Anda di halaman 1dari 12

Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.

1, April 2016

PENGEMBANGAN GEOPARK CILETUH BERBASIS


PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI KAWASAN
GEOWISATA DI KABUPATEN SUKABUMI

Darsiharjo (1), Upi Supriatna (2), Ilham Mochammad Saputra (3)

Program Studi Manajemen Resort & Leisure.


Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Universitas Pendidikan Indonesia

darsiharjo@upi.edu
ilhammochsaputra@gmail.com

ABSTRAK
Geopark adalah taman bumi yang termasuk dalam kawasan konservasi, yang memiliki unsur
geodiversity (keragaman geologi), biodiversity (keragaman hayati, dan cultural diversity
(keragaman budaya) yang di dalamnya memiliki aspek dalam bidang pendidikan sebagai
pengetahuan di bidang ilmu kebumian pada keunikan dan keragaman warisan bumi dan aspek
ekonomi dari peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan sebagai geowisata. Adanya aktifitas
pariwisata dalam kegiatan geowisata di suatu Geopark yang dijalankan oleh masyarakat adalah
komponen penting dalam keberhasilan pengelolaan Geopark. Kunci Keberhasilan pengembangan
dan pengelolaan Geopark ada pada peran dan partisipasi masyarakat lokal yang aktif dan paham
akan pengertian geopark itu sendiri, sayangnya di kawasan Geopark Ciletuh masih ada sebagian
masyarakat yang belum paham akan pengertian geopark dan masih melakukan penambangan batu
dan penebangan hutan yang bertentangan dengan prinsip geopark yaitu sustainable development.
Adanya bantuan dari pemerintah baik nasional atau daerah dan dari PT. Bio Farma melalui
program CSR (Corporate Social Responsibility) di Geopark Ciletuh lambat laun telah
memperlihatkan hasil yang positif walaupun belum secara total dan menyeluruh di karenakan
kawasan ini memiliki lahan yang cukup luas dan masyarakat yang harus dibina pun banyak.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode Miles & Huberman sebagai
teknik analisis data untuk memilah data yang dikumpulkan peneliti melalui informan dengan
menggunakan cara purposive sampling sebanyak mungkin, yang kemudian direduksi, dijadikan
sebuah display data dan diambil kesimpulan dari pengumpulan data tersebut, ditambah analisis
tapak sebagai penentuan zonasi menurut potensi lahan masing-masing. Nantinya hasil penelitian
yang menggunakan metode di atas akan berbentuk matriks pengembangan tiap potensi wisata
disana dengan tabel dan dijelaskan secara deskriptif.
Kata Kunci: Geopark, Geowisata, Partisipasi Masyarakat.

ABSTRACT
Geopark is a conservation area which are have a geodiversity , biodiversity, cultural diversity
substance. Geopark has a educational aspect from the uniqueness and geosite diversity and
economical aspect from community participation in managing geopark as a geotourism activity on
it. Geotourism as tourism activity in geopark running by the community is a significant component
for a successful of managing a geopark. Participation and Comprehension of community about
geopark is a key for developing and managing a geopark itself, unfortunately some of community in
Geopark Ciletuh still doing an illegal logging and mining which is incompatible with sustainable
development for Geopark. Government and PT. Bio farma aided slowly have a positively results
although because widely area in Geopark Ciletuh and has a lot people who have to built. The
method used is descriptive qualitative. Miles & Huberman as analysis data method to selects of
collected data by researcher using a purposive sampling way as much as it can, then reducted the

55
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

data, maked a display data and conclusion, site-plan analysis for establish zonation according to
each potential area. Result of research will be a developing matrix table from each potential
tourism and explained by descriptive.
Keywords: Geopark, Geotourism, Community Participation

