Anda di halaman 1dari 80

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang kerja praktek profesi


Untuk dapat terjun ke dunia kerja setelah lulus kuliah, setiap mahasiswa
harus memiliki kesiapan dalam menghadapi keprofesianalan pekerjaannya
yang sesuai dengan bidang yang digelutinya. Banyak sekali hal yang menjadi
hambatan bagi seseorang yang belum mengalami pengalaman kerja untuk
terjun ke dunia pekerjaan, seperti halnya ilmu pengetahuan yang diperoleh di
kampus yang bersifat statis (pada kenyataannya masih kurang adaptif atau
kaku terhadap kegiatan kegiatan dalam dunia kerja yang nyata), teori yang
diperoleh belum tentu sama dengan praktik kerja di lapangan, dan
keterbatasan waktu serta ruang yang mengakibatkan ilmu pengetahuan yang
diperoleh masih terbatas. Dikarenakan hal tersebut di atas, maka universitas
menetapkan mata kuliah kerja praktek agar para mahasiswa memperoleh
ilmu pengetahuan yang lebih dan bersifat nyata.
Pada umumnya kegiatan kerja praktek yang dilakukan pada perusahaan
(berkaitan dengan arsitektur) yang meliputi: kerterkaitan antara gagasan
sebuah desain dengan pelaksanaan, keterampilan teknis yang memadai, dan
proses dalam tahap pembangunan sebuah gedung. PT. BIOSFERA WIDHY
ENGINEERING merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang
konsultan yang telah memiliki pengalaman dalam bidangnya, oleh karenanya
PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING telah memberikan sebuah
kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kerja praktek di tempatnya,
yang mana penulis dapat menambah pengalaman dan pengetahuan serta
wawasan yang lebih dalam tentang dunia kerja yang belum sempat diperoleh
di bangku perkuliahan.

B. Maksud dan tujuan kerja praktek profesi


Adapun maksud dalam kerja praktek profesi, yakni:
a. Mengetahui apa dan bagaimana itu biro konsultan pengawasan sebagai
manajemen konstruksi;
b. Mengetahui cara kerja suatu biro konsultan;

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 1


c. Mengetahui perbedaan antara ilmu di perkuliahan dengan pekerjaan
secara teknis di lapangan;
d. Mengetahui proses pengelolaan proyek termasuk manajemen konstruksi
yang ada pada suatu Konsultan sebagai biro pengawas di lapangan;
e. Mengetahui serta memahami proses kinerja pengawas pekerjaan dalam
biro konsultan.

Tujuan kerja praktek profesi

a. Memenuhi persyaratan kurikulum;


b. Memberi pengetahuan mahasiswa yang tidak sempat mendapatkan teori
di bangku perkuliahan;
c. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk membandingkan apa
yang di dapat di bangku kuliah dengan yang di dapat di lapangan;
d. Memberi pengalaman berupa pengamatan serta pembandingan yang
lebih jelas (perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan);
e. Menambah pengetahuan tentang wewenang dan tanggung jawab
terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan proyek;
f. Menambah pengetahuan tentang proses pekerjaan dari tahap awal
hingga akhir

C. Lingkup dan waktu pengawasan kerja praktek profesi


Lingkup kuliah kerja praktik lapangan pada bidang Pengawasan, dalam
bidang mengawas dilapangan suatu proyek dimana praktikan terjun langsung
ke proyek melalui biro konsultan, dalam hal ini menyangkut bagaimana suatu
praktikan dapat turut serta melaksanakan dan membantu pekerjaan teknis
maupun non teknis mengenai terlaksananya proyek dilapangan, dengan
melaksanakan pekerjaan sebagai berikut: pemahaman gambar-gambar kerja,
pengawasan terhadap pekerjaan yang berjalan dilapangan (pengamatan
lapangan) dan pengambilan foto pekerjaan sebagai bukti pekerjaan
dilapangan berlangsung. Lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan selama
kerja praktek adalah suatu lingkup pengawasan.
Lingkup pengawasan ini meliputi; proses kinerja selama tahap
pembangunan yang diubah dalam bentuk laporan, kerja praktek pengawasan
ini berlangsung selama 4 minggu (satu bulan) dengan perinciannya sebagai

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 2


berikut: Bidang pengawasan dimulai dari tanggal 26 September 2016 sampai
dengan 26 Oktober 2016.

D. Metode dan sistematika penyusunan laporan kerja praktek profesi


1. Adapun metode dalam laporan kerja praktek profesi, yakni sebagai
berikut:
a. Metode identifikasi yaitu dengan melihat secara langsung proses
pelaksanaan di lapangan.
b. Metode interview yaitu dengan melakukan Tanya jawab dengan pihak-
pihak yang terlibat dengan pelaksanaan proyek dilapangan
c. Metode literatur yaitu digunakan sebagai pengarah dan panduan
dalam penulisan laporan hasil kerja praktek profesi.

2. Adapun sistematika penyusunan laporan adalah sebagai berikut :


a. BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini dibahas mengenai gambaran umum isi tulisan, yang
meliputi latar belakang masalah kerja praktek profesi, maksud dan
tujuan kerja praktek profesi, lingkup dan pelaksanaan kerja praktek
profesi, serta metode dan sistematika penyusunan laporan kerja
praktek profesi.
b. BAB II TINJAUAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH
TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Dalam bab ini membahas tentang tinjauan lokasi proyek, latar
belakang proyek, pihak-pihak yang terlibat dalam proyek, hubungan
kerja antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan proyek dan
ketentuan umum serta administrasi-administrasi yang berlaku dalam
proyek.
c. BAB III TINJAUAN UMUM TERHADAP KONSULTAN MANAJEMEN
KONSTRUKSI
Dalam bab ini akan dibahas tentang pengertian manajemen konstruksi
dan konsultan manajemen konstruksi, wewenang konsultan
manajemen konstruksi, peran dan tanggung jawab biro konsultan MK,
dan struktur organisasi konsultan MK.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 3


d. BAB IV TINJAUAN KHUSUS TERHADAP PT. BIOSFERA WIDHY
ENGINEERING SEBAGAI BIRO KONSULTAN MK
Dalam bab ini akan dibahas tentang Tinjauan terhadap PT. BIOSFERA
WIDHY ENGINEERING sebagai konsultan pengawas. Adapun yang
akan dibahas ialah sejarah perusahaan PT. BIOSFERA WIDHY
ENGINEERING sebagai biro konsultan MK, data umum perusahaan,
kerangka acuan kerja (KAK) konsultan MK.
e. BAB V TEKNIS PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Dalam bab ini diuraikan mengenai pembahasan tentang teknis
pelaksanaan kerja praktek berupa: tinjauan terhadap data-data proyek
yang dikerjakan, pembagian tugas praktikan, kegiatan dalam
pelaksanaan kuliah kerja praktek,
struktur organisasi proyek.
f. BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan serta saran yang diambil dari uraian
pembahasan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 4


BAB II
TINJAUAN UMUM TERHADAP KONSULTAN
MANAJEMEN KONSTRUKSI

A. Pengertian manajemen konstruksi dan konsultan manajemen konstruksi


1. Pengertian Manajemen Konstruksi
Pengertian Manajemen Konstruksi Pada umumnya proyek
pengembangan berbentuk proyek fisik, dan non fisik. Dalam kaitannya
dengan tugas-tugas pelaksanaan proyek fisik yang berupa konstruksi
bangunan dalam hal ini gedung, bangunan air, jalan dan lain-lain. Tugas-
tugas Ini dikenal dengan istilah manajemen konstruksi. Manajemen
konstruksi dapat dipahami sebagai suatu proses manajemen
pelaksanaan konstruksi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran
dalam bentuk produk konstruksi secara rasional, efisiensi dan efektif
(Beby Banteng, 2000). Manajemen proyek adalah cara bagaimana
unsur-unsur proyek terorganisasi hingga tiap unsur dapat menggunakan
segala kemampuan dan ketrampilan dengan cara yang benar dan pada
waktu yang tepat, untuk memberikan keuntungan yang optimal kepada
pemilik proyek.
2. Konsultan Manajemen Konstruksi
Konsultan manajemen konstruksi dipahami sebagai suatu badan
atau lembaga multi disiplin professional, teguh independent yang bekerja
untuk pemilik proyek dari saat awal perencanaan sampai pengoprasian
proyek, mampu bekerja sama dengan konsultan perencanaan (Arsitek
Engineer/AE) guna mencapai hasil yang optimal dalam aspek waktu,
biaya serta kualitas dan kuantitas seperti yang telah ditentukan
sebelumnya. Konsultan Manajemen Konstruksi ditetapkan pada proyek
yang cukup besar. Proyek besar artinya yang pelaksanaanya melibatkan
berbagai disiplin keahlian sehingga memerlukan koordinasi khusus.

B. Struktur organisasi konsultan pengawas dalam bagan


Struktur organisasi merupaka manajemen atau pengelolaan suatu
proyek yang diperlukan untuk kelancaran atau keberhasilan suatu pekerjaan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 5


Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan
bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan kegiatan yang berbeda-beda
tersebut di integrasikan (koordinasi). Selain dari pada itu struktur organisasi
juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan.
Bagan Alir Struktur Organisasi Konsultan pengawas proyek:

Gambar 2.1 Skema struktur organisasi konsultan pengawas dalam proyek


Sumber : google-images.com

Detail penjelasan bagan organisasi Konsultan pengawas:


1. Team leader
Tugasnya adalah memimpin dan mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan
kerja. Bertanggung jawab terhadap pengawasan pekerjaan secara
keseluruhan.
2. Site engineering
Tugasnya adalah memimpin dan mengkoordinator Inspector baik
struktur maupun ME (mekanikal-elektrikal) dilapangan. Bertanggung
jawab langsung kepada tim leader serta berkoordinasi dengan pemilik
proyek dan pelaksana pekerjaan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 6


3. Inspector (tim pengawas berkala)
Tugasnya adalah mengawasi dan memberi penjelasan serta arahan
tentang maksud dan tujuan setiap jenis pekerjaan sebagaimana yang
telah tercantum dalam rencana kerja baik kualitas, kuantitas dan waktu.
4. Struktur engineer (tenaga ahli struktur)
Tugasnya adalah melakukan pengawasan dan pengkoreksian terhadap
keseluruhan konstruksi bangunan yang dikerjaka, apakah sudah sesuai
dengan rencana kerja dan syarat-syarat serta gambar kerja.
5. Mechanical engineer (tenaga ahli mekanikal)
Tugasnya melakukan pengawasan dan koreksi terhadap pekerjaan
mekanikal bangunan yang dikerjakan, apakah sudah sesuai dengan
rencana kerja dan syarat-syarat serta gambar kerja.
6. Electrical engineer (tenaga ahli elektrikal)
Tugasnya melakukan pengawasan dan koreksi terhadap pekerjaan
elektrikal bangunan yang dikerjakan, apakah sudah sesuai dengan
rencana kerja dan syarat-syarat serta gambar kerja.
7. Administrasi
Tugasnya melaksanakan administrasi proyek dari awal hingga akhir agar
setiap dokumen yang terkait dengan proyek tersebut dapat
terdokumentasi secara rapai dan mudah untuk dicari
8. Office boy
Tugasnya melayani kebutuhan yang berhubungan dengan pekerjaan
karyawan, misalnya: menyediakan makanan/minuman ringan,
membantu berkas-berkas yang ingin di foto copy, membersihkan kantor,
juru kunci, dll.
9. Driver
Tugasnya melayani antar jemput kebutuhan kantor.
10. Surveyor
Tugasnya membantu kegiatan survey dan pengukuran diantaranya,
pengukuran topografi lapangan dan melakukan penyusunan dan
penggambaran data-data lapangan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 7


C. Tugas dan Wewenang konsultan menajemen konstruksi
Dalam suatu proyek pasti memerlukan suatu sistem koordinasi yang
efektif dan efisien, sistem koordinasi ini bertujuan untuk mewujudkan
kelancaran dan lebih terjaminnya pelaksanaan suatu proyek.
1. Site engineering
Tugas dari site engineering adalah:
a) Bertanggung jawaab terhadap pelaksanaan proyek;
b) Mengatur atau menggerakkan kegiatan teknis agar dicapai efisiensi
pada setiap kegiatan (pekerjaan yang harus ditangani);
c) Mengadakan penilaian terhadap kemajuan pekerjaan, memberikan
petunjuk-petunjuk (rekomendasi) atas wewenang yang diberikan
pelaksana kegiatan;
d) Melakukan pengecekan terhadap semua pekerjaan, apakah sesuai
dengan ketentuan;
e) Membuat pernyataan menerima terhadap semua pekerjaan,
apakah sesuai dengan ketentuan.
2. Quality engineering
Tugas Quality engineering adalah:
a) Memeriksa kualitas hasil pekerjaan yang akan dimasukkan untuk
back up pendukung monthly certificate (MC);
b) Memeriksa kualitas material yang akan digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan;
c) Memberkan saran kepada pelaksana agar hasil pelaksanaan
tersebut sesuai dengan dokumen kontrak;
d) Mengikuti semua kegiatan dan bertugas menguji kendali mutu dari
setiap item pekerjaan;
e) Membuat laporan bulanan dari hasil pengendalian kualitas untuk
mendukung data kuantitas setiap bulannya;
f) Ikut serta dalam setiap pengujian baik material maupun
pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan spesifikasi yang
ditentukan;
g) Mengikuti petunjuk teknis dan perintah dari site manager dalam
setiap kegiatan;

