Anda di halaman 1dari 13

LBM 4

Total Quality Management

STEP 1 :

Siklus Plan do check action :


Implementasi : Penerapan

STEP 2 :

1. Definisi Mutu ?
2. Definisi dan implementasi managemen mutu RS?
3. Faktor yang mempengaruhi mutu?
4. Bagaimana mutu yang baik?
5. Definisi,Tujuan, dan manfaat dari TQM?
6. Bagaimana penerapan dari TQM?
7. Apa saja syarat dan sasaran dari TQM?
8. Apa unsur dari TQM?
9. Faktor yang menyebabkan kegagalan TQM?
10. Karakteristik dari TQM?
11. Prinsip dari TQM?
12. Elemen pendukung TQM?
13. Langkah-langkah dan tekhnik peningkatan mutu?
14. Definisi QA?
15. Hubungan antara TQM dan QA?
16. Peran TQM dalam managemen RS?
17. Proses pengendalian dalam TQM?

STEP 3

Mutu

1. Definisi Mutu ?
a. Definisi

- Suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan
lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan
Total Quality Management ; Fandi Tjiptono&Anastasia Diana ;1998

Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan
dengan kemampuanya untuk memberikan kebutuhan kepuasan (American Society for
Quality Control).
Mutu adalah Fitness for Use, atau kemampuan kecocokan penggunaan (J.M.Juran).
Mutu adalah kesesuaian terhadap permintaan persyaratan (The conformance of
requirements- Philip B. Crosby).

2. Definisi dan implementasi managemen mutu RS?


Implementasi manajemen mutu :
Increasing resources : peningkatan sumber daya
Reorganization
Strengthning management : penguatan/ pemantapan manajemen
Standar dan pedoman
Pemberdayaan pasien dan hak-hak pasien
Qualitas sistem manajemen
Mendesign kembali produk
TQM dan pengembangan kualitas
Perbaikan indikator mutu
Bench marking
Manajemen resiko dan safety
3. Faktor yang mempengaruhi mutu?
Faktor yang Mempengaruhi

a. men : kemajuan teknologi, komputer dan lain-lain memerlukan pekerja-pekerja spesialis


yg makin banyak
b. money : meningkatnya kompetisi disegala bidang memerlukan penyesuaian pembiayaan
yg luar biasa termasuk untuk mutu
c. materials : bahan-bahan yg semakin terbatas dan berbagai jenis material yg diperlukan
d. machines dan mechanization : selalu perlu penyesuaian-penyesuaian seiring dengan
kebutuhan kepuasan pelanggan
e. modern information methods : kecepatan kemajuan teknologi komputer yg harus selalu
diikuti
f. markets : tuntutan pasar yg semakin tinggi dan luas
g. management : tanggung jawab manajemen mutu oleh perusahaan
h. motivation: meningkatnya mutu yg kompleks perlu kesadaran mutu bagi pekerja-pekerja
i. mounting product requirement : persyaratan produk yg meningkat yg diminta pelanggan
perlu penyesuaian mutu terus menerus
manajemen mutu pelayanan kesehatan ; Djoko Wijono

4. Bagaimana mutu yang baik?


Sesuai dengan kebutuhan
tepat sumber daya
Tepat standar profesi dan etika profesi
Pelayanan standar dan wajar
Praktek dr profesional
Menjalin kerjasama antara dr dan pasien
Mengutamakan preventif
Tersedia alat kesehatan dan obat yang terjangkau
5. Langkah-langkah dan tekhnik peningkatan mutu?
Rs harus memenuhi konsep dasar dan prinsip utama di RS
Memberikan prioritas tingkatan mutu dari SDM( contohnya termasuk kesejahteraan
pekerja )
Menciptakan budaya mutu di RS
TQM

1. Definisi,Tujuan, dan manfaat dari TQM?


a. Definisi
Suatu sistem manajemen yang melibatkan seluruh lapisan organisasi dalam
mengendalikan dan meningkatkan mutu secara terpadu.
Suatu proses manajemen pelayanan kesehatan dengan pendekatan perilaku atau
budaya organisasi yang berorientasi pada peningkatan mutu terus menerus dengan
kepuasan pelanggan, dukungan komitmen pimpinan yang terpadu dengan pendekatan
sistem dan didasari metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan.
b. Tujuan

1) Umum
Meningkatkan pelayanan kesehatan melalui program peningkatan mutu pelayanan secara
efektif dan efisien agar tercapainya derajat kesehatan yang optimal.

