Anda di halaman 1dari 8

Ben Mboi dan Kepemimpinan dengan Cinta

Oleh Canisius Maran

Dan ketika kau bekerja dengan cinta, kau mengikat dirimu dengan dirimu sendiri, satu sama lain dan
juga dengan Tuhan. Dan apa itu bekerja dengan cinta? Yaitu ketika kau menenun kain dengan benang
yang diambil dari hatimu, bahkan seolah-olah orang yang kau cintai yang memakainya Khalil Gibran
(Sang Nabi Trilogi Cinta Abadi).

Kepemimpinan dengan cinta yang muncul dari suara hati paling dalam, sudah kita pelajari dan rasakan
bersama dari model kepemimpinan Mahatma Gandhi, Mama Theresa juga Nelson Mandela, dimana
dalam perziarahan hidup, mereka telah menyerahkan hati dan diri seutuhnya kepada orang yang lebih
memerlukan kekuatan untuk menopang hidup.

Dalam buku, Cinta dan Tanggung Jawab, Karol Wojtyla (Yohanes Paulus II) mendalami bahwa masalah
paling besar bagi manusia, bukanlah kemelut sosial politik tetapi ancaman terhadap kesadaran akan
tanggung jawab yang melibatkan komitmen pribadi pada cinta. Hanya cinta yang dapat menyingkirkan
kemungkinan seseorang diabaikan. Karena itu, semua orang perlu cinta. All you need is love. Kata John
Lennon salah satu dedengkot The Beatles.

Boleh jadi cinta dan waktu, dua diksi yang begitu melekat dengan Brigjen TNI, dr. Ben Mboi, Gubernur
NTT periode 1978 1988. Cintanya kepada masyarakat NTT bahkan lebih dalam dan lebar dari luasnya
Laut Sawu. Dan karena cinta pula, dokter Ben seakan tak ada waktu untuk dirinya, baik selama berada di
tanah Timor, memasuki usia senja yang romantis, hingga saatnya waktu mengakhiri semua pendakian
hidupnya.

Waktu memang terlampau lamban bergerak bagi yang menunggu, terlalu cepat berjalan bagi yang
cemas, terlalu lama berlari bagi yang pilu, dan terlampau singkat berdetak bagi yang selalu riang, namun
bagi dokter Ben dan mereka yang selalu mencintai, waktu adalah abadi.

Dan waktu juga telah memutus rantai hidup Ben Mboi, putra Flores kelahiran Ruteng, 22 Mei 1935,
Senin tengah malam jelang Selasa subuh, 22 Juni 2015 pukul 00.30, ketika semua rakyat NTT masih
bermimpi. Tepat satu bulan setelah hari ulang tahunnya ke 80 Tuhan ternyata mempunyai visi terhadap
Aloysius Benediktus Mboi. Selamat jalan Bapak pencetus Komando Raksasa, Operasi Nusa Makmur.
Namamu selalu disebut tiap generasi bersama jejak langkahmu yang membekas kenangan tak
terlupakan.

Kesederhanaan dan Cinta

Ketika Ben Mboi muda baru kembali dari operasi pembebasan Irian Barat (sekarang Papua), ada
pemberitahuan bahwa seorang dokter tentara asal Manggarai ingin berbagi cerita dengan para pelajar
se-kota Larantuka.Tampil apa adanya dengan pakaian dinas tentara, di panggung Rumah Paroki
Kathedral Larantuka, Ben Mboi ternyata ganteng, pintar dan gaya. Tak dinyana, kehadirannya telah
menjadi idola para muda pelajar saat itu. Itulah kesan pertama menyaksikan Ben Mboi tampil bak
seorang orator ulung.

Rupa-rupanya kesederhanaan terus terbawa selama menjadi Gubernur NTT dua periode. Banyak
pembantu beliau di Kupang, termasuk para kepala daerah saat itu menilai gubernur mempunyai
komitmen yang kuat dan selalu konsisten menyampaikan gagasan-gagasan secara sederhana sehingga
mudah dipahami sebagai sebuah pesan bermakna. Persis pengakuan Ben Mboi ketika baru dilantik
menjadi Gubernur NTT bahwa kondisi NTT yang miskin dan sangat rentan terhadap berbagai perubahan,
memerlukan cara-cara sederhana untuk mengatasinya.

