Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

1.2

Perumusan Masalah Permasalahan yang muncul dalam

Latar Belakang 1. 2. 3. 4. 5. 1.3 mencapai tujuan sebagai berikut : 1. 2.
Latar Belakang
1.
2.
3.
4.
5.
1.3
mencapai tujuan sebagai berikut
:
1.
2.
3.
4.
5.
1.4
Batasan Masalah
diberikan suatu batasan masalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
1.5 Manfaat

perencanaan reklamasi lahan proyek Packing Plant PT. Semen Gresik di Balikpapan antara lain :

1.1

Seiring dengan pesatnya permintaan akan kebutuhan semen portland untuk aktifitas pembangunan di kawasan Kalimantan Timur dan sekitarnya, maka PT. Semen Gresik merencanakan adanya unit pengemasan semen (Packing Plant) di daerah Kariangau, Balikpapan. Pembangunan Packing Plant tersebut diharapkan dapat memperlancar arus distribusi semen curah ke wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Hal ini mengingat daerah Kalimantan Timur merupakan daerah dengan tingkat pembangunan infrastruktur yang tinggi serta banyaknya dunia industri di wilayah tersebut. Rencana packing plant PT. Semen Gresik terletak di daerah perairan teluk Balikpapan di desa Kariangau Kalimantan Timur. Daerah perairan teluk Balikpapan merupakan daerah rawa dengan pohon bakau yang rapat dan merupakan daerah pasang surut. Elevasi permukaan tanah asli rata-rata +1,00 m LWS, sehingga perlu penimbunan reklamasi sekitar 3 m untuk mencapai elevasi rencana +4 m LWS. Kondisi tanah existing pada lokasi proyek pembangunan Packing Plant di Balikpapan menunjukkan kondisi tanah lempung/lanau. Tanah ini pada umumnya mempunyai daya dukung rendah dan memiliki sifat kompresibel tinggi dan permeabilitas yang sangat rendah. Karena memiliki sifat-sifat tersebut, tanah ini cenderung memiliki potensi penurunan konsolidasi yang besar dan dalam waktu yang cukup lama. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu metode perbaikan tanah untuk mempercepat proses konsolidasi. Kombinasi antara metode preloading dengan PVD (Prefabricated Vertical Drain) merupakan salah satu metode untuk mempercepat proses konsolidasi. Karena tanpa PVD, penurunan akan berlangsung sangat lama. Permasalahan lain yang dihadapi yaitu lokasi reklamasi yang berhubungan langsung dengan laut, memerlukan suatu struktur pelindung berupa tanggul yang berfungsi untuk melindungi tanah timbunan dai terjangan arus dan gelombang air laut. Untuk lebih memperkuat struktur tanggul diperlukan pekuatan tanah di bawah tanggul dengan menggunakan micropile. Penggunaan micropile berfungsi untuk

Berapa tinggi awal (H initial ) yang diperlukan untuk mendapatkan tinggi timbunan yang diinginkan?

Berapa besar dan waktu pemampatan tanah akibat beban yang bekerja di atas tanah timbunan?

Bagaimana merencanakan percepatan pemampatan tanah menggunakan preloading dikombinasikan dengan PVD ?

Bagaimana merencanakan perkuatan tanah dengan micropile agar tidak terjadi kelongsoran?

Bagaimana metode pelaksanaan urugan reklamasi pada proyek Packing Plant PT. Semen Gresik?

Tujuan Dari rumusan masalah diatas diharapkan

Mendapatkan tinggi awal (H initial ) yang diperlukan untuk mendapatkan tinggi timbunan yang diinginkan.

Mendapatkan besar dan waktu pemampatan tanah akibat beban yang bekerja di atas tanah timbunan.

Merencanakan percepatan pemampatan tanah menggunakan preloading dikombinasikan dengan PVD

Merencanakan perkuatan tanah dengan micropile agar tidak terjadi kelongsoran.

Mengetahui metode pelaksanaan urugan reklamasi pada proyek Packing Plant PT. Semen Gresik.

Untuk menghindari munculnya penyimpangan terhadap permasalahan yang semakin meluas dalam Tugas Akhir ini, maka

Data yang digunakan adalah data sekunder.

