Anda di halaman 1dari 41

ANALISIS KADAR CaO, MgO, Free Lime, dan SO3 SERTA PENGARUH

YANG DITIMBULKAN TERHADAP SEMEN DI PT. SEMEN BATURAJA (


Persero) PANJANG

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktik kerja lapangan merupakan salah satu syarat akademis bagi mahasiswa D3 Analis Kimia

FMIPA Universitas Lampung untuk menyelesaikan studinya sehingga memperoleh gelar Ahli

Madya (A.Md). Melalui praktik kerja lapangan, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh

kemampuan berupa keterampilan dan pengalaman kerja di perusahaan, khususnya perusahaan

yang bergerak dalam bidang industri. Dengan demikian, mahasiswa mampu mengaplikasikan

teori yang diperoleh selama proses perkuliahan untuk melaksanakan praktik kerja lapangan.

Praktik kerja lapangan dilaksanakan di PT. Semen Baturaja (Persero) Panjang yang

memproduksi semen portland tipe 1 (Portland Cement Type I), yaitu semen yang biasa

digunakan untuk pemakaian umum dan tidak memerlukan syarat khusus. Pengendalian mutu

pada proses pembuatan semen merupakan kegiatan analisis yang perlu dilakukan dalam rangka

pengawasan, penilaian dan perbaikan pada setiap tahapan dalam proses pembuatan semen.

Analisis juga digunakan untuk mempertahankan mutu semen yang diproduksi pada perusahaan

tersebut. Hal ini dilakukan agar kandungan mineral-mineral (mineral compound) yang ada di

dalam semen sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.


Selama melaksanakan kegiatan praktik kerja lapangan, dilakukan beberapa proses analisis

kimia, yaitu analisis CaO, MgO, F.CaO dan Fe2O3 secara volumetri, serta analisis SiO2, R2O3, IR

(Insoluble Residu) dan SO3, yang dilakukan dengan metode gravimetri. Selain analisis kimia,

dilakukan juga analisis fisika yang meliputi analisis blaine (tingkat kehalusan semen), mesh (sisa

ayakan), compressive strength (kekuatan tekan),setting time(waktu pengikatan awal), dan

pemuaian dengan autoclave.

B.Tujuan Praktik Kerja Lapangan

Pelaksanaan praktik kerja lapangan ini mempunyai beberapa tujuan yang dapat digolongkan

menjadi tujuan umum dan tujuan khusus.

1. Tujuan Umum

a. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan ilmu

pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

b. Melatih dan mempersiapkan diri sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan

terampil.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui proses pembuatan semen secara langsung dalam skala industri.

b. Mengetahui proses pengujian semen sebagai dasar penentuan spesifikasi semen.

c. Mengetahui pengaruh dari semua mineral compound yang terkandung dalam semen

portland.
C. Manfaat

Setelahmelaksanakan praktik kerja lapangan, manfaat yang diharapkan adalah mahasiswa dapat

memperoleh berbagai pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kerja khususnya di bidang

kimia, sehingga dapat dijadikan bekal untuk memasuki dunia kerja nantinya

II. RUANG LINGKUP KEGIATAN PERUSAHAAN

Terdapat empat macam komponen kimia utama yang menyusun struktur pembentukan semen

Portland. Komponen ini berupa oksida-oksida dalam bentuk ikatan dengan struktur kristal

bersifat hidrolis, yaitu apabila kristal tersebut direaksikan dengan air akan membentuk senyawa

hidrat yang kemudian akan mengeras. Oksida-oksida tersebut adalah :

1. Kalsium Oksida (CaO)

2. Silika Oksida (SiO2)

3. Besi Oksida (Fe2O3)

4. Alumunium Oksida (Al2O3)

(Austin, 1996)

A. Persiapan dan Penanganan Sampel

Sampel untuk pengujian kualitas di PT. Semen Baturaja diambil dari hasil produksi perhari, yang

merupakan hasil dari penggilingan terak (sebagai bahan baku utama), gipsum(CaSO4.2H2O) +

4% dan trass + 2% (sebagai bahan tambahan). Terak didatangkan dari pabrik Baturaja, Ogan

Komering Ulu. Proses pembuatan terak menggunakan proses kering dengan menggiling dan

menghaluskan bahan-bahan berupa batu kapur, tanah liat, pasir silika, dan pasir besi dengan
perbandingan tertentu, dan hasilnya berupa bahan umpanbaku (raw meal). Bahan umpan baku

kemudian dipanaskan dengan alat suspension preheater dan dibakar dalam tungku putar atau kiln

pada suhu +1000C, yang apabila didinginkan akan menghasilkan terak berbentuk bongkahan-

bongkahan.

Gipsum didapatkan dengan cara membeli. Gipsum ada yang berasal dari Thailand (gipsum

murni), dan ada pula gipsum sintesis yang diproduksi di Indonesia. Sedangkan trass didapat dari

penambangan yang berada di daerah Lempasing. Dari hasil penggilingan bahan-bahan

tersebut, didapatkan sampel semen yang dapat diambil dan langsung dianalisis.

B. Proses Pembuatan Semen

Proses pembuatan semen di PT. Semen Baturaja (Persero) menggunakan proses kering, dimana

kadar air pada bahan umpan baku (Raw meal) maksimum 1%. Adapun bahan baku yang

digunakan dalam pembuatan semen adalah batu kapur, tanah liat, pasir besi dan pasir silika yang

digiling menjadi terak.

1. Proses PenggilingandanPengeringan Bahan Mentah

Bahan baku berupa batu kapur, tanah liat, pasir silika dan pasir besi dicampur di dalam

mill. Didalamnya terjadi proses penggilingan oleh Roller mill dan pengeringan oleh gas panas

dari sisa pembakaran tungku putar.

Mill dilengkapi dengan pemisah yang berfungsi untuk memisahkan produk kasar dan produk

halus, produk kasar akan dikembalikan untuk digiling kembali. Produk hasil penggilingan dan

pengeringan bahan mentah disebut bahan umpan baku (Raw meal). Selanjutnya bahan umpan

baku disimpan dalam silo dan siap untuk diumpankanketungkuputar.

