Anda di halaman 1dari 98

DAFTAR KONTAK NOMOR DARURAT

NO

KEADAAN DARURA T

DEPAR TEMEN/ INSTANSI YA NG HARUS DI HUBUNGI

NO TELEPON/ EXTENSION

1

Kecelakaan yang memerlukan perawatan medis / ke Klinik

Klinik K3

021-5902414

Klinik K2

021-5902425

Ext : 2342 / 2391-2395

 

CR Dept

021-5902425

Ext : 2117

2

Kebakaran ringan/ sedang

Security / Pos ko K3

021-5902414

Security / Pos ko K2

021-5902425

Ext : 2127 / 2465

Enginee ring K3

021-5909856

CR Dept

021-5902425

Ext : 2117

 

3 Kebakaran yang tidak bisa diatasi oleh pabrik

Pemadam Kebakaran Curug - Tangerang

021-5984343

 

4 Kebakaran / keracunan dengan korban yang memerlukan perawatan medis yang tidak bisa diatasi oleh pihak pabrik

Security / Pos ko K3

021-5902414

Security / Pos ko K2

021-5902425

Ext : 2127 / 2465

CR Dept

021-5902425

Ext : 2117

Klinik K3

021-5902414

 

Klinik K2

021-5902425

Ext : 2342 / 2391-2395

HR Dept K2

021-5902425

Ext : 2105 / 2126

GA Dept K2

021-5902425

Ext : 2119 / 2120

RS Siloam Glianeagless (UGD)

021-5460066

RS Honoris (UGD)

021-55748122

RS Us ada Insani (UGD)

021-55752575

Ext 103

RS Qadar (UGD)

021-5464466

Ext 118

Puskesmas Kecamatan Curug

021-5980801

Dinas Kesehatan Tangerang

021-5523339

5

Terjadi masalah dengan panel (Kegagala n listrik)

Enginee ring Dept K3

021-5909856

6

Terja di kerusuhan atau demonstrasi

Security / Pos ko K3

021-5902414

Security / Pos ko K2

021-5902425

Ext : 2127 / 2465

 

HR Dept

021-5902425

Ext : 2105 / 2126

GA Dept

021-5902425

Ext : 2119 / 2120

CR Dept

021-5902425

Ext : 2117

Koramil Curug

021-5981464

Kodim Tangerang

021-5523490 / 5523389

Pos ek Curug

021-5982262

Polres Tangerang

021-5523160

Disnaker Tangerang

021-5524823

7

Terjadi tumpahan bahan kimia besar/yang tidak bisa di tangani oleh pi hak Departemen

CR Dept

021-5902425

Ext : 2117

GA Dept

021-5902425

Ext : 2119 / 2120

 

Security / Pos ko K3

021-5902414

Security / Pos ko K2

021-5902425

Ext : 2127 / 2465

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, buku saku Kumpulan Peraturan dan Pedoman HSE telah selesai kami susun. Dalam buku ini terdapat materi mengenai keselamatan, kesehatan kerja, dan ling- kungan.

Semoga buku ini bermanfaat sebagai acuan dalam penera- pan aspek HSE yang dapat diakses secara lebih cepat dan mudah.

Wassalam.

Jakarta, 2014

sebagai acuan dalam penera- pan aspek HSE yang dapat diakses secara lebih cepat dan mudah. Wassalam.
sebagai acuan dalam penera- pan aspek HSE yang dapat diakses secara lebih cepat dan mudah. Wassalam.

KATA SAMBUTAN

Segala puji hanya milik Allah yang memberikan segala nikmat, termasuk nikmat ilmu bagi kita semua.

Buku saku Kumpulan Pedoman dan Peraturan HSE ini, meru- pakan buku yang ringkas dan padat berkenaan dengan aspek HSE. Buku ini agar dapat dijadikan referensi dalam setiap kegiatan bekerja. Penerapan HSE adalah mutlak dalam dunia bisnis konstruksi Telekomunikasi di era sekarang ini. Berbagai macam peraturan hukum, tuntutan para stake holder, dan penciptaan citra positif perusahaan salah satu- nya diawali dari sini.

Dengan komitmen kuat untuk mencapai zero incident, saya menghimbau agar setiap kegiatan selalu mempertimbang- kan aspek HSE, salah satunya dengan berpedoman pada buku ini.

Selamat berkarya dan bekerjasama Solid, Speed, Smart

Jakarta, 2014

M.Warif Maulidy CEO PT. Telkom Akses

DAFTAR ISI Daftar Kontak Nomor Darurat Kata Pengantar Sambutan Daft ar Isi Visi Misi 4
DAFTAR ISI
Daftar Kontak Nomor Darurat
Kata Pengantar
Sambutan
Daft ar Isi
Visi Misi
4
Kebijakan QHSE
5
Kebijakan QHSE
6
Pengertian K3 Dan SMK3 dan APD
7
Quality
Hirarcd Quality
9
Health
Hirarcd Health
11
Paradigma Sehat
13
Kesehatan Jasmani
21
Syarat Kenyamanan Tempat Kerja
Cuaca Kerja Temperatur Ekstrim
22
23
Syarat Kenyamanan Tempat Kerja
29
Konversi Cacat Badan Dan Hari Kerja Hilang
Postur Kerja
29
26
Safety
Hirarcd Safety
How To Do !
27
32
First Aid
33

Cost Of Quality Kecelakaan Iceberg

 

35

Ketentuan Umum Keselamatan Kerja

 

37

Undang-Undang Tentang Keselamatan Kerja

39

Environment

Hirarcd Environment

 

