Anda di halaman 1dari 59

GLAUCOMA

PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau


kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil
penderita glaukoma.Glaukoma adalah penyakit mata yang
ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai oleh
pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.
Glaukoma berkembang saat pengeluaran cairan aqueous dari bilik mata
depan terganggu sehingga terjadi penumpukan aqueous didalam bola
mata yang mempertinggi tekanan bola mata.

Untuk mendiagnosis seseorang sebagai penderita glaukoma harus


dilakukan anamnesis dan serangkaian pemeriksaan yang umum dilakukan.
Pemeriksaan tersebut meliputi tonometri, oftalmoskopi, gonioskopi,
pemeriksaan lapang pandang.
Faktor resiko Klasifikasi

Glaukoma Primer
Tekanan intarokuler yang tinggi Glaukoma Sekunder
Umur,7-10 tahun pada anjing Glaucoma congenital
Riwayat glaukoma dalam keluarga Glaukoma Absolut
Obat-obatan
Riwayat trauma pada mata
Riwayat penyakit lain
Anatomi Bilik Mata Depan (COA)
Fisiologi aquos humor
Aquous humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi bilik mata
depan dan bilik mata belakang. Komposisinya serupa dengan
plasma kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat,
piruvat, dan laktat yang lebih tinggi; dan protein, urea dan glukosa
yang lebih rendah. Unsur pokok adalah air (99,9%), protein (0,04%)
dan lainnya dalam milimol/kg adalah Na+ (144), K+ (4,5), Cl- (110),
glukosa (6,0), asam laktat (7,4), asam amino (0,5) dan inositol (0,1).
Glaukoma primer
Sudut Terbuka
Hambatan pada glukoma sudut terbuka terletak didalam jaringan
trabekulum sendiri. Akuos humor dengan leluasa mencapai
lubang-lubang trabekulum, tetapi sampai didalam terbentur
celah-celah trabekulum yang sempit, hingga akuos humor tidak
dapat keluar dari bola mata dengan bebas.
Sudut Terbuka
Sudut Tertutup
Glaucoma sudut tertutup (akut) hanya terjadi pada
mata yang sudut bilik mata depannya memang
sudah sempit dari pembawaannya.
Gejala:
Fase prodormal (fase nonkongestif)
Pengelihatan kabur.
Terdapat halo (gambaran pelangi) sekitar lampu.
Sakit kepala.
Sakit pada mata.
Akomodasi lemah
Berlangsung - 2 jam.
Injeksi perikornea.
Kornea agak suram karena edem.
Bilik mata depan dangkal.
Pupil melebar.
Tekanan intraokuler meningkat.
Penglihatan normal setelah serangan reda.
Kornea keruh.
Bilik mata depan dangkal.
Iris : gambaran, corak bergaris tidak nyata.
Pupil : melebar, lonjong, miring agak vertikal,
kadang midriasis total, warna kehijauan, refleksi
cahaya menurun sekali atau tidak sama sekali.
Analog prostaglandin merupakan obat lini pertama yang efektif digunakan pada
terapi glaukoma misalnya, latanopros. Latanopros merupakan obat baru yang paling
efektif katena dapat ditoleransi dengan baik dan tidak menimbulkan efek samping
sistemik
Golongan obat parasimpatomimetik dapat menimbulkan efek miosis pada mata
dan bersifat sekresi pada mata, sehingga menimbulkan kontraksi muskulus ciliaris
supaya iris membuka dan aliran humor aquos dapat keluar
Golongan 2-adrenergic agonis memiliki efek menurunkan produksi
humor aquos, meningkatkan aliran keluar humor aquos melalui trabekula
meshwork dengan menurunkan tekanan vena episklera dan dapat juga
meningkatkan aliran keluar uveosklera
Farmakodinamik golongan -adrenergic bloker dengan cara menekan pembentukan humor
aquos sehingga tekanan intraokuler dapat turun. Sedangkan farmakokinetiknya sebagian besar
diserap dengan baik oleh usus secara peroral sehingga bioavaibilitas rendah , dan memiliki
kadar puncak dalam plasma mencapai 1 sampa 3 jam. Kebanyakan golongan -adrenergic
bloker memiliki waktu paruh antara 3 sampai 10 jam. Waktu ekskresi yang dibutuhkan ginjal
untuk mengeluarkan obat golongan ini dapat diperpanjang apabila terdapat hambatan aliran
darah yang menuju ke hati atau hambatan enzim hati.
Veterinary Vision, Inc
Peresepan untuk obat
pada mata
Peresepan hendaknya menggunkan obat yang
sudah tersedia di pasaran dan tidak disarankan
menggunakan resep racikan karena sediaan pada
mata ini harus menggunakan sediaan steril yang
pembuatannya mesti dilakukan dalam suasana
steril dan perlakuan yang steril pula, demikian
halnya pada obat untuk telinga, hidung dan injeksi
Cara mengecek apakah terjadi interaksi obat