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 8


h) Menganalisa setiap data pengujian kendali mutu dan usulan job mix
formula bahan-bahan yang diajukan untuk bahan-bahan yang
dipakai;
i) Memeriksa semua data tentang kendali mutu serta memberi usulan
dalam menerima dan menolak usulan tentang campuran bahan
yang digunakan.
j) Melakukan pengujian yang sudah memenuhi persyaratan untuk
komposisi material yang dipergunakan.
3. Chief inspector
Tugas Chief inspector adalah:
a) Bertanggung jawa kepada site engineering;
b) Melakukan pengawasan harian terhadap pekerjaan yang dilakukan
oleh kontraktor agar pekerjaan tersebut sesuai dengan
perencanaan;
c) Membuat catatan harian tentang pekerjaan kepada site
engineering;
d) Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan harian, laporan
mingguan, laporan bulanan, jadwal kemajuan pekerjaan, dll;
e) Membantu site engineer dalam menyiapakan data untuk final
payment.
4. Quantity engineer
Tugas Quantity engineer adalah:
a) Bertanggung jawab kepada site engineering;
b) Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan kontraktor, apakah
sesuai dengan kuantitas yang telah ditentukan;
c) Menolak pekerjaan kontraktor yang kuantitasnya tidak sesuai
dengan ketentuan;
d) Memberikan laporan tertulis kepada pelaksana kegiatan atas hal-
hal yang menyangkut pengendalian kuantitas serta uraian terhadap
usulan-sulan pengatasan masalah yang perlu dilakukan;
e) Ikut serta dalam inspeksi akhir serta membantu pelaksanaan
kegiatan dalam mempersiapkan proses serahterima dalam hal
pelaporan jenis dan kuantitas, hasil akhir pelaksanaan kerja
kontraktor secara menyeluruh.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 9


5. Sekretaris
Tugas sekretaris adalah melaksanakan administrasi proyek dari
awal hingga akhir agar setiap dokumen yang terkait dengan proyek
tersebut dapat terdokumentasi secara rapi dan mudah untuk dicari.
Selain itu membantu menager proyek dalam membuat dokumen
manajemen proyek yang berhubungan dengan proyek maupun secara
umum sehingga dapat memudahkan kerja dari manajer.
6. Inspector
Tugas inspector adalah:
a) Mengikuti petunjuk chief inspector dalam melakukan tugasnya;
b) Mengadakan pengawasan terus menerus dilokasi pekerjaan yang
sedang dikerjakan dan memberikan laporan kepada chief inspector
atas pekerjaan yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak. Semua
hasil pengamatan harus dilaporkan secara tertulis.
c) Terus-menerus mengawasi dan mencatat serta mengecek hasil
pengukuran;
d) Menyiapkan catatan harian untuk peralatan, tenaga kerja dan
bahan yang digunakan oleh kontraktor untuk menyelesaikan
pekerjaan harian;
e) Mengirim laporan harian pekerjaan kepada site engineering dan
chief inspector;
f) Membantu direksi lapangan untuk melakukan opname hasil
pekerjaan atas pekerjaan yang telah selesai.
7. Surveyor
Tugas surveyor adalah:
a) Mengikuti kegiatan/ hadir pada rapat sosialisai;
b) Mengikuti kegiatan/hadir pada persentasi shop drawing;
c) Melakukan plotting site plan kelapangan untuk menentukan
benchmark, center line, titik elevasi tanah asli dari border line;
d) Merawat alat ukur optic dan perlengkapannya;
e) Melaksanakan pengukuran dan marking untuk menentukan
elevasi/level, as, vertical dan horizontal;
f) Melaksanakan verifikasi alat ukur/mengkoordinir dan mengawasi
penggunaan alat-alat ukur;

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 10


g) Membuat daftar alat-alat ukur;
h) Melakukan pengukuran kembali atas hasil pekerjaan;
i) Mengikuti kegiatan/hadir pada rapat koordinasi lapangan.
8. Lab. Technical
Tugas Lab. Technical adalah:
a) Melaksanakan pengambilan contoh material/tanah dan melakukan
pengujian material/tanah dilaboratorium;
b) Mengevaluasi hasil test tersebut dan bertanggung jawab terhadap
ketelitian dan kebenaran hasil yang diproses.

Tim manajemen konstruksi memiliki wewenangan berupa:


1. Meminta laporan dan penjelasan tentang pelaksanaan pekerjaan kepada
pelaksana proyek baik secara lisan maupun tulisan.
2. Menghentikan atau menolak hasil pekerjaan apabila dalam pelaksanaan
menyimpang dari spek yang telah ditentukan.
3. Mengesahkan adanya perubahan baik didalam desain maupun
pekerjaan.
4. Memberikan keputusan terhadap perubahan waktu pelaksanaan dengan
mempertimbangan segala resiko yang akan dihadapi.
5. Mengarahkan, mengelola, serta mengkoordinasikan pelaksanaan
kontraktor dalam aspek mutu, biaya, waktu, dan keselamatan dalam
pekerjaan.
6. Mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh konsultan perencana
dan kontraktor. Rapat diadakan seminggu sekali.
7. Memeriksa gambar detail pelaksanaan (shop drawing).
8. Membuat laporan kemajuan pekerjaan di lapangan.

D. Peran dan tanggung jawab konsultan MK


Team Konsultan MK (Manajeman Konstruksi) memiliki autoritas yang
paling besar. Bertindak sebagai perancang dan pengelola teknis operasional
secara penuh, baik dalam bidang rancang bangun, perekayasaan maupun
implementasi dari pelaksanaanya secara fisik di lapangan. Bentuk variasi
penataan organisasi Konsultan MK amat banyak macamnya, tergantung pada
banyaknya macam faktor antara lain:

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 11


1. Lingkup proyek dan volumenya;
2. Persepsi pemilik proyek terhadap metode MK;
3. Tersedianya tenaga teknik manajer, disamping ahli dalam bidang teknik
juga terampil dalam bidang manajemen;
4. Kebijakan pemerintah;
5. Team MK yang berlatar belakang kontraktor atau berlatar belakang
konsultan dan lain-lain.
Konsultan Manajemen Konstruksi dapat menjalankan tugas dengan baik,
antara lain :
1. Menguasai building logic yang berarti antara lain mempunyai
pengetahuan yang cukup mengenai material, struktur, utilitas, peralatan
pembangunan dan metode pelaksanaan;
2. Menguasai building economics yang berarti mempunyai antara lain
pengetahuan yang cukup mengenai biaya pembangunan, data harga
bahan serat upah kerja, produktivitas konstruksi dan metode
penyusunannya, mekanisme pasar pembangunan dan teknik serta
metode;
3. Menguasai hukum pembangunan yang mempunyai antara lain
pengetahuan yang cukup mengenai hukum perjanjian, hukum perdata,
hukum perburuhan, hukum pertanahan, peraturan bangunan yang
bersifat nasional dan sebagainya;
4. Menguasai manajemen pengendalian yang berarti mempunyai antara
lain pengetahuan, perencanaan, supervise, sistem informasi, teknik
optimal dan pengetahuan pemecahan persoalan yang cukup;
5. Menguasai masalah komunikasi, baik yang berorientasi kepada aspek
hukum maupun sistem pembangunan;
6. Memahami masalah estetika.
Adapun peran serta tanggung jawab masing masing pengawas, ialah sebagai
berikut:
1. Pengawas struktur, dengan uraian tugas sebagai berikut :
a. Melakukan pengawasan terhadap cara kerja kontraktor dalam bidang
struktur.
b. Mengawasi serta mengontrol surveyor dan supervisor kontraktor
pada pekerjaan struktur dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 12


c. Memeriksa dan memberikan persetujuan ijin kerja, penggunaan/
pengetesan material, schedule kerja dan berita acara kemajuan
pekerjaan kontraktor dibidang struktur, jika sudah sesuai dengan
yang telah ditetapkan.
d. Menghadiri rapat mingguan yang diadakan oleh kontraktor.
e. Memeriksa rencana kerja kontraktor dan sub kontraktor dalam bidang
struktur.
f. Memberikan teguran kepada supervisor kontraktor pada pekerjaan
struktur bila terjadi penyimpangan pekerjaan struktur.
2. Pengawas arsitek, dengan uraian tugas sebagai berikut :
a. Mengontrol kesesuaian gambar kerja dan spesifikasi yang berkaitan
dengan rancangan arsitek dari pekerjaan kontraktor/sub kontraktor di
lapangan.
b. Mencatat dan melaporkan pekerjaan kontraktor/sub kontraktor yang
tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi arsitek.
c. Memberikan/membuat laporan hasil kerja kontraktor/sub kontraktor
dalam bidang arsitek.
d. Memerintahkan supervisor kontraktor untuk melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan gambar dan spesifikasi arsitek yang telah
ditentukan bila terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar
dan spesifikasi.
3. Pengawas mechanical & electrical (ME), dengan tugas sebagai berikut:
a. Melakukan pengawasan terhadap cara kerja kontraktor pada
pekerjaan M/E.
b. Mengawasi dan mengontrol supervisor kontraktor M/E dalam
pelaksanaan tugas.
c. Membantu kontraktor membuat laporan mingguan di bidang M/E.
d. Memeriksa rencana kerja kontraktor dan sub kontraktor dalam bidang
M/E.
e. Memberikan teguran kepada supervisor kontraktor M/E ataupun sub
kontraktor bila terjadi penyimpangan pekerjaan di bidang M/E.

E. Cara mendapatkan pekerjaan


Cara menang tender pengadaan barang dan jasa:

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 13


1. Kita siapkan terlebih dahulu perusahaan yang hendak digunakan untuk
mengikuti tender, entah itu berbentuk PT atau C karena peraturan
pemerintah mensyaratkan peserta tender harus berbentuk badan hokum
bukan perorangan;
2. Kita urus juga berbagai macam dokumen syarat tender seperti Nomor
pokok wajib pajak (NPWP), surat izin usaha perdagangan (SIUP), surat
keterangan domisili perusahaan (SKDP) dan untuk tender proyek
bangunan biasanyaada persyaratan tembahan seperti izin usaha jasa
konstruksi (IUJK) dan dokumen lainnya dapat dibaca dan dipelajari pada
masing-masing pengumuman lelang;
3. Mencarai tahu sebnayak mngkin berita tender, bisa didapat dikoran,
website atau LPSE sebagai lembaga pengadaan lelang secara
elektronik masing-masing wilayah kabupaten/kota di Indonesia, informasi
tender juga bisa didapat dari panitia lelang pada instansi yang
mengadakan lelang;
4. Baca dan periksa dengan teliti apa saja yang harus disediakan seperti
berkas-berkas atau surat-surat yang harus ada dalam pengajuan tender;
5. Ikuti dengan disiplin jadwal tender yang disediakan, melakukan lebih
awal atau terlambat bisa menjadi penyebab kegagalan menjadi
pemenang tender;
6. Bermainlah dengan jujur tanpa melakukan kecurangan seperti bekerja
sama dengan panitia tender agar terpilih menjadi pemenang;
7. Ajukan harga penawaran dibawah dan mendekati harga tender,
mengajukan harga lebih tinggi maka, kita akan kalah dengan peserta
yang mau menawarkan jharga lebih murah, nmaun menawarkan harga
terlalu murah juga tidak baik karena bisa dianggap akan melakukan
pengurangan spesifikasi dan kualitas barang untuk mendaptakan harga
termurah;
8. Menjaga hubungan baik dengan supplier dan pedagang barang atau
jasa dengan demikian maka, kita tetap dapat memberikan pekerjaan
sesuai dengan persyaratan tender;
9. Jika kita terpilih menjdai pemenang tender maka, mengerjakan sesuai
dengan spesifikasi yang telah disepakati, dengan begitu tentunya kita

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 14


sudah mendapat nama baik dan punya potensi besar untuk menang
tender proyek berikutnya.

F. Imbalan jasa dan system pembayaran


Dalam surat penawaran Penyedia, satuan orang-bulan diperlukan agar
Penyedia bisa menyajikan harga satuan masing-masing tenaga ahli. Dengan
disajikannya harga satuan masing-masing tenaga ahli, maka Pokja ULP
dapat melakukan klarifikasi kewajaran harga penawaran.