53

Surat Edaran Pengamanan Lingkungan Kerja Rambu-Rambu

55

57

Simbol & Label

65

6

PENGERTIAN K3 DAN SMK3 DAN APD

K3 adalah singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Occupational
K3 adalah singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja
yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Occupational Health
and Safety, disingkat OHS. K3 atau OHS adalah kondisi yang
harus diwujudkan ditempat kerja dengan segala daya upaya
berdasarkan ilmu pengetahuan
dan pemikiran mendalam guna melindungi tenaga kerja,
manusia serta karya dan budayanya melalui penerapan
teknologi pencegahan kecelakaan yang dilaksanakan secara
konsisten sesuai dengan peraturan perundangan dan standar
yang berlaku.
SMK3 ialah singkatan dari Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja yang merupakan bagian dari sistem
manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur
organisasi, perencanaan, tanggungjawab, pelaksanaan,
prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi
pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan
pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian risiko
yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat
kerja yang aman, efisien dan produktif.
APD: Alat Pelindung Diri (protective equipment), disingkat APD,
meliputi pakaian dan alat pelindung yang dipakai guna
melindungi diri pekerja dan orang lain yang berada disekitarnya
dari bahan, proses kerja, mesin/alat, instalasi dan lingkungan
yang berbahaya sehingga dapat mencegah dan meminimalkan
risiko kecelakaan dan penyakit
QUALITY
QUALITY

QUALITY

QUALITY
QUALITY
QUALITY
QUALITY HIRARCD QUALITY IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO Awarne ss/ Kep edulian Bid No
QUALITY
HIRARCD QUALITY
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO
Awarne ss/ Kep edulian
Bid
No
Keg iatan/Proses /Area
Kerja
Petugas/ Pengawas/ Tam u
Bahaya
Kerugian /
Tkt
di Lokasi Project
Potensial
Dampak
Resiko
1 Delivery/Transport Material ke
loka si / Base
Penghadangan oleh
Keterlambatan
L
Pendekatan ke tokoh masyarakat
Masyarakat
penyelesaian
sekitar proyek
Sete mpat (human
pekerjaan
2 Pekerjaan support fasility (galian)
Pengawasan
Galian tidak sesuai
L
Pengecekan oleh Waspang
Pekerjaan
spesifikasi
3 Pembuatan Turap
Pasangan batu dan
Turap runtuh
M
pengawasan
4 Pengurugan Lokasi
Pemadatan tidak
Tanah tu run
L
pengawasan
5 Penarikan FO
Galian tidak sesuai
Kerusakan kabel
L
Pengawasan galian
spesifikasi
FO
6 Pemasangan ODP
Kesalahan Instalasi
Jaringan tidak bisa
L
Penyambungan Kabel Listrik secar
di
ODP
digunakan
hati-hati
7 Pemasangan Tiang
Tiang roboh
Rework
L
Penyambungan Kabel Listrik
secara hati-hati
8 Penyam bungan/Jointing/Te rm ina s
Pengupasan
Kerusakan aset,
L
Penyambungan Kabel Listrik secar
i
cladding tidak
current leakage
hati-hati
sem purna
Mana
9 Tarik Kabel A tas
Hasil ta rikan kabel
Rework
L
Pelaksanaan Pengawasan
ge
tidak spesifikasi
Servic
10 Tarik Kabel Bawah
Galian tidak sesuai
Kerusakan FO
L
Pelaksanaan Pengawasan
e
spesifikasi
11 Pekerjaan di Tiang
Kesalahan
Jaringan tidak
L
Pengawasan ketat
pe
masangan
berfungsi
12 Masuk Manhole
Kesalahan
Jaringan tidak
L
Pengawasan instalasi
penyambungan
berfungsi
13 Pengukuran kabel diatas tana h
Kesalahan
L
penguku ran
Laporan hasil uku r
tidak valid
Pengawasan ketat
14 Pengukuran kabel diatas tana h
Kesalahan
L
penguku ran
Hasil ukur tidak
valid
Kalibrasi alat ukur
Opera
15 Penyediaan Tabung APAR
Salah menuliskan
Pada saat
M
sional
tanggal inspeksi
dibutuhkan, APAR
Memastikan penulisan tanggal
inspeksi benar
HSE
tidak bisa
digunakan
16 Inspeksi/pengetesan Alat
Pemada m Api Ringan
Salah membaca
Kesalahan
L
tekanan manometer
mengambil
keputusan (cost
maintenance tinggi)
Mereview/ mensosialisasikan
kembali prosedur dan
meningkatkan kecermatan dalam
pe mbacaan mano meter
17 Inspeksi/pengetesan Alat
Pemada m Api Ringan
Foam konsentrat
Foa m tidak
L
Pemeriksaan foam secara rutin
kadaluarsa
mengembang
sempurna
18 Administ rasi
m
asuknya virus
pekerjaan
L
Penggunaan Software anti virus,
komputer
terha mbat
updating antivirus secara berkala
19 Administ rasi
Penggunaan
Citra negatif
L
Instalasi software legal
software ilegal
perusahaan
20 Fill ing Doku men d i Ruang Arsip
Penataan doku men
yang tidak benar
kesulitan pencarian
L
dokumen
penataan dokum en sesuai
klasifikasi, Pencatatan dokumen
yang di arsipkan, pem akaian rak
khusus arsip
HEALTH
HEALTH

HEALTH

HEALTH
HEALTH
HEALTH

HEALTH

HIRARCD HEALTH

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO Awarness/ Kepedulian Bida NO Kegiatan /P ro ses /Area
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO
Awarness/ Kepedulian
Bida
NO
Kegiatan /P ro ses /Area
Kerja
Petugas/ Pengawas/ Tamu
ng
Tingkat
Bahaya Potensial
di Lokasi P roj ect
Risiko
Const
1
Survey area
Kompetensi
L
Pastikan pengemud i d alam kon disi istiraha t cukup
ructio
pengem udi dan
n
kelengkapa n surat ijin
mengemudi
2
M
embu at Lap ora n Ha rian
be ke rja sendiria n
(Lone working)
L
pencaha yaa n cukup, t ersedia minuma n dan
makanan kecil di ruangan
3
Delivery/Transport Material ke
lokasi / Base
Unit Jatuh
M
Cek Packing material/barang
4
Pe
mbuat an Tura p
Debu sem en
L
Gunakan m aske r
5
Pengurugan Lokasi
Debu
M
Gunakan m aske r & APD
Mana
6
Transportasi Lapangan
Fatality
H
Pastikan supir da la m kond isi ist irahat cu ku p
ge
Servic
7 Masuk Manhole
Pap aran gas
M
P
enggunaan APD, blower
e
8 Masuk Manhole
Terpap ar udara pan as
dan hujan
L
P
enggunaan APD, b lo wer dan penyediaan air
m
inum yan g cukup
9 Peng ukuran kabel diata s tanah
Terpap ar panas
hujan
dan
L
Penggunaa n APD da n Penyed iaa n air minum
Opera
10 Inspeksi/pengetesan Alat
Terpapar foam
L
Gunakan b aju kerja da n safe ty glove s, pasang eye
sional
Pe
madam Api Ring an
wash
HSE
11 kerjaan Housekeep ing
Pe
Viru s dan Ba kt eri
L
Kerja sama dengan GSD
12 Pekerjaan Housekeep ing
Sirkulasi tidak lancar
L
Kerja sama dengan GSD
13 Admi nistrasi
ergonomi
L
training ca ra dud uk yang benar (Ergono mi kerja),
penggunaan ku rsi yang sesuai
14 radiasi komputer
Ad
ministrasi
L
Screen Prote ct or da n Durasi Pem akaian Kom pute r
15 Admi nistrasi
Debu & Bakteri
M
Pembe rsiha n secara ru tin
16 Admi nistrasi
Debu & Bakteri
M
Service Rutin AC kpd pihak ketiga
17 Admin istrasi
Gangguan Fun gsi
Pen glih atan
L
Penanggung jawab K3 di ruangan mengusulkan
penggantian lam pu yang red up
18 Gangguan Fun gsi
Ad
ministrasi
L
Matikan lam pu yang tidak diperlukan
Pen glih atan
19 Filling Dokumen di Ruang Arsip
Debu
L
Sanitasi yg baik/kebersiha n, ho usekee ping
20 Filling Dokumen di Ruang Arsip
Debu
L
Sanitasi yg baik/kebersiha n, ho use kee ping
21
Filling Dokumen di Ruang Arsip
ergono mi/angkat /
an gkut
L
training ca ra dud uk yang benar (Ergon omi kerja),
penggunaan ku rsi yang sesuai

HEALTH

KEBIJAKAN DEPARTEMEN KESEHATAN TENTANG PARADIGMA SEHAT

INDIKATOR KESEHATAN

1. Angka kematian bayi menurun

2. Angka kematian ibu menurun

3. Angka harapan hidup rata-rata meningkat

4. Dibandingkan negara ASEAN IMR Indonesia masih tinggi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

1. Program pembangunan kesehatan belum masuk dalam arus tengah program pembangunan nasional

Anggaran pembangunan kesehatan 2 % (WHO 5%)

2. Kemampuan untuk mengendalikan dampak negatif dari pembangunan nasional masih sangat lemah

3. Program pembangunan kes. di Indonesia kurang efektif dan efisien

4. SDM yang rendah (Indeks pembangunan SDM peringkat 102 di dunia)

PARADIGMA

HEALTH

Stepen R. Covey dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective People” adalah model, teori, konsep, orientasi persepsi, asumsi atau kerangka referensi

SEHAT

1. Suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan sosial yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja. (WHO 1947, UU Pokok Kesehatan no. 9/ 1960)

2. Suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi (UU Kes.

No.2/1992)

PARADIGMA SEHAT

Suatu konsep dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, yang dalam pelaksanaannya sepenuhnya menerapkan pengertian dan / atau prinsip-prinsip pokok kesehatan

HEALTH

VISI PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA

INDONESIA SEHAT 2010

Adalah suatu proyeksi tentang keadaan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia pada tahun 2010 yang ditandai oleh mayoritas penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta berada dalam derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Indonesia.

MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA

1. Menggerakan

kesehatan

pembangunan

nasional

berwawasan

2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat

3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau

4. Memelihara

dan meningkatkan kesehatan individu,

keluarga dan masyarakat beserta lingkungan

HEALTH

MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA

1.

Menggerakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan

2.

4.

5.

Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat

Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau

Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungan

STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA

1. Pembangunan nasional berwawasan kesehatan

2. Profesionalisme

3. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat

4. (JPKM)

5. Desentralisasi

HEALTH

POKOK-POKOK PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN

1. Pokok program pemberdayaan masyarakat

Penyuluhan perilaku sehatKESEHATAN 1. Pokok program pemberdayaan masyarakat Peningkatan makanan dan gizi Anti tembakau, alkohol dan

Peningkatan makanan dan giziprogram pemberdayaan masyarakat Penyuluhan perilaku sehat Anti tembakau, alkohol dan madat Pencegahan KLL dan

Anti tembakau, alkohol dan madatPenyuluhan perilaku sehat Peningkatan makanan dan gizi Pencegahan KLL dan rudapaksa Keselamatan dan kesehatan kerja

Pencegahan KLL dan rudapaksamakanan dan gizi Anti tembakau, alkohol dan madat Keselamatan dan kesehatan kerja Peningkatan peran serta

Keselamatan dan kesehatan kerjatembakau, alkohol dan madat Pencegahan KLL dan rudapaksa Peningkatan peran serta masyarakat 2. Pokok program upaya

Peningkatan peran serta masyarakatPencegahan KLL dan rudapaksa Keselamatan dan kesehatan kerja 2. Pokok program upaya kesehatan Imunisasi, P2M, Pencegahan

2. Pokok program upaya kesehatan

Imunisasi, P2M, Pencegahan penyakit tidak menular, Pelayanan kesehatan dasar, Pelayanan kesehatan rujukan, Pelayanan kesehatn penunjang, Pengawasan obat dan makanan, Kesehatan reproduksi termasuk KB dan Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan

3. Pokok program lingkungan sehat

Pemukiman sehatKB dan Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan 3. Pokok program lingkungan sehat Lingkungan, air dan udara

Lingkungan, air dan udara sehattermasuk KB dan Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan 3. Pokok program lingkungan sehat Pemukiman sehat 17

HEALTH

4. Pokok program pengembangan sumber daya kesehatan

Kebijaksanaan dan perencanaan tenaga kesehatanHEALTH 4. Pokok program pengembangan sumber daya kesehatan Pendayagunaan tenaga kesehatan Pendidikan dan pelatihan JPKM

Pendayagunaan tenaga kesehatankesehatan Kebijaksanaan dan perencanaan tenaga kesehatan Pendidikan dan pelatihan JPKM Pengadaan obat dan

Pendidikan dan pelatihanperencanaan tenaga kesehatan Pendayagunaan tenaga kesehatan JPKM Pengadaan obat dan pengembangan obat asli Indonesia 5.

