Anda di halaman 1dari 2

ii

PENGARUH PROSES LAKU PANAS QUENCHING


AND PARTITIONING TERHADAP UMUR LELAH
BAJA PEGAS DAUN JIS SUP 9A DENGAN METODE
REVERSED BENDING

Nama Mahasiswa : Viego Kisnejaya Suizta


NRP : 2104 100 043
Jurusan : Teknik Mesin FTI-ITS
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Wajan Berata, DEA

Abstrak

Dalam perkembangan teknologi transportasi, komponen


yang memiliki kualitas yang baik merupakan hal yang dibutuhkan
oleh masyarakat. Untuk itu komponen-komponen yang digunakan
dalam dunia otomotif harus memiliki sifat mekanik yang baik. Pegas
daun merupakan salah satu komponen yang penting pada alat
transportasi seperti kendaraan roda empat. Pegas daun berfungsi
menahan beban statis dan dinamis untuk memberikan kenyaman
pada pengendara. Kondisi seperti ini menuntut material pegas yang
mempunyai sifat mekanik yang bagus agar komponen pegas daun ini
memiliki umur pakai yang lama.
Penelitian ini dilakukan pada material awal dan material
dengan perlakuan panas quenching and partitioning pada baja
pegas JIS SUP 9A. Austenisasi dilakukan pada temperatur 860C
holding time 30menit lalu didinginkan sampai temperature 190C
dengan saltbath selama 3detik kemudian partitioning dilakukan
pada temperatur 250 C holding time 10 detik lalu didinginkan
kembali dengan media air atau oli. Setelah proses tersebut material
di uji fatigue dengan tingkat beban 0,8u;0,65u dan 0,5u untuk
material quenching and partitioning sedangkan material awal (non
treat) dilakukan dengan tingkat beban 0,8u dan 0,5u. Pengujian
fatigue dilakukan dengan metode reversed bending dan hasil umur
lelahnya dibandingkan dengan hasil umur lelah yang didapat pada
baja pegas daun awal (non treat). Mesin uji fatigue yang digunakan
pada penelitian ini adalah mesin fatigue dynamics, Inc. model LFE-
150 yang ada di laboratorium Metalurgi Teknik Mesin ITS.
ii
iii

Hasil yang didapatkan setelah material di uji fatigue


reversed bending test adalah didapatkannya kurva S-N(hubungan
antara tegangan dan umur material). Pada material awal (non
treat) dengan tingkat tegangan 0,8u didapatkan bebannya adalah
996,750 N/mm2dengan umur lelahnya 19649 (2,0x104) siklus dan
pada tingkat tegangan 0,5u dengan beban 622,969 N/mm2 dengan
umur lelahnya 524699 (5,2x105) siklus sedangkan tegangan pada
material quenching and partitioning dengan tingkat tegangan 0,8u
dengan bebannya adalah 1474,326 N/mm2 dengan umur lelahnya
13349 (1,3x104) siklus, pada tingkat tegangan 0,65u didapatkan
bebannya adalah 1197,89 N/mm2 dengan umur lelahnya 26549
(2,6x104) siklus dan pada tingkat tegangan 0,5u didapatkan
bebannya adalah 921,454 N/mm2 dengan umur lelahnya 68249
(6,8x104) siklus, sehingga pada tugas akhir ini material quenching
and partitioning memiliki beban yang lebih tinggi dari material
awal (non treat) tetapi memiliki umur lelah yang lebih rendah dari
material awal (non treat).Ini terbukti dengan prosentase yang
didapatkan yakni material quenching and partitioning memiliki
umur lelah 13,01% kali dari material awal dan memiliki prosentase
4,85% kali dari material hasil quenching and tempering yang
pernah dilakukan oleh penelitian lain sebagai pembanding.

Kata kunci: Pegas Daun, Non Treat, Quenching, Partitioning,


Tempering, Reversed Bending