Anda di halaman 1dari 4

CARA MENGHITUNG TAKSIRAN BERAT JANIN

Taksiran berat janin dianggap penting pada masa kehamilan karena pertumbuhan
janin intrauterine berlangsung tidak konstan, yaitu berlangsung cepat pada awal masa
kemudian melambat seiring bertambahnya usia kehamilan dan berhubungan dengan
meningkatnya risiko terjadinya komplikasi selama persalinan pada ibu dan bayi seperti berat
lahir rendah atau berat lahir berlebih

Tinggi Fudus Uteri

Tinggi fundus adalah jarak antara tepi atas simfisis pubis dan puncak fundus uteri.
Pemeriksaan fundus dilaksanankan saat uteri sedang tidak dalam keadaan kontraksi, bisa
dengan cara manual atau menggunakan pita lila.

Pemeriksaan fudus uteri bertujuan untuk menentukan usia kehamilan, menentukan taksiran
berat janin serta menilai adanya hambatan pertumbuhan janin.

1. Rumus Lohnson
- Jika kepala belum masuk PAP maka rumusnya:

Berat Janin = (tinggi fudus uteri 12 ) x 155 gram

- Jika kepala sudah masuk PAP maka rumusnya:

Berat Janin = (tinggi fudus uteri 11 ) x 155 gram.

2. HODGE

Rumus : tinggi fundus ( cm ) N x 155

1. HODGE I: N = 13 bila kepala belum melewati PAP

2. HODGE II: N = 12 bila kepala berada diatas spina isciadika

3. HODGE III: N = 11 bila kepala berada dibawah spina isciadika

Contohnya:

Diketahui TFU 26cm

TBJ = (TFU-13) x 155

13
= (26-13) x 155

= 2015 gram

Sedangkan TBJ menurut TFU normal UK 7 bulan adaah

TBJ = (TFU-13) x 155

= (30-13) x 155

= 2636 gram

Menghitung taksiran berat janin (TBJ) dengan rumus diatas keakuratannya akan meleset ,
karena faktor sebagai berikut :

- Ketebalan dinding abdomen, ini membuat kita kesulitan dalam menentukan lokasi
fundus uteri.
- Rumus ini tidak dikhususkan untuk wanita Indonesia, pola makan yg berbeda akan
menentukan besarnya janin.

3. USG

Crown-rump Length (CRL). CRL adalah istilah untuk panjang antara bokong dan ujung
kepala janin. Pengukuran CRL dilakukan pada janin berusia 7-12 minggu dan memberikan
perkiraan yang sangat akurat mengenai usia kehamilan. Setelah usia kehamilan 12 minggu,
CRL tidak lagi akurat mengukur usia janin, sehingga pengukuran lain diperlukan.

Biparietal Diameter (BPD). Diameter antara 2 sisi kepala, yang diukur setelah bayi berusia di
atas 12 minggu. Diameter kepala bayi meningkat dari sekitar 2,4 cm di usia 13 minggu
menjadi sekitar 9,5 cm pada saat kelahiran. Dua bayi dengan berat yang sama dapat memiliki
ukuran kepala berbeda sehingga BPD di tahap akhir kehamilan umumnya dianggap tidak
dapat diandalkan.

14
Femur Length (FL). Mengukur panjang tulang paha yang mencerminkan pertumbuhan
memanjang janin. FL meningkat dari sekitar 1,5 cm di 14 minggu menjadi sekitar 7,8 cm
pada akhir kehamilan. Kegunaan FL mirip dengan BPD.

Abdominal Circumverence (AC). Mengukur lingkar perut ibu. Ini adalah pengukuran yang
paling penting pada akhir kehamilan, namun lebih mencerminkan ukuran dan berat janin
daripada usianya.

AC, BPD dan FL digabungkan dalam rumus untuk memperkirakan berat badan janin. Mesin
USG langsung menghitung secara otomatis perkiraan berat janin, yang formulanya antara lain
adalah : 1,4 BPD X FL X AC (semua dalam cm) 200 = berat janin.

Perkiraan berat badan janin dapat dilakukan dengan menggunakan formula khusus seperti
yang terlihat dibawah ( rasio kepala : abdomen )

15
16