Anda di halaman 1dari 2

Jiwa Pemimpin Yang Berintegritas, Sudahkah Mahasiswa Memilikinya?

Oleh : Putri Adriani Kusumastuti (Teknik Industri 2017)

Kepemimpinan adalah metode yang digunakan untuk memotivasi orang lain dalam suatu organisasi
supaya misi organisasi dapat tercapai. Dalam pelaksanaannya, diperlukan karakter ini diperlukan integritas.
Integritas adalah kualitas yang mencakup kejujuran, kredibilitas, dan ketulusan. Dalam kepemimpinan,
Integrasi memanifestasikan dirinya dengan cara seorang pemimpin berbicara, membimbing, dan bereaksi
terhadap kelompok (WikiHow, 2016). Karakter pemimpin berintegritas yaitu tulus dan konsisen, memiliki
keteguhan hati dan karakter, dan mampu bertahan sampai akhir. Ketulusan disini berarti apa yang dilakukan
sesuai dengan perkataannya, dengan memiliki sikap tulus ini maka angggota organisasi pun akan semakin setia,
baik terhadap pemimpinnya maupun terhadap organisasi. Seorang pemimpin harus konsisten dalam melakukan
sesuatu, karena sedikit pelanggaran saja akan meninggalkan kesan buruk. Untuk menjadi pemimpin, harus
memiliki sikap keteguhan hati yang berarti mampu bertahan dalam situasi yang penuh tantangan. Selan itu,
pemimpin harus mengerjakan tugasnya sebaik mungkin dan tetap bertahan sampai misi nya tercapai. Berlatih
memimpin dengan integritas akan meningkatkan rasa kepercayaan orang lain dan harga diri kita. Apabila kita
gagal membangun integritas, maka kita akan menghancurkan rasa kepecayaan dan mematahkan persatuan
organisasi. Maka dari itu, seorang pemimpin harus memiliki integritas yang tinggi.
Sebagai seorang mahasiswa, kita diharapkan dapat menjadi agent of change, yaitu sebagai penerus dan
calon pemimpin bangsa. Mahasiswa sebagai penerus bangsa merupakan bagian dari perubahan dari segala sisi,
baik dari segi akademis, pola pemikiran, dan sebagainya. Pada saat ini, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya
unggul dalam akademis saja, tetapi juga peka terhadap social, komunikatif, dan profesional dalam kehidupan.
Untuk mencapai karakter tersebut, para mahasiswa memerlukan tindakan nyata. Diantaranya, membangun jiwa
kepemimpinan, menjadi orang yang berintegritas, dan membangun integritas kepemimpinan.
Untuk membangun jiwa kepemimpinan, diperlukan keterampilan yang diasah dengan baik. Ada
beberapa cara untuk membangun jiwa kepemimpinan, salah satunya yaitu dengan mengikuti unit kegiatan
mahasiswa atau UKM. Dengan mengikuti organisasi, kita akan dilatih untuk berkomunikasi, berdiskusi, serta
membentuk pola pikir yang baik. Selain itu, di organisasi kita juga belajar untuk mengesampingkan ego kita
dan belajar memanage waktu dengan baik. Salah satu kualitas dan karakteristik yang diperlukan dalam
kepemimpinan adalah integritas, mahasiswa yang berintegritas berarti memiliki karakter dan konsisten terhadap
kehidupannya. Contohnya yaitu tidak menunda suatu pekerjaan. Dalam membangun integritas kepemimpinan
yang merupakan bentuk konsisten menumbuhkan keteladanan dalam mempegaruhi orang lain , secara tidak
langsung kita telah mendorong orang lain untuk menumbuhkan sikap berprinsip. Integritas inilah yang akan
menjaga seseorang supaya tetap berada di jalur yang benar dalam mencapai tujuan. Seorang pemimpin yang
berintegritas tidak akan mudah korupsi atau menyalahgunakan wewenang. Untuk mengembangkan integritas
sebagai mahasiswa, kita dapat melakukan hal berikut, yaitu dengan menghargai orang-orang disekitar kita,
memperkuat nilai-nilai bersama, mengembangkan kemampuan sebagai seorang pemimpin, mengembangkan
pelayanan, serta mengembangkan faktor kepercayaan yang dimiliki seperti optimis dan semangat serta
kecintaan terhadap para anggota atau kolega.
Terlepas dari semua itu, setiap orang memiliki cara untuk mengembangkan integritasnya secara
bertahap. Tindakan seseorang yang selalu menunjukkan integritas dan kebiasaan seorang individu akan menjadi
cara hidupnya. Cara ini adalah cara yang paling efektif untuk mengembangkan integritas pada diri sendiri. Dan
didalam organisasi, cenderung menerima kepribadian, maka integritas harus dimulai dari para pemimpin atau
atasan nya. Pemimpin yang baik akan mengakui kesalahan dan bertanggung jawab terhadap tindakannya.

Referensi :

Fahrezi,Rhio. (2016). Membangun Jiwa Kepemimpinan Yang Berintegritas Pada Mahasiswa [Online]. Melalui
http://rhiofahrezi.blogspot.co.id/p/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
Fogleman,R. (2007). The Leadership-Integrity Link (Kaitan Integritas dengan Kepemimpinan) [Online].
Melalui http://lead.sabda.org/lead/_pdf/kaitan_integritas_dan_kepemimpinan.pdf
_________(2016). How To Lead With Integrity [Online]. Melalui http://www.wikihow.com/Lead-With-Integrity

Anda mungkin juga menyukai