Anda di halaman 1dari 7

JURNAL RISET PENDIDIKAN MATEMATIKA

Volume 3 - Nomor 1, Mei 2016, (16 - 22)


Available online at http://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS MELALUI


PENDEKATAN PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION

Deka Purnama Sari 1, N. Nurochmah 1 *, H. Haryadi 1, S. Syaiturjim 1


1
Jurusan Pendidikan Matematika STKIP Surya, Jalan Scientia Boulevard Blok U/7 Gading Serpong,
Tangerang, Banten 15810, Indonesia
* Korespondensi Penulis. Email: nurochmah@students.stkipsurya.ac.id, Telp: +6287809801985
Received: 16th December 2015; Revised: 9th August 2016; Accepted: 15th August 2016

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis
siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Students Teams Achievement
Divisons (STAD). Jenis penelitian yang dilakukan adalah pre-experimental dengan bentuk One Group
Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah salah satu kelas dari sebuah instansi di daerah
Tangerang yang teridi dari 17 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman matematis dan
pedoman wawancara. Pokok bahasan yang menjadi bahasan dalam penelitian ini adalah materi
perbandingan senilai. Data dari hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif-deskriptif. Peningkatan
kemampuan pemahaman matematis dilihat dari perhitungan N Gain dan hasil wawancara dijelaskan
secara deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian, perolehan rata-rata kriteria N Gain
adalah 0,69 (sedang). Kemudian, dari hasil wawancara secara terbuka terhadap sampel, respon siswa
yang didapat cukup baik dilihat dari antusias ketika mengikuti pembelajaran maupun respon secara
terbuka. Berdasarkan hasil tes terlihat adanya peningkatan kemampuan pemahaman matematis siwa
setelah diterapkan pendekatan pembelajaran STAD.
Kata Kunci: kemampuan pemahaman matematis, perbandingan senilai, students teams achievement
division

IMPROVED MATHEMATICAL UNDERSTANDING THROUGH STUDENTS TEAMS


ACHIEVEMENT DIVISONS (STAD) LEARNING APPROACH

Abstract
This study aimed to determine the increase in the ability of students' mathematical
understanding after learning by using Students Teams Achievement Divisons (STAD) approach. This
research was pre-experimental with form one group pretest-posttest design. The subjects of research
were one of the classes of an institution in the Tangerang area consisting of 17 students. Research
instruments include mathematical comprehension test and interview guides. The subject matter of the
discussion in this study was worth comparison material. Data from the study were analyzed
quantitatively-descriptive. Improving the ability of understanding mathematical seen from the
calculation N Gain and interviews described in descriptive. Based on data obtained from the study,
the average acquisition criteria N Gain was 0.69 (medium). Then, from the interviews are open to
sample student responses obtained fairly good views of enthusiastic when following the study and
response publicly. Based on the results of test seen an increase in students' mathematical
understanding abilities after learning approach applied STAD.
Keywords: mathematical understanding ability, comparison worth, students teams achievement
division.

How to Cite: Sari, D., Nurochmah, N., Haryadi, H., & Syaiturjim, S. (2016). Meningkatkan kemampuan
pemahaman matematis melalui pendekatan pembelajaran student teams achivement division. Jurnal Riset
Pendidikan Matematika, 3(1), 16-22. doi:http://dx.doi.org/10.21831/jrpm.v3i1.7547

Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.21831/jrpm.v3i1.7547

Copyright 2016, Jurnal Riset Pendidikan Matematika


Print ISSN: 2356-2684, Online ISSN: 2477-1503
Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3 (1), Mei 2016 - 17
Deka Purnama Sari, N. Nurochmah, H. Haryadi, S. Syaiturjim