Tidak membahas masalah oceanografi dari daerah reklamasi.

meningkatkan tegangan geser tanah. Apabila tegangan geser tanah meningkat, maka daya dukung tanah di sekitarnya juga akan meningkat. Studi ini perlu dilakukan agar dapat merencanakan metode perbaikan tanah pada kawasan reklamasi untuk mengatasi besar penurunan dan lama penurunan tanah, khususnya pada jenis tanah lempung yang sangat lunak.

Tidak melakukan evaluasi sedimentasi dan pengerukan.

Perencanaan dalam Tugas Akhir ini dimaksudkan dapat menjadi alternatif perbaikan

tanah pada proyek pembangunan Packing Plant Semen Gresik di Balikpapan.

1

1.6 Lokasi Studi

Lokasi rencana Packing Plant PT. Semen Gresik terletak di desa Kariangau, yaitu sekitar + 24 km dari kota Balikpapan. Di sepanjang sisi perairan menuju ke lokasi, terdapat beberapa dermaga diantaranya milik PT. Holliburton, Balikpapan Coal Terminal, PLTU dan rencana Terminal Peti Kemas PT. Pelindo.

BAB IV ANALISA DATA PERENCANAAN

4.1 Data Tanah Gambar 1.1 Lokasi rencana Packing Plant PT. Semen Gresik METODOLOGI Gambar 4.1
4.1 Data Tanah
Gambar 1.1 Lokasi rencana Packing Plant PT.
Semen Gresik
METODOLOGI
Gambar 4.1 Hubungan N-SPT dan kedalaman
4.2
 fisis tanah timbunan
Sifat
C
= 0
timb = 1,8 t/m 3
= 1,8 t/m 3
sat
= 30
 Geometri timbunan
Tinggi
timbunan
direncanakan
(H final )
ditimbun
sampai
elevasi
+
4,00
LWS
(H final ) ditimbun sampai elevasi + 4,00 LWS Data tanah yang digunakan adalah data hasil

Data tanah yang digunakan adalah data hasil penyelidikan tanah proyek urugan lahan packing plant PT. Semen Gresik yang dilakukan oleh PT. Petrosol berupa data SPT dan data laboratorium.

oleh PT. Petrosol berupa data SPT dan data laboratorium. Dari hasil ploting di atas dapat ditentukan

Dari hasil ploting di atas dapat ditentukan kedalaman lapisan tanah yang terkonsolidasi dengan nilai N-SPT < 10 yaitu hingga kedalaman - 23.00 m. Maka tebal lapisan tanah yang terkonsolidasi sebesar 23 m (elevasi + 0.00 m hingga elevasi -23.00 m).

Data Timbunan Material timbunan direncanakan memakai

limestone yang diambil dari daerah sekitar proyek dengan spesifikasi teknis sebagai berikut :

akan

dengan

elevasi tanah dasar rata-rata +1,00 m dan luas area

timbunan + 10400 m 2 . Perencanaan geometri timbunan dapat dilihat pada Gambar 4.2.

