Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI GENERETOR DAN TRAFO

GENERATOR PADA PLTGU TAMBAK LOROK BLOK 2 MENGGUNAKAN


SOFTWARE ETAP 12.6.0

Uffan Yahdian1), Yuningtyastuti dan Karnoto

Program Studi Sarjana Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro


Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia
1)
E-mail: uffanyahdian@gmail.com

Abstrak

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Tambak Lorok merupakan salah satu penyuplai terbesar tenaga listrik untuk
kawasan area Jawa Tengah. Kinerja pembangkit harus bekerja secara optimal seiring kenaikan jumlah konsumsi
energi listrik. Maka selain kehandalan sistem dari gangguan juga koordinasi proteksi perlu diperhatikan demi
kelangsungan kualitas pelayanan tenaga listrik kepada konsumen. Pada Tambak Lorok Blok 2, sejak pembangkit mulai
dioperasikan hingga sekarang, belum pernah dilakukan analisis maupun evaluasi terhadap setting sistem proteksi
generator dan trafo generator. Untuk meningkatkan performa sistem proteksi ini maka dilakukan analisis koordinasi
proteksi pada PLTGU Tambak Lorok Blok 2 pada generator dan trafo generator dengan bantuan software ETAP
12.6.0. Setelah dilakukan analisis koordinasi, diketahui bahwa pada unit STG maupun GTG setting rele diferensial
generator, rele diferensial trafo, rele keseimbangan tegangan, rele daya balik, dan rele eksitasi lebih (24V/Hz) masih
layak untuk digunakan. Namun pada setting rele overall diferensial, rele hilang eksitasi, rele jarak, rele arus lebih
generator dan rele gangguan tanah terdapat perubahan. Pada rele overall diferensial nilai input tap 2 adalah 2.9 A,
setelah dievaluasi maka diubah menjadi 4.2 A. Pada rele jarak generator nilai setting impedansi 4.83 ohm diubah
menjadi 12.35 ohm untuk GTG dan 10.47ohm untuk STG. Pada rele hilang eksitasi nilai setting mho diubah dari z1=0
ohm menjadi Z1=14 ohm. Pada setting rele arus lebih generator untuk unit GTG nilai eksisting dengan Ipick up 1 A
dan TMS 0.303 detik diubah menjadi I pick up 2.75 A dan TMS 0.591 detik, untuk unit STG nilai eksisting dengan Ipick
up 6.25 A dan TMS 0.2 detik diubah menjadi I pick up 3 A dan TMS 0.471 detik untuk. Pada setting rele arus gangguan
tanah untuk unit GTG nilai eksisting dengan Ipick up 1 A dan TMS 0.283 detik diubah menjadi I pick up 2.75 A dan
TMS 0.555 detik, untuk unit STG nilai eksisting dengan Ipick up 6.25 A dan TMS 0.19 detik diubah menjadi I pick up 3
A dan TMS 0.45 detik.

Kata kunci: Proteksi, rele generator, trafo generator, PLTGU

Abstract

Tambak Lorok Combine Cvcle Power Plant (CCPP) is one of the largest suppliers of electricity for the area of Central
Java. Generator performance should work optimally as the amount of electricity consumption increases. So in addition
to the system reliability of the interference also coordination of protection need to be considered for the sake of the
quality of service power to the consumer. In Tambak Lorok Block 2, since the plant started to operate, analysis and
evaluation of the generator protection system and generator transformer has not been done yet. To improve the
performance of this protection system then performed a coordination analysis of protection on generator and generator
transformer with software ETAP 12.6.0. After coordination analysis, it is known that in STG and GTG sets of
differential generator relay, differential transformer relay, voltage balance relay, reverse power relay, and over
excitation relay are still feasible to use. However, in the settings of differential overall relay, loss of excitation relay,
distance relay, over current relay and ground fault relay should to change. In the differential overall relay the input of
tap 2 is 2.9 A, after being evaluated it is changed to 4.2 A. At the distance relay the impedance setting of 4.83 ohm is
changed to 12.35 ohms for GTG and 10.47ohm for STG. In the loss of excitation relay the setting mho value is changed
from z1 = 0 ohm to Z1 = 14 ohms. On setting Over current relay for GTG unit the existing with I pick up 1 A and TMS
0.303 seconds converted into I pick up 2.75 A and TMS 0.591 seconds, for STG units existing Ipick up 6.25 A and TMS
0.2 seconds converted into I Pick up 3 A and TMS 0.471 seconds. In the ground fault relay settings for GTG units the
existing with I pick up 1 A and TMS 0.283 seconds converted into I pick up 2.75 A and TMS 0.555 seconds, for existing
STG units with Ipick up 6.25 A and TMS 0.19 seconds converted into I pick Up 3 A and TMS 0.45 seconds.

Keywords: protection, generator relay, generator tranformer relay, CCPP


1. Pendahuluan

PLTGU Tambak lorok terdapat 2 Blok dan menghasilkan


daya terpasang 4 x 109,65 MW untuk PLTG dan 2 x 188
MW untuk PLTU. Sejak diresmikan pada tahun 1997
PLTGU Tambak Lorok blok 2 baik pada GTG maupun
STG telah beberapa kali mengalami overhaul, hal ini
difungsikan untuk melakukan pemeliharaan ataupun
penggantian peralatan secara berkala. Pemeliharaan yang
dilakukan meliputi rewinding dari stator dan rotor hingga
penggantian komponen generator. Namun berdasarkan
observasi yang dilakukan, pada PLTGU Tambak Lorok
Blok 2 belum dilakukan adanya evaluasi proteksi rele
pada generator dan trafo generator sejak diopersikan awal
pada tahun 1997.

Proteksi terhadap pembangkit adalah hal yang sangat


dibutuhkan karena berperan penting dalam mendeteksi
adanya gangguan dan dapat mencegah kerusakan yang
diakibatkan gangguan. Koordinasi sistem proteksi yang
baik akan meminimalisir daerah gangguan dan mencegah
pemadaman di daerah lain. Untuk menjaga dan
meningkatkan performa sistem proteksi perlu dilakukan
suatu koordinasi rele pengaman yang terpasang. Selain
melakukan evaluasi setting rele, koordinasi antar rele
generator dan trafo generator juga sangat penting untuk
mendetekasi dan mengisolir adanya gangguan [1].

Pada sistem pembangkitan tenaga listrik terjdi pelepasan


salah satu generator yang diakibatkan oleh suatu
gangguan dari luar akan menyebabkan kerugian yang
Mulai
besar. Pada sisi transmisi akan mengalami kekurangan
pasokan tenaga listrik, sedangkan pada sisi
pembangkitannya akan menimbulkan biaya tambahan
Membuat SLD PLTGU Tambak
baik untuk proses maintenance maupun untuk proses
Lorok Blok 2 Pada ETAP 12.6.0
starting pembangkitnya, selain itu dapat menurunkan nilai Gambar 1. Diagram Alir Penelitian.
keandalannya. Lepasnya suatu pembangkit dapat
diakibatkan oleh bekerjanya rele yang tidak sesuai dengan
jenis gangguan yangMemasukan data peralatan system
terjadi di sisi transmisi. Sebagai 2.2.Data Sistem
pada SLD yang telah dibuat
contoh adalah ketika terjadi suatu maneuver pada suatu
GITET, maka rele Differential sisi pembangkit akan Diagram satu garis PLTGU Tambak Lorok Blok 2
bekerja karena adanya gelombang transien yang ditampilkan pada gambar 2 berikut.
menyerupai gelombang harmonisa
Menentukan Arus yang besarnya
Hubung Singkat
melebihi arus setting [2].

Berdasarkan referensi diatas, pada penelitian tugas akhir


Menghitung Setting Rele Proteksi Pada Generator
ini dilakukan penelitian dantentang analisis koordinasi rele
Trafo Generator
generator dan trafo generator pada PLTGU Tambak Lorok
Blok 2 menggunakan bantuan software ETAP 12.6.0
untuk meningkatkan kehandalan
Mensimulasikan Setting Danpada sistem
Koordinasi Releproteksi
Menggunakan ETAP 12.6.0
2. Metodelogi Penelitian
2.1.Langkah Penelitian
Hasil Simulasi Gambar 2. SLD PLTGU Tambak Lorok Blok 2
Metode penelitian dari tugas
sesuai akhir ini ditampilkan pada
gambar 1. standard ?
Data spesifikasi dari peralatan yang dibutuhkan untuk
analisis ditampilkan pada tabel 1 sampai tabel 18