daya alam yang unik juga jarang ditemui


Jawa Barat memiliki salah satu menjadi modal utama pemasaran dari
kabupaten dengan potensi yang kawasan wisata Geopark itu sendiri.
menjanjikan bagi kemajuan pariwisata, Geopark Ciletuh yang berlokasi di
yaitu Kabupaten Sukabumi yang terletak di Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi
bagian selatan. Dalam Rencana memiliki beberapa tempat atau destinasi
Pembangunan Jangka Panjang Daerah yang biasa menjadi tujuan kunjungan dari
(RPJPD) Kabupaten Sukabumi Tahun wisatawan. Ada sekitar 11 tempat yang
2005-2025 disebutkan bahwa prioritas berada di kawasan Geopark Ciletuh,
pembangunan kepariwisataan diarahkan diantaranya adalah Bukit Panenjoan,
pada penciptaan destinasi wisata Sukabumi Puncak Drama, Curug Awang, hingga
sebagai salah satu unggulan pariwisata Pulau Kunti. Setiap tempat tersebut
Jawa Barat, dimana persaingan dalam memiliki keunikan dan ciri khasnya
kepariwisataan yang semakin tajam, masing-masing. Dimulai dari akses jalan
menuntut setiap wilayah untuk terus menuju lokasi, potensi wisata yang ada
menggali potensi sumber daya agar serta fasilitas wisata yang tersedia. Berikut
berdaya jual, diminati dan dikunjungi di bawah ini adalah jumlah kunjungan
wisatawan (bappeda.sukabumikab.go.id). wisatawan yang datang berkunjung ke
Jawa Barat sendiri memiliki dua DTW kawasan Geopark Ciletuh selama tahun
Alam yang sedang dikembangkan oleh 2014 yang dirangkum oleh pihak pengelola
Pemprov Jawa Barat, yaitu Cukang Taneuh setempat yang bernama Paguyuban
Pangandaran, dan Geopark Ciletuh karena Pakidulan Sukabumi (PAPSI).
keunikan dan keindahan alamnya. Sumber
Tabel 1
Data Jumlah Pengunjung Geopark Ciletuh
Wisatawan
Tahun Bulan Jumlah
Domestik Asing
Januari 60 4 64
Februari 68 - 68
Maret 68 - 68
April 77 - 77
Mei 60 4 64
Juni 85 - 85
2014
Juli 63 - 63
Agustus 81 - 81
September 69 6 75
Oktober 85 - 85
November 89 - 89
Desember 99 8 107
Jumlah 819
Sumber : PAPSI (2015)

Untuk menjadikan kawasan destinasi wisata unggulan yang ada di Jawa


Geopark Ciletuh ini menjadi salah satu Barat maka semua pihak harus mampu

56
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

untuk bekerja sama baik itu dari pihak kurang dan sedikitnya lapangan pekerjaan
pemerintah, swasta hingga masyarakat yang tersedia. Masyarakat disana masih ada
sekitar kawasan Geopark Ciletuh. yang melakukan kegiatan yang dapat
Partisipasi masyarakat setempat merupakan merusak lingkungan dengan cara
salah satu faktor yang penting dalam eksploitasi berlebihan. Melalui potensi di
pengembangan kawasan Geopark Ciletuh Geopark Ciletuh, diharapkan bisa merubah
ini. Dengan adanya dukungan dari pola pikir masyarakat, dari semula
masyarakat setempat maka pembangunan memanfaatkan sumber daya alam dengan
atau pengembangan kawasan Geopark cara merusak lingkungan beralih dengan
Ciletuh ini akan berjalan lancar. Lain memanfaatkan dengan cara memelihara
halnya jika saat pembangunan atau dan memanfaatkan potensi keindahan alam
pengembangan kawasan Geopark Ciletuh yang mengedepankan aspek berkelanjutan
ini tidak melibatkan masyarakat setempat, sehingga menjadi kawasan wisata unggulan
justru akan berdampak buruk pada di Jawa Barat.
hubungan antara perusahaan pengembang Maka Berdasarkan penjelasan
dengan masyarakat setempat. Dengan tidak diatas, maka penulis mengambil judul
adanya hubungan baik antara perusahaan penelitian Pengembangan Geopark Ciletuh
pengembang dengan masyarakat setempat Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai
maka ditakutkan hal-hal yang buruk terjadi Kawasan Geowisata di Kabupaten
seperti perusakan kawasan Geopark Sukabumi. Adapun beberapa rumusan
Ciletuh atau pemblokiran akses jalan masalah yang dapat dirumuskan,
masuk menuju lokasi Geopark Ciletuh. diantaranya sebagai berikut :
Maka dari itu hubungan antara pihak 1. Bagaimana kondisi fisik secara umum di
pengelola dengan masyarakat setempat Geopark Ciletuh di Kabupaten
harus tetap terjalin baik sehingga Sukabumi?
masyarakat setempat dapat ikut 2. Bagaimana partisipasi masyarakat lokal
berpartisipasi dalam menjaga kawasan Geopark Ciletuh dalam pengembangan
Geopark Ciletuh. Geowisata di Geopark Ciletuh
Masyarakat lokal di Geopark Kabupaten Sukabumi?
Ciletuh mayoritas bermatapencaharian 3. Bagaimana strategi pengembangan
umumnya sebagai nelayan dan petani. Geopark Ciletuh menjadi kawasan
Jauhnya lokasi dengan pusat aktivitas di geowisata berbasis partisipasi
daerah Sukabumi selatan menjadi sebab masyarakat di Kabupaten Sukabumi?
mengapa pendidikan formal disana masih

METODE
Metode penelitian yang digunakan membandingkan hasil wawancara terhadap
dalam penelitian ini adalah studi deskriptif. objek penelitian teknik analisis data
Penelitian deskriptif dengan pendekatan bersifat induktif/kualitatif, dan hasil
kualitatif menghasilkan data deskriptif penelitian lebih menekankan makna
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari daripada generalisasi. Subjek penelitian
orang-orang dan perilaku yang dapat menurut (Amirin, 1986) merupakan
diamati yang menyatakan peneliti adalah seseorang atau sesuatu mengenai yang
sebagai instrumen kunci, dan pengambilan mengenainya ingin diperoleh keterangan.
sampel sumber data dilakukan secara Pada penelitian kualitatif, responden atau
purposive sampling, teknik pengumpulan subjek penelitian disebut dengan istilah
dengan trianggulasi bertujuan untuk informan, yaitu orang memberi informasi
memeriksa ke absahan data yang tentang data yang diinginkan peneliti
memanfaatkan sesuatu yang lain dalam berkaitan dengan penelitian yang sedang

57
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

dilaksanakannya. Subjek penelitian dibagi mengumpulkan data yang dibutuhkan


kepada dimensi sesuai variabel-variabel untuk penelitian.
yang ada dalam penelitian. Diharapkan Dalam penelitian ini terdapat tiga
para informan mengetahui seluk beluk operasional variabel, yang terdiri dari: 1)
tentang teluk Ciletuh geopark dan potensi- Geopark, 2) Geowisata, 3) Partisipasi
potensi wisata yang terdapat didalamnya Masyarakat.
dapat membantu peneliti dalam
Tabel 2
Operasionalisasi Variabel Geopark.

Variabel Subvariabel Dimensi Indikator

Daerah kawasan Geopark harus memiliki batas dan luas


yang cukup untuk pengembangan ekonomi

Ukuran dan Daerah kawasan Geopark harus memiliki batas dan luas
Fisik
parameter yang cukup untuk aktivitas lokal

Memiliki warisan geologi yang penting, langka, indah dan


bernilai ilmiah

Memiliki badan manajemen yang bertindak


mempertemukan pemangku kepentingan dengan
masyarakat
Manajemen
Sosial
pengelolaan
Adanya keterlibatan pemerintah lokal dan masyarkat
dengan dukungan kuat dari pemerintah pusat
Geopark
Merangsang kegiatan ekonomi lokal dengan asas
Pengembangan
Ekonomi pembangunan berkelanjutan dengan penciptaan suatu
ekonomi
usaha lokal
Tersedianya peralatan pendukung untuk kegiatan
Aspek pendidikan Edukatif
pengembangan ilmu pengetahuan

Sarana pengembangan konservasi kawasan lindung yg ada


diperkuat
Aspek konservasi
Sustainable
dan perlindungan
Pengelola kawasan bertanggung jawab untuk memastikan
perlindungan dari warisan geologi dilaksanakan dengan
tradisi lokal sesuai dengan peraturan yang berlaku
Kerjasama jaringan Memiliki keuntungan sebagai anggota GGN dengan
Networking
global pertukaran pengetahuan dan keahlian tiap-tiap geopark
Sumber: UNESCO (2006).

Tabel 3
Operasionalisasi Variabel Geowisata
Variabel Subvariabel Dimensi Indikator
Adanya situs geologi dan fitur-fitur kebumian
Fisik dengan pembentukan secara alami yang menjadi
Geologis fokus perencanaan dan pengembangan geowisata
Geowisata
Ada akses yang bisa ditempuh oleh kendaraan
Aksesibilitas
menuju ke kawasan
Berkelanjutan Ekonomi Mendorong kelayakan ekonomi masyarakat dan

58
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

pengelolaan kawasan dengan asas keberlanjutan


Dapat mengembangkan kapasitas pariwisata
dengan asas keberlanjutan di kawasan tanpa
merusak lingkungan
Konservasi
Tidak merusak keindahan dan keaslian kawasan
dan bertanggung jawab pada penggunaan
kawasan.
Adanya media interpretasi yang menarik dan
edukatif
Edukatif Informatif
Dapat meningkatkan kesadaran wisatawan
tentang konservasi lingkungan secara edukatif

Pengembangan berbasis
Partisipasi Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan
partisipasi masyarakat /
Masyarakat kawasan
CBT

Adanya kesan khusus yang didapatkan


Kepuasan
- wisatawan saat berkunjung ke kawasan
Wisatawan
geowisata
Sumber: Dowling And Newsome (2006)

Tabel 4
Operasionalisasi Variabel Partisipasi Masyarakat
Variabel Subvariabel Dimensi Indikator
Adanya dana untuk
pengembangan komunitas
Terciptanya lapangan
Ekonomi kerja
Timbulnya pendapatan
lokal dari sektor
pariwisata
Meningkatnya kualitas
hidup masyarakat
Sosial
Penguatan organisasi
komunitas
Pengembangan berbasis Menghormati budaya
partisipasi masyarakat / yang berbeda-beda
Partisipasi Masyarakat Budaya
Community Based Tourism
Adanya pertukaran
(CBT) budaya
Memahami carrying
capacity
Lingkungan Mengatur limbah sampah
Meningkatkan kesadaran
konservasi lingkungan
Meningkatkan partisipasi
masyarakat dengan
Politik dukungan otoritas untuk
menjamin pengelolaan
sumber daya alam (SDA)
Sumber: Suansri dalam Nurhidayanti (2010)

HASIL DAN PEMBAHASAN


Kondisi Fisik Geopark Ciletuh

59
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

Lokasi penelitian berada di Geopark PT. Bio Farma yang paling pesat
Ciletuh, Ciletuh adalah nama sebuah teluk kemajuannya, terlihat jelat geliat aktifitas
yang menghadap langsung ke samudra masyarakat dalam pengelolaan kawasan
hindia. Secara administratif Geopark geowisata, Geopark Ciletuh.Berbagai
Ciletuh berada di Kecamatan Ciemas, fasilitas untuk menunjang wisata sedang
Kabupaten Sukabumi. Kabupaten dibangun dan beberapa sudah tersedia
Sukabumi terletak di ujung selatan Provinsi seperti tempat parkir, penginapan, tempat
Jawa barat, kabupaten terluas se-pulau istirahat, rumah makan. Tamanjaya
Jawa-Bali ini memiliki luas 4162 km2, 47 merupakan sentral informasi kawasan
kecamatan, dan 386 desa/kelurahan dengan geowisata Geopark Ciletuh, untuk
jumlah penduduk Kab. Sukabumi sebanyak memasuki kawasan Geopark Ciletuh
2.408.417 jiwa pertama kali dikunjungi adalah Desa
(www.sukabumikab.bps.go.id). Kabupaten Geowisata Tamanjaya karena Desa
Sukabumi dapat ditempuh dengan jarak Tamanjaya merupakan gerbang utama
120 km dari DKI Jakarta dan 95 km dari untuk memasuki kawasan Ciletuh. Desa
Kota Bandung. Kabupaten Sukabumi Tamanjaya sendiri selain terletak di Ibu
berbatasan dengan Kabupaten Bogor di Kota Kecamatan Ciemas merupakan
sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah kawasan pengembangan wisata dengan
selatan dan barat dan Kabupaten Cianjur di keragaman geologi, budaya dan kearifan
sebelah timur. lokal lainnya.
Luasnya wilayah Kabupaten Desa Tamanjaya sebagai pusat
Sukabumi adalah faktor mengapa banyak aktifitas kegiatan geowisata di kawasan
sekali potensi dan daya tarik wisata yang Geopark Ciletuh, ketinggian rata-rata 400
tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten m diatas permukaan laut Desa Tamanjaya
Sukabumi salah satunya Geopark Ciletuh secara geografis terbagi oleh dua wilayah
di Kecamatan Ciemas. daratan yaitu wilayah daratan dan wilayah
Kecamatan Ciemas berada di daratan tinggi yang memiliki luas wilayah :
selatan wilayah Kabupaten Sukabumi, yang 1.372,5 (Ha) terdiri dari tanah sawah seluas
terdiri atas 9 Desa setelah adanya 300 Ha, tanah darat seluas 1.072,5 Ha.
pemekeran yang dirancang dan disetujui Dengan keadaan tersebut, Desa Tamanjaya
oleh DPRD Kabupaten Sukabumi pada memiliki kondisi alam yang baik dan
tahun 2012 dengan dikeluarkannya PERDA menarik.
nomer 12 tahun 2012 yang berisi tentang Banyaknya keunikan alam di
pemekaran Desa Cibenda menjadi Desa Geopark Ciletuh menjadikan kawasan ini
Cibenda dan Desa Sidamulya, sembilan memiliki daya tarik wisata yang sudah
desa yg berada di Kecamatan Ciemas. memiliki nilai jual seperti pantai, air terjun,
Dari kesembilan desa di Kecamatan bukit, pulau seperti dapat dilihat pada tabel
Ciemas, Desa Tamanjaya adalah pusat 4.7. Tetapi, masih banyak potensi alam
aktifitas kegiatan geowisata di kawasan yang masih diteliti dan diverifikasi oleh
Geopark Ciletuh.Desa Tamanjaya adalah para ahli di bidang Geologi.
kawasan binaan dan pemberdayaan oleh
Tabel 4
Daftar Obyek Daya Tarik Wisata Geopark Ciletuh
Air Terjun Pantai Bukit Pulau
Curug Cimarinjung
Curug Sodong Pantai Palangpang Bukit Darma Batu Batik
Curug Awang
Curug Tengah
Pantai Cikadal Panenjoan Pulau Kunti
Curug Puncak Manik

60
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

Sumber : PAPSI (2015)


Partisipasi Masyarakat Lokal Geopark Ciletuh
Dalam Pengembangan Geowisata di Geopark Ciletuh
Di Geopark Ciletuh, Bio Farma di berbagai daerah sebagai rasa
pengembangan dilakukan bersama-sama, tanggung jawab pada sosial. Program CSR
baik itu pemerintah, swasta dan tentunya ini juga dibantu oleh pihak Pemda
masyarakat lokal pun punya andil dalam Kabupaten Sukabumi, dan Pemprov Jawa
pengembangan dan pengelolaan aktifitas Barat. Kerjasama ini tak langsung disambut
wisata disana. Partisipasi masyarakat dalam positif oleh masyarakat, tapi dengan gigih
pengelolaan suatu kawasan wisata yang PAPSI sebagai masyarakat tonggak utama
berbasis CBT adalah sesuatu yang penting yang bertanggung jawab dalam
dan menjadi kunci sukses dalam pengembangan kawasan Geopark Ciletuh
pengelolaan kawasan yang tetap berusaha mengajak masyarakat
berkelanjutan.PAPSI (Paguyuban Alam dengan berbagai cara yang dibantu oleh
Pakidulan Sukabumi) adalah tonggak pihak-pihak lain untuk sama-sama
utama dalam pengelolaan geowisata di memajukan dan ikut mensejahterakan
kawasan Geopark Ciletuh yang berbasis dengan cara ikut berpartisipasi dalam
partisipasi masyarakat. pengembangan kawasan ini. Hingga saat
Pada awalnya PAPSI (Paguyuban ini beberapa masyarakat sudah mau ikut
Pakidulan Alam Sukabumi) melihat dan andil dalam pengembangan dan
menyadari potensi alam di ciletuh yang pengelolaan geowisata di kawasan Geopark
bisa dikembangkan dengan asas Ciletuh.
keberlajutan. PAPSI mempresentasikan Dalam perkembangan dan
proposal kerjasama dan membawa salah Pengelolaan suatu kawasan wisata yang
satu staf PT. Bio Farma untuk datang ke dijalankan oleh masyarakat atau
Ciletuh dan mengajak bekerja sama dalam Community Based Tourism (CBT) memiliki
pemberdayaan masyarakat dan 5 aspek. Kelima aspek yang berjalan di
pengembangan kawasan yang ada di kawasan Geopark Ciletuh, diantaranya
ciletuh dengan cara CSR ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dan
(CorporateSocialResponsibility) yang politik.
memang sudah biasa dilakukan oleh PT.

Peranan Media visual


terhadap Daya Tarik Wisata di Museum Geologi Bandung
Tabel 5
Matriks Strategi Pengembangan
Subjek Strategi Pengembangan
No Pengembang Kendala Potensi Swasta (PT.
PAPSI Pemerintah
an Bio Farma
Lahan View PAPSI dan Pemerintah Bantuan
masih panorama masyarakat sebagai pengembang
milik hamparan pemilik pemilik an kawasan
pribadi luas lahan admistratif geowisata
Bukit Pemilik pematang sudah wilayah harus
1
Panenjoan tidak mau sawah seharusnya harus melalui hasil
bekerja yang bekerja membantu diskusi
sama indah sama mencari antara
dengan Fasilitas (membuat jalan keluar pemilik,
PAPSI pendukun MoU antara pemerintah

61
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

Subjek Strategi Pengembangan


No Pengembang Kendala Potensi Swasta (PT.
PAPSI Pemerintah
an Bio Farma
g lengkap kesepakata PAPSI dan dan PAPSI
(Media n) pemilik
interpretas lahan
i, WC,
Mushola,
warung,
Lapang
Parkir)
Lahan View Pengajuan Diskusi Membantu
masih teluk bantuan sebagai pengadaan
milik ciletuh yang stakeholder fasilitas di
pribadi dan laut sangat pengemban puncak
Tidak ada lepas yang dibutuhkan gan darma
fasilitas indah oleh kawasan
Puncak
2 pendukun masyarakat kepada
Darma
g pemilik
Buruknya tanah
akses ke
daya tarik
wisata
ini.
Akses Air terjun Membawa Bantuan Menjalank
masih dengan pengunjun pengemba an
buruk hamparan g yang ngan program
dan batu pasir datang ke kepada CSR di
kurangny yang datar tempat petani daya tarik
a marka dan tebing olahan disana wisata ini
jalan yang tegak kebun Memberi lebih
Kurangny sepanjang warga yang izin lanjut,
Curug a 80 m ada disana kepada seperti
3
Awang Fasilitas Berdekata agar biofarma perbaikan
pendukun n dengan mereka menjalank akses,
g pengrajin mau an penambah
gula aren membeli program an marka
dan lahang hasil pemberda jalan dan
olahan yaan pengadaan
warga warga fasilitas
disana pendukun
g.
Akses Batuan Mengajak Memberi Membantu
masih yang agar izin pengadaan
buruk mendasari pengunjun kepada fasilitas di
dan air terjun g yang masyara curug
kurangny ini berupa datang mau kat untuk tengah
Curug
4 a marka batu pasir membeli mengelol
Tengah
jalan dengan hasil a daya
Kurangny ketinggian olahan tarik
a 5 m warga yang wisata
Fasilitas Menuju ada disana ini
pendukun curug Bantuan

56
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

Subjek Strategi Pengembangan


No Pengembang Kendala Potensi Swasta (PT.
PAPSI Pemerintah
an Bio Farma
g melalui pengemb
pematang angan
sawah fasilitas
penduku
ng di
daya
tarik
wisata
ini
Burukn Binatang Mengajak Memban Membantu
ya akses hutan agar tu pengadaan
ke daya Terdapat pengunjun sosialiasi fasilitas
tarik batuan g ikut pentingn yang
wisata lava berpartisip ya menunjang
ini. bantal asi dalam menjaga kesejahtera
Kurang Hutan konservasi lingkung an
Curug kawasan an masyarakat
nya konservas
5 Puncak
Fasilitas i kepuh
Manik
penduk Bunga
ung Rafflesia
View dari
atas yg
masih
natural

Burukn Jarak Mengajak Pengura Bantuan


ya curug dan warga dan ngan izin pengemban
kadar pantai wisatawan penamba gan
air yang untuk ngan fasilitas
Curug Kurang berdekata menjaga emas
6
Cimarinjung nya n kelestarian sekitar
fasilitas View daya tarik kawasan
penduk deretan wisata
ung lembah
ciletuh
Kurang Suasana Mengajak Bantuan Bantuan
nya air warga pengem pengemban
fasilitas terjun untuk bangan gan
Burukn yang berpartisip fasilitas fasilitas
ya sejuk asi di daya daya tarik
aksesibi dan air menjaga tarik wisata ini
Curug
7 litas yang dan wisata Pemberday
Sodong
jernih mengelola ini aan
View daya tarik masyarakat
tebing wisata. di sekitar
Ciletuh daya tarik
yang wisata ini.
luas
Pantai Kurang View Mengajak Bantua Bantuan
8
Palangpang nya yang warga n pemberday

57
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

Subjek Strategi Pengembangan


No Pengembang Kendala Potensi Swasta (PT.
PAPSI Pemerintah
an Bio Farma
pemaha dikelilin untuk pember aan dan
man gi tebing berpartisip dayaan pemahama
warga Ciletuh asi dan n geopark
tentang Hampar menjaga pemaha
geopark an dan man
samudra mengelola geopark
hindia daya tarik
Dermag wisata
a
sebagai
aktifitas
nelayan
Fasilitas
lengkap
(WC,
papan
informas
i,
mushola
, toilet)
Tambak Wilayah Mengajak Mengatur Bantuan
udang konserv warga dan perizinan pemberday
yg asi wisatawan tambak aan dan
limbahn mangrov untuk udang pemahama
ya e menjaga yang n geopark
dibuang Berdam kelestarian limbahnya
Pantai
9 ke laut pingan daya tarik dibuang ke
Cikadal
dengan wisata laut
pulau
manuk
dan
pulau
mandra
Penamb Batuan Mengajak Bekerjasa Bantuan
angan beragam warga dan ma dengan penyuluhan
batu di yang wisatawan BKSDA tentang
pesisir menjadi untuk untuk konservasi
pantai objek menjaga memperke dan
oleh penelitian kelestarian cil sustainable
warga Pantai daya tarik kesempata developme
10 Pulau Kunti Peneba yang wisata n nt
ngan masih eksploitasi
pohon perawan lahan
di Fasilitas
wilayah yang
konserv masih
asi oleh kurang
warga
Pulau Batu Sulitnya Batuan Pengajuan Bantuan Pengemban
11
Batik akses yang bantuan pengadaa gan

58
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

Subjek Strategi Pengembangan


No Pengembang Kendala Potensi Swasta (PT.
PAPSI Pemerintah
an Bio Farma
menuju jarang dan kepada n fasilitas masyarakat
pulau unik pemerintah pada aspek
Tidak menjadi dan swasta lingkungan.
adanya objek
fasilitas penelitian