Adapun mengenai cara pembayarannya, Peraturan Menteri PU Nomor 45


tahun 2007 memberikan 3 (tiga) pilihan cara pembayaran biaya pengawasan,
yaitu:
1. Secara bulanan;
2. Tahapan tertentu yang didasarkan pada pencapaian prestasi fisik; atau
3. Penyelesaian tugas dan kewajiban pengawasan.
Pembayaran biaya pengawasan secara bulanan dilakukan dengan cara
mengalihkan harga satuan dengan lamanya konsultan melakukan
pengawasan. Apabila pekerjaan fisik selesai lebih cepat, maka konsultan
hanya berhak mendapat pembayaran sampai dengan saat selesainya
pekerjaan fisik, dalam arti lebih rendah dibandingkan rencana. Sebaliknya,
apabila pekerjaan konstruksi fisik mengalami keterlambatan, maka konsultan
berhak mendapat tambahan pembayaran biaya pengawasan.
Pembayaran biaya pengawasan berdasarkan tahapan tertentu yang
didasarkan pada pencapaian prestasi fisik artinya jumlah pembayaran
konsultan pengawas tergantung pada penyelesaian pekerjaan kontraktor
pelaksana. Apabila kontraktor pelaksana dapat menyelesaikan pekerjaan
lebih cepat dari rencana, konsultan pengawas tetap berhak mendapatkan
pembayaran sesuai Kontrak. Namun sebaliknya apabila kontraktor pelaksana
terlambat melaksanakan pekerjaan, maka konsultan pengawas wajib
melanjutkan pekerjaan sampai dengan selesainya seluruh pekerjaan
kontraktor pelaksana.
Pembayaran biaya pengawasan berdasarkan penyelesaian tugas dan
kewajiban pengawasan artinya adalah tugas konsultan pengawas dianggap
sebagai sebuah satuan output tertentu yang harus tercapai tanpa tergantung

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 15


pada pekerjaan pihak lain. Apabila biaya pengawasan dibayarkan dengan
metode ini, maka biaya pengawasan tidak bisa dibayarkan secara bulanan.
Biaya pengawasan hanya bisa dibayarkan apabila tugas pengawasan selesai
dilaksanakan, baik lebih cepat, tepat waktu maupun terlambat. Karena
pencapaian output pengawasan sepenuhnya tanggungjawab konsultan
pengawas, maka apabila output itu terlambat dicapai, kepada pengawas
dikenakan sanksi denda keterlambatan.
Menyadari bahwa banyak PPK yang masih belum sempurna dalam
menyusun Rancangan Kontrak, maka penggunaan cara pembayaran tersebut
di atas adalah sebagai berikut:
1. Untuk paket yang belum dilakukan pemilihan, maka Pokja ULP/Pejabat
Pengadaan harus memastikan bahwa PPK telah memilih salah satu cara
pembayaran dan menuangkannya dalam Rancangan Kontrak. Apapun
pilihan PPK adalah sah, pilihan terbaik tergantung pada karakteristik
pekerjaan dan nilai pengawasan yang bersangkutan.
2. Untuk paket yang terlanjur Kontrak, PPK terlebih dahulu perlu
mensimulasikan 3 metode tersebut berdasarkan kondisi riil di lapangan,
kemudian melakukan pembayaran dengan metode yang paling
menguntungkan bagi negara.
Sebagai catatan:
1. Untuk paket yang belum dilakukan pemilihan, maka Pokja ULP/Pejabat
Pengadaan harus memastikan bahwa PPK telah memilih salah satu cara
pembayaran dan menuangkannya dalam Rancangan Kontrak. Apapun
pilihan PPK adalah sah, pilihan terbaik tergantung pada karakteristik
pekerjaan dan nilai pengawasan yang bersangkutan;
2. Untuk paket yang terlanjur Kontrak, PPK terlebih dahulu perlu
mensimulasikan 3 metode tersebut berdasarkan kondisi riil di lapangan,
kemudian melakukan pembayaran dengan metode yang paling
menguntungkan bagi Negara.

G. Hubungan kerja antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan


proyek
Usaha-usaha untuk mewujudkan sebuah bangunan diawali dari tahap
ide hingga tahap pelaksanaan. Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 16


konstruksi dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan dapat dikelompokkan
menjadi tiga pihak, yaitu pihak pemilik proyek (owner) atau principal
(employer/client/bouwheer), pihak perencana, pihak kontraktor (aannemer),
dan pihak pengawas lapangan.

Gambar 2.2 Pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi


Sumber : google-images.com

Orang/badan yang membiayai, merencanakan dan melaksanakan


bangunan tersebut disebut unsur-unsur pelaksanaan pembangunan. Masing-
masing unsur tersebut mempunyai tugas, kewajiban, tanggung jawab serta
wewenang sesuai dengan posisinya masing-masing. Dalam melaksanakan
kegiatan perwujudan bangunan, masing-masing pihak sesuai posisinya
berinteraksi satu sama lain sesuai hubungan kerja yang telah ditetapkan.
Koordinasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan
dan pengendalian proyek konstruksi merupakan kunci utama untuk meraih
kesuksesan sesuai tujuannya.
1. Pemilik proyek (owner)
Pemilik Proyek atau pemberi tugas atau pengguna jasa adalah
orang/badan yang memiliki proyek dan memberikan pekerjaan atau
menyuruh memberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan yang
membayar biaya pekerjaan tersebut. Pengguna jasa dapat berupa
perseorangan, badan/lembaga/instansi pemerintah maupun swasta. Hak
dan kewajiban pengguna jasa adalah:
a. Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor);

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 17


b. Meminta laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan
yang telah dilakukan oleh penyedia jasa;
c. Memberikan fasilitas baik berupa sarana dan prasaran yang
dibutuhkan oleh pihak penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan;
d. Menyediakan lahan untuk tempat pelaksanaan pekerjaan;
e. Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia
jasa sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah
bangunan;
f. Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan
dengan cara menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang
untuk bertindak atas nama pemilik;
g. Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi);
h. Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai
dilaksanakan oleh penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan
apa yang dikehendaki.

Wewenang pemberi tugas adalah:


a. Memberitahukan hasil lelang secara tertulis kepada masing-masing
kontraktor.
b. Dapat mengambil alih pekerjaan secara sepihak dengan cara
memberitahukan secara tertulis kepada kontraktor jika telah terjadi
hal-hal di luar kontrak yang ditetapkan.
2. Konsultan
Pihak/badan yang disebut konsultan dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu konsultan perencana dan konsultan pengawas. Konsultan perencana
dapat dipisahkan menjadi beberapa jenis berdasarkan spesialisasinya,
yaitu konsultan yang menangani bidang arsitektur, bidang sipil, bidang
mekanikal dan elektrikal dan lain sebagainya. Berbagai jenis bidang
tersebut umumnya menjadi satu kesatuan dan disebut konsultan
perencana.
a. Konsultan Perencana
Konsultan perencana adalah orang/badan yang membuat
perencanaan bagunan secara lengkap baik bidang arsitektur, sipil
dan bidang lain yang melekat erat membentuk sebuah sistem

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 18


bangunan. Konsultan perencana dapat berupa
perseorangan/perseorangan berbadan hukum/badan hukum yang
bergerak dalam bidang perencanaan pekerjaan bangunan.
Hak dan kewajiban konsultan perencana adalah:
1) Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar
rencana, rencana kerja dan syarat-syarat, hitungan struktur,
rencana anggaran biaya.
2) Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna jasa
dan pihak kontraktor tentang pelaksanaan pekerjaan.
3) Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang
hal-hal yang kurang jelas dalam gambar rencana, rencana kerja
dan syarat-syarat.
4) Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan perencanaan.
5) Menghindari rapat koordinasi pengelolaan proyek.
b. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas adalah orang/badan yang ditunjuk pengguna
jasa untuk membantu dalam pengelolaan pelaksanaan pekerjaan
pembangunan mulai awal hingga berakhirnya pekerjaan tersebut.
Hak dan kewajiban konsultan pengawas adalah:
1) Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang telah
ditetapkan.
2) Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik
dalam pelaksanaan pekerjaan.
3) Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan.
4) Mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta
aliran informasi antara berbagai bidang agar pelaksana pekerjaan
berjalan lancar.
5) Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta
menghindari pembengkakan biaya.
6) Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan
agar dicapai hasil akhir sesuai kualitas, kuantitas serta waktu
pelaksanaan yang telah ditetapkan.
7) Menerima atau menolak material/peralatan yang didatangkan
kontraktor.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 19


8) Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari
peraturan yang berlaku.
9) Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan,
bulanan).
10) Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan pekerjaan
tambah/kurang.
3. Kontraktor
Kontraktor adalah orang/badan yang menerima pekerjaan dan
menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai biaya yang telah
ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat
yang ditetapkan. Kontraktor dapat berupa perusahaan perseorangan yang
berbadan hukum atau sebuah badan hukum yang bergerak dalam bidang
pelaksanaan pekerjaan.
Hak dan kewajiban kontraktor adalah:
a. Melaksanakan pekerjaan sesuai gambar rencana, peraturan dan
syarat-syarat, risalah penjelasan pekerjaan (aanvullings) dan syarat-
syarat tambahan yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa.
b. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh
konsultan pengawas sebagai wakil dari pengguna jasa.
c. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam
peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.
d. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan
dan bulanan.
e. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah
diselesaikannya sesuai ketetapan yang berlaku.
4. Hubungan Kerja Hubungan antarpihak dalam penyelenggaraan
pembangunan dapat diskemakan berikut:

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 20


Gambar 2.3 Hubungan kerja unsur-unsur pelaksana pembangunan
Sumber : google-images.com

Hubungan tiga pihak yang terjadi antara pemilik proyek, konsultan dan
kontraktor diatur sebagai berikut:
a. Konsultan dengan pemilik proyek, ikatan berdasarkan kontrak.
Konsultan memberikan layanan konsultasi dimana produk yang
dihasilkan berupa gambar-gambar rencana dan peraturan serta
syarat-syarat, sedangkan pemilik proyek memberikan biaya jasa atas
konsultasi yang diberikan oleh konsultan.
b. Kontraktor dengan pemilik proyek, ikatan berdasarkan kontrak.
Kontraktor memberikan layanan jasa profesionalnya berupa
bangunan sebagai realisasi dari keinginan pemilik proyek yang telah
dituangkan ke dalam gambar rencana dan peraturan serta syarat-
syarat oleh konsultan, sedangkan pemilik proyek memberikan biaya
jasa profesional kontraktor.
c. Konsultan dengan kontraktor, ikatan berdasarkan peraturan
pelaksanaan. Konsultan memberikan gambar rencana dan peraturan
serta syarat-syarat, kemudian kontraktor harus merealisasikan
menjadi sebuah bangunan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 21


BAB III
TINJAUAN KHUSUS TERHADAP PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING
SEBAGAI BIRO KONSULTAN MK

A. Sejarah perusahaan PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING


PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING pertama kali berdiri pada tahun
1983. PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING ialah sebuah perusahaan
rekonstruksi organisasi yang bergerak dalam biro jasa konsultasi dengan
cakupan yang luas, adapun lingkup pelayanan konsultasi untuk tiap-tiap
bidang jasa, meliputi bidang-bidang konsultasi:
1. Perencanaan umum
2. Studi kelayakan
3. Perencanaan teknis
4. Pengawasan
5. Manajemen umum dan operasi

B. Kualifikasi perusahaan
Ruang lingkup bidang pekerjaan jasa konsultasi konstruksi
1. Bidang arsitektur, meliputi:
a) Arsitektur bangunan;
b) Arsitektur interior;
c) Arsitektur lansekap.
2. Bidang sipil, meliputi:
Prasarana keairan
a) Irigasi, bending dan bendungan rawa;
b) Sungai dan pengendalian banjir;
c) Pengendalian banjir/konversi tanah.
Struktur bangunan
a) Struktur bangunan ringan/sederhana;
b) Struktur bangunan berat/tinggi;
c) Konstruksi tambang;
d) Fasilitas perminyakan lepas pantai.
3. Bidang mekanikal, meliputi:

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 22


a) Instalasi, tata udara, lift dan escalator, isolasi termal dan suara,
instalasi utilitas dan pumbing;
b) Instalasi minyak, gas dan geothermal;
c) Pekerjaan mekanikal untuk industry dan ketenagakerjaan;
d) Subbidang mekanikal lainnya.
4. Bidang elektrikal, meliputi:
a) Instalasi listrik dan penangkal petir;
b) Instalasi pembangkit jaringan, transmisi dan distribusi;
c) Telekomunikasi:
Sinyal dan telekomunikasi kereta api;
Telekomunikasi dan sarana bantuan navigasi;
Jaringan telekomunikasi;
Sentral telekomunikasi.
Ruang lingkup layanan pekerjaan jasa konsultasi konstruksi
Perencanaan
1. Jasa pendukung perencanaan
a) Jasa survey teristris;
b) Jasa survey penginderaan jauh/fotogrametri;
c) Jasa survey hidrografi/batimetri;
d) System informasi geografi;
e) Survey hidrologi;
f) Investigasi teknik;
g) Manajemen konstruksi;
h) Manajemen proyek;
i) Quantity survey.
2. Jasa perencanaan
a) Perencanaan umum;
b) Perencanaan teknik, operasional dan pemeliharaan.
Pengawasan
1. Jasa pengawasan
a) Jasa inspeksi/supervisi;
b) Manajemen konstruksi;
c) Manajemen proyek.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 23


C. Tinjauan khusus proyek
Adapun penjelasan detail tentang proyek yang di gunakan dalam KKP
pengawasan adalah berikut ulasannya.
Data proyek:
1. Nama proyek : Pembangunan gedung kuliah terpadu UIN
ALAUDDIN MAKASSAR
2. Alamat proyek : Jl. H.M Yasin Limpo No. 36 Romang Polong,
Gowa
3. Pemilik proyek : UIN ALAUDDIN MAKASSAR
4. Konsultan perencana : PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN
5. Kontraktor pelaksana : PT. PASSOKORANG
6. Konsultan pengawas : PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING
7. Fungsi proyek : Gedung kuliah terpadu
8. Luas lahan : 15 Hektar
9. Luas bangunan : Jumlah bangunan 3 massa dengan luas
Masing-masing Gedung seluas 884,4 m2.
10. Jumlah lantai : Masing-masing berjumlah 4 lantai
11. Biaya pelaksanaan : SBSN bernilai Rp. 27 Miliar
12. Jangka waktu pelaksanaan : 5 bulan, dimulai sejak tanggal 3
agustus s/d 30 desember 2016.

