Anda di halaman 1dari 50

1.

Memahami dan Menjelaskan Masalah Gizi Pada Anak dan Ibu Hamil

Ilmu yang mempelajari atau mengkaji masalah makanan yang dikaitkan dengan
kesehatan disebut gizi. Batasan klasik mengatakan bahwa ilmu gizi adalah ilmu yang
mempelajari nasib makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi bagian tubuh dan energi serta
diekskresikan sebagai sisa (Achmad Djaeni,1987).
Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang
dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan baik,
tubuh akan mengalami kekurangan zat-zat gizi esensial tertentu. Zat gizi esensial adalah zat gizi
yang harus didatangkan dari makanan. Bila dikelompokkan, ada tiga fungsi zat gizi dalam tubuh.

1. Memberi Energi
Zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein.
Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas.

2. Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh


Protein, mineral, dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan
unutk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak. Dalam fungsi
ketiga ini zat gizi dinamakan zat pembangun.

3. Mengatur Proses Tubuh


Protein, mineral, air, dan vitamin deiperlukan untuk mengatur prose tubuh. Protein
mengatur keseimbangan air di dalam sel. Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur
dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak peroses lain yang terjadi
di dalam tubuh termasuk proses menua.

Anak yang sehat akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal dan
wajar, yaitu sesuai standar pertumbuhan fisik anak pada umumya dan memiliki kemampuan
sesuai standar kemampuan anak seusianya. Selain itu, anak yang sehat tampak senang, mau
bermain, berlari, berterik, meloncat, memanjat, tidak berdiam diri saja. Anak yang sehat terlihat
berseri-seri, kreatif, dan selalu ingin mencoba sesuatu yang ada di sekelilingnya. Jika ada sesuatu
yang tidak diketahuinya ia bertanya, sehingga pengetahuan yang dimilikinya selalu bertambah.
Anak yang sehat biasanya akan mampu belajar dengan baik. Ia banyak berkomunikasi dengan
teman, saudara, orang tua, dan orang lain di lingkungannya. Anak yang banyak bergaul, ia
banyak pengetahuan dan pengalaman. Anak tidak mudah puas atas sesuatu yang kurang
dipahami dan ingin mendapatkan contoh. Anak yang sehat membutuhkan asupan gizi yang baik
agar status gizinya baik, yaitu tidak kurang dan tidak lebih.

Kekurangan gizi :
Apabila konsumsi gizi makanan pada seseorang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh
maka akan terjadi kesalahan akibat gizi (malnutrition). Malnutrisi ini mencakup kelebihan
nutrisi/gizi disebut gizi lebih (overnutrition) dan kekurangan gizi atau gizi kurang
(undernutrition).
Penyakit ini terjadi akibat kekurangan energy dan protein atau karena ketidakseimbangan
antara konsumsi kalori atau karbohidrat dan protein dengan kebutuhan energi. Biasanya terjadi
pada anak balita.

Penyakit ini dibagi dalam tingkat yakni :


1. KKP ringan, kalau berat badan anak mencapai antara 84-95% dari berat badan menurut
standar Harvard
2. KKP sedang, kalau berat badan anak hanya mencapai 44-60% dari berat badan menurut
standar Harvard
3. KKP berat ( gizi buruk) kalau berat badan anak kurang dari 60% dari berat badan
menurut standar Harvard
Beberapa ahli hanya membedakan 2 macam KKP yakni KKP ringan atau gizi kurang dan
KKP berat (gizi buruk) atau yang lebih sering disebut marasmus.

1. Tanda-tanda gizi buruk pada kwashiorkor:


Edema seluruh tubuh (terutama pada punggung kaki)
Wajah bulat dan sembab.
Cengeng dan/rewel/apatis.
Perut buncit.
Rambut kusam dan mudah di cabut.
Bercak kulit yang luas dan kehitaman/bintik kemerahan.

2. Tanda-tanda gizi buruk pada marasmus:


Tampak sangat kurus.
Wajah seperti orang tua.
Cengeng/rewel/apatis.
Iga gambang, perut cekung.
Otot pantat mengendor.
Pengeriputanotot lengan dan tungkai.

Penyakit KKP pada orang dewasa memberikan tanda tanda klinis : oedema atau honger
oedema, oedema biasanya tampak pada daerah kaki.
Akibat Gizi Kurang pada Proses Tubuh:
Akibat kurang gizi terhadap proses tubuh bergantung pada zat-zat gizi apa yang kurang.
Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas) menyebabkan
gangguan pada proses-proses sebagai berikut :
1. Pertumbuhan
Anak-anak tidak tumbuh menurut potensialnya. Protein sebagai zat pembakar, sehingga
otot-otot menjadi lembek dan rambut mudah rontok. Kekurangan karbohidrat dan zat lemak juga
dapat menyebabkan tubuh menjadi lesu, kurang bergairah untuk melakukan berbagai kegiatan
dan kondisi tubuh yang demikian tentunya akan banyak menimbulkan kerugian.

2. Produksi Tenaga
Kekurangan energi berasal dari makanan, menyebabkan seorang kekurangan tenaga
untuk bergerak, bekerja, dan melakukan aktivitas. Orang menjadi malas merasa lemah, dan
produktivitas kerja menurun.
3. Pertahan Tubuh
Daya tahan terhadap tekanan atau stres menurun. Sistem imunitas dan antibodi
berkurang, sehingga orang mudah terserang infeksi seperti pilek, batuk, dan diare. Pada anak-
anak hal ini dapat membawa kematian.

4. Struktur dan Fungsi Otak


Kurang gizi pada usia muda dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental, dengan
demikian kemampuan berpikir. Otak mencapai benuk maksmal pada usia dua tahun. Kekurangan
gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen.

5. Perilaku
Baik anak-anak maupun orang dewasa yang kurang gzi menunjukkan perilaku tidak
tenang. Mereka mudah tersinggung, cengang, dan apatis

Penyakit-penyakit Defisiensi Gizi


Penyakit-penyakit gizi di Indonesia terutama tergolong ke dalam kelompok penyakit
defisiensi.

1. Penyakit Defisiensi Kurang Kalori Protein (KKP)


Salah satu gejala dari penderita KKP ialah hepatomegali yaitu pembesaran hati yang
terlihat oleh ibu-ibu sebgai pembuncitan perut. Ada berbagai variasi bentuk KKP yaitu penyakit
kwashiorkor, marasmus, dan marasmikwashiorkor. Kwashiorkor adalah penyakit KKP dengan
kekurangan protein sebagai penyakti dominan. Marasmus merupakan gambaran KKP dengan
defisiensi energi yan ekstrem. Marasmikwashiorkor merupakan kombinasi defisiensi kalori dan
protein pada berbagai variasi. Penyebab langsung dari KKP adalah konsumsi kurang dan sebab
tak langsungnya adalah hambatan absorbsi dan hambatan utilisasi zat-zat gizi karena berbagai
hal, misalnya karena penyakit. Penyakti infeksi dan infestasi cacing dapat memberikan hambatan
absorpsi dan hambatan utilisai zat gizi yang menjadi dasar timbulnya penyakit KKP.

2. Penyakit Defisiensi Vitamin A


Gejala-gejala defisiensi vitamin ini yang menumbulkan kekhawatiran para ahli kesehatan
dn gizi adalah berhubungan dengan kondisi mata, sedangkan gejala-gejala yang menyerang
sistem tubuh lainnya tidak memberikan gambaran yang menggugah kekhawatiran lainnya.
Gambaran defisiensi vitamin A yang menyangkut kondisi mata, disebut Xerophtalmia. Ternyata
banyak kasus Xerophthalamia yang berakibat gangguan penglihatan yang permanen bahkan
sampai menjadi buta, terutama pada kelompok umur dewasa muda. Defisiensi vitamin A primer
disebabkan kekurangn konsumsi vitamin tersebut, sedangkan defisiensi sekunder karena absorbsi
dan utilitasnya terhambat.
Konsumsi vitamin A kurang adalah karena kebiasaan makan yang salah, tidak suka sayur
dan buah, atau karena daya beli rendah, tidak sanggup membeli bahan makanan hewani maupun
nabati yang akaya akan vitamin A dan karoten tersebut. Hambatan absorbsi vitamin Adaam
kroten terjadi karena hidangan rata-rata rakyat umum di Indonesia mengandung rendah lemak
dan protein yang diperlukan dalam metabolisme vitamin A.
3. Penyakit Defisiensi Yodium
Salah satu manifestasi gambaran penyakit kekurangan zat gizi yodium yang meninjol
ialah pembesaran kelenjar gondok yang disebut penyakit gondok oleh awam atau nama
ilmiahnya struma simplex. Karena terdapat endemik di wilyah-wilayah tertentu yang kekurangan
yodium, disebut juga endemic goitre. Defisiensi yodium memberikan juga berbagai gambaran
klinik lainnya yang disagak ada hubungan dengan kondisi kekurangan zat gizi yodium itu,
sehingga disebut Iodine Deficiency Diseases (IDD). Ada 4 jenis IDD yaitu gondok endemic,
hambatan pertumbuhan fisik dan mental yang diebut cretinism, hambatan neuromotor, dan
kondisi tuli disertai bisu.

4. Anemia Defisiensi Zat Besi


Pengaruh defisiensi Fe, terutama melalui kondisi gangguan fungsi hemoglobin.
Merupakan alat transportasi O2 yang diperlukan pada banyak reaksi metabolik tubuh. Pada anak
sekolah telah ditunjukkan adanya korelasi erat antara kadar hemoglobin dan kesanggupan anak
untuk belajar. Dikatakan bahwa pada kondisi anemia, daya konsentrasi dalam belajar menurun.
Defisiensi Fe dapat didiagnosisi berdasarkan data klinik dan data laboratorik yang
ditunjang oleh data konsumsi pangan. Gambaran klinik memperlihatkan kondisi anemia. Muka
penderita terlihat pucat, juga selaput lendir kelopk mata, bibir, dan kuku. Penderita terlihat dan
merasa bandannya lemah, kurang bergairah, dan cpeat merasa lelah, serta sering menunjukkan
sesak napas. Data laboratorik memperlihatkan kadar hemoglobin menurun di bawah 11%,
bahkan pada yang berat penurunan hemoglobin ini dapat mencapai tingkat di bawah 10% atau
lebih rendah lagi, sampai di bawah 4%. Data konsumsi mungkin memperlihatkan hidangan yang
kurng mengandung daging atau bahan makanan hewani lain, dan juga kurang sayur serta daun
yang berwarna hijau.

Faktor penyebab kekurangan gizi :


1. Jarak usia anak terlalu dekat
Jarak kakak dan adik hanya 1 tahun sehingga membuat perhatian ibu untuk kakak terabaikan dan
gizi nya cenderung tidak terurus akibat kehadiran si adik
2. Infeksi atau tertular penyakit
3. Lingkungan kotor
Jika anak berada dalam lingkungan yang kotor anak akan sering sakit sakitan dan membuatnya
kurang gizi.
4. Kurangnya pengetahuan orangtua tentang gizi pada anak
5. Kesulitan ekonomi dalam keluarga

Kelebihan Gizi pada anak


Konsumsi terlalu berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energy.
Kelebihan energi dalam tubuh ini disimpan dalam bentuk lemak. Seseorang dikatakan menderita
obesitas bila berat badannya pada laki laki melebihi 15% dan pada wanita melebihi 20% dari
berat badan ideal menurut umurnya. Pada orang orang yang obesitas, organ organ tubuhnya
dipaksa untuk bekerja lebih berat. Oleh sebab itu, pada umumnya lebih cepat gerah,capai dan
mempunyai kecenderungan untuk membuat kekeliruan dalam bekerja. Akibat dari penyakit
obesitas ini adalah penderita cenderung menderita penyakit kardiovaskuler, hipertensi,dan
diabetes mellitus. Obesitas adalah keadaan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan.
Obesitas terjadi bila asupan energi melebihi pengeluarannya. Ketidakseimbangan ini terjadi
karena jumlah makanan yang dimakan berlebihan dibandingkan energi yang dikeluarkan untuk
aktivitas anak sehari-hari. Secara ilmiah didefinisikan sebagai indeks massa tubuh terletak di atas
persentil 95 kurva BMI CDC 2000. Bila masih di atas persentil 85 maka perlu dikatakan
memiliki risiko obestitas.
Kenapa Bisa Terjadi Demikian ?
Kebanyakan obesitas dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) dan pengaruh
lingkungan, misalnya pola makan, olahraga, dan jenis aktivitas keseharian. Selain itu obat-obatan
juga dapat meningkatkan berat badan yang berujung pada obesitas, yaitu:kortisol dan
glukokortikoid, atau steroid,penghambat monoamin oksidase,sulfonylurea,tiazolidindion,
risperidon,klozapin,insulin dosis berlebih,kontrasepsi oral
Perlu diperhatikan !!! Seringkali obat steroid dicampurkan dalam jamu-jamuan atau obat-
obat herbal baik dalam bentuk pil atau dedaunan yang dikeringkan. Steroid dapat berefek
nyaman di tubuh dan badan terasa sehat dan segar padahal sesungguhnya itu hanya efek semu
belaka. Anak jadi terlalu lahap makan dan cepat lapar. Steroid juga dapat menyebabkan Moon
Face, yaitu bentuk muka menjadi bulat dan menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang.