memecahkan masalah matematika dapat dilaku-


PENDAHULUAN
kan setelah memahami masalah matematika itu
Pembelajaran matematika merupakan sendiri. Pengetahuan yang dipelajari dengan
pelajaran yang penting, namun pelaksanaannya pemahaman akan memberikan dasar dalam
masih mengalami berbagai tantangan maupun pembentukan pengetahuan baru sehingga dapat
permasalahan. Ningsih (2012) menyatakan bah- digunakan dalam memecahkan masalah-masalah
wa masalah utama yang sering dihadapi pada baru, Setelah terbentuknya pemahaman dari
pelajaran matematika adalah rendahnya kemam- sebuah konsep sehingga siswa dapat memberi-
puan pemahaman konsep siswa. Diduga yang kan pendapat dan menjelaskan suatu konsep.
menjadi penyebab dari permasalahan tersebut Dari berbagai pendapat ahli, permasalah-
yaitu pendekatan pembelajaran yang dipakai an tersebut dapat diselesaikan dengan suatu
selama ini masih menggunakan pendekatan metode yang bisa dijadikan solusi untuk me-
tradisional yang menekankan pada latihan ningkatkan kemampuan pemahaman matematis
mengerjakan soal serta menggunakan rumus. siswa, diataranya dengan metode yaitu Student
Berdasarkan permasalahan ini dapat di- TeamsAchievement Divisions (STAD). Hal ini
peroleh bahwa kemampuan pemahaman mate- sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan
matis siswa dapat dikatakan masih rendah dan oleh Wahyuli (2011) bahwa pembelajaran mate-
merupakan masalah utama yang sering ditemu- matika dengan penerapan model pembelajaran
kan di jenjang sekolah. tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman
Kata kunci yang menjadi awal keber- konsep matematika. Selain itu, STAD juga ber-
hasilan pembelajaran matematika adalah pema- pengaruh terhadap prestasi, motivasi, dan kecer-
haman matematis. Bani (2011) menyatakan dasan emosional siswa dalam pembelajaran ma-
bahwa kemampuan pemahaman matematis ada- tematika (Badrun & Hartono, 2013; Fahrurrozi
lah salah satu tujuan penting dalam pembel- & Mahmudi, 2014).Pernyataan ini diperkuat
ajaran. Hal ini memberikan pengertian bahwa dengan adanya pemaparan hasil penelitian oleh
materi-materi yang diajarkan kepada siswa Zulhartati (2012) yaitu pembelajaran dengan
bukan hanya sebagai hafalan, namun diharapkan pendekatan keterampilan proses dalam seting
siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat
pelajaran itu sendiri. Pemahaman matematis mengubah pembelajaran dari teacher centcre
juga merupakan salah satu tujuan dari setiap menjadi student centere yang membekali mere-
materi yang disampaikan oleh guru, sebab guru ka dengan kemampuan berpikir logis, analitis,
merupakan pembimbing siswa untuk mencapai sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan
konsep yang diharapkan. Hal ini memberikan bekerja sama. Berdasarkan hasil-hasil penelitian
pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan yang telah dikemukakan tersebut, maka peneliti
kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan seba- menyimpukan bahwa STAD mampu mening-
gaimana yang diungkapkan oleh Marpaung katkan kemampuan pemahaman matematis
bahwa matematika tidak ada artinya bila hanya siswa.
dihafalkan, namun dengan pemahaman siswa STAD adalah salah satu tipe pembelajar-
dapat lebih mengerti akan konsep materi an kooperatif yang paling sederhana. Siswa
pelajaran itu sendiri (Burhan, 2011). ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan
Berdasarkan pemaparan tersebut, kemam- empat orang yang merupakan campuran menu-
puan pemahaman sangat diperlukan bagi sese- rut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku
orang. Hal ini dipertegas dengan adanya pernya- ataupun variabel lain yang mungkin dijumpai di
taan NCTM (Nila, 2008) bahwa pemahaman dalam kelas. Pada pembelajaran ini, guru
matematis merupakan aspek yang sangat penting menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja
dalam prinsip pembelajaran matematika dan dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh
pemahaman matematik lebih bermakna jika anggota tim telah menguasai suatu materi.
dibangun oleh siswa sendiri. Oleh karena itu STAD juga dipercayai dapat meningkatkan
kemampuan pemahaman tidak dapat diberikan kemampuan pemahaman matematis siswa pada
dengan paksaan, artinya konsep-konsep dan lo- materi perbandingan senilai.
gika-logika matematika diberikan oleh guru, dan Perbandingan merupakan pokok bahasan
ketika siswa lupa dengan algoritma atau rumus yang diajarkan pada kelas VII di sekolah mene-
yang diberikan, maka siswa tidak dapat menye- ngah pertama (SMP). Pemahaman tentang
lesaikan persoalan-persoalan matematika. Da- pokok bahasan ini sangat penting bagi siswa
lam pembelajaran maupun kehidupan nyata, karena akan menjadi penunjang untuk mem-

