Anda di halaman 1dari 6

Ni Made | Penatalaksanaan dan Edukasi Pada Pasien dengan Neurodermatitis

Penatalaksanaan dan Edukasi Pada Pasien dengan Neurodermatitis

Ni Made Dwi Adnyani


Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Neurodermatitis merupakan penyakit kulit kronis. Meskipun tidak mengancam jiwa, namun penyakit ini menyebabkan beban
psikososial yang penting, seperti gangguan tidur. Seorang wanita 60 tahun datang ke puskesmas untuk memeriksakan punggung
kaki dan lehernya yang terasa sangat gatal dan mulai menebal disertai bercak kehitaman. Keluhan tersebut mulai muncul sejak 1
bulan terakhir. Karena rasa gatalnya, pasien menggaruk menggunakan sisir hingga timbul luka pada kulit. Pasien hanya tinggal
bersama suaminya yang sudah tua. Pasien masih aktif bekerja sebagai petani untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,
sehingga menjadi beban pikiran untuk pasien. Pasien diberikan cetirizine 10 mg/hari dan salep betametason 5% yang dioleskan
setelah mandi. Konseling tentang menangani gatal dan mencari kesibukan untuk menghindari beban pikiran, diberikan pada
pasien. Dalam kunjungan berikutnya, pasien mengatakan gatal yang dirasakan berkurang setiap harinya.

Kata kunci: stres, neurodermatitis, wanita lanjut usia

Management and Education for Patients with Neurodermatitis


Abstract
Neurodermatitis is a chronic disease. Even its not a life threatening disease, there are many pshyco-social effect that caused by
this disease like sleeping disorder. An old woman, 60 years old, came to primary health center. She complained about itchy
sensation since one month ago on her both instep and neck. The skin also getting thickened and darkened. Because the
itchiness, she usually scratched it with comb. Patient only lives with her husband. She works as a farmer to fulfil her familys
needs and sometimes feels burdened with it. We treated this patient with cetirizine 10 mg/day and betamethasone oinment
5%. We gave counseling to treat the itchiness and told her to avoid the stress factor. Finally, the itchy sensation getting reduced
day by day.

Keywords: old woman, neurodermatitis, stress

Korespondensi: Ni Made Dwi Adnyani, alamat Jl. Dr. Sutomo no. 39 gg. Jangkung Bandar Lampung, HP 085766732700, e-mail
nimadedwiadyani@yahoo.co.id

Pendahuluan eritem dan edema atau kelompok papul. Karena


Liken simpleks kronik atau garukan berulang, bagian tengah lesi menebal,
neurodermatitis merupakan penyakit kulit kering, dan berskuama serta mengalami
kronik yang paling sering ditemukan pada hiperpigmentasi dibagian pinggir.1
wanita. Sekitar 12% populasi dunia menderita Kelainan ini terkait dengan berbagai
penyakit neurodermatitis. Umumnya terjadi masalah psikologis seperti depresi, ansietas,
pada usia 30 hingga 50 tahun. Lokasi paling gangguan obsesif kompulsif, dan gangguan
sering adalah leher, siku, lutut, anogenital, tidur. Neurodermatitis juga memiliki efek
kelopak mata, wajah, dan kepala.1-5 negatif terhadap kualitas hidup pasien.6-10
Penyakit ini ditandai dengan plak Neurodermatitis adalah penyakit kulit
likenifikasi akibat dari hasil garukan terus- yang berkaitan dengan psikologis. Penyakit ini
menerus. Pasien umumnya merasakan gatal dapat menimbulkan masalah yang luas dan
yang semakin parah saat sedang tidak komplek, sehingga penatalaksanaan yang
beraktivitas, seperti waktu istirahat atau di holistik sangat diperlukaan. Selain obat, yang
malam hari. Lesi kulit yang mengalami diberikan dalam tatalaksana penyakit ini adalah
likenifikasi umumnya akan dirasakan sangat konseling. Konseling ini meliputi penanganan
nyaman bila digaruk, sehingga terkadang pasien stres, modifikasi perilaku, dan dan edukasi
secara refleks menggaruk dan menjadi untuk tidak menggaruk kulit.11
kebiasaan yang tidak disadari. Pada stadium
awal, kelainan kulit yang terjadi dapat berupa