2) Khusus
Tercapainya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien melalui :

o Optimasi tenaga, sarana dan prasarana.


o Pemberian pelayanan sesuai dengan standar profesi dan
o standar pelayanan yang dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu sesuai dengan
kebutuhan pasien.
o Pemanfaatan teknologi, hasil penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan.

Tujuan utama TQM adalah meningkatkan mutu pekerjaan, memperbaiki


produktivitas dan efisiensi. TQM sebagai suatu prosedur untuk mencapai
kesuksesan, dinilai berhasil manakala mutu dari suatu pekerjaan meningkat lebih
baik kualitasnya dari sebelumnya, produktivitasnya tinggi yang ditunjukkan
dengan hasil kerja berupa produk/jasa lebih bayak jumlahnya dari sebelumnya,
dan lebih efisien yang bisa diartikan lebih murah biaya produksinya atau input
lebih kecil daripada outputnya.

http://www.uns.ac.id/data/0022.pdf

c. Manfaat

meningkatkan laba melalui 2 rute : rute pasar dan meningkatkan output yg bebas dari
kerusakan melalui upaya perbaikan kualitas
meningkatkan daya saing
biaya operasi perusahaan berkurang
o Total Quality Management ; Fandi Tjiptono&Anastasia Diana ;1998

dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan


dapat lebih meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan
dapat lebih meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
dapat melindungi pelaksana pelayanan dari kemungkinan munculnya gugatan hukum
a. Pada sektor public
i. perbaikan pelayanan,
ii. pengurangan biaya dan
iii. kepuasan pelanggan.
b. Pada sistem manajemen dan kualitas pelayanan
i. peningkatan kepuasan pelanggan
ii. peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri di kalangan staf
pelayanan publik,
c. Pada Kemasyarakatan
i. perbaikan hubungan antara pemerintah masyarakat
ii. peningkatan akuntabilitas dan transparansi pemerintah
iii. peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan public

2. Bagaimana penerapan dari TQM?


Ada lima unsur utama dalam penerapan TQM, yaitu:
(1) berfokus pada pelanggan,
Pelanggan adalah sosok yang dilayani. Perhatian dipusatkan pada kebutuhan dan
harapan para pelanggan. Untuk ini setiap yang akan melaksanakan TQM harus
mengetahui ciri-ciri pelanggan-pelanggannya, dan karena itu maka harus
mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan dan harapan pelanggan tersebut agar
bisa memuaskannya. Produk/jasa yang dibuat atau diberikan
haruslah bertumpu pada pelanggan.
(2) perbaikan pada proses secara sistematik,

Perbaikan pada proses secara sistematik, menunjuk pada kondisi dimana setiap
kegiatan hendaknya direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara cermat, dan
hasilnya dievaluasi dibandingkan dengan standar mutu yang ditentukan sebelumnya.
Selain itu, bahwa setiap prosedur kerja yang sedang dilaksanakan juga perlu ditinjau
apakah telah mendatangkan hasil yang diharapkan. Bila tidak, maka prosedur itu perlu
diubah dan diganti dengan yang lebih baik dan sesuai. Jadi disini, harus ada
keterbukaan dan kesediaan berubah dan menggantikan hal yang lama dengan hal ayng
baru jika memang diperlukan. Ini berlaku bagi multilevel, baik dari tingkat pimpinan
sampai dengan staf terbawah.

(3) pemikiran jangka panjang,


Pemikiran jangka panjang menunjuk pada visi dan misi lembaga. Visi dan misi
lembaga harus dirumuskan dan dicapai bersama oleh segenap unsur dalam lembaga,
kemana arah lembaga akan tertuju untuk jangka panjang. Suatu kegiatan staf atau
siapapun dalam lembaga tersebut harus dapat ditelusuri mampu menyumbang apa dan
seberapa kepada pencapaian visi dan misi lembaga. Disilah maka, untuk menerapkan
TQM dipersyaratkan adanya pimpinan yang memiliki visi jangka panjang,
berkemampuan kerja keras, tekun dan tabah mengemban misi, disiplin, dan memiliki
sikap kepelayanan yang baik misalnya: kepedulian terhadap staf, sopan dan berbudi,
sabar, bijaksana, bersahabat dan bersedia membantu sesama dalam lembaga tersebut.