2

5.2.1 Perhitungan

Besar

Pemampatan

Konsolidasi (Consolidation Primary Settlement) Tabel 5.1 Parameter tanah No. Kedalaman Tebal Z Cu  sat
Konsolidasi
(Consolidation
Primary
Settlement)
Tabel 5.1 Parameter tanah
No.
Kedalaman
Tebal
Z
Cu
 sat
Cc
eo
Lapisan
(m)
Lapisan(m)
(m)
(t/m3)
(kg/cm2)
1 0-6
6
3
1,590
0,938
1,106
0,18
2 6-23
17
14,5
1,765
0,221
0,864
0,28
Gambar 4.2 Potongan melintang timbunan
4.3
Data Spesifikasi Bahan
1.
Prefabricated Vertical Drain (PVD)
timb
+2.00 m LWS
PVD yang digunakan yaitu tipe CeTeau-Drain
Hw
CT-D812 dengan ukuran 100 mm x 5 mm.
Detail spesifikasi PVD ditunjukkan pada
Lampiran 2.
Z1
sat1 ; C1
6.00
Z3
sat2 ; C2
2.
Micropile
Micropile yang digunakan yaitu micropile
segitiga dengan spesifikasi : dimensi 28 cm x 28
cm, mutu beton K-450 dan mutu baja tulangan
U-39. Detail spesifikasi micropile ditunjukkan
pada Lampiran 3.
sat3 ; C3
17.00
Gambar 5.1 Sketsa Rencana Perhitungan
BAB V
PERENCANAAN GEOTEKNIK
REKLAMASI
Tabel 5.2 Hasil Perhitungan Tinggi Timbunan
Awal (H initial ) dan Settlement
q
H
Sc
H Traffic
H Final
Initial
dibongkar
5.1
Perhitungan Beban
Sebelum merencanakan reklamasi lahan, hal yang
(t/m 2 )
(m)
(m)
(m)
(m)
3
2,418
1,353
0,600
0,466
perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menghitung
beban yang akan diterima tanah dasar yang meliputi :
5
3,818
1,872
0,600
1,346
7
5,096
2,172
0,600
2,324
1. Beban Timbunan
9
6,339
2,410
0,600
3,329
2. Beban Traffic
11
7,560
2,608
0,600
4,352
Beban traffic (q traffic ), diasumsikan setara
dengan timbunan setinggi 0,6 m . Jadi beban total
untuk tanah dasar adalah:
q
=
6 x 1,8
= 10,8
t/m 2
timb
q
=
0,6
x 1,8
=
1,08 t/m 2 +
traffic
= 11,88 t/m 2
q total
5.2
Perhitungan Tinggi Awal Timbunan (H inisial )
Perhitungan konsolidasi pada perencanaan ini
dihitung berdasarkan pemampatan tanah akibat
konsolidasi primer (Consolidation Primary
Settlement) yaitu pada kondisi normally consolidated.
Perhitungan pemampatan menggunakan persamaan
2.2 dan 2.4. Pada persamaan tersebut, terdapat
variable P yang merupakan penambahan beban
akibat
beban
timbunan
pada
lapisan
tanah
yang
Gambar 5.2 Grafik Hubungan antara Tinggi
Timbunan Akhir (H final ) dengan Tinggi Timbunan
Awal (H initial )
ditinjau.
Beban
timbunan
yang
digunakan
untuk
mencari P tersebut adalah 3 t/m 2 , 5 t/m 2 , 7 t/m 2 , 9
t/m 2 , dan 11 t/m 2 .
timbunan yang digunakan untuk mencari P tersebut adalah 3 t/m 2 , 5 t/m 2 ,

3

5.4 Perencanaan PVD PVD dipasang sepanjang lapisan tanah yang terkonsolidasi yaitu hingga lapisan tanah dengan

5.4 Perencanaan PVD

PVD dipasang sepanjang lapisan tanah yang terkonsolidasi yaitu hingga lapisan tanah dengan nilai SPT <
PVD dipasang sepanjang lapisan tanah yang
terkonsolidasi yaitu hingga lapisan tanah dengan
nilai SPT < 10. Pada perencanaan ini perlu
dilakukan perhitungan untuk pemilihan pola dan
jarak pemasangan PVD untuk mendapatkan hasil
yang efisien sesuai yang diinginkan.
Gambar 5.3 Grafik Hubungan antara Tinggi
Timbunan Akhir (H final ) dengan Settlement (Sc)
Dengan menggunakan persamaan pada Gambar 5.2
dan 5.3 didapatkan :
5.4.1 Pemilihan Pola Pemasangan PVD
Terdapat dua macam pola pemasangan PVD,
yaitu dengan pola pemasangan segitiga dan
segiempat. Dalam perencanaan ini akan dilakukan
perhitungan pola pemasangan segitiga dan
segiempat dengan jarak S yaitu 0,8 m ; 1,0 m ; 1,2
m ; 1,5 m agar mendapatkan hasil yang efisien
untuk mencapai derajat konsolidasi yang
diinginkan.
Elevasi akhir = + 4 m LWS
Elevasi tanah dasar rata-rata = + 1 m LWS
Tinggi timbunan rencana = 4 - 1 = 3 m
H initial = -0,06x 2 + 1,5997x + 1,7151
5.4.2 Perhitungan Derajat Konsolidasi Vertikal
(U
v )
Perhitungan
derajat
konsolidasi vertical
= -0,06 (3) 2 + 1,5997(3) + 1,7151
= 5,974 m
Sc = -0,06x 2 + 0, 5997x + 1,1151
(U v ) ditentukan dengan menggunakan persamaan
2.9. Dalam persamaan tersebut terdapat fungsi T v
(faktor waktu) yang dicari dengan menggunakan
persamaan 2.8.
= -0,06 (3) 2 + 0,6118 (3) + 1,1151
= 2,374 m
5.3
Cv
Hdr
Perhitungan Waktu Konsolidasi
= 1,5 m 2 /th = 0,0002 cm 2 /dt
= 23/2 =11,5 m
5.4.3 Perhitungan Derajat Konsolidasi
Horisontal (U h )
Untuk menghitung derajat konsolidasi,
dapat digunakan persamaan 2.17 yang berubah
menjadi :
U
= 90 %, maka Tv = 0,848
(Diperoleh dari Tabel 5.4)
Sehingga waktu konsolidasi untuk mencapai 90
% derajat konsolidasi adalah sebagai berikut :
1
U
1
h
 tx xCh
8
 
2
D
x
2
xF
(
n
)
T
H
 2
 e
t 
90%
dr
C
v
0,848 11,5
2
Tabel 5.4 Nilai F(n) untuk Pemasangan Pola
Segitiga
t
74,765tahun
1,5
S
D
a
b
dw
n
F(n)
m
mm
mm
mm
mm
Tabel 5.3 Perhitungan Waktu Konsolidasi
0,8
840
100
5
66,845
13
1,791
Derajat
Faktor
Lama
Lama
1,0
1050
100
5
66,845
16
2,011
Konsolidasi
Waktu
Konsolidasi
Konsolidasi
1,2
1260
100
5
66,845
19
2,192
(U%)
(T
v )
(detik)
(tahun)
0
0
0
0,000
1,5
1575
100
5
66,845
24
2,410
10
0,008
6238814
0,705
20
0,031
12477629
2,733
30
0,071
18716443
6,260
Tabel 5.5 Nilai F(n) untuk Pemasangan Pola
Segiempat
40
0,126
24955258
11,109
S
D
a
b
dw
n
F(n)
50
0,197
31194072
17,369
m
mm
mm
mm
mm
60
0,287
37432886
25,304
0,8
904
100
5
66,845
14
1,863
70
0,403
43671701
35,531
1,0
1130
100
5
66,845
17
2,084
80
0,567
49910515
49,991
90
0,848
56149330
74,765
1,2
1356
100
5
66,845
20
2,260
100
1,5
1695
100
5
66,845
25
2,483

4

Tabel 5.7 Perubahan Tegangan pada Tiap Lapisan Tanah dengan Derajat Konsolidasi 100% Tegangan Po' σ1'
Tabel 5.7 Perubahan Tegangan pada Tiap Lapisan
Tanah dengan Derajat Konsolidasi 100%
Tegangan
Po'
σ1'
σ2'
σ3'
σ4'
H1 =
H2 =
H3 =
H4 =
Kedalaman
H=0 m
0.5m
0.5 m
0.5 m
0.5 m
0-1
0,295
1,195
2,095
2,995
3,895
1-2
0,885
1,785
2,685
3,585
4,485
2-3
1,475
2,375
3,275
4,175
5,075
3-4
2,065
2,965
3,865
4,765
5,665
4-5
2,655
3,555
4,455
5,355
6,255
5-6
3,245
4,145
5,045
5,943
6,838
6-7
4,9725
5,873
6,769
7,660
8,547
7-8
5,7375
6,632
7,520
8,403
9,282
8-9
6,5025
7,388
8,268
9,143
10,013
9-10
7,2675
8,146
9,021
9,890
10,758
10-11
8,0325
8,904
9,773
10,639
11,505
11-12
8,7975
9,665
10,531
11,397
12,261
12-13
9,5625
10,428
11,294
12,158
13,013
13-14
10,3275
11,192
12,056
12,909
13,762
14-15
11,0925
11,946
12,799
13,649
14,482
15-16
11,8575
12,707
13,553
14,385
15,213
16-17
12,6225
13,460
14,291
15,116
15,929
17-18
13,3875
14,212
15,035
15,841
16,640
18-19
14,1525
14,973
15,780
16,579
17,369
19-20
14,9175
15,724
16,521
17,310
18,093
20-21
15,6825
16,478
17,267
18,050
18,825
21-22
16,4475
17,236
18,012
18,786
19,533
22-23
17,2125
17,988
18,762
19,509
20,251
Tabel 5.8 Konsolidasi Total untuk Pemasangan
Pola Segitiga dengan Jarak 1 meter
Penimbunan Bertahap (Preloading)
t
Tv
Uv
Uh
Utotal
(minggu)
(%)
(%)
(%)
1 0,0002
0,017
0,099
11,385
2 0,0004
0,024
0,188
20,704
3 0,0007
0,029
0,268
28,929
H initial
4 0,0009
0,033
0,341
36,248
Jumlah pentahapan
= 5,974 m
= 5,974 / 0,50
5 0,0011
0,037
0,406
42,783
= 11,95 tahap
6 0,0013
0,041
0,464
48,629
= 12 tahap
7 0,0015
0,044
0,517
53,864
8 0,0017
0,047
0,565
58,556
9 0,0020
0,050
0,608
62,765
10 0,0022
0,053
0,647
66,540
11 0,0024
0,055
0,682
69,929
12 0,0026
0,058
0,713
72,972
13 0,0028
0,060
0,742
75,704
14 0,0031
0,062
0,767
78,158
15 0,0033
0,065
0,790
80,363
16 0,0035
0,067
0,811
82,344
17 0,0037
0,069
0,830
84,124
18 0,0039
0,071
0,846
85,724

Dari grafik tersebut, dipilih pemasangan PVD dengan pola segitiga. Untuk jarak pemasangan dipilih 1,0 m dengan waktu yang diperlukan untuk mencapai konsolidasi 90 % adalah 21 minggu, dengan asumsi adanya batasan waktu proyek sehingga diambil waktu yang tidak terlalu lama.

5.5

Pelaksanaan penimbunan di lapangan dilakukan secara bertahap yaitu menggunakan asumsi kecepatan

penimbunan di lapangan 50 cm/minggu. Dengan

tinggi timbunan awal (H initial ) yang didapat dari perhitungan sebelumnya maka jumlah tahapan penimbunan adalah sebagai berikut :

Dalam tahap penimbunan, langkah awal yang dilakukan adalah mencari tinggi timbunan kritis (Hcr)

yang mampu dipikul oleh tanah dasar agar timbunan tidak mengalami kelongsoran. Dari hasil analisa Xstabl didapat tinggi timbunan kritis (Hcr) = 2 m dengan SF = 1,28 lebih besar dari SF rencana = 1,2

5

19 0,0041 0,073 0,862 87,162 20 0,0044 0,075 0,875 88,454 21 0,0046 0,076 0,888 89,616
19
0,0041
0,073
0,862
87,162
20 0,0044
0,075
0,875
88,454
21 0,0046
0,076
0,888
89,616
22 0,0048
0,078
0,899
90,660
23 0,0050
0,080
0,909
91,600
24 0,0052
0,082
0,918
92,444
25 0,0055
0,083
0,926
93,203
26 0,0057
0,085
0,933
93,886
27 0,0059
0,087
0,940
94,500
28 0,0061
0,088
0,946
95,052
29 0,0063
0,090
0,951
95,549
30 0,0065
0,091
0,956
95,996
31 0,0068
0,093
0,960
96,397
32 0,0070
0,094
0,964
96,759
33 0,0072
0,096
0,968
97,084
34 0,0074
0,097
0,971
97,376
35 0,0076
0,099
0,974
97,639
36 0,0079
0,100
0,976
97,876
37 0,0081
0,101
0,979
98,089
38 0,0083
0,103
0,981
98,280
39 0,0085
0,104
0,983
98,453
40 0,0087
0,105
0,984
98,608
Cu
Cu
Cu
Kedalaman
PI
Lama
Baru
Pakai
(m)
%
t/m 2
t/m 2
t/m 2
77,00%
1,78
0,712
0-1
77,00%
1,78
0,831
1-2
77,00%
1,78
0,945
2-3
1,78
77,00%
1,78
1,058
3-4
77,00%
1,78
1,171
4-5
77,00%
1,78
1,288
5-6
25,67%
2,80
1,401
6-7
25,67%
2,80
1,513
7-8
25,67%
2,80
1,622
8-9
25,67%
2,80
1,732
9-10
25,67%
2,80
1,840
10-11
25,67%
2,80
1,948
11-12
25,67%
2,80
2,057
12-13
25,67%
2,80
2,166
13-14
satu cerucuk )
25,67%
2,80
2,276
2,80
Digunakan
micropile
bentuk
14-15
segitiga sama sisi dengan data sebagai berikut :
25,67%
2,80
2,386
15-16
- Panjang sisi segitiga (b)
= 28 cm
25,67%
2,80
2,496
16-17
- Mutu beton
= K-450
25,67%
2,80
2,605
17-18
- Fc’
= 45 Mpa
25,67%
2,80
2,711
18-19
- Tegangan ijin beton
= 168,08 kg/cm2
25,67%
2,80
2,819
- E (Modulus Elastisitas)
19-20
25,67%
2,80
2,928
20-21
25,67%
2,80
3,040
21-22
25,67%
2,80
3,152
22-23

5.6 Perhitungan micropile sebagai perkuatan tanah dasar pada tanggul Tahap awal yang dilakukan dalam pekerjaan reklamasi adalah membuat tanggul sebagai pelindung material timbunan reklamasi dari gelombang air laut. Dengan daya dukung tanah dasar yang rendah, diperlukan suatu perkuatan tanah dasar menggunakan konstruksi micropile di bawah tanggul untuk meningkatkan tahanan geser tanah.

5.6.1 Perhitungan Micropile Cerucuk yang digunakan sebagai perkuatan tanah pada tugas akhir ini adalah cerucuk beton (micropile). Untuk menghitung kebutuhan micropile, maka hal yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Menentukan kekuatan satu micropile (P max

penampang

= 4700fc’ =287.238,838kg/cm 2

(P m a x penampang = 4700  fc’ =287.238,838kg/cm 2 Tabel 5.11 Perubahan Nilai C

Tabel 5.11 Perubahan Nilai C u pada Minggu ke-12

6

b

4

  Inersia  0,018 b 4  11.063,808 cm 4 32 3 1 
 
Inersia 
0,018
b
4
11.063,808
cm
4
32
3
1
 1 
Y
b
0,577b
16,156cm
R 11.80
3
1
 2 
Y
b
0,289
b
8,092
cm
2
3 b
Dari perhitungan Y 1 dan Y 2 didapat nilai Y 2 >Y 1 ,
maka yang digunakan dalam perhitungan adalah nilai
Y 2 .
M
p
max 1
micropile
P max satu micropile =
T
F
Gambar 5.7 Sketsa Jari-Jari Bidang Longsor dan
Pemasangan Micropile
M
Inersia
5.7
Perhitungan Tanggul
all
M Pmax satu micropile =
y
Fungsi utama dari tanggul adalah untuk
2
melindungi material reklamasi dari gangguan arus
168,08
11063,808
115.103,05kg.cm
16,156
dan gelombang. Diasumsikan tinggi gelombang
kritis 0,5 – 1,0 m. Sudut kemiringan direncanakan
1:1.
T
=
(EI/f) 1/5
Cu
= 0,18 kg/cm 2
qu
= 2 x Cu = 0,36 kg/cm 2 x 0,977 = 0,35
Sesuai dengan desain kriteria, maka harga
parameter-parameter dalam perhitungan tanggul
adalah sebagai berikut :
- Berat jenis armour = 2,5 t/m 3
Dengan nilai qu = 0,35 dicari nilai f pada grafik
(Gambar 2.9) sehingga diperoleh nilai f = 3
- Berat jenis air laut = 1,025 t/m 3
-
f
=
3 ton/ft 3 x 0,032 = 0,096 kg/cm 2
T 287.238,838)/0,096) 1/5
= ((11.063,808 x
= 127,05 cm
Tinggi gelombang rencana (HS) = 1 m
Tanggul direncanakan menggunakan batu
alam yang mempunyai permukaan kasar, bentuk
tidak beraturan dengan nilai K D = 5,2, sedangkan
koefisien porositas 1,15 dan n = 37%.
L/T = 200/127,05 = 1,57 (dengan asumsi panjang
micropile di bawah bidang longsor adalah
200 cm)
5.7.1 Armour Layer
Dengan menggunakan persamaan 2.43
2,5
1,025
D
1,439 /
t
m
3
F
M = 1 diperoleh dari grafik (Gambar 2.10)
1,025
115.103,05
 905,97kg
P max satu micropile =
5.7.2 Cross Section
Dengan menggunakan persamaan 2.44
127,05
1
1/ 3
60
D
3
1,02
 