Tanda dan Gejala


Obesitas pada anak ditandai dengan beberapa ciri sebagai berikut:
1. pertumbuhan atau pertambahan berat badan di atas rata-rata
2. mulai tampak gemuk sejak usia dini
3. asupan makan berlebih
4. ada riwayat keturunan obesitas
5. tidurnya mengorok
6. aktivitas sehari-hari hanya ringan-ringan saja/ sedentary life
7. muka tembem, dagu rangkap, leher pendek
8. terdapat bagian tubuh yang berlipat-lipat
9. perut buncit
10. pada anak lelaki penis tenggelam (tertutup lipatan tubuh), nak laki-laki sering merasa
malu karena payudara seolah olah tumbuh,menggantung dan sering disertai strie
11. Anak lebih cepat mencapai pubertas. Kematangan sexsual lebih cepat, pertumbuhan
payudara, menarke, pertumbuhan rambut kelamin dan ketiak juga lebih cepat

Yang akan Dilakukan Dokter di RS


1. Dokter akan memeriksa tanda dan gejala obesitas pada anak Anda dan akan melakukan
beberapa pemeriksaan sebagai berikut:
- pengukuran BB dan TB untuk mendapatkan nilai BMI (Body Mass Index)
- membandingkan perubahan berat badan dengan tinggi badan
- memeriksa daerah tubuh yang berlipat-lipat karena timbunan lemak
- tekanan darah
- memeriksa daerah tubuh seperti rambut, tanda-tanda sekunder kelamin, perkembangan
seksual, perut, jari dan kaki, serta daerah penis.
Dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium yang tujuannya untuk mengetahui
penyebab obesitas. Tidak semua harus dilakukan, harus sesuai dengan indikasi:
1. darah perifer lengkap
2. tes toleransi glukosa
3. fungsi tiroid
4. profil lipid
5. sekresi dan fungsi growth hormon
6. kalsium, fosfat, dan kadar hormon paratiroid
7. fungsi hati: SGOT dan SGPT
8. foto orofaring
9. USG hati
10. MRI untuk cek hipotalamus dan hipofisis
11. Sleep studies untuk mendeteksi sleep apneu

Komplikasi
Berbagai keadaan yang erat hubungannya dengan obesitas, baik yang terjadi pada masa
bayi maupun masa dewasa antara lain:

1. Terhadap kesehatan
Obesitas ringan sampai sedang, morbiditasnya kecil pada masa anak-anak. Tetapi bila
obesitas masih terjadi setelah dewasa, maka morbiditas atau mortalitasnya akan menigkat.
Terdapat korelasi positif antara tingkat obesitas dengan berbagai penyakit infeksi, kecuali TBC.
Morbiditas dan mortalitas yang tinggi tersebut, dikaitan dengan menurunya respon immunologic
sel T dan aktfitas sel Polimorfonuklear.

2. Saluran pernafasan
Pada bayi, obesitas merupakan resiko terjadinya infeksi saluran pernafasan bagian bawah,
karena terbatasnya kapasitas paru-paru. Adanya hipertropi tonsil dan adenoid akan
mengakibatkan obstruksi saluran nafas bagian atas, sehingga mengakibatkan anuksia dan saturasi
oksigen rendah, yang disebut sindrom Chubby Puffer. Obstruksi kronis saluran pernafasan
dengan hipertropi tonsil dan adenoid, dapat mengakibatkan gangguan tidur, gejala-gejala jantung
dan kadar oksigen dalam darang yang abnormal. Keluhan lainnya adalah nafas yang pendek.

3. Kulit
Kulit sering lecet karena gesekan. Anak merasa gerah atau panas sering di sertai miliaria,
maupun jamur pada lipatan-lipatan kulit.

4. Ortopedi
Anak obesitas pergerakannya lambat. Sering terdapat kelainan ortopedi seperti Legg-
perthee disease, genu valgum, slipped femoral capital epiphyses, tibia vara dll.

5. Efek psiokologis
Kurangnya percaya diri. Anak pada masa remaja yang obesitas biasanya pasif dan
depresi. Karena sering tidak di libatkan pada kegiatan yang dilakukan oleh teman sebayanya.
Juga sulit mendapatkan pacar, karena merasa potongan tubuhnya jelek, tidak modis, merasa
rendah diri sehinga mengisolasikan diri pergaulan dengan teman temannya. Gangguan kejiwaan
ini juga dapat sebagai penyebab terjadinya obesitas, yaitu dengan melampiasakan setres yang
dialaminya ke makanan.

6. Bila obesitas pada anak terus berlanjut sampai masa dewasa dapat mengakibatkan:
- Hipertensi pada masa odelesensi.
- Hyperlipidemia, aterosklerosis, penyakit jantung coroner, hipertensi maligna pada
dewasa.
- Diabetes
- Sindrmp pickwickian merupakan komplikasi yang berat dari obesitas dewasa, yaitu
gangguan pada jantung dan pernafasan, hipoventilasi. Dengan manifestasi polisitemia,
pipoksemia, sianosis, pembesaran jantung, gagal jantung, tongesif, dan somnolen. Kita harus
berhati-hati pada pemberian oksigen konsentrasi tinggi pada anak ini. Usaha pengurusan badan
sangat penting bila terjadi komplikasi ini.
- Maturitas sexsual lebih awal, mensturasi sering tidak teratur

Penatalaksanaan
Tujuan pengobatan obesitas pada anak berbeda dengan pengobatan obesitas dewasa,
karena tujuannya hanya menghambat laju kenaikan berat badan yang pesat tersebut dan
tidak boleh diet terlalu ketat. Sehingga pengaturan dietnya harus dipertimbangkan bahwa anak
masih dalam masa pertumbuhan sesuai tinggat pertumbuhan pada usia anak tersebut. Disamping
itu pengobatan obesitas pada anak sering gagal, kecuali mendapat dukungan dari seluruh
keluarga. Olahraga atau aktifitas tubuh yang teratur sangat penting dalam upaya penata
laksanaan obesitas pada anak ini.

Pada prinsipnya pengobatan anak dengan obesitas adalah sebagai berikut:


1. Memperbaiki factor penyebab, misalnya kesalahan cara pengasuhan maupun factor kejiwaan.
2. Motivasi penderita obesitas dewasa tentang perlunya penggusauran badan. Sedangkan orang
tua bayi atau anak yang obesitas harus dimotivasi tentang pentingnya memperlambat kenaikan
berat badan bayi atau anaknya.

3. Pemberian diet rendah kalori seimbang untuk menghambat kenaikan berat badan kemudian
membimbing pengaturan makanan yang sesuai untuk mempertahankan gizi yang ideal sesuai
dengan pertumbuhan anak. Ditambahkan pula vitamin dan mineral.

4. Mengajukan penderita untuk olahraga yang teratur atau anak bermain secara aktif, sehingga
banyak energy yang banyak digunakan.

Baik terapi diet maupun pisiko terapi harus diberikan pada seluruh keluarga. Sehingga
seluruh keluarga seolah-olah turut serta dalam usaha pencapaian berat badan tersebut.

Cara pengaturan dietnya adalah sebagai berikut:

1. Pada bayi yang mengalami obesitas, tujuan terapi bukan untuk menurunkan berat badannya
seperti pada obesitas dewasa, teteapi memperlambat kecepatan kenaikan berat badannya. Bayi
diberikan diet sesuai degan kebutuhan normal untuk pertumbuhan, yaitu 110 kkal/kg. BB/hari
untuk bayi kurang dari 6 bulan dengan 90 kkal/kg. BB/hari untuk bayi lebih dari 6 bulan. Susu
botol jumlahnya harus dikurangi dengan cara diselingi dengan air tawar, disamping itu tidak
dianjurkan memberi susu yang diencerkan, susu rendah atau tanpa lemak. Disamping itu kita
anjurkan pada ibunya agar anak tidak digendong saja, tetapi dibiarkan melakukan aktifitas.

2. Pada anak prasekolah yang menglami obesitas, kenaikan berat badannya harus diperlambat,
dengan memberikan diet seimbang 60 kkal/kg. BB/hari. Atau bisa juga dari makan keluarga
dengan porsi kecil dan menghindari makanan yang mengandung kalori tinggi. Selain itu kita
harus mendorong anak untuk melakukan aktifitas fisik dan mencegah menonton TV berlebihan.

3. Pada anak usia sekolah (prapubertas) yang obesitas, kita berusaha mempertahankan berat
badan anak dan menaikan tinggi badannya. Diet diberikan 1200 kkal/hari atau sekitar 60 kkal/kg.
BB/hari. Mendorong anak melakukan aktifitas fisik secara sendiri-sendiri maupun secara
berkelompok. Tidak boleh menonton TV terlalu lama, lebih lebih jika disertai makan
makanan yang bekalori tinggi. Mengorganisir kelompok olah raga atau rekreasi, agar anak lebih
aktif.

4. Pada obesitas dewasa, kita harus menurunkan berat badannya untuk mencapai berat badan
yang diharapkan sesuai dengan tinggi badannya. Diet di berikan sekitar 850 kkal/hari, ataupun
ingin menurunkan berat badan 500 kkal/hari. Selain itu anak harus didorong untuk melakukan
aktifitas baik sendiri maupun secara berkelompok. Mendorong anak agar mau melakukan
interaksi dengan teman temannya.

Prognosis
Prognosis obesitas tergantung pada penyebab dan ada tidak adanya komplikasi. Obesitas
yang berlanjut sampai dewasa, morbiditas dan mortalitasnya tinggi.

Pencegahan
Mencegah obesitas lebih baik daripada mengobati jika sudah terjadi obesitas yang
penting adalah mengubah pandangan masyarakat agar mereka tidak menganggap bahwa sehat itu
identing dengan gemuk.
Pencegahan harus sedini mungkin yang dimulai sejak dari bayi, yaitu dengan
memberikan ASI. Bayi yang minum ASI mempunyai mekanisme tersendiri dalam mengontrol
berat badan bayi. Komposisi ASI pada saat baru mulai disusui (Foremilk) lemaknya sedikit,
sedangkan pada akhir menyusui (hint milk) kadar lemaknya lebih tinggi, sehingga menimbulkan
rasa nek pada bayi, akibatnya bayi akan menghentikan menyusu. Pemberian ASI ekskulif
empat (4) bulan, kemudian, makanan tambahan diberikan mulai umur empat (4) bulan, dan
pemberian ASI dianjuran sampai umur 2 tahun. Tidak memberikan minuman atau makanan
setiap anak menangis, kecuali kalau kita yakin bahwa anak tersebut memang lapar. KMS (Kartu
Menuju Sehat) perlu untuk memnatau pertumuhan anak, sehingga kita mengetahui
penyimpangan arah dari grafik berat badan anak. Anak sedini mungkin dikenalkan aktifitas fisik,
baik melalui bermain maupun olahraga. Menonton TV hanya sebagai selingan saja.
2. Memahami dan Menjelaskan Penilaian Status Gizi Anak dan Ibu Hamil

Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variable tertentu,
merupakan indeks yang statis dan agresif sifatnya kurang peka untuk melihat terjadinya
perubahan dalam waktu pendek misalnya bulanan. (Supariasa, 2001:18). Status gizi terbaik ialah
kesehatan gizi optimum. Kondisi ini tubuh bebas dari penyakit dan mempunyai daya tahan tubuh
yang baik sehingga memiliki daya kerja dan efisiensi yang sebaik-baiknya.

Dalam penilaian staus gizi dikenal 2 istilah yaitu :


1. Penilaian status gizi dan
2. Pemantauan status gizi

Keduanya sama-sama mendeskripsikan kondisi keseimbangan, namun perbedaan terletak


pada frekuensi pengukuran dan interpretasi hasil ukur. PSG dilakukan pada satu titik waktu dan
hasil yang didapatkan adalah deskripsi status gizi pada satu kali pengukuran tersebut. PSG
biasanya dilakukan untuk mengevaluasi program perbaikan gizi dan dampak sebuah program.
Sementara itu Monitoring Status Gizi adalah pengukuran status gizi yang dilakukan pada 2 titik
waktu atau lebih. Pengamatan diarahkan kepada arah (trend) dari 2 titik waktu tersebut.
Perubahan (naik/turun) status gizi menjadi fokus perhatian. Dengan demikian MSG adalah trend
dari 2 PSG
Metode PSG bila dikelompokkan terdiri atas :

1. PSG untuk perorangan, dan


2. PSG untuk kelompok / masyarakat
Menurut Schaible & Kauffman (2007) hubungan antara kurang gizi dengan penyakit
infeksi tergantung dari besarnya dampak yang ditimbulkan oleh sejumlah infeksi terhadap status
gizi itu sendiri. Beberapa contoh bagaimana infeksi bisa berkontribusi terhadap kurang gizi
seperti infeksi pencernaan dapat menyebabkan diare, HIV/AIDS, tuberculosis, dan beberapa
penyakit infeksi kronis lainnya bisa menyebabkan anemia dan parasit pada usus dapat
menyebabkan anemia. Penyakit Infeksi disebabkan oleh kurangnya sanitasi dan bersih,
pelayanan kesehatan dasar yang tidak memadai, dan pola asuh anak yang tidak memadai
(Soekirman, 2000).
Penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan di keluarga, pola pengasuhan anak,
serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Rendahnya ketahanan pangan rumah
tangga, pola asuh anak yang tidak memadai, kurangnya sanitasi lingkungan serta pelayanan
kesehatan yang tidak memadai merupakan tiga faktor yang saling berhubungan. Makin tersedia
air bersih yang cukup untuk keluarga serta makin dekat jangkauan keluarga terhadap pelayanan
dan sarana kesehatan, ditambah dengan pemahaman ibu tentang kesehatan, makin kecil resiko
anak terkena penyakit dan kekurangan gizi (Unicef, 1998) Sedangkan penyebab mendasar atau
akar masalah gizi di atas adalah terjadinya krisis ekonomi, politik dan sosial termasuk bencana
alam, yang mempengaruhi ketidak-seimbangan antara asupan makanan dan adanya penyakit
infeksi, yang pada akhirnya mempengaruhi status gizi balita (Soekirman, 2000).
Ada 2 faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang yaitu:
A. Faktor Eksternal
1) Pendidikan dan pendapatan
Masalah gizi karena kemiskinan indikatornya adalah taraf ekonomi keluarga, yang
hubungannya dengan daya beli yang dimiliki keluarga tersebut (Santoso, 1999, dalam
creasoft.wordpress.com)
Tingkat pendidikan juga termasuk dalam faktor ini. Tingkat pendidikan berhubungan dengan
status gizi karena dengan meningkatnya pendidikan kemungkinan akan meningkatkan
pendapatan sehingga dapat meningkatkan daya beli makanan ( Departemen gizi dan kesehatan
masyarakat, 2007).
Pendidikan gizi merupakan suatu proses merubah pengetahuan, sikap dan perilaku orang
tua atau masyarakat untuk mewujudkan dengan status gizi yang baik (Suliha, 2001, dalam
artikelpenjas.blogspot.com)

2) Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupan
keluarganya. Bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Bekerja bagi ibu-ibu
akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga (Markum, 1991).

