Anda di halaman 1dari 59

BAB V Sarana Penunjang

Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-1


Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

BAB VI
SARANA PENUNJANG

Utilitas atau sarana penunjang adalah sarana yang memiliki peranan penting
dalam berjalannya kegiatan operasional pabrik. Sehingga, sangat diperlukan
perencanaan yang baik untuk memenuhi kebutuhan utilitas tersebut.

Ada beberapa unit yang terbagi dalam perancanaan utilitas ini, yaitu :

1. Unit Penyediaan Steam.


2. Unit Penyediaan Air.
3. Unit Penyediaan Listrik.
4. Unit Penyediaan Bahan Bakar.
5. Unit Pengolahan Limbah.

V.1 Unit Penyediaan Steam

A. Kebutuhan Pemanas (Steam)


Jenis steam yang digunakan adalah saturated steam dengan suhu 170C dan
tekanan 792,00 kPa. Kebutuhan steam untuk peralatan pabrik ditunjukkan pada Tabel
5.1 sebagai berikut :
Tabel V.1 Jumlah Kebutuhan Steam

Kebutuhan
No Jenis Alat
Kg/batch lb/batch
1 Heater-01 6.716,1910 14.806,5147
2 Heater-02 5.469,6243 12.058,3338
3 Heater-03 4.808,0801 10.599,8933
4 Heater-04 220,2976 80,7302
Total 17.214,1930 37.950,4099

Dengan memperhitungkan faktor keamanan dan steam lost pada masing-


masing alat yang digunakan, maka setiap kebutuhan steam yang dialirkan ke unit
proses dilebihkan sebesar 10%. sehingga:

Total kebutuhan steam = 1.1 x 17.214,1930 kg


= 18.935,6123 kg = 41.745,4508 lb

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-2
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

B. Boiler

Fungsi : Menghasilkan saturated steam yang digunakan untuk memenuhi


kebutuhan steam pada semua alat proses.
Jenis : Water tube Boiler
Jumlah : 1 unit
Kondisi steam : Temperatur = 170oC
Tekanan = 792,00 kPa (Tabel C.1, Smith, hal 578 )

Menentukan Broke Horse Power (BHP)

Broke Horse Power (BHP) = m s h v h f


34,5 lb/jam
c f
Hp
Dengan :
Massa steam, ms = 18.935,6123 kg = 41.745,4508 lb
Entalpi Steam, hv = 2.767,1000 kJ/kg = 1.189,6296 Btu/lb
Entalpi Air Umpan, hf = 127,9481 kJ/kg = 55,0074 Btu/lb
Correction factor, cf = 970,3 Btu/lb (Severn, hal. 170)

Maka :

Broke Horse Power (BHP) = 41.745,4508 lb/batch 1.189,6296 55,0074 Btu/lb


34,5 lb/jam 6 jam
970,3 Btu/lb
Hp 1 batch

= 235,8219 Hp
Diketahui :
Heating surface boiler = 10 ft2/Hp (Severn, hal. 140)
= 235,8219 Hp 10 ft
2
Heating surface boiler
Hp
2
= 2.358,2190 ft

V.2 Unit Penyedia Air


Kebutuhan air dalam pabrik meliputi kebutuhan air untuk air proses, air
pendingin, bahan pembuat steam, kebutuhan sehari-hari (air minum, MCK, perawatan
lingkungan, laboratorium, dan lainnya).

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-3
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Kebutuhan air pada pabrik ini dapat dibagi menjadi 3 bagian besar, yaitu :
1. Untuk kebutuhan penyediaan steam
2. Untuk kebutuhan media pendingin
3. Untuk kebutuhan air domestik

V.2.1 Air Penyedia Steam


Air penyedia steam digunakan untuk menghasilkan steam dalam jumlah
tertentu. Selain itu juga digunakan sebagai make-up boiler.

A. Kebutuhan Air untuk Menghasilkan Steam

m s h v h f
Jumlah air yang dibutuhkan =
Cf
Dengan :
Massa steam, ms = 18.935,6123 kg = 41.745,4508 lb
Entalpi Steam, hv = 2.767,1000 kJ/kg = 1.189,6296 Btu/lb
Entalpi Air Umpan, hf = 127,9481 kJ/kg = 55,0074 Btu/lb
Correction factor, Cf = 970,3 Btu/lb (Severn, hal. 170)

Maka, kebutuhan air untuk menghasilkan steam :


41.745,4508 lb (1.189,6296 - 55,0074 ) Btu/lb
Massa air untuk steam =
970,3 Btu/lb

= 48.815,1256 lb = 22.142,397 kg

Untuk faktor keamanan, maka jumlah air dilebihkan 10%, sehingga :


Massa air = 22.142,397 kg x 1,1

= 24.356,6353 kg

Maka, Volume air yang dibutuhkan adalah :


Massa Air
Volume =
Densitas Air

24.356,6353 kg
=
995,647 kg/m 3

= 24,4631 m3

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-4
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

B. Kebutuhan Air untuk Make-Up Boiler


Diperkirakan jumlah air yang terbawa karena blow down serta jumlah air yang
hilang akibat penguapan sebesar 10%, maka jumlah air yang harus diumpankan
sebagai make up boiler adalah :

Make up boiler = 10% massa air


= 10% 24.356,6353 kg
= 2.435,6635 kg

Maka, Volume air yang dibutuhkan adalah :


Massa Air
Volume =
Densitas Air
2.435,6635 kg
=
995,647 kg/m 3

= 2,4463 m3/batch

V.2.2 Air Media Pendingin


Air pendingin yang digunakan pada kegiatan operasional pabrik ini adalah air
pendingin yang mempunyai suhu awal 30C dan suhu akhir 50C yang berasal dari
cooling tower. Jumlah air pendingin yang diperlukan terdapat pada Tabel 5.2.

Tabel V.2 Jumlah Kebutuhan Air Pendingin

Kebutuhan
No Jenis Alat
kg/batch lb/batch
1 Mixing Tank (MT-101) 392,0397 864,2907
2 Reaktor-01 (RE-101) 105.211,8083 231.949,9526
3 Reaktor-02 (RE-102) 20.253,5876 44.651,0591
4 Copolymerization Tank (MT-102) 109.695,1161 241.833,8530
Total 235.552,5517 519.299,1554

Dengan memperhitungkan faktor keamanan maka jumlah air pendingin pada


Tabel 5.2 yang harus disediakan adalah 10% lebih banyak dari jumlah sesungguhnya,
maka :
Kebutuhan air pendingin = 1.1 x 235.552,5517 kg
= 259.107,8068 kg

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-5
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

A. Perancangan Menara Pendingin (Cooling Tower)

Fungsi : Mendinginkan kembali air yang telah digunakan sebagai fluida


pendingin pada masing-masing alat pendingin yang digunakan.

Jenis : Induced Draft Cooling Tower (Sumber : Perrys,hal 1215)

Pola aliran : Counter current (Sumber : Perrys,hal 1215)

Alasan : Pola ini paling umum digunakan dan alirannya lebih efisien.

Cara kerja : Air yang sudah digunakan sebagai media pendingin dialirkan kedalam
Cooling Tower. Di dalam Cooling Tower, air akan mengalami
pendinginan karena adanya panas yang hilang akibat penguapan dan
adanya tiupan angin dari kipas (fan). Pada saat terjadinya penguapan,
dibutuhkan panas yang berasal dari badan air itu sendiri, sebagian air
tidak teruapkan (tidak menguap). Sebagian air tersebut menjadi dingin
dan dapat disirkulasi kembali sebagai media pendingin.

Data Air di Menara Pendingin (Cooling Tower)

Massa air masuk = 259.107,8068 kg

bahan (30 C) = 995,6470 kg/m3

Tair masuk (T1) = 50 C = 122 F


Tair keluar (T2) = 30 C = 86 F
T reference = 25 C = 77 F

Laju Alir Volumetrik Masuk Menara Pendingin (Wc)

Laju alir massa bahan masuk


Laju alir air (Wc) =

259.107,8068 kg/batch

995,6470 kg/m 3

= 260,2406 m3/batch

= 68.748,2888 gal/batch

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-6
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Cooling Range Temperature dan Approach Temperature

Dengan temperatur rata-rata udara di sekitar pabrik 300C dengan kelembaban


relatif sebesar 70%, maka :

Temperatur bola basah = 780F. (Psychometric Chart, Treybal, figure 7.5 (b), hal 232)

Cooling Range = T1 T2
= ( 122 86 )0F
= 36 0F

Approach Temp. = T2 Tw
= ( 86 78 ) 0F
= 8 0F

Tinggi Menara Pendingin (Cooling Tower)

Untuk cooling range sebesar 36F dan approach temperature sebesar 8F, dari
Perrys hal 1216 diperoleh :

Tinggi menara = 10,7 12 m


Dipilih :
Tinggi menara = 11 m = 36,0910 ft

Luas Menara Pendingin (Cooling Tower) (A)

Dari figure 1214, Perrys hal 12-16 pada temperatur air panas (T1) sebesar
122F, temperatur air dingin (T2) sebesar 86 F dan temperatur bola basah (Tw)
sebesar 78F, maka diperoleh :

Kandungan air = 1,9 gal/menit.ft2


gal 60 menit 6 jam
= 1,9 2

menit.ft 1 jam 1 batch
= 684,0000 gal/batch.ft2

Wc
Luas menara =
Kandungan Air

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-7
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

= 68.748,2888 gal/batch
gal/batch
684,0000
ft 2
= 100,5092 ft2

Diperkirakan efisiensi kerja cooling tower sebesar 90%. Maka luas menara cooling
tower sebenarnya, adalah :
Luas Menara
Luas menara =
Efisiensi

100,5092 ft 2
=
0,9
= 111,6769 ft2
= 10,3748 m2

4A
Diameter menara =

4 (10,3748) m 2
=
3,14
= 3,6354 m

Daya Fan Cooling Tower

Dari figure 1215, Perrys, hal 12-17 untuk effisiensi kerja cooling tower 90%,
maka diperoleh :

Daya fan cooling tower = 0,03 Hp/ft2

= Daya fan Luas menara sesungguhnya


Hp
= 0,03 100,5092 ft2
ft 2
= 3,3503 Hp

Maka digunakan daya fan sebesar 3,5 Hp

B. Kebutuhan Air Make-Up Cooling Tower

Air make-up yang dibutuhkan oleh menara pendinging atau cooling tower
digunakan sebagai pengganti air yang hilang akibat adanya blow down, penguapan air