2. Proses Pembakaran dan Pendinginan


a. Proses Pemanasan Awal

Proses pemanasan awal merupakan proses penguapan air dengan bantuan alat yang dinamakan

preheater, dan dilanjutkan dengan proses kalsinasi pada umpan dari tungku putar yang terjadi

pada temperatur 600 800 0C. Proses kalsinasi adalah proses penguraian karbonat menjadi

oksida CaO dan MgO serta CO2sebagai gas. Reaksi yang terjadiadalahsebagaiberikut :

CaCO3 CaO + CO2

MgCO3 MgO + CO2

b. Proses Pembentukan Terak (Klinkerisasi)

Proses klinkerisasi adalah proses pembentukan komponen utama (mineral compound)

semen. Komponen dari batu kapur yang sudah mengalami proses kalsinasi menjadi CaO,

bereaksi dengan komponen lainnya, seperti SiO2, Fe2O3, Al2O3 pada suhu antara 1000 14500C

dan menghasilkan terak yang terdiri dari mineral compound C3A, C2S, C3S, danC4AF.

c. Proses Pendinginan Terak (Quenching)

Proses pendinginan terak terjadi di grate cooler dengan media pendinginnya berupa udara luar

yang dihembuskan ke dalam grate cooler dengan menggunakan kipas. Adapun fungsi dari

pendinginan terak adalah untuk mendapatkan terak dengan mutu yang baik, dan menghasilkan

terak yang rapuh sehingga dapat memudahkan proses penggilingan terak menjadi semen.
3. Proses Penggilingan Semen

Untuk mendapatkan semen sesuai standar SNI, maka proses penggilingan harus ditambah

gipsum sebanyak 45% sebagai sumber SO3, dapat juga ditambahkan trass sebanyak 2%. Bahan-

bahan tersebut digiling di dalamtabung (tubemill) yang berisi bola-bola besi sebagai media

penghancur. Dengan menggunakan kipas, material yang telah halus dihisap dan dipisahkan

untuk kemudian ditampung dalam silo semen yang kedap udara (Anonim, 2001).

4. Produk Akhir Semen

Semen yang dihasilkan harus memenuhi syarat mutu fisik semen dengan tingkat kehalusan

minimal 3000 cm2/gr (SNI mempersyaratkan 2800 cm2/gr). Sedangkan bahan tambahan adalah

bahan yang dipergunakan untuk memperbaiki sifat-sifat dari produk akhir semen, misalkan

gipsum yang berfungsi untuk menunda reaksi hidrasi atau reaksi pengerasan semen yang terlalu

cepat jika dicampur dengan air pada saat semen akan digunakan (Ferawati, 2009).

Terjadinya reaksi hidrasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain; tingkatkehalusan

semen,jumlah air yang digunakan, suhu dan sebagainya. Hasil reaksi hidrasi semen berupa

senyawa-senyawa hidrat yang sebagian besar berupa kalsium silikat hidrat, kalsium alumino

ferrit hidrat, dan kalsium sulfurit aluminat hidrat. Kesemuanya berbentuk kristal halus dan

dikenal sebagai cement gel.

Persamaan reaksi hidrasi semen sebagai berikut :


SiO2) + 6H2O 3CaO.2SiO2.3H2O + 3Ca(OH)2 kalsium silikat
hidrat kalsium hidroksida

SiO2) + 4H2O 3CaO.2SiO2.3H2O + Ca(OH)2 kalsium silikat


hidrat kalsium hidroksida

3H2O 3CaO. Al2O3. 3H2Okalsium alumino ferrit hidrat


O.Al2O3+26H2O 3CaO.Al2O3.3CaSO4.32H2 Okalsiumsulfuritaluminathidrat

(Putra, 2006).

5. Pengantongan Semen

Agar dapat dipasarkan dan dan menarik minat para konsumen, maka semen harus dikemas

sebaik mungkin. Oleh karena itu, dilakukan proses pengantongan semen. Semen yang

dikeluarkan dari silo semen, diangkut dengan belt conveyor dan dimasukkan ke dalam steel

silo. Dengan alat pengantongan berupa rotary packer, semen dikantongi per zak. Tiap zak

semen berisi 50 kg semen.

III. PELAKSANAAN KEGIATAN PKL

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

1. Pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapangan dilaksanakan di PT. Semen Baturaja Persero pabrik

Panjang.

2. Praktik kerja lapangan dilaksanakan pada awal libur semester genap, yaitu pada tanggal 2 Juli

sampai dengan 31 Agustus 2009.

B. Kegiatan yang Dilaksanakan

Kegiatan yang dilaksanakan dalam PKL ini mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan

analisis kimia dan analisis fisika. Kegiatan tersebut meliputi analisis CaO, MgO, F.CaO (free

lime) dan Fe2O3 secara volumetri, serta analisis SiO2, R2O3, IR (Insoluble Residu) dan SO3, yang

dilakukan dengan metode gravimetri. Selain analisis kimia, dilakukan juga analisis fisika yang

meliputi analisis blaine (tingkat kehalusan semen), mesh (sisa ayakan), compressive strength
(kekuatan tekan), setting time (waktu pengikatan awal), dan pemuaian dengan autoclave. Tetapi

pada pembuatan Tugas Akhir kali ini, penulis memfokuskan pada analisis CaO, MgO, F.CaO

(free lime) dengan metode volumetri, dan analisis SO3 secara gravimetri, sertapengaruh yang

ditimbulkan mineral compound tersebut terhadap semen.

