Anda di halaman 1dari 10

Petualangan Skandal Seks Dengan Tanteku

Petualangan Skandal Seks Dengan Tanteku - Kali ini bercerita tentang skandal sex
ku dengan tante yang terjadi beberapa tahun lalu, sewaktu aku masih kuliah di Bandung.
Sebagai mahasiswa semester awal sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, saat itu
merupakan masa-masa adaptasiku dengan lingkungan sosial maupun lingkungan
kampus. Maklum sekian lama hidup ma orang tua, sekarang harus mandiri, semuanya
diatur sendiri.

Menginjak semester tiga, aku bermaksud pindah tempat kos yang lebih baik. Ini biasa,
mahasiswa tahun pertama pasti dapat tempat kos yang asal-asalan. Baru tahun
berikutnya mereka bisa mendapat tempat kos yang lebih sesuai selera dan kebutuhan.
Setelah hunting yang cukup melelahkan akhirnya aku mendapatkan tempat kos yang
cukup nyaman di daerah Dago Utara. Untuk ukuran Bandung sekalipun, daerah ini
termasuk sangat dingin apalagi di waktu malam. Kamar kosku berupa paviliun yang
terpisah dari rumah utama. Ada dua kamar, yang bagian depan diisi oleh Sahat,
mahasiswa kedokteran yang kutu buku dan rada cuek. Aku sendiri dapat yang bagian
belakang, dekat dengan rumah utama.

Bapak kosku, Om Bambang adalah seorang dosen senior di beberapa perguruan tinggi.
Istrinya, Tante Dessy, wanita yang cukup menarik meskipun tidak terlalu cantik.
Tingginya sekitar 163 cm dengan perawakan yang sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
Untuk ukuran seorang wanita dengan 2 anak, tubuh Tante Dessy cukup terawat dengan
baik dan tampak awet muda meski sudah berusia di atas 40 tahun. Maklumlah, Tante
Dessy rajin ikut kelas aerobik. Kedua anak mereka kuliah di luar negeri dan hanya pulang
pada akhir tahun ajaran.

Karena kesibukannya sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, Om Bambang agak


jarang di rumah. Tapi Tante Dessy cukup ramah dan sering mengajak kami ngobrol pada
saat-saat luang sehingga aku pribadi merasa betah tinggal di rumahnya. Mungkin karena
Sahat agak cuek dan selalu sibuk dengan kuliahnya, Tante Dessy akhirnya lebih akrab
denganku. Aku sendiri sampai saat itu belum pernah berpikir untuk lebih jauh dari
sekedar teman ngobrol dan curhat. Tapi rupanya tidak demikian dengan Tante Dessy.

Bagas, kamu masih ada kuliah hari ini?, tanya Tante Dessy suatu hari.
Enggak tante
Kalau begitu bisa anterin tante ke aerobik?
Oh, bisa tante
Tante Dessy tampak seksi dengan pakaian aerobiknya, lekuk-lekuk tubuhnya terlihat
dengan jelas. Kamipun meluncur menuju tempat aerobik dengan menggunakan mobil
Kijang Putih milik Tante Dessy. Di sepanjang jalan Tante Dessy banyak mengeluh tentang
Om Bambang yang semakin jarang di rumah.
Om Bambang itu egois dan gila kerja, padahal gajinya sudah lebih dari cukup tapi terus
saja menerima ditawari jadi dosen tamu dimana-mana
Yach, sabar aja tante.. itu semua khan demi tante dan anak-anak juga, kataku mencoba
menghibur.
Ah..Bagas, kalau orang sudah berumah tangga, kebutuhan itu bukan cuma materi, tapi
juga yang lain. Dan itu yang sangat kurang tante dapatkan dari Om.
Tiba-tiba tangan Tante Dessy menyentuh paha kiriku dengan lembut,
Biarpun begini, tante juga seorang wanita yang butuh belaian seorang laki-laki tante
masih butuh itu dan sayangnya Om kurang peduli.
Aku menoleh sejenak dan kulihat Tante Dessy menatapku dengan tersenyum. Tante
Dessy terus mengelus-elus pahaku di sepanjang perjalanan. Aku tidak berani bereaksi
apa-apa kecuali, takut membuat Tante Dessy tersinggung atau disangka kurang ajar.
Keluar dari kelas aerobik sekitar jam 4 sore, Tante Dessy tampak segar dan bersemangat.
Tubuhnya yang lembab karena keringat membuatnya tampak lebih seksi.
Gas, waktu latihan tadi tadi punggung tante agak terkilir kamu bisa tolong pijitin tante
khan? katanya sambil menutup pintu mobil.
Iya sedikit-sedikit bisa tante, kataku sambil mengangguk. Aku mulai merasa Tante
Dessy menginginkan yang lebih jauh dari sekadar teman ngobrol dan curhat. Terus
terang ini suatu pengalaman baru bagiku dan aku tidak tahu bagaimana harus
menyikapinya. Sepanjang jalan pulang kami tidak banyak bicara, kami sibuk dengan
pikiran dan khayalan masing-masing tentang apa yang mungkin terjadi nanti.