(4) pengembangan sumberdaya manusia


Pengembangan sumberdaya manusia (SDM) menjadi kata kunci dalam penerapan
TQM. Semua anggota atau bagian dari lembaga tersebut harus berusaha menguasai
kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Dalam
lembaga harus terjadi suasana saling belajar, segala sumber belajar dimanfaatkan
untuk meningkatkan kompetensi masing-masing staf. Bagaikan suatu bangunan,
lemahnya SDM dalam bagian tertentu dalam lembaga akan mengganggupencapaian
visi dan misi, sehingga harus diperbaiki/ ditingkatkan.
(5) komitmen pada mutu (Slamet,1999).
kegiatan lembagaharus diorientasikan pada pencapaian mutu. Harus ada kesadaran
dan keyakinan bagi seluruh anggota atau bagian dalam lembaga akan perlunya mutu
kinerja masing-masing, dan karenanya harus ada tekat dan rasa keterikatan yang kuat
untuk menjada dan meningkatkan mutu kerja masingmasing yang menyokong mutu
lembaga. Dengan adanya komitmen pada mutu, akan mampu menggerakkan usaha-
usaha yang terus menerus untuk meningkatkan mutu, sehingga tidak akan menyerah
pada kendala-kendala dan kesulitan-kesulitan yang menghadang diperjalanan
menerapkan TQM dalam rangka peningkatan mutu secara berkelanjutan.

http://www.uns.ac.id/data/0022.pdf

Implementasi TQM

George dan Weimerskirch (1994, pp. 259-269) menyatakan bahwa ada 6 fase utama
dalam implementasi TQM, yaitu :

1) Komitmen manajemen senior terhadap perubahan


2) Penilaian sistem perusahaan, baik secara internal mapun eksternal
3) Pelembagaan fokus pada pelanggan
4) Pelembagaan TQM dalam perencanaan strategik, keterlibatan karyawan, manajemen
proses dan sistem pengukuran
5) Penyesuaian dan perluasan tujuan manajemen guna memenuhi dan melampaui
harapan pelanggan
6) Perbaikan atau penyempurnaan sistem

Menurut Goetssch dan Davis, fase implementasi TQM dikelompokkan menjadi tiga fase,
yaitu fase persiapan, fase perencanaan dan fase pelaksanaan. Masing2 fase terdiri atas
beberapa langkah :

1. fase persiapan
Terdiri atas 10 langkah yg diberi label A sampai J. Sebelum langkah pertama
dapat dimulai, syarat utama yg harus dipenuhi adalah adanya komitmen penuh dari
manajemen puncak atas waktu dan sumber daya yg dibutuhkan

Langkah A : membentuk Total Quality Steering Committee


Eksekutif puncak menunjuk staf tedekat (bawahan langsungnya) untuk mjd
anggota steering committee. Ia sendiri menjadi ketuanya
Langkah B : membentuk Tim
Steering committee perlu mengadakan suatu sesi pembentukan tim sebelum
memulai kegiatan TQM
Langkah C : pelatihan TQM
Steering committee membutuhkan pelatihan yg berkaitan dengan filosofif,
teknik dan alat2 TQM sebelum memulai aktivitas TQM
Langkah D : menyusun pernyataan visi dan prinsip sbg pedoman
Tujuannya adalah agar dapat menghasilkan dokumen yg singkat dan
bermakna yg mencerminnkan harapan dan aspirasi perusahaan
Langkah E : menyusun tujuan umum
Steering committee menyusun tujuan umum perusahaan berdasarkan
pernyataan visi yg telah ditetapkan. Tujuan ini tdd tujuan strategis dan tujuan
taktis
Langkah F : Komunikasi dan Publikasi
Eksekutif puncak dan Steering committee perlu mengkomunikasikan setiap
informasi mengenai langkah A-C. Semua orang dalam organisasi harus
memahami visi, prinsip2 sbg pedoman, tujuan dan TQM
Langkah G : Identifikasi kekuatan dan kelemahan
Informasi ini bermanfaat sbg pedoman dalam melaksanakan pendekatan
terbaik dalam implementasi TQM, juga berguna dalam menyoroti
kekurangan2 yg harus diperbaiki
Langkah H : Identifikasi pendukung dan penolak
Biasanya dilaksanakan bersamaan dengan langkah G atau sesudahnya
Langkah I : memperkirakan sikap karyawan
Dengan bantuan personalia atau konsultan luar, steering commitee perlu
berusaha memperkirakan sikap karyawan pada saat ini.
Langkah J : Mengukur kepuasan pelanggan
Steering committee perlu berusaha mendapatkan umpan balik objektif dari
para pelanggan guna menentukan tingkat kepuasan mereka.