1. Analisis Kadar CaO (Kalsium Oksida)

Alat dan bahan :

Alat alat yang digunakan adalah gelas piala 400 mL, buret, pipet volum 50 mL, pipet volum 10

mL, pipet volum 5 mL dan batang pengaduk kaca. Bahan-bahan yang digunakan adalah filtrat

hasil analisis R2O3, larutan Tri Etanol Amin (TEA), larutan (NH4)2C2O4, larutan standar EDTA

50 M, dan indikator MM.

Cara Kerja :

- 100 mL air sulingdimasukkan ke dalam gelas piala 400 mL,

- ditambahkan 50 mL filtrat hasil analisis R2O3 (Lampiran 4),

- ditambahkan 2 mL Tri Etanol Amin,

- ditambahkan 10 mL(NH4)2C2O4,

- ditambahkan 0,25 gr indikator MM,

- dititrasi dengan EDTA sampai terjadi perubahan dari warna merah lembayung menjadi biru

terang.

- Volume akhir titrasi dicatat.

- Kadar CaO dihitung dalam %.


Perhitungan :

% CaO = Volume Akhir Titrasi . Faktor CaO

2. Analisis Kadar MgO (Magnesium Oksida)

Alat dan Bahan :

Alat-alat yang digunakan adalahgelaspiala 400 mL, buret, pipet ukur 50 mL, pipet ukur 10 mL,

pipet ukur 5 mL dan batang pengaduk kaca. Bahan bahan yang digunakan adalah filtrat hasil

analisis R2O3, larutan buffer pH 10, larutan standar EDTA 50 M, dan indikator EBT.

Cara Kerja :

- 100 mL air suling dimasukkan ke dalam gelas kimia 400 mL,

- ditambahkan 50 mL filtrat hasil analisis R2O3(Lampiran 4),

- ditambahkan 10 mL buffer pH 10,

- ditambahkan 3 tetes indikator EBT,

- dititrasi dengan EDTA sampai terjadi perubahan warna dariwarna merah lembayung menjadi

biru terang.

- Volume akhir titrasi dicatat.

- Kadar MgO dihitung dalam %.

Perhitungan :

% MgO = ( b-a ) . Faktor MgO

Dimana :

a = Jumlah mL EDTA yang digunakan untuk meniter sampel (CaO)


b = Jumlah mL EDTA yang digunakan untuk meniter sampel (MgO)

3. Analisis Kadar F.CaO (Free Lime)

Alat dan Bahan :

Alat-alat yang digunakan adalah Erlenmeyer 300 mL, kondensor, gelas ukur,hot plate

(pemanas), statipdan buret. Bahan-bahan yang digunakan adalah sampel semen, larutan

Gliserol-etanol (1:5), BaCl2anhidrat, dan larutan amonium asetat.

Cara kerja :

- Contoh semen ditimbang sebanyak 1 gr, dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 300 mL,

- ditambahkan 60 mL larutan gliserol-etanol (1:5),

- ditambahkan 0,5 gr BaCl2,

- didestruksi diatas pemanas yang sebelumnya telah dipasamg kondensor, hingga larutan

berwarna merah muda (sekitar 5 menit).

- Larutan diangkat, kemudian dititrasi dengan menggunakan larutan amonium asetat yang telah

diketahui faktornya hingga warna merah muda hilang, berubah menjadi bening, dibiarkan, dan

ditunggu 10 menit.

- Jika masih ada warna merah muda, larutan dititrasi kembali dengan amonium asetat hingga

warna merah muda hilang semuanya.

- Pemakaian amonium asetat yang habis digunakan pada saat titrasi dicatat.

- Kadar F.CaO dihitung dalam %.


Perhitungan :

% Kadar F.CaO = Volum akhir titrasi . Faktor amonium asetat

4. Analisis Kadar SO3

Alat dan bahan :

Alat-alat yang digunakan adalah gelas piala 100 dan 200 mL, gelas ukur, corong gelas, pipet

tetes, pipet volum, kertas saring Whatman 41 dan 42, batang pengaduk, pemanas (hot plate),

cawan porselin, oven, tungku pembakaran, neraca analitik. Bahan-bahan yang digunakan adalah

sampel semen, air suling, larutan HCl (1:1), dan larutan BaCl2 10%.

Cara kerja :

- Sampel semen ditimbang sebanyak 1 gr, dimasukkan ke dalam gelas piala 100 mL,

- ditambahkan sedikit air suling, diaduk,

- ditambahkan 10 mL HCl (1:1),

- ditambahkan air suling hingga 100 mL, dan dipanaskan di atas pemanas hingga mendidih.

- Larutan kemudian disaring menggunakan kertas saring Whatman 41, dicuci dan diambil

filtratnya 200 mL.

- Filtrat ditambahkan 10 mL BaCl2 10% hingga terbentuk endapan putih, lalu didiamkan selama 1

malam,

- kemudian larutan disaring menggunakan kertas saring Whatman 42.

- Kertas saring + endapan dimasukkan ke dalam cawan porselin yang telah diketahui berat dari

cawan porselin tersebut,

- dikeringkan dalam oven pada suhu 1100C selama 1 jam.


- Cawan porselin + endapan dibakar dalam tungku pembakaran pada suhu 1000 + 500C selama 45

menit.

- Cawan beserta endapan dari hasil pembakaranditimbang.

- Kadar SO3dihitung dalam %.

Perhitungan :

%SO3= x 34,3

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. AnalisisKadar CaO Pada Semen

Tabel 1. Hasil Analisis Kadar CaO Pada Semen Hasil Produksi per Hari.
No. Tanggal Analisis Sampel Volume EDTA (mL) Kadar CaO (%)
1. 1 Agustus 2009 14,30 64,43
2. 2 Agustus 2009 14,40 64,48
3. 3 Agustus 2009 14,10 63,53
4. 4 Agustus 2009 13,70 61,73
5. 5 Agustus 2009 13,80 62,18
6. 6 Agustus 2009 14,10 63,53
7. 7 Agustus 2009 14,00 63,08
8. 8 Agustus 2009 14,10 63,53
9. 9 Agustus 2009 13,80 62,18
10. 11 Agustus 2009 14,00 63,08
Rata rata 63,17
2. Analisis Kadar MgO Pada Semen
Tabel 2. Hasil Analisis Kadar MgO Pada Semen Hasil Produksi per Hari.
No. Tanggal Analisis Sampel Volume EDTA (mL) Kadar MgO (%)
1. 1 Agustus 2009 14,60 0,97
2. 2 Agustus 2009 14,50 0,32
3. 3 Agustus 2009 14,50 1,29
4. 4 Agustus 2009 14,50 2,27
5. 5 Agustus 2009 14,60 2,59
6. 6 Agustus 2009 14,50 1,30
7. 7 Agustus 2009 14,50 1,62
8. 8 Agustus 2009 14,50 1,30
9. 9 Agustus 2009 14,30 1,62
10. 11 Agustus 2009 14,50 1,62
Rata rata 1,65

3. Analisis Kadar F.CaO (free lime) Pada Semen

Tabel 3. Hasil Analisis Kadar Free LimePada Semen Hasil Produksi per Hari.