D. Pihak pihak yang terlibat dalam proyek


1. Nama proyek dan alamat proyek
a) Nama proyek
Proyek pembangunan gedung kuliah terpadu UIN LAUDDIN
MAKASSAR
b) Alamat proyek
Jl. H.M Yasin Limpo No. 36 Romang Polong, Gowa
2. Pemberi tugas
Nama instansi : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
Alamat : Jl. . H.M Yasin Limpo No. 36 Romang
Polong, Gowa
3. Konsultan perencana

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 24


Konsultan perencana adalah konsultan yang telah ditunjuk oleh
pemberi tugas untuk melaksanakan perencanaan proyek ini, dalam batas-
batas yang ditentukan, baik teknis maupun administratif. Dalam hal ini
konsultan yang ditunjuk adalah
Nama perusahaan : PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN
Alamat : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani, Bandung.
Tlp/fax : (022) 7215667
4. Kontraktor pelaksana
Pemborong atau kontraktor adalah pihak perusahaan yang ditunjuk
pemilik melalui proses tender untuk melaksanakan pembangunan dan
telah menandatangani surat perjanjian pemborongan. Dalam hal ini
kontraktor yang ditunjuk adalah
Nama perusahaan : PT. PASSOKORANG
Alamat : Jl. Landak Baru No. 11A Makassar
Tlp/fax : (0426)878133/(0411)878136
5. Konsultas pengawas
Konsultan pengawas adalah pihak perusahaan yang ditunjuk oleh
pengguna jasa untuk membantu dalam pengelolaan pelaksanaan
pekerjaan pembangunan mulai awal hingga berakhirnya pekerjaan
tersebut.
Nama perusahaan : PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING
Alamat : Jl. Letjend Hertasning C-1 Makassar
Tlp/fax : +628529966133/62411-871539

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 25


E. Struktur organisasi konsultan MK

Komisaris
Yuliana Amin

Direktur Utama
Ir. Sutrisno

Direktur Umum
Ir. Mochtar Solle, MSi

Direktur Teknik Direktur Adm & Keu


Ir. Muh. Suradi, M.Eng,ST Yehesial Latanna, S.E

Bag. Administrasi Bag. Keuangan


Marni Latanna, S.Sos Rustam, S.E

Direktur Komputer
Wahida Bachri, AMd

Bidang Arsitek Bid. Tata Lingkungan Bidang Teknik Sipil


Ir. Hadi Siswanto, M.T Ir. Moh. Yoenus Osman, MSP Ir. Abd. Azis Majid

1. Analisa Mengenai 1. Analisa Mengenai 1. Analisa Mengenai


Dampak Lingkungan Dampak Lingkungan Dampak Lingkungan
2. Teknik Lingkungan 2. Teknik Lingkungan 2. Teknik Lingkungan
3. Pengembangan Kota 3. Pengembangan Kota 3. Pengembangan Kota
dan Wilayah dan Wilayah dan Wilayah

STUDIO

Gambar 3.1 Bagan struktur organisasi inti konsultan MK


Sumber : data proyek

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 26


BAB IV
TEKNIS PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK PROFESI
BIDANG PENGAWASAN

A. Tinjauan lokasi proyek


Proyek pembagunan gedung kuliah terpadu UIN ALAUDDIN
MAKASSAR ini terletak dilingkungan kampus UIN ALAUDDIN MAKASSAR
sendiri, JL. H.M Yasin Limpo No. 36 Romang Polong, Gowa.

Gambar 4.1 Lokasi proyek pembagunan gedung kuliah terpadu


UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Sumber : www. Maps-google.com

B. Latar belakang proyek


Universitas atau dengan kata kerennya kampus merupakan wadah atau
ruang bagi mahasiswa untuk mengenyam pendidikan lanjutan setelah melalui
masa sekolah menegah atas. Berbeda dengan sekolah biasa pada umumnya
universitas diperuntukkan untuk menampung jumlah mahasiswa yang bisa
mencapai ribuan orang, yang dimana dibedakan setiap jurusan bahkan prodi
yang akan ditempuh oleh mahasiswa. Dengan demikian jumlah ruang kelas
yang dibutuhkan pun akan jauh lebih banyak dan lebih mendetail sesuai
dengan prodi masing-masing jurusan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 27


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR atau disingkat
UIN ALAUDDIN MAKASSAR adalah salah satunya kampus yang setiap
tahunnya menerima kisaran 3500 mahasiswa bahkan bisa lebih. Jumlah yang
sangat banyak tersebut tidaklah akan mencukupi untuk ruang pembelajaran
bagi mahasiswa. Dengan semakin membludaknya jumlah mahasiswa yang
menempuh proses pembelajaran di UIN ALAUDDIN MAKASSAR yang mana
saat ini jumlah ruang belajar mengajar yang tersedia tidak berbanding lurus
dengan jumlah mahasiswanya.
Melalui proyek pembangunan ini kiranya dapat memenuhi wadah atau
ruang kelas yang diperuntukkan bagi mahasiswa baik yang bestatus
mahasiswa baru atau yang telah lama menjadi mahasiswa di UIN ALAUDDIN
MAKASSAR.

C. Maksud dan tujuan


Pembangunan gedung kuliah terpadu UIN ALAUDDIN MAKASSAR
dimaksudkan untuk:
1. Wadah dalam proses belajar mengajar.
2. Memperluas kampus dengan jumlah gedung kuliah UIN ALAUDDIN
MAKASSAR yang baru.
3. Menjadikan UIN ALAUDDIN MAKASSAR menjadi kampus yang nyaman
dengan tercukupinya fasilitas yang menunjang proses belajar mengajar.
Sasaran terbangunnya gedung kuliah dengan fasilitas ruang kelas dimasing-
masing lantai gedung baik gedung A, gedung B, maupun gedung C.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 28


D. Struktur organisasi proyek

TEAM LEADER

Ir. Sutrisno Tenaga Ahli

Ahli Struktur Ahli Arsitektur Ahli ME

Irman S.T Armansyah S.T Abd.Razak


S.T
Arif Yudistira S.T Cristiono
S.T

Tenaga Sub Profesional

Inspector Struktur Inspector Struktur Inspector Struktur

Ir. Mahmuddin S.T., MT A. Iqbal Rahman S.T Ir. Muh Hasbi


M. Zubair Tadaga S.T Utami Widiastuti S.T Imran Taufik
S.T
Ramadhan S.T Abd Rahman S.T
Iskar S.T

Admin Driver Office Boy

Mallapiang S.T Iwan Safrin


Johana
Tenaga Pendukung

Garis Koordinasi Langsung


Garis Koordinasi Terkait

Gambar 4.2 Bagan struktur organisasi proyek konsultan MK


Sumber : Data proyek

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 29


E. Kegiatan dalam pelaksanaan kuliah kerja praktek
Proyek pembangunan gedung kuliah terpadu UIN ALAUDDIN Makassar
dalam hal ini mencakup pekerjaan untuk tahun anggaran 2016 pekerjaan
yang akan dilaksanakan berupa pembangunan gedung baru yang meliputi :
1. Pekerjaan Struktur
a) struktur berlantai 4;
b) pekerjaan struktur topfloor;
c) pekerjaan struktur ramp tangga, tangga bordes;
d) pekerjaan struktur atap.
2. pekerjaan arsitektur
a) pekerjaan dinding bata ringan, plesteran, acian, cat dan ringbalk;
b) pekerjaan penutup atap;
c) Pemasangan tegel keramik.

Kuliah kerja praktek di bidang pengawasan dilaksanakan sejalan dengan


proses pelaksanaannya. Mengigat waktu kerja praktek yang kami ikuti adalah
terbatas yakni satu bulan, maka pembahasan item-item pekerjaan tidak akan
lengkap secara keseluruhan melainkan hanya sebahagian kecil dari
pekerjaan yang berjalan yang akan dibahas sedangkan yang lainnya masih
dalam pelaksanaan. Berikut akan diuraikan beberapa pekerjaan sedang
dilaksanakan dalam pembangunan gedung kuliah terpadu UIN ALAUDDIN
Makassar yang telah kami rangkum selama mengikuti Kerja Praktek.

1. Pengawasan minggu pertama (minggu I)


a. Gedung A
1) Pemasangan bondex dan wiremesh lantai 4
Pekerjaan pemasangan bondex dan wiremesh dikerjakan jika
pemasangan bekisting telah selesai dilaksanakan. Sebelum
memulai pemasangan bondex dan wiremesh, bekisting harus
diperiksa terlebih dahulu oleh pengawas. Jika bekisting telah
memenuhi syarat pemasangan maka, selanjutnya bondex dan
wiremesh siap untuk dipasang.
Pekerjaan bondex dan wiremesh baik dari pihak kontraktor maupun
pengawas harus mengacu pada shop drawing dengan mengikuti
prosedur pemasangan bondex dan wiremesh.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 30


Tahapan dalam pekerjaan pemasangan bondex dan wiremesh:
Kontraktor terlebih dahulu mengajukan soft drawing tentang
pekerjaan bersangkutan dan bila telah disetujui oleh konsultan
pengawas, maka pekerjaan dapat dilanjutkan.
Setelah disetujui oleh pengawas pekerjaan dapat langsung
dilaksanakan.
Terlebih dahulu bondex dipasang diatas bekisting yang telah
lebih dulu terpasang, umumnya bondex dipasang setengah dari
panjang bangunan.

Gambar 4.3 pemasangan bondex


Sumber : Dokumentasi pribadi

Setelah bondex selesai terpasang maka wiremesh siap


dipasang diatas bondex. Wiremesh dipasang dengan 2
tingkatan sehingga akan membentuk sebuah garis lantai yang
lurus.
Wiremesh diikat dengan wiremesh yang lain untuk membuat
kekakuan tulangan, serta pengganjal antar bondex dan
wiremesh sehingga tidak terjadi lendutan pada plat yang akan di
cor.
Pekerjaan pemasangan wiremesh amatlah penting sebab wiremesh
merupakan tulangan bagi beton segar yang akan ditetak menjadi
plat lantai dan merupakan penerima beban bergerak, sehingga
pemasangannya menjadi perhatian.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 31


Sedangkan bondex akan menjadi wadah bagi beton beserta
wiremesh yang siap di cetak. Salah satu kelebihan penggunaan
bondex pada bangunan menengah/tinggi ialah, jika terjadi
kebakaran pada salah satu lantai maka akan mengurangi tingkat
kecepatan penyebaran api ke lantai yang lain.

Gambar 4.4 pemasangan wiremesh


Sumber : Dokumentasi pribadi

2) Pemasangan bekisting balok lantai 4


Pekerjaan bekisting merupakan tahapan pekerjaan sebelum
pekerjaan pengecoran dilaksanakan. Bekisting sendiri berfungsi
sebagai wadah untuk cetakan beton.
Tahap persiapan pemasangan dibagi menjadi 2 macam, yakni:
Persiapan bekisting yang berbahan kayu/plywood sebagai
acuan, dengan ukuran dan ketebalan yaitu 12 mm.
Penggunaan bahan plywood dapat digunakan 8 hingga 9 kali
pemakaian, bahkan mudah didapatkan sehingga banyak
dipakai oleh proyek pembangunan.
Selanjutnya perancah sebagai pendukung acuan bekisting
balok. Umumnya perancah yang digunakan ialah rangkaian
besi yang disebut scaffolding. Rangkaian scaffolding ini
amatlah sangat kokoh menahan beban seperti, bekisting,
tulangan dan beton pracetak serta beban hidup.

Table dibawah rangkaian besi dari scaffolding

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 32


Gambar Alat dan bahan Fungsi `

Sebagai penahan balok


U-head
suri-suri.

Untuk penyambung antar


main frame atau antara
Join pin main frame dengan jack
base

Cross brace Sebagai pengaku dan


pengikat antar main frame

Bagian utama scaffolding


Main frame
sebagai penyalur beban
dari atas ke jack base

Jack base Sebagai kaki/pondasi


scaffolding

Table 4.1 Rangkaian besi dari scaffolding

Adapun tahapan-tahapan pengerjaan bekisting berikut uraiannya:


a) Sebelum dimulai pekerjaan bekisting, kontraktor harus terlebih
dahulu memeriksa soft drawing tentang pekerjaan yang
bersangkutan dan mengajukan kepada konsultan bila telah
disetujui, maka pekerjaan dapat dilanjutkan.
b) Kontraktor diwajibkan memeriksa dan menganalisa persyaratan
pekerjaan bekisting harus disesuaikan dengan persyaratan
untuk pekerjaan struktur balok.
c) Memasang jack base yang berfungsi sebagai penyangga utama
untuk tetap menjaga mainframe berdiri dengan kokoh menahan
beban yang dipikul. Penggunaan jack base sebagai pengatur
ketinggian/ elevasi scaffolding sesuai ketinggian yang telah
direncanakan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 33


d) Memasang mainframe sebagai struktur utama dari scaffolding
itu sendiri.
e) Memasang cross brace sebagai pengaku dan pengikat antar
mainframe untuk menjaga struktur scaffolding tetap kokoh dan
berdiri tegak.
f) Memasang u-head jack sebagai penyangga balok suri-suri.
Selain itu u-head juga berfungsi untuk mengatur ketinggian
struktur balok yang akan direncanakan.
g) Letakkan balok suri diatas scaffolding yang telah jadi serta
pasang juga hollow.
h) Selanjutnya mulai pada pengerjaan pemasangan acuan
berbahan kayu sebagai bekisting balok.

Gambar 4.5 Pekerjaan bekisting balok


Sumber : Dokumentasi pribadi

3) Pengecoran plat lantai 4


Pengerjaan pengecoran ialah penuangan beton segar ke dalam
wadah/cetakan berupa bekisting.
Pada tahap ini yang menjadi inti sebab pengecoran merupakan
proses terbentuknya plat lantai. Sehingga, proses ini amat sangat
memperhatikan tiap kualitas dan kuantitas baik itu pada tahap
pekerjaan maupun pemilihan bahan beton segar.
Sebelum pekerjaan pengecoran dimulai adapun yang dilakukan,
yakni:

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 34


a) Persiapan
Sebelum dilakukan pengecoran area plat lantai harus dipastikan
siap untuk di beton dengan kesiapan pemasangan pembesian
plat (wiremesh), balok dan bondex. Pekerjaan pengecoran baru
akan dilaksanakan setelah konsultan pengawas memeriksa dan
menyetujui bekisting, tulangan, bondek, beton decking,
wiremesh dimana beton tersebut akan diletakkan.
b) Proses pelaksanaan
Pengecoran plat dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran
balok. Peralatan pendukung untuk pekerjaan pengecoran balok
diantaranya yaitu: truck mixer, bucket dan vibrator, scrub.
Adapun proses pengecoran:
Setelah mendapatkan Ijin pengecoran, konsultan pengawas
menghubungi pihak beaching plan untuk mengecor sesuai
dengan mutu dan volume yang dibutuhkan di lapangan;
Pembersihan ulang area yang akan dicor;
Truck Mixer tiba di proyek dan laporan ke satpam kemudian
petugas dari perusahaan terkait. Menyerahkan bon
penyerahan barang yang berisi waktu keberangkatan,
kedatangan, waktu selesai dan volume;
Selanjutnya mempersiapkan satu gerobak untuk mengambil
sampel dan test slump serta Pengambilan gambar yang
diawasi oleh engineer dan pihak pengawas.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 35


Gambar 4.6 Pengambilan slump test
Sumber : Dokumentasi pribadi

Setelah dinyatakan OK, pengecoran siap dilaksanakan.