2. fase perencanaan

Langkah K : Merencanakan Pendekatan Implementasi kemuadian


Menggunakan Siklus Plan/Do/Check/Adjust
Langkah ini dapat dimulai berbarengan dengan langkah G atau sesudahnya.
Pada langkah ini Steering committee merencanakan implementasi TQM.
Langkah ini bersifat ters menerus karena pada saat proyek berlangsung,
informasi2 umpan balik akan dikembalikan pada langkah ini untuk
melakukan perbaikan, penyesuaian dsb

Langkah L : Identifikasi Proyek


Steering committee bertanggung jawab untuk memilih proyek awal TQM yg
didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan, personil yg terlibat,
visi dan tujuan dan kemungkinan suksesnya
Langkah M : Komposisi Tim
Sbgn besar tim bersifat fungsional silang yg tdd wakil2 dari berbagai
departemen atau disiplin ilmu sesuai dengan yg ditangani
Langkah N : Pelatihan Tim
Sebelum tim yg baru terbentuk melaksanakan tugasnya, mereka harus dilatih
terlebih dahulu. Pelatihan yg diberikan harus mencakup dasar2 TQM dan
alat2 yg sesuai dengan proyek yg ditanganai
3. fase pelaksanaan

Langkah P : Penggiatan Tim


Masing2 tim mengerjakan proyeknya dengan mengunakan siklus PDCA sbg
model TQM
Langkah Q : Umpan balik kepada Steering Commitee
Tim proyek memberikan informasi umpan balik kepada steering commitee
mengenai kemajuan dan hasil2 yg dicapai. Umpan balik tasb akan digunakan
untuk menentukan apakah perlu dilakukan penyesuaian atau perubahan
Langkah R : Umpan balik dari pelanggan
Tim proyek khusus disebarkan untuk mengumpulkan informasi umpan balik
dari pelanggan eksternal mapun internal. Survei formal pelanggan eksternal
perlu dilaksanakan setiap tahun. Kepuasan pelanggan internal thd suatu
proses juga perlu dipantau terus
Langkah S : Umpan balik dari Karyawan
Tim proyek khusus lainnya secara periodic memantau sikap dan kepuasan
karyawan
Langkah T : memodifikasi infrastruktur
Umpan balik yg diperoleh dari langkah Q, R dan S (dari tim proyek,
pelanggan dan karyawan) akan dijadikan dasar oleh steering committee
untuk melakukan perubahan yg diperlukan dalam infrastruktur perusahaan

3. Apa saja syarat dan sasaran dari TQM?


Syarat

syarat-syarat berikut :

Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu


produk dan pelayanan, sehingga dapat memuaskan para pelanggan.
Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan dan para pemegang saham.
Memiliki wawasan jauh kedepan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan.
Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil.
Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan
keunggulan mutu.
elqorni.wordpress.com

4. Apa unsur dari TQM?

Unsur utama (Goetsch dan Davis, 1994 pp 14-18)

1. Fokus pada pelanggan


Dalam TQM pelanggan internal dan eksternal merupakan drive. Pelanggan eksternal
menentekan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka, pelanggan
internal berperan besar dalam menentukan kualitas manusia, proses dan lingkungan
yang berhubungan dengan produk atau jasa.
2. Obsesi terhadap kualitas
Bila suatu organisasi terobsesi dengan kualitas maka akan berprinsip good enough is
never good enough

3. Pendekatan ilmiah
Diperlukan untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut.

4. Komitmen jangka panjang


Penting untuk mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan
dengan sukses

5. Kerja sama tim (team work)


Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional seringkali diciptakan persaingan antar
departemen yang ada dalam organisasi tersebutagar daya saingnya terdongkrak. Tapi
persaingan internal tersebut hanya menghabiskan energi yang seharusnya dipusatkan
pada upaya perbaikan kualitas dan untuk meningkatkan daya saing eksternal. Sementara
itu dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerjasama tim, kemitraan dan hubungan
dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok, lembaga2
pemerintah dan masyarakat sekitarnya.

6. Perbaikan sistem secara berkesinambungan


Hal ini agar kualitas yang dihasilkan dapat meningkat.

7. Pendidikan dan pelatihan


Setiap orang diharapkan dan didorong terus belajar. Berlaku prinsip bahwa belajar
merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia. Sehingga
dengan belajar setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan ketrampilan teknis
dan keahlian profesionalnya

8. Kebebasan yang terkendali


Karyawan yang melakukan standarisasi proses dan mereka pula yang berusaha mencari
cara untuk meyakinkan setiap orang agar bersedia mengikuti prosedur standar tersebut.

9. Kesatuan tujuan
Agar setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama

10. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan


Manfaatnya :

- Akan meningkatkan kemungkinan dihasilkannya keputusan yang baik rencana


yang lebih baik atau perbaikan yang lebih efektif karena juga mencakup
pandangan dan pemikiran dari pihak2 yang langsung berhubungan dengan
situasi kerja.
- Keterlibatan karyawan juga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab
atas keputusan dengan melibatkan orang2 yang harus melaksanakannya.
Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

Ada lima unsur utama dalam penerapan TQM, yaitu:


(6) berfokus pada pelanggan,
Pelanggan adalah sosok yang dilayani. Perhatian dipusatkan pada kebutuhan dan
harapan para pelanggan. Untuk ini setiap yang akan melaksanakan TQM harus
mengetahui ciri-ciri pelanggan-pelanggannya, dan karena itu maka harus
mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan dan harapan pelanggan tersebut agar
bisa memuaskannya. Produk/jasa yang dibuat atau diberikan
haruslah bertumpu pada pelanggan.
(7) perbaikan pada proses secara sistematik,

Perbaikan pada proses secara sistematik, menunjuk pada kondisi dimana setiap
kegiatan hendaknya direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara cermat, dan
hasilnya dievaluasi dibandingkan dengan standar mutu yang ditentukan sebelumnya.
Selain itu, bahwa setiap prosedur kerja yang sedang dilaksanakan juga perlu ditinjau
apakah telah mendatangkan hasil yang diharapkan. Bila tidak, maka prosedur itu perlu
diubah dan diganti dengan yang lebih baik dan sesuai. Jadi disini, harus ada
keterbukaan dan kesediaan berubah dan menggantikan hal yang lama dengan hal ayng
baru jika memang diperlukan. Ini berlaku bagi multilevel, baik dari tingkat pimpinan
sampai dengan staf terbawah.

(8) pemikiran jangka panjang,


Pemikiran jangka panjang menunjuk pada visi dan misi lembaga. Visi dan misi
lembaga harus dirumuskan dan dicapai bersama oleh segenap unsur dalam lembaga,
kemana arah lembaga akan tertuju untuk jangka panjang. Suatu kegiatan staf atau
siapapun dalam lembaga tersebut harus dapat ditelusuri mampu menyumbang apa dan
seberapa kepada pencapaian visi dan misi lembaga. Disilah maka, untuk menerapkan
TQM dipersyaratkan adanya pimpinan yang memiliki visi jangka panjang,
berkemampuan kerja keras, tekun dan tabah mengemban misi, disiplin, dan memiliki
sikap kepelayanan yang baik misalnya: kepedulian terhadap staf, sopan dan berbudi,
sabar, bijaksana, bersahabat dan bersedia membantu sesama dalam lembaga tersebut.