J Medula Unila I Volume 3 I Januari 2016 I 114


Ni Made | Penatalaksanaan dan Edukasi Pada Pasien dengan Neurodermatitis

Kasus Pasien tinggal dengan suaminya. Rumah


Pasien wanita, seorang petani berusia pasien berukuran 10x14 m, tidak bertingkat,
60 tahun, datang dengan keluhan bercak memiliki 3 buah kamar tidur, ruang tamu, ruang
kehitaman yang menebal disertai rasa gatal keluarga, ruang makan, dan dapur. Lantai
pada punggung kaki kanan dan leher bagian kiri rumah semua terbuat dari semen, dinding
sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya, pasien hanya terbuat dari tembok. Penerangan dan ventilasi
merasakan gatal kemudian muncul benjolan cukup baik. Rumah kurang bersih dan tidak
kecil berisi cairan berwarna putih. Pasien sering tertata rapi. Rumah sudah menggunakan listrik.
menggaruk kulitnya sehingga benjolan kecilnya Jumlah jendela cukup pada masing-masing
pecah dan menimbulkan luka. Kulit yang luka ruangan, sehingga ruangan terasa sejuk dan
kemudian mengering dan menebal. Rasa gatal tidak lembab. Rumah berada di lingkungan yang
muncul saat pasien sedang banyak pikiran dan cukup padat penduduknya. Jarak antara rumah
stres. cukup longgar, dengan kondisi lingkungan
Pasien pernah mengalami penyakit cukup bersih. Sumber air berasal dari sumur
yang sama 3 tahun yang lalu. Keluhan pertama galian sendiri, digunakan untuk minum, mandi,
yang dirasakan pasien adalah terdapat benjolan dan mencuci. Limbah dialirkan ke selokan.
kecil kemerahan dan gatal di punggung kaki Terdapat 1 kamar mandi dan jamban yang
kanan dan leher bagian kiri. Gatal dirasakan terletak di bagian belakang rumah, dengan
sering kambuh dan lebih sering jika pasien bentuk jamban jongkok. Pasien memasak
sedang beristirahat. Jika terasa gatal, pasien menggunakan kayu bakar.
akan menggaruknya menggunakan sisir. Lama Dari pemeriksaan fisik, didapatkan
kelamaan, pasien merasakan kulit di punggung keadaaan umum tampak sakit ringan,
kakinya semakin lama semakin menebal dan kesadaran komposmentis, suhu 36,7 oC,
kehitaman. tekanan darah 130/80 mmHg, frekuensi nadi 78
Gatal tidak bertambah saat pasien kali per menit, frekuensi nafas 18 kali per menit.
berkeringat. Gatal tidak menyebar ke tempat Berat badan 47 kg dengan tinggi badan 145 cm.
lain khususnya di daerah lipatan-lipatan kulit. Mata, telinga, hidung, tidak ada kelainan.
Tidak ada riwayat gatal setelah mengonsumsi Jugular Vena Pressure di leher tidak meningkat.
makanan ataupun obat-obatan. Tidak ada Pada pemeriksaan paru, gerak dada dan
riwayat digigit serangga. fremitus taktil simetris, tidak didapatkan ronki
Pasien sehari-hari bekerja sebagai dan wheezing, kesan dalam batas normal. Pada
petani. Setiap pagi, pasien berangkat ke sawah pemeriksaan jantung, batas kiri jantung tepat
dengan berjalan kaki, karena jarak antara pada linea axillaris media, batas bawah jantung
rumah dengan sawah tidak terlalu jauh. Di pada ICS 6, kesan batas jantung melebar.
sawah, pasien melakukan aktivitas bercocok Abdomen datar dan supel, tidak didapatkan
tanam menggunakan baju tangan panjang dan adanya organomegali ataupun ascites, kesan
celana panjang, namun tidak menggunakan alas dalam batas normal. Ekstremitas tidak edema,
kaki saat masuk kedalam area persawahan. Saat kesan dalam batas normal. Muskuloskeletal dan
hari sudah siang atau saat adzan tiba, pasien status neurologis tidak ada kelainan.
kembali pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Pada regio dorsum pedis dextra dan
Pasien hanya tinggal dengan suaminya. regio colli sinistra, ditemukan lesi
Suami pasien juga seorang petani. Pasien hiperpigmentasi ukuran plakat dan batas tidak
memiliki 6 orang anak yang seluruhnya sudah tegas. Pada permukaan lesi dijumpai erosi
berkeluarga dan mempunyai anak. Tiga orang ukuran lentikuler, multipel, yang sekitarnya
anak pasien rumahnya berdekatan dengan terdapat krusta berwarna hitam tidak mudah
pasien. Anak-anak pasien juga terkadang lepas. Ditemukan juga skuama berwarna putih,
memberikan uang untuk pasien dan suaminya. halus, tidak berlapis-lapis, dan likenifikasi
Uang tersebut digunakan untuk membantu berukuran plakat, dengan batas tidak tegas
pasien memenuhi kebutuhan sehari-hari. pada lesi.

J Medula Unila I Volume 3 I Januari 2016 I 115


Ni Made | Penatalaksanaan dan Edukasi Pada Pasien dengan Neurodermatitis

Terapi medikamentosa yang diberikan sehari-hari. Kemampuan dan ketidakmampuan


pada pasien ini adalah obat sistemik dan obat dalam melakukan aktivitas sehari-hari dapat
topikal. Obat sistemik yang diberikan yaitu diukur dengan menggunakan indeks Katz,
cetirizin 10 mg/hari. Obat topikal yang diberikan indeks Barthel, Kenny self-care, dan indeks
yaitu kortikosteroid dengan potensi tinggi Activity Daily Life (ADL). Indeks ini digunakan
seperti Clobetassol Propionat 0,05%. untuk mengukur tingkat keparahan penyakit
kronis dan untuk mengevaluasi efektivitas
Diagnostik holistik awal pada pasien : program pengobatan. Indeks ADL juga
1. Aspek Personal digunakan untuk memberikan informasi
- Alasan kedatangan: gatal dan timbul prediktif tentang perjalanan penyakit tertentu.
20
bercak kehitaman pada punggung kaki
dan leher yang tidak hilang. Ketika memeriksakan diri, pasien
- Kekhawatiran: takut menyebar dan datang karena keluhan bercak kehitaman yang
semakin parah. terasa sangat gatal di bagian punggung kaki
- Harapan: sembuh dan tidak kambuh lagi. kanan dan leher kiri, yang timbul sejak lebih dari
2. Aspek Klinik 1 bulan yang lalu. Awalnya, pasien hanya
- Neurodermatitis merasakan gatal kemudian muncul benjolan
3. Aspek Risiko Internal kecil berisi cairan berwarna putih. Pasien sering
- Pasien merupakan seorang wanita yang menggaruk kulitnya sehingga benjolan kecilnya
sudah lanjut usia. pecah dan menimbulkan luka. Kulit yang luka,
- Pasien masih harus bekerja mencari kemudian mengering dan menebal. Rasa gatal
nafkah bersama suami sehingga muncul saat pasien sedang banyak pikiran dan
menjadi beban pikiran pasien. stres. Pasien pernah mengalami penyakit yang
4. Aspek Psikososial Keluarga sama 3 tahun yang lalu. Gatal dirasakan sering
- Kurangnya dukungan keluarga dalam kambuh, terutama jika pasien sedang
mengingatkan pasien untuk tidak beristirahat.
menggaruk lesi karena akan Dari pemeriksaan dermatologis, pada
memperparah lesi dan menjadikan lesi regio dorsum pedis dextra dan regio colli
terasa lebih gatal. sinistra, ditemukan lesi hiperpigmentasi ukuran
- Kurangnya pengetahuan yang dimiliki plakat dan batas tidak tegas. Pada permukaan
oleh keluarga mengenai penyakit kulit, lesi dijumpai erosi ukuran lentikuler, multipel,
komplikasinya, dan cara pencegahan yang sekitarnya terdapat krusta berwarna hitam
komplikasi lanjutan. tidak mudah lepas. Ditemukan juga skuama
- Kurangnya pengetahuan keluarga berwarna putih, halus, tidak berlapis-lapis, dan
tentang cara perawatan untuk likenifikasi berukuran plakat, dengan batas tidak
mengurangi keluhan yang dirasakan tegas pada lesi. Hal ini sesuai dengan
Derajat Fungsional: 2, yaitu mampu melakukan efloresensi dari neurodermatitis. Setelah
aktivitas ringan sehari-hari di dalam dan di luar adanya kesepakatan dengan pasien untuk
rumah. dilakukan pembinaan, pasien pulang dengan
membawa obat antihistamin dan salep
Pembahasan kortikosteroid.
Pada masa lansia, kondisi fisik Neurodermatitis atau liken simplek
seseorang telah mengalami penurunan. Hal ini kronik adalah inflamasi pruritik, superfisial dan
menyebabkan seseorang dengan usia lanjut kronik pada kulit yang muncul sebagai plak
rentan terhadap penyakit, khususnya penyakit likenifikasi (eksagerasi dari kulit normal yang
kronis seperti neurodermatitis. Kemajuan ditandai dengan kulit yang hampir pucat dan
proses penyakit mengancam kemandirian dan permukaan kulit yang halus). Penyebab kelainan
kualitas hidup dengan mambebani kemampuan ini adalah kebiasaan menggores atau
melakukan perawatan personal dan aktivitas