0,972m
2.
Menghitung Kebutuhan Micropile
2500 
Dari program DX-STABL diperoleh :
SF
= 1,062
5.7.3 Tebal Lapisan
Dengan menggunakan persamaan 2.45
M
Ro = 4.621 KNm
1/ 3
80
R
= 11,78 m
D
2
1,02
 
0,65m
MRo
2500 
M
SFo
= 4351,224 KNm
P
M R = (S fa - S f0 ) x M p  S fa diambil 1,3
Dari harga parameter di atas, maka didapat
berat batu, tebal lapisan, dan lebar puncak seperti
tabel berikut :
= (1,3 – 1,062) x 4351,224
= 1035,5913 KNm= 10.355.913 kg.cm
M
Tabel 5.13 Hasil perhitungan dimensi
tanggul pada setiap lapisan
Kebutuhan Micropile 
R
(
P
xR
)
max 1 cerucuk
Berat
Tebal
Lebar
Jenis
Batu
Lapisan
Puncak
12.596.969
Lapisan
(kg)
(cm)
(cm)
905,97  1178
Primary
layer
80
65
97,2
= 9,7 buah
= 10 buah / meter (untuk satu
sisi bidang longsor)
Berm
15
50
75

7

BAB VI METODE PELAKSANAAN

mengambang

di

permukaan

laut

agar

tidak

menyebar kemana-mana. 5. Pekerjaan Tanggul Umum 1. Pekerjaan persiapan 2. Pekerjaan tanggul 3. Pekerjaan tanah
menyebar kemana-mana.
5. Pekerjaan Tanggul
Umum
1. Pekerjaan persiapan
2. Pekerjaan tanggul
3. Pekerjaan tanah
4. Pekerjaan soil monitoring
Metode Pelaksanaan Reklamasi
Pekerjaan Persiapan
Pembersihan Lahan
Pemasangan Sand bag
Gambar 6.2 Area pembuatan tanggul akhir
dengan perkuatan micropile ditandai dengan
garis hijau
6.
:
a.
Persiapan lahan
pengukuran.
b. Penghamparan material
Gambar 6.2 Pemasangan Sand Bag
7. Pemasangan Vertical Drain
Pemasangan Silt Baricade

6.1

Dalam bab ini akan direncanakan metode pelaksanaan dari hasil perencanaan pada bab bab

sebelumnya. Secara garis besar pekerjaan reklamasi ini meliputi :

6.2

Urutan pekerjaan reklamasi adalah sebagai berikut :

1.

Pekerjaan persiapan meliputi : mobilisasi dan demobilisasi, pembuatan direksi keet, pemasangan

rambu-rambu dan patok batas area reklamasi, pembuatan fasilitas proyek sementara.

2.

Pekerjaan ini dilakukan dengan membersihkan pepohonan dan semak belukar yang ada di lokasi kerja. Karena kondisi topografi merupakan lahan bakau yang rapat, maka perlu dilakukan pembersihan lahan secara menyeluruh. Alat yang digunakan yaitu excavator dan dikombinasikan dengan alat berat seperti bulldozer dan dumptruck.

3.

Sand bag (karung pasir) berupa karung PVC kapasitas 50 kg diisi penuh dengan pasir dan ditata sepanjang perairan yang ditentukan. Sebelum penyusunan sand bag dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan dewatering. Kemudian sand bag diletakkan di dasar genangan dan disusun hingga melebihi muka air galian, baik dalam kondisi surut maupun pasang. Sand bag ini berguna untuk melindungi material timbunan dari terjangan gelombang dan mengurangi pencemaran air laut.

4.

Selain sand bag yang berfungsi menjaga material timbunan agar tidak terbawa arus, silt baricade juga berfungsi menjaga butiran halus timbunan yang

Sesuai dengan perencanaan, pembuatan tanggul didukung dengan perkuatan micropile untuk meningkatkan tahanan geser agar tidak terjadi kelongsoran. Micropile 28x28 cm dengan panjang tiang 5 meter yang dipasang sejarak 1,0 m antar tiang. Pemasangan micropile dilakukan dengan pemancangan menggunakan alat berat drop hammer. Dikarenakan pemasangan micropile berada di wilayah perairan pantai, maka dibutuhkan ponton untuk menunjang pekerjaan di wilayah perairan.

Pekerjaan Timbunan Langkah-langkah pekerjaan timbunan meliputi

Meliputi pembersihan lahan, serta survey dan

Penghamparan material dilakukan per lapis/layer dengan ketebalan padat lapisan pertama + 1 meter. Hal ini bertujuan untuk memungkinkan alat berat dapat dioperasikan di atas tanah lunak.

Selanjutnya lapisan kedua dan seterusnya dihampar dengan ketebalan padat 50 cm sampai elevasi akhir yang direncanakan.

Vertical drain dipasang untuk mempercepat jalannya air tanah untuk keluar ke permukaan. Lembaran vertical drain ditanam ke dalam tanah dengan menggunakan alat pancang dilengkapi dengan bentuk mandrel khusus. Setelah mandrel

8

dipancang ke dalam tanah, kemudian mandrel dicabut. Lalu ujung atas PVD dipotong.

Diterjemahkan oleh Noor Endah dan Indrasurya B. Mochtar. Jakarta. Erlangga. Mochtar, Indrasurya B. 2000. Teknologi Perbaikan Tanah dan Alternatif Perencanaan Pada Tanah Bermasalah (Problematic Soil). Surabaya. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS. NAVFAC DM-7. 1971. Design Manual, Soil Mechanics, Foundation and Earth Structures. USA : Dept. of the Navy Naval Facilities Engineering Command

Pemasangan Settlement Plate a. Pada tanah asli digali dengan ukuran lubang 75x75x75 cm b. Settlement
Pemasangan Settlement Plate
a. Pada tanah asli digali dengan ukuran lubang
75x75x75 cm
b. Settlement plate dimasukkan ke dalam lubang
galian
c. Diurug dan dipadatkan dengan baik
BAB VII
KESIMPULAN
Kesimpulan
Elevasi akhir timbunan yang direncanakan
adalah +4 m, dengan elevasi tanah dasar rata-
rata adalah +1,00 m .
Tinggi timbunan awal yang dibutuhkan adalah
sebesar 5,974 m dengan besar pemampatan yang
harus dihilangkan sebesar 2,374 m.
Waktu yang dibutuhkan untuk pemampatan
sebesar 2,374 m dan mencapai derajat
konsolidasi 90 % adalah 75 tahun apabila tidak
dipergunakan PVD.
Apabila dipergunakan PVD tipe CeTeau-Drain
CT-D812 dengan ukuran 100 mm x 5 mm
dengan pola pemasangan segitiga dengan jarak
pemasangan (S) 1 m memerlukan waktu selama
21 minggu.
Penimbunan dilakukan bertahap dengan
kecepatan penimbunan yaitu 0,5 m/minggu
tanpa ada waktu tunggu (penundaan).
Lama waktu yang dibutuhkan untuk
menghilangkan pemampatan sebesar 2,374 m
dengan metode preloading kombinasi
pemasangan PVD adalah 13 minggu.
Tanggul reklamasi diperkuat dengan micropile
dengan penampang segitiga sama sisi, lebar sisi
adalah 28 cm. Jumlah micropile yang
dibutuhkan adalah 10 buah/meter.
DAFTAR PUSTAKA

8.

Settlement plate adalah alat yang digunakan untuk mengukur penurunan tanah timbunan reklamasi. Plat

besi dipasang pada posisi tanah asli sehingga hasil akibat adanya pengukuran benar-benar akibat hasil penurunan yang terjadi. Cara pemasangannya yaitu :

7.1

Dalam perencanaan ini didapatkan beberapa kesimpulan yaitu :

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Das, Braja M. 1985. Mekanika Tanah 1 (Prinsip- Prinsip Rekayasa Geoteknis). Diterjemahkan oleh Noor Endah dan Indrasurya B. Mochtar. Jakarta. Erlangga. Das, Braja M. 1985. Mekanika Tanah 2 (Prinsip- Prinsip Rekayasa Geoteknis).

9