan tumpukan surat kabar yang disimpan di dalamnya, lalu mulai membalik-balik satu demi satu. Mereka mendengar suara Allie di kantor.

Gadis itu berbicara dengan penuh semangat. Kisahnya pada Kingsley pasti juga sudah diketahui wartawan itu-yaitu menemukan mayat merupakan pengalaman yang asyik, tapi juga mengejutkan.

Koran-koran lama yang paling dulu diteliti, isinya mengecewakan. Misalnya saja berita tentang dua peristiwa kebakaran kecil di kota. Lalu laporan tentang kantor Sheriff membeli mobil baru. Lalu berita-berita tentang tamu-tamu yang mengunjungi kerabat mereka di Twin Lakes selama beberapa hari. Sama sekali tidak ada yang mungkin bertalian dengan Gilbert Morgan. Tapi ketika sedang menelusuri berita hari Minggu tanggal 29 April, tiba-tiba Jupe berkata,

"Nah - ini mungkin penting."

Koleksi ebook inzomnia

"Berita tentang apa?" tanya Bob.

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupe tidak langsung menjawab, karena menyimak isi berita itu. Kemudian barulah ia menoleh.

"Seorang anak perempuan berumur lima tahun hilang selama tiga jam, setelah pergi dari rumahnya di dekat kota tanpa diketahui orang tuanya. Ia ditemukan regu pencari di dalam Tambang Jebakan Maut. Rupanya jalan masuk ke situ dulunya ditutup dengan papan, tapi dalam tahun- tahun setelah itu beberapa lembar papan penutup dicopot oleh orang- orang iseng. Gadis kecil itu masuk ke situ, lalu tertidur di dalam. Orang tuanya kemudian mengusulkan pembukaan dana untuk mengumpulkan uang guna membiayai penutupan tambang itu untuk selama-lamanya. Mereka mengatakan, anak mereka bisa mati jika lebih jauh masuk ke dalamnya. Kita tahu, kemungkinan itu memang ada. Mana terbitan tanggal 6 Mei?" tanyanya sambil memandang berkeliling.

"Ini dia." Bob menyodorkan surat kabar yang sedang dibacanya. "Di sini ada berita di halaman depan, tentang tambang itu. Pemilik Toserba Twin Lakes Market menaruh sebuah tempat air yang besar dan kosong di samping tempat pembayaran, disertai permintaan pada warga kota agar memberi sumbangan untuk biaya menutup Tambang Jebakan Maut. Dalam waktu dua hari saja sudah terkumpul uang untuk membeli sebuah terali besi penutup jalan masuk ke tambang. Terali itu dipesan dari Lordsburg, dan pihak penyelenggara dana merencanakan penutupan tambang pada tanggal 14 Mei."

Selain itu dalam koran terbitan 13 Mei masih ada lagi kelanjutan berita mengenai penutupan yang direncanakan. Sedang terbitan 20 Mei memuat kisah tindakan pengamanan sederhana itu, yang disambut dengan ramai di kota kecil itu. Sebelum tambang ditutup, dilangsungkan parade, disusul dengan upacara sewaktu terali dipasang dan diperkokoh posisinya dengan semen."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ramai sekali tanggapan mereka di sini," kata Pete.

"Kau tadi kan mendengar apa kata Mr. Kingsley," kata Bob mengingat. "Tidak banyak kejadian di sini. Penutupan tambang, merupakan peristiwa penting bagi mereka."

Ia membalik-balik halaman surat kabar yang sedang dibaca, memperhatikan foto-foto warga Twin Lakes yang sedang berbaris dalam parade.

Tiba-tiba ia berkata, "He, ini ada berita menarik. Di halaman empat. Ketika orang-orang berangkat untuk memasang terali di jalan masuk ke tambang, mereka menjumpai sebuah mobil kosong, di dekat situ. Sebuah Chevrolet. Kemudian ternyata bahwa itu mobil yang dicuri tiga hari sebelumnya di tempat parkir sebuah toserba di Lordsburg. Artikel ini bahkan mengutip komentar Sheriff Tait, yang mengatakan bahwa mungkin mobil itu dicuri anak-anak tanggung penduduk Twin Lakes yang ingin pulang naik mobil dari Lordsburg. Ia menambahkan, jika sampai ketahuan olehnya ada remaja yang iseng memakai mobil orang lain tanpa minta izin, mereka akan dijebloskan ke penjara."

Bob memandang ke arah Jupe, yang menarik-narik bibir bawahnya. Bob langsung tahu, temannya itu sedang sibuk berpikir.

"Sebuah mobil yang dicuri di Lordsburg, kemudian ditemukan dekat tambang pada hari tambang itu akan ditutup jalan masuknya," kata Jupe, setengah pada dirinya sendiri. "Dan di dalam tambang, ada buronan polisi. Kurasa kita takkan mengada-ada, jika memperkirakan bahwa orang. yang kemudian ditemukan sudah mati itulah yang mencuri

mobil itu. Ia pergi naik mobil itu ke Twin Lakes, lalu meninggalkannya di dekat tambang. Kemudian, karena salah satu alasan tertentu ia masuk

ke dalam, lalu

lalu tidak pernah keluar lagi. "

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­"Baiklah," kata Pete. "Tapi dengan begitu kita masih saja belum mencapai kemajuan, kecuali adanya dugaan bahwa orang itu datang dari San Francisco ke Lordsburg, dan dari situ terus ke Twin Lakes. Tapi untuk apa? Apa tujuannya kemari?"

Jupe hanya bisa mengangkat bahu.

Bob masih terus membalik-balik halaman koran-koran edisi tua itu. Tapi ia tidak menemukan sesuatu yang rasanya sedikit ada sangkut-pautnya dengan misteri yang sedang dihadapi.

Nama Wesley Thurgood sedikit pun tidak disebut-sebut. Dalam salah satu edisi bulan Oktober tahun itu ada pengumuman tentang Mrs. Macomber yang pulang ke Twin Lakes. Dua laporan yang menyusul memberitakan bahwa wanita itu membeli tanah yang dulu merupakan bagian dari harta perusahaan Tambang Jebakan Maut.

"Aku ingin tahu," kata .Jupiter, "berapa lama Gilbert Morgan berada di Lordsburg, setelah pergi dari San Francisco."

Pete menyandarkan punggungnya ke mesin set.

"Siapa yang bisa mengetahuinya?" katanya. "Orang itu kan buronan polisi. Pasti ia menyembunyikan diri. Dan kejadiannya sudah lima tahun yang lewat. Jejaknya sekarang sudah dingin, tidak mungkin bisa dilacak lagi."

"Betul," kata Jupe. "Dan datangnya kemari, seakan-akan tanpa alasan tertentu. Tapi kenyataannya ia ada di sini, di dalam sebuah tambang yang kemudian dibeli oleh Wesley Thurgood. Bagaimana sampai bisa terjadi bahwa Thurgood tidak tahu tentang mayat yang ada di dalam? Mungkinkah ada hubungan antara Thurgood, seorang pengusaha real

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

estate yang kaya, dengan Morgan yang jalan hidupnya penuh kegagalan, seorang narapidana yang kemudian menjadi buronan? Cuma ada satu yang bisa kita lakukan saat ini."

"Apa maksudmu?" tanya Pete.

"Kita coba melangkah mundur, meneliti masa silam Morgan Jika ia memang pernah berada di Lordsburg, mestinya waktu itu ia tinggal di salah satu tempat. Aku tahu, melacak hal itu bisa dibilang mustahil karena sudah begitu lama kejadiannya - tapi kita bisa saja berusaha. Kita bisa mengecek lewat arsip surat kabar, atau buku petunjuk alamat penduduk kota itu. Cuma itu saja yang bisa kita lakukan."

­Bab 8 TAMU TAK DIUNDANG

­HARI masih siang, ketika Allie beserta ketiga temannya tiba lagi di perkebunan pohon Natal. Mereka menjumpai Paman Harry sedang marah-marah. Ia berdiri di beranda rumah, menghadapi beberapa orang yang berkerumun di dekatnya. Mereka berusaha membujuk-bujuk Paman Harry. Di jalan masuk diparkir tiga buah mobil.

"Aku tidak mengizinkan keponakanku berbicara dengan siapa pun juga," kata Paman Harry pada orang-orang itu. "Ia masih remaja dan berperasaan halus. Jiwanya sangat terguncang setelah "

Harrison Osborne berhenti berbicara, begitu melihat Allie datang bersama ketiga temannya.

"Allie-cepat masuk ke rumah!" Paman Harry turun dengan cepat dari beranda. Dipegangnya siku keponakannya lalu digiringnya masuk lewat pintu depan. Jupe, Pete, dan Bob bergegas menyusul Allie. Begitu semua sudah ada di dalam, Paman Harry buru-buru menutup pintu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Orang-orang yang di luar itu wartawan, dan aku tidak mau kau bicara dengan mereka," kata Paman Harry.

­"Kenapa begitu?" tanya Allie. "Saat ini aku kan lagi jadi berita!"

"Jika ibumu sampai mengetahui perbuatanmu, bisa habis aku didampratnya! Itu sebabnya aku tidak mau," kata Paman Harry.

"Yah, Paman sudah terlambat kalau begitu" kata Allie. "Aku tadi sempat bercakap-cakap dengan Mr, Kingsley."

"Kalau Mr. Kingsley, lain persoalannya," kata Paman Harry. "Orang tuamu takkan mungkin membaca Twin Lakes Gazette di Asia. Sekarang aku ingin kalian tetap tinggal di dalam rumah selama sisa hari ini. Kalian bertiga juga! Dan besok jangan pergi jauh-jauh, jika orang-orang yang di luar itu masih ada di sekitar sini."

"Mr. Osborne," kata Jupe, "kami sebenarnya ingin ke Lordsburg besok."

"Untuk apa?" tanya Paman Harry.

Jupe merogoh kantungnya, dan mengeluarkan batu kecil yang ditemukannya di dalam tambang kemarin.

"Saya ingin menunjukkan ini pada ahli permata di sana, Saya menemukannya kemarin, di dalam Tambang Jebakan Maut."

Harrison Osborne tersenyum.

"Kau tentunya mengira, batu yang kaupegang itu emas. Tapi bukan, karena di tambang itu sama sekali tidak ada emas. Walau begitu aku juga perlu ke Lordsburg, masih dalam minggu ini juga. Nanti kau boleh

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

ikut, bersama Allie. Kalian semua saja ikut, karena tidak enak hatiku meninggalkan kalian di rumah. Nanti ada-ada lagi yang kalian lakukan. "

Paman Harry keluar untuk menyuruh para wartawan pergi. Sampai petang anak-anak menyibukkan diri dengan membaca dan bermain Monopoli. Sebentar-sebentar Allie lari ke atas, untuk melihat ke arah tanah milik Wesley Thurgood dari balik jendela yang terdapat di serambi di depan ruang tidur Jupe serta kedua temannya.

Gadis bandel itu melaporkan dengan perasaan senang bahwa ia melihat Thurgood berdiri dengan senapan menjaga tanahnya, sedang anjing penjaganya terkapar tidur. Rupanya anjing itu capek, menggonggongi orang-orang yang berdatangan mencari sensasi.

Malam itu Jupe, Bob, dan Pete cepat masuk ke ruang tidur mereka. Dari balik jendela mereka dapat melihat nyala lampu di pondok tempat tinggal Thurgood. Tapi sebelum mereka masuk ke tempat tidur masing- masing, Thurgood sudah memadamkan lampunya. Tidak lama setelah itu lampu-lampu di rumah Mrs. Macomber di seberang jalan juga dipadamkan.

"Rupanya semuanya capek malam ini," kata Pete sambil masuk ke tempat tidurnya. "Kalau aku sudah jelas capek, tapi tanpa tahu apa sebabnya."

"Itu reaksi yang baru timbul kemudian," kata Bob. "Kan menyeramkan, melihat orang mati di dalam tambang, kemarin Aku tahu orang itu penjahat, tapi mati dengan cara begitu tetap saja tidak enak."

­"Apa ya, yang dilakukannya di situ?" kata Jupe. Sepanjang hari berulang kali pertanyaan itu diajukannya pada diri sendiri. "Mungkin kita bisa menemukan jejaknya di Lordsburg nanti."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kau benar-benar hendak menunjukkan batu yang kautemukan itu pada ahli permata?" tanya Bob.

"Tidak ada salahnya, kan?" balas Jupiter. "Di samping itu kita akan punya alasan berpisah dari Paman Harry dan pergi sendiri, begitu sudah sampai di sana. Ia pasti tidak mau kita melibatkan diri dengan urusan buronan yang mati itu. Tapi kita tertarik!"

"Kecuali Allie," kata Bob, sambit memadamkan lampu. "Anak itu hanya mau tahu tentang Wesley Thurgood saja, dan menurut perasaanku kita takkan menemukan pertalian apa pun juga antara Thurgood dan buronan itu."

"Mungkin kau benar, tapi aku heran apa sebabnya Thurgood sendiri tidak menemukan mayat itu," jawab Jupiter. "Ia bahkan tidak ingin menjelajahi tambang miliknya sendiri. itu kan aneh!"

Setelah itu ketiga-tiganya terdiam, Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri, memikirkan orang yang mati di dalam tambang, bagaimana ia sampai bisa masuk ke situ, dan bagaimana tepatnya cara orang itu tewas.

Akhirnya mereka terlelap.

Malam sudah sangat larut, ketika Pete tiba-tiba terbangun. Lampu dibiarkannya mati. Ia mendengarkan baik-baik. Ada sesuatu yang bergerak di luar, di balik jendela yang terbuka. Pete mengangkat badannya sedikit ketika bunyi itu terdengar lagi. Bunyi berdecit yang putus-putus, seperti benda macet yang digerakkan dengan hati-hati.

"Jupe!" bisik Pete dengan suara lirih. "Bob! Coba dengar itu!"

"Ha?" Bob membalikkan badannya. "Ada apa?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ada orang membuka pintu gudang." Pete cepat -cepat bangun, dan langsung menuju ke jendela. Ia memandang ke luar. Dengan segera Bob dan Jupe menyusul, lalu ikut -ikut bersandar ke ambang jendela sambil memandang ke luar.

"Pintunya tertutup sekarang," kata Bob.

Kemudian anak-anak melihat cahaya di dalam gudang. Sinarnya bergerak-gerak di balik kaca jendela samping yang berdebu. Berkelip- kelip, padam, lalu menyala lagi.

"Ada orang menyalakan korek api di situ," kata Jupe. "Ayo!"

Ketiga remaja itu hanya memerlukan beberapa detik saja untuk memakai kemeja dan celana jeans mereka, serta memasukkan kaki ke dalam sepatu, tanpa mengenakan kaus terlebih dulu.

Mereka menyelinap-nyelinap menuruni tangga, lalu membuka pintu depan tanpa sedikit pun menimbulkan bunyi.

Bulan sudah terbenam ketika mereka sampai di luar. Ketiga remaja itu menuju ke gudang sambil meraba-raba dalam gelap. Jupe berjalan paling depan. Ketika sudah hampir sampai di gudang, Bob menginjak sebongkah batu yang tergeletak di jalan. Sambil berteriak dengan suara tertahan, ia roboh ke tanah. Pergelangan kakinya terkilir.

Cahaya di dalam gudang berkelip-kelip lagi, lalu padam. Gudang menjadi gelap gulita.

"Sialan!" desis Pete.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Bob duduk di tanah sambil menggosok-gosok pergelangan kakinya, sementara matanya terus ditatapkan ke arah gudang. Sesaat kemudian ia berdiri lagi. Ketiga remaja itu kembali berjalan merunduk-runduk, menuju bangunan yang sudah tua itu. Jupe mengulurkan tangannya ke depan untuk menjamah gerendel pintu. Alat pengunci itu berbunyi sedikit ketika tersentuh.

Tiba-tiba pintu gudang terbuka dengan cepat membentur dada Jupe sehingga ia terpelanting ke tanah. Pete meloncat ke samping sementara seseorang bertubuh gempal lari ke luar, melewati mereka, lalu menghilang di antara pohon-pohon pinus di samping jalan masuk.

"Apa itu?" Bentakan itu datang dari dalam rumah. "Siapa di luar?"

Dengan susah payah Jupe berdiri lagi.

"T adi ada orang masuk ke- gudang," serunya memberi tahu.

"Akan kupanggil Sheriff," kata Paman Harry sambit mengumpat.

Anak-anak memasang telinga. Tapi mereka tidak mendengar apa-apa. Kesunyian menyelubungi pohon-pohon pinus di dalam kebun yang gelap.

"Ia pasti masih ada di dekat-dekat sini," kata Jupe.

Pete meneguk untuk melonggarkan tenggorokkan yang serasa tersumbat, lalu dengan lambat-lambat masuk ke sela-sela pepohonan. Ia menajamkan pendengarannya, berusaha menangkap bunyi yang mungkin ada. Sikapnya waspada, kalau-kalau ada sesuatu yang bergerak di dalam kebun. Selama beberapa menit ia merasa bahwa Bob dan Jupe mengikutinya dari belakang. Tapi kemudian Jupe menyelinap ke kiri, sementara Bob menyusup ke arah kanan. Pete maju seorang diri,

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

selangkah demi selangkah, dengan hati-hati, menghindari ranting- ranting yang bisa mengait kakinya.

Pete berhenti. Terdengar bunyi darahnya sendiri mengalir dalam pembuluh dekat telinga. Tapi ada lagi yang juga terdengar suara napas yang memburu. Ada orang yang dekat sekali dengannya, orang yang napasnya tersengal-sengal- seperti habis lari menempuh jarak yang jauh.

Pete terpaku di tempatnya sambit memasang telinga, sementara bunyi napas yang memburu masih terus terdengar. Orang tak dikenal itu rasanya dekat sekali dengan Pete, di balik sebatang pohon pinus yang hanya sejangkauan saja jaraknya. Mulut Pete bergerak. Maksudnya hendak memanggil Jupe dan Bob. Tapi ia ragu, karena Jangan-jangan teriakannya akan menyebabkan orang itu lari lagi.

­Ketika mendengar bunyi mobil datang dari arah kota, Pete meringis. Itu pasti Sheriff yang dipanggil Paman Harry, katanya dalam hati. Sedang ia sudah mengetahui tempat orang tak dikenal itu bersembunyi.

Tapi ketika mobil yang datang itu membelok di pintu pagar dan lampu- lampu besarnya menyapu perkebunan, tahu-tahu orang tak dikenal itu lari dari balik sebatang pohon yang berdaun lebat. Dengan segera Pete meloncat untuk mengejar. Tapi kemudian dilihatnya lengan yang terangkat, dilatarbelakangi langit malam. Sesuatu yang juga nampak saat itu menyebabkan Pete langsung menjatuhkan diri ke tanah Sementara tubuhnya masih bergerak, benda yang dilihatnya tadi berkelebat - menyebabkan sebatang pohon yang masih kecil kehilangan pucuknya! Kemudian orang tak dikenal itu lari lagi. Dengan napas tersengal-sengal orang itu lari tersaruk-saruk, menerobos kebun.

Pete menegakkan tubuhnya sampai ke posisi berlutut. Ia gemetar.

Koleksi ebook inzomnia

Tahu-tahu Jupe sudah ada di sisinya.

http://inzomnia.wapka.mobi

"Parang!" kata Pete. "Orang itu membawa parang! Nyaris saja kepalaku copot ditebasnya!"

Bab 9 BUMI BERGEMURUH

­SHERIFF Tait disertai seorang asistennya, seorang Deputy Sheriff. Orangnya masih muda, dan bernama Blythe. Setelah mendengar laporan tentang orang tak dikenal yang masuk ke gudang, lalu serangan yang dilakukannya dengan parang, kedua polisi itu masuk ke kebun dengan berbekal senter yang sangat terang sinarnya. Mereka menemukan jejak orang tak dikenal itu di samping pohon yang dekat dengan tempat Pete berdiri tadi. Nampak jejak kaki menjauhi pohon itu. Sheriff mengikuti jejak itu, yang akhirnya berbaur dengan sekian banyak jejak di jalan dekat tanah milik Thurgood.

Allie beserta ketiga temannya menonton dari jendela tingkat atas rumah Paman Harry, sementara Sheriff beserta Deputy Blythe melanjutkan pencarian. Kedua polisi itu membangunkan Thurgood lalu masuk ke pondoknya, sementara anjing penjaga yang di luar menggonggong-gonggong dengan sengit. Kemudian mereka masuk ke dalam tambang. Mrs. Macomber rupanya juga terbangun, sebab lampu- lampu di rumahnya kini menyala. Sheriff Tait beserta asistennya masuk ke rumah wanita itu, kemudian ke rumah-rumah kosong di sebelah- menyebelah, yang juga merupakan milik Mrs. Macomber. Lebih dari sejam kemudian, kedua polisi itu kembali ke rumah Paman Harry.

"Siapa pun orang itu," kata Sheriff pada Paman Harry, "rupanya ia lari ke atas bukit. Kami takkan mungkin bisa mengejarnya ke sana, dalam keadaan segelap ini. Lagi pula, itu takkan banyak manfaatnya. Mungkin dia salah satu manusia sinting yang berdatangan dari Lordsburg atau Silver City, begitu tersiar kabar tentang mayat di dalam tambang.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Setiap kali terjadi sesuatu yang tidak lumrah, selalu saja muncul orang- orang sinting seperti itu. Tapi sayangnya, ia panik lalu mengambil parang."

Setelah Sheriff Tait kembali ke kota bersama asistennya, Paman Harry mengunci pintu depan dan menutup semua jendela yang terdapat di tingkat bawah.