JPKMPendayagunaan tenaga kesehatan Pendidikan dan pelatihan Pengadaan obat dan pengembangan obat asli Indonesia 5. Pokok

Pengadaan obat dan pengembangan obat asli IndonesiaPendayagunaan tenaga kesehatan Pendidikan dan pelatihan JPKM 5. Pokok program pengembangan kebijaksanaan dan manajemen

5. Pokok program pengembangan kebijaksanaan dan manajemen

Kebijakan kesehatan, pembiayaan dan hukum kesehatan5. Pokok program pengembangan kebijaksanaan dan manajemen Pembinaan manajemen pembangunan kesehatan Pengembangan

Pembinaan manajemen pembangunan kesehatanKebijakan kesehatan, pembiayaan dan hukum kesehatan Pengembangan survailans, informasi dan telematika kesehatan

Pengembangan survailans, informasi dan telematika kesehatandan manajemen Kebijakan kesehatan, pembiayaan dan hukum kesehatan Pembinaan manajemen pembangunan kesehatan 18

HEALTH

10 PROGRAM UNGGULAN

1. Program Pencegahan Penyakit Menular termasuk Imunisasi

2. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. Program Pencegahan dan Rudapaksa

4. Program Kesehatan Keluarga, Kesehatan Reproduksi dan KB

5. Program Lingkungan Pemukiman, Air dan Udara Sehat

6. Program Pengawasan Obat, Bahan Berbahaya, Makanan dan Minuman

7. Program Perbaikan Gizi

8. Program Anti Tembakau, Alkohol dan Madat

9. Kebijakan Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan dan Hukum Kesehatan

10. Program Peningkatan Perilaku Hidup Sehat

HEALTH

KESIMPULAN / INTI POKOK PARADIGMA SEHAT

1. Pembangunan Nasional harus berwawasan kesehatan

2. Upaya kesehatan lebih diutamakan pada promotif dan preventif

3. Kelompok sasaran yang lebih diutamakan adalah masyarakat sehat

PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

1. Mendorong peran sektor lain

2. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi upaya kesehatan

HEALTH

KESEHATAN JASMANI LAKI-LAKI

I. Faktor Resiko Jantung Koroner Tekanan Darah Normal Trigliserida Gula darah Ratio Kolesterol Total :
I. Faktor Resiko Jantung Koroner
Tekanan Darah Normal
Trigliserida
Gula darah
Ratio Kolesterol Total : HDL
: 90/140
: < 150 mg/dl
: 70 – 110 mg/dl
: < 5
II. Berat Badan Ideal (Wi)
Wi = (tinggi badan - 100) -10%berat badan
KESEHATAN JASMANI WANITA
I. Faktor Resiko Jantung Koroner
Tekanan Darah Normal
Trigliserida
Gula darah
Ratio Kolesterol Total : HDL
: 90/140
: < 150 mg/dl
: 70 – 110 mg/dl
: < 5
II. Berat Badan Ideal (Wi)
Wi = (tinggi badan - 100) -10%berat badan

HEALTH HEALTH

SYARAT KENYAMANAN TEMPAT KERJA

Ref: Kepmenkes RI No. 1405/Menkes/SK/X/02

Tingkat Pencahayaan : Uraian Penerangan darurat Jalan & lingkungan Gudang Toilet, WC Pek. administratif Nilai
Tingkat Pencahayaan :
Uraian
Penerangan darurat
Jalan & lingkungan
Gudang
Toilet, WC
Pek. administratif
Nilai (Lux)
5
20
50
100
200-300
Pencahayaan untuk jenis pekerjaan yang berbeda

HEALTH

CUACA KERJA TEMPERATUR EKSTRIM

Cuaca kerja adalah faktor-faktor termis dalam lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi manusia. Suhu Nyaman 22
Cuaca kerja adalah faktor-faktor termis dalam lingkungan
kerja yang dapat mempengaruhi manusia.
Suhu Nyaman
22
– 26 0 C
: suhu nyaman
32
0 C
: Batas suhu
untuk produktivitas kerja
>32 0 C
: Kelincahan berkurang dan mengganggu
kecermatan otak

HEALTH

SYARAT KENYAMANAN TEMPAT KERJA

( Menteri Perburuhan No. 7/1964)

Dinding dicat setiap 1 tahun sekali. Orang bekerja dalam ruangan dengan space minimum 10 m
Dinding dicat setiap 1 tahun sekali.
Orang bekerja dalam ruangan dengan space minimum 10 m
Tinggi tempat kerja minimum 3 m sampai plafon.
Luas tempat kerja bagi satu orang pekerja minimum 2 m
Jumlah tempat kakus :
3
2
.
Jumlah Pekerja
Jumlah Toilet
1
– 15 orang
1
16
– 30 orang
2
31
– 45 orang
3
46
– 60 orang
4
61
– 80 orang
5
81 – 100 orang
5
Tiap 100 orang
6
Tingkat Pencahayaan :
Uraian
Nilai (Lux)
Penerangan darurat
5
Jalan & lingkungan
20
Gudang
50
Toilet, WC
100
Pek. ad min is tratif
500-1000

HEALTH

KONVERSI CACAT BADAN DAN HARI KERJA HILANG HARI KERJA HILANG CACAT Jari Jari Ibu Jari
KONVERSI
CACAT BADAN DAN HARI KERJA HILANG
HARI KERJA HILANG
CACAT
Jari
Jari
Ibu Jari
Telunjuk
Kelingking
tengah
Manis
1.Tangan
-Ruas ujung
300
100
75
60
50
-Ruas tengah
-
200
150
120
100
-Ruas bawah
600
400
300
240
200
-Telapak
900
600
500
450
400
-
Pergelangan
3000
2. Jari Kaki
-Ruas ujung
150
35
35
35
35
-Ruas tengah
-
75
75
75
75
-Ruas bawah
300
150
150
150
150
-Telapak
600
350
350
350
350
-
Pergelangan
2000
3 . Satu mata
1800
4 . Dua mata
6000
5. Satu telinga tidak berfungsi
600
6. Dua telinga tidak berfungsi
3000
7. Lumpuh total
6000
8. Meninggal dunia
6000
9. Cacat permanen
6000
10. Antara pergelangan tangan/siku
3600
11.Sampai dengan pergelangan tangan
3000
12. Kaki di atas lutut
4500
13. Antar pergelangan kaki dan lutut
3000
14. Sampai dengan pergelangan kaki
2400
26
26
SAFETY
SAFETY

SAFETY

SAFETY
SAFETY
SAFETY
SAFETY HIRARCD SAFETY IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO Awarness/ Kepedulian Bid No Kegiata
SAFETY
HIRARCD SAFETY
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO
Awarness/ Kepedulian
Bid
No
Kegiata n/Pro ses/Area
Kerja
Petugas/ Pengawas/ Tamu
Tingkat
Bahaya Potensial
di Lokasi Project
Risiko
Construction
1 Survey area
Kondisi KBM tidak
H
Pastikan dilakukan pemeriksaan kendar aan rutin
layak
2 Survey area
Perilaku
H
Induksi Safety driving
3 Tersandung
M
el ak uka n keg ia ta n a dmi n is trasi
L
housekeeping
(approval design)
4 Loading / Unloading Material
(s uppo rt fas il ity, ODP, Ti ang, FO
Tertimpa Alat Berat,
Material a.l. Haspel
H
M
engguna ka n AP D (sa fety h elm e t, Sa fety S hoes ,
Rompi, Sarung tangan), Sertifikasi operator forklift
&
Accesories)
5 Tergores Slick Line
Loading / Unloading Material
(suppo rt fas il ity, ODP, Tian g, FO
L
AP
D (Penggunaan Safety Gl oves)
&
Accesories)
6 Terjatuh dari
Loading / Unloading Material
(s uppo rt fas il ity, ODP, Ti ang, FO
H
P
enggunaan AP D (Ful l Body Harnes )
ketinggian
&
Accesories)
7 Deliver y/Transpor t Material ke
lokasi / Base
Tabrakan
H
P
ener apan SOP , Me mpun ya i S ura t ij in
mengemudi, Pelatihan Safety Driving
8 Deliver y/Transpor t Material ke
lokasi / Base
Terbentur
M
Penggunaan APD
9 eke rj aan s uppo rt fas il ity (g al i an )
P
Alat galian
L
Safety Briefing
10 eke rj aan s uppo rt fas il ity (g al ia n )
P
Penggunaan Alat
M
Pengawasan,APD
Berat
11 eke rj aan s uppo rt fas il ity (g a li an )
P
Lubang galian
L
Safety Briefing, Pemasangan Rambu proyek,
Penggunaan APD
12 Pembuatan Turap
Longsoran Mater ial
(batu dan perkakas
L
Penempatan material dalam posisi stabil dan aman
dari galian, pemasangan rambu proyek & APD
kerja)
13 Pembuatan Turap
Material tajam
L
Gunakan alat angkat dan gunakan sarung tangan
14 Pengurugan Lokasi
Unloading material
L
Pastikan tidak ada orang di dalam lokasi yang
diurug
15 Penar ikan FO
Gelar kabel
L
P
enggunaan alat bantu kerja, Pemakaian AP D
16 Penarikan FO
Lubang galian
L
Pemasangan rambu-rambu, Peralatan P3K
17 Pemasangan O DP
Alat Pemotong
M
P
enggunaan AP D (S ar ung Tangan)
18 Pemasangan O DP
Te rj ep it Crim pi n g
L
P
enggunaan AP D (S ar ung Tangan)
19 Pemasangan Tiang
Tertimpa tiang
H
P
enggunaan AP D
20 Tergores core FO
Pe
n ya mbungan /Joi n ti n g/Te rmi na
H
P
enggunaan AP D ( Sar ung Tangan)
si
21 Te rj ep it Crim p in g
P
en ya mbungan /Jo in tin g/Te rmi na
L
Penggunaan Gloves
si
22 Commisioning / Test
Perangkat yang diuji
rusak
L
Penerapan SOP
Manage Service
23 Transportasi Lapangan
Fatality
H
Service rutin KBM
24 Transportasi Lapangan
Fatality
H
Induksi Safety driving
25 Tarik Kabel Atas
Terjatuh/ terpeleset
L
Penggunaan APD, per alatan kerja yang memadai,
dan memposisikan alat kerja secara benar
26 Tarik Kabel Atas
Tersengat aliran listr ik
L
P
enggunaan AP D s esuai dengan jeni s pekerj aan
27 Tarik Kabel Bawah
Terjatuh/ terpeleset
L
Penggunaan APD, peralatan kerja yang memadai,
dan memposisikan alat kerja secara benar
28 Tarik Kabel Bawah
Gelar kabel
L
P
enggunaan AP D sesuai dengan jeni s pekerj aan
SAFETY Manage Service 29 Tarik Kabel Bawah Lubang galian L Pemasangan rambu-r ambu, Peralatan P3K
SAFETY
Manage Service
29
Tarik Kabel Bawah
Lubang galian
L
Pemasangan rambu-r ambu, Peralatan P3K
30
Pekerjaan di Tiang
Tersengat listrik
H
Lock Out Tag Out (LOTO), peralatan P3K,
Sosialisasi TKI, Inspeksi
31
Pekerjaan di Tiang
Terjatuh dari
H
ketinggian
Penerbitan Ijin safety(Permit To Work), Penyediaan
alat man lift, scafolding, tangga,full body harness,
safety Briefing
32
Membuka Manhole
Terpeleset/ terjatuh ke
dalam manhole
L
APD (sa fety s hoe s, safe ty he lm e t), s afe ty br ie fin g
33
Membuka Manhole
Tergores
L
Pemakaian APD, kotak obat, petugas P3K
34
Masuk Manhole
Terjatuh
H
Training untuk fall protection, APD, izin masuk,
Rambu - rambu
35
Pengukuran kabel diatas tanah
Tersengat listrik
M
P enggunaan AP D
36
Pengukuran kabel diatas tanah
Terjatuh dari
H
Penggunaan AP D dan s afety Bri efi ng
ketinggian
Opersi onal HSE
37
Penyediaan Tabung APAR
Tertimpa tabung
L
Penerapan Manual Handling, penggunakan alat
bantu yang sesuai
38
Penyediaan Tabung APAR
Keseleo
L
Pastikan posisi tubuh saat mengangkat aman,
pasang poster Manual Handling, gunakan alat
angkat bantu
39
Inspeksi/pengetesan Alat
Pemadam Api Ringan
Tertimpa tabung
L
Pastikan car a kerja sudah paham, Gunakan Safety
Gloves, Pemasangan poster-poster pemakaian Alat
Peli ndung Di ri
40
Inspeksi/pengetesan Alat
Pemadam Api Ringan
Lantai licin dan bekerja
di ketinggian
M
Prosedur Penerbitan Ijin Keselamatan Kerja
(SIKA), Pengawasan, Gunakan safety belt/body
harness
41
Pekerjaan Housekeeping
Lantai licin
L
Kontrak kebersi han dengan pihak keti ga - GSD
42
Penggunaan Forklift
Kecelakaan
H
Standar k om petensi oper ator forkl ift (S IO Forkl ift)
dan P enggunaan AP D
43
Perjalanan Dinas
terguling, tabrakan,
H
Sertifik as i driver, IMKP ,inspek si K endaraan
Kecelakaan
44
Admi n i stras i
Kebakaran
H
Campain Hem at Listri k dan K3
45
A dmi n i stras i
Terkena benda tajam
L
Standari sasi i si k otak obat & petugas P3K
46
A dmi n is tras i
Terbentur benda
L
Standari sasi i si k otak obat & petugas P3K
47
A dmi n is tras i
Tersengat listrik
H
pemeriksaan instalasi listrik, hindari pemasangan
sambungan listrik berlebihan
48
Ad min i stras i
Hubungan Pendek
H
Pembatasan beban listrik di setiap terminal, cabut
peralatan listrik selesai jam kerja
49
A
dmi n i stras i
Pencurian, Perusakan
dan kejahatan lain
R
CCTV (brbrp lokasi), Kartu Par kir, petugas security,
juru parkir
50 Admi n i stras i
Tersandung
M
Penataan instalasi listrik, Pembenahan instalasi
kabel & housekeeping
51 Ad min i stras i
Terbakar
M
Tanda Peringatan, Pemeriksaan Isi Galon Air,
Matikan Saklar diluar jam kerja
52 Ibadah di Ruang Mushola
Hubungan Pendek
M
Pembatasan beban listrik di setiap terminal
53 Buang Air di Kamar Mandi/WC
Lantai licin
L
Pemeriksaan drainase & sanitasi
War ehouse dan
Transport
54 Merokok di Smoking Area
Percikan api
M
Penyediaan smoking area dan asbak
55 Keadaan Darur at
Terjebak Kondisi
M
Petunjuk akses jalur evakuasi tidak terhalang
Darurat Bahaya

