Anda di halaman 1dari 6

1.

1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi di era globalisasi merupakan hal utama dalam kehidupan


manusia. Dalam perkembangan ini dibutuhkan rekayasa untuk menghasilkan suatu
produk dalam proses yang instan dan beragam. Rekayasa yang terjaadi berkaitan erat
dengan bahan kimia baik dari pembuatan bahan sandang, papan, hingga pangan
membutuhkan bahan kimia. Pengolahan bahan kimia ini dilakukan di tempat khusus
yang disebut dengan laboratorium dengan menggunakan alat-alat laboratorium,
sedangkan pengerjaannya disebut praktikum. Untuk melakukan kegiatan tersebut
diperlukan pengetahuan tentang alat-alat laboratorium meliputi definisi hingga
fungsinya.
Dalam sebuah praktikum, praktikan wajib mengenal dan memahami cara kerja
serta fungsi dari alat-alat laboratorium. Selain menghindari kecelakaan dan bahaya,
dengan memahami cara kerja dari masing-masing alat, praktikan dapat melakuka
praktikum dengan sempurna.(Walton, 1998)
Alat-alat laboraotirum yang digunakan dalam percobaan ada bermacam-macam
diantaranya alat pemanas yang terdiri dari pembakar gas, kaki tiga, segitiga porselin,
kasa, gegep, pemanas air, alat-alat porselin (cawan porselinn dan pinggan porselin).
Selain itu juga digunakan alat-alat gelas. Sebelum digunakan alat-alat gelas harus
diperiksa dan kemudian dibersihkan. Alat-alat gelas diantaranya gelas wadah,
sedangkan untuk mereaksikan igunakan gelas ukur, labu ukur (labu takar), pipet ukur
(pipet gondok dan pipet mohr), dan buret. Sedangkan alat-alat lain seperti pengaduk
gelas, erlenmeyer, corong, semprot, kertas saring, timbangan, dan lain-lain. Alat-alat
gelas ini jjuga memiliki kegunaan dan fungsi masing-masing yang berguna untuk
memudahkan praktikan dalam melaksanakan praktikum (Subroto, 2000:110).

1.2 Pembahasan
No Gambar Keterangan
1 Gelas Erlenmeyer
- Sebagai tempat zat sementara
- Sebagai wadah titrasi
2. Gelas Ukur
- Sebagai tempat untuk
mengukur volume

3. Tabung Reaksi
- Tempat mereaksikan zat-zat
kimia dalam dalam jumlah
kecil

4. Pipet Tetes
- Untuk mengambil larutan-
larutan kimia dalam jumlah
sedikit

5. Gelas Beker / Gelas Piala


- Tempat memanaskan zat
- Tempat menyimpan sementara

6. Gelas Arloji
- Untuk tempat menimbang zat
berbentuk kristal atau padatan

7. Pipet Gondok
- Untuk mengambil larutan-
larutan kimia dala jumlah
banyak
8. Pipet Mohr
- Mengukur Volume dengan
lebih tepat

9. Labu Takar
- Untuk membuat larutan
standar
- Untuk pengenceran larutan

10. Pinggan Porselin


- Untuk mengupalkan cairan
hingga lebih pekat

11. Kertas Saring


- Untuk menyaring endapan

12. Gegep / Penjepit Kayu


- Untuk mengambil /
memegang alat yang tidak
bisa dilakukan dengan tangan

13. Botol Semprot


- Untuk menyimpan aquades
dalam jumlah terbatas
14. Statif
- Untuk menggantukan biuret

15. Kasa
- Sebagai alat perata panas
agar panas pada gelas piala
menyeluruh

16. Spritus
- Alat pembakar

17. Buret
- Untuk mengeluarkan larutan
dalam olume tertentu dalam
proses titrasi

18. Termometer
- Untuk mengukur suhu suatu
zat

19. Kaki Tiga


- Digunakan sebagai tungku
pembakaran
20. Rak Tabung
- Untuk meletakan dan
menyusun tabung reaksi

21. Pengaduk
- Untuk mengaduk dan
membantu penuangan larutan

22. Botol Gelap


- Untuk menyimpan larutan
yang tidak tahan panas
matahari

23. Corong
- Untuk membantu penuangan
larutan agar tidak tumpah

DAFTAR PUSTAKA

Brady, James E. 1994. Kimia Universitas Edisi Kelima. Jilid Pertama. Penerbit Erlangga:
Jakarta.

Day, R.A. Jr and, A. L. Underwood. 1998. Analisis Kimia Kualitatif. EdisiKelima.


Penerbit Erlangga. Jakarta.

Subroto, J. 2000. Buku Pintar Alat Laboratorium. Aneka : Solo.

Syukri, S. 1999. Kimia Dasar Jilid I. ITB : Bandung.

Wahyudi, Adi Ribut. 2011. Pengajaran Sains di Laboratorium.


http://www.yudhiart.blogspot.com
Diakses pada 16 Oktober 2012.
Walton. 1998. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium.
http://www.wordpress.co.id
Diakses pada 2 Oktober 2012.

http://sazilakarinarahman.blogspot.co.id/2013/05/percobaan-1-pengenalan-alat-
alat.html