Setelah sampai di rumah, Tante Dessy langsung mengajakku ke kamarnya. Dikuncinya


pintu kamar dan kemudian Tante Dessy langsung mandi. Entah sengaja atau tidak, pintu
kamar mandinya dibiarkan sedikit terbuka. Jelas Tante Dessy sudah memberiku lampu
kuning untuk melakukan apapun yang diinginkan seorang laki-laki pada wanita. Tetapi
aku masih tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya terduduk diam di kursi meja rias.
Bagas sayang tolong ambilkan handuk dong nada suara Tante Dessy mulai manja.

Lalu kuambil handuk dari gantungan dan tanganku kusodorkan melalui pintu sambil
berusaha untuk tidak melihat Tante Dessy secara langsung. Sebenarnya ini tindakan
bodoh, toh Tante Dessy sendiri sudah memberi tanda lalu kenapa aku masih malu-malu?
Aku betul-betul salah tingkah. Tidak berapa lama kemudian Tante Dessy keluar dari
kamar mandi dengan tubuh dililit handuk dari dada sampai paha. Baru kali ini aku
melihat Tante Dessy dalam keadaan seperti ini, aku mulai terangsang dan sedikit
bengong. Tante Dessy hanya tersenyum melihat tingkah lakuku yang serba kikuk melihat
keadaannya.

Nah, sekarang kamu pijitin tante ya ini pakai body-lotion katanya sambil berbaring
tengkurap di tempat tidur. Dibukanya lilitan handuknya sehingga hanya tertinggal BH
dan CD-nya saja. Aku mulai menuangkan body-lotion ke punggung Tante Dessy dan
mulai memijit daerah punggungnya.
Tante, bagian mana yang sakit tanyaku berlagak polos.
Semuanya sayang semuanya dari atas sampai ke bawah. Bagian depan juga sakit
lhonanti Bagas pijit ya kata Tante Dessy sambil tersenyum nakal.
Aku terus memijit punggung Tante Dessy, sementara itu aku merasakan penisku mulai
membesar. Aku berpikir sekarang saatnya menanggapi ajakan Tante Dessy dengan aktif.
Seumur hidupku baru kali inilah aku berkesempatan menyetubuhi seorang wanita.
Meskipun demikian dari film-film BF yang pernah kutonton sedikit banyak aku tahu apa
yang harus kuperbuat dan yang paling penting ikuti saja naluri
Tante sayang, tali BH-nya boleh kubuka? kataku sambil mengelus pundaknya. Tante
Dessy menatapku sambil tersenyum dan mengangguk. Aku tahu betul Tante Dessy sama
sekali tidak sakit ataupun cedera, acara pijat ini cuma sarana untuk mengajakku bercinta.
Setelah tali BH-nya kubuka perlahan-lahan kuarahkan kedua tanganku ke-arah
payudaranya. Dengan hati-hati kuremas-remas payudaranya ahh lembut dan empuk.
Tante Dessy bereaksi, ia mulai terangsang dan pandangan matanya menatapku dengan
sayu. Kualihkan tanganku ke bagian bawah, kuselipkan kedua tanganku ke dalam celana
dalamnya sambil pelan-pelan kuremas kedua pantatnya selama beberapa saat. Tante
Dessy dengan pasrah membiarkan aku mengeksplorasi tubuhnya. Kini tanganku mulai
berani menjelajahi juga bagian depannya sambil mengusap-usap daerah sekitar
vaginanya dengan lembut. Jantungku brdebar kencang, inilah pertamakalinya aku
menyentuh vagina wanita dewasa Perlahan tapi pasti kupelorotkan celana dalam Tante
Dessy.