(9) pengembangan sumberdaya manusia


Pengembangan sumberdaya manusia (SDM) menjadi kata kunci dalam penerapan
TQM. Semua anggota atau bagian dari lembaga tersebut harus berusaha menguasai
kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Dalam
lembaga harus terjadi suasana saling belajar, segala sumber belajar dimanfaatkan
untuk meningkatkan kompetensi masing-masing staf. Bagaikan suatu bangunan,
lemahnya SDM dalam bagian tertentu dalam lembaga akan mengganggupencapaian
visi dan misi, sehingga harus diperbaiki/ ditingkatkan.
(10) komitmen pada mutu (Slamet,1999).
kegiatan lembagaharus diorientasikan pada pencapaian mutu. Harus ada kesadaran
dan keyakinan bagi seluruh anggota atau bagian dalam lembaga akan perlunya mutu
kinerja masing-masing, dan karenanya harus ada tekat dan rasa keterikatan yang kuat
untuk menjada dan meningkatkan mutu kerja masingmasing yang menyokong mutu
lembaga. Dengan adanya komitmen pada mutu, akan mampu menggerakkan usaha-
usaha yang terus menerus untuk meningkatkan mutu, sehingga tidak akan menyerah
pada kendala-kendala dan kesulitan-kesulitan yang menghadang diperjalanan
menerapkan TQM dalam rangka peningkatan mutu secara berkelanjutan.

http://www.uns.ac.id/data/0022.pdf
5. Faktor yang menyebabkan kegagalan TQM?
d. Faktor yang Mempengaruhi

Factor yg dapat menyebabkan kegagalan TQM :

Delegasi dan kepemimpinan yg tidak baik dari manajemen senior


Inisiatif upaya perbaikan kualitas secara berkesinambungan sepatutnya dimulai dari
pihak manajemen dimana mereka harus terlibat secara langsung dalam pelaksanaannya.
Bila tanggung jawab tsb didelegasikan kepada pihak lain(misalnya kepada pakar yg
digaji) maka peluang terjadinya kegagalan sangat besar

Team mania
Organisasi perlu membentnuk beberapa tim yg melibatkan semua karyawan. Untuk
menunjang dan menumbuhkan kerjasama dalam tim, paling tidak ada 2 hal yg perlu
diperhatikan.

Pertama, baik penyelia maupun karyawan harus memiliki pemahaman yg babik thd
perannya masing2. Penyelia perlu mempelajari cara menjadi pelatih yg efektif,
sedangkan karyawan perlu mempelajari cara menjadi anggota tim yg baik

Kedua , organisasi harus melakukan perubahan budaya supaya kerjasama tim tsb dapat
berhasil. Apabila kedua hal tsb dapat tidak dilakukan sebelum pembentukan tim maka
hanya akan timbul masalah, bukannya pemecahan masalah

Proses penyebarluasan (deployment)


Seharusnya pengembangan inisiatif kualitas juga melibatkan manajer, serikat pekerja,
pemasok dan bidang produksi lainnya, karena usaha itu meliputi pemikiran mengenai
struktur, penghargaan, pengembangan ketrampilan, pendidikan dan kesadaran

Menggunakan pendekatan yg terbatas dan dogmatis


Ada pula organisasi yg hanya menggunakan pendekatan Deming, pendekatan Juran atau
pendekatan Crosby dan hanya menerapkan prinsip2 yg ditentukan di situ. Para pakar
kualitas mendorong organisasi untuk menyesuaikan program2 kualitas dengan
kebutuhan mereka masing2

Harapan yg terlalu berlebihan dan tidak realitis


Bila hanya mengirim karyawan untuk mengikuti suatu pelatihan selama bbrp hari, bukan
berarti telah membentuk keterampilan mereka. Masih dibutuhkan waktu untuk
mendidik, mengilhami dan membuat para karyawan sadar akan pentingnya kualitas.
Selain itu dibutuhkan waktu yg cukup lama pula untuk mengimplementasikan
perubahan2 proses baru, bahkan seringkali perubahan tsb memakan waktu yg sangat
lama utnuk sampai terasa pengaruhnya thd peningkatan kualitas dan daya saing
perusahaan

Empowerment yg bersifat premature


Banyak perusahaan yg kurang memahami makna dari pemberian empowerment kepada
para karyawan. Mereka mengira bahwa bila karyawan telah dilatih dan diberi wewenang
baru dalam mengambil suatu tindakan maka karyawan tsb akan dapat menjadi self-
directed dan memberikan hasil2 positif. Seringkali dalam praktik, karyawan tidak tahu
apa yg harus dikerjakan setelah suatu pekerjaan diselesaikan. Oleh karena itu
sebenarnya mereka membutuhkan sasaran dan tujuan yg jelas shg tidak salah dalam
melakukan sesuatu.

Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

6. Karakteristik dari TQM?

a. Fokus pada pelanggan baik internal maupun eksternal


b. Memiliki obsesi yg tinggi thd kualitas
c. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pngambilan keputusan dan pemecahan
masalah
d. Membutuhkan kerjasama tim
e. Memperbaiki proses secara berkesinambungan
f. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
g. Memiliki komitmen jangka panjang
h. Memberikan kebebasan yg terkendali
i. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan
j. Memiliki kesatuan tujuan
Total Quality Management ; Fandi Tjiptono&Anastasia Diana ;1998

7. Peran TQM dalam managemen RS?


8. Proses pengendalian dalam TQM?

Strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya RS :

RS harus memahami dan menghayati konsep dasar dan prinsip utama pelayanan
RS shg dapat menyusun langkah2 upaya peningkatan mutu di masing2 RS
Memberi prioritas kpd peningkatan SDM di RS termasuk didalamnya
meningkatkan kesejahteraan karyawan, memberikan imbalan yg layak, program
keselamatan dan kesehatan kerja, program diklat dsb
Menciptakan budaya mutu di RS. Termasuk di dalamnya menyusun program
mutu RS, menyusun tema yg dipakai sbg pedoman memilih pendekatan yg
dipakai dalam penggunaan standar of procedure (SOP). Kemudian juga
menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi

Upaya peningkatan mutu pelayanan RS bisa dilaksanakan melalui pendekatan


secara tidak langsung dan melalui pendekatan pemecahan masalah

Pendekatan tidak langsung


a. Di tingkat nasional
b. Pendidikan dan pelatihan
c. Perizinan
d. Sertifikasi / pemberian ijasah/ brevet
e. Penambahan tenaga, sarana, prasarana dan peralatan
f. Pembiayaan
g. Penggunaan obat secara rasional
h. Standarisasi
i. Klasifikasi
j. Akreditasi
k. Penilaian penampilan RS
l. Penapisan teknologi medis
m. Evaluasi
Utilization review
Audit medis
Di tingkat RS :

1) Program Quality Assurance / Quality Improvement


2) Quality Assessment
3) TQM
4) Gugus kendali mutu
5) Pengembangan standar profesi
6) Utilization management
7) Pengendalian infeksi
8) Risk management
9) Program2 khusus :
Mengukur kepuasan pasien
Mengukur penampilan perawat, dll
Pendekatan langsung
Melalui pendekatan pemecahan masalah yaitu melalui langkah2 problem
solving dan Decision Making

manajemen mutu pelayanan kesehatan ; Djoko Wijono

QA

1. Definisi QA?

QA adalah proses pengukuran mutu, menganalisa kekurangan yg ditemukan dan membuat


kegiatan untuk meningkatkan penampilan yg diikuti dengan pengukuran mutu kembali untuk
menentukan apakah peningkatan telah dicapai.

manajemen mutu pelayanan kesehatan ; Djoko Wijono

2. Prinsip dari QA?


a. Prinsip
QA berorientasi ke depan untuk mempertemukan kebutuhan dan harapan pasien dan
masyarakat
QA memfokuskan pada sistem dan proses
QA menggunakan data untuk menganalisis proses penyampaian pelayanan
QA mendorong suatu pendekatan tim dalam pemecahan masalah dan peningkatan mutu
manajemen mutu pelayanan kesehatan ; Djoko Wijono

3. Tujuan QA ?

untuk menyediakan kepercayaan yg memadai shg produk atau pelayanannya memuaskan sesuai
dengan kebutuhan

manajemen mutu pelayanan kesehatan ; Djoko Wijono

4. Hubungan antara QA dan TQM ?

Pengawasan mutu atau quality control berkembang menjadi quality assurance untuk menetapkan
standar2, audit dan CQI.

Continuous Quality Improvement merupan sistem QA yang lebih berfokus pada proses.

Terakhir perkembangan ke arah TQM merupakan CQI yang bagian dari rencana bisnis di level
organisasi dan melibatkan seluruh tingkatan manajemen.

antara quality control, quality assurance, quality improvement dan standar memiliki hubungan yang
integral sehingga satu dengan yang lainnya memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan serta
saling berkaitan secara berlanjut dalam tahapan pelaksanaan di sebuah sistem organisasi. Proses ini
dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas input, proses dan output dari organisasi tesebut.