Keesokan paginya Jupe dan kedua temannya terbangun oleh suara tertawa riang yang datang dari tingkat bawah. Mereka turun, dan menjumpai Allie sedang duduk di sebuah kursi tinggi di dapur. Gadis remaja itu asyik mengikuti percakapan antara Mrs. Macomber dan Magdalena. Sambil duduk menghadapi secangkir kopi yang ada di meja, Mrs. Macomber bercerita dengan penuh

"Maaf, jika Anda terganggu oleh kami kemarin malam," kata Jupe, setelah ia dan kedua temannya diperkenalkan pada wanita itu "Aku tidak merasa terganggu." Wanita yang sudah berumur itu tertawa. "Aku jadi teringat kembali pada zaman dulu. Empat puluh lima tahun yang lewat, Twin Lakes ini merupakan kota yang mengasyikkan! Setiap malam Minggu, Sheriff selalu terpaksa turun tangan, melerai perkelahian."

"Ngomong-ngomong tentang masa silam," kata Allie, "ingatkah Anda pada Wesley Thurgood?"

"Mana mungkin aku lupa? Kan setiap hari bertemu." Mrs. Macomber tertawa.

"Bukan begitu maksudku," kata Allie. "Ingatkah Anda ketika ia masih anak-anak? Katanya, ia kelahiran sini."

"Memang begitu kenyataannya," kata Mrs. Macomber. "Orang tuanya dulu tinggal di rumah kecil bercat hijau yang di dekat gedung

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

pengadilan. Ayahnya mandor regu kerja malam. Orang itu pekerja tambang sejati. Wesley itu anak terakhir yang kualami dilahirkan di sini, sebelum aku kemudian pindah. Itu menjelang akhir masa gemilang, dan saat itu orang mulai pindah satu demi satu dari sini. Wesley baru mulai belajar berjalan ketika orang tuanya pindah, setelah perusahaan tambang mengakhiri kegiatan. Selama ini aku sebenarnya ingin bertanya padanya tentang ayah dan ibunya - apa yang mereka lakukan setelah pindah dari sini - tapi sampai sekarang belum ada kesempatan untuk itu. Wesley begitu sibuk mondar-mandir dengan mobil truk merahnya yang mentereng itu, mengangkut entah apa saja ke tempatnya, dan selalu sibuk di dalam tambang. Pagi ini saat matahari terbit ia sudah keluar lagi. Aku melihatnya lewat dengan topi helmnya yang konyol itu. Topi itu sama sekali tidak perlu dipakainya, sama saja seperti aku, yang tidak memerlukan kepala yang baru."

Saat itu terdengar bunyi mobil lewat di jalan. Allie bergegas ke tingkat atas, untuk melihat dari jendela serambi tangga di atas. Dengan segera ia sudah kembali lagi ke dapur dengan laporan bahwa Thurgood sudah kembali, bersama dua orang laki-laki.

"Mereka kelihatannya orang Meksiko," katanya. "Mau apa lagi dia sekarang?"

"Kenapa tidak kautanyakan saja padanya?" kata Mrs. Macomber mengusulkan.

"Tidak bisa, karena ia tidak mau lagi bicara padaku, " kata Allie. "Dan Paman Harry sudah mengancam, aku akan dikurungnya, jika mengganggu orang itu lagi."

"Ah, kurasa ia takkan sampai hati melakukannya," kata Mrs. Macomber sambil berdiri, lalu pulang ke rumahnya di seberang jalan.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Beberapa hari selanjutnya, Jupe, Bob, dan Pete menyelesaikan pekerjaan memangkas pohon-pohon pinus di petak kebun yang paling luas, lalu meneruskan - ke petak berikut. Allie juga ikut bekerja. Tapi ia juga sering berkeliaran menunggang Queenie di bagian kebun yang berdekatan letaknya dengan tanah milik Wesley Thurgood. Ia melihat bahwa kedua pekerja yang berambut dan bermata hitam - yang dilihatnya datang naik mobil bersama Thurgood - nampaknya tinggal di bangunan besar yang dulunya merupakan tempat pengolahan hasil galian tambang. Pintu sebuah gudang kecil dari kayu yang terletak dekat jalan masuk ke tambang, diamankan dengan gembok yang nampak masih baru. Thurgood masih terus saja mondar-mandir pergi, entah untuk urusan apa. Dua hari setelah kedua pekerja yang kelihatannya orang Meksiko itu tiba, sebuah truk datang ke sana untuk mengantarkan semen berkarung-karung, berlusin-lusin tonggak pagar dari besi, serta beberapa gulungan besar pagar kawat.

Dengan dimandori Thurgood, kedua pekerjanya kemudian mulai memasang pagar kawat yang tingginya lebih dari tiga meter di sekeliling tanah miliknya.

"Aneh - kenapa ia sampai begitu repot, mengamankan tambang yang sudah tidak ada apa-apanya lagi?" kata Allie sewaktu makan siang, pada hari ketika kedua pekerja di tanah milik Thurgood mulai memasang pagar, "Siapa sih, yang mau peduli terhadap tambang itu?"

"Kamu," kata pamannya. "Kau sanggup berbuat apa saja asal bisa masuk ke sana, dan itu diketahui olehnya. Belum lagi orang-orang sinting yang berdatangan, setelah mayat ditemukan waktu itu. Aku bisa mengerti, kenapa Thurgood sekarang memasang pagar di sekeliling tanah miliknya. Jika minat orang-orang terhadap pohon Natal sama seperti terhadap tambang, tanahku ini pun akan kupagari."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Sehabis makan siang Paman Harry pergi menyemprot hama di kebun yang dekat jalan. Jupe duduk bersandar di kursinya Keningnya berkerut.

"Tidak ada yang merasa tertarik pada pohon-pohon Natal," katanya. "Kalau begitu, kenapa ada orang yang secara sembunyi-sembunyi masuk ke gudang malam itu? Ada apa di situ yang mungkin menarik perhatian orang iseng?"

Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya itu. Ketika meja makan sudah dibereskan, anak-anak kemudian pergi ke gudang untuk sekali lagi mencari kalau-kalau ada sesuatu di situ yang mungkin menarik perhatian.

"Tidak ada apa-apa di sini," kata Pete. "Yang ada cuma tumpukan jerami makanan kuda sejumlah perkakas dan selang air, serta sebuah mobil kuno yang rusak."

"Mungkin orang itu cuma ingin mengambil parang," kata Allie.

"Menyeramkan, jika dugaanmu itu benar," kata Bob. "Parang kan senjata yang sangar. Jika membutuhkan senjata, kenapa harus parang? Senjata api kan lebih mantap. Di sekitar sini mestinya banyak yang memiliki senjata api."

Ketika kemudian keluar dari gudang, keempat remaja itu masih sempat melihat mobil Chevrolet merah milik Thurgood lewat. Mobil itu menuju ke tambang. Seorang pria duduk di depan, di samping Thurgood. Pria itu kelihatannya dari golongan terhormat. Ia memakai setelan musim panas berwarna cerah serta topi putih. Anak-anak bergegas lari pulang dan langsung naik ke serambi ruang tidur di tingkat atas, agar bisa lebih jelas melihat tanah milik Thurgood serta tamunya. Kedua pekerja Meksiko tidak nampak bekerja memasang pagar kawat. Anak-anak melihat salah seorang dari mereka keluar dari dalam tambang.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Sambil menatap kaku ke depan, orang itu mendorong gerobak yang berisi tanah dan bebatuan. Ketika sampai di dekat Thurgood serta tamunya, Thurgood menyuruh pekerja itu berhenti, lalu meraup segenggam tanah dari dalam gerobak. Tanah itu ditunjukkannya pada tamunya.

Thurgood mengatakan sesuatu pada pekerjanya, yang setelah itu mendorong gerobaknya lagi, naik ke semacam jembatan yang terbuat dari dua lembar papan kokoh, dan lewat jembatan itu memasuki sebuah pintu yang terdapat di sisi samping bangunan besar yang dulu merupakan pabrik tambang. Sedang Thurgood mengajak tamunya masuk ke dalam tambang.

Semenit kemudian Allie serta anak-anak yang lain mendengar bunyi letusan yang samar-samar. Gemanya menggemuruh selama beberapa detik, dan akhirnya hilang.

"Ia menembak lagi" seru Allie.

"Bunyinya tidak seperti tembakan," kata Jupiter. "Kedengarannya itu sesuatu yang jauh lebih hebat daripada letusan senapan. Semacam ledakan!"

Anak-anak melihat Mrs. Macomber keluar dari dalam rumahnya di seberang jalan. Sambil berdiri di beranda depan, wanita itu memandang ke arah tambang.

Thurgood muncul di ambang jalan masuk ke ambang,. bersama tamunya. Bersama mereka, ikut keluar pula pekerja yang satu lagi. Ia pun mendorong gerobak, yang dibawanya masuk ke bangunan yang dulu merupakan tempat mengolah tanah galian. Selama beberapa menit, Thurgood. dan tamunya berdiri di tempat terbuka sambil bercakap- cakap. Setelah itu mereka masuk ke mobil merah milik Thurgood. Begitu

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

keduanya sudah duduk di tempat masing-masing mobil itu langsung berangkat. Ketika lewat di depan .rumah Mrs. Macomber, Thurgood sama sekali tidak mengacuhkan wanita yang masih ada di beranda rumahnya itu. Ketika mobil Chevrolet merah sudah tidak kelihatan lagi, Mrs. Macomber menyeberangi jalan lalu masuk ke jalan kecil yang menuju ke rumah Paman Harry, sambil sibuk memasang kembali sebuah gelang Indian berukuran besar yang rupanya tadi lepas.

Anak-anak turun ke bawah, lalu menyongsong Mrs. Macomber di pintu.

"Tahu tidak kalian," serunya, "Wesley Thurgood melakukan penggalian di dalam tambang!"

Magdalena muncul dari dalam dapur.

Itu tidak mungkin, Senora Macomber" katanya membantah. "Dalam tambang tidak ada apa-apa lagi. Anda sendiri yang mengatakan begitu. Seluruh perak yang dulu ada di situ, sudah habis."

"Tapi kenyataannya, ia melakukan penggalian," kata Mrs. Macomber berkeras. "Ia melakukan peledakan. Kalian tidak mendengarnya? Aku tidak mungkin keliru, karena begitu sering mendengar bunyi semacam itu."

"Ia cuma iseng saja," kata Pete. "Atau mungkin juga tambang itu hendak dijadikannya atraksi pariwisata. Itu, seperti yang dilakukan orang-orang yang membeli kota-kota lama yang sudah tidak sudah tidak berpenghuni lagi. Kota-kota itu dipugar persis aslinya untuk menarik para pelancong."

Mrs. Macomber

"Aduh bisa rusak daerah ini, kalau begitu! Turis, itu berarti jalan-jalan "

macet, sampah berserakan di mana-mana, dan

dan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Yah, tambang itu kan miliknya pribadi," kata Allie, dengan gaya menirukan suara, pamannya. Mrs. Macomber mendengus, lalu keluar lagi.

Jupe menggerak-gerakkan tubuhnya berungkat-ungkit, sambit merenung.

"Aku tidak percaya, Wesley Thurgood bermaksud membuka tambangnya sebagai atraksi wisata," katanya kemudian. "Letak Twin Lakes terlalu jauh dari jalur arus wisatawan."

"Kalau begitu apa yang sedang diperbuatnya di sana?" tanya Pete.

Jupiter tersenyum.

­"Kita bisa mencoba menanyakannya pada pekerja-pekerjanya, kedua orang Meksiko itu," katanya. "Thurgood sudah pergi, bersama tamu- tamunya. Kita ke sana saja sekarang, lalu kita lihat apa kata kedua pekerja itu nanti."

Beberapa menit kemudian keempat remaja itu sudah berdiri di luar pagar kawat yang membatasi tanah milik Thurgood. Mereka memanggil- manggil kedua pekerja itu. Mula-mula dalam bahasa Inggris, tapi tidak dijawab. Mereka mencoba dengan beberapa patah kata bahasa Spanyol. Tapi hasilnya sama saja. Kedua orang Meksiko itu hanya menatap mereka dengan sikap curiga.

Akhirnya keempat remaja itu putus asa. Mereka kembali ke rumah, untuk meminta bantuan Magdalena.

"Anda bisa bahasa mereka, Magdalena," kata Pete. "Mestinya mereka tidak merasa curiga pada Anda."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Magdalena mau pergi ke tempat Thurgood. Tapi dengan segera ia sudah kembali lagi, untuk melaporkan bahwa ia pun tidak berhasil. Kedua pria Meksiko itu tidak mengacuhkannya. Tapi Magdalena sempat datang menghampiri sebelum anjing penjaga melihatnya lalu menggonggong, dan ia masih bisa menangkap kedua orang itu bercakap-cakap dengan suara pelan. Tapi hanya satu patah kata saja yang didengarnya dengan jelas:

oro .

"Oro?" kata Jupe mengulangi. "Itu artinya kan emas! Mungkinkah Thurgood melakukan penggalian untuk mencari emas.

"Tapi itu tambang perak!" bantah, Magdalena:

"Emas dan perak sering kali ditemukan di tempat yang berdekatan," kata Jupe. Dikeluarkanya batu kecil yang beralur kecil mengkilat.

"Kapan kata pamanmu ia hendak ke Lordsburg, Allie?"

"Besok," jawab Allie.

"Kita ikut" kata Jupe lagi. Akan kita pastikan, apa sebetulnya yang ada dalam batu ini."

Bab 10 EMASKAH YANG MENGKILAT ITU?

­PAMAN Harry memarkir mobilnya di samping kantor perusahaan titipan kilat di Lordsburg.

"Aku- memesan tiga kotak bibit pohon dari San Jose," katanya. "Setelah itu kuambil, aku masih harus ke perusahaan bahan bangunan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

untuk membeli beberapa barang yang kuperlukan. Pukul satu nanti kita berkumpul di sini, lalu makan siang sebelum pulang."

"Aku ikut dengan mereka," kata Allie.

"Baiklah, asal jangan macam-macam nanti," kata pamannya memperingatkan. "Tapi sebetulnya tidak ada alasan bagiku untuk merasa waswas. Di sini kan tidak ada tambang, yang bisa kaumasuki."

Setelah itu Paman Harry meninggalkan mereka, masuk ke kantor perusahaan titipan kilat.

"Sekarang apa dulu yang kita kerjakan?" tanya Allie bersemangat.

"Kita memeriksakan batu itu, yuk," ajak Pete. "Pasti takkan makan waktu lama. Apakah nanti sewaktu menunjukkan batumu itu pada ahli permata, kita katakan di mana kita menemukannya, Jupe?"

­"Rasanya lebih baik jangan," kata Jupe. "Kita tidak ingin lebih banyak lagi orang-orang iseng berkeliaran di sana, dan jika alur mengkilat di batu itu ternyata memang emas, ada kemungkinan itu akan menyebabkan mereka membanjir datang ke Twin Lakes. Tapi serahkan saja urusan itu padaku, nanti pasti akan kutemukan apa yang harus kukatakan."

Dua blok dari kantor perusahaan titipan kilat, keempat remaja itu menemukan sebuah toko kecil yang memajang sejumlah jam dan anting- anting di etalasenya. Pada sebuah papan tertulis bahwa pemilik toko itu, J.B. Atkinson, membeli barang-barang antik dari emas dan perak.

"Ini dia, yang kita cari." Jupiter membuka pintu toko, lalu anak-anak masuk ke dalam.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Seorang pria bertubuh montok duduk di sebuah kursi tinggi, di balik sekat dari kaca. Air mukanya segar kemerah-merahan, seperti bayi. Orang itu sedang memperbaiki sebuah arloji. Matanya yang sebelah tersembunyi di balik lensa tukang jam. Di meja pajangan, anak-anak melihat beberapa benda perak yang sudah usang tapi indah, serta sejumlah peniti dan cincin emas yang antik dan bagus-bagus.

"Mr. Atkinson?" sap a Jupiter.

Pria yang duduk di balik sekat kaca itu menaruh sebuah obeng yang sangat kecil ke meja kerjanya, melepaskan lensa yang terselip ke rongga mata yang sebelah, lalu tersenyum.

Jupe mengulurkan batu temuannya.

"Saat ini kami sedang berlibur di rumah teman, dekat Silver City," katanya pada pria itu. "Kemarin kami pergi berjalan-jalan ke perbukitan, dan di sana kami berjumpa dengan seorang pria tua. Katanya, ia pencari logam mulia,"

Pria yang bernama Atkinson itu mengangguk. "Memang, sekarang pun masih ada beberapa orang di daerah sini," katdnya

"Orang itu mengatakan, ia perlu uang," sambung Jupiter. "Katanya, ini udah lama sekali disimpannya, tapi pada kami ia menjual menjualnya."

Sambil berkata begitu, Jupe menyodorkan batunya pada Atkinson.

Atkinson memandang batu itu dengan mata terpicing, lalu menggosok- gosoknya dengan jari. Sementara itu ia tetap tersenyum.

"Berapa kalian bayar untuk ini?" katanya dengan nada bertanya.

Koleksi ebook inzomnia

"Lima dolar," jawab Jupe.

"Aslikah itu?" tanya Allie.

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kalau batunya memang asli," kata Atkinson. "Apakah yang mengkilat ini emas atau bukan, kita lihat sajalah dulu." Pria itu membuka sebuah laci, lalu mengeluarkan kikir kecil serta sebuah botol yang juga kecil, berisi semacam cairan. Dengan kikir dibuatnya takikan pada alur yang mengkilat di batu, lalu diteteskannya sedikit cairan dari dalam botol ke dalam takikan itu. "Cairan ini asam nitrat," katanya menjelaskan. "Hampir semua logam bereaksi dengannya, kecuali emas."

­Sesaat kemudian ia mengangguk. "Ya, nampaknya ini memang emas."

"Seringkah ada emas murni di tanah?" tanya Jupe.

"Biasanya ditemukan bercampur dengan logam-logam lain," kata ahli permata itu. "Ini kelihatannya tinggi mutunya. Di mana orang itu menemukannya?"

"Itu tidak diceritakannya," jawab Jupe.

"Rasanya itu juga tidak penting," Atkinson mengembalikan batu yang sudah diteliti pada Jupe. "Mungkin di salah satu tambang yang sudah tidak menghasilkan lagi, di daerah California. Masih cukup banyak yang bisa ditemukan para pencari emas untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, dengan jalan mendulang di sungai-sungai dekat tambang- tambang tua."

Jupe mengantungi batu itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kata Anda tadi, kandungan emas di tanah biasanya bercampur dengan logam-logam lain. Bagaimana, adakah perak dalam emas di batu ini?" tanyanya.

"Tidak. Warnanya kemerah-merahan, dan itu berarti mungkin ada sedikit tembaga di dalamnya. Perak menyebabkan emas berwarna kehijauan."

Ia mengambil sebuah peniti yang kelihatannya sudah sangat tua dari lemari pajangan. Peniti itu berbentuk daun, dan terbuat dari emas yang berwarna agak kehijau-hijauan. "Inilah yang disebut emas hijau. Kandungan perak di dalamnya dua puluh lima persen. Itu berarti, ini emas delapan belas karat. Cincin-cincin kecil di dalam lemari itu lebih murni lagi. Itu cincin-cincin bayi, yang dulu biasa dihadiahkan pada anak- anak sewaktu dibaptis. Emasnya lebih dari dua puluh karat. Itulah sebabnya kenapa beberapa di antaranya nampak sudah sangat aus. Karena emasnya lunak! Kadang-kadang ada juga orang yang masih membeli, karena iseng ingin memiliki barang langka. Dan batumu itu serupa dengan cincin-cincin ini. Cendera mata, kenang-kenangan masa silam, sewaktu orang membanjir datang ke daerah Barat karena ingin menjadi kaya-raya karena emas."

"Lalu berapa nilainya? Lima dolar?" tanya Pete.

"Begitulah, kurang lebih," jawab Atkinson. "Dewasa ini, sesuatu yang dibuat dari plastik mungkin lebih mahal harganya. Tapi simpan saja batu itu baik-baik. Jika kapan-kapan ingin dijadikan peniti untuk dasi atau perhiasan lainnya, datanglah kemari lagi."

Anak-anak mengucapkan terima kasih, lalu meninggalkan tempat itu.

"Emas asli" kata Pete bergairah, setelah berada di luar. "Ternyata ada emas dalam tambang itu."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Emas, dan juga tembaga," kata Jupe dengan sikap merenung. "Tapi emas di batu ini tidak, mengandung perak. Aneh, jika diingat bahwa Tambang Jebakan Maut dulu merupakan tambang perak. Aku tahu bahwa emas dan perak sering ditemukan dalam tambang yang sama - tapi emas, perak, dan tembaga!"

"Menarik, kan?" kata Allie. "Thurgood yang menyebalkan itu menemukan jalur kandungan logam yang selama ini tidak diketahui adanya oleh orang lain. Ayahnya dulu bekerja di tambang itu. Mungkin dia yang menemukan jalur itu, lalu menceritakannya pada Thurgood. Kemudian Thurgood mengarang-ngarang cerita tentang kerinduannya pada kota asalnya, dan kemudian membeli Tambang Jebakan Maut. Sekarang ia melakukan penggalian di situ."

Jupiter mengerutkan keningnya. "Jika itu benar - jika ayahnya memang pernah bercerita tentang adanya jalur emas yang tidak diketahui orang lain - kenapa Thurgpod tidak datang dari dulu-dulu? Umurnya sekarang paling sedikit empat puluh tahun. Mestinya kan selama dua puluh tahun belakangan ini ia bisa melakukan penelitian secara diam-diam untuk mengecek kebenaran cerita itu, dan kemudian membeli tambang dengan harga murah. Bisa., saja ketika masih muda ia belum berminat. Tapi mestinya minat itu timbul beberapa tahun yang lalu, sewaktu harga emas menanjak. Kenapa bukan waktu itu Thurgood muncul di sini?"

"Dari mana kita bisa tahu bahwa ia tidak muncul?" kata Allie berkeras. "Dari mana kita bisa tahu bahwa ia tidak ada di sini lima tahun yang lalu, ketika Gilbert Morgan jatuh ke dalam lubang itu? Mungkin saja mereka berdua mulanya patner yang kemudian bertengkar, lalu Thurgood mendorong Morgan sehingga terjerumus ke dalam lubang. "

"Wah, terlalu jauh dugaanmu itu, Allie!" kata Bob. "Untuk apa seorang pengusaha real estate yang kaya-raya sampai mau berbuat begitu?

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Sama sekah tidak ada alasan bagi dia, Katakanlah di dalam tambang tua itu memang ada emas dan itu diketahui oleh Thurgood ia kan sama sekali tidak memerlukan patner. Tidak seorang pun bertanya-tanya ketika ia tahu-tahu membeli tambang itu. Ya, kan? Tapi ngomong-ngomong

tentang Morgan

pelacakan jejaknya? Kubacakan saja apa yang kita ketahui tentang

dirinya."

apakah tidak sebaiknya kita mulai saja dengan

Bob mengambil buku catatannya, lalu mulai membaca.

"Gilbert Morgan, buronan karena tidak menaati. peraturan pembebasan bersyarat. Nama-nama lain yang juga dipakai olehnya: George Milling, Glenn Mercer, dan George Martins. Setelah dibebaskan dari penjara San Quentin, diam-diam dia pergi dari San Francisco lima tahun yang lalu, mungkin akhir bulan Januari, atau awal Februari. Tiba di Twin Lakes mungkin pada bulan Mei tahun itu juga, dengan sebuah mobil yang dicuri di Lordsburg."

"Ringkasanmu itu bagus, Bob," kata Jupiter.

"Nama apa pun yang dipakainya, huruf-huruf awalnya selalu G.M," kata Bob melanjutkan. "Yah, .cuma itulah yang bisa kita jadikan pegangan. Jika dulu ia pernah selama beberapa waktu berada di Lordsburg, ada kemungkinan ia meninggalkan suatu jejak tentang dirinya. Bagaimana jika kita mencoba di perpustakaan umum? Di situ pasti ada buku telepon, penunjuk alamat, serta koran-koran setempat edisi lama."

Allie menunjukkan jalan ke perpustakaan. Pada seorang petugas di situ Jupe mengatakan bahwa ia sedang berlibur di daerah situ, dan ingin menemukan seorang paman yang sudah lama tidak ada kabar beritanya.

"Lima tahun yang lewat ia mengirim kartupos pada ibu saya, dari Lordsburg," kata Jupe. "Beberapa kali kami berkirim surat padanya

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

setelah itu, tapi semuanya dikembalikan karena kami tidak memiliki alamatnya yang pasti. Saya berjanji pada Ibu, untuk mencarinya."

Petugas perpustakaan yang terkesan melihat sikap Jupe yang begitu bersungguh-sungguh, kemudian mengambilkan buku-buku telepon dan petunjuk alamat yang diterbitkan selama lima tahun belakangan. Setelah itu anak-anak mengambil tempat duduk di sebuah meja panjang, lalu mulai mencari dalam buku-buku petunjuk itu.

"Cari nama yang huruf-huruf depannya G.M," kata Jupe. "Nama yang hanya muncul dalam satu buku telepon atau petunjuk alamat saja - keluaran lima tahun yang lalu."

Mereka tidak perlu lama-lama mencari. Dalam sepuluh menit mereka sudah mengecek nama enam belas orang dengan huruf-huruf depan G.M., dibandingkan dengan buku-buku petunjuk terbitan tahun berikutnya. Ternyata semuanya saat itu masih tinggal di Lordsburg, kecuali seorang. Orang itu bernama Gilbert Maynard.

Dalam beberapa buku petunjuk alamat selanjutnya tidak tertera namanya. Tapi dalam edisi terbaru, ada lagi.

"Rupanya ia pindah selama beberapa waktu" kemudian datang lagi," kata Jupe. "Ia kembali ke alamatnya yang lama."

"Kalau begitu tidak mungkin dia buronan yang kita cari," kata Pete. "Baiklah. Jadi kemungkinannya, Morgan memang pernah mampir di sini tanpa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan orang lain, seperti memasang telepon atau bekerja, atau melapor pada dinas kependudukan."

"Ia cuma beberapa bulan saja di sini, dan itu pun kalau ia memang tinggal di sini," kata Bob.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Bagaimana, berhasil?" tanya petugas perpustakaan.

"Tidak," jawab Jupe. "Kelihatannya paman saya itu dulu tidak menetap di sini. " Ia memasang tampang, seolah-olah merasa malu. "Paman

Geoffrey itu punya kebiasaan yang

begitulah! Mungkin koran-koran terbitan tahun itu

yah, hm

yah, menarik perhatian, "

"O, orang seperti itu rupanya pamanmu itu, ya?" Petugas perpustakaan itu menggeleng-geleng. Tapi ia mau juga menunjukkan ruangan tempat penyimpanan surat kabar. Setelah itu ditinggalkannya mereka sendiri, untuk mencari-cari di antara sekian banyak surat kabar terbitan Lordsburg yang dijilid rapi. Tapi anak-anak tidak menemukan apa-apa. Tidak ada satu berita pun yang mungkin ada pertaliannya dengan buronan yang sudah mati itu - sampai mereka menemukan surat kabar terbitan 10 Mei, lima tahun yang lalu.

"Tambang Jebakan Maut Akan Ditutup," demikianlah bunyi kepala berita yang dibacakan Bob. "Jadi hal itu ternyata diberitakan koran kota ini, Mungkinkah ini ada sangkut-pautnya dengan kematian orang kita itu?"

"Mungkin saja," kata Jupe sambil mengangkat bahu. "Bisa saja ia membaca berita surat kabar yang kaupegang itu, lalu karena salah satu alasan tertentu kemudian memutuskan untuk datang ke Twin Lakes dan memeriksa tambang itu. Kapan kejadiannya, mobil yang dicuri dari tempat parkir di pasar waktu itu?"

Bob meneliti catatannya. ,

"Bulan Mei, tanggal sebelas," katanya. "Itu satu hari setelah berita penutupan tambang dimuat dalam harian Lordsburg ini, dan tiga hari sebelum tambang ditutup. Mungkin saja memang ada hubungannya. "

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tapi hubungan yang mana?" kata Allie. "Penjahat itu membaca berita tentang tambang yang akan ditutup, lalu ia begitu ingin cepat-cepat ke sana sehingga mencuri mobil dan pergi dengannya ke Twin Lakes, di sana ia lari masuk ke tambang, jatuh ke dalam lubang sehingga lehernya patah dan sejak itu tidak ada kabar beritanya lagi selama lima tahun! Apa arti semuanya itu? Sekarang begini: bagaimana jika ia dan Thurgood sudah merencanakan akan bertemu "

"Allie!" hardik Pete. "Tidak bisakah kau semenit saja melupakan Thurgood?"

"Kita sekarang masih belum jauh dari posisi semula," kata Bob. "Kita tahu bahwa Gilbert Morgan mungkin pernah berada di Lordsburg, dan mungkin mencuri mobil yang kemudian dipakainya untuk pergi ke Twin Lakes, tapi semuanya itu tidak bisa kita buktikan. Ini perlu kita periksa, walau kemungkinan untuk berhasil sangat kecil."

"Waktu kita pagi ini tidak terbuang dengan percuma saja," kata Jupe. "Kini ada satu hal yang sudah kita ketahui dengan pasti." Ia mengeluarkan batunya dari dalam kantung, "Kita sekarang ini tahu bahwa dalam Tambang Jebakan Maut tempat mayat Morgan ditemukan ada emas, setidak-tidaknya sebanyak yang terkandung dalam batu kecil ini. Aku yakin, ini pasti ada artinya - walau apa tepatnya, aku belum tahu!"

Bab 11 PENCURI YANG LAPAR

­HARI sudah menjelang sore, ketika mereka tiba kembali di perkebunan pohon pinus. Anak-anak membantu Paman Harry menurunkan barang- barang dari mobil, menaruh kotak-kotak bibit pohon di luar dekat gudang lalu menyiraminya dengan mempergunakan selang. Ketika Paman Harry kemudian masuk ke rumah, Jupe memandang ke arah tempat tinggal Mrs. Macomber di seberang jalan.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kelihatannya tetangga kalian di depan itu paling banyak tahu tentang Tambang Jebakan Maut jika dibandingkan dengan kebanyakan penduduk di sini, ya?" kata Jupe. '

"Mrs. Macomber, maksudmu? Ya, memang," kata Allie.

"Yuk, kita ke sana sebentar," ajak Jupe.

Teman-temannya langsung mau. Mereka pergi ke seberang jalan, lalu mengetuk pintu rumah Mrs. Macomber. Wanita yang hidup menjanda itu berseru dari dalam, menyuruh mereka masuk. Allie membuka pintu, dan anak-anak langsung masuk ke dapur yang kecil dan ditata rapi.

"Sibuk?" tanya Allie pada M­s. Macomber.

­Wanita itu tersenyum, menyebabkan kerutan di sudut matanya semakin nampak jelas.

"Sekarang ini tidak banyak lagi yang bisa membuat aku sibuk," katanya. "Tapi aku akan senang sekali jika satu dari kalian bertiga yang laki-laki mau pergi ke trukku sebentar, mengambilkan kotak kardus yang add di bak belakang. Aku harus segera menyimpan belanjaanku, karena kalau tidak, bahan makanan yang beku akan jadi lumer nanti."

"Aku sajalah," kata Pete. Mobil pick-up kecil milik Mrs. Macomber diparkir di jalan masuk beralas tanah yang terdapat di samping rumah. Di bak belakang kendaraan itu ada sebuah kotak kardus besar, penuh berisi kantung-kantung kertas berwarna coklat. Pete membawa kotak besar itu ke dapur, lalu menaruhnya di salah satu meja, ­

"Terima kasih," kata Mrs. Macomber. "Sekarang aku sudah tidak mampu lagi melakukan segala hal yang dulu biasa kukerjakan." Ia mengeluarkan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

sayur-mayur, roti, serta bungkusan-bungkusan berisi makanan yang dibekukan, dan menumpukkan semuanya di atas meja.

Tiba-tiba terdengar dentuman samar. Mrs. Macomber menghampiri sebuah jendela.

"Wesley Thurgood mulai iseng lagi di tambangnya," katanya. "Bunyi itu sedikit-banyak sudah kutunggu-tunggu. Aku melihatnya datang dengan mobilnya setengah jam yang lalu, bersama salah seorang tamunya yang berpotongan orang kota."

­"Kelihatannya ia benar-benar mengolah tambangnya," kata Jupiter.

"Kedengarannya memang begitu," kata Mrs. Macomber sependapat. "Bahwa ia menyulut bahan peledak di dalam tambang, itu sudah pasti. Aku dilahirkan di sini, dan bunyi tadi itu kukenal baik. Aku dulu tinggal di rumah ini, ketika mendiang suamiku menjadi pengawas tambang di sini. Dinamit yang diledakkan dalam liang tambang khas sekali bunyinya, tidak mungkin kita bisa salah dengar. Tapi Thurgood tidak terus- menerus mengoperasikan tambangnya itu. Ia hanya melakukan peledakan apabila ada yang datang bersama dia. Kurasa ia mau pamer pada kawan- kawannya yang kaya dari Los Angeles."

:Hobi aneh," kata Bob.

"Masih ada hobi yang lebih aneh-aneh lagi," Mrs. Macomber tersenyum. "Aku pernah mendengar tentang seseorang yang membeli sebuah lokomotif tua yang sudah tidak dipakai lagi. Orang itu memasang jalur rel sepanjang tiga ratus meter di kebun belakang rumahnya, lalu dijalankannya lokomotifnya di situ, bolak-balik, bolak-balik. Setiap kali bermain kereta-keretaan, ia memakai seragam kondektur. Asyik sekali. bermainnya! Begitulah kalau orang kelebihan uang. Mungkin Wesley Thurgood punya gambaran samar tentang masa sewaktu ayahnya masih

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

bekerja di tambang dan ia rindu pada masa itu. Hobi yang tidak berbahaya."

­"Kalau mendengar cerita Anda ini, Thurgood itu seakan-akan orang baik," kata Allie.

"Jangan suka memperumit keadaan," kata Mrs. Macomber menasihati. "Alasan sebenarnya kenapa kau mencari-cari kesalahan Thurgood, ialah karena kau pernah didampratnya. Aku bisa mengerti perasaanmu. Orangnya memang tidak bisa dibilang ramah, dan aku lega melihat ia sudah memasang, pagar di sekeliling tempatnya. Aku tidak suka anjingnya itu berkeliaran ke mana-mana . Tapi aku tidak berhak memaksanya bersikap ramah, dan anjing seperti apa yang boleh dipelihara olehnya."

Dari arah tambang terdengar lagi bunyi dentuman.

"Mrs. Macomber," kata Jupiter, "adakah kemungkinan Thurgood mengoperasikan tambangnya dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan?"

Wanita yang sudah berumur itu menggeleng.

"Tambang Jebakan Maut sudah kering. Benar-benar kering. Kandungan perak di dalamnya sudah habis, empat puluh tahun yang lalu. Tentang itu, aku tahu pasti, Kami - maksudku aku dan mendiang suamiku - mengalami masa-masa yang sulit, setelah tambang ditutup, sehingga akhirnya kami terpaksa pergi dari sini. Kausangka kami mau pindah, jika masih ada kemungkinan untuk tetap tinggal di sini? Kemudian, setelah Henry meninggal dunia - karena serangan jantung, dua puluh dua tahun yang lalu - dari uang asuransi pertanggungan jiwa yang kuterima, aku membuka toko di Phoenix. Aku berjualan perhiasan dan sepatu mokasin buatan orang Indian dengan harapan bisa menarik minat wisatawan. Tapi

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

akhirnya aku bangkrut. Aku memang tidak berbakat jadi pedagang. Aku terpaksa menjual segala-galanya, kemudian bekerja di toko yang semula milikku itu. Sepanjang hari sibuk terus, sambil hidup sehemat-hematnya agar bisa menabung sedikit-sedikit."

Wajahnya yang murung ketika menuturkan kata-kata itu, tiba-tiba menjadi lembut. "Aku ingin menjalani hari tuaku di sini," katanya melanjutkan. "Aku ingin kembali ke tempat di mana aku pernah hidup berbahagia, dan aku mengucap syukur sekarang bahwa niatku itu kulaksanakan. Mungkin Thurgood juga punya keinginan seperti aku. Aku ingat bagaimana dia semasa kecilnya, dengan muka yang selalu kotor, berkeliaran sambil menjilati permen loli. Waktu itu pun ada sesuatu "

yang aneh pada anak itu

tapi aku tidak bisa ingat apanya

"Tapi tambang

"

kata Allie, yang masih belum puas.

"Yah, tambang itu yang membuat Twin Lakes waktu itu berkembang," kata Mrs. Macomber. "Tapi aku tidak merasa perlu memilikinya, untuk membangkitkan kembali kenangan indah. Mungkin saja Wesley Thurgood merasa perlu. Barangkali ia merasa bahwa untuk membangkitkan kenangan pada masa silam, ia harus benar-benar menjadi pekerja tambang, seperti ayahnya dulu."

"Dan menurut Anda, tidak mungkinkah ada sesuatu yang masih bisa diambilnya dari tambang itu?" desak Jupe.

"Tidak, itu tidak mungkin. Di situ tidak ada apa-apa lagi yang bisa diambil."

"Kalaupun kandungan peraknya sudah habis sama sekali," kata Jupe lagi, "mungkinkah di situ ada emas? Perak dan emas, sering ditemukan di tempat yang sama."

Koleksi ebook inzomnia

"Di Tambang Jebakan Maut, tidak."

http://inzomnia.wapka.mobi

"Bagaimana dengan tembaga?" kata Jupe.

"Juga tidak. Yang ada di situ cuma perak, dan perak itu sudah habis." Mrs. Macomber menggeleng-gelengkan kepala dengan keras seakan hendak mengenyahkan pikiran yang tidak menyenangkan. "Sudah, kita hentikan saja pembicaraan tentang itu. Ketika tambang masih bekerja, Twin Lakes ini kota yang ramai dan kehidupan kami di sini menyenangkan. Sekarang aku memiliki sebagian dari kota yang dulunya begitu ramai. Jika kota ini pada suatu waktu nanti akan kembali mengalami masa makmur, kelima rumah milikku bisa kuperbaiki lalu kusewakan, dan pada hari tuaku aku bisa menjadi kaya. Yuk, kita melihat-lihat sebentar rumah-rumah milikku itu."

Mrs. Macomber mengajak anak-anak keluar.

"Ketika baru pindah kemari, aku mulanya berniat mengamankan pintu- pintu dengan gembok," katanya. "Tapi sampai ada kemungkinan orang datang kemari - biar cuma gelandangan saja - aku harus meletakkan uang perak berjejer-jejer dari jalan besar, sebagai petunjuk jalan," katanya. "Maksudku, siapa sih yang mau datang ke tempat yang tidak ada apa-apanya ini? Setidak-tidaknya begitulah perasaanku, sampai Allie menemukan mayat buronan di dalam tambang. Sejak itu banyak orang luar berkeliaran di sini. Tentang parang pamanmu yang hilang diambil orang itu, Allie, apakah sudah ditemukan kembali?"

"Belum," jawab Allie.

"Mungkin akan ditemukan juga di salah satu tempat di atas bukit, dan sudah berkarat," kata Mrs. Macomber. Ia menuju sebuah rumah tua dari papan, yang letaknya di sebelah utara tempat tinggalnya. "Ini dulu

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

milik keluarga McKestry," katanya pada anak-anak yang mengiringi. "Dia itu dulu kasir di tambang."

Mrs. Macomber mendorong pintu depan rumah itu. Pintu itu terbuka dengan bunyi berdecit-decit karena agak macet. Allie dan ketiga temannya mengikuti wanita tua itu masuk ke dalam. Mereka melihat perabotan yang nampak sudah lama tidak dipakai, plesteran dinding yang retak-retak, serta lemari-lemari dengan pintu yang menganga karena rusak engselnya, menampakkan beberapa barang pecah-belah yang sudah tidak utuh lagi.

"Banyak orang yang pergi dengan meninggalkan berbagai barang" kata Mrs. Macomber. ­"Rupanya barang-barang yang menurut anggapan mereka tidak ada gunanya dibawa pindah."

"Banyak .yang perlu Anda kerjakan untuk membereskan tempat ini, sebelum bisa disewakan," kata Allie padanya.

"Ya, memang! Di rumahku sendiri pun banyak yang harus kukerjakan dulu, sebelum bisa kutempati lagi. Tapi itu malah mengasyikkan!"

Di rumah-rumah tua milik Mrs. Macomber yang mereka datangi, tercium

bau debu berbaur bau barang-barang lapuk. Atap bocor di beberapa

rumah menyebabkan air hujan bisa masuk, dan itu nampak berupa bercak-bercak basah di langit-langit.

Di sebuah rumah, setumpuk koran yang sudah menguning kertasnya

dionggokkan dekat sebuah tungku yang mempergunakan bahan bakar

kayu. Tungku itu sudah karatan.

Bob berjongkok, dan secara sambil lalu membalik-balik tumpukan koran tua itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Sewaktu Anda membeli rumah ini sudah adakah koran-koran ini di sini, Mrs. Macomber?" tanyanya. "Maksud saya, ketika Anda kembali kemari lima tahun yang lalu?"

"Kurasa sudah," kata Mr­. Macomber

ada. Kalau belum waktu itu, lalu dari mana datangnya?"

"Ah, tentu saja seharusnya sudah

"Hm, menarik," kata Bob. "Boleh saya minta?"

"Mau kauapakan tumpukan koran tua begitu?" tanya Mrs. Macomber.

"Dia memang gila koran!" kata Allie sambil tertawa. "Tapi di lain pihak dia juga besar peranannya dalam usaha kami mencari keterangan tentang kejadian-kejadian di sini lima tahun yang lewat. Setelah kami menemukan mayat di dalam tambang, kami mendatangi kantor Twin Lakes Gazette untuk melihat kalau-kalau kami bisa mengetahui apa yang mungkin dilakukan Gilbert Morgan di situ. Banyak juga yang berhasil kami ketahui, tapi - "

Sementara Jupe memandang Allie dengan tatapan marah, Bob cepat- cepat memotong,

"Ayah saya orang koran," katanya. "Karena dia, saya lantas tertarik pada koran-koran lama. Bolehkah saya minta ini semua?"

Mrs. Macomber nampak bingung sejenak.

"Yah, kenapa tidak," katanya kemudian.

Dengan hati-hati Bob mengangkat tumpukan koran tua itu lalu mengepitnya, Setelah itu semuanya keluar. Sementara itu hari sudah petang.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"He, kalian mau minum air soda?" tanya Mrs. Macomber menawarkan. "Atau itu akan merusak selera makan kalian nanti?"

"Tidak ada yang bisa mengganggu selera makan Jupiter!" kata Allie sambil tertawa.

"Baiklah. Aku masih punya beberapa botol air soda dengan rasa jeruk."

Mereka kembali ke rumah Mrs. Macomber yang mungil. Tapi di dalam lemari pendingin ternyata tidak ada air soda. Mrs. Macomber memeriksa lemari persediaan, lalu sepen yang letaknya di sebelah dapur. Hasilnya sama saja.

"Apa-apaan ini?" kata Mrs. Macomber dengan nada bingung. "Padahal aku yakin sekali aku masih punya beberapa botol. Aku tahu pasti, bukan aku yang meminumnya."

Jupiter yang selalu cermat, memandang barang-barang belanjaan yang masih tergeletak di atas meja.

"Di sini tadi juga ada roti sebatang, dan ikan sardin beberapa kaleng," katanya. "Tapi sekarang, tidak ada lagi"

Mrs. Macomber menatap Jupe dengan bingung, seakan tidak mengerti maksudnya.

Kemudian ia terkesiap, lalu bergegas ke beranda, memandang ke kiri dan ke kanan, seolah-olah akan melihat ada orang lari membawa persediaan makanannya.

Bob menaruh tumpukan koran yang ditentengnya, lalu memungut puntung rokok yang basah dari bak tempat cuci piring yang bersih mengkilat.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Mrs. Macomber," katanya sambil menunjukkan puntung yang dijepit dengan dua jarinya, "Anda kan tidak merokok?"

Wanita itu menatap benda yang ditemukan Bob.

"Tentu saja tidak," jawabnya. Sementara itu ia sudah pulih dari kekagetannya. "Aku tidak mengerti, kenapa ada orang yang mau-maunya mencuri di sini," katanya. "Padahal kalau ingin makanan, tinggal minta saja padaku!"

"Tapi nyatanya, itu tidak dilakukannya," kata Pete. "Mungkin bukan cuma makanan saja yang diinginkannya. Lebih baik kita periksa saja seluruh rumah. "

Mrs. Macomber mengangkat bahu, lalu mendului keluar dari dapur. Mereka memeriksa setiap kamar dan lemari yang ada dalam rumah kecil tapi rapi itu. Mereka tidak menjumpai orang bersembunyi di bawah perabot, dan tidak satu pun dari sekian banyak benda hiasan yang kecil- kecil serta benda kenang-kenangan yang ada di rumah itu kelihatan tergeser atau beralih tempat.

"Aku tidak memiliki barang mahal," kata Mrs. Macomber. "Kecuali yang tadi, tidak ada lagi lainnya yang hilang."

"Kurasa ada baiknya Anda beli saja gembok-gembol itu, Mrs. Macomber," kata Jupiter. "Dan kunci baik-baik rumah ini, setiap kali Anda meninggalkannya. "

"Tapi di sini tidak ada yang mengunci rumah," kata Mrs. Macomber dengan nada kurang setuju.

"Belakangan ini bermunculan orang-orang dari luar di sekitar sini," kata Jupiter menjelaskan alasannya. "Orang-orang aneh, yang tertarik

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

karena ditemukannya mayat buronan di dalam tambang. Jika salah seorang dari mereka itu yang mengambil makanan Anda - ada kemungkinan ia akan kembali lagi!"

­Bab 12 KECURIGAAN BARU

­B­BERAPA menit kemudian, Allie dan ketiga anggota Trio Detektif menyeberang jalan lagi, kembali ke rumah Harrison Osborne. Bob berjalan sambil menenteng tumpukan korannya.

"Mau kau apakan kertas-kertas bulukan itu?" kata Pete sambil menuding koran-koran. "Mereka mengandung arti sejarah yang besar, ya?"

"Dan kenapa kalian di sana tadi menyuruh aku diam?" tukas Allie.

Bob menggeser tangannya, sehingga anak-anak yang lain bisa melihat surat kabar yang paling atas.

"Koran-koran ini, sebagian besar adalah Twin Lakes Gazette," katanya. "Edisi-edisi yang sudah lama sekali, lebih dari empat puluh tahun yang ­alu. Rupanya dulu ditinggal oleh penghuni rumah itu sebelum t­ambang ditutup. Tapi koran yang paling atas ini terbitan Phoenix. Tanggalnya dari lima tahun yang lalu - tanggal sembilan Mei. Coba kalian baca kepala berita di halaman pertama ini!"

"Kurasa sebaiknya kita cari dulu tempat yang tenang, di mana tidak ada yang akan mengganggu kita," kata Jupe. "Lalu kita baca artikelnya dengan cermat."

­Keempat remaja itu bergegas menuju ke gudang di belakang rumah lalu masuk ke situ. Bob meletakkan tumpukan korannya dekat mobil Ford model T yang antik. Anak-anak berlutut di lantai, lalu Bob

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

membentangkan surat kabar terbitan Phoenix dengan kepala berita yang tertulis dengan huruf-huruf tebal.

­MOBIL BAJA DIRAMPOK

KAWANAN BERTOPENG MELARIKAN $250.000!

­Pukul 3 siang hari ini, sebuah mobil berlapis baja milik perusahaan pengangkut uang dan kertas berharga, Securities Transport Corporation, dirampok di depan gedung bank Phoenician Savings and Loan Company l North Indian Head Road. Tiga orang laki-laki memakai topi pemain ski yang dibenamkan sebagal topeng penutup muka serta bersenjata senapan baru yang digergaji larasnya memaksa pengemudi Thomas Serrano dan pengawal Jose Ardmore masuk ke bagian belakang mobil pengangkut mereka. Setelah mengikat dan menyumbat mulut Serrano dan Ardmore, kawanan perampok melarikan diri dengan membawa surat-surat berharga yang tidak disebutkan nilainya, ditambah uang tunai sebanyak kurang lebih $250.000.

Menurut seorang saksi mata yang tidak mau disebut namanya, para perampok masuk ke dalam sebuah mobil sedan merek Chrysler yang diparkir dekat mobil pengangkut yang dirampok, lalu meringkuk di lantai kendaraan itu. Kemudian seorang wanita muncul dari sebuah toko alat- alat tulis yang ada di dekat situ. Ia langsung duduk di belakang setir mobil Chrysler yang kemudian dilarikannya ke arah utara. Polisi tidak memperoleh keterangan jelas mengenai ciri-ciri para perampok. Tapi wanita yang membawa mobil dikatakan berumur antara 55 dan 60 tahun, berpotongan langsing, rambut agak beruban, dengan warna kulit segar kecokelatan. Tingginya ditaksir sekitar 1.70 m, dengan berat badan kira-kira 60 kg. Ia memakai celana panjang berwarna gelap, dan baju kaus putih berkerah bulat. Menurut saksi mata tadi, wanita. itu memakai kalung Indian yang sangat besar, terbuat dari perak dan batu pirus.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­"Wow!" seru Pete. "Seperempat juta dolar, amblas!"

"Tanggal sembilan Mei," ujar Jupe sambil berpikir. "Koran itu terbitan lima tahun yang lalu. tanggal sembilan Mei. He, Bob, bukankah itu sehari sebelum penutupan Tambang Jebakan Maut diberitakan dalam koran Lordsburg itu?"

"Betul," kata Bob. "Dan tanggal sebelas Mei lima tahun yang lalu, sebuah mobil dicuri di kota itu. "

­"Waktu itu," sambung Jupiter, "rumah-rumah yang kini menjadi milik Mrs. Macomber masih kosong semua, karena baru bulan Oktober ia kembali ke Twin Lakes dan membeli rumah-rumah itu. Tapi seseorang yang berada di Phoenix pada tanggal sembilan Mei pernah datang kemari, dan meninggalkan koran itu di salah satu rumah yang kini merupakan milik Mrs. Macomber."

"Gilbert Morgan, buronan yang mati itu!" seru Pete.

"Itu mungkin saja, karena Phoenix tidak begitu jauh dari Lordsburg," kata Jupe. "Seperempat juta dolar dirampok, hanya beberapa hari

sebelum Tambang Jebakan Maut ditutup

dicuri di Lordsburg dibawa ke Twin Lakes, dan lima tahun kemudian

mayat seorang buronan ditemukan dalam tambang yang sudah ditutup

itu

Phoenix - di mana la merampok sebuah mobil yang mengangkut uang - lalu setelah itu dengan segera pergi ke Lordsburg, dan dari sana terus ke Twin Lakes. Kurasa kita bisa mereka-reka, apa sebetulnya yang dilakukan olehnya di sini."

Lalu sebuah mobil yang

Ya, mungkin saja Morgan pada tanggal sembilan Mei itu ada di

"Untuk bersembunyi!" kata Pete mantap.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Bukan, bukan untuk bersembunyi," kata Jupe. "Takkan ada orang mau bersembunyi di tempat seperti Twin Lakes ini. Di sini, kehadiran orang asing pasti mencolok. Tapi katakanlah, Morgan memang ikut dalam perampokan itu, lalu mencari-cari tempat yang aman untuk menyembunyikan uang hasil perampokan yang merupakan bagiannya. Tempat apa yang bisa lebih aman dari pada tambang yang akan ditutup?"

"Tapi jika disembunyikan dalam tambang yang ditutup, lalu bagaimana cara mengeluarkannya lagi?" kata Allie dengan sikap bingung.

"Kurasa terali besi yang biasa-biasa saja tidak merupakan masalah bagi penjahat kawakan," kata Bob.

"Kalau begitu, uang itu ada di tangan Thurgood sekarang!" seru Allie bersemangat. "Jika disembunyikan di dalam tambang, sekarang pasti sudah diambil Thurgood! Pantas ia berlagak tidak tahu bahwa di dalamnya ada mayat. Mungkin ia berniat menyingkirkannya secara diam- diam, supaya tidak ada yang menduga bahwa uang itu ada padanya. Tapi sebelum niatnya kesampaian, kita sudah lebih dulu tahu!"

"Kemungkinan itu memang ada," kata Jupiter. "Tapi janganlah kita pikirkan dulu tentang ke mana larinya uang itu, untuk sementara ini. Masih ada satu kemungkinan lain. kenapa Gilbert Morgan memutuskan untuk datang ke Twin Lakes. "

"Bagaimana maksudmu?"

"Kita andaikan saja, Gilbert Morgan tahu lebih banyak tentang Tambang Jebakan Maut, daripada sekadar apa yang bisa dibacanya dalam koran terbitan Lordsburg itu. Misalnya saja, ia mengenal seseorang yang pernah bercerita padanya tentang tambang yang sudah tidak menghasilkan lagi - serta segala harta benda milik perusahaan tambang

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

yang dibiarkan terbengkalai. Dan katakanlah, orang yang bercerita itu termasuk kawanannya dalam perampokan!"

"Kau ini mau bilang apa sebenarnya?" desak Allie.

"Setelah sekian tahun bekerja di sebuah toko kecil di Phoenix, Mrs. Macomber kemudian kembali ke Twin Lakes - beberapa bulan setelah peristiwa perampokan. Ia pulang membawa uang yang cukup banyak untuk membeli tanah dan rumah-rumah yang pasti masih lumayan harganya. Jangan-jangan dia itu salah seorang dari kawanan Morgan!"

"Kau sinting!" seru Allie.

"Ah, kurasa tidak," jawab Jupe enteng. "Bob, coba kaubacakan lagi, tentang pengemudi mobil yang dipakai kawanan perampok untuk melarikan diri ini."

Bob menyimak berita di koran itu sebentar.

"Astaga!" seru Bob. "Seorang wanita berumur antara 55 dan 60 tahun, rambut agak beruban, warna kulit segar kecokelatan. Tingginya ditaksir sekitar 1.70 m, dan berat badan kira-kira 60 kilo. Dan ia mengenakan perhiasan Indian!"

"Bagaimana, ada di antara kenalan kita yang penampilannya cocok dengan ciri-ciri itu?" tanya Jupiter.

"Tapi

itu,'. kata Allie berkeras. "Lagi pula, Mrs. Macomber orang baik hati."

tapi mestinya kan ada jutaan orang yang ciri-cirinya seperti

­"Baik hati atau tidak, bukan itu persoalannya," balas Jupe. "Sewaktu perampokan terjadi, ia masih bertempat tinggal di Phoenix. Hartanya sudah habis, dan waktu itu ia bekerja dengan gaji yang tidak mungkin

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

besar. Walau begitu, tidak lama setelah peristiwa perampokan, ia punya uang cukup banyak untuk membeli tanah dan rumah-rumah di sini, dan sekarang ia hidup nyaman - tanpa perlu - bekerja. Mrs. Macomber itu gesit, tenang, dan kepercayaan pada kemampuannya sendiri cukup tebal. Semuanya itu perlu dimiliki oleh orang yang hendak ikut berperan dalam perampokan yang nekat. Dan keterangan mengenai ciri-ciri pengemudi mobil yang dipakai kawanan perampok untuk minggat, cocok sekali dengan dirinya!"

"Memangnya kenapa, kalau cocok?" bentak Allie. "Jupe, kau sedikit pun tidak punya bukti nyata bahwa orang itu Mrs. Macomber!"

"Memang," kata Jupe mengaku. "Tapi aku melihat banyak sekali persesuaian yang menimbulkan pertanyaan. Sedang tentang bukti, itu bisa kita cari," Ia melirik Allie. "Masih ada lagi kemungkinan lain, yang juga perlu kita pertimbangkan. Jika memang betul Mrs. Macomber ikut "

berperan dalam perampokan terhadap mobil pengangkut uang itu tidak meneruskan kalimatnya.

Ia

"Ayo, teruskan," desak Allie.

"Maka ada kemungkinan, Gilbert Morgan tidak sendirian datang ke Twin

Lakes. Mungkin "

uangnya

mungkin ia sama sekali tidak sempat menyembunyikan

"Maksudmu, sebelumnya ia didorong Mrs. Macomber ke dalam lubang itu sehingga mati?" jerit Allie. "Kau ini benar-benar sudah sinting, Jupiter Jones! Aku tidak sudi lagi mendengar ocehanmu!" Gadis remaja itu berdiri dengan cepat, lalu lari meninggalkan gudang.

Bob memandang Jupiter.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kau kan tidak sungguh-sungguh menduga bahwa Mrs. Macomber membunuh Morgan, dan merampas uang hasil perampokan yang merupakan bagian buronan itu?"

"Tidak," kata Jupiter, "aku cuma tidak bisa menahan diri mengatakan kemungkinan itu pada Allie. Tapi aku takkan heran, apabila nanti ternyata bahwa Mrs. Macomber ada sangkut-pautnya dengan perampokan itu!"

­Bab 13 JANDA ITU MENGHILANG

KEESOKAN paginya ketika sudah selesai sarapan, tinggal Allie beserta ketiga temannya yang ada di dapur. Jupiter makan tanpa sedikit pun berbicara, seperti ada yang sedang dipikirkan. Ketika selesai, sesaat ia masih menatap piringnya yang sudah kosong, lalu menyapa Allie,

"Apa nama toko di Phoenix, yang menurut Mrs. Macomber tempat ia bekerja? Kau tahu tidak?"

"Meskipun itu bukan urusanmu," jawab Allie dengan ketus, "tapi nama toko itu Teepee. Mrs. Macomber sering bercerita mengenai toko itu. Seorang wanita bernama Mrs. Harvard membeli toko itu darinya, dan ia tetap dipertahankan sebagai tenaga pramuniaga di situ. Mrs. Harvard itu benar-benar pelit orangnya! Mrs. Macomber pernah mengatakan, wanita itu takkan segan-segan membayar para pembantunya dengan uang yang tidak laku lagi, jika itu dimilikinya."

"O, ya?" kata Jupe menanggapi. "Kalau begitu semakin menarik saja kenyataan bahwa Mrs. Macomber mampu mengumpulkan uang begitu banyak untuk membeli rumah-rumah yang sekarang dimilikinya di sini. Nah, bagian yang ini dari riwayat hidupnya bisa kita teliti."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­"Jupiter Jones! Awas kalau kau berani mengutik-utik urusan pribadi Mrs. Macomber!" seru Allie dengan marah. "Dia itu baik hati! Aku suka padanya!"

"Dan kau tidak suka pada Wesley Thurgood," kata Jupe. "Tapi itu tidak lantas berarti Wesley Thurgood itu penjahat, dan Mrs. Macomber bukan. Kalau kau mau tahu, aku sendiri juga suka pada Mrs. Macomber. Tapi selaku detektif, aku tidak bisa membiarkan perasaan pribadiku mempengaruhi penalaranku."

"Ahh, sudahlah!" tukas Allie. "Penalaranmu ngawur, titik! Mencurigai Mrs. Macomber sebagai perampok. Huhh! Ngawur!"

Jupe mendesah.

"Begini, Allie," katanya. "Aku tidak tahu, apakah Mrs. Macomber benar- benar berbuat sesuatu atau tidak. Tapi aku tahu ia tinggal di Phoenix ketika seorang wanita yang sangat mirip dengan dia ikut berperan dalam suatu perampokan. Dan seorang buronan yang pernah dipenjara karena merampok ditemukan dalam sebuah tambang yang dikenal baik oleh Mrs. Macomber. Hal-hal seperti itu perlu diselidiki - karena ada kemungkinan bukan cuma kebetulan saja. Sebagai awalnya, kita setidak-tidaknya bisa memastikan apakah Mrs. Macomber- benar-benar- selama sekian tahun itu bekerja di toko yang kausebutkan tadi."

"Kenapa udak kautelepon saja ke Phoenix?" kata Allie dengan nada menantang. "Nanti akan ­kaudengar sendiri bahwa Mrs. Macomber tidak bohong, dan dengan begitu penyelidikanmu sedikit pun tidak mengalami kemajuan."

"Kemungkinan, itu memang ada," kata Jupe mengakui Diikuti teman- temannya, ia pergi ke pesawat telepon yang terdapat di ruang duduk.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Nomor telepon Toko Teepee diperolehnya dari baglan penerangan di Phoenix. Setelah memutar nomor yang disebutkan, ia berbicara dengan suara diberat-beratkan.

"Teepee?

Saya ingin bicara dengan Mrs. Harvard. "

Setelah menunggu sebentar, Jupe berbicara lagi.

"Mrs. Harvard?" katanya dengan gaya serius.

"Di sini Emerson Foster, dari Toserba Bon Ton, di Lordsburg, New Mexico. Ada seorang wanita melamar pekerjaan di tempat kami, namanya Mrs. Henry Macomber. Sebagai referensi, dalam surat lamarannya ia menuliskan nama Anda. Menurut data di sini, ia berhenti bekerja di Teepee sekitar lima tahun yang lalu. Mrs. Macomber mengatakan pada kami bahwa ia minta berhenti dan-"

Jupe berhenti berbicara, sementara dari pesawat telepon terdengar suara orang berbicara. Tapi apa yang dikatakan tidak tertangkap oleh anak-anak yang lain.

"Setelah lima belas tahun?" kata Jupe kemudian.

­"Apa kataku?" bisik Allie menanggapi. "Dia jujur, kan?"

Tapi Jupe sedang sibuk mendengarkan teman bicaranya di telepon. Wajahnya sangat serius.

"Wah

itu benar-benar luar biasa!" katanya.

"Ya. Y a, baiklah! Terima kasih atas keterbukaan Anda. Sungguh, kami sangat menghargainya. Terima kasih."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Ia mengembalikan gagang telepon ke tempatnya.

"Apa katanya?" tanya Pete.

"Mrs. Macomber bekerja selama lima belas tahun di Teepee," kata Jupe. "Ia pergi dari sana pada musim semi, lima tahun yang lalu. Bulan April atau Mei, kata Mrs. Harvard. Waktunya yang tepat, ia tidak ingat lagi. Tapi Mrs. Macomber tidak minta berhenti."

"Jadi dipecat," kata Allie. "Lantas kenapa, kalau begitu?"

"Bukan dipecat," kata Jupe. "Tahu-tahu ia tidak muncul lagi. Bahkan menelepon untuk memberi tahu saja pun tidak! Dan ketika salah seorang wanita teman kerjanya di toko datang ke apartemennya untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi, Mrs. Macomber ternyata sudah tidak ada lagi di situ. Sudah pindah, tanpa meninggalkan alamat yang baru."

Allie terperangah.

Bob yang selama itu duduk bermalas-malasan di sofa, kini meluruskan duduknya.

"Lima tahun yang lalu, pada musim semi," katanya. "Itu berarti sekitar saat mobil pengangkut uang dirampok. Jupe, mungkin kau benar. Mungkin saja dia yang mengemudikan mobil perampok itu, lalu setelah itu melarikan diri. Aku ingin tahu, di mana ia berada selama sekian bulan antara saat tidak muncul lagi di Teepee, dan kedatangannya kembali di Twin Lakes."

"Mungkin bersembunyi?" ujar Pete.

"Kita tidak boleh terlalu cepat menarik kesimpulan," kata Jupe. "Mungkin ada penjelasan lain mengenai hal itu. Kenapa kita tidak

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

mendatanginya saja sekarang? Barangkali nanti kita bisa memancingnya untuk bercerita tentang Phoenix dan apa yang terjadi pada waktu itu."

"Pemeriksaan secara tidak langsung," kata Pete. "Jupe, untuk urusan begitu kaulah yang paling ahli. Yuk, kita ke sana!"

"Kalian ini semuanya brengsek!" tukas Allie.

"Baiklah, kalau begitu jangan ikut," kata Pete.

"Tidak, aku ikut. Aku ingin melihat tampang kalian nanti, setelah ternyata bahwa kecurigaan kalian sama sekali tak beralasan."

Tapi ketika anak-anak sudah ke seberang jalan, ternyata pemeriksaan secara tidak langsung tidak bisa dilakukan. Mobil pick-up milik Mrs. Macomber tidak ada di samping rumahnya, dan tidak terdengar jawaban ketika mereka mengetuk pintu depan.

"Mungkin sedang ke kota," kata Allie "Tapi sebaiknya kita bereskan saja urusan ini. Akan kutinggalkan surat di meja dapurnya, mengundang dia makan siang di rumah. Magdalena takkan keberatan."

Ia membuka pintu lalu langsung menuju ke dapur, diikuti oleh anak-anak yang lain.

"Mrs. Macomber?" seru Allie. Setelah ternyata tidak ada yang menjawab, gadis remaja itu masuk ke ruang duduk, mencari secarik kertas. Jupe, Bob dan Pete menunggu di dapur, yang saat itu sama sekali tidak serapi satu hari sebelumnya. Panci-panci yang belum dicuci masih ada di atas kompor, dan bak tempat cuci piring penuh dengan perabot makan yang kotor, yang nampaknya sudah ada di situ sejak kemarin.

"He, kurasa Mrs. Macomber akan pergi ke luar kota," seru Allie.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kenapa kau sampai berpikir begitu?" tanya Jupe, sambil masuk ke ruang duduk.

Allie menuding ke kamar tidur Mrs. Macomber yang pintunya terbuka. Di tempat tidur ada sebuah koper kecil, dengan berapa potong pakaian terserak di sampingnya.

Jupe menghampiri pintu kamar tidur.

"Kurasa ia sudah pergi," ujarnya, setelah mengamat-amati kamar itu sejenak.