Sekarang tubuh Tante Dessy tertelungkup di tempat tidur tanpa selembar benangpun
sungguh suatu pemandangan yang indah. Aku kagum sekaligus terangsang. Ingin
rasanya segera menancapkan batang kemaluanku ke dalam lubang kewanitaannya. Aku
memejamkan mata dan mencoba bernafas perlahan untuk mengontrol emosiku.
Seranganku berlanjut, kuselipkan tanganku diantara kedua pahanya dan kurasakan
rambut kemaluannya yang cukup lebat. Jari tengahku mulai menjelajahi celah sempit
dan basah yang ada di sana. Hangat sekali raanya. Kurasakan nafas Tante Dessy mulai
berat, tampaknya dia makin terangsang oleh perbuatanku.

Mmhh Bagas kamu nakal ya katanya.


Tapi tante suka khan?
Mmhh.. terusin Gas terusin tante suka sekali.

Jariku terus bergerilya di belahan vaginanya yang terasa lembut seperti sutra, dan
akhirnya ujung jariku mulai menyentuh daging yang berbentuk bulat seperti kacang tapi
kenyal seperti moci Cianjur. Itu klitoris Tante Dessy. Dengan gerakan memutar yang
lembut kupermainkan klitorisnya dengan jariku dan diapun mulai menggelinjang
keenakan. Kurasakan tubuhnya sedikit bergetar tidak teratur. Sementara itu aku juga
sudah semakin terangsang, dengan agak terburu-buru pakaiankupun kubuka satu-
persatu hingga tidak ada selembar benangpun menutup tubuhku, sama seperti Tante
Dessy.

Kukecup leher Tante Dessy dan dengan perlahan kubalikkan tubuhnya. Sesaat
kupandangi keindahan tubuhnya yang seksi. Payudaranya cukup berisi dan tampak
kencang dengan putingnya yang berwarna kecoklatan memberi pesona keindahan
tersendiri. Tubuhnya putih mulus dan nyaris tanpa lemak, sungguh-sungguh Tante Dessy
pandai merawat tubuhnya. Diantara kedua pahanya tampak bulu-bulu kemaluan yang
agak basah, entah karena baru mandi atau karena cairan lain. Sementara itu belahan
vaginanya samar-samar tampak di balik bulu-bulu tersebut. Aku tidak habis pikir
bagaimana mungkin suaminya bisa sering meninggalkannya dan mengabaikan
keindahan seperti ini.
Tante seksi sekali kataku terus terang memujinya. Kelihatan wajahnya langsung
memerah.

Ah.. bisa aja kamu merayu tante kamu juga seksi lho Gas lihat tuh burungmu sudah
siap tempur ayo jangan bengong gitu terusin pijat seluruh badan tante., kata Tante
Dessy sambil tersenyum memperhatikan penisku yang sudah mengeras dan menGasgak
ke atas.

Aku mulai menjilati payudara Tante Dessy sementara itu tangan kananku perlahan-lahan
mempermainkan vagina dan klitorisnya. Kujilati kedua bukit payudaranya dan sesekali
kuhisap serta kuemut putingnya dengan lembut sambil kupermainkan dengan lidahku.
Tante Dessy tampak sangat menikmati permainan ini sementara tangannya meraba dan
mempermainkan penisku.