Volume Kadar Free


No. Tanggal Analisis Sampel
CH3COONH4(mL) Lime (%)
1. 20 Juli 2009 2,80 1,66
2. 21 Juli 2009 1,68 1,00
3. 22 Juli 2009 2,20 1,30
4. 23 Juli 2009 2,36 1,40
5. 25 Juli 2009 1,88 1,12
6. 26 Juli 2009 2,04 1,21
7. 27 Juli 2009 2,32 1,38
8. 28 Juli 2009 2,12 1,26
9. 29 Juli 2009 3,00 1,78
10. 30 Juli 2009 1,76 1,04
Rata rata 1,31
4. Analisis Kadar SO3 Pada Semen

Tabel 4. Hasil Analisis Kadar SO3Pada Semen Hasil Produksi per Hari.

Berat Cawan (gr)


Tanggal Analisis Sebelum Setelah
No. Kadar SO3 (%)
Sampel Dibakar Dibakar
1. 1 Agustus 2009 21,9585 22,0130 1.87
2. 2 Agustus 2009 22,3995 22,4478 1,66
3. 3 Agustus 2009 22,3992 22,4583 2,02
4. 4 Agustus 2009 21,9585 22,0130 1,87
5. 5 Agustus 2009 22,3995 22,4478 1,66
6. 6 Agustus 2009 21,9629 22,0115 1,67
7. 7 Agustus 2009 22,4032 22,4615 2,00
8. 8 Agustus 2009 21,9642 22,0063 1,44
9. 9 Agustus 2009 22,4057 22,4503 1,53
10. 11 Agustus 2009 21,4543 21,5054 1,75
Rata - rata 1,74

B. Pembahasan

1. Analisis Kadar CaO Pada Semen

Analisis ini menggunakan metode volumetri, yaitu suatu metode analisis yang didasarkan pada

pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan zat yang akan

ditentukan. Pereaksi yang digunakan harus stabil, sehingga penentuan konsentrasi cukup

dilakukan sekali, bereaksi cepat dengan analit sehingga waktu titrasi dapat dipersingkat, bereaksi

sempurna dengan analit sehingga titik akhir titrasi yang memuaskan pun dapat dicapai.

Pada analisis ini dilakukan penambahan larutan Tri Etanol Amin (TEA) yang berfungsi untuk

mencegah endapan kalsium dalam larutan yang berasal dari (NH4)2C2O4. Adapun rumus struktur

dari larutan Tri Etanol Amin adalah sebagai berikut :


HOCH2CH2 N CH2CH2OH

CH2CH2OH

Gambar 1. Struktur TEA (Kurniasih, 2008).

Indikator yang digunakan adalah MM yang mampu menghasilkan kompleks berwarna merah

lembayung dengan ion Ca2+, kemudian berubah warna menjadi biru terang apabila kalsium

terkomplekskan sempurna oleh EDTA pada titik akhir titrasi. Kadar CaO yang diperoleh

dipengaruhi oleh volume EDTA yang digunakan pada saat titrasi. Berikut adalah bentuk

kompleks antara EDTA dengan Ca :

Ca2+ + EDTA4- Ca EDTA 2-

- -
OOC CH2 CH2 CH2 CH2COO

N N

CH2 Ca CH2

O=C O O C=O

(Riawan, 1996)
Prinsip dari analisis ini adalah Kalsium di endapkan sebagai kalsium oksalat kemudian di

tambahkan ammonium oksalat. Endapan yang terbentuk di cuci, kemudian di larutkan kembali

selanjutnya di titrasi dengan larutan EDTA. Berikut adalah rumus struktur dari EDTA :

HOOC CH2 CH2COOH

N CH2 CH2 N

HOOC CH2 CH2COOH

Gambar 2. Struktur EDTA (http://ginoest.wordpress.com/author/, 2010).

Setelah dilakukan analisis, didapatlah persentase kadar CaO yang berkisar antara 61-65 %,

dengan rata-rata hasil analisis selama 10 hari sebesar 63,17 %. Berdasarkan komposisi limit

semen portland, persentase kadar CaO dibatasi antara 60-70 % (SNI 15-2049-1994), dapat

dilihat pada Lampiran 2. Maka, dapat dinyatakan bahwa kadar CaO dalam semen yang

dianalisis mempunyai kualitas yang baik. Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 1 pada hasil

pengamatan, sedangkan contoh perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 3.

Kalsium oksida (CaO) yang terkandung merupakan kadar CaO yang terikat dalam semen. CaO

merupakan komponen terbesar dalam semen yang berfungsi sebagai senyawa pembentuk

mineral potensial penyusun kekuatan semen. Persenyawaan ini merupakan komponen-

komponen kimia dalam semen yang mempunyai fungsi masing-masing dalam menentukan

kualitas semen. Komposisi persenyawaan tersebut adalah tri kalsium silikat (3CaO. SiO2)

disingkat C3S, berfungsi sebagai kekuatan awal semen, dikalsium silikat (2CaO.SiO2) disingkat

C2S, berfungsi sebagai kekuatan akhir, tri kalsium aluminat (3CaO.Al2O3) disingkat C3A, dan
tetra kalsium alumina ferrit (4CaO. Al2O3. Fe2O3) disingkat C4AF, berfungsi sebagai penurun

suhu, pemberi ketahanan terhadap asam sulfat, dan dapat mempengaruhi warna semen

(Gunawan, 1996).