Kemudian pekerja cor meratakan beton segar tersebut ke
bagian balok terlebih dahulu selanjutnya untuk plat diratakan
oleh scrub secara manual. 1 pekerja vibrator memasukan
alat kedalam adukan kurang lebih 5-10 menit di setiap
bagian yang dicor. Pemadatan tersebut bertujuan untuk
mencegah terjadinya rongga udara pada beton yang akan
mengurangi kualitas beton.

Gambar 4.7 Penggunaan vibrator pada plat yang di cor


Sumber : Dokumentasi pribadi

Setelah dipastikan balok dan pelat telah terisi beton semua,


permukaan beton segar tersebut diratakan dengan

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 36


menggunakan balok kayu yang panjang dengan
memperhatikan batas ketebalan pelat yang telah ditentukan
sebelumnya.
Pekerjaan ini dilakukan berulang sampai beton memenuhi
area cor yang telah ditentukan, idealnya waktu pengecoran
dilakukan 6 sampai 8 jam.

Gambar 4.8 Pengecoran plat lantai 4


Sumber : Dokumentasi pribadi

b. Gedung B
1) Pemasangan batu bata lantai 1
Pemasangan batu bata adalah pekerjaan pengisi dinding
dengan material. Meterial pengisi dinding beraneka ragam
bahannya ada batu bata, bata ringan, bataco dll. Pada proyek
pembangunan ini material yang digunakan ialah batu bata.

Tabel yang menunjukkan jenis-jenis material pengisi dinding:

No Material Dinding Penjelasan


1 Beton Digunakan pada dinding core bangunan
tinggi dan dinding basement atau pada
dinding yang diperuntukkan menahan
beban yang besar.
Terbuat dari campuran besi, kerikil, pasir,
dan semen.
2 Bata Dinding yang paling banyak digunakan

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 37


pada bangunan menengah selain murah
batu bata juga mudah diperoleh. Terbuat
dari tanah liat yang dibakar.
3 Batako Penggunaan batako pada bangunan bias
menghemat plesteran 75%, dengan berat
50% sehingga beban pondasi berkurang.
Merupakan material dinding yang terbuat
atau dicetak dari batu buatan yang tidak
dibakar.
4 Bata ringan Memiliki bobot yang ringan sehingga tidak
membebani struktur. Bata ringan terdiri dari
2 jenis yaitu Autoclaved Aerated Concrete
(AAC) dan Cellular Lightweight Concrete
(CLC), keduanya didasarkan pada gagasan
yang sama yaitu menambahkan gelembung
udara kedalam mortar akan mengurangi
berat beton yang dihasilkan secara drastis.
5 Kayu Konstruksi dinding kayu umumnya ditemui
pada rumah tradisional. Terdiri dari susunan
batang kayu bulat atau balok. Konstruksi
seperti ini tidak memerlukan rangka
penguat atau pengikat lagi karna sudah
termasuk dinding structural.
6 Batu alam Dinding batu alam biasa terbuat dari batu
kali utuh atau pecahan batu cadas. Prinsip
pemasangannya sama dengan batu bata,
dimana siar vertical harus dipasang selang
seling.

Tabel 4.2 Jenis-jenis material pengisi dinding

Persiapan yang dilakukan pada pekerjaan ini yakni:


Persiapan material seperti, Batu bata merah (ex. Lokal), Semen
PC, Pasir, Air.
Sementara untuk Peralatan seperti, Benang, Sendok semen, Palu,
Waterpass, Ember, Sekop.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 38


Dan untuk tahapan pekerjaan berikut ulasannya:
a) Tahapan Kerja
Tentukan posisi dinding bata sesuai shop drawing yang
telah disetujui;
Siapkan material bata dan mortar yang dibutuhkan di
tempat yang aman dan mudah dijangkau;
Ukur panjang dan tebal rata-rata bata untuk dipergunakan
sebagai ukuran standar pasangan;
Tandai tongkat penduga dengan ukuran tebal rata-rata
bata ditambah tebal spesi;
Buat tanda pada lantai dengan ukuran panjang rata-rata
bata ditambah tebal spesi;
Rendam bata sampai gelembung udara hilang sebelum
digunakan untuk mengurangi penyerapan;
Pasang bata kepalaan di sisi samping pasangan, cek tebal
spesi dengan tongkat ukur dan ukur kedatarannya dengan
waterpass;
Tarik benang ke arah horizontal, lalu hamparkan adukan
dengan rata kemudian pasang bata lurus benang
kepalaan. Penarikan benang untuk garis bantu ke arah
horizontal dilakukan setiap 1 m tinggi pasangan bata;
Cek setiap lapis dengan waterpass sisi tegaknya dan sisi
datarnya;
Pasang kembali bata kepalaan di atas pasangan yang
telah selesai, cek tebal spesi dan datarnya dengan
waterpass;
Cek setiap lapis tegak, datar dan tebal spesinya hingga
diperoleh lapis yang baik;
Ulangi langkah (8) sampai dengan (11) sampai lapis
terakhir.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 39


Pekerjaan pemasangan batu bata dikerjakan dengan cara:
a) Pencampuran semen, air, pasir dan kerikil untuk menghasilkan
perekat antar bata;
b) Pemasangannya diletakkan diatas campuran, mengikuti garis
lurus dari tali. Hal ini dilakukan agar menghasilkan kerapihan
dalam menyusun bata sehingga dinding akan terlihat datar dan
rata;
c) Penggunaan batu bata yang disusun rata dengan jarak antar
bata sekitar 2 cm. Kemudian jarak 2 cm tadi diisi dengan
campuran perekat;
d) Pekerjaan ini tetap dalam pengawasan pengawas lapangan,
agar dapat dihindari penyusunan bata yang tidak proporsi;

Gambar 4.9 Pemasangan batu bata lantai 1


Sumber : Dokumentasi pribadi

2) Plesteran dinding lantai 1


Tujuan utama memplester dinding dalah membuat
permukaannya semakin rapi, bersih dan indah. Pekerjaan plesteran
harus dikerjakan dengan rapi, tegak lurus dan tidak bergelombang.
Untuk mengerjakannya pun harus dilakukan oleh tukang batu yang
berpengalaman sebab yang akan menjadi perhatian utama
penghuni gedung adalah dinding ketika memasuki ruangan. Tingkat
estetika sebuah ruangan pun cukup bergantung pada tampilan
dinding, apakah itu nyaman untuk dipandang atau tidak.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 40


Persiapan memplester alat dan bahan:
a) Semen;
b) Pasir;
c) Air;
d) Triplek;
e) Kawat kecil;
f) Benang;
g) Roskam;
h) Jidar;
i) Meteran;
j) Ember;
k) Cetok; kertas bekas sak semen;
l) Dan scaffolding.

Adapun langkah-langkahnya:
a) Pencampuran semen, air dan pasir untuk menghasilkan
plesteran berupa mortar;
b) Pemasangan benang dan pengukuran pada waktu membuat
kepala plesteran harus dilakukan dengan cermat. Kepala
plesteran sangat penting dikerjakan dengan benar, ketebalan,
rata samping dan tegak lurus untuk menghasilkan plesteran
yang baik;
c) Sebelum memulai basahi dinding agar menjadi lebab sehingga
pengaplikasian mortar akan menjadi maksimal;
d) Membuat kepala plesteran dilakukan secara menyeluruh agar
keras sempurna;
e) Selanjutnya dinding diplester tipis, hal ini berguna agar
plesterannya menyatu dengan bata;
f) Gunakan mistar aluminium untuk membuat kepala dan
menghaluskan plesteran, jauhkan gosokan kayu biasa
digunakan tukang batu;

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 41


Gambar 4.10 Plesteran dinding dan pengaplikasiannya
Sumber : Dokumentasi pribadi

3) Pemasangan pipa conduit lantai 1


Conduit adalah sistem perpipaan listrik yang digunakan untuk
perlindungan dan routing kabel listrik. Umumnya bangunan memiliki
banyak instalasi listrik yang beraneka ragam berbeda dengan
rumah yang hanya sedikit jenis elektrikalnya. Sehingga dengan
jumlah yang beraneka macam itulah kabel listrik membutuhkan pipa
conduit sebagai cover dari kabel-kabel listrik.
Conduit adalah system pemipaan listrik yang berguna untuk
perlindungan dari api, bah air, uap kimia, dll. Conduit di pasaran
beraneka ragam bahannya, ada yang terbuat dari plastic, logam,
serat. Conduit umumnya dipasang di lokasi pemasangan peralatan
listrik. Penggunaannya, bentuk, dan rincian instalasi sering
ditentukan oleh peraturan kelistrikan, seperti Amerika Serikat NEC
atau kode nasional atau lokal lainnya.
Table yang menunjukkan jenis-jenis dari pipa conduit:

No. Jenis Saluran Kegunaan


1 Kaku conduit metal Ialah tabung berulir tebal, biasanya
(RMC) terbuat dari baja lapis, stainless
steel atau aluminium.
2 Kaku non-logam adalah tabung unthreaded non-
konduit (RNC) logam.
3 Saluran kaku adalah tabung baja galvanis,
Galvanized (GRC) dengan dinding tabung yang cukup

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 42


tebal untuk memungkinkan hal itu
terjadi threaded. aplikasi umum nya
adalah di dalam dan di industri
konstruksi komersial.
4 Tabung logam listrik EMT sendiri mungkin tidak berulir,
(EMT) tetapi dapat digunakan dengan alat
kelengkapan berulir yang penjepit
untuk itu. Panjang saluran yang
terhubung ke satu sama lain dan
untuk peralatan dengan fiting
penjepit tipe. Seperti GRC, EMT
adalah lebih umum pada bangunan
komersial dan industri dari dalam
aplikasi perumahan. EMT umumnya
terbuat dari baja lapis, meskipun
mungkin aluminium.
5 Listrik non-logam adalah bergelombang tabung
Tubing (THT) berdinding tipis yang tahan air dan
tahan api. Hal ini lentur sedemikian
rupa sehingga dapat menjadi
bengkok dengan tangan dan sering
fleksibel meskipun perlengkapan
tidak.
6 Fleksibel konduit dibuat melalui sebuah strip
metalik (FMC) melingkar bergaris diri saling
bertautan dari aluminium atau baja,
membentuk tabung hampa di mana
kabel dapat ditarik. FMC digunakan
terutama di daerah kering di mana
ia akan tidak praktis untuk
menginstal saluran non-fleksibel
EMT atau lainnya, namun di mana
kekuatan logam untuk melindungi
konduktor masih diperlukan.
7 Liquidtight Fleksibel adalah saluran fleksibel logam
Conduit Metal tertutup oleh lapisan plastik tahan

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 43


(LFMC) air. Interior mirip dengan FMC.
8 Metalik Tabung adalah tidak sama dengan Fleksibel
Fleksibel (FMT) konduit metalik (FMC) alias
greenfield atau flex yang Kode
Listrik Nasional (NEC) Seni 348.
9 Liquidtight Fleksibel merujuk pada beberapa jenis
non-logam konduit tabung non-logam tahan api. Interior
(LFNC) permukaan bisa halus atau
bergelombang.
10 Saluran Aluminium adalah saluran kaku, umumnya
digunakan dalam aplikasi komersial
dan industri, dimana ketahanan
yang lebih tinggi untuk korosi
diperlukan.lokasi tersebut akan
termasuk pengolahan makanan
tanaman, dimana sejumlah besar air
dan bahan kimia pembersih akan
membuat saluran galvanis cocok.
Aluminium tidak dapat langsung
tertanam dalam beton , karena
logam bereaksi dengan alkali dalam
semen.
11 Saluran logam adalah tabung baja lebih berat
Intermediate (IMC) daripada EMT tetapi lebih ringan
dari RMC.
12 Saluran PVC adalah ringan di berat dibandingkan
dengan bahan saluran lain, dan
biasanya lebih rendah biaya
daripada bentuk-bentuk saluran.
Dalam prakteknya Amerika Utara
listrik, tersedia dalam tiga ketebalan
dinding yang berbeda, dengan
berbagai tipis-dinding hanya sesuai
untuk digunakan tertanam dalam
beton.
13 Conduits logam Dalam lingkungan korosi ekstrim di

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 44


lainnya mana lapisan plastik pipa tidak
mencukupi, saluran dapat dibuat
dari stainless steel , perunggu atau
kuningan.
14 Saluran Diameter besar (lebih dari 2 inch/50
Underground mm) saluran dapat diinstal bawah
tanah di antara bangunan untuk
memungkinkan pemasangan kabel
listrik dan komunikasi. Sebuah
perakitan saluran ini, sering disebut
bank saluran, baik dapat langsung
dimakamkan di bumi atau
terbungkus dalam beton.

Table 4.3 Jenis-jenis dari saluran pipa conduit.

Bahan dan alat yang digutuhkan dalam pemasangan pipa conduit:


Pipa conduit dari bahan plastic;
Fitting;
Kotak konektor;
Baut;
Bor;
Couplings;

Pekerjaan pemasangan pipa conduit di kerjakan dengan cara :


Pemasangan pipa conduit mengacu pada soft drawing.
Pemasangannya di lakukan dengan bantuan bor, untuk
membuat memasang penggantung/ikatan pada pipa conduit.
Pipa conduit dipasang dibawah bondex,
Dibuat sedemikian rupa sebab pemasangan pipa conduit
tidak asal-asalan, pemasangannya dibuat sedemikian rupa
yang tetap memperlihatkan dan mempertimbangkan nilai
estetikanya juga.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 45


Gambar 4.11 Cara pemasangan pipa conduit
Sumber : Dokumentasi pribadi

Kelebihan dan kekurangan menggunakan pipa conduit:


Kelebihan penggunaaan pipa conduit antara lain adalah:
melindungi kabel dari bahaya impact seperti terkena benda jatuh,
tergencet, dan gesekan serta gigitan tikus yang dapat meyebabkan
isolasi kabel terkelupas sehingga membuat instalasi lebih tahan
lama. Sedangkan kekurangan penggunaan pipa conduit antara lain
adalah : membutuhkan biaya lebih untuk pipa conduit, dan relatif
membutuhkan waktu lebih untuk keseluruhan pekerjaan instalasi
listrik.

c. Gedung C
1) Pembesian retaining wall
Retaining Wall adalah dinding penahan tanah yang terletak
pada sisi pinggir. Pekerjaan pembuatan retaining wall dimulai
dengan melakukan pemasangan tulangan - tulangan yang
diperlukan. Tulangan yang dipergunakan adalah tulangan
konvensional yang dipasang ditempat satu persatu. Setelah
pemasangan tulangan selesai, maka dilanjutkan dengan
pemasangan bekistingshear wall dan pengecoran beton.
Dalam pekerjaan pembesian retaining wall harus melihat kembali
soft drawing bersama pengawas lapangan.
Sebelum dimulai pekerjaan retaining wall, kontraktor harus
terlebih dahulu mengajukan soft drawing tentang pekerjaan

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 46


yang bersangkutan dan bila telah disetujui oleh konsultan
pengawas, maka pekerjaan dapat dilanjutkan.
Kontraktor diwajibkan memeriksa dan menganalisa persyaratan
pekerjaan retaining wall secara terperinci yang harus
disesuaikan dengan keadaan lapangan yang memang
membutuhkan retaining wall.
Pondasi retaining wall menggunakan pondasi cakar ayam.
Retaining wall hanya di aplikasi ke 2 bangunan, yaitu gedung B
dan C karena tanah yang dipijaki bangunan memiliki perbedaan
ketinggian tanah. Sementara gedung A memiliki tanah yang
cukup rata.

Gambar 4.12 Pembesian retaining wall


Sumber : Dokumentasi pribadi

2) Pembongkaran scaffolding lantai 1


Pembongkaran scaffolding dilakukan untuk melepaskan
perancah yang digunakan untuk memberi penopang sementara
bagi plat yang telah dicor (yang belum kering sempurna).

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 47


Sementara menunggu beton tersebut masak dengan waktu
memakan 14 hari maka, scaffolding tersebut tidak boleh dilepas.
Selain scaffolding acuan berupa bekisting pun tidak boleh
dilepaskan yang berfungsi sebagai wadah bagi beton plat.
Sehingga pekerjaan akan dilanjutkan setelah scafolding dibongkar
seperti pada pekerjaan pemasangan instalasi listrik.

Gambar 4.13 Pembongkaran scafolding


Sumber : Dokumentasi pribadi

3) Pemasangan bekisting kolom lantai 3


Pekerjaan bekisting kolom dilakukan dengan cara:
a) Bekisting kolom diangkut keatas bangunan dengan bantuan
mobil tower, sebab bekisting sangat berat sehingga orang akan
sangat kewalahan dalam pengangkutan.
b) Bekisting dirakit dengan merapatkan bekisting satu dengan
yang ke dua hingga menutupi besi kolom, kunci bekisting dan
rapatkan hingga membentuk persegi.
c) Beri unting-unting pada setiap bekisting sebagai pedoman agar
bekisting lurus dan sejajar.
d) Pengakuan dibuat dengan pengikat (dikaitkan ke lantai) serta
bantuan besi scaffolding (disandarkan ke badan bekisting).

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 48


Gambar 4.14 Pemasangan bekisting kolom
Sumber : Dokumentasi pribadi

2. Pengawasan minggu kedua (minggu II)


a. Gedung A
1) Pekerjaan tangga lantai 1
Dalam pekerjaan tangga kontraktor harus melihat kembali soft
drawing bersama pengawas lapangan
a) Sebelum dimulai kontraktor harus terlebih dahulu mengajukan
soft drawing tentang pekerjaan yang bersangkutan dan bila
telah disetujui oleh konsultan pengawas, maka pekerjaan dapat
dilanjutkan.
b) Pengawas diwajibkan memeriksa dan menganalisa pekerjaan
tangga yang sedang berlangsung.
c) Pembesian tangga dibuat mengikuti mal yang telah lebih dahulu
dibuat.
d) Pembesian tangga megikuti struktur yang telah ditetapkan
dalam soft drawing.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 49


Gambar 4.15 Pembesian tangga
Sumber : Dokumentasi pribadi

2) Pemasangan instalasi listrik lantai 1


Kabel merupakan media untuk mendistribusi daya listrik dari
sumber listrik (PLN, genset atau pembangkit listrik yang lainnya)
menuju ke beban alat elektronik (tv, kulkas, lampu, kipas, dll). Kabel
merupakan komponen utama dalam dunia keelektrikalan.
Dipasaran banyak ditemukan berbagai macam type dan jenis kabel
yang masing-masingnya memiliki fungsinya sendiri. Setiap kabel
memiliki batas kemampuan dalam mendistribusikan arus listrik
berbeda satu sama lainnya berdasarkan ukuran penampang, jenis
dan pemasangannya.
Untuk bangunan bertingkat menengah, kabel yang digunakan ialah
kabel jenis NYM. NYM sendiri memiliki kuat arus sekitar
Table yang menunjukkan jenis-jenis kabel:

No Jenis Kabel Penjelasan


1 NYA Digunakan untuk instalasi rumah yang sering
digunakan adalah NYA ukuran 1,5 mm2 dan 2,5
mm2 yang berinti tunggal. Agar aman kabel tipe
ini lebih baik dipasang dalam pipa conduit
karena tidak bias diganggu oleh hewan
pengerak dan tidak boleh terkena air, dan
apabila isolasi yang terbuka tidak boleh
ternkena langsung oleh tangan manusia.
2 NYM Khusu tetap pada dalam bangunan yang

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 50


dimana penempatan bias dialam atau diluar
tembok atau di dalam pipa conduit. Kabel ini
dapat ini dapat digunakan pada kondisi lembab
maupun kering namun tidak boleh ditanam.
3 NYY Dirancang untuk instlasi tetap dalam tanah
dimana tetap diberikan perlindungan khusus.
Misalnya ducting, pipa conduit atau pipa besi.
Bisa ditempatkan dalam kondisi lembab
maupun kering.
4 NYAF Untuk instalasi dalam kabel kotak distribusi pipa
di dalam duct. Merupakan jenis kabel fleksibel
dengan penghantar tembaga serabut berisolasi
PVC. Digunakan untuk instlasi panel-panel yang
memrlukan fleksibilatas yang tinggi.
5 NYBY Untuk instalasi dalam tanah yang ditanam
langsung tanpa memerlkan perlindungan
tambahan kecuali menyebrang jalan.
6 NYCY Dirancang untuk jaringan listrik dengan
penghantar konsetris dalam tanah, dalam
ruang, saluran kabel, dan alam terbuka.. Instlasi
ini bias ditempatkan di luar atau di dalam
bangunan, baik pada kondisi lembak dan kering.
7 BC Kabel ini dipilin/stranded, disatukan. Ukuran
tegangan naksimal 6 500 mm2/ 500 V
pemakaian untuk saluran diatas tanah dan
penghantar pentanahan.
8 AAAC Terbuat dari alumunium magnesium silicon
campuran logam. Memiliki suatu anti karat dan
kekuatan yang baik sehingga daya hantarnya
lebih baik.
9 ACSR Merupakan kawat penghatar yang terdiri dari
alumunium berintih kawat baja. Kable ini
digunakan untuk saluran-saluran teansimisi
tegangan tinggi, dimana jarak antara tiang
berjauhan mencapai ratusan meter.
10 ACAR Kabel ACAR yaitu kawat penghantar alumunium

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 51


yang diperkuat dengan logam campuran.
Sehingga kabel ini lebih kuat dari kabel ACSR
11 NYMHYO Digunakan biasanya pada soundsystem,
loudspeaker, virtual video. Karna memiliki daya
yang besar. Pemakanian jenis kabel ini karna
mudah sekali menimbulkan bahaya listrik serta
menjadikan pembayaran listrik membengkak.
12 NYMHY Dikeromendasikan sebagai penghubung alat-
alat rumah tangga yang sering dipindah-
pindahkan dan harus ditempat yang kering.

Table 4.4 Jenis-jenis kabel

Langkah-langkah pengerjaan instalasi listrik:


a) Sebelum dimulai kontraktor harus terlebih dahulu mengajukan
soft drawing tentang pekerjaan yang bersangkutan dan bila
telah disetujui oleh konsultan pengawas, maka pekerjaan dapat
dilanjutkan;
b) Instalasi listrik berupa kabel yang mempunyai warna
berdasarkan fungsinya masing-masing di masukkan kedalam
pipa conduit;
c) Peletakannya disesuaikan dengan warna pada pengait atau
gantungan yang mengikat pipa conduit;
d) Selanjutnya di teruskan melalui area yang sudah dibobok untuk
dibuat lubang saklar.

Gambar 4.16 Pemasangan instalasi listrik


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 52


Terdapat sebuah kesalahan besar pada pemasangan kabel kali ini
yakni penggunaan selotip pada ujung kabel yang akan dipasang di
dalam pipa conduit. Penggunaan selotip amat sangat tidak
disarankan dalam instalasi listrik, sebab jika terjadi bencana hal ini
dapat memicu kabel jauh lebih mudah untuk terbakar/rusak dari
pada jika menggunakan lasdop.

3) Pembesian ringbalk
Ring Balk ,Ring Balok atau Balok adalah salah satu bagian dari
structural sebuah bangunan yang kaku,dan dirancang untuk
menanggung dan menyalurkan beban menuju kolom penopang
yang selanjutnya aku diteruskan ke pondasi. Selain itu ring balk
juga mempunyai fungsi sebagai pengikat kolom-kolom agar apabila
terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap bersatu padu
mempertahankan bentuk dan posisinya semula. Ring balok dibuat
dari bahan yang sama dengan kolomnya sehingga hubungan ring
balok dengan kolom.
Pekerjaan pembesian/tulangan ringbalk, dalam hal ini kontraktor
dan pengawas harus melihat gambar kerja/ shop drawing.
a) Kontraktor terlebih dahulu mengajukan soft drawing tentang
pekerjaan bersangkutan dan bila telah disetujui oleh konsultan
pengawas, maka pekerjaan dapat dilanjutkan.
b) Setelah disetujui oleh pengawas pekerjaan dapat langsung
dilaksanakan.
c) Selama tahap pemasangan tulangan ringbalk, pengawas harus
memantau pekerjaan tukang di lapangan, sehingga bila terjadi
kesalahan pengawas dapat membenarkan pekerjaan yang
sedang dikerjakan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 53


Gambar 4.17 Pembesian ringbalk
Sumber : Dokumentasi pribadi

b. Gedung B
1) Pembobokan instalasi listrik lantai 1
Pekerjaan bobokan dimaksudkan untuk pemasangan instalasi
listrik berupa jalur yang diperuntukkan untuk pemasangan stop
kontak yakni denga menanamkan kabel didalam dinding.
Untuk pekerjaan bobokan diperlukan alat bobok, yakni:
a) Betel;
b) Martir;
c) Bor;
d) Gurinda.

Pekerjaan pembobokan instalasi listrik di lakukan dengan cara:


a) Mengacu dan menganalisa perletakan instalasi listrik
berdasarkan soft drawing.
b) Pembobokan dikerjakan pada dinding yang belum di plester,
sehingga instalasi listrik tidak akan bermunculan di dinding dan
tetap menjaga estetika interior bangunan.
c) Pembobokan menggunakan betel, martir, bor dan gurinda.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 54


Gambar 4.18 Pekerjaan pembobokan dinding
Sumber : Dokumentasi pribadi

2) Pengerjaan mal jendela


Pekerjaan mal jendela merupakan pekerjaan arsitektur, mal
jendela berfungsi sebagai bentuk dasar bingkai/kusen pada
jendela.
a) Mal jendela dibuat berdasarkan soft drawing.
b) Jika mal jendela telah siap dan selesai, maka selanjutnya
dipasang pada dinding yang telah ditentukan.
c) Setelah itu dikaitkan diatas cor ringbalk jendela.
d) Selanjutnya bagian dinding yang kosong diisi dengan batu bata.

Gambar 4.19 Pengerjaan mal jendela


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 55


3) Pengecoran retaining wall
Pengerjaan pengecoran ialah penuangan beton segar ke dalam
wadah/cetakan berupa bekisting. Pada tahap ini yang menjadi inti
sebab pengecoran merupakan proses terbentuknya plat lantai.
Sehingga, proses ini amat sangat memperhatikan tiap kualitas dan
kuantitas baik itu pada tahap pekerjaan maupun pemilihan bahan
beton segar.
a) Persiapan
Pekerjaan pengecoran baru akan dilaksanakan setelah
konsultan pengawas memeriksa dan menyetujui tulangan
pondasi, beton decking dan tidak ada kesalahan dalam
pengaplikasian pondasi serta penempatannya dimana beton
tersebut akan diletakkan.
b) Proses pelaksanaan
Pengecoran plat dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran
balok. Peralatan pendukung untuk pekerjaan pengecoran balok
diantaranya yaitu: truck mixer, vibrator. Adapun proses
pengecoran:
Setelah mendapatkan ijin pengecoran, konsultan pengawas
menghubungi pihak beaching plan untuk mengecor sesuai
dengan mutu dan volume yang dibutuhkan di lapangan.
Pembersihan ulang area yang akan dicor dengan
menggunakan air sampai benar benar bersih
Truck Mixer tiba di proyek dan laporan ke satpam kemudian
petugas dari perusahaan terkait. Menyerahkan bon
penyerahan barang yang berisi waktu keberangkatan,
kedatangan, waktu selesai, volume.
Selanjutnya mempersiapkan satu gerobak untuk mengambil
sampel dan test slump serta Pengambilan gambar yang
diawasi oleh engineer dan pihak pengawas. Setelah
dinyatakan OK, pengecoran siap dilaksanakan.
Kemudian pekerja cor meratakan beton segar tersebut ke
bagian retaining wall terlebih dahulu, selanjutnya untuk plat

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 56


diratakan oleh scrub secara manual. 1 pekerja vibrator
memasukan alat kedalam adukan kurang lebih 5-10 menit di
setiap bagian yang dicor. Pemadatan tersebut bertujuan
untuk mencegah terjadinya rongga udara pada beton yang
akan mengurangi kualitas beton.
Setelah dipastikan area yang diisi cor telah terisi beton
semua, permukaan beton segar tersebut diratakan dengan
menggunakan balok kayu yang panjang dengan
memperhatikan batas ketebalan yang telah ditentukan
sebelumnya.
Pekerjaan ini dilakukan berulang sampai beton memenuhi
area cor yang telah ditentukan.

Gambar 4.20 Pengecoran retaining wall


Sumber : Dokumentasi pribadi

c. Gedung C
1) Pekerjaan meratakan tanah
Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meratakan tanah yang turun
atau bergunduk akibat tanah yang tidak padat sehingga
pengecoran plat nantinya dapat menghasilkan plat/lantai yang rata
dan tidak pecah. Umumnya hal ini tidak terjadi disemua tanah yang
ada, hanya bagian tertentu saja. Itulah sebabnya terkadang
menjadi problem muncul jikalau wiremesh telah terpasang, yang
berakibat wiremesh harus di bongkar untuk memperbaiki turunnya
tanah atau gundukan tanah tersebut.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 57


Pekerjaan ini dimulai dengan;
a) Kontraktor mengajukan masalah dilapangan ke konsultan
pengawas untuk diambil tindakan.
b) Setelah melihat serta menganalisa dilapangan, pengawas baru
boleh menyetujui hal tersebut.
c) Pembongkaran wiremesh, memotong bagian wiremesh yang
dibagian bawahnya terdapat tanah yang turun atau bergunduk.
d) Setelah itu, tanah di stempler untuk mendapatkan tanah yang
padat.
e) Selanjutnya wiremesh dipasang kembali untuk persiapan
pengecoran.

Gambar 4.21 Pekerjaan meratakan tanah


Sumber : Dokumentasi pribadi

2) Pengecoran lantai 1
Pengerjaan pengecoran ialah penuangan beton segar ke dalam
wadah/cetakan berupa bekisting. Pada tahap ini yang menjadi inti
sebab pengecoran merupakan proses terbentuknya plat lantai.
Sehingga, proses ini amat sangat memperhatikan tiap kualitas dan
kuantitas baik itu pada tahap pekerjaan maupun pemilihan bahan
beton segar.
Persiapan
a) Sebelum dilakukan pengecoran area plat lantai harus dipastikan
siap untuk di beton dengan kesiapan pemasangan pembesian
plat (wiremesh). Pekerjaan pengecoran baru akan dilaksanakan

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 58


setelah konsultan pengawas memeriksa dan menyetujui
tulangan, beton decking, wiremesh dimana beton tersebut akan
diletakkan.
b) Proses pelaksanaan
Pengecoran plat dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran
balok. Peralatan pendukung untuk pekerjaan pengecoran balok
diantaranya yaitu: truck mixer, vibrator dan papan perata cor.
Adapun proses pengecoran:
Setelah mendapatkan Ijin pengecoran, konsultan pengawas
menghubungi pihak beaching plan untuk mengecor sesuai
dengan mutu dan volume yang dibutuhkan di lapangan.
Pembersihan ulang area yang akan dicor dengan
menggunakan air sampai benar benar bersih
Truck Mixer tiba di proyek dan laporan ke satpam kemudian
petugas dari perusahaan terkait. Menyerahkan bon
penyerahan barang yang berisi waktu keberangkatan,
kedatangan, waktu selesai, volume.
Selanjutnya pengambilan sampel dan test slump serta
Pengambilan gambar yang diawasi oleh engineer dan pihak
pengawas.
Setelah dinyatakan OK, pengecoran siap dilaksanakan.
Kemudian pekerja cor meratakan beton segar tersebut ke
bagian bagian agar semua rata pengecorannya, selanjutnya
1 pekerja vibrator memasukan alat kedalam adukan kurang
lebih 5-10 menit di setiap bagian yang dicor. Pemadatan
tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya rongga udara
pada beton yang akan mengurangi kualitas beton.
Setelah dipastikan area yang di cor telah terisi beton semua,
permukaan beton segar tersebut diratakan dengan
menggunakan balok kayu yang panjang dengan
memperhatikan batas ketebalan pelat yang telah ditentukan
sebelumnya.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 59


Pekerjaan ini dilakukan berulang sampai beton memenuhi
area cor yang telah ditentukan.

Gambar 4.22 Pekerjaan pengecoran plat


Sumber : Dokumentasi pribadi

3. Pengawasan minggu ketiga (minggu III)


a) Gedung A
1) Pembesian balok lantai 3
Pekerjaan pembesian/tulangan balok kontraktor dan pengawas
harus melihat gambar kerja/ shop drawing.
a) Kontraktor terlebih dahulu mengajukan soft drawing tentang
pekerjaan bersangkutan dan bila telah disetujui oleh konsultan
pengawas, maka pekerjaan dapat dilanjutkan.
b) Setelah disetujui oleh pengawas pekerjaan dapat langsung
dilaksanakan.
c) Selama tahap pemasangan tulangan balok, pengawas harus
memantau pekerjaan tukang di lapangan, sehingga bila terjadi
kesalahan pengawas dapat membenarkan pekerjaan yang
sedang dikerjakan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 60


Gambar 4.23 Pembesian balok
Sumber : Dokumentasi pribadi

2) Pengecoran ringbalk
a) Persiapan
Sebelum dilakukan pengecoran area ringbalk harus dipastikan
siap untuk di beton dengan kesiapan pemasangan pembesian
tulangan ringbalk. Pekerjaan pengecoran baru akan
dilaksanakan setelah konsultan pengawas memeriksa dan
menyetujui bekisting, tulangan, beton decking dimana beton
tersebut akan diletakkan.
b) Proses pelaksanaan
Pengecoran plat dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran
balok. Peralatan pendukung untuk pekerjaan pengecoran balok
diantaranya yaitu: truck mixer, vibrator, papan perata. Adapun
proses pengecoran plat :
Setelah mendapatkan Ijin pengecoran, konsultan pengawas
menghubungi pihak beaching plan untuk mengecor sesuai
dengan mutu dan volume yang dibutuhkan di lapangan.
Selanjutnya mempersiapkan satu gerobak untuk mengambil
sampel dan test slump serta Pengambilan gambar yang
diawasi oleh engineer dan pihak pengawas.
Setelah dinyatakan OK, pengecoran siap dilaksanakan.
Kemudian pekerja cor meratakan beton segar tersebut ke
bagian balok terlebih dahulu selanjutnya untuk plat diratakan

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 61


oleh scrub secara manual. 1 pekerja vibrator memasukan
alat kedalam adukan kurang lebih 5-10 menit di setiap
bagian yang dicor. Pemadatan tersebut bertujuan untuk
mencegah terjadinya rongga udara pada beton yang akan
mengurangi kualitas beton.
Setelah dipastikan area yag di cor telah terisi beton semua,
permukaan beton segar tersebut diratakan dengan
menggunakan balok kayu yang panjang dengan
memperhatikan batas ketebalan pelat yang telah ditentukan
sebelumnya.
Pekerjaan ini dilakukan berulang sampai beton memenuhi
area cor yang telah ditentukan, idealnya waktu pengecoran
dilakukan 6 sampai 8 jam.

Gambar 4.24 Pengecoran ringbalk


Sumber : Dokumentasi pribadi

Pengecoran ringbalk menggunakan bucket sudah sesuai


dengan proses pelaksanaan.
3) Pemasangan wiremesh dan bondex talang air
Wiremesh adalah bahan material yang terbuat dari beberapa
batang logam, baja atau aluminium dalam jumlah banyak dan
dihubungankan satu sama lain dengan cara dilas atau bahkan
dihubungkan dengan PIN atau peralatan lain hingga berbentuk
lembaran dan ada yang bisa digulung.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 62


Bondek adalah plat dengan lapisan baja dan lapisan galvanis
dengan struktur yang sangat kokoh apalagi untuk diaplikasikan
untuk plat lantai. Bondek ini juga bisa diaplikasikan untuk dak
beton. Bondek ini menjadi suatu pilihan tepat untuk membangun
suatu bangunan bertingkat. Bondek dak beton bisa membuat
konstruksi bangunan lebih kokoh. Sistemnya adalah besi tulangan
bagian bawah akan digantikan dengan bondek yang berupa plat
baja ini. Wiremesh akan diaplikasikan dibagian atas. Dengan
bentuk konstruksi semacam ini, pembangunan bisa lebih cepat dan
juga lebih efisien waktunya jika dibandingkan dengan
pembangunan dengan sistem konvensional.
Pekerjaan bondex dan wiremesh baik dari pihak kontraktor maupun
pengawas harus mengacu pada shop drawing dengan mengikuti
prosedur pemasangan bondex dan wiremesh.
a) Kontraktor terlebih dahulu mengajukan soft drawing tentang
pekerjaan bersangkutan dan bila telah disetujui oleh konsultan
pengawas, maka pekerjaan dapat dilanjutkan.
b) Setelah disetujui oleh pengawas pekerjaan dapat langsung
dilaksanakan.
c) Bondex terlebih dahulu dipasang sebelum pemasangan
wiremesh.
d) Struktur talang air disini sama halnya dengan plat.
e) Dipasang pada bagian sisi dari bangunan dengan lebar
ditentukan oleh perencana bangunan.

Gambar 4.25 Pekerjaan bondex dan wiremesh talang air


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 63


Pekerjaan bondek dan wiremesh talang air sudah sesuai dengan
urutan dan ukurannya. Wiremesh telah diikat pada balok induk
ataupun balok anak.

b) Gedung B
1) Pemasangan tray kabel
Dalam sistem kabel listrik bangunan, sistem kabel tray/cable
tray digunakan untuk mendukung berisolasi kabel listrik yang
digunakan untuk distribusi listrik dan komunikasi. Kabel tray/cable
tray digunakan sebagai alternatif untuk membuka sistem kabel atau
saluran listrik. Kabel tray biasanya digunakan untuk manajemen
kabel dalam konstruksi komersial dan industri. Kabel tray/cable tray
sangat berguna dimana perubahan ke sistem kabel diantisipasi,
karena kabel baru dapat diinstal dengan meletakkan mereka dalam
baki, bukan menarik mereka melalui pipa.
Kabel tray atau ladder adalah tempat dudukan kabel instalasi
listrik yang dipasang pada bangunan gedung sehingga tertata rapi
dan mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan, gambar ladder ini
dapat dilihat dibawah seperti sebuah rak rell dengan sekumpulan
kabel tertata rapi. bahan yang digunakan bisa terbuat dari
alumunimum, besi , baja dan material lainya. cara pemasangan
kabel tray atau ladder adalah sebagai berikut:
Pembuatan shop drawing penempatan jalur kabel dengan
mempertimbangkan bagian komponen bangunan lainya seperti
titik lampu,instalasi pipa dll, agar tidak berbenturan satu sama
lain maka dapat dibuat gambar instalasi secara keseluruhan
yang biasa disebut juga dengan shop drawing komposit.
Marking jalur tray atau ladder sesuai shop drawing
Tandai lokasi pengeboran untuk gantungan
Bor lokasi gantungan atau support
Pasang gantungan atau support ladder
Pasang kabel ladder
Pada setiap sambungan pasang penghubung grounding

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 64


Agar dapat bertahan lama maka kabel tray dapat di zincromate
atau finish cat untuk mencegah karat.

Gambar 4.26 Pemasangan tray kabel


Sumber : Dokumentasi pribadi

Pemasangan tray kabel yang kurang baik karna terlalu dekat


dengan dinding sehingga akan menyulitkan instalasi listrik pada
ruangan yang berdekatan dengan tray kabel dan juga menyulitkan
pada saat pengeboran dinding ke dalam ruangan.

2) Pemasangan rangka plafond


Pekerjaan ini merupakan pekerjaan bagian arsitektur. Rangka
plafond dibuat dan dipasang berjarak sekitar 50 cm. Dan dibuatkan
penggantung yang berasal dari bahan yang sama dengan rangka
sebagai penggantung, hal ini dilakukan untuk menghindari lendutan
dan menahan berat rangka plafond.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 65


Gambar 4.27 Pemasangan rangka plafond
Sumber : Dokumentasi pribadi

Pemasangan plafond yang harus mendahulukan instalasi listrik


terpasang telebih dahulu sudah sesuai.

3) Pemasangan keramik lantai 1


Pasang lantai keramik dikerjakan dengan cara:
Diletakkan diatas campuran semen, air dan pasir.
Diratakan menggunakan palu berbahan karet agar bahan tidak
pecah saat di ratakan.
Dilembagian sisinya masing-masing dengan bahan nap untuk
merekatkan antara tegel keramik.

Gambar 4.28 pemasangan tegel keramik


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 66


Pemasangan lantai keramik yang cukup baik karna menggunakan
tali sebagai patokan ketinggian dan kerataan keramik dan palu
karet agar keramik dapat diseimbangkan tanpa membuatnya retak.

c) Gedung C
1) Pekerjaan acian lantai 1
Pekerjaan ini merupakan tahap finishing dari pekerjaan dinding
secara keseluruhan. Campuran semen dan air diberlakukan untuk
mendapatkan adonan acian. Berikut tahapan-tahapan pekerjaan
acian yang baik.

Syarat sebelum finshing acian adalah pekerjaan plesteran harus


memenuhi standar terlebih dahulu.
Basahi plesteran yang sudah kering menggunakan air sampai
benar-benar jenuh. Maksud dari pembasahan ini adalah agar
plesteran yang kering tidak menyerap banyak air pada saat
acian basah ditempel. Apabila plesteran menyerap air yang
berlebih maka acian menjadi tidak menempel sempurna yang
akan menyebabkan retak-retak.
Buat adukan menggunakan semen mortar dengan
perbandingan sesuai dengan merk semennya.
Tempelkan adukan basah ke dinding, kemudian ratakan dengan
jidar agar permukaan lebih rata.
Gosok dan ratakan sampai permukaan benar-benar rata.
Setelah kering bisa dicek dengan menggunakan jidar apakah
hasilnya sdah rata. Pengecekan bisa dilakukan menggunakan
sinar. Karena permukaan yang bergelombang akan kelihatan
apabila diberi cahaya,

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 67


Gambar 4.29 Pekerjaan acian
Sumber : Dokumentasi pribadi

Pekerjaan acian menggunakan setrika sudah benar yaitu bertujuan


agar permukaan dinding lebih halus dan licin.

2) Pemasangan scaffolding balok lantai 3


Pemasangan scafolding merupakan bagian pekerjaan
pendukung yang amat pokok dan salah satu yang utama, sebab
scaffolding membantu bekisting untuk melaksanakan tugasnya
menjadi wadah dari beton yang siap dicor.
Scaffolding di pasang hamper disetiap sisi dan diseluruh bangunan
sebagai penahan balok dan plat yang dalam masa pengeringan.

Gambar 4.30 pemasangan scaffolding


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 68


Pemasangan scaffolding yang terbilang terburu-buru karna plat
beton yang berada pada bawah scaffolding belum layak untuk
menerima tekan lebih.

3) Pemasangan pipa pembuangan air kotor


Pipa pembuangan air kotor dipasang setelah beton plat telah
mengering. Pemasangannya harus mengacu pada soft drawing
dengan melihat perletakkan toilet serta wastafel yang ada di denah.
Jenis-jenis pipa yang digunakan untuk instalasi air kotor:

No Jenis Pipa Penjelasan


1 PVC diameter 4 tipe D Saluran induk air kotor buangan dari
kamar mandi, cucian dan air hujan
dipasang di pinggi kiri dan kanan
rumah.
2 PVC diameter 3 tipe D Untuk pipa vertical, buangan air hujan
dari talang di atap rumah.
3 Kombinasi Untuk pipa saluran dari closet menuju
PVC diameter 4 dan PVC septic rank untuk bagian yang
diameter 3 tipe D horizontal pipa PVC diameter 4 tipe
D, sedangkan untuk vertical PVC
diameter 3 tipe D yang ditanam
didalam dinding.
4 PVC diameter 2 tipe D Untuk saluran pembuangan dari
wastafel dan sink tempat cuci piring.

Tabel 4.5 Jenis-jenis pipa yang digunakan untuk instalasi air kotor

Tahap-tahap dalam pemasangan pipa air kotor yakni:


Melakukan pengeboran pada plat untuk membuat lubang pipa
dan tentunya sesuai dengan diameter pipa yang akan di
gunakan.
Setelah itu pipa dipasang pada tempatnya serta tidak lupa
pembobokan akan dilakukan untuk menempatkan pipa air
bersih didalam dinding.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 69


Gambar 4.31 Pemasangan pipa pembuangan air kotor
Sumber : Dokumentasi pribadi

Pemasangan pipa pembuangan air kotor yg tidak di


rencanakan terlebih dahulu berefek pada dinding bangunan
yang harus dibobok, sehingga membutuhkan tenaga yang
lebih dan juga kerugian materi.

4. Pengawasan minggu keempat (minggu IV)


a) Gedung A
1) Pemasangan lisplank
Pemasangan lisplank merupakan kedalam pekejaan arsitektur
yang dimana lisplank disini memiliki fungsi estetik (memperindah
tampak bangunan).
Lisplank dibuat secara terpisah dengan mengikuti mal dengan
bentuk yang diinginkan dari pihak owner.
Lisplank dibaut dengan panjang yang ditentukan hal ini agar
menghindari keretakan/pecah pada lisplank yang terlalu
panjang.
Pemasangan dilakukan dengan diletakkan disisi paling atas
mengelilingi bangunan.
Dikaitkan dengan pengait besi dan disusun berjejeran.
Setelah itu talang siap untuk dicor, hal ini bertujuan untuk
membuat plat dan juga untuk membuat lisplank menjadi terkunci
dan kaku.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 70


Gambar 4.32 pemasangan lisplank
Sumber : Dokumentasi pribadi

Pemasangan lipslank pada bangunan amat baik karna


pekerjaannya yang cukup kuat dan rapi.

2) Pemasangan rangka atap


Rangka atap merupakan struktur dari atap itu sendiri.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pendukungnya
(kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat,
agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan
persyaratannya. Persyaratan teknis rangka atap baja ringan di
antaranya adalah:
Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur
(dynabolt) pada kedua tumpuannya;
Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk;
Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-
kuda rata;
Sisi miring atap rata (tidak bergelombang);
Tidak ada kerusakan lapisan pelindung;
Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat.

Pekerjaan rangka atap dikerjakan dengan cara


Rangka atap dirangkai terlebih dahulu setelahnya lalu.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 71


Rangka atap di angkat keatas bangunan menggunakan mobil
tower (crane)
Dan pekerjaan selebihnya dikerjakan oleh tukang

Gambar 4.33 pemasangan rangka atap


Sumber : Dokumentasi pribadi

Pemasangan rangka atap sudah sesuai dengan prosedur


pemasangan namun para pekerja tidak menggunakan satupun alat
safety yg dapat membahayakan para pekerja.

3) Pemasangan penutup atap


Pekerjaan pemasangan penutup atap dikerjakan secara
manual, dengan cara mendaki setiap struktur atap untuk
memasang rangkanya. Pemasangan rangka atap dilakukan dengan
cara pembautan dengan titik tertentu yang berjarak.

Gambar 4.34 pemasangan penutup atap


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 72


Pemasangan penutup atap sudah benar namun para pekerja tidak
menggunakan alat safety sedikitpun, ini dapat mengancam
keselamatan para pekerja.

b) Gedung B
1) Pemasangan keramik dinding wc
Pemasangan keramik pada dinding wc yaitu bersamaan dengan
plesteran dinding agar dapat saling mengikat. Menggunakan palu
karet untuk meratakan tegel satu dengan tegel yang lainnya serta
penambahan nap sebagai perekat antara tegel satu dengan tegel
yang lainnya.

Gambar 4.35 pemasangan keramik dinding wc


Sumber : Dokumentasi pribadi

Pemasangan keramik yg bersamaan dengan plesteran dinding


bertujuan agar keramik langsung mengikat ke dinding bata dan juga
menghemat biaya jika harus memasang plesteran dinding terlebih
dahulu kemudian selanjutnya memasang keramik.

2) Pengecoran dinding selasar


Pegecoran kolom pada dinding selasar dilakukan setelah
dinding fasade depan telah terbangun agar memudahkan dalam
pengecoran.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 73


Gambar 4.36 Pengecoran dinding selasar
Sumber : Dokumentasi pribadi

Pengecoran kolom pada dinding selesar terlebih dahulu seblum


pemasangan batu bata sudah benar bertujuan agar kolom
mendapatkan kekakuannnya sebelum mendapat beban dari
pasangan dinding bata.

3) Pemasangan batu bata dinding selasar


Pemasangan dinding selsar sekaligus fasade bangunan yang
memiliki kolom praktis pada bagian pertemuan fasade.

Gambar 4.37 Pemasangan batu bata dinding selasar


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 74


Pemasangan batu bata dinding selasar yang baik karna
menggunakan kolom praktis pada pertemuan fasade yang
menjadikan fasade lebih kuat.

c) Gedung C
1) Pemasangan scaffolding talang air
Pemasangan scafolding untuk talang air dipasang dari lantai
dasar bangunan hingga dasar bekisting talang air. Scafolding disini
berfungsi untuk menahan beban beton yang akan di cor.

Gambar 4.38 Pemasangan scafolding talang air


Sumber : Dokumentasi pribadi

Pemasangan scaffolding yang baik karna kelengkapan bagian-


bagian scaffolding yg sesuai pada peruntukannya yang menjadikan
scaffolding tersebut kuat dan aman untuk digunakan.

2) Pekerjaan injeksi beton


Hasil yang keropos beton baik balok maupun kolom yang
mengalami keropos tentunya harus dilakukan penambalan agar
tampilan dan betonnya menjadi sempurna.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 75


Gambar 4.39 Pekerjaan tambal beton balok yang keropos (injeksi beton)
Sumber : Dokumentasi pribadi

Penambalan beton sebenarnya tidak perlu dilakukan jika cara


pengecoran sebelumnya dilakukan dengan baik dan benar.
Penggunaan vibrator secara maksimal saat penuangan bahan
beton menjadi factor utama agar hasil beton sempurna tanpa
adanya lubang-lubang kecil atau keropos.

3) Pekerjaan kolom praktis


Kolom praktis dipasang secara vertical dan di cor dengan beton
dan pengeboran dilakukan untuk menyambungkan kolom praktis ke
langit-langit plat.

Gambar 4.40 Pekerjaan kolom praktis


Sumber : Dokumentasi pribadi

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 76


Tidakan pengeboran kelangit-langit dari besi kolom praktis sudah
tepat, ini bertujuan agar kolom praktis terikat dengan plat beton
agar nantinya tidak terjadi pergeseran.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 77


BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pelaksanaan KKP (kuliah kerja praktek) profesi kali ini, dalam bidang
pengawasan pada PT. BIOSFERA WIDHY ENGINEERING dilaksankanan
Selama 1 (satu) bulan tersebut praktikan memperoleh banyak pengetahuan
dan informasi yang berhubungan dengan disiplin ilmu arsitektur, khususnya
dalam bidang pengawasan suatu proyek. Bagaimana pendapat kita bisa
disampaikan kepada konsultan pengawas agar nantinya bisa menjadi bahan
pertimbangan dalam pelaksanaannya dilapangan, dan juga dalam hal ini
konsultan pengawas memberikan beberapa materi tentang pengawasan
dilapangan yang membuat kami mempunyai suatu pengalaman kerja yang
bisa dikatakan matang.
Dari pengalaman dan informasi tersebut dapat kami tarik kesimpulan bahwa :
1. Umum
Dalam pelaksanaan praktek pengawasn ini banyak sekali manfaat bagi
mahasiswa untuk dijadikan sebagai bahan mengamatan dan bahan
perbandingan antara teori-teori yang sudah didapa dibangku kuliah
dengan kenyataan yang sebenarnya dilapangan selama proses
pengawasan.
2. Khusus
Yang harus kita ketahui dalam tahap pengawasan adalah :
a. Mengetahui nama-nama atau istilah-istilah pekerjaan yang ada
dilapangan;
b. Peran sebuah kelompok kerja (team work) dituntut untuk saling
bekerjasama agar dalam pengawasan bisa terawasi dengan baik.

B. SARAN
Dalam pelaksanaan KKP (kuliah kerja praktek) kita bisa dapat banyak
pengalaman apalagi dalam hal Pengawasan. Maka dari itu kita perlu
mengadakan konsultasi kepada pihak konsultan pengawas terlebih dahulu
agar apa yang kita kerjakan di lapangan yaitu Pengawasan bisa dapat
berjalan dengan baik. Dan perlu diketahui bahwa kita dalam melaksanakan

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 78


pengawasan di lapangan kita tidak boleh langsung menengur tukang yang
ada dilapangan karna kita hanya sebagai pelajar yang ingin belajar, terkecuali
dari pihak konsultan pengawas langsung memberikan mandat ke kita untuk
langsung menyampaikan kepada tukang yang ada di lapangan. Selain di
tempat KKP (kuliah kerja praktek) kita dapat memperluas jaringan, kita dapat
pula menambah kosakata pengetahuan dalam hal pekerjaan dilapangan.

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 79


DAFTAR PUSTAKA

http://www.elisa.ugm.ac.id
http://dokumen.tips/documents/06-tugas-tanggung-jawab-dan-wewenang-seliuk-
new.html
http://www.strategiproyek.com/2016/05/fungsi-dan-tugas-kontraktor-
pelaksana.html
http://henggarrisa.wordpress.com
eprints.polsri.ac.id
proyek_Ahmadroyhan31'sBlog.html
listrik220.blogspot.co.id
https://dunialistrikblog.wordpress.com
http://bayuneuer.blogspot.co.id
http://mumunmunawar.blogspot.co.id
Data proyek

PENGAWASAN GEDUNG KULIAH TERPADU UIN ALAUDDIN MAKASSAR|2016 80