Kesederhanaan ini masih tetap melekat dalam sebuah pertemuan yang bisa disebut terakhir bersama
sekelompok generasi muda NTT dan masyarakat kepulauan dari Indonesia Timur, di Gedung Bima Sena,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tahun 2008. Dokter Ben tampak lebih sabar bicara saat itu dalam nada
bariton rendah, lebih ngemong kata orang Jawa, meski tubuhnya mulai rapuh namun sikap dan
semangatnya kukuh ketika memberi pendapat tentang masyarakat kepulauan, sebuah acara yang
digagas lembaga Archipelago Solidarity (ARSO).

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bahwa, apakah ada yang dibungkus Ben Mboi dibalik
kesederhanaan, konsistensi dan komitmen sebagai pemimpin NTT?Apakah ada rahasia di balik
kepemimpinan Ben Mboi sehingga seorang petani tua dari Kletek, Kabupaten Belu mengatakan bahwa
Ben Mboi adalah gubernur yang menangis ketika rakyatnya menangis?

Mencoba memahami filosofi kesederhanaan dari perjalanan seorang Ben Mboi terutama selama
menjadi pemimpin di NTT,berangkat dari satu pemikiran bahwa sikap membuat seseorang mempunyai
arti dan sikap bisa membuat segalanya berbeda (Guru Motivasi, John.C.Maxwell).

Tampil sebagai pemimpin ketiga di NTT, Ben Mboi langsung membuat kejutan turun ke lapangan dengan
membawa apa yang dia sebut Komando Raksasa yaitu Operasi Nusa Makmur (ONM) dan Operasi Nusa
Hijau (ONH).Sesungguhnya ada tiga program yang diperkenalkan Ben Mboi.Pertama, Koperasi Unit Desa
(KUD) dimana semua rakyat desa wajib dan secara otomatis menjadi anggota, kedua, tanaman paksa
(1978-1980) diimana rakyat diwajibkan menanam tanaman kerassupaya punya uang, ketiga ONM (1981-
1983).

Ini komitmenBen Mboi untuk melepaskanmasyarakat NTT dari lingkaran kemiskinan, yang selama
puluhan tahun menjadi musuh abadi, yang terlampau sulit dikalahkan karena rendahnya tingkat
pendidikan,dan faktor alam, ketika petani-petani miskin di desa setiap tahun hanyamemohon
kemurahan langit untuk menurunkan setetes air hujan. Dan laut saat itu hanya dilihat sebagai
bentangan samudra yang mati tanpa kehidupan.

ONHsecara harafiah berarti menghijaukan seluruh hutan NTT dan semakin banyak petani dilibatkan
dalam usaha intensifikasi maka kekurangan pangan akan teratasi. Dalam bahasa anak muda saatitu,
dokter Ben membuat hutan NTT yang gundul menjadi gondrong.Melalui Perda yang diberinama Perda
Wajib Tanam, rakyat menyambut gembira program gubernur dengan menanam apa saja, seperti pisang,
kemiri, kapuk, kelapa, manga dan jati.

Ternyata ONM berhasil meningkatkan jumlah petani tradisional, dari 5.000 menjadi 140.000.Undana
pun menyiapkan Fakultas Pertanian bergandengan dengan Fakultas Peternakan dan mulai menerima
mahasiswa pada tahun akademik 1982-1983.Sebuah peran perguruan tinggi daerah, penting
menyiapkan SDM pendukung program gubernur.Tahun 1979 rakyat NTT mendapat penghargaan
sebagai lokasi pembukaan pekan penghijauan di Indonesia oleh presiden Soeharto di kawasan
Bismarck, Kabupaten Kupang.Bagaimana dengan Flores?

Salah satu faktor penghambat para petani di wilayah Utara Flores menjual hasil kebun ke kota-kota
terdekat antara lain ke Maumere karena hubungan keluar sulit padahal, wilayah Utara Flores lebih rata
dibanding Selatan yang bertebing curam. Upaya Ben Mboi membangun jalan Trans Flores yang
diresmikan presiden Soeharto dalam kujungan ke Maumere, Juni 1988, telah memancangkan beberapa
prasasti di wilayah Sikka, Ende, Ngada dan Manggarai.Apakah jalan Trans Flores nanti akandiberi nama
Jalan Ben Mboi? Wallahuallam. Mudah-mudahan.

Cerita sukses kepemimpinan Ben Mboi, meski ada perdebatan namunmayoritas mengakui ada capaian
signifikan.Menurut Canis Pari (Kompas, 27/6/83), Ben Mboi berhasil menumbuhkan kegairahan
membangun sehingga rakyat percaya bahwa mereka memiliki seorang gubernur yang mencintai
mereka, gubernur yang hari ini di Alor, besok Sumba, lusa Manggarai.

Mengunjungi langsung rakyat, menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi dalam
keseharian hidup rakyat, juga aspirasi yang diampaikan masuk akal atau tidak, bukan lagi sebuah
pertanyaan. Berada di tengah masyarakat,bagi seorang pemimpin sudah merupakan nilai tambah.Juga
ketika terjadi bencana alam di Larantuka (1979), Ben hadir memberi kekuatan kepada orang Nagi dan
para birokratyang kehilangan banyak anggota keluarga.

Canis Pari, politisi paling dinamis dan kontroversi mencatat ONM berhasil, namun aparat pembantu
gubernur di provinsi termasuk bupati tidak bisa mengikuti irama kerja gubernur. Sementara Simon
Hayon, Ketua PMKRI saat itu mengatakan gubernur memang sukses mendorong rakyat menjalankan
ONM, namun tidak banyak merangkul aparat.

Mana yang benar, toh rakyat NTT mendukung tujuan ONM.Sebuah program yang menyita seluruh
perhatian gubernur. Karena itu pula, dokter Ben dengan kepala dingin menjalankan kebijakan, untuk
menghindari apa yang dia sebut : kesalahan terhadap hati nurani.Antara lain jangan sampai sebuah
kebijakan justru mengakibatkan gairah kerja menurun.Jugadalam hal kesenjangan professional
(kompetensi teknis) secara vertikal maupun horizontal tetap dijaga.Dalam Bahasa Ben Mboi, tak ada
akar rotan pun jadi.

Itulah pengalaman hati nurani dan sikap jiwa (state of the spirit) seorangpemimpin.Hati nurani itu
lemah, namun kelemahannya justru melahirkan kekuatan untuk bersikap.Itulah kata-kata Khalil Gibran
yang selalu dikutip dokter Ben.Sikap yang konsisten tetapi tidak harus terang benderang, tidak terlihat
namun dirasakan seperti garam yang merembes ke setiap masakan.Berikutnya harus bisamenjaga nilai-
nilai keseimbangan, keserasian dan keselarasan. Terutama hati nurani ketika orang lain juga turut
mengawasi hati nurani itu.

Artinya, jika determinan utama merupakan tanggung jawab terhadap kepentingan umum, maka dalam
sistem penyelenggaraan pemerintahan, ada juga sistem pengawasan, baik dari lembaga-lembaga,
mereka yang bermoral tinggi dan berintegritas tinggi.Semua ini menurut Ben adalah penjaga suara
hati, penjaga kesadaran hati (the walking conscience of the nation).Namun ketika mereka mulai
berbeda pendapat, maka tanggung jawab terakhir ada pada gubernur.

Itulah sebagian daftar cucian yangdikemukakan Ben Mboi dalamkuliah terbukatentang pengalaman
sebagai Pamong Praja (Gubernur NTT), pada ulang tahun ke-20 Institut Pembinaan dan Pendidikan
Manajemen (IPPM) di Jakarta tahun 1987.Sebuah fakta yang mencerminkan problem pembangunan di
NTT saat itu juga ada dalam diri seorang gubernur.(bersambung)
Pemimpin yang Baik

Beberapa dekade yang lalu kekuasaan dan posisi sangat berpengaruh terhadap seorang pemimpin.
Namun, dewasa ini seorang pemimpin tidak dapat menuntut bawahan untuk menghormati dan
menghargai mereka. Penghormatan dan penghargaan tersebut harus diperoleh.

A-good-leaderKepemimpinan saat ini, lebih dari kapan pun, merupakan proses dua arah antara
pemimpin dan yang dipimpin. Pada akhirnya, tanpa bawahan yang mempunyai kemauan, pemimpin
tidak dapat memimpin.

10_worst_leadersKepemimpinan sangat mempengaruhi produktivitas sebuah organisasi. Kepemimpinan


yang buruk akan mengakibatkan:

Kelompok tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Waktu dan sumber daya dapat terbuang
percuma, dan pekerjaan pun tidak dilaksanakan dengan sempurna.

Kelompok tidak termotivasi. Memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan suatu tugas,
atau bahkan tidak dapat menyelesaikannya sama sekali.

Individu tidak bekerja sebagai tim dan tidak tidak berinteraksi sebagai suatu kelompok.

Kemungkinan kelompok akan berusaha minimal untuk menyelesaikan suatu tugas, dan tidak dapat
bertahan jika bekerja dalam tekanan.

Turn over anggota kelompok akan lebih sering karena mereka tidak mau bertahan dalam lingkungan
tersebut.

Individu tidak akan mengembangkan keahlian yang diperlukan. Oleh karena itu, kelompok ini tidak
akan dapat menghadapi situasi baru.

Individu maupun kelompok memiliki kecenderungan menutupi kesalahan yang terjadi, sehingga
sumber/penyebab masalah tidak akan pernah terungkap dan alternatif jalan keluar dengan sendirinya
tidak akan pernah ada, sehingga dari waktu ke waktu masalah yg sama akan terulang kembali.

Setiap individu akan berusaha berjalan dalam koridor tertentu dan tidak akan pernah ada kata Inovatif
serta kreatif.

Kepedulian terhadap organisasi tidak akan pernah ada, sehingga tidak ada sense of belonging.

Sebaliknya, kegood-leaders loyalpemimpinan yang baik akan dapat mengakibatkan:

Kelompok bekerja sebagai tim, tidak sebagai individu di dalam kelompok. Mereka bekerja untuk
tujuan kelompok.

Tim dapat memahami tujuan-tujuan kelompok dan bagaimana mereka dapat menyesuaikan tujuan
kelompok tersebut dengan tujuan-tujuan organisasi.

Anggota tim saling mendukung satu sama lain


Tim bersedia memberikan usaha lebih saat dibutuhkan.

Tim menetapkan target pekerjaan yang sempurna, tidak hanya melakukan


pekerjaan

Setiap individu tahu apa yang harus dikerjakan oleh tim, dan peran masing-masing individu dalam
melakukan pekerjaan tersebut.

Anggota tim bermotivasi untuk melakukan tugas seefektif mungkin.

Tugas spesifik di dalam pekerjaan keseluruhan ditugaskan kepada anggota tim yang paling
berkemampuan.

duckleaderManajer menjadi seorang pemimpin saat kepribadian


dan karakter, pengetahuan dan fungsi keahlian untuk pemimpin diakui dan diterima oleh individu-
individu yang berhubungan.

Kepemimpinan dapat diperoleh dari sebuah situasi spesifik dan otoritasnya dapat diperoleh dari
posisi (jabatan), kepribadian (kualitas dasar dan pengaruh), serta pengetahuan (keahlian teknis).

great-leaderAgar dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, terdapat beberapa kualitas yang harus
dimiliki, yaitu:

Menurut saya,pemimpin yg baik harus memberikan contoh yg baik bagi anggotanya sehingga
mamotivasi anggotanya agar bisa menjadi seperti dirinya dan mungkin yg lebih baik lagi dari pada
pemimpinnya sendiri

Menjadi pemimpin yang baik bukanlah muda. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang keras,
yang suka marah dan yang ditakuti. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memimpin
pengikutnya mencapai suatu tujuan tertentu. yang baik untuk kepentingan bersama. Ada kerinduan luar
biasa terhadap sosok pemimpin yang tidak hanya jujur, adil, dan tegas, tapi juga mengayomi, bersahaja,
dan dekat dengan rakyat. tidak banyak mengumbar janji

pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki ahlak.pemimpin yang mampu menjalankan
amanah dari anggotanya.dan mampu bergerak kearah yang benar dan baik,bermanfaat untuk orang
banyak.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan masukkan bawahannya, selalu
bersama-sama dalam menyelesaikan masalah, bukan menyalahkan kesalahan pada satu pihak, bahkan
pemimpin yang baik adalah pemimpin yang masih mau belajar atas apa yang menjadi kekurangannya
selama ini.

Siapa yang tidak ingin mempunyai pemimpin yang baik? Suatu organisasi pasti ingin mempunyai
pemimpin yang baik, sehingga lebih terarahnya apa yang ingin dicapai, dan jelas visi misi apa yang akan
dipakai untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Masalahnya disini adalah, pemimpin seperti apa yang
baik? Jawabannya ya sudah jelas yang dapat memotivasi suatu individu agar lebih produktif. Seorang
pemimpin tidak perlu merasa bahwa dirinya paling hebat atau sok penguasa. Yang terpenting dia bisa
membawa suatu kaumnya untuk menjadi lebih baik lagi. Menjadi seorang pemimpin bukanlah persoalan
yang mudah, pemimpin dituntut untuk menjadi seorang yang berwibawa dan bijaksana. Serta seorang
pemimpon pun akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Jadi jika suatu saat kalian
menjadi seorang pemimpin, gunakanlah kepemimpinanmu sebaik baiknya.

Pemimpin yang Baik menurut saya adalah pemimpin yang memberi contoh yang baik untuk
anggotanya, bertanggung jawab dan tidak semena-mena ke anggotanya.
Pemimpin yang baik adalah yang selalu memperhatikan dibawahnya, karena dengan dia saling
kerjasama terhadap kesemuanya akan lebih mudah dia menjadi seseorang pemimpin yang baik,tegas
dan dipercaya.

menurut saya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mempunyai akhlak terutama adalah
perilaku, pemimpin bukan jabatan. tetapi pemimpin yang baik bisa dapat mengayomi bawahan-
bawahannya. bukan hanya bisa teori tetapi pemimpin yang baik bisa mensederajatkan dengan
bawahan-bawahannya.

Pemimpin yang baik adalah seseorang yang bisa membuat bawahannya merasa nyaman dalam
pekerjaannya , fokus dalam apa yang dikerjakan, dan bisa membuat para anggotanya bisa percaya satu
sama lain,sehingga terjadi interaksi yang baik antara pemimpin dan bawahannya .

Kepemimpinan menduduki urutan yang paling atas, yang berarti kepemimpinan memegang peran
yang sangat penting. Untuk mencapai sukses, suatu organisasi tidak hanya sekedar memerlukan
pemimpin, tetapi yang diperlukan adalah pemimpin yang memiliki kepemimpinan (leadership) yang
baik. Pemimpin yang memiliki visi (visioner) dan mampu mewujudkan visi tersebut melalui pengelolaan
sumber daya yang ada di dalam organisasinya. Banyak sumber daya yang harus dikelola oleh seorang
pemimpin, dan dari sekian banyak sumber daya, yang paling penting adalah sumber daya manusia.

Seorang pemimpin yang sukses dituntut untuk mampu mengelola sumber daya manusia secara
optimal dengan cara menjadikan setiap anggota organisasi memiliki kemauan untuk bekerja sesuai
dengan tugasnya dan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik guna mewujudkan
sasaran

Pemimpin yang baik dan efektif

Menjadi pemimpin yang baik bukanlah mudah. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang
keras, yang suka marah dan yang ditakuti. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu
memimpin pengikutnya mencapai suatu tujuan tertentu.

Pemimpin yang baik harus mempunyai karakter sebagai berikut

1. Mempunyai karisma
Pemimpin yang mempunyai karisma akan memudahkan mengarahkan staf atau
pengikutnya.
Pemimpin yang tidak berkarisma akan kesulitan mengarahkan staf atau pengikutnya.
2. Mempunyai integritas
Pemimpin harus mempunyai integritas dalam memimpin. Pemimpin harus setia terhadap
nilai-nilai yang ditanamkan kepada pengikutnya
3. Mempunyai dedikasi
Pemimpin yang berdedikasi akan mengerjakan visinya dengan kerja keras dan penuh
semangat. Dedikasi yang dia kerjakan akan ditularkan kepada stafnya
4. Bisa mengambil keputusan
Pemimpin harus bisa dan berani mengambil keputusan secara cermat. Untuk dapat
mengambil keputusan secara cermat pemimpin harus memperhatikan banyak aspek
dalam memutuskan.
5. Mau membantu
Pemimpin yang baik harus mau membantu memecahkan masalah yang dihadapinya
6. Bekerja tidak hanya memerintah
Pemimpin yang baik mau mengerjakan hal-hal yang dihadapi stafnya. Tentu saja dia akan
mengerjakan sesuai porsi yang dia bisa kerjakan.
7. Mau mendengarkan
Pemimpin yang baik harus mau mendengarkan masukan dan keluhan dari stafnya.
Pemimpin tidak harus setuju terhadap pendapat dari staf, tetapi harus menghargai setiap
pendapat.

Tentu saja tidak semua pemimpin memiliki 7 karakter di atas secara penuh. Tetapi setiap
pemimpin paling tidak berusaha di setiap point di atas. Kekurangan di satu point dapat ditutup
oleh point yang lain. Misalnya dia tidak mempunyai karisma, tetapi jika dia mempunyai
integritas dan dedikasi yang kuat maka dedikasi dan integritas ini dapat menutupi kekurangan di
point karisma.

Belajar kepemimpinan ternyata tidak melulu belajar perihal bagaimana kita memimpin orang
lain. Belajar kepemimpinan yang sesungguhnya adalah belajar bagaimana kita bisa melakukan
kontrol dan memimpin diri kita sendiri.

Orang bilang memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain karena Anda
bukanlah pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri.

Oke, lalu apa dan bagaimana sebenarnya memimpin diri sendiri itu?

Dari beberapa pembahasan perihal memimpin diri sendiri, saya menyukai model Self Limited
Company dari Pentti Sydnmaanlakka yang ditulisnya dalam suatu artikel berjudul What is
Self-leadership.

Model beliau mencoba menempatkan kita menjadi layaknya seorang pemimpin perusahaan yang
harus mengendalikan 5 divisi utama yaitu: pikiran, tubuh, perasaan, pekerjaan, dan spiritual.

Pikiran berarti Anda mampu mengendalikan pikiran Anda untuk mampu berpikir dengan baik,
memiliki daya analisa dan ingatan yang baik, punya kreatifitas dan persepi yang baik pula.

Tubuh berarti Anda mampu menjaga tubuh untuk tetap sehat dengan memperhatikan pola
makan, rutinitas olahraga, istirahat dan relaksasi yang cukup.

Perasaan berarti Anda memiliki kendali terhadap emosi, pola reaksi dan memiliki pilihan-pilihan
terbaik terhadap setiap respon yang mempengaruhi emosi Anda.

Spiritual berarti Anda memiliki nilai-nilai hidup, tujuan dan hasil akhir yang terjaga dalam
koridor keyakinan dan kepercayaan Anda.

Layaknya perusahaan beneran, Anda pun harus memiliki prinsip tata kelola yang baik. Beberapa
prinsip dari Pentti Sydnmaanlakka yang sangat baik untuk diingat adalah:

1. Anda harus punya tujuan Hidup. Anda harus punya tujuan dalam hidup ini mau apa? Visi
harus Anda miliki. Peran dan manfaat apa yang mau Anda berikan untuk Anda dan orang lain
harus ada. Bagi Anda yang belum tahu cepat-cepatlah mencarinya.

2. Anda harus Fokus. Anda memiliki prioritas hidup dan manajemen waktu yang baik. Tidak
semua keinginan bisa dipenuhi maka lakukan skala prioritas untuk itu. Jangan terlalu terpaku
pada parameter-parameter eksternal. Lebih baik menjadikan diri sendiri sebagai alat ukur
ketimbang membandingkan dengan orang lain. Dan, untuk bisa fokus maka Anda harus tahu
jalan sukses Anda. Tahu kekuatan Anda, keunikan Anda dan asahlah terus itu.

3. Anda harus fleksible, selalu ingin belajar, spontan, inovatif dan sangat senang dalam
menghadapi perubahan.
4. Anda harus selalu disiplin karena semua tidak akan terjadi tanpa kedisiplinan. Berikan
komitmen Anda karena melakukan perubahan itu tidak bisa cepat untuk itu jangan pernah
menyerah.

5. Anda harus Percaya diri, yakin dan tetaplah rendah hati kepada siapapun.

Hal lain yang juga harus Anda perhatikan dalam memimpin diri sendiri dan kenapa itu menjadi
berat adalah adanya kompromi (self excuse) dan tidak pernah ada hukuman (self punishment)
pada suatu pelanggaran dalam memimpin diri sendiri. Berbeda dengan memimpin orang lain
Anda akan tidak kenal kompromi dan selalu ada hukuman terhadap suatu pelanggaran.

Ternyata selama ini, kita hanya mengikuti nafsu kita saja. Lebih reaktif daripada proaktif.
Padahal untuk bisa memimpin diri sendiri Anda harus bisa membedakan mana diri Anda dan
mana nafsu Anda.

Pembahasan menarik perihal tersebut bisa kita pelajari dari kutipan tulisan Pak Muhammad
Syafii Antonio dalam bukunya yang berjudul Muhammad SAW: The Super Leader Super
Manager, bagi Anda yang belum pernah baca bukunya segeralah memilikinya. Berikut ini
kutipan pembahasannya:

Setiap orang, merupakan pemilik sekaligus pengelola, pengamat sekaligus yang mengalami
tubuh, pikiran dan emosinya. Hal ini dapat digambarkan sebagai sebuah kursi. Ketika Anda
duduk di kursi itu (tubuh, pikiran dan emosi), Anda tidak dapat mengamati kursi itu secara
keseluruhan, juga tidak dapat mengatur kursi itu.

Sebaliknya, kursi itulah yang mengatur Anda! Untuk mengamati kursi itu, Anda harus berdiri
dari kursi itu. Artinya, Anda harus meyakinkan bahwa Anda bukanlah kursi itu. Ketika Anda
telah menyadari ini, dapat terpisah dari kursi itu, dan kemudian Anda dapat mengaturnya,
memindahkan, dan mempimpin kursi itu kearah yang diinginkan, dengan demikian Anda
menjadi penguasa dan pemimpin kursi itu.

Hal ini akan membuat orang tersebut dapat memfokuskan diri pada pengembangan dimensi
fungsioner dirinya, yaitu menjaga agar tubuhnya sehat dan energik, membuat pikirannya lebih
terbuka dan kreatif serta mencegahnya dari emosi negatif

Berarti disamping usaha dan prinsip pengelolaan diri diatas, kita juga harus bisa mengendalikan
nafsu kita. Inilah yang terpenting.

Bagaimanakah caranya?

Banyak orang melakukan meditasi, yoga dan kontemplasi. Namun, bagi sahabat-sahabat muslim
tentu sudah punya caranya yakni banyak berzikir, tafakur, shaum dan tentu saja mendirikan
sholat. Lebih lanjut Pak Syafii Antonio mengatakan bahwa latihan tersebut tidak hanya
merelaksasi, tetapi juga menimbulkan perasaan positif dan senang. Dengan cara tersebut,
seseorang akan dapat memfungsikan diri yang riang dan proaktif.

Kembali kepada kesimpulan akhir bahwa memimpin diri sendiri harus tahu apa yang dipimpin,
kita buat rencana, kita kelola, tetapi semuanya itu tidak boleh lepas dari rahmat Allah sebab
semua berada dalam gengaman-Nya.

Demikian para sahabat semua semoga berkenan dan semoga saya dan Anda bisa segera
mempraktekkannya.