Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur yang tak terkira penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena
atas rahmat dan karunia NYA lah, penulis dapat menyelesaikan proposal tugas
akhir, sebagai syarat untuk melaksanakan tugas akhir. Proposal ini dibuat untuk
mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di PT Semen BIMA.
Dalam proposal ini, penulis berencana mengajukan judul Analisis
Kinerja Belt Conveyor Untuk Transfer Bahan Baku Semen Menuju Stockpile
Dan Hubungannya Dengan Tinggi Stockpile Di PT Semen BIMA Desa
Pancasan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa
Tengah.
Penulis sangat menyadari bahwa proposal tugas akhir ini masih jauh dari
belum sempurna, baik dari judul maupun isinya. Sehingga topik yang penulis
ajukan dapat disesuaikan dengan situasi maupun kondisi yang ada di PT Semen
BIMA.
Semoga proposal ini dapat menjadi bahan pertimbangan dari pihak PT
Semen Bima untuk memberikan izin, sehingga penulis dapat mencapai tujuan
untuk melaksanakan kegiatan tugas akhir. Penulis juga menyampaikan terima
kasih yang tak terkira pada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
proposal ini sehingga dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan.

Bandung, Juni 2016

Penulis

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
PROPOSAL TUGAS AKHIR
(TTA - 400)
ANALISIS KINERJA BELT CONVEYOR UNTUK TRANSFER
BAHAN BAKU SEMEN MENUJU STOCKPILE DAN
HUBUNGANNYA DENGAN TINGGI STOCKPILE DI PT.
SEMEN BIMA DESA PANCASAN, KECAMATAN
AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA
TENGAH.

I. JUDUL
Judul tugas akhir yang penulis ajukan di PT. LOTUS SG LESTARI yaitu :
Analisis Kinerja Belt Conveyor Untuk Transfer Bahan Baku Semen Menuju
Stockpile Dan Hubungannya Dengan Tinggi Stockpile Di PT Semen BIMA
Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa
Tengah.
II. LATAR BELAKANG
Kegiatan usaha pertambangan merupakan suatu rangkaian kegiatan
usaha yang memiliki rangkaian kegiatan yang panjang, mulai dari kegiatan survei
tinjau sampai dengan kegiatan pemasaran. Dalam kegiatan usaha pertambangan,
terdapat suatu kegiatan yang disebut dengan kegiatan penambangan. Kegiatan
penambangan ini terdiri dari tiga jenis kegiatan yaitu : gali, muat dan angkut.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, kegiatan
penambangan pun terus di perbaharui dengan metoda dan teknologi yang di
anggap lebih optimum dari sebelumnya. Hal ini dilakukan guna untuk menekan
biaya produksi agar profit yang didapatkan pun bisa semaksimum mungkin. Dalam
kegiatan penambangan terdapat dua hal yang menjadi kajian utama, yaitu : segi
teknis dan segi ekonomis. Sehingga sebisa mungkin kita perlu untuk mencari nilai
tengah optimum antara teknis dan ekonomis, tentunya dengan melalui suatu kajian
ilmiah ataupun penelitian.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Kegiatan gali, muat, dan angkut jika dilihat dari segi teknis memiliki banyak
sekali hal yang menarik untuk dikaji, baik itu dari metoda penambangan yang
digunakan ataupun dari permasalahan aktual yang terjadi dilapangan. Seperti
halnya belt conveyor yang mana merupakan alat muat sekaligus alat angkut yang
kontinyu. Pada belt conveyor ini sendiri terdapat bahasan yang penting untuk dikaji
yaitu diantanya faktor kemiringan belt conveyor, faktor kecepatan belt conveyor,
faktor sudut dan lebar dari idler, dan faktor dari lebar belt convetor ini sendiri, yang
nantinya produktivitas belt conveyor ini akan berpengaruh pada tinggi tumpukan
di stockpile sehingga desain dari stockpile ini sendiri sangat penting untuk
dipertimbangkan. Sehingga diharapkan dengan adanya kajian ini masalah
masalah teknis mengenai kegiatan muat dan angkut menggunakan belt conveyor
dapat diatasi.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka saya melakukan penelitian
tugas akhir ini dengan judul penelitian Analisis Kinerja Belt Conveyor Untuk
Transfer Bahan Baku Semen Menuju Stockpile Dan Hubungannya Dengan
Tinggi Stockpile Di PT Semen BIMA Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang,
Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

III. DENTIFIKASI MASALAH


Kegiatan muat dan angkut dengan menggunakan belt conveyor
merupakan kegiatan yang berlangsung secara kontinyu sehingga dalam
kenyataannya dilapangan sering kali ditemui masalah masalah yang menjadi
faktor penghambat dari produksi itu sendiri atau terjadi hal hal yang tidak
diharapkan seperti tumpahan batu saat proses muat dan angkut. Sehingga
diperlukan pengamatan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kerja belt
conveyor ini sendiri.

IV. RUMUSAN MASALAH


Adapun hal yang akan dikaji dalam penelitian ini, dituangkan dalam
rymusan masalah sbb :
A. Menganalisis kinerja belt conveyor terhadap kapasitas angkut belt
conveyor.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
B. Proporsi optimal parameter parameter pada belt conveyor yang
berpengaruh terhadap kapasitas stockpile
C. Harga kapasitas angkut dan kapasitas stockpile maksimum yang didapat
dari pengaturan dan penentuan terhadap kinerja belt conveyor dan ukuran
stockpile

V. BATASAN MASALAH
Penelitian ini dibatasi pada pembahasan produktivitas belt conveyor
berdasarkan parameter paramater yang ditentukan (kemiringan, kecepatan,
sudut dan lebar dari idler, serta lebar dari belt tersebut), dan juga untuk pemodelan
stockpile akan diambil model yang sudah ada dilapangan. Akan tetapi pemodelan
ini tidak secara eksplisit memperhitungkan persamaan persamaan geometri,
tetapi hanya sebagai prasyarat yang diasumsikan.
Namun penelitian ini dapat berubah sesuai dengan konsentrasi kerja yang
dilakukan / dibutuhkan di lapangan atau sesuai dengan permintaan yang disetujui
perusahan.

VI. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN


Adapun tujuan dari penelitian ini ialah :
A. Mengetahui pengaruh kinerja belt conveyor terhadap kapasitas angkut belt
conveyor dilihat dari paramater paramater yang digunakan.
B. Mengetahui pengaruh ukuran stockpile dan kinerja belt conveyor terhadap
kapasitas stockpile dilihat dari parameter paramater yang digunakan.
C. Mendapatkan variasi besar kapasitas angkut belt conveyor dan kapasitas
stockpile dari variasi yang dilakukan berdasarkan dari parameter
paramater yang digunakan.
Manfaat dari penelitian yang akan dilakukan ini diharapkan bisa menjadi
rekomendasi untuk perusahaan dalam menentukan atau menaikkan target
produksi, namun tentunya dengan kajian ulang dari pihak perusahaan karena
tentunya perlu juga dipertimbangkan masalah teknis dan ekonomis.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
VII. METODOLOGI PENELITIAN
Penelitan ini akan dilakukan dengan menggunakan metodelogi sebagai
berikut seperti yang digambarkan pada gambar 1.1. Secara umum penelitian ini
dapat dibagi menjadi beberapa tahap :
A. Latar Belakang dan sasaran
Pada tahap ini, ditentukan latar belakang masalah serta sasaran yang ingin
dicapai.
B. Studi literatur
Pada Tahap ini,dilakukan pengkajian literatur literatur yang berkaitan
dengan belt conveyor dan stockpile. Khususnya yang terdapat pada
tambang quarry (Gamping).
C. Simulasi dan Analisis
Pada tahapan ini, dilakukan analisis dari simulasi pada variasi tertentu.
D. Verifikasi hasil percobaan dan data dari lapangan
Hasil rancangan akan diverifikasi dengan hasil atau data yang didapatkan
dilapangan.
E. Pembahasan serta penarikan kesimpulan
Tahapan ini membahas hasil analisis dari simulasi dalam kaitanya dengan
sasaran yang diharapkan, serta mengambil kesimpulan dari pembahasan
tersebut.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Gambar 7.1
Diagram Alir Metodelogi Penelitian

VIII. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI


8.1. Pertambangan
Pertambangan merupakan suatu rangkaian kegiatan penambangan mulai
dari awal kegiatan penambangan sampai dengan kegiatan penutupan tambang /
reklamasi tambang yang memiliki jangka waktu panjang dan berkelanjutan serta
memiliki syarat modal yang besar. Dalam serangkaian kegiatan penambangan ini
kita memerlukan perencanaan tambang dan perancangan yang dimana

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
perencanaan tambang dan perancangan tambang ini ditujukan untuk
merencanakan seperti apa nantinya area potensial ini akan ditambang, baik dari
cara penambangannya seperti apa, estimasi umur tambang sehingga kita akan
mengetahui tambang tersebut akan habis pada tahun kapan dan juga bagaimana
rencana reklamasi tambang setelah tambang ini habis. Dalam UU No. 4 Tahun
2009, penggolongan bahan galian lebih menitikberatkan pada aspek teknis, yaitu
berdasarkan pada kelompok atau jenis bahan galian, yang penggolongannya
terbagi dalam empat golongan yaitu :
Bahan galain radioaktif.
Bahan galian mineral logam.
Bahan galian bukan logam.
Bahan galian batuan.
Dengan adanya penggolongan bahan galian tersebut maka dibutuhkan
cara penambangan yang berbeda beda serta sesuai dengan bahan galiannya
maka dari itu perlu adanya perencanaan tambang dan perancangan tambang agar
kita dapat optimalkan penambangan bahan galian galian serta tidak menyebabkan
kerusakan lingkungan.
Secara garis besar metoda penambangan dapat digolongkan kedalam
menjadi tiga, yaitu :
Tambang terbuka (surface mining).
Adalah metoda penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas
penambangannya dilakukan diatas atau relatif dekat dengan permukaan
bumi, dan tempat kerjanya berhubugan langsung denga udara luar.
Tambang bawah tanah (underground mining).
Adalah metoda penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas
penambangannya dilakukan dibawah permukaan bumi, dan tempat
kerjanya tidak berhubungan langsung dengan udara luar.
Tambang bawah air (underwater mining).
Adalah metoda penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas
penambangannya dilakukan dibawah permukaan air, atau endapan
mineral berharganya terletak dibawah permukaan air.
Metoda penambangan itu dipilih berdasarkan pada metoda yang dapat
memberikan keuntungan yang terbesar, dan bukan pada dangkal atau dalamnya

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
letak dari endapan bahan galian itu, serta memiliki perolehan tambang (mining
recovery) yang terbaik. Hal ini dilakukan karena industri pertambangan dikenal
sebagai wasting asset dengan resiko yan tinggi, sedangkan endapan bahan
galiannya tidak dapat diperbaharui (non renewable resources).

8.2. Jenis Jenis TambangTerbuka


Secara garis besar tambang terbuka ada empat jenis, dimana akan
diuraikan di bawa ini.
Open Pit / Open Cast / Open Mine / Open Cut.
Quarry.
Strip Mine.
Alluvial Mine.
Jenis jenis atau endapan bahan galian yang cocok untuk tambang
terbuka ialah :
Endapan eluvial (eluvial deposit).
Endapan aluvial (alluvial orplacer or beach deposit).
Urat bijih (vein) tebal dan dekat pemukaan bumi atau tersingkap.
Endapan bijih yang tersingkap (outcropping).
Endapan mendatar yang luas.
8.2.1. Quarry
Adalah jenis tambang terbuka yang ditetapkan untuk menambang endapan
endapan bahan galian industri atau mineral industri (industrial minerals),
misalnya penambangan batu gamping, marmer, granit, andesit, dan sebagainya.
Quarry dapat menghasilkan material atau hasil tambang dalam bentuk
pecah pecah (loose/broken material) ataupun dalam bentuk bongkah bongkah
yang teratur (dimensional stone). Berdasarkan letak endapan yang digali atau
arah penambangannya secara garis besar quarry dapat dibagi menjadi dua
golongan, yaitu :
Side hill type.
Side hill type quarry adalah sistem penambangan terbuka yang diterapkan
untuk menambang batuan atau endapan mineral industri yang letaknya
di lereng bukit atau endapannya berbentuk bukit. Berdasarkan jalan

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
masuknya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : jalan masuk
berbentuk spiral dan jalan masuk langsung.

Sumber : Buku ajar Tambang terbuka (UNISBA)


Gambar 8.1
Side Hill Type quarry dengan jalan masuk spiral

Sumber : Buku ajar Tambang terbuka (UNISBA)


Gambar 8.2
Side Hill Type quarry dengan jalan masuk langsung

Pit type.
Adalah sistem penambangan terbuka yang diterapkan untuk menambang
batuan atau endapan mineral industri yang terletak pada suatu daerah
yang relatif mendatar. Jadi tempat kerjanya digali kearah bawah sehingga
membuat cekungan. Berdasarkan jalan masuknya pit type ini memiliki tiga
tipe jalan yaitu : jalan masuk spiral, jalan masuk langsung, jalan masuk zig
zag.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Sumber : Buku ajar Tambang terbuka (UNISBA)
Gambar 8.3
Pit Type quarry dengan jalan masuk Spiral

Sumber : Buku ajar Tambang terbuka (UNISBA)


Gambar 8.4
Pit Type quarry dengan jalan masuk langsung

Sumber : Buku ajar Tambang terbuka (UNISBA)


Gambar 8.5
Pit Type quarry dengan jalan masuk zig -zag

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
8.3. Belt Conveyor
Conveyor didefinisikan sebagai suatu alat yang digunakan untuk
mengangkut / memindahkan material, baik material curah maupun materal satuan,
dari suatu tempat ke tempat yang lainnya secara terus menerus sepanjang garis
lurus (horizontal) atau sudut inklinasi terbatas. Conveyor dapat diklasifikasikan
menjadi beberapa jenis, dan salah satunya belt conveyor.

Sumber : Konveyor sabuk dan peralatan pendukung, Juanda Toha


Gambar 8.6
Klasifikasi jenis conveyor

Belt conveyor adalah conveyor yang menggunakan sabuk sebagai elemen


pembawa material yang akan diangkut. Belt conveyor dapat digunakan untuk
memindahkan material dalam jumlah besar, bak material yang memilki bentuk
beraturan maupun tidak beraturan. Material yang diangkut dibawa pada bagian
permukaan atas sabuk. Belt conveyor secara intensif digunakan di setiap cabang
industri.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Sumber : Konveyor sabuk dan peralatan pendukung, Juanda Toha
Gambar 8.7
Jenis jenis conveyor

Belt conveyor sebagai alat pengangkut batu gamping dari lokasi


penambangan ke lokasi penumpukan, baik itu gudang batu ataupun stockpile,
sebagai alat pengumpul (stockpiling) batu gamping di lokasi penumpukan dan
sebagai alat pengambil kembali (reclaiming) material batu gamping dari stockpile
dengan bantuan peralatan pengumpanan. Material yang diangkut dengan belt
conveyor pada suatu sudut inklinasi tertentu yang bervariasi dari 2 derajat hingga
20 derajat. Ukuran material pada conveyor terbatas dengan lebar conveyor.
Material dapat bervariasi dari yang sangat halus hingga yang besar, stone, coal
lump ore. Material yang dapat mengakibatkan sticking atau packing jika
ditransportasikan oleh alat lainnya dapat diatasi dengan belt conveyor.
8.3.1. Bagian Belt conveyor
Umumnya belt conveyor terdiri dari kerangka (frame), dua buah pulley,
pulley penggerak (driving pulley) pada head end dan pulley pembalik (take up
pulley) pada tail end, belt, carry, dan return idler, unit penggerak, cawan pengisi
(feed hopper) dipasang diatas conveyor, saluran buang (discharge spout), dan
pembersih belt (belt cleaner) yang biasanya dipasang dekat head pulley.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Sumber : Konveyor sabuk dan peralatan pendukung, Juanda Toha
Gambar 8.8
Susunan umum komponen atau peralatan pada belt conveyor

8.3.1.1 Belt
Ada banyak jenis sabuk (belt) yang umum digunakan ialah belt conveyor,
hal ini tergantung dari penerapannya. Dalam hal ini sabuk yang digunakan untuk
mengangkut bahan galian dan bahan tambnag dengan jarak yang relatif pendek
digunakan sabuk yang terdiri dari rangka kain dengan penutup karet (fabric cacass
rubber belt) dan sabuk digunakan untuk mengangkut bahan galian dan bahan
tambang dengan jarak yang relatif panjang digunakan sabuk yang terdiri dari
rangka kawat baja dengan penutup karet (steel cord rubber belt). Belt conveyor
harus memenuh persyaratan : tidak menyerap air (low hygroscopicity), kekuatan
tinggi, ringan, pertambahan panjang spesifik rendah (low specific elongation),
fleksibilitas tinggi, lapisan tdak mudah lepas (high resistivity to ply separation), dan
tahan lama (long service life).Bagian permukaan belt ditutupi oleh karet yang
berfungsi untuk menghindari terjadinya abrasi akibat gesekan material.
8.3.1.2 Idler
Idler berfungsi untuk menyangga belt. Berdasarkan lokasi, idler dibedakan
atas idler pembawa (carry idler) merupakan idler yang digunakan untuk

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
menyangga sabuk yang terletak pada sisi balikan atau sisi yang tidak membawa
material, idler beban kejut (impact idler), idler pembalik (turn over idler), idler
timbangan (weighing idler), idler pengarah (training idler), idler transisi (transition
idler). Sedangkan berdasarkan jumlah rolnya, idler dapat dibagi menjadi idler
dengan rol tunggal (flat idler) umumnya hanya digunakan sebagai idler pembawa
untuk membawa mineral satuan atau sebagai idler balikan, idler dengan dua rol (v
- idler) umumnya digunakan sebagai idler pembawa untuk sabuk yang memiliki
lebar kecil dan idler balikan untuk sabuk yang lebar, idler dengan tiga rol yang
merupakan idler yang paling umum digunakan sebagai idler pembawa pada
conveyor sabuk yang digunakan untuk angkutan bahan tambang dan idler dengan
lima rol yang hanya digunakan untuk ukuran sabuk yang sangat besar.
Untuk menghindari banyaknya sudut idler, dibuat standarisasi sudut idler.
Di eropa, standar sudut idler yang digunakan adalah 200, 300, dan 400. Sedangkan
di amerika standar sudut idler yang digunakan adalah 200, 300, dan 450. Untuk
mengangkut material curah yang sangat besar digunakan sudut idler 600, untuk
mengurangi tumpahan material (spillage) dan kerusakan sabuk akibat beban kejut.
Sudut idler yang umum digunakan untuk angkutan bahan galian dari tambang yaitu
idler yang umum digunakan untuk angkutan bahan bahan galian tambang yaitu
sudut idler 300 dan 350. Sudut idler 400 dan 450 hanya digunakan untuk lebar sabuk
minimum 1000mm.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Tabel 8.1
Sketsa penampang dan formula luas

Sumber : CEMA Edisi 5, Contitechnik Conveyor Belt System Design dan DIN 22101

8.3.1.3. Unit penggerak


Komponen penggerak terdiri dari motor penggerak, roda gigi reduksi, puli
penggerak (drive pulley), puli snub (snub pulley), dan kopling. Pada belt conveyor,
daya motor ditransmisikan ke belt dengan friksi belt yang melalui pulley penggerak
(driving pulley) yang digerakkan oleh motor listrik.
8.3.2. Produktivitas Belt conveyor
Untuk mengetahui produktivitas dari suatu belt conveyor kita perlu
mengetahui karakteristik material yang akan diangkut. Dalam hal ini material yang
digunakan yaitu material curah (bulk density), maka hal hal yang perlu untuk
diamati lebih lanjut ialah :

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Berat jenis curah (bulk density) yang dinyatakan dalam kg/m3 atau ton/m3.
Ukuran butir dan distribusi ukuran yang dinyatakan dalam mm atau dalam
%.
Kondisi material : basah/kering, lengket, berdebu, dan lain lain.
Karakteristik material : keras, lunak, abrasif, sudut jatuh bebas (angle of
repose), sudut tumpah (angle of surcharge) dan sifat mampu alir.
Temperatur.
Terdapat hubungan antara sifat mampu alir, karakteristik material, angle of
surcharge dan angle of repose. Untuk jenis material yang berbeda maka sudut
tumpah (surcharge angle) yang merupakan sudut antara bidang horizontal dengan
permukaan material pada saat material tersebut diangkut dengan belt conveyor,
juga berbeda. Begitu juga dengan sudut jatuh bebas (angle of repose) yang
merupakan sudut antara bidang horizontal dengan permukaan material pada
tumpukan, jika material tersebut dijatuhkan secara bebas.

Tabel 8.2
Hubungan sifat aliran dengan karakteristik material
Sifat aliran
Sangat lancar Lancar Normal Kurang Tidak lancar
lancar
Surcharge angle 100 200 250 300
Angle of repose 200 - 290 300 - 340 350 - 390 >400
Karektiristik material
Ukuran butir Bentuk Bentuk tidak Material Bentuk tidak
halus dan partikel beraturan, curah secara beraturan,
seragam, bentuk relatif granular atau umum sperti berserabut,
relatif bulat bulat, bongkahan batubara berserat,
sangat basah permukaan dengan berat bitminus, saling
atau sangat kering dan jenis medium batu, dan ijih mengunci
kering seperti : licin berat seperti : tambang dll seperti
pasir silica jenis batubara cacahan
kering, semen medium, antrasit, kayu, pasir
dll. seperti Biji tanah liat dll. untuk
bijian dan pengecoran
kacang yang sudah
kacangan dikeraskan
Sumber : CEMA Belt Conveyor fr bulkMaterials, edisi 5, halaman 30.

Selain dari sifat aliran dan karakteristik dari material yang di angkut, perlu
di perhatikan juga masalah karakteristik dari material itu sendiri yang mana

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
material yang dimaksud ini ialah material curah (bulk density). Berikut merupakan
beberapa contoh karakteristik dari material curah (bulk material).

Tabel 8.3
Karakteristik beberapa material curah
Bulk Density Angle of Recommendation
Material
(lbs/ft3) repose, deg max. Inclination, deg
Ash 105 32 17
Gravel, dry, sharp 90 -100 30 - 44 15 - 17
Lead silica, granulated 230 40 -
Quartz, 0,5 inch
80 - 90 20 - 29 -
screenings
Quartz, 1,5 - 3 inch
85 - 95 20 - 29 -
screenings
Rock, crushed 125 -145 20 - 29 -
Rock, soft,
100 - 110 30 - 44 22
excavatedwith shovel
Sumber : CEMA Belt Conveyor fr bulkMaterials, edisi 5, halaman 33 - 43.

Kecepatan Belt conveyor dan lebar sabuk (belt) merupakan faktor yang
penting untuk diperhatikan dalam memperhitungkan produktivitas belt conveyor,
karena secara signifikan akan mempengaruhi produktivitas dari belt conveyor,
karena kedua variabel tersebut sangatlah berpengaruh terhadap kapasitas belt
conveyor. Secara umum, untuk nilai kecepatan conveyor tertentu, lebar conveyor
dan kapasitas belt conveyor akan berbanding lurus.
Hubungan antara lebar sabuk, kecepatan sabuk, dan kapasitas conveyor
dapat dituliskan dengan :

Salah satu faktor yang dapat menentukan dalam penentuan lebar sabuk
minimum adalah ukuran besar butir makimum dari material yang diangkut, agar
material dapat diangkut dengan optimum

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Tabel 8.4
Ukuran minimum lebar sabuk berdasarkan ukuran butir maksimum
Besar butir Lebar sabuk Besar butir Lebar sabuk
maksimum (mm) minimum (mm) maksimum (mm) minimum (mm)
100 400 500 1200
150 500 550 1400
200 650 650 1600
300 800 700 1800
400 1000 800 2000
Sumber : Konveyor sabuk dan peralatan pendukung, Juanda Toha

Kecepatan belt conveyor yang diizinkan bergantung pada karakteristik


material yang diangkut dan lebar belt. Rekomendasi untuk kecepatan belt
maksimum dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 8.5
Rekomendasi kecepatan maksimum belt conveyor berdasarkan material yang
diangkut dan lebar belt
Kecepatan Lebar sabuk
Material yang diangkut
maksimum (m/s) (mm)
2.5 450
Biji bijian, aliran lancar, material tidak 3.5 600 - 750
abrasif 4 900 - 1050
5 1200 - 2400
2 450
Batubara, tanah liat, bijih tambang, tanah 3 600 - 900
penutup, batu pecah halus 4 1050 - 1500
5 1800 - 2400
1.8 450
Berat, keras, sisinya tajam, batu pecah kasar 2.5 600 - 900
3 >900
Pasir cor yang sudah siap atau belum siap 1.8 Semua ukuran
Pasir cor yang sudah siap dan material
kering abrasif, keluar dari conveyor dengan 1 Semua ukuran
belt plow
1
Material tidak abrasif keluar dari conveyor Kecuali untuk
Semua ukuran
dengan belt plow cacahan kayu
diijinkan 1.5 2.0
Sabuk pengumpan, untuk pengumpanan
material ukuran kecil, tidak abrasif atau 0.25 5 Semua ukuran
sedang, dari hopper
Sumber : CEMA Belt Conveyor fr bulkMaterials, edisi 5, yang dikonversikan ke satuan metrik
Kapasitas conveyor bergantung terhadap surcharge angel, sudut inklinasi,
bulk density, keceepatan conveyor, lebar sabuk, kemiringan bagian rol (sudut idler
/ troughing angle). Untuk produktivitas dari belt conveyor dapat dibagi dua, yaitu
untuk belt conveyor horizontal dan belt conveyor berinklinasi.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Produktivitas belt conveyor horizontal dapat ditentukan dengan formula :

Dimana :
Q = Kapasitas belt (ton/jam).
S = Luas penampang material (m3).
V = Kecepatan belt conveyor (m/s).

= Bulk density (ton/ m3).

Produktivitas belt conveyor dengan sudut inklinasi dapat ditentukan


dengan formula :

Dimana :
Q = Kapasitas belt (ton/jam).
S = Luas penampang material (m3).
V = Kecepatan belt conveyor (m/s).

= Bulk density (ton/ m3).

K = Koef. kemiringan

Tabel 8.6
Hubungan antara kemiringan dan faktor inklinasi
Sudut Kemiringan k
20 1

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
40 0.99
0
6 0.98
80 0.97
100 0.95
120 0.93
140 0.91
160 0.89
180 0.85
0
20 0.81

Sumber : Konveyor sabuk dan peralatan


pendukung, Juanda Toha

8.4 Stockpile
Stockpile merupakan tempat penyimpanan batu sebelum batu sampai ke
tangan pembeli ataupun ke tempat proses pengolahan selanjutnya. Dalam kasus
ini material yang diangkut oleh conveyor kemudian dicurahkan ke stockpile dengan
keiringan tertentu, seperti pada gambar dibawah ini.

Sumber : Data pribadi, Rd Pirlan Firmansyah


Gambar 8.9
Ilustrasi Stockpile

Tabel 8.7
Angka tak berdimensi dan rentang variabelnya

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Angka tak berdimensi 1 2 3 4 5 6 7
Definisi B/p V2/gH h/H V5 p /Wg2 n %H20
1.5
Nilai minimum - - 0.03 0.2 2 0.2

Nilai maximum - - 0.3 0.8 300 2 15


Sumber : Konveyor sabuk dan peralatan pendukung, Juanda Toha

Berdasarkan pada tabel diatas dapat kita ketahui tinggi maksimum dan
minimum dari tumpukan stockpile sedangkan untuk menentukan geometri
stockpile dapat dilakukan dengan pendekatan rumus seperti berikut :

Dimana :
H = Tinggi tumpukan (m)
R = jari jari stockpile, dimana 2r = w
W = lebar sabuk
= repose angle

= 90 -

Untuk mencari volume dari stockpile dapat dilakukan dengan mengunakan


cara seperti berikut :

Dimana dalam hal ini r = w/2, maka :

Dengan mengetahui volume stockpile , maka kapasitas stockpile dapat


diketaui. Hubungan antara volume stockpile dan kapasitas stockpile dapat
dijelaskan dengan persamaan.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Dimana :
V = Volume stockpile (m3)
Qs = Kapasitas stockpile (ton)

= bulk density (ton/m3)

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi stockpile dengan belt conveyor


dapat diketahui melalui persamaan.

t = waktu pengisian (jam)


Qs = Kapasitas stockpile (ton)
Q = Kapasitas belt conveyotr (ton)

9 JADWAL TUGAS AKHIR


Rencana Jadwal kegiatan tugas akhir yang diajukan oleh penulis di PT
Semen BIMA yaitu tanggal 5 April - 5 Juni 2015. Namun jadwal ini dapat berubah
sesuai kesempatan yang di berikan oleh pihak perusahaan. Adapun penjelasan
secara rinci jadwal kegiatan tugas akhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 9.1
Jadwal Kegiatan Tugas Akhir
Waktu Pelaksanaan
No. Nama Kegiatan April Mei Juni
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Orientasi Lapangan
2 Kegiatan Lapangan
3 Evaluasi Data
4 Analisis Data
5 Penyusunan Laporan
6 Lain-lain

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Keterangan : : Daftar minggu pada bulan
: Kegiatan yang dilakukan
: Kegiatan yang tidak dilakukan

X. PESERTA TUGAS AKHIR


Adapun data peserta yang ingin melaksanakan kegiatan tugas akhir di PT
Semen BIMA adalah sebagai berikut :
Nama : Isnan Fauzy
NPM : 1007.01.10.077
Jenis kelamin : Laki-laki
Status : Mahasiswa Teknik Pertambangan UNISBA
Alamat Asal : Perum Graha Margaasih, Jl Graha Jati no 16, Desa
Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten
Bandung.
Alamat kampus : Jl. Tamansari No. 1 Bandung
Telepon : 081214700724
e-mail : isnanfauzy77@gmail.com

XI. PERMOHONAN FASILITAS


Untuk mendukung terlaksananya dan kelancaran kegiatan Tugas Akhir ini,
maka penulis mengharapkan sekiranya dari pihak perusahaan menyediakan
fasilitas berupa :
1. Tempat tinggal (mess) selama kegiatan berlangsung.
2. Konsumsi selama kegiatan berlangsung.
3. Penyediaan alat-alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama
kegiatan Tugas Akhir berlangsung.
4. Penyediaan transportasi selama kegiatan berlangsung.
5. Peralatan dan perlengkapan penunjang kegiatan.
Permohonan diatas dapat berubah sesuai kesepakan atau seuai ketentuan
yang telah ditetapkan oleh pihak PT Semen BIMA.

XII. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat untuk diajukan, besar harapan saya sebagai
penulis untuk bantuan dan kerjasama dari semua pihak dan direksi di di PT Semen

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
BIMA. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya sebagai penulis mengucapkan
banyak terima kasih.

XIII. DAFTAR PUSTAKA


1. CEMA, 2007, "BELT CONVEYOR for BULK MATERIAL", 6TH Edition, New
York, USA.
2. Prof Partanto Prodjosumarto dan Zaenal Ir MT, 2007, "TAMBANG
TERBUKA", Prodi Teknik Pertambangan, UNISBA, Bandung.
3. Toha, Juanda., 2002, "Konveyor Sabuk Dan Peralatan Pendukung",
Volume I, PT JUNTO Engineering, Bandung, Jawa Barat, Inonesia.

LEMBAR PENGESAHAN

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Judul : Analisis Kinerja Belt Conveyor Untuk Transfer Bahan
Baku Semen Menuju Stockpile Dan Hubungannya
Dengan Tinggi Stockpile Di PT Semen BIMA Desa
Pancasan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten
Banyumas, Provinsi Jawa Tengah".

Bandung, Juni 2016


Menyetujui,

Pembimbing Koordinator Tugas Akhir

Zaenal Ir., MT Yuliadi Ir., MT

Mengetahui,
Ketua Jurusan Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Islam Bandung

Sri Widayati Ir., M.T.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 PO BOX 1357 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116