3) Budaya
Budaya adalah suatu ciri khas, akan mempengaruhi tingkah laku dan kebiasaan
(Soetjiningsih, 1998, dalam artikelpenjas.blogspot.com)

Budaya berperan dalam status gizi masyarakat karena ada beberapa kepercayaan, seperti
tabu mengonsumsi makanan tertentu oleh kelompok umur tertentu yang sebenarnya makanan
tersebut justru bergizi dan dibutuhkan oleh kelompok umur tersebut. Seperti ibu hamil yang tabu
mengonsumsi ikan ( Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2007).

B. Faktor Internal

1) Usia
Usia akan mempengaruhi kemampuan atau pengalaman yang dimiliki orang tua dalam
pemberian nutrisi anak balita (Nursalam, 2001 dalam creasoft.wordpress.com)

2) Kondisi Fisik
Mereka yang sakit, yang sedang dalam penyembuhan dan yang lanjut usia, semuanya
memerlukan pangan khusus karena status kesehatan mereka yang buruk. Bayi dan anak-anak
yang kesehatannya buruk, adalah sangat rawan, karena pada periode hidup ini kebutuhan zat gizi
digunakan untuk pertumbuhan cepat (Suhardjo, et, all, 1986)

3) Infeksi
Infeksi dan demam dapat menyebabkan menurunnya nafsu makan atau menimbulkan
kesulitan menelan dan mencerna makanan (Suhardjo, et, all, 1986 dalam
creasoft.wordpress.com)
Penilaian Status Gizi
Penilaian status gizi merupakan penjelasan yang berasal dari data yang diperoleh dengan
menggunakan berbagai macam cara untuk menemukan suatu populasi atau individu yang
memiliki risiko status gizi kurang maupun gizi lebih (Hartriyanti dan Triyanti, 2007).

Penilaian status gizi terdiri dari dua jenis, yaitu :

1. Penilaian Langsung
a. Antropometri
Antropometri merupakan salah satu cara penilaian status gizi yang berhubungan dengan
ukuran tubuh yang disesuaikan dengan umur dan tingkat gizi seseorang. Pada umumnya
antropometri mengukur dimensi dan komposisi tubuh seseorang (Supariasa, 2001). Metode
antropometri sangat berguna untuk melihat ketidakseimbangan energi dan protein. Akan tetapi,
antropometri tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi zat-zat gizi yang spesifik (Gibson,
2005).

b. Klinis
Pemeriksaan klinis merupakan cara penilaian status gizi berdasarkan perubahan yang
terjadi yang b erhubungan erat dengan kekurangan maupun kelebihan asupan zat gizi.
Pemeriksaan klinis dapat dilihat pada jaringan epitel yang terdapat di mata, kulit, rambut,
mukosa mulut, dan organ yang dekat dengan permukaan tubuh (kelenjar tiroid) (Hartriyanti dan
Triyanti, 2007).

c. Biokimia
Pemeriksaan biokimia disebut juga cara laboratorium. Pemeriksaan biokimia
pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi adanya defisiensi zat gizi pada kasus yang lebih
parah lagi, dimana dilakukan pemeriksaan dalam suatu bahan biopsi sehingga dapat diketahui
kadar zat gizi atau adanya simpanan di jaringan yang paling sensitif terhadap deplesi, uji ini
disebut uji biokimia statis. Cara lain adalah dengan menggunakan uji gangguan fungsional yang
berfungsi untuk mengukur besarnya konsekuensi fungsional dari suatu zat gizi yang spesifik
Untuk pemeriksaan biokimia sebaiknya digunakan perpaduan antara uji biokimia statis dan uji
gangguan fungsional (Baliwati, 2004).

d. Biofisik
Pemeriksaan biofisik merupakan salah satu penilaian status gizi dengan melihat
kemampuan fungsi jaringan dan melihat perubahan struktur jaringan yang dapat digunakan
dalam keadaan tertentu, seperti kejadian buta senja (Supariasa, 2001).

2. Penilaian Tidak Langsung


a. Survei Konsumsi Makanan
Survei konsumsi makanan merupakan salah satu penilaian status gizi dengan melihat
jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi oleh individu maupun keluarga. Data yang didapat
dapat berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif dapat mengetahui jumlah dan
jenis pangan yang dikonsumsi, sedangkan data kualitatif dapat diketahui frekuensi makan dan
cara seseorang maupun keluarga dalam memperoleh pangan sesuai dengan kebutuhan gizi
(Baliwati, 2004).
b. Statistik Vital
Statistik vital merupakan salah satu metode penilaian status gizi melalui data-data
mengenai statistik kesehatan yang berhubungan dengan gizi, seperti angka kematian menurut
umur tertentu, angka penyebab kesakitan dan kematian, statistik pelayanan kesehatan, dan angka
penyakit infeksi yang berkaitan dengan kekurangan gizi (Hartriyanti dan Triyanti, 2007).

c. Faktor Ekologi
Penilaian status gizi dengan menggunakan faktor ekologi karena masalah gizi dapat
terjadi karena interaksi beberapa faktor ekologi, seperti faktor biologis, faktor fisik, dan
lingkungan budaya. Penilaian berdasarkan faktor ekologi digunakan untuk mengetahui penyebab
kejadian gizi salah (malnutrition) di suatu masyarakat yang nantinya akan sangat berguna untuk
melakukan intervensi gizi (Supariasa, 2001).

Antopometri Gizi
Di masyarakat, cara pengukuran status gizi yang paling sering digunakan adalah
antropometri gizi. Dewasa ini dalam progam gizi masyarakat, pemantauan status gizi anak balita
menggunakan metode antropometri, sebagai cara untuk menilai status gizi. Disamping itu pula
dalam kegiatan penapisan status gizi masyarakat selalu menggunakan metode tersebut.
Pada dasarnya jenis pertumbuhan dapat dibagi dua yaitu: pertumbuhan yang bersifat linier dan
pertumbuhan massa jaringan. Dari sudut pandang antropometri, kedua jenis pertumbuhan ini
mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan linier menggambarkan status gizi yang dihubungkan
pada saat lampau dan pertumbuhan massa jaringan mengambarkan status gizi yang dihubungkan
pada saat sekarang atau saat pengukuran.

a. Pertumbuhan linier
Bentuk dari ukuran linier adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang. Contohnya
panjang badan, lingkar badan, dan lingkar kepala. Ukuran linear yang rendah biasanya
menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita
waktu lampau. Ukuran linear yang paling sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan.

b. Pertumbuhan Massa Jaringan


Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh ukuran massa jaringan
adalah berat badan, lingkar lengan atas (LLA), dan tebal lemak bawah kulit. Apabila ukuran ini
rendah atau kecil, menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang
diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang paling sering digunakan
adalah berat badan.
Antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi
tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai jenis ukuran
tubuh antara lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan tebal lemak di bawah kulit.

Keunggulan antropometri gizi sebagai berikut:

a. Prosedurnya sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel yang besar.

b. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli, tetapi cukup dilakukan oleh tenaga yang sudah dilatih
dalam waktu singkat dapat melakukan pengukuran antropometri. Kader gizi (Posyandu) tidak
perlu seorang ahli, tetapi dengan pelatihan singkat ia dapat melaksanakan kegiatannya secara
rutin.

c. Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat.
Memang ada alat antropometri yang mahal dan harus diimpor dari luar negeri, tetapi penggunaan
alat itu hanya tertentu saja seperti "Skin Fold Caliper" untuk mengukur tebal lemak di bawah
kulit.

d. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.

e. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.

f. Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang, dan gizi buruk, karena sudah ada
ambang batas yang jelas.

g. Metode antropometri dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari
satu generasi ke generasi berikutnya.

h. Metode antropometri gizi dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap
gizi.

Di samping keunggulan metode penentuan status gizi secara antropometri, terdapat pula
beberapa kelemahan.

a.Tidak sensitif. Metode ini tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat. Di samping
itu tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu seperti zink dan Fe.

b.Faktor di luar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan
spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri.

c.Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan
validitas pengukuran antropometri gizi.

d.Kesalahan ini terjadi karena:


1.pengukuran
2.perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan
3.analisis dan asumsi yang keliru

e.Sumber kesalahan, biasanya berhubungan dengan:


1.latihan petugas yang tidak cukup
2.kesalahan alat atau alat tidak ditera
3.kesulitan pengukuran
Jenis Parameter
Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur beberapa
parameter. Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia, antara lain:
Umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada,
lingkar pinggul, dan tebal lemak di bawah kulit. Di bawah ini akan diuraikan parameter itu.

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering
digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi
normal atau BBLR. Dikatakan BBLR apabila berat bayi lahir di bawah 2500 gram atau di bawah
2,5 kg. Pada masa bayi-balita, berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan
fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis seperti dehidrasi, asites, edema dan
adanya tumor. Di samping itu pula berat badan dapat dipergunakan sebagai dasar perhitungan
dosis obat dan makanan.
Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada tulang.
Pada remaja, lemak tubuh cenderung meningkat, dan protein otot menurun. Pada orang yang
edema dan asites terjadi penambahan cairan dalam tubuh. Adanya tumor dapat menurunkan
jaringan lemak dan otot, khususnya terjadi pada orang kekurangan gizi.
Penentuan berat badan dilakukan dengan cara menimbang. Alat yang digunakan di
lapangan sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan:
1. Mudah digunakan dan dibawa dari satu tempat ke tempat yang lain.
2. Mudah diperoleh dan relatif murah harganya.
3. Ketelitian penimbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg.
4. Skalanya mudah dibaca.
5. Cukup aman untuk menimbang anak balita.
Alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian dipilih dan dianjurkan untuk
digunakan dalam penimbangan anak balita adalah dacin.

Penggunaan dacin mempunyai beberapa keuntungan antara lain:


1. Dacin sudah dikenal umum sampai di pelosok pedesaan.
2. Dibuat di Indonesia, bukan impor, dan mudah didapat.
3. Ketelitian dan ketepatan cukup baik.

Dacin
Dacin yang digunakan sebaiknya minimum 20 kg dan maksimum 25 kg. Bila digunakan
dacin berkapasitas 50 kg dapat juga, tetapi hasilnya agak kasar, karena angka ketelitiannya 0,25
kg.
Tinggi Badan, tinggi atau panjang badan merupakan indikator umum ukuran tubuh dan
panjang tulang. Namun, tinggi saja belum dapat dijadikan indikator untuk menilai status gizi,
kecuali jika digabungkan dengan indikator lain seperti usia dan berat badan. Penggunaan tinggi,
atau panjang, bukan tanpa kelemahan. Pertama, baku acuan yang tersedia umumnya terambil
dari penilaian tinggi badan subjek yang berasal dari masyarakat berstatus gizi baik di negara
maju. Kedua, defisit pertumbuhan linier baru akan terjelma manakala defisiensi telah
berlangsung lama yang berarti tidak akan termanifestasi semasa bayi. Jika bayi terukur lebih
pendek ketimbang baku acuan, tidak berarti bayi tersebut tengah malnutrisi pascanatal,
melainkan dampak dari ukuran lahir rendah. Ketiga, secara genetik setiap orang terlahir menurut
ukuran yang tidak serupa: orang yang jika dibandingkan dengan populasi "acuan" berukuran
lebih pendek tidak langsung berarti malnutrisi.
Tinggi badan diukur dalam keadaan berdiri tegak lurus, tanpa alas kaki, kedua tangan
merapat ke badan, punggung dan bokong menempel pada dinding, dan pandangan diarahkan ke
depan.

Lingkar Lengan Atas (LLA), dewasa ini memang merupakan salah satu pilihan untuk
penentuan status gizi, karena mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat-alat yang sulit
diperoleh dengan harga yang lebih murah.
Pengukuran LLA adalah suatu cara untuk mengetahui risiko kekurangan energi protein (KEP)
wanita usia subur (WUS). Pengukuran LLA tidak dapat digunakan untuk memantau perubahan
status gizi dalam jangka pendek. Pengukuran LLA digunakan karena pengukurannya sangat
mudah dan dapat dilakukan siapa saja.
Beberapa tujuan pemeriksaan LLA adalah mencakup masalah WUS baik ibu hamil
maupun calon ibu, masyarakat umum dan peran petugas lintas sektoral. Adapun tujuan tersebut
adalah:

a. Mengetahui risiko KEK WUS, baik ibu hamil maupun calon ibu, untuk menapis wanita yang
mempunyai risiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR).
b. Meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat agar lebih berperan dalam pencegahan dan
penanggulangan KEK.
c. Mengembangkan gagasan baru di kalangan masyarakat dengan tujuan meningkatkan
kesejahteraan ibu dan anak.
d. Meningkatkan peran petugas lintas sektoral dalam upaya perbaikan gizi WUS yang menderita
KEK.
e. Mengarahkan pelayanan kesehatan pada kelompok sasaran WUS yang menderita KEK.

Lingkar lengan atas diperiksa pada bagian pertengahan jarak antara olekranon dan
tonjolan akromion. Ambang batas LLA WUS dengan risiko KEK di Indonesia adalah 23,5 cm.
Apabila ukuran LLA kurang 23,5 cm atau dibagian merah pita LLA, artinya wanita tersebut
mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah (BBLR).
BBLR mempunyai risiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan dan gangguan
perkembangan anak.
Lingkar Kepala, adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak secara praktis,
yang biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran
kepala. Contoh yang sering digunakan adalah kepala besar (Hidrosefalus) dan kepala kecil
(Mikrosefalus).

Lingkar kepala terutama dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak. Ukuran
otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, akan tetapi besar lingkar kepala tidak
menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi. Bagaimanapun juga ukuran otak dan lapisan tulang
kepala dan tengkorak dapat bervariasi sesuai dengan keadaan gizi.
Lingkar Dada, biasanya dilakukan pada anak yang berumur 2 sampai 3 tahun, karena
rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan. Setelah umur ini, tulang
tengkorak tumbuh secara lambat dan pertumbuhan dada lebih cepat. Umur antara 6 bulan dan 5
tahun, rasio lingkar kepala dan dada adalah kurang dari satu, hal ini dikarenakan akibat
kegagalan perkembangan dan pertumbuhan, atau kelemahan otot dan lemak pada dinding dada.
Ini dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan KEP pada anak balita.

