Anda di halaman 1dari 1

BAB 1.

PENDAHULUAN

Sindrom gagal ginjal kronik (GGK) merupakan permasalahan biDang nefrologi dengan
angka kejadiannya masih cukup tinggi, etiologi luas dan komplek, sering tanpa keluhan
maupun gejala klinik kecuali sudah terjun ke stadium terminal (gagal ginjal terminal). Laporan
studi epidemiologi klinik Indonesia ternyata gagal ginjal terminal (GGT) akibat lanjut dari
gagal ginjal kronik menempati urutan pertama dari semua penyakit ginjal, khususnya bidang
nefrologi. Gagal ginjal terminal (GGT) di Indonesia dan umumnya negara berkembang, tidak
hanya merupakan maslah aspek medik tetapi lebih luas dan berhubungan dengan aspek
psikososial. Hanya sebagian kecil (20-30%) pasien dengan GGT yang mampu menjalani
program terapi pengganti ginjal. Peranan rujukan sedini mungkin merupakan upaya yang harus
digalakkan untuk mengurangi populasi gagal ginjal terminal (GGT).1
Dalam penatalaksanaan sindrom gagal ginjal kronik (GGK) beberapa aspek yang harus
diidentifikasi sebagai berikut :1
1. Etiologi GGK yang dapat dikoreksi
Misal :
- Tuberkulosis slauran kemih dan ginjal
- Nefropati yang berhubungan dengan urolitiasis, diabetes mellitus, lupus eritematosus
sistemik, dan gangguan elektrolit
2. Etiologi yang tidak mungkin dikoreksi tetapi dapat dihambat perjalanan penyakitnya
Misal : Nefropati (glomerulopati) idiopati
3. Beberapa faktor risiko yang mungkin dapat memperburuk penurunan faal ginjal
- Infeksi saluran kemih dan ginjal
- Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
4. Menentukan status derajat penurunan faat ginjal