2. Analisis Kadar MgO Pada Semen

Dalam analisis ini juga digunakan metode volumetri sama seperti analisis CaO pada semen.

Indikator yang digunakan adalah EBT yang mampu menghasilkan kompleks berwarna merah

lembayung dengan ion Mg2+, kemudian berubah warna menjadi biru terang apabila Mg

terkomplekskan dengan sempurna oleh EDTA pada titik akhir titrasi. Berikut adalah bentuk

kompleks antara EDTA dengan Mg :

Mg2+ + EDTA4- Mg EDTA 2-

- -
OOC CH2 CH2 CH2 CH2COO

N N

CH2 Mg CH2

O=C O O C=O
Eriochrome Black T sering disebut dengan EBT.Indikator EBT ini juga peka terhadap

perubahan pH. Oleh karena itu, larutan yang akan dititrasi harus

ditambahkan buffer terlebih dahulu.

Berikut adalah struktur indikator EBT :

Gambar 3. Struktur EBT

Buffer yang digunakan adalah

buffer pH 10. Adapun cara

pembuatan larutan buffer pH 10 ini adalah dengan cara menimbang 70 g NH4Cl dan dilarutkan

dalam 250 mL air suling, dan ditambahkan 570 mL amoniak, lalu diencerkan dengan air suling

sampai 1000 mL. Buffer pH 10 ini berfungsi untuk mencegah terbentuknya endapan logam

hidroksida.

Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 2, dan contoh perhitungan dapat dilihat pada Lampiran

3. Persentase kadar MgO yang didapat berkisar antara 0,32 - 2,59 % dengan rata-rata hasil

analisis selama 10 hari sebesar 1,65 %, dimana berdasarkan komposisi limit semen portland,

persentase kadar MgO dibatasi antara 0,1-5,5 % (SNI 15-2049-1994), dapat dilihat pada

Lampiran 2. Dengan demikian, kualitas semen yang diproduksi mempunyai kualitas yang baik,

karena kadar MgO pada semen tidak melampaui 5,5 %.

Kadar MgO yang terlalu tinggi dalam semen dapat berpengaruh terhadap sifat fisik semen dan

mengakibatkan semen akan cepat pecah bila digunakan untuk membuat bangunan, sehingga akan

sangat merugikan konsumen (Noviar, 2002).


3. Analisis Kadar F.CaO (Free Lime) Pada Semen

Dalam analisis ini, digunakan metode volumetri. Sampel semen ditimbang sebanyak 1 gram,

kemudian ditambahkan larutan gliserol-etanol (1:5) yang bertujuan untuk melarutkan kapur

bebas yang terkandung dalam semen. Kemudian ditambahkan 0,5 gr BaCl2. Penambahan BaCl2

ini berfungsi untuk membentuk warna merah muda pada larutan setelah dipanaskan. Destruksi

kemudian dilakukan di atas pemanas dan ditunggu hingga berwarna merah muda. Ion Ca2+akan

membentuk kompleks berwarna merah muda dengan Cl dalam pelarut gliserol-etanol.Setelah itu

dilakukan titrasi dengan menggunakan larutan amonium asetat hingga terjadi perubahan warna

dari merah muda menjadi bening. Pentiteran dihentikan apabila larutan tersebut sudah tidak

berwarna merah muda lagi.

Pada pentiteran, terjadi reaksi sebagai berikut :

Kompleks Ca + CH3COONH4 (CH3COO)2 Ca + NH4+

Persentase kadar kapur bebas yang didapat berkisar antara 1,00-1,78 % dengan rata-rata hasil

analisis selama 10 hari sebesar 1,31 %, dimana standar persentase kadar F.CaO maksimal adalah

2 %.Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 3, sedangkan perhitungan pada analisis ini, dapat

dilihat pada Lampiran 3.

Semakin besar volume amonium asetat yang digunakan untuk titrasi, semakin besar pula kadar

kapur bebas yang terkandung dalam semen.Terdapat perbedaan antara analisis CaO dengan

F.CaO. Kalsium oksida (CaO) adalah kadar kapur yang terkandung dalam semen, sedangkan

F.CaO adalah kadar kapur bebas yang terkandung dalam semen yang apabila kadarnya melebihi
persyaratan, maka akan sangat merugikan konsumen, karena jika kadar kapur bebas yang

dimiliki oleh semen berlebih, berakibat semen tersebut tidak kuat dan rapuh (Yulianto, 1995).

4. Analisis Kadar SO3 Pada Semen

Penentuan kadar SO3pada analisis ini menggunakan metode gravimetri. Metode Gravimetri

adalah metode pengukuran berdasarkan berat. Dalam analisis ini, digunakan 2 buah kertas saring

dengan tingkat kehalusan yang berbeda. Penyaringan pertama digunakan kertas saring Whatman

41. Filtrat yang diperoleh kemudian ditambahkan larutan BaCl2 kemudian didiamkan selama 1

malam, lalu filtrat yang telah mengandung endapan tersebut disaring lagi dengan menggunakan

kertassaring Whatman 42.

Prinsip dari analisis ini adalah sulfat diendapkan sebagai BaSO4 dari larutannya yang asam dan

panas dengan larutan BaCl2. Endapan disaring, dicuci dan ditimbang sebagai

BaSO4(Austin,1996).

Berikut adalah reaksi yang terjadi :

CaSO4 + BaCl2 BaSO4 + CaCl2

Hasil analisis kadar SO3 dapat dilihat pada Tabel 4, dan contoh perhitungan dapat dilihat pada

Lampiran 3.