Jaringan Lunak. Otak, hati, jantung, dan organ dalam lainnya merupakan bagian yang
cukup besar dari berat badan, tetapi relatif tidak berubah beratnya pada anak malnutrisi. Otot dan
lemak merupakan jaringan lunak yang sangat bervariasi pada penderita KEP. Antropometri
jaringan dapat dilakukan pada kedua jaringan tersebut dalam pengukuran status gizi di
masyarakat

Lemak subkutan (Sub-Cutaneous Fat)


Penelitian komposisi tubuh, termasuk informasi mengenai jumlah dan distribusi lemak
subkutan, dapat dilakukan dengan bermacam metode:
1.Analisis Kimia dan Fisik (melalui analisis seluruh tubuh pada autopsi).
2. Ultrasonik.
3.Densitometri (melalui penempatan air pada densitometer)
4.Radiological anthropometry (dengan mengunakan jaringan yang lunak)
5.Physical anthropometry (menggunakan skin-fold calipers)
Dari metode tersebut diatas, hanya antropometri fisik yang paling sering atau praktis
digunakan di lapangan. Bermacam-macam skin-fold calipers telah ditemukan, tetapi pengalaman
menunjukkan bahwa alat tersebut mempunyai standard atau jangkauan jepitan (20-40 mm2),
dengan ketelitian 0,1 mm, tekanan yang konstan 10 gram/mm2). Jenis alat yang sering
digunakan adalah Harpenden Calipers. Alat itu memungkinkan jarum diputar ke titik nol apabila
terlihat penyimpangan.

Indeks Antropometri
Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Kombinasi antara
beberapa parameter disebut Indeks Antropometri.
Dalam pengukuran indeks antropometri sering terjadi kerancuan, hal ini akan mempengaruhi
interpretasi status gizi yang keliru. Masih banyak diantara pakar yang berkecimpung di bidang
gizi belum mengerti makna dari beberapa indeks antropometri. Beberapa indeks antropometri
yang sering digunakan yaitu Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur
(TB/U), dan Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB). Perbedaan penggunaan indeks
tersebut akan memberikan gambaran prevalensi status gizi yang berbeda.
Indeks antropometri adalah pengukuran dari beberapa parameter. Indeks antropometri
bisa merupakan rasio dari satu pengukuran terhadap satu atau lebih pengukuran atau yang
dihubungkan dengan umur dan tingkat gizi. Salah satu contoh dari indeks antropometri adalah
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau yang disebut dengan Body Mass Index (Supariasa, 2001).

Indeks Massa Tubuh


Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas)
merupakan masalah penting, karena selain mempunyai risiko penyakit-penyakit tertentu, juga
dapat mempengaruhi produktifitas kerja. Oleh karena itu, pemantauan keadaan tersebut perlu
dilakukan secara berkesinambungan. Salah satu cara adalah dengan mempertahankan berat
badan yang ideal atau normal.
Laporan FAO/WHO/UNU tahun 1985 menyatakan bahwa batasan berat badan normal
orang dewasa ditentukan berdasarkan nilai Body Mass Index (BMI). Di Indonesia istilah Body
Mass Index diterjemahkan menjadi Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT mempakan alat yang
sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa khususnya yang berkaitan dengan
kekurangan dan kelebihan berat badan, maka mempertahankan berat badan normal
memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup lebih panjang.
Antropometri berasal dari kata anthropos dan logos (bahasa Yunani), yang berarti tubuh
manusia dan ilmu. Artinya PSG dengan metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh
manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia. Konsep dasar yang harus dipahami dalam
menggunakan antropometri adalah konsep pertumbuhan.
Selain menggunakan konsep dasar pertumbuhan status gizi dapat ditentukan dengan :
Indeks berat badan per tinggi badan (BB/TB) dan Lingkar lengan atas. Untuk orang dewasa lebih
cocok menggunakan indeks perbandingan berat badan (kg) dengan tinggi badan (m) kwadrat,
yaitu (BB/TB2). Pengukuran status gizi dengan indeks BB/TB merupakan indikator yang baik
untuk menilai status gizi saat ini selain itu BB/TB juga merupakan indeks yang independent
terhadap umur (Supariasa, 2001: 58).

1. Indeks berat badan per tinggi badan (BB/TB)


Cara pengukuran status gizi berdasarkan indeks BB/TB dengan menggunakan Indeks
Massa Tubuh (IMT), karena IMT merupakan alat yang sederhana untuk memantau status gizi
orang dewasa khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan
(Supariasa, 2001).
Klasifikasi Kategori IMT menurut CDC

2. LILA
Calon ibu harus sehat dan fit untuk hamil. Tentu saja, pertambahan berat badan selama
hamil harus dipantau cermat. Cara lain yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu
hamil adalah dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA). Pengukuran LILA biasanya
dilakukan pada wanita usia subur (15-45 tahun) dan ibu hamil untuk memprediksi adanya
kekurangan energi dan protein yang bersifat kronis atau sudah terjadi dalam waktu lama.
Ukuran LILA berkaitan erat dengan berat badan ibu selama hamil mulai trimester I
sampai trimester III. Kelebihannya jika dibandingkan dengan ukuran berat badan, ukuran LILA
lebih menggambarkan keadaan atau status gizi ibu hamil sendiri berat badan selama kehamilan
merupakan berat badan komulatif antara pertambahan berat organ tubuh dan volume darah ibu
serta berat janin yang dikandungnya. Kita tidak tahu pasti apakah pertambahan berat badan ibu
selama hamil itu berasal dari pertambahan berat badan ibu, janin, atau keduanya.
Selain itu, pembengkakan (oedema) yang biasa dialami ibu hamil, jarang mengenai
lengan atas. Ini juga yang menyebabkan pengkuran LILA lebih baik untuk menilai status gizi ibu
hamil daripada berat badan.
Setelah melalui penelitian khusus untuk perempuan Indonesia, diperoleh standar LILA sebagai
berikut :

1. Jika LILA kurang dari 23,5 cm: status gizi ibu hamil kurang, misalnya kemungkinan
mengalami KEK (Kurang Energi Kronis) atau anemia kronis, dan beresiko lebih tinggi
melahirkan bayi BBLR.
2. Jika LILA sama atau lebih dari 23,5 cm: berarti status gizi ibu hamil baik, dan resiko
melahirkan bayi BBLR lebih rendah.
Apalagi, alat yang digunakan lebih ringan dibandingkan timbangan, dan mudah dibawa kemana-
mana. Pengukuran LILA dilakukan dengan melingkarkan pita LILA sepanjang 33 cm, atau
meteran kain dengan ketelitian 1 desimal (0,1 cm). Saat dilakukan pengukuran, ibu hamil pada
posisi berdiri dan dilakukan pada titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku lengan kiri,
jika ibu hamil yang bersangkutan tidak kidal.
Sebaliknya jika dia kidal, pengukuran dilakukan pada lengan kanan. Hal ini dilakukan
untuk memperkecil bias yang terjadi, karena adanya pembesaran otot akibat aktivitas, bukan
karena penimbunan lemak. Demikian juga jika lengan kiri lumpuh, pengukuran dilakukan pada
lengan kanan.

Status Gizi Anak


Status Gizi Anak adalah keadaan kesehatan anak yang ditentukan oleh derajat
kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang diperoleh dari pangan dan makanan yang
dampak fisiknya diukur secara antroppometri ( Suharjo, 1996), dan dikategorikan berdasarkan
standar baku WHO-NCHS dengan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB
Indikasi pengukuran dari variabel ini ditentukan oleh :
1. Penimbangan Berat Badan (BB) dan pengukuran Tinggi Badan (TB) Dilakukan oleh
petugas klinik gizi sesuai dengan syarat-syarat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi
badan yang baik dan benar penggunaan timbangan berat badan dan meteran tinggi badan
(mikrotoise)
2. Penentuan umur anak ditentukan sesuai tanggal penimbangan BB dan Pengukuran TB,
kemudian dikurangi dengan tanggal kelahiran yang diambil dari data identitas anak pada sekolah
masing-masing, dengan ketentuan 1 bulan adalah 30 hari dan 1 tahun adalah 12 bulan.
Kriteria objektifnya dinyatakan dalam rata-rata dan jumlah Z score simpang baku (SSB)
induvidu dan kelompok sebagai presen terhadap median baku rujukan (Waterlow.et al, dalam,
Djuamadias, Abunain, 1990) Untuk menghitung SSB dapat dipakai rumus :
NIS NMBR
Skor Baku Rujukan
NSBR

NIS : Nilai Induvidual Subjek


NMBR : Nilai Median Baku Rujukan
NSBR : Nilai Simpang Baku Rujukan
Hasil pengukuran dikategorikan sbb
1. Untuk BB/U
a. Gizi Kurang Bila SSB < - 2 SD
b. Gizi Baik Bila SSB -2 s/d +2 SD
c. Gizi Lebih Bila SSB > +2 SD

2. TB/U
a. Pendek Bila SSB < -2 SD
b. Normal Bila SSB -2 s/d +2 SD
c. Tinggi Bila SBB > +2 SD

3. BB/TB
a. Kurus Bila SSB < -2 SD
b. Normal Bila SSB -2 s/d +2 SD
c. Gemuk Bila SSB > +2 SD
Dan juga status gizi diinterpretasikan berdasarkan tiga indeks antropomteri, (Depkes,
2004). Dan dikategorikan seperti yang ditunjukan pada tabel 3.
Tabel 3 Kategori Interpretasi Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks (BB/U,TB/U, BB/TB
Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS)

Indeks yang digunakan


Interpretasi
BB/U TB/U BB/TB

Normal, dulu kurang gizi Rendah Rendah Normal


Sekarang kurang ++ Rendah Tinggi Rendah
Sekarang kurang + Rendah Normal Rendah

Normal Normal Normal Normal


Sekarang kurang Normal Tinggi Rendah
Sekarang lebih, dulu kurang Normal Rendah Tinggi

Tinggi, normal Tinggi Tinggi Normal


Obese Tinggi Rendah Tinggi
Sekarang lebih, belum obese Tinggi Normal Tinggi

Keterangan : untuk ketiga indeks ( BB/U,TB/U, BB/TB) :


Rendah : < -2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS
Normal : -2 s/d +2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS
Tinggi : > + 2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS

Sumber: Depkes RI, 2004


Ada beberapa cara melakukan penilaian status gizi pada kelompok masyarakat. Salah
satunya adalah dengan pengukuran tubuh manusia yang dikenal dengan Antropometri. Dalam
pemakaian untuk penilaian status gizi, antropomteri disajikan dalam bentuk indeks yang
dikaitkan dengan variabel lain. Variabel tersebut adalah sebagai berikut :
a. Umur.
Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi, kesalahan penentuan akan
menyebabkan interpretasi status gizi yang salah. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi
badan yang akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat.
Kesalahan yang sering muncul adalah adanya kecenderunagn untuk memilih angka yang mudah
seperti 1 tahun; 1,5 tahun; 2 tahun. Oleh sebab itu penentuan umur anak perlu dihitung dengan
cermat. Ketentuannya adalah 1 tahun adalah 12 bulan, 1 bulan adalah 30 hari. Jadi perhitungan
umur adalah dalam bulan penuh, artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan ( Depkes,
2004).
b. Berat Badan
Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan,
termasuk cairan tubuh. Berat badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena
penyakit infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun. Berat badan ini dinyatakan dalam
bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) atau melakukan penilaian dengam melihat
perubahan berat badan pada saat pengukuran dilakukan, yang dalam penggunaannya
memberikan gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak digunakan karena hanya
memerlukan satu pengukuran, hanya saja tergantung pada ketetapan umur, tetapi kurang dapat
menggambarkan kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu (Djumadias
Abunain, 1990).
c. Tinggi Badan
Tinggi badan memberikan gambaran fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan
kurus kering dan kecil pendek. Tinggi badan sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu
terutama yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir rendah dan kurang gizi pada masa
balita. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U ( tinggi badan menurut umur), atau
juga indeks BB/TB ( Berat Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan karena perubahan
tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya dilakukan setahun sekali. Keadaan indeks ini
pada umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang tidak baik, kemiskinan dan
akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes RI, 2004).
Berat badan dan tinggi badan adalah salah satu parameter penting untuk menentukan
status kesehatan manusia, khususnya yang berhubungan dengan status gizi.
Penggunaan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB merupakan indikator status gizi untuk
melihat adanya gangguan fungsi pertumbuhan dan komposisi tubuh (M.Khumaidi, 1994).
Penggunaan berat badan dan tinggi badan akan lebih jelas dan sensitive/peka dalam
menunjukkan keadaan gizi kurang bila dibandingkan dengan penggunaan BB/U. Dinyatakan
dalam BB/TB, menurut standar WHO bila prevalensi kurus/wasting < -2SD diatas 10 %
menunjukan suatu daerah tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat serius dan berhubungan
langsung dengan angka kesakitan.
Tabel 1 Penilaian Status Gizi berdasarkan Indeks BB/U,TB/U, BB/TB Standart Baku
Antropometeri WHO-NCHS

Indeks yang Batas


No Sebutan Status Gizi
dipakai Pengelompokan

1 BB/U < -3 SD Gizi buruk


- 3 s/d <-2 SD Gizi kurang
- 2 s/d +2 SD Gizi baik
> +2 SD Gizi lebih

2 TB/U < -3 SD Sangat Pendek


- 3 s/d <-2 SD Pendek
- 2 s/d +2 SD Normal
> +2 SD Tinggi

3 BB/TB < -3 SD Sangat Kurus


- 3 s/d <-2 SD Kurus
- 2 s/d +2 SD Normal
> +2 SD Gemuk

Sumber : Depkes RI 2004.


Data baku WHO-NCHS indeks BB/U, TB/U dan BB/TB disajikan dalan dua versi yakni
persentil (persentile) dan skor simpang baku (standar deviation score = z). Menurut
Waterlow,et,al, gizi anak-anak dinegara-negara yang populasinya relative baik (well-nourished),
sebaiknya digunakan presentil, sedangkan dinegara untuk anak-anak yang populasinya relative
kurang (under nourished) lebih baik menggunakan skor simpang baku (SSB) sebagai persen
terhadap median baku rujukan ( Djumadias Abunaim,1990).
Pengukuran Skor Simpang Baku (Z-score) dapat diperoleh dengan mengurangi Nilai
Induvidual Subjek (NIS) dengan Nilai Median Baku Rujukan (NMBR) pada umur yang
bersangkutan, hasilnya dibagi dengan Nilai Simpang Baku Rujukan (NSBR). Atau dengan
menggunakan rumus :

Z-score = (NIS-NMBR) / NSBR


Status gizi berdasarkan rujukan WHO-NCHS dan kesepakatan Cipanas 2000 oleh para
pakar Gizi dikategorikan seperti diperlihatkan pada tabel 1 diatas serta di interpretasikan
berdasarkan gabungan tiga indeks antropometri seperti yang terlihat pada tabel 2.
Untuk memperjelas penggunaan rumur Zskor dapat dicontohkan sebagai berikut
Diketahui BB= 60 kg TB=145 cm
Umur : karena umur dengan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB berdasarkan WHO-NCHS hanya
dibatasi < 18 tahun maka disini dicontohkan anak laki-laki usia 15 tahun

Table weight (kg) by age of boys aged 15 year from WHO-NCHS


Age Standard Deviations
Yr mth -3sd -2sd -1sd Median +1sd +2sd +3sd
15 0 31.6 39.9 48.3 56.7 69.2 81.6 94.1
Sumber: WHO, Measuring Change an Nutritional Status, Genewa 1985

Table weight (kg) by stature of boys 145 cm in Height from WHO-NCHS


Stature Standard Deviations
Cm -3sd -2sd -1sd Median +1sd +2sd +3sd
145 0 24.8 28.8 32.8 36.9 43.0 49.2 55.4
Sumber: WHO, Measuring Change an Nutritional Status, Genewa 1985

Table stature (cm) by age of boys aged 15 year from WHO-NCHS


Stature Standard Deviations
Yr mth -3sd -2sd -1sd Median +1sd +2sd +3sd
15 0 144.8 152.9 160.9 169.0 177.1 185.1 193.2
Sumber: WHO, Measuring Change an Nutritional Status, Genewa 1985

Jadi untuk indeks BB/U adalah


= Z Score = ( 60 kg 56,7 ) / 8.3 = + 0,4 SD
= status gizi baik
Untuk IndeksTB/U adalah
= Z Score = ( 145 kg 169 ) / 8.1 = - 3.0 SD
= status gizi pendek

Untuk Indeks BB/TB adalah


= Z Score = ( 60 36.9 ) / 4 = + 5.8 SD
= status gizi gemuk
3. Memahami PBHS pada keluarga dan institusi pendidikan
Pengertian PHBS
PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang
kesehatan dan berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakat (Depkes. RI. 2006)
PHBS adalah wujud pemberdayaan masyarakat yang sadar, mau, dan mampu mempraktekkan
PHBS. Program PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menetapkan
suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Masyarakat diharapkan
dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing dan
masyarakat agar dapat menerapkan cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara, dan
meningkatkan kesehatannya. (DEPKES RI. 2006)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk
menghasilkan kemandirian di bidang kesehatan baik pada masyarakat maupun pada keluarga.
artinya harus ada komunikasi antara kader dengan kaluarga/ masyarakat atau memberikan
informasi dan melakukan pendidikan kesehatan.
Manfaat PHBS

Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi rumah tangga:

1. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit

2. Anak tumbuh sehat dan cerdas

3. Prokduktifitas kerja anggota keluarga meningkat dengan meningkatnya kesehatan anggota


rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesekahatan dapat diahlikan untuk
biaya investasi seperti biya pendidikan, Pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk
peningkatan pendapatan keluarga

Manfaat Perilaku Hidup dan Sehat bagi masyarakat :


1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat
2. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan
3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
4. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)
seperti posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan bersalin (tabulin), arisan jamban,
kelompok pemakai air, ambulans desa dll.
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI No.
1193/MENKES/SK/X/2004 adalah salah satu kebijakan nasional yaitu promosi kesehatan untuk
mendukung pencapaian visi Indonesia sehat 2010.

Tatanan PHBS
Tatanan adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup, bekerja, bermain, beinteraksi
dan lain-lain. Dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS yaitu rumah tangga, sekolah, tempat kerja,
sarana kesehatan, dan tempat umum. (DEPKES RI 2006)

Indikator PHBS
Indikator diperlukan untuk menilai apakah aktivitas pokok yang dijalankan telah sesuai
dengan rencana dan menghasilkan dampak yang diharapkan. Dengan demikian indikator
merupakan suatu alat ukur untuk menunjukkan suatu keadaan atau kecenderungan keadaan dari
suatu hal yang menjadi pokok perhatian. (DEPKES RI. 2006)

PHBS di berbagai tatanan

PHBS Di Rumah Tangga


PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar
tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di rumah tangga di lakukan untuk mencapai rumah
tangga Ber-PHBS.
Manfaat

Anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.


Anak tumbuh sehat dan cerdas.
Produktivitas anggota keluarga meningkat

Pelaksanaan PBHS

Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan nya PHBS di kelompokkan


menjadi lima tatanan yaitu :

1. PHBS di Rumah Tangga


PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan
anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku
hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di
masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah
Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan


Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (dokter,
bidan, dan tenaga para medis lainnya). Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan
peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya
kesehatan lainnya.
2. Memberi ASI ekslusif
Adalah bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan
atau minuman lain. ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang
cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik.
ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (colostrums), sangat baik untuk bayi
karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.
3. Menimbang balita setiap bulan
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap
bulan. Penimbangan bayi dan balita dilakukan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di posyandu.
Dengan demikian dapat diketahui apakah balita tumbuh sehat atau tidak dan mengetahui
kelengkapan imunisasi serta bayi yang dicurigai menderita gizi buruk.
4. Menggunakan air bersih
Air adalah kebutuhan dasar yang diperlukan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi,
berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur dan sebagainya agar kita tidak terkena
penyakit atau terhindar dari sakit. Rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih adalah
rumah tangga yang sehari-harinya memakai air minum yang meliputi air dalam kemasan, ledeng,
pompa, sumur terlindung, serta mata air terlindung yang berjarak minimal 10 meter dari tempat
penampungan kotor air limbah.
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Manfaat mencuci tangan dengan sabun adalah membunuh kuman penyakit yang ada di
tangan, mencegah penularan penyakit diare, kolera, disentri, tifus, cacingan, penyakit kulit,
Infeksi Saluran Pernafasan Akut, flu burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
serta tangan mejadi bersih dan bebas dari kuman.
6. Menggunakan jamban sehat
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia
yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa
(cemplung) yang dilengkapi dengan unit pembuangan kotoran dan air untuk membersihkannya.
Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air, sedangkan jamban leher angsa
digunakan untuk daerah yang cukup air dan daerah padat penduduk.
7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik
secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk. Pemeriksaan jentik berkala adalah pemeriksaan
tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan air) yang ada dalam
rumah seperti bak mandi atau WC, vas bunga, tatakan kulkas dan lain-lain. Hal yang dilakukan
agar rumah bebas jentik adalah melakukan 3 M plus (menguras, menutup, mengubur plus
menghindari gigitan nyamuk).
8. Makan buah dan sayur setiap hari
Makan sayur dan buah sangat penting karena sayur dan buah mengandung vitamin dan
mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh serta mengandung serat yang
tinggi. Konsumsi sayur dan buah yang tidak merusak kandungan gizinya adalah dengan
memakannya dalam keadaan mentah atau dikukus. Merebus dengan air akan melarutkan
beberapa vitamin dan mineral dalam sayur dan buah tersebut. Pemanasan tinggi akan
menguraikan beberapa vitamin seperti vitamin C.
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan
pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan
mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Aktivitas fisik yang
dapat dilakukan antara lain kegiatan sehari-hari yaitu berjalan kaki, berkebun, mencuci
pakaian,mencuci mobil dan turun tangga. Selain itu kegiatan olahraga seperti push up, lari
ringan, bermain bola, berenang, senam, fitness, dapat juga dilakukan sebagai aktifitas fisik.
10. Tidak merokok di dalam rumah
Tidak merokok adalah penduduk 10 tahun keatas yang tidak merokok selama 1 bulan
terakhir. Perokok terdiri atas perokok aktif dan perokok pasif. Bahaya perokok aktif dan perokok
pasif adalah dapat menyebabkan kerontokan rambut, gangguan pada mata seperti katarak,
kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok, menyebabkan penyakit paru-paru
kronis, merusak gigi, sakit jantung, stroke, kanker kulit, kemandulan, impotensi, kanker rahim
dan keguguran.
Sasaran PHBS tatanan rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu pasangan usia
subur, ibu hamil dan menyusui, anak dan remaja, usia lanjut dan pengasuh anak.
Peran kader dalam mewujudkan Rumah Tangga Ber-PHBS?
a. Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya dengan menggunakan Kartu
PHBS atau Pencatatan PHBS di Rumah Tangga pada buku kader.
b. Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat untuk
memperolah dukungan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.
c. Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan
melalui kelompok damawisma.
d. Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan perorangan,
penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan pergerakan masyarakat.
e. Mengembangkan kegiatan-kegiatan ang mendukung terwujudnya Rumah Tangga Ber-
PHBS.
f. Memantau kemajuan pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS di wilayahnya setiap tahun
melalui pencatatan PHBS di Rumah Tangga.
Persalinan Ditolong Oleh Tenaga Kesehatan
Apa itu persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan? Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya) Mengapa setiap persalinan harus
ditolong oleh tenaga kesehatan?
a. Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan,
sehingga keselamatan ibid an bayi lebih terjamin.
b. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke puskesmas
atau rumah sakit.
c. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan perlatan yang aman,bersih,
dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya.
Apa tanda-tanda persalinan?
a. Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat.
b. Rahim terasa kencang bila diraba, terutama pada saat mulas.
c. Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir.
d. Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir.
e. Merasa seperti mau buang air besar
Bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, yang harus dilakukan adalah:
a. Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter)
b. Tetap tenang dan tidak bingung
c. Ketika merasa mulas bernapas panjang, mengambil napas melalui hidung dan
mengeluarkan melalui mulut untuk mengurangi rasa sakit.
Apa tanda-tanda bahaya persalinan?
a. Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.
b. Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
c. Tali pusat atau tangan/kaki nayi terlihat pada jalan lahir.
d. Tidak kuat mengejen.
e. Mengalami kejang-kejang.
f. Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas.
g. Air ketuban keruh dan berbau.
h. Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar.
i. Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.
j. Keluar darah banyak setelah bayi lahir Bila ada tanda bahaya, ibu harus segera dibawa
kebidan/dokter.
Apa ada peran kader dalam membina rumah tangga agar melakukan persalinan oleh tenaga
kesehatan di fasilitas kesehatan?
a. Melakukan pendataan jumlah seluruh ibu hamil di wilayah kerjanya dengan memberi
tanda seperti menempelkan stiker.
b. Menganjurkan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya di bidang/ dokter.
c. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan
tentang pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, misalnya
melalui penyuluhan kelompok di posyandu, arisan, pengajian, dan kunjungan rumah.
d. Bersama tokoh masyarakat setempat berupaya untuk menggerakan masyarakat dalam
kegiatan-kegiatan yang mendukung keselamatan ibu dan bayi seperti dana sosial bersalin,
tabungan ibu bersalin, ambulans desa, calondonor darah, warga dan suami siap Antar jaga,
dan sebagainya.
e. Menganjurkan ibu dan bayinya untuk memeriksakan kesehatan ke bidan/dokter selama
masa nifas (40 hari setelah melahirkan) sedikitnya tiga kali pada hari minggu pertama,
ketiga, dam keenam setelah melahirkan.
f. Menganjurkan ibu ikut keluarga berencana setelah melahirkan
g. Menganjurkan ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja sampai bayi berumur 6 bulan
(ASI Eklusif).
Memberi bayi ASI Eksklusif
Apa itu bayi diberi ASI Eksklusif ? Adalah bayi usia 0-6 hanya diberi ASI saja tanpa
memberikan tambahan makanan atau minuman lain. Apa itu keunggulan ASI? ASI adalah
makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan
bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air Susu ibu pertama berupa cairan
bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat
kekebalan terhadap penyakit. Apa saja keunggulan ASI?
a. Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik
serta kecerdasan.
b. Mengandung zat kekebalan.
c. Melindungi bayi dari alergi.
d. Aman dan terjamin kebersihan, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan
segar.
e. Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan
di mana saja.
f. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernapasan bayi.
Kapan dan bagaimana ASI diberikan?
a. Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan
dari keluarga.
b. Bayi segera dieteki/disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan
untuk memasang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan.
c. Teteki/susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai
kebutuhan bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi, dan berikan ASI dari kedua
payudara secara bergantian.
d. Berikan hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain
ASI diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan
jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi.
Pemberian ASI tetap dilanjutkab hingga berusia 2 tahun. Bagaimana cara menyusui yang
benar?
a. sebelum menyusui bayi, terlebih dahulu ibu mencuci kesua tangannya dengan
menggunakan air bersih dan sabun sampai bersih.
b. Lalu bersihkan kedua putting susu dengan kapas yang telah di rendam terlebih dahulu
demngan air hangat.
c. Waktu menyusui bayi, sebaiknya ibu duduk atau berbaring dengan santai, pikiran ibu
harus dalam keadaan tenang (tidak tegang).
d. Pegang bayi pada belakang bahunya. Tidak pada dasar kepala.
e. Upayakan badan bayi menghadap rada badan ibu,rapatkan dada bayi dengan dada ibu
atau bagian bawah payudara ibu.
f. Tenpelkan dagu bayi pada payudara ibu.
g. Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan
ibu bagian dalam.
h. Bayi di susui dengan cara bergantian dari susu sebelah kiri, lalu kesebelah Kanan
sampaibayi merasa kenyang.
i. Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi di bersihkan dengan kapas yang
telah di rendam air hangat.
j. Sebelum di tidurkan, bayi harus di sendawakan dulu supaya udara yang terhisap bias
keluar dengan cara meletekkan bayi tegak lurus pada ibu dan perlahan-lahan di usap
belakangnya sampai bersendawa. Udara akan keluar dengan sendirinya.
Apa manfaat memberikan ASI?
Bagi ibu:
a. Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi.
b. Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
c. Mampercepat pemulihan kesehatan ibu.
d. Menunda kehamilan berikutnya.
e. Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
f. Lebih praktis krena ASI lebih mudah di berikan pada saat bayi membutuhkan.
Bagi bayi:
a. Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng.
b. Bayi tidak sering sakit.
Bagi keluarga:
a. Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan
perlengkapannya.
b. Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula misalnya merebus air dan
perlengkapannya.
b. Bagaimana cara menjaga mutu dan jumlah produksi asi?
a. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, banyak makan. Sayuran dan buah-buahan.
Makan lebih banyak dari biasanya.
b. Banyak minum air putih paling sedikit 8 gelas sehari.
c. Cukup istirahat dengan tidur siang/berbaring selama 1-2 jam dan menjaga ketenangan
pikiran.
d. Susui bayi seserimg mungkin dari kedua parudara kiri dan kanan secara bergantian
hingga bayi tenang dan puas.
Apa yang perlu diperhatikan untuk membantu keberhasilan pemberian ASI Eklusif?
Dukungan suami, orang tua, ibu mertua, dan keluarga lainnya sangat diperlukan agar upaya
pemberian ASI Eklusif selama enam bulan bias berhasil.
Apa ibu yang bias memberikan ASI Eklusif?
Ibu yang bekerja tetap bias nemberikan ASI Eklusif pada bayi caranya:
a. Berikan ASI sebelum berangkat kerja.
b. Selama bekerja, bayi tetap nisa diberi ASI dengan cara memerah ASI sebelum berangkat
kerja dan ditampung digelas yang bersih dan tertutup untuk diberikan kepada bayi dirumah.
c. Setelah pulang bekerja, bayi disusui kembali seperti biasa.
Bagaimana cara menyimpan ASI di rumah?
a. ASI yang disimpan di rumah di tempat yang sejuk akan tahan 6-8 jam.
b. ASI yang disimpan di dalam termos berisi es batu akan tahan 24 jam.
c. ASI yang disimpan di lemari es akan tahan 3 kali 24 jam.
d. ASI yang disimpan di freezer akan tahan selama 2 minggu.
Bagaimana cara memberikan ASI yang disimpan?
a. Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air bersih.
b. Apabila ASI diletakan diruangan yang sejuk, segera berikan sebelum masa simpan
berakhir (8 jam).
c. Apabila ASI disimpan dalam termos atau lemari es, ASI yang disimpan dalan gelas
bersih tertutup dihangatkan dengan cara direndam dalam mangkok berisi air hangat,
kemudian ditunggu sampai ASI terasa hangat (tidak dingin).
d. ASI diberikan dengan sendok yang bersih, jangan pakai botol atau dot, karena botol dan
dot lebih sulit dibersihkan dan menghindari terjadinya bingung puting susu pada bayi.
b. Apa peran kader untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI Eklusif?
a. Mendata jumlah seluruh ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi baru lahir yang ada di wilayah
kerjanya.
b. Menberikan penyuluhan kepada ibu hamil, dan ibu menyusui diposyandu. Tentang
pentingnya memberikan ASI Eklusif.
c. Melakukan kunjungan ruma kepada ibu nifas yang tidak dating ke posyandu dan
menganjurkan agar ritin memeriksakan kesehatan bayinya serta mempersiapkan diri untuk
memberikan ASI Eklusif.
Menimbang Balita Setiap Bulan
Mengapa balita perlu di timbang setiap bulan? Penimbangan balita di maksudkan untuk
memantau pertumbuhannya setiap bulan. kapan dan di mana penimbangan balita di lakukan?
Penimbangan balita di lakukan setiap bulan mulai dari umur 1 tahun sampai 5 tahun diposyandu.
Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita? Setelah balita ditimbang di buku
KIA (kesehatan ibu dan anak) atau kartu menuju sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya
naik atau tidak naik (lihat perkembangannya)
Naik, bila:
a. Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS.
b. Garis pertumbuhannya pindah ke pita warna di atasnya.
Tidak naik, bila:
a. Garis pertumbuhannya menurun.
b. Garis pertumbuhannya mendatar.
c. Garis pertumbuhannya naik tetapi warna yang lebih muda.
Apa tanda-tanda balita gizi kurang?
a. Berat badan tidak naik selama 3 bulan berturut-turut, badannya kurus.
b. Mudah sakit.
c. Tampak lesu dan lemah.
d. Mudah menangis dan rewel.
Ada berapa macam gizi pada balita?
Gizi buruk pada balita ada 3 macam, yaitu:
1. Kwashiorkor
2. Marasmus
3. Marasmus-kwashiorkor.
Apa tanda-tanda balita gizi buruk?
Tanda-tanda gizi buruk pada kwashiorkor:
a. Edema seluruh tubuh (terutama pada punggung kaki)
b. Wajah bulat dan sembab.
c. Cengeng dan/rewel/apatis.
d. Perut buncit.
e. Rambut kusam dan mudah di cabut.
f. Bercak kulit yang luas dan kehitaman/bintik kemerahan.
Tanda-tanda gizi buruk pada marasmus:
a. Tampak sangat kurus.
b. Wajah seperti orang tua.
c. Cengeng/rewel/apatis.
d. Iga gambang, perut cekung.
e. Otot pantat mengendor.
f. Pengeriputanotot lengan dan tungkai.
Apa manfaat penimbangan balita setiap bulan di posyandu?
a. Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
b. Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
c. Untuk mengetahui balita yang sakit, (demam/batuk/diare).
Berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya BGM (Bawah Garis
Merah) dan dicurigai Gizi buruk sehingga dapat segera di rujuk ke puskesmas.
a. Untuk mengetahui kelengkapan Imunisasi.
b. Untuk mendapatkan penyuluhan gizi.
Apa peran kader agar masyarakat Mau menimbang balita setiap bulan Diposyandu?
a. Mendata jumlah seluruh balita yang ada di wilayah kerjanya.
b. Memantau jumlah kunjungan ibu yang dating balitanya diposyandu.
c. Memanfaatkan setiap kesempatan didesa/kelurahan untuk memberikan
penyuluhan tentang pentingnya penimbangan balita, misalnya penyuluhan kelompok
diposyandu, arisan, pengajian, kunjungan rumah dan penyuluhan massa (pengeras suara di
mesjid, pengumuman kelurahan, poster, slebaran dll)
d. Melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak dating keposyandu membawa
balitanya dan menganjurkan agar rutin menimbang balitanya di poyandu.
e. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian dan mendorong
masyarakat sepeti: lomba balita sehat, lomba memasak makanan balita sehat, kegiatan
makan bersama untuk balita dan sebagainya.
Menggunakan Air Bersih
Mengapa kita harus menggunakan air bersih?
Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi,
berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya,
Agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar sakit.
Apa syarat-syarat air bersih itu?
Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indra kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa,
dicium, dan diraba):
a. Air tidak berwarna harus bening/jernih.
b. Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
c. Air tidak berasa, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit harus
bebas dari bahan kimia beracun.
d. Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau belerang.
Apa manfaat menggunakan air bersih?
a. Terhindar dari gangguan penyakit seperti Diare, Kolera, Disentri, Thypus, Kecacingan,
penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.
b. Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.
Di mana dapat memperoleh sumber air bersih?
a. Mata air d. Air hujan
b. Air sumur atau air sumur pompa e. Air dalam kemasan
c. Air ledeng atau perusahaan air
minum
Bagaimana menjaga kebersihan sumber air bersih?
a. Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah paling sedikit 10
meter.
b. Sumber mata air harus dilindungi dari pencemaran.
c. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya atidak
rusak seperti lantai sumur tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester dan sumur
sebaiknya diberi penutup.
d. Harus dijaga kebersihannya seperti tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut pada
lantai/lantai dinding sumur. Ember/gayung pengambil air harus tetap bersih dan diletakan di
lantai (ember/gayung digantung di tiang sumur).
Mengapa air bersih harus dimasak mendidih bila ingin diminum?
Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. kuman penyakit dalam air mati
pada suhu 100 derajat C (saat mendidih). Apa peran kader dalam menggerakan masyarakat untuk
menggunakan air bersih?
a. Melakukan pendataan rumah tangga yang sudah dan belum memiliki ketersediaan air
bersih dirumahnya.
b. Melakukan pendataan rumah tangga yang sulit mendapatkan air bersih.
c. Melaporkan kepada pemerintah desa/kelurahan tentang jumlah rumah tangga yang sulit
untuk mendapatkan air bersih.
d. Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat berupaya untuk
memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan air bersih di lingkungan tempat
tinggalnya.
e. Mengadakan arisan warga untuk membangun sumur gali atau sumur pompa secara
bergilir.
f. Membentuk kelompok pemakai air pompa (POKMAIR) untuk memelihara sumber air
bersih yang dipakai secara bersama, bagi daerah sulit air.
g. Menggalang dunia usaha setempat untuk member bantuan dalam penyediaan air bersih.
h. Memanfaatkan setiap kesempatan didesa/kelurahan untuk memberkan penyuluhan
tentang pentingnya menggunakan air bersih, misalnya melalui penyuluhan kelompok
diposyandu, prtemuan Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjungan
rumah dan lain-lain.
Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun
Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun?
a. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila
digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke
dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
b. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran
dan kuman masih tertinggal di tangan.
Kapan saja harus mencuci tangan?
a. Setiap kali tangan kita kotor (setelah; memegang uang, memegang binatang, berkebun,
dll).
b. Setelah buang air besar
c. Setelah menceboki bayi atau anak
d. Sebelum makan dan menyuapi anak
e. Sebelum memegang makanan
f. Sebelum menyusui bayi
Apa manfaat mencuci tangan?
a. Membunuh kuman penyakit yang ada ditangan
b. Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typus, kecacingan,
penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Flu burung atau Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS).
c. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
a. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun.
b. Bersihkan telapak, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan.
c. Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
Apa peran kader Dalam membina perilaku cuci tangan
a. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan
tentang pentingnya perilaku cuci tangan, misalnya penyuluhan kelompok diposyandu,
arisan, pengajian, pertemuan kelompok Dasa Wisma, dan kunjungan rumah.
b. Mengadakan kegiatan gerakan cuci tangan bersama untuk menarik perhatian
masyarakat, misalnya pada peringaan hari-hari besar kesehatan atau ulang tahun
kemerdekaan.
Menggunakan Jamban Sehat
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang
terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa (cemplung) yang dilengkapi
dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkanya.
Apa saja jenis jamban yang digunakan?
1. Jamban cemplung Adalah jamban yang penampungannya berupa lubang yang berfungsi
menyimpan kotoran/tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran kedasar lubang. Untuk
jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
2. Jamban tangki septik/leher angsa Adalah jamban berbentuk leher angsa yang
penampungannya berupa tangki septik kedap air yang befungsi sebagai wadah proses
penguraian/dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapan.
Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air.
Jamban tangki septik/leher angsa digunakan untuk:
1. Daerah yang cukup air
2. Daerah yang padat penduduk, karena dapat menggunakan multiple latrine yaitu
satu lubang penampungan tinja/tangki septik digunakan oleh beberapa jamban (satu
lubang dapat menampung kotoran/tinja dari 3-5 jamban) Daerah pasang surut, tempat
penampungan kotoran/tinja hendaknya ditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan
air pasang.
Siapa yang diharapkan menggunakan jamban?
Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang air besar/buang air kecil.
Mengapa harus menggunakan jamban?
a. Menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidak berbau.
b. Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya.
c. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit
Diare, Kolera Disentri,Typus, kecacingan, penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit, dan
keracunan.
Apa saja syarat jamban sehat?
a. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang
penampungan minimal 10 meter)
b. Tidak berbau.
c. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
d. Tidak mencemari tanah sekitarnya.
e. mudah dibersihkan dan aman digunakan.
f. Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
g. Penerangan dan ventilasi yang cukup.
h. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
i. Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.
Bagaimana cara memelihara jamban sehat?
a. Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
b. Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
c. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
d. Tidak ada serangga,(kecoa,lalat,) dan tikus yang berkeliaran.
e. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
f. Bila ada kerusakan, segera perbaiki.
Apa peran kader dalam membina masyarakat untuk memiliki dan menggunakan
jamban sehat?
a. Melakukan pendataan rumah tangga yang sudah dan belum memiliki serta menggunakan
jamban dirumahnnya.
b. Melaporkan kepada pemerintah desa/kelurahan tentang jumlah rumah rumah tangga yang
belum memiliki jamban sehat.
c. Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat berupaya untuk
menggerakan masyarakat untuk memiliki jamban.
d. Mengadakan arisan warga untuk membangun jamban sehat secara bergilir.
e. Menggalang dunia usaha setempat untuk member bantuan dalam penyediaan jamban
sehat.
f. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberi penyuluhan tentang
pentingnya memiliki dan menggunakan jamban sehat, misalnya melalui penyuluhan
kelompok di posyandu, pertemuan kelompok Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan
desa/kelurahan, kumjungan rumah dan lain-lain.
g. Meminta bantuan petugas Puskesmas setempat untuk memberikan bimbingan teknis
tentang cara-cara membuat jamban sehat yang sesuai dengan situasi dan kodisi daerah
setempat.
Memberantas Jentik Dirumah Sekali Seminggu
Mengapa harus memberantas jentik di rumah? Agar rumah bebas jentik.
Apa itu rumah bebas jentik? Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan
pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk.
Apa itu pemeriksaan jentik berkala (PJB)?
Adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan
air) yang ada didalam rumah seperti bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas, dll dan diluar
rumah seperti talang air, alas pot kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu, dll yang
dilakukan secara teratur sekali dalam seminggu.
Siapa yang melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala?
a. Anggota rumah tangga c. Juru pemantau jentik (Jumatik)
b. Kader d. Tenga pemeriksa jentik lainnya.
Apa yang pelu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik?
a. Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras,
Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).
b. PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular
berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (kaki
gajah) di tempat-tempat perkembangannya.
3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan
kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak control, lubang pohon,
lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
3. Mengubur ataumenyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti
ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua,
plastik kresek, dll).
Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu:
a. Menggunakan kelambu ketika tidur.
b. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk ; bakar,
semprot, oles/usap ke kulit, dll.
c. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian didalam kamar.
d. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai
e. Memperbaiki saluran talang air yang rusak
f. Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras
misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
g. Memilihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air, misalnya ikan cupang,
ikan nila, dll.
h. Menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya, Zodia,Lavender,Rosemerry, dll.
Apa manfaat Rumah Bebas Jentik?
a. Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara
nyamuk dapat dicegah atau dikurangi.
b. Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah
Dengue (DBD), Malaria, Cikungunya atau kaki gajah.
c. Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat.
Bagaimana cara Pemeriksaan Jentik Berkala?
a. Mengunjungi setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja untuk memeriksa tempat
yang sering menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk/tempat penampungan air di dalam
dan di luar rumah serta memberikan penyuluhan tentang PSN kepada anggota rumah tangga.
b. Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
c. Jika ditemukan jentik, anggota rumah tangga diminta untuk ikut. Menyaksikan/melihat
jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN kepada anggota rumah tangga
d. Mencatat hasil pemeriksaan jentik pada Kartu Jentik Rumah (kartu yang ditinggalkan di
rumah) dan pada formulir pelaporan ke puskesmas.

