Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 3

MATA KULIAH DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN

Oleh
SUCIATI
NIM : 500648335

PROGRAM PASCA SARJANA PENDIDIKAN DASAR


UPBJJ SURABAYA
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2017
TUGAS 3

MATAKULIAH : DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN

SEMESTER : 2016.1

Petunjuk mengerjakan tugas.

Dalam mengerjakan tugas ini gunakan pengetahuan Anda yang diperoleh dari modul, serta
pengamatan dan pengalaman Anda sendiri di lapangan. Pemahaman terhadap konteks
masalah dapat memperkaya penjelasan Anda dalam mengerjakan tugas ini. Jangan segan
untuk menggunakan gagasan Anda sendiri untuk menjawab pertanyaan ini.

KASUS

Seorang siswa salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terakreditasi A di Kota
Bogor, Jawa Barat menceritakan pengalaman belajarnya. Dia menyatakan bahwa sekolahnya
memiliki fasilitas yang sangat lengkap antara lain laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),
laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan laboratorium kesenian. Namun siswa
tersebut merasa heran karena mikroskop, peralatan praktikum, dan Jas Lab laboratorium
IPA tidak pernah digunakan oleh siswa untuk belajar IPA. Komputer di lab komputerpun tidak
pernah digunakan untuk praktik komputer para siswa. Siswa itupun mengaku tidak pernah
diajak masuk ke laboratorium bahasa dan kesenian. Siswa ini mengaku sangat kecewa
karena dia suka bahasa Inggris dan ingin main drama. Siswa ini bercerita bahwa siswa hanya
masuk ke dalam Laboratorium dan mulai membuka buku pegangan siswa, membaca buku
tersebut kemudian mengerjakan tugas yang diberikan guru. Alat-alat praktikum tidak
digunakan walaupun dalam buku pegangan siswa pembelajaran harus dilakukan melalui
praktek. Siswa ini mengaku pernah bertanya kepada gurunya mengapa alat-alat
laboratorium tidak digunakan? Guru menjawab bahwa takut rusak dan memerlukan waktu
yang lama jika peralatan laboratorium digunakan.

Berdasarkan kasus tersebut jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

1. Menurut Anda apa yang salah dengan sekolah tersebut? Berikan alasan Anda
berdasarkan konsep difusi inovasi

2. Menurut Anda, pentingkah guru membelajarkan siswanya dengan menggunakan


alat-lat moderen? Jelaskan jawaban Anda dengan membaca e-readiness.

3. Menurut Anda, bagaimana cara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)


menyiapkan calon guru agar siap di Abad 21 dengan segala konsekuensinya?

Selamat mengerjakan.
JAWABAN TUGAS 3
1. Menurut Anda apa yang salah dengan sekolah tersebut? Berikan alasan Anda
berdasarkan konsep difusi inovasi
Dalam studi kasus tersebut, sekolah belum menerapkan konsep difusi inovasi dalam
pembelajaran sehingga berbagai fasilitas pembelajaran yang bersifat baru dan inovatif tidak
dipergunakan dengan efektif.
Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar
dalam sebuah kebudayaan. Difusi adalah proses komuikasi atau saling tukar informasi
tentang suatu bentuk inovasi antara warga masyarakat sasaran sebagai penerima inovasi
dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam waktu tertentu pula. Secara umum, difusi
inovasi dimaknai sebagai penyebarluasan dari gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses
komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu
tertentu di antara anggota sistem sosial dalam masyarakat.
Pada sekolah tersebut fasilitas yang sangat lengkap antara lain laboratorium Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA), laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan laboratorium
kesenian merupakan inovasi baru yang mengubah proses pembelajaran. Namun pihak guru
dan manajemen tidak menggunakan inovasi tersebut dalam proses pembelajaran dengan
alasan takut merusak fasilitas yang ada. Guru lebih memilih menggunakan alat pembelajaran
konvensional berupa buku teks dan mengerjakan soal latihan.
Suatu inovasi akan berproses untuk akhirnya terintegrasi dalam sistem organisasi, bila
tidak berhasil terintegrasi maka inovasi tersebut akan ditinggalkan dan berhenti. Dalam
bidang pendidikan, pendidik (guru) perlu mempunyai budaya inovasi, bersikap inovatif
dalam pembelajaran maupun pengembangan profesional. Guru perlu menjadi perancang
pembelajaran bukan sekedar pengguna dari yang ada. Karena itu guru perlu menguasai ilmu
merancang pembelajaran dengan baik.
Oleh karena dalam kasus di atas, fasilitas laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),
laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan laboratorium kesenian merupakan inovasi
pembelajaran yang perlu diupayakan proses divusi. Yakni dengan merubah paradigma
berfikir guru dan manajemen sekolah sehingga fasilitas-fasilitas tersebut dapat dipergunakan
dengan optimal dan efektif.
Sesuai dengan tahapan proses divusi (diseminasi) inovasi, maka pihak manajemen
sekolah perlu melakukan tahapan sebagai berikut:
1. Design yaitu tahap perencanaan dan perancangan. Pihak sekolah merancang
kurikulum yang terintegrasi dengan fasilitas laboratorium yang ada. Termasuk dalam
hal ini merancang Rencana Proses Pembelajaran (RPP) guru dengan menggunakan
fasilitas laboratorium yang ada sehingga pemanfaatan laboratorium tersebut dapat
dipergunakan dengan maksimal.
2. Awareness-interest yaitu tahap komunikasi untuk penyadaran terhadap setiap elemen
sekolah terkait dengan inovasi pembelajaran terbaru.
3. Evaluation yaitu melakukan kajian atau evaluasi terhadap kemungkinan menerima
atau menolak dari pengguna inovasi.
4. Trial yaitu uji coba atas produk inovasi tersebut untuk melihat sejauh mana sistem
tersebut dapat digunakan oleh target pengguna.
Apabila keempat tahapan tersebut dilakukan oleh pihak manajemen sekolah, maka
diharapkan pemanfaatan laboratorium bisa digunakan dengan optimal.

2. Menurut Anda, pentingkah guru membelajarkan siswanya dengan menggunakan


alat-alat modern? Jelaskan jawaban Anda dengan membaca e-readiness.
Penggunaan alat-alat modern dalam pembelajaran sangat diperlukan, karena akan sangat
membantu proses pembelajaran lebih efektif dan efisien. Alat-alat modern dalam bidang
pendidikan yang dimaksud adalah pemanfaatan peralatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK). Perkembangan teknologi yang berkembang dengan pesat akan menjadi
faktor yang menguntungkan dalam proses pembelajaran oleh guru. Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) dalam bidang pendidikan dapat berguna untuk pembuatan materi belajar
dan presentasi, keperluan penelitian bagi pengajar dan peserta didik, komunikasi antara
pengajar dan peserta didik, media belajar (praktek dan latihan, pemicu kreatifitas, dan
pemecahan masalah).
Namun demikian pemanfaatan TIK dalam inovasi pembelajaran perlu dikaji melalui
sejumlah kriteria e-readiness (kesiapan untuk menggunakan teknologi) antara lain: (1)
karakteristik peserta, (2) ketersediaan fasilitas teknologi untuk pembelajaran elektronik, (3)
kemampuan organisasi untuk mengelola pembelajaran berbasis teknologi elektronik, (4)
proses pembelajaran berbasis teknologi elektronik serta solusi-solusi terhadap masalah proses
belajar yang mungkin terjadi, (5) memampukan peserta didik untuk berpartisipasi dalam
pembelajaran berbasis teknologi elektronik, (6) kemampuan mengelola berbagai isu yang
terkait dengan kegiatan pembelajaran maupun training melalui teknologi elektronik.
Maka pemanfaatan alat-alat modern khususnya di Indonesia secara umum masih sangat
terbatas, disebabkan kendala konektivitas terhadap internet masih terbatas, pembelajaran
berbasis elektronik belum menjadi prioritas dalam pengembangan strategi nasional, dan
secara sosial dan budaya SDM Indonesia belum sepenuhnya melek dengan Teknologi
Informasi dan Komunikasi.

