Anda di halaman 1dari 53

KULIAH 7 MENGUKUR PROFESIONALISME

Profesi

Profesi bagian dari pekerjaan, tapi tidak semua pekerjaan adalah profesi.

Pekerjaan adalah hal atau usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Profesi adalah pekerjaan yang memiliki karakteristik tertentu, yaitu pengetahuan dan keahlian
khusus dan aktual, menuntut integritas pribadi dan tunduk pada etika profesi atau kode etik
profesi.

Profesional

Profesional adalah seseorang atau organisasi yang menjalankan suatu profesi yaitu pekerjaan
atau kegiatan dengan ketrampilan / keahlian khusus serta memiliki semangat pengabdian.

Seseorang yang melakukan sesuatu karena hobi atau untuk kesenangan, disebut sebagai seorang
amatir.

Profesionalisme

Profesionalisme adalah suatu paham atau ajaran atau komitmen yang menjadi pedoman atau
acuan seorang atau organisasi profesional berkaitan dengan kualitas keahlian yang harus dikuasai
dan selalu dikembangkan dalam menjalankan pekerjaan atau kegiatannya.

Menurut Wignjosoebroto : Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya


kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan
berdasarkan rasa keterpanggilan- serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut
- untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang
tengah dirundung kesulitan.

Ciri-ciri profesionalisme:

Mempunyai ketrampilan tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan
peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

Mempunyai ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan
peka di dalam membaca situasi, cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan
terbaik atas dasar kepekaan.

Mempunyai sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi


perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
Mempunyai sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka
menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik
bagi diri dan perkembangan pribadinya.

Ciri-ciri profesionalisme (Lanjutan).

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan
kerja-kerja yang profesional.

1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.

Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya
sesuai dengan keahlian/piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada
sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan piawai ideal
ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.

2. Meningkatkan dan memelihara Kesan Profesional.

Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan
memelihara kesan profesionalitas melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya
dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan
bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.

3. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan/peluang.

pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki mutu pengetahuan dan
keterampiannya.

4. Mengejar mutu dan cita-cita dalam profesi

Profesionalisme ditandai dengan tingginya derajat rasa bangga akan profesi yang dipegangnya.

Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan
profesinya.

Profesionalisme mensyaratkan 3 watak kerja

(Wignjosoebroto, 1999 ):

1. Kerja seorang profesional beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya


kehormatan profesi yang di geluti.

2. Kerja seorang profesional harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang
dicapai melalui proses pendidikan dan pelatihan / pengalaman.
3. Kerja seorang profesional harus menundukkan diri pada suatu mekanisme kontrol berupa
kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama dalam suatu organisasi profesi.

Mengukur Profesonialisme

Proses evolusi menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan


profesi kearah status profesional.

Empat Perspektif Pendekatan Standar Profesional untuk Mengukur Profesionalisme ( Gilley dan
Eggland, 1988 ) :

1. Pendekatan berorientasi filosofis

2. Pendekatan berorientasi perkembangan bertahap

3. Pendekatan berorientasi karakteristik

4. Pendekatan berorientasi non-tradisional

1. Pendekatan ORIENTASI FILOSOFIS

Pendekatan lambang profesional ; sertifikat, lisensi, akreditasi.

Pendekatan sikap individu ; layanannya diakui oleh umum dan bermanfaat

Pendekatan electic, proses profesional dianggap sebagai kesatuan dari kemampuan, hasil

kesepakatan dan standar tertentu.

2. Pendekatan ORIENTASI PERKEMBANGAN BERTAHAP

1) Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.

2) Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu.

3) Membentuk organisasi profesi secara formal.

4) Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman atau


kualifikasi tertentu.

5) Menentukan kode etik profesi.

6) Revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu sesuai tuntutan tingkat pelayanan.


3. Pendekatan ORIENTASI KARAKTERISTIK

1. Kode etik profesi sebagai aturan main dalam menjalankan profesi.

2. Pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan profesi.

3. Keahlian dan kompentensi yang bersifat khusus.

4. Tingkat pendidikan minimaldari sebuah profesi

5. Sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambang profesional.

6. Proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memikul tugas dan

7. tanggung-jawab dengan baik, misal riwayat pekerjaan, pendidikan atau ujian.

8. Adanya kesempatan untuk menyebar-luaskan dan bertukar ide diantara anggota.

9. Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktek dan pelanggaran kode
etik profesi.

4. Pendekatan ORIENTASI NON-TRADISIONAL

Pendekatan ini menyatakan bahwa seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan mampu
melihat dan merumuskan karakteristik yang unik dan kebutuhan suatu profesi.

Perlu ada identifikasi elemen-elemen penting, misal standarisasi profesi, sertifikasi profesi dll.

7 Strategi atau cara menjadi seorang yang profesional:

1. Kembangkan keahlian (Expert)

Untuk menjadi seorang yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan
lebih dari sekedar gelar akademis.

Perlu dilalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus. Terus menggali
potensi dan kemampuan dan terus dikembangkan sampai menjadi ahli.

Fokus pada kekuatan yang dimiliki dan bukan pada kelemahannya, lakukan eksplorasi
(organisasi sebagai sarana), sadari setiap keunikan dan kekhususan yang dimiliki.

Untuk itu perlu ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat dan inisiatif. Terus tingkatkan
pemahaman keahlian yang diingini lewat seminar, buku, audio, latihan.
2. Mahir membangun hubungan (Relationship)

Kemampuan membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain sangat menentukan


keberhasilan dalam kehidupan.

Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan seperti: pergaulan, organisasi, dunia usaha, pekerjaan,
keluarga.

Bebarapa studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari
keahlian/keterampilan teknis melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang
lain.

Bila ingin menjadi seorang yang profesional dalam hidup ini, apapun tujuan dan bidang yang di
pilih, kita harus belajar membina hubungan yang baik dengan orang banyak dari berbagai
kalangan. Karena masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian
khusus, tapi mereka sulit menerima orang yang tidak bisa berhubungan baik dengan orang lain.

3. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)

Seberapa jauh dan dalamnya suatu hubungan dapat terjalin ditentukan oleh komunikasi.

90% penyebab hancurnya suatu hubungan pernikahan, pertemanan, organisasi, bisnis,


diakibatkan komunikasi yang salah.

Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah.

Seorang komunikator yang handal adalah seorang pendengar yang baik.

Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat
pada sasaran.

4. Hasilkan yang terbaik (Excellent)

Seorang profesional sejati akan selalu berusaha menghasilkan karya yang berkualitas tinggi dan
kinerja yang maksimal.

"Profesional don't do different thing, they do thing differently".

Untuk menjadi profesional kita harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa
yang diharapkan.
Tugas Projek, pekerjaan, dll dihasilkan yang terbaik. tidak puas dengan hasil yang nilainya rata-
rata.

Kerjakan yang terbaik hari ini untuk terima bayaran hari esok. Pikirkan selalu apa yang dapat
saya lakukan yang bernilai tambah bukan apa yang bisa saya peroleh.

5. Berpenampilan menarik (Good Looking)

First impression is very important!

Karena orang menilai kita pada 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima kita atau tidak.

Sama halnya kalau kita mau beli barang lihat packaging dulu, mau nonton film lihat preview
dulu, mau masuk toko lihat dekorasinya dulu yang paling menarik.

6. Kehidupan yang seimbang (Balance of life)

Seorang profesional harus mampu mengatur prioritas dan menjalankan berbagai peran.

Setiap diri mungkin memiliki banyak peran dalam kehidupan seperti: sebagai anak, ayah,
anggota organisasi, ketua, penjual, karyawan.

Kita harus dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang kita jalankan, jangan
bercampur aduk.

Kehidupan harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.

7. Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)

Untuk menjadi seorang profesional sejati, kita harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini
yang membedakan setiap usaha, karya dan kegiatan yang kita lakukan dengan orang lain.

Sementara orang lain kompromi, menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mencapai
tujuannya, kita tetap berpegang pada prinsip yang benar.

Diluar sana ada begitu banyak cara-cara pintas dan penyimpangan yang terjadi, oleh karena itu
kita harus mampu mempertahankan sikap profesionalisme.
PRINSIP-PRINSIP YANG MENJADI TANGGUNG JAWAB SEORANG
PROFESIONAL

1. Prinsip1Holistic(Keseluruhan)
Profesional memperhatikan keseluruhan sistem komponen-kompenen dari jasa/kerja yang
diberikannya agar dapat menghindari dampak negatif terhadap salah satu atau beberapa
komponen yang terkait dengan sistem tersebut.

2. Prinsip2Optimal(Terbaik)
Profesional selalu memberikan jasa/hasil kerja yang terbaik bagi perusahaan.

3. Prinsip3-LifeLongLearner(Belajarsepanjanghidup)
Profesional selalu belajar sepanjang hidupnya untuk menjaga wawasan dan ilmu pengetahuan
sekaligus mengembangkannya sehingga dapat memberikan jasa/hasil kerja yang lebih
berkualitas daripada sebelumnya.

4. Prinsip4Integrity(Kejujuran)
Profesional menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta bertanggung jawab atas integritas
(kemurnian) pekerjaan atau jasanya.

5. Prinsip5Sharp(BerpikirTajam)
Profesional selalu cepat tanggap terhadap permasalahan yang ada dalam jasa/kerja yang

diberikannya, sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut secara cepat dan tepat.

6. Prinsip6TeamWork(Kerjasama)
Profesional mampu bekerja sama dengan Profesional lainnya untuk mencapai suatu obyektifitas.

7. Prinsip7Innovation(Inovasi)
Profesional selalu berpikir ataupun belajar untuk mengembangkan kreativitasnya agar dapat
mengemukakan ide-ide baru , mampu menciptakan peluang-peluang baru atas jasa/kerja yang
diberikannya.

8. Prinsip8Communication(Komunikasi)
Profesional mampu berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga dapat menyampaikan
obyektifitas pembicaraan yang dimaksudkan secara tepat.
KULIAH 8 ORGANISASI
PERUSAHAAN

BILA PERUSAHAAN DAPAT PROYEK .......

PERTANYAANNYA.....

BAGAIMANA PROYEK DILAKSANAKAN ?

UNTUK MELAKSANAKAN....

TENTU ...........DIPERLUKAN SEBUAH ORGANISASI UNTUK MENGELOLA DAN


MELAKSANAKAN PROYEK ITU.

Menurut James D. Mooney...... :

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Menurut Chester I. Barnard..... :

Organisasi adalah suatu sistem dari aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih .

Organisasi (lembaga) adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu atau
beberapa tujuan tertentu.

Organisasi (Bagan atau struktur) adalah gambaran secara skematis tentang hubungan-hubungan,
kerjasama dari orang-orang yang tertentu, dalam rangka pencapaian suatu tujuan.

Kesimpulan :

Organisasi =

Wadah dari sekelompok orang yang bekerjasama dalam mengatur unsur-unsur sumber daya yang
dimiliki perusahaan yang terdiri dari :

tenaga kerja,

tenaga ahli,

material,

dana,

dalam suatu gerak langkah yang sinkron untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan perusahaan lain, tergantung
tujuan dan aktifitas perusahaan.

Ada empat jenis struktur organisasi yaitu :

1. Organisasi fungsional,

2. Organisasi tim khusus/proyek,

3. Organisasi matriks dan

4. Organisasi virtual.

Setiap organisasi memiliki ciri khas:

Struktur Manajemen Proyek

Sistem manajemen proyek menyediakan kerangka kerja untuk melaksanakan kegiatan/pekeraan


di dalam organisasi induk.

Sistem yang baik menjamin keseimbangan kebutuhan pada organisasi induk dan proyek, melalui
kejelasan :

1. Wewenang,

2. Pengalokasian sumber-sumber daya dan,

3. Pengintegrasian hasil, antara proyek dan organisasi induk.

Banyak organisasi bisnis, karena alasan efisiensi kegiatannya, melakukan pembagian tugas-tugas
kedalam bentuk sederhana dan untuk aktifitas yang berulang-ulang. Maka :

a. Sering dapat masalah bila dapat order pekerjaan dan harus membentuk organisasi baru
dalam organisasi Induk. Mengingat, proyek sering melakukan hal yang tidak biasa, tidak
rutin, serta memiliki lingkungan kerja yang berbeda-beda.

b. Masalah lain sering timbul karena kebanyakan pekerjaan proyek merupakan multidispliner,
dan dikoordinir oleh berbagai macam tenaga ahli.

Contoh :

Proyek /pekerjaan pengembangan sebuah produk baru, akan melibatkan personil dari bidang
disain, pemasaran, manufaktur dan finansial.

Disini perusahaan membagi tugas menurut keahlian-keahlian fungsional dengan spesialisasi


bidang disain, pemasaran, manufaktur dan finansial dalam unit-unit yang berbeda.
Kebanyakan organisasi, wewenang dibuat dengan sistem hierarki antar lini fungsional.

1. Struktur Organisasi Fungsional

Organisasi Fungsional adalah mengorganisir pekerjaan melalui penyederhanaan


manajemen dengan hierarki fungsional.

Dengan cara ini, maka bila manajemen perusahaan memutuskan untuk melaksanakan
sebuah order pekerjaan, maka perbedaan segmen dari pekerjaan akan didelegasikan ke
dalam unit fungsionalnya masing-masing.

Top manager pelaksana pekerjaan itu mengkoordinir fungsi-fungsi dibawahnya.

Gambar struktur organisasi fungsional:

Koordinasi dilakukan melalui hubungan manajemen normal.

Contoh, sebuah perusahaan mendapat order membuat raket untuk digunakan orang kidal. Top
manajemen melaksanakan pekerjaan itu, melalui pembedaan segmen-segmen pekerjaan, dan
mengalokasikan tugas kepada bagian yang tepat.

1. Departemen Logistik bertanggung jawab untuk menyediakan bahan baku dan bahan
pembantu untuk membuat raket.
2. Departemen produksi bertanggung jawab untuk merencanakan cara memproduksi raket
tersebut menurut spesifikasi disain serta memproduksinya.

3. Departemen pemasaran bertanggungjawab untuk menaksir permintaan dan harga serta


rencana pendistribusiannya.

Pekerjaan secara keseluruhan dimanajemen dengan hierarki normal, sehingga pekerjaan itu
menjadi bagian dari agenda kerja top manajemen.

Organisasi fungsional juga sering digunakan ketika satu bagian fungsional berperan lebih
dominan dalam penyelesaian/kesuksesan sebuah pekerjaan. Pada kondisi ini, pimpinan pada
bagian tersebut yang diberi tanggungjawab untuk mengkoordinir pekerjaan itu.

Contoh :

1. Order pekerjaan membuat produk desain baru, maka akan dikoordinir oleh seorang
pimpinan/top manajer pada departemen manufaktur. Demikian pula untuk,

2. Order pekerjaan pengiriman barang antar pulau, maka akan dikoordinir oleh pimpinan
departemen logistik.

Kelebihan organisasi fungsional

1. Paling sesuai untuk lingkungan kerja yang stabil.

2. Dapat mencapai skala ekonomis pada masing-masing bagian.

3. Merangsang berkembangnya keterampilan yang bersifat fungsional.

4. Sesuai untuk organisasi berukuran kecil sampai sedang.

5. Baik bagi organisasi yang menghasilkan satu atau sejumlah kecil jenis produk.

Kelemahan organisasi fungsional

1. Respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan agak lambat.

2. Pengambilan keputusan menumpuk pada puncak organisasi.

3. Koordinasi antar bagian / fungsi tidak terlalu baik.

4. Inovasi terbatas.

5. Pandangan terhadap sasaran organisasi agak terbatas, anggota organisasi cenderung


hanya memperhatikan sasaran bagiannya sendiri.
2. Organisasi Sebagai Tim Khusus/Tim proyek

o Pada tipe ini, dibentuk tim khusus yang independen menangani proyek.

o Tim ini bekerja sebagai unit yang terpisah dari organisasi induk.

o Seorang manajer tim khusus atau manajer proyek yang full-time di beri tanggung jawab
untuk memimpin tenaga-tenaga ahli yang juga bekerja penuh waktu pada proyek.

o Manajer proyek merekrut para personil tersebut dari dalam dan luar perusahaan induk.

o Mereka (tim khusus/tim proyek) secara fisik dipisahkan dari organisasi induk dan diberikan
instruksi langsung untuk menyelesaikan proyek.

Gambar struktur organisasi tim khusus (proyek):

Hubungan antara organisasi induk dan tim khusus/proyek akan berubah-ubah.

Dalam beberapa kasus, organisasi induk menentukan prosedur kontrol keuangan dan
administrasi atas proyek.

Pada kasus lain, perusahaan mengijinkan manajer proyek dengan kebebasan sepenuhnya untuk
mengelola proyek dengan seluruh sumber daya yang secara fokus ditugaskan pada proyek.

Bagi perusahaan, jika proyek adalah bentuk dominan dari bisnis, seperti sebuah perusahaan
konstruksi, perusahaan konsultan atau sebuah perusahaan film, maka keseluruhan organisasi
didisain untuk mendukung tim khusus/proyek.
Kelebihan organisasi tim khusus

1. Satu tim khusus/proyek memiliki bagian-bagian lengkap dan satu komando.

2. Tim khusus/proyek memiliki wewenang penuh atas sumber daya yang disediakan untuk
mencapai sasaran proyek.

3. Tim khusus/proyek menanggapi setiap perubahan dalam pelaksanaan proyek dengan


pengambilan keputusan yang tepat dan cepat karena keputusan dibuat oleh tim dan tidak
tertunda hierarki.

4. Menumbuhkan identitas tim dan komitmen para anggotanya untuk menyelesaikan proyek
dengan baik. Karena hanya mencurahkan perhatian penuh ke proyek dan tidak dialihkan
oleh kewajiban lain.

5. Masuknya tenaga-tenaga ahli dari organisasi fungsional ke tim proyek, maka jalur
komunikasi dan arus kegiatan menjadi lebih pendek, sehingga pengendalian lebih efektif.

6. Orientasi akan lebih kuat kepada kepentingan proyek

Kelemahan Organisasi Tim Khusus/Proyek

1. Biaya proyek besar, karena penggunaan sumber daya peralatan dan personil terbagi,
sehingga dapat kehilangan skala ekonomis.

2. Umumnya jumlah tenaga kerja diperusahaan terbatas, maka penempatannya ke masing-


masing proyek tidak dapat permanen.

3. Cenderung dapat munculnya perpecahan antara tim khusus/proyek dan organisasi induk,
yang dapat merusak integrasi hasil proyek ke operasi utama.

4. Proses asimilasi anggota tim khusus/proyek saat kembali ke unit-unit fungsional mereka
ketika proyek selesai, dapat terganggu.

3. Struktur Organisasi Matriks

Organisasi matriks dimaksudkan untuk mendapatkan sisi-sisi positif dari struktur fungsional dan
manajemen tim khusus dari sudut pandang perusahaan secara menyeluruh dalam menangani
proyek.

Para tenaga ahli, secara administratif tetap terikat dengan departemen fungsional yang berkaitan
di Organisasi induk , namun bertanggung jawab pada pimpinan proyek, berkaitan dengan hal
penanganan proyek.

Dengan cara seperti ini, maka para tenaga ahli tetap bernaung dibawah departemen fungsional
seraya berkontribusi terhadap proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan.
Gambar Struktur Organisasi Matrik

o Struktur organisasi matriks dipilih untuk tujuan pencapaian efisiensi penggunaan sumber
daya sebaik-baiknya. Mengingat tidak ada perusahaan yang memiliki sumber daya tidak
terbatas.

o Apabila perusahaan ingin melaksanakan multi proyek, struktur organisasi matriks


merupakan alternatif untuk dipertimbangkan.

o Untuk struktur ini diperlukan persiapan personil secara matang, baik kualitas, sikap dan
pelatihan, terutama kepada personil yang terbiasa bekerja dilingkungan struktur
fungsional dengan satu jalur komando dan pertanggungjawaban.

Kelebihan Struktur Organisasi Matrik

1. Manajer Proyek bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan proyek, karenanya


dapat mengontrol terus menerus segala sesuatu yang berkaitan dengan kesuksesan
proyek.

2. Jika pada proyek timbul permasalahan, maka dapat segera ditindaklanjuti.

3. Paling efisien karena dapat menggunakan sumber daya maupun tenaga ahli yang dimiliki
perusahaan, untuk melakukan pekerjaan pada beberapa proyek sekaligus.

4. Jika sebuah proyek telah selesai, para personil yang terlibat di dalamnya dapat kembali ke
organisasi induk semula.
Kelemahan Struktur Organisasi Matrik

1. Walaupun pimpinan proyek bertanggung jawab terhadap pencapaian sasaran pokok


seperti anggaran biaya, jadwal dan mutu proyek, namun seluruh keputusan mengenai
pelaksanaan pekerjaan dan kebutuhan personil terdapat pada departemen lain, diluar
wewenang pimpinan proyek.

2. Terdapat tingkat ketergantungan yang tinggi antara proyek dan unit pendukung proyek di
organisasi induk.

3. Karena proyek berada di bawah komando pimpinan proyek dan departemen fungsional,
maka terdapat dua jalur pelaporan bagi personil tim proyek. Yang dapat menimbulkan
kontradiksi dalam pelaksanaan pekerjaan.

Contoh:

Terdapat tiga proyek : A, B dan C. Ketiga manajer proyek (PM A-C) bertanggungjawab kepada
Manajer proyek, yang mengawasi semua proyek.

Proyek A membuat disain dan komponen Ipad dengan campuran logam baru. Untuk pekerjaan
ini ditugaskan personil dari divisi manufaktur dan engineering, dibantu divisi pemasaran.
Artinya, personil tersebut ditempatkan full-time dan ada juga yang part-time (pemasaran).

Proyek B pengembangan produk baru yang membutuhkan personil berbobot dari divisi
engineering, manufaktur dan pemasaran.
Proyek C menangani peramalan kebutuhan yang berubah dari pelanggan, lebih membutuhkan
personil berbobot dari divisi pemasaran.

Ketika ketiga proyek ini dijalankan, maka aktivitas inti pada divisi fungsional tetap berjalan
seperti biasa.

Prinsipnya setiap keputusan proyek selalu harus bicarakan. Manajer proyek bertanggung jawab
mengintegrasikan masukan dari bagian fungsional dan mengawasi penyelesaian proyek.
Sedangkan manajer fungsional bertanggungjawab untuk mengawasi kontribusi fungsional untuk
proyek.

4. Struktur Organisasi Virtual

o Organisasi Virtual timbul karena dorongan persaingan dan efisiensi sehingga


merampingkan ukuran perusahaan, kontrol biaya yang ketat, dan manfaatkan dukungan
perkembangan Internet.

o Organisasi Virtual merupakan organisasi inti kecil yang mensubkontrakkan fungsi-fungsi


utama bisnisnya secara detil.

o Karenanya merupakan kolaborasi dari beberapa organisasi /perusahaan yang saling


bekerjasama dengan tujuan menciptakan produk atau memberikan pelayanan pada
pelanggan.

o Perusahaan inti mengkoordinir proses network dan memiliki satu atau dua kompetensi
inti, seperti pemasaran atau pengembangan produk.

Contoh:

1. Suatu perusahaan, kompetensi utama mendisain produk baru. Untuk melaksanakan


proyeknya/bisnisnya, mereka bekerjasama mensubkontrakkan ke perusahaan lain sebagai
manufaktur, perakitan, pengemasan dan pengangkutan produknya ke pelanggan. Contoh :
perusahaan sepatu Reebok.

2. Industri film. Zaman emas Hollywood, Studio seperti MGM, Warner Brothers, dan 20th
Century-Fox memproduksi ratusan film mempekerjakan ratusan tenaga ahli full-time
sebagai disainer, kamerawan, editor film, sutradara, dan aktor. Kini, kebanyakan filmnya
dibuat oleh kumpulan individu dan perusahaan kecil yang secara bersama-sama membuat
fim melalui proyek-proyek yang saling berhubungan. Karenanya pada struktur ini, ada
peluang bahwa sebuah pekerjaan dilakukan oleh personil yang benar-benar ahli, dan
bukannya hanya dikerjakan oleh personil yang berada pada perusahaan tersebut saja.

Kelebihan Organisasi virtual

1. Terjadi pengurangan biaya yang signifikan, terutama biaya overhead.


2. Perusahaan inti fokus kepada kompetensinya, pekerjaan lain di serahkan ke perusahaan
ahlinya, sehingga produk dibuat dan dihasilkan oleh perusahaan ahlinya.

3. Fleksibilitas perusahaan dalam menangani proyek meningkat dan efisien.

4. Para personil terhubung hanya melalui komputer, mesin fax, sistem CAD dan video
teleconference. Mereka jarang, bahkan mungkin tidak pernah, bertemu satu sama lainnya
secara langsung.

Kelemahan Organisasi virtual

1. Memerlukan koordinasi keprofesionalan dari berbagai organisasi khususnya untuk


pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan kolaborasi. Diperlukan kerjasama, saling
pengertian dan kepercayaan yang tinggi.

2. Adanya potensi kehilangan kontrol pada proyek. Perusahaan inti bergantung pada
organisasi lain dan tidak memiliki wewenang langsung ke produksi. Proyek akan gagal
ketika salah satu rekan kerja tidak memenuhi jadwal.

3. Mudah terjadi konflik interpersonal, jika terdapat perbedaan kultur, nilai dan prioritas
diantara sesama partner kerja. Karenanya kepercayaan, merupakan hal yang paling
mendasar bagi keberhasilan sebuah proyek.

7 faktor yang berpengaruh dalam pemilihan struktur organisasi manajemen proyek


(Hobbs dan Menard , 1993).

1. Ukuran proyek

2. Kebijakan strategis

3. Kebutuhan terhadap inovasi terbaru

4. Kebutuhan terhadap integrasi (jumlah departemen yang terlibat)

5. Kompleksitas lingkungan (Jumlah interface eksternal)

6. Konstrain waktu dan anggaran

7. Stabilitas permintaan sumberdaya

Makin tinggi level ketujuh faktor ini, maka dibutuhkan otonomi dan wewenang yang lebih
banyak kepada manajer proyek dan tim proyek agar dapat berhasil.
Contoh:

Struktur organisasi matriks atau tim proyek lebih tepat digunakan untuk proyek besar yaitu
proyek yang secara strategis kritis dan baru untuk perusahaan, karena membutuhkan banyak
inovasi.

Struktur ini juga tepat untuk proyek yang bersifat kompleks, multidisplin, dan yang
membutuhkan masukan dari banyak departemen.

KULIAH 9 KODE ETIK PROFESI


Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi.

Kode etik profesi adalah lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dirumuskan
dalam etika profesi.

Kode etik lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih
lengkap.

Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda
yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu,

Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.

Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai
landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan, dalam
melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dari para anggota profesi.

Pembuatan kode etik harus dilakukan oleh para anggota profesi yang bersangkutan.

Supaya dapat berfungsi dengan baik, kode etik harus merupakan hasil kesepakatan SELF
REGULATION (pengaturan diri) dari profesi.

Kode etik mengandung sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik yaitu berupa :

a. Sanksi moral, atau

b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi


TUJUAN KODE ETIK PROFESI

Untuk ;

1. menjunjung tinggi martabat profesi.

2. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

3. meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

4. meningkatkan mutu profesi.

5. meningkatkan mutu organisasi profesi.

6. meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

7. mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

8. menentukan baku standarnya sendiri.

Fungsi kode etik profesi

1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang
digariskan.

2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.

3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam
keanggotaan profesi.

SIFAT DAN SUSUNAN KODE ETIK

Kode etik harus memiliki sifat-sifat antara lain

(1) Harus rasional,

(2) harus konsisten, tetapi tidak kaku, dan

(3) harus bersifat universal.

Kode etik profesi terdiri dari :

1. aturan kesopanan dan

2. aturan kelakuan dan

3. sikap antara para anggota profesi.


KODE ETIK PERSATUAN INSINYUR INDONESIA

Para Insinyur yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII) telah menyusun Kode
Etik Insinyur Indonesia yang diberi nama :

Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu :

a. Empat prinsip dasar, dan

b. Tujuh tuntunan sikap.

Empat Prinsip Dasar:

1. Mengutamakan keluhuran budi.

2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat


manusia.

3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan
tanggung-jawabnya.

4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

Tujuh Tuntunan Sikap

Insinyur Indonesia senantiasa :

1. mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

2. bekerja sesuai dengan kompetensinya.

3. hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung-jawabkan.

4. menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung-jawab tugasnya.

5. membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing- masing.

6. memegang teguh kehormatan,integritas dan martabat profesi.

7. mengembangkan kemampuan profesionalnya.

CATUR KARSA Prinsip - Prinsip Dasar

1. Mengutamakan keluhuran budi.

Jujur, terbuka dan tulus dedikasikan kemampuan terbaik

2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat


manusia.
Jujur, tulus dan adil berkarya optimalkan manfaat nilai tambah sumber daya alam
berkesinambungan, untuk sejahterakan rakyat, bangsa dan umat manusia .

3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan tugas


dan tanggungjawabnya.

Menjamin kehandalan setiap hasil karya sesuai kaidah profesionalisme dan utamakan
kepentingan serta kemaslahatan.

4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional


keinsinyuran.

Senantiasa meningkatkan kapasitas dan daya-saing profesional melalui pemutakhiran kompetensi


pribadi dan tim kerja untuk mendayagunakan kreatifitas, invensi dan inovasi .

SAPTA DHARMA Tuntunan Sikap dan Perilaku Insinyur Indonesia senantiasa:

1. Mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Profesional, taat dan patuh melaksanakan ketentuan serta prosedur Keselamatan


Kesehatan Kerja dan Lindung Eko-sistem (K3LEs) yang berlaku dan sesuai dengan
standar.

2. Bekerja sesuai dengan kompetensinya.

Hanya melaksanakan pekerjaan keinsinyuran atau mengevaluasi hasil pekerjaan


keinsinyuran sesuai dengan kompetensi pribadi dan kompetensi Tim Kerja, dengan Jujur,
obyektif , teliti dan wajar sebelum memaraf dan atau menandatanganinya, secara
bertanggungjawab.

3. Hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jujur, obyektif dan adil dalam memberikan pendapat, testimoni, laporan atau pernyataan,
berdasarkan kompetensi dan kaidah keilmuannya yang didukung kelengkapan,
keakuratan serta keabsahan data dan informasi, serta bertanggungjawab atas segala
konsekuensi yang mungkin timbul akibat dari pendapat, testimoni, laporan atau
pernyataannya.

4. Menghindari pertentangan kepentingan dalam tanggungjawab tugasnya.

Satunya kata dengan perbuatan dan konsekuen untuk bertanggungjawab, terbuka dan
tulus menerima perbedaan serta pendapat orang dan pihak lain, menolak imbalan atau
kompensasi dalam bentuk apapun dari pihak ketiga, yang terkait dengan pelaksanaan
tugas dan tanggungjawab serta kewenangannya, serta melarang dirinya turut serta dalam
proses pengambilan keputusan atau mempengaruhi proses pengambilan keputusan atas
suatu pekerjaan yang terlibat kepentingan keluarga.

5. Membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.

Jujur menyajikan biodata, menjamin kehandalan serta keunggulan mutu, biaya dan waktu
penyerahan hasil dari setiap Pekerjaan dan karyanya, serta memprakarsai pembrantasan
praktek-praktek kecurangan dan penipuan.

6. Memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi.

Tulus mengejawantahkan Kode Etik . Profesional, bebas dan adil dalam berkarya ,
beretiket, bersikap menentang serta bertindak terhadap berbagai hal yang berindikasi
kecurangan dan penyimpangan, Jujur serta tulus mengakui bila ternyata berbuat
kesalahan dan dengan penuh tanggungjawab untuk segera memperbaikinya dan tulus
dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat .

7. Mengembangkan kemampuan profesional.

Berbagi kemampuan dan pengalaman profesional dalam kegiatan kaderisasi profesi ,


dalam berbagai forum lokal, nasional, regional dan internasional serta lintas disiplin ilmu,
multi disiplin, lintas profesi dan bidang usaha. Memprakarsai upaya memberi
pembelajaran dan saran profesional terkait dengan permasalahan aktual yang sedang atau
akan timbul dalam kegiatan berprofesi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

PELANGGARAN KODE ETIK

Kasus-kasus pelanggaran kode etik dinilai dan ditindak oleh suatu Dewan Kehormatan atau
Komisi khusus. Tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis, dan
menegakkan sikap profesional.

PEDOMAN PELAKSANAAN PENANGANAN KASUS PELANGGARAN

KODE ETIK INSINYUR INDONESIA

Pedoman ini digunakan oleh Majelis Kehormatan Insinyur dalam melaksanakan tugas serta

tanggungjawabnya untuk menangani pengaduan kasus-kasus Pelanggaran Kode Etik Insinyur


Indonesia .

Majelis Kehormatan Insinyur (MKI)

adalah perangkat organisasi PII yang berfungsi secara aktif menegakkan Kode Etik Insinyur
Indonesia.
Kasus Pelanggaran Kode Etik Insinyur Indonesia, (Kasus Etik) merupakan kasus delik aduan
yang timbul akibat dari :

pemikiran, sikap, pendapat, testimoni serta tindakan Insinyur, baik secara perorangan
maupun tim,

yang pada saat berkarya dan atau melaksanakan pekerjaan keprofesiannya diindikasikan
melanggar Kode Etik.

Kasus Etik dapat diadukan oleh :

Para Pihak, atau

Anggota P II, atau

Anggota MKI, atau

anggota masyarakat

yang mengalami kerugian akibat pekerjaan/ karya.

JENIS PELANGGARAN

Dapat dikatagorikan :

a. Pelanggaran Ringan, adalah bentuk pelanggaran atas dharma ke-5 (lima), 6 (enam) dan/atau
7 (tujuh);

b. Pelanggaran Sedang, adalah bentuk pelanggaran atas dharma ke-1 (satu) dan/atau ke-2 (dua);

c. Pelanggaran Berat, adalah bentuk pelanggaran atas dharma ke-3 (tiga) dan atau ke-4
(empat)

SANKSI

Untuk setiap kategori pelanggaran :

1. Pelanggaran Ringan : Peringatan tertulis, wajib menulis surat peryataan pengakuan telah
melanggar Kode Etik Insinyur Indonesia serta permintaan maaf dan janji tidak
mengulangi.

2. Pelanggaran Sedang : Selain sanksi pada butir 1 ditambah sanksi penurunan klasifikasi
Sertifikat Insinyur Profesional dan pencabutan Sertifikat Keahlian (SKA) profesi untuk
masa 2 (dua) tahun.
3. Pelanggaran Berat : Selain sanksi pada butir 1 ditambah sanksi pengguguran Sertifikat
Insinyur Profesional, pencabutan Sertifikat Keahlian (SKA) serta pencabutan Status
Keanggotaan PII.

REHABILITASI

1. Apabila dalam rekomendasi MKI menyatakan tidak terjadi Pelanggaran Kode Etik
maka PP PII wajib merehabilitasi nama baik Terlapor.

2. Rehabilitasi wajib dipublikasikan dalam Majalah Keprofesian yang bersangkutan dan


atau di Surat Kabar lokal.
MAJELIS KEHORMATAN INSINYUR
PERSATUAN INSINYUR INDONESIA
MASA BAKTI 2012-2015

Ketua Ir. Iman Sucipto Umar

Anggota Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Ir. Budiono Kartohadiprodjo

Ir. Christiawan, IPU

Ir. Habimono Koesoebjono, IPM

Ir. Ari Moechtar Pedju

Ir. Istanto Oerip

Prof. Dr. Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU

Prof. Dr. Ir. Nurpilihan

Ir. tris budiono M, IPM

Ir. Bambang Soesijanto, IPM

Ir. Achdiat Kurnadi, IPM

Dr. Ir. Trihono Sastrohartono

Ir. H. Achmadi Partowijoto, CAe, PU-SDA, IPU, Masr.

Ir. Indrajid Kartowijono


Dr. Ir. Budhi M. Suyitno
BADAN KEJURUAN DAN BADAN KEJURUAN TEKNOLOGI PERSATUAN
INSINYUR INDONESIA

1. BADAN KEJURUAN TEKNIK SIPIL , Ketua : Dr. Hermanto Dardak, IPU

2. BADAN KEJURUAN TEKNIK KIMIA , Ketua : Ir. Nanang Untung

3. BADAN KEJURUAN TEKNIK MESIN, Ketua : Dr. Ir. Budhi M. Suyitno, IPM

4. BADAN KEJURUAN TEKNIK ELEKTRO , Ketua : Dr. Ir. Marzan A. Iskandar

5. BADAN KEJURUAN TEKNIK FISIKA , Ketua : Ir. Tjipto Kusumo

6. BADAN KEJURUAN TEKNIK GEODESI , Ketua : Ir. Miftah Ruyani

7. BADAN KEJURUAN TEKNIK INDUSTRI , Ketua : Ir. Indracahya K.

8. BADAN KEJURUAN TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN , Ketua : Ir. Richard


Budihadianto

9. BADAN KEJURUAN TEKNOLOGI KELAUTAN , Ketua : Ir. Iskendar , MS

10. BADAN KEJURUAN TEKNIK LINGKUNGAN , Ketua : Ir. Rama Boedi, IPM, M.Si

11. BADAN KEJURUAN TEKNIK PERMINYAKAN , Ketua : Ir. Iin Arifin Takhyan,
M.Sc

12. BADAN KEJURUAN TEKNIK PERTANIAN , Ketua : Dr. Ir. Bambang Setiadi

13. BADAN KEJURUAN TEKNOLOGI PERTAMBANGAN , Ketua : Dr. Ir.


Soemarno Witoro Soelarno

PENGURUS PUSAT PERSATUAN INSINYUR INDONESIA MASA BAKTI 2012-2015

Ketua Umum : Ir. Bobby Gafur Umar, MBA

Wakil Ketua Umum : Dr. Ir. A. Hermanto Dardak, MSc, IPU

Sekertaris Jenderal : Prof. Dr. Ir. Danang Parikesit

Kode Etik Lembaga Profesi Internasional

Kode Etik Institute of Electrical and Electronics Engineers


Kode Etik IEEE :

Kami, anggota IEEE, dalam pengenalan akan pentingnya teknologi kami dalam mempengaruhi
kualitas kehidupan di seluruh dunia dan dalam penerimaan kewajiban kami pada profesi kami,
anggota-anggotanya dan masyarakat yang kami layani, dengan ini kami menyatakan diri terikat
pada perilaku etis dan profesional tertinggi dan setuju.

1. Menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering yang taat asas
pada keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan publik, dan segera menyatakan secara
terbuka faktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan.
2. Menghindari konflik interes nyata atau yang terperkirakan sedapat mungkin, dan
membukakannya pada para pihak yang terpengaruh ketika muncul.
3. Akan jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang
tersedia.
4. Menolak sogokan dalam segala bentuknya.
5. Mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan kemungkinan
konsekuensinya.
6. Menjaga dan mengembangkan kompetensi teknis dan mengambil tugas teknologi yang
lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah
menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami.
7. Mencari, menerima, dan menawarkan kritik pekerjaan teknis, mengakui dan memperbaiki
kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain.
8. Memperlakukan dengan adil semua orang tanpa bergantung pada faktor-faktor seperti
ras, agama, jenis kelamin, keterbatasan fisik, umur dan asal kebangsaan.
9. Berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain, milik, reputasi, atau pekerjaan dengan
tindakan salah atau maksud jahat.
10. Membantu rekan sejawat dan rekan sekerja dalam pengembangan profesi mereka dan
mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini.
KULIAH 10 ETIKA, TEKNOLOGI dan PROFESI TEKNIK KIMIA
TANTANGAN MASA DEPAN

Tujuan perkuliahan:

1. Mengetahui dan memahami tantangan masa depan di era globalisasi, industrialisasi dan
informasi

2. Mengetahui dan memahami bagaimana menghadapi dan menyikapi secara teknologi,


profesional dan beretika.

Kondisi global, dunia, dan Indonesia saat ini dan kedepan: Tantangan insyinyur/ahli teknik
kimia.

Kondisi saat ini dan masa depan.

GLOBALISASI

Globalisasi dipersepsi macam-macam tergantung dari sisi dan kepentingan orang


melihatnya.

Globalisasi sebagai ancaman, terutama bagi mereka yang tidak siap menghadapi arus
globalisasi,

Globalisasi sebagai peluang, bagi mereka yang mampu mempersiapkan diri sebaik-
baiknya,

Globalisasi sebagai semakin kompleksnya permasalahan dan meningkatnya persaingan,

Globalisasi sebagai arus yang harus diikuti dengan perubahan-perubahan, baik dalam
organisasi, manajemen serta sikap-mental sumber daya manusia.

Globalisasi sebagai gelombang saling pengaruh-mempengaruhi sosial-budaya-agama di


dunia.

Bagi industri, globalisasi adalah :

perubahan skala pasar maupun arus distribusi barang,

akan timbulnya paradigma-paradigma baru yang harus diantisipasi dan diikuti kalau tidak
ingin gulung tikar. (Industri selama ini dioperasikan dengan konsep pemanfaatan sumber-
daya (material, energi, modal, manusia) yang terbatas, karenanya sistem produksi harus
disesuaikan dengan dioperasikan secara efektif-efisien).

Kedepan harus dikembangkannya penguasaan informasi (knowledge based Industry).


sistem produksi yang selama ini dengan konsep produksi massal dengan bertumpu pada
standar produk, harus menyesuaikan kembali ke upaya memenuhi kepuasan
pelanggan ( Customer Satisfaction) yang sangat beragam.

Tuntutan perubahan organisasi kerja yang selama ini berdasar struktur hirarki-birokrasi
yang menempatkan manusia sebagai pekerja (karyawan), harus berubah dalam pola s
truktur jaringan (network) dimana manusia ( manajemen-pekerja- pemasok-pelanggan)
dan Organisasi perusahaan dalam sebuah mata-rantai kerja-sama setara dengan semangat
partnership.

Tuntutan peningkatan daya saing, dimana industri tidak saja harus meningkatkan
produktivitas tetapi juga kualitasnya, menekan biaya dan memenuhi keinginan pelanggan
tepat waktu.

PERUBAHAN CEPAT DUNIA

1. Terjadinya kerawanan ketersediaan pangan dunia, sehingga kerap terjadi kelaparan


diberbagai belahan dunia.

2. Cadangan Energi fosil dunia berkurang dengan cepat, harganya semakin sulit
dikendalikan, sedangkan perkembangan ketersediaan energi terbarukan masih lambat.

3. Permintaan pangan dunia yang semakin besar dan belum dapat dipenuhi, telah
mendorong penerapan teknologi genetika, Bio teknologi, dsbnya yang masih pro-kontra
penerapannya di ladang-ladang pertanian, yang masih menimbulkan kekuatiran dapat
berdampak kepada keamanan pangan dan lingkungan.

4. Perkembangan teknologi otomatik dan digital makin menggusur peranan manusia dalam
kerja, menciptakan pengangguran dan menuntut pekerja yang berkompeten.

5. Perkembangan teknologi Informasi (IT) mempercepat arus komunikasi antar manusia di


dunia dan membangun jaringan komunikasi dunia yang luar biasa besar.

6. Perkembangan teknologi transportasi dan jaringan transportasi masal dunia,


menyebabkan makin derasnya perjalanan arus manusia, barang dan jasa antar negara di
dunia.

7. Krisis moneter Asia tahun 1998 dan krisis moneter Amerika-Eropa tahun 2008,
menunjukkan kerawanan sistem moneter dunia, yang berdampak kepada ekonomi dunia.

8. Perjanjian perdagangan dan investasi dunia seperti WTO, ASEAN Free Trade Area,
dsbnya, mengikat negara anggotanya untuk menghapus hambatan perdagangan dan
investasi dunia baik berupa tarif maupun non-tarif, sehingga mempercepat arus aliran
barang dan investasi antar negara anggotanya.
9. Krisis multidimensi didalam masyarakat dunia, sehingga masih terdapat perang
diberbagai negara, gejolak politik rakyat dengan pemerintah diberbagai negara, yang
mempengaruhi kondisi politik dan perekonomian dunia.

PERUBAHAN CEPAT INDONESIA

1. Pertumbuhan cepat perekonomian,sehingga pendapatan perkapita mencapai US$ 3800.-


dan kelas menengah mencapai 43 juta orang, yang berdampak daya konsumsi yang besar.

2. Industri tumbuh 6,2 % tahun (2012) sehingga sumbangan sektor industri ke


perekonomian nasional mencapai 24,6%, yang terbesar diantara sektor sektor ekonomi
lainnya.

3. Ekspor hasil industri menyumbang sekitar 80% dari total ekspor nasional, dan setiap
tahun menyerap sekitar 500.000 tenaga kerja baru.

4. Terjadi kecenderungan investor asing untuk menguasai Sumber Daya Alam nasional (
energi, hasil tambang, hasil perkebunan ).

5. Indonesia terikat perjanjian WTO dan Asean Free Trade Area (AFTA), sehingga terbuka
pasar Indonesia terhadap barang dan jasa dari anggota WTO dan AFTA, yang dapat
menguasai pasar barang dan jasa, serta pasar tenaga kerja, dan mengancam industri
nasional.

6. Terjadi kecenderungan beberapa multinational companies yang menjadikan Indonesia


sebagai basis produksinya ( bidang otomotif, elektronika).

7. Keterbatasan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, listrik, gas, dsbnya, sehingga makin
meluas kemacetan di jalan raya, antrean panjang BBM di daerah, industri kekurangan
pasokan gas dan listrik, listrik padam masih terjadi di beberapa daerah.

8. Pendidikan dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang masih rendah dibandingkan
negara pesaing, sehingga mayoritas tenaga kerja industri masih berpendidikan SMP, TKI
diluar negeri umumnya sebagai pembantu rumah tangga, makin banyak tenaga kerja
asing yang bekerja di Indonesia.

9. Hasil penelitian dan perngembangan (Litbang) teknologi yang dilakukan oleh berbagai
lembaga Litbang di Indonesia baru sekitar 12 % dari total hasil penelitian yang
dimanfaatkan industri.

10. Lonjakan permintaan kenaikan UMR dari Serikat Pekerja yang dinilai perusahaan terlalu
tinggi dan terlalu cepat, mendorong sebagaian Industri melakukan PHK dan
memindahkan pabriknya keluar negeri.
11. Tingginya Demo tenaga kerja di Industri, cenderung mendorong manajemen di industri
padat karya mengutamakan menerima para wanita untuk bekerja di perusahaannya,
sehingga pekerja laki-laki cenderung kesulitan memperoleh pekerjaan dibandingkan
wanita.

12. Terbitnya Undang Undang Perindustrian yang baru tanggal 19 Desember 2013 yang
berisi antara lain : jaminan Sumber Daya Alam untuk diolah menjadi produk hilir bernilai
tambah tinggi, sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri, penerapan Standar Nasional
Indonesia (SNI) wajib untuk produk industri tertentu.

TANTANGAN

1. Menghadapi situasi dan kondisi tersebut diatas, diperlukan adanya ahli teknik kimia
sebagai seorang manajer industri yang menguasai metode/keilmuan Teknik Industri,
Yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat teknis-operasional
(engineering design & process), dan yang bersifat non-teknis (sosial-ekonomis) serta
kiat-kiat untuk mengendalikan persoalan manusia (human skill).

2. Selain itu, juga diperlukan ahli teknik kimia sebagai seorang manajer industri yang
mampu bertindak sebagai pemecah persoalan, pengendali perubahan dan peredam konflik
yang selalu dapat memformulasikan dan melahirkan konsep-konsep baru untuk
menghadapi segala kompleksitas dan ketidak-pastian.

3. Ahli Teknik Kimia sebagai manajer industri, tidak saja harus menguasai kepakaran
Teknik Industri; tetapi juga harus memiliki wawasan, pemahaman, dan kemampuan
seperti:

a. kemampuan untuk bekerja dalam kelompok (organisasi),

b. pemahaman tentang tanggung jawab sosial dan etika profesi,

c. kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan,

d. kesadaran lingkungan (alam maupun sosial),

e. kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi menyangkut berbagai


macam isue kontemporer, aktual maupun situasional dan

f. kemampuan berorganisasi, manajemen dan leadership, dan sebagainya.

4. Dengan demikian seorang ahli teknik kimia tidak saja memiliki kemampuan akademis
dan kompetensi profesi sebagai sarjana teknik (engineering, tetapi juga memiliki
wawasan dan kepekaan terhadap segala permasalahan yang ada di industri maupun
masyarakat ).
Succesful industrial engineers must possess the ability to communicate effectively, for
without it you cannot sell your ideas. You must be able to manage projects and multiple
tasks, for without those skills you will be less efficient and of less use to your employer.
You must be able to observe others and understand why they are doing what they do, for
without that change is an uphill battle

Menurut Iran Doust, sebagai ahli teknik (termasuk teknik kimia) maka hendaknya
bercirikan :

1. Tidak hanya sekedar ahli teknologi,

2. Tidak hanya sekedar ahli perancangan,

3. Harus makin tidak tergantung teknologi maju yang dikenal,

4. Memanfaatkan konsep pokok teknik sebagai pemikiran

strategis,

5. Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang relevan,

6. Mampu menyaring dan melaksanakan ide bagus untuk

memenuhi kebutuhan masyarakat.

Seorang ahli teknik kimia perlu memiliki kompetensi, kejujuran dan komitmen yang
mencakup :
Kini, etika dalam profesi erat kaitannya dengan perspektif baru dalam komunikasi &
kebudayaan.

Tantangannya :

1. Bahwa kebudayaan adalah karya manusia, yang mampu mengembangkan kemampuan,


bakat sampai menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang bernilai.

2. Melalui kebudayaan, manusia mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik :
lebih aman, lebih nyaman, lebih indah, lebih mudah, lebih seimbang, serasi dan selaras.

3. Bahwa kebudayaan sebagai forma spiritual dari suatu masyarakat, karena kebudayaan
sebagai struktur dasariah manusia, ia mampu memberi ciri khas dalam adat kebiasaan,
bahasa, teknik serta tata nilai.

4. Bahwa seorang ahli dalam profesi juga sebagai komunikator. Untuk menjadi
komunikator yang efektif masa kini, perlu memenuhi tantangan komunikasi interkultur.
(Komunikasi interkultur adalah komunikasi antar manusia dengan persepsi kultural dan
sistem simbol).

PELUANG KARIR PARA INSINYUR/AHLI TEKNIK KIMIA

BIDANG PEKERJAAN DAN KARIR AHLI TEKNIK KIMIA :

1. Industri minyak dan gas bumi.

Industri ini sebenarnya merupakan ladang asli lulusan Teknik Perminyakan, namun Sarjana
Teknik Kimia juga sangat diperlukan oleh Industri ini. Kompleksnya proses industri dan
keunggulan teknologi di industri minyak dan gas bumi merupakan tantangan bagi sarjana Teknik
Kimia.

Bekerja di industri ini, selain potensi pengembangan karir yang baik juga memberikan benefit
yang tinggi baik dari segi salary, maupun dari segi training quality.

Perusahaan terkemuka adalah Exxon Mobil, BP, ConocoPhillips, Total, Chevron, Vico, Shell,
Pertamina, Medco, Petronas, Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, dan sebagainya.

2. FMCG (Fast Moving Consumer Goods)

FMCG menjadi salah satu pekerjaan yang menantang bagi sarjana Teknik Kimia, karena dapat
memberikan business sense yang tinggi saat menekuni di beberapa posisi pekerjaan FMCG yaitu
keterampilan baru seperti supply chain management, sales & marketing. Selain itu adanya
teknologi baru yang ditemukan di production division.

Penghasilan dari bekerja di industri jasa ini juga relatif tinggi ditambah dengan jalur karir yang
baik pula. Perusahaan FMCG antara lain adalah Nestle, Unilever, P&G, Johnson & Johnson,
LOreal, KAO, dan perusahaan FMCG dalam negeri, seperti Orang Tua (OT), Martina berto, dan
lain-lain.

3. EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning).

EPCC merupakan bidang karir yang menarik bagi sarjana Teknik Kimia karena bidang pekerjaan
ini sangat erat kaitannya dengan bidang studi sarjana Teknik Kimia yaitu perancangan pabrik
kimia, atau chemical plant design. Di Perusahaan EPCC para sarjana Teknik Kimia akan diberi
kesempatan yang besar untuk mengasah ilmu keprofesian Teknik Kimia secara mendalam
sehingga ilmu engineeringnya akan semakin menuju tingkat expert.

Basic EPCC ada di pendidikan sarjana Teknik Kimia, sehingga bidang pendidikan Teknik
Kimia sangat related langsung dengan dunia kerja EPCC atau EPC.

Di bidang ini, sarjana Teknik Kimia akan diminta mengurusi PFD, P&ID, analisis NME, sizing
peralatan proses pabrik, merancang proses kimia, trouble shooting, dan banyak lagi.

Perusahaan dibidang EPCC adalah Saipem, Technip, Rekayasa Industri, IKPT, Tripatra,
Pasadena Engineering, dsb.

4. Industri Petrokimia.

Industri Petrokimia juga bidang karir yang menarik bagi sarjana Teknik Kimia karena dunia
Petrokimia erat kaitannya dengan studi pendidikan sarjana Teknik Kimia.

Proses di industri petrokimia banyak melibatkan proses pencampuran, proses pemisahan, dan
proses konversi kimia yang banyak dipelajari pada pendidikan sarjana Teknik Kimia.

Bidang industri petrokimia juga dinilai sangat Teknik Kimia sekali, karena ilmu Teknik Kimia
sangat terpakai di pekerjaan ini, seperti analisis kolom distilasi, analisis reaktor sintesis, analisis
kolom absorber, trouble shooting, pengolahan limbah, dsb.

Industri pupuk urea dan amonia banyak diminati oleh sarjana Teknik Kimia.

Perusahaan Petrokimia antara lain adalah PT. Petrokimia Gresik, PT. Pupuk Sriwidjaja, Pupuk
Kaltim, Pupuk Kujang, dsb.

5. Chemical Industry

Chemical Industry sangat berhubungan langsung dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia.
Sehingga bekerja di Industri ini akan sesuai dengan ilmu dan minatnya.

Perusahaan industri Kimia antara lain adalah Nalco, Cognis, Givaudan, Lautan Luas, dsb.

6. Consultant
Berkarir sebagai Konsultan dapat mengasah sarjana Teknik Kimia di bidang business sense dan
management skill.

Bidang ini sangat mengasah dalam analtycal thinking, outside the box, dan problem solving.

Penghasilan sebagai konsultan juga tinggi walaupun pekerjaan ini hanya memerlukan sedikit
SDM. Karenanya proses seleksinya juga ketat dan peluang kerja kurang begitu besar Perusahaan
konsultan terkemuka antara adalah McKinsey & Company, E & Y. BCG, Accenture, dsb.

7. Bidang karir lainnya yang dapat dijelajahi oleh sarjana Teknik Kimia adalah di industri
oleochemical, industri renewable energy (bioetanol, biodiesel, gasifikasi biomassa),
industri pharmasi, industri katalis, agrobisnis, berbagai industri speciality
chemical, dsb).

8. Berkarir sebagai dosen / pengajar dan peneliti akan menjadi pekerjaan penting untuk
mengembangkan ilmu Teknik Kimia kedepan, dimana ilmu Teknik Kimia harus terus
lestari dan berkembang pesat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta
inovasi.

9. Bidang entrepreneur/ kewirausahaan di berbagai bidang usaha juga merupakan bidang


yang menarik dan menantang bagi kaum muda Sarjana Teknik Kimia sekarang ini.

KEUNGGULAN

Pada saat ini, berkarir pada bidang pekerjaan dari butir 1 s/d 7, sangat menarik bagi sarjana
Teknik Kimia. Daya tarik terutama karena tantangan pekerjaannya, pola pengembangan karir di
perusahaan, penghasilan yang tinggi, training system, relationship dengan pendidikan sarjana
Teknik Kimia, business development, management development, dsb.

KULIAH 11 HAKI (HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL)


KEKAYAAN INTELEKTUAL

Ciptaan, penemuan, rahasia dagang, teknologi, pengetahuan dan perkembangan


teknologi, perangkat lunak komputer atau sejenis ekspresi dalam bentuk lambang.

Kekayaan intelektual dapat dilindungi oleh UU hak cipta, paten dan merek (HCPM), atau
dapat dilindungi dengan tidak mengungkapkan pengetahuan yang terkandungnya kepada
orang lain.
Karya Intelektual :

mewakili hasil suatu pemikiran dan kecerdasan manusia, yang dapat berbentuk
penemuan, desain, seni, karya tulis atau penerapan praktis suatu ide.

dapat mengandung nilai ekonomis,dan oleh karena itu dianggap suatu aset komersial.

HAK CIPTA

Sebuah pengakuan dari negara terhadap monopoli atas tulisan bagi penulisnya atau
perangkat lunak bagi penciptanya.

Hak cipta hanya melindungi apa yang diekspresikannya tetapi tidak pokok pikiran atau
idenya.

