Anda di halaman 1dari 2

SISTEM PENGOLAHAN LAHAN (GRADING )

Pengertian grading (perataan) merupakan suatu bagian fungsional dan estetik yang penting dari
pengintegrasian tapak, ruang, dan struktur.
Grading dibagi menjadi dua :
1.grading minor : proses pembentuk kontur dengan mengambil bagian atas lahan (topsoil) agar dapat
mengalirkan air.
2. grading major : metode untuk menyesuaikan kontur ketika titik ketinggian final hanya bisa didapat
dengan menghilangkan bagian subsoil (bagian bawah topsoil).
Tujuan grading adalah sebagai berikut :
1.Mengembangkan tapak bangunan yang menarik sesuai dan ekonomis.
2. Memberikan pencapaian yang aman, nyaman, dan fungsional ke seluruh tapak, untuk penggunaan
dan pemeliharaan.
3. Membagi limpasan permukaan dari tapak tanpa mengakibatkan erosi dan
sedimentasi atau mengumpulkannya untuk keperluan ciri air, cekungan
Lumpur, atau irigasi.
4. Membagi aliran air permukaan maupun air bawah permukaan menjauhi bangunan dan perkerasan
trotoar untuk menghindari kejenuhan lapisan dasar, yang dapat merusak struktur bangunan atau
melemahkan perkerasan.
5. Mempertahankan sifat alamiah dari tapak dan untuk menentukan peil yang sesuai dalam
mempertahankan pepohonan yang ada.
6. Mendapatkan perimbangan kupasan dan urugan yang optimum pada tapak;
7.Menghindari daerah urugan yang akan berakibat penambahan
kedalaman atau ketidakstabilan pondasi bangunan atau lapisan dasar suatu perkerasan.
8. Menghindari timbulnya penampang bergelombang untuk jalan, trotoar, dan
perkerasan lainnya.
9. Menghindari pembuatan bantaran tanah yang memerlukan biaya pengendalian erosi yang tinggi.
Kecuali di tempat-tempat yang benar- benar diperlukan, sebagai pengganti dinding penahan yang
mahal.
10. Menetapkan pelandaian akhir setinggi mungkin pada tempat-tempat
ditemukannya batuan didekat permukaan tanah sehingga mengurangi biaya galian utilitas dan galian
lainnya serta menyempurnakan kondisi tumbuh bagi vegetasi.
11. Menghindari limpasan air ke jalan.
Fungsi grading adalah sebagai berikut.
a. Drainase,
untuk menghindari masalah-masalah yang bersangkutan dengan
iklim, terutama menghindari bahaya banjir.
b. Menyediakan Jalan Penghubung,
jalan pencapaian yang memadai bagi pejalan kaki dan kendaraan adalah suatu persyaratan
fungsional utama. Kemudahan pada pencapian langsung mempengaruhi banyaknya penggunaan
yang akan di terima tapak, sementara pencapaian yang membingungkan akan memperkecil
penggunaan.
c. Membuat Lebih Banyak Bagian Tapak Dapat Dipergunakan,
pembentukkan muka tanah untuk membuat lebih banyak lahan yang dapat
dipakai dengan cara mengurangi kecuraman.
Pembentukkan muka tanah (pengubahan lahan yang curam menjadi lebih
landai) sehingga dapat memberi ruang yang diperlukan untuk struktur, ruang
terbuka, lapangan parkir atau lapangan rekreasi.
d. Mengurangi Kebutuhan - Kebutuhan Pemeliharaan,
Pembentukkan muka tanah dapat mengurangi banyaknya pemeliharaan
terhadap tapak (dalam hal drainase, maintenance, penggenangan, maupun
pencegahan bahaya erosi).
e. Untuk Melestarikan Keistimewaan Keistimewaan Tapak
Melestarikan keistimewaan tapak dan elemen-elemennya yaitu sungai, kolam,
jalan, vegetasi, dll.
f. Meningkatkan Kualitas Estetik Tapak
Pembentukkan muka tanah yang halus dari sebuah tapak menunjang banyak terhadap kualitas tapak
terutama dalam keseimbangan proporsi diantara ruang ruang terbuka dan sekitarnya.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan grading adalah
a. Kondisi tanah
Kondisi karakteristik struktur tanah akan mempengaruhi grading yang dibentuk.
Karakteristik tanah dibagi dalam 3 (tiga) kategori, yaitu
-Karakteristik tanah pertanian
-Karakteristik tanah dalam arti geologi (memiliki jenis, struktur, dan
klasifikasi yang berbeda satu dengan yang lainnya)
-Karakteristik tanah dalam arti rekayasa (memiliki kekuatan dan daya
dukung tertentu terhadap bangunan keras di atasnya atau
pembangunan secara fisik lainnya)
Pengaruh kondisi tanah terhadap grading adalah upaya agar muka tanah yang dibentuk dapat
terhindar dari bahaya longsor dan sekaligus menjaga keamanan muka tanah.

b. Peta dasar
Merupakan peta topografi dengan skala dan ukuran yang jelas dan akurat
(biasanya menggunakan skala 1:1000 atau 1:500)

c. Gambaran bentuk tapak


Penggambaran bentuk kontur dalam tapak merupakan garis-garis putus
yang tersusun dengan notasi ukuran yang menunjukkan ketinggian muka
tanah. Ini menunjukkan bentuk dari muka tanah bila kita memproyeksikan
garis tersebut ke dalam gambar potongan. Arsitek lansekap perlu
menghayati bentukan dari garis-garis kontur tersebut agar mempunyai
gambaran terhadap bentuk muka tanah.