Persentase kadar SO3 yang diperoleh berkisar antara 1,43-2,02 %,dengan rata-rata hasil analisis

selama 10 hari sebesar 1,74 %, dimanaberdasarkan komposisi limit semen portland, persentase

kadar SO3 dibatasi antara 1,0-3,5 % (SNI 15-2049-1994), dapat dilihat pada Lampiran 2.
Standar semen Portland tipe 1 mensyaratkan besarnya kandungan SO3 pada semen maksimal

adalah 3,5 %. Apabila kadar SO3 lebih dari 3,5%, maka semen tersebut akan terlalu lama

mengeras (Noviar, 2002).

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan Praktik Kerja Lapangan di PT. Semen Baturaja (Persero) Panjang mengenai

analisis kadar CaO, MgO, F.CaO (free lime), dengan menggunakan metode volumetri dan

analisis SO3 dengan metode gravimetri, dapat diambil beberapa kesimpulan, diantaranya:

1. Persentase kadar CaO yang diperoleh berkisar antara 61-65 %, dengan rata-rata hasil analisis

selama 10 hari sebesar 63,17 %, dimana standar persentase kadar CaO adalah 60 70 %.

2. Persentase kadar MgO yang didapat berkisar antara 0,32 - 2,59 % dengan rata-rata hasil analisis

selama 10 hari sebesar 1,65 %, dimana standar persentase kadar MgO adalah 0,1 5,5 %.

3. Persentase kadar kapur bebas yang didapat berkisar antara 1,00-1,78 % dengan rata-rata hasil

analisis selama 10 hari sebesar 1,31 %, dimana standar persentase kadar F.CaO maksimal adalah

2 %.

4. Persentase kadar SO3 yang diperoleh berkisar antara 1,43-2,02 %,dengan rata-rata hasil analisis

selama 10 hari sebesar 1,74 %, dimana standar persentase kadar SO3 maksimal adalah 1,0 3,5

%.

5. Dapat dinyatakan bahwa semen yang dianalisis mempunyaikualitas yang baik.


B. Saran

Setelah melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di PT. Semen Baturaja (Persero)

Panjang, penulis memberikan saran :

Untuk Perusahaan :

1. Melengkapi alat-alat yang digunakan dalam analisis semen, sehingga proses analisis dapat

berjalan dengan lancar.

2. Melakukan peningkatan mutu material awal dan pengawasan proses pengolahan, agar

menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi.

Untuk Karyawan :

1. Dalam melakukan analisis, diharapkan untuk lebih teliti lagi agar diperoleh data yang akurat dan

dapat dipertanggungjawabkan nantinya.

2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sumber daya manusia berupa tenaga kerja yang terampil,

cekatan, dan mempunyai keahlian, maka perlu diadakan pelatihan.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, A. 2001. Diklat Pendidikan dan Pelatihan Proses Pembuatan Semen. PT. Semen Baturaja. Baturaja.
Hal. 37

Anonim, B. 2001. Instruksi Kerja Pengujian Kimia Semen. PT. Semen Baturaja. Bandar Lampung. Hal. 26-
32

Austin, T. G. 1996. Industri Proses Kimia. Erlangga. Jakarta. Hal. 132

Ferawati, R. U. 2009. Analisis Kadar CaO, MgO, dan Fe2O3 Pada Semen Dengan Metode Volumetri di
PT.Semen Baturaja (Persero) Panjang, Tugas Akhir. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Hal. 7

Gunawan, S. 1996. Pengendalian Kualitas. PT. Semen Baturaja (Persero). Baturaja. Hal.21

Kurniasih, E. 2008. Pemanfaatan Asam Lemak Sawit Distilat Sebagai Bahan Baku Dietanolamida
Menggunakan Lipase (Rhizomucor meihei), Tesis. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera
Utara. Medan. Hal.16.http://ginoest.blogspot.com/author/ginoest/EkaKurniasih.diakses pada
tanggal 14 Oktober 2010 pukul 10.30.

Noviar, D. 2002. Analisis Fisika Semen Portland, Tugas Akhir. Akademi Analisis Kimia. Bogor. Hal. 27

Putra, D. 2006. Penambahan Abu Sekam Pada Beton Dalam Mengantisipasi Kerusakan Akibat Magnesium
Sulfat Pada Air Laut, Skripsi. Universitas Udayana. Denpasar. Hal. 18-
19.http://ginoest.blogspot.com/author/ginoest/Dharma-Putra.diakses pada tanggal 14 Oktober
2010 pukul 10.19.

Riawan, S. 1996. Kimia Organik Edisi 1. Binarupa Aksara. Jakarta. Hal. 334

Underwood, A.L. dan R.A. Day. 1986. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Jakarta. Hal. 76, 217-219
Wilkinson, G. dan F.A. Cotton. 2007. Kimia Anorganik Dasar. Universitas Indonesia. Jakarta. Hal. 149

Yulianto, A. 1995. Pengendalian Proses. PT. Semen Baturaja (Persero). Baturaja. Hal. 12
LAMPIRAN
Lampiran 1

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Berdirinya PT. Semen Baturaja (Persero)

PT. Semen Baturaja (Persero) didirikan oleh PT. Semen Padang (Persero) bersama sama

dengan PT. Semen Gresik (Persero) pada tanggal 14 November 1974. Untuk mengatasi masalah

masalah yang di hadapi dalam menyelesaikan proyek PT. Semen Baturaja, maka dengan

Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 1978, pemerintah memutuskan untuk melakukan

penyertaan modal di PT. Semen Baturaja (Persero). Dengan demikian, komposisi modalnya

adalah Pemerintah RI 90%, PT. Semen Gresik 6%, dan PT. Semen Padang 4%.

Pembangunan pabrik PT. Semen Baturaja (Persero) ini, dibiayai oleh sumber-sumber pinjaman

luar negeri yang diperoleh setelah penandatanganan Project Agreement, seperti:

1. Asian Development Bank (ADB) sebesar US$ 52,5 juta.

2. Asian Development Bank (ADB) sebesar US$ 20,5 juta.

3. Bank Dagang Negara (BDN) sebesar Rp 12 Milyar.


4. Bank Pembangunan Indonesia (BIP) memberikan bantuan dalam bentuk penyertaan

modal.