Apabila penulis menghendaki perlindungan tambahan (misalnya hak utk menuntut


pelanggaran) maka klaim atas hak cipta harus didaftarkan dan tercatat di kantor HCPM

BENTUK-BENTUK (KARYA) KEKAYAAN INTELEKTUAL

Penemuan

Desain Produk

Literatur, Seni, Pengetahuan, software

Nama dan Merek Usaha

Know-How & Informasi Rahasia

Desain Tata Letak IC

Varietas Baru Tanaman

LINGKUP PERLINDUNGAN HaKI

1. Hak Cipta

2. Hak Milik Industri (Industrial Property) :

1) Paten

2) Paten Sederhana

3) Merek & Indikasi Geografis

4) Desain Industri

5) Rahasia Dagang
6) Desain Tata Letak Sirkit Terpadu

7) Perlindungan Varietas Tanaman

Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) :

Hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada seseorang atau sekelompok orang untuk
memegang monopoli dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat dari kekayaan intelektual.

MEREK DAGANG

Berupa hasil kerja, nama atau simbol yang diadopsi atau digunakan oleh individu atau
badan hukum utk membedakannya dari barang atau layanan pihak lain.

Regim HaKI dalam produk industri

TUJUAN PENERAPAN SISTEM HaKI :

1. Antisipasi kemungkinan melanggar HaKI milik pihak lain.

2. Meningkatkan daya kompetisi dan pangsa pasar dalam komersialisasi kekayaan

intelektual.
PATEN

Merupakan salah satu bentuk HaKI.

Diterapkan terhadap penemuan di bidang teknologi.

FUNGSI PATEN

Alat perlindungan menjamin hak komersialisasi.

Peringatan kepada pihak yang berniat melanggar.

Advertensi untuk meningkatkan value produk.

Alat monopoli perdagangan.

Informasi paten sebagai referensi pengembangan lebih lanjut.

Informasi paten merupakan informasi strategi riset suatu perusahaan .

Jumlah Industrial Property dari Beberapa Produk Terkenal

SONY memiliki 38.586 paten

BOEING memiliki 3.583 paten

NIKE memiliki 1.088 paten

ISU UTAMA

Selama ini ASPEK HaKI kurang dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan
strategi penelitian, usaha dan industri di Indonesia.

PENELUSURAN INFORMASI PATEN

Manfaat :

Untuk mengetahui apakah suatu ide penemuan/hasil penelitian :

kadaluarsa;

duplikasi terhadap paten yg telah ada.

tdk sesuai dgn tren perkembangan teknologi.

tdk sesuai dgn tren kebutuhan pasar.


Berbagai Macam Pemanfaatan Informasi HaKI

Pemanfaatan Info HaKI dlm tahapan R&D.

Pemanfaatan Info Expired Patent.

Pilih paten relevan yg akan segera berakhir.

Merupakan alih teknologi gratis.

Banyak perusahaan Indonesia menerima lisensi teknologi dari L.N yg patennya


sudah expired.

Pemanfaatan Paten L.N. yg hingga telah habis masa prioritasnya belum didaftarkan di
Kantor Paten Indonesia, sejauh hanya digunakan atau dipasarkan di Indonesia.

Pengguna Informasi Paten

1. Pemerintah.

2. Inventor.

3. Peneliti dan Mahasiswa .

4. Universitas.

5. Institusi R&D.

6. Perusahaan.

Pemanfaatan Informasi HaKI pada tahap R&D

1. Tahap perencanaan R&D.

2. Tahap pelaksanaan R&D.

3. Tahap pengembangan produk.

4. Tahap produksi.
TAHAP PERENCANAAN R&D

TAHAP PELAKSANAAN R&D


TAHAP PENGEMBANGAN PRODUK

TAHAP PRODUKSI
PERUNDANGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA

1. UU No.14 Tahun 2001 : PATEN.

2. UU No.15 Tahun 2001 : MEREK.

3. UU No.19 Tahun 2002 : HAK CIPTA.

4. UU No.30 Tahun 2000 : RAHASIA DAGANG.

5. UU No.31 Tahun 2000 : DESAIN INDUSTRI.

6. UU No.32 Tahun 2000 : DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU.

KULIAH 12 AHLI TEKNIK KIMIA


PERAN INSINYUR/AHLI TEKNIK

Insinyur/tenaga ahli teknik bukan hanya mentransformasikan materi bagi kehidupan manusia
dan bangsa, tetapi juga politik dan budaya.

Karaktersistik Insinyur/ahli teknik:

Memecahkan permasalahan, Menganalisa, Merancang sistem ( kreatif, analisis, merumuskan)

Etika dan Profesionalisme seorang Sarjana/Ahli Teknik Industri Kimia adalah memberi manfaat
sebesar-besarnya bagi peradaban manusia dan menghindari bencana bagi manusia.

Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan buruk

Etika terkait dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai
apakah suatu tindakan yang telah dilakukan itu benar atau salah, baik atau buruk.

PENGERTIAN BAIK/BENAR,

Sesuatu hal dikatakan baik atau benar bila ia dihargai positif, mendatangkan
rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia.

PENGERTIAN BURUK/SALAH,

Perbuatan buruk atau salah bila suatu perbuatan bertentangan dengan normanorma
masyarakat yang berlaku, atau segala yang tercela.

Penilaian baik dan buruk, dipengaruhi oleh berbagai hal yaitu :

1. ajaran agama,
2. adat kebiasaan,

3. bisikan hati (Intuisi),

4. rasio,

5. pandangan individu,

6. maupun paham berbagai kelompok aliran seperti : paham Kebahagiaan, Utilitarisme,


Eudaemonisme,

7. Atau berbagai kelompok aliran seperti : Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran
Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran
Marxisme, Aliran Komunisme, dsbnya.

ETIKA DAN MORAL

Moral dibedakan dengan Etika

Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok
manusia.

Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran moral

Moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb.

ETIKA UMUM

Adalah kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia
mengambil keputusan etis.

Prinsip-prinsip moral dasar dan teori-teori etika menjadi pegangan bagi manusia dalam
bertindak, serta tolok ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
ETIKA KHUSUS

Adalah penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.

Penerapan ini dapat berwujud :

1. Bagaimana kita mengambil keputusan dan bertindak dalam kehidupan dan kegiatan khusus
yang kita lakukan, yang didasari oleh teori dan prinsip-prinsip moral dasar.

2. Bagaimana kita menilai perilaku kita sendiri dan orang lain dalam kehidupan dan kegiatan
khusus, dengan dasar bertindak etis

Dengan kata lain, cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan, dengan
berlatar belakang prinsip moral dasar.

Etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan, karena kewajiban manusia
terhadap diri sendiri dan sebagai bagian umat manusia saling berkaitan.

Etika sosial menyangkut :

a. hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan
(keluarga, masyarakat, negara), dan

b. sikap kritis terhadap pandangan-pandangan dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung


jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

Etika sosial terbagi dalam banyak bidang :

1. Sikap terhadap sesama

2. Etika keluarga

3. Etika profesi

4. Etika politik

5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi.

FUNGSI ETIKA

1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang
membingungkan.

2. Etika ingin menampilkan ketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi


secara rasional dan kritis.

3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana
pluralisme.

PERAN ETIKA

Diperlukan dalam :

1. Kegiatan analisis fungsi, yaitu sebagai dasar dalam menganalisa apakah langkah-langkah
yang telah diterapkan sesuai dengan aturan dalam hukum yang berlaku.

2. Kegiatan proses pembangkitan ide, yaitu sebagai dasar dalam konsep pengembangan.
Konsep pengembangan harus murni dari konsep pribadi, bukan plagiat.

3. Kegiatan menetapkan alternatif, yaitu sebagai dasar pertimbangan dalam memilih


alternatif (misal produk telah sesuai dengan norma moral dan susila yang berlaku).
Menentukan berbagai alternatif, sangat dibutuhkan, dimana alternatif produk yang dipilih
telah memenuhi persyaratan, sesuai kebutuhan dan tidak merugikan konsumen, harga
terjangkau, biaya investasi rendah, serta meningkatkan keuntungan, dll.

4. Proses membuat prototype , yaitu sebagai dasar pemikiran dalam pembuatan produk yang
aman bagi konsumen. Misalnya menghindari penggunaan bahan baku tidak aman (spt
melamin dan timbal karena berbahaya bagi konsumen).

Profesional

Profesional adalah Pekerja yang menjalankan profesi.

Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari perbuatan
luhur.

Dalam melakukan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif, yaitu bebas dari rasa
malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak.

Seorang profesional memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan
maupun pelatihan yang khusus, dan disamping itu terdapat unsur semangat pengabdian
(panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja.

Kerja seorang profesional berbeda dengan kerja biasa yang semata untuk mencari nafkah /
kekayaan materil duniawi.

Istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan
kata dari amatir.

3 hal pokok dalam diri seorang profesional.

1. SKILL : seseorang itu benar-benar ahli dibidangnya.

2. KNOWLEDGE : tak hanya ahli di bidangnya tapi juga menguasai, minimal tahu dan
berwawasan tentang ilmu ilmu lain yang berhubungan dengan bidangnya.

3. ATTITUDE : bukan hanya pintar dan cerdas tapi dia juga punya etika dalam bekerja dan
yang diterapkan dalam bidangnya.

KOMPETENSI AHLI TEKNIK KIMIA

Insinyur/ahli teknik kimia, terutama teknik proses kimia, mempunyai tanggung jawab
untuk menghasilkan suatu sistem yang akan mengubah bahan dasar, energi dan ilmu
pengetahuan (knowledge) secara ekonomis menjadi suatu hasil yang berguna (Rudd and
Watson, 1966).

Sebagai Insinyur/Ahli teknik kimia, karena ilmu keteknikan yang dimilikinya mempunyai
pengaruh yang sangat vital dan langsung terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Maka
pelayanan yang diberikan kepada masyarakat harus dengan kejujuran, netral, adil, tidak
membeda-bedakan dan harus mengutamakan kesehatan masyarakat, keselamatan dan
kesejahteraan.