SAFETY

SAFETY

SAFETY

SAFETY

SCRIPT KEBOCORAN GAS 1. Perhatian Perhatian Ada Kebocoran gas/bahan kimia di lantai (I/II/III/IV) sisi (barat/timur)
SCRIPT KEBOCORAN GAS
1. Perhatian
Perhatian
Ada Kebocoran gas/bahan
kimia di lantai (I/II/III/IV) sisi (barat/timur)
2. Siapapun yang berada di gedung ini harus segera
keluar melalui pintu darurat (timur/barat). Jangan
gunakan lift 2x
3. Berkumpul di Assembly Point TVST (atau GSG) 2x
4. (Ulangi nomor 1 dst)
SAFETY FIRST AID AIR WAY (JALAN NAPAS) Menilai Kesadaran Penderita Memperbaiki Kesadaran Penderita (posisikan di
SAFETY
FIRST AID
AIR WAY (JALAN NAPAS)
Menilai Kesadaran Penderita
Memperbaiki Kesadaran Penderita
(posisikan di tem pat datar & posisi lengan di samping tubuh)
Membuka Jalan Napas
(tengadah kepala topang dagu)
Menilai Pernapasan
(dekatkan punggung tela pak tangan pada mulut/hidung)
BREATHING (PERNAPASAN)
Memberikan Pernapasan Buatan
(tangan m enutup hidung, tangan satunya memegang
kepala lalu tempelkan mulut penolong ke mulut korban,
hem buskan udara)
CIRCULATION (SIRKULASI)
Menentukan ada tidaknya denyut nadi
Melakukan Kompresi Jantung
(kedua tangan penolong tegak lurus dada korban sekira 2
jari di atas sifoid-sternum, lalu tekan berulang-ulang 60-
100 kali /m in)

Langkah 2 dan 3 dilakukan bergantian :

Jika 1 orang penolong : 15 kali kompresi dada dan 2 kali60- 100 kali /m in) Langkah 2 dan 3 dilakukan bergantian : ventilasi paru- paru, ulangi

ventilasi paru- paru, ulangi

sampai 4 kali daur kom presi.

Jika 2 orang penolong : 5 kali kompresi dada dan 1 kali ventilasi paru- paru, ulangi sampai 1 menit dengan min. 60dan 2 kali ventilasi paru- paru, ulangi sampai 4 kali daur kom presi. kompresi dada dan

kompresi dada dan 12 kali ventilasi paru-paru.