J Medula Unila I Volume 3 I Januari 2016 I 116


Ni Made | Penatalaksanaan dan Edukasi Pada Pasien dengan Neurodermatitis

menggaruk kulit di area yang mampu merupakan terapi pilihan untuk mengurangi
dijangkau.12 inflamasi, gatal, dan hiperkeratosis. Jika pasien
Lesi dapat tunggal atau multiple dan tidak berespon pada terapi topikal, dapat
tersebar, tetapi masih dalam jangkauan jari. Lesi diberikan terapi sistemik steroid seperti
terbatas pada daerah tertentu dan sering prednison oral 40 mg selama 5 hari, kemudian
berwarna merah jambu, ungu, atau 20 mg selama 10 hari. Triamsinolon
hiperpigmentasi. Kulit yang terkelupas intramuscular 1 mg/kg (maksimal 80 mg) dapat
tercampur dengan kulit normal di sekitarnya. digunakan pada neurodermatitis yang luas,
Likenifikasi ini paling baik dilihat pada lesi awal berat, dan sangat gatal.17-19
atau pada batas lesi yang lebih lama dan Terapi non medikamentosa berupa
menetap.11 edukasi juga diberikan pada pasien ini. Edukasi
Telah diketahui bahwa neurodermatitis tersebut meliputi pengetahuan mengenai cara
memiliki kaitan yang erat dengan gangguan perawatan penyakitnya, cara perawatan untuk
psikologis, dan kecemasan telah dilaporkan mengurangi keluhan, serta pengetahuan
lebih banyak terdapat pada penderita tentang komplikasi yang mungkin terjadi.
neurodermatitis. Dilakukan penelitian mengenai Perawatan luka dilakukan dengan cara kompres
aspek psikologis terhadap 25 pasien dengan luka atau daerah yang terasa gatal dengan kain
neurodermatitis dan ditemukan bahwa dan air bersih lalu bersihkan lukanya. Setelah
terdapat perilaku hendaya atau keterbatasan itu, oleskan salep yang sudah diberikan. Pasien
kontak akibat perubahan kulit pada tiap episode juga dilarang menggaruk daerah yang gatal,
neurodermatitis, pada hampir semua pasien. 13 baik menggunakan alat bantu seperti sisir yang
Dari semua dermatosis, liken simpleks biasa digunakan pasien, maupun dengan jari
kronik atau neurodermatitis merupakan tangan karena hal ini dapat memperparah
penyakit yang paling berhubungan dengan keadaan luka. Jika terasa gatal, pasien hanya
terbatasnya kualitas hidup pasien. Penurunan boleh menepuk-nepuk daerah yang gatal saja.20
nyata dalam kualitas hidup khususnya akibat Garukan yang berlebihan dapat
peradangan penyakit yang kronis.11,14 membuat luka baru dan dapat menyebabkan
Terapi yang efektif pada pasien komplikasi berupa infeksi sekunder dan
neurodermatitis seharusnya adalah koreksi karsinoma sel skuamosa. Jika terjadi infeksi
stimulasi psikologis, yang berperan penting sekunder, dapat diberikan cefadroksil kapsul
dalam penyakit ini. Terapi topikal yang dapat 500 mg 2xsehari selama 7 hari, flukonazole
digunakan, antara lain, steroid topikal, agen kapsul 150 mg 2xsehari selama 2 minggu.
keratolitik seperti asam salisilat, kapsasin dan Antisitamin sedatif seperti doksepin atau
krioterapi. Terapi sistemik meliputi antihistamin hidroksizin 10-75 mg diberikan untuk gatal di
sedatif, antidepresan trisiklik dan psikoterapi. 15 malam hari.21,22
Sabun atau losion yang mengandung tar Prognosis baik apabila rasa gatal dapat
batu bara dapat digunakan untuk melindungi diatasi, likenifikasi yang ringan dan perubahan
daerah lesi dengan atau tanpa krem medikasi. pigmentasi dapat diatasi. Relaps dapat terjadi
Untuk perbaikan dibutuhkan waktu seminggu apabila pasien berada dalam masa stres atau
atau lebih. Antihistamin, sedatif, atau obat tekanan emosional yang meningkat.
antidepresan diberikan untuk mengurangi gatal Pengobatan untuk pencegahan pada stadium
dan stres. Steroid dapat disuntikkan langsung ke awal dapat membantu mengurangi proses
dalam lesi untuk mengurangi gatal dan likenifikasi. Biasanya prognosis berbeda-beda,
peradangan. Pasien yang mempunyai tergantung dari kondisi pasien. Prognosis lebih
komponen emosional pada neurodermatitis buruk apabila ada gangguan psikologis atau
membutuhkan anti depresan dan obat penyakit lain yang menyertai. Neurodermatitis
penenang.16 dapat menjadi lesi yang persisten dan bersifat
Pemberian terapi steroid topikal seperti berulang. Eksaserbasi dapat terjadi bila dipicu
salep klobetasol 0,05% selama 2 mingggu adanya respon terhadap stres emosional.23-26

J Medula Unila I Volume 3 I Januari 2016 I 117


Ni Made | Penatalaksanaan dan Edukasi Pada Pasien dengan Neurodermatitis

Tersedia dari:
SIMPULAN http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/artic
Neurodermatitis sirkumskripta adalah les/PMC3877483/.
peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, dan 6. Ermertcan AT, Gencoglan G, Temeltas
khas ditandai dengan likenifikasi. Keluhan dan G, Horasan GD, Deveci A, Ozturk F.
gejala dapat mucul dalam waktu hitungan Sexual dysfunction in female patients
minggu sampai bertahun-tahun. Keluhan utama with neurodermatitis. J Androl. 2011;
yang dirasakan pasien dapat berupa gatal dan 32(2):1659.
seringkali bersifat paroxismal. 7. Picardi A, Mazzotti E, Gaetano P,
Edukasi yang diberikan kepada pasien Cattaruzza MS, Baliva G, Melchi CF, et
adalah tidak menggaruk bagian kulit yang al. Stress, social support, emotional
mengalami kelainan dan menjaga kebersihan regulation, and exacerbation of diffuse
tubuh pasien. Tata laksana medikamentosa plaque psoriasis. Psychosomatics
berupa salep betamethasone dipropionat yang [internet]. 2005 [diakses tanggal 15 Mei
dioles sehari sekali dan antihistamin berupa 2015]; 46(6):556-64. Tersedia dari:
cetirizine tablet 10 mg sekali sehari. http://www.psychosomaticsjournal.co
m/article/S0033-3182%2805%2970041-
4/abstract.
DAFTAR PUSTAKA 8. Manolache L, Petrescu-Seceleanu D.
1. Burgin S. Nummular eczema and lichen Stress involvement as trigger factor in
simplex chronicus/prurigo nodularis. different skin conditions. World J
Dalam: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Dermatol. 2013; 2(3):16-26.
Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, 9. Abeck D. How much does
editors. Fitzpatrick's dermatology in neurodermatitis affect quality of
general medicine. New York: McGraw- life?. Krankenpfl J. 2005; 43: 119.
Hill; 2008. hlm. 158162. 10. Chuh A, Wong W, Zawar V. The skin and
2. Stander S, Metze D. Pruritus and the mind. Aust Fam Physician.
prurigo. Dalam: Burgdorf WHC, Plewig 2006; 35(9):7235.
G, Wolff HH, Landthaler M, 11. Novrizal R. Keefektifan hipnoterapi
editors. Braun-Falco's dermatology. terhadap penurunan derajat kecemasan
Heidelberg, Germany: Springer Medizin dan gatal pasien liken simpleks kronik di
Verlag Heidelberg; 2009. hlm. 43448. poliklinik penyakit kulit dan kelamin
3. Lotti T, Buggiani G, Prignano F. Prurigo RSDM Surakarta [tesis]. Surakarta:
nodularis and lichen simplex chronicus. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas
Dermatol Ther. 2008; 21(1):42-6. Maret; 2010.
4. Rajalakshmi R, Thappa DM, Jaisankar TJ, 12. Khachemoune A, Janjua SA, McColl I,
Nath AK. Lichen simplex chronicus of Thomas J. A lichenified pruritic plaque.
anogenital region: A clinico-etiological JPAD. 2006; 16:60,62-4.
study. Indian J Dermatol Venereol 13. Harth W, Gieler U, Kusnir D, Tausk FA.
Leprol [internet]. 2011 [diakses tanggal Clinical management in
15 Mei 2015]; 77(1):2836. Tersedia psychodermatology. Berlin: Springer;
dari: 2010.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ 14. An JG, Liu YT, Xiao SX, Wang JM, Geng
21220876. SM, Dong YY. Quality of life of patients
5. Ambika H, Vinod CS, Sushmita J. A case with neurodermatitis. Int J Med Sci.
of neurodermatitis circumscipta of scalp 2013; 10(5):593-8.
presenting as patchy alopecia. Int J 15. Gencoglan G, Inanir I, Gunduz K.
Trichology [internet]. 2013 [diakses Therapeutic hotline: treatment of
tanggal 15 Juni 2015]; 5(2):94-6. prurigo nodularis and lichen simplex