3. Menurut Anda, bagaimana cara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan


(LPTK) menyiapkan calon guru agar siap di Abad 21 dengan segala konsekuensinya?
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) perlu menyiapkan calon guru
agar siap di Abad 21 dengan segala konsekuensinya. Penyelenggaraan pendidikan di
Indonesia, diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Bentuknya dapat berupa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP), Institut
Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP, yang
keberadaannya di bawah universitas). Lembaga-lembaga tersebut sebagai lembaga pencetak
tenaga-tenaga pendidik yang profesional. Diperlukan pemikiran dan sikap profesional dari
para penyelenggara LPTK untuk meningkatkan kualitas mutu lulusannya, khususnya terkait
dengan tantangan pendidikan di abad 21.
Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas perlu dilakukan perbaikan pada saat
rekruitment calon mahasiswa. Dengan kata lain, calon mahasiswa harus diseleksi secara
ketat agar menghasilkan sarjana yang berkualitas. Selain itu juga harus melakukan
pembenahan kurikulum, kualitas dosen, atmosfer akademik, sarana, dan budaya akademik
juga harus dibangun untuk melahirkan sarjana pendidikan yang handal secara intelektual dan
memiliki kualitas akhlak yang baik. Selain itu, LPTK harus mempersiapkan calon sarjana
yang siap pakai, memiliki kompetensi yang diperlukan di lapangan pekerjaan.
Untuk mempersiapkan tenaga pendidik yang siap menghadapi tantangan di abad 21
maka diperlukan calon pendidik (guru) yang memiliki:
1) Menguasai Subyek Materi Pelajaran
Guru haruslah menguasai kandungan kurikulum materi pelajaran yang diampu. Hal ini
merupakan faktor yang mutlak dibutuhkan bagi guru dalam mengajar.
2) Mahir dan Berketrampilan dalam Pedagogi
Guru mahir dalam menggunakan berbagai strategi pengajaran dan pembelajaran di dalam
kelas. Guru yang memiliki keterampilan mengajar tentu mampu menwujudkan suasana
pembelajaran yang lebih kondusif .
3) Memahami Perkembangan siswa
Psikologi pendidikan juga menerapkan kepentingan bagi seseorang guru untuk faham
akan perkembangan siswa, serta mampu mengasihi para siswanya. Guru abad 21
seharusnya mampu untuk menilai perkembangan murid sesuai dengan bakat dan minat
mereka.
4) Memahami Psikologi Pembelajaran
5) Guru abad 21 juga berupaya untuk memahami psikologi pembelajaran bagi para
siswanya. Dengan memahami bagaimana minat dan respon pelajar ketika belajar, maka
akan membantu seseorang guru menjadi seorang pendidik.
6) Kemahiran Konseling
Guru juga perlu mempunyai kemahiran konseling ketika berurusan dengan pelajar.
Kemahiran untuk membantu pelajar menangani emosi, sosial dan juga pelbagai lagi
perkara yang menjadi masalah pada masa remaja. Adalah satu kelebihan untuk guru-guru
yang memiliki kemahiran konseling dalam menangani isu-isu yang berkaitan dalam dan
luar sekolah.
7) Penggunaan Teknologi Modern
Memang tidak dapat dinafikkan penggunaan teknologi terkini merupakan salah satu ciri
penting bagi guru abad ke 21. Selain daripada murid yang memang mahir dengan
penggunaan gajet dan pelbagai alatan elektronik lain, maka guru juga perlu seiring dalam
menggunakan teknologi ini untuk menarik minat pelajar untuk belajar. Pembelajaran yang
menggunakan lcd, game, aplikasi mobile sudah tentu membawa suasana pembelajaran
yang menarik di dalam kelas.

Anda mungkin juga menyukai