Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA


KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA
NOMOR 55 TAHUN 2015
TENTANG
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
DI RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan RSU Kelas D


Koja, maka diperlukan pengelolaan alat pelindung diri yang bermutu
tinggi;

b. bahwa agar pengelolaan alat pelindung diri di RSU Kelas D Koja


dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya panduan Direktur RSU
Kelas D Koja sebagai landasan bagi penyelenggara alat pelindung
diri di RSU Kelas D Koja;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a


dan b, perlu di tetapkan dengan Keputusan Direktur RSU Kelas D
Koja.

Mengingat : 1. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009


Tentang Rumah Sakit;

2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691


Tahun 2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;

3. Keputusan Menteri Nomor 382 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan


PPI di RS dan FPK lain;

4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1087


Tahun 2010 Tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
Rumah Sakit.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG PENGGUNAAN ALAT


PELINDUNG DIRI;

Kesatu : Penggunaan alat pelindung diri sebagaimana tercantum


dalam lampiran surat keputusan ini;
Kedua : Dengan dikeluarkannya peraturan Direktur RSU Kelas D Koja
ini, maka apabila terdapat peraturan lain yang bertentangan
dengan peraturan ini maka peraturan terdahulu dinyatakan
tidak berlaku;

Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan


ketentuan apabila ternyata dikemudian hari terdapat
kekeliruan dalam keputusan ini akan diubah / diperbaiki
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 11 November 2015

DIREKTUR RSU KELAS D KOJA,

NAILAH
NIP 197710212006042025
Lampiran
Keputusan Direktur RSU Kelas D Koja
Nomor : 55
Tanggal : 11 November 2015

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI


DI RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA

Kebijakan Umum

a. Pemakaian alat pelindung diri (APD) sangat penting untuk kesehatan dan
keselamatan.
b. Baju pengaman dipakai oleh karyawan, sebagai tambahan di samping baju
yang mereka pakai, untuk melindungi pasien dan petugas kesehatan dari
risiko infeksi.
c. Pemakaian baju pengaman yang sesuai merupakan salah satu dari elemen
standar kewaspadaan tindakan pencegahan, yang harus diikuti setiap saat di
dalam perawatan pasien.
d. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan praktik evidence-based,
memastikan baju pengaman yang dipakai sesuai dan benar, dalam rangka
mencegah transmisi infeksi.
e. Kebijakan ini diperuntukkan untuk semua karyawan yang bekerja di Rumah
Sakit Petukangan.
f. Alat pelindung diri (APD) merupakan suatu alat yang mempunyai
kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi
sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.

Kebijakan Khusus

a. Alat pelindung Diri (APD) harus dipakai sebagai tambahan baju dan seragam
yang mereka pakai untuk melidungi pasien dan petugas kesehatan.
b. Jenis APD yang dipakai berdasarkan jenis risiko yang di nilai dari intervensi
klinis yang akan dilakukan.
c. Faktor - faktor yang harus dipertimbangkan :
1) Kemungkinan untuk terpapar darah dan cairan tubuh kecuali keringat.
2) Jenis jaringan tubuh
3) Kemungkinan jenis dan alur transmisi dari agen infeksius.
d. Berikut ini APD yang minimum harus tersedia :
1) Sarung tangan (steril/nonsteril/plastik/umum-rumah tangga)
2) Apron dan baju tahan air
3) Kacamata pelindung/penutup muka (pelindung wajah dan mata)
4) Masker
5) Topi

1. SARUNG TANGAN
Sarung tangan harus dipakai saat :
1) Jika terdapat risiko atau kemungkinan terjadi risiko kontaminasi akibat
kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh, membrane mukosa,
kulit yang tidak kontak dan bahan lainnya dengan potensi infeksius
(contoh, pasien yang tidak bisa menahan BAB/BAK)
2) Memegang atau menyentuh peralatan perawatan pasien dan lingkungan
sekitar pasien yang terlihat atau berpotensi terkontaminasi.
3) Sarung tangan merupakan komponen yang penting dalam pencegahan
infeksi pada tindakan yang memerlukan kontak langsung
4) Sarung tangan harus dipakai satu kali saja.
5) Sarung tangan box yang bersih, dan non steril dapat di pakai untuk
tindakan rutin keperawatan non invasif.
6) Gunakan sarung tangan plastik untuk membersihkan lingkungan atau
peralatan medis.
7) Setelah membuka sarung tangan, prosedur membersihkan tangan harus
segera dilakukan dan tangan dikeringkan secara menyeluruh.

Jenis - jenis sarung tangan :


1) Sarung tangan yang digunakan harus tepat yang disesuaikan dengan
tindakan klinis yang akan dilakukan.
2) Sarung tangan umum atau rumah tangga.
Sarung tangan umum atau rumah tangga dapat dipakai ulang
dipergunakan untuk pekerjaan domestik, dan diganti jika terdapat
robek atau rusak.
Sarung tangan umum atau rumah tangga dipakai oleh karyawan
bagian umum untuk pekerjaan kebersihan

Sarung tangan Indikasi pemakaian Contoh


Sarung tangan non - Potensi terpapar darah, Pungsi vena
steril cairan tubuh, secret dan Pemeriksaan gigi
ekskresi Pengosongan kantong
- Kontak dengan kulit urin kateter
tidak intak atau Aspirasi naso gastric
membrane mukosa Penatalaksanaan
operasi minor dan
abrasi
Perawatan luka biasa
Sarung tangan steril - Kontak dengan area Prosedur operasi aseptic,
yang rentan infeksi atau contohnya :
alat klinis di mana harus Pemasangan kateter
mempertahankan urin
keadaan steril Perawatan luka dan
pemakaian verban yang
kompleks
Pemasangan kanul
vena sentral dan
pergantian verban
Pungsi lumbal
Perawatan dari luka
operasi atau drain
Tindakan dental /
perawatan gigi yang
memerlukan kondisi
steril
Sarung tangan - Untuk kegiatan di luar Memegang atau
yang dapat dipakai perawatan pasien membersihkan alat
kembali yang terkontaminasi
Tugas kebersihan
Pembersihan alat di
unit sterilisasi
Sarung tangan Selain yang disebutkan di Memegang atau
plastik sekali parka atas aktivitas non- membersihkan alat
perawatan yang terkontaminasi
2. APRON PLASTIK
a. Apron plastik dipakai untuk mencegah penyebaran mikroorganisme dari
pasien satu ke pasien lain dan juga melindungi seragam dan kulit dari
kontaminasi.
b. Baju tahan air yang menutupi tubuh harus dipakai saat ada risiko percikan
yang ekstensif dari darah atau cairan tubuh, sekret dan ekskresi kecuali
keringat pasien, terhadap permukaan kulit dari petugas kesehatan.
c. Tidak ada indikasi penggunaan rutin dari apron saat memasuki unit risiko
tinggi contoh HCU.

3. KACA MATA ATAU PELINDUNG WAJAH


a. Kaca mata dan pelindung wajah harus digunakan ketika tindakan yang akan
dilakukan dapat menyebabkan percikan darah dan cairan tubuh sampai ke
mata atau wajah.
b. Jika alat akan dipakai ulang, maka harus dibersihkan dengan sabun dan air
atau alkohol dan dikeringkan.
c. Kaca mata dan pelindung wajah harus sesuai dan tepat pada saat
pemakaian.

4. MASKER
Terdapat dua jenis dari masker yang digunakan praktik medis :
a. Masker operasi :
1) Longgar, sekali pakai yang menutupi hidung dan mulut.
2) Masker operasi ini dapat juga dipakai pada pasien yang batuk untuk
membatasi potensial penyebaran sekret infeksius dari pasien tersebut ke
orang lain.
3) Beberapa keadaan yang dipertimbangkan untuk memakai masker operasi:
Masker harus diganti apabila sudah kotor atau basah.
Masker tidak boleh dipakai kembali apabila sudah dilepas.
Masker operasi dipakai ketika melakukan teknik operasi aseptik.
Hindari menyentuh bagian depan dari masker saat dipakai.
Prosedur membersihkan tangan harus dilakukan setelah
memegang masker atau setelah membuang masker yang sudah di
pakai.
b. Masker pernafasan (N95)
1) Untuk proteksi dari penyebaran lewat udara.
2) Masker ini diperuntukan untuk membantu mengurangi paparan terhadap
partikel - partikel di udara.
3) Jika dipakai dengan benar, masker akan menutup/melekat dengan baik
pada wajah sehingga dapat mengurangi risiko kebocoran.
c. Masker harus dibuang sebagai sampah medis.

5. TOPI/PENUTUP KEPALA
Pada prinsipnya dipakai saat keadaan aseptik dilakukan. Penutup kepala dapat
mengurangi risiko rambut dan kulit kepala yang jatuh dan melindungi si pemakai
dari kontaminasi darah atau cairan tubuh.

6. PELINDUNG KAKI/SEPATU
Pelindung kaki dapat mengurangi risiko kaki terkena cipratan darah atau cairan
infeksius lain.

7. URUTAN PEMAKAIAN APD


1. Pelindung kaki : sepatu menutupi seluruh ujung dan telapak kaki.
2. Jubah : menutup badan dari leher hingga lutut, lengan sampai pergelangan
tangan dan menyelimuti sampai ke belakang pinggang.
3. Masker : ikatkan tali atau tali elastis di bagian tengah kepala dan leher.
4. Kaca mata atau pelindung wajah : letakkan menutupi wajah dan mata dan
sesuaikan sampai pas
5. Penutup kepala : penutup kepala harus sesuai ukuran dan menutupi semua
rambut
6. Sarung Tangan : panjangkan hingga menutupi pergelangan tangan yang
ditutupi oleh jubah

7. MELEPASKAN APD
APD harus dilepaskan untuk meminimalkan potensi kontaminasi silang. Setelah
tindakan atau prosedur telah selesai dilakukan, sarung tangan, apron atau baju
pelindung dan kaca mata pelindung harus dilepaskan ( jika dipakai) dan dibuang
sebagai sampah medis.Jika masker juga dipakai, harus dilepas paling akhir.
Urutan melepaskan APD :
1. Sarung tangan
Bagian luar sarung tangan kontaminasi
Pegang sarung tangan dengan sarung tangan lainnya, lepaskan
Pegang sarung tangan dengan tangan yang masi bersarung tangan
Jari-jari yang tidak bersarung tangan melepaskan sarung tangan di
pergelangan tangan
Lepaskan sarung tangan tersebut melingkupi sarung tangan lainnya
Masukan sarung tangan ke sampah medis
2. Kaca mata atau pelindung wajah
Bagian luar dari kaca mata atau pelindung wajah terkontaminasi
Untuk melepaskan, pegang bagian ikat kepala atau telinga
Letakkan pada tempat untuk mencuci atau sampah medis
3. Jubah
Bagian depan jubah dan lengan terkontaminasi
Buka ikatan jubbah
Tarik di leher dan pundak, sentuh bagian dalam jubah saja
Balikkan jubbah
Lipat atau buntalkan jubah dan masukan ke sampah medis
4. Masker
Bagian depan masker terkontaminasi
Jangan sentuh bagian luar masker
Buka ikatan
Pegang bagian bawah, dan masukkan ke sampah medis
5. Pelindung kaki
Lepaskan pelindung kaki dan jangan sampai menyentuh bagian sepatu
yang kotor
Sepatu harus selalu bersih
AREA YANG MEMERLUKAN APD

LAUNDRY

Kebersihan Sarung Tangan Masker Pelindung Jubah / Penutup Pelindung


Prosedur
Tangan rumah tangga Operasi Mata apron Kepala kaki
Mengangkut linen kotor
Pencucian linen
Penyetrikaan linen
Distribusi linen bersih

IGD

Sarung
Kebersihan Sarung Masker Pelindung Penutup Pelindung
Prosedur Tangan Jubah
Tangan Tangan Operasi Mata Kepala kaki
Steril
Observasi rutin Jika pasien
(contoh suspek TB
pengukuran
tekanan darah)
Pemeriksaan Jika kontak Jika ada Jika ada Jika ada
medis secara dengan kulit risiko risiko risiko
umum yang luka percikan percikan percikan
Pemeriksaan, Kontak Kontak Jika ada Jika ada Jika ada Jika ada
pembersihan, dengan luka langsung risiko risiko risiko risiko
penjahitan, dengan percikan percikan percikan percikan
pembalutan luka jaringan
Monitor gula Jika pasien
darah suspek TB
Memasang infus Jika pasien
dan menyuntik suspek TB
obat
Memasang urin Jika ada Jika ada Jika ada Jika ada
kateter risiko risiko risiko risiko
percikan percikan percikan percikan
Nebulizer
EKG
Sterilisasi

GIZI

Kebersihan Sarung Tangan Sarung Tangan Masker Jubah / Penutup


Prosedur
Tangan rumah tangga sekali pakai Operasi celemek Kepala
Pengolahan bahan
makanan
Penyajian makanan
Pencucian alat makan
pasien

FARMASI

Prosedur Kebersihan Tangan Sarung Tangan Masker Operasi Penutup Kepala


Peracikan obat rambut harus diikat rapih

RADIOLOGI

Kebersihan Sarung Tangan


Prosedur Sarung Tangan Masker
Tangan rumah tangga
Memposisikan pasien Jika tampak ada darah atau Jika pasien
cairan tubuh pada pasien suspek TB
Mencuci foto
RAWAT INAP

Sarung
Kebersihan Sarung Masker Pelindung Penutup
Prosedur Tangan Jubah
Tangan Tangan Operasi Mata Kepala
Steril
Observasi rutin Jika pasien
(contoh suspek TB
pengukuran
tekanan darah)
Pemeriksaan Jika kontak Jika ada Jika ada Jika ada
medis secara dengan kulit risiko risiko risiko
umum yang luka percikan percikan percikan
Pemeriksaan, Kontak Kontak Jika ada Jika ada Jika ada
pembersihan, dengan luka langsung risiko risiko risiko
pembalutan luka dengan percikan percikan percikan
jaringan
Monitor gula Jika pasien
darah suspek TB
Memasang infus Jika pasien
dan menyuntik suspek TB
obat
Memasang urin Jika ada Jika ada Jika ada
kateter risiko risiko risiko
percikan percikan percikan
Masuk ruang
infeksius

VK / RB

Sarung
Kebersihan Sarung Masker Pelindung Penutup Pelindung
Prosedur Tangan Jubah
Tangan Tangan Operasi Mata Kepala kaki
Steril
Observasi rutin Jika pasien
(contoh suspek TB
pengukuran
tekanan darah)
Pemeriksaan Jika kontak Jika ada Jika ada Jika ada
medis secara dengan kulit risiko risiko risiko
umum yang luka percikan percikan percikan
Pemeriksaan, Kontak Kontak Jika ada Jika ada Jika ada Jika ada
pembersihan, dengan luka langsung risiko risiko risiko risiko
pembalutan luka dengan percikan percikan percikan percikan
jaringan
Monitor gula Jika pasien
darah suspek TB
Memasang infus Jika pasien
dan menyuntik suspek TB
obat
Memasang urin Jika ada Jika ada Jika ada Jika ada
kateter risiko risiko risiko risiko
percikan percikan percikan percikan
Menolong
persalinan
Manual placenta Sarung
tangan
panjang
VT Jika ada Jika ada Jika ada
risiko risiko risiko
percikan percikan percikan
Sterilisasi
POLI RAWAT JALAN

Sarung
Kebersihan Sarung Masker Pelindung Penutup
Prosedur Tangan Jubah
Tangan Tangan Operasi Mata Kepala
Steril
Observasi rutin Jika pasien
(contoh suspek TB
pengukuran
tekanan darah)
Pemeriksaan Jika kontak Jika ada Jika ada Jika ada
medis secara dengan kulit risiko risiko risiko
umum yang luka percikan percikan percikan
Pemeriksaan, Kontak Kontak Jika ada Jika ada Jika ada
pembersihan, dengan luka langsung risiko risiko risiko
pembalutan luka dengan percikan percikan percikan
jaringan
Memasang infus Jika pasien
dan menyuntik suspek TB
obat
Memasang urin Jika ada Jika ada Jika ada
kateter risiko risiko risiko
percikan percikan percikan
Nebulizer
EKG
Sterilisasi

KAMAR JENAZAH

Kebersihan Sarung Masker Pelindung Penutup


Prosedur Jubah
Tangan Tangan Operasi Mata Kepala
Menyentuh jenazah Jika ada Jika ada
risiko risiko

CLEANING SERVICE

Kebersihan Sarung Tangan Masker Pelindung Penutup Pelindung


Prosedur Jubah
Tangan rumah tangga Operasi Mata Kepala kaki
Mengelola
sampah dan
limbah
Membersihkan
lingkungan RS
Membersihkan
kamar mandi

Direktur RSU Kelas D Koja

dr. Nailah, M.Si


NIP. 197710212006042025