5. Pemerintah dan kapasitas bangunan sebesar Rp 2,4 Milyar.

PT. Semen Baturaja beroperasi secara komersil pada tanggal 1 Juni 1981 dengan kapasitas

produksi 450.000 ton klinker per tahun. Selanjutnya, pada tanggal 6 September 1991 pemerintah

mengeluarkan Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 1991 tentang penambahan penyertaan modal

pemerintah ke PT. Semen Baturaja. Berdasarkan hal tersebut, modal saham PT. Semen

Baturaja (Persero) dimiliki pemerintah Republik Indonesia.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan melakukan proyek optimalisasi I pada tahun

1994 sampai dengan tahun 2000 dengan meningkatkan produksi terak menjadi 550.000

ton/tahun, dan tahun 2001 dilakukan pengembangan proyek optimalisasi II untuk meningkatkan

produksi terak menjadi 1.200.000 ton/tahun. PT. Semen Baturaja (Persero) merupakan konsep

terpadu dari unit-unit yang terdiri dari 3 pabrik, dan 1 kantor perwakilan, yaitu:

1. Pabrik Baturaja, Propinsi Sumatera Selatan

Pabrik Baturaja terletak di Sukajadi, Ogan Komering Ulu (OKU) yang merupakan pusat

penggilingan dan pembakaran bahan baku berupa batu kapur, tanah liat, pasir silica, dan pasir

besi, serta mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau biasa disebut sebagai terak

yang berkapasitas + 1,2 juta ton/tahun.

2. Pabrik Palembang, Propinsi Sumatera Selatan

Pabrik Palembang dan kantor pusat terletak di jalan Abikusno Cokrosuyoso Kertapati,

Palembang (Sumatera Selatan) merupakan pusat kegiatan administrasi dan Manajemen. Selain

itu, merupakan tempat penggilingan atau pengantongan semen yang mana terak atau klinker
digiling kembali dengan campuran gypsum yang merupakan bahan tambahan dalam pembuatan

semen.

3. Pabrik Panjang, Propinsi Lampung

Pabrik Panjang, terletak di jalan Yos Sudarso km 7 Panjang Bandar Lampung dengan luas yang

mencapai + 5 hektar. Di pabrik ini, sama dengan proses produksi yang dilakukan di pabrik

Palembang dan Baturaja, yaitu sebagai penggilingan dan pengantongan semen, hanya saja di

pabrik panjang ini, tidak memproduksi terak. Terak dikirim langsung dari pabrik Baturaja ke

pabrik Panjang untuk kemudian dilakukan proses lebih lanjut.

4. Kantor Perwakilan Jakarta beralamat di jalan HR. Rasuna Said Gedung Graha Irama lantai XI

Jakarta Selatan.

B. Visi PT. Semen Baturaja (Persero)

Adapun visi dari PT. Semen Baturaja (Persero) adalah menjadi produsen atau pemasok semen

yang efisien terutama di daerah Sumatera bagian Selatan, mempunyai daya saing yang

kompetitif, dan tumbuh/berkembang.

C. Misi PT. Semen Baturaja (Persero)

Misi dari PT. Semen Baturaja (Persero) adalah:

1. Memproduksi semen yang berkualitas, efisien dan memasarkannya dengan mengutamakan

kepuasan pelanggan serta berwawasan lingkungan.

2. Membangun Sumber Daya Manusia yang professional.

3. Memaksimalkan nilai tambah bagi Stakeholder


D. Bahan Baku Pembuatan Semen

Bahan baku dan bahan penolong utama pembuatan semen di PT. Semen Baturaja (Persero) yaitu:

1. Batu Kapur : Tambang milik PT. Semen Baturaja (Persero)

2. Tanah Liat : Tambang milik PT. Semen Baturaja (Persero)

3. Pasir Silika : Tambang rakyat di sekitar Baturaja

4. Pasir Besi : PT. Aneka Tambang Cilacap

5. Gypsum : Impor dari Thailand

6. Kertas Kantong : Rekanan

7. Bahan Bakar Minyak : Pertamina

8. Batubara : PT. Bukit Asam

E. Pemasaran Semen

Daerah pemasaran dari ketiga pabrik PT. Semen Baturaja (Persero) meliputi:

1. Produksi semen dari pabrik Baturaja, dijual ke daerah Baturaja, Tanjung Enim, Lahat,

Lampung Utara, Lampung Barat, Bengkulu, dan Ogan Komering Ulu (OKU).

2. Produksi semen dari pabrik Palembang, dijual ke daerah Palembang, Lubuk Linggau,

Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Ogan Ilir,dan Ogan Komering Ilir (OKI).

3. Produksi semen dari pabrik Panjang, dijual ke daerah Bandar Lampung, Lampung Utara,

Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Barat, dan Banten.

F. SistemPenjualan
Untukpenjualanproduksi semen ini, PT. Semen Baturaja tidak menjual langsung ke masyarakat

baik melalui pengecer maupun langsung ke konsumen, namun dilakukan melalui distributor-

distributor dengan target penjualan yang telah ditetapkan. Tingkat persaingan yang semakin

ketat membuat perseroan memerlukan usaha yang lebih keras untuk menjaga persaingan pasar

dan harga jual. Namun, dengan didukung oleh kondisi geografis wilayah pemasaran yang

menguntungkan, PT. Semen Baturaja mampu menjaga kekuatan dalam penetapan harga jual

semen yang selama 5 tahun terakhir ini meningkat rata-rata 5.5 % per tahun.