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-8
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

serta terbawanya air dalam aliran uap (drtft loss). Jumlah make-up cooling water dapat
ditentukan, dengan :

Wm = We + Wb + Wd (Sumber : Perrys, pers. 12 9)

Dengan :
Wm = Jumlah make up water (lb/jam)
We = Jumlah air yang teruapkan (gpm)
W = Jumlah air yang dibuang untuk mengurangi konsentrasi padatan dalam air
(blow down) (gpm)
Wd = Jumlah air yang terbawa dalam aliran uap yang keluar dari cooling tower
(drift loss) (gpm)

Jumlah Air yang Menguap (We)

We = 0,00085 Wc (Tmasuk Tkeluar)


= 0,00085 68.748,2888 gal/batch (122 - 86)
= 2.103,6976 gal/batch

Jumlah Air yang Terbawa Blow Down (Wb)

We
Wb =
Siklus 1
Jumlah siklus berkisar antara 3 5 siklus . (Perrys, hal 12-17)
Diambil : Siklus = 4
Sehingga,
2.103,6976 gal/batch
Wb =
4 1
= 701,2325 gal/batch

Jumlah Air Drift Loss (Wd)

Wd = 0,15 % Wc
= 0,15 % 68.748,2888 gal/batch
= 103,1224 gal/batch

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-9
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Maka, jumlah air yang harus disediakan untuk make-up menara pendingin adalah :

Wm = We + Wb + Wd

= 2.103,6976 + 701,2325 + 103,1224 gal/batch

= 2.980,0526 gal/batch = 11,6322 m3/batch

11,6322 m 3 /batch
= = 11.581,5755 kg/batch
995,6470 kg/m 3

V.2.3 Air Kebutuhan Domestik


Menurut standar WHO, kebutuhan air bersih untuk 1 orang adalah 100 200
liter/hari. Jumlah karyawan yang bekerja dipabrik adalah 164 orang (untuk karyawan
shift sebanyak 3 shift dan karyawan non-shift). Maka kebutuhan air domestik adalah :

Kebutuhan karyawan = 163 orang 150 lt/hari 1 orang


= 24.450 lt/hari
= 1.018,75 lt/jam
Untuk kebutuhan laboratorium, hydrant, dan lain-lain diperkirakan sebesar 25 lt/jam
atau 600 lt/hari
Maka :
Air domestik total = (24.450 + 600) lt/hari
= 25.050 lt/hari
= 25,05 m3/hari = 1,0438 m3/jam

Laju alir air domestik = Total kebutuhan air domestik air


= 25,05 m3/jam 995,6470 kg/m3
= 1.039,2066 kg/jam
Dengan memperhitungkan faktor keamanan sebesar 10%, maka :
Laju alir air domestik = 1,1 1.039,2066 kg/jam
= 1.143,1272 kg/jam
= 6.858,7633 kg/batch

V.2.4 Kebutuhan Air Keseluruhan


Pemenuhan kebutuhan air yang diperlukan untuk kebutuhan operasional pabrik
dan kebutuhan air domestik berasal dari air utilitas. Kebutuhan air yang diproses

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-10
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

seluruhnya pada suhu 30C dan densitas sebesar 995,6470 kg/m3. Rincian jumlah
kebutuhan air yang diperlukan diberikan pada Tabel V.3 berikut ini.

Tabel V.3 Total Kebutuhan Air

Start Up Kontinyu
No Jenis
(kg/batch) (kg/batch)
1 Air umpan Boiler 24.356,6353 -
2 Make Up Boiler - 2.435,6635
3 Air Pendingin (30oC) 259.107,8068 -
5 Make Up Cooling Tower - 11.581,5755
7 Air Domestik 6.858,7633 6.858,7633
8 Air proses 43.376,6277 43.376,6277
Total 333.699,8331 64.252,6300

Jumlah air yang harus disediakan pada saat operasi kontinyu adalah :

Laju alir massa air


Jumlah air =
air
64.252,6300 kg batch
=
995,6470 kg m 3
= 64,5335 m3/batch

Dengan memperhitungkan faktor keamanan sebesar 10%, maka jumlah kebutuhan air
yang harus tersedia :
Jumlah air = 1,1 64,5335 m3/batch
= 70,9869 m3/batch
= 70.677,8930 kg/batch

V.2.4.1 Unit Pengolahan Air

Air yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air dalam operasional
pada prarancangan pabrik kopolimer methyl methacrylate-butyl methacrylate adalah
air yang berasal dari PAM. Air yang berasal dari PAM tersebut sudah bersih dan telah
melalui proses khlorinasi, sehingga air tersebut bisa langsung dialirkan menuju Bak
penampung Air Bersih.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-11
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Untuk skema proses pengolahan air di dapat dilihat pada Gambar 5.1:

Bak
Penampung
Cooling Water

Tangki Bak Umpan


PAM Bak Air Bersih
Demineralisasi Boiler

Bak Air
Domestik

Gambar V.1 Skema Proses Pengolahan Air

Pengolahan air dipabrik Kopolimer PMMA-PBMA ini terdiri dari tahap


tahap seperti terlihat pada diagram diatas, yaitu:

1. Bak air bersih


Air bersih berasal dari PAM. Dimana seluruh kebutuhan air akan ditampung di
dalam bak penampung air bersih yang akan diteruskan untuk di aliran ke 3 bagian
yaitu ke bak penampung cooling water, tangki demineralisasi, dan bak air
domestik. Untuk kebutuhan air domestik dan air pendingin, air digunakan tanpa
pengolahan lebih lanjut. Sedangkan, kebutuhan air sebagai umpan boiler harus
melewati proses pelunakkan dengan ion exchanger dalam tangki demineralisasi.

2. Bak penampung cooling water


Kebutuhan air sebagai air pendingin untuk proses akan ditampung di dalam bak
penampung cooling water yang akan diteruskan ke cooling tower.

3. Bak air domestik


Dalam bak penampung air domestik kebutuhan air akan digunakan untuk
keperluan sehari-hari (sanitasi).

4. Bak demineralisasi
Air yang masih mengandung ion ion tertentu akan menyebabkan kesadahan air
sehingga sebaiknya harus dihilangkan terutama untuk air yang akan digunakan
sebagai umpan boiler, air tersebut harus bebas dari kesadahan untuk mencegah
timbulnya kerak dan perusakan pada alat. Ion - ion yang tidak dikehendaki dalam

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-12
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

air adalah ion negative seperti Cl-, SO42-, dan PO42- karena dapat menyebabkan
kesadahan tetap jika berikatan dengan ion positive seperti Ca2+ dan Mg2+. Ion - ion
ini dihilangkan dengan cara pertukaran ion.

Resin Castel C 300 digunakan untuk menyerap ion positif. Resin diletakkan
dalam kation exchanger. Reaksi yang terjadi adalah :

2RH + Ca+2 R2Ca + 2H+

Dalam reaksi ini Ca+2 adalah salah satu contoh kation yang ingin dihilangkan dari
air. Bila resin telah jenuh, maka perlu diregenerasi menggunakan H2SO4. Reaksi
regenerasi resin adalah sebagai berikut:

R2Ca + H2SO4 2RH + CaSO4

Untuk menyerap ion negative digunakan resin Castel A 500P yang diletakkan
dalam anion exchanger. Reaksi yang terjadi adalah:

ROH + Cl- RCl + OH-

Dalam reaksi ini, Cl- adalah contoh salah satu anion yang ingin dihilangkan. Jika
resin telah jenuh, maka resin diregenerasi menggunakan larutan NaOH. Reaksi
regenerasi resin penukar anion yang terjadi adalah :

RCl + NaOH ROH + NaCl

Air yang telah didemineralisasi kemudian ditampung dalam tangki air hasil
demineralisasi untuk kemudian dialirkan ke bak umpan boiler

V.2.4.2 Spesifikasi Peralatan Pengolahan Air

1. Tangki Penampungan Air Bersih


Fungsi : Menampung air bersih yang berasal dari PAM
Bentuk : Tangki silinder vertikal
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304
Jumlah : 5 (lima) tangki
Waktu tinggal : 24 jam (4 batch)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-13
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Kapasitas Tangki Penampung Air Bersih

Volume air yang harus ditampung selama 4 batch, yaitu sebesar :

Volume air = 70,9869 m3/batch 4 batch


= 283,9476 m3

Untuk volume satu tangki, yaitu :

283,9476 m 3 / 5 unit
Volume air per 1 unit =
1 unit
= 56,7895 m3

Untuk faktor keamanan, volume desain tangki akan dilebihkan 10% dari volume air
yang harus ditampung, sehingga :

Volume tangki = 1,1 283,9476 m3


= 312,3424 m3
Untuk volume satu tangki, yaitu :
312,3424 m 3 / 5 unit
Volume per 1 tangki =
1 unit
= 62,4685 m3

Diameter Dalam Tangki (ID T) dan Tinggi Tangki (HT)

Jika tinggi tangki (HT) = 2 kali diameter tangki (ID T)



Volume Tangki = x ID2 x H
4

62,4685 m3 = x ID2 x 2 D
4
62,4685 m3 = 1,57 x ID3
ID = 3,4139 m = 134,4065 in

Maka, tinggi tangki penampung air bersih


Tinggi Tangki (HT) = 2 x 3,4139 m
= 6,8278 m

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-14
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tebal Tangki (tT)


Tinggi cairan dalam tangki (H cairan) :

Volume cairan (VL) = x ID2 x H cairan
4
3,14
56,7895 m3 = x (3,4139 m)2 x H cairan
4
H cairan = 6,2701 m

Tekanan desain tangki :


Tekanan Operasi = 1 atm
= 14,6959 psi

Tekanan Hidrostatik = cairan x g x H cairan


= 995,6470 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 6,2701 m
= 60.565,1109 kg/m.det2 = 60.565,1109 N/m2
= 0,5977 atm = 8,7844 psi

Tekanan Total = (14,6959 + 8,7844) psi


= 23,4803 psi

Faktor keamanan = 20%


Tekanan Desain = 1,2 (P operasi + P hidrostatik)
= 1,2 (23,4803) psi
= 28,1764 psi = 1,9173 atm

P x D
Tebal Tangki = c (Eq.14.34, Brownell & Young, hal 275)
2 (f E) - (0,6 P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 28,1764 psi

D = Diameter tangki (ID) = 134,4065 inch

f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8

c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-15
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

28,1764 psi x 134,4065 inch


Tebal Tangki, tT = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 28,1764 psi)
= 0,2513 inch

Dipilih tebal tangki standar 0,3125 inch (Tabel 5.8, Brownell & Young, hal 93)

Diameter Tangki Sesungguhnya (tT)

Diameter luar (OD) = ID + 2t


= 134,4065 inch + 2 (0,3125 inch )
= 135,0314 inch
= 3,5052 m
Dipilih diameter tangki luar (OD) standar 138 inch

Diameter Dalam (ID) = ODs 2t


= 138 inch 2 (0,3125 inch)
= 137,3750 inch = 3,4893 m

Ukuran Head

Tebal Head

Bentuk : Torispherical head


Bahan : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304
Untuk tangki dengan OD = 138 inch, memiliki :
icr = 8,375 inch
r = 132 inch
icr/r = 0,0634
Karena icr/r lebih besar dari 6% sehingga head memenuhi untuk Torispherical head
(Sumber : Brownell and Young, hal 88)

Berdasarkan Brownell and Young hal 256 258, karena icr/r > 6 % maka persamaan
yang digunakan untuk menghitung tebal head adalah Persamaan (7.76) dan (7.77),
Brownell and Young, hal 138.

1
Intensifikasi stress, W = x(3 rc / ri )
4

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-16
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Keterangan :

W = Faktor intensifikasi stress untuk Torispherical head (inch)


rc = radius of crown =r = 132 inch
r1 = inside corner radius = icr = 8,375 inch

1
Intensifikasi stress, W = (3 132 / 8,375)
4
= 1,7425 inch

P x rc W
Tebal head, tH = C
2 (f x E) - (0,2 x P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 28,1764 psi

rc = Radius of Crown = 132 inch

W = Intensifikasi stress = 1,7425 inch

f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8

c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

28,1764 psi x 132 inch 1,7425 inch


Tebal Head, tH = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 28,1764 psi)

= 0,3393 inch

Tebal Head standar = 0,3750 inch

Dengan tebal head standar sebesar 0,375 inch didapatkan :


Standart straight flange, sf = 1,5 3 (Tabel 5.6, Brownell & Young, hal.88)

Dipilih Sf = 2,5 inch

Untuk menghitung tinggi head digunakan penjelasan pada Gambar 5.8, Brownell and
Young hal 87.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-17
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Dimentional Relationships for flanged and dished heads

a = ID/2 = 137,3750 inch / 2 = 68,6875 inch


AB = (ID/2) - icr = (68,6875 8,375) inch = 60,3125 inch
BC = r - icr = (132 8,375) inch = 123,6250 inch
AC = (BC2-AB2)0,5 = (123,6252 60,3752) 0,5 = 107,9145 inch
b = r AC = (132 107,9145) inch = 24,0855 inch

Tinggi Head (OA) = th + b + sf


= (0,3750 + 24,0855 + 2,5) inch
= 26,9605 inch
= 0,6848 m

Tinggi Total (HT) = H tangki + (2 x H head)


= 6,8278 + ( 2 x 0,6848 ) m
= 8,1974 m

2. Tangki Demineralisasi

Fungsi : Untuk menghilangkan kesadahan air dan kandungan mineral dalam


air dengan menggunakan resin penukar ion.
Bentuk : Tangki silinder tegak
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA - 167 grade 11 tipe 316
Jenis resin : Mixed cation and strong base anion
Air yang diproses : Air make-up umpan boiler dan air make-up cooling water

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-18
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Kapasitas Tangki Demineralisasi

Laju alir air (Q) = 45.812,2912 kg/batch

45.812,2912 kg/batch
=
995,6470 kg m 3

= 46,0126 m3/batch

Untuk faktor keamanan, volume desain tangki akan dilebihkan 10% dari volume air
yang harus ditampung, sehingga :

Laju alir air (Q) = 1,1 46,0126 m3/batch


= 50,6138 m3/batch

Dimensi Tangki

Kecepatan alir untuk mixed cation and strong base anion, maksimal sebesar 40
m/jam (Sumber : Tabel 16-9, Perrys, Hal. 16-66)

Kecepatan Alir (v) = 8 m/jam


m 6 jam
=8
jam 1 batch
= 48 m / batch

Tinggi bed minimum = 1,2 m

Q
Luas Penampang =
v
50,6138 m 3 /jam
=
48 m/batch
= 1,0545 m2

Diameter tangki :
1
Luas Tangki (A) = D2
4
1,0545 m2 = 0,785 D2

1,0545 m 2
Diameter Tangki (D) =
0,785
= 1,1590 m = 45,6294 inch

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-19
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tinggi tangki :

Jika tinggi bed dari tinggi tangki, maka tinggi tangki demineralisasi :

Tinggi tangki (HT) = 2 x 1,2 m

= 2,4 m

Tebal Tangki (tT)

PxD
Tebal tangki = C
2 (f x E) - (0,6 x P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 17,6351 psi
D = Diameter Tangki (ID) = 45,6294 inch
f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8


c = Faktor korosi = 0,125 inch/10 tahun

17,6351 psi x 45,8048 inch


Tebal tangki = 0,125 inch
(18.750 psi x 0,8) - (0,6 x 17,6351 psi)

= 0,1518 inch

Tebal standar = 0,1875 inch

Diameter Tangki Sesungguhnya (tT)

Diameter luar (OD) = ID + 2t


= 45,6294 inch + 2 (0,1875 inch )
= 46,0044 inch
= 1,1685 m

Dipilih diameter tangki luar (OD) standar 48 inch atau 1,2192 m

Diameter Dalam (ID) = ODs 2t


= 48 inch 2 (0,1875 inch)
= 47,6250 inch
= 1,2097 m

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-20
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Ukuran Head

Tebal Head (tT)

Bentuk : Torispherical head


Bahan : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304

Untuk tangki dengan OD = 48 inch memiliki :


icr = 3 inch
r = 48 inch
icr/r = 0,0625

Nilai icr/r lebih besar dari 6% sehingga memenuhi untuk Torispherical head (Sumber :
Brownell and Young, hal 88)

Berdasarkan Brownell and Young hal 256 258, karena icr/r > 6 % maka persamaan
yang digunakan untuk menghitung tebal head adalah Persamaan (7.76) dan (7.77),
Brownell and Young, hal 138.

1
Intensifikasi stress, W = x(3 rc / ri )
4

Dengan :
w = faktor intensifikasi stress untuk Torispherical head (inch)
rc = radius of crown =r = 48 inch
r1 = inside corner radius = icr = 3 inch

1
Intensifikasi stress, W = (3 48 / 3)
4
= 1,75

P rc W
Tebal head, tH = C
(f x E) - (0,2 x P)
Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 17,6351 psi
rc = Radius of crown = 48 inch
W = Faktor Intensifikasi stress = 1,75
f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-21
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

E = Efisiensi penyambungan = 0,8


c = Faktor korosi = 0,125 inch/10 tahun

17,6351 psi 48 inch 1,75


Tebal head, tH = 0,125 inch
(18.750 psi x 0,8) - (0,2 x 17,6351 psi)

= 0,1744 inch

Dipilih tebal head (tH) standar 0,1875 inch

Tinggi Head (tH)

Berdasarkan tabel 5.6, Brownell & Young hal 88, untuk th = 0,1875 inch :
Standart straight flange (Sf ) = 1,5 2 inch (di pilih Sf = 2 inch).

Dari tabel 5.7 Brownell & Young untuk OD = 48 inch :

th = 0,1875 inch
icr = 3 inch
r = 48 inch

Untuk menghitung tinggi head digunakan penjelasan pada Gambar 5.8, Brownell and
Young hal 87.

Dimentional Relationships for flanged and dished heads

a = ID/2 = (7,6250 / 2) inch = 23,8125 inch

AB = (ID/2) - icr = (23,8125 3) inch = 20,8125 inch


BC = r - icr = (48 3) inch = 45,0000 inch
AC = (BC2-AB2)0,5 = (45 20,81252) 0,5 = 39,8979 inch
b = r AC = (48 39,8979) inch = 8,1021 inch

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-22
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tinggi Head (OA) = th + b + sf


= (0,1875 + 8,1021 + 2) inch
= 10,2896 inch
= 0,2614 m

Tinggi Total (HT) = H tangki + (2 x H head)


= 2,4 + ( 2 x 0,2614 ) m
= 2,9277 m

3. Tangki Umpan Boiler

Fungsi : Untuk menampung kondensat steam untuk feed boiler


Bentuk : Tangki silinder tegak
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA - 167 grade 3 tipe 304
Waktu tinggal : 6 jam ( 1 batch )

Kapasitas Tangki Umpan Boiler

Massa air yang disimpan adalah massa air yang dibutuhkan untuk membuat steam.

Massa air = 24.356,6353 kg/batch

24.356,6353 kg/batch
Volume air = 1 batch
995,6470 kg/m 3
= 24,4631 m3

Untuk faktor keamanan, volume desain tangki akan dilebihkan 10% dari volume air
yang harus ditampung, sehingga :

Volume tangki , VT = 1,1 x 24,4631 m3

= 26,9094 m3

Dimensi Tangki

Diameter Dalam Tangki (IDt) dan Tinggi Tangki (HT) :

Jika tinggi tangki (HT) dua kali dari diameter tangki (IDT)

Volume Tangki, VT = x ID2 x H
4

26,9094 m3 = x ID2 x 2 D
4

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-23
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

26,9094 m3 = 1,57 x ID3

Diameter Tangki, IDT = 2,5783 m = 101,5082 inch

Maka, tinggi tangki penampung air bersih

Tinggi Tangki (HT) = 2 x 2,5783


= 5,1566 m = 203,5364 inch

Tebal Tangki (tT)

Tinggi cairan dalam tangki (H cairan) :



Volume cairan (VL) = x ID2 x H cairan
4
3,14
24,4631 m3 = x (2,5783 m)2 x H cairan
4

H cairan = 4,6878 m

Tekanan desain tangki :


Tekanan Operasi = 1 atm
= 14,6959 psi

Tekanan Hidrostatik = cairan x g x H cairan


= 995,6470 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 4,6878 m
= 50.314,8798 kg/m.det2 = 50.314,8798 N/m2
= 0,4966 atm = 7,2977 psi

Tekanan Total = (14,6959 + 7,2977) psi


= 21,9936 psi

Faktor keamanan = 20%


Tekanan Desain = 1,2 (P operasi + P hidrostatik)
= 1,2 (21,2962) psi
= 26,3923 psi = 1,7959 atm

P x D
Tebal Tangki = c (Eq.14.34, Brownell & Young, hal 275)
2 (f E) - (0,6 P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 26,3923 psi

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-24
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

D = Diameter dalam tangki = 101,5082 inch


f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8


c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

26,3923 psi x 101,5082 inch


Tebal Tangki (tT) = 0,125 inch
(18.750 0,8) - (0,6 26,3923 psi)

= 0,2143 inch

Tebal tangki standar = 0,25 inch (Tabel 5.8.,hal 93.Brownell & Young)

Diameter Tangki Sesungguhnya (tT)

Diameter luar (OD) = ID + 2t


= 101,5082 inch + 2 (0,25 inch )
= 102,0082 inch = 2,5910 m

Dipilih diameter tangki luar (OD) standar 108 inch

Diameter Dalam (ID) = ODs 2t


= 108 inch 2 (0,25 inch)
= 107,5 inch = 2,7305 m

Ukuran Head
Tebal Head (tT)
Bentuk : Torispherical head
Bahan : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304

Untuk tangki dengan OD = 108 inch memiliki :


icr = 6,5 inch
r = 102 inch
icr/r = 0,0637

Nilai icr/r lebih besar dari 6% sehingga memenuhi untuk Torispherical head (Sumber :
Brownell and Young, hal 88)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-25
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Berdasarkan Brownell and Young hal 256 258, karena icr/r > 6 % maka persamaan
yang digunakan untuk menghitung tebal head adalah Persamaan (7.76) dan (7.77),
Brownell and Young, hal 138.