Aku ingin sekali menjilati kewanitaan Tante Dessy seperti dalam adegan film BF yag
pernah kutonton. Perlahan-lahan aku mengubah posisiku, sekarang aku berlutut di atas
tempat tidur diantara kedua kaki Tante Dessy. Dengan perlahan kubuka pahanya dan
kulihat belahan vaginanya tampak merah dan basah. Dengan kedua ibu jariku kubuka
bibir vaginanya dan terlihatlah liang kewanitaan Tante Dessy yang sudah menanti untuk
dipuaskan, sementara itu klitorisnya tampak menyembul indah di bagian atas vaginanya.
Tanpa menunggu komando aku langsung mengarahkan mulutku ke arah vagina Tante
Dessy. Kujilati bibir vaginanya dan kemudian kumasukkan lidahku ke liang vaginanya
yang terasa lembut dan basah. Mmhhh.. aahhh desahan nikmat keluar dari mulut Tante
Dessy saat lidahku menjilati klitorisnya. Sesekali klitorisnya kuemut dengan kedua
bibirku sambil kupermainkan dengan lidah. Aroma khas vagina wanita dan
kehangatannya membuatku makin bersemangat, sementara itu Tante Dessy terus
mendesah-desah keenakan. Sesekali jari tanganku ikut membantu masuk ke dalam
lubang vaginanya.

Aduuh.. Bagasi enak sekali sayang iya sayang yang itu enak.. emmhh .. terus
sayang pelan-pelan sayang iya gitu sayang terus.. aduuh.. aahh mmhh.. katanya
mencoba membimbingku sambil kedua tangannya terus menekan kepalaku ke
selangkangannya. Tidak berapa lama kemudian pinggul Tante Dessy mulai berkedut-
kedut, gerakannya terasa makin bertenaga, lalu pinggulnya maju-mundur dan berputar-
putar tak terkendali. Sementara itu kedua tangannya semakin keras mencengkeram
rambutku.
Bagas.. Tante mau keluaar aah.. uuh..aahhoooh. adduuh sayaaang Bagasiii.
terus jilat itu Gas teruus aduuuh aduuuhtante keluaaar bersamaan dengan itu
kepalaku dijepit oleh kedua pahanya sementara lidah dan bibirku terus terbenam
menikmati kehangatan klitoris dan vaginanya yang tiba-tiba dibanjiri oleh cairan
orgasmenya. Beberapa saat tubuh Tante Dessy meregang dalam kenikmatan dan
akhirnya terkulai lemas sambil matanya terpejam. Tampak bibir vaginanya yang merah
merekah berdenyut-denyut dan basah penuh cairan.
Bagas.. enak banget. sudah lama tante nggak ngerasain yang seperti ini katanya
perlahan sambil membuka mata. Aku langsung merebahkan diri di samping Tante Dessy,
kubelai rambut Tante Dessy lalu bibir kami beradu dalam percumbuan yang penuh nafsu.
Kedua lidah kami saling melilit, perlahan-lahan tanganku meraba dan mempermainkan
pentil dan payudaranya. Tidak berapa lama kemudian tampaknya Tante Dessy sudah
mulai naik lagi. Nafasnya mulai memburu dan tangannya meraba-raba penisku dan
meremas-remas kedua buah bola pingpongku.
Bagas sayang sekarang gantian tante yang bikin kamu puas ya katanya sambil
mengarahkan kepalanya ke arah selangkanganku. Tidak berapa lama kemudian Tante
Dessy mulai menjilati penisku, mulai dari arah pangkal kemudian perlahan-lahan sampai
ke ujung. Dipermainkannya kepala penisku dengan lidahnya. Wow.. nikmat sekali
rasanya tanpa sadar aku mulai melenguh-lenguh keenakan. Kemudian seluruh penisku
dimasukkan ke dalam mulutnya. Tante Dessy mengemut dan sekaligus mempermainkan
batang kemaluanku dengan lidahnya. Kadang dihisapnya penisku kuat-kuat sehingga
tampak pipinya cekung. Kurasakan permainan oral Tante Dessy sungguh luar biasa,
sementara dia mengulum penisku dengan penuh nafsu seluruh tubuhku mulai bergetar
menahan nikmat. Aku merasakan penisku mengeras dan membesar lebih dari biasanya,
aku ingin mengeluarkan seluruh isinya ke dalam vagina Tante Dessy. Aku sangat ingin
merasakan nikmatnya vagina seorang wanita untuk pertama kali.
Tante Bagas pengen masukin ke punya tante kataku sambil mencoba melepaskan
penisku dari mulutnya. Tante Dessy mengangguk setuju, lalu ia membiarkan penisku
keluar dari mulutnya. Terserah Bagas sayang keluarin aja semua isinya ke dalam
veggie tante tante juga udah pengen banget ngerasain punya kamu di dalam sini.
Cerita Sex Tante - Perlahan kurebahkan Tante Dessy disebelahku, Tante Dessy
langsung membuka kedua pahanya mempersilahkan penisku masuk. Samar-samar
kulihat belahan vaginanya yang merah. Dengan perlahan kubuka belahan vaginanya dan
tampaklah lubang vagina Tante Dessy yang begitu indah dan menggugah birahi dan
membuat jantungku berdetak keras. Aku takut kehilangan kontrol melihat pemandangan
yang baru pertama kali aku alami, aku berusaha keras mengatur nafasku supaya tidak
terlarut dalam nafsu. Perlahan-lahan kupermainkan klitorisnya dengan jempol
sementara jari tengahku masuk ke lubang vaginanya. Tidak berapa lama kemudian Tante
Dessy mulai menggerak-gerakkan
pinggulnya, Bagas sayang.. masukin
punyamu sekarang, tante udah
siap