Analisis Hasil

Selesai
Tabel 1. Data generator Parameter GTG STG
Parameter GTG STG
Merk STARLITE PASTI
Merk General Electric General Electric No Seri 505815R 5P0012
Type Sinkron, 3 Sinkron, 3 Daya 54 MVA 20 MVA
Penggerak Mula Gas Uap Jumlah Fasa 3 3
Daya aktif 114.72 MW 190 MW Frekuensi 50 Hz 50 Hz
Daya nyata 143.4 MVA 237.5 MVA Tegangan 11.5 / 0.4 kV 15 / 0.63 kV
Tegangan 11.5 kV 15 kV Connection Delta / Star Delta / Star
Power Factor 0,8 0,8 Impedansi 6.5 % 7.5 %
Frekuensi 50 Hz 50 Hz Vektor Grup dYn11 dYn11
RPM 3000 RPM 3000 RPM Grounding Resistor grounding Resistor grounding
Jenis rotor Round Round Tabel 5. Data busduct
Eksitasi thyristor thyristor Parameter GTG STG
Xd 0.183 pu 0.162 pu Merk ABB ABB
Xd 0.258 pu 0.225 pu Isolated phase Isolated phase
Type
1.750 pu busduct busduct
Xd 2.043 pu
Tegangan Operasi 11.5 kv 11.5 kv
X2 0.172 pu 0.155 pu
Rating tegangan 17.5 kV 17.5 kV
X0 0.082 pu 0.093 pu Rating arus 8604 A 8604 A
0.023 detik pada 0.023 detik pada Rated short circuit
Td 200 kA 200 kA
125oC 125oC withstand current
0.844 detik pada 1.146 detik pada 3.89 3.89
Td1 Impedansi busduct
125oC 125oC microohm/meter microohm/meter
0.735 detik pada 0.965 detik pada Panjang busduct 6.3 meter 6.3 meter
Td2
125oC 125oC
0.478 detik pada 0.622 detik pada
Td3 Tabel 6. Data saluran Tambak Lorok-Bawen
125oC 125oC
StatorConnectio Star Parameter Spesifikasi
Star Jumlah Sirkuit 4
n
(I2)2 t 8 8 Z1 (ohm/km) 0.0199 + j 0.229
Z0 (ohm/km) 0.170 + j 0.687
Tabel 2. Data trafo generator
Panjang 37.977 km
Parameter GTG STG Z1= 3.212 (instant) ;
Merk MEIDENSHA DAIHEN Setting rele jarak Z2= 4.819 (0.4 s);
Kapasitas 110 MVA 150 MVA Z3= 20.012 (1.6 s)
Jumlah Fasa 3 3
Frekuensi 50 Hz 50 Hz Tabel 7. Data pembangkitan generator dan beban
Tegangan 11.5 / 150 kV 15 / 150 kV trafo UAT
Connection Delta / Star Delta / Star Generator Daya Aktif Daya Reaktif
Impedansi 11 % 14 % GTG 2.1 96 MW 20 MVAR
Vektor Grup YNd11 YNd11 GTG 2.2 88 MW 20 MVAR
Tipe pendingin ONAN/OFAF ONAN/OFAF/ODAF GTG 2.3 99 MW 20 MVAR
Grounding Solid grounding Solid grounding STG 2.0 125 MW 20 MVAR
UAT GTG 2.0 11.115 MW 3.653 kVAR
UAT GTG 2.1 3.23 kW 1.062 kVAR
Tabel 3. Data kabel bawah tanah 150 kV
UAT GTG 2.2 11.97 kW 3.934 kVAR
Parameter GTG STG
Ukuran Kabel 630 mm2 1600 mm2 Tabel 8. Data Power grid Bawen
Z1 (ohms/km) 0.062 + j 0.132 0.024 + j 0.109 Parameter Spesifikasi
Z0 (ohms/km) 0.068 + j 0.1263 0.043 + j 1.354 MVA Sc 3 Fase 7432
GTG 2.1 = 123.9 m STG 2.0 = 203.4 m
Panjang MVA SC 1 fase 661.52
GTG 2.2 = 143.7 m
Saluran X/R 3 &1 Fase 7
GTG 2.3 = 168.5 m
Tabel 4. Data trafo UAT Tabel 9. Data rele overall diferensial (87 GT)
Parameter GTG STG Paramete STG
GTG
General Electric r
Merk General Electric
Merk General Electric General Electric
Tipe GEK-45307K GEK-45307K
Tipe GEK-86069 GEK-86069
Setting 4 ; 5 ; 10 ; 15 ; 20 ; 4 ; 5 ; 10 ; 15 ; 20 ;
(2.9 ; 3.2 ; 3.5 ; 3.8 (2.9 ; 3.2 ; 3.5 ; Pick up
Range : 25 ; 30 ; 35 ; 40 ; 45 25 ; 30 ; 35 ; 40 ; 45
; 4.2 ; 4.6 ; 5.0 ; 3.8 ; 4.2 ; 4.6 ; 5.0
Input 8.7) A ; 8.7) A Time 10 990 detik (10 10 990 detik (10
Delay detik step) detik step)
Slope (48 ; 125 ; 250) % (48 ; 125 ; 250) % 1 ; 2 ; 3 ; 5 ; 7 ; 10 ; 1 ; 2 ; 3 ; 5 ; 7 ; 10 ;
K set
15 ; 20 ; 30 ; 40 15 ; 20 ; 30 ; 40
Tabel 10. Data rele diferensial generator (87G)
STG Tabel 15. Data rele eksitasi lebih (24 G)
Parameter GTG
Parameter GTG STG
Merk General Electric General Electric
Tipe GEK-34124K GEK-34124K Merk Basler Electric Basler Electric
Setting Range Tipe BEI24A1HF1JD1S2F BEI24A1HF1JD1S2F
: 1.0-3.99 V/Hz (0.01 1.0-3.99 V/Hz (0.01
Pick up
Input 4A 4A V/Hz step) V/Hz step)
Setting Arus 1 A per-fase 1 A per-fase Time Dial 1 100 detik 1 100 detik
Inst Pick
Tabel 11. Data rele diferensial trafo generator (87T) 271 271
up dial
Parameter GTG STG Pick up
10 10
General Electric time dial
Merk General Electric
Tipe 12STD16C3A 12STD16C3A
Tabel 16. Data rele jarak generator (21G)
Setting Range :
Parameter GTG STG
Slope 25 25
Setting Arus 5 5 Merk General Electric General Electric
Tipe GEK-26420 GEK-26420
Tabel 12. Data rele daya balik (32 G) 3-30 ohm (60o-75o)- 3-30 ohm (60o-75o)-
Z min
Paramete STG 5% step 5% step
GTG
r Off set 0-4 ohm 15% step 0-4 ohm 15% step
Merk General Electric General Electric Restraint
(10-100)% - 15 % step (10-100)% - 15 % step
Tipe GEH-2056 GEK-34117 Tap
A (15-20-25-32-40-50- 2.7 ; 5.4 ; 9.0 ; 9.9 Z1= 3.212 (instant) ; Z1= 3.212 (instant) ;
60) Watt Z2= 4.819 (0.4 s); Z2= 4.819 (0.4 s);
Setting rele
B (25-32-40-50-63-80-
100) Watt Z3= 20.012 (1.6 s) Z3= 20.012 (1.6 s)
Pick up C (50-63-80-100-125-
tap 160-200) Watt Tabel 17. Data rele arus lebih (50/51 G)
D (100-125-160-200- STG
Parameter GTG
240-300-400) Watt
E (200-240-300-400- Merk General Electric General Electric
480-600-800) Watt Tipe GEK-45375 GEK-45375
Time (0.5 ; 1 ; 1.5 ; 2 ; 3 ; 4 ; (0.5-10) step 0.5 Curve Type VERY INVERSE VERY INVERSE
Delay 5 ; 6 ; 7 ; 8 ; 10) detik detik
Time Dial 0-10 s (0.1 step) 0-10 s (0.1 step)
Tabel 13. Data rele hilang eksitasi (40 G) Pick up 0.5-12 A 0.5-12 A
Parameter GTG STG
Merk General Electric General Electric Tabel 18. Data rele frekuensi (81 G)
Tipe GEK27887 F GEK27887 F Parameter GTG STG
Mho offset (0;0.5;1;2.5;4) (0;0.5;1;2.5;4) Merk General Electric General Electric
Mho diameter (2-6-8-10-14-26) (2-6-8-10-14-26) Tipe GEK-4181 GEK-45375
Tabel 14. Data rele urutan negatif (46G)
Tabel 18 (lanjutan)
Under F pick up 48.3Hz 48.5Hz Tabel 20 Perbandingan arus gangguan hubung singkat
perhitungan dan simulasi LG dan LLG
Over F pick up 51Hz 50.5Hz
Time delay 280ms 280ms ETAP Hitung ETAP Hitung
Bus Error Error
fault (%) LLG (%)
LG (A) LG (A) LLG (A)
2.3 Pemodelan (A)
Berdasarkan pada diagram satu garis PLTGU Tambak GTG
160 9011.21 98.2 67502 67717.1 0.318
Lorok Blok 2 maka dapat dibuat pemodelan diagram satu 2.1
GTG
garis menggunakan software ETAP 12.6.0 seperti pada 160 9011.21 98.2 67498 67717.1 0.324
2.2
gambar 3 berikut : GTG
160 9011.21 98.2 67493 67717.1 0.331
2.3
STG
160 10432.3 98.5 72955 72592.3 0.499
2.0
HV
30019 28763.3 4.37 28808 27921.6 3.174
2.1
HV
29994 28763.3 4.28 28784 27921.6 3.089
2.2
HV
29964 28763.3 4.17 28755 27921.6 2.984
2.3
HV
29326 28105.3 4.34 28432 27273.1 4.249
2.0