Copyright 2016, Jurnal Riset Pendidikan Matematika


Print ISSN: 2356-2684, Online ISSN: 2477-1503
Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3 (1), Mei 2016 - 18
Deka Purnama Sari, N. Nurochmah, H. Haryadi, S. Syaiturjim

pelajari pokok bahasan yang lain pada pelajaran yaitu mendefinisikan konsep secara verbal dan
matematika dan mata pelajaran lainnya, serta tulisan; membuat contoh dan non contoh;
juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari- mempresentasikan suatu konsep dengan model,
hari (Sudarman, 2006). Selain itu, menurut diagram dan simbol; mengubah suatu bentuk
pemaparannya pokok bahasan ini merupakan representasi ke bentuk representasi yang lain;
materi yang sulit untuk dipahami oleh siswa mengenal berbagai makna dan interpretasi
kelas VII. Masih terdapat siswa yang terpaku konsep; mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep
akan rumus yang diberikan, namun apabila dan mengenal syarat-syarat yang menentukan
sudah tidak sesuai dengan konteks materi siswa suatu konsep; membandingkan dan
akan bingung sehingga menimbulkan suatu membedakan konsep-konsep.
permasalahan yang membebani siswa. Adapun indikator pemahaman konsep
Fakta di lapangan yang terjadi berdasar- menurut Kurikulum 2006, yaitu(1) menyatakan
kan observasi secara langsung di kelas X daerah ulang sebuah konsep; (2) mengklasifikasi objek-
Tangerang Jawa Barat. Berdasarkan hasil obser- objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan
vasi, masih banyak siswa menghafalkan rumus konsepnya); (3) memberikan contoh dan non-
dibandingkan memahami secara langsung kon- contoh dari konsep; (4) menyajikan konsep
sep dari suatu materi. Hal ini berdampak ketika dalam berbagai bentuk representasi matematis;
siswa diberikan suatu permasalahan dalam ben- (5) mengembangkan syarat perlu atau syarat
tuk soal cerita, kebanyakan siswa yang masih cukup suatu konsep; (6) menggunakan, meman-
kebingungan untuk menyelesaikan soal secara faatkan, dan memilih prosedur atau operasi
langsung. Dilihat dari beberapa siswa apabila tertentu; dan (7) mengaplikasikan konsep atau
diberikan soal aplikasi yang berkaitan dengan algoritma pemecahan masalah.
kehidupan sehari-hari siswa akan menemukan Peneliti menggunakan indikator kemam-
kesulitan karena soal yang berbeda dengan soal puan pemahaman matemati diantaranya: (1)
yang biasa dilatihkan. Siswa belum terlalu me- siswa mampu mendefinisikan konsep secara
mahami bahwa matematika merupakan pelajar- verbal (lisan) dan tulisan, (2) siswa mampu
an yang objek kajiannya bersifat abstrak yang memberikan contoh permasalahan dan meng-
memuat angka-angka dan rumus-rumus. Oleh ubah kebentuk representasi lainnya, (3) siswa
karena itu, diperlukan suatu pendekatan atau mampu mengidentifikasi permasalahan dan
metode baru yang mampu menampilkan hal-hal menentukan hasil dari suatu permasalahan. Alas-
yang kongkret sebelum masuk ke hal-hal yang an peneliti hanya menggunakan ketiga indikator
abstrak. Dengan adanya permasalahan ini pene- tersebut adalah untuk mengukur pemahaman
liti tertarik untuk menyelesaikan masalah terse- siswa sesuai pendekatan pembelajaran yang
but dengan mengimplementasikan pendekatan diberikan dimana ketiga indikator tersebut telah
STAD di kelas tersebut. merepresentasikan pemahaman matematis
Berdasarkan pembahasan sebelumnya, siswa.
pendekatan STAD akan diujikan di kelas X pada Pemahaman matematis dapat ditingkat-
materi Perbandingan Senilai untuk meningkat- kan diantaranya melalui pemanfaatan metode
kan kemampuan pemahaman matematis siswa. STAD pada pembelajaran matematika. Hal ini
Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) menge- sesuai ini dengan hasil penelitian Wahyuni &
tahui peningkatan kemampuan pemahaman Abadi (2014) bahwa pembelajaran kooperatif
matematis siswa pada materi perbandingan seni- tipe STAD efektif ditinjau dari aspek ketercapai-
lai dengan metode STAD dan (2) mengetahui an kompetensi, kemampuan komunikasi, dan
peningkatan kemampuan pemahaman matematis berpikir matematis siswa, dimana aspek-aspek
siswa setelah diterapkan pendekatan pembelajar- tersebut erat kaitannya dengan pemahaman
an STAD pada perbandingan senilai. matematis siswa. Pembelajaran kooperatif tipe
Dalam Taksonomi Bloom , pemahaman STAD yang dikembangkan oleh Robert Slavin
(comprehension) merupakan tingkatan yang pa- dan teman-temannya di Universitas John Hopkin
ling rendah dalam aspek kognisi yang berhu- merupakan pembelajaran kooperatif yang paling
bungan dengan penguasaan atau mengerti ten- sederhana, dan merupakan pembelajaran koope-
tang sesuatu (Wahyuli, 2011). Dalam tingkatan ratif yang cocok digunakan oleh guru yang baru
ini peserta didik diharapkan mampu memahami mulai menggunakan pembelajaran kooperatif
ide atau konsep matematika. (Zulhartati, 2012). Dalam Pendekatan ini siswa
Pengertian pemahaman matematik yang ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan
lebih rinci dikemukakan oleh NCTM (2000) empat orang yang merupakan campuran menu-