1
Intensifikasi stress, W = x(3 rc / ri )
4

Dengan :
w = faktor intensifikasi stress untuk Torispherical head (inch)
rc = radius of crown =r = 102 inch
r1 = inside corner radius = icr = 6,5 inch

1
Intensifikasi stress, W = (3 102 / 6,5)
4
= 1,7403

P rc W
Tebal head, tH = C
(f x E) - (0,2 x P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 26,3923 psi

rc = Radius of crown = 102 inch

W = Faktor Intensifikasi stress = 1,7403

f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8

c = Faktor korosi = 0,125 inch/10 tahun

26,3923 psi 102 inch 1,7403


Tebal head, tH = 0,125 inch
(18.750 psi x 0,8) - (0,2 x 26,3923 psi)
= 0,2812 inch

Tebal standar = 0,3125 inch

Tinggi Head (tH)

Berdasarkan tabel 5.6, Brownell & Young hal 88, untuk th = 0,3125 inch :

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-26
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Standart straight flange (Sf ) = 1,5 3 inch (di pilih Sf = 2,5 inch).

Dari tabel 5.7 Brownell & Young untuk OD = 108 inch :


th = 0,3125 inch
icr = 6,5 inch
r = 102 inch

Untuk menghitung tinggi head digunakan penjelasan pada Gambar 5.8, Brownell and
Young hal 87.

Dimentional Relationships for flanged and dished heads

a = ID/2 = (107,5 / 2) inch = 53,7500 inch


AB = (ID/2) - icr = (53,7500 6,25) inch = 47,2500 inch
BC = r - icr = (102 6,5) inch = 95,5000 inch
AC = (BC2-AB2)0,5 = (95,50 47,252) 0,5 = 82,9921 inch
b = r AC = (102 82,9211) inch = 19,0079 inch

Tinggi Head (OA) = th + b + sf


= (0,3125 + 19,0079 + 2,5) inch
= 21,8204 inch
= 0,5542 m

Tinggi Total (HT) = H tangki + (2 x H head)


= 5,1698 + ( 2 x 0,5542 ) m
= 6,2783 m

4. Bak Penampung Air Untuk Cooling Water (BACW)


Fungsi : Untuk menampung air sebagai feed cooling water

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-27
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Bentuk : Bak berpenampang empat persegi panjang


Bahan konstruksi : Beton
Jumlah : 1 unit
Waktu tinggal : 6 jam ( 1 batch )

Kapasitas Bak Cooling Water

259.107,8068 kg/batch
Volume air = 1 batch
995,6470 kg/m 3
= 260,2406 m3
Volume bak penampung dengan faktor keamanan 10 %

Volume bak = 1,1 260,2406 m3


= 286,2647 m3

Dimensi Bak Penampung

Jika perbandingan panjang : lebar : tinggi = 3 : 2 : 1, maka

Volume Bak = Panjang x Lebar x Tinggi


=3T2TT
286,2647 m3 = 6 T3

286,2647 m 3
Tinggi Bak = 3
6
= 3,6269 m

Panjang Bak = 3 3,6269 m


= 10,8808 m
Lebar Bak = 2 3,6269 m
= 7,2539 m

5. Tangki Umpan Air Proses

Fungsi : Menampung air sebagai umpan air proses


Bentuk : Tangki silinder vertikal
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304
Jumlah : 1 (satu) tangki
Waktu tinggal : 6 jam (1 batch)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-28
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Kapasitas Tangki Umpan Air Proses

Volume air yang harus ditampung selama 6 jam atau 1 batch yaitu sebesar :

Massa air proses = 43.376,6277 kg/batch


43.376,6277 kg/batch
Volume air = 1 batch
995,6470 kg/m 3
= 43,5663 m3

Untuk faktor keamanan, volume desain tangki akan dilebihkan 10% dari volume air
yang harus ditampung, sehingga :

Volume tangki = 1,1 43,5663 m3


= 47,9229 m3

Dimensi Tangki

Diameter Dalam Tangki (ID T) dan Tinggi Tangki (HT)

Jika tinggi tangki, HT = 2 kali diameter tangki (ID T)



Volume Tangki = x ID2 x H
4

47,9229 m3 = x ID2 x 2 D
4
47,9229 m3 = 1,57 x ID3
ID = 3,1252 m = 123,0403 inch

Maka, tinggi tangki penampung air bersih


Tinggi Tangki (HT) = 2 x 3,1252 m
= 6,2504 m

Tebal Tangki (tT)

Tinggi cairan dalam tangki (H cairan) :



Volume cairan (VL) = x ID2 x H cairan
4
3,14
43,5663 m3 = x (3,1252 m)2 x H cairan
4
H cairan = 5,6822 m

Tekanan desain tangki :

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-29
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tekanan Operasi = 1 atm


= 14,6959 psi

Tekanan Hidrostatik = cairan x g x H cairan


= 995,6470 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 5,6822 m
= 55.443,4081 kg/m.det2 = 55.443,4081 N/m2
= 0,5472 atm = 8,0415 psi

Tekanan Total = (14,6959 + 8,0415) psi


= 22,7375 psi

Faktor keamanan = 20%


Tekanan Desain = 1,2 (P operasi + P hidrostatik)
= 1,2 (22,7375) psi
= 27,2850 psi = 1,8566 atm

P x D
Tebal Tangki = c (Eq.14.34, Brownell & Young, hal 275)
2 (f E) - (0,6 P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 27,2850 psi
D = Diameter tangki (ID) = 123,0403 inch
f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8


c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

27,2850 psi x 123,0403 inch


Tebal Tangki, tT = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 27,2850 psi)

= 0,2370 inch

Dipilih tebal tangki standar 0,25 inch (Tabel 5.8, Brownell & Young, hal 93)

Diameter Tangki Sesungguhnya (tT)

Diameter luar (OD) = ID + 2t


= 123,0403 inch + 2 (0,25 inch )
= 123,5403 inch = 3,1379 m

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-30
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Dipilih diameter tangki luar (OD) standar 126 inch

Diameter Dalam (ID) = ODs 2t


= 126 inch 2 (0,25 inch)
= 125,5 inch = 3,1877 m

Ukuran Head
Tebal Head

Bentuk : Torispherical head


Bahan : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304

Untuk tangki dengan OD = 126 inch, memiliki :

icr = 7,625 inch


r = 120 inch
icr/r = 0,0635

Karena icr/r lebih besar dari 6% sehingga head memenuhi untuk Torispherical head
(Sumber : Brownell and Young, hal 88)

Berdasarkan Brownell and Young hal 256 258, karena icr/r > 6 % maka persamaan
yang digunakan untuk menghitung tebal head adalah Persamaan (7.76) dan (7.77),
Brownell and Young, hal 138.

1
Intensifikasi stress, W = x(3 rc / ri )
4

Keterangan :

W = Faktor intensifikasi stress untuk Torispherical head (inch)


rc = radius of crown =r = 120 inch
r1 = inside corner radius = icr = 7,625 inch

1
Intensifikasi stress, W = (3 120 / 7,625)
4
= 1,7418 inch

P x rc W
Tebal head, tH = C
2 (f x E) - (0,2 x P)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-31
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 27,2850 psi
rc = Radius of Crown = 120 inch
W = Intensifikasi stress = 1,7418 inch
f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8


c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

27,2850 psi x 120 inch 1,7418 inch


Tebal Head, tH = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 27,2850)
= 0,3151 inch

Tebal Head standar = 0,3750 inch

Dengan tebal head standar sebesar 0, 3750 inch didapatkan :


Standart straight flange, sf = 1,5 3 (Tabel 5.6, Brownell & Young, hal.88)

Dipilih Sf = 2,5 inch

Untuk menghitung tinggi head digunakan penjelasan pada Gambar 5.8, Brownell and
Young hal 87.

Dimentional Relationships for flanged and dished heads


a = ID/2 = (125,5 / 2) inch = 62,7500 inch
AB = (ID/2) - icr = (62,7500 7,6250) inch = 55,1250 inch
BC = r - icr = (120 7,6250) inch = 112,3750 inch
AC = (BC2-AB2)0,5 = (112,37502 55,1250 2) 0,5 = 97,9254 inch
b = r AC = (120 97,9254) inch = 22,0746 inch

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-32
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tinggi Head (OA) = th + b + sf


= (0,375 + 22,0746 + 2,5) inch
= 24,9496 inch
= 0,6337 m

Tinggi Total (HT) = H tangki + (2 x H head)


= 6,2665 + (2 x 0, 0,6337) m
= 7,5179 m

6. Tangki Air Domestik

Fungsi : Menampung air domestik


Bentuk : Tangki silinder vertikal
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304
Jumlah : 5 (lima) tangki
Waktu tinggal : 24 jam (4 batch)

Kapasitas Tangki Air Domestik

Volume air yang harus ditampung selama 24 jam atau 4 batch yaitu sebesar :

Massa air domestik = 6.858,7633 kg/batch


6.858,7633 kg/batch
Volume air = 4 batch
995,6470 kg/m 3
= 27,5550 m3

Untuk faktor keamanan, volume desain tangki akan dilebihkan 10% dari volume air
yang harus ditampung, sehingga :
Volume tangki = 1,1 27,5550 m3
= 30,3105 m3

Dimensi Tangki
Diameter Dalam Tangki (ID T) dan Tinggi Tangki (HT)
Jika tinggi tangki (HT) = 2 kali diameter tangki (ID T)

Volume Tangki = x ID2 x H
4

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-33
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate


30,3105 m3 = x ID2 x 2 D
4
30,3105 m3 = 1,57 x ID3
ID = 2,6867 m = 105,6163 inch

Maka, tinggi tangki penampung air bersih


Tinggi Tangki (HT) = 2 x 2,6867 m = 5,3653 m

Tebal Tangki (tT)

Tinggi cairan dalam tangki (H cairan) :



Volume cairan (VL) = x ID2 x H cairan
4
3,14
27,5550 m3 = x (2,6867 m)2 x H cairan
4
H cairan = 4,8776 m

Tekanan desain tangki :


Tekanan Operasi = 1 atm
= 14,6959 psi

Tekanan Hidrostatik = cairan x g x H cairan


= 995,6470 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 4,8776 m
= 47.591,9236 kg/m.det2 = 47.591,9236 N/m2
= 0,4697 atm = 6,9027 psi

Tekanan Total = (14,6959 + 6,9027) psi


= 21,5987 psi

Faktor keamanan = 20%


Tekanan Desain = 1,2 (P operasi + P hidrostatik)
= 1,2 (21,5987) psi
= 25,9184 psi = 1,7636 atm

P x D
Tebal Tangki, tT = c (Eq.14.34, Brownell & Young, hal 275)
2 (f E) - (0,6 P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 25,9184 psi

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-34
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

D = Diameter tangki (ID) = 105,6163 inch


f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8


c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

25,9184 psi x 105,6163 inch


Tebal Tangki, tT = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 25,9184 psi)
= 0,2163 inch

Dipilih tebal tangki standar 0,25 inch (Tabel 5.8, Brownell & Young, hal 93)

Diameter Tangki Sesungguhnya (tT)

Diameter luar (OD) = ID + 2t


= 105,6163 inch + 2 (0,25 inch )
= 106,1163 inch
= 2,6953 m
Dipilih diameter tangki luar (OD) standar 108 inch

Diameter Dalam (ID) = ODs 2t


= 108 inch 2 (0,25 inch)
= 107,5 inch = 2,7305 m

Ukuran Head

Tebal Head :
Bentuk : Torispherical head
Bahan : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304

Untuk tangki dengan OD = 108 inch, memiliki :


icr = 6,5 inch
r = 102 inch
icr/r = 0,0637

Karena icr/r lebih besar dari 6% sehingga head memenuhi untuk Torispherical head
(Sumber : Brownell and Young, hal 88)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-35
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Berdasarkan Brownell and Young hal 256 258, karena icr/r > 6 % maka persamaan
yang digunakan untuk menghitung tebal head adalah Persamaan (7.76) dan (7.77),
Brownell and Young, hal 138.

1
Intensifikasi stress, W = x(3 rc / ri )
4

Keterangan :

W = Faktor intensifikasi stress untuk Torispherical head (inch)


rc = radius of crown =r = 102 inch
r1 = inside corner radius = icr = 6,5 inch

1
Intensifikasi stress, W = (3 102 / 6,5)
4
= 1,7403 inch

P x rc W
Tebal head, tH = C
2 (f x E) - (0,2 x P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 25,9184 psi
rc = Radius of Crown = 102 inch
W = Intensifikasi stress = 1,7403 inch
f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8

c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

25,9184 psi x 102 inch 1,7403 inch


Tebal Head, tH = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 25,9184 psi)

= 0,2784 inch

Tebal Head standar = 0,3125 inch

Dengan tebal head standar sebesar 0,3125 inch didapatkan :


Standart straight flange, sf = 1,5 3 (Tabel 5.6, Brownell & Young, hal.88)

Dipilih Sf = 2,5 inch

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-36
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Untuk menghitung tinggi head digunakan penjelasan pada Gambar 5.8, Brownell and
Young hal 87.

Dimentional Relationships for flanged and dished heads

a = ID/2 = (105,6163 / 2) inch = 53,7500 inch


AB = (ID/2) - icr = (53,7500 6,5) inch = 47,2500 inch
BC = r - icr = (102 6,5) inch = 95,5000 inch
AC = (BC2-AB2)0,5 = (95,50002 47,25002) 0,5 = 82,9921 inch
b = r AC = (102 82,9921) inch = 19,0079 inch

Tinggi Head (OA) = th + b + sf


= (0,3125 + 19,0079 + 2,5) inch
= 21,8204 inch
= 0,5542 m

Tinggi Total (HT) = H tangki + (2 x H head)


= 5,3653 + (2 x 0,5542) m
= 6,4738 m

7. Bak Penampung Limbah Cair

Fungsi : Untuk menampung limbah dari over flow Hydrocyclone


Bentuk : Bak berpenampang empat persegi panjang
Bahan konstruksi : Beton
Jumlah : 1 unit
Waktu tinggal : 24 jam ( 4 batch )

Kapasitas Bak Limbah Cair

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-37
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

28.266,4268 kg/batch
Volume air = 4 batch
995,7665 kg/m 3
= 113,5464 m3
Volume bak penampung dengan faktor keamanan 10 %

Volume bak = 1,1 113,5464 m3


= 124,9010 m3

Dimensi Bak Penampung

Jika perbandingan panjang : lebar : tinggi = 3 : 2 : 1, maka

Volume Bak = Panjang x Lebar x Tinggi


=3T2TT
124,9010 m3 = 6 T3

124,9010 m 3
Tinggi Bak = 3
6
= 2,7509 m

Panjang Bak = 3 2,7509 m


= 8,2526 m
Lebar Bak = 2 2,7509 m
= 5,5018 m

8. Pompa Utilitas (PU-01)

Fungsi : Memompa air dari PAM menuju Tangki Penampungan Air Bersih
Jenis : Pompa sentrifugal
Data :
Densitas () = 995,6470 kg/m 3 = 62,1561 lb/ft 3
Viskositas () = 0,8177 cp = 0,0006 lb/ft.det
Laju massa (m) = 70.677,8930 kg/batch = 155.817,8964 lb/jam
Waktu alir = 1 batch = 6 jam = 21.600 detik
Menentukan ukuran pipa

Laju Alir Massa (m)


Laju alir (qf) =
Densitas ( )

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-38
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

70.677,8930 kg/batch
=
995,6470 kg/m 3

= 0,9869 m 3 /batch = 2.506,8789 ft3/batch


1 batch 1 jam
= 2.506,8789 ft 3 /batch
6 jam 3.600 detik
= 0,1161 ft3/detik

ID optimum = 3,9 q f 0, 45 0,13

= 3,9 x (0,1161 ft3/det) 0,45 x (62,1561 lb/ft 3 )0,13


= 2,5312 in

Pemilihan Spesifikasi pipa berdasarkan item 2 Brownell hal 387 dipilih :

Nominal Size D = 2,5 inch


Inside Diameter, ID = 2,469 inch = 0,2057 ft
Outside Diameter,OD = 2,875 inch = 0,2396 ft
Schedule Number = 40

Luas bagian dalam penampang pipa (A)


Luas Penampang (A) = 1/4 x x ID
= 1/4 x 3,14 x (0,2057 ft)2
= 0,0332 ft2 = 4,7853 in2

Kecepatan linear fluida ( v )

Laju Alir (q f )
Kecepatan Linear (v) =
Luas Penampang (A)

0,1161 ft 3 /detik
=
0,0332 ft 2
= 3,4925 ft/detik

Menentukan Faktor friksi ( f )

v ID
Bil. Reynold (Nre) =

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-39
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

62,1561 lb/ft 3 3,4925 ft/detik 0,2057 ft


=
0,0006 lb/ft.deti k

= 81.151,6772 > 2.100 (aliran turbulen)

Dengan ID = 2,469 inch dan Nre = 81.151,6772, maka didapat :

e/D commercial steel = 0,0007 (fig. 126 Brown hal 141)

friction head ( f ) = 0,0200 (fig. 125 Brwon hal 140)

Diperkirakan :
Panjang pipa (L ) = 15 m = 49,2126 ft
Ketinggian (Z) = 9,1974 m = 30,1753 ft

Direncanakan :
Standar elbow = 8 unit
Gate valve = 3 unit
Standar Tee = 1 unit

Dari fig 127 Brown dengan ID pipa = 2,469 in

Diperoleh : Panjang ekivalen (Le) dari beberapa fittings yang digunakan, sbb :
Standart elbow = 5,5 ft
Le Gate Valve = 1,4 ft
Le Standar Tee = 14 ft
Total panjang (L) = (8 x 5,5) + (2 x 1,4) + (1 x 14)
= 141,5879 ft
gc = 32,1740 ft-lbm/lbf det2

2 f L v2
Friction head (F) =
g c ID

2 0,0200 ft 141,5879 ft (3,4925 ft/det) 2


=
32,1740 ft.lb m /lb f .det 2 0,2057 ft
= 2,6088 ft-lbf/lbm

Menentukan Pressure drop (P)

Tekanan Awal, P1 = 1 atm = 2.116,2170 lbf/ft2

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-40
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tekanan Akhir, P2 = 1 atm = 2.116,2170 lbf/ft2

P = (1-1) atm

= 0,0000 atm = 0,0000 lbf/ft2

P 1 - P2
P/ =

= 0,0000 ft.lbf/lbm

Menghitung Velocity Head

v 2
2 2
v - v1
2
2g c 2g c
Karena diameter tangki (D1) jauh lebih besar dari diameter pipa (D2), maka: v1 = 0
(diabaikan)

v2
2
(3,4925 ft/det) 2
Velocity Head, =
2gc 2 32,1740 ft.lbm/lbf det 2

= 0,1896 ft.lbf/lbm

Menghitung Daya Pompa


g P v 2
Head pompa (w) = Z F
gc 2g c

32,1740 ft/det 2
= 30,1753 ft (2,6088 0 0,1896)ft. lbf/lbm
32,740 ft.lbm/lbf .det 2

= 32,9737 ft.lbf/lbm

w x x Q f x 1HP
Daya pompa =
550 ft - lbf/det

32,9737 ft.lbf/lbm x 62,1561 lb/ft x 0,1161 ft 3 /det x 1HP


=
550 ft.lbf/det
= 0,4325 Hp
Dari figure 14.37, Peters dengan qf = 52,0910 gpm, maka diperoleh :

Efesiensi pompa (EP) = 38%

Maka daya pompa sebenarnya:

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-41
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Daya Pompa
Broke Horse Power =
Efisiensi Pompa

0,4325 Hp
=
0,38
= 1,1381 Hp

Dengan BHP sebesar 1,1381 Hp, dari figure 14.37, Peters diperoleh :

Efesiensi motor (EM) = 82%


BHP
Daya motor =
Efisiensi Motor
1,1381 Hp
=
0,82
= 1,3879 Hp

Digunakan daya = 2,5 HP

Hasil perhitungan pompa pompa yang lain dapat dilihat pada Tabel 5.5.
Tabel V.4 Spesifikasi Pompa

Daya
Kode Fungsi
(HP)
Memompa air dari PAM menuju Tangki Penampung Air
PU-101 2,50
Bersih
Memompa air dari Tangki Penampung Air Bersih ke Tangki
PU-102 1,00
Demineralisasi
Memompa air dari Tangki Penampung Air Bersih ke Bak
PU-103 0,50
Umpan Cooling Tower
Memompa air dari Tangki Demineralisasi ke Tangki Umpan
PU-104 1,50
Boiler
PU-105 Memompa air dari Tangki Umpan Boiler ke Boiler 0,50
Memompa air dari Tangki Demineralisasi ke Tangki Umpan
PU-106 0,50
Proses
Memompa air dari Tangki Penampung Air Bersih ke Tangki
PU-107 0,10
Domestik
Memompa Produk Keluar Hydrocyclone menuju Bak
PU-108 10,0
Penampung Air Limbah
Total 16,60

V.3 Unit Penyediaan Tenaga Listrik


Secara garis besar, kebutuhan listrik dalam pabrik dapat dibagi menjadi 2 :

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-42
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

1. Listrik untuk penggerak motor


Peralatan proses
Beberapa peralatan proses menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak
motor. Daya yang dibutuhkan masing-masing alat dapat dilihat pada Tabel V.5.

Tabel V.4 Daya Motor Peralatan Proses

Daya
Kode Fungsi
(HP)
P -101 Memompa air dari tangki air proses menuju Mixing Tank 1,00
P -102 Memompa air dari tangki air proses menuju Hydocyclone 0,50
P -103 Memompa monomer MMA menuju Reaktor Polimerisasi 1 1,50
P -104 Memompa monomer BMA menuju Reaktor Polimerisasi 2 0,50
P -105 Memompa inisiator menuju Reaktor Polimerisasi 1 (R-101) 0,50
P -106 Memompa inisiator menuju Reaktor Polimerisasi 2 (R-102) 0,50
P -107 Memompa poli-MMA menuju Reaktor Kopolimerisasi (R-103) 1,00
P -108 Memompa poli-BMA menuju Reaktor Kopolimerisasi (R-103) 1,00
- Agitator Mixing Tank (MT-101) 15
- Agitator Reaktor Polimerisasi 1 (R-101) 50,00
- Agitator Reaktor Polimerisasi 2 (R-102) 15
- Agitator Reaktor Kopolimerisasi (R-103) 60
HC-01 Memisahkan sistem cair-padat kopolimer 20
B -101 Mengalirkan udara pengering ke Dryer (D-101) 41,47
SC-101 Memindahkan kopolimer dari Hydrocyclone ke Silo (S-101) 2,60
SC-102 Memindahkan kopolimer dari Silo (S-101) ke Dryer (D-101) 2,60
BC-101 Mengangkut produk kopolimer menuju Silo (S-102) 1,638
Total 194,80

Peralatan Utilitas
Daya yang dibutuhkan pada peralatan utilitas dapat dilihat pada Tabel 5.7
tentang daya motor peralatan utilitas dibawah ini.

Tabel V.5 Daya Motor Peralatan Utilitas

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-43
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Daya
Kode Nama Alat
(HP)
PU-101 PU 108 Pompa dari utilitas 16,60
CT-101 Fan Cooling Tower 3,50
Total 20,10

Total kebutuhan daya untuk alat proses :


Total daya peralatan penggerak motor = (194,80 + 20,10) Hp/batch
= 214,90 Hp/batch
2. Listrik untuk peralatan penunjang
Peralatan Bengkel

Dalam suatu pabrik diperlukan fasilitas pemeliharaan dan perbaikkan peralatan


pabrik. Daya yang diperlukan untuk fasilitas perbengkelan ini diperkirakan 15 kW/jam
= 20,1153 hp/jam
Instrumentasi
Peralatan instrumentasi yang digunakan berupa alat alat kontrol dan alat
pendeteksi. Daya listrik untuk mengoperasikan alat instrumentasi ini diperkirakan 15
kW/jam = 20,1153 hp/jam

Penerangan lampu jalan, pendingin ruangan dan perkantoran

Instrumen penerangan dibutuhkan untuk pabrik, kantor dan lingkungan sekitar


pabrik. Selain itu, dibutuhkan pendingin ruangan untuk kantor dan laboratorium. Alat
alat ini memerlukan daya listrik sebesar 30 kW = 40,23 Hp.

Selain itu, peralatan kantor seperti komputer, interkom, pengeras suara dan alat
lainnya juga memerlukan daya listrik yaitu diperkirakan sebesar 30 kW = 40,23 Hp.

Berdasarkan penjelasan diatas, Daya listrik untuk peralatan penunjang dapat


dilihat pada Tabel V.6.

Tabel V.6 Kebutuhan Listrik untuk Perlatan Penunjang

No Jenis Penggunaan Daya (kW) Daya (HP)


1 Peralatan bengkel 15,00 20,12
2 Instrumentasi 15,00 20,12
3 Penerangan dan Pendinginan 30,00 40,23
4 Peralatan komunikasi 30,00 40,23
Total 90,00 120,69

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-44
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Kebutuhan listrik untuk alat penunjang sebesar 120,69 Hp/jam. Pada pabrik
Kopolimer Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate beroperasi secara batch dengan
waktu per batch selama 6 jam. Maka, daya yang dibutuhkan untuk peralatan
penunjang selama satu batch adalah :

Daya Peralatan Penunjang = 120 Hp/jam x 6 jam/batch


= 724,15 Hp/batch

Maka kebutuhan listrik secara keseluruhan pada pra-rancangan pabrik


Kopolimer Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate dapat dilihat pada Tabel V.6

Tabel V.7 Kebutuhan Listrik Secara Keseluruhan

No Jenis Penggunaan Daya (Hp)


1 Listrik untuk alat proses 194,80
2 Listrik untuk utilitas 20,10
3 Listrik untuk peralatan penunjang 724,15
Total Daya 939,05

Daya listrik total yang dibutuhkan = 1,2 x 939,05 Hp/batch


= 1.032,96 Hp/batch
= 770,28 kW

Untuk menjamin kontinuitas produksi dan kinerja perusahaan, disediakan 1


unit generator yang dilengkapi dengan Uninterrupted Power System (UPS) yang akan
menjalankan generator 7 detik setelah pemadaman terjadi.
Generator yang disediakan :
Jenis : Diesel
Bahan bakar : Solar
Kapasitas : 1.000 kW
Jumlah : 1 unit

V.4 Unit Penyediaan Bahan Bakar

V.4.1 Kebutuhan Bio-solar Untuk Generator


Bahan bakar yang digunakan adalah Bio-solar B5.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-45
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tabel V.8 Properties Bahan Bakar

Komponen Fraksi massa Heating value Densitas


Biodiesel 0,0500 864 45,60
Solar 0,9500 18.240 807,50
Total 1,0000 19.104 908,90

Diperkirakan :
Effisiensi pembakaran bio-solar pada generator = 85 %
Terjadi pemadaman listrik selama 1 jam/hari
Generator yang digunakan 1.000 KW
3.412 Btu/jam
Kebutuhan Listrik = 1000 kw = 3.412.000 Btu/jam
1 kw
Kebutuhan listrik
Mbio-solar =
x Hv
3.412.000 Btu/jam
=
0,85 x 19.104 Btu/lb
= 210,1280 lb/jam = 95,3134 kg/jam

Kebutuhan bio-solar untuk generator apabila diasumsikan terjadi pemadaman listrik


selama 1 jam/hari adalah :

= 95,3134 kg/jam x 1 jam/hari


= 95,3134 kg/hari

V.4.2 Kebutuhan Bio-solar Untuk Boiler

Mbio-solar boiler = 1.323,0926 kg/jam 24 jam/hari


= 5.292,3706 kg/hari

V.4.3 Kebutuhan Bio-solar Untuk Kendaraan

Kebutuhan bio-solar untuk 4 buah truk, 3 bus dan 3 mobil operasional = 500 t/hari

= 454,45 kg/hari

Total Kebutuhan Bahan Bakar

Kebutuhan bio-solar = (95,3134 + 5.292,3706 + 454,45) kg/hari

= 5.842,1340 kg/hari

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-46
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

V.4.4 Penentuan Ukuran Tangki Bahan Bakar

Fungsi : Menampung bahan bakar solar selama 7 hari


Bentuk : Tangki silinder vertikal
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304
Jumlah : 1 tangki
Waktu tinggal : 7 hari

Kapasitas Tangki Air Domestik

Volume air yang harus ditampung selama 24 jam atau 4 batch yaitu sebesar :

Massa bahan bakar = 5.842,1340 kg/hari


5.842,1340 kg/hari
Volume bahan bakar = 7 hari
908,9 kg/m 3
= 154,2647 m3

Untuk faktor keamanan, volume desain tangki akan dilebihkan 10% dari volume
bahan bakar yang harus ditampung, sehingga :
Volume tangki = 1,1 154,2647 m3
= 169,6912 m3

Dimensi Tangki
Diameter Dalam Tangki (ID T) dan Tinggi Tangki (HT)
Jika tinggi tangki (HT) = 2 kali diameter tangki (ID T)

Volume Tangki = x ID2 x H
4

169,6912 m3 = x ID2 x 2 D
4
169,6912 m3 = 1,57 x ID3
ID = 4,7634 m = 187,5367 inch

Maka, tinggi tangki penampung air bersih


Tinggi Tangki (HT) = 2 x 4,7634 m = 9,5269 m

Tebal Tangki (tT)

Tinggi cairan dalam tangki (H cairan) :

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-47
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate


Volume cairan (VL) = x ID2 x H cairan
4
3,14
154,2647 m3 = x (4,7634 m)2 x H cairan
4
H cairan = 8,6608 m

Tekanan desain tangki :


Tekanan Operasi = 1 atm
= 14,6959 psi

Tekanan Hidrostatik = cairan x g x H cairan


= 908,90 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 8,6608 m
= 77.143,5080 kg/m.det2 = 77.143,5080 N/m2
= 0,7613 atm = 11,1889 psi

Tekanan Total = (14,6959 + 11,1889) psi


= 25,8848 psi

Faktor keamanan = 20%


Tekanan Desain = 1,2 (P operasi + P hidrostatik)
= 1,2 (25,8848) psi
= 31,0618 psi = 2,1163 atm

P x D
Tebal Tangki, tT = c (Eq.14.34, Brownell & Young, hal 275)
2 (f E) - (0,6 P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 31,0618 psi
D = Diameter tangki (ID) = 187,5367 inch
f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8


c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

31,0618 psi x 187,5367 inch


Tebal Tangki, tT = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 31,0618 psi)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-48
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

= 0,3193 inch

Dipilih tebal tangki standar 0,375 inch (Tabel 5.8, Brownell & Young, hal 93)

Diameter Tangki Sesungguhnya (tT)

Diameter luar (OD) = ID + 2t


= 187,5367 inch + 2 (0,375 inch )
= 188,2867 inch
= 4,7825 m
Dipilih diameter tangki luar (OD) standar 192 inch

Diameter Dalam (ID) = ODs 2t


= 192 inch 2 (0,375 inch)
= 191,25 inch = 4,8578 m

Ukuran Head

Tebal Head :
Bentuk : Torispherical head
Bahan : Stainless Steel SA-167 Grade 3 Type 304

Untuk tangki dengan OD = 108 inch, memiliki :


icr = 11,5 inch
r = 170 inch
icr/r = 0,0676

Karena icr/r lebih besar dari 6% sehingga head memenuhi untuk Torispherical head
(Sumber : Brownell and Young, hal 88)

Berdasarkan Brownell and Young hal 256 258, karena icr/r > 6 % maka persamaan
yang digunakan untuk menghitung tebal head adalah Persamaan (7.76) dan (7.77),
Brownell and Young, hal 138.

1
Intensifikasi stress, W = x(3 rc / ri )
4

Keterangan :

W = Faktor intensifikasi stress untuk Torispherical head (inch)

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-49
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

rc = radius of crown =r = 170 inch


r1 = inside corner radius = icr = 11,5 inch

1
Intensifikasi stress, W = (3 170 / 11,5)
4
= 1,7112 inch

P x rc W
Tebal head, tH = C
2 (f x E) - (0,2 x P)

Dengan :
P = Tekanan Desain Tangki = 31,0618 psi
rc = Radius of Crown = 170 inch
W = Intensifikasi stress = 1,7112 inch
f = Tegangan maksimum = 18.750 psi (Appendix D Brownell & Young hal 342)

E = Efisiensi penyambungan = 0,8

c = Faktor korosi = 0,125/10 tahun

31,0618 psi x 170 inch 1,7112 inch


Tebal Head, tH = 0,125 inch
2 (18.750 0,8) - (0,6 31,0618 psi)

= 0,4263 inch

Tebal Head standar = 0,5 inch

Dengan tebal head standar sebesar 0,3125 inch didapatkan :


Standart straight flange, sf = 1,5 3,5 (Tabel 5.6, Brownell & Young, hal.88)

Dipilih Sf = 3 inch

Untuk menghitung tinggi head digunakan penjelasan pada Gambar 5.8, Brownell and
Young hal 87.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-50
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Dimentional Relationships for flanged and dished heads

a = ID/2 = (191,25 / 2) inch = 95,6250 inch


AB = (ID/2) - icr = (95,6250 11,5) inch = 84,1250 inch
BC = r - icr = (170 11,5) inch = 158,500 inch
AC = (BC2-AB2)0,5 = (158,5002 84,12502) 0,5 = 134,3326 inch
b = r AC = (170 134,3326) inch = 35,6674 inch

Tinggi Head (OA) = th + b + sf


= (0,5 + 35,6674 + 3) inch
= 39,1674 inch
= 0,9949 m

Tinggi Total (HT) = H tangki + (2 x H head)


= 9,5269 + (2 x 0,9949) m
= 6,4738 m

V.5 Unit Pengolahan Limbah

Pada proses pembuatan kopolimer PMMA-PBMA dihasilkan limbah cair dari


keluaran HC-01. Limbah yang dihasilkan berupa limbah berupa H2O, sisa monomer
asam metakrilat, Na2S2O8 dan KC12H25SO4. Pengolahan ini bertujuan agar saat
dibuang ke badan air tidak berbahaya atau mencemari lingkungan.
Limbah tersebut ditampung didalam bak penampung limbah, dan selanjutnya akan
dialirkan ke pusat pengolahan limbah yang berada di kawasan Tangerang.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-51
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

V.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja

V.6.1 Keselamatan Kerja Secara Umum

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan suatu sistem yang mengatur
agar proses atau pelaku proses dapat berjalan dengan aman, atau dapat mengurangi
resiko kecelakaan. K3 merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan
dalam suatu perancangan pabrik. Keselamatan kerja dalam suatu perancangan pabrik
meliputi keselamatan kerja dalam seluruh proses produksi dan distribusi untuk
menghasilkan barang ataupun jasa.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bertujuan untuk mencegah dan


meminimalisasi kerugian yang diakibatkan kecelakaan, seperti kebakaran, kebocoran,
kerusakan lingkungan, serta bahaya lain. Sedangkan yang termasuk kecelakaan kerja
adalah kecelakaan yang menimpa karyawan berkaitan dengan pekerjaanya, mulai dari
rumah sampai ke tempat kerja, dan sekembalinya ke rumah melalui jalan yang biasa
ditempuh dan wajar, termasuk penyakit yang diakibatkan pekerjaan.

Keselamatan kerja meliputi pencegahan kecelakaan (cedera/cacat, mati).


Penanganan bila terjadi kecelakaan merupakan tanggung jawab moral bagi perusahaan
untuk memelihara kesejahteraan seluruh karyawan dan lingkungan di sekitar lokasi
pabrik serta kelestarian lingkungan.

Usaha pencegahan kecelakaan kerja diatur melalui suatu program atau sistem
dan landasan keselamatan kerja yang merupakan bagian dari manajemen kegiatan
usaha. Kegiatannya mengutamakan tindakan pencegahan daripada tindakan
penanggulangan, apalagi terhadap pekerjaan yang mengandung risiko dengan tingkat
kecelakaan yang tinggi.

Pekerjaan yang memperhatikan peranan keselamatan kerja akan sangat


membantu kelancaran usaha dan menghindari kerugian yang mungkin timbul.
Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang luas, yaitu perlindungan
keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja, serta perlakuan yang sesuai dengan
martabat manusia. Perlindungan tersebut bermaksud agar tenaga kerja secara aman
melakukan kerjanya sehari-hari untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-52
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Manajemen pabrik Kopolimer Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate


(PMMA-co-PBMA) bertanggung jawab dalam maslah keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) adalah bagian K3. Pengelolaan K3 secara sistematis sesuai dengan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 05/Men/1996 Tentang sistem
Manajemen K3. Secara garis besar sistem manajemen K3 pabrik Styrene Butadiene
Rubber (SBR) yang akan didirikan mempunyai 4 fungsi utama :

1. Untuk menetapkan suatu struktur kebijakan, prosedur dan instruksi kerja.


2. Untuk menguraikan organisasi, tanggung jawab dan fungsi-fungsi kerja yang
berkaitan.
3. Untuk memungkinkan efisiensi kontrol operasi dan kegiatan-kegiatan
administratif.
4. Untuk menetapkan suatu dasar teknis dan tanggapan manajemen

V.6.2 Landasan Keselamatan Kerja


Yang menjadi landasan keselamatan kerja adalah :
1. Idiil : Pancasila
2. Struktural : Undang Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 2
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan
3. Operasional :
a. Ketetapan MPR
b. Undang Undang / Peraturan ketenagakerjaan
c. Peraturan Menteri Tenaga Kerja

Undang undang tentang ketentuan-ketentuan pokok mengenai tenaga kerja


adalah UU no.14 tahun 1969. Berikut ini dikemukakan beberapa pasal penting, yaitu :

1. Pasal 3 :Tiap tenaga kerja berhak atas pekerjaan dan penghasilan yang layak
bagi kemanusiaan
2. Pasal 8 :Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan,
kesehatan, kesusilaan, moral kerja serta perlakuan yang sesuai
dengan martabat manusia

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-53
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

3. Pasal 10 : Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup :


a. Norma-norma keselamatan kerja (UU No.1 tahun 1979)
b. Norma-norma kesehatan dari hygiene perusahaan (UU No.12 tahun 1948).
c. Norma-norma kerja (KUH Perdata, BK.III Bab 71, dll)
d. Pemberian ganti rugi, perawatan, dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja
(UU No.33 tahun 1947)

Undang undang yang menyangkut tujuan keselamatan kerja adalah Undang-


Undang No.1 tahun 1970 yang isinya adalah :
a. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan
demi kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta prokdutivitas
nasional.
b. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja.
c. Memelihara sumber produksi dan menggunakannya secara aman dan efisien.

Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja


untuk :
a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja.
b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan.
d. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran
atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya.
e. Memberi pertolongan pada kecelakaan.
f. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja.
g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu,
kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar
radiasi, suara dan getaran.
h. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik
maupun psikis, keracunan, infeksi dan penularan.
i. Memperoleh penerangan yang cukup sesuai.
j. Memelihara suhu dan kelembaban udara yang baik.
k. Memberikan penyegaran udara yang cukup.
l. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-54
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

m. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan
proses kerjanya.
n. Mengamankan dan mempelancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan
penyimpanan barang.
o. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.
p. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
q. Tenaga kerja harus memperoleh perlindungan dari berbagai hal disekitarnya
yang dapat menimpa dan mengganggu dirinya dalam melaksanakan kerjanya.

V.6.2 Kewajiban dan hak tenaga kerja adalah :


a. Memberikan keterangan apabila diminta oleh Pegawai Pengawas/Ahli K3.
b. Memakai alat-alat perlindungan diri.
c. Mentaati syarat-syarat K-3 yang diwajibkan.
d. Menyatakan keberatan terhadap pekerjaan dimana syarat-syarat K3 dari alat
perlindungan diri tidak menjamin keselamatannya.
e. Keberhasilan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) didasarkan
atas kebijaksanaan pengelolaan K-3 yang diambil oleh pemimpin perusahaan
yang diantaranya adalah:
Kepemimpinan yang tegas
Organisasi K-3 di dalam struktur organisasi perusahaan
Sarana dan prasarana yang memadai
Integrasi K-3 pada semua fungsi perusahaan
Dukungan semua karyawan dalam melaksanakan K-3
Sarana pencapaian pengelolaan K-3 adalah meminimalkan kecelakaan yang
disertai adanya produktifitas yang tinggi sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai
secara optimal.

V.6.3 Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko

Dalam kegiatan produksi Kopolimer Methyl Methacrylate-Butyl Methacrylate


(PMMA-co-PBMA) divisi K3 mengidentifiksi bahaya yang dapat terjadi pada lokasi
yang berpotensi terjadinya bahaya. Penentuan lokasi berdasarkan spesifikasi bahan
dalam proses dan kondisi proses. Agar K3 dalam pabrik Kopolimer Methyl

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-55
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Methacrylate-Butyl Methacrylate (PMMA-co-PBMA) ini dapat terlaksana dengan


baik, maka ditetapkan tindakan preventif dan curative pada setiap aspek produksi baik
bahan baku, penunjang produksi dan alat proses, dan tindakan penyelamatan bila telah
terjadi kecelakan. Tindakan tersebut adalah sebagai berikut :

Tindakan Preventive
Tindakan Preventive adalah tindakan yang harus dilakukan oleh setiap pekerja
dalam pabrik untuk menghindari kecelakaan dalam bekerja. Sehingga proses produksi
dapat berjalan dengan lancar dan keselamatan pekerja dapat dijaga. Tindakan tersebut
adalah :
a. Menghindari terjadinya kecelakaan karena bahan-bahan berbahaya yang
digunakan pada saat proses produksi berlangsung. Maka hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah :
1. Pemasangan lambang atau symbol yang digunakan sebagai label peringatan
terhadap setiap jenis bahan kimia yang digunakan.
2. Tempat penyimpanan dalam ruangan tertutup dan pengadaan ventilasi.
3. Menyediakan masker, pelindung tubuh, sarung tangan, pelindung kepala
(helmet), safety boots, dan pelindung mata.
4. Penyediaan training sebelum mulai kerja dan membuat prosedur standar operasi
yang harus dipatuhi oleh seluruh operator.
5. Bila tercecer, gunakan kertas absorben untuk menyerapnya.
6. Kertas absorben dan pakaian yang terkontaminasi bahan-bahan beracun tersebut
diisolasi dengan plastic kedap udara.
7. Permukaan (lantai, pakaian, dll) yang terkontaminasi dicuci dengan Ethanol 60
70%, kemudian dicuci dengan sabun dan air.
8. Bila terjadi kontak dengan mata, bagi yang memakai lensa kontak, lensa tersebut
harus dilepas, dan mata dibilas dengan air selama 20 30 menit, kemudian
segera diperiksa dokter.
9. Bila terkena kulit, siram kulit yang terkena bahan beracun tersebut dengan air,
lalu dicuci dengan sabun. Bila terjadi iritasi segera periksa ke dokter.

b. Selain tindakan preventif untuk menghadapi bahaya bahan-bahan beracun


tersebut diatas, para operator pabrik juga perlu dilengkapi dengan pelindung

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-56
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

telinga (earplug), untuk melindungi telinga dari suara-suara bising dari peralatan
pabrik.
c. Untuk menghindari adanya kebakaran akibat arus listrik diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :

1. Untuk mencegah terjadinya kebakaran, maka disediakan beberapa peralatan


pemadam kebakaran seperti fire box & fire hydrant dalam ruangan, serta unit
pemadam kebakaran.
2. Menggunakan isolasi pada jaringan listrik.
3. Menggunakan alat penangkal petir untuk peralatan tinggi.
4. Pengawasan terhadap kabel terpasang.
5. Pemasangan instalasi listrik tidak menghalangi kerja.

d. Untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh alat produksi, beberapa hal
yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Pemakaian alat proses yang melebihi kapasitas.
2. Mengadakan pemeriksaan dan perawatan alat produksi secara berkala.
3. Memperkerjakan operator-operator terlatih.
4. Membuat sistem pengendalian kontrol secara manual dan otomatis pada setiap
unit, sehingga memudahkan pengendalian apabila terjadi bahaya.

Salah satu tindakan preventive yang penting adalah penggunaan alat pelindung
diri (APD) oleh setiap karyawan dan pekerja agar terhindar dari kecelakaan pada saat
bekerja. Alat pelindung diri tersebut adalah :

1. Pengertian APD
APD adlah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi
seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya
tempat kerja. APD dipakai setelah usaha rekayasa (Engineering) dan cara kerja yang
aman (Work Practices) telah maksimal. Kelemahan penggunaan APD yaitu
kemampuan perlindungan yang tidak sempurna dan kekurangan nyaman sehingga
sering tidak digunakan. Untuk pelindung pekerja dari bahaya yang ada di tempat kerja,
para pekerja dianjurkan memakai APD menurut (Sumamur, 1998). APD harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-57
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

a. Nyaman dipakai
b. Tidak mengganggu pekerjaan
c. Memberikan perlindungan efektif terhadap jenis bahaya
2. Jenis-jenis APD
Jenis-jenis APD yang digunakan oleh tenaga kerja di pabrik Styrene Butadiene
Rubber berdasarkan bagian dan lokasi kerja :
a. Laboratorium
- Safety Shoes
- Jas laboratorium
- Masker kimia
- Sarung tangan yang tahan bahan kimia
b. Gudang
- Safety shoes
- Masker debu
- Sarung tangan pendek
c. Pekerja umum
- Safety shoes
- Safety belt
- Pelindung dada
- Sarung tangan pendek
- Helmet
d. Electric room
- Safety shoes
- Electric shoes
- Sarung tangan elektrik
- Helmet
- Ear muff (penutup telinga)
e. Utility
- Safety shoes
- Masker kimia
- Sarung tangan kimia

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-58
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Selain itu, kecelakaan dapat terjadi pada saat proses produksi berlangsung
karena bahaya yang datang dari manusia itu sendiri dan dari bencana alam. Oleh
karena itu, tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari kecelakaan apabila
bahaya tersebut terjadi adalah :

1. Bahaya yang ditimbulkan manusia


Dari penelitian kecelakaan-kecelakaan yang terjadi, ternyata faktor manusia
sebagai penyebab terjadinya kecelakaan sangat besar, dimana hal tersebut diakibatkan
oleh kelalaian dalam mematuhi peraturan keselamatan kerja, seperti :

a. Kegiatan yang menyimpang dari peraturan.


b. Tidak memanfaatkan alat keselamatan kerja.
c. Penggunaan alat yang tidak tepat.

Sehingga untuk mengantisipasi hal-hal diatas maka hendaknya manajemen


pabrik melakukan tindakan sebagai berikut :

a. Mengadakan training atau pelatihan mengenai sifat dan bahaya yang terdapat
dalam pabrik.
b. Menggunakan alat pelindung dalam lokasi pabrik.
c. Memasang label atau symbol bahaya untuk memudahkan pengenalan bahaya-
bahaya dari bahan kimia.
2. Bahaya yang ditimbulkan oleh alam
Bahaya yang ditimbulkan oleh alam antara lain banjir, gempa, angin ribut, atau
petir. Untuk mencegah terjadinya bahaya yang disebabkan oleh alam, beberapa hal
yang perlu dilakukan antara lain :

a. Mendirikan pabrik dengan pondasi yang kuat.


b. Memasang penangkal petir pada bangunan dan alat proses yang tinggi.
c. Memasang alarm pemberitahuan yang bekerja secara otomatis apabila terjadi
bencana alam.
d. Mendirikan pabrik pada lokasi dimana dapat dihindari bahaya-bahaya seperti
banjir dan gempa bumi.
e. Menyediakan daerah aman dalam lokasi pabrik.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)
BAB V Sarana Penunjang
Pra Rancangan Pabrik Kopolimer V-59
Methyl Methacrylate Butyl Methacrylate

Tindakan Preventive
Tindakan Preventive adalah adalah tindakan yang dilakukan saat mengatasi
kecelakaan. Kecelakaan tersebut dapat terjadi karena bahaya yang ditimbulkan oleh
bahan-bahan berbahaya yang digunakan, alat produksi dan alam . bahan dan alat
berbahaya merupakan bahan dan alat yang selama pembuatan, pengolahan,
pengangkutan, penyimpanan, dan penggunannya dapat mengeluarkan gas, debu,
radiasi, dan bentuk lainnya yang dapat menimbulkan iritasi, radiasi, kebutaan, ledaka,
korosi, keracunan, dan bahaya-bahaya lain yang dalam jumlah tertentu dapat
menyebabkan kerusakan pada alat. Bahan atu alat berbahaya (hazardous) yang harus
diperhatikan adalah :
a. Bahan yang bersifat mudah terbakar (flammble) dan dapat meledak (explosive).
b. Bahan yang bersifat racun yang membahayakan kesehatan
c. Alat-alat bergerak (mekanik) yang dapat membahayakan keselamatan kerja

V.6.4 Pengaturan Lingkungan Pabrik


Penataan lingkungan pabrik juga menjadi faktor penting yang berpengaruh
terhadap keselamatan kerja, sehingga perlu juga mendapat perhatian khusus.
1. Lingkungan Fisik
Mesin peralatan kerja dan bahan produksi :
a. Pengaturan letak mesin dan alat yang sedemikian rupa sehingga pekerja dapat
melakukan pekerjaan dengan leluasa dan aman.
b. Perencanaan mesin dan peralatan pabrik dengan memperhatikan segi keamanan.
c. Mutu bahan dan peralatan yang dibeli terjamin kualitasnya.

2. Lingkungan Kerja
a. Penempatan mesin yang teratur sehingga jarak antar mesin cukup lebar.
b. Penempatan bahan atau sampah tak terpakai pada tempatnya.
c. Penerangan yang cukup pada lingkungan pabrik.
d. Pemasangan sistem alarm dan tanda bahaya seperti fire detector dan
instrumennya.
e. Lingkungan pabrik yang dilengkapi dengan ventilasi udara yang cukup dan
diberi kipas penghisap (exhaust) untuk menjaga sirkulasi udara.
f. Mengumandangkan safety talk atau peringatan kembali tentang pengaturan-
pengaturan keselamatan kerja pada waktu-waktu tertentu.

Teknik Kimia Eka Fitriyani (114130035)


Institut Teknologi Indonesia Nisa Azkiyah (114130039)