Berdasarkan tabel 19 dan tabel 20, dapat dilihat


perbandingan antara nilai arus hubung singkat antara
perhitungan dan simulasi memiliki nilai error terkecil
Gambar 3. Pemodelan SLD PLTGU Tambak Lorok
0.331 % dan error terbesar 98.5 %. Error terbesar terjadi
Blok 2 Pada ETAP 12.6.0
ketika gangguan hubung singkat 1 fasa tanah pada bus
generator di GTG 2.1, GTG 2.2 GTG 2.3 dan STG2.0.
3. Perhitungan dan Analisis Hal ini dikarenakan pada generator sinkron di PLTGU
3.1 Menentukan Arus Gangguan Hubung Singkat Tambak Lorok Blok 2 menggunakan tipe pentanahan low
resistance yang akan membatasi nilai arus hubung singkat
Pada tugas akhir ini untuk menentukan besar arus hubung 1 fasa tanah maksimum 200A [3]. Sehingga hasil simulasi
singkat digunakan 2 metode, yang pertama yaitu
ETAP sudah sesuai dengan parameter yang ada
menghitung arus hubung singkat secara manual dan yang
kedua mensimulasikan dengan software ETAP 12.6.0. dilapangan. Untuk besar error arus hubung singkat yang
Perbandingan hasil perhitungan dan hasil simulasi lain rata-rata sudah dibawah 5%, sehingga data pada
ditunjukkan pada tabel 19 dan tabel 20. ETAP sudah mencapai validasi yang ada.

Tabel 19 Perbandingan arus gangguan hubung singkat


3.2 Perhitungan Setting Rele
perhitungan dan simulasi LLL dan LL
3.2.1 Rele diferensial generator (87G) dan Rele
diferensial Trafo (87T)
ETAP Hitung ETAP Hitung
Bus Error Error Pada diferensial generator (87G) dan diferensial trafo
fault LLL (%) (%)
(A)
LLL (A) LL (A) LL (A) (87T) keduanya memiliki cara perhitungan yang sama,
berdasarkan persamaan 1 dan 2 berikut [4] :
GTG
71550 70683.1 1.2 67465 66228.3 1.83
2.1
GTG
71546 70683.1 1.2 67461 66228.3 1.82 I r =max (|
I p|,|
I s|) (1)
2.2
GTG
71540 70683.1 1.2 67456 66228.3 1.82 I set gangguan dalam=slope 1 I r
2.3
STG I set gangguan luar=slope 2 I r (2)
76008 74994.7 1.3 72919 71836.4 1.49
2.0
HV
2.1
26910 25934.4 3.6 23742 22982.7 3.2 dimana
HV Ir = Arus restraint (A).
26889 25934.4 3.5 23767 22982.7 3.3
2.2 Ip = Arus hubung singkat sekunder CT1 (A).
HV Is = Arus hubung singkat sekunder CT 2(A).
26864 25934.4 3.4 23748 22982.7 3.22
2.3
HV
Iset = Arus setting relay diferensial (A).
26879 25849.1 3.8 23724 23566.4 0.66 Slope 1 = 25%
2.0
Slope 2 = 100% Dimana
Dimana hasil perhitungan setting rele diferensial MT = mismatch total (%)
generator (87G) ditampilkan pada tabel 20 dan hasil MCT = mismatch CT (%)
perhitungan rele diferensial trafo (87T) ditampilkan pada LTC = mismatch dari load tap changer
tabel 21 berikut :
3) Menghitung setting slope dengan persamaan :
Tabel 20. Hasil perhitungan rele diferensial generator 35 ( M T +3 )
(87G) S=3+ (4 )
Keterangan Unit GTG Unit STG
234 I T
Dimana
Inominal (A) 7199.31 9141.38
S = setting slope
I110% (A) 7199.24 10055.52 MT = mismatch total
I sekunder CT1/CT2 (A) 3.96 4.19
I fault 3 fasa (A) 71550 76008 4) Menghitung arus setting, dengan persamaan :
I fault sekunder CT1/CT2 (A) 35.78 31.67 I r =max (|
I F 1|,|
I F 2|)
Ir (A) 35.78 31.67 (5)
Isetting gangguan dalam (A) 8.94 7.92 I set gangguan dalam=S (slope) I r
(6)
Isetting gangguan luar (A) 35.78 31.67

Waktu operasi (detik) 0.002 0.002 dimana


Ir = Arus restraint (A).
IF1 = Arus hubung singkat sekunder sisi tegangan
Tabel 21. Hasil perhitungan rele diferensial generator rendah trafo step up (A).
(87T) IF2 = Arus hubung singkat sekunder sisi tegangan
Keterangan Unit GTG Unit STG tinggi trafo step up (A).
Inominal Lv (A) 5522.48 5773.5 Iset= Arus setting rele diferensial (A).
Inominal Hv (A) 423.39 423.39
Hasil perhitungan setting rele diferensial (87GT) dilihat
I sekunder CT LV (A) 2.76 2.41
pada tabel 22. berikut
I sekunder CT HV (A) 1.83 1.83
I fault 3 fasa sisi LV (A) 83191 91999
Tabel 22. Hasil perhitungan rele overall diferensial
I fault 3 fasa sisi HV (A) 28180 29814
(87GT)
I fault sekunder CT sisi LV (A) 41.59 45.99
Keterangan Unit GTG Unit STG
I fault sekunder CT sisi HV (A) 70.45 74.53 3.8
Iinput 1 (A) 3.5
Irestraint (A) 70.45 74.53 Iinput 2 (A) 2.9 4.2
Isetting gangguan dalam (A) 17.61 18.63 Total mismatch error (%) 19.37 17.92
slope (%) 48 48
Isetting gangguan luar (A) 70.45 74.53
I fault 3 fasa generator (A) 71550 76008
Waktu operasi (detik) 0.02 0.02 I fault 3 fasa sisi HV (A) 28180 26879
I fault sekunder CT sisi generator (A) 35.775 31.67
3.2.2 Rele overall diferensial (87GT) I fault sekunder CT sisi HV (A) 70.45 67.2
Langkah perhitungan rele overall diferensial (87GT) Ir (A) 70.45 67.2
ditunjukkan pada persamaan 2 sampai persamaan 6 Isetting gangguan dalam (A) 33.82 32.25
berikut: Isetting gangguan luar (A) 88.06 83.99
Waktu operasi (detik) 0.02 0.02
1) Menghitung setting input tap dengan persamaan :
Input tap=Is faktor konversi 3.2.3 Rele Keseimbangan Tegangan (60G)
(2) Langkah menentukan setting rele keseimbangan tegangan
Dimana (60G) ditunjukkan pada persamaan 7 berikut :
Is = arus sekunder CT (A)
Faktor konversi = untuk phase shift jumper : V generator SekunderPT
WYE = 1 ; = 3 V nominal = (7)
PrimerPT
2) Menghitung total mismatch, dengan persamaan :
M T =M CT + LTC (3)
Menurut Bonar Pandjaitan [5] dalam bukunya yang waktu operasi (detik) 1250 1250
berjudul Praktik-praktik Proteksi Sistem Tenaga Listrik,
ketidakseimbangan antara 2 PT disetting sebesar 15% dari 3.2.6 Rele Hilangnya Eksitasi (40G)
tegangan nominal. Hasil perhitungan setting rele Langkah menentukan setting rele hilangnya eksitasi
keseimbangan tegangan (60G) ditunjukkan pada tabel 23 (40G) ditunjukkan pada persamaan 10 dan persamaan 11
berikut : berikut:
Tabel 23. Hasil perhitungan setting rele keseimbangan X 'd
tegangan (60G) Offset tap= (10)
2
Parameter Unit GTG Unit STG Diameter 1=1 pu
Rasio PT (V) 12000 / 120 16000 / 120 Diameter 2=X d (11)
V nominal (V) 115 112.5
Vpickup (%) 15 15 dimana
1pu : Zbase generator ()
Vpickup (V) 17.25 16.88 Diameter 1 : Diameter lingkaran kecil ()
Diamater 2 : Diameter lingkaran besar ()
3.2.4 Rele Daya Balik (32G) Kurva mho setting rele hilangnya eksitasi (40G)
Langkah menentukan setting rele daya balik (32G) ditunjukkan pada gambar 4.
ditunjukkan pada persamaan 8 berikut:
Pm primer
Pm sekunder = (8)
( rasio CT ) ( rasio PT )

Hasil perhitungan setting rele daya balik dapat dilihat


pada Tabel 24 berikut:

Tabel 24. Hasil perhitungan setting rele daya balik


(32G)
Parameter Unit GTG Unit STG
Rasio CT (A) 10000/5 12000/5
Rasio PT (V) 12000/120 16000/120
Daya motoring primer (MW) 57.36 0.95
Daya balik sekunder (Watt) 286.8 2.968
Pick up Tap (Watt) 25 2.7
Time delay (detik) 10 10
Gambar 4. Setting rele hilangnya eksitasi (40G) pada GTG
3.2.5 Rele Urutan Negatif (46G)
Langkah menentukan setting rele urutan negatif (46G) Hasil perhitungan setting rele hilangnya eksitasi (40G)
ditunjukkan pada persamaan 9 berikut: dapat dilihat pada Tabel 26 berikut:
I 2 pu2 t=K (9)
Tabel 26. Hasil perhitungan setting urutan negatif
(46G)
Hasil perhitungan setting rele rele urutan negatif (46G)
Parameter GTG 2.1 STG 2.0
dapat dilihat pada Tabel 25 berikut:
Zbase sekunder () 18.44 17.05
Xd sekunder () 4.76 3.84
Tabel 25. Hasil perhitungan setting urutan negatif Xd sekunder () 37.68 34.84
(46G) 1 pu () 18.44 17.05
Parameter Unit GTG Unit STG off set tap rele 2.5 2.5
Arus Nominal (A) 7199.31 9141.38 Diameter 1 () 14 14
Rasio CT 10000/5 12000/5 Diameter 2 () 32 32
Arus pada rele (A) 3.59 3.81
Setting tap adjust (A) 4 4
I2 relay (A) 0.32 0.32 3.2.7 Rele Eksitasi Lebih (24G)
I2 relay (pu) 0.08 0.08
Langkah menentukan setting rele eksitasi lebih (24G) Berdasarkan standar ANSI/IEEE C37.102 2006 [6],
ditunjukkan pada persamaan 12 dan persamaan 13 setting impedansi rele jarak (21G) dipilih nilai terkecil
berikut: dari kriteria berikut ini :
a) 120% dari impedansi saluran transmisi yang
Time trip Pickup=105 ( V /Hz nominal ) (12) terhubung ke pembangkit.
Instant Pickup=118 (V /Hz nominal ) (13) b) 67 % dari impedansi beban (Z LOAD) pada rating sudut
faktor daya / rated power factor angel (RPFA).
Kurva setting rele eksitasi lebih (24G) dan kuva RPFA adalah rating sudut faktor daya dari generator.
kapabilitas generator ditunjukkan pada gambar 5 Dengan setting kriteria ini, dapat memberikan
2.8 margin 150200% terhadap beban penuh generator,
kapabilitas
2.7 sehingga rele ini tidak trip saat terjadi ayunan daya
generator
maupun sat beban penuh. Impedansi beban (ZLOAD)
Setting rele 24G
2.6 diperoleh dengan persamaan 14 berikut.

2.5 kV G
2
Rasio CT
Z LOAD= (14)
2.4 MVA G Rasio PT

2.3 Setting rele tidak diperkenankan melebihi 90 % dari


2.2 impedansi beban pada sudut torsi maksimum generator /
maximum torque angel (tipikal = 85 )

Gambar 4. Setting rele eksitasi lebih (24G) dengan kurva Untuk setting waktu tunda menurut standar ANSI/IEEE
kapabilitas generator C37.102 2006 [6], direkomendasikan 1 sekon untuk
mendapatkan koordinasi yang baik dengan proteksi
transmisi.
Hasil perhitungan setting rele eksitasi lebih (24G) dapat Kurva mho setting rele jarak generator (21G) ditunjukkan
dilihat pada Tabel 27 berikut: pada gambar 6.

Tabel 27. Hasil perhitungan setting rele eksitasi lebih


(24G)
Keterangan GTG STG
Rasio PT (V) 12000/120 16000/120
Tegangan relay (V) 115 112.5
V/Hz nominal (V/Hz) 2.3 2.25
V/Hz time trip pickup (V/Hz) 2.415 2.363
V/Hz instant pickup (V/Hz) 2.714 2.655

3.2.8 Rele Frekuensi (81G)


Pada Penelitian Tugas Akhir ini tidak dilakukan
perhitungan setting rele frekuensi, namun rele ini akan Gambar 6. Setting rele jarak generator (21G) pada GTG
dianalisis apakah settingnya sesuai dengan IEC. Setting
rele frekuensi yang terpasang ditunjukkan pada Tabel 28 Hasil perhitungan setting rele jarak generator (21G)
dapat dilihat pada Tabel 29 berikut :
Tabel 28. Hasil penentuan setting rele frekuensi (81G)
parameter GTG 2.1 STG 2.0 Tabel 29. Hasil perhitungan setting rele jarak
Under frequency 48,5 48,5 generator (21G)
pick up (Hz) Keterangan Unit GTG Unit STG
Over frequency pick 51 51 Rasio PT (V) 12000/120 16000/120
up (Hz) Rasio CT (A) 10000/5 12000/5
Waktu tunda (detik) 150 detik 150 detik Zload (ohm) 18.44 17.05
Zf = 120% Zline (ohm) 12.35 10.47
3.2.9 Rele Jarak Generator (21G)
Zf at (MTA) (ohm) 18.51 17.12
Waktu tunda (detik) 1 1 Tabel 31. Hasil perhitungan setting rele gangguan
tanah (50G)
Keterangan Unit GTG Unit STG
3.2.9 Rele Arus Lebih Generator (51G)
Langkah menentukan setting rele arus lebih generator Rasio CT (A) 10000/5 12000/5
Iset (A) 5500 10000
(51G) ditunjukkan pada persamaan 15 hingga 17 berikut:
I pick up (A) 2.75 4.16
Iset=1,05 FLA Iset 0,8 Ifault (15) mps 12.27 10.13
Iset Time operation (detik) 0.65 0.65
I pick up= ( 16 )
CT primer 0.449
TMS 0.555
Ifault 1
TMS=
Dimana
( (
Iset
13.2
)1
)
t operation (17)
3.3 Analisis
3.3.1 Analisis Setting Proteksi
Berdasarkan perhitungan setting rele tersebut maka dapat
dibuat tabel 32 yang akan membandingkan setting
eksisting dan setting hasil perhitungan.
Iset = arus setting rele (A)
Tabel 32. Perbandingan eksisting dan perhitngan
Ipick up = arus pick up (A)
setting
Ifault = arus gangguan hubung singkat (A)
eksisting perhitungan
FLA = arus beban penuh (A)
Top = waktu operasi rele Uraian Unit Unit Unit Unit
GTG STG GTG STG
Hasil perhitungan setting rele arus lebih generator (51G)
Rele diferensial
dapat dilihat pada Tabel 30 berikut :
generator (87G)
Tabel 30. Hasil perhitungan setting rele arus lebih Slope gangguan
generator (51G) internal (%) 25% 25% 25% 25%
Keterangan Unit GTG Unit STG Iset gangguan
Rasio CT (A) 10000/5 12000/5 8.5 8 8.94 7.92
Iset (A) 5500 7200 internal (A)
I pick up (A) 2.75 3 Slope gangguan
100% 100% 100% 100%
mps 13 10.56 eksernal (%)
Time operation (detik) 0.65 0.65 Iset gangguan 35.78 31.67 35.78 31.67
TMS 0.591 0.471 eksternal (A)
Waktu Operasi - - 0.15 0.15
3.2.10 Rele Gangguan Tanah (50G) (detik)
Langkah menentukan setting rele gangguan tanah (50G)
ditunjukkan pada persamaan 18 hingga 120 berikut: Rele diferensial trafo
Iset=1,05 FLA Iset 0,8 Ifault (18) (87T)
Iset Slope gangguan
I pick up= ( 19 ) 25% 25% 25% 25%
CT primer internal (%)
Ifault 1

( )

TMS=
(
Iset )1
t operation (20)
Iset gangguan
internal (A)
8.94 13.2 17.6 18.64
13.2 Slope gangguan
Dimana eksernal (%) 100% 100% 100% 100%
Iset = arus setting rele (A) Iset gangguan
Ipick up = arus pick up (A)
Ifault = arus gangguan hubung singkat (A) eksternal (A)
70.45 74.54 70.45 74.54
FLA = arus beban penuh (A) Waktu Operasi
Top = waktu operasi rele
(detik)
Hasil perhitungan setting rele gangguan tanah (50G) - - 0.20 0.2
dapat dilihat pada Tabel 31 berikut :
Rele Keseimbangan
Tegangan (60G)
Vpickup (%) 17.25 16.87 17.25 16.87 Tipe Kurva VI VI VI VI
Rele Urutan Negatif Iset (A)
(46N) TMS (A) 1000 15000 5500 7200
Tap pick up (%) 0
4 4 4 4
Time Delay (detik) 0.2 0.591 0.471
990 990 1250 1250
0.303
Tabel 32. (lanjutan)
Tabel 32. (lanjutan)
Rele Gangguan
Rele Overall
Tanah (50G)
Diferensial (87GT) VI VI VI VI
Tipe Kurva
Setting Tap (A) Iset (A)
Input 1 10000 15000 5500 7200
3.5 3.8 3.5 3.8 TMS (A)
Input 2 0.252 0.278 0.591 0.657
3.2 2.9 3.2 4.2 Rele Jarak
Restraint pick up
Generator (21G)
slope (%) 48 48 48 48 4.82 4.82 12.35 10.47
Setting
Iset gangguan
33.82 32.26 33.82 32.26 impedansi ()
internal (A) Waktu tunda 0,3 0,3 1 1
Iset gangguan
(detik)
eksternal (A) 88.06 83.99 88.06 83.99
Waktu Operasi Berdasarkan pada tabel 32 dapat dilihat bahwa setting
eksisting dari rele diferensial generator (87G), rele
(detik) - - 0.20 0.20 diferensial (87T), rele keseimbangan tegangan (60G), rele
Rele Eksitasi Lebih daya balik (32G), rele eksitasi lebih (24V/Hz) dan rele
(24 V/Hz) frekuensi (81G) sudah sesuai dengan hasil perhitungan
Instant pick up dan standar IEEE yang digunakan. Namun untuk setting
2.415 2.363 2.415 2.363 rele overall diferensial (87GT), rele hilang eksitasi (40G),
(V/Hz) rele jarak (21G), rele arus lebih generator (51/50G)
Time Trip pick 2.714 2.655 2.714 2.655 terdapat perbedaan antara nilai eksisting dan hasil
perhitungan, sehingga perlu ditinjau untuk dilakukan
up (V/Hz) perbaikan setting, sebagai berikut :
Rele Hilang Eksitasi
(40G) 1. Rele overall diferensial (87GT)
Offset tap (ohm) 2.5 2.5 2.5 2.5
Perbedaan nilai ini dikarenakan perbedaan pemilihan tap
Mho Diameter
- 16 pada rele yang ada. Pada nilai setting input tap eksisting,
- 16
(Z1)ohm nilai arus yang masuk ke tap rele merupakan nilai arus
Mho Diameter dari sekunder CT tidak dikalikan faktor koreksi. Apabila
hal ini dibiarkan maka dapat menyebabkan rele overall
(Z2)ohm 32 32 32 32 diferensial salah kerja karena perbedaan arus masukan CT
yang tidak sama, dan rele akan menganggap sebagai
Rele Frekuensi gangguan [5]. Berikut merupakan perhitungan setting
(81G) input rele diferensial :
Under frequency 48.3 48.5 48.5 48.5
Hubungan CT Input 1 = wye
Fpickup (Hz)
Hubungan CT Input 2 = delta ()
Time delay Setting tap :
280 280 150 150 Input 1
(detik)
IR=IS(arus sekunder CT)Faktor Konversi
Over frequency
IR=3.811=3.81 A
Fpickup (Hz) 51 50.5 51 51
Input 2
Time delay
240 150 150 IR=IS(arus sekunder CT)Faktor Konversi
(detik)
240
IR=2.93=4.1 A
Rele Arus Lebih
(51G)
Berdasarkan perhitungan dengan memperhatikan faktor Berdasarkan gambar 7 sesuai kriteria standar ANSI/IEEE
koreksi, maka setting input tap setelah dilakukan evaluasi C37.102 2006 [6], nilai setting impedansi eksisting
dipilih input 4.2 A. Setelah dilakukan evaluasi, arus tidak mencapai 2 kriteria yang ada, Jika hal ini dibiarkan
masukan CT ke rele diferensial menjadi sama / sefase
maka akan mengakibatkan rele jarak generator tidak dapat
sehingga tidak menyebabkan rele diferensial salah kerja.
menjangkau gangguan yang cukup jauh, sehingga rele ini
2. Rele hilang eksitasi (40G) kemungkinan salah kerja / tidak bekerja saat terjadi
gangguan.
Pada nilai setting eksisting baik pada unit GTG dan STG
Untuk penyetelan waktu tunda dari nilai eksisting dan
untuk rele hilang eksitasi hanya menggunakan 1 setting
hasil perhitungan juga berbeda. Pada setting eksisting
mho diameter (Z2) yaitu 32 ohm. Berdasarkan standard
besar waktu tunda adalah 0.4 detik. Nilai setting ini belum
IEEE C37.102-2006[6]. Nilai setting rele hilang eksitasi
memenuhi standar IEEE C37.102-2006 [6] karena sebagai
terdiri dua setting impedansi yaitu Z1 dan Z2.
proteksi cadangan untuk gangguan transmisi, setting
waktu tunda rele 21G ini harus dikoordinasikan dengan
Nilai setting Z1 adalah 1 pu, hal ini merupakan besar nilai
setting waktu zone 2 rele jarak transmisi, sehingga dipilih
Z base dari persamaan (14).
waktu tunda 1 detik untuk mendapatkan koordinasi
Z base ( sekunder )=18.44 terbaik.

Nilai setting Z2 diambil dari nilai reaktansi sinkron (Xd), 4. Rele Arus Lebih Generator (51G) dan Rele Gangguan
yang berasal dari perhitungan
Tanah (50G)
X d ( sekunder ) =( Z base ) ( X d per unit )
Pada nilai eksisting dan hasil perhitungan rele arus lebih
X d ( sekunder ) =37.68 generator (51G) dan rele gangguan tanah (50G) terdapat
perbedaan. Pada setting eksisting rele arus lebih, nilai I
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, dengan nilai setting pick up 1 A dengan nilai arus primer dari I set adalah
yang baru rele akan lebih sensitif bekerja dalam 10000 A dan nilai TMS 0.303 detik. Sementara nilai
mengenali gangguan ketika besar gangguan hilang eksisting rele gangguan tanah (50G) nilai I pick up 1 A
eksitasi yang ditimbulkan lebih kecil dari setting Z2. dengan nilai arus primer dari I set adalah 10000 A dan
nilai TMS 0.252 detik. Grafik setting rele 51/50G
3. Rele Jarak Generator (21G) eksisting pada unit GTG ditunjukkan pada gambar 8.
Pada rele jarak terdapat perbedaan nilai setting impedansi
antara nilai eksisting dan hasil perhitungan. Nilai setting
impedansi eksisting pada zone 2 untuk unit GTG dan
STG adalah 4.82 ohm, sedangkan setting hasil
Kurva kerusakan generatror
perhitungan untuk GTG 12.35 ohm dan untuk STG 10.47
ohm.

Perbandingan setting eksisting dan hasil perhitungan rele


jarak (21G) pada unit GTG ditunjukkan pada gambar 7.
Kurva setting eksisting

Gambar 7. Perbandingan Setting eksisting dan Gambar 8.Grafik kurva setting eksisting 51/50G
perhitungan rele jarak generator (21G) pada GTG
Berdasarkan gambar 4.8 dapat dilihat bahwa kurva
kerusakan generator (damage curve generator) berada
dibawah nilai setting rele arus lebih maupun rele (87GT), nilai setting input tap untuk input 2 dari unit STG
gangguan tanah, hal ini akan membuat rele tidak pick up sebelumnya 2,9 A menjadi 4,2 A hal ini sudah sesuai
apabila terjadi gangguan pada bus GTG 2.1, GTG 2.2, dengan SPLN 52-1-1984 [7] dan buku Praktik proteksi
GTG 2.3 (bus generator). Hal ini mengakibatkan rele tenaga listrik [5]. Pada setting rele jarak generator (21G),
kehilangan fungsi kerjanya untuk mengamankan nilai setting impedansi (Zf) sebelumnya 4.83 ohm baik
generator. untuk GTG dan STG diubah menjadi 12.35 ohm untuk
GTG dan 10.47 ohm untuk STG hal ini sudah sesuai
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, untuk dengan IEEE C37.102-2006 [6]. Pada rele hilang eksitasi
nilai setting baru dari rele arus lebih (51G) dihasilkan, (40G), nilai setting mho eksisting Z1=0 ohm Z2=32 ohm
nilai I pick up 2.75 A dengan nilai arus primer dari I set diubah menjadi Z1=14 ohm dan Z2=32 ohm STG hal ini
adalah 5500 A dan nilai TMS 0.591 detik. Sementara sudah sesuai dengan IEEE C37.102-2006 [6]. Pada setting
untuk nilai setting baru dari rele gangguan tanah nilai I rele arus lebih generator (51G), setting sebelumnya yang
pick up 2.75 A dengan nilai arus primer dari I set adalah dipakai pada unit GTG adalah karakteristik Very Inverse
5500 A dan nilai TMS 0.555 detik. Grafik setting rele dengan Ipickup = 1 A dengan nilai TMS = 0.303 detik,
51/50G hasil evaluasi pada GTG ditunjukkan pada setelah dilakukan evaluasi, diubah menjadi karakteristik
gambar 4.9 berikut Very Inverse dengan Ipickup = 2.75 A dan TMS = 0.591
detik. Sementara untuk STG setting sebelumnya yang
digunakan adalah karakteristik Very Inverse dengan
Ipickup = 6.25 A dengan nilai TMS=0.2 detik, setelah
dilakukan evaluasi, diubah menjadi karakteristik Very
Inverse dengan Ipickup = 3 A dan TMS = 0.471 detik. Hal
ini sudah sesuai dengan IEEE C37.102-2006 [6]. Pada
setting rele gangguan tanah (50G), setting sebelumnya
Kurva kerusakan generatror yang dipakai pada unit GTG adalah karakteristik Very
Inverse dengan Ipickup = 1 A dengan nilai TMS = 0.283
detik, setelah dilakukan evaluasi, diubah menjadi
Kurva setting evaluasi karakteristik Very Inverse dengan Ipickup = 2.75 A dan
TMS = 0.555 detik. Sementara untuk STG setting
sebelumnya yang digunakan adalah karakteristik Very
Inverse dengan Ipickup = 6.25 A dengan nilai TMS=0.19
detik, setelah dilakukan evaluasi, diubah menjadi
karakteristik Very Inverse dengan Ipickup = 3 A dan TMS
= 0.45 detik. Hal ini sudah sesuai dengan IEEE C37.102-
2006 [6]. Serta setting waktu tunda rele jarak generator
(21G) yang sebelumnya adalah 0,4 detik diubah menjadi
1 detik, sehingga dapat menghasilkan koordinasi yang
baik dengan proteksi saluran transmisi sesuai IEEE
C37.102- 2006 [6].
Gambar 9.Grafik kurva setting evaluasi 51/50G
Pada sistem proteksi generator dan trafo generator
Berdasarkan gambar 9 dapat dilihat bahwa kurva perlunya dilakukan evaluasi secara berkala pada sistem
kerusakan generator (damage curve generator) berada proteksi agar bekerja baik Untuk simulasi kerja setting
diatas nilai setting rele arus lebih maupun rele gangguan rele jarak (21G) dapat dikembangkan dengan bantuan
tanah, hal ini membuat rele akan pick up apabila terjadi simulasi software DigSilent.
gangguan pada bus GTG 2.1, GTG 2.2, bus 2.3 (bus
generator). Apabila terjadi arus lebih ataupun gangguan Referensi
tanah pada bus generator, maka rele akan bekerja untuk
mengamankan generator untuk terhindar dari kerusakan.

4. Penutup Biodata
Setting rele diferensial generator (87G), rele diferensial Ahmad Faruq Abdul Ghaffar, lahir di Jakarta pada tanggal
trafo (87T), rele keseimbangan tegangan (60G), rele daya 7 November 1995. Mengawali pendidikan di SDIT
balik (32G), rele eksitasi lebih (24V/Hz) dan rele Miftahul Ulum Depok tahun 2001-2007, melanjutkan ke
frekuensi (81G) masih layak untuk digunakan, karena MTs Husnul Khotimah Kuningan dan lulus tahun 2010.
sesuai dengan standard IEEE C37.102 2006 [6] dan Setelah lulus dari SMA Negeri 66 Jakarta pada tahun
SPLN 52-1-1984 [7]. Pada setting rele overall diferensial
2013, penulis melanjutkan
pendidikannya di Universitas
Diponegoro, Jurusan Teknik
Elektro, Bidang Studi Teknik
Tenaga Listrik.

Saya menyatakan bahwa segala


informasi yang tersedia di
makalah ini adalah benar,
merupakan hasil karya sendiri, bebas dari plagiat, dan
semua karya orang lain telah dikutip dengan benar.

Ahmad Faruq Abdul Ghaffar


NIM. 21060113120061

Pengesahan
Telah disetujui untuk diajukan pada seminar Tugas Akhir

Semarang, 31 Juli 2017

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Karnoto, S.T.,M.T. Ir. Agung Nugroho, M.Kom.

NIP. 196907091997021001 NIP. 195901051987031002