Anda di halaman 1dari 1

Berlatih menjadi Wiraswasta

Pendidikan Entrepreneurship di sekolah-sekolah Prayoga

Kita mesti melatih anak-anak didik kita menjadi seorang wirausaha dan bukan hanya melatih
mereka pelajaran prakata, kalimat tersebut beberapa kali dilontarkan oleh Romo Anton dalam
pertemuan dengan kepala-kepala sekolah di beberapa koordinatorat seperti Koordinatorat
Baganbatu dan Pekanbaru. Romo Anton menjelaskan bahwa pelajaran entrepreneurship bukan
semata-mata mengajarkan anak prakarya namun mengajarkan bagaimana menjadi wiraswasta.
Beliau menegaskan bahwa di Indonesia tenaga kerja untuk mencipta banyak namun seorang yang
memiliki kemampuan wiraswasta sedikit. Kemampuan yang harus dikuasi bukan hanya mencipta
tapi bagaimana promosi, pemasaran, manajemen keuangan dan lain sebagainya.

Sekolah-sekolah di Yayasan Prayoga Riau beberapa tahun ini sudah memasukkan mata pelajaran
enterpreneurship atau kewirausahaan ke dalam kurikulum sekolah. Melalui pelajaran ini sekolah
berusaha untuk membentuk sebuah sebuah mindset atau pola pikir siswa untuk mampu membuat
inovasi-inovasi (produk yang kreatif). Melatih siswa untuk menjadi seorang entrepreneur yang
mampu memacu semangatnya setiap hari, selalu memotivasi diri, dan tidak pernah menyerah bila
mengalami kegagalan. Nilai-nilai yang dimiliki oleh seorang enterpreneur mesti dimiliki juga oleh
seorang siswa yang sedang belajar untuk mempersiapkan masa depan mereka.

Berkaitan dengan nilai-nilai yang ingin diajarkan kepada siswa maka pelajaran ini tidak hanya
berhenti pada jam kewirausahaan namun juga berkaitan dengan keseluruhan kurikulum yang ada di
sekolah. Pendidikan kewirausahaan memiliki keterkaitan erat dengan program-program lain yang
ada di sekolah, seperti pendidikan karakter dan pengembangan diri.

Sekolah-sekolah Santa Maria di Pekanbaru dua tahun ini sudah mengajarkan kepada siswa
bagaimana menciptakan suatu produk-produk baru dari barang-barang yang ada di sekitar mereka.
Produk yang dihasilkan seperti mainan anak-anak dan asesoris. SMA Santa Maria juga melaksanakan
hal serupa, selain menciptakan produk mereka juga belajar untuk membuat promosi dan
manajemen keuangan mereka sendiri. Selain sekolah-sekolah Santa Maria di Pekanbaru sekolah-
sekolah di Yayasan Prayoga yang lain juga melaksanakan hal yang serupa seperti sekolah-sekolah
Yosef Arnoldi yang ada di Baganbatu.