J Medula Unila I Volume 3 I Januari 2016 I 118


Ni Made | Penatalaksanaan dan Edukasi Pada Pasien dengan Neurodermatitis

chronicus with gabapentin. life quality index: validity and reliability


Dermatologic Therapy [internet]. 2010 in patients with acne. Health Qual Life
[diakses tanggal 16 Mei 2015]; Outcomes. 2006; 4:46.
23(2):1948. Tersedia dari: 23. Listiandoko RDW, Muhartono.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ Penatalaksanaan neurodermatitis pada
20415827. orang tua di Kecamatan Kota Karang. J
16. Pels R, Sterry W, Lademann J. Agromed Unila. 2014; 1(2):139-44.
Clobetasol propionate - where, when, 24. Grant-Kels JM, Bernstein ML, Rothe MJ.
why?. Drugs Today [internet]. 2008 Neurodermatitis. Dalam: Wolff K,
[diakses tanggal 16 Mei 2015]; Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA,
44(7):547. Tersedia dari: Paller AS, Leffell DJ, editors. Fitzpatricks
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ dermatology in ggeneral medicine. Edisi
18806904. ke-7. New York: McGraw-Hill; 2008.
17. Yksek J, Sezer E, Aksu M, Erkokmaz U. hlm. 22532.
Transcutaneous electrical nerve 25. Damayanti ID. Neurodermatitis
stimulation for reduction of pruritus in sirkumskripta pada wanita dengan
macular amyloidosis and lichen simplex. hipertensi derajat I terkontrol. J
J Dermatol [internet]. 2011 [diakses Medula Unila. 2014; 2(3):44-51.
tanggal 16 Mei 2015]; 38:54652.
Tersedia dari:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/
21352317.
18. Datz B, Yawalkar S. A double-blind,
multicenter trial of 0.05% Halobetasol
propionate ointment and 0.05%
Clobetasol 17-propionate ointment in
the treatment of patients with chronic,
localized atopic dermatitis or lichen
simplex chronicus. J Am Acad Dermatol
[internet]. 1991 [diakses tanggal 17 Mei
2015]; 25:1157-60. Tersedia dari:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/
1757608.
19. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu
penyakit kulit dan kelamin. Edisi Ke-4.
Jakarta: Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia; 2006. hlm. 147-8.
20. Wu M, Wang Y, Bu W, Jia G, Fang F,
Zhao L. Squamous cell carcinoma arising
in lichen simplex chronicus. Eur J
Dermatol. 2010; 20:8589.
21. Rammineni HB, Manogna ASKL,
Cahndini M, Vidyadhara S. A case of
neurodermitis circumscripta with
generalized pruritis. IJMHS. 2015;
4(1):145-7.
22. Takahashi N, Suzukamo Y, Nakamura
SM, Miyachi Y, Green J, Ohya Y, et al.
Japanese version of the dermatology

J Medula Unila I Volume 3 I Januari 2016 I 119