"Haa?" kata Pete, yang datang menyusulnya.

Jupe menunjuk ke lemari yang terbuka.

"Semua pakaiannya sudah dikeluarkan," katanya. "Dan coba lihat laci-laci yang ditarik keluar dari bufet itu! Semuanya kosong. Ia sudah pergi, kawan-kawan - dan kurasa perginya tergesa-gesa!"

­"Apa maksudmu?" tanya Allie.

"Kesemuanya ini menandakan keberangkatan yang terburu-buru," jawab Jupe. "Kau kemarin kan melihat keadaan di sini. Segala-galanya, teratur rapi. Apakah Mrs. Macomber itu jenis orang yang pergi dengan membiarkan laci-laci terbuka, pakaian yang kelebihan serta sebuah koper tergeletak begitu saja, serta piring-piring kotor bertumpuk di bak cuci? Tidak - kecuali jika ia benar-benar terdesak waktu. Atau karena tidak bisa berbuat lain."

"Ia diculik!'­ seru Allie. "Orang yang mengambil persediaan makanannya "

kemarin

mungkin Mrs, Macomber melihat orangnya, dan karena itu

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Orang itu menculiknya, tapi sebelumnya masih sempat mengemaskan pakaiannya dulu?" kata Jupe menyambung. "Itu tidak masuk akal."

"Barangkali Mrs. Macomber pergi berlibur," kata Pete.

"Kemungkinan itu juga kecil," kata Jupe. "Ia takkan tega meninggalkan rumahnya dalam keadaan begini. Lagi pula, kemarin ia sama sekali tidak menyinggung-nyinggung rencana akan berlibur. "

"Mungkin ada urusan keluarga yang sangat penting," kata Bob. "Bisa saja ia menerima telepon, setelah kita pergi dari sini."

Jupe berpikir, sambil menarik-narik bibir bawahnya.

"Itu dugaan yang paling baik sejauh ini, Bob! Tapi masih ada satu kemungkinan lain. Mungkin saja ia memutuskan untuk lekas-lekas pergi, karena kau menemukan koran Phoenix itu."

"Tapi ia kan tidak tahu, berita apa yang ada dalam koran itu," kata Allie. "Ia kan mengatakan, tumpukan koran itu sudah ada ketika ia membeli tempat ini."

"Itu mungkin saja," kata Jupe mengakui. "Tapi jika ia terlibat dalam perampokan itu, dan kemarin sempat sekilas melihat kepala berita di koran Phoenix itu, maka ia pasti tahu apa isi beritanya. Dan ia pun langsung tahu bahwa posisinya berbahaya, karena kau, Allie, karena kau tidak bisa menahan diri! Kau bercerita padanya bahwa kita sedang mengusut masa silam buronan yang mati di tambang itu! Ia takkan memerlukan waktu lama untuk menyadari bahwa ada kemungkinan kita berhasil menarik kesimpulan yang benar, lalu mengajukan berbagai pertanyaan yang memojokkan dirinya. Dan kalau begitu, kau tahu apa yang kemudian dilakukannya?"

Koleksi ebook inzomnia

"Minggat!" kata Pete dengan nada yakin.

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kalau memang begitu sangkaan kalian, kalian juga harus berani bertindak!" tantang Allie. "Beri tahu Sheriff!"

"Untuk melaporkan apa?" balas Jupiter dengan nada bertanya. "Bahwa Mrs. Macomber meninggalkan rumahnya? Itu kan haknya. Kita tidak punya bukti bahwa ada hubungan antara dirinya dengan Morgan, atau dengan kasus perampokan itu, Semuanya cuma dugaan belaka."

Jupiter pergi ke luar, lalu menuju ke jalan besar lewat jalan mobil yang pendek dan beralas tanah. Kemudian ia berhenti, membungkuk, lalu meneliti jejak ban mobil yang nampak di tanah. Pada teman-temannya yang datang mendekat, ia menuding ke jejak terbaru yang menindih jejak-jejak ban yang selebihnya. Dari jejak yang baru itu dapat ditarik kesimpulan bahwa sebuah mobil pengangkut bergerak mundur untuk keluar dari pekarangan rumah Mrs. Macomber, lalu menuju ke tanah milik Wesley Thurgood.

"Aneh, tidak menuju ke kota," kata Jupiter Jones. "Ia pergi ke arah yang berlawanan."

"Itu jika jejak yang nampak itu berasal dari ban mobil pick-up-nya," kata Allie.

"Yang jelas, sama dengan semua jejak ban yang ada di jalan mobil di rumahnya," kata Jupe. ­

Keempat remaja itu menelusuri jejak ban yang nampak di atas jalan yang berdebu. Kelihatannya mobil Mrs. Macomber terus berjalan, lewat di depan pintu pagar tanah milik Wesley Thurgood. Ketika anak-anak melewati tempat itu, anjing penjaga yang besar menyerbu ke pagar lalu

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

menerjangnya sambil menggonggong-gonggong dengan galak. Anjing itu sudah tidak dirantai lagi, setelah pagar kawat selesai dipasang. Thurgood sendiri yang tidak kelihatan, begitu pula kedua pekerjanya yang orang Meksiko.

Beberapa ratus meter setelah tanah Wesley rhurgood dilewati, anak- anak melihat ke mana jejak ban mobil yang mereka ikuti membelok, masuk ke suatu lintasan yang rusak berat, sehingga tidak cocok dinamakan jalan. Lintasan itu berkelok-kelok tajam, mendaki bukit.

"Wah

ia masuk ke jalan lama yang menuju ke Hambone," kata Allie

kaget.

"Hambone?" tanya Jupe.

Allie menunjuk ke atas bukit. "Di sana, di sebelah atas punggung bukit itu ada sebuah desa tua yang sudah lama ditinggalkan penghuninya. Nama desa itu Hambone. Dulu di sana juga ada tambang, tapi sudah tidak ada apa-apanya lagi - seperti Tambang Jebakan Maut juga. Desa itu kemudian mati, karena di sana tidak ada perusahaan penggergajian yang bisa menyelamatkannya. Aku sendiri belum pernah ke sana. Keadaan jalannya sangat parah. Untuk bisa ke sana, kita perlu memakai jip atau kendaraan lain dengan gardan rangkap."

"Mobil pick-up Mrs. Macomber dilengkapi dengan gardan rangkap," kata, Jupiter, "dan ia jelas-jelas menuju ke sana."

"Kenapa kita tidak ikut naik saja?" kata Pete bersemangat. "Kita ikuti jejak bannya, untuk melihat mengapa ia ke sana. Allie, pamanmu kan "

punya pick-up dengan gardan rangkap, jadi

"Tapi aku hanya boleh mengendarainya di dalam pekarangan," kata Allie mengingatkan. Tiba-tiba ia tersenyum lebar. "Kita bisa menggunakan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

kuda," serunya. "Kuda sanggup naik ke atas. Dan kurasa kita perlu ke atas. Jika Mrs. Macomber mengalami kecelakaan di tengah jalan, atau jika mobilnya rusak, ia pasti memerlukan pertolongan. Kita katakan saja pada Paman Harry, kita hendak melihat-lihat sebuah kota yang benar- benar sudah mati. Kota hantu sejati! Kita bawa bekal, untuk makan siang!"

"Kau yang mengatakan padanya. Allie," kata Pete. "Dibandingkan dengan kami bertiga, kau jauh lebih jago kalau disuruh mengarang-ngarang cerita!"

Bab 14 DI UJUNG JEJAK

­MAGDALENA menyiapkan bekal makanan yang banyak untuk Allie serta teman-temannya. Mereka menaruhnya dalam kantung pelana kuda-kuda yang akan mereka tunggangi.

"Hati-hati dengan api nanti, jika kalian memanggang sosis," kata Magdalena dari beranda. "Jangan sampai terjadi kebakaran." Ia melambai ketika anak-anak berangkat.

Allie menunggang Indian Queen, kuda Appaloosa-nya yang bagus. Jupe mengendarai seekor kuda betina yang bertubuh tegap. Sikap duduknya agak canggung, dan tubuhnya agak berkeringat.

Lain halnya dengan Pete. Ia duduk dengan santai di atas seekor kuda kebiri yang kekar. Sedang Bob menunggang kuda Paman Harry yang ketiga, seekor kuda tunggang dengan bulu bertotol-totol. Anak-anak menderapkan kuda-kuda mereka melewati pintu pagar Thurgood, dan menyebabkan anjing penjaga menggonggong-gonggong. Kedua pekerja Meksiko yang saat itu sedang mengecat pondok majikan mereka, berhenti bekerja sebentar untuk memandang anak-anak yang lewat.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­Allie berada pada posisi paling depan, ketika mereka mulai mendaki bukit. Jupe dekat sekali di belakangnya dengan kuda betina tunggangannya. Kuda itu lebih tertarik menggigiti rumput yang tumbuh di tepi lintasan, daripada mendaki ke atas lereng. Sekali Allie membalikkan kudanya, lalu menyentakkan tali kendali kuda Jupe,

"Kepalanya jangan kau bolehkan menunduk!" kata gadis itu mengomel. "Ayo, jangan buang-buang waktu!"

Wajah Jupe memerah. Disentakkannya tali kendali, dan itu menyebabkan kuda betina tunggangannya mempercepat langkah. Tapi kemudian kembali lagi melangkah dengan santai, setapak. demi setapak.

"Kalau begini terus, bisa nanti malam kita baru sampai!" seru Allie jengkel.

"Ayo, maju!" Jupe membentur-benturkan pahanya yang gempal ke rusuk kudanya. Tapi tunggangannya itu tetap saja melangkah terkantuk- kantuk.

"Takkan ada orang yang akan mengira kau ini Lone Ranger, pembela keadilan daerah Barat yang gagah perkasa," kata Bob menertawakan Jupiter. Tapi ia sendiri menunggang kudanya dengan sikap kaku, sambil sebentar-sebentar ia memandang ke bawah lereng yang terjal dan berbatu-batu. "Aku tidak kepingin jatuh di sini," gumamnya.

Keempat remaja itu terus menanjak dengan kuda-kuda mereka. Sekali- sekali nampak bekas ban mobil Mrs. Macomber, di bagian-bagian lintasan yang ada pasirnya. Pohon-pohon pinus yang tumbuh di kiri-kanan menghalangi pandangan ke samping. Pukul satu lewat, akhirnya mereka sampai di puncak bukit yang gundul. Dan tidak lama kemudian mereka sudah berkuda dengan santai di jalan utama yang berdebu di desa Hambone. Di sekeliling nampak rumah-rumah kayu yang kering-

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

kerontang dengan jendela-jendela yang sudah rusak, serta papan-papan dinding yang tidak dicat dan sudah melengkung, terlepas dari tiang- tiang penopang. Kerangka per tempat tidur yang sudah berkarat tercampak di jalan, di antara kaleng-kaleng bekas, perabot rusak, serta serpihan kaca pecah.

Allie turun dari kudanya. Ia menambatkannya ke sandaran pagar serambi depan sebuah bangunan kayu, yang dulunya merupakan kedai serba ada di desa itu Anak-anak yang lain ikut turun. Dengan gerak- gerik kaku karena tidak biasa menunggang kuda, mereka menambatkan tunggangan masing-masing ke sandaran yang sama.

"Suram," Pete celingukan, seakan-akan memperhitungkan bahwa sebuah kota hantu mestinya betul-betul ada hantunya.

"Menurut Paman Harry, beginilah jadinya kota yang sama sekali ditinggalkan penghuninya," kata Allie. "Orang-orang iseng berdatangan, lalu merusak dan mencampakkan barang-barang lewat jendela, sehingga kaca berantakan." Ia menuding sebuah bangunan besar di jalan utama itu juga. Bangunan itu mirip dengan yang terdapat di tanah .Wesley Thurgood. Dinding dan atapnya dari seng bergelombang yang sudah berkarat, dan lubang-lubang besar yang menganga menampakkan ruang sebelah dalamnya yang gelap. "Mestinya, itulah tempat mereka dulu mengolah hasil penggalian tambang," katanya.

Anak-anak menuju ke bangunan besar itu.

"Hati-hati berjalan," kata Allie memperingatkan. "Dan jangan pungut lembaran-lembaran seng itu. Ular giring-giring yang sangat berbisa suka menyusup-nyusup ke bawah apa saja untuk menghindari sengatan "

matahari, dan jika ular itu dikagetkan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kami tahu apa yang akan terjadi, jika ular giring-giring dikagetkan!" kata Pete memotong. "Kau tidak perlu khawatir, kami memang tidak berniat mencongkel-congkel apa pun juga di sini. "

Sesampainya di ambang pintu pabrik pengolahan hasil tambang, keempat remaja itu berhenti. Daun pintu di situ sudah lama terlepas dari engselnya. Anak-anak memandang ke dalam bangunan gelap itu.

"Tahankah lantai itu jika kita berjalan di atasnya?" kata Bob dengan nada ingin tahu.

"Jangan-jangan sudah lapuk!"

"Itu juga tidak penting, karena kita kemari ini bukan cuma untuk melihat -lihat kota yang sudah tidak ada penghuninya," kata Jupe. "Mobil itu tidak ada di sini." Ia pergi ke tengah-tengah jalan, untuk memeriksa sepasang jalur bekas ban mobil yang nampak di situ. "Yang jelas, Mrs. Macomber tadi sampai di atas sini," katanya. "Kalau tidak, tentu sudah kita jumpai di tengah jalan tadi."

Ditelusurinya bekas ban mobil yang kelihatan, sampai di sudut bangunan.

"Aha!" serunya.

"Ada apa?" Allie bergegas menyusul, diikuti oleh Bob dan Pete.

Di belakang bangunan yang sudah rusak itu nampak mobil pick-up Mrs. Macomber.

"Mrs. Macomber!" seru Allie memanggil, sambil lari ke mobil. "Mrs. Macomber! Ini aku, Allie!"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Gadis itu sudah hampir sampai di mobil, ketika tiba-tiba terdengar bunyi desiran menyeramkan.

"Berhenti, Allie! Jangan bergerak!" teriak Jupe.

Allie berusaha menahan gerak larinya dan melompat ke belakang. Tapi sial, ia terpeleset lalu jatuh. Suatu sosok menyeramkan nampak seakan- akan melayang keluar dari bawah mobil.

Allie cepat-cepat membanting tubuhnya ke samping; kepala makhluk menyeramkan itu, dengan rahang menganga lebar menampakkan sepasang taring maut, menyambar tempat kosong, di mana Allie berada sekejap sebelum itu.

Allie berbaring tanpa bergerak.

Tubuh ular berbisa itu terjulur sesaat. Kemudian, teriring desiran seram, binatang melata itu kembali mengerutkan tubuhnya membentuk gulungan.

­"Jangan bergerak!" bisik Pete. Ia memungut sebuah batu yang agak besar, membidik, lalu melemparkannya ke arah ular giring-giring itu

"Tepat!" seru Bob. "Persis kena kepalanya!" Ia mendesah. "Wah, tadi itu benar-benar nyaris!"

Allie cepat -cepat berdiri lagi, lalu memandang ular yang menggeliat- geliat sekarat itu dengan tatapan mata ngeri.

"Trims." Hanya itu saja yang dapat dikatakannya pada Pete. Wajahnya lesi, sedang sekujur tubuhnya gemetar.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Setiap pandu yang terlatih baik, pasti juga bisa," kata Pete merendah. Ia berjongkok untuk mengintip ke kolong mobil, tapi tanpa maju terlalu dekat. "Rupanya cuma ular ini saja yang tadi ada di situ," katanya.

Anak-anak yang lain mengitari bangkai ular tadi, lalu menghampiri mobil Mrs. Macomber untuk memeriksanya. Kendaraan itu kosong. Tidak ada apa-apa di dalamnya. Kunci starter juga tidak terselip di lubangnya.

"Jika ia pergi karena ada urusan keluarga yang penting, mobil takkan ditinggalkannya di sini," kata Bob.

"Aneh," kata Allie. "Ke mana perginya Mrs, Macomber, dan mana barang-barangnya?" .

"Mungkin ia bersembunyi di dekat-dekat sini," kata Pete.

Keempat remaja itu mencari-cari ke segala penjuru desa yang lengang itu, mengintip ke balik jendela, dan membukai pintu-pintu yang sudah berkarat engselnya, tapi tidak ada yang mereka jumpai, selain perabotan yang sudah rusak serta sampah bertumpuk-tumpuk. Di sana- sini nampak jejak kaki. Tapi Mrs. Macomber tidak mereka temukan.

"Tapi ada orang kemari, dan bukan cuma seorang saja," kata Jupe. Anak-anak kembali ke mobil, lalu memperhatikan keadaan tanah di situ. Mereka melihat sejumlah jejak sepatu. Beberapa di antaranya berasal dari mereka sendiri. Tapi selebihnya, jejak kaki orang-orang lain. Sekitar dua puluh meter dari pick-up yang ditinggal pemiliknya itu, nampak lagi jejak ban mobil. Mobil lain.

"Ada orang lain kemari, dengan jip atau pick-up," kata Pete. Mereka mengikuti jejak kendaraan itu. Jejak itu menuju ke pinggir desa. Di situ ada jalan. Jalan sempit, tapi keadaannya masih lumayan. Arahnya menuju ke balik bukit.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Jupiter merenung sejenak.

"Bisa saja ia berjanji dengan seseorang untuk berjumpa di sini,"

katanya. "Ya

memindahkan barang-barang bawaannya ke mobil yang satu lagi, lalu pergi. Mobilnya sendiri ditinggal di sini. Allie-jalan ini menuju ke mana?"

itu dia jawabannya! Ia kemari dengan mobilnya,

"Aku tidak tahu," kata Allie terus terang, "aku belum pernah ke tempat ini. Tapi aku tahu, di seberang bukit ini ada gurun pasir yang luas."

Dari arah lereng di bawah mereka nampak debu mengepul ke atas pepohonan. Anak-anak mendengar bunyi mesin mobil yang merangkak naik.

"Ia kembali!" seru Pete.

Tapi ternyata yang datang bukan Mrs. Macomber. Sebuah jip muncul, terlambung-lambung sedikit dan terpeleset-peleset mendaki jalan yang berkerikil. Pengemudinya seorang pria setengah baya, memakai topi jerami bertudung lebar. Seorang wanita bergaun dari bahan katun duduk di sampingnya.

"Halo!" Sambil tertawa lebar, pria itu menghentikan kendaraannya.

"Halo," balas Pete.

"Kalian sendirian saja di sini?" tanya orang itu.

Pete mengangguk.

"Mencari botol, ya?" kata orang itu lagi.

Koleksi ebook inzomnia

"Botol?" tanya Bob dengan heran.

http://inzomnia.wapka.mobi

"Untuk itulah kami kemari," kata wanita yang menemani pria tadi. "Kami terus naik mobil dari Casa Verde kemari, mendatangi kota-kota tua di perbukitan sini. Jika sedang mujur, di tempat-tempat seperti ini bisa ditemukan botol-botol tua yang bagus-bagus. Tapi kita perlu hati-hati. Jangan sentuh apa pun juga, kalau tidak memakai alat, seperti ranting, misalnya. Di tempat-tempat seperti ini banyak ular."

"Ya, kami tahu," kata Jupiter. "Apakah Anda datang kemari?"

banyakkah orang yang

"Mungkin saja," kata pria itu. "Jalan mendaki bukit ke Hambone sini boleh dibilang lumayan. Meskipun tidak menemukan botol, desa-desa tua seperti ini cukup menarik untuk didatangi. Minggu lalu aku menemukan lentera minyak di sebuah kota hantu. Masih seperti baru!"

Jip dijalankannya lagi, lalu diparkir dekat bangunan yang dulunya toko,

"Sekarang kita sudah tahu, dari mana asalnya jejak ban mobil yang satunya tadi," kata Bob.

"Mungkin kendaraan seseorang yang datang untuk berjumpa dengan Mrs. Macomber, tapi bisa juga kendaraan orang yang gemar mencari- cari barang antik."

"Tapi itu sebenarnya juga tidak penting," kata Jupe sambil mendesah. "Mrs. Macomber tadi memang kemari, tapi sekarang tidak ada lagi di sini. Jejaknya berakhir di sini."

­Bab 15 ANJING PENJAGA DIBUNGKAM.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­SEHABIS makan sosis yang mereka panggang sendiri, anak-anak naik lagi ke punggung kuda masing-masing. Perjalanan kembali ke Twin Lakes berlangsung lambat. Kuda-kuda berjalan saling berdekatan, melangkah dengan hati-hati menuruni lereng yang terjal.

"Aku takkan percaya kalau tidak mengalaminya sendiri," kata Jupe. "Mrs. Macomber itu tenang sekali penampilannya, tapi kini kelihatannya ia panik, lalu lari."

"Itu cuma dugaanmu saja," kata Allie. "Kita tidak tahu segala-galanya yang terjadi dengan dirinya. Mungkin saja ada penjelasan lain."

"Kelihatannya cuma ada satu penjelasan," kata Jupiter. "Ketika ia tahu bahwa kita melakukan penyelidikan tentang apa yang terjadi di sini lima tahun yang lewat, ia ketakutan lalu melarikan diri. Mungkin di Hambone, ia mengadakan pertemuan dengan salah seorang anggota komplotannya. Bahkan mungkin pula seorang anggota lain dari kawanan perampok itu berkeliaran secara sembunyi-sembunyi di Twin lakes, selama beberapa hari belakangan ini. Kita masih belum menemukan penjelasan, siapa sebenarnya orang tak dikenal yang mengambil parang dari gudang Paman Harry."

Pete langsung menanggapi.

"He, mungkin saja orang itu anggota kawanan perampok," katanya. "Mungkin ia disembunyikan oleh Mrs. Macomber, ketika Sheriff mencari-cari malam itu."

"Dan bagaimana dengan makanan dan minuman itu rokok?" kata Bob menimpali.

serta puntung

"Memangnya kenapa barang-barang itu?" kata Allie.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Dengarlah dulu sebentar, " kata Bob. "Kita andaikan saja memang benar Mrs. Macomber menyembunyikan orang itu - kita katakan saja, orang itu anggota kawanan perampok. Mungkin saja ketika kita mengunjungi Mrs, Macomber kemarin, orang itu ada di dekat-dekat situ. Mungkin kemudian ia lapar lalu cepat-cepat mengambil makanan, sementara kita sedang melihat -lihat rumah-rumah Mrs, Macomber. Ingat, yang paling dulu mengatakan bahwa makanan itu tidak ada lagi bukan dia, tapi Jupe."

"Itu penalaran yang bagus, Bob," kata Jupe memuji.

"Kalian ini semuanya sinting!" tukas Allie.

"Jangan buru-buru marah, Allie," kata Jupe. "Jangan lupa, kita ini cuma menduga-duga saja. Sekarang ini ada beberapa hal yang menarik perhatian. Kita menemukan mayat seseorang yang mungkin - tapi mungkin juga tidak - terlibat dalam perampokan yang terjadi lima tahun yang lalu. Selanjutnya ada seorang janda yang mungkin ikut terlibat di dalamnya - dan kini menghilang secara misterius, Lalu ada orang tak dikenal yang mencuri parang, dan dia ini mungkin – tapi mungkin juga tidak - merupakan teman sekomplotan janda kita tadi, atau teman sekomplotan orang yang mati di dalam tambang. Kemudian ada tambang, tambang perak yang sudah tidak menghasilkan lagi, tapi kini kelihatannya dioperasikan oleh seorang pengusaha real estate yang kaya dari Los Angeles. Lalu ada pula batu mengandung emas yang kutemukan

di dalam tambang itu. Menurut Mrs. Macomber, tidak pernah ada emas

biar sedikit pun juga di situ."

"Bisa saja Mrs. Macomber bohong," kata Pete.

"Apa pun pertalian yang ada antara dia dan si mati, tidak ada alasan

baginya untuk berbohong tentang emas itu!" kata Jupiter. "Kelihatannya

ia sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Wesley Thurgood,

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

kecuali bahwa ia masih ingat kalau Thurgood itu lahir di Twin Lakes sini "

"Jangan lupa uang hasil perampokan," kata Pete mengingatkan. "Jika betul pernah ada di sini, apakah kemudian diambil oleh Thurgood? Atau Mrs. Macomber, lima tahun yang lalu?"

Selama perjalanan selanjutnya, keempat remaja itu membisu. Ketika mereka sampai di kaki bukit, hari sudah menjelang petang. Ketika lewat di depan tanah Wesley Thurgood mereka melihat bahwa mobil merahnya yang besar sudah tidak ada lagi di situ. Di dekat pondok Thurgood nampak beberapa kaleng cat. Kedua orang Meksiko yang tadi bekerja di situ tidak kelihatan lagi. Namun pekerjaan mereka belum selesai. Anjing penjaga yang besar berbaring di tanah, tidur di tempat yang disinari matahari.

Keempat ekor kuda yang ditunggangi anak-anak lewat di depan pintu pagar yang tertutup dan digembok. Tapi anjing itu tidak bangun mendengar bunyi langkah keempat hewan tunggangan itu.

"Aneh," kata Jupiter. "Biasanya ia langsung datang menerjang ke pagar, ingin menyerang kita "

Sesampainya di padang rumput berpagar di kebun Harrison Osborne, anak-anak melepaskan pelana dari kuda-kuda tunggangan mereka. Pintu depan rumah dijumpai dalam keadaan tak terkunci. Di meja dapur ada surat yang ditujukan pada mereka:

"Aku mengantar Magdalena ke Silver City, karena saudara perempuannya memerlukan bantuannya. Baru larut malam nanti kami pulang. Ambil saja daging untuk makan malam kalian, dan jangan nakal! Salam, Paman Harry."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Wah, untung!" Wajah Jupe yang semula serius, kini berseri-seri.

"Untung, katamu? Bagaimana jika saudara perempuan Magdalena jatuh sakit? Kau ini bagaimana sih, Jupiter Jones?" tanya Allie dengan ketus.

"Kita doakan saja semoga saudara perempuan Magdalena tidak sakit," kata Jupe. "Yang kumaksudkan dengan kata 'untung' tadi, kita beruntung karena di sini tidak ada siapa-siapa. Mrs. Macomber tidak ada. Mobil Thurgood tidak ada di tempatnya, begitu pula kedua pekerjanya. Pamanmu juga pergi,. bersama Magdalena. Kita sekarang bisa dengan leluasa menyelidiki satu-satunya kejadian misterius yang belum kita teliti, yaitu adanya emas dalam tambang perak yang sudah tidak menghasilkan lagi."

Jupe mengeluarkan batu yang selama itu dikantunginya, melambungkannya, lalu memandang teman-temannya.

"Ayo, kita berangkat - mumpung ada kesempatan," katanya bersemangat. "Kita harus menyelidiki, apa sebetulnya yang sedang berlangsung di tambang."

"Kau rupanya lupa pada anjing penjaga," kata Pete. "Anjing itu ada di sana, dan tidak dalam keadaan terikat."

"Tentang itu, jangan khawatir!" Allie lari ke lemari pendingin, lalu cepat- cepat mengeluarkan sisa paha anak domba yang kemarin dihidangkan untuk makan malam. "Ini masih banyak dagingnya, ditambah tulang yang lezat untuk dikunyah-kunyah. Anjing itu pasti akan asyik sendiri selama beberapa waktu!"

Beberapa menit kemudian mereka sudah bergegas-gegas melintasi kebun pohon pinus menuju ke tambang, Sesampainya di pinggir tanah

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Paman Harry mereka memandang ke balik pagar. Anjing penjaga itu masih tetap tidur.

"He!" seru Pete memanggil. "He, Rex! Rover! Yuhu, Rover!"

Anjing itu tidak bereaksi.

"Nih, ada makanan enak untukmu, ‘Njing!" seru Allie sambil melambai- lambaikan paha domba yang dipegangnya.

Anjing itu tetap tidak berkutik.

Sekali lagi Pete mencoba, memanggil-manggil. Ketika anjing itu tetap saja tidak bereaksi, anggota Trio Detektif yang jangkung itu memanjat pagar kawat, lalu melompat masuk ke pekarangan seberang.

"Hati-hati," kata Bob.

"Lemparkan tulang itu kemari," kata Pete. "Jika anjing itu terbangun. nanti kulemparkan padanya. "

Allie melemparkan tulang itu ke arah Pete, yang sedang memperhatikan anjing yang tidur itu.

"Seperti mati saja kelihatannya," katanya.

"Yuk, kita manfaatkan peluang baik ini," kata Allie. Gadis bandel itu memanjat pagar yang tingginya lebih dari tiga meter, lalu meloncat dari atas ke tanah. Bob mengikutinya, untunglah Jupe juga berhasil memindahkan tubuhnya ke seberang, meski dengan susah payah.

Kemudian mereka menghampiri anjing penjaga itu, dengan sikap waspada. Allie tidak hentinya berbicara pada binatang itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­"Tenang, tenang sajalah," katanya dengan suara lembut.

"Hati-hati!" desis Jupiter.

Allie membungkuk. Disentuhnya si anjing. Binatang itu terkejat-kejat sambil mendengking pelan, seperti sedang bermimpi

"Dia cuma tidur," kata Allie, "Tapi kenapa tidak bangun-bangun sejak tadi?"

Jupiter melihat sebuah piring kaleng di dekat pagar. Diambilnya benda itu, lalu diendusnya sisa-sisa daging mentah yang menempel di situ.

"Aku tidak mencium bau apa-apa, tapi mungkin saja anjing ini dibius orang," katanya. "Mungkin oleh orang yang ingin bisa beraksi dengan tenang!"

Anak-anak yang lain celingukan. Tapi selain mereka berempat, tidak ada orang di situ.

"Ke mana ya, orang-orang Meksiko itu?" Tanpa menyadarinya, Bob berbicara dengan suara berbisik.

"Hei!" seru Pete. "Ada orang di sini?"

Gema suaranya memantul dari lereng bukit, berulang-ulang.

"Diam!" bentak Allie. "Sudah jelas ada yang membius anjing itu, dan tidak ada siapa-siapa di ­ini." Ia mengeluarkan senter yang diselipkan dalam kantung belakang. "Kita harus buru-buru, sebelum ada orang datang."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Ia melangkah ke jalan masuk ke tambang yang gelap, karena matahari

sudah menghilang di balik bukit. Sebentar lagi hari sudah senja.

Di belakang jalan masuk ada beberapa buah sekop dan sebuah gerobak

sorong. Allie menyorotkan senternya ke dinding terowongan, dan ke balok-balok yang menopang langit-langit di atas.

"Apakah yang mereka lakukan selama ini di sini?" katanya. "Aku sama sekali tidak melihat bekas-bekas ledakan."

"Kita belum cukup jauh masuk ke dalam," kata Jupe. "Bunyi ledakan waktu itu kan sangat samar. Yuk, kita ke tempat aku menemukan batu itu."

Diambilnya senter dari tangan Allie, lalu berjalan mendului menuju ke tempat terowongan bercabang ke kanan dan ke kiri. Tanpa ragu, ia masuk ke cabang sebelah kiri.

"Tempatnya sekitar lima belas meter dari sini," katanya sambil terus berjalan dengan cepat.

Di dasar terowongan kini terdapat onggokan batu besar-kecil yang lebih

tinggi. Di sebelah atasnya menganga lubang bekas. dinding yang

diledakkan, Nampak sesuatu yang kemilau di pinggir lubang itu.

"Lihat, itu kan emas!" seru Pete.

Jupe melangkah maju, lalu mendekatkan senter yang menyala ke dinding terowongan. Sinarnya menerangi bintik-bintik yang mengkilat.

"Luar biasa!" kata Jupe. Dengan kaku dicongkelnya secuil logam kuning mengkilat dari tanah yang keras, lalu disorotinya dengan senter. Pandangannya terpaku pada logam itu.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ternyata Mrs, Macomber keliru!" kata Allie. "Di tambang ini ada emas!"

Tiba-tiba mereka terkejut.

Mereka mendengar bunyi yang mungkin tembakan, tapi mungkin juga berasal dari knalpot mobil. Kedengarannya sangat samar, dan datang dari salah satu tempat di luar.

"Ada orang datang!" bisik Pete.

"Cepat, lari!" kata Allie. "Aku tidak ingin tertangkap basah lagi di sini!"

Jupiter mengantungi emas secuil yang dicongkelnya tadi, lalu anak-anak bergegas menuju ke terowongan utama. Jalan masuk yang dibatasi kerangka balok kini hanya dapat dikenali berupa bentuk persegi empat yang remang-remang.

Begitu jalan masuk itu sudah nampak, dengan segera Jupiter memadamkan senter. Anak-anak berjalan dengan meraba-raba menuju udara segar di luar, sambil tersaruk-saruk menyusur lantai terowongan yang agak mendaki. Sesampainya di ujung depan, Jupiter menyuruh mereka berhenti.

Anjing penjaga masih tetap berbaring di tempat yang terbuka, nyaris tidak kelihatan lagi di tengah keremangan senja. Sebuah mobil datang, lalu direm dengan tiba-tiba di luar pagar. Anak-anak melihat dua orang laki-laki turun dari kendaraan itu.

"Oke, Gasper," kata seorang di antaranya. "Ambil batu atau apa saja, lalu kita singkirkan gembok pengunci pintu pagar."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­"Kenapa repot-repot, Manny," kata temannya, dengan suara parau. "Kutembak saja, beres!"

"Kau ini gila, ya?!" tukas pria yang pertama. "Kalau ada yang mendengar, dengan segera sheriff jagoan itu pasti akan muncul di sini. Ambil batu, kataku!"

Dari tempat mereka mengintai, anak-anak mendengar napas Gasper yang terengah-engah.

"Jupe!" bisik Pete. "Kaudengar bunyi napas itu? Dia itulah orang yang masuk ke gudang waktu itu! Orang yang menyerang aku dengan parang! Bunyi napasnya persis seperti itu!"

Anak-anak mundur, masuk lebih jauh ke dalam terowongan.

"Bagaimana sekarang?" bisik Allie. "Jika mencoba lari, kedua orang itu pasti akan melihat kita - dan kurasa mereka kemari pasti bukan untuk bermain-main! Tidak ada siapa-siapa malam ini di sini - begitu pula di rumah!"

Anak-anak mendengar kesibukan orang yang bernama Gasper menghantam gembok yang terpasang di pintu pagar. Gembok itu jatuh ke tanah, lalu pintu didorong sehingga terbuka.

"Jika masih ada di sini, kemungkinannya di dalam rumah," kata Gasper dengan suaranya yang parau.

Kedua laki-laki itu melintasi tempat yang terbuka, menuju ke pondok Thurgood.

"Mungkin juga bukan di sini," kata laki-laki yang satu lagi. "Banyak waktunya ketika itu untuk menyembunyikannya di tempat lain."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­"Jika tidak ditemukan di sini, masih bisa kita cari di dalam tambang," kata Gasper.

"Dan jika di sana juga tidak kita temukan," balas Manny, "kita tunggu sampai si Konyol datang lagi, lalu kita paksa dia untuk mengatakan apa yang ia lakukan dengannya!"

Sambil tertawa jelek, kedua laki-laki itu masuk ke pondok tempat tinggal Thurgood,

Allie nyaris saja menjerit.

"Kita pasti akan ketahuan nanti," serunya dengan suara tertahan. "Kita harus berusaha lari pulang. Dari sana kita bisa menelepon Sheriff"

"Jangan nekat, Allie!" desis Pete. "Kedua orang itu bersenjata!"

"Tapi Allie benar," kata Bob. "Kita harus berbuat sesuatu!"

Jupiter merangkak ke. ujung depan terowongan, lalu memandang ke luar. Ia melihat sebuah ember di samping gubuk reyot yang beberapa hari sebelumnya digembok oleh Thurgood. Ember itu berisi cairan. Jupiter mendatangi ember itu dengan merangkak-rangkak, lalu mengendus isinya. Setelah itu dipandangnya gubuk yang dindingnya terbuat dari papan yang sudah kering-kerontang.

Ia menyelinap kembali ke terowongan "Pekerja-pekerja Meksiko itu meninggalkan seember minyak pengencer cat di samping gubuk itu," katanya pada teman-teman . "Jika gubuk itu kita siram dengan cairan itu lalu kita bakar seseorang di kota pasti akan meliat kobaran api, ­lalu memberi 'tahu dinas pemadam kebakaran. Dengan segera mereka, dan mungkin juga Sheriff, akan datang kemari - dan kedua penjahat itu

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

terjebak. Pete, tadi waktu kita ke Hambone, k­u kan mengantungi korek api. Sekarang masih kaubawa?"

Pete mengeluarkan sebuah kotak korek api dari kantungnya, lalu diikutinya Jupe ke luar. Mereka merangkak ke gubuk. Jupe mengangkat ember yang berisi minyak pengencer cat, lalu menyiramkannya ke dinding gubuk itu. Pete menyalakan sebatang korek api, lalu mencampakkannya ke arah bangunan reyot itu. Dalam sekejap mata kobaran api sudah menjalar, melahap kayu dinding yang sangat kering. Gubuk reyot Itu terbakar.

"Hebat!" kata Pete. "Nyalanya pasti kelihatan."

Tiba-tiba Jupiter terkejut, lalu berseru. "Itu sudah pasti! Cepat, kembali ke dalam tambang. Kurasa aku tahu apa yang disimpan Thurgood di dalam gubuk itu!"

Pete dan Jupe cepat-cepat lari ke tambang. Anak-anak bergegas masuk lebih ke dalam lagi.

"Rebah!" teriak Jupe.

Keempat remaja itu menjatuhkan diri ke lantai terowongan. Detik itu juga terdengar dentuman menggelegar. Gubuk reyot itu hancur berantakan.

­Bab 16 MELARIKAN DIRII

LEDAKAN demi ledakan terjadi, susul-menyusul. Dentuman membahana bertubi-tubi, memekakkan telinga. Dan-akhirnya berhenti, tinggal gemanya saja yang masih bergulung-gulung, terpantul di lereng-lereng bukit. Allie dan teman-temannya terhuyung- huyung keluar dari dalam

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

tambang. Sisa-sisa gubuk terbakar dan serpih-serpihan kayu yang menyala berserakan di samping lubang tambang.

Pete melongo.

"Padahal kita cuma ingin ada nyala api sedikit saja!" katanya.

"Seharusnya aku sudah bisa menduga bahwa Thurgood menyimpan dinamit di dalam gubuk itu!" kata Jupiter.

Kejadian-kejadian yang menyusul, berlangsung dengan cepat sekali. Pintu bangunan tempat pengolahan hasil penggalian terpentang lebar, dan kedua orang Meksiko pekerja di tempat itu menghambur ke luar. Mereka tergopoh-gopoh memanjat pagar kawat, lalu lari menghilang di sela batu-batu besar yang berserakan di lereng sebelah atas tambang. Manny dan Gasper muncul dengan limbung dari dalam pondok, sementara ­mobil merah milik Thurgood datang dengan laju, lalu membelok masuk ke pekarangan lewat pintu pagar yang menganga.

"Mr. Thurgood!" seru Pete sambil lari menyongsong. "Awas! Kedua orang itu membawa senjata! Mereka membongkar rumah Anda!"

Sementara Gasper berbalik lalu mendekati Pete dengan sikap mengancam, Thurgood melompat keluar dari mobilnya, sambil menarik senapan burunya.

"Jangan bergerak!" teriaknya. "Jika kalian berdua berani maju selangkah lagi, habis riwayat kalian!"

Tapi Gasper ternyata lebih cepat reaksinya. Sementara Thurgood bergerak mengacungkan senapannya, penjahat itu melompat ke arah Pete lalu mencengkeram bahu anak itu. Pete terhuyung. Ia merasa ada sesuatu disodokkan ke pinggangnya.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Buang senapanmu," kata Ga­per pada Thurgood. "Kalau tidak, kutembak anak ini!"

Thurgood menurunkan arah laras senapannya dengan pelan, lalu dicampakkannya senjata itu ke tanah. Manny cepat-cepat lari menghampiri, lalu dipungutnya senapan itu. Cengiran jahat nampak pada mukanya yang lebar. Pandangannya beralih dengan cepat, ke arah ketiga anak lainnya yang berada di dekat jalan masuk ke tambang.

"Kau, yang perempuan!" hardiknya. "Cepat, ke sini!"

­"Jangan, tunggu!" Bob berusaha melindungi Allie.

"Minggir!" bentak Manny. Sambil mengancam dengan senapan, orang itu lari mendatangi lalu menyentakkan lengan Allie dan memilinnya ke belakang punggung gadis itu. "Sekarang jalan!"

Tiba-tiba terdengar bunyi sirene meraung-raung. Itu mobil barisan pemadam kebakaran yang datang dari Twin Lakes.

Manny dan Gasper berpandang-pandangan, lalu Pete dan Allie yang dijadikan sandera mereka cengkeram lebih erat.

"Jalan itu

yang hancur yang menuju ke Hambone, "bisa ke mana kita lewat situ?"

"

Manny menggerakkan kepalanya, menunjuk lintasan jalan

"Cuma

Allie, karena dia yang ditanya.

cuma ke sebuah desa tua yang tidak ada penghuninya lagi," kata

"Ada apa di balik bukit-bukit ini."

"Cuma gurun." Allie kelihatan ketakutan. Tapi sikapnya tetap tegar.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Gasper memberi isyarat ke arah mobil Thurgood dengan gerakan kepalanya.

"Dengan itu pasti bisa, karena tenaganya lebih besar dari mobil biasa,"

"Kalian takkan berhasil!" teriak Allie.

"Tutup mulut!" hardik Gasper,

Kini sudah terdengar deru mobil pemadam kebakaran. Sekali lagi sirene dibunyikan.

"Cepat, naik ke mobil!" Manny mendorong-dorong Allie, lalu menolakkannya sehingga anak itu terjerembab ke jok belakang mobil Thurgood. Lalu laki-laki kasar itu menyusul masuk. Pete didorong masuk ke sebelah depan, di samping Gasper yang duduk di belakang setir. Jupe, Bob, dan juga Thurgood hanya memandang saja tanpa bisa berbuat apa-apa. Mobil merah itu meninggalkan pekarangan dengan tersendat-sendat, lalu mulai mendaki lintasan yang menuju ke Hambone, teriring bunyi persneling yang dipindahkan giginya dengan kasar.

Jupe dan Bob lari ke pintu pagar, mengejar mobil itu. Gasper mengemudikannya tanpa menyalakan lampu. Dengan segera kendaraan itu sudah tidak kelihatan lagi, lenyap di tengah pohon-pohon pinus yang tumbuh di lereng bukit.

Di arah yang berlawanan, lampu-lampu merah mobil pemadam kebakaran muncul di kejauhan. Sementara sirene masih terus meraung-raung, kendaraan besar itu masuk ke pekarangan Thurgood beberapa menit kemudian; disusul oleh mobil Sheriff Tait yang kemudian direm dengan mendadak.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Sheriff Tait turun dari mobilnya. Dipandangnya sekilas bekas gubuk, yang kini tinggal seonggok puing-puing yang masih terbakar di sana-sini.

"Kelihatannya kita terlambat untuk urusan ini, Sam," kata polisi itu pada orang yang mengemudikan mobil pemadam kebakaran. Setelah itu dihampirinya Wesley Thurgood.

­"Apakah yang terjadi di sini?n katanya. "Dari kota, kedengarannya seakan-akan bukit di sini ' runtuh. "

Dengan cepat Jupiter melangkah maju.

"Saya yang membakar gubuk itu," katanya. "Tadi ada dua orang menerobos masuk ke pondok Mr. Thurgood, dan karenanya saya ingin memberi tanda supaya ada yang datang - tapi saat ini, itu tidak penting! Kedua orang itu menyandera Allie Jamison dan Pete Crenshaw! Mereka lari lewat lintasan yang menuju ke Hambone, dengan mobil milik Mr.

Thurgood. Mereka bersenjata melakukan kekerasan!"

dan nampaknya tidak segan-segan untuk

Sheriff Tait memandang ke arah bukit yang saat itu sudah diselubungi kegelapan.

"Allie diculik?" katanya.

"Ya, dan juga teman kami, Pete Crenshaw," kata Jupiter. "Mereka ditodong!"

Sheriff mengusap-usap dagu dengan tangannya yang kekar. Wajahnya masam.

"Sudah berapa lama mereka pergi?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Baru saja beberapa menit yang lalu. Anda masih bisa mengejar, jika buru-buru. Mereka tidak menyalakan lampu, jadi tidak mungkin bisa ngebut."

"Itu pasti akan mereka lakukan, apabila nampak lampu mobilku di belakang mereka. Jadi ada risiko kecelakaan. Itu berbahaya, karena ada kedua anak itu bersama mereka."

"Kalau begitu Anda hadang saja mereka di balik bukit," kata Jupe

mendesak "Mereka takkan berhenti sampai di Hambone saja. Jika jalan

di balik bukit diblokir "

"Jalan yang mana?" kata Sheriff Tait.

Jupiter melongo.

"Ada lebih dari satu?"

"Jika mereka berhasil sampai di Hambone, Nak dari situ mereka bisa memilih salah satu dari sekitar selusin lintasan. Semuanya bercabang dari jalan utama di desa itu, dan menuju ke berbagai pondok serta beberapa tambang tua, dan dari situ turun sampai ke gurun. Kalau mau, orang-orang itu bisa selama berminggu-minggu bersembunyi di atas bukit."

"Tapi itu tidak boleh sampai terjadi!" seru Bob. "Allie dan Pete kan ada

di tangan mereka!"

Sheriff Tait pergi ke mobilnya, lalu mengambil corong mikrofon radionya.

"Aku bisa memanggil helikopter dinas patroli jalan raya," katanya. "Dalam waktu tidak sampai sejam, mereka sudah akan ada di sini. Aku

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

juga akan minta pada mereka untuk mengirim mobil patroli, mengawasi sisi seberang bukit-bukit ini. Kita doakan saja, semoga tidak timbul pikiran pada bandit-bandit itu bahwa mereka akan bisa lebih cepat jika para sandera disingkirkan!"

­Bab 17 MOGOK

JIM HOOVER, pilot helikopter dinas patroli jalan raya tertawa lebar menanggapi permintaan Jupe dan Bob, agar diperbolehkan ikut mencari kedua penjahat yang melarikan diri. Ia mengangguk.

"Aku tidak setuju," kata Sheriff Tait, "karena mungkin bisa berbahaya." Tapi ia menepi juga sedikit, agar Jupe dan Bob bisa masuk ke dalam helikopter yang sempit itu. Mereka berlutut di belakang kedua tempat duduk yang tersedia untuk pilot serta seorang penumpang. Sheriff Tait duduk di kursi penumpang. Senapan yang dilengkapi dengan teleskop dilintangkannya di atas lutut.

"Semuanya siap?" tanya Hoover, lalu menggerakkan tongkat kemudi. Helikopter itu bergerak naik, membubung meninggalkan tempatnya mendarat di jalan dekat tambang Thurgood.

Hoover menekan sebuah sakelar. Seketika itu juga nampak jalur sinar lampu sorot yang menyilaukan, menembus kegelapan malam. "Arahnya bisa dikendalikan dengan tuas ini," kata Hoover pada Sheriff Tait, sambil menunjuk sebuah tuas yang terdapat di depan tempat duduk polisi itu.

Sheriff Tait menggerakkan tubuhnya ke depan.

­"Rupanya mereka masih tetap tidak menyalakan lampu," katanya. Ia menggerakkan tuas kendali, dan sorotan lampu pencari mulai menyapu lereng bukit di bawah mereka. Nampak batu-batu besar, yang ketika

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

diterangi sinar lampu pencari menimbulkan bayang-bayang aneh, bergerak-gerak. Nampak di bawah, lintasan jalan berkelok-kelok yang menuju Hambone kelihatan nyaris putih di tengah kegelapan pohon- pohon pinus yang tumbuh merapat pada .kedua sisinya.

"Mereka harus terus menyusur lintasan yang di bawah itu, setidak- tidaknya sampai di Hambone," kata Hoover. "Lain halnya jika mereka memutuskan untuk meneruskan lari tanpa mobil."

Helikopter bergerak miring, mendekati bukit. Jupiter merasa seakan- akan perutnya terangkat ke atas. Napasnya tersentak.

"Tenang-tenang sajalah," kata pilot pesawat itu. "Anggap saja kau sedang berada dalam lift yang bergerak ke samping, dan bukan naik- turun seperti biasa."

"Aku tidak apa-apa," kata Jupe. "Sungguh, tidak apa-apa!"

Helikopter itu melayang, menelusuri setiap jengkal lintasan mulai dari bawah bukit sampai ke Hambone. Tapi mobil merah yang dicari, tidak kelihatan.

"Wah, rupanya mereka ngebut, sehingga sekarang sudah melewati lintasan tadi," kata Sheriff Tait, sementara helikopter melayang di atas puncak bukit. "Dan itu tanpa menyalakan lampu!"

Betulkah Manny dan Gasper berhasil melewati lintasan tadi, pikir Bob. Atau mungkinkah mobil selip dalam kegelapan? Bagaimana keadaan Allie dan Pete sekarang? Jangan-jangan mereka terkapar di bawah, tertindih mobil yang terbalik! Jangan-jangan mereka cedera!

Sheriff Tait rupanya merasa bahwa Bob merasa cemas melihat sikapnya yang tegang,

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Jangan cemas, Nak," katanya ramah. "Asistenku serta satu orang lagi akan naik ke lintasan Itu dengan jip. Jika terjadi sesuatu dengan mobil itu, mereka pasti akan menemukannya."

Jim Hoover merendahkan helikopternya, melayang di atas atap bangunan-bangunan di Hambone. Jalur sinar lampu pencari yang terang menelusuri tempat -tempat terbuka di antara bangunan-bangunan tua yang sudah lapuk itu.

"Apa itu?" seru Sheriff. "Ada pick-up di bawah sana pabrik tambang itu!"

di belakang bekas

Jupiter mengulurkan kepala ke depan, memandang ke bawah.

"Itu mobil Mrs. Macomber," katanya. "Kami menemukannya tadi siang di situ. Tapi tanpa Mrs. Macomber. Kami tidak tahu, di mana ia sekarang berada. "

"Apa sebetulnya yang sedang terjadi di sini?" tanya Sheriff Tait.

"Saya rasa, lebih baik nanti saja hal itu diterangkan," kata Jupe. "Sekarang Allie dan Pete lebih penting!"

"Yah, jika mereka berhasil sampai di Hambone, kini mestinya mereka sudah ada di sisi barat, melewati salah satu jalan kecil yang ada di situ," kata Sheriff. "Aku sendiri tidak tahu jalan mana yang akan kuambil, jika aku melarikan diri dengan membawa dua orang anak sebagai sandera."

"Hanya ada satu jalan untuk mengetahuinya," kata Jim Hoover, lalu menerbangkan helikopternya ke arah barat, meninggalkan Hambone yang kembali ditelan kegelapan malam.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Allie dan Pete duduk dalam mobil, di samping Manny dan Gasper. Mereka mendengar bunyi helikopter yang melayang-layang di atas kepala.

Sinar lampu pencari bergerak-gerak, menyapu pucuk pepohonan dan lintasan lengang yang menuju ke desa mati di atas bukit. Sesaat sinar terangnya menyentuh pohon-pohon pinus di sisi lintasan yang saat itu sedang dilewati mobil yang dikemudikan oleh Gasper.

Allie menahan napas. Dipusatkannya seluruh pikiran, berusaha memaksa pilot ltlelikopter untuk melihat mereka.

"Lihatlah kami!" doanya dalam hati. "Ayo, lihat! Kami ada di sini, tepat di bawah kalian! Masak tidak kelihatan?"

Deru mesin helikopter menjauh, lalu lenyap. Gasper terkekeh.

"Kita jalan lagi sekarang!" katanya sambil memindahkan persneling. Mobil bergetar dan menderum-derum, keluar dari parit di sisi jalan. Mereka merayap lagi naik, menuju ke Hambone. Lampu tetap tidak dinyalakan.

­"Jika kita berhasil lolos, aku tidak mau lagi kembali ke sini," ujar Gasper dengan sebal. "Toh takkan ada manfaatnya bagi kita. Jika Thurgood sialan itu belum menemukannya, sekarang ia, pasti akan mencarinya. Orang tidak perlu jenius untuk bisa menebak bahwa kita mencari sesuatu yang besar."

"Seberapa besar bagian Gilbert Morgan dari seperempat Juta dolar itu?" kata Allie dengan tiba-tiba.

Seketika itu juga Gasper menginjak rem, sehingga mobil langsung berhenti.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Siapa yang bicara tentang seperempat juta dolar?" hardik orang itu. Allie diam saja. Gasper merogoh kantung, mengambil sebatang rokok, lalu menyalakannya. "Kedua anak ini perlu kita singkirkan," katanya pada Manny. "Di suatu tempat yang tidak mungkin ditemukan orang lain. "

Allie terbatuk-batuk. Tangannya dikibas-kibaskan, menyingkirkan asap rokok yang terhembus ke mukanya.

"Merokok itu kebiasaan buruk," katanya. "Bisa mengganggu pernapasan - mungkin Anda belum menyadarinya - dan merusak suara. Dan takkan ada gunanya bagi Anda menyingkirkan kami. Kami tahu tentang perampokan di Phoenix -lima tahun yang lalu itu. Pelakunya empat orang, tiga pria dan seorang wanita. Salah seorang dari mereka Gilbert Morgan, kan? Dan Anda kedua laki-laki lainnya. Itu kami tahu, Bob dan Jupe juga tahu."

Manny mengerang.

"Aduh, kedua anak tadi! Dan kita biarkan mereka tinggal di bawah!"

"Tolol, ya?" kata Allie. Tapi ia langsung bungkam, begitu Manny menodongkan senjatanya. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di Hambone, lalu menuruni jalan menuju ke balik bukit. Gasper membiarkan mobil meluncur sendiri, dengan persneling pada gigi satu. Setelah beberapa saat, mereka sampai di suatu tempat di mana jalan utama membelok ke kanan, dan sebuah lintasan yang lebih sempit dan rusak mengarah ke kiri. Gasper memadamkan rokoknya yang tinggal puntung di asbak yang sudah penuh sekali, lalu menunjuk ke arah jalan utama.

"Ke mana kita kalau lewat situ?" tanyanya pada Allie.

"Entah," kata Allie, sambil menyingkirkan asap rokok dengan tangannya. "Ke gurun, barangkali."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ambil jalan yang ke kiri," kata Manny. "Kurasa saat ini pasti sudah ada sekitar seratus polisi menunggu kita di ujung jalan utama."

Gasper hanya mendengus, lalu membelokkan mobil memasuki jalan yang lebih sempit. Sebetulnya tidak pantas disebut jalan, karena wujudnya tidak lebih dari dua jalur bekas ban mobil yang berkelok-kelok di sela pepohonan. Mobil terguncang dan terbanting-banting ketika melewatinya. Tapi dengan mengerahkan segenap tenaga, Gasper mampu menguasai gerak kendaraan itu. Rokok yang baru dinyalakan dicampakkannya ke luar Jendela, lalu digenggamnya setir dengan kedua belah tangan.

"Jika hutan terbakar karena api rokok yang Anda buang itu, dengan sekejap mata kita akan ditemukan patroli jalan raya!" tukas Allie. Gasper tidak menjawab, karena terlalu sibuk mengendalikan mobil.

Pete da­ Allie merasa perjalanan itu seperti tidak habis-habisnya. Kadang-kadang mereka melihat pondok di bawah pepohonan, gelap dan misterius. Mereka melewati sebuah desa yang lebih kecil dari pada Hambone, dan lebih parah keadaannya. Seekor coyote menyelinap pergi, sambil tetap sembunyi di kegelapan bayang-bayang.

Beberapa kali nampak kembali sinar lampu pencari dari helikopter yang terbang mendekat: dan itu menyebabkan Gasper langsung meminggirkan mobil, menunggu sampai sinar terang yang mencari-cari sudah pergi lagi. Pete dan Allie - berusaha tidur, tapi setiap kali mereka tersentak bangun karena gerak mobil yang liar.

Selama beberapa waktu, rasanya mereka semakin tinggi saja mendaki. Tapi akhirnya lintasan yang dilewati mulai menurun, berkelok-kelok menyusur lereng.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Kurasa kita sudah berhasil." Gasper menggenggam kemudi erat-erat dengan kedua tangannya. Sementara itu bulan sudah terbenam. Hanya sinar redup ribuan bintang di langit saja yang masih ada untuk menunjukkan jalan. Lintasan yang benjol-benjol mulai melebar dan menjadi semakin datar. Mereka sudah sampai di kaki bukit. Di depan mata terhampar jalan raya beraspal licin. Di seberangnya, gurun yang luas.

Mobil dihentikan oleh Gasper. Dengan sikap waspada, ia memandangi ke kanan dan ke kiri.

Manny tertawa kecil.

"Tidak ada polisi," katanya. "Seperti sudah kusangka, mereka semua menunggu kita di ujung jalan utama."

"Bukan cuma di situ saja, di setiap tempat juga mungkin." Gasper menarik napas dalam-dalam. Ia terbatuk "Kita tidak akan mengambil jalan itu," katanya memutuskan, sambil mengangguk ke arah jalan raya yang beraspal. Persneling dimasukkannya ke gigi satu, lalu dikemudikannya mobil keluar dari bawah pepohonan, memotong jalan raya, lalu memasuki gurun. Mobil itu berjalan terlambung-lambung di situ.

"Aduh!" teriak Allie, ketika ban mobil membentur legokan sehingga ia terlempar ke depan. "Takkan mampu mobil ini."

"Tutup mulutmu!" bentak Gasper. Dengan gerakan gugup dimatikannya rokok yang baru saja dinyalakannya. "Jika kita terus saja di sini, nanti pasti akan sampai juga di salah satu jalan lain! Dan kita mencari yang tidak diawasi polisi."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Bintang-bintang terakhir yang masih nampak di langit, akhirnya memudar. Pete menoleh ke belakang. Dilihatnya sinar samar di balik perbukitan. Ketika akhirnya matahari muncul di atas bukit, mereka sudah jauh sekali meninggalkan jalan raya yang tadi.

"Tidak lama lagi mestinya ada jalan lagi," gumam Gasper, "yang tidak menghubungkan -"

Kalimatnya terputus, karena saat itu ban mobil membentur sebuah lubang yang dalam, dan keempat penumpangnya terbanting ke samping.

Terdengar suara mendesis. Uap dan asap yang berasal dan cairan pendingin mesin membuat napas mereka sesak.

"Sialan!" umpat Gasper. Ia mematikan mesin meloncat ke luar, lalu bergegas ke bagian depan mobil. Dengan mata melotot ditatapnya ban- ban kendaraan itu, sementara genangan air kecokelatan menyebabkan pasir putih di bawah mobil berubah warna, menjadi gelap.

"Ada, apa?" tanya Manny dengan tegang

"Radiator pecah," kata Gasper. "Dan as patah!"

Manny mengerang.

"Dasar goblok!"

Gasper pe­gi ke samping mobil, lalu mengacungkan senjatanya ke arah Allie dan Pete

"Ayo keluar! Kita terus, berjalan kaki!"

"Mana mungkin?!" seru Allie.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Diam! Ayo, jalan!" bentak Gasper, Allie dan Pete turun dari mobil, diikuti Manny. Ia memandang ke seberang daerah tandus itu.

"Ke sana," katanya sambil menuding ke depan "Kita berjalan menuju ke arah sana, membelakangi daerah perbukitan. Kapan-kapan, kita pasti akan sampai di suatu tempat."

"Tidak!" kata Allie. "Biar berjalan sampai kapan pun, bisa saja kita tidak sampai ke mana-mana. Dan apabila matahari nanti sudah tinggi, suhu di daerah sini akan menjadi panas sekali. Seperti dipanggang rasanya. Kita harus tetap tinggal di mobil."

"Kalau itu kita lakukan, kita pasti mati," kata Manny.

"Kita juga akan mati kalau pergi dari sini," kata Allie berkeras.

"Jangan banyak bicara! Ayo jalan!" teriak Gasper.

"Tidak!" Allie duduk di tanah. "Tembak saja kalau mau, tapi aku tetap tinggal di sini. Lebih baik ditembak daripada mati kepanasan, atau menjadi gila karena tidak kuat menahan haus!" Ditatapnya Manny dan Gasper dengan mata melotot.

Pete ragu-ragu sebentar, lalu ikut duduk di samping mobil.

Gasper menatap mereka dengan sikap mengancam, sementara jari- jarinya semakin kencang menggenggam senjatanya. Tapi tahu-tahu Manny berbalik, lalu mulai berjalan, menjauhi mobil.

Gasper memandang Pete dan Allie, lalu beralih menatap sosok temannya yang pergi dengan langkah pasti. Akhirnya ia menyusul Manny.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Allie dan Pete memperhatikan terus, sampai kedua penjahat itu sudah jauh sekali. Matahari menanjak terus merambati langit. Permukaan gurun mulai kelihatan bergelombang, karena hawa panas yang mengambang di atasnya.

"Bagaimana jika orang-orang yang mencari kita menganggap usaha mereka takkan bisa berhasil, lalu pencarian dihentikan?" kata Pete. Suaranya parau karena cemas. "Kita bisa mati kehausan di sini."

Bab 18 TERDAMPAR DJ TENGAH GURUN

JAUH tinggi di atas, Bob dan Jupit­r memperhatikan daerah perbukitan menjadi kemerah-merahan kena sinar matahari saat fajar. Sherrif Tait menguap. Dipadamkannya lampu sorot helikopter. Pencarian semalam suntuk menyebabkan mata mereka merah dan terasa pedih. Jim Hoover, pilot pesawat itu mengubah sikap duduknya. Dibelokkannya arah helikopter, untuk sekali lagi melayang di atas bukit-bukit.

"Aku tidak mengerti, bagaimana mereka bisa melewati punggung bukit tanpa terlihat oleh kita," kata Sheriff Tait. "Tapi aku berani bertaruh, mereka pasti sudah tidak ada lagi di bawah sana. Setiap jengkal sudah kita teliti."

"Tapi kalau tidak di situ, di mana lagi mereka mungkin berada?" tanya Bob. "Jika turun lewat jalan utama, pasti sudah disergap mobil-mobil patroli yang menghadang di sana. Dan pilot helikopter yang satu lagi, tadi kan mengatakan bahwa jalan raya sudah diperiksa olehnya.

"Mungkin mereka memang berniat tetap tinggal bukit" kata Jupe. "Di bawah sana banyak juga desa-desa yang sudah tidak berpenghuni lagi, ­serta pepohonan untuk tempat menyembunyikan mobil di bawahnya."

"Mungkin kau benar, Jupiter," kata Sheriff.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tapi menurutku, mereka turun ke bawah lewat salah satu jalan yang tidak biasa dilewati orang, lalu memotong jalan lewat gurun. Jangan lupa, mereka tidak membawa bekal. Mereka tidak bisa lama-lama bersembunyi tanpa bekal makanan."

"Kalau mereka mencoba melintasi gurun, bisakah kita menemukan mereka?" tanya Bob.

"Bisa saja, asal kita cukup lama mencari," jawab Sheriff Tait "Gurun ini luas, tapi setidak-tidaknya datar. Kita coba saja mencari ke arah sana. "

Jim Hoover mengangguk, lalu membelokkan helikopter ke arah barat, menuju ke tengah gurun.

Allie menarik sapu tangan dari kantung jeansnya, lalu mengusap kening yang berkeringat dengannya. Matahari memancarkan sinarnya yang terik. Allie sudah capek sekali. Tapi rasa gelisah menyebabkan ia tidak bisa tidur. Ia berdiri, lalu berjalan mengelilingi mobil, untuk kesekian kalinya pagi itu, lalu menjatuhkan diri di samping Pete yang duduk di balik bayangan mobil yang semakin memendek.

"Hari semakin siang," kata Allie "Mestinya sudah menjelang tengah hari. Kenapa kita belum juga ditemukan oleh mereka?"

Pete mengangguk. Wajahnya suram. "Dan kita belum makan lagi sejak kemarin siang, sewaktu piknik di Hambone. Perutku lapar sekali!"

"Bisa-bisanya kau memikirkan makan!" bentak Allie. "Tenggorokanku kering sekali - seperti kaktus mati rasanya!"

"Jika radiator tadi tidak pecah, kita bisa minum air yang ada di dalamnya," kata Pete.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Ih," kata Allie, lalu meringkukkan punggung. Tiba-tiba ia berseru, "Astaga! Bagaimana sih, ­ aku ini?"

Pete kaget melihat perubahan sikap Allie.

"Apa maksudmu?" katanya.

Allie buru-buru berdiri, lalu mengambil kunci mobil dari tombol starter. Dibukanya tempat barang yang besar di hadapan jok penumpang sebelah depan, merogoh-rogoh, lalu mengeluarkan kotak pertolongan pertama. Diambilnya gunting dari dalam kotak itu.

"Apa yang hendak kaulakukan dengan gunting itu?" tanya Pete, sementara Allie mengacungkan alat itu dengan bangga.

Allie menunjuk ke arah sebatang kaktus yang ada di dekat mereka.

"Kita bisa memotong sebagian dari batang kaktus yang di sana itu," katanya. "Batangnya selalu mengandung air, yang diserap pada saat hujan, sebagai persediaan untuk musim kering. Aneh - kenapa baru sekarang hal itu terpikir olehku!"

"Lebih baik baru sekarang, daripada sama sekali tidak ingat!" kata Pete. "Wah, sudah kepingin sekali rasanya mencicip sesuatu yang basah." Diambilnya gunting dari tangan Allie, lalu ia lari mendatangi kaktus itu. Ditusuk-tusukkannya gunting itu ke batang tanaman itu, sampai diperolehnya dua bongkah daging batang yang berair. Sebongkah diberikannya pada Allie, lalu dibenamkannya giginya ke bongkah yang satu lagi, diikuti oleh Allie. Kedua remaja itu langsung mengernyitkan muka.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Aku tidak tahu mana yang lebih tidak enak," kata Pete, "mati

kehausan

atau ini!"

Allie mengunyah lambat-lambat, untuk mengisap seluruh cairan yang terkandung dalam daging batang kaktus. Setelah habis, diludahkannya ampas yang tersisa.

Sementara itu matahari sudah tepat di atas kepala.

"Kita berlindung saja di bawah mobil," kata Allie. "Jika helikopter itu masih meneruskan pencarian, mereka pasti bisa melihat kendaraan ini."

Keduanya merangkak ke kolong mobil yang teduh.

"Di sini memang tidak begitu panas," kata Pete. Ia merebahkan diri, siap untuk menunggu.

Karena tubuh sudah terasa lebih segar, Allie dan Pete kini bertambah waspada. Mereka mendengar suara samar seekor burung gurun, dan melihat kepala seekor tikus gurun tersembul sekejap dari liangnya, lalu cepat-cepat menghilang kembali. Beberapa ekor kadal berkeliaran dekat mobil, mencari makanan. Dataran gurun di sekeliling mereka nampak seperti bergelombang ditimpa sinar matahari terik. Beberapa waktu kemudian, yang bagi kedua remaja itu rasanya seperti sudah berjam- jam, Pete mengangkat kepalanya. Ia memasang telinga. Kemudian Allie pun ikut memperhatikan.

"Aku juga mendengarnya!" katanya. Samar-samar terdengar bunyi helikopter yang sedang terbang. Tidak salah lagi, itu memang suara helikopter.

"Mereka datang!" seru Allie. Bersama Pete, ia bergegas keluar dari kolong mobil, lalu lari ke tempat yang terbuka. Tapi bunyi bergeletar

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

samar yang terdengar tadi sudah lenyap lagi. Kedua anak itu mencari- cari sambil mendongak. Tapi hanya langit biru saja yang

"Aku tahu pasti, tadi itu suara helikopter," kata Allie.

Keduanya memasang telinga, ­Tapi tidak ada apa-apa lagi yang terdengar.

"Aduh kenapa mereka tidak datang-datang juga?" seru Allie. "Kita bisa mati di sini, jika mereka tidak lekas muncul."

"Jangan begitu, Allie," kata Pete. "Mereka pasti akan menemukan kita - tentang itu aku yakin seyakin-yakinnya." Tapi suaranya tidak mendukung kata-katanya.

Kemudian mereka mendengarnya lagi. Bunyi helikopter yang terbang di kejauhan. Pete dan Allie melonjak-lonjak, melambai-lambai sambil menjerit-jerit.

"Kami ada di sini!" jerit Allie. "Di sini, di bawah sini."

­Rupanya pilot helikopter sekarang melihat mereka, karena pesawat itu berbelok, lalu melayang ke arah mereka. Pete dan Allie lari menyongsong sementara helikopter merendah lalu mencecah tanah. Kedua anak itu lari membungkuk, untuk menghindari baling-baling yang berputar.

Sheriff Tait bergegas turun.

"Kalian tidak apa-apa?" tanyanya.

"Kami baik-baik saja," jawab Allie. "Sungguh!"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Pete menuding ke arah barat, ke tengah gurun. "Penjahat-penjahat itu lari ke sana - berjalan kaki." katanya

"Mereka memutuskan untuk meneruskan usaha melarikan diri dengan jalan kaki, setelah mobil mogok di sini," kata Allie menambahkan. Sheriff Tait tertawa.

"Pasti mereka menyesal sekarang."

Bob dan Jupiter sebenarnya ingin menghambur ke luar dari helikopter, untuk menyambut kedua teman mereka. Tapi tidak sempat, karena Sheriff buru-buru kembali ke tempat duduknya di depan, sambil mengatakan sesuatu pada pilot helikopter, yang masih tetap Jim Hoover. Pilot itu mengangguk, lalu berbicara lewat radio. Setelah itu ia menjulurkan kepala ke luar, lalu berseru ­pada Pete dan Allie. Jim Hoover berteriak keras-keras untuk mengalahkan deru pesawat.

"Kalian tidak bisa kubawa, karena di sini tidak cukup tempat, " serunya. "Tapi aku sudah menghubungi .satu di antara helikopter-helikopter pencari yang lain. Dalam lima menit, kalian sudah akan dijemput. Kami sekarang hendak mengejar kedua penculik kalian!" Ia menyodorkan sekaleng minuman pada Pete, lalu helikopter dibubungkannya lagi ke atas dan diarahkan ke barat, mencari Manny dan Gasper yang lari ke arah sana.

Pete dan Allie berpandang-pandangan sambil nyengir.

"Kedua penjahat itu pasti belum terlalu jauh," kata Allie dengan nada puas.

­Bab 19 RAHASIA JUTAWAN

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

­ALLIE ternyata memang benar. Sejam kemudian Manny dan Gasper sudah berhasil ditemukan oleh salah satu helikopter yang mengejar. Lalu dengan dijaga oleh seorang asisten Sheriff Tait, kedua penjahat itu diangkut ke Twin Lakes dan diturunkan di tempat terbuka dekat pondok Wesley Thurgood. Kedua penjahat itu sudah kehabisan tenaga. Kulit mereka merah dan pecah-pecah tersengat sinar matahari di gurun. Keduanya nampak sangat sebal. Mereka hanya mampu berjalan sejauh beberapa kilometer saja melintasi gurun, tapi akhirnya ambruk karena kepanasan.

Allie dan Pete, yang sudah lebih dulu diangkut kembali ke Twin Lakes dengan helikopter, tertawa lebar ketika melihat kedua penjahat itu digiring turun dari pesawat dengan tangan diborgol.

Sesaat kemudian, Sheriff Tait tiba bersama Jupe dan Bob. Kedua remaja itu dengan riang menghampiri Pete dan Allie yang datang menyongsong, serta menyapa Paman Harry yang nampak lega. Magdalena juga ada di situ, sibuk membagi-bagikan sandwich serta mengurus kedua pekerja yang berkebangsaan Meksiko.

Kedua orang itu malam sebelumnya kembali lagi ­ke tambang, dan kini duduk mencangkung di undak-undakan pintu pondok Thurgood, Keduanya nampak lesu dan ketakutan, dan tidak mau diajak bicara oleh siapa pun juga. Anjing penjaga peliharaan Thurgood dirantai di samping pondok.

Lidah binatang itu terjulur ke luar. Ia terengah-engah, tapi tidak berbuat apa-apa. Thurgood sendiri ada di dekat situ. Ia kelihatan tegang, bercampur bingung.

"Setelah semua kembali," katanya, "kuharap ada yang sudi mengatakan, siapakah sebenarnya orang-orang ini -" Ia menganggukkan kepala ke arah kedua penjahat yang diborgol, "- dan apa sebetulnya yang terjadi di sini?"

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Tanpa mempedulikan pertanyaan Thurgood,

Allie berpaling pada Jupe sambil berkata, "Ternyata dugaan kita tentang Gilbert Morgan benar! Ia memang terlibat dalam kasus perampokan di Phoenix lima tahun yang lalu - dan kedua orang ini merupakan komplotannya! Itu mereka akui kemarin malam, ketika kami menyeberangi bukit. "

"Kami tidak mengatakan apa-apa waktu itu," bantah Manny.

"O ya, Anda mengakuinya," kata Allie. "Ketika kukatakan kami tahu tentang peristiwa perampokan itu, Anda lantas mengatakan kami berdua sebaiknya disingkirkan saja. Itu kan sama saja artinya dengan mengaku!"

Jupiter tersenyum puas. "Jadi ternyata rekonstruksi kita benar" katanya. ­"Kini segala-galanya mulai nampak bentuknya,"

"Kau ini bicara tentang apa?" tanya Sheriff Tait.

"Ya, mungkin sebaiknya kauberikan penjelasan, Jupe," kata Paman Harry. "Aku pun sama bingungnya seperti yang lain-lain."

"Bisa saja kucoba," kata Jupiter. Ia buru-buru menghabiskan sandwichnya, lalu menarik napas dalam-dalam. Kelihatan sekali bahwa ia menikmati saat itu.

"Ketika diketahui bahwa orang yang ditemukan mati di dalam tambang itu ternyata bekas narapidana yang menjadi buronan karena melanggar keharusan melapor setelah dibebaskan dengan syarat - ia dihukum karena merampok - kami lantas bertanya-tanya pada diri sendiri, apa sebetulnya yang dicari orang seperti dia di Twin Lakes yang letaknya begini terpencil. Apa yang menyebabkan ia masuk ke Tambang Jebakan

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

Maut? Kami memeriksa edisi-edisi lama koran Twin. Lakes Gazette, dan menemukan beberapa peristiwa menarik yang terjadi di sini lima tahun yang lalu.

"Misalnya saja, Tambang Jebakan Maut ditutup jalan masuknya waktu itu, sementara Gilbert Morgan ada di dalamnya, dalam keadaan sudah mati. Pada hari itu juga, sebuah mobil yang dicuri di Lordsburg kemudian ditemukan dekat tambang itu. Kami hanya bisa menduga bahwa Morgan datang kemari dengan mobil itu. Kami lantas melacak jejaknya ke Lordsburg, tapi yang kami temukan di sana cuma sebuah berita dalam koran terbitan Lordsburg, tentang akan ditutupnya Tambang Jebakan Maut.

"Lima tahun yang silam, Mrs. Macomber pulang ke Twin Lakes, dan di sini dibelinya tanah dan rumah-rumah yang sekarang menjadi miliknya. Dalam salah satu rumahnya yang masih kosong, kami menemukan koran terbitan Phoenix lima tahun yang lalu. Dalam koran itu ada berita tentang peristiwa perampokan di kota itu - perampokan yang menghasilkan paling sedikit seperempat juta dolar bagi para pelakunya yang terdiri dari empat orang - tiga pria dan seorang wanita. Koran itu diterbitkan hanya beberapa hari sebelum tambang ditutup, dan beberapa bulan sebelum Mrs. Macomber membeli rumah-rumah di sini. Nampaknya ada kemungkinan Gilbert Morgan yang membawa koran itu kemari -dan mungkin juga ia yang masuk ke rumah di mana surat kabar itu kami temukan, sebelum kemudian masuk ke dalam tambang. Kami lantas menduga, mungkin saja Gilbert Morgan itu salah seorang dari kawanan yang melakukan perampokan di Phoenix. Sekarang kami tahu bahwa itu memang benar - dan kalian berdua kawanannya." Sambil tersenyum, dipandangnya Manny dan Gasper.

"Ketika mayat Morgan ditemukan di dalam tambang minggu lalu, orang- orang yang suka pada sensasi kemudian berdatangan kemari," kata Jupiter meneruskan penjelasannya. "Anda, Gasper, datang kemari pada

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

waktu itu juga - yaitu setelah mendengar kabar tentang ditemukannya mayat Gilbert Morgan. Anda memasuki gudang Harrison Osborne, lalu ketika kami memergoki Anda di sana, Anda menyerang Pete dengan parang. Tapi karena Anda mencari-cari sesuatu Anda terpaksa tetap berada di sekitar sini. Mungkin Anda waktu itu bersembunyi di - salah satu rumah milik Mrs. Macomber, Aku yakin, Anda yang mencuri makanan dari dapurnya, dan juga yang meninggalkan puntung rokok di bak cuci piring di situ. Atau mungkin wanita itu sendiri yang memberi makanan itu pada Anda?"

Gasper tidak menjawab.

"Tapi itu juga tidak begitu penting," sambung Jupe. "Mungkin Manny juga ada di sekitar sini waktu itu, tapi kami tidak pernah menemukan jejaknya. Kurasa Anda yang bertugas sebagai pengintai, Gasper. Kemarin siang, keadaan di sekitar sini nampaknya aman bagi kalian berdua, karena semua sedang tidak ada. Anda lantas membius anjing penjaga Thurgood dengan daging yang sudah diberi obat bius, lalu pergi menjemput Manny. Setelah itu kalian berdua kemari, untuk mencari bagian Morgan dari hasil perampokan kalian."

Kini Jupiter memandang Wesley Thurgood. ­

"Dan Anda, Mr. Thurgood, Anda menemukan uang itu di dalam tambang, kan?"

"Sayang," kata Thurgood sambil menggeleng, "sekali ini kau salah terka. Kuakui, setelah rintangan yang menutup tambang dibuka, aku tidak langsung memeriksa tambang itu dengan teliti. Tapi Sheriff melakukannya kemudian, setelah mayat buronan itu ditemukan di dalam. Tidak ada apa-apa di dalam tambangku."

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Tidak ada apa-apa, Mr. Thurgood?" kata Jupiter. Dikeluarkannya batu yang mengandung jalur emas dari kantungnya, lalu dilambungkannya ke atas. "Emas juga tidak?"

Thurgood terkejut.

"Emas?" kata Sheriff Tait. "Belum pernah ditemukan emas di Tambang Jebakan Maut."

"Tapi sekarang ada," kata Jupiter. "Batu ini kupungut di dalam tambang, pada hari Allie menemukan mayat Morgan. Kemudian kutunjukkan pada seorang ahli permata di Lordsburg. Orang itu mengatakan, logam mengkilat berwarna kuning kemerahan yang ada di batu ini emas-emas dengan kadar tembaga yang tinggi."

Sheriff Tait tercengang.

"Tapi

tidak pernah diketahui?"

jika di Tambang Jebakan Maut ada emas, kenapa sebelumnya

Jupe merogoh kantungnya lagi, lalu menyodorkan bongkah kecil logam mengkilat yang satu lagi pada Sheriff Tait.

"Itu karena ketika Mr. Thurgood membeli tambangnya, emas itu memang belum ada," kata Jupiter. "Ketika kemarin malam kami masuk ke situ, aku menemukan logam ini di permukaan dinding terowongan. Kecuali ini, masih ada beberapa butir lagi di situ. Jika Anda periksa baik-baik, akan nampak bahwa emas ini kehijau-hijauan warnanya - jadi mungkin emas yang banyak mengandung perak." Jupe menggoyang-goyangkan tubuhnya.

"Ketika sedang mencari-cari Pete dan Allie kemarin malam, aku berpikir-pikir tentang kedua jenis emas yang kutemukan. Aku tahu,

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

emas sering ditemukan bercampur dengan logam-logam lain - seperti tembaga, atau perak. Tapi aku sangsi, apakah mungkin terdapat dua

jenis campuran yang begitu lain. Aku juga lantas berpikir-pikir tentang bunyi ledakan di dalam tambang yang pernah kami dengar beberapa hari

yang lalu

memperhatikan emas yang kehijau-hijauan dengan lebih cermat lagi.

Jika itu Anda lakukan, Sheriff Tait, Anda akan melihat bahwa emas itu

tidak

serta ledakan yang terjadi berulang kali. Aku lantas

selalu sudah ada di dinding terowongan Tambang, Jebakan Maut."

Sheriff Tait mendekatkan logam itu ke matanya.

"Eh

emas ini berbentuk tertentu!" katanya dengan heran.

Jupiter mengangguk dengan sikap yakin. "Ya, bentuk kembang jeruk Emas itu berasal dari sebuah cincin kawin!"

Thurgood melangkah maju.

"Di mana kau menemukannya?" tukasnya dengan nada bertanya. "Di mana kau sesungguhnya menemukan emas itu? Jangan kaukatakan, di dalam tambangku. Aku tidak percaya!"

"Itu tak perlu kukatakan lagi," balas Jupe, "Aku yakin, jika Anda begitu ceroboh sehingga menggunakan potongan-potongan emas yang berasal dari perhiasan dalam usaha penipuan yang Anda lakukan, masih ada potongan-potongan lain di dinding terowongan itu yang nanti bisa diteliti dari mana asalnya. Sheriff tinggal ke sana saja, untuk memeriksa."

Jupiter berpaling, memandang Sheriff Tait.

"Mr. Thurgood ini melakukan siasat penipuan yang sudah sangat kuno," katanya. "Ia membumbui tambang yang sudah tidak ada apa-apanya lagi. Ia mengisi senapan burunya dengan potongan emas yang kecil-kecil, lalu

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

menembakkannya ke dinding terowongan sehingga butir-butir emas itu menempel di situ. Kemudian diajaknya orang-orang yang berminat, untuk menyaksikan sendiri emas yang katanya ditemukannya. Kedua pekerjanya disuruhnya meledakkan dinamit setiap kali ia datang kemari dengan membawa orang-orang yang hendak ditipu. Dengan begitu orang- orang itu mendapat kesan, seolah-olah tambang di sini ini benar-benar dioperasikan. Kurasa orang-orang yang mau saja ditipu itu datang ke Lordsburg dengan pesawat terbang, dan di sana dijemput oleh Thurgood lalu dibawa kemari, untuk dibujuk agar mau menanamkan modal dalam usaha pertambangannya."

"Ada sesuatu yang tidak kumengerti di sini," kata Paman Harry menyela. "Wesley Thurgood kan sudah kaya, berkat usaha tanah dan rumahnya. Kenapa masih mau-maunya melakukan penipuan kuno seperti ini?"

"Jawabannya gampang saja - aku takkan mau!" kata Thurgood sambil mencibir. "Untuk apa?" .

"Tapi jika kita masuk ke dalam tambang, nanti akan kita lihat Jupe, Tapi Thurgood cepat-cepat memotong.

" kata

"Jangan masuk!" bentaknya. Mukanya merah padam karena marah, sementara matanya melirik sekilas ke arah tambang. "Aku hendak menghubungi pengacara hukumku dulu. Siapa pun juga yang masuk ke tambangku, kuanjurkan untuk membawa surat perintah untuk itu. Kalau tidak, dia akan kutuntut!"

"Anda boleh .saja menelepon pengacara Anda nanti, dari tempat tahanan,­' kata Sheriff Tait. Tatapan matanya dingin. "Saat ini bukti- bukti yang ada sudah cukup banyak untuk menahan Anda - dan untuk meminta surat perintah penggeledahan tambang Anda."

"Anda percaya pada ocehan anak sinting ini?" seru Thurgood.

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

"Menurutku, dia sama sekali tidak kelihatan sinting," jawab Sheriff.

"Terima kasih, Sheriff Tait," kata Jupe. "Sekarang masih ada satu hal lagi yang perlu dijelaskan." Ia berpaling pada kedua penjahat yang diborgol.

"Mana Mrs. Macomber?" desaknya. "Apakah ia menunggu kalian di salah satu tempat tertentu?"

­"Mrs. Macomber?" kata Manny. Nada suaranya mengandung keheranan.

"Itu, wanita tua pemilik rumah-rumah yang di seberang jalan," kata Gasper menjelaskan.

"Namanya Macomber."

Kini Jupiter yang tercengang.

"Kalau begitu tidak kenal?"

Anda tidak kenal padanya?" katanya. "Sungguh-sungguh

Manny hanya mengangkat bahu.

Jupiter menarik-narik bibirnya yang sebelah bawah.

"Selama ini kami mencurigai Mrs. Macomber, bahwa ia sebenarnya anggota keempat dari kawanan perampok di Phoenix itu. Tapi kami tidak punya bukti-bukti nyata yang menghubungkan dirinya dengan kasus itu, kecuali bahwa ciri-cirinya cocok dengan penampilan wanita yang mengemudikan mobil yang dipakai para perampok untuk melarikan diri. Segala-galanya cocok! Lagi pula, ia tahu-tahu pergi dengan begitu saja dari Phoenix, pada saat yang kurang lebih sama dengan peristiwa

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi

perampokan itu. Kemudian, setelah tahu bahwa kami sedang melacak jejak Morgan, tahu-tahu ia menghilang lagi"

"Sudah kukatakan tadi, anak ini sinting!" teriak Thurgood. "Masak, mencurigai Mrs. Macomber terlibat dengan bandit-bandit ini!" Tanpa disadarinya, sekali lagi matanya melirik ke arah mulut tambang.

"Kalau aku sinting, kenapa Anda berkeringat, Thurgood?" tukas Jupiter.

­Tiba-tiba ia menepuk keningnya sendiri

"Aku inii benar-benar tolol!" serunya "Kusangka Mrs. Macomber menghilang, karena terlibat dalam kasus perampokan itu. Tapi bukan itu alasan sebenarnya - bukankah begitu Thurgood. Ia lenyap, karena mengenali Anda. Ia mengetahui sesuatu tentang Anda, yang ingin Anda sembunyikan dari orang lain. Apakah yang terjadi dengan Mrs. Macomber, Thurgood? Di mana dia sekarang?"

Thurgood meneguk ludah.

"Mana aku tahu?" Ia beringsut-ingsut ke arah tambang. Jupe berbalik dengan cepat, lari ke mobil Shenff untuk mengambil sebuah senter yang terang sinarnya. Setelah itu ia berlari, masuk ke dalam tambang.

"Awasi orang ini!" seru Sheriff Tait pada asistennya sambil menuding Thurgood, lalu menyusul Jupe ke dalam tambang, diikuti oleh Allie, Paman Harry, Pete, dan Bob.

Sementara itu Jupe sudah jauh masuk ke dalam. Yang lain-lain lari tersandung-sandung dengan berpedoman pada cahaya senter yang nampak di depan. Sampai di tempat terowongan utama bercabang, Jupiter lari ke lorong yang mengarah ke kiri. Dilewatinya bagian dinding

Koleksi ebook inzomnia

http://inzomnia.wapka.mobi