Copyright 2016, Jurnal Riset Pendidikan Matematika


Print ISSN: 2356-2684, Online ISSN: 2477-1503
Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3 (1), Mei 2016 - 19
Deka Purnama Sari, N. Nurochmah, H. Haryadi, S. Syaiturjim

rut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru membentuk beberapa kelompok. Setiap
Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa kelompok terdiri atas 4 5 anggota, dimana
bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa anggota kelompok mempunyai kemampuan aka-
seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran demik yang berbeda-beda (tinggi, sedang, dan
tersebut. rendah). Jika mungkin, anggota kelompok ber-
Wahyuli (2012) mengemukakan bahwa asal dari budaya atau suku yang berbeda serta
dalam STAD, siswa dibagi menjadi beberapa memperhatikan kesetaraan jender.
kelompok secara heterogen. Guru menjelaskan Keempat, Guru memberikan tugas kepa-
materi secara singkat dan kemudian siswa di da- da kelompok berkaitan dengan materi yang telah
lam kelompok tersebut memastikan bahwa diberikan, mendiskusikannya secara bersama-
anggota kelompoknya telah memahami materi sama, saling membantu antar anggota, serta
tersebut. Setelah itu, semua peserta didik membahas jawaban tugas yang diberikan guru.
menjalani kuis secara individu tentang materi Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa
yang sudah dipelajari. Skor hasil kuis peserta setiap kelompok dapat menguasai konsep dan
didik dibandingkan dengan skor awal peserta materi. Bahan tugas untuk kelompok diper-
didik yang kemudian akan diberikan skor sesuai siapkan oleh guru agar kompetensi dasar yang
dengan skor peningkatan yang telah diperoleh diharapkan dapat dicapai.
peserta didik. Skor tersebut kemudian dijumlah- Kelima, Guru memberikan tes/kuis ke-
kan untuk mendapatkan nilai kelompok, dan pada setiap siswa secara individu. Keenam,
kelompok yang bisa mencapai kriteria tertentu Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rang-
akan mendapatkan penghargaan. kuman, mengarahkan, dan memberikan pene-
Berdasarkan pendapat-pendapat terse- gasan pada materi pembelajaran yang telah
but, STAD dapat disimpulkan sebagai suatu dipelajari. Ketujuh, Guru memberi penghargaan
pendekatan pembelajaran kooperatif sederhana kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai
dimana siswa akan diberikan kuis untuk melihat peningkatan hasil belajar individual dari nilai
kemampuan awal siswa. Guru akan menjelaskan awal ke nilai kuis berikutnya.
secara singkat tentang materi kemudian siswa Pada materi perbandingan dikenal
akan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil adanya perbandingan senilai dan berbalik nilai.
dengan tujuan agar siswa dapat lebih memahami Namun pada penelitian ini peneliti membatasi
materi melalui diskusi antar sesama teman. Se- materi yang diambilyaitu materi perbandingan
usai diskusi kelompok akan ada persentasi hasil senilai. Manik (2009) mengatakan Untuk meng-
diskusi, dilanjutkan kuis individu untuk melihat hitung perbandingan seharga (senilai) dapat
peningkatan pemahaman siswa. Di akhir pem- dilakukan dengan 2 cara, yaitu berdasarkan nilai
belajaran nilai akan diakumulasikan supaya satuan dan berdasarkan perbandingan. Selain itu
mendapatkan skor tertinggi kelas untuk diberi- Nuharini dan Wahyuni juga mengatakan bahwa
kan penghargaan agar dapat mengapresiasi ada dua strategi solusi yang dapat digunakan
motivasi belajar siswa. untuk menyelesaikan permasalahan perbanding-
Langkah-langkah penerapan pembel- an senilai, yaitu dengan mencari nilai satuan dan
ajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai dengan cara langsung. Maka perbandingan seni-
berikut. Pertama, Guru menyampaikan materi lai bisa diartikan menghitung suatu perban-
pembelajaran kepada siswa sesuai kompetensi dingan yang seharga atau senilai guna mencari
dasar yang akan dicapai. Guru dapat mengguna- nilai satuan (Hardi, dkk, 2013).
kan berbagai pilihan dalam menyampaikan Pokok bahasan yang menjadi standar
materi pembelajaran ini kepada siswa. Misal, kompetensi pada materi ini ialah menggunakan
antara lain dengan metode penemuan terbimbing bentuk aljabar, persamaan, dan pertidaksamaan
atau metode ceramah. Langkah ini tidak harus linear satu variabel, dan perbandingan dalam
dilakukan dalam satu kali pertemuan, tetapi pemecahan masalah. Kompetensi dasar yang
dapat lebih dari satu. akan diukur yaitu siswa mampu memecahkan
Kedua, Guru memberikan tes/kuis kepa- masalah yang berkaitan dengan sifat perban-
da setiap siswa secara individu sehingga akan dingan dan konsep aljabar.
diperoleh nilai awal kemampuan siswa. Ketiga,

Copyright 2016, Jurnal Riset Pendidikan Matematika


Print ISSN: 2356-2684, Online ISSN: 2477-1503
Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3 (1), Mei 2016 - 20
Deka Purnama Sari, N. Nurochmah, H. Haryadi, S. Syaiturjim

Tabel 1. Kisi-kisi Soal Pemahaman Matematis


Variabel yang Indikator Kemampuan Dimensi Proses Instrument Nomor
dipengaruhi Kognitif Butir Soal
Kemampuan Siswa mampu mendefinisikan Mengingat Tes Uraian 6
Pemahaman konsep dari perbandingan senilai.
matematis Siswa mampu merepresentasikan Memahami 2, 3, 7
permasalahan ke dalam bentuk
perbandingan.
Siswa mampu menentukan hasil Mengaplikasikan 4, 5
perbandingan berdasarkan soal yang
ada.

yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data


METODE
kuantitatif diperoleh melalui analisis terhadap
Pada penelitian ini metode yang diguna- jawaban siswa pada soal pretest dan posttest
kan adalah penelitian pre-experimental dengan kemampuan pemahaman matematis. Data kuan-
desain penelitian One Group Pretest-Posttest titatif ini dianalisis untuk melihat peningkatan
Design (Sugiyono, 2015). Sampel penelitian pemahaman matematis dengan menggunakan
adalah salah satu kelas dari sebuah instansi di perhitungan N Gain. Data kualitatif diperoleh
daerah Tangerang yang terdiri atas 17 siswa, melalui hasil observasi terhadap siswa dalam
teknik pengambilam sampel dilakukan secara pelaksanaan pembelajaran dan hasil wawancara
purposive sampling. Prosedur dalam penelitian dengan siswa. Data ini dianalisis secara
ini yaitu memberikan tes awal pada kelas pene- deskriptif untuk mendukung kelengkapan data
litian untuk mengetahui kemampuan pemaham- kuantitatif dalam menjawab pertannyaan
an matematis siswa sebelum diterapkan model penelitian.
STAD. Kemudian melakukan proses pembel-
HASIL DAN PEMBAHASAN
ajaran yang telah dirancang dengan mengguna-
kan pendekatan pembelajaran STAD. Setelah itu Data yang diperoleh dalam penelitian
melakukan evaluasi pembelajaran pada kelas peningkatan kemampuan pemahaman matematis
penelitian setelah menerapkan proses yang telah siswa dengan menggunakan pendekatan
dirancang (Wahyuni, 2012). Instrumen yang pembelajaran STAD pada materi perbandingan
digunakan dalam penelitian ini adalah soal urai- senilai dilihat dari perubahan peningkatan N
an pretest dan posttest untuk mengukur kemam- Gain. Untuk.memperkuat hasil penelitian,
puan pemahaman matematis dan wawancara peneliti melakukan wawancara secara terbuka
siswa terhadap treatment dengan menggunakan kepada siswa yang menjadi sampel penelitian.
model pendekatan pembelajaran STAD. Selain itu, peneliti mempunyai lembar observasi
Instrumen tes dibuat sebanyak 8 soal yang diisi oleh seorang observer yaitu guru
yang kemudian divalidasi pakar dan empiris, kelas.
sehingga diperoleh 6 soal yang valid. Nilai koe- Berdasarkan analisa kriteria N gain dari
fisien reliabilitas instrumen yaitu 0,60. Dengan hasil Pretest dan Posttest, dari 17 siswa terdapat
demikian instrumen tes yang digunakan valid 1 orang siswa yang termasuk kedalam kriteria
dan memiliki tingkat reliabilitas dalam kategori rendah, kemudian 8 orang siswa termasuk
tinggi. Jadi, Instrumen ini sudah layak untuk kedalam kriteria sedang dan 8 orang lain
digunakan dalam penelitian. Kisi-kisi soal yang termasuk kedalam kriteria tinggi. Perhitungan
digunakan pada penyusunan instrumen disajikan data peningkatan N Gain dapat dilihat pada
pada Tabel 1. Tabel 2.
Data dalam penelitian ini ada dua jenis

Copyright 2016, Jurnal Riset Pendidikan Matematika


Print ISSN: 2356-2684, Online ISSN: 2477-1503
Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3 (1), Mei 2016 - 21
Deka Purnama Sari, N. Nurochmah, H. Haryadi, S. Syaiturjim

Tabel 2. Hasil Perhitungan N-Gain


No Nama Pre test post test N Gain Kriteria
1 Siswa 1 16,67 74,17 0,690028 sedang
2 Siswa 2 3,33 42,5 0,405193 sedang
3 Siswa 3 36,67 74,17 0,592136 sedang
4 Siswa 4 35 53,33 0,282 rendah
5 Siswa 5 41,67 89,17 0,814332 tinggi
6 Siswa 6 51,67 100 1 tinggi
7 Siswa 7 11,67 40,83 0,330126 sedang
8 Siswa 8 3,33 78,33 0,775835 tinggi
9 Siswa 9 51,67 98,33 0,965446 tinggi
10 Siswa 10 55 83,33 0,629556 sedang
11 Siswa 11 6,67 70 0,67856 sedang
12 Siswa 12 18,33 79,17 0,744949 tinggi
13 Siswa 13 35 78,33 0,666615 sedang
14 Siswa 14 46,67 98,33 0,968686 tinggi
15 Siswa 15 10 79,17 0,768556 tinggi
16 Siswa 16 5,83 69,17 0,672613 sedang
17 Siswa 17 0 72,5 0,725 tinggi
Rata-rata 0,688802 sedang

Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa ma perbedaan keberagaman serta berkem-


rara-rata N Gain sebesar 0,688 yaitu berada bangnya keterampilan sosial (Zulhartati, 2010).
dalam kreteria sedang. Hal ini berarti bahwa SIMPULAN DAN SARAN
terjadi peningkatan kemampuan pemahaman
matematis dengan menggunakan pendekatan Simpulan
pembelajaran STAD. Berdasarkan hasil analisis data dan pem-
Pemilihan model ini diperjelas dengan
bahasan, maka dapat disimpulkan bahwa dengan
anggapan Krisdianto (2010) bahwa pembelajar- menggunakan pendekatan pembelajaran STAD
an dalam kelompok-kelompok kecil akan mem- secara signifikan dapat meningkatkan kemam-
buat siswa dapat saling bantu-membantu antar puan pemahaman matematis siswa. Respon sis-
anggota dalam kelompoknya untuk mencapai wa juga terlihat cukup baik dari hasil wawancara
kemajuan kelompok belajar. Hal ini dapat dilihat secara terbuka dan siswa sangat antusias dan
dari hasil pengerjaan LKS secara kelompok. komunikatif pada saat pembelajaran.
Siswa yang dibagi ke dalam kelompok yang he-
terogen membuat siswa aktif untuk memcahkan Saran
masalah yang ada secara bersama. Pada saat Berdasarkan kesimpulan bahwa dengan
proses presentasi yang diwakili oleh salah satu menggunakan pendekatan pembelajaran STAD
anggota kelompok, siswa mampu menjelasakan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman
secara verbal atau secara lisan tentang pema- matematis, maka pendekatan pembelajaran
haman yang diperoleh dari hasil diskusi yang STAD dapat digunakan untuk meningkatkan
telah dilakukan disetiap kelompok. kemampuan pemahaman matematis siswa.
Dari hasil wawancara yang telah dilaku- Selain itu disarankan untuk melakukan peneli-
kan secara terbuka pada saat pembelajaran, tian serupa menggunakan sampel yang lebih
peneliti mendapat respon yang sangat baik. besar.
Siswa berkomunikasi secara aktif dalam menja-
wab pertanyaan yang diberikan. Pada tahap ini DAFTAR PUSTAKA
peneliti dapat melihat secara langsung pening- Badrun, B., & Hartono, H. (2013). Keefektifan
katan pemaham siswa. Hasil yang didapatkan metode pembelajaran kooperatif model
sejalan dengan pendapat yang diungkapkan oleh STAD ditinjau dari prestasi dan motivasi
Muslimin dkk yang menegaskan pendekatan belajar siswa di kelas VIII SMP.
STAD dikembangkan untuk mencapai setidak- PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan
nya tiga tujuan yang penting dalam pembel- Matematika, 8(2), 120-134.
ajaran yaitu meningkatnya hasil belajar akade- doi:http://dx.doi.org/10.21831/pg.v8i2.89
mik, siswa lebih bisa bergaul atau bisa meneri- 38

Copyright 2016, Jurnal Riset Pendidikan Matematika


Print ISSN: 2356-2684, Online ISSN: 2477-1503
Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3 (1), Mei 2016 - 22
Deka Purnama Sari, N. Nurochmah, H. Haryadi, S. Syaiturjim

Bani, A. (2011). Meningkatkan kemampuan dan berbalik nilai di Kelas VII E SMP
pemahaman dan penalaran matematik Ipiems Surabaya. Gamatika, 3(2).
siswa sekolah menengah pertama melalui Nila, K. (2008). Pemahaman konsep matematik
pembelajaran penemuan terbimbing, SPS
dalam pembelajaran matematika.
UPI, Bandung. UPI:Bandung.
Prosiding SeminarNasional Matematika
Burhan, I. A. (2012). Peningkatkan kemampuan dan Pendidikan Matematika, Jurusan
pemahaman dan komunikasi matematika Pendidikan Matematika Fakultas
siswa SD melalui pendekatan realistic Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
mathematics education (RME) (Studi Universitas Negeri Yogyakarta.
kuasi eksperimen pada siswa kelas III SD Sudarman, S. (2014). Meningkatkan
di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung
kemampuan siswa menyelesaian soal
tahun pelajaran 2011-2012). Kontribusi
perbandingan dengan pembelajaran
Pendidikan Matematika dan Matematika
matematika realistik siswa SMPN 4
dalam Membangun Karakter Guru dan
PALU. Media Eksakta, 2(2).
Siswa, 1-16.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan
Fahrurrozi, F., & Mahmudi, A. (2014). Pengaruh
pendekatan kuantitatif, kualitatif, R&D.
PBM dalam setting pembelajaran
Bandung: Alfabeta.
kooperatif tipe STAD dan GI terhadap
prestasi belajar dan kecerdasan emosional Wahyuli, E. B. (2011). Penerapan model
siswa. Jurnal Riset Pendidikan pembelajaran kooperatif tipe student
Matematika, 1(1), 1- 11. teamsachievement divisions (STAD)
doi:http://dx.doi.org/10.21831/jrpm.v1i1. untuk meningkatkan pemahaman konsep
2653 matematika padamateri persamaan dan
Hardi, J., Hudiono, B., & Mirza, A. (2013). pertidaksamaan kuadrat pada peserta
didik kelas X teknik komputer jaringan
Deskripsi pemahaman siswa pada
(TKJ) di SMK 45 Wonosari (Doctoral
permasalahan perbandingan dan strategi
dissertation, UNY).
solusi dalam menyelesaikannya. Jurnal
Pendidikan dan Pembelajaran, 2(5), hal Wahyuni, A., & Abadi, A. (2014). Perbandingan
Krisdianto, R. (2010). Penerapan metode STAD keefektifan pembelajaran cooperative
learning type STAD dan type TPS pada
(student team achievement division)
pembelajaran bangun ruang siswa
sebagai strategi penguasaan pelajaran
SMP. Jurnal Riset Pendidikan
nada baca (shngdio) bahasa mandarin di
Matematika, 1(2), 164- 175.
SD Tripusaka Surakarta (Doctoral
doi:http://dx.doi.org/10.21831/jrpm.v1i2.
dissertation, Universitas Sebelas Maret).
2673
Manik, D. M. (2009). Penunjang belajar
Wahyuni, K. S. (2012). Peningkatan
matematika untuk kelas VII (BSE).
kemampuan pemecahan masalah
Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
matematik siswa dengan pembelajaran
National Council of Teachers of Mathematics. problem based instruction. Jurnal
(2000). Principles and standards for Pendidikan Matematika, 1(1).
school mathematics. Reston, VA: NCTM. Zulhartati, S. (2012). Pembelajaran kooperatif
Ningsih, P. R. (2012). Penerapan metode model STAD pada mata pelajaran IPS.
realistic mathematics education (RME) Jurnal Guru Membangun, 26(2).
pada pokok bahasan perbandingan senilai

Copyright 2016, Jurnal Riset Pendidikan Matematika


Print ISSN: 2356-2684, Online ISSN: 2477-1503