Sumber : Peneliti (2015) pembangunan fasilitas tidak merusak


keaslian dan keindahan alam dan tidak
Berdasarkan hal ini peneliti melebihi daya dukung lingkungan.
membagi zonasi geowisata, Geopark Zona penyangga pada pengembangan
Ciletuh, Kecamatan Ciemas kedalam tiga Geopark Ciletuh berbasis Partisipasi
kategori zonasi yaitu zona inti, zona Masyarakat, berisi beberapa potensi
penyangga, zona pelayanan, dan fungsi dari alam sebagai daya tarik wisata dan
setiap zona akan dijelaskan seperti rumah-rumah warga yang bisa diseewa
penjelasan berikut ini.Zona Pelayanan sebagai tempat penginapan/homestay.
(KUNING): wilayah yang dapat b. Zona Inti (BIRU): dimana atraksi/daya
dikembangkan berbagai fasilitas yang tarik wisata utama geowisata. Zona Inti
dibutuhkan wisatawan, sepadan dengan pada pengembangan Geopark Ciletuh
kebutuhan geowisata. Pada zona pelayanan berisi sebagian besar potensi daya tarik
yang terdapat di area pemerintahan alam, flora, dan fauna yang sudah di
Kecamatan Ciemas, dibangun tempat analisis sebelumnya, pada Zona ini
tempat sarana kesehatan, pendidikan, pembangunan tempat tempat komersil
administratif, homestay, tempat belanja seperti hotel, restaurant, resort haruslah
yang berguna baik untuk wisatawan seminim mungkin, agar tidak merusak
maupun masyarakat Kecamatan Ciemas. ekosistem alam yang ada.
a. Zona Penyangga (HIJAU): dimana Pembangunan area komersil di zona
kekuatan daya tarik geowisata ini juga harus sesuai dengan syarat
dipasarkan sebagai ciri-ciri dan green building concept dengan
karakteristik geowisata, yaitu meminimalisir bentuk bangunan
sustainable development, permanen.
SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang kawasan saat ini walaupun belum secara
telah dilaksanakan di kawasan Geopark maksimal. Kurangnya kerjasama antar
Ciletuh serta data data yang telah masyarakat dan Pemerintah Daerah sebagai
dikumpulkan dari berbagai sumber dimulai pemangku kebijakan dari wilayah
dari pengelola, observasi lapangan, dan administratif Geopark Ciletuh terlihat
hasil wawancara dari berbagai sumber serta bergerak kurang cepat dalam
didukung oleh teori-teori yang mendukung pengembangan kawasan di Geopark
mengenai Pengembangan Geopark Ciletuh Ciletuh, selain payung hukum yang
Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai dikeluarkan oleh Pemda belum adalagi
Kawasan Geowisata adalah sebagai berikut pergerakan yang terlihat signifikan di
di bawah ini: kawasan Geopark Ciletuh. Zonasi kawasan
Geopark Ciletuh dengan kondisi yang belum tersedia di Geopark Ciletuh
fisik yang sangat unik secara morfologi dan menjadi salah satu kendala utama dalam
geologi ternyata sudah bisa menjamin pengembangan kawasan ini, karena salah
kesejahteraan masyarakat di sekitar satu syarat adanya sebuah Geopark adalah

59
Jurnal Manajemen Resort dan Leisure Vol.13, No.1, April 2016

tersedianya zona untuk pengembangan menunjang aspek pendidikan di kawasan


untuk menunjang ekonomi masyarakat Geopark Ciletuh.
yang secara langsung juga menjadikan Dari ke 11 destinasi wisata yang
masyarakat lokal disana menjadi kunci ada di kawasan Geopark Ciletuh memiliki
pelaksanaan dan pengelolaan di kawasan strategi pengembangan yang berbeda antara
Geopark Ciletuh. yang satu dengan yang lainnya. Strategi
PAPSI yang menjadi tonggak pengembangan ini disesuaikan dengan
utama dalam pengembangan masyarakat kondisi alam setiap destinasi wisata. Dalam
lokal di sekitar kawasan dan menjadi strategi pengembangan Geopark Ciletuh
pengelola yang bertanggung jawab dalam berbasis partisipasi masyarakat sebagai
keberlangsungan Geopark Ciletuh belum kawasan geowisata harus mencakup kelima
bisa berbuat banyak karena masih belum aspek dari Community Based Tourism
bisa berdiri sendiri sebagai sebuah (CBT). Kelima aspek Community Based
korporasi, kurangnya pemahaman Tourism (CBT) adalah aspek ekonomi,
masyarakat tentang Geopark dan sosial, adat budaya, lingkungan dan politik.
Geowisata menjadi kendala yang harus Dengan mencakup kelima aspek dari
segera diatasi agar masyarakat bisa menjadi Community Based Tourism (CBT) tersebut
alat informasi tentang Geopark Ciletuh, maka pengembangan kawasan Geopark
kurangnya fasilitas tambahan untuk Ciletuh akan berbasis partisipasi
masyarakat.
REFERENSI
Amirin, Tatang M. (1986) Menyusun Komunitas di Kota Batu Jawa Timur.
Rencana Penelitian. Rajawali Jakarta (Disertasi). Universitas Gadjah Mada.
Dowling, R. & Newsome, D. (Eds.). https://www.academia.edu/1974608/
(2006). Geotourism, sustainability, impacts Analysis_of_Network_Activities_in_Geop
and management. Oxford: Elsevier, arks_as_Geotourism_Destinations [online]
Butterworth Heinemann. (Diakses 27 Februari
Nurhidayanti. (2010). Pengembangan
Agrowisata Berkelanjutan Berbasis

60