Lampiran 2
KOMPOSISI LIMIT SEMEN PORTLAND

Komposisi spesifik semen Portland tergantung pada jenis dan komposisi bahan baku yang

dipergunakan. Komposisi kimia semen Portland mempunyai limitasi sebagai berikut:

Komposisi Limit Semen Portland

Oksida Komposisi (% berat)

CaO 60-70
SiO2 17-25
Al2O3 3-8
Fe2O3 0,5-6
MgO 0,1-5,5
Na2 + K2O 0,5-1,3
TiO2 0,1-0,4
P2O5 0,1-0,2
SO3 1,0-3,5

Sumber : SNI 15-2049-1994

Lampiran 3

PERHITUNGAN
Contoh Perhitungan Analisis Kadar CaO

Analisis Kadar CaO pada Semen, tanggal 6 Agustus 2009.

Rumus :

% CaO = Volume Akhir Titrasi . Faktor CaO

Untuk mendapatkan % CaO, pertama-tama adalah membuat Larutan standar Zn.

Sebanyak 0,5 g Zn dimasukkan kedalam gelas kimia 250 mL, lalu ditambahkan 10 mL air,

ditambah 20 mL HCl (1+1) tutup dan biarkan Zn larut, bila perlu panaskan pada penangas

sampai larut. Setelah dingin, larutan dipindahkan pada labu takar 500 mL dan diencerkan dengan

air sampai tanda batas. Lalu dihitung factor standar Zn sebagai berikut :

= 1,0033

Dimana :

m = Bobot Zn yang ditimbang (gr)

n = Kemurnian Zn powder yang terterapada label kemasan


Larutanstandar Zn tersebut digunakan untuk membuat larutan standar EDTA.

SelanjutnyamenghitungfaktorCaO :

FCaO =

FCaO =

= 4,5057

Dimana :

VZn = jumlah mL larutan standar Zn yang akan dititer EDTA

VEDTA = jumlah mL larutan EDTA yang digunakan untuk meniter

Perhitungan kadar CaO

% CaO = Volume Akhir Titrasi . Faktor CaO

= 14,10 . 4,5057

= 63,53 %

ContohPerhitunganAnalisisKadar MgO

Analisis Kadar MgO pada Semen, tanggal 6 Agustus 2009.

Rumus :

% MgO = ( b-a ) . Faktor MgO

Dimana :

a = Jumlah mL EDTA yang digunakan untuk meniter sampel (CaO)


b = Jumlah mL EDTA yang digunakan untuk meniter sampel (MgO)

MenghitungfaktorMgO :

FMgO =

FMgO =

= 3,2387

% MgO = ( b-a ) . Faktor MgO

= (14,50 14,10) . 3,2387

= 1,30 %

ContohPerhitunganAnalisisKadar F.CaO ( free lime)

Analisis Kadar F.CaO (free lime) pada Semen, tanggal 20 Juli 2009

Rumus :

% Kadar F.CaO = Volume akhir titrasi . Faktor NH4COOCH3

= 2,80 . 0,5947

= 1,66 %
ContohPerhitunganAnalisisKadar SO3

Analisis Kadar SO3pada Semen, tanggal 8 Agustus 2009

%SO3= x 34,3

Rumus :

= x 34,3

= 1,44 %
Lampiran 4

PROSES UNTUK MEMPEROLEH FILTRAT


HASIL ANALISIS KADAR R2O3yang DIGUNAKAN UNTUK
ANALISIS KADAR CaO dan MgO

Selama kegiatan PKL, dalam menganalisa kadar CaO dan MgO, digunakan filtrat dari analisis

kadar R2O3 sebagai sampel. Filtrat tersebut berasal dari filtrat hasil analisis SiO2.Berikut ini

dicantumkan bagaimana cara mendapatkan filtrat tersebut.

Analisis Kadar SiO2 :

- sebanyak 0,5 gr sampel semen, dimasukkan ke dalam gelas piala 50 mL

- ditambahkan sedikit aquades

- ditambahkan 5 mL larutan HClO4 sambil diaduk

- dipanaskan di atas penangas pasir (hot plate) hingga terbentuk uao putih

- didinginkan, lalu ditambahkan 5 mL HCl 1:1, sambil diaduk

- disaring dengan kertas saring Whatman 41

- filtrat di tampung hingga 200 mL untuk analisis kadar R2O3

Analisis KadarR2O3
- disiapkan filtrat dari hasil analisis kadar SiO2

- dipanaskan hingga mendidih

- ditambahkan 2 tetes indikator MM

- dititrasi dengan NH4OH hingga larutan berubah warna menjadi kuning tua dan terbentuk

endapan

- disaring dengan kertas saring Whatman 41

- endapan dicuci dengan NH4NO3 panas

- filtrat ditampung ke dalam labu ukur hingga 500 mL, dibiarkan hingga dingin

- filtrat kemudian digunakan untuk analisis kadar CaO dan MgO


Sampel semen

Endapan (Kadar SiO2)

Analisis SiO2

Filtrat (Untuk analisis Kadar R2O3 )

Endapan (Kadar R2O3) Filtrat

Kadar CaO Kadar MgO

Gambar 4. Cara Memperoleh Filtrat untuk Analisis Kadar CaO dan MgO

Lampiran 5
DIAGRAM PROSES PRODUKSI SEMEN
Gambar 5. Diagram Proses Produksi Semen

Diposting oleh Surya Mahardika di 18.14


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

3 komentar:

1.

Dhika_Cortese19 November 2011 18.18

Semoga bermanfaat. . :)

Balas

2.

Andarini Sukmandara17 Juni 2015 09.45

hi dika, tulisannya sangat bermanfaat sekali. klo boleh minta perhitungan rumus nya dan
contohnya ya? terimakasih.

Balas

3.
Ahmad Fauzi10 Januari 2016 05.22

Bermanfaat sekali

Balas

Muat yang lain...


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pengikut
Mengenai Saya

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Surya Mahardika
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
2013 (3)

2011 (6)
o Desember (2)
o November (4)
100 Arti Mimpi
Juventus, Bianconeri ; La Vecchia Signora
ANALISIS KADAR CaO, MgO, Free Lime, dan SO3 SERTA ...
Good Points to Think About

Tema Jendela Gambar. Gambar tema oleh sololos. Diberdayakan oleh Blogger.