Kompetensi Umum

Mampu :

a. berpikir sistematis berdasarkan logika ilmiah,

b. menerapkan pengetahuan ilmiah secara tepat dalam menangani permasalahan


dibidangnya,

c. mengembangkan diri sehingga dapat melakukan perancangan proses dan operasi teknik
kimia,

Memiliki :

a. bekal untuk mengembangkan diri dalam melakukan penelitian ilmiah,


b. jiwa inovatif, kreatif dan peduli terhadap lingkungan serta pengembangan berkelanjutan

Mampu dan terampil :

a. menggunakan logika ilmu teknik kimia dalam menganalisis sistem pemrosesan /sistem
produksi

b. menerapkan ilmu dasar, yaitu matematika, fisika, kimia dan biologi dalam
mengembangkan keilmuan dalam industri proses dan operasi produksi

c. menerapkan konsep dasar teknologi proses yaitu termodinamika, operasi teknik kimia
yang didasarkan atas transport phenomena, dan teknik reaksi kimia dalam operasi
pemrosesan dan produksi.

d. mengembangkan dan melakukan pemecahan masalah dalam bidang operasi produksi .

e. menganalisis sistem pemrosesan dan produksi dalam rangka proses pengembangan,


perancangan, dan modifikasi unit proses dan unit operasi.

f. menerapkan etika profesi dan tanggung jawab profesi.

Kompetensi Pendukung

Mampu :

a. berkomunikasi effektif

b. mendayagunakan secara efektif teknologi informasi dan computer dalam teknologi proses

c. bekerja efektif baik mandiri maupun berkelompok dalam kelompok multikultural , baik
sebagai pemimpin maupun anggota kelompok

d. mengembangkan kepemimpinan dalam Industri proses

e. berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi proses untuk keprofesian dan
kewirausahaan

f. terus menerus mengembangkan diri dengan belajar sepanjang hayat.

Kompetensi Lainnya

1. Paham dan mampu mengembangkan strategi bernegosiasi dalam kegiatan teknik kimia

2. Paham dan berkomitmen terhadap tanggung jawab diri pribadi dan sebagai anggota
masyarakat
3. Paham terhadap tanggung jawab sosial, kultural, global, lingkungan dan pentingnya
pembangunan berkelanjutan.

Etika wajib bagi Insinyur Teknik Kimia dalam menjalankan tugas profesionalnya :

1. Menjunjung tinggi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,

2. Memberikan jasa-jasa profesi hanya pada bidang-bidang yang sesuai dengan


kompetensinya,

3. Memberikan pernyataan-pernyataan kepada umum hanya secara objektif dan jujur,

4. Bertindak sebagai pelaku yang jujur dan terpercaya terhadap pemberi kerja ataupun klien,
dan menghindarkan diri dari konflik konfli kepentingan (conflicts of interest),

5. Meningkatkan reputasi profesionalnya melalui unjuk kerja yang baik, dan bukan melalui
persaingan secara curang,
6. Berperilaku terhormat, bertanggung jawab, etis, dan taat aturan untuk meningkatkan
kehormatan, reputasi dan kemanfaatan profesi,
7. Terus-menerus meningkatkan kemampuan profesionalnya sepanjang karir dan memberi
kesempatan engineers di bawah bimbingannya untuk mengembangkan kemampuan
profesional.

TUGAS PROFESI AHLI TEKNIK KIMIA KEDEPAN

Profesi teknik kimia berkembang tidak hanya di industri proses kimia (petrokimia, oleo
chemicals,dsb), melainkan juga di industri jasa, seperti riset dan pengembangan terutama
dibidang energi, bioteknologi dan nanoteknologi.

TEORI KEPRIBADIAN

3 orientasi besar dalam teori kepribadian, yaitu :

1. Psikodinamika dipandang sebagai kekuatan pertama.

2. Behavioristik yang dipandang sebagai kekuatan kedua.

3. Humanistik, yang dinyatakan sebagai kekuatan ketiga

Pertama :

Teori psikodinamika dimulai dari dua asumsi dasar.

Pertama, manusia adalah bagian dari dunia binatang.

Kedua, manusia adalah bagian dari sistem enerji.


Kunci utama memahami manusia adalah mengenali semua sumber terjadinya perilaku, baik
berupa dorongan yang disadari maupun yang tidak disadari.

Teori psikodinamika ditemukan oleh Sigmund Freud (1856-1939). Diberi nama aliran
psikoanalisis.

Kedua :

Paradigma teori behavioristik adalah bahwa tingkah laku manusia itu fungsi stimulus, artinya
determinan tingkah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi berada di lingkungan.

Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, diperoleh melalui belajar dari
lingkungan.

Aliran Behaviorisme didirikan oleh J.B. Watson, kemudian dikembangkan oleh Ivan Pavlov,
E.L. Thorndika, B.F. Skinner, dll.

Ketiga :

Psikologi humanistik diperkenalkan oleh Abraham Maslow dan kawan-kawan.

Berakar pada aliran filsafat eksistensialisme, yang menyatakan bahwa Manusia adalah hal yang
mengada-dalam dunia (being-in-the-world), dan menyadari penuh akan keberadaannya.

Setiap individu manusia memiliki kebebasan untuk memilih tindakan, dan menentukan sendiri
nasib dari keberadaannya, serta bertanggung jawab atas pilihan dan keberadaannya.

Manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan yang secara hirarki dibedakan sebagai


berikut :

(1) kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)

(2) kebutuhan akan rasa aman (the safety and security needs)

(3) kebutuhan akan cinta dan memiliki (the love and belonging needs)

(4) kebutuhan akan harga diri (the esteem needs)

(5) kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)


HIRARKI KEBUTUHAN A. MASLOW ORGANISASI

Wadah dari sekelompok orang yang bekerjasama dalam mengatur unsur-unsur sumber
daya yang dimiliki perusahaan yang terdiri dari :

tenaga kerja,

tenaga ahli,

material,

dana,

dalam suatu gerak langkah yang sinkron untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Struktur organisasi perusahaan berbeda satu sama lain, tergantung tujuan dan aktifitas
perusahaan.

Ada empat jenis struktur organisasi yaitu :

1. Organisasi fungsional,

2. Organisasi tim khusus/proyek,

3. Organisasi matriks dan

4. Organisasi virtual.

Dalam organisasi, sistem yang baik adalah sistem yang menjamin keseimbangan
kebutuhan pada organisasi induk dan proyek, melalui kejelasan :

1. Wewenang,
2. Pengalokasian sumber-sumber daya dan,

3. Pengintegrasian hasil, antara proyek dan organisasi induk.

7 faktor yang berpengaruh dalam pemilihan struktur organisasi manajemen proyek


(Hobbs dan Menard , 1993).

1. Ukuran proyek

2. Kebijakan strategis

3. Kebutuhan terhadap inovasi terbaru

4. Kebutuhan terhadap integrasi (jumlah departemen yang terlibat)

5. Kompleksitas lingkungan (Jumlah interface eksternal)

6. Konstrain waktu dan anggaran

7. Stabilitas permintaan sumberdaya

Makin tinggi level ketujuh faktor ini, maka dibutuhkan otonomi dan wewenang yang lebih
banyak kepada manajer proyek dan tim proyek agar dapat berhasil.

Contoh:

Struktur organisasi matriks atau tim proyek lebih tepat digunakan untuk proyek besar yaitu
proyek yang secara strategis kritis dan baru untuk perusahaan, karena membutuhkan banyak
inovasi.

Struktur ini juga tepat untuk proyek yang bersifat kompleks, multidisplin, dan yang
membutuhkan masukan dari banyak departemen.

KODE ETIK PROFESI

Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan, dalam
melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dari para anggota profesi.

Kode etik mengandung sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik yaitu berupa :

a. Sanksi moral, atau

b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi


TUJUAN KODE ETIK PROFESI

Untuk ;

1. menjunjung tinggi martabat profesi.

2. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

3. meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

4. meningkatkan mutu profesi.

5. meningkatkan mutu organisasi profesi.

6. meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

7. mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

8. menentukan baku standarnya sendiri.

Fungsi kode etik profesi

1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang
digariskan.

2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.

3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam
keanggotaan profesi.

KODE ETIK PERSATUAN INSINYUR INDONESIA

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memiliki Kode Etik Insinyur Indonesia yang diberi nama :

Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu :

a. Empat prinsip dasar, dan

b. Tujuh tuntunan sikap.

Adapun untuk kasus pelanggaran kode etik, akan dinilai dan ditindak oleh suatu Dewan
Kehormatan /Majelis Kehormatan Insinyur.

Tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis, dan menegakkan sikap
profesional.
TANTANGAN KEDEPAN INSINYUR/AHLI TEKNIK KIMIA

Tantangan kedepan meliputi tantangan globalisasi, perubahan cepat dunia dan perubahan
cepat di Indonesia

Menghadapi tantangan kedepan, maka seorang ahli teknik kimia tidak saja memiliki
kemampuan akademis dan kompetensi profesi sebagai sarjana teknik (engineer), tetapi
juga memiliki wawasan, kepekaan dan etika terhadap segala permasalahan yang ada di
industri maupun masyarakat.

HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)

ISU UTAMA, Selama ini aspek HAKI kurang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan
strategi penelitian, usaha dan industri di Indonesia.

Pemanfaatan Informasi HaKI

Pemanfaatan Info HaKI dlm tahapan Penelitian dan Pengembangan.

Pemanfaatan Info Expired Patent.

Pilih paten relevan yg akan segera berakhir.

Merupakan alih teknologi gratis.

Banyak perusahaan Indonesia menerima lisensi teknologi dari L.N yg patennya


sudah expired.

Pemanfaatan Paten L.N. yg hingga telah habis masa lakunya belum didaftarkan di Kantor
Paten Indonesia, sejauh hanya digunakan atau dipasarkan di Indonesia.