Peran kader dalam membina rumah tangga agar menciptakan Rumah Bebas
Jentik?
Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang PSN
dan PJB, misalnya melalui penyuluhan kelompok diposyandu, pertemuan kelompok Dasa
Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjungan rumah dan melalui media cetak
(poster, slebaran, spanduk).
a. Bersama pemerintah desa/kelurahan tokoh masyarakat setempat menggerakan
masyarakat untuk melakukan PSN dan PJB.
b. Melakukan pemeriksaan jentik berkala secara teratur setiap minggu dan mencatat angka
jentik yang ditemukan pada Kartu Jentik Rumah.
c. Mengumpulkan data angka bebas jentik dari setiap rumah tangga yang ada di wilayah
kerja dan melaporkan secara rutin kepada puskesmas terdekat untuk mendapat tindak lanjut
penanganan bila terjadi masalah/kasus.
d. Menginformasikan angka jentik yang ditemukan kepada setiap rumah tangga yang
dikunjungi sekaligus memberikan penyuluhan agar tetap melaksanakan pemberantasan
sarang nyamuk secara rutin dan menegur secara baik apabila masih terdapat jentik nyamuk.
Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari
Siapa yang diharapkan makan sayur dan buah?
Setiap anggota rumah tangga mengkonsunsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau
sebaiknya setiap hari. Mengapa kita harus makan sayuran dan buah? Makan sayur dan buah
setiap hari sangat penting, karena:
a. Mengandung vitamin dan mineral, yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
b. Mengandung serat yang tinggi.
Apa manfaat vitamin yang ada di dalam sayur dan buah?
a. Vitamin A untuk pemeliharaan kesehatan mata
b. Vitamin D untuk kesehatan tulang
c. Vitamin E untuk kesuburan dan awet muda
d. Vitamin K untuk pembekuan darah
e. Vitamin C meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi
f. Vitamin B mencegah penyakit beri-beri
g. Vitamin B12 meningkatkan nafsu makan.
Apa manfaat serat yang ada di dalam sayur dan buah?
Serat adalah makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang sangat berfungsi untuk
memelihara usus. Serata tidak dapat dicerna oleh pencernaan sehingga serat tidak menghasilkan
tenaga dan dibuang melalui tinja. Serat tidak untuk mengenyangkan tetapi dapat menunda
pengosongan lambung sehingga orang menjadi tidak cepat lapar.
Manfaat makanan berserat, yaitu:
a. Mencegah Diabetes . g. Memperindah kulit, rambut dan
b. Melancarkan buang air besar. kuku.
c. Menurunkan berat badan. h. Membantu mengatasi Anemia
d. Membantu proses pembersihan racun (kurang darah)
(detoksifikasi) i. Membantu perkembangan bakteri
e. Membuat awet muda. yang baiok dalam usus.
f. Mencegah kanker
Berapa banyak sayur dan buah dalam sehari harus kita makan?
Sayur harus dimakan 2 porsi setiap hari, dengan ukuran satu porsi sama dengan satu mangkuk
sayuran segar atau setengah mangkuk sayuran matang. Sebaiknya sayuran dimakan segar atau
dikukus, karena jika direbus cenderung melarutkan vitamin dan mineral. Buah-buahan harus
dimakan 2-3 kali sehari. Contohnya, setiap kali makan setengah mangkuk buah yang diiris, satu
gelas jus atau satu buah jeruk, apel, jambu biji atau pisang. Makanlah berbagai macam buah
karena akan memperkaya variasi zat gizi yang terkandung dalam buah.
Sayur dan buah seperti apa yang bagus kita makan?
Semua sayur bagus dimakn, terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning, dan oranye)
seperti bayam, kangkung, daun katuk, wortel, selada hijau atau daun singkong. Semua buah
bagus untuk dimakan, terutama yang berwarna (merah, kuning) seperti mangga, papaya, jeruk,
jambu biji atau apel lebih banyak kandungan vitamin dan mineral serta seratnya. Pilihan buah
dan sayur yang bebas pestisida dan zat berbahaya lainnya. Biasanya cirri-ciri sayur dan buah
yang baik ada sedikit lubang bekas dimakan ulat dan tetap segar.
Bagaimana mengolah sayur dan buah dengan tidak merusak atau mengurangi
kandungan gizinya?
Konsumsi sayur dan buah yang tidak merusak kandungan gizinya adalah dengan memakannya
dalam keadaan mentah atau dikukus. Direbus dengan air akan melarutkan beberapa vitamin dan
mineral yang terkandung dalam sayur dan buah tersebut. Pemanasan tinggi akan menguraikan
beberapa vitamin seperti vitamin C.
Bagaimana peran keluarga untuk menanamkan Kebiasaan makan sayur dan buah?
a. Memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayur dan buah.
b. Menyediakan sayur dan buah setiap hari di rumah dengan harga terjangkau.
c. Perkenalan sejak dini kepada anak kebiasaan makan sayur dan buah pagi, siang, dan
malem
d. Memanfaatkan setiap kesempatan di rumah untuk mengingatkan tentang pentingnya
makan sayur dan buah.
Melakukan Aktifitas Fisik Setiap Hari
Siapa yang diharapkan melakukan aktivitas fisik?
Adalah anggota keluarga melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari.
Apa itu aktivitas fisik?
Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran
tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan
kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.
Apa jenis aktivitas fisik yang dapat dilakukan?
a. Bisa berupa kegiatan sehari-hari, yaitu: berjalan kaki, berkebun, kerja tana, mencuci
pakaian, mencuci mobil, mengepel lantai, naik turun tangga, membawa belanjaan.
b. Bisa berupa olah raga, yaitu: push up, lari ringan, bermain bola, berenang, senam,
bermain tenis, yoga, fitness, angkat beban/berat.
b. Berapa lama seseorang perlu melakukan aktivitas fisik setiap hari?
a. Aktivitas fisik dilakukan secara teratur paling sedikit 30menit dalam sehari, sehingga
dapat menyehatkanjantung, paru-paruserta alat tubuh lainnya.
b. Jika lebih banyak waktu yang di gunakan untuk beraktivitas fisik maka manfaat yang di
peroleh juga lebih banyak
c. Jika kegiatan ini di lakukan setiap hari secara teratur maka dalam waktu 3 bulan kedepan
akan terasa hasilnya.
Bagaimana cara melakukan aktifitas yang benar ?
a. Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit.jika belum terbiasa dapat di mulai
dengan beberapa menit setiap hari dan di tingkatkan secara bertahap.
b. Lakukan aktivitas fisik sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.
c. Awali aktivitas fisik dengan pemanasan dan peregangan.
d. Lakukan gerakan ringan dan perlahan ditingkatkan sampai sedang.
e. Jika sudah terbiasa melakukan aktivitas tersebut, lakukan secara rutin paling sedikit 30
menit setiap hari.
Apa keuntungan melakukan aktivitas fisik secara teratur ?
a. terhindar dari penyakit jantung, stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi,
kencing manis, dll.
b. Berat badan terkendali
c. Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat
d. Bentuk tubuh menjadi bagus
e. Lebih percaya diri
f. Lebih bertenaga dan bugar
g. Secara keseluruhan keadaan kesehatan menjadi lebih baik
Beberapa tips dalam beraktivitas fisik :
a. Jalan cepat : perlu sepatu yang lebih enak di pakai agar kaki nyaman dan sehat, apalagi
untuk berjalan ke ke kantor atau naik tangga.
b. Rrenang, lakukan renang secepat mungkin dengan nafas yang dalam.
Apa peran keluarga dan kader untuk mendorong anggota keluarga melakukan
aktivitas fisik setiap hari ?
a. Manfaatkan setiap kesempatan di rumah untuk mengingatkan tentang pentingnya
melakukan akytivitas fisik.
b. Bersama anggota keluarga sering melakukan kegiatan fisik secara bersama, misalnya
kalan pagi bersama, membersihkan rumah secara bersama-sama, dll.
c. Ada pembagian tugas untuk membersihkan rumah atau melaksanakan pekerjaan di
rumah.
d. Kader mendorong lingkungan tempat tinggal untuk menyediakan fasilitas olahraga dan
tempat bermain untuk anak.
e. Kader memberikan penyuluhan tentang pentingnya melakukan aktivitas fisik.
Tidak merokok di dalam rumah
Siapa yang di harapkan tidak merokok di dalam rumah ?
Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah.
Mengapa harus tidak merokok ? Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu
batang rokok yang di hisap akan di keluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya,
diantanya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon monoksida (CO).
a. Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak jantung dan aliran darah.
b. Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker.
c. CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel
tubuh akan mati.
Apa itu dengan perokok aktif dan perokok pasif?
a. Perokok aktifadalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun
walaupun itu Cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau walau
tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok Cuma sekedar
menghembuskan asap walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
b. Perokok pasifadalah orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok orang lain
atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.
c. Rumah adalah tempat berlindung, termasuk dari asap rokok. Perokok pasif harus berani
menyuarakan haknya tidak menghirup asap rokok.
Apa bahaya perokok aktif dan perokok pasif?
a. Menyebabkan kerontokan rambut
b. Gangguan pada mata, seperti
katarak.
c. Kehilangan pendengaran lebih awal
dibanding bukan perokok.
d. Menyebabkan paru-paru kronis.
e. Merusak gigi dan menyebabkan bau
mulut yang tidak sedap.
f. Menyebabkan stroke dan serangan
jantung.
g. Tulang lebih mudah patah.
h. Menyebabkan kanker kulit.
i. Menyebabkan kemandulan dan
impotensi.
j. Menyebabkan kanker rahim dan
keguguran.
Bagaimana cara berhenti merokok?
Ada 3 cara untuk berhenti merokok, yaitu Berhenti Seketika, Menunda, dan Mengurang. Hal
yang paling utama adalah niat dan tekad yang bulat untuk melaksanakan cara tersebut:
a. Seketika Cara ini merupakan upaya yang paling berhasil. Bagi perokok berat, mungkin
perlu bantuan tenaga kesehatan untuk mengatasi efek ketagihan karena rokok mengandung
zat Adiktif.
b. Menunda Perokok dapat menunda menghisap rokok pertama 2 jam setiap hari
sebelumnya dan selama 7 hari berturut-turut.
c. Mengurangi Jomlah rokok yang diisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur
dengan jumlah yang sama sampa 0 batang pada hari ke 7 atau yang ditetapkan. Misalnya
dalam sehari-hari seorang perokok menghabiskan 28 batang rokok maka Si perokok dapat
merencanakan pengurangan jumlah rokok selama 7 hari dengan jumlah pengurangan
sebanyak 4 batang sehari.
Apa peran keluarga dan kader untuk menciptakan Rumah Tanpa Asap Rokok?
a. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku tidak merokok kepada seluruh
anggota keluarga.
b. Menggalang kesepakatan keluarga umtuk mwnciptakan Rumah Tanpa Asap Rokok.
c. Menegur anggoata rumah tangga yang merokok di dalam rumah.
d. Tidak memberi dukungan kepada orang yang merokok dalam bentuk apapun, antara lain
dengan tidak memberikan uang untuk membeli rokok,tidak memberikan kesempatan siapa
pun untuk merokok di dalam rumah, tidak menyediakan asbak.
e. Tidak menyuruh anaknya membelikan rokok untuknya.
f. Orang tua bisa menjadi panutan dalam perilaku tidak merokok.
g. Melarang anak tidak merokok bukan karena alasan ekonomi, tetapi justru karena alas an
kesehatan.

2. PHBS di Sekolah
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan
sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga
secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan
kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan
sehat.

Manfaat

Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat, sehingga siswa, guru, dan masyarakat
lingkungan sekolah terlindung dari berbagai ancaman dan gangguan penyakit.
Meningkatnya semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi
belajar siswa.
Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu
menarik minat orang tua.
Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan.
Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :

1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun


2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya

3. PHBS di Institusi Kesehatan

PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan


pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu
untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan
aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah
penularan penyakit di institusi kesehatan.

Manfaat

Pasien memperoleh pelayanan kesehatan di institusi kesehatan yang sehat


Pasien terhindar dari penularan penyakit
Mempercepat proses penyembuhan penyakit bagi pasien
Meningkatkan citra sebagai institusi kesehatan yang baik

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Institusi Kesehatan
yaitu:

1. Menggunakan air bersih


2. Menggunakan Jamban
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak merokok di institusi kesehatan
5. Tidak meludah sembarangan
6. Memberantas jentik nyamuk

4. PHBS di Tempat Kerja

PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para


pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup
bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja
Sehat.
Manfaat

Setiap pekerja meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit


Produktifitas pekerja meningkat yang berdampak pada peningkatan penghasilan
Pengeluaran biaya rumah tangga hanya untuk meningkatkan taraf hidup bukan
untuk biaya berobat
Meningkatnya citra tempat kerja yang positif

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat kerja antara lain :

1. Tidak merokok di tempat kerja


2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja
3. Melakukan olahraga secara teratur/aktifitas fisik
4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah BAB dan BAK
5. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja
6. Menggunakan air bersih
7. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar
8. Membuang sampah pada tempatnya
9. Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan

5. PHBS di Tempat Tempat Umum

PHBS di Tempat - tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan


masyarakat pengunjung dan pengelola tempat - tempa t umu m agar
tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif
dalam mewujudkan tempat - tempat Umum Sehat.

Tempat - tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh


pemerintah/swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan
bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah,
sarana perdagangan dan olahraga, rekreasi dan sarana sosial lainnya.

Manfaat

Masyarakat menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit


Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat, mencegah dan mengatasi
masalah-masalah kesehatan yang dihadapi
Lingkungan di sekitar TTU menjadi lebih bersih, indah dan sehat sehingga
meningkatkan citra tempat umum
Meningkatkan pendapatan TTU akibat meningkatnya kunjungan pengguna TTU

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat - Tempat
Umum yaitu :

1. Menggunakan air bersih


2. Menggunakan jamban
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak merokok di tempat umum
5. Tidak meludah sembarangan
6. Memberantas jentik nyamuk

4. Memahami Perilaku Yang Tidak Sesuai PHBS


Lalu kebiasaan buruk apa saja yang orang tua ajarkan secara tidak langsung atau tanpa mereka
sadari
1. Melewatkan sarapan
Melewatkan sarapan telah lama diketahui menghambat perkembangan dan kemampuan
belajar seorang anak. Sebab tanpa sarapan yang penting itu, kadar gula darah anak akan tetap
rendah sehingga menyebabkan kelelahan, kelesuan, kurangnya konsentrasi di kelas, mudah
tersinggung, performa kerja yang buruk dan peningkatan kecenderungan untuk melakukan
kesalahan saat mengerjakan tugas atau tes.
Tak sarapan juga telah lama dikaitkan dengan obesitas pada anak-anak karena remaja dan
anak-anak yang tidak melakukannya akan cenderung mengonsumsi makanan tak sehat seperti
makanan cepat saji, keripik, permen dan cokelat dalam rangka meningkatkan energi mereka.
Solusi:
Meski setiap pagi, rumah akan selalu dipenuhi dengan kepanikan sebelum berangkat
beraktivitas, penting untuk meluangkan waktu beberapa menit untuk sarapan singkat. Tak perlu
dengan menu yang lengkap, cukup kombinasikan protein dan karbohidrat (seperti sereal berserat
tinggi dan susu rendah lemak; atau roti gandum panggang dan telur rebus). Jangan lupa juga
tambahkan buah.
2. Kurang makan buah dan sayur
Buah-buahan dan sayur-sayuran sarat dengan nutrisi super. Berbagai studi telah
menunjukkan bagaimana besarnya manfaat mengonsumsi sedikitnya lima porsi buah dan sayur
sehari dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, stroke hingga
beberapa jenis kanker.
Solusi:
Mengonsumsi lima porsi buah dan sayur dalam sehari sebenarnya tidaklah sulit:
sempatkan makan dua buah di pagi hari, lalu makan salad atau sup sayur saat makan siang (bisa
juga dengan menambahkan cemilan seperti cocktail tomat, wortel atau mentimun pada kotak
makan siang anak) dan konsumsi dua jenis sayuran untuk makan malam.
Selain itu, dorong anak untuk lebih banyak makan buah dan sayuran dengan selalu
menyiapkan buah-buahan dan sayuran segar di lemari es. Lebih dari itu, biasakan nyemil buah
atau sayuran di depan anak, dengan begitu cepat atau lambat anak akan menirunya.
3. Tidak rutin berolahraga
Padahal olahraga rutin banyak sekali manfaatnya, mulai dari meningkatkan kesehatan
tulang, otot dan sendi; menambah energi dan daya konsentrasi; mendorong sistem kekebalan
tubuh; memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan risiko sejumlah penyakit serius akibat gaya
hidup seperti diabetes.
Bahkan untuk anak-anak, manfaat olahraga jauh lebih kentara karena aktivitas fisik ini
dapat meningkatkan kemampuan koordinasi tubuh, mempertajam daya pikir, membangun harga
diri sekaligus kepercayaan diri serta mengurangi tingkat kecemasan dan stres.
Solusi:
Meski orang dewasa direkomendasikan untuk berolahraga sedikitnya 30 menit perharinya
tapi anak-anak justru harus didorong untuk berolahraga selama 60 menit perhari. Tak perlu
melakukan satu jenis latihan fisik selama durasi itu karena orangtua bisa mengajari anak untuk
mengkombinasikan sejumlah latihan fisik, misalnya jalan kaki selama 30 menit, bersepeda 10
menit dan 20 menit bermain seperti lompat tali atau berkejaran dengan anjing.
Anda juga bisa mengarahkannya agar fisiknya lebih aktif dengan mendorongnya
berpartisipasi dalam olahraga, kelas tari atau bela diri. Bisa juga dengan mengajak mereka
melakukan aktivitas bersama seperti mengajak anjing jalan-jalan, menyapu dedaunan yang
berjatuhan di taman rumah atau membersihkan karpet. Beri contoh pada anak dengan aktif
berolahraga atau melakukan kegiatan fisik dan luangkan waktu untuk family outing seperti
bersepeda atau mendaki gunung bersama.
4. Kurang tidur
Kurang tidur mungkin terdengar sepele tapi hal ini telah lama diketahui menyebabkan
berbagai gangguan kesehatan. Bahkan kurang tidur kronis dapat menimbulkan konsekuensi
negatif untuk seumur hidup.
Pasalnya, ketika tidur tubuh memperoleh kesempatan untuk memulihkan dirinya sendiri
setelah seharian beraktivitas. Lagipula jam tidur yang cukup dapat membantu Anda
mempertajam daya pikir sekaligus melawan infeksi.
Tak hanya itu, kurang tidur juga mempengaruhi stok energi, mood, kebiasaan makan,
kemampuan memecahkan masalah (problem-solving skill) serta kemampuan belajar, termasuk
mencegah tubuh memulihkan diri dari cedera. Apalagi bagi anak-anak tidur itu begitu penting
karena aktivitas ini membantu mereka tumbuh, berkembang dan berfungsi secara optimal.
Bahkan sejumlah studi telah mengaitkan antara kurang tidur dengan obesitas, gangguan
pemusatan pikiran, diabetes hingga penyakit jantung paa anak-anak.
Solusi:
Tanamkan rutinitas tidur yang teratur pada anak. Salah satunya dengan membatasi waktu
anak untuk menonton televisi atau bermain game di malam hari serta memastikan anak
berangkat tidur di jam yang sama setiap malamnya dalam lingkungan rumah yang nyaman, aman
dan tenang.
Namun seberapa besar kebutuhan tidur anak bergantung pada usia dan kadar aktivitasnya,
biasanya berkisar antara 9-12 tahun. Untuk mengetahui apakah anak Anda mendapatkan jam
tidur yang cukup atau tidak, cobalah amati apakah di pagi hari anak Anda bisa bangun sendiri
atau tidak. Jika iya, itu tandanya ia mendapatkan jam tidur yang memadai. Jika harus
dibangunkan, biasakan si anak untuk tidur lebih cepat.
5. Malas mencuci tangan
Lini pertama pertahanan Anda terhadap berbagai kuman dan penyakit terdapat pada
kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air. Tapi sayangnya banyak orang yang enggan
melakukannya atau tak melakukannya dengan benar.
Padahal kuman dan penyakit yang masuk ke dalam tubuh karena malas mencuci tangan
bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan mulai dari flu biasa hingga penyakit parasit
seperti E. coli, Giardia dan Salmonella yang dapat menyebabkan sakit serius.
Solusi:
Ajari anak untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air sebelum makan,
setelah memakai toilet, setelah memegang hewan peliharaan, sebelum dan setelah menyentuh
makanan mentah, setelah batuk, bersin atau melecit. Namun yang terpenting adalah berikan
aturan yang sama untuk diri Anda sendiri.
Berikut ini adalah beberapa cara sederhana tentang apa yang harus orang tua ajarkan
kepada anak-anak tentang gaya hidup sehat.
1. Anda tidak dapat memiliki kesehatan yang baik tanpa gizi yang baik.
2. Makan buah-buahan dan sayuran mentah sebanyak mungkin.
3. Makan beberapa jenis protein setiap kali makan. (Makan daging yang cukup dan makan lebih
banyak ikan)
4. Makanlah dalam porsi kecil setiap hari dengan gizi seimbang.
5. Minum air putih yang cukup setiap hari.
6. Istirahat yang cukup.
7. Ajarkan anak-anak Anda pentingnya olahraga teratur.
8. Ajarkan anak-anak Anda pentingnya suplemen.
9. Ajarkan anak-anak Anda bagaimana menghindari stres dan bagaimana menghadapinya ketika
hal itu tidak dapat dihindari.
10. Ajarkan anak-anak Anda bahaya dari gula, lemak, dan kafein.
5. Memahami PHBS dalam Pndangan Islam

Al-quran banyak ayat yang menganjurkan unntuk bersuci. Alalh berfirman :




Dan pakaianmu bersihkanlah (QS.Al Muddatsir ayat: 4)


Sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang bertaubat dan orang orang yang
mermbersikan diri. ( QS. Al baqarah:222 ).
Ada dua makna dalam mengarti suci, yaitu suci dari hadats dan suci dari najis. Hadats
dan najis merupakan sesuatu yang menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah tertentu
seperti shalat. Hadats berbeda dengan najis karena hadats berarti keadaan dan bukan suatu benda
atau zat tertentu, sedangkan najis berarti benda atau zat tertentu dan bukan suatu keadaan.
Memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan adalah hal yang benar, maka dalam
islam pun diajarkan.

Dalam Islam, kesehatan termasuk hal utama. Hal ini didukung dengan kenyataan
bahwa banyak ayat Al-Quran dan hadist yang berkaitan dengan kesehatan. Salah satu
contohnya adalah wahyu kedua yang dibawakan Jibril, yaitu Ayat 1-5 Surat Al
Mudatstsir. Wahyu tersebut belum mengenai shalat, puasa dan zakat, tetapi perintah untuk
berdakwah dan mengenai kesucian (kebersihan) dan menjauhi kekotoran.

Pada ayat di atas tampak bahwa kebersihan menjadi pangkal kesehatan. Ilmu kesehatan
modern tetap berpendirian bahwa kebersihan merupakan pangkal kesehatan. Tidaklah heran
kalau kebersihan umumnya merupakan salah satu kewajiban yang selalu diperintahkan Nabi
Muhammad SAW kepada para pengikutnya dan dijadikan sendi dasar dalam kehidupan sehari-
hari.
Sementara dalam hadits lebih banyak lagi dijumpai peraturan-peraturan kesehatan. Salah
satu sabda Nabi SAW yang terkenal adalah Annadha fatu minal iiman yang berarti bahwa
Kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Hadist lain menyatkana bahwa orang mukmin
yang kuat lebih disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Ajaran kesehatan Nabi
SAW yang lain adalah khitan sangat sesuai dengan kebersihan dan kesehatan. Mengurus mayat
menurut hukum Islam juga sesuai dengan kebersihan. Juga tentang pemberantasan penyakit
menular telah diatur lengkap dalam hadist.

Urgensi Kebersihan dan Kesehatan


Islam tidak membiarkan manusia di alam ini terbelenggu dalam persoalan yang tidak
dapat dipecahkan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:
Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu
sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk dari yang baik. (QS. Ali Imran: 179)
Salah satu tujuan dari ajaran Islam ialah menghilangkan kemadharatan/bahaya (dafu al-
dharar) yang menimpa manusia baik bahaya yang mengancam fisik maupun psikis. Tujuannya
adalah agar manusia dapat menjalankan tugasnya sebagai makhluk Allah SWT. -menyembah dan
mengabdi kepada-Nya- di muka bumi ini dengan baik. Jika kondisi fisik atau psikis seseorang
tidak sehat tentu ia tidak akan dapat menunaikan tugas tersebut dengan baik. Karena itu, Islam
sangat memperhatikan masalah kesehatan dan menganjurkan agar manusia menjaga kesehatan.
Di samping itu, untuk mencapai tubuh yang sehat, dalam pandangan Islam tidak cukup
hanya mengandalkan faktor internal tubuh manusia saja, tetapi juga faktor lingkungan. Sebaik
apapun makanan yang dikonsumsi manusia, jika lingkungannya tidak sehat atau tidak bersih,
maka ancaman penyakit masih tetap besar. Karena penyakit bisa datang melalui makanan yang
dikonsumsi dan bisa juga melalui udara dan hewan yang kotor. Maka dari itu, Islam juga sangat
menekankan kebersihan.

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka


tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat
petunjuk. (Q.S Al-Baqarah : 16)

maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (Q.S Abasa : 24)


Daftar Pustaka
Abunain Djumadias. 1990. Aplikasi Antropometri sebagai Alat Ukur Status Gizi. Puslitbang Gizi
Bogor.
Arsad. RA, 2006. Perbedaan Hemoglobin, Status Gizi dan Prestasi Belajar Anak SD Wilayah
Gunung dan Pantai di Kabupaten Polewali Mandar tahnu 2006. FKM-UNHAS. Makassar.
Depkes, RI. 2004. Analisis Situasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Jakarta.
Fikawati, Sandra. 2008. Kumpulan Materi Gizi Kesehatan Masyarakat. Depok : FKM UI
Suhardjo. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta : Kanisius.
http://fk.uns.ac.id/static/file/Gizi.pdf
http://gizi.depkes.go.id/download/Pedoman%20Gizi/Buku%20Pedoman%20pelayanan%20anak
dfr.pdf
http://kgm.bappenas.go.id/index.php?hal=4&keyIdHead=9
http://www.bbkpmska.com/artikel/kesehatan-paru/81-lingkungan-sehat-untuk-tb.html
http://stbm-indonesia.org/wp/wp-content/uploads/2009/12/Materi-Dakwah-Sanitasi-untuk-
Sanitasi-Total-Berbasis-Masyarakat.pdf
Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei.
Jakarta : Rineka Cipta. 2003.
Supariasa, I.D.N. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC.