Anda di halaman 1dari 7

Pengelolaan dan pengembangan praktikum kimia sekolah

lanjutan dan menengah

ES BATU TENGGELAM

DISUSUN OLEH :
UCIA MAHYA DEWI
NIM. 81176141011

Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Retno Dwi Suyanti, M.Si

PRODI MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
I. JudulPercobaan: EsBatuTenggelam

II. Tujuan
1. Mengetahui PerbedaanSifatair (H2O) dengan air berat(D2O)
2. Mengetahui Perbedaan struktur atom dari atom penyusun H2O dan D2O
III. Landasan Teori

1. Struktur Atom
Atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron berada di
dalam inti atom sedangkan elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena
muatan listriknya. Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua proton bermuatan
positif (+).Sementara itu neutron bermuatan netral. Elektron bermuatan negatif (-)
ditarik oleh proton yang bermuatanpositif (+) padainti atom.
Dalamhalini, semua atom di alam semesta akan terjadi bermuatan positif (+)
karena ada kelebihan muatan listrik positif (+) di dalam proton. Akibatnya, semua
atom akan saling bertolak satu sama lain.
Partikel Dasar Penyusun Atom
Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur
tersebut. Struktur atom menggambarkan bagaimana partikel-partikel dalam atom
tersusun, atom tersusun atas inti atom dan dikelilingi elektron-elektron yang tersebar
dalam kulit-kulitnya.
Sebagianbesar atom terdiri dari ruang hampa yang dalamnya terdapat inti yang
sangat kecil di mana massa dan muatan positifnya dipusatkan dan dikelilingi oleh
elektron-elektron yang bermuatan negatif. Inti atom tersusun atas sejumlah proton dan
neutron. Jumlah proton dalam inti atom menentukan muatan inti atom, sedangkan
massa atom inti ditentukan oleh banyaknya proton dan neutron. Selanjutnya ketiga
partikel sub atom (proton, neutron, dan elektron ) dangan kombinasi tertentu
membentuk atom suatu unsur yang lambangnya dapat dituliskan :
X : lambang suatu unsur
Z : nomor atom
A :nomor massa
Suatu atom memilikisifat dan massa yang khas satu sama lain. Dengan penemuan
partikel penyusun atom dikenal istilah nomor atom (Z) dan nomor massa (A).
Penulisan lombang atom unsur menyetarakan nomor atom dan nomor massa.
Nomor Atom (Z)
Nomor atom (Z) menujukkan jumlah proton (muatan positif) atau jumlah
elektron dalam atom tersebut. Nomor atom ini merupakan ciri khas suatu
unsur. Oleh karena atom bersifat netral maka jumlah proton sama dengan
jumlah elektronya, sehingga nomor atom juga menujukkan jumlah elektron.
Elektron inilah yang nantinya paling menentukan sifat suatu unsur. Nomor
atom ditulis agak ke bawah sebelum lambang unsur
Nomor Massa (A)
Massa elektron sangat kecil dan dianggap nol sehingga massa atom ditentukan
oleh inti atom yaitu proton dan neutron. Nomor massa (A) menyatakan
banyaknya proton dan neutron yang menyusun inti atom suatu unsur. Nomor
massa ditulis agak ke atas sebelum lambang unsur.

2. Isotop
Isotop adalah atom yang mempunyai nomor sama tetapi memiliki nomor massa
berbeda. Setiap isotop satu unsur memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah
elektron valensinya sama.Isotop-isotop unsur ini dapat digunakan untuk menetukan
massa atom relatif (Ar) atom tersebut berdasarkan kelimpahan isotop dan massa atom
semua isotop
Isotop Hidrogen

Ada tigajenisisotophydrogen,yakni hydrogen-1 (protium),Hidrogen-2


(deuterium), Hidrogen-3 (tritium) yang membuat massaa tomnya berbeda adalah
struktur intiatomnya, pada H-1 iatidakmemiliki neutron, sehingga massa hanya
diperoleh dari proton inti saja, tapi pada H-2 dan H-3 terdapat proton dan neutron
pula, sehingga massa atomnya bertambah.
Selama ini,kita mungkin mengenal atom hydrogen hanyalah sebagai sebuahunsur
yang memiliki 1 buah proton dan tidak memiliki 1 buah pun neutron pada struktur
nukleusnya. Tetapi sebenarnya,atom hydrogen memiliki 2 isotop lainya yang
memiliki 1 buah neutron di dalam struktur nukleusnya. Kedua isotop hydrogen
tersebut ialah Deuterium (2H) dan Tritium (3H).
Di alam sebagian besar hydrogen berada dalam bentuk
protium.Komposisimasing-masing di alam,sebagaiberikut,Protium99,85%,Deterium
0,0156 %,sedangkan Tritium sangatsedikit (jumlahnya tidak berarti;1 per 1017 atau
10-17 ) dan bersifat radioaktif meradiasikan sinar atau dengan waktu paruh 12,3
tahun.
Deuterium merupakansalahsatuisotop dari hidrogen yang memiliki 1 buah proton
dan 1 buah neutron pada struktur intinya.Secara fisis,deuterium sangat berbeda
dengan hydrogen biasa. D2O atau disebut air berat dapat diisolasi dari air biasa
dengan cara distilasi fraksionasi atau elektrolisis.

3. Air (H2O)
Air merupakan senyawa kimia. Senyawa dapat diartikan sebagai gabungan dari
beberapa unsur kimia (atom). Rumus kimia air adalah H2O, yang berarti gabungan
dari 2 atom Hidrogen (H) dan 1 atom Oksigen (O). Gabungan dari 2 buah atom atau
lebih disebut molekul. H2O dapat kita sebut sebagai satu molekul air. Molekul air
bersifat dipole (memiliki 2 kutub), yang bermuatan negatif di oksigen atom, dan
positif pada Hidrogen atom. Sehingga terjalin ikatan antara molekul air, yang dikenal
dengan ikatan hidrogen.
Meskipun rumusnya (H2O) tampak sederhana, air mengandung sifat kimia dan
fisik yang sangat kompleks.Misalnya, titikleleh, 0 C (32 F), dan titik didih, 100 C
(212 F), jauh lebih tinggi dari yang diharapkan dibandingkan dengan senyawa
analog, seperti hydrogen sulfide dan amonia. Dalam bentuk pada tes, air kurang padat
daripada saat cair, ini merupakan properti yang tidak biasa lainnya.Akaranomali ini
terletak pada struktur elektronik dari molekul air.

Molekul air tidak linear tetapimembungkukdengancara yang khusus. Dua atom


hidrogenterikatpada atom oksigenpadasudut 104.5 .
Pernahdenger air berat ?istilah disebut digunakan untuk senyawa deuterium
oksida (D2O) sebenenarnyahakikatnyasama-sama H2O cumanbedanyadalam D2O,
kedua atom hidrogen merupakan isotop atom H dengan massa atom 2gram/mol.
disebut air berat karena itu, jika air biasamemilikiMr=18, maka air berat D2O
memilikiMr=20.

IV. Alat Dan Bahan


1. Alat
No NamaAlat Ukuran Jumlah
1 Gelas Kimia - 2 buah
2 Penjepit - 1 buah

2. Bahan

No NamaBahan Rumus Kimia Wujud Jumlah


1 Air H2O(aq) Cair 500 ml
2 Air D2O(s) Cair 50 cm3
3 Esbatu H2O(s) Padat 2 buah

V. Prosedur Kerja.
1. Siapkan dua buah gelas kimia berukuran 500 mL
2. Tambahkan aquades (H2O) kedalam gelas kimiapertama dan air (D2O) ke dalam
gelas kimia keduamasing-masing 200 mL.
3. Tambahkan es batu (H2O) ke dalam masing-masing gelas kimia.
4. Amati apa yang terjadi.

Gelas Kimia I Gelas Kimia II


Gelas Kimia I Gelas Kimia II

VI. TabelPengamatan
No. Perlakuan Pengamatanterhadapesbatu HasilPengamatan
1. Gelas Kimia 1
H2O + esbatu Esbatuterapung di
(H2O(s)) dalam air

2. Gelas Kimia 2
Air berat (D2O) +
esbatu(H2O(s)) Esbatutenggelam di
dalam airberat(D2O)

VII. Analisis Data


Pertanyaan:
1. Es batu seharusnya terapung, melayang atau tenggelam dalam air?
2. Jelaskan apa yang membedakan fenomena pada kedua gelas kimia tersebut !
Jawab:
1. Es batu seharusnya terapung di dalam air
2. Fenomena yang membedakan pada kedua gelas kimia yaitu perbedaan sifat air
yang digunakan. Es batu yang dimasukkan kedalam gelas kimia I berisi air yang
tersusun dari hydrogen biasa. Air tersebut mempunyai massa jenis yang lebih
besar daripada massa jenis es batu sehingga es tersebut terapung dalam air.
Sedangkan es batu yang tenggelam dimasukkan ke dalam air yang tersusun dari
isotop H2O yaitu D2O atau air berat. Hal ini menandakan bahwa air yang
mengandung isotop deuterium (D2O) memiliki massa jenis yang lebih kecil
dibandingkan dengan es batu. Perbedaan massa jenis air ini dapat dipengaruhi
oleh perbedaan kerapatan struktur atom penyusun air tersebut dan nomor massa
dari H2O dan D2O.

VIII. Kesimpulan
1. . Perbedaan sifat antara air (H2O) dan air berat (D2O) yaitu terletak pada massa
jenisnya. massa jenis air lebih besar dibandingkan massa jenis air berat sehingga
dapat menenggelamkan es batu
2. Struktur dari atom hidrogen penyusun H2O terdiri dari inti atom yang terdiri dari
1 proton dan memiliki nomor atom 1 dan nomor massa juga 1 Struktur atom dari
Deuterium (D2O) adalah pada inti atom tersusun dari 1 proton dan 1 neutron
sehingga mempunyai nomor massa 2