Anda di halaman 1dari 9

I.

TUJUAN
1. Untuk mengetahui keragaman dan kemelimpahan serangga pada
ekosistem savana di Kubutambahan dan lapangan Kampus Undiksha
Singaraja.
2. Untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam teknik sampling serangga.

II. DASAR TEORI


Insekta tergolong dalam filum Arthropoda (Yunani : Arthros = Sendi/ruas;
Podos = kaki/tungkai), subfilum Mandibulata, kelas Insekta. Ruas-ruas yang
membangun tubuh serangga terbagi atas tiga bagian yaitu kepala (Caput), dada
(Toraks) dan perut (abdomen). Sesungguhnya tubuh serangga terdiri tidak kurang
20 ruas. 6 ruas terkonsolidasi membentuk kepala, 3 ruas membentuk toraks, dan
11 ruas membentuk obdomen (Jumar 2000 : 8).
Kalsifikasi insekta menurut Lilies (1991 : 5-26), terbagi atas dua sub kelas, yakni :
A. Sub kelas Apterygota (serangga tanpa sayap primitif)
Merupakan serangga primitif, ukuran kecil. Tidak bersayap sejak nenek moyang.
Mempunyai alat tambahan seperti style pada ujung abdomen. Metamorfosa
sederhana (ametabola)
Ordo-ordo yang termasuk sub kelas Apterygota :
1). Serangga primitif (Ordo Protura)
Ukuran tubuhnya kecil, bentuk tubuh oval memanjang, tanpa mata atau
antenna. Bisa hidup dibawah permukaan tanah daerah lembab ataupun humus
(daun busuk), direruntuhan, ping-puing. Contoh : Acerentulus barberi ewing.
2). Serangga tubuh perak (Ordo Thysanura)
Ordo ini mempunyai ekor yang berbulu. Tubuh pipih, panjang, tertutup
sisik dan tidak bersayap. Antena terdiri atas 11 ruas, ujung abdomen (perut)
belakang mempunyai 3 ekor yang ramping. Habitat di barang-barang bekas,
didedaunan yang membusuk, buku, pakaian, kertas, di bawah kayu dan batu serta
di lingkungan yang gelap dan lembab. Contoh : Meinertellidae.
3). Serangga Ekor pegas (Ordo Collembola)
Memiliki ciri ruas tubuh mampat dan berdekatan satu dengan yang lain.
Tubuh kecil, umumnya berwana hitam, tidak bersayap dan antenna terdiri atas 4
ruas. Mempunyai ekor (furcula) seperti pegas yang dapat digunakan untuk
melompat. Sering dijumpai ditanah, serasah, daun, di bawah kulit kayu,
tempat/tempat lembab, sepanjangg pantai, beberapa spesies terdapat pada tumbuh-
tumbuhan, srang rayap/gua. Memakan tumbuh-tumbuhan busuk, jamur, tepung
sari. Contoh : Papirius fuscus.
4). Ordo Diplura
Memiliki warna tubuh pucat, bentuk tubuh oval memanjang, abdomen
berakhir dengan dua cerci yang panjang atau dua bangunan seperti garpu yang
kokoh. Tubuh tanpa sisik, panjang sekitar 6 mm. Biasa terdapat ditumpukan
jerami, tanah atau dibawah kulit, dibawah batu dan dalam lingkungan yang
lembab. Contoh : Compodea japix.
B. Sub kelas Pterygota
Umumnya bersayap, adapula yang tidak bersayap tetapi tidak sejak nenek
moyang. Tidak mempunyai alat tambahan seperti stele. Metamorfosa sederhana-
sempurna ( metabola). Berdasarkan proses pembentukan sayap, pterygota
dibedakan atas: Eksopterygota, jika sayap berkembang dari tonjolan luar
dorsothorax dan Endopterygota jika sayap berkembang dari tonjulan dalam
dorsothorax
Eksopterygota, dibagi menjadi empat ordo
1. Isoptera (Archiptera)
Serangga ini memiliki sepasang sayap yang sama panjang, mengalami
metamorfosis tidak sempurna. Misalnya capung dan rayap. Pada rayap
(Reticulitermes flavipes) hidupnya membentuk koloni yang jumlahnya sangat
banyak, mulutnya tipe pengunyah, batas thorax dan abdomen tidak jelas.
2. Orthoptera
Orthoptera memiliki dua pasang sayap yang lurus, sayap depan (luar)
lebih tebal dari sayap belakang (dalam). Sepasang kaki belakang umumnya
besar dan kuat berfungsi untuk melompat. Pada ruas abdomen terakhir
individu betina terdapat ovipositor untuk meletakan telurnya. Contohnya:
Periplaneta (kecoa), Gryllus sp (jangkrik), Manthis religiosa (belalang
sembah)
3. Hemiptera
Hemiptera mempunyai tipe mulut untuk menusuk dan menghisap.
Mengalami metamorfosis tidak sempurna Contohya: Leptocorisa acuta
(walang sangit), Nilaparvata lugens (wereng), Dundupia manifera (tonggeret),
dan Cymex ratundatus (kepinding).
4. Homoptera
Homoptera mempunyai tipe mulut penusuk dan penghisap, mengalami
metamorfosis tidak sempurna. Contohnya: Pediculus capitis (kutu kepala),
dan Aphis medicaginis (kutu daun)
Endopterygota dibagi menjadi enam ordo, yaitu
1. Coleoptera
Coleoptera meliputi berbagai macam kumbang dan kepik, merupakan
insekta yang paling banyak anggotanya. Mempunyai sayap dua pasang, yang
depan sangat tebal karena merupakan lapisan zat tanduk yang disebut elitra,
menutupi sayap belakang yang tipis. Coleoptera mengalami metamorfosis
sempurna. Contohnya: Calandra oryzae (kepik beras), Oryctes rhinoceros
(kumbang kelapa), dan Chrysochrosa fulminans (samber lilin)
2. Neuroptera
Anggota Neuroptera bersayap tipis, terdiri dari dua pasang sayap yang
memperlihatkan garis-garis seperti jala. Neuroptera mengalami metamorfosis
sempurna. Contohnya: Chrysopa aculata (undur-undur)
3. Hymenoptera
Hymenoptera umumnya bersayap dua pasang, tipis menyerupai
selaput. Ruas belakang abdomen hymenoptera betina terdapat ovipositor adan
alat penyengat yang berfungsi untuk menyimpan telur dan untuk
melumpuhkan mangsa. Hymenoptera mengalami metamorfosis sempurna, ada
yang hidup soliter (bebas) dan ada yang membentuk koloni. Contohnya: Apis
indica (lebah madu), dan Sphaerophthalma (semut)
4. Diptera
Diptera meliputi jenis lalat dan nyamuk, hanya memiliki satu pasang
sayap yang dibelakangnya terdapat tonjolan bekas sayap yang mereduksi
disebut halter. Mengalami metamorfosis sempurna. Contohnya: Anopheles sp.
(nyamuk malaria), dan Musca domestica (lalat rumah)
5. Lepidoptera
Lepidoptera mempunyai dua pasang sayap yang tertutup sisik halus
dan umumnya berwarna menarik. Mengalami metamorfosis sempurna. Larva
disebut ulat yang selalu makan dengan tipe mulut menggigit sehingga merusak
tanaman. Imago dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: Ngengat bersifat
nokturnal, yaitu hewan yang mencari makan pada malam hari, pada waktu
beristirahat sayapnya tetap terbuka. Kupu-kupu bersifat diurnal, yaitu hewan
yang mencari makan pada siang hari, waktu beristirahat sayapnya vertikal dan
antena menyerupai benang. Contohnya: Bombyx mori (kupu ulat sutra),
Hyblaea puera (kupu ulat jati), dan Tineola tripazella (ngengat)
6. Siphonoptera
Siphonoptera bersifat ekstraparasit pada mamalia, tidak bersayap, tipe
mulut penggigit dan penghisap, kaki berfungsi untuk meloncat. Siphonoptera
mengalami metamorfosis sempurna. Contohnya: Ctenocepholus cannis (kutu
anjing), Ctenocepholus felis (kutu kucing), Xenopsylla cheopsis (kutu tikus),
dan Pullex iritan (pinjal manusia).

III. ALAT DAN BAHAN


1. Alat:
a. Light insect trap
b. Kaca pembesar
c. Lampu
d. Jaring
e. Killing bottle
f. Aerator
2. Bahan:
a. Ikan kepala timah
b. Lilin
c. Es batu
d. Kapas
e. Air
f. Korek api
IV. PROSEDUR

V. HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
Gambar hasil koleksi serangga diurnal
No Ordo Gambar
1 Lepidoptera

2 Hymenoptera
3 Orthoptera

4 Odonata

Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada serangga nocturnal
tidak dilakukan preparasi karena serangga nocturnal yang telah ditangkap
menggunakan insect light trap berukuran kecil dan tidak beragam. Selain itu
terjadi kendala yang dialami saat pengoleksian serangga nocturnal yaitu insect
light trap yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga untuk menyalakan insect
light trap digunakan dari lampu penerangan lainnya yang menghasilkan cahaya
yang tidak terang seperti insect light trap. Hal inilah yang menyebabkan tidak
maksimalnya koleksi serangga nocturnal selain dari sedikitnya jenis serangga
yang terdapat di lokasi koleksi.
Pada pengoleksian serangga diurnal didapatkan hasil yang berupa 15
spesies ordo Lepidoptera, 9 spesies ordo Hymenoptera, 8 spesies dari ordo
Orthoptera, dan 3 spesies ordo Odonata. Keseluruhan serangga diurnal tersebut
dikoleksi dengan cara jarring serangga karena serangga tersebut terbang dengan
aktif yang menyebabkan sulit untuk dilakukan metode hand collecting.
Spesies serangga yang berhasil dikoleksi dari ordo Lepidoptera yaitu
kupu-kupu memiliki ciri-ciri mempunyai dua pasang sayap yang tertutup sisik
halus dan umumnya berwarna menarik. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut
seranga bertipe pengisap. Serangga ini mengalami metamorphosis sempurna dari
larva (ulat) yang tidak memiliki dan tipe mulut penggigit. Kupu-kupu paling
banyak didapatkan karena serangga ini bersifat diurnal yaitu yang aktif di siang
hari, sehingga sangat mudah menemukannya pada saat proses koleksi di pagi hari.
Pengelompokkan 9 spesies serangga yang dimasukkan dalam ordo
Hymenoptera karena umumnya bersayap dua pasang, tipis menyerupai selaput.
Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala
dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli. Tipe alat mulut
penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat
pengisapnya. Ruas belakang abdomen hymenoptera betina terdapat ovipositor
adan alat penyengat yang berfungsi untuk menyimpan telur dan untuk
melumpuhkan mangsa. Hymenoptera mengalami metamorfosis sempurna.
Spesies dari ordo Orthoptera yang berhasil dikoleksi memiliki berbagai
macam ukuran. Terdapat seekor serangga berukuran yang sangat besar yang
berhasil ditangkap. Secara umum serangga ordo Orthoptera yang telah ditangkap
memiliki ukuran yang relitif sama. Pengelompokan tersebut berdasarkan dua
pasang sayap yang lurus. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang
dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang
membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat
sayap belakang melipat di bawah sayap depan. Sepasang kaki belakang umumnya
besar dan kuat berfungsi untuk melompat.
3 spesies dari ordo Odonata yang berhasil ditangkap memiliki ciri-ciri
sayap dua pasang dan bersifat membranus. Terdapat sepasang mata majemuk
yang besar, dan tipe mulut mengunyah.

VI. SIMPULAN
Kemelimpahan serangga diurnal yang berhasil dikoleksi dari lapangan
sepak bola Undiksha adalah terdiri dari 4 ordo yaitu Lepidoptera, Hymenoptera,
Orthoptera, dan Odonata dengan jumlah spesies terbanyak dari ordo Lepidoptera

VII. DAFTAR PUSTAKA


Jumar, Ir. 2000. Entomologi Pertanian. Jakarta : Rineka Cipta.
Michael, P. 1994. Metode ekologi untuk penyelidikan lapangan dan laboratorium
indonesia. Jakarta: UI Press.
Swasta, Ida Bagus Jelantik. 2005. Penuntun Praktikum Ekologi Hewan. Singaraja
: IKIP Negeri Singaraja.

VIII. JAWABAN PERTANYAAN

Belalang 8 Orthoptera

Kupu kupu 15 Lepidoptera

Lebah 9 Hymenoptera

Capung 3 Odonata

Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Pada capung besar dijumpai vena-vena yang
jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar.