Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN NUNUKAN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


Jalan Ujang Fatimah RT.04 Desa Binusan Kecamatan Nunukan
Telepon/fax manajemen 0556 2020755; UGD 0556-2020756
Website: rsud.nunukankab.go.id / e-mail: pkrsudnunukan@yahoo.co.id
Kode Pos 77482

KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD KABUPATEN NUNUKAN


NOMOR : .
TENTANG
PROSES TIME OUT
SESAAT SEBELUM OPERASI DAN SEBELUM TINDAKAN MEDIS INVASIF
UNTUK MEMASTIKAN TEPAT LOKASI, TEPAT PROSEDUR DAN TEPAT
PASIEN PADA PASIEN YANG AKAN MENJALANI OPERASI DAN TINDAKAN
MEDIS INVASIF
DI RSUD KABUPATEN NUNUKAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN NUNUKAN,

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan


memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien di RSUD
KABUPATEN NUNUKAN, maka perlu kebijakan yang
mengatur proses Time Out sesaat sebelum operasi dan sebelum
tindakan medis invasif untuk memastikan tepat lokasi, tepat
prosedur dan tepat pasien pada pasien yang akan menjalani
operasi dan tindakan medis invasif di RSUD KABUPATEN
NUNUKAN;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, perlu ditetapkan Keputusan Direktur tentang proses Time
Out sesaat sebelum operasi dan sebelum tindakan medis invasif
untuk memastikan tepat lokasi, tepat prosedur dan tepat pasien
pada pasien yang akan menjalani operasi dan tindakan medis
invasive di RSUD KABUPATEN NUNUKAN.

Mengingat : 1.

2.

Memperhatikan : Pertimbangan Direksi RSUD KABUPATEN NUNUKAN

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD KABUPATEN NUNUKAN


TENTANG PROSES TIME OUT SESAAT SEBELUM
OPERASI DAN SEBELUM TINDAKAN MEDIS INVASIF
UNTUK MEMASTIKAN TEPAT LOKASI, TEPAT
PROSEDUR DAN TEPAT PASIEN PADA PASIEN YANG
AKAN MENJALANI OPERASI DAN TINDAKAN MEDIS
INVASIF DI RSUD KABUPATEN NUNUKAN

KESATU : Kebijakan proses Time Out sesaat sebelum operasi dan sebelum
tindakan medis invasif untuk memastikan tepat lokasi, tepat prosedur
dan tepat pasien pada pasien yang akan menjalani operasi dan
tindakan medis invasif di RSUD KABUPATEN NUNUKAN,
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KEDUA : Kebijakan proses Time Out sesaat sebelum operasi dan sebelum
tindakan medis invasif untuk memastikan tepat lokasi, tepat prosedur
dan tepat pasien pada pasien yang akan menjalani operasi dan
tindakan medis invasif di RSUD KABUPATEN NUNUKAN
dipergunakan sebagai acuan bagi tenaga medis dalam melakukan
proses time out sesaat sebelum operasi dan sebelum tindakan medic
invasif di RSUD KABUPATEN NUNUKAN.

KETIGA : Dengan ditetapkannya Keputusan ini, maka Keputusan Direktur


RSUD KABUPATEN NUNUKAN Nomor : ..
tentang penggunaan alat bantu hidup (life support) di RSUD
KABUPATEN NUNUKAN dicabut dan dinyatakan tidak berlaku
lagi.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan


apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya, akan diubah dn diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Nunukan
Pada tanggal : ..

DIREKTUR
Lampiran
Keputusan Direktur
RSUD KABUPATEN NUNUKAN
Nomor :
Tanggal :
Tentang
Proses Tlme Out Sesaat Sebelum Operasi Dan
Sebelum Tindakan Medis Invasif Untuk
Memastikan Tepat Lokasi, Tepat Prosedur dan
Tepat Pasien Yang Akan Menjalani Operasi dan
Tindakan Medis Invasif
Di RSUD KABUPATEN NUNUKAN

Proses Time Out Sesaat Sebelum Operasi dan Sebelum Tindakan Medis Invasif untuk
memastikan Tepat Lokasi, Tepat Prosedur dan Tepat Pasien yang akan menjalani
Operasi dan Tindakan Medis Invasif di RSUD KABUPATEN NUNUKAN

1. Proses verifikasi pre operatif


2. Ceklist Pre operatif :
a. Identitas pasien
b. Surat ijin tindakan
c. Penandaan area operasi
d. Keadaan umum pasien
e. Pemeriksaan pre anestesi
f. Hasil pemeriksaan penunjang
g. Persiapan darah
h. Kelengkapan khusus, alat/inplant (bila ada)
i. Paraf dan nama jelas perawat ruangan yang mengisi lembar ceklist preoperatif
j. Paraf dan nama jelas perawat kamar operasi yang menerima pasien

3. Lembar verifikasi pre operatif yang telah diisi oleh perawat ruangan akan di konfirmasi
oleh perawat kamar bedah (recepsionist nurse) pada saat serah terima pasien dari ruangan
ke Instalasi Kamar Bedah.

4. Daftar Tilik Keselamatan Pasien Operasi


a. Sign In (sebelum tindakan anestesi):
Identitas, lokasi, prosedur yang benar.
Penandaan area operasi apakah telah sesuai.
Apakah ada riwayat alergi obat.
Apakah ada resiko penyulit/aspirasi.
Jika terjadi, antisipasi penanganannya.
Resiko kehilangan darah.
Jika terjadi, akses akan dipasang di mana.
Apakah kesiapan alat dan obat anestesi sudah lengkap
b. Sebelum Insisi (Time Out):
Dilakukan ditempat tindakan akan dilakukan.
Tepat sebelum tindakan pembedahan dimulai.
Melibatkan seluruh tim operasi.
Didokumentasikan secara ringkas dengan menggunakan formulir checklist.
Konfirmasi secara verbal (identitas pasien, lokasi tindakan, rencana tindakan).
Penayangan hasil penunjang (Rontgen, CT-Scan, MRI) dengan benar.
Apakah diberikan antibiotik profilaksis intra operasi.
Perkiraan lamanya operasi.
Apakah ada perhatian khusus.
Perkiraan kehilangan darah dan antisipasinya.
c. Sebelum menutup luka operasi (Sign Out):
Perawat melakukan konfirmasi secara verbal tentang:
Kelengkapan (instrumen, kasa, benda tajam).
Apakah spesimen telah diberi label.
Apakah telah ada formulir untuk pengantar pemeriksaan.
Peninjauan kembali kegiatan: pembedahan, anestesi dan Kamar Operasi.
Perhatian khusus fase pemulihan di RR (Recovery Room).
d. Checklist post operatif (serah terima pasien dari RR ke Perawat Ruangan):
Perawat melakukan serah terima secara verbal.
Keadaan umum pasien, kesadaran, tanda tanda vital (TD,N,P).
Skala nyeri.
Dokumen pendukung (foto rongen, EKG, USG, CT-Scan, dan MRI).
Aldrette score.
Golongan darah dan jumlah labu darah yang telah diberikan.
Jenis infus dan jumlah tetesannya, antibiotik.
Instruksi post operasi dokter bedah dan dokter anestesi.
Kateter urin dan volume urin.
Posisi area luka dan ada tidak jaringan PA yang harus diperiksa
e. Checklist post operatif (serah terima perawat kamar operasi dengan penata anestesi/
Intensif/ ruangan)
Periksa kembali tingkat kesadaran pasien:
1) Periksa dan catat tanda-tanda vital.
2) Tanyakan adanya keluhan nyeri.
3) Lakukan serah terima secara verbal mengenai:
Keadaan umum pasien
Keluhan nyeri
Produk darah yang digunakan
Cairan infus yang digunakan
Kateter urine
Area operasi (luka) drain yang terpasang
Jaringan/spesimen yang diperiksakan
Instruksi pasca operasi
Bubuhkan tanda tangan sebagai bukti legal serah terima pasien.