Kuarahkan penisku yang sudah


mengeras ke lubang vaginanya, aku
sudah begitu bernafsu ingin segera
menghujamkan batang penisku ke
dalam vagina Tante Dessy yang
hangat. Tapi mungkin karena ini
pengalaman pertamaku aku agak
kesulitan untuk memasukkan
penisku. Rupanya Tante Dessy
menyadari kesulitanku. Dia
memandangku dengan tersenyum..
Ini pengalaman pertama ya Gas.
Iya tante. jawabku malu-malu.
Tenang aja nggak usah buru-
buru tante bantu katanya sambil
memegang penisku. Diarahkannya
kepala penisku ke dalam lubang
vaginanya sambil tangan yang lain
membuka bibir vaginanya, lalu
dengan sedikit dorongan ke
depanmasuklah kepala penisku ke
dalam vaginanya. Rasanya hangat
dan basah. sensasinya sungguh luar
biasa.
Akhirnya perlahan tapi pasti
kubenamkan seluruh penisku ke dalam vagina Tante Dessy, aah.. nikmatnya.
AaahhBagasi.. e
emh Tante Dessy berbisik perlahan, dia juga merasakan kenikmatan yang sama.
Sekalipun sudah diatas 40 tahun vagina Tante Dessy masih terasa sempit, dinding-
dindingnya terasa kuat mencengkeram penisku. Aku merasakan vaginanya seperti
meremas penisku dengan gerakan yang berirama. Luar biasa nikmat rasanya. Perlahan
kugerakkan pinggulku turun naik, Tante Dessy juga tidak mau kalah, pinggulnya
bergerak turun naik mengimbangi gerakanku. Tangannya mencengkeram erat
punggungku dan tanganku membelai rambutnya sambil meremas-remas payudaranya
yang empuk. Sementara itu bibir kami berpagutan dengan liar.
Baru beberapa menit saja aku sudah mulai merasa seluruh tubuhku bergetar dijalari
sensasi nikmat yang luar biasa maklumlah ini pengalaman pertamaku kelihatannya
tidak lama lagi aku akan mencapai puncak orgasme.
TanteBagas sudah hampir keluar. aaahuuh kataku berusaha keras menahan
diri.
Terusin aja Gas kita barengan yaa. tante juga udah mau keluar aahh Bagas
tusuk yang kuat Gas tusuk sampai ujung sayang mmhh.
Kata-kata Tante Dessy membuatku makin bernafsu dan aku menghujamkan penisku
berkali-kali dengan kuat dan cepat ke dalam vaginanya.
AduuhBagas udah nggak tahan lagi aku benar-benar sudah tidak dapat
mengendalikan diri lagi, pantatku bergerak turun naik makin cepat dan penisku terasa
membesar dan berdenyut-denyut bersiap mencapai puncak di dalam vagina Tante Dessy.
Sementara itu Tante Dessy juga hampir mencapai orgasmenya yang kedua.
Ayoo Gas tante juga mauahhhhahhh kamu ganas sekali. aaaahhh. Bagasii.