SAFETY

STUDI PERBANDINGAN KECELAKAAN

(ACCIDENT RATIO STUDY)

SAFETY STUDI PERBANDINGAN KECELAKAAN (ACCIDENT RATIO STUDY) Major Injury Inclu des disabling and serious Minor Injury

Major Injury

Includes disabling and serious

Minor Injury

Any reported injury less than

and serious Minor Injury Any reported injury less than Property Damage Accidents Near Accidents Incidents with

Property Damage

Accidents

Near Accidents Incidents with no visible Injury or damage

Any reported injury less than Property Damage Accidents Near Accidents Incidents with no visible Injury or

SAFETY

COST OF QUALITY KECELAKAAN ICEBERG

Injury and Illness Costs

Medical

Compensation Costs

$ 1

$5 to $50

Property Damage Costs Building Damage Tool and equipment Damage Product and Material Production delays and Interuptions Legal Expenses Expenditure of Emergency Supplies

$1 to $3

Miscellaneous Cost Investigation Time Training Replacement Overtime Extra supervisory time Loss of Bussiness and Goodwill

SAFETY

KETENTUAN UMUM KESELAMATAN KERJA

1. Kejadian minimal 15 m ( 50 kaki) dari mainhole Barang mudah terbakar harus dibersihkan dari tempat

2. Kotak P3K harus tersedia di setiap tempat dan pada instalasi – instalasi besar

3. Pekerja wajib mengunakan APD

4. Earthing dan Bonding. Semua bagian instalasi dan mesin-mesin termasuk kran dan menara supaya secara effektif dihantarkan tanah untuk mematikan tekanan listrik statis.

5. Peralatan Pemadam Kebakaran. Semua instalasi kegiatan harus dilengkapi dengan sarana pemadam kebakaran.

statis. 5. Peralatan Pemadam Kebakaran. Semua instalasi kegiatan harus dilengkapi dengan sarana pemadam kebakaran. 37

SAFETY

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA

BAB I TENTANG ISTILAH-ISTILAH

Pasal 1

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :

"tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup

1. atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut; "pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas langsung

2. sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri; "pengusaha" ialah :

3. a. orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja; b.orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja; c.orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia.

SAFETY

4. "direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini.

5. "pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.

6. "ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.

BAB II

RUANG LINGKUP

Pasal 2

1. Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

berlaku

2. Ketentuan-ketentuan dalam

ayat (1) tersebut

dalam tempat kerja di mana :

a. dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan atau

peledakan; b.dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut, atau disimpan atau bahan yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi;

c.dikerjakan

pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan.

pembangunan,

perbaikan,

perawatan,

SAFETY

d.dilakukan usaha: pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan; e.dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas, perak, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas, minyak atau minieral lainnya, baik di permukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan;

atau

darat,

f. dilakukan

pengangkutan

baik

di

barang,

binatang

manusia,

melalui

terowongan,

dipermukaan air, dalam air maupun di udara; g.dikerjakan bongkar muat barang muatan perahu, dermaga, dok, stasiun atau gudang;

di kapal,

dan

pekerjaan lain di dalam air; i. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan; j. dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah; k.dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting; l. dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lobang; m. terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, suhu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran; n.dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah; o.dilakukan pemancaran, penyinaran atau penerimaan radio, radar, televisi, atau telepon; p.dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis; q.dibangkitkan, dirobah, dikumpulkan, disimpan, dibagi- bagikan atau disalurkan listrik, gas, minyak atau air;

h.dilakukan

penyelamatan,

pengambilan

benda

SAFETY

r. diputar film, pertunjukan

atau

diselenggarakan reaksi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik.

sandiwara

3. Dengan peraturan perundangan dapat ditunjuk sebagai tempat kerja, ruangan-ruangan atau lapangan-lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja atau yang berada di ruangan atau lapangan itu dan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (2).

BAB III SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA

Pasal 3

1. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :

a.mencegah dan mengurangi kecelakaan; b.mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;

c. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;

d.memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya;

e.memberi pertolongan pada kecelakaan;

f. memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja; g.mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar radiasi, suara dan getaran;

penyakit

h.mencegah

dan

mengendalikan

timbulnya

akibat kerja baik physik maupun psychis, peracunan, infeksi dan penularan.

i. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;

j. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;

k.menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;

SAFETY

l. memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban; m. memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya; n.mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang; o.mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan; p.mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang; q.mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya; r. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

2. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi serta pendapatan-pendapatan baru di kemudian hari.

Pasal 4

1. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

2. Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesyahan, pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produk guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

SAFETY

3. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) dan (2); dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan tersebut.

BAB IV

PENGAWASAN

Pasal 5

1. Direktur melakukan pelaksanaan umum terhadap Undang- undang ini sedangkan para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya Undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya.

2. Wewenang dan kewajiban direktur, pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan Undang- undang ini diatur dengan peraturan perundangan.

SAFETY

Pasal 6

1. Barang siapa tidak dapat menerima keputusan direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada Panitia Banding.

2. Tata cara permohonan banding, susunan Panitia Banding, tugas Panitia Banding dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.

3. Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi.

Pasal 7

Untuk pengawasan berdasarkan Undang-undang ini pengusaha harus membayar retribusi menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan.

Pasal 8

1. Pengurus di wajibkan memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan padanya.

2. Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, secara berkala pada Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur.

3. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan.

SAFETY

BAB V

PEMBINAAN

Pasal 9

1. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang :

a.Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja; b.Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja;

yang

bersangkutan; d.Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya.

2. Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat-syarat tersebut di atas.

3. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.

4. Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan.

c. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja

SAFETY

BAB VI PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Pasal 10

1. Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina Keselamatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat- tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.

2. Susunan Panitia Pembina dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tugas dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.

BAB VII

KECELAKAAN

Pasal 11

1. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.

2. Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh

ayat (1) diatur dengan

pegawai

peraturan perundangan.

termaksud

dalam

SAFETY

BAB VIII KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA

Pasal 12

Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk: a. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau keselamatan kerja; b. Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan; c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan; d.Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan; e. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat kesehatan dan keselamatan kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan

olehnya kecuali dalam hal-hal khususditentukan

pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat

dipertanggung jawabkan.

lain

oleh

BAB IX KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA

Pasal 13

Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan.

SAFETY

BAB X KEWAJIBAN PENGURUS

Pasal 14

Pengurus diwajibkan :

a. secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan, sehelai Undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja;

b. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.

c. Menyediakan secara cuma-cuma, semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk- petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.

SAFETY

BAB XI KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP

Pasal 15

1. Pelaksanaan ketentuan tersebut pada pasal-pasal di atas diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan.

2. Peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

3. Tindak pidana tersebut adalah pelanggaran.

Pasal 16

Pengusaha yang mempergunakan tempat-tempat kerja yang sudah ada pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku wajib mengusahakan di dalam satu tahun sesudah Undang-undang ini mulai berlaku, untuk memenuhi ketentuan-ketentuan menurut atau berdasarkan Undang-undang ini.

Pasal 17

Selama peraturan perundangan untuk melaksanakan ketentuan dalam Undang-undang ini belum dikeluarkan, maka peraturan dalam bidang keselamatan kerja yang ada pada waktu Undang- undang ini mulai berlaku, tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang ini.

SAFETY

Pasal 18

Undang-undang ini disebut "UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA" dan mulai berlaku pada hari diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

SOEHARTO

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1970 Sekretaris Negara Republik Indonesia,

ttd

ALAMSYAH

ENVIRONMENT
ENVIRONMENT

ENVIRONMENT

ENVIRONMENT
ENVIRONMENT
ENVIRONMENT

ENVIRONMENT

HIRARCD ENVIRONMENT

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO Awarness/ Kepedulian Kegiatan/Proses/Area Kerugian/ Tingkat
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RESIKO
Awarness/ Kepedulian
Kegiatan/Proses/Area
Kerugian/
Tingkat
Bidang
No
Petugas/ Pengawas/ Tamu
Kerja
Dampak
Resiko
di Lokasi Project
Const ruction
1 Survey area
Pencemaran udara
L
service rutin kendaraan
2 Gangguan kualitas
L
Penggunaan Masker
udara ambien
3 Melakukan kegiatan administrasi
Cedera
L
Kerapihan sambungan kabel
(approval design)
4 Pengurangan SDA
L
SOP pengoperasian printer dan
Fotocopy
5 Pencemaran Tanah
L
Service rutin oleh teknisi mesin
fotocopy atau printer
6 Pencemaran Tanah
L
7 Penipisan lapisan
L
Service rutin AC
ozon
8 Pencemaran
L
Penyediaan tempat sampah
lingkungan kerja
9 Loading / Unloading Material
(support fasility, ODP, Tiang, FO
& Accesories)
Gangguan
L
penggunaan APD (Masker)
pernafasan
10 Delivery/Transport Material ke
lokasi / Bas e
Gangguan
L
Penggunaan APD (Masker)
Pernapasan
11 Pekerjaan support fasility (galian)
Pengurangan SDA
L
Monitoring ketersediaan BBM
12 Pengurugan Lokasi
Gangguan
L
Gunakan Masker
pernafasan
13 Pemasangan ODP
Pencemaran
L
House keeping
lingkungan
14 Commisioning / Test
Gangguan
L
Penggunaan tenda
kesehatan petugas
dan keselamatan
perangkat
Manage Service
15 Transportasi Lapangan
Pengurangan SDA
Monitoring penggunaan energi
16 Transportasi Lapangan
Gangguan
L
Penggunaan masker
pernafasan

ENVIRONMENT

Operasional HSE

17 Penyediaan Tabung APAR

Keracunan

L

P embelian APAR sesuai kebutuhan

Operasional HSE

18 Inspeksi/pengetesan Alat Pemadam A pi Ringan

Pengurangan SDA

L

Monitoring Penggunaan B ahan Kimia, mis: CO2, dry chem.

Operasional HSE

19 Inspeksi/pengetesan Alat Pemadam A pi Ringan

Kontaminasi ke air permukaan dan tanah

L

Menggunakan foam secara efektif, mengganti ke bahan foam yang ramah lingkungan, mengalirkan foam yang bercampur air ke saluran drainase, dan briefing sebelum memulai pekerjaan

20 Administrasi

Pengurangan SDA

L

Monitoring penggunaan energi

21 Administrasi

Tidak bisa

L

S ervice Fotocopy dan printer

menggandakan

dokumen

22 Administrasi

Pencemaran

L

Tempat sampah

Ling kungan

23 Administrasi

Pencemaran tanah

L

Segregasi sampah

24 Administrasi

Pemandangan jelek

L

A warness K3

yang mengurangi

semangat kerja

25 Filling Dokumen di Ruang Arsip

Pencemaran udara

L

penggunaan AP D

26 Filling Dok umen di Ruang Arsip

Pengurangan SDA

L

Monitoring penggunaan kertas

27 Filling Dok umen di Ruang Arsip

Pencemaran Tanah

L

Segregasi sampah

28 Ibadah di Ruang Mushola

Pemborosan SDA

L

Matikan lampu yang tidak dip erlukan

29 Ibadah di Ruang Mushola

Pemborosan SDA

L

Matikankran air saat meninggalkan kamar mandi

30 Buang Air di K amar Mandi/WC

Pemborosan SDA

L

Monitoring penggunaan air

559

559

56
56
RAMBU-RAMBU
RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU
RAMBU-RAMBU
RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 57

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 58

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 59

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 60
RAMBU-RAMBU 60

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 61

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 62

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 63 63
RAMBU-RAMBU 64
RAMBU-RAMBU 64
RAMBU-RAMBU 64
RAMBU-RAMBU 64
RAMBU-RAMBU 64

RAMBU-RAMBU

RAMBU-RAMBU 64
RAMBU-RAMBU 64
SIMBOl & LABEL
SIMBOl & LABEL

SIMBOl & LABEL

SIMBOl & LABEL
SIMBOl & LABEL
SIMBOl & LABEL
SIMBOL & LABEL MUDAH MELEDAK
SIMBOL & LABEL
MUDAH MELEDAK
PADATAN MUDAH TE RBAKAR
PADATAN
MUDAH TE
RBAKAR
KOROSIF
KOROSIF
CAIRAN MUDAH TERBAKAR
CAIRAN
MUDAH TERBAKAR
REAKTIF
REAKTIF
BERACUN
BERACUN
! CAMPURAN
!
CAMPURAN
! CAMPURAN SIMBOL & LABEL INFEKSI KOSONG 66
SIMBOL & LABEL INFEKSI
SIMBOL & LABEL
INFEKSI
KOSONG
KOSONG

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 67

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 68

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 69

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 70

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 71

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 72

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 73

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 74

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 75

SIMBOL & LABEL

SIMBOL & LABEL 76