Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN EKLAMSI

No. Kode :

Terbitan :

SOP
No. Revisi :

Tgl. MulaiBerlaku :
Halaman :1 / 2

UPTD Puskesmas Poned Nani Sumartini, SKM, MKKK


Lemahabang Nip: 19610828 198410 2 003

Eklamsia adalah kelainan akut pada preeklamsi ringan atau berat, dalam kehamilan , persalinan
Pengertian atau nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang dengan atau tanpa penurunan kesadaran
(gangguan sistem saraf pusat)

Tujuan Umum : melakukan penilaian klasik , klasifikasi dan penatalaksanaan serta mencegah
komplikasi.
Tujuan Khusus :
a. Mencegah tanda dan gejala hipertensi karena kehamilan dan menentukan diagnosis yang
Tujuan
paling mungkin dalam hubungan dengan hipertensi yang dipicu karena kehamilan.
b. Melakukan penatalaksanaan preeklamsia/eklamsia dan hipertemsi kronik pada ibu hamil.
c. Melakukan pemberian obat anti kejang (Magnesium sulfat dan Diazepam) serta obat
antihipertensi penatalaksanaan preeklamsi berat eklamsi.
Kebijakan Upaya untuk mendeteksi sedini mungkin komplikasi hipertensi karena kehamilan.

1. Umur kehamilan > 20 minggu


2. Hipertensi
3. kejang.
Anamnesis 4. Penurunan kesadaran
5. Pengelihatan kabur
6. Nyeri kepala hebat
7. Nyeri ulu hati
Pemeriksaan fisik 1. Kesadaran somnolen sampai koma
2. Tanda vital TD: >140/90 mmHg
3. Proteinuria minimal 1+
4. Penurunan kesadaran tanpa disertai kejang
Diganosa banding Hipertensi menahun, kelainan ginjal.

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang


Preeklamsi Ringan : Urin Lengkap
Preeklamsi Berat/Eklamsi :
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Hb, Ht, Leukosit, trombosit, urin lengkap.
Pemeriksaan USG.
PENATALAKSANAAN EKLAMSI
No. Kode :

Terbitan :

SOP
No. Revisi :

Tgl. MulaiBerlaku :
Halaman :2 / 2

UPTD Puskesmas Poned Nani Sumartini, SKM, MKKK


Lemahabang Nip: 19610828 198410 2 003

Penatalaksanaan Penatalaksanaan
Pengobatan medisinal
1. Infus cairan RL
2. Pemberian obat : MgSO4
Cara pemberian MgSo4 sama dengan preeklamsi berat.
Bila timbul kejang-kejang ulangan maka dapat diberikan 2g MgSO4 40 %.IV selama 2 menit,
sekurang-kurangnya 20 menit setelah pemberian terakhir . dosis tambahan 2 g hanya diberikan
sekali saja. Bila setelah di beri dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital
3-5 mh/kg/bb/iv pelan-pelan.
Perawatan pasien dnegan serangan kejang.
Dirawat dikamar isolasi yang cukup terang.
Masukan sudip lidah kedalam mulut pasien.
Kepala direndahkan: daerah orofaring dihisap.
Fiksasi badan pada tempat tidur yang cukup longgar guna mencegah fraktur.
Referensi Permadi, wiryawan dr.Dr. SpOG(K) dkk. 2015. Panduan praktek klinis Obstetri & Ginekologi.
Penerbit: DEP./SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran
RSUP DR. HASAN SADIKIN.