sekarang Gas. keluarin sekarang Gas tante udah nggak tahanmmmhhh.
Tante Dessy juga mulai kehilangan kontrol, kedua kakinya dijepitkan melingkari
pinggulku dan tangannya mencengkeram keras punggungku.
Dan kemudian aku melancarkan sebuah tusukan akhir yang maha dahsyat
Tanteaaaaaaaagh.Bagas keluaaaar..aagh.. aku mendesah sambil memuncratkan
seluruh spermaku ke dalam liang kenikmatan Tante Dessy. Bersamaan dengan itu Tante
Dessypun mengalami puncak orgasmenya,
Bagasii. aduuuhtante jugaa.aaaah Im cumming honey aaaahh..aah.
Kami berpelukan lama sekali sementara penisku masih tertanam dengan kuat di dalam
vagina Tante Dessy. Ini sungguh pengalaman pertamaku yang luar biasa. aku betul-
betul ingin meresapi sisa-sisa kenikmatan persetubuhan yang indah ini. Akhirnya aku
mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, seluruh persendianku terasa lepas dari
tempatnya. Kulepaskan pelukanku dan perlahan-lahan kutarik penisku yang mulai
sedikit melemah karena kehabisan energi. Lalu aku terbaring lemas di sebelah Tante
Dessy yang juga tergolek lemas dengan mata masih terpejam dan bibir bawahnya sedikit
digigit. Kulihat dari celah vaginanya cairan spermaku meleleh melewati sela-sela
pahanya. Rupanya cukup banyak juga spermaku muntah di dalam Tante Dessy.
Tak lama kemudian Tante Dessy membuka matanya dan tersenyum padaku,

Gimana sayangenak? katanya sambil menyeka sisa spermaku dengan handuk. Aku
hanya mengangguk sambil mengecup bibirnya.
Tante nggak nyangka kalau kamu ternyata baru pertama kali making-love. Soalnya
waktu fore-play tadi nggak kelihatan, baru waktu mau masukin penis tante tahu kalau
kamu belum pengalaman. By the way, Tante senang sekali bisa dapat perjaka ting-ting
seperti kamu. Tante betul-betul menikmati permainan ini. Kapan-kapan kalau ada
kesempatan kita main lagi mau Gas?

Aku hanya diam tersenyum, betapa tololnya kalau aku jawab tidak. Tante Dessy
membaringkan kepalanya di dadaku, kami terdiam menikmati perasaan kami masing-
masing selama beberapa saat. Tapi tidak sampai 5 menit, energiku mulai kembali. Tubuh
wanita matang yang bugil dan tergolek dipelukanku membuat aku kembali terangsang,
perlahan-lahan penisku mulai membesar. Tangan kananku kembali meraba payudara
Tante Dessy dan membelainya perlahan. Dia memandangku dan tersenyum, tangannya
meraih penisku yang sudah kembali membesar sempurna dan digenggamnya erat-erat.

Sudah siap lagi sayang? Sekarang tante mau di atas ya? katanya sambil
mengangkangi aku. Dibimbingnya penisku ke arah lubang vaginanya yang masih basah
oleh spermaku. Kali ini dengan lancar penisku langsung meluncur masuk ke dalam
vagina Tante Dessy yang sudah sangat basah dan licin. Kini Tante Dessy duduk diatas
badanku dengan penisku terbenam dalam-dalam di vaginanya. Tangannya
mencengkeram lenganku dan kepalanya menengadah ke atas dengan mata terpejam
menahan nikmat.
AahhBagas penismu sampai ke ujung uuh. mmhh aahhh katanya mendesah-
desah. Gerakan Tante Dessy perlahan tapi penuh energi, setiap dorongannya selalu
dilakukan dengan penuh energi sehingga membuat penisku terasa masuk begitu dalam
di liang vaginanya. Pantat Tante Dessy terus bergerak naik turun dan berputar-putar,
kadang-kadang diangkatnya cukup tinggi sehingga penisku hampir terlepas lalu
dibenamkan lagi dengan kuat. Sementara itu aku menikmati goyangan payudaranya yang
terombang-ambing naik-turun mengikuti irama gerakan binal Tante Dessy. Kuremas-
remas payudaranya dan kupermainkan pentilnya sehingga membuat Tante Dessy makin
bergairah. Gerakan Tante Dessy makin lama makin kuat dan dia betul-betul melupakan
statusnya sebagai seorang istri dosen yang terhormat. Saat itu dia menampilkan dirinya
yang sesungguhnya dan apa adanya seorang wanita yang sedang dalam puncak birahi
dan haus akan kenikmatan. Akhirnya gerakan kami mulai makin liar dan tak terkontrol
Bagas tante sudah mau keluar lagi. aaah mmmhh.. uuuughhh
Ayoo tante Bagas juga udah nggak tahan
Akhirnya dengan sebuah sentakan yang kuat Tante Dessy menekan seluruh berat
badannya ke bawah dan penisku tertancap jauh ke dalam liang vaginanya sambil
memuncratkan seluruh muatan Tangan Tante Dessy mencengkeram keras dadaku,
badannya melengkung kaku dan mulutnya terbuka dengan gigi yang terkatup rapat serta
matanya terpejam menahan nikmat. Setelah beberapa saat akhirnya Tante Dessy
merebahkan tubuhnya di atasku, kami berdua terkulai lemas kelelahan. Malam itu untuk
pertama kalinya aku tidur di dalam kamar Tante Dessy karena dia tidak mengijinkan aku
kembali ke kamar. Kami tidur berdekapan tanpa sehelai busanapun. Pagi harinya kami
kembali melakukan persetubuhan dengan liar Tante Dessy seolah-olah ingin
memuaskan seluruh kerinduannya akan kenikmatan yang jarang didapat dari suaminya.

Semenjak saat itu kami sering sekali melakukannya dalam berbagai kesempatan. Kadang
di kamarku, kadang di kamar Tante Dessy, atau sesekali kami ganti suasana dengan
menyewa kamar hotel di daerah Lembang untuk kencan short-time. Kalau aku sedang
horny dan ada kesempatan, aku mendatangi Tante Dessy dan mengelus pantatnya atau
mencium lehernya. Kalau OK Tante Dessy pasti langsung menggandeng tanganku dan
mengajakku masuk ke kamar. Sebaliknya kalau Tante Dessy yang horny, dia tidak
sungkan-sungkan datang ke kamarku dan langsung menciumi aku untuk mengajakku
bercinta.

Semenjak berhasil merenggut keperjakaanku Tante Dessy tidak lagi cemberut dan uring-
uringan kalau Om Bambang pergi tugas mengajar ke luar kota. Malah kelihatannya Tante
Dessy justru mengharapkan Om Bambang sering-sering tugas di luar kota karena dengan
demikian dia bisa bebas bersamaku. Dan akupun juga semakin betah tinggal di rumah
Tante Dessy.
Pernah suatu malam setelah Om Bambang berangkat keluar kota, Tante Dessy masuk ke
kamarku dengan mengenakan daster. Dipeluknya aku dari belakang dan tangannya
langsung menggerayangi selangkanganku. Aku menyambut dengan mencumbu bibirnya
dan membaringkannya di tempat tidur. Saat kuraba payudaranya ternyata Tante Dessy
sudah tidak memakai BH, dan ketika kuangkat dasternya ternyata dia juga tidak memakai
celana dalam lagi. Bibir vaginanya tampak merah dan bulu-bulunya basah oleh lendir.
Samar-samar kulihat sisa-sisa lelehan sperma dengan baunya yang khas masih tampak
disana, rupanya Tante Dessy baru saja bertempur dengan suaminya dan Tante Dessy
belum merasa puas. Langsung saja kubuka celanaku dan penis yang sudah mengeras
langsung menyembul menantang minta dimasukkan ke dalam liang kenikmatan. Tante
Dessy menanggapi tantangan penisku dengan mengangkangkan kakinya. Ia langsung
membuka bibir vaginanya dengan kedua tangannya sehingga tampaklah belahan lubang
vaginanya yang merekah merah.

Masukin punyamu sekarang ke lubang tante sayang.. katanya dengan nafas yang
berat dan mata sayu.
Karena aku rasa Tante Dessy sudah sangat horny, tanpa banyak basa-basi dan
foreplay lagi aku langsung menancapkan batang penisku ke dalam vagina Tante Dessy
dan kami bergumul dengan liar selama hampir 5 jam! Kami bersetubuh dengan berbagai
macam gaya, aku diatas, Tante Dessy diatas, doggy-style, gaya 69, kadang sambil berdiri
dengan satu kaki di atas tempat tidur, lalu duduk berhadapan di pinggir ranjang, atau
berganti posisi dengan Tante Dessy membelakangi aku, sesekali kami melakukan di atas
meja belajarku dengan kedua kaki Tante Dessy diangkat dan dibuka lebar-lebar, dan
masih banyak lagi. Aku tidak ingat apa masih ada gaya persetubuhan yang belum kami
lakukan malam itu. Dinginnya hawa Dago Utara di waktu malam tidak lagi kami rasakan,
yang ada hanya kehangatan yang menggetarkan dua insan dan membuat kami basah oleh
keringat yang mengucur deras. Begitu liarnya persetubuhan kami sampai-sampai aku
mengalami empat kali orgasme yang begitu menguras energi dan Tante Dessy entah
berapa kali. Yang jelas setelah selesai, Tante Dessy hampir tidak bisa bangun dari tempat
tidurku karena kakinya lemas dan gemetaran sementara vaginanya begitu basah oleh
lendir dan sangat merah. Seingatku itulah malam paling liar diantara malam-malam liar
lain yang pernah kulalui bersama Tante Dessy.

Petualanganku dengan Tante Dessy berjalan cukup lama, 2 tahun, sampai akhirnya kami
merasa Om Bambang mulai curiga dengan perselingkuhan kami. Sebagai jalan terbaik
aku memutuskan untuk pindah kos sebelum keadaan menjadi buruk. Tetapi meskipun
demikian, kami masih tetap saling bertemu paling sedikit sebulan sekali untuk melepas
rindu dan nafsu. Hal ini berjalan terus sampai aku lulus kuliah dan kembali ke Jakarta.
Bahkan sekarang setelah aku beristri, kalau sedang mendapat tugas ke Bandung aku
masih menyempatkan diri menemui Tante Dessy yang nafsu dan gairahnya seolah tidak
pernah berkurang oleh umurnya yang kini sudah kepala lima
Petualangan Skandal Seks Dengan Tanteku, Petualangan Skandal Seks Tanteku,
Petualangan Seks Dengan Tanteku, Cerita Sex Tante Bergairah, Cerita Seks Tante, Cerita
Sex Tante Bugil, Tante Bugil, Tante Nafsu, Tante Sange, Foto Tante